P. 1
asuhan kebidanan 1

asuhan kebidanan 1

|Views: 243|Likes:
Dipublikasikan oleh Dian Anjar Prabowo

More info:

Published by: Dian Anjar Prabowo on Apr 18, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/19/2014

pdf

text

original

ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “S” GI P0000 Ab000 UK 16-18 MINGGU, JANIN HIDUP, INTRAUTERIN DENGAN KEHAMILAN FISIOLOGIS DI PUSKESMAS KEDUNG

KANDANG TANGGAL 12 AGUSTUS 2011

Disusun Oleh : ERNAWATI 1009.15401.356

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIDYAGAMA HUSADA-MALANG 2011

LEMBAR PENGESAHAN PADA NY “S” GI P0000 Ab000 UK 16-18 MINGGU, JANIN HIDUP, INTRAUTERIN DENGAN KEHAMILAN FISIOLOGIS DI PUSKESMAS KEDUNG KANDANG TANGGAL 12 AGUSTUS 2011

Disusun Oleh : ERNAWATI 1009.15401.356

Mengetahui,

Pembimbing Institusi

Pembimbing Lapangan

(Jiarti Kusbandiyah, S.SiT)

(Luluk Ernawati, Amd. Keb)

TINJAUAN TEORI

1.1 Definisi Kehamilan Kehamilan adalah proses yang fisiologis dan alamiah, maka kehamilan yang dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya lahir normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. (Sarwono, 20045) Kehamilan didefinisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi, kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam 3 trimester, dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester kedua 15 minggu (minggu ke 13 hingga ke-27) dan trimester ketiga 13 minggu (minggu ke 28 hingga ke-40). (Sarwono, 2008) 1.2 Etiologi 1.2.1 Proses terjadinya kehamilan merupakan satu kesatuan atau serangkaian kejadian yang tidak dapat dipisah-pisahkan, yaitu sering melibatkan : 1. ovum adalah suatu sel telur dengan diameter kurang lebih 0,1 m terdiri dari 2 nukleus yang terapung-apung dalam vefelus dan dilingkari zona pellusida dan dilapisi oleh hormone radiate. 2. Spermatozoa Berbentuk seperti kecapung dimana bagian kaput mengandung bahan nukelus dan berjuta-juta sperma. Bagian ekor berfungsi untuk bergerak maju dan bagian leher berfungsi silindris sebagai penghubung kepala dan ekor. 3. Konsepsi Disebut juga dengan fertilisasi atau pembuahan. Pengertian konsepsi adalah peristiwa bertemunya sel telur (ovum) dan sperma. Peristiwa konsepsi terjadi di ampula tuba pada hari ke 11 – 14 terjadi ovulasi dari siklus menstruasi normal. Ovulasi adalah peristiwa matangnya sel telur sehingga siap dibuahi.

4. Nidasi Merupakan peristiwa masuknya atau tertanamnya hasil konsepsi ke dalam endometrium, blastula dilindungi oleh simpai yang disebut frofoblas yang mampu menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastula mencapai rongga rahim jaringan endometrium dalam keadaan sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung sel-sel desidua. 1.2.2 Tanda-tanda kehamilan 1.2.2.1 Tanda tidak pasti (presumptive sign) Tanda tidak pasti adalah perubahan-perubahan fisiologis yang dapat dikenali dari pengakuan atau yang dirasakan oleh wanita hamil. Tanda tidak pasti ini terdiri atas hal-hal berikut ini : 1. Amenorea (berhentinya menstruasi) Konsepsi dan nidasi menyebabkan tidak terjadi pembentukan folikel de graaf dan ovulasi sehingga menstruasi tidak terjadi. Lamanya amenorea dapat dikonfirmasi dengan memastikan HPHT dan digunakan untuk

memperkirakan usia kehamilan dan tafsiran persalinan. 2. Mual (nausea) dan muntah (emesis) Pengaruh estrogen dan progesterone terjadi pengeluaran asam lambung yang berlebihan dan menimbulkan mual muntah yang terjadi terutama pada pagi hari yang disebut “morning sickness”. Dalam batas tertentu hal ini masih fisiologis, tetapi bila terlampau sering dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang disebut dengan “Hiperemesis gravidarum”. 3. Ngidam (mengingini makanan tertentu) Wanita hamil sering menginginkan makanan tertentu, keinginan yang demikian disebut ngidam. Ngidam sering terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan dan akan menghilang dengan makin tuanya kehamilan. 4. Syncope (pingsan) Terjadinya gangguan sirkulasi ke daerah kepala (sentral) menyebabkan iskemia susunan syaraf pusat dan menimbulkan syncope atau pingsan. Hal ini sering terjadi terutama jika berada pada tempat yang ramai. Biasanya akan hilang setelah 16 minggu.

5. Kelelahan Sering terjadi pada trimester pertama, akibat dari penurunan kecepatan basal metabolism (basal metabolism rate-BMR) pada kehamilan, yang akan meningkat seiring pertambahan usia kehamilan akibat aktifitas metabolism hasil konsepsi. 6. Payudara tegang Estrogen meningkatkan perkembangan system duktus pada payudara, sedangkan progesterone menstimulasi perkembangan system alveola payudara. Bersama somatomatotropin, hormone-hormon ini menimbulkan pembesaran payudara, menimbulkan perasaan tegang dan nyeri selama dua bulan pertama kehamilan, pelebaran putting susu, serta pengeluaran kolestrum. 7. Sering miksi Desakan rahim ke depan menyebabkan kandung kemih cepat terasa penuh dan sering miksi. Frekuensi miksi yang sering, terjadi pada triwulan pertama akibat desakan uterus terhadap kandung kemih. Pada triwulan kedua pada umumnya keluhan ini akan berkurang karena uterus yang membesar keluar dari rongga panggul. Pada akhir triwulan, gejala bias timbul karena janin mulai masuk ke rongga panggul dan menekan kembali kandung kemih. 8. Konstipasi atau obstipasi Pengaruh progesterone dapat menghambat peristaltic usus (tonus otot menurun) sehingga kesulitan untuk BAB. 9. Pigmentasi kulit Pigmentasi terjadi pada usia kehamilan lebih dari 12 minggu. Terjadi akibat pengaruh hormone krotikosteroid plasenta yang merangsang melanofor dan kulit. Pigmentasi ini meliputi tempat-tempat berikut ini : a. Sekitar pipi : cloasma gravidarum b. Sekitar telur : tampak lebih hitam c. Dinding perut : strieae lividae / gravidarum (terdapat pada seorang primigravida), striae nigra, linea alba menjadi lebih hitam. d. Sekitar payudara : hyperpigmentasi aerola mamae, kelenjar montgomeri menonjol dan pembuluh darah menipis sekitar payudara.

e. Sekitar pantat dan paha atas : terdapat striae akibat pembesaran bagian tersebut. 10. Epulis Hipertropi papilla ginggivae/ gusi, sering terjadi pada triwulan pertama. 11. Varises (penampakan pembuluh darah vena) Varises dapat terjadi disekitar genelia eksterna, kaki dan betis, serta payudara. 1.2.2.2 Tanda kemungkinan (probability sign) Tanda kemungkinan adalah perubahan-perubahan fisiologis yang dapat diketahui oleh pemeriksa dengan melakukan pemeriksaan fisik pada wanita hamil. Tanda kemungkinan ini terdiri atas hal-hal berikut ini : 1. Pembesaran perut Terjadi akibat pembesaran uterus. Hal ini terjadi pada bulan ke empat kehamilan. 2. Tanda hegar Adalah pelunakan dan dapat ditekannya isthmus uteri. 3. Tanda goodel Pelunakan serviks. Pada wanita yang tidak hamil serviks seperti ujung hidung, sedangkan pada wanita hamil melunak seperti bibir. 4. Tanda Chadwicks Perubahan warna menjadi keunguan pada vulva dan mukosa vagina termasuk juga porsio dan serviks. 5. Tanda piscaseck Merupakan pembesaran uterus yang tidak simetris. Terjadi karena ovum berimplantasi pada daerah dekat kornu sehingga daerah tersebut berkembang lebih dulu. 6. Kontraksi Braxton Hicks Merupakan peregangan sel-sel otot uterus, akibat meningkatnya actomysin di dalam tonus otot uterus.

7. Teraba Ballotement Ketukan yang mendadak pada icterus menyebabkan janin bergerak dalam cairan ketuban yang dapat dirasakan oleh tangan pemeriksa. 8. Pemeriksaan tes biologis kehamilan (planotest) positif Pemeriksaan ini adalah untuk mendeteksi adanya Human Chorionic Cromadotropin (BCG) yang diproduksi oleh sinsiotropoblastik sel selama kehamilan. Hormone ini disekresi oleh peredaran darah ibu (pada plasma darah), dan dieksresi pada urine ibu. Hormone ini dapat mulai dideteksi pada 26 hari setelah konsepsi dan meningkat dengan cepat pada hari ke 30-60. Tingkat tertinggi pada hari 60-70 usia gestasi, kemudian menurun pada hari ke 100-130. 1.2.2.3 Tanda Pasti (positive sign) Tanda pasti adalah tanda yang menunjukkan langsung keberadaan janin, yang dapat langsung dilihat oleh pemeriksa. Tanda pasti kehamilan terdiri atas hal-hal berikut ini : 1. Gerakan janin dalam rahim Gerakan janin ini harus dapat diraba dengan jelas oleh pemeriksa. Gerakan janin baru dapat dirasakan pada usia kehamilan sekitar 20 minggu 2. Denyut jantung janin Dapat didengar pada usia 12 minggu dengan menggunakan alat fetal elektrocardiograf (misalnya Doppler). Dengan stetoskop laenec, DJJ baru dapat didengar pada usia kehamilan 18-20 minggu. 3. Bagian-bagian janin Bagian-bagian janin yaitu bagian besar janin (kepala dan bokong) serta bagian kecil janin (lengan dan kaki) dapat diraba dengan jelas pada usia kehamilan lebih tua (trimester akhir). Bagian janin ini dapat dilihat lebih sempurna lebih menggunakan USG. 4. Kerangka janin Kerangka janin dapat dilihat dengan foto rontgen maupun USG. (Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Fisiologis, 2010)

1.3 Perubahan Fisiologis Pada Ibu Hamil Perubahan fisiologi pada perempuan hamil sebagian besar sudah terjadi segera setelah fertilisasi dan terus berlanjut selama kehamilan. Kebanyakan perubahan ini merupakan respons terhadap janin. Satu hal yang menakjubkan adalah bahwa hamper semua perubahan ini akan kembali seperti keadaan sebelum hamil setelah proses persalinan dan menyusui selesai. (Ilmu Kebidanan, 2008) 1. System Reproduksi a. Uterus Selama kehamilan uterus akan beradaptasi untuk menerima dan melindungi hasil konsepsi (janin, plasenta, amnion) sampai persalinan. Uterus mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk bertambah besar dengan cepat selama kehamilan dan pulih kembali seperti keadaan semula dalam beberapa minggu setelah persalinan. Pada perempuan tidak hamil uterus mempunyai berat 70 g dan kapasitas 10 ml atau kurang. Selama kehamilan, uterus akan berubah menjadi suatu organ yang mampu menampung janin, plasenta dan cairan amnion. Rata-rata akhir kehamilan volume totalnya mencapai 5 liter bahkan dapat mencapai 20 liter atau lebih dengan berat ratarata 1100 gram. b. Serviks Satu bulan setelah konsepsi serviks akan menjadi lebih lunak dan kebiruan. Perubahan ini terjadi akibat penambahan vaskularisasi dan terjadinya edema pada seluruh serviks, bersamaan dengan terjadinya hipertrofi dan hyperplasia pada kelenjar-kelenjar serviks. c. Ovarium Proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dan pematangan folikel baru juga ditunda. Hanya satu korpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium. Folikel ini akan berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan setelah itu akan berperan sebagai penghasil progesterone dalam jumlah yang relative minimal. d. Vagina dan Perineum Selama kehamilan peningkatan vaskularisasi dan hyperemia terlihat jelas pada kulit dan otot-otot di perineum dan vulva, sehingga pada vagina akan

terlihat berwarna keunguan yang dikenal dengan tanda Chadwick. Perubahan ini meliputi penipisan mukosa dan hilangnya sejumlah jaringan ikat dan hipertrofi dari sel-sel otot polos. e. Kulit Pada kulit terjadi perubahan deposit pigmen dan hiperpigmentasi karena pengaruh melanophore stimulating hormone lobus hipofisis anterior dan pengaruh kelenjar suprarenalis. Hiperpigmentasi ini terjadi pada strea gravidarum livida atau alba, areola mamae, papilla mamae, linea nigra, pipi (doasma gravidarum), setelah persalinan hiperpigmentasi akan hilang. f. Payudara Pada awal kehamilan perempuan akan merasakan payudaranya menjadi lebih lunak. Setelah bulan kedua payudara akan bertambah ukurannya dan venavena dibawah kulit akan lebih terlihat. Putting payudara akan lebih besar, kehitaman dan tegak. Setelah bulan pertama suatu cairan berwarna kekuningan yang disebut kolostrum dapat keluar. Kolostrum ini berasal dari kelenjar-kelenjar asinus yang mulai bersekresi. g. System kardiovaskular Pada minggu ke-5 cardiac output akan meningkat dan perubahan ini terjadi untuk mengurangi resistenasi vascular sistemik. Selain itu, juga terjadi peningkatan denyut jantung. Antara minggu ke 10 dan 20 terjadi peningkatan volume plasma sehingga juga terjadi peningkatan preload. h. System respirasi Biasanya merasa sesak dan nafas pendek, terutama pada usia kehamilan 32 minggu ke atas. Hal ini terjadi karena usus-usus tertekan oleh pembesaran uterus, kebutuhan oksigen meningkat ± 20%. i. System urinarius Pada bulan-bulan pertama kehamilan, kandung kemih tertekan oleh uterus yang membesar sehingga timbul keinginan untuk sering kencing. Keadaan ini sering hilang seiring tuanya kehamilan. (Ilmu Kebidanan, 2008)

1.4 Tahap-tahap kehamilan Tahap-tahap kehamilan dibagi menjadi 3, yaitu : 1.4.1 Trimester I Trimester I adalah fase dimana janin baru mulai terbentuk dari 1-12 minggu. Segera setelah terjadi peningkatan hormone estrogen dan progesterone dalam tubuh, maka akan muncul berbagai ketidaknyamanan secara fisiologis pada ibu misalnya mual muntah, keletihan dan pembesaran pada payudara. 1.4.2 Trimester II Ditandai dengan percepatan pertumbuhan dan pematangan fungsi seluruh jaringan dan organ tubuh, namun waspadai pertambahan berat badan yang berlebih. Perut ibu pun belum terlalu besar sehingga belum dirasakan ibu sebagai beban. Ketidaknyamanan kehamilan trimester II serta penanganannya Keluhan 1. Gatal-gatal Penyebab pada - Peregangan kulit Penanganan - Jaga kebersihan kulit

daerah lipatan (perut, - Peningkatan pengeluaran - Potong dan bersihkan paha, payudara) keringat kuku agar jika tergaruk tidak bekas 2. Pusing, dapat pingsan, - Rahim mual, keringat dingin, pucat dalam posisi pembuluh darah menekan - Ambil posisi miring ke kiri duduk atau setengah lutut menimbulkan

dengan

terlentang

agak ditekuk hingga gejala hilang

3. Sembelit atau susah - Peningkatan penyerapan - Perbanyak minum buang air besar (BAB) air oleh usus - Kurang minum - Kurang mengkonsumsi - Banyak mengkonsumsi makanan (sayur buahan) oleh - Gerak badan. dan berserat buah-

makanan berserat - Penekanan usus

pembesaran rahim

4. Sakit kepala

- Ketegangan emosional - Keteganan pada mata

- Santai dan istirahat - Segera laporkan ke

tenaga kesehatan jika berlangsung menerus. 5. Nyeri sendi (pada - Perubahan keseimbangan - Santai dan istirahat tubuh oleh pembesaran - Pakai perut Penyebab pasti tidak diketahui, mungkin disebabkan : - Peningkatan kadar hcG, estrogen/ rendah - Hindari yang berbau tajam - Makan porsi kecil tapi sering progesterone, - Makan biscuit kering - Duduk tegak setiap kali selesai makan - Bangun tidur secara sepatu berhak terus-

punggung dan tekanan pada panggul) 6. Mual/ muntah

gula darah rendah. - Kelebihan asam klorida - Peristaltic lambat - Factor emosi yang labil

perlahan dan hindari melakukan secara tiba-tiba. gerakan

7. Edema dependen

- Peningkatan sodium

kadar - Hindari dikarenakan

posisi

berbaring terlentang - Hindari posisi berdiri untuk waktu yang lama - Angkat kaki ketika

pengaruh hormonal - Kongesti sirkulasi pada ekstremitas bawah - Peningkatan kadar

duduk/ istirahat - Hindari pakaian yang ketat.

permeabilitas kapiler

1.4.3 Trimester III Berlangsung selama 13 minggu (minggu ke 28 hingga ke 40). Trimester ketiga biasanya disebut periode menunggu dan waspada sebab pada saat ini ibu tidak sabar menunggu kehadiran bayinya. Gerakan bayi dan membesarnya perut

merupakan dua hal yang mengingatkan ibu akan bayinya. Trimester ini juga saat persiapan aktif untuk kelahiran bayi dan menjadi orang tua. 1.5 Antenatal Care (ANC) Ibu hamil diharapkan rutin memeriksa kehamilannya dengan tujuan : a. Tujuan Umum Menyiapkan seoptimal mungkin fisik ibu dan janin selama kehamilan, persalinan dan nifas. b. Tujuan Khusus Mengenali dan menangani penyulit-penyulit dalam kehamilan, persalinan dan nifas Mengenali dan mengobati penyakit yang diderita sedini mungkin Menurunkan angka mortalitas dan morbilitas ibu dan bayi.

Pelaksanaan ANC dilakukan paling sedikit 4 kali kunjungan : 1 kali pada trimester I (sebelum 14 minggu) 1 kali pada trimester II (antara 14 sampai 28 minggu) 2 kali pada trimester III (antara 20 – 29 minggu dan sesudah 36 minggu)

1.5.1 Standar Minimal ANC a. Timbangan berat badan b. Ukuran tekanan darah c. Ukuran TFU d. Imunisasi TT e. Pemberian tablet besi f. Tes PMS g. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan (Ilmu Kebidanan, 2006)

1.5.2 Pemeriksaan Usia Kehamilan 1.5.2.1 Rumus Neagle berdasarkan tinggi fundus uteri TFU 1-2 jari diatas simpisys Pertengahan antara simpsisis –pusat 3 jari di bawah pusat Setinggi pusat 3 jari diatas pusat Pertengahan pusat dan px 3 jari dibawah px Pertengahan pusat dan px 1.5.2.2 Memastikan posisi, letak dan variasi Leopold I : - Menentukan umur kehamilan (berdasarkan TFU) - Menentukan bagian apa yang terdapat di fundus Leopold II : - Menentukan bagian apa yang ada di bagian kanan dan kiri perut ibu Leopold III : - Menentukan bagian apa yang terdapat di bawah - Apakah bagian bawah anak ini sudah atau belum terpegang oleh PAP Leopold IV : - Berapa masuknya bagian bawah ke dalam rongga panggul (Asuhan Kebidanan pada kehamilan fisiologis, 2010) 1.5.3 Jadwal Pemeriksaan Kehamilan dan Informasi penting tiap trimester a. Trimester I Waktu Kunjungan Nasehat : Sebelum 14 minggu : 1 kali (minimal) : - Membangun hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dan ibu hamil - Mendeteksi masalah dan menanganinya - Melakukan neonates, tindakan anemia, zat pencegahan besi, seperti tetanus praktek 12 minggu 16 minggu 20 minggu 24 minggu 28 minggu 32 minggu 36 minggu 40 minggu Usia Kehamilan

penggunaan

tradisional yang merugikan

- Memulai persiapan kelahiran bayi - Memberikan vitamin untuk menentukan proses

pertumbuhan dan perkembangan janin. b. Trimester II Waktu Kunjungan Nasehat : Sebelum 28 minggu : minimal 1 kali : Sama trimester I, ditambah kewaspadaan khusus mengenai pre eklampsia, tanyai ibu tentang gejala pre eklamsia, pantau tekanan darah, evaluasi oedema, pemeriksaan untuk mengetahui proteinuria. c. Trimester III Waktu Kunjungan Nasehat : Sebelum 36 minggu : minimal 1 kali : Sama seperti trimester I, ditambah pemeriksaan abdomen untuk mengetahui apakah ada kelamin ganda. d. Trimester IV Waktu Kunjungan Nasehat : Setelah 36 minggu : Minimal 1 kali : Sama seperti trimester I, ditambah deteksi bayi yang tidak normal atau kondisi lain yang memerlukan kelahiran di rumah sakit.

TINJAUAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA NY “S” GI P0000 aB000 UK 16 – 18 minggu, hidup, intrauterine dengan kehamilan fisiologis

I.

PENGKAJIAN DATA Hari, tanggal, jam : Jum’at, 12-08-2011 / 09.00

Tempat Pengkajian : Puskesmas Kedungkandang Oleh : Ernawati

A. Data Subyektif Identitas Nama Istri Umur Agama Pendidikan Alamat Pekerjaan : Ny “S” : 24 tahun : Islam : SMA : Jln. Muharto : IRT Nama Suami Umur Agama Pendidikan Alamat Pekerjaan : Tn. “M” : 24 tahun : Islam : SMP : Jln. Muharto : Swasta

-

Keluhan ibu : Pusing dan pilek sudah 2 hari Merupakan kehamilan pertama dengan usia kehamilan 4 bulan, HPHT tanggal 15-4-2011 Tidak ada riwayat penyakit menular, menahun dan menurun seperti asma, diabetes, TBC, penyakit jantung dan dalam keluarga ibu tidak ada keturunan kembar

-

Melakukan ANC sebanyak 3 kali di Puskesmas Kedung Kandang Ibu hanya mendapatkan suntik TT satu kali saat akan menikah Belum pernah menggunakan KB Lama menikah 5 bulan, usia menikah 24 tahun Selama kehamilan ibu melaksanakan ibadah puasa Aktifitas ibu di rumah sudah mulai dikurangi

B. Data Obyektif Keadaan umum : Baik Kesadaran TTV : TD N : Composmentis : 120/70 mmHg : 84 x/menit Suhu : 36,1 0C RR : 23 x/menit

BB sebelum hamil : 60 kg BB sekarang TB Lila TP : 58 kg (mengalami penurunan berat badan) : 157 cm : 24,5 cm : 22-1-2012

Pemeriksaan fisik Mata Muka Mulut : simetris, konjungtiva kemerahan, sclera tidak ikterus : tidak pusat, odema (-), cloasma gravidarum (-) : bibir lembab, mulut bersih, tidak ada karies gigi, tidak ada stomatitis Leher : simetris, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran kelenjar limfe dan tidak ada pembesaran vena jugularis Payudara : simetris, Nampak pembesaran, hiperpigmentasi aerola dan papilloa mamae putting susu menonjol dan keadaan payudara menonjol Abdomen TFU : tidak ada luka bekas operasi, terdapat linea alba dan striea : pertengahan sympisisi – pusat Belum teraba bagian janin yang ada di fundus, ballottement (+) Gerak janin DJJ Ekstremitas : belum terasa : 130 x/menit : - Turgor kulit baik Reflek patella : tidak dilakukan Atas : simetris, oedema (-), varises (-)

Bawah : simetris, oedema (-), varises (-)

Pemeriksaan penunjang Golongan darah : A C. Assessment Ny “S” GI P0000 Ab000 UK 16-18 minggu, hidup, intrauterine dengan kehamilan fisiologis. D. Penatalaksanaan Bina hubungan saling percaya antara petugas kesehatan dan ibu agar lebih kooperatif selama dilakukan pemeriksaan Jelaskan tentang keadaan ibu dan janin : a. b. c. d. Keadaan janin baik Dari pemeriksaan umum dan kesadaran ibu baik Tekanan darah 120/70 mmHg (normal) BB sebelum hamil 60 kg, BB sekarang 58 kg (mengalami penurunan berat badan) e. f. g. h. i. Pernafasan 23 x/menit, normal Nadi 84 x/menit (normal) Suhu tubuh 36,1 0C (normal) Lila 24,5 cm (normal) Dari pemeriksaan fisik ibu mulai dari inspeksi dan palpasi semua baik TFU sesuai dengan UK TFU pertengahan simpysis – pusat dengan UK 16-18 minggu

-

Penanganan keluhan : a. b. c. Sarankan ibu untuk banyak istirahat dan minum air putih yang cukup Beri ibu KIE tentang penyuluhan gizi Beritahu ibu untuk minum obat yang diberikan petugas kesehatan panol dan BC 3 x 1

-

Penanganan penurunan berat badan : Karena selama kehamilan ini ibu melaksanakan ibadah puasa, maka anjurkan ibu mengkonsumsi makanan yang seimbang saat berbuka dan sahur. Sehingga kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi selama puasa.

PEMBAHASAN

Pembahasan merupakan analisa dari penulis mengenai kekurangan-kekurangan yang terjadi antara teori-teori dengan kasus di lapangan. Setelah melakukan asuhan kebidanan pada Ny “S” GI P0000 Ab000 UK 16-18 minggu, hidup, intrauterine dengan kehamilan fisiologis di PKM Kedungkandang pada tanggal 12 Agustus 2011, terdapat kesenjangan antara teori dengan praktek yang dilakukan di lapangan yaitu dalam teori standart minimal ANC 7T yang meliputi timbang (TB dan BB), tekanan darah, TFU, TT, tablet besi, tes PMS dan temu wicara. Di lapangan hanya dilakukan 5T yaitu (Timbang TB dan BB), tekanan darah, TFU, TT, Dan tablet besi) dikarenakan keterbatasan waktu dan pasien terlalu banyak. Pada kehamilan saat ini ibu mengeluh pusing dan pilek yang dikarenakan ibu kurang istirahat hal ini menyebabkan ibu mudah lelah sehingga daya tahan tubuh ibu menurun sehingga KIE dari petugas kesehatan sangat dibutuhkan supaya masalah ini bias teratasi. Selain itu ibu juga mengalami penurunan berat badan yang dikarenakan ibu selama ini menjalankan ibadah puasa agar tidak berbahaya bagi kehamilannya. Ibu membutuhkan KIE di bidan agar ibu dapat lebih menjaga kesehatannya sendiri, pola makan dan aktifitas sehari-hari harus bias disesuaikan dengan kondisi kesehatan, agar ibu tidak mudah sakit selain itu pada pemberian KIE yang jelas diharapkan pasien dan keluarga bisa melaksanakan semua yang telah dianjurkan oleh petugas sehingga masalah bisa teratasi.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->