P. 1
Metode Kb Suhu Basal Wawancara bidan

Metode Kb Suhu Basal Wawancara bidan

|Views: 224|Likes:
Dipublikasikan oleh Dian Anjar Prabowo

More info:

Published by: Dian Anjar Prabowo on Apr 18, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/16/2014

pdf

text

original

NAMA KELOMPOK

: 1. CLAUDYA TIKA N 2. DESI IRAWATI 3. DIAN ANJARSARI

4. DEWI KURNIAWATI 5. ELOK PRASETYA

METODE KB SUHU BASAL

                     

Kader : Selamat sore. Asisten Bidan : Selamat sore, silahkan masuk. Kader : Iya Mbak, terima kasih. Asisten Bidan : Saya Mawar asisten Bidan Melati. Ada yang bisa saya bantu? Kader : Iya Mbak, saya mengantarkan Ibu dan Bapak ini. Mereka ingin berkonsultasi tentang KB alami. Asisten Bidan : Oh iya. Terima kasih Bu. Kader : Iya, sama – sama. Asisten Bidan : Maaf sebelumnya, saya akan bertanya tentang biodata Ibu dan Bapak terlebih dahulu. Boleh Pak, bu? Suami : Iya Mbak, boleh – boleh. Asisten Bidan : Terima kasih Pak. Ini dengan Ibu dan Bapak siapa? Istri : Saya Lasmi Mbak. Suami : Saya Hariyanto Mbak. Asisten Bidan : Sekarang usia Ibu dan Bapak berapa? Istri : 23 tahun dan suami saya 27 tahun. Asisten Bidan : Untuk pendidikan terakhir Ibu dan Bapak apa? Suami : Sama – sama SMA Mbak. Asisten Bidan : Sekarang pekerjaan Bapak dan Ibu apa? Suami : Saya berdagang dan istri saya bekerja di pusat perbelanjaan. Asisten Bidan : Ibu dan Bapak sekarang tinggal dimana? Istri : Jalan Soetomo No.20 Asisten Bidan : Terima kasih atas datanya, saya panggilkan Bu bidan Melati dulu ya Pak, Bu? Suami dan Istri : Iya Mbak.

  

Bidan : Sebelumnya kalau saya boleh tahu, Ibu dan Bapak sudah menikah berapa lama? Suami : Kami menikah baru 1 bulan Bu. Bidan : Oh masih pengantin baru ya? Tapi kenapa Ibu dan Bapak menanyakan tentang KB?

 

 

 

 

   

Suami : Iya Bu, sementara kami menunda untuk mempunyai momongan karena kami ingin bekerja dan menabung terlebih dahulu. Agar nanti kalau kami punya anak, kami tidak kekurangan. Bidan : Oh begitu ya Pak, sangat baik sekali pemikiran Ibu dan Bapak. Baik, Selama 1 bulan ini Bapak dan Ibu menggunakan KB? Suami : Sebelum ini kami menggunakan kondom Bu. Tapi kemudian kami berfikir untuk mencoba KB alami, karena kalau menggunakan kondom, kami harus membelinya untuk persediaan dan itupun lumayan banyak mengeluarkan uang. Bidan : Oh begitu ya? Untuk saat ini, apakah Bapak dan Ibu sudah mengenal tentang KB alami? Dan macam – macamnya? Istri : Sudah Bu, Saya mengetahuinya dari keluarga dan teman – teman kerja saya. Tapi saya ingin mengetahui lebih lanjut tentang Metode KB alami Suhu Basal. Bidan : Oh begitu ya? Baik saya akan membantu memperjelas tentang metode tersebut. Suhu basal adalah suhu terendah yang dicapai oleh tubuh selama istirahat atau tidur. Tujuan pencatatan suhu basal untuk mengetahui kapan terjadinya masa subur. Suhu basal tubuh diukur dengan alat yang berupa termometer. Sampai disini Ibu dan Bapak mengerti? Suami : Oh begitu ya? Mengerti Bu bidan. Tapi kapan pengukuran itu dilakukan? Bidan : Pengukuran suhu basal dilakukan setiap hari pada pagi hari segera setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas lainnya. Bagaimana? Apakah ada yang ingin ditanyakan? Istri : Terus bagaimana saya tahu kalau sedang masa subur? Bidan : Suhu normal tubuh kita itu sekitar 35,5-36ºC . Pada waktu memasuki masa subur, suhu akan turun terlebih dahulu dan kemudian naik menjadi 37 - 38ºC. Pada saat itulah dinamakan masa subur. Istri : Iya – iya Bu, saya mengerti. Jadi pada waktu suhu meningkat menjadi 37 - 38ºC berarti saya sedang berada pada masa subur? Bidan : Iya benar sekali Bu Lasmi. Tapi tentu saja semua kontrasepsi memiliki kelebihan dan kekurangan Bu. Istri : Iya Bu, apa ya kelebihan dan kekurangannya? Bidan : Kelebihan metode suhu basal yaitu berguna bagi pasangan yang menginginkan kehamilan ataupun menunda kehamilan, meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pada pasangan suami istri tentang masa subur, membantu wanita yang mengalami siklus haid tidak teratur untuk mendeteksi masa subur, dan juga ini merupakan metode KB yang sangat murah. Sedangkan untuk kekurangannya harus dilakukan setiap hari dan di waktu yang sama, membutuhkan pengertian dari pasangan suami istri, Suhu basal dapat dipengaruhi oleh penyakit, gangguan tidur, merokok, alkohol, stres, dan penggunaan narkoba, dan yang terakhir adalah membutuhkan masa pantang bersenggama yang relatif lama. Istri : Iya Bu, menurut Bu bidan apakah metode KB ini efektif?

 

 

 

   

     

Bidan : Untuk keefektifannya sekitar 80%, dan efektif bila dilakukan dengan benar dan konsisten. Suhu basal dipantau dan dicatat selama beberapa bulan berturut-turut dan dianggap akurat bila terdeteksi pada saat masa subur. Tapi metode ini akan jauh lebih efektif apabila dikombinasikan dengan metode kontrasepsi lain seperti kondom atau dikombinasi dengan KB kalender. Bagaimana Bu, apakah sejauh ini masih tertarik untuk menggunakan metode tersebut? Istri : Iya Bu, saya ingin mengetahuinya lebih lanjut. Bidan : Baik, kalau begitu saya akan menjelaskan tentang petunjuk penggunaan metode ini. Yang pertama yaitu Suhu diukur pada waktu yang sama setiap pagi sebelum bangun dari tempat tidur. Kemudian catat suhu ibu pada kartu yang telah tersedia. Seperti ini contoh kartu untuk mencatat suhu basal ibu. Istri : Jadi begini ya Bu bentuk kartunya. Tapi bagaimana cara mengisinya? Bidan : Begini caranya Bu, tarik garis horizontal di atas suhu tertinggi dari suhu 10 hari pertama pada siklus haid sebesar 0,05 – 0,1ºC. Misalnya suhu Ibu 35,7ºC maka tarik garis horizontal pada suhu 35,8ºC. Garis ini disebut garis pelindung atau garis suhu. Bagaimana Bu, sejauh ini apakah Ibu dan Bapak mengerti? Suami dan Istri : Iya Bu, mengerti. Bidan : Baik, saya lanjutkan ya? Kemudian jika suhu naik dan melewati garis horizontal tersebut, maka itu sudah masuk masa subur dan dihitung 3 hari. Kemudian setelah itu sudah dikatakan melewati masa subur dan suhu akan turun. Dan untuk hari pantang senggama dilakukan sejak hari pertama haid hingga sore ketiga. Sampai disini ada yang ingin Ibu ataupun Bapak tanyakan? Bapak : Jadi tidak boleh berhubungan sejak hari pertama mens sampai hari ketiga sore? Bidan : Iya, Bapak benar. Jadi bagaimana, apakah Bapak dan Ibu ingin tetap menggunakan metode KB ini? Istri : Iya, saya akan mencoba metode suhu basal ini. Karena KB ini juga sangat murah dan bahkan tidak mengeluarkan biaya. Bidan : Iya Bu. Tapi bagaimana dengan Bapak? Apakah sepakat juga dengan keputusan istri? Karena untuk hari pantang senggamanya relatif lama Pak? Jadi harus saling pengertian antara Ibu dan Bapak. Bapak : Iya, saya setuju dan akan mencoba metode KB ini. Karena kami hanya ingin menunda kehamilan istri saya. Jadi sepertinya metode KB alami ini cocok untuk kami. Bidan : Oh begitu ya? Baik, tapi apakah bapak dan ibu sudah yakin? Suami dan Istri : Iya kami yakin. Bidan : Baik kalau begitu Bapak dan Ibu bisa segera menggunakannya. Suami : Iya Bu bidan, terima kasih atas informasinya. Bidan : Iya, sama – sama. Jika mengalami kesulitan, Ibu dan Bapak bisa datang kesini lagi. Suami : Iya Bu, sekali lagi terima kasih banyak? Selamat sore Bu.

Bidan

: Iya, selamat sore.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->