Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN

PRAKTIK SISTEM KEMUDI, REM DAN SUSPENSI


BALANCING

DISUSUN OLEH :
Amru Salam Riyadi Surono Joni Tri Setyawan Avib Idkhalussururi Totok Indrawanto (11504279003) ( 11504279020) (11504279011) (11504279007) (22504279016)

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF KKT UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2012

A. Topik / Judul Praktek Balancing B. Tujuan Praktek Setelah praktik mahasiswa diharapkan dapat :
1. Melepas dan memasang roda pada mesin balance dengan cara yang benar 2. Menjelaskan syarat-syarat roda siap/dapat dibalance 3. Menjelaskan cara kerja pembalanan roda

C. Alat dan Bahan 1. Balancing machine dan SST balancing


2. Tool box

3. Alat alat ukur yang diperlukan D. Keselamatan Kerja 1. Pergunakan alat sesuai dengan fungsinya
2. Bekerja dengan hati hati dan teliti 3. Pastikan anda tidak berada pada daerah putar mesin balance & tutuplah cover pengaman

roda. E. Dasar Teori


Roda adalah salah satu komponen kendaraan yang menopang berat kendaraan. Roda terdiri dari ban dan pelek. Ban juga mengikuti perubahan arah gerak kendaraan mengikuti putaran roda kemudi. Selain itu ban juga berfungsi meredam getaran dari jalan. Keausan ban sangat dipengaruhi oleh fungsi dari suspensi, steering dan penyetelan front wheel alignment. Sehingga ban dan pelek menjadi komponen yang mempunyai fungsi vital dalam kendaraan. Kondisi ban juga sangat mempengaruhi kenyamanan dan safety pengendara. Ban dan pelek akan mengalami perubahan kualitas dalam jangka waktu tertentu sesuai dengan medan dan cara penggunaan kendaraan. Roda dan ban harus balance (seimbang) agar tidak terjadi getaran. Saat roda berputar, terjadi gaya sentrifugal pada tiap bagian roda dan ban dimana sejumlah gaya tertarik keluar dari ban. Gaya ini semakin menguat saat rotasi roda semakin cepat. Jika massa sudah merata ke seluruh roda dan ban (tidak ada titik berat), gaya akan seimbang maka gaya sentrifugal tidak akan memiliki efek hambatan. Jika ban memiliki titik berat maka ban akan tidak seimbang (unbalance) dimana gaya sentrifugal lebih besar pada salah satu titik ban yang akan menarik gaya yang kuat saat ban berputar. Ini akan membuat roda dan ban bergerak ke atas dan ke bawah atau dari sisi satu ke sisi yang lainnya (oblak). Sehingga pengendara akan merasakan goncangan atau getaran akibat roda yang tidak balance. Jadi balancing berfungsi untuk membuat roda depan dan belakang menjadi parallel. Seiring dengan waktu pemakaian, untuk menjaga agar roda dalam keadaan seimbang membutuhkan perawatan balancing supaya dalam berkendara lebih nyaman dan pengemudi tidak mengalami

kelelahan. Roda akan dipasang pada alat wheel balancer kemudian akan diketahui titik-titik berat pada roda yang mengakibatkan roda tidak balance. Kemudian alat akan menunjukkan seberapa besar beban yang harus diberikan pada roda agar roda kembali menjadi balance. Selanjutnya roda akan diberikan pemberat (weight balance) sesuai dengan beban yang dibutuhkan, weight balance dipasang pada pelek roda.

Gambar weight balacer F. Langkah Kerja


1. Mempersiapkan alat dan bahan.

2. Melepaskan roda 3. Melakukan pemeriksaan dan perbaikan untuk mempersiapkan roda agar siap dibalance 4. Melakukan pemasangan roda pada mesin balancing dengan kuat dan benar 5. Melakukan setting pada mesin balance dengan memasukkan data-data (ukuran ban, lebar ban). 6. Menjalankan mesin balance, sampai didapatkan indicator pada mesin balance memberikan tanda
7. Memasang bobot balance pada daerah yang ditunjukkan oleh indicator balance, bobot

balance/timbal mulai dari ukuran 5 gram 8. Melakukan pengecekan lagi hasil pemasangan bobot balance dengan cara menutup kembali tutup mesin balance sehingga roda akan diputar lagi sampai didapat roda yang balance dengan indicator di monitor keluar tulisan OK pada kedua sisi roda. 9. Mengembalikan alat dan bahan serta membersihkan tempat kerja yang digunakan. G. Cara Kerja Setelah roda dipasang pada mesin balancer dengan kuat dan data spesifikasi ban dan pelek sudah dimasukkan, kemudian menutup pengaman roda sehingga roda akan diputar secara otomatis. Pada mesin balance terdapat sensor gerak putar roda sehingga dapat mendeteksi pada posisi mana yang tidak seimbang dan berapa gram kebutuhan pemberat (weight balance) nya. Setelah dipasang pemberat sesuai dengan posisi dan jumlah gram nya kemudian roda diputar kembali, jika posisi pemberat sudah pas dan roda sudah balance atau seimbang akan keluar tulisan OK pada monitor, baik untuk IN maupun OUT.

H. Data hasil praktek Balancing roda Ukuran ban yang dibalance 185/70 SR 13 Tubeles STEP BALANCE I II III IN 20 10 OK OUT OK OK OK

I. Kesimpulan Dengan adanya balancing roda, maka akan didapat roda kendaraan yang seimbang dalam berputarnya, sehingga didapat kenyamanan saat mengendarainya.