Anda di halaman 1dari 2

HASIL WAWANCARA HAKIM DI PENGADILAN TATA USAHA NEGARA BANDUNG

Nama Hakim : Hakim Hujja Tulhaq, SH.MH.

Tanya :

Apakah saat ini terjadi peningkatan ataupun penurunan jumlah perkara di PTUN?

Jawab :

Masuknya perkara di PTUN Bandung ini relatif meningkat dari tahun ke tahun, terutama masalah tanah, kepegawaian, dan perizinan. Di PTUN Bandung ini, perkara yang masuk berasal dari berbagai daerah karena disebabkan oleh luasnya wilayah Bandung.

Tanya : Jawab :

Apakah yang menjadi dasar dalam gugatan tata usaha negara (TUN)? Ada dua dasar utama yang menjadi dasar dalam gugatan TUN. Yang pertama yaitu, objek TUN melanggar aturan-aturan yang berlaku. Contohnya terbitnya sertifikat tanah yang melanggar peraturan, padahal tanah tersebut tidak ada.Dan kedua asas-asas pemerintahan yang baik dilanggar.

Tanya :

Apakah jumlah perkara TUN yang semakin meningkat ini disebabkan karena kualitas pejabat yang buruk ataukah karena semakin tingginya kesadaran hukum masyarakat saat ini?

Jawab :

Ketidakcermatan

pejabat

dalam

melakukan

beschikking,

sehingga

menyebabkan hak-hak sebagai masyarakat dilanggar. Pejabat sebagai penyelenggara pemerintahan harus memiliki kontrol yuridis agar dalam menetapkan beschikking tidak melanggar hak-hak masyarakat. Pejabat mengeluarkan beschikking berdasarkan peraturan, intinya ada pada kepentingan. Dari tahun ke tahun kesadaran masyarakat juga semakin meningkat mengenai PTUN. Kesadaran hukum masyarakat tersebut tergantung tingkat pendidikan, karena tingkat pendidikan yang meningkat tersebut masyarakat dari tahun ke tahun semakin tahu apabila ada hak-hak mereka yang

dilanggar maka dapat diperjuangkan di PTUN. Apabila sengketa tersebut antar lembaga negara, sebelum diajukan ke PTUN, mengajukan keberatan terlebih dahulu pada badan administratif.

Tanya : Jawab :

Bagaimana dengan sanksi bagi pejabat tersebut? Sanksi jika kesalahan berasal dari dalam kepegawaian maka direhabilitasi, jika mengenai hal lain maka (ketetapan) batal atau tidak sah.