Anda di halaman 1dari 49

Salsabila subhan perdana k

ANATOMI FISIOLOGI
Otak mengatur dan mengkoordinir sebagian besar, gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran.

LAPISAN PELINDUNG
Otak terdiri rangka tulang bagian luar dan tiga lapisan jaringan ikat yang disebut meninges. Lapisan meninges terdiri dari pia mater,lapisan araknoid, dan dura meter 1. Pia mater Lapisan terdalam yang halus dan tipis,serta melekat erat pada otak. 2. Lapisan araknoid a. Ruangan subaraknoid Memisahkan lapisan araknoid dari pia mater dan mengandung cairan serebrospinalis, pembuluh darah, serta jaringan penghubung seperti selaput yang mempertahankan posisi araknoid terhadap pia mater dibawahnya. b. Vili araknoid Menonjol ke dalam sinus vena ( dural ) dura mater

3. Dura mater
Lapisan terluar dan tebal,terdiri dari dua lapisan a. Lapisan periosteal Lapisan terluar dari dura mater yang melekat pada permukaan dalam tulang kranium b. Lapisan meningeal Membran tebal yang meliputi otak dan menyusup di antara jaringan otak sebagai penyokong dan pelindung. c. Ruang subdural Memisahkan dura mater dari araknoid pada daerah kranial dan medulla spinalis. d. Ruang epidural Ruang antara periosteal luar dan lapisan meningeal dalam pada dura mater di daerah medulla spinalis

CAIRAN SEREBROSPINAL
Cairan serebrospinal mengelilingi ruang subaraknoid di sekitar otak dan medulla spinalis. Cairan ini juga mengisi ventrikel dalam otak.

Komposisi Cairan serebrospinal menyerupai plasma darah dan cairan intersisial (air,elektrolit,oksigan,karbondioksida, glukose, beberapa lekosit ( terutama limfosit ) dan sedikit protein.

Fungsi Cairan serebrospinal berfungsi sebagai bantalan untuk jaringan lunak otak dan medulla spinalis,juga sebagai media pertukaran nutrien dan zat buangan antara darah dan otak serta medulla spinalis.

Otak Depan
Bagian yang paling menonjol dari otak depan adalah otak depan (serebrum), yang terdapat di bagian otak depan. Otak besar terdiri dari dua belahan, yaitu belahan kiri dan kanan. Setiap belahan mengatur dan melayani tubuh yang berlawanan. Tiap-tiap belahan otak besar yang disebutkan di atas dibagi menjadi empat lobus yaitu frontal, pariental, okspital, dan temporal. Antara frontal dan lobus pariental dipisahkan oleh sulkus sentralis atau 'celah Rolando.

Otak Tengah
Otak tengah (diensefalon) manusia cukup kecil dan tidak menyolok, terletak di depan otak kecil Otak tengah mengandung pusat-pusat yang mengendalikan keseimbangan dan serabut saraf yang menghubungkan bagian otak belakang dengan bagian otak depan, juga antara otak depan dan mata. Otak tengah merupakan bagian atas batang otak. Semua berkas serabut saraf yang membawa informasi sensori sebelum memasuki talamus akan melewati otak tengah

Diencephalon Diencephalon terdiri dari thalamus, hypothalamus dan epithalamus. Thalamus berfungsi memulai memproses impuls sebelum ke corteks serebri yaitu menseleksi, memproses dan pusat relay. Hypothalamus yang berlokasi dibagian bawah, mengatur temperatur tubuh, metabolisme cairan, nafsu makan, ekspresi emosi, siklus bangun dan tidur serta haus. Epithalamus merupakan bagian dorsal diencephalon termasuk pineal body (merupakan sistem endokrin yang mempengaruhui pertumbuhan dan perkembangan).

Otak belakang
Otak belakang meliputi jembatan Varol (pons Varoli), sumsum lanjutan (medula oblongata), dan otak kecil (serebelum). Ketiga bagian ini membentuk batang otak.
1. Jembatan varol (pons Varoli) Jembatan Varol berisi serabut saraf yang menghubungkan lobus kiri dan kanan otak kecil, serta menghubungkan otak kecil dengan korteks otak besar.

2. Sumsum lanjutan (medula oblongata)

Sumsum lanjutan berperan sebagai pusat pengatur pernapasan dengan cara meneruskan implus saraf yang merangsang otot antara tulang rusuk dan diafragma. Selain itu juga berperan sebagai pusat pengatur refleks fisiologi, seperti detak jantung, tekanan udara, suhu tubuh, pelebaran atau penyempitan pembuluh darah, gerak alat pencernaan, dan sekrresi kelenjar pencernaan. Fungsi lainnya ialah mengatur gerak refleks, seperti batuk, bersin, dan berkedip

Otak Kecil
Otak kecil (serebelum) merupakan bagian terbesar otak belakang Otak kecil ini terletak di bawah lobus oksipital serebrum Terdiri atas dua belahan dan permukaannya berlekuk-lekuk Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi gerkan otot yang terjadi secara sadar. Jika terjadi cedera pada otak kecil, dapat mengakibatkan gangguan pada sikap dan koordinasi gerak otot. Gerakan menjadi tidak terkoordinasi, misalnya orang tersebut tidak mampu memasukkan kanan ke dalam mulutnya.

Otak kiri berfungsi untuk mengerjakan tugastugas analitik seperti; bahasa verbal, matematika, logika, angka, urutan, penilaian, analisis dan linier. Sedangkan otak kanan sifatnya yang kreasi seperti; bentuk, intuisi, lagu, musik, warna, simbol, gambar, imajinasi dan menghayal.

KONSEP DASAR MENINGITIS

PENGERTIAN
Meningitis adalah radang pada meningen (membran yang mengelilingi otak dan medula spinalis) dan disebabkan oleh virus, bakteri atau organ-organ jamur(Smeltzer, 2001). Meningitis merupakan infeksi akut dari meninges, biasanya ditimbulkan oleh salah satu dari mikroorganisme pneumokok, Meningokok, Stafilokok, Streptokok, Hemophilus influenza dan bahan aseptis (virus) (Long, 1996). Meningitis adalah peradangan pada selaput meningen, cairan serebrospinal dan spinal column yang menyebabkan proses infeksi pada sistem saraf pusat (Suriadi & Rita, 2001).

ETIOLOGI
1. Bakteri; Mycobacterium tuberculosa, Diplococcus pneumoniae (pneumokok), Neisseria meningitis (meningokok), Streptococus haemolyticuss, Staphylococcus aureus, Haemophilus influenzae, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Peudomonas aeruginosa Penyebab lainnya, Virus, Toxoplasma gondhii dan Ricketsia Faktor predisposisi : jenis kelamin laki laki lebih sering dibandingkan dengan wanita Faktor maternal : ruptur membran fetal, infeksi maternal pada minggu terakhir kehamilan Faktor imunologi : defisiensi mekanisme imun, defisiensi imunoglobulin. Kelainan sistem saraf pusat, pembedahan atau injury yang berhubungan dengan sistem persarafan

2. 3. 4. 5.

6.

TANDA dan GEJALA


-

Pada awal penyakit, kelelahan, perubahan daya mengingat, perubahan tingkah laku. Sesuai dengan cepatnya perjalanan penyakit pasien menjadi stupor. Sakit kepala Sakit-sakit pada otot-otot Reaksi pupil terhadap cahaya. Photofobia apabila cahaya diarahkan pada mata pasien Adanya disfungsi pada saraf III, IV, dan VI Pergerakan motorik pada masa awal penyakit biasanya normal dan pada tahap lanjutan bisa terjadi hemiparese, hemiplegia, dan penurunan tonus otot. Refleks Brudzinski dan refleks Kernig (+) pada bakterial meningitis dan tidak terdapat pada virus meningitis. Nausea Vomiting Demam Takikardia Kejang yang bisa disebabkan oleh iritasi dari korteks cerebri atau hiponatremia Pasien merasa takut dan cemas.

KLASIFIKASI
Meningitis dibagi menjadi 2 golongan berdasarkan perubahan yang terjadi pada cairan otak, yaitu : 1. Meningitis serosa Adalah radang selaput otak araknoid dan piameter yang disertai cairan otak yang jernih. Penyebab terseringnya adalah Mycobacterium tuberculosa. Penyebab lainnya lues, Virus, Toxoplasma gondhii dan Ricketsia. 2. Meningitis purulenta Adalah radang bernanah arakhnoid dan piameter yang meliputi otak dan medula spinalis. Penyebabnya antara lain : Diplococcus pneumoniae (pneumokok), Neisseria meningitis (meningokok), Streptococus haemolyticuss, Staphylococcus aureus, Haemophilus influenzae, Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Peudomonas aeruginosa.

PENATALAKSANAAN
A. 1. 2. 3. Penatalaksanaan Umum Pasien diisolasi Pasien diistirahatkan / bad rest Kontrol hipetermia dengan kompres, pemberian antipiretik seperti parasetamol, asam salisilat. Kontrol kejang: diazepam atau fenobarbital. 4. Kontrol peningkatan tekanan intrakranial: Manitol, kortikosteroid 5. Pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi. B. Pemberian Antibiotik Antibiotik diberikan 10-14 hari atau sedikitnya 7 hari bebas panas. Antibiotik yang umum diberikan adalah Penicillin G, Ampicillin, Gentamysin, kloromfenikol dan sefalosporin.

KOMPLIKASI
a. b. c. d. Hidrosefalus obstruktif. Meningococcal septikemia. Sindrom water friderichsen. SLADH (syndrome in appropriate antidieuretic hormone). e. Efusi subdural. f. Cerebral palsy.

WOC

ASUHAN KEPERAWATAN MENINGITIS

PENGKAJIAN
Identitas Nama Jenis kelamin Umur Status perkawinan Pendidikan Bangsa Alamat Tgl. MRS Sumber informasi Keluhan utama

: Tn. K : laki-laki : 40 th : menikah : SMP : Indonesia : panyuran : 5 april 2012 : klien & keluarga
: demam menggigil

RPS : P: Px mengeluh demam menggigil yang sudah dirasakan seminggu yang lalu sehingga pada tanggal 5 april 2012 di bawa ke Rs Q : Suhu Px mencapai 39 Celcius , dan sangat menggigil R : Rasa sakit di rasakan pada seluruh tubuh S : Px terlihat malaise dan mengalami kejang sehingga aktivitasnya terganggu T : demam meningkat setiap waktu RPD : ada riwayat endokarditis RPK : -

TTV : TD : 140/100 mmHg N : 65 x/mnt S : 39C RR : 30x/mnt Keadaan umum - Malaise - Kesadaran menurun - Tampak lemah - Gelisah - Kejang

Body system B1 (Breathing) - peningkatan kerja pernafasan - adanya PCH - suara nafas ronkhi - RR : 30x/ mnt B2 (Blood) - TD : 140/100 mmHg - N : 65 x/mnt - cyanosis B3 (Brain) - Sakit kepala - Delirium - G3 penglihatan - Fotofobia - Ketulian - Afasia - Pupil anisokor - Kejang - Kehilangan sensasi

B4 (bladder) - Inkontinensi atau retensi urin - Input 1000, output 500 cc - Warna urin kuning B5 (bowel) - Anoreksia - sulit menelan - Muntah - turgor kulit jelek - membran mukosa kering. B6 (Bone) - Malaise - Hipotonia - Ataksia

Pem. Penunjang - Pemeriksaan laboratorium (Analisa cairan ): cairan keruh atau berkabut, leukosit dan protein meningkat, glukosa menurun, TIK meningkat, - Kultur bakteri: positif terhadap beberapa jenis bakteri (pneumococcus, meningecoccus, stapilococcus, streptococcus)

ANALISA DATA
DATA DS : px mengeluh demam menggigil DO : - S : 39C - Kx tampak lemah - Pem. laboratorium : cairan keruh atau berkabut, leukosit dan protein meningkat, glukosa menurun, TIK meningkat. - Kultur bakteri: positif terhadap beberapa jenis bakteri ETIOLOGI Invasi kuman ke jar serebral Reaksi peradangan jar serebral Peningkatan suhu tubuh MASALAH Hipertermi

Hipertermi

DIAGNOSA
1. Hipertermi b.d proses infeksi dan edema cerebral 2. Gangguan perfusi jaringan otak yang berhubungan dengan inflamasi dan edema pada otak 3. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan yang berhubungan dengan asupan nutrisi tidak adekuat, mual, dan muntah 4. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik umum.

Intervensi, Rasional
Hari, tgl No. Diagnosa Intervensi Rasional Kamis, Diagnosa 1 19-042012 Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3 x 24 jam diharapkan kondisi pasien membaik KH : - TTV (N : 70-100, TD : 120-129/80-84 mmHg , S : 36,537,5C, RR : 1220x/mnt) - Px tampak rileks dan merasa nyaman 1. Monitor suhu minimal tiap 1. Peningkatan dan 2 jam penurunan suhu tubuh dapat dihubungkan dengan pathogen tertentu dan resolusi infeksi 2. Kompres pasien dg air 2. Memfasilitasi dingin kehilangan panas secara konduksi 3. Berikan cairan intravena 3. Mengembalikan cairan tubuh yang keluar akibat evavorasi 4. Kolaborasi Berikan 4. untuk terapi antibiotik dan antipiretik pengobatan penurunan sesuai program suhu tubuh. pengobatan 5. Monitor tanda-tanda 5. Suhu tubuh yang hipertemi dan hipoterm meningkat dapat menyebabkan febril dan ensopaliti

IMPLEMENTASI
Hari, tgl Kamis, 29-042012 No Dx 1 jam 08.00 1. 2. 3. 4. Implementasi Memonitor suhu minimal tiap 2 jam Mengkompres pasien dg air dingin Memberikan cairan intravena Berkolaborasi :memberikan antibiotik dan antipiretik 5. Monitor tanda-tanda hipertemi dan hipoterm Ttd

EVALUASI
Hari. tgl No. Diagnosa Kamis, 19-042012 1 Evaluasi TTD

S : px mengatakan sudah tdk panas lagi O: - S : 37C - N : 80x/mnt - RR : 30x/mnt - Kx tampak lebih rileks A : masalah teratasi P : hentikan intervensi dan pertahankan hasil

SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok Bahasan : Meningitis Sub Pokok Bahasan : Perawatan pada px Meningitis Waktu : Pkl 07.30 10.00 WIB Hari/Tanggal : Rabo , 21 Maret 2012 Tempat : ruang cempaka RS NU Tuban Sasaran : pasien dan pengunjung yg datang Penyuluh : Mahasiswa STIKES NU Tuban semester 4 ----------------------------------------------------------------------------------------------A. Tujuan Instruksional 1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mendapat penyuluhan tentang Meningitis, peserta mampu menjelaskan tentang perawatan pada penderita Meningitis

2.

Tujuan Instruksional Khusus


Setelah mendapatkan penyuluhan, diharapkan warga mampu : Menjelaskan tentang definisi Meningitis Menyebutkan etiologi Meningitis Menyebutkan gejala Meningitis Menyebutkan penatalaksanaanMeningitis

B. Metode belajar
Ceramah Tanya jawab Brain storming

C. Alat dan Media


Laptop dan LCD Leaflet Flipchart

D. Kegiatan Penyuluhan
No Kegiatan Respon Peserta Waktu 1. Pembukaan -Perkenalan/salam - Penyampaian Tujuan a) Penyampaian Materi, tentang: Definisi, etiologi, tanda dan gejala, dan usaha penatalaksanaan Meningitis b) Pemberian kesempatan pada peserta penyuluhan untuk bertanya. c) Menjawab pertanyaan peserta penyuluhan yang berkaitan dengan materi. Penutup -Tanya jawab (evaluasi) -Menyimpulkan hasil materi -Mengakhiri kegiatan -Mengucapkan salam -Membagikan leaflet -Membalas salam - Memperhatikan 5 Menit

2.

-Memperhatikan 15 menit penjelasan dan demonstrasi dengan cermat -Menanyakan hal yang belum jelas -Memperhatikan jawaban penyuluhan Menjawab salam 10 Menit

3.

E. Pengorganisasian dan Job Description


Pembimbing : 1. 2. Moderator : Job Description : - Membuka dan menutup kegiatan - Membuat susunan acara dengan jelas Penyaji : Job Description : - Menyampaikan materi penyuluhan

Observer : Job Description : Mengobservasi jalannya kegiatan Fasilitator : 1. 2. 3. Job Description : -Membantu menyiapkan perlengkapan penyuluhan -Memotivasi audience untuk bertanya -Menjawab pertanyaan audience

F. Kriteria Evaluasi
Evaluasi struktur Pasien dan keluarga/pengunjung yg datang Penyelenggaraan penyuluhan di ruang cempaka RS NU Tuban. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan oleh Mahasiswa STIKES NU semester 4. Kontrak waktu dilakukan 1 hari sebelum Penyuluhan dan 15 menit sebelum pelaksanaan Penyuluhan. Evaluasi proses Peserta antusias terhadap materi penyuluhan. Peserta mengikuti penyuluhan sampai selesai. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar. Peserta berpartisipasi aktif dalam kegiatan sharing. Evaluasi hasil Peserta mampu menyebutkan definisi Meningitis Peserta mampu menyebutkan etiologi Meningitis Peserta mampu menyebutkan gejala Meningitis Peserta mampu menyebutkan penatalaksanaan Meningitis

MATERI PENYULUHAN
1. Pengertian Meningitis adl peradangan pada selaput otak.

2. Penyebabnya - Bakteri - Virus - Jamur

3. Tanda dan gejala - Pada awal penyakit, kelelahan, perubahan daya mengingat, perubahan tingkah laku. - Sesuai dengan cepatnya perjalanan penyakit pasien menjadi stupor. - Sakit kepala - Sakit-sakit pada otot-otot - Reaksi pupil terhadap cahaya. Photofobia apabila cahaya diarahkan pada mata pasien - Pergerakan motorik pada masa awal penyakit biasanya normal dan pada tahap lanjutan bisa terjadi hemiparese, hemiplegia, dan penurunan tonus otot. - Mual, muntah - Demam - Takikardia - Kejang - Pasien merasa takut dan cemas.

4. Penatalaksanaan Jenis dan lamanya pengobatan bervariasi, tergantung jenis meningitis, dengan rentang waktu 1-3 minggu. Sebagian besar pengobatan pada viral meningitis ditujukan untuk mengurangi gejala demam dan sakit, kadang Acyclovir pun diberikan sebagai obat antiviral. Jika seseorang diduga terinfeksi bakterial meningitis, makan pemberian antibiotik harus segera dilakukan, bahkan sebelum hasil tes laboratorium keluar. Beberapa cara mengobati bakterial meningitis adalah 1. Antibiotik, biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi, yaitu ampicilin, cephalosporins, gentamicin, vancomycin, atau trimethoprim-sulfamethoxazole. Pemberian antibiotik dapat mengurangi resiko kematian akibat meningitis sampai dengan 15%. 2. Kortikosteroid untuk mengurangi peradangan. 3. Diazepam atau fenitoin bila kejang terjadi. 4. Rifampin diberikan untuk anggota keluarga penderita agar resiko terjangkit penyakit berkurang.

5. Pencegahan - Anak-anak sebaiknya divaksinasi untuk mencegah infeksi H. influenzae and Virus Gondok. Manula diatas 65 tahun dengan sistem imun melemah harus mendapatkan Pneumococcal vaccine (PPV). Meningococcal vaccine dapat diberikan untuk mengendalikan epidemi - Meningkatkan higien, seperti membiasakan selalu mencuci tangan dan mengajari anakanak melakukan hal demikian dapat mengurangi resiko terinfeksi meningitis

LEGAL ETIK KEPERAWATAN


A. 1. 2. 3. Penatalaksanaan Umum Pasien diisolasi Pasien diistirahatkan / bad rest Kontrol hipetermia dengan kompres, pemberian antipiretik seperti parasetamol, asam salisilat. Kontrol kejang: diazepam atau fenobarbital. 4. Kontrol peningkatan tekanan intrakranial: Manitol, kortikosteroid 5. Pemenuhan kebutuhan cairan dan nutrisi. B. Pemberian Antibiotik Antibiotik diberikan 10-14 hari atau sedikitnya 7 hari bebas panas. Antibiotik yang umum diberikan adalah Penicillin G, Ampicillin, Gentamysin, kloromfenikol dan sefalosporin.

TEKANAN INTRA KRANIAL