Anda di halaman 1dari 201

BAB

KAPITA SELEKTA PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN

Tujuan Instruksional Khusus: Setelah mempelajari pokok bahasan ini mahasiswa dapat memperoleh gambaran umum mengenai mata kuliah Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian.

A. Kepribadian 1. Pengertian kepribadian. Kepribadian itu memiliki banyak arti, bahkan karena banyaknya boleh dikatakan jumlah definisi dan arti dari kepribadian adalah sejumlah orang yang menafsirkannya. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan dalam penyusunan teori, penelitian dan pengukurannya. a. Kepribadian secara umum. Personality atau kepribadian berasal dari kata persona, kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Jaman Romawi. Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. Pada dasarnya definisi dari kepribadian secara umum ini adalah lemah karena hanya menilai perilaku yang dapat diamati saja dan tidak mengabaikan kemungkinan bahwa ciri-ciri ini bisa berubah tergantung pada situasi sekitarnya selain itu definisi ini disebut lemah karena sifatnya yang bersifat evaluatif (menilai), bagaimanapun pada dasarnya kepribadian itu tidak dapat dinilai baik atau buruk karena bersifat netral. b. Pengertian kepribadian menurut beberapa ahli. Setiap ahli yang mempelajari kepribadian mempunyai pandangan masing-masing tentang pengertian kepribadian, berikut ini adalah pengertian kepribadian menurut beberapa ahli. 1) Horton. Kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi dan temperamen seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan temperamen itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika di hadapkan 2) pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan perilaku yang baku

1|

atau pola dan konsisten, sehingga menjadi ciri khas pribadinya. 3) Schever Dan Lamm. Mendefinisikan kepribadian sebagai keseluruhan pola sikap, kebutuhan, ciri-ciri kas, dan prilaku seseorang. Pola berarti sesuatu yang sudah menjadi standar atau baku, sehingga kalau di katakan pola sikap, maka sikap itu sudah baku berlaku terus menerus secara konsisten dalam menghadapai situasi yang dihadapi. 4) George Kelly. Kepribadian sebagai cara yang unik dari individu dalam mengartikan pengalamanpengalaman hidupnya 5) Gordon Allport. Kepribadian sebagai sesuatu yang terdapat dalam diri individu yang membimbing dan memberi arah kepada seluruh tingkah laku individu yang bersangkutan. Lebih detail tentang definisi kepribadian menurut Allport yaitu kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas. Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta diantara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. Sedangkan istilah khas dalam batasan kepribadian Allport itu memiliki arti bahwa setiap individu memiliki kepribadiannya sendiri. Tidak ada dua orang yang berkepribadian sama, karena itu tidak ada dua orang yang berperilaku sama. 6) Sigmund Freud. Kepribadian sebagai suatu struktur yang terdiri dari tiga sistem yaitu Id, Ego dan Superego, dan tingkah laku, menurut Freud, tidak lain merupakan hasil dari konflik dan rekonsiliasi ketiga sistem kepribadian tersebut. 7) Yinger. Kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian instruksi. 8) M.A.W Bouwer. Kepribadian adalah corak tingkah laku sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini dan sikap-sikap seseorang. 9) Cuber. Kepribadian adalah gabungan keseluruhan dari sifat-sifat yang tampak dan dapat dilihat oleh seseorang.

2|

10) Theodore R. Newcombe. Kepribadian adalah organisasi sikap-sikap yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku. Dari sebagian besar teori kepribadian diatas, dapat kita ambil kesamaan sebagai berikut (E. Koswara): 1) Sebagian besar batasan melukiskan kepribadian sebagai suatu struktur atau organisasi hipotesis, dan tingkah laku dilihat sebagai sesuatu yang diorganisasi dan diintegrasikan oleh kepribadian atau dengan kata lain kepribadian dipandang sebagai organisasi yang menjadi penentu atau pengarah tingkah laku kita. 2) Sebagian besar batasan menekankan perlunya memahami arti perbedaanperbedaan individual. Dengan istilah kepribadian, keunikan dari setiap individu ternyatakan. Dan melalui studi tentang kepribadian, sifat-sifat atau kumpulan sifat individu yang membedakannya dengan individu lain diharapkan dapat menjadi jelas atau dapat dipahami. Para teoris kepribadian memandang kepribadian sebagai sesuatu yang unik dan atau khas pada diri setiap orang. 3) Sebagian besar batasan menekankan pentingnya melihat kepribadian dari sudut sejarah hidup, perkembangan, dan perspektif. Kepribadian, menurut teori kepribadian, merepresentasikan proses keterlibatan subyek atau individu atas pengaruh-pengaruh internal dan eksternal yang mencakup faktor-faktor genetik atau biologis, pengalaman-pengalaman sosial, dan perubahan lingkungan. Atau dengan kata lain, corak dan keunikan kepribadian individu itu dipengaruhi oleh faktor-faktor bawaan dan lingkungan.

2. a.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian. Faktor genetik. Dari beberapa penelitian, bayi-bayi baru lahir mempunyai temperamen yang

berbeda, perbedaan ini lebih jelas terlihat pada usia 3 bulan. Perbedaan meliputi tingkat aktivitas, rentang atensi, adaptabilitas pada perubahan lingkungan. b. Faktor lingkungan. Perlekatan, kecenderungan bayi untuk mencari kedekatan dengan pengasuhnya dan untuk merasa lebih aman dengan kehadiran pengasuhnya dapat mempengaruhi kepribadian. Teori perlekatan (Jhon Bowlby) menunjukkan bahwa kegagalan anak membentuk perlekatan yang kuat dengan satu orang atau lebih dalam tahun pertama kehidupan berhubungan dengan ketidakmampuan membentuk hubungan dengan orang lain

3|

pada masa dewasa (Bowlby , 1973). c. Faktor stimulasi gen dan cara berpikir. Berdasarkan penelitian akhir 2007, yang dilakukan oleh Kazuo Murakami, Ph.D dari Jepang dalam bukunya The Divine message of the DNA. Menyimpulkan bahwa kepribadian sepenuhnya dikendalikan oleh gen yang ada dalam sel tubuh manusia. Gen tersebut ada yang bersifat Dorman (tidur) atau tidak aktif dan yang bersifat aktif. Bila sering menyalakan gen yang tidur dengan cara berpikir positif maka kepribadian dan nasib akan lebih baik. Jadi genetik bukan sesuatu yang kaku, permanen dan tidak dapat dirubah. Setiap orang yang diciptakan Tuhan sudah dilengkapi dengan kepribadian. Kepribadian itu sebetulnya adalah sumbangsih atau pemberian Tuhan ditambah dengan pengaruh lingkungan yang diterima atau dialami pada masa pertumbuhan manusia.

3. a.

Mengenali kepribadian yang sehat dan tidak sehat. Kepribadian yang sehat. 1) Mampu menilai diri sendiri secara realisitis, mampu menilai diri apa adanya tentang kelebihan dan kekurangannya, secara fisik, pengetahuan, keterampilan dan sebagainya. 2) Mampu menilai situasi secara realistis, dapat menghadapi situasi atau kondisi kehidupan yang dialaminya secara realistis dan mau menerima secara wajar, tidak mengharapkan kondisi kehidupan itu sebagai sesuatu yang sempurna. 3) Mampu menilai prestasi yang diperoleh secara realistis, dapat menilai keberhasilan yang diperolehnya dan mereaksinya secara rasional, tidak menjadi sombong, angkuh atau mengalami superiority complex, apabila memperoleh prestasi yang tinggi atau kesuksesan hidup. Jika mengalami kegagalan, dia tidak mereaksinya dengan frustrasi, tetapi dengan sikap optimis. 4) Menerima tanggung jawab, mempunyai keyakinan terhadap kemampuan untuk mengatasi masalah-masalah kehidupan yang dihadapi. 5) Kemandirian, memiliki sifat mandiri dalam cara berpikir, dan bertindak, mampu mengambil keputusan, mengarahkan dan mengembangkan diri serta

menyesuaikan diri dengan norma yang berlaku di lingkungannya. 6) Dapat mengontrol emosi, merasa nyaman dengan emosinya, dapat menghadapi situasi frustrasi, depresi, atau stress secara positif atau konstruktif , tidak destruktif (merusak). 7) Berorientasi tujuan, dapat merumuskan tujuan-tujuan dalam setiap aktivitas dan

4|

kehidupannya berdasarkan pertimbangan secara matang (rasional), tidak atas dasar paksaan dari luar, dan berupaya mencapai tujuan dengan cara

mengembangkan kepribadian (wawasan), pengetahuan dan keterampilan. 8) Berorientasi keluar (ekstrovert), bersifat respek, empati terhadap orang lain, memiliki kepedulian terhadap situasi atau masalah-masalah lingkungan dan bersifat fleksibel dalam berfikir, menghargai dan menilai orang lain seperti dirinya, merasa nyaman dan terbuka terhadap orang lain, tidak membiarkan dirinya dimanfaatkan untuk menjadi korban orang lain dan mengorbankan orang lain, karena kekecewaan dirinya. 9) Penerimaan sosial, mau berpartsipasi aktif dalam kegiatan sosial dan memiliki sikap bersahabat dalam berhubungan dengan orang lain. 10) Memiliki filsafat hidup, mengarahkan hidupnya berdasarkan filsafat hidup yang berakar dari keyakinan agama yang dianutnya. 11) Berbahagia situasi kehidupannya diwarnai kebahagiaan, yang didukung oleh faktorfaktor achievement (prestasi), acceptance (penerimaan), dan affection (kasih sayang).

b.

Kepribadian yang tidak sehat. 1) 2) 3) 4) Mudah marah (tersinggung). Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan. Sering merasa tertekan (stress atau depresi). Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda atau terhadap binatang. 5) Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau dihukum. 6) 7) 8) 9) Kebiasaan berbohong. Hiperaktif. Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas. Senang mengkritik/ mencemooh orang lain.

10) Sulit tidur. 11) Kurang memiliki rasa tanggung jawab. 12) Sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan faktor yang bersifat organis). 13) Kurang memiliki kesadaran untuk mentaati ajaran agama.

5|

14) Pesimis dalam menghadapi kehidupan. 15) Kurang bergairah (bermuram durja) dalam menjalani kehidupan.

4. Manfaat utama pengenalan kepribadian. a. Dengan mengenali ciri-ciri kepribadian ataupun melakukan pengujian terhadap kepribadian, maka akan dapat lebih memahami kepribadian itu sendiri. Setiap kepribadian adalah unik, dan masing-masing punya kekuatan dan kelemahannya sendiri. Kekuatan kepribadian perlu dioptimalkan, sementara kelemahan perlu diminimalisir. b. Dengan memahami seluk-beluk mengenai kepribadian, akan membantu untuk memahami kepribadian orang lain, sehingga akan membantu dalam menjalin hubungan, baik itu hubungan profesional maupun hubungan pribadi. c. Memahami kepribadian akan mampu membantu dalam mencapai tujuan. Dengan memahami kepribadian, akan diketahui kondisi-kondisi seperti apa yang optimal dalam bekerja, hal-hal apa yang harus difokuskan, dan tantangan apa saja yang perlu diselesaikan supaya dapat bekerja secara optimal. d. Memahami kepribadian akan sangat membantu dalam meningkatkan kinerja kelompok. Dengan memahami tipe kepribadian masing-masing anggota kelompok, maka akan memudahkan untuk menentukan fungsi dan peran apa yang sesuai dengan kepribadiannya, sehingga tugas yang dibebankan bisa selesai secara efektif.

B. Pengertian Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi daring, kapita selekta adalah bunga rampai karya ilmiah yg dianggap penting. J.C.T. Simorangkir mendefinisikan kapita selekta sebagai kumpulan karangan yang masing-masing menguraikan sesuatu persoalan, tetapi persoalan yang diuraikan itu termasuk dalam lingkungan sesuatu ilmu pengetahuan. Berdasarkan beberapa definisi kapita selekta maupun pengembangan kepribadian, dapat diambil simpulan bahwa Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian (KSPK) adalah kumpulan tema yang dianggap penting yang masing-masing menguraikan persoalan tentang bagaimana usaha individu untuk memahami dirinya sendiri, minat-minatnya, kemampuan-kemampuannya, hasrat-hasratnya, rencana-rencananya dalam menghadapi masa depan. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa persoalan/tema yang diangkat dalam kapita selekta merupakan bagian dari lingkungan sesuatu ilmu pengetahuan

6|

sehingga KSPK belum dapat dikatakan sebagai disiplin ilmu. Mengingat KSPK belum dapat dikatakan sebagai disiplin ilmu, ada beberapa cabang ilmu yang menjadi rujukan KSPK, yaitu Psikologi, Sosiologi, Komunikasi, Manajemen dan Kepemimpinan. KSPK sendiri merupakan kuliah khas STAN yang mempunyai tujuan umum membuat mahasiswa menjadi dewasa dan tujuan khusus agar dapat memenuhi kompetensi inti Kemenkeu.

C. Tujuan Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian 1. Tujuan Secara Umum. Pengembangan kepribadian membantu individu agar memahami dirinya sendiri, minat-minatnya, kemampuan-kemampuannya, hasrat-hasratnya, dan rencana-rencananya dalam menghadapi masa depannya. Dalam hidupnya, seorang manusia menjalani tiga fase kehidupan yaitu masa kanak-kanak, masa remaja, dan masa dewasa. Secara umum, mata kuliah KSPK diberikan dengan tujuan menunjang proses mahasiswa dalam menuju kedewasaan. Mahasiswa diharapkan menjadi manusia dewasa yang dicirikan dengan terpenuhinya hal-hal sebagai berikut: a. Berpikir rasional. Berpikir rasional diperlukan untuk menghadapi dan memecahkan permasalahan yang kita hadapi sehari-hari. Berfikir rasional adalah berfikir menggunakan nalar atas dasar data yang ada untuk mencari kebenaran faktual, kegunaan dan derajat kepentingannya. Dengan kata lain, berpikir rasional adalah berpikir tentang masalah sekarang yang kita hadapi, perlu kita selesaikan dan menjadi prioritas karena masalahnya memang perlu dan penting untuk diselesaikan. Berpikir rasional mengidentifikasikan permasalahan berdasarkan data-data dan fakta yang ada, bukan berdasarkan asumsi-asumsi yang tidak jelas yang membuat kita menjadi tidak efektif bahkan bisa menjadi depresi. Berfikir rasional dipakai bila kita ingin maju, ingin mempelajari ilmu. Juga amat perlu bila kita bekerja untuk kepentingan orang banyak, masalah publik, dimana berhadapan dengan bermacam macam orang, tradisi dan kepercayaan, maka kita bakal punya alasan obyektif yang bisa ditunjukkan kepada orang banyak (transparansi), punya alat bukti, punya referensi, bisa diperdebatkan (argumentasi yang logis dan relevan) serta bisa dibandingkan karena punya alat ukur. Hal-hal yang emosional tidaklah demikian. Berfikir emosional, sebagai lawan dari berfikir rasional, berguna untuk mendapat rasa senang, bahagia dan kepuasan pribadi yang didasari selera. Tolok ukur selera berbeda pada setiap orang, sesuai tingkat senang dan tidak senangnya seseorang, itu artinya tidak universal. Berfikir emosional menjadi dasar

7|

ikatan-ikatan emosional, dan tindakan emosional, tetapi sukar dimengerti orang lain dan tidak perlu ada fakta atau pembuktian. Dampak dari cara berpikir yang tidak rasional dan hanya berdasar emosi tersebut adalah menjadikan perilaku kita tidak efektif dalam mengerjakan dan menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Kita terlalu jauh memikirkan permasalahan yang yang kadangkadang tidak ada kaitan langsung dengan apa yang kita hadapi, sehingga membuat kita menjadi terlambat untuk menyelesaikan masalah dan akan membuat masalah baru. Maka untuk menjadi manusia dewasa yang utuh dan sukses, seseorang harus dapat mengelola dan mengembangkan potensi dirinya secara seimbang dalam tiga aspek. Yang pertama, berpikir rasional, atau sering disebut IQ, yang tersusun atas cara berpikir analitis, kritis dan kreatif dengan tujuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan (decision making). Kedua, mematangkan emosi (EQ). Prinsip utama kematangan emosi ialah kemampuan mengolah emosi. Seseorang harus mengambil jarak dengan aspek-aspek emosi dirinya. Mula-mula ia harus mengenal emosi, lalu menatanya sesuai kebutuhan. Pematangan emosi meliputi keterampilan untuk sadar diri (self-awareness), motivasi diri, keterampilan sosial (social skill), dan kemanfaatan diri sosial. Kematangan emosi menghasilkan keterampilan untuk membangun dan menguasai diri dalam konteks hubungan sosial di masyarakat. Ketiga, mengutuhkan spiritualitas (SQ) yang dapat diperoleh melalui jalan yang berkaitan dengan integritas diri, komitmen pada kehidupan, serta penyebaran kasih sayang dan cinta. Tentu saja dengan berpedoman pada ajaran-ajaran agama.

b. Bertanggung jawab. Tanggung jawab dapat diartikan dengan bertindak tepat tanpa perlu diperingatkan. Sedangkan bertanggung jawab merupakan sikap tidak tergantung dan kepekaan terhadap perasaan orang lain. Sifat dapat diserahi tanggung jawab seseorang akan terlihat pada cara bertindak dalam keadaan darurat dan cara melakukan pekerjaan rutin. Lebih dari sekedar sifat, tanggung jawab merupakan sikap yang telah mencakup sifat memperhatikan, ketelitian, kecakapan, dan lain-lain. Jelasnya, pengertian tanggung jawab di sini adalah kesadaran yang ada dalam diri seseorang bahwa setiap tindakannya akan mempunyai pengaruh bagi orang lain maupun bagi dirinya sendiri. Karena menyadari bahwa tindakannya itu berpengaruh terhadap orang lain ataupun diri sendiri, maka ia akan berusaha agar tindakan-tindakannya hanya memberi

8|

pengaruh positif saja terhadap orang lain dari diri sendiri dan menghindari tindakan-tindakan yang dapat merugikan orang lain ataupun diri sendiri. Dalam keadaan yang kepentingan diri sendiri harus dipertentangkan dengan kepentingan orang lain, maka seorang yang bertanggung jawab akan berusaha memenuhi kepentingan orang lain terlebih dahulu. Salah satu ciri dari perkembangan emosi dan sosial pada manusia dewasa adalah adanya rasa tanggung jawab yang lebih besar. Berkembangnya rasa tanggung jawab ini ditandai dengan usaha untuk melakukan segala sesuatunya dengan baik dan benar. Setiap langkah serta sikap yang mereka ambil hampir dipastikan selalu melalui perhitungan yang masak. Semua ini mereka lakukan dalam usaha untuk mewujudkan citra diri yang baik guna memenuhi harapan-harapan diri di sekitarnya. Rasa tanggung jawab bukanlah hal yang dapat diletakkan pada seseorang dari luar. Rasa tanggung jawab tumbuh dari dalam, mendapatkan pemupukan dan pengarahan dari nilai-nilai yang kita temui dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Rasa tanggung jawab yang tidak bertumpu pada nilai-nilai positif, dapat berubah menjadi sesuatu yang asosial dan destruktif. Sebaliknya, rasa tanggung jawab sejati harus bersumber pada nilai-nilai asasi kemanusian, yaitu hormat kepada hidup sesama manusia, kebebasan, dan pencarian kebahagiaan. Tanggung jawab tidaklah selalu mudah dilakukan tetapi sikap bertanggung jawab akan membentuk kedewasaan dan integritas hidup kita.

c. Mandiri. Mandiri adalah sikap mental yang tercermin dalam sikap yang tidak bergantung dalam segala sesuatu terhadap orang lain melainkan bisa berusaha sendiri dengan batasbatas kemampuan diri yang dimiliknya. Sikap mandiri berarti kita berusaha menggali kemampuan diri kita sendiri, kemana arah dan tujuannya akan dengan sendirinya mengikuti alur hati nurani kita. Bila kita bisa mandiri maka kita tidak perlu menunduk saat berhadapan dengan orang lain. Jiwa mandiri adalah kunci harga diri dan orang yang mandiri akan bebas dan merdeka hidupnya. Kemandirian merupakan sumber kekuatan dan vitalitas dalam kehidupan seseorang. Keuntungan lain dari sikap mandiri adalah menumbuhkan rasa percaya diri sehingga kita bisa melakukan pekerjaan jauh lebih banyak, kata-katanya jauh lebih bermakna, dan waktunya akan jauh lebih efektif daripada orang selalu bergantung kepada orang lain. Selain itu, dengan bersikap mandiri hidup akan terasa lebih tenang. Kemandirian dapat dicapai dengan latihan. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

9|

1) Miliki tekad kuat untuk menjadi orang yang mandiri. Tekadkan terus untuk selalu menjaga kehormatan diri dan pantang menjadi beban. Andai pun hidup kita membebani orang lain, kita harus berusaha membalas dengan apa-apa yang bisa kita lakukan. Ketika kita membebani orang tua, maka harga diri kita adalah membalas kebaikan mereka. Begitupun kepada guru, teman, atau tetangga. 2) Miliki keberanian untuk mencoba dan memikul risiko. Hanya dengan keberanian orang bisa bangkit untuk mandiri. Tidak pernah kita berada di atas tanpa terlebih dahulu memulai dari bawah. Adalah mimpi menginginkan hidup sukses tanpa mau bersusah payah dan berkorban. 3) Nikmatilah proses. Segala sesuatu tidak ada yang instan, semua membutuhkan proses. Menjalani proses adalah sesuatu yang harus dilewati. Perjuangan adalah nilai kehormatan yang sesungguhnya. Jangan terlalu memikirkan hasil karena tugas kita adalah melakukan yang terbaik. 4) Hindari sikap mental meminta sedini mungkin. Tanamkan pada diri sendiri bahwa semua orang diberi kemampuan lebih. Semua orang diberi ciri khas masing-masing, jadi bersyukurlah dengan ciri khas yang baik. Mentalitas meminta selain merendahkan diri sendiri juga mengakibatkan diri sulit berkembang. Berusahalah dengan kemampuan maksimal yang dimiliki, percayalah setiap kesulitan ada jalan dan setiap lorong gelap pasti ada ujung dan cahaya terang. Jadi jangan biarkan diri terendam dalam kefanaan hati tanpa usaha, tanpa tujuan, tanpa motivasi. 5) Sikap malu dan rendah diri menghambat kemandirian seseorang. Bila mempunyai sikap pemalu bisa diatasi dengan banyak bergaul dengan orang disekitar, percayalah pada diri sendiri, bahwa kita itu sangat istimewa dan sangat bisa untuk berkembang. 6) Jika mempunyai keinginan, kemudian berusaha untuk mewujudkan keinginan bagaimanapun caranya dan sesuai ciri khas, maka dalam diri sebetulnya sudah tertanam sikap mandiri. Tinggal melangkah sesuai hati nurani, tanpa perlu malu dan ragu-ragu.

d. Visioner. Hal awal yang seharusnya dilakukan untuk menjadi visioner adalah "mengenali diri

10 |

sendiri". Dengan mengenali diri kita maka akan akan mengoptimalisasi diri kita. Seorang visioner memandang masa depan dengan optimis bahwa dia memiliki dan berhak atas masa depan. Pribadi yang visioner mempunyai tujuan dan cita-cita serta memperjuangkan citacita dan tujuan itu agar menjadi kenyataan. Dalam hal ini, cita-cita dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu: 1) Menjadi ("to be"), contoh: menjadi dokter, guru, dosen, dan lain-lain (berkaitan dengan profesi, pekerjaan, kedudukan, dll. 2) Melakukan ("to do"), merubah keadaan, berbuat sesuatu kemajuan. "Melakukan" jauh lebih bermakna jika dibandingkan "Menjadi" karena "Melakukan" akan selalu "Menjadi" tetapi menjadi tidak selalu "Melakukan". Seorang visioner memahami betapa pentingnya informasi (pengetahuan) di mana di atas pengetahuan itulah ia membangun dan berjuang untuk menggapai tujuan hidup dan cita-citanya. Pepatah mengatakan "orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu sementara orang-orang yang masih terus belajar akan menjadi pemilik masa depan. Seorang visioner juga selalu memiliki keberanian untuk melangkah maju kedepan. Melangkah dan mungkin tergelincir adalah pilihan yang jauh lebih baik. Sementara itu, berhenti untuk menunggu kondisi membaik bukanlah tindakan bijak, melainkan melakukan sesuatu agar kondisi membaik. Seorang visioner tidak mudah menyerah pada realitas/keadaan. Ia juga berupaya mendahului jaman. Ia memiliki pikiran terbuka, tetapi tidak pernah latah. Seorang visioner tidak akan berfikir dan melakukan tindakan yang biasa-biasa dan seadanya. Lebih dari itu, ia juga memiliki arah hidup yang jelas dan tidak sekenanya. Seorang visioner kerjanya selalu dimulakan dari wilayah yang serba mungkin. Seorang visioner adalah orang yang berani mencipta sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Seorang visioner orientasinya pada capaian jauh mendepan. Ia selalu berfikir dengan gagasan dan karya besarnya. Sebuah visi bagi seorang manusia sangatlah penting, hal ini dapat diuraikan sebagai berikut: 1) Visi membuat Anda memikirkan apa yang tidak dipikirkan orang lain. 2) Visi membuat Anda merasakan apa yang tidak dirasakan orang lain. 3) Visi membuat Anda melihat apa yang tidak dilihat orang lain. 4) Visi membuat Anda melakukan apa yang tidak dilakukan orang lain. 5) Visi membuat Anda mengatakan apa yang tidak dikatakan orang lain. 6) Visi membuat Anda melepaskan apa yang tidak dilepaskan orang lain.

11 |

7) Visi membuat Anda meyakini apa yang tidak diyakini orang lain. 8) Visi membuat Anda mendoakan apa yang tidak didoakan orang lain. 9) Visi membuat rutinitas Anda menjadi tidak membosankan. 10) Visi memberi arti yang besar pada hal-hal kecil yang Anda lakukan. 11) Visi membuat hidup Anda lebih nyata dari orang lain, bahkan ketika mereka menganggap Anda sedang bermimpi! 12) Visi memperjelas ke arah mana Anda harus melangkah. 13) Visi menentukan prioritas-prioritas hidup Anda. 14) Visi mempengaruhi berbagai pilihan dalam hidup Anda. 15) Visi membantu Anda mengenali mana yang penting dan mana yang mendesak. 16) Visi memampukan Anda untuk berkata tidak pada hal-hal yang mendesak. 17) Visi menguatkan Anda pada masa-masa lemah. 18) Visi memberikan Anda dorongan semangat pada masa-masa putus asa. 19) Visi melenyapkan kesepian ketika tidak ada seorangpun yang maju bersama Anda. 20) Visi melenyapkan ketakutan ketika masalah-masalah besar menghadang Anda.

e. Humoris. Sikap humoris mempunyai makna bahwa kita dapat menertawakan diri sendiri lebih dari pada kita menertawakan orang lain. Sikap humoris dapat memudahkan kita mengatasi masalah, paling tidak efeknya mengurangi stress. Sikap humoris yang wajar akan membuat kita menjadi pribadi yang fleksibel dan mudah beradaptasi dengan berbagai kondisi dan lingkungan. Humor membuat kita mudah tersenyum di tengah ketegangan hidup. Hal ini berdampak bagus bagi perkembangan mental kita yang secara tidak langsung mempengaruhi kesuksesan Anda. Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai sikap ini menimbulkan kesan easy going atau tidak pernah serius. Selalu menjaga rasa humor ketika Anda berinteraksi dengan orang lain adalah salah satu hal yang baik dan dapat memelihara dan membiasakan sikap positif ini dalam diri kita secara alami. Sikap humoris menunjukkan ciri kepribadian yang menarik di mana kepribadian yang menarik ini erat kaitannya dengan sikap hidup yang positif. Dengan rasa humor kita akan cepat mencairkan kekakuan dan juga cepat menjalin relasi dengan orang lain, yang penting humor juga akan menularkan aura positif dengan orang lain. Belajarlah untuk tersenyum dan ikhlas.

12 |

2. Tujuan Secara Khusus. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, KSPK mempunyai tujuan khusus untuk memenuhi kompetensi inti Kemenkeu yaitu integritas, memperbaiki diri secara terus menerus dan fokus pada pihak-pihak yang berkepentingan. a. Integritas. 1) Definisi integritas. Definisi integritas menurut kamus kompetensi kerja adalah bertindak konsisten sesuai dengan kebijakan dan kode etik perusahaan. Memiliki pemahaman dan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan kebijakan dan etika tersebut, dan bertindak secara konsisten walaupun sulit untuk melakukannya. Integritas juga dapat didefinisikan sebagai bertindak konsisten sesuai dengan nilai-nilai dan kebijakan organisasi serta kode etik profesi, walaupun dalam keadaan yang sulit untuk melakukan ini. Dengan kata lain, satunya kata dengan perbuatan.

Mengkomunikasikan maksud, ide dan perasaan secara terbuka, jujur dan langsung sekalipun dalam negosiasi yang sulit dengan pihak lain. Indikator perilaku berintegritas adalah: a) Memahami dan mengenali perilaku sesuai kode etik (a) Mengikuti kode etik profesi dan perusahaan. (b) Jujur dalam menggunakan dan mengelola sumber daya di dalam lingkup atau otoritasnya. (c) Meluangkan waktu untuk memastikan bahwa apa yang dilakukan itu tidak melanggar kode etik. b) Melakukan tindakan yang konsisten dengan nilai (values) dan keyakinannya. (a) Melakukan tindakan yang konsisten dengan nilai dan keyakinan. (b) Berbicara tentang ketidaketisan meskipun hal itu akan menyakiti kolega atau teman dekat. (c) Jujur dalam berhubungan dengan pelanggan. c) Bertindak berdasarkan nilai (values) meskipun sulit untuk melakukan itu (a) Secara terbuka mengakui telah melakukan kesalahan. (b) Berterus terang walaupun dapat merusak hubungan baik. d) Bertindak berdasarkan nilai (values) walaupun ada resiko atau biaya yang cukup besar (a) Mengambil tindakan atas perilaku orang lain yang tidak etis, meskipun ada resiko yang signifikan untuk diri sendiri dan pekerjaan.

13 |

(b) Bersedia untuk mundur atau menarik produk/jasa karena praktek bisnis yang tidak etis. (c) Menentang orang-orang yang mempunyai kekuasaan demi menegakkan nilai (values). 2) Bagaimana menilai integritas pimpinan atau bawahan? a) Apakah kode etik telah dilaksanakan? Setiap profesi mempunyai kode etik profesional yang harus dipatuhi. Etika ini harus tercantum dalam peraturan perusahaan dan dapat diobservasi dalam penilaian perilaku. Sebagai contoh: Pada salah satu perusahaan, tingkat kedalaman perilaku integritas bertingkat, dari 1 sampai 3 , disesuaikan dengan dimensi tingkat risiko yang harus dihadapi karena bertindak konsisten sesuai kode etik dan kebijakan. Seseorang bisa saja pandai berkomunikasi dan menunjukkan bahwa integritasnya tinggi, namun dapat diuji dan dilakukan probing, aspek apa yang paling dijunjung tinggi dalam kode etiknya. Misalkan dengan menanyakan, apakah pernah mengalami kasus seputar etika, dan seberapa jauh

keterlibatannya dalam kasus tersebut? Apabila tak terkait, bagaimana cara menyelesaikan kasus tersebut, jika yang terlibat adalah anak buahnya? b) Bagaimana mengatasi conflict of interest. Setiap orang perlu menyesuaikan perilakunya dilapangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada situasi ini, seorang individu ada kemungkinan berhadapan dengan conflict of interest, bagaimana cara memecahkan

masalahnya, yang dalam pemecahannya akan terkandung kadar integritasnya. Bagaimana dia menggunakan wewenangnya dalam menyelesaikan persoalan, sebaik apakah wewenang tersebut dimanfaatkan? Integritas pimpinan dapat diukur, bagaimana pimpinan memanfaatkan wewenangnya, dan mengambil risiko melakukan putusan dari yang populer maupun yang sama sekali tak populer. c) Apakah seseorang bersifat sebagai risk taker atau risk avoider? Apakah seorang akan lari dari tanggung jawab? Atau berani pasang badan untuk mempertanggung jawabkan ? Untuk level operasional/first level management, kriteria kedisiplinan dan cooperative behaviour (yang bisa diterjemahkan sebagai ketaatan pada peraturan dan kesediaan bekerja sama untuk memenuhi tuntutan organisasi)

14 |

sudah cukup mewakili perilaku kerja yang diinginkan melalui apa yang dinamakan integrity itu. Untuk level upper middle management memang perlu ada interview yang mendalam, untuk melihat seberapa jauh kecenderungan seseorang untuk berperilaku yang merugikan organisasi dan masyarakat luas, terutama untuk wewenang besar yang mereka miliki. Yang terkadang sulit diukur adalah keberanian mengambil risiko (dalam pengertian positif), yang terkadang dekat sekali artinya dengan mengambil keputusan diluar prosedur yang ada. Sebaliknya, pimpinan yang terlalu prosedural (cenderung cari aman dan berlindung dibalik prosedur) juga tidak akan efektif mendorong kemajuan organisasi d) Komitmen terhadap organisasi. Sejauh mana seorang pimpinan akan melakukan perubahan,

mengembangkan anak buahnya untuk memajukan perusahaan? Bagaimana komitmennya terhadap organisasi, apakah seseorang berani melakukan hal sulit untuk kemajuan organisasi? Seorang pimpinan yang baik juga akan menjadi mentor bagi bawahannya, serta menyiapkan kaderisasi sebagai penggantinya kelak. e) Perhatian terhadap sesama. Dalam menilai pendekatan ke manusia, diperlukan suatu data dan fakta, untuk mengetahui gambaran integritas seseorang. Hal ini memerlukan kepekaan dan kemampuan penilai/pewawancara, untuk melihat konteks dan framework seputar fakta yang dibicarakan dalam tanya jawab intensif.

b. Perbaikan diri. Continuous Improvement (CI) merupakan sebuah filosofi dasar mengenai bagaimana mencapai standar kualitas yang optimal melalui beberapa langkah perbaikan yang sistematis dan dilaksanakan secara berkesinambungan. CI lebih menekankan pada beberapa tindakan perbaikan yang sederhana namun dilakukan secara terus menerus yang kemudian akan menumbuhkan banyak ide atau inovasi sebagai sebuah solusi atas masalah yang timbul. Tindakan tersebut tidak hanya dilakukan untuk satu tahun atau merupakan aktivitas bulanan, melainkan secara berkesinambungan dan dilakukan oleh setiap pribadi dalam organisasi mulai dari manajemen puncak hingga ke pegawai dasar. Sebagai contoh di perusahaan Jepang, seperti Toyota dan Canon, setiap pegawai memberikan 60-70 saran

15 |

perbaikan yang ditulis, kemudian dipresentasikan serta didiskusikan, dan kemudian diimplementasikan. Filosofi Continuous Improvement merupakan transformasi dari konsep "Kaizen", yang memperbaiki setiap kesalahan yang muncul dalam proses produksi secara bertahap dan dimulai dengan memperbaiki kesalahan yang besar hingga ke yang kecil sampai tidak ditemukan lagi kesalahan dalam proses produksi (zero defect). Ajaran Islam juga mengenal konsep Continuous Improvement. Dalam Al Qur'an disebutkan bahwa "... Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. ..." (Surah Ar Ra'd/13:11). Hadist Rasulullah juga menyebutkan bahwa jika kondisi hari ini sama dengan kemarin merupakan sebuah kerugian dan jika kondisinya lebih buruk maka merupakan sebuah kecelakaan. Di samping itu, Rasulullah mengajarkan pula bahwa "sebaik-baiknya pekerjaan adalah yang dilakukan penuh ketekunan walaupun sedikit demi sedikit" (hadist riwayat Tirmidzi). Hadist tersebut mengajarkan bahwa suatu pekerjaan kecil yang dilakukan secara konstan dan professional lebih baik dari sebuah pekerjaan besar yang dilakukan secara musimam dan tidak professional. Dengan demikian semangat Continuous Improvement sangat didorong dalam ajaran Islam. Konsep Continuous Improvement dapat diterapkan pada setiap jenis perusahaan, termasuk Lembaga Keuangan Syariah. Keuntungan penerapan Continuous Improvement adalah akan terbentuknya paradigma process oriented thinking dan tumbuhnya budaya inovasi dalam perusahaan. Beberapa penghalang penerapan Continuous Improvement dalam sebuah perusahaan adalah adanya proses pekerjaan yang belum sempurna, pengetahuan dalam lingkungan kerja yang tidak dibagi atu didistribusikan, lebih fokus kepada teknologi dibandingkan dengan kebutuhan atau kemampuan pemakai dalam bekerja. Untuk menerapkan Continuous Improvement perlu ditempuh empat tahap dasar, yaitu: 1) Perusahaan harus mampu mendefinisikan proses manajemen yang bermanfaat dan berguna yang bukan hanya generik, melainkan juga mampu menjelaskan aliran pekerjaan yang jelas, deskripsi kerja langkah demi langkah, pedoman & identifikasi yang jelas, sumberdaya, informasi, metode yang akan digunakan, dan mekanisme saling membantu satu sama lain, 2) Perlunya persamaan persepsi antara Unit IT dan Unit Pengguna dengan berkolaborasi dalam menentukan teknologi yang bukan hanya mutakhir namun juga

16 |

dapat diadopsi oleh unit pengguna, 3) Menggunakan sumber daya yang sudah ada dalam organisasi dengan

mengekplorasi lebih dalam dan membagi pengetahuan tersebut kepada seluruh personal, 4) Memaafkan kesalahan manusia karena dapat ditingkatkan melalui manajemen, coaching, training, dan pengalaman yang berkesinambungan dalam dunia kerja. Setelah keempat tahap dasar tersebut dilalui, maka proses Continuous Improvement dapat diterapkan dengan baik sehingga tidak ditemukan lagi kesalahan (zero defect) dalam proses produksi. Dengan demikian mengharapkan suatu hasil tanpa kesalahan (zero defect) tanpa melalui proses Continuous Improvement hanya akan menjadi angan-angan. Penerapan Continuous Improvement secara umum, akan bermanfaat untuk menurunkan biaya dan meningkatkan kinerja yang dimungkinkan dalam suatu penciptaan lingkungan kerja yang lebih baik. Di bawah ini adalah contoh-contoh penerapan continuous improvement: 1) Lakukan perbaikan diri terus menerus. Ada tiga tipe manusia: a) Manusia yang tidak tahu, manusia tipe ini masih bisa tercerahkan asal dia mau mengubah diri pada saat dia diberi tahu akan hal sesuatu yang lebih baik. Pada saatnya dia akan tahu, dan mampu meraih impiannya. b) Manusia yang tidak mau, tipe ini adalah jenis manusia yang masih ada harapan untuk bangkit dari keterpurukannya dan berbenah diri. Yang dia butuhkan hanyalah pencerahan menyulut semangatnya untuk mengambil tindakan, sehingga dia tumbuh menjadi berkah baik bagi dirinya maupun orang lain. c) Manusia yang tidak mau tahu, ini tipe manusia yang sulit ditembus. Apa pun yang kita katakan, apa pun yang kita lakukan untuk menginspirasi dia, tak akan pernah digubrisnya. Seakan ada tembok tebal yang menutup dirinya terhadap setiap ide atau gagasan baru yang kreatif dan inovatif. Kita mau menjadi manusia tipe yang mana? Itu adalah pilihan kita dan bukan takdir kita. Milikilah sikap seorang pemula (a beginner) yang tetap menjadi orang yang terbuka terhadap segala hal-hal yang baik dan positif. Selalu bersemangat untuk terus berbenah dan menambah pengetahuan. Setiap hari baginya adalah kesempatan untuk menyempurnakan diri. Terus-menerus menjadi baik dari hari ke hari. Tidak ada cara lain bila kita ingin menjadi lebih baik dari hari kemarin, selain take

17 |

action, bertindak, dan melakukan perbaikan diri terus-menerus. Orang yang menghadapi dunia dengan kebesaran jiwa dan pandangan luas tidak akan takluk oleh keadaan yang melingkupinya, dan tidak akan dikendalikan oleh tuntutan kondisi betapapun buruknya. Dialah yang memanfaatkan kondisi dan menghadapinya secara tepat dengan kelebihan yang dimilikinya. Dia akan bergerak dan bergerak, melangkah penuh perhitungan menghadapi berbagai persoalan rumit. Ingatlah setiap penundaan yang kita lakukan dalam memperbarui hidup dan memperbaiki pekerjaan, tidak lain hanyalah memperpanjang masa suram yang semestinya telah kita lalui. Penundaan itu hanya akan membiarkan diri kita tetap jadi pecundang. Bahkan, tak jarang hal itu merupakan jalan menuju keterpurukan yang lebih parah dan kehancuran. Anugerah kecerdasan, kekuatan , kecantikan, dan pengetahuan, semuanya berubah menjadi siksaan dan musibah manakala kita tidak bisa merawatnya. 2) Membuka kunci kekuatan perbaikan diri. "Setiap perubahan, meskipun untuk menuju hal yang lebih baik, selalu diiringi oleh keberatan dan kegelisahan." -- Arnold Bennet (1867 - 1931), pujangga dan novelis asal Inggris Pengalaman pahit menjadi bagian yang tak dapat terpisahkan dalam kehidupan kita, misalnya tidak dihargai, dilecehkan, difitnah, disakiti, gagal, dan lain sebagainya. Namun pengalaman terpahit sekalipun dapat menjadi titik tolak mencapai puncak kejayaan dan kebahagiaan jika kita memiliki kekuatan

memperbaiki diri terus menerus. Alangkah besar keuntungan yang dapat kita peroleh jika kita mampu membuka kunci kekuatan tersebut. Salah satu manfaat jika kita selalu memperbaiki diri adalah mampu mengantisipasi kejadian buruk menimpa kita. Bukankah lebih menguntungkan seandainya kita terus mencoba mengurangi kebiasaan makan berlebih sebelum obesitas, berhenti merokok sebelum terserang sakit stroke, atau kebiasaan buruk lainya sebelum sakit, dibenci orang dan bangkrut? Dengan terus memperbaiki diri, keadaan kita sudah siap atau bahkan lebih baik, ketika muncul sinyal segala sesuatu menjadi sulit. Kekuatan memperbaiki diri akan membantu kita menyesuaikan diri dengan perubahan terkecil sekalipun, sehingga tidak sampai terjerembab dalam kesulitan yang lebih besar.Kita tidak akan tergilas oleh perubahan yang terus berlangsung jika kita terus memperbaiki diri.

18 |

Memperbaiki diri akan memberi kita rasa percaya diri dan nyaman dengan keadaan diri sendiri. Mungkin bila kita melihat seorang pengusaha muda atau artis sukses berharap dapat bertukar posisi dengannya. Padahal belum tentu mereka merasa nyaman dengan keadaan mereka sendiri. Artinya kita tidak akan menderita karena kekurangan zat kepercayaan diri dan harapan, jika mempunyai kekuatan atau usaha memperbaiki diri terus menerus. Tips untuk membuka kunci kekuatan perbaikan diri: a) Pertama adalah milikilah cita-cita dan komitmen untuk mencapainya. Sebab cita-cita akan menjadi daya atau semangat juang Anda. Sehingga Anda tidak segan memperbaiki kemampuan dan pengetahuan untuk dapat meraih cita-cita tersebut. Hidup tanpa visi laksana berlayar tanpa tujuan, terasa hampa dan hidup ini sama sekali tak berguna. b) Sementara itu Anda juga harus yakin pada visi Anda. Menguntip kata Pablo Piccaso, seorang pelukis asal Spanyol, "Sesuatu yang dapat kamu bayangkan adalah nyata." Sehingga bila Anda yakin, maka Anda tidak mudah menyerah melakukan tindakan-tindakan positif agar visi Anda segera tercapai, misalnya; ingin langsing dengan rajin olah raga, ingin pintar dengan rajin membaca, ingin lebih dermawan dan dicintai banyak orang dengan membantu lebih banyak sesama, ingin lebih sukses dengan berusaha lebih keras dan lain sebagainya. c) Syarat lain untuk dapat membuka kunci perbaikan diri adalah kegigihan. Jadi jangan mudah menyerah ketika menghadapi banyak tantangan atau selalu menghadapi kegagalan. Kegigihan akan mendorong Anda untuk memperbaiki diri terus menerus. Seiring dengan kualitas personal dan profesional Anda yang lebih baik, maka suatu saat tujuan Anda pasti tercapai. d) Kunci kekuatan memperbaiki diri adalah mencintai diri sendiri. Sebab masing-masing diantara kita pasti memiliki kelebihan. Di samping itu masing-masing di antara kita juga memiliki keunikan tersendiri, sebab tidak seorangpun di dunia ini yang sama persis segala-galanya. Lupakanlah keinginan untuk menjadi orang lain, dengan meningkatkan kualitas, kemampuan, dan kebaikan. Dengan begitu, kekurangan kita tak akan lebih menonjol dibandingkan prestasi, kontribusi, dan kemampuan yang kita miliki. e) Yang terpenting adalah motivasilah diri Anda untuk terus melakukan perbaikan. Sebab perubahan besar akan selalu berawal dari dalam diri sendiri. Ketika

19 |

Anda sudah menikmati setiap proses memperbaiki diri, berarti Anda juga telah memiliki kemampuan menjadikan segala sesuatu indah, membanggakan, dan membahagiakan.

c. Fokus pada pihak-pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak yang berkepentingan utamanya dengan Kemenkeu dapat dibagi menjadi dua yaitu pihak internal dan eksternal. Pihak internal di antaranya adalah atasan, bawahan, maupun teman sejawat, sedangkan pihak eksternal adalah masyrakat yang diberi pelayanan, wajib pajak misalnya. Kepuasan pihak-pihak yang berkepentingan adalah suatu keadaan di mana keinginan, harapan dan kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan dipenuhi. Suatu pelayanan dinilai memuaskan bila pelayanan tersebut dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pihak-pihak yang berkepentingan. Pengukuran kepuasan pihakpihak yang berkepentingan merupakan elemen penting dalam menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efisien dan lebih efektif. Apabila pihak-pihak yang berkepentingan merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan, maka pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efisien. Hal ini terutama sangat penting bagi pelayanan publik. Tingkat kepuasan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap pelayanan merupakan faktor yang penting dalam mengembangkan suatu sistim penyediaan pelayanan yang tanggap terhadap kebutuhan pihak-pihak yang berkepentingan, meminimalkan biaya dan waktu serta memaksimalkan dampak pelayanan terhadap populasi sasaran. Dalam rangka mengembangkan suatu mekanisme pemberian pelayanan yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pihak-pihak yang berkepentingan, perlu mengetahui hal-hal berikut 1) Mengetahui apa yang pihak-pihak yang berkepentingan pikirkan tentang Anda, pelayanan Anda, dan pesaing Anda. 2) Mengukur dan meningkatkan kinerja Anda. 3) Memanfaatkan kelemahan Anda ke dalam peluang pengembangan sebelum orang lain memulainya. 4) Membangun wahana komunikasi internal sehingga setiap orang tahu apa yang mereka kerjakan. 5) Menunjukkan komitmen Anda terhadap kualitas dan pihak-pihak yang

berkepentingan Anda 6) Membuat tanggung jawab personal untuk memperbaiki masalah pelayanan pada stakeholders dalam area tertentu.

20 |

7) Menetapkan startegi dan memimpin perusahaan dalam mencapai tujuannya. Manajemen membuat sebuah lingkungan yang mendorong staffnya untuk secara terus-menerus melakukan peningkatan dan bekerja untuk memberikan kepuasan stakeholder. 8) Melatih staff institusi dengan efektif. Kerja tim dan keterlibatan karyawan secara penuh menjadikan mutu sebuah kenyataan. 9) Secara terus-menerus membuat segala sesuatu lebih baik. 10) Mengambil keputusan berdasarkan fakta. 11) Menentukan urutan dan interaksi proses dan kelola semuanya sebagai sistem. 12) Hubungan yang saling menguntungkan.

D. Tips Pengembangan Kepribadian Pengembangan kepribadian adalah sebuah alat yang mana dapat mengeluarkan kemampuan dan kekuatan yang membuat sadar akan jati diri dan menjadikan lebih percaya diri untuk menghadapi dunia luar. Pengembangan diri akan membuat orang-orang mampu meningkatkan kebutuhan mereka, kesehatan mereka, prospek karir mereka, hubungan mereka, kecantikan mereka dan masih banyak lagi. Sebagaimana kita memiliki banyak sekali daftar hal-hal yang kita inginkan, kita harus berusaha untuk mengetahui apa sebenarnya yang kita butuhkan. Setelah mengetahui dengan pasti hal-hal yang dibutuhkan, baru dapat mengembangkan kepribadaan untuk meningkatkan hal-hal penting dalam hidup. Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk membantu pengembangan kepribadian. 1. Habiskan waktu dalam kegiatan sehari-hari untuk diri sendiri. Kebanyakan dari kita memberikan waktu dan usaha kita untuk kebutuhan atau pekerjaan orang lain. Oleh karena itu cobalah luangkan waktu beberapa menit untuk diri sendiri yang akan membawa perubahan besar dalam jangka waktu yang lama. 2. Pikirkan tentang dan temukan jika Anda benar-benar sedang melakukan apa yang Anda inginkan. Kebanyakan dari kita, disebabkan oleh keadaan, tidak mampu untuk mengerjakan apa yang kita inginkan, mulai sekarang mari kita singkirkan alasan-alasan ini dan memulai melakukan apa yang kita inginkan. Hal ini akan menciptakan tingkat energi baru dalam diri Anda ketika Anda melakukan sesuatu yang benar-benar Anda inginkan. 3. Alasan paling penting yang mencegah kita untuk melakukan hal-hal untuk diri kita sendiri adalah pemahaman dan pandangan kita tentang kesalahan. Jangan pernah takut akan kesalahan, jangan biarkan kegagalan menghentikan Anda dari hal-hal yang Anda

21 |

ingin lakukan. Setiap orang dari kita telah belajar pada tingkat-tingkat awal hidup kita bahwa Kegagalan adalah batu loncatan untuk meraih sukses tetapi kenyataanya tak satupun dari kita mengikutinya. 4. Anda juga harus fleksibel untuk merubah jalan Anda ketika sesuatunya tidak berjalan sesuai dengan keinginan Anda. Ketika Anda menetapkan pikiran Anda terhadap sesuatu, sesuatu itu mungkin tidak akan berjalan lancar seperti keinginan Anda, dalam keadaan ini Anda harus siap untuk melakukannya dengan cara yang berbeda. 5. Belajar disiplin dan bertanggung jawab. Hal ini dapat dilakukan dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari dengan cara menetapkan jadwal dan kriteria tertentu atas hasil yang ingin Anda capai. Cobalah untuk melakukan kegitan tersebut sesuai dengan jadwal tersebut dan bandingkan hasilnya dengan kriteria yang Anda inginkan. Apabila Anda tidak melakukannya sesuai jadwal yang telah ditentukan atau hasilnya kurang memuaskan, Anda harus memberikan hukuman kepada diri Anda sendiri. Hukuman tersebut tentunya harus membangun kemampuan Anda. 6. Dalam kegiatan Anda sehari-hari temukan waktu dalam kehidupan Anda sehari-hari untuk membaca atau mendengar beberapa artikel pengembangan kepribadian yang memberikan Anda pelajaran inspirasional yang akan memberikan Anda energi positif untuk peningkatan. Anda juga dapat mengikuti seminar atau pelatihan pengembangan kepribadian untuk menambah pengalaman dan motivasi Anda. 7. Otak kita memberikan respon lebih banyak pada gambar dari pada kata-kata. Jadi buatlah beberapa gambar tujuan-tujuan Anda dan visualisasikan itu dalam kehidupan sehari-hari Anda. Anda dapat mempraktekkan ini dengan menempelkan sebuah gambar di dinding depan tempat tidur Anda dan tentunya ini akan membantu Anda untuk melihat tujuan Anda ketika Anda bangun. 8. Jaga kesehatan tubuh dan pikiran untuk melawan pemikiran negatif Anda. Yoga akan sangat membantu Anda melakukan hal ini. Bangun awal dipagi hari, lakukan latihan pernafasan beberapa saat akan dapat merefresh pikiran Anda dan akan memberikan Anda hari yang cerah. 9. Buatlah catatan atau diary atas semua hal-hal positif dan negatif yang Anda hadapi dalam kehidupan Anda sehari-hari. Melihat kembali catatan-catatan dalam diari Anda akan membantu Anda mengukur perkembangan Anda dan ini juga akan membantu Anda belajar dari pengalaman hidup pribadi Anda. 10. Kapanpun Anda mencapai sesuatu, jangan menyimpannya untuk diri Anda sendiri, berbagilah dengan teman dekat atau pasangan Anda dan rayakan. Hal ini akan

22 |

memotivasi Anda untuk mencapai pencapaian-pencapaian yang lebih dalam hidup Anda. RANGKUMAN 1) Personality atau kepribadian berasal dari kata persona, kata persona merujuk pada topeng yang biasa digunakan para pemain sandiwara di Jaman Romawi. Secara umum kepribadian menunjuk pada bagaimana individu tampil dan menimbulkan kesan bagi individu-individu lainnya. 2) Faktor-faktor yang menpengaruhi kepribadian a. Faktor genetik b. Faktor lingkungan c. Faktor stimulasi gen dan cara berpikir 3) Ciri-ciri Kepribadian yang tidak sehat: a. Mudah marah (tersinggung). b. Menunjukkan kekhawatiran dan kecemasan. c. Sering merasa tertekan (stress atau depresi). d. Bersikap kejam atau senang mengganggu orang lain yang usianya lebih muda atau terhadap binatang. e. Ketidakmampuan untuk menghindar dari perilaku menyimpang meskipun sudah diperingati atau dihukum. f. Kebiasaan berbohong.

g. Hiperaktif. h. Bersikap memusuhi semua bentuk otoritas. i. j. Senang mengkritik/ mencemooh orang lain. Sulit tidur.

k. Kurang memiliki rasa tanggung jawab. l. Sering mengalami pusing kepala (meskipun penyebabnya bukan faktor yang bersifat organis). m. Kurang memiliki kesadaran untuk mentaati ajaran agama. n. Pesimis dalam menghadapi kehidupan. o. Kurang bergairah (bermuram durja) dalam menjalani kehidupan. 4) Pengertian Kapita Selekta Pengembangan Kepribadian (KSPK) adalah kumpulan tema yang dianggap penting yang masing-masing menguraikan persoalan tentang bagaimana usaha individu untuk memahami dirinya sendiri, minat-minatnya, kemampuan-

23 |

kemampuannya, hasrat-hasratnya, rencana-rencananya dalam menghadapi masa depan. 5) Secara umum, mata kuliah KSPK diberikan dengan tujuan menunjang proses mahasiswa dalam menuju kedewasaan. Mahasiswa diharapkan menjadi manusia dewasa yang dicirikan dengan terpenuhinya hal-hal sebagai berikut: a. Berpikir rasional b. Bertanggung jawab c. Mandiri d. Visioner e. Humoris 6) KSPK mempunyai tujuan khusus untuk memenuhi kompetensi inti Kementerian Keuangan yaitu, integritas, memperbaiki diri secara terus menerus dan fokus pada pihak-pihak yang berkepentingan. 7) Tips Pengembangan Kepribadian: a. Habiskan waktu dalam kegiatan sehari-hari untuk diri sendiri. b. Pikirkan tentang dan temukan jika Anda benar-benar sedang melakukan apa yang Anda inginkan. c. Alasan paling penting yang mencegah kita untuk melakukan hal-hal untuk diri kita sendiri adalah pemahaman dan pandangan kita tentang kesalahan. Jangan pernah takut akan kesalahan, jangan biarkan kegagalan menghentikan Anda dari hal-hal yang Anda ingin lakukan. d. Anda juga harus fleksibel untuk merubah jalan Anda ketika sesuatunya tidak berjalan sesuai dengan keinginan Anda. e. Belajar disiplin dan bertanggung jawab. f. Dalam kegiatan Anda sehari-hari temukan waktu dalam kehidupan Anda seharihari untuk membaca atau mendengar beberapa artikel pengembangan kepribadian yang memberikan Anda pelajaran inspirasional yang akan

memberikan Anda energi positif untuk peningkatan. g. Otak kita memberikan respon lebih banyak pada gambar dari pada kata-kata. Jadi buatlah beberapa gambar tujuan-tujuan Anda dan visualisasikan itu dalam kehidupan sehari-hari Anda. h. Jaga kesehatan tubuh dan pikiran untuk melawan pemikiran negatif Anda. Yoga akan sangat membantu Anda melakukan hal ini. i. Buatlah catatan atau diary atas semua hal-hal positif dan negatif yang Anda

24 |

hadapi dalam kehidupan Anda sehari-hari. j. Kapanpun Anda mencapai sesuatu, jangan menyimpannya untuk diri Anda sendiri, berbagilah dengan teman dekat atau pasangan Anda dan rayakan. LATIHAN 1) Apa pentingnya seorang pegawai kementrian keuangan mengetahui kepribadiannya? Jawaban: a) Kepribadian yang miliki setiap individu adalah kepribadian yang unik, dan masingmasing punya kekuatan dan kelemahannya sendiri. Kekuatan kepribadian yang dimiliki perlu dioptimalkan, sementara kelemahan perlu diminimalisir. b) Dengan memahami seluk-beluk mengenai kepribadian, ini akan membantu setiap pegawai kementrian keuangan untuk memahami kepribadian orang lain, sehingga akan membantu setiap pegawai dalam menjalin hubungan , baik itu hubungan profesional maupun hubungan pribadi. c) Memahami kepribadian akan mampu membantu dalam mencapai tujuan. Setiap pegawai kementrian keuangan akan mengetahui kondisi-kondisi seperti apa yang optimal bagi mereka bekerja, hal-hal apa yang harus difokuskan, dan tantangan apa saja yang perlu diselesaikan supaya dapat bekerja secara optimal. d) Memahami kepribadian akan sangat membantu dalam meningkatkan kinerja kelompok. Dengan memahami tipe kepribadian masing-masing anggota kelompok, maka akan memudahkan untuk menentukan fungsi dan peran apa yang sesuai dengan kepribadiannya, sehingga tugas yang dibebankan bisa selesai secara efektif. Dari penjelasan diatas, pemahaman mengenai kepribadian oleh masing-masing pegawai kementrian keuangan sangatlah dibutuhkan. Hal tersebut akan membantu untuk meningkatkan kinerja atau profesionalisme, menjalin hubungan yang baik antar pegawai, dan pencapaian tujuan yang diinginkan oleh kementrian keuangan. 2) Apakah seorang yang kembar identik memiliki kepribadian yang sama? Jelaskan jawaban anda! Jawaban: Tidak. Karena kepribadian itu adalah sesuatu yang unik dan atau khas pada diri setiap orang. Seperti yang dijelaskan oleh beberapa ahli bahwa kepribadian adalah keseluruhan sikap, perasaan, ekspresi dan temparmen seseorang. Sikap perasaan ekspresi dan tempramen itu akan terwujud dalam tindakan seseorang jika di hadapan pada situasi tertentu. Setiap orang mempunyai kecenderungan prilaku yang baku, atau

25 |

pola dan konsisten, sehingga menjadi ciri khas pribadinya. Kepribadian itu khas sehingga tidak ada dua orang yang berkepribadian sama, karena itu tidak ada dua orang yang berperilaku sama. Selain itu kepribadian tidak hanya dipengaruhi oleh gen saja, melainkan juga dipengaruhi oleh lingkungan dan cara berpikir. Jadi meskipun seorang anak kembar memiliki kemiripan gen yang sangat besar, tetapi masih ada faktor pembentuk kepribadian yang berasal dari eksternal yang dapat berpengaruh besar pada pembentukan kepribadian seseorang. 3) Apa arti dari psikofisik yang di jelaskan oleh Gordon Allport untuk mengartikan kepribadian? Jawaban: Kepribadian menurut Allport yaitu kepribadian adalah suatu organisasi yang dinamis dari sistem psikofisik individu yang menentukan tingkah laku dan pikiran individu secara khas. Allport menggunakan istilah sistem psikofisik dengan maksud menunjukkan bahwa jiwa dan raga manusia adalah suatu sistem yang terpadu dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain, serta diantara keduanya selalu terjadi interaksi dalam mengarahkan tingkah laku. 4) Mengapa menggunakan nama Kapita Selekta pada mata kuliah ini? Jawaban: Penggunaan nama Kapita Selekta dalam mata kuliah ini karena mata kuliah KSPK masih belum memiliki standar baku atau belum ada panduan yang baku sehingga belum bisa disebut disiplin ilmu. Oleh karena itu KSPK merujuk kepada beberapa disiplin ilmu yang lain, diantaranya Psikologi, Sosiologi, Komunikasi, Manajemen dan Kepemimpinan. Penggunaan Kapita Selekta juga bermaksud menegaskan bahwa mata kuliah KSPK merupakan mata kuliah khas STAN yang mempunyai tujuan umum membuat mahasiswa menjadi dewasa dan tujuan khusus agar dapat memenuhi kompetensi inti Kemenkeu. 5) Sebutkan dan jelaskan tujuan umum mata kuliah KSPK! Jawaban: Tujuan umum mata kuliah KSPK diberikan adalah bertujuan menunjang proses mahasiswa dalam menuju kedewasaan. Mahasiswa diharapkan menjadi manusia dewasa yang dicirikan dengan terpenuhinya hal-hal sebagai berikut: a. Berpikir rasional. Berfikir rasional adalah berfikir menggunakan nalar atas dasar data yang ada

26 |

untuk mencari kebenaran faktual, kegunaan dan derajat kepentingannya. b. Tanggung Jawab Tanggung jawab adalah kesadaran yang ada dalam diri seseorang bahwa setiap tindakannya akan mempunyai pengaruh bagi orang lain maupun bagi dirinya sendiri. c. Mandiri Mandiri adalah sikap mental yang tercermin dalam sikap yang tidak bergantung dalam segala sesuatu terhadap orang lain melainkan bisa berusaha sendiri dengan batas-batas kemampuan diri yang dimiliknya. d. Visioner Pribadi yang visioner mempunyai tujuan dan cita-cita serta memperjuangkan citacita dan tujuan itu agar menjadi kenyataan. e. Humoris Sikap humoris mempunyai makna bahwa kita dapat menertawakan diri sendiri lebih dari pada kita menertawakan orang lain. 6) Soal Kasus Ari merupakan anak yang pintar dan berkeinginan untuk menjadi dokter, namun dia suka mengulur-ulur waktu. Setiap ujian apabila mau belajar, dia selalu menundanya dengan bermain computer terlebih dahulu atau menonton televisi, sehingg hasil yang ia dapatkan tidak pernah maksimal. Pada saat try out ia selalu tidak lulus, sehingga akhirnya ia tidak mau mengambil jurusan kedokteran Pertanyaan: a) Apa masalah yang terdapat dalam kepribadiaan Ari? b) Apa yang dapat anda sarankan untuk mengatasi masalah tersebut? Jawaban: a) Masalah yang terdapat dalam kepribadian Ari adalah Ari mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, tetapi tidak diikuti dengan kemauan dan usaha yang memadai. Ari kurang disiplin dalam belajar dan takut akan kegagalan sehingga ia tidak bias menjadi dokter walupun ia memiliki potensi yang memadai. b) Saya menyarankan agar Ari mengembangkan kepribadiannya dan merubah cara hidupnya. Ia harus menyadari hal yang paling diinginkannya dan berusaha keras untuk mendapatkannya. Ia juga harus membiasakan dirinya untuk disiplin terhadap waktu belajarnya dan berani mengambil resiko untuk menggapai citacitanya. Apabila ia melakukan hal tersebut dan dengan dukungan orang tuanya, maka ia mungkin dapat menjadi seorang dokter yang hebat.

27 |

BAB
KEPRIBADIAN I

2 1

Tujuan Instruksional Khusus: Mahasiswa dapat memahami beberapa teori kepribadian

A. Pengertian Kepribadian 1. Pengertian Kepribadian secara Umum Kata kepribadian merupakan terjemahan dari bahasa Inggris, yaitu personality. Kata personality sendiri berasal dari bahasa Latin persona, yang berarti topeng yang digunakan oleh para aktor dalam suatu permainan atau pertunjukan. Pada saat tampil para aktor menyembunyikan kepribadiaannya yang asli dan menampilkan dirinya sesuai dari topeng yang digunakannya. Wikipedia mendefinisikan kepribadian sebagai a dynamic and organized set of characteristics possessed by a person that uniquely influences his or her cognitions, motivations, and behaviors in various situations yang berarti serangkaian karakteristik yang dinamis dan terorganisasi yang dimiliki oleh seseorang yang secara unik mempengaruhi kognisi, motivasi, tingkah laku orang tersebut dalam berbagai situasi. Dalam kehidupan sehari-hari, kata kepribadian digunakan untuk menggambarkan identitas diri, jati diri seseorang. Banyak istilah yang digunakan yang memiliki kedekatan arti dengan istilah kepribadian, seperti karakter, watak, temperamen, sifat, ciri-ciri, dan kebiasaan. 2. Pengertian Kepribadian Menurut Ahli Psikologi Pengertian kepribadian menurut disiplin psikologi bisa diambil dari rumusan beberapa teori kepribadian terkemuka. Berikut pengertian kepribadian menurut beberapa ahli psikologi. a. Pengertian kepribadian (personality) menurut Kartini Kartono dan Dali Gulo dalam Sjarkawim (2006) adalah sifat dan tingkah laku khas seseorang yang membedakannya

28 |

dengan orang lain; integrasi karakteristik dari struktur-struktur, pola tingkah laku, minat, pendirian, kemampuan dan potensi yang dimiliki seseorang; segala sesuatu mengenai diri seseorang sebagaimana diketahui oleh orang lain. b. Gordon Allport, merumuskan kepribadian sebagai suatu organisasi psikofisik (karena memiliki aspek psikis dan fisik) yang merupakan suatu struktur dan sekaligus proses. Jadi, kepribadian merupakan sesuatu yang dapat berubah. c. Menurut Koentjaraningrat, kepribadian adalah suatu susunan dari unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan tingkah laku atau tindakan seseorang. d. M.A.W. Brower mengungkapkan bahwa kepribadian adalah corak tingkah laku sosial yang meliputi corak kekuatan, dorongan, keinginan, opini, dan sikap-sikap seseorang. Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kepribadian merupakan suatu susunan sistem psikofisik (psikis dan fisik yang berpadu dan saling berinteraksi dalam mengarahkan tingkah laku) yang kompleks dan dinamis dalam diri seorang individu, yang menentukan penyesuaian diri individu tersebut terhadap

lingkungannya, sehingga akan tampak dalam tingkah lakunya yang unik dan berbeda dengan orang lain. 3. Unsur-unsur Kepribadian Kepribadian seseorang bersifat unik dan tidak ada duanya. Unsur-unsur yang memengaruhi kepribadian seseorang itu adalah pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri. a. Pengetahuan Pengetahuan seseorang bersumber dari pola pikir yang rasional, yang berisi fantasi, pemahaman, dan pengalaman mengenai bermacam-macam hal yang diperolehnya dari lingkungan yang ada di sekitarnya. Semua itu direkam dalam otak dan sedikit demi sedikit diungkapkan dalam bentuk perilakunya di masyarakat. b. Perasaan Perasaan merupakan suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang menghasilkan penilaian positif atau negatif terhadap sesuatu atau peristiwa tertentu. Perasaan selalu bersifat subjektif, sehingga penilaian seseorang terhadap suatu hal atau kejadian akan berbeda dengan penilaian orang lain. c. Dorongan Naluri Dorongan naluri merupakan kemauan yang sudah menjadi naluri setiap manusia. Hal itu dimaksudkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup manusia, baik yang bersifat

29 |

rohaniah maupun jasmaniah. Sedikitnya ada tujuh macam dorongan naluri, yaitu untuk mempertahankan hidup, seksual, mencari makan, bergaul dan berinteraksi dengan sesama manusia, meniru tingkah laku sesamanya, berbakti, serta keindahan bentuk, warna, suara, dan gerak. 4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Kepribadian Secara umum, perkembangan kepribadian dipengaruhi oleh lima faktor, yaitu warisan biologis, warisan lingkungan alam, warisan sosial, pengalaman kelompok manusia, dan pengalaman unik. a. Warisan Biologis (Heredity) Warisan biologis memengaruhi kehidupan manusia dan setiap manusia mempunyai warisan biologis yang unik, berbeda dari orang lain. Artinya tidak ada seorang pun di dunia ini yang mempunyai karakteristik fisik yang sama persis dengan orang lain, bahkan anak kembar sekalipun. Warisan biologis yang terpenting terletak pada perbedaan inteligensi dan kematangan biologis. Keadaan ini membawa pengaruh pada kepribadian seseorang. Tetapi banyak ilmuwan berpendapat bahwa perkembangan potensi warisan biologis dipengaruhi oleh pengalaman sosial seseorang. Bakat memerlukan anjuran, ajaran, dan latihan untuk mengembangkan diri melalui kehidupan bersama dengan manusia lainnya. b. Warisan Lingkungan Alam (Natural Environment) Perbedaan iklim, topografi, dan sumber daya alam menyebabkan manusia harus menyesuaikan diri terhadap alam. Melalui penyesuaian diri itu, dengan sendirinya pola perilaku masyarakat dan kebudayaannya pun dipengaruhi oleh alam. Hal ini terbawa dalam kehidupan sehari-hari dan telah menjadi kepribadiannya. c. Warisan Sosial (Social Heritage) atau Kebudayaan Kita tahu bahwa antara manusia, alam, dan kebudayaan mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling memengaruhi. Manusia berusaha untuk mengubah alam agar sesuai dengan kebudayaannya guna memenuhi kebutuhan hidup. d. Pengalaman Kelompok Manusia (Group Experiences) Kehidupan manusia dipengaruhi oleh kelompoknya. Kelompok manusia, sadar atau tidak telah memengaruhi anggota-anggotanya, dan para anggotanya menyesuaikan diri terhadap kelompoknya. Setiap kelompok mewariskan pengalaman khas yang tidak diberikan oleh kelompok lain kepada anggotanya, sehingga timbullah kepribadian khas anggota masyarakat tersebut.

30 |

e. Pengalaman Unik (Unique Experience) Setiap orang mempunyai kepribadian yang berbeda dengan orang lain, walaupun orang itu berasal dari keluarga yang sama, dibesarkan dalam kebudayaan yang sama, serta mempunyai lingkungan fisik yang sama pula. Mengapa demikian? Walaupun mereka pernah mendapatkan pengalaman yang serupa dalam beberapa hal, namun berbeda dalam beberapa hal lainnya. Mengingat pengalaman setiap orang adalah unik dan tidak ada pengalaman siapapun yang secara sempurna menyamainya. Menurut Paul B. Horton, pengalaman tidaklah sekedar bertambah, akan tetapi menyatu. Pengalaman yang telah dilewati memberikan warna tersendiri dalam kepribadian dan menyatu dalam kepribadian itu, setelah itu baru hadir pengalaman berikutnya. Selain kelima faktor yang mempengaruhi perkembangan kepribadian tersebut, F.G. Robbins dalam Sumadi Suryabrata (2003), mengemukakan ada lima faktor yang menjadi dasar kepribadian, yaitu sifat dasar, lingkungan prenatal, perbedaan individual, lingkungan, dan motivasi. a. Sifat Dasar Sifat dasar merupakan keseluruhan potensi yang dimiliki seseorang yang diwarisi dari ayah dan ibunya. Dalam hal ini, Robbins lebih menekankan pada sifat biologis yang merupakan salah satu hal yang diwariskan dari orang tua kepada anaknya. b. Lingkungan Prenatal Lingkungan prenatal merupakan lingkungan dalam kandungan ibu. Pada periode ini individu mendapatkan pengaruh tidak langsung dari ibu. Maka dari itu, kondisi ibu sangat menentukan kondisi bayi yang ada dalam kandungannya tersebut, baik secara fisik maupun secara psikis. Banyak peristiwa yang sudah ada membuktikan bahwa seorang ibu yang pada waktu mengandung mengalami tekanan psikis yang begitu hebatnya, biasanya pada saat proses kelahiran bayi ada gangguan atau dapat dikatakan tidak lancar. c. Perbedaan Individual Perbedaan individu merupakan salah satu faktor yang memengaruhi proses sosialisasi sejak lahir. Anak tumbuh dan berkembang sebagai individu yang unik, berbeda dengan individu lainnya, dan bersikap selektif terhadap pengaruh dari lingkungan. d. Lingkungan Lingkungan meliputi segala kondisi yang ada di sekeliling individu yang memengaruhi proses sosialisasinya. Proses sosialisasi individu tersebut akan berpengaruh pada kepribadiannya.

31 |

e. Motivasi Motivasi adalah dorongan-dorongan, baik yang datang dari dalam maupun luar individu sehingga menggerakkan individu untuk berbuat atau melakukan sesuatu. Dorongan-dorongan inilah yang akan membentuk kepribadian individu sebagai warna dalam kehidupan bermasyarakat. 5. Tahapan-tahapan Perkembangan Kepribadian Tahap-tahap perkembangan kepribadian setiap individu tidak dapat disamakan satu dengan yang lainnya. Tetapi secara umum dapat dirumuskan sebagai berikut. a. Fase Pertama Fase pertama dimulai sejak anak berusia satu sampai dua tahun, ketika anak mulai mengenal dirinya sendiri. Pada fase ini, kita dapat membedakan kepribadian seseorang menjadi dua bagian penting, yaitu sebagai berikut: 1) Bagian yang pertama berisi unsur-unsur dasar atas berbagai sikap yang disebut dengan attitudes yang kurang lebih bersifat permanen dan tidak mudah berubah di kemudian hari. Unsur-unsur itu adalah struktur dasar kepribadian (basic personality structure) dan capital personality. Kedua unsur ini merupakan sifat dasar dari manusia yang telah dimiliki sebagai warisan biologis dari orang tuanya. 2) Bagian kedua berisi unsur-unsur yang terdiri atas keyakinan-keyakinan atau anggapananggapan yang lebih fleksibel yang sifatnya mudah berubah atau dapat ditinjau kembali di kemudian hari. b. Fase Kedua Fase ini sangat efektif dalam membentuk dan mengembangkan bakat-bakat yang ada pada diri seorang anak. Diawali dari usia dua sampai tiga tahun, fase ini merupakan fase perkembangan di mana rasa aku yang telah dimiliki seorang anak mulai berkembang karakternya sesuai dengan tipe pergaulan yang ada di lingkungannya, termasuk struktur tata nilai maupun struktur budayanya. Fase ini berlangsung relatif panjang hingga anak menjelang masa kedewasaannya sampai kepribadian tersebut mulai tampak dengan tipe-tipe perilaku yang khas yang tampak dalam hal-hal berikut ini. 1) Dorongan-Dorongan (Drives) Unsur ini merupakan pusat dari kehendak manusia untuk melakukan suatu aktivitas yang selanjutnya akan membentuk motif-motif tertentu untuk mewujudkan suatu keinginan. Drives ini dibedakan atas kehendak dan nafsu. Kehendak merupakan

32 |

dorongan-dorongan yang bersifat kultural, artinya sesuai dengan tingkat peradaban dan tingkat perekonomian seseorang sedangkan nafsu merupakan kehendak yang terdorong oleh kebutuhan biologis, misalnya nafsu makan, birahi (seksual), amarah, dan lainnya. 2) Naluri (Instinct) Naluri merupakan suatu dorongan yang bersifat kodrati yang melekat dengan hakikat makhluk hidup. Naluri ini dapat dilakukan pada setiap makhluk hidup tanpa harus belajar lebih dahulu seolah-olah telah menyatu dengan hakikat makhluk hidup. 3) Getaran Hati (Emosi) Emosi atau getaran hati merupakan sesuatu yang abstrak yang menjadi sumber perasaan manusia. Emosi dapat menjadi pengukur segala sesuatu yang ada pada jiwa manusia, seperti senang, sedih, indah, serasi, dan yang lainnya. 4) Perangai Perangai merupakan perwujudan dari perpaduan antara hati dan pikiran manusia yang tampak dari raut muka maupun gerak-gerik seseorang. Perangai ini merupakan salah satu unsur dari kepribadian yang mulai riil, dapat dilihat, dan diidentifikasi oleh orang lain. 5) Inteligensi (Intelligence Quotient-IQ) Inteligensi adalah tingkat kemampuan berpikir yang dimiliki oleh seseorang. Sesuatu yang termasuk dalam inteligensi adalah IQ, memori-memori pengetahuan, serta pengalaman-pengalaman sosialisasi. 6) Bakat (Talent) Bakat pada hakikatnya merupakan sesuatu yang abstrak yang diperoleh seseorang karena warisan biologis yang diturunkan oleh leluhurnya, seperti bakat seni, olahraga, berdagang, berpolitik, dan lainnya. Bakat merupakan sesuatu yang sangat mendasar dalam mengembangkan keterampilan-keterampilan yang ada pada seseorang. Setiap orang memiliki bakat yang berbeda-beda, walaupun berasal dari ayah dan ibu yang sama. c. Fase Ketiga Pada proses perkembangan kepribadian seseorang, fase ini merupakan fase terakhir yang ditandai dengan semakin stabilnya perilaku-perilaku yang khas dari orang tersebut. Pada fase ketiga terjadi perkembangan yang relatif tetap, yaitu dengan terbentuknya yang telah diperoleh seseorang selama melakukan

33 |

perilaku-perilaku yang khas sebagai perwujudan kepribadian yang bersifat abstrak. Setelah kepribadian terbentuk secara permanen, maka dapat diklasifikasikan tiga tipe kepribadian, perbatasan. B. Teori Perkembangan Kepribadian 1. Teori Psikoanalisa Teori Psikoanalisa adalah teori yang mengasumsikan bahwa energi penggerak awal perilaku manusia berasal dari dalam dirinya yang terletak jauh di alam bawah sadar, Sigmund Freud adalah pencetus dari teori Psikoanalisa ini. a. Teori Kepribadian Psikoanalisa Psikoanalisa dikomandani oleh Sigmund Freud beserta derivatnya. Aliran ini berasumsi bahwa energi penggerak awal perilaku manusia berasal dari dalam dirinya yang terletak jauh di alam bawah sadar. Freud adalah ahli psikologi pertama yang memfokuskan perhatiannya kepada totalitas kepribadian manusia, bukan kepada bagian-bagiannya yang terpisah. Freud mengumpamakan kehidupan psikis seseorang bak gunung es yang terapungapung di laut. Hanya puncaknya saja yang tampak di permukaan laut, sedangkan bagian terbesar dari gunung tersebut tidak tampak karena terendam di dalam laut. Kehidupan psikis seseorang sebagian besar juga tidak tampak (bagi diri mereka sendiri), dalam arti tidak disadari oleh yang bersangkutan. Meski demikian, hal ini tetap perlu mendapat perhatian atau diperhitungkan karena mempunyai pengaruh terhadap keutuhan pribadi (integrated personality) seseorang. Menurut Freud, kepribadian orang terbentuk pada usia sekitar 5-6 tahun yaitu: (1) tahap oral, (2) tahap anal: 1-3 tahun, (3) tahap palus: 3-6 tahun, (4) tahap laten: 6-12 tahun, (5) tahap genetal: 12-18 tahun, (6) tahap dewasa, yang terbagi dewasa awal, usia setengah baya dan usia senja. Freud telah melakukan sebuah revolusi terhadap pandangan tentang manusia. Karena psikologi sebelumnya hanya menyelidiki hal-hal yang disadari saja, segala perilaku yang di luar kesadaran manusia dianggap bukan wilayah kajian psikologi. Freud berkeyakinan bahwa jiwa manusia juga mempunyai struktur. Struktur jiwa tersebut meliputi tiga instansi atau sistem yang berbeda. Masing-masing sistem tersebut memiliki peran dan fungsi sendiri-sendiri. Keharmonisan dan keselarasan kerja sama di antara ketiganya sangat menentukan kesehatan jiwa seseorang. Ketiga sistem ini meliputi : Id, Ego, dan Super ego. yaitu kepribadian normatif, kepribadian otoriter, dan kepribadian

34 |

1) Id Id merupakan lapisan paling dasar dalam struktur psikis seorang manusia. Id meliputi segala sesuatu yang bersifat impersonal atau anonim, tidak disengaja atau tidak disadari, dalam daya-daya mendasar yang menguasai kehidupan psikis manusia. Oleh karena itu, Freud memilih istilah id (atau bahasa aslinya Es) yang merupakan kata ganti orang neutrum/netral. Dalam Id berlaku: bukan aku (=subjek) pelakunya, melainkan ada yang melakukan dalam diri aku. Bagi Freud, adanya Id telah terbukti terutama melalui tiga cara. Pertama, fenomena psikis yang paling jelas membuktikan adanya Id adalah mimpi. Tentang mimpi berlaku bahwa bukan sayalah yang bermimpi tapi ada yang bermimpi dalam diri saya. Pada saat bermimpi, si pemimpi sendiri seolah-olah hanya merupakan penonton pasif. Ia bukan pelaku. Tontonan itu ditayangkan oleh ketaksadarannya. Kedua, bukti lainnya adalah jika dipelajari perilaku-perilaku yang sepertinya biasabiasa saja alias tak punya arti, seperti perilaku keliru, salah ucap (keseleo lidah), lupa dan sebagainya. Bagi Freud, perilaku-perilaku tersebut bukanlah sesuatu yang kebetulan belaka, tetapi besumber dari dari aktivitas psikis yang tak disadari. Misalnya, ketua parlemen Austria pernah membuka sidang sambil berkata: Dengan ini sidang saya tutup, seraya mengetokkan palu. Padahal maksudnya berkata Buka, tetapi yang terucap justru kata tutup. Mengapa demikian? Karena bagi sang ketua, sidang hari itu cukup berat. Ia ingin sekali sidang itu cepat selesai. Keinginan yang tak disadari itu mengakibatkan ia keseleo lidah. Ketiga, alasan paling penting bagi Freud untuk menerima adanya alam tak sadar ini adalah pengalamannya dengan pasien-pasien penderita neurosis. Pasien-pasien itu tidak mengidap kelainan apa pun, namun secara fakta mereka mempunyai berbagai macam gejala aneh. Freud menemukan bahwa pasien neurotis bisa disembuhkan dengan jalan menggali kembali trauma psikis yang terpendam dalam ketaksadarannya. Menurut Freud, Id terdiri dari naluri atau instink-instink bawaan (khususnya naluri seksual), agresivitas dan keinginan-keinginan yang direpress. Pada permulaan hidup manusia, kehidupan psikisnya hanyalah terdiri dari Id saja. Id adalah bagian kepribadian yang menyimpan dorongan biologis manusia pusat instink (hawa nafsu, istilah dalam agama). Ada dua instink dominan, yakni: (1)Libido instink reproduktif yang menyediakan energi dasar untuk kegiatan-kegiatan manusia yang konstruktif; (2)Thanatos instink destruktif dan agresif. Yang pertama disebut juga instink kehidupan (eros), yang dalam konsep Freud bukan hanya meliputi dorongan seksual, tetapi juga segala hal yang

35 |

mendatangkan kenikmatan termasuk kasih ibu, pemujaan kepada Tuhan, cinta diri (narcisisme). Bila yang pertama adalah instink kehidupan, yang kedua merupakan instink kematian. Semua motif manusia adalah gabungan antara eros dan thanatos. Id bergerak berdasarkan kesenangan (pleasure principle), ingin segera memenuhi kebutuhannya. Id bersifat egoistis, tidak bermoral dan tidak mau tahu dengan kenyataan. Id adalah tabiat hewani manusia. Pada mulanya, Id sama sekali berada di luar kontrol individu. Id hanya melakukan apa yang disukai. Ia dikendalikan oleh prinsip kesenangan (the pleasure principle). Pada Id tidak dikenal urutan waktu (timeless). Hukum-hukum logika dan etika sosial tidak berlaku untuknya. Bagaimana pun keadaannya, Id tetap menjadi bahan baku kehidupan psikis seseorang Id merupakan reservoar energi psikis yang menggerakkan Ego dan Super ego. Energi psikis dalam Id dapat meningkat karena adanya rangsangan, baik dari dalam maupun dari luar individu. Apabila energi psikis ini meningkat, akan menimbulkan pengalaman tidak enak (tidak menyenangkan). Id tidak bisa membiarkan perasaan ini berlangsung lama. Karena itu, segeralah id mereduksikan energi tersebut untuk menghilangkan rasa tidak enak yang dialaminya. Jadi, yang menjadi pedoman dalam berfungsinya Id adalah menghindarkan diri dari ketidakenakan dan mengejar keenakan. Untuk menghilangkan ketidakenakan dan mencapai keenakan ini, id mempunyai dua cara, yang pertama adalah: refleks dan reaksi-reaksi otomatis, seperti misalnya bersin, berkedip karena sinar, dan sebagainya, dan yang ke dua adalah proses primer, seperti misalnya ketika orang lapar biasanya segera terbayang akan makanan; orang yang haus terbayang berbagai minuman. Bayangan-bayangan seperti itu adalah upaya-upaya yang dilakukan id untuk mereduksi ketegangan akibat meningkatnya energi psikis dalam dirinya. Cara-cara tersebut sudah tentu tidak dapat memenuhi kebutuhan. Orang lapar tentu tidak akan menjadi kenyang dengan membayangkan makanan. Orang haus tidak hilang hausnya dengan membayangkan es campur. Karena itu maka perlu (merupakan keharusan kodrat) adanya sistem lain yang menghubungkan pribadi dengan dunia objektif. Sistem yang demikian itu ialah Ego. 2) Ego Meski Id mampu melahirkan keinginan, namun ia tidak mampu memuaskannya. Subsistem yang kedua ego berfungsi menjembatani tuntutan Id dengan realitas di dunia luar. Ego merupakan mediator antara hasrat-hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan realistik. Ego-lah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasrat hewani manusia dan hidup sebagai wujud yang rasional (pada pribadi yang normal).

36 |

Ego adalah aspek psikologis dari kepribadian yang timbul karena kebutuhan manusia untuk berhubungan secara baik dengan dunia kenyataan. Orang lapar tentu perlu makan untuk menghilangkan ketegangan yang ada di dalam dirinya. Ini berarti bahwa individu harus dapat membedakan antara khayalan dengan kenyataan tentang makanan. Di sinilah letak perbedaan pokok antara id dan ego. Id hanya mengenal dunia subjektif (dunia batin), sementara ego dapat membedakan sesuatu yang hanya ada di dalam batin dan sesuatu yang ada di dunia luar (dunia objektif, dunia kenyataan). Lain dengan id, ego berpegang pada prinsip kenyataan (reality principle) dan berhubungan dengan proses sekunder. Tujuan prinsip realitas adalah mencari objek yang tepat sesuai dengan kenyataan untuk mereduksi ketegangan yang timbul di dalam diri. Proses sekunder ini adalah proses berpikir realistik. Dengan mempergunakan proses sekunder, Ego merumuskan sesuatu rencana untuk pemuasan kebutuhan dan mengujinya dengan suatu tindakan untuk mengetahui apakah rencananya itu berhasil atau tidak. Aktivitas Ego bisa sadar, pra sadar atau tak disadari. Namun untuk sebagian besar adalah disadari. Contoh aktivitas Ego yang disadari antara lain: persepsi lahiriah (saya melihat teman saya tertawa di ruang itu); persepsi batiniah (saya merasa sedih) dan berbagai ragam proses intelektual. Aktivitas pra sadar dapat dicontohkan fungsi ingatan (saya mengingat kembali nama teman yang tadinya telah saya lupakan). Sedangkan aktivitas tak sadar muncul dalam bentuk mekanisme pertahanan diri (defence mechanism), misalnya orang yang selalu menampilkan perangai temperamental untuk menutupi ketidakpercayadiriannya; ketidak-mampuannya atau untuk menutupi berbagai kesalahannya. Aktivitas Ego ini tampak dalam bentuk pemikiran-pemikiran yang objektif, yang sesuai dengan dunia nyata dan mengungkapkan diri melalui bahasa. Di sini, the pleasure principle dari Id diganti dengan the reality principle. Sebagai misal, ketika seseorang merasa lapar. Rasa lapar ini bersumber dari dorongan Id untuk fungsi menjaga kelangsungan hidup. Id tidak peduli apakah makanan yang dibutuhkan nyata atau sekadar angan-angan. Baginya, ia butuh makanan untuk memuaskan diri dari dorongan rasa lapar tersebut. Pada saat yang bersangkutan hendak memuaskan diri dengan mencari makanan, Ego mengambil peran. Ego berpendapat bahwa angan-angan tentang makanan tidak bisa memuaskan kebutuhan akan makanan. Harus dicari makanan yang benar-benar nyata. Selanjutnya, Ego mencari cara untuk mendapatkan makanan yang dimaksud. Menurut Freud, tugas pokok Ego adalah menjaga integritas pribadi dan menjamin penyesuaian dengan alam realitas. Selain itu, juga berperan memecahkan konflik-konflik dengan realitas dan konflik-konflik dengan keinginan-keinginan yang tidak cocok satu sama

37 |

lain. Ego juga mengontrol apa yang akan masuk ke dalam kesadaran dan apa yang akan dilakukan. Jadi, Fungsi Ego adalah menjaga integritas kepribadian dengan mengadakan sintesis psikis. 3) Super ego Super ego berfungsi mengontrol ego. Ia selalu bersikap kritis terhadap aktivitas ego, bahkan tak jarang menghantam dan menyerang ego. Superego ini termasuk ego, dan seperti ego ia mempunyai susunan psikologis lebih kompleks, tetapi ia juga memiliki perkaitan sangat erat dengan id. Superego dapat menempatkan diri di hadapan Ego serta memperlakukannya sebagai objek dan caranya kerapkali sangat keras. Bagi Ego sama penting mempunyai hubungan baik dengan Superego sebagaimana halnya dengan Id. Ketidakcocokan antara ego dan superego mempunyai konsekuensi besar bagi hidup psikis. Aktivitas Superego dapat berupa self observation, kritik diri, larangan dan berbagai tindakan refleksif lainnya. Superego terbentuk melalui internalisasi (proses memasukkan ke dalam diri) berbagai nilai dan norma yang represif yang dialami seseorang sepanjang perkembangan kontak sosialnya dengan dunia luar, terutama di masa kanak-kanak. Nilai dan norma yang semula asing bagi seseorang, lambat laun diterima dan dianggapnya sebagai sesuatu yang berasal dari dalam dirinya. Larangan, perintah, anjuran, cita-cita, dan sebagainya yang berasal dari luar (misalnya orangtua dan guru) diterima sepenuhnya oleh seseorang, yang lambat laun dihayati sebagai miliknya. Super ego berdasarkan nilai dan norma-norma yang berlaku di dunia eksternal, kemudian melalui proses internalisasi, nilai dan norma-norma tersebut menjadi acuan bagi perilaku yang bersangkutan. Super ego merupakan dasar moral dari hati nurani. Aktivitas super ego terlihat dari konflik yang terjadi dengan ego, yang dapat dilihat dari emosi-emosi, seperti rasa bersalah, rasa menyesal, juga seperti sikap observasi diri, dan kritik kepada diri sendiri. Konflik antara ego dan super ego, dalam kadar yang tidak sehat, berakibat timbulnya emosi-emosi seperti rasa bersalah, menyesal, rasa malu dan seterusnya. b. Dinamika Sistem Kepribadian Dalam perspektif aliran Freud, manusia dilihat sebagai sistem energi, dimana dinamika kepribadian berupa aktivitas mendistribusikan energi psikis kepada Id, Ego dan Superego. Tetapi pada manusia energi tersebut terbatas, maka satu diantara tiga sistem itu memegang kontrol atas energi yang ada, dengan mengorbankan dua sistem lainnya. Jadi kepribadian manusia itu sangat ditentukan oleh energi psikis yang menggerakkan.

38 |

Untuk lebih jelasnya sistem kerja ketiga struktur kepribadian manusia tersebut adalah: Pertama, Id merupakan sistem kepribadian yang orisinil, dimana ketika manusia itu dilahirkan ia hanya memiliki Id saja, karena ia merupakan sumber utama dari energi psikis dan tempat timbulnya instink. Id tidak memiliki organisasi, buta, dan banyak tuntutan dengan selalu memaksakan kehendaknya. Aktivitas Id dikendalikan oleh prinsip kenikmatan dan proses primer. Kedua, Ego mengadakan kontak dengan dunia realitas yang ada di luar dirinya. Di sini Ego berperan sebagai eksekutif yang memerintah, mengatur dan mengendalikan kepribadian, sehingga prosesnya persis seperti polisi lalu-lintas yang selalu mengontrol jalannya Id, Super ego dan dunia luar. Ia bertindak sebagai penengah antara instink dengan dunia di sekelilingnya. Ego ini muncul disebabkan oleh kebutuhan-kebutuhan dari suatu organisme, seperti manusia lapar butuh makan. Jadi lapar adalah kerja Id dan yang memutuskan untuk mencari dan mendapatkan serta melaksanakan itu adalah kerja Ego. Ketiga, Super ego adalah yang memegang keadilan atau sebagai filter dari kedua sistem kepribadian, sehingga tahu benar-salah, baik-buruk, boleh-tidak dan sebagainya. Di sini Super ego bertindak sebagai sesuatu yang ideal, yang sesuai dengan norma-norma moral masyarakat. Perilaku manusia untuk sebagian besar ditentukan oleh mekanisme masing-masing struktur. Pembentukan kepribadian akibat mekanisme tersebut secara global adalah: 1) apabila rasa Id-nya menguasai sebagian besar energi psikis itu, maka pribadinya akan bertindak primitif, impulsif dan agresif dan ia akan mengumbar impuls-impuls primitifnya, 2) apabila rasa Ego-nya menguasai sebagian besar energi psikis itu, maka pribadinya bertindak dengan cara-cara yang realistik, logis, dan rasional, dan 3) apabila rasa Super ego-nya menguasai sebagian besar energi psikis itu, maka pribadinya akan bertindak pada hal-hal yang bersifat moralitas, mengejar hal-hal yang sempurna yang kadang-kadang irasional.

1)

Dinamika Kepribadian Dalam Psikoanalisa a) Instink: Sumber perangsang somatis dalam yang dibawa sejak lahir. Terdiri dari: (1) (2) b) c) Instink hidup (lapar, haus, seks) Instink mati (bersifat destruktif)

Keinginan (Wish): Perangsang psikologis. Kebutuhan (Need): Perangsang jasmani.

39 |

2)

Mekanisme Pertahanan Diri a) Represi: Penekanan peristiwa traumatik ke dalam alam bawah sadar. Diakibatkan oleh pengaruh terhadap fungsi fisiologis, denial, dan pemindahan obyek. b) Proyeksi: Mengubah ketakutan neuritis dan moral menjadi ketakutan realistis. Hal ini dilakukan karena pada dasarnya ketakutan neuritis dan moral asalnya disebabkan karena ketakutan akan hukuman dari luar. c) Pembentukan Reaksi (Reaksi Formasi): Penggantian impuls atau perasaan yang

menimbulkan ketakutan atau kecemasan dengan lawannya di dalam kesadaran. d) Fiksasi: Fiksasi dilakukan karena seseorang takut melangkah ke fase berikutnya. e) Regresi: Regresi terjadi apabila seseorang mengalami peristiwa traumatik, lalu ia kembali ke fase yang lebih awal dimana ia merasa aman dan terlindungi. f) Rasionalisasi: Sering dimaksudkan sebagai usaha individu untuk mencari-cari alasan yang dapat diterima secara sosial untuk membenarkan perilakunya yang buruk. Misalnya, seorang anak yang sering terlambat datang ke sekolahnya, lalu menggunakan alasan jalanan yang selalu macet. g) Denial: Bila individu diliputi stres yang kuat dan lama serta terus-menerus, seseorang cenderung mengelak baik secara fisik atau menggunakan cara yang tidak langsung. h) Isolasi: Isolasi adalah situasi dimana seseorang cenderung mengisolasi dirinya dari lingkungannya dan tidak melakukan apapun dengan tujuan melindungi diri agar tidak disakiti lagi. 2. Teori Behavioristik a. Teori Kepribadian Behavioristik Teori behavioristik pada mulanya dikembangkan oleh psikolog Rusia yang bernama Ivan Pavlav (tahun 1900-an), dengan teorinya yang dikenal dengan istilah pengkondisian klasik (clasical conditioning). Kemudian teori behavioristik ini dikembangkan oleh beberapa ahli, diantaranya Edward Thorndike, B.F. Skinner,dan Gestalt.

40 |

Dalam teori behavioristik hanya menganalisa perilaku yang nampak, dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Pengulangan dan pelatihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi sebuah kebiasaan. Teori Behavioristik ini juga dikenal dengan nama teori belajar karena seluruh perilaku manusia adalah hasil dari belajar yaitu perubahan perilaku manuasia akibat dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. Teori behavioristik (teori belajar) tidak mau mempersoalkan apakah manusia itu baik atau jelek, rasional atau emosional, tetapi teori behavioristik hanya ingin mengetahui bagaimana perilaku itu dikendalikan oleh lingkungan. Ciri dari teori behavioristik adalah lebih mengutamakan bagian-bagian kecil, menekankan peranan lingkungan, mementingkan pembentukan reaksi atau respon, menekankan pentingnya latihan, bersifat mekanistis, mementingkan mekanisme hasil belajar, mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan. Teori ini sering disebut sebagai teori S-R Psikologis, maksudnya bahwa tingkah laku manusia itu ditentukan olah reward dan penguatan atau reinforcement dari lingkungan. Dengan demikian, dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioural dengan stimulusnya. b. Tokoh-Tokoh Teori Behavioristik 1) Edward Lee Thorndike (1874-1949) Menurut Edward Lee Thorndike, belajar merupakan proses terbentuknya asosiasiasosiasi antara peristiwa-peristiwa yang disebut dengan stimulus (S) dan respon (R). Stimulus adalah rangsangan yang berasal dari lingkungan eksternal yang menyebabkan seseorang melakukan aksi, sedangkan respon adalah segala tingkah laku yang disebabkan karena adanya rangsangan (stimulus). Dari percobaan yang dilakukan oleh Edward Lee Thorndike, yaitu dengan memasukkan seekor kucing lapar ke dalam sangkar (puzzle box) dapat diketahui bahwa supaya tercapai hubungan antara stimulus dan respon perlu adanya pemilihan yang tepat atas respon melalui trial (percobaanpercobaan) dan error (kegagalan-kegagalan) terlebih dahulu. Trial and error learning atau selecting and connecting learning merupakan bentuk paling dasar dari belajar. Teori yang dikemukakan oleh Edward Lee Thorndike juga dikenal dengan teori belajar koneksionisme atau teori asosiasi. Karena sumbangan-sumbangannya yang sangat besar dalam dunia pendidikan, maka Edward Lee Thorndike dinobatkan sebagai salah satu pelopor dalam psikologi pendidikan.

41 |

Dalam percobaan yang dilakukan oleh Thorndike, seekor kucing lapar yang diletakkan di dalam sangkar tertutup dimana pintunya dapat terbuka secara otomatis apabila knop yang terletak di dalam sangkar tersebut tersentuh. Teori tersebut menghasilkan teori trial and error learning atau selecting and connecting learning yaitu bahwa belajar itu terjadi dengan cara coba-coba dan berbuat salah. Setiap respon akan menimbulkan suatu stimulus dan stimulus tersebut akan menimbulkan respon yang baru, selanjutnya respon yang baru tadi juga akan menghasilkan stimulus yang baru lagi, begitu seterusnya. Dalam percobaan tersebut diluar sangkar diletakkan makanan, sehingga kucing tersebut berusaha untuk mendapatkan makanan itu dengan meloncat kesana-kemari dan akhirnya tersentuhlah knop dalam sangkar tesebut dan pintu dari sangkar tersebut dapat terbuka. Setelah kurang lebih 12 kali percobaan kucing tersebut baru menyadari bahwa jika ia ingin keluar dari sangkar tersebut, maka ia harus menyentuh knop tersebut. Dari percobaannya tersebut Thorndike menemukan hukum-hukum sebagai berikut: a) Hukum Kesiapan (Law of Readiness) Hukum ini mengemukakan bahwa jika suatu organisme didukung oleh kesiapan yang kuat untuk memperoleh stimulus maka pelaksanaan tingkah laku akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosiasi cenderung diperkuat. Ada beberapa masalah dalam hukum kesiapan, di antaranya adalah: 1) Jika seseorang telah merasa puas dengan suatu tindakan yang

dilakukannya, maka ia cenderung tidak akan melakukan tindakan yang lain. 2) Adalah apabila seseorang ada kecenderungan untuk bertindak, tetapi ia tidak melakukannya maka ia tidak akan merasa puas. Akibatnya ia melakukan tindakan lain untuk mengurangi atau meniadakan

ketidakpuasannya tadi. 3) Adalah apabila seseorang tidak ada kecenderungan bertindak, tetapi dia melakukannya maka juga muncul ketidakpuasan. Akibatnya ia akan melakukan tindakan lain untuk mengurangi ketidakpuasannya atau untuk menghilangkan ketidakpuasannya tersebut. b) Hukum Latihan (Law of Exercises) Hukum ini mengemukakan bahwa semakin sering sesuatu itu dilatih atau digunakan, maka asosiasi tersebut semakin kuat, sedangkan apabila sesuatu itu akan semakin melemah apabila tidak dilanjutkan atau dihentikan.

42 |

c)

Hukum Akibat (Law of Effect) Menerangkan bahwa hubungan stimulus dan respon cenderung diperkuat apabila

akibatnya menyenangkan, dan diperlemah apabila akibatnya tidak memuaskan. Koneksi antara kesan panca indera dengan kencederungan menguat atau melemah tergantung dari hasil yang telah dilakukan. Sebagai contoh misalkan seorang anak akan mendapatkan pujian dari gurunya apabila ia mengerjakan PR dan sebalikknya ia akan mendapatkan hukuman apabila tidak mengerjakan PR. Kecenderungan mengerjakan PR akan membentuk sikapnya. Menurut Thorndike prinsip proses belajar binatang pada dasarnya dalah sama dengan proses belajar pada manusia, walaupun hubungan antara situasi dan perbuatan pada binatang tanpa diperantarai oleh pengertian. 2) Ivan Petrovich Pavlo (1849-1936) Teori behavioristik yang dikemukakan oleh Ivan Petrovich Pavlo lebih dikenal dengan teori clasical conditioning. Pavlo hendak menekankan bahwa tidak semua stimulus dapat dianggap sebagai variabel antisenden dari peristiwa belajar. Stimulus yang tidak menyebabkan timbulnya suatu tindakan (aktivitas) tersebut disebut dengan stimulus fisiologis terutama melalui sistem reseptor. Stimulus fisiologis biasanya hanya akan menghasilkan refleks dan diperlukan stimulus terkondisi untuk merubah refleks tersebut menjadi aktivitas belajar. Jadi respon belajar hanya akan terjadi dalam apabila stimulus terkontrol dan terkondisi. Pavlo melakukan percobaan dengan menggunakan seekor anjing, karena ia

menganggap binatang memiliki kesamaaan dengan manusia, walaupun sebenarnya ada banyak perbedaannnya. Ia mengadakan percobaan dengan melakukan operasi leher pada seekor anjing sehingga kelenjar air liurnya kelihatan. Apabila diperlihatkan makanan maka air liur dari anjing itu akan keluar. Kemudian setelah itu, sebelum makanan diperlihatkan terlebih dahulu sinar merah yang diperlihatkan, lama kelamaan dengan hanya diperlihatkan sinar merah saja air liur pun bisa keluar. Makanan merupakan rangsangan wajar, sedangkan sinar merah adalah rangsangan buatan. Dengan demikian bahwa rangsangan buatanpun dapat

menimbulkan syarat (kondisi) untuk timbulnya air liur pada anjing tersebut. Peristiwa ini disebut dengan refleks bersyarat atau conditioned respon. Tanpa kita sadari kondisi diatas juga dapat diterapkan pada manusia, sebagai contoh seorang pelajar yang mendengar bunyi penjual es krim pada waktu istirahat

43 |

sekolah, kemudian ia membeli dan menikmati es krim itu, lama kelamaan apabila ia mendengar suara penjual es krim itu ia akan teringat akan kelezatan es krim tersebut dan timbul keinginan untuk membelinya. Contoh lain adalah bunyi bel di kelas atau di bank, tanpa disadari kita akan dapat membedakan apakah bel tersebut bel istirahat, ganti pelajaran, atau bel pulang sekolah. Dengan menerapkan strategi Pavlov, ternyata individu dapat dikendalikan dengan mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan, sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya. Dari percobaan yag dilakukan oleh pavlov tersebut, menghasilkan beberapa hukum belajar diantaranya: a) Law of Respondent Conditioning yakni hukum pembiasaan yang dituntut. Jika dua

macam stimulus dihadirkan secara simultan (yang salah satunya berfungsi sebagai reinforcer), maka refleks dan stimulus lainnya akan meningkat. b) Law of Respondent Extinction yakni hukum pemusnahan yang dituntut. Jika refleks

yang sudah diperkuat melalui Respondent conditioning itu didatangkan kembali tanpa menghadirkan reinforcer, maka kekuatannya akan menurun. 3) John Watson (1878-1958) Pada tahun 1919 psikolog kebangsaan Amerika Serikat J.B. Watson dalam bukunya Psychology from the Standpoint of a Behaviorist mengkritisi metode instropeksi yang hanya memusatkan perhatian pada perilaku yang ada atau berasal dari nilai-nilai dalam diri pakar psikologi itu sendiri. Karya-karya watson kebanyakan bersifat komparatif yaitu membandingkan perilaku-perilaku berbagai macam hewan. Watson berprinsip hanya menggunakan eksperimen sebagai satu-satunya metode untuk mempelajari kesadaran, ia juga mempelajari penyesuaian organisme terhadap lingkungannya khususnya yang

menyebabkan organisme tersebut memberikan respon. Ia melakukan percobaan dengan seorang balita yang semula tidak takut terhadap tikus. Ketika balita tersebut memegang tikus, Watson mengeluarkan suara keras yang menyebabkan balita tersebut takut, baik kepada suara keras maupun kepada tikus. Akhirnya tanpa ada suara keraspun balita tersebut takut kepada tikus. Dari eksperimen tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa clasical conditioning dapat menyebabkan fobia yaitu ketakutan yang tidak rasional dan berlebihan terhadap

44 |

objek-objek atau peristiwa tertentu. Sehingga sekarang pakar psikologi modern dapat memahami bahwa clasical conditioning dapat menjelaskan beberapa respon emosional seperti kebahagiaan, kesukaan, kecemasan, dan kemarahan yaitu karena orang tersebut mengalami stimulus khusus. 4) B. F. Skinner Burrhus Frederic Skinner merupakan penganut psikologi modern, yang

menggunakan pendekatan behavioristik untuk menerangkan tingkah laku. Pada tahun 1938, ia menerbitkan sebuah buku yang berjudul The Behavior of Organism. Buku ini menjadi inspirasi diadakannya sebuah konferensi tahunan dengan tema pada saat itu The Experimental an Analysis of Behavior. B. F. Skinner dikenal sebagai tokoh Behavioristik dengan pendekatan model instruksi langsung dan ia berpendapat bahwa perilaku itu dikontrol melalui proses opperant conditioning. Di sini Skinner menerangkan bahwa tingkah laku organisme itu dapat dikontrol dengan memberikan reinforcement yang tepat. Pelaksanaan teori operant conditioning Skinner dalam beberapa hal lebih fleksibel jika dibandingkan dengan conditioning classics. Untuk memodifikasi suatu perilaku maka perlu adanya proses penguatan yaitu dengan memberi penghargaan terhadap perilaku yang diinginkan dan tidak memberikan apapun terhadap perilaku yang tidak diinginkan, hal ini sering disebut sebagai manajemen kelas. Skinner mendefinisikan operant conditioning sebagai proses perilaku operant (penguatan positif atau negatif) yang dapat menyebabkan perilaku tersebut timbul/diulangi lagi atau tidak muncul lagi sesuai dengan apa yang diinginkan. Asas pengkodisian operan Skinner di mulai pada tahun 1930-an, pada waktu keluarnya teori S-R. Skinner tidak sependapat dengan teori S-R dan penjelasan refleks bersyarat dimana stimulus memiliki sifat-sifat kekuatan yang tidak mengendur. Menurut Skinner penjelasan terjadinya perubahan tingkah laku tidak lengkap untuk menjelaskan bagaimana organisme berinteraksi dengan lingkungan. Banyak tingkah laku yang menghasilkan perubahan atau konsekuensi pada lingkungan yang berpengaruh pada organisme dan dengan begitu kemungkinan akan mengubah organisme dalam memberikan respon. Tidak seperti halnya teoritikus-teoritikus S-R lainnya, Skinner menghindari kontradiksi yang ditampilkan oleh model kondisioning klasik dari Pavlov dan kondisioning instrumental dari Thorndike. Ia mengajukan suatu paradigma yang mencakup kedua jenis

45 |

respon itu dan berlanjut dengan mengupas kondisi-kondisi yang bertanggung jawab atas munculnya respons atau tingkah laku operan. Skinner melakukan sebuah percobaan dengan memasukkan seekor tikus lapar kedalam kotak yang disebut dengan Skiner Box, dimana dalam kotak tersebut dilengkapi dengan berbagai peralatan yaitu tombol, alat pemberi makanan, penampung makanan, lampu yang dapat diatur nyalanya, dan lantai yanga dapat dialir listrik. Karena dorongan lapar, maka tikus tersebut bergerak kesana kemari dan akhirnya menyentuh tombol, makanan terus keluar. Setelah itu secara terjadwal tikus tersebut diberikan makanan sesuai dengan peningkatan perilaku yang ditunjukkan, proses ini disebut dengan istilah shapping. Dari percobaan tersebut Skinner kemudian menyimpulkan bahwa unsur terpenting dari belajar adalah penguatan, maksudnya adalah pengetahuan yang terbentuk melalui stimulus dan respon akan semakin kuat apabila diberi penguatan. Penguatan ada dua yaitu: a) penguatan positif adalah penguatan dengan prinsip bahwa frekuensi respon akan

meningkat dikarenakan adanya stimulus yang mendukung. Penguatan positif dapat berupa pemberian hadiah, penghargaan, kenaikan pangkat atau gaji, atau perilaku yang menyenangkan misalnya senyum. b) penguatan negatif adalah penguatan berdasarkan prinsip bahwa frekuensi respon

akan meningkat apabila stimulus yang merugikan dihilangkan. Penguatan negatif ini dapat berupa penundaan atau tidak memberi penghargaan, memberikan tugas tambahan dan menunjukkan perilaku yang tidak senang. Berikut adalah contoh dari konsep penguatan positif, negatif, dan hukuman (J.W Santrock, 274):

Tabel II. 1 konsep penguatan positif, negatif, dan hukuman Jenis Perilaku Penguatan Penguatan Murid mengajukan Positif pertanyaan yang bagus Penguatan Murid Negatif menyerahkan PR tepat waktu Hukuman Murid mencela guru Extinction Murid tidak mengerjakan PR Konsekuensi Guru memuji murid Perilaku kedepan Murid lebih banyak mengajukan pertanyaan.

Guru berhenti menegur Murid semakin sering murid menyerahkan PR tepat waktu Guru langsung Murid berhenti mencela menghajar murid guru Guru tidak memberikan Murid akhirnya sadar dan reaksi dan cenderung mengerjakan PR acuh kepada murid

46 |

Baik dalam penguatan positif maupun negatif, konsekuensi akan meningkatkan perilaku. Sedangkan dalam hukuman, konsekuensi akan menyebabkan perilaku yang berkurang. Skinner berpendapat bahwa pemberian hukuman harus dihindari karena adanya hasil sampingan yang bersifat emosional dan tidak menjamin timbulnya tingkah laku positif yang diinginkan. Analisa yang dilakukan Skinner tersebut di atas meliputi peran penguat berkondisi dan alami, penguat positif dan negatif, dan penguat umum. Jadwal pemberian reinforcement dibagi menjadi empat waktu yaitu: a) Fixed Interval Schedule Reward akan diberikan setiap interval tertentu, misalnya pegawai yang mendapatkan uang mingguan diluar gaji pokoknya. b) Fixed Ratio Schedule Reward akan diberikan dalam janka waktu tertentu, misalnya seorang sales akan mendapatkan bonus setiap kali ia berhasil menjual 10 (sepuluh) produk. c) Variabel Interval Schedule Reward diberikan ditengah-tengah waktu interval, namun waktu interval ini dapat bervariasi (waktunya tidak selalu sama). Misalnya seorang penjual jasa asuransi akan mendapatkan reward apabila customer-nya membayar asuransinya dimana waktunya kadang bisa bergeser (tidak tepat waktu). d) Variabel Interval Schedule Reward akan diberikan di tengah-tengah jadwal pemberian reward. Misalnya sales di berikan reward ketika ia mampu menjual 5 buah produk, dari 10 produk yang akan dijual. 5) Albert Bandura (1925-sekarang) Bandura lahir pada tanggal 4 Desember 1925 di Mondare Alberta berkebangsaan Kanada. Ia merupakan psikolog yang terkenal dengan teori belajar sosial atau kognitif sosial dan efikasi diri. Penelitiannya yang terkenal adalah bobo dol yang menyatakan bahwa anak akan meniru secara persis perilaku agresif orang dewasa disekitarnya. Badura mengungkapkan tidak semua perilaku dapat diungkapkan dengan pelaziman. Ia mempermasalahkan pemberian ganjaran dan hukuman dalam proses belajar. Teori belajar sosial dan efeksi diri menunjukkan pentingnya mengamati dan meniru perilaku, sikap, dan emosi orang lain. Teori Bandura menjelaskan perilaku manusia dalam konteks interaksi tingkah laku timbal balik yang berkesinambungan antara kognitif perilaku dan pengaruh lingkungan.

47 |

Behavioristik sulit untuk menjelaskan mengenai motivasi, behavioristik hanya melihat peristiwa eksternal saja, sedangkan mengenai perasaan dan pikiran tidak menarik untuk mereka pelajari. 3. Teori Kepribadian Humanistik Beberapa psikolog pada waktu yang sama tidak menyukai uraian aliran psikodinamika dan behavioristik tentang kepribadian. Mereka merasa bahwa teori-teori ini mengabaikan kualitas yang menjadikan manusia itu berbeda dari binatang, seperti misalnya mengupayakan dengan keras untuk menguasai diri dan merealisasi diri. Di tahun 1950-an, beberapa psikolog aliran ini mendirikan sekolah psikologi yang disebut dengan humanisme. Psikolog humanistik mencoba untuk melihat kehidupan manusia sebagaimana manusia melihat kehidupan mereka. Mereka cenderung untuk berpegang pada perspektif optimistik tentang sifat alamiah manusia. Mereka berfokus pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional untuk dalam mengendalikan hasrat biologisnya, serta dalam meraih potensi maksimal mereka. Dalam pandangan humanistik, manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka. Teori kepribadian humanistik dipelopori oleh Abraham Maslow yang juga dianggap sebagai bapak dari teori ini. Teori humanistik merupakan salah satu yang terbesar dari teoriteori mengenai tingkah laku manusia. Berikut uraian tentang prinsip dan konsep dasar dari teori kepribadian humanistik. a. Ajaran dan Dasar Psikologi Humanistik 1) Individu sebagai satu kesatuan dan bersifat menyeluruh Maslow menganut prinsip holistik, yaitu sebuah prinsip yang meyakini suatu fenomena atau gejala itu hanya bisa dipelajari jika bersifat menyeluruh dan bersifat integral. Untuk itulah, teori kepribadian humanistik mengemukakan bahwa manusia atau individu itu harus dipelajari dengan dan secara menyeluruh, bukan memisahkannya menjadi beberapa elemen. Pernyataan ini dapat dianalogikan bahwa kita mempelajari hutan (menyeluruh) bukan hanya pohon-pohon. Maka dalam teorinya, Maslow menyatakan bahwa motivasi itu mempengaruhi individu secara keseluruhan, bukan hanya bagian-bagian tertentu saja. Semisal ketika kita lapar, yang menyebabkan dorongan (motivasi) itu bukan hanya perut, melainkan diri kita (manusia). Makanan memuaskan kita, bukan perut kita.

48 |

2)

Ketidakrelevanan penyelidikan dengan hewan Pada dasarnya, ajaran dalam teori ini menentang teori behaviorisme yang

menyelidiki tingkah laku hewan untuk mengetahui tingkah laku manusia. Maslow mengingatkan bahwa ada perbedaan yang mendasar antara manusia dengan hewan, karena manusia lebih dari sekedar hewan. Ketidakrelevanan ini disebabkan karena dapat mengabaikan ciri khas yang melekat pada manusia seperti nilai-nilai, gagasan, ide yang kesemuanya itu dapat menciptakan suatu yang baru. Ajaran ini didukung oleh fakta dengan tidak adanya ahli kepribadian tikus, kucing atau yang lain, yang ada hanyalah ahli kepribadian manusia. Hanya manusia lah yang dapat dijadikan subjek untuk memahami tingkah laku manusia, bukan hewan ataupun sesuatu yang lain. 3) Pembawaan baik manusia Ajaran lain dari teori ini menyatakan bahwa manusia pada dasarnya adalah baik. Adapun kejahatan atau keburukan yang ada dalam diri manusia itu disebabkan karena pengaruh lingkungan yang buruk, bukan bawaan. 4) Potensi kreatif manusia Kreativitas merupakan ajaran yang penting dalam teori kepribadian humanistik. Potensi kreatif adalah potensi umum yang pasti dimiliki setiap individu. Maslow yakin bahwa orang yang memiliki kesempatan dan berada dalam lingkungan yang memungkinkan akan dapat mengungkapkan segenap potensinya dengan kreativitasnya. Untuk menjadi kreatif, tidak perlu memiliki bakat atau kemampuan khusus. Bagi Maslow, kreativitas adalah bagaimana seseorang itu mampu mengekspresikan dirinya untuk menjadi apa yang dia inginkan. b. Teori Kebutuhan Bertingkat Abraham Maslow, juga dikenal karena teori kebutuhan bertingkat yang digagasnya. Menurut Maslow, tingkah laku manusia dapat dipahami dengan melihat kecenderungan manusia untuk mencapai tujuan yang diharapkan sehingga ia dapat mendapat kepuasan. Menurut Maslow, manusia itu tidak akan pernah merasa puas sepenuhnya, karena kepuasan itu bersifat sementara. Artinya, ketika seseorang itu salah satu kebutuhannya telah terpenuhi dan terpuaskan, maka ia akan menuntut kebutuhan yang lain untuk dipenuhi dan dipuaskan, begitu seterusnya.

49 |

Dalam hal ini, Maslow membagi kebutuhan manusia menjadi lima tingkatan.

Kelima kebutuhan bertingkat yang dimaksud adalah sebagai berikut: 1) Kebutuhan fisiologis Adalah sekumpulan kebutuhan dasar yang paling penting untuk segera dipenuhi karena terkait dengan kelangsungan hidup manusia, seperti makanan, udara, air dan yang lain. Jika kebutuhan ini belum terpenuhi, maka individu tidak akan tergerak untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang di atasnya. Sebagai contoh, ketika kita lapar, maka kita tidak akan tergerak untuk belajar atau melakukan hal lain, hasrat kita saat itu ingin segera memperoleh makanan secepatnya. Kebutuhan fisiologis terutama kebutuhan akan makanan adalah salah satu aspek penting untuk memahami tingkah laku manusia. Efek dari kelaparan atau kekurangan itu sungguh berpengaruh terhadap tingkah laku individu atau manusia, salah satunya ditunjukkan oleh moral yang menurun, seperti mencuri. Dengan demikian, tidak bisa dipungkiri bahwa kebutuhan ini menjadi pendorong dan berpengaruh kuat terhadap tingkah laku manusia dan manusia akan memenuhinya terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang lebih tinggi. 2) Kebutuhan akan rasa aman Menurut Maslow adalah suatu kebutuhan yang mendorong individu untuk memperoleh ketentraman, kenyamanan dan keteraturan dari keadaan lingkungan sekelilingnya. Maslow mengatakan bahwa kebutuhan ini sangat nyata dan bisa dilihat pada seorang bayi. Seorang bayi misalnya, apabila mendengar halilintar akan memberikan respon ketakutan. Tapi di kemudian hari, dengan belajar dan

50 |

pengalamannya, maka ia akan tahu bahwa itu bukan sesuatu yang membahayakan sehingga ia tidak perlu takut. Dari contoh di atas, dapat dikatakan bahwa faktor belajar atau pengalaman itu dapat mempengaruhi penurunan urgensi tingkat kebutuhan rasa aman. Sebaliknya, peningkatan urgensi kebutuhan rasa aman bisa juga terjadi disebabkan faktor pengalaman. Sebagai contoh anak yang mengalami suatu trauma, maka ia akan mendorong dirinya untuk memperoleh rasa aman yang berlebih. 3) Kebutuhan akan cinta dan rasa memiliki Adalah kebutuhan yang mendorong individu untuk mengadakan interaksi dan ikatan emosional dengan individu yang lain, baik di lingkungan keluarga atau masyarakat. Individu akan mengalami keterasingan, kesepian apabila keluarga, teman atau pasangan hidup meninggalkannya. Ia akan mengalami penderitaan dalam hidupnya. Tapi bagi sebagian orang, dalam kesepiannya, ia bisa memunculkan suatu kreativitas. Maslow menekankan bahwa kebutuhan ini mencakup keinginan untuk mencintai dan dicintai. Menurut Maslow, kedua hal ini merupakan syarat terciptanya perasaan yang sehat. Tanpa cinta, seseorang akan dikuasai rasa kebencian, tak berharga dan kehampaan. 4) Kebutuhan akan rasa harga diri Maslow membagi kebutuhan ini menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah penghargaan yang berasal dari diri individu, yang mencakup rasa percaya diri, berkompetisi, kemandirian serta kebebasan. Individu ingin yakin bahwa dirinya berharga serta mampu mengatasi segala tantangan dalam hidupnya. Bagian kedua adalah penghargaan dari orang lain diantaranya prestasi, pujian atau hadiah. Terpuaskannya kebutuhan ini akan menghasilkan rasa percaya diri, bahwa dirinya berharga serta berguna. Sebaliknya, jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka individu akan frustasi, pesimis, merasa dirinya tak berharga. Maslow menyatakan bahwa rasa harga diri yang sehat adalah hasil dari individu yang bersangkutan atau pencapaiannya, bukan berdasar pada keturunan atau pun opini orang lain. Dan Maslow menyebutnya sebagai bahaya psikologis jika seseorang hanya mendasarkan dirinya pada opini orang lain. Namun dalam kebutuhan ini, seseorang dapat kembali pada kebutuhan sebelumnya (kebutuhan akan rasa cinta dan memiliki) dikarenakan hilangnya kebutuhan ini. Misalnya suami yang terus sibuk bekerja (kebutuhan akan rasa harga diri) sehingga hampir tidak pernah memperhatikan istrinya dan akibatnya sang istri pun

51 |

meninggalkannya. Maka, ia pun akan kembali berusaha untuk mendapatkan rasa cinta itu dengan mengurangi frekuensi pekerjaannya. 5) Kebutuhan aktualisasi diri Kebutuhan untuk aktualisasi diri merupakan kebutuhan yang tertinggi dalam teori Maslow. Kebutuhan ini muncul setelah kebutuhan-kebutuhan dibawahnya telah terpenuhi. Tanda dari aktualisasi diri menurut Maslow adalah hasrat individu mengungkapkan segala potensi yang dimilikinya untuk menjadi apa yang dia inginkan. Maslow menegaskan bahwa aktualisasi diri bukan hanya berbentuk penciptaan karyakarya atau hasil dari kemampuan-kemampuan khusus. Aktualisasi diri itu juga mencakup usaha keras individu seperti halnya orang tua, mahasiswa atau buruh yang berusaha membuat yang terbaik serta bekerja dengan keras sesuai dengan bidang masing-masing. Bentuk pengaktualisasian diri tiap orang berbeda karena adanya perbedaan-perbedaan individual. Bagi Maslow, hanya sedikit orang yang bisa mengaktualisasikan dirinya secara sempurna, karena proses ini tidaklah mudah dan banyak sekali hambatan. Hambatan pertama datang dari individu yang berupa ketidaktahuan, keraguan bahkan rasa takut untuk mengungkapkan potensinya. Sedangkan hambatan kedua berasal dari lingkungan yang tidak mendukung. Intinya, aktualisasi diri itu memungkinkan apabila terdapat lingkungan yang menunjang. Hambatan terakhir adalah kebutuhan rasa aman yang terlalu kuat. Ketika ia akan mengaktualisasikan diri, ia akan terbayang hal-hal yang menakutkan dan mencekam setelahnya atau adanya suatu tanggung jawab yang takut ia emban sehingga ia pun bergerak mundur, kembali pada keadaan menuntut rasa aman. c. Motif Kekurangan dan Motif Pertumbuhan Sebagai tambahan atas konsep kebutuhan bertingkatnya, Maslow membagi motifmotif manusia menjadi dua bagian, yaitu motif kekurangan dan motif pertumbuhan. Motif kekurangan mencakup kebutuhan-kebutuhan fisiologis dan rasa aman. Motif kekurangan ini menurut Maslow menjadi penentu yang mendesak bagi tingkah laku manusia. Maslow menyebutkan lima ciri-ciri dari motif kekurangan, sebagaimana berikut: 1) Ketiadaan pemuasnya membuat sakit (Contoh, ketika seseorang lapar, dan tidak mendapatkan makanan, maka ia akan jatuh sakit) 2) Adanya pemuas itu dapat mencegah sakit (dengan makan makanan, orang yang lapar tidak menjadi sakit) 3) Adanya pemuas itu menyembuhkan penyakit (tidak ada obat bagi rasa lapar kecuali makanan)

52 |

4)

Dalam kondisi memilih, motif kekurangan akan lebih diutamakan (Contoh: seseorang yang lapar akan lebih memilih makanan daripada baju)

5)

Motif-motif kekurangan tidak begitu dominan pada orang sehat Sebaliknya, motif-motif pertumbuhan mendorong individu untuk mengungkapkan

segala potensi yang dimilikinya. Selain itu, motif ini juga dapat memberi semangat hidup. Adanya motif-motif pertumbuhan bukan berarti menyertakan suatu perbaikan pada motif kekurangan. Motif-motif pertumbuhan dapat menjadi sasaran utama setelah motif-motif kekurangan telah terpuaskan atau terpenuhi. Misalnya ketika seseorang mempelajari otomotif, ia tidak akan tergerak melakukan hal itu sebelum menghilangkan rasa laparnya. Selanjutnya, Maslow mengatakan bahwa motif pertumbuhan adalah bersifat naluriah, seperti halnya motif-motif kekurangan. Oleh karenanya, motif-motif pertumbuhan harus terpuaskan jika ingin kesehatan psikologis terpelihara dan mencapai perkembangan yang maksimal. Jika tidak terpuaskan, maka seseorang akan sakit secara psikologis. Penyakit yang muncul akibat tidak terpuaskannya motif-motif pertumbuhan oleh Maslow disebut metapologi. Di bawah ini adalah contoh motif pertumbuhan dan metapologi yang mungkin muncul.

Tabel II. 2 Motif Pertumbuhan dan Metapologi Motif pertumbuhan Kebenaran Keadilan Semangat Motif kekurangan Skeptisisme, kehilangan kepercayaan Ketidakadilan, egosentrisme Kehilangan semangat hidup, depresi

d. Aktualisasi Diri Sebagai Corak Kehidupan Ideal Dalam teori kepribadian humanistik, pencapaian aktualisasi diri merupakan penggambaran yang sempurna dari corak kehidupan yang ideal. Manusia yang telah mencapainya akan dapat melihat serta memahami makna kehidupan yang sebenarnya. Tentu saja untuk mencapai hal ini, membutuhkan waktu yang tak sedikit disamping adanya hambatan serta rintangan yang harus dihadapi. Selain itu, dapat dikatakan bahwa pencapaian aktualisasi diri ini melahirkan individu yang mampu memandang realita dengan pikiran yang luas dan menyeluruh

53 |

Selain Abraham Maslow, Tokoh yang memiliki peran dalam perkembangan teori kepribadian adalah Carl Rogers. Carl Rogers memandang kepribadian dalam tiga hal yang saling mendukung dalam membentuk kepribadian. a. Struktur kepribadian Rogers lebih mementingkan dinamika dari pada struktur kepribadian. Namun demikian ada tiga komponen yang dibahas bila bicara tentang struktur kepribadian menurut Rogers, yaitu : organisme, medan fenomena, dan self. 1) Organisme, mencakup: a) Makhluk hidup Organisme adalah makhluk lengkap dengan fungsi fisik dan psikologisnya, tempat semua pengalaman dan segala sesuatu yang secara potensial terdapat dalam kesadaran setiap saat. b) Realitas subjektif Organisme menanggapi dunia seperti yang diamati atau dialaminya. Realitas adalah medan persepsi yang sifatnya subjektif, bukan benar-salah. c) Holisme Organisme adalah kesatuan sistem, sehingga perubahan pada satu bagian akan mempengaruhi bagian lain. Setiap perubahan memiliki makna pribadi atau bertujuan, 2) yakni tujuan mengaktualisasi, mempertahankan, dan

mengembangkan diri. Medan fenomena (Phenomenal field) Rogers mengartikan medan fenomena sebagai keseluruhan pengalaman, baik yang internal maupun eksternal, baik yang disadari maupun yang tidak disadari. Medan fenomena merupakan seluruh pengalaman pribadi seseorang sepanjang hidupnya. Beberapa deskripsi yang menjelaskan pengertian Medan Fenomena: a) b) Pengalaman internal (persepsi mengenai diri sendiri), pengalaman eksternal (persepsi mengenai dunia luar); Meliputi pengalaman yang disimbolkan (symbolized) merupakan pengalaman disadari, Pengalaman yang disimbolkan tetapi diingkari atau terdistorsi (denied or distorted) merupakan pengalaman disadari, Pengalaman yang tidak disimbolkan atau diabaikan (ignored) merupakan pengalaman tidak disadari. c) d) Semua persepsi bersifat subyektif, benar bagi dirinya sendiri, Medan fenomena seseorang tidak dapat diketahui oleh orang lain, kecuali melalui melihat dari sudut pandang mereka (internal frame of reference).

54 |

3)

Self Self merupakan konsep pokok dari teori kepribadian Rogers, yang intinya adalah: a) terbentuk melalui medan fenomena dan melalui introjeksi nilai-nilai orang tertentu; b) c) bersifat integral dan konsisten; menganggap pengalaman yang tak sesuai dengan struktur self sebagai ancaman; d) dapat berubah karena kematangan dan belajar.

b. Dinamika Kepribadian Menurut Rogers, organisme mengaktualisasikan dirinya menurut garis-garis yang diletakkan oleh hereditas. Ketika organisme itu matang maka ia makin berdiferensiasi, makin luas, makin otonom, dan makin tersosialisasikan. Rogers menyatakan bahwa pada dasarnya tingkah laku adalah usaha organisme yang berarah tujuan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhannya sebagaimana dialami, dalam medan fenomena sebagaimana medan fenomena itu dipersepsikan (Hall dan Lindzey, 1995 :136-137). Rogers menegaskan bahwa secara alami kecenderungan aktualisasi akan menunjukkan diri melalui rentangan luas tingkah laku, yaitu: 1) Tingkah laku yang berakar pada proses fisiologis, termasuk kebutuhan dasar (makanan, minuman, dan udara), kebutuhan mengembangkan dan memerinci fungsi tubuh serta generasi. 2) 3) Tingkah laku yang berkaitan dengan motivasi psikologis untuk menjadi diri sendiri. Tingkah laku yang tidak meredakan ketegangan tetapi justru meningkatkan tegangan, yaitu tingkah laku yang motivasinya untuk berkembang dan menjadi lebih baik. c. Perkembangan kepribadian Rogers tidak membahas teori pertumbuhan dan perkembangan, namun dia yakin adanya kekuatan tumbuh pada semua orang yang secara alami mendorong proses organisme menjadi semakin kompleks, otonom, sosial, dan secara keseluruhan semakin aktualisasi diri. Rogers menyatakan bahwa self berkembang secara utuh-keseluruhan, menyentuh semua bagian-bagian. Berkembangnya self diikuti oleh kebutuhan penerimaan positif, dan penyaringan tingkah laku yang disadari agar tetap sesuai dengan struktur self sehingga dirinya berkembang menjadi pribadi yang berfungsi utuh. Pribadi yang berfungsi utuh menurut Rogers adalah individu yang memakai kapasitas dan bakatnya, merealisasi potensinya, dan bergerak menuju pemahaman yang

55 |

lengkap

mengenai

dirinya

sendiri

dan

seluruh

rentang

pengalamannya.

Rogers

menggambarkan 5 ciri kepribadian yang berfungsi sepenuhnya sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) terbuka untuk mengalami (openess to experience); hidup menjadi (existential living); keyakinan organismik (organismic trusting); pengalaman kebebasan (experiental freedom); kreativitas (creativity)

RANGKUMAN 1. Kepribadian merupakan suatu susunan sistem psikofisik (psikis dan fisik yang berpadu dan saling berinteraksi dalam mengarahkan tingkah laku) yang kompleks dan dinamis dalam diri seorang individu, yang menentukan penyesuaian diri individu tersebut terhadap lingkungannya, sehingga akan tampak dalam tingkah lakunya yang unik dan berbeda dengan orang lain. 2. Unsur-unsur yang mendasari kepribadian seseorang adalah pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri. 3. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang yaitu: Warisan Biologis (Heredity), Warisan Lingkungan Alam (Natural Environment), Warisan Sosial (Social Heritage) atau Kebudayaan, Pengalaman Kelompok Manusia (Group Experiences), Pengalaman Unik (Unique Experience). 4. Perkembangan kepribadian memiliki tiga tahapan yang disebut dengan fase pertama, kedua, dan ketiga. Ketiga fase perkembangan kepribadian tersebut sangat

memengaruhi pembentukan kepribadian seseorang. 5. Psikoanalisa dikomandani oleh Sigmund Freud, beserta derivatnya. Aliran ini berasumsi bahwa energi penggerak awal perilaku manusia berasal dari dalam dirinya yang terletak jauh di alam bawah sadar. Freud telah melakukan sebuah revolusi terhadap pandangan tentang manusia. Karena, psikologi sebelumnya hanya menyelidiki hal-hal yang disadari saja. Segala perilaku yang di luar kesadaran manusia dianggap bukan wilayah kajian psikologi. 6. Freud berkeyakinan bahwa jiwa manusia juga mempunyai struktur. Struktur jiwa tersebut meliputi tiga instansi atau sistem yang berbeda. Masing-masing sistem tersebut memiliki peran dan fungsi sendiri-sendiri. Keharmonisan dan keselarasan kerja sama di antara

56 |

ketiganya sangat menentukan kesehatan jiwa seseorang. Ketiga sistem ini meliputi : Id, Ego, dan Superego. 7. Id merupakan lapisan paling dasar dalam struktur psikis seorang manusia. Id meliputi segala sesuatu yang bersifat impersonal atau anonim, tidak disengaja atau tidak disadari, dalam daya-daya mendasar yang menguasai kehidupan psikis manusia. Meski id mampu melahirkan keinginan, namun ia tidak mampu memuaskannya. 8. Ego merupakan mediator antara hasrat-hasrat hewani dengan tuntutan rasional dan realistik. Ego-lah yang menyebabkan manusia mampu menundukkan hasrat hewani manusia dan hidup sebagai wujud yang rasional ( pada pribadi yang normal ). 9. Superego berfungsi mengkontrol ego. Ia selalu bersikap kritis terhadap aktivitas ego, bahkan tak jarang menghantam dan menyerang ego. 10. Dalam perspektif aliran Freud, manusia dilihat sebagai sistem energi, dimana dinamika kepribadian berupa aktivitas mendistribusikan energi psikis kepada Id, Ego dan Superego. Tetapi pada manusia energi tersebut terbatas, maka satu diantara tiga sistem itu memegang kontrol atas energi yang ada, dengan mengorbankan dua sistem lainnya. Jadi kepribadian manusia itu sangat ditentukan oleh energi psikis yang menggerakkan. 11. Teori behavioristik hanya menganalisa perilaku yang nampak, dapat diukur, dilukiskan, dan diramalkan. Pengulangan dan pelatihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi sebuah kebiasaan. 12. Tujuan dari penerapan teori Behavioristik ini adalah terbentuknya suatu perilaku yang diinginkan yang berasal dari adanya interaksi antara stimulus dan respon. 13. Teori behavioristik adalah teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia, di mana manusia mengembangkan perilakunya dengan menggunakan proses belajar, yakni perubahan perilaku sebagai akibat interaksi antara stimulus dengan respon. 14. Tokoh-tokoh teori behavioristik antara lain: Albert Bandura ,B.F. Skiner, John Watson, Ivan Petrovich Pavlo, Edward Lee Thorndike. 15. Ajaran atau dasar dari teori kepribadian humanistik salah satunya bersumber dari ajaran filsafat modern eksistensialisme. Dalam hal ini, individu dipandang sebagai penentu bagi tingkah laku serta pengalamannya sendiri. Sedangkan pengalaman subjektif lebih utama untuk ditempatkan pada objek kajian mengenai tingkah laku manusia. Di samping itu, manusia memilki sifat pembawaan yang baik sejak ia dilahirkan. 16. Memahami manusia sebagai suatu totalitas. Oleh karenanya sangat tidak setuju dengan usaha untuk mereduksi manusia, baik ke dalam formula S-R yang sempit dan kaku

57 |

(behaviorisme) ataupun ke dalam proses fisiologis yang mekanistis. Manusia harus berkembang lebih jauh daripada sekedar memenuhi kebutuhan fisik, manusia harus mampu mengembangkan hal-hal non fisik, misalnya nilai ataupun sikap. 17. Metode yang digunakan adalah life history, berusaha memahami manusia dari sejarah hidupnya sehingga muncul keunikan individual. 18. Mengakui pentingnya personal freedom dan responsibility dalam proses pengambilan keputusan yang berlangsung sepanjang hidup. Tujuan hidup manusia adalah berkembang, berusaha memenuhi potensinya dan mencapai aktualitas diri. Dalam hal ini intensi dan eksistensi menjadi penting. Intensi yang menentukan eksistensi manusia 19. Mind bersifat aktif, dinamis. Melalui mind, manusia mengekspresikan keunikan kemampuannya sebagai individu, terwujud dalam aspek kognisi, willing, dan judgement. Kemampuan khas manusia yang sangat dihargai adalah kreativitas. Melalui

kreativitasnya, manusia mengekspresikan diri dan potensinya. 20. Pandangan humanistic banyak diterapkan dalam bidang psikoterapi dan konseling. Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman diri. 21. Oleh Maslow, kebutuhan manusia dikelompokkan menjadi lima kebutuhan dan bersifat hierarki (kebutuhan bertingkat). Dari kebutuhan-kebutuhan ini, kita dapat melihat dan mengetahui kecenderungan tingkah laku- individu dalam usahanya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut.Tingkah laku manusia itu juga dapat diketahui sebagai akibat dari tidak terpenuhinya salah satu dari lima kebutuhan di atas. 22. Teori motivasi Maslow mengasumsikan bahwa perkembangan psikologis manusia didorong oleh hirarki kebutuhannya, yaitu physiological needs, safety needs, love & belonging needs, esteem needs, dan self-actualization. 23. Adapun aktualisasi diri, dalam teori ini merupakan pencapaian tertinggi yang diraih manusia. Sebagaimana disebutkan di atas, ketika seseorang berhasil

mengaktualisasikan diri, maka dapat dikatakan ia telah memasuki kehidupan yang ideal. 24. Aliran humanistic menyumbangkan arah yang positif dan optimis bagi pengembangan potensi manusia, disebut sebagai yang mengembalikan hakikat psikologi sebagai ilmu tentang manusia 25. Kritik terutama diarahkan pada perspektif dan metodenya yang subyektif, dan tidak reliable.

26. Berlawanan dengan perkiraan para ahli yang menentangnya, aliran humanistic bertahan
dan bahkan semakin banyak pengikutnya. Humanistic bahkan dapat dikatakan sebagai agama untuk sementara ahli.

58 |

LATIHAN 1. 2. 3. Jelaskan pengertian kepribadian! Apa saja unsur-unsur yang mempengaruhi kepribadian seseorang? Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang dan faktor-faktor yang menjadi dasar kepribadian menurut F.G. Robbins! 4. 5. 6. 7. a. b. 8. 9. Jelaskan tahap-tahap perkembangan kepribadian! Bagaimana sifat-sifat struktur jiwa yang dikemukakan Freud? Apakah perbedaan antara Id, Ego, dan Super ego? Beri contoh kasus seseorang yang Id dapat mengalahkan ego dan super ego Id dapat mengalahkan ego namun tidak dapat mengalahkan super ego Sebutkan jenis-jenis dinamika kepribadian dalam psikoanalisa! Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis mekanisme pertahanan diri!

10. Jelaskan pengertian teori behavioristik secara garis besar! 11. Apa yang dimaksud hokum belajar Law of Respondent Conditioning? 12. Sebutkan dan jelaskan hukum-hukum hasil eksperimen B.F. Skinner! 13. Sebutkan tokoh-tokoh dalam teori behavioristik! Jelaskan pula secara singkat teori-teori yang dikemukakannya! 14. Siapakah tokoh dari teori humanisme? 15. Mengapa teori humanisme muncul? 16. Sebutkan hierarki kebutuhan Abraham maslow? 17. Kelebihan teori humanistic? 18. Kekurangan teori humanistic?

59 |

GLOSSARIUM a. Character (karakter): penggambaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benarsalah, baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit. b. Disposition (watak): karakter yang telah lama dimiliki dan sampai sekarang belum berubah. c. Ego adalah aspek psikologis dari kepribadian yang timbul karena kebutuhan manusia untuk berhubungan secara baik dengan dunia kenyataan. d. Habit (kebiasaan): respon yang sama cenderung berulang untuk stimulus yang sama pula. e. Humaniora: ilmu pengetahuan yg meliputi filsafat, hukum, sejarah, bahasa, sastra, dan seni f. Humanis: orang yg mendambakan dan memperjuangkan terwujudnya pergaulan hidup yg lebih baik, berdasarkan asas-asas perikemanusiaan; pengabdi kepentingan sesama umat manusia g. h. Humanis: penganut suatu paham yg menganggap manusia sbg objek terpenting. Humanisme: aliran yg bertujuan menghidupkan rasa perikemanusiaan dan mencitacitakan pergaulan hidup yg lebih baik i. Humanisme: paham yg menganggap manusia sbg objek studi terpenting (bukan alam atau Tuhan) j. k. Lingkungan prenatal: lingkungan dalam kandungan ibu nafsu merupakan kehendak yang terdorong oleh kebutuhan biologis, misalnya nafsu makan, birahi (seksual), amarah, dan yang lainnya. l. Perasaan merupakan suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang menghasilkan penilaian positif atau negatif terhadap sesuatu atau peristiwa tertentu. m. Personality (kepribadian): penggambaran tingkah laku secara deskriptif tanpa memberi nilai (devaluative). n. Punishment: Proses dimana sebuah stimulus atau kejadian melamahkan atau menurunkan kemungkinan munculnya respon yang mengikutinya, dimana setiap

kejadian yang tidak menyenangkan dapat menjadi hukuman. o. Reinforcerment: segala sesuatu yang dapat meningkatkan probabilitas terjadinya suatu respon. p. Respon: segala tingkah laku yang disebabkan karena adanya rangsangan (stimulus)

60 |

q.

Reward: merupakan suatu bentuk penghargaan yang diberikan kepada seseorang atas suatu prestasi yang di capai.

r.

Stimulus: rangsangan yang berasal dari lingkungan eksternal yang menyebabkan seseorang melakukan aksi.

s.

Temperamen (temperamen): kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologis atau fisiologis, disposisi hereditas.

t.

Traits (sifat): respon yang senada (sama) terhadap sekelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu yang (relatif) lama.

u.

Typeattribute (ciri): mirip dengan sifat, namun dalam kelompok stimuli yang lebih terbatas.

61 |

BAB
KEPRIBADIAN 2

Tujuan Instruksional Khusus: Setelah memperlajari pokok bahasan ini mahasiswa memahami konsep kepribadian kognitif dan NLP (Neuro Linguistic Programming), konsep atribut kepribadian serta hubungan antara nilai, sikap serta kepuasan kerja A. Konsep Kepribadian Kognitif dan Neuro Linguistic Programming (NLP) 1. a. Konsep dan dinamika perkembangan kognitif. Teori Perkembangan Pendahuluan. Secara umum, teori perkembangan itu sendiri dapat kita definisikan sebagai sejumlah ide yang koheren, mengandung hipotesis-hipotesis dan asumsi-asumsi yang dapat diuji kebenarannya, berfungsi untuk menggambarkan, menjelaskan, dan memprediksi perubahan-perubahan kehidupannya. b. Teori Perkembangan Kognitif. Teori ini dikemukakan oleh Jean Piaget (1896-1980), seorang psikolog asal Neuchatel, Swiss. Menurut Crain (2007) teori ini merupakan teori tentang perkembangan intelektual paling komprehensif dan banyak mendekati kebenaran. Teori perkembangan kognitif Piaget memberikan banyak konsep utama dalam lapangan psikologi perkembangan dan berpengaruh terhadap perkembangan konsep kecerdasan, yang bagi Piaget, berarti kemampuan untuk secara lebih tepat merepresentasikan dunia dan melakukan operasi logis dalam representasi konsep yang berdasarkan pada kenyataan. Teori yang dikemukakan Piaget dikenal juga dengan teori perkembangan intelektual yang menyeluruh, dimana teori ini mencerminkan adanya fungsi biologi dan psikologis. Piaget menyatakan intelegensi itu sendiri sebagai adaptasi biologi terhadap lingkungan. Piaget mengkarakterisasikan aktivitas-aktivitas manusia menurut kecenderungankecenderungan biologis yang bisa ditemukan di semua organisme. Kecenderungankecenderungan tersebut adalah asimilasi, akomodasi, dan organisasi. perilaku dan proses mental manusia sepanjang rentang

62 |

Asimilisasi berarti memasukkan sesuatu seperti dalam aktivitas makan atau mencerna. Namun, asimilasi yang dimaksud dalam pengertian disini merupakan suatu proses penyesuaian antara objek yang baru diperoleh dengan skema yang ada. Dengan kata lain, asimilasi dapat dijelaskan sebagai proses organisme memanipulasi dunia luar dengan cara membuatnya menjadi serupa dengan dirinya. Sebagai contoh, orang dewasa mengasimilasikan informasi dengan membaca buku, lain halnya dengan bayi, mereka mengasimilasikan objek dengan menggenggamnya, berusaha memasukkan objek tersebut ke dalam skema genggamannya. Akomodasi adalah proses organisme memodifikasi dirinya sehingga lebih menyukai lingkungannya. Akomodasi juga dapat disebut sebagai proses dimana struktur kognitif mengalami perubahan. Hal ini disebut sebagai proses pembelajaran. Sebagai contoh, bayi menemukan bahwa dia sanggup menggenggam sebuah kotak dengan menggerakkan perintang menuju kotak tersebut melalui proses akomodasi, bayi kemudian mulai mengkontruksikan cara-cara yang lebih efisien. Organisasi dapat diartikan sebagai kecenderungan untuk mengintegrasi diri dan dunia ke dalam suatu bentuk dari bagian-bagian menjadi satu kesatuan yang penuh arti. Menurut Piaget, organisasi ini merupakan suatu cara untuk mengurangi kompleksitas. Sebagai contoh, anak-anak berusia empat bulan memiliki kemampuan menatap objek dan menggenggamnya. Dalam perkembangan selanjutnya, dia berusaha mengkombinasikan dua tindakan ini dengan menggenggam objek-objek yang dilihatnya. Pada tataran mental yang lebih tinggi, manusia membangun teori. Secara konstan manusia akan terus berusaha mengorganisasikan ide-ide menjadi suatu sistem yang koheren. Seorang individu dalam hidupnya selalu berinteraksi dengan lingkungan. Dengan berinteraksi tersebut, seseorang akan memperoleh skema. Piaget membagi skema yang digunakan individu untuk memahami dunianya melalui empat periode utama yang berkorelasi dengan dan semakin berkembang seiring pertambahan usia: 1) Periode I, Kepandaian Sensorik-Motorik (usia 0-2 tahun) 2) Periode II, Pikiran Pra-Operasional (usia 2-7 tahun) 3) Periode III, Operasi-operasi berpikir konkret (usia 7-11 tahun) 4) Periode IV, Operasi-operasi berpikir formal (usia 11 tahun sampai dewasa) c. Teori Perkembangan Psikososial. Berdasarkan teori tahap-tahap perkembangan psikoseksual dari Freud yang lebih menekankan pada dorongan-dorongan seksual, Erikson mengembangkan teori tersebut dengan menekankan pada aspek-aspek perkembangan sosial. Teori yang

63 |

dikembangkannya

biasa

dikenal

dengan

sebutan Theory

of

Psychosocial

Development (Teori Perkembangan Psikososial). Bagi Erikson, dinamika kepribadian selalu diwujudkan sebagai hasil interaksi antara kebutuhan dasar biologis dan pengungkapannya sebagai tindakan-tindakan sosial. Erikson menekankan hubungan sosial dengan individu di lingkungannya yang membentuk personality seseorang. Tingkatan delapan tahap perkembangan yang dilalui oleh setiap manusia menurut Erikson adalah sebagai berikut: Developmental Stage Infancy (0-1 thn) Early childhood (1-3 thn) Preschool age (4-5 thn) School age (6-11 thn) Adolescence (12-20 thn) Young adulthood (21-40 thn) Adulthood (41-65 thn) Senescence (+65 thn) Basic Components Trust vs Mistrust: Harapan Autonomy vs Shame, Doubt: Kehendak Initiative vs Guilt: Tujuan Industry vs Inferiority: Kompetensi Identity vs Identity Confusion: Kesetiaan Intimacy vs Isolation: Cinta Generativity vs Stagnation: Perhatian Ego Integrity vs Despair: Hikmat

d.

Teori Perkembangan Psikoseksual. Teori perkembangan psikoseksual dikemukakan oleh Sigmund Freud. Freud

mempercayai bahwa kepribadian berkembang melalui serangkaian tahapan masa kanakkanak di mana mencari kesenangan-energi dari id menjadi fokus pada area sensitif seksual tertentu. Energi psikoseksual, atau libido, digambarkan sebagai kekuatan pendorong di belakang perilaku. Jika tahap-tahap psikoseksual selesai dengan sukses, hasilnya adalah kepribadian yang sehat. Jika masalah tertentu tidak diselesaikan pada tahap yang tepat, fiksasi dapat terjadi. Fiksasi adalah fokus yang gigih pada tahap awal psikoseksual. Sampai konflik ini diselesaikan, individu akan tetap terjebak dalam tahap ini. 1) Tahap Oral. Bulan pertama. Pada tahap oral, sumber utama bayi interaksi terjadi melalui mulut, sehingga perakaran dan refleks mengisap adalah sangat penting.Bayi juga mengembangkan rasa kepercayaan dan kenyamanan melalui stimulasi oral. Konflik utama pada tahap ini adalah proses penyapihan, anak harus menjadi kurang bergantung pada para pengasuh. Jika fiksasi terjadi pada tahap ini, Freud percaya individu akan memiliki masalah dengan ketergantungan atau agresi. Fiksasi

64 |

oral dapat mengakibatkan masalah dengan minum, merokok, makan, atau menggigit kuku. 2) Tahap Anal. Pada tahun kedua atau ketiga kehidupan anak disebut tahap anal, fokus utama dari libido adalah pada pengendalian kandung kemih dan buang air besar. Konflik utama pada tahap ini adalah pelatihan toilet, anak harus belajar untuk mengendalikan kebutuhan tubuhnya. Mengembangkan kontrol ini menyebabkan rasa prestasi dan kemandirian. Menurut Sigmund Freud, keberhasilan pada tahap ini tergantung pada cara di mana orang tua pendekatan pelatihan toilet. Orang tua yang memanfaatkan pujian dan penghargaan untuk menggunakan toilet pada saat yang tepat mendorong hasil positif dan membantu anak-anak merasa mampu dan produktif. Freud percaya bahwa pengalaman positif selama tahap ini menjabat sebagai dasar orang untuk menjadi orang dewasa yang kompeten, produktif dan kreatif. 3) Tahap Falik atau Odipal. Pada tahap falik, fokus utama dari libido adalah pada alat kelamin. Anak-anak juga menemukan perbedaan antara pria dan wanita. Psikolog seperti Karen Horney menyebut teori ini tidak akurat dan merendahkan perempuan. Sebaliknya, Horney mengusulkan bahwa laki-laki mengalami perasaan rendah diri karena mereka tidak bisa melahirkan anak-anak. 4) Fase Latensi. Periode laten adalah saat eksplorasi di mana energi seksual tetap ada, tetapi diarahkan ke daerah lain seperti pengejaran intelektual dan interaksi sosial. Tahap ini sangat penting dalam pengembangan keterampilan sosial dan komunikasi dan kepercayaan diri. Freud menggambarkan fase latens sebagai salah satu yang relatif stabil. Tidak ada organisasi baru seksualitas berkembang, dan dia tidak membayar banyak perhatian untuk itu. Untuk alasan ini, fase ini tidak selalu disebutkan dalam deskripsi teori sebagai salah satu tahap, tetapi sebagai suatu periode terpisah. 5) Tahap Genital atau Pubertas. Menurut Freud, tahap ini dimulai sekitar usia 11 tahun untuk anak perempuan, dan 13 tahun untuk anak laki-laki. Tahap ini merupakan tahap akhir perkembangan psikoseksual, individu mengembangkan minat seksual yang kuat pada lawan jenis. Apabila dalam tahap-tahap awal, fokus hanya pada kebutuhan

65 |

individu, maka kepentingan kesejahteraan orang lain tumbuh selama tahap ini. Jika tahap lainnya telah selesai dengan sukses, individu sekarang harus seimbang, hangat dan peduli. Tujuan dari tahap ini adalah untuk menetapkan keseimbangan antara berbagai bidang kehidupan

e.

Teori Perkembangan Moral. Perkembangan sosial merupakan proses perkembangan kepribadian individu selaku

anggota masyarakat dalam berhubungan dengan orang lain. Perkembangan ini berlangsung sejak masa bayi hingga akhir hayat. Perkembangan merupakan suatu proses

pembentukan social self (pribadi dalam masyarakat), yakni pembentukan pribadi dalam keluarga, bangsa dan budaya. Perkembangan sosial hampir dapat dipastikan merupakan perkembangan moral, sebab perilaku moral pada umumnya merupakan unsur fundamental dalam bertingkah laku sosial. Dalam psikologi, terdapat berbagai aliran pemikiran yang berhubungan dengan perkembangan moral. 1) Menurut Piaget. Dalam buku The Moral Judgement of The Child (1923), Piaget menyatakan bahwa kesadaran moral anak mengalami perkembangan dari satu tahap yang lebih tinggi. Pertanyaan yang melatarbelakangi pengamatan Piaget adalah bagaimana pikiran manusia menjadi semakin hormat pada peraturan. Ia mendekati pertanyaan itu dari dua sudut. Pertama, kesadaran akan peraturan (sejauh mana peraturan dianggap sebagai pembatasan). Kedua, pelaksanaan dari peraturan itu. Piaget mengamati anak-anak bermain kelereng, suatu permainan yang lazim dilakukan oleh anak-anak diseluruh dunia dan permainan itu jarang diajarkan secara formal oleh orang dewasa. Pada tahap heteronom, anak-anak mengganggap bahwa peraturan yang diberlakukan dan berasal dari bukan dirinya merupakan sesuatu yang patut dipatuhi, dihormati, diikuti, dan ditaati oleh pemain. Pada tahap otonom, anak-anak beranggapan bahwa peraturan-peraturan merupakan hasil kesepakatan bersama antara para pemain. 2) Menurut Kohlberg. Teori Piaget kemudian menjadi inspirasi bagi Kohlberg. Hal yang menjadi kajian Kohlberg adalah menitikberatkan pada argumentasi anak dan perkembangan argumentasi itu sendiri. Kohlberg mengidentifikasi 6 (enam) tahap dalam moral reasoning yang kemudian dibagi dalam tiga taraf, yaitu:

66 |

a) Taraf Pra-Konvensional. Pada taraf ini, anak telah memiliki sifat responsif terhadap peraturan serta cap baik dan buruk. Hanya saja, cap tersebut ditafsirkan secara fisis dan hedonistis (berdasarkan dengan enak dan tidak enak, suka dan tidak suka) kalau jahat

dihukum kalau baik diberi hadiah. Anak pada usia ini juga menafsirkan baik buruk dari segi kekuasaan dari asal peraturan itu diberi, orang tua, guru, dan orang dewasa lainnya. Pada taraf ini terdiri dari dua tahapan yaitu: (1) Punishment and Obedience Orientation. Akibat-akibat fisik dari tindakan menentukan baik buruknya tindakan tersebut menghindari hukuman dan taat secara buta pada yang berkuasa dianggap bernilai pada dirinya sendiri. (2) Instrument-relativist orientation. Akibat dalam tahap ini beranggapan bahwa tindakan yang benar adalah tindakan yang dapat menjadi alat untuk memuaskan kebutuhannya sendiri dan kadang-kadang juga kebutuhan orang lain. Hubungan antar manusia dianggap sebagai hubungan jual beli di pasar. Engkau menjual saya membeli, saya menyenangkan kamu, maka kamu mesti menyenangkan saya. b) Conventional Level (taraf konvensional) Pada taraf ini, anak mengusahakan terwujudnya harapan-harapan keluarga atau bangsa bernilai pada dirinya sendiri. Anak tidak hanya mau berkompromi, tapi setia kepadanya. Berusaha mewujudkan secara aktif, menunjukkan ketertiban dan berusaha mewujudkan secara aktif, menunjang ketertiban dan berusaha

mengidentifikasi diri mereka yang mengusahakan ketertiban sosial. Dua tahap dalam taraf ini adalah: (1) Tahap interpersonal corcodance atau good boy-nice girl orientation Tingkah laku yang lebih baik adalah tingkah laku yang membuat senang orang lain atau yang menolong orang lain dan yang mendapat persetujuan mereka. Supaya diterima dan disetujui orang lain seseorang harus berlaku manis. (2) Tahap law and order orientation. Otoritas peraturan-peraturan yang sudah ditetapkan dan pemeliharaan

ketertiban sosial dijunjung tinggi dalam tahap ini. Tingkah laku disebut benar, bila orang melakukan kewajibannya, menghormati otoritas dan memelihara ketertiban sosial.

67 |

c) Post Conventional Level (taraf sesudah konvensional) Pada taraf ini, seorang individu berusaha mendapatkan perumusan nilai-nilai moral dan berusaha merumuskan prinsip-prinsip yang sah (valid) dan yang dapat diterapkan entah prinsip itu berasal dari otoritas orang atau kelompok yang mana. Tahapannya adalah: (1) Social contract orientation. Dalam tahap ini orang mengartikan benar-salahnya suatu tindakan atas hak-hak individu dan norma-norma yang sudah teruji di masyarakat. (2) The universal ethical principle orientation. Benar salahnya tindakan ditentukan oleh keputusan suara nurani hati dan prinsip etis. 2. a. Neuro Linguistic Program (NLP) Pengertian NLP Neuro Linguistic Programming (NLP) adalah model komunikasi interpersonal dan merupakan pendekatan alternatif terhadap psikoterapi yang didasarkan kepada

pembelajaran subyektif mengenai bahasa, komunikasi, dan perubahan personal. Model ini dicetuskan oleh Richard Bandler dan John Grinder. Selanjutnya, beberapa orang yang menjadi catatan pengembangan NLP adalah David Gordon, Leslie Cameron-Bandler, Steve and Connirae Andreas, Robert Dilts, dan masih banyak lagi. Dengan teknik NLP, para terapis lebih efektif membantu kliennya dalam melakukan perubahan yang ada dalam dirinya. NLP berisikan berbagai presuposisi mengenai mekanisme kerja pikiran dan berbagai cara individu dalam berinteraksi dengan lingkungan dan antar sesamanya, disertai dengan seperangkat metode untuk melakukan perubahan. Secara sederhana, neuro diartikan sebagai cara berpikir, yaitu cara mengambil informasi dari dunia luar, cara memfilternya, cara memprosesnya, cara bereaksi, dan lainlain. Dalam neuro terdapat berbagai hal yang menjadi referensi berpikir dan bertindak,yang disebut peta realita dan model dunia. Keduanya berdasarkan apa yang pernah dipelajari dan diketahui manusia sepanjang hidup sehingga sifatnya subyektif. Linguistic adalah bahasa. Maksudnya adalah cara memproses bahasa yang manusia inderakan. Dengan mengubah cara memproses bahasa dan berbahasa, artinya manusia juga mengubah tindakannya. Programming diartikan sebagai strategi atau program manusia dalam berpikir dan berperilaku. Singkatnya, NLP adalah teknologi berpikir, berbahasa, berstrategi, dan bertindak untuk mencapai hasil yang diinginkan.

68 |

Secara semantik, neuro dapat diartikan sebagai berbagai mekanisme yang dilakukan individu dalam menginterpretasikan informasi yang didapat melalui panca indra dan

berbagai mekanisme pemprosesan selanjutnya di pikiran. Linguistic ditujukan untuk menjelaskan pengaruh bahasa yang digunakan pada diri maupun pada individu lain yang kemudian membentuk pengalaman individu akan lingkungan. Programming dapat diartikan sebagai berbagai mekanisme yang dapat dilakukan untuk melatih diri seorang individu (dan individu lain) dalam berpikir, bertindak dan berbicara dengan cara baru yang lebih positif. Walaupun pikiran individu telah memiliki program "alaminya", yang didapatkan baik melalui pewarisan secara genetis maupun melalui berbagai pengalaman, individu tetap dapat melakukan pemrograman ulang sehingga dapat bertindak lebih efektif. b. Persepsi Sensorik Setiap individu memahami berbagai pengalaman melalui panca indra atau dalam terminologi NLP dikenal sebagai VAKOG (Visual, Auditory, Kinesthetic, Olfactory dan Gustatory). Setelah berusia dua belas tahun, umumnya individu memiliki preferensi dari kelima jalur informasi tersebut. Pada umumnya di antara tiga jalur berikut; Visual, Auditory atau Kinesthetic. Pemilihan jalur tersebut juga tergantung pada material yang dipelajari individu. Otak manusia juga menggunakan metode kerja dari kelima jalur informasi tersebut dalam memproses dan mengambil kembali berbagai informasi yang telah dipelajari. Setiap individu memiliki preferensi yang berbeda saat memproses informasi dan menindaklanjuti hasil pemikirannya dalam bentuk tindakan atau eksperesi. Perbedaan ini dapat dengan jelas Anda perhatikan salah satunya melalui bahasa sensorik (sensory language) yang

digunakan. Ketika individu menyelaraskan bahasa sensorik yang digunakan dengan lawan bicaranya, individu tersebut segera mendapatkan komunikasi yang dipersepsikan lebih efektif daripada komunikasi normal. Hal ini bisa terjadi secara otomatis pada individu yang telah terbiasa bergaya persuasif ataupun vokal dalam memengaruhi lawan bicara.Gerakan bola mata juga mengindikasikan mekanisme yang sedang terjadi di pikiran individu. Berikut gerakan bola mata dan proses internal yang terjadi di pikiran: Gerakan Bola Mata Atas kanan (Vc) Atas kiri (Vr) Datar kanan (Ac) Datar kiri (Ar) Bawah kanan (k) Bawah kiri (Ad) Proses Internal Membayangkan suatu gambar Mengingat suatu gambar Membayangkan suatu suara Mengingat suatu suara Merasakan suatu rasa Dialog internal

69 |

c.

Presuposisi. NLP memberikan seperangkat presuposisi bagi individu agar dapat berfungsi secara

"normal". Individu tidak perlu meyakini setiap presuposisi ini, namun individu menjadi lebih efektif jika mengaplikasikannya seolah semua presuposisi berikut benar. 1) Tubuh dan pikiran terhubung satu sama lain. Proses berpikir dapat memengaruhi kondisi fisik dan kondisi fisik dapat mempengaruhi cara berpikir. 2) Peta bukanlah "area" sebenarnya. Setiap individu memiliki model dunia di dalam pikirannya. Namun tidak satupun dari berbagai model tersebut yang benar-benar akurat dalam merepresentasikan area yang sebenarnya. 3) Peta dapat menjadi "area". Ketika individu benar-benar menyakini model dunia di pikirannya, segera model tersebut berubah menjadi kenyataan bagi dirinya. 4) Komunikasi dapat terjadi pada kondisi sadar dan kondisi bawah sadar. Komunikasi sadar misalnya saat berbicara dengan lawan bicara, sementara komunikasi bawah sadar misalnya saat individu terbangun dari tidur dan segera mendapati jawaban atas masalah yang sedang dihadapi. 5) Komunikasi dapat dilakukan secara verbal dan non-verbal. Bahkan sebenarnya komunikasi non-verbal lebih menentukan efektifitas suatu komunikasi dibandingkan komunikasi verbal. 6) Semua hal yang dilakukan individu memiliki maksud positif walaupun tidak dipandang positif oleh orang lain. 7) Tidak ada kegagalan, yang ada hanya umpan balik. Setiap tindakan individu pasti mendatangkan hasil dan pesan meskipun tidak sesuai dengan harapan. 8) Arti suatu komunikasi yang sebenarnya adalah respon yang didapatkan. Apapun maksud yang ingin disampaikan, komunikasi tercermin pada respon yang didapatkan. d. Empat Pilar Utama NLP 1) Hasil (Outcome) Ketika individu benar-benar memahami hasil akhir dari komunikasi yang dilakukan, maka dirinya dapat dengan mudah mengarahkan seluruh komunikasi ke hasil akhir tersebut. Selain itu, pemahaman individu atas hasil akhir juga membantu dalam mengidentifikasi efektifitas suatu komunikasi.

70 |

2) Rapport Salah satu cara untuk membangun rapport adalah dengan mengikuti (pacing) lawan bicara, contohnya dengan menyamakan bahasa tubuh, laju napas, dan lainnya. Hal ini didasari karena setiap individu hanya menyukai individu yang serupa. 3) Akuitas Sensorik (Sensory Acuity) Akuitas sensorik adalah kemampuan menggunakan panca indra untuk mengamati individu lain secara cermat tanpa asumsi ataupun penilaian tertentu sebelumnya sehingga individu dapat memberikan respon dengan rapport yang maksimal. 4) Fleksibilitas (Flexibility) Guna mencapai hasil akhir yang diinginkan, individu membutuhkan fleksibilitas. Hal ini yang diharapkan. Dengan memiliki fleksibilitas dalam berkomunikasi, kemungkinan mencapai hasil akhir semakin besar. e. Prinsip Dalam NLP 1) Reframing Reframing adalah membuat sudut pandang baru atas suatu pengalaman. Mengganti penyebutan dari "masalah" menjadi "tantangan" adalah salah satu contohnya. Hal itu tidak akan mengubah situasi, namun dapat mengubah cara bersikap sehingga setelahnya mengubah cara dalam berperilaku. Individu lebih mudah mendapatkan solusi ketika mengubah posisinya, karena perubahan posisi dapat mengubah persepsi. Ketika individu berada pada suatu konflik, usahakan agar dapat memposisikan diri pada individu lain, membayangkan jalan pikirannya berkenaan dengan masalah tersebut. Model atas suatu pengalaman yang dibuat oleh individu tidak sama dengan pengalaman yang sebenarnya. Kerancuan model pada akhirnya mengarah pada kerancuan cara bertindak. Guna mencegah hal tersebut, individu perlu mendapatkan model presisi (precision modelling). Pemodelan presisi mengidentifikasi berbagai cara bahasa dalam membatasi suatu pengalaman. Contoh permodelan presisi adalah sebagai berikut: a) Penghapusan (deletions), contoh: Saya tidak mengerti --- Apa yang secara spesifik tidak Anda mengerti? b) Universal quantifiers (selalu, semua, setiap dan lainnya), contoh: Setiap orang membenci saya --- Setiap orang? Setiap orang di bumi? c) Comparative deletions, contoh: Saya ingin menjadi seorang yang lebih baik --- Lebih baik dari apa?

71 |

Juga penting bagi individu untuk benar-benar spesifik dalam menentukan tujuan. Gunakan kata-kata yang positif untuk menggambarkan secara spesifik berbagai hal yang diinginkan (dibandingkan dengan hal yang ingin dihindari). 2) Metaprograms Metaprograms merupakan program yang telah ada (built-in) yang mempengaruhi setiap tindakan individu. Sedikitnya saat ini telah dapat diidentifikasi sebanyak

64 metaprogram, misalnya berpikir dahulu atau bertindak dahulu, menilai pencapaian menggunakan standar diri atau berdasarkan pujian/hinaan orang lain, dan lebih senang diberitahu untuk melakukan sesuatu atau lebih senang melakukan dengan cara sendiri. 3) Penjangkaran (Anchoring) Anchoring terjadi secara alami ketika di suatu tempat suatu aroma, suara atau yang lainnya memunculkan kembali berbagai hal berkenaan dengan suatu pengalaman pada diri individu. Pemahaman atas berbagai fenomena alami ini dapat membantu individu untuk menghancurkan berbagai anchor negatif, seperti rasa takut yang muncul ketika mendengar suara anjing walaupun tidak melihatnya. 4) Submodalities Ketika individu memvisualisasikan sesuatu sebenarnya terdapat banyak proses terjadi pada pikirannya. Sebagian individu mungkin mendapatkan gambar yang jelas, sebagian mungkin mendapatkan gambar yang buram, namun kebanyakan individu dapat menjawab pertanyaan seperti: Apakah gambarnya memiliki batas? Apakah Anda melihat gambar tersebut dari luar (dissociated) atau apakah Anda kembali mengalami pengalaman tersebut (associated). Apakah Anda dapat memanipulasi gambarnya: membuatnya lebih besar/kecil, lebih jauh/dekat dan lainnya. Semua varian ini disebut sebagai submodalities. Memanipulasi berbagai submodalities dapat memengaruhi persepsi individu terhadap suatu pengalaman. 5) Garis Waktu (Timeliness) Konsep waktu individu dapat membawa pengaruh besar dalam hidupnya. Guna memahami hal ini, tutup mata dan munculkan kembali berbagai hal yang terjadi kemarin, minggu lalu atau setahun yang lalu. Secara fisik tunjuk kejadian tersebut. Lalu lakukan hal yang sama dengan tiga hal yang akan terjadi di masa depan. Jika individu tidak merasa berada pada suatu garis waktunya, maka tentu ia merasa seolah hidup hanya melewatinya. 6) Level Kehidupan (Logic Level) Hal ini disebut juga sebagai level logika. Individu beroperasi lebih efisien dan merasa lebih senang jika seluruh aspek dalam hidupnya berjalan secara harmonis. Level logika

72 |

tersebut adalah: lingkungan, tingkah laku, kemampuan, keyakinan, identitas, spritual. Level logika ini dikreasikan oleh Robert Dilts, yaitu spiritual (menjawab pertanyaan "untuk siapa/apa?"), identitas (menjawab pertanyaan siapa saya?), nilai dan keyakinan (menjawab pertanyaan "mengapa?"), kemampuan (menjawab pertanyaan bagaimana?), perilaku (menjawab pertanyaan apa yang dilakukan dan dipikirkan?), dan lingkungan (menjawab pertanyaan di konteks mana?).

B. ATRIBUT KEPRIBADIAN Atribut Kepribadian mengenal beberapa konsep atribut kepribadian, di antaranya: 1. Tempat Kedudukan (Locus of control) Tempat Kedudukan /Locus of Control mempengaruhi penerimaan perilaku disfungsional audit maupun perilaku disfungsional audit secara aktual, kepuasan kerja, komitmen organisasional dan turnover intention (Reed et.al, 1994; dalam Puji, 2005; Donelly et.al, 2003). Teori Locus of Control menggolongkan individu apakah termasuk dalam locus internal atau eksternal. Rotter (1990) dalam ( Hyatt & Prawitt, 2001) menyatakan bahwa Locus of Control baik internal maupun eksternal merupakan tingkatan dimana seorang individu berharap bahwa hasil dari perilaku mereka (reinforcement) tergantung pada perilaku mereka sendiri atau karakteristik personal mereka. a. Internal Locus Of Control Individu yang dikatakan memiliki Internal Locus of Control adalah Individu yang yakin dapat mengendalikan tujuan hidupnya sendiri. Locus of Control berperan dalam hal

motivasi. Internal Locus of Control akan cenderung lebih sukses dalam karier dari pada eksternal Locus of Control karena mereka cenderung mempunyai level kerja yang lebih tinggi, promosi yang lebih cepat dan mendapatkan uang yang lebih. Sebuah penelitian menyebutkan, internal Locus of Control memiliki kepuasan yang lebih tinggi dengan pekerjaan mereka dan terlihat lebih mampu menahan stress. b. External Locus of Control Individu yang dikatakan memiliki External Locus of Control adalah individu yang memandang hidup mereka dikendalikan oleh kekuatan pihak luar. Penelitian Rotter (1990) dalam Hyatt & Prawitt (2001) menjelaskan bahwa eksternal secara umum berkinerja lebih baik ketika pengendalian dipaksakan atas mereka. Sejumlah besar riset membuktikan bahwa individu yang lokus kendalinya eksternal kurang puas dengan jabatan, memiliki tingkat kemangkiran yang tinggi, lebih teraliensi dari pengaturan kerja, dan kurang terlibat pada jabatannya. Hal ini mungkin disebabkan oleh

73 |

pandangan mereka bahwa output dari organisasi bukanlah berasal dari tindakan mereka. Sedangkan orang internal menganggap semua output adalah hasil dari tindakan mereka, sehingga jika kondisinya tidak memuaskan mereka lebih mungkin akan keluar dari pekerjaan. Namun bukti keseluruhan menunjukkan orang internal umumnya berkinerja lebih baik, lebih aktif mencari informasi, lebih termotivasi, dan berusaha lebih untuk mengendalikan lingkungannya. 2. Machivelianisme Individu yang tingkat machiavelianismenya tinggi akan cenderung pragmatis, menjaga jarak emosional, dan yakin bahwa tujuan dapat menghalalkan cara. Riset menunjukkan bahwa orang dengan Mach tinggi cenderung akan melakukan manipulasi, lebih banyak menang, dan kurang bisa dibujuk. Orang dengan Mach yang tinggi akan tumbuh subur bila mereka berinteraksi langsung/tatap muka dengan orang lain, terjadi situasi dengan kaidah dan aturannya yang minimal, sehingga memungkinkan terciptanya ruang untuk berimprovisasi, dan bila keterlibatan emosional pada rincian-rincian yang tidak relevan berhasil mengacaukan orang dengan Mach yang rendah. Apakah orang dengan Mach yang tinggi bisa menjadi karyawan yang baik, hasilnya tergantung pada jenis pekerjaannya dan apakah implikasi etis perlu dipertimbangkan dalam evaluasi kerja. 3. Penghargaaan diri (Self Esteem) Penghargaan diri (self esteem) dapat didefinisikan kemampuan individu mengukur sejauh mana seseorang memiliki rasa suka atau tidak suka terhadap dirinya sendiri. Orang dengan SE (self esteem) tinggi yakin bahwa mereka memiliki kemampuan yang mereka butuhkan untuk berhasil dalam pekerjaan.Namun mereka memiliki resiko lebih besar dalam seleksi pekerjaan dan lebih mungkin untuk memilih pekerjaan yang tidak konvensional. Sebaliknya, orang dengan SE rendah lebih rentan terhadap pengaruh luar, bergantung pada penerimaan evaluasi positif dari orang lain, memperhatikan bagaimana menyenangkan orang lain, dan lebih suka berkompromi dengan perilaku dan keyakinan dari orang yang mereka hargai.Namun orang dengan SE tinggi lebih puas dengan pekerjaan mereka. 4. Pemantauan diri (self monitoring) Pemantauan diri (self monotoring) merujuk pada kemampuan seorang individu untuk menyesuaikan perilakunya dengan faktor-faktor situasional eksternal. Orang yang pemantauan diri tinggi sangat peka terhadap isyarat eksternal, mampu menyajikan kontradiksi mencolok antara personal publik dengan diri pribadi mereka, memberi perhatian

74 |

lebih dekat pada perilaku orang lain, dan lebih mampu menyesuaikan diri. Orang yang pemantauan dirinya rendah adalah sebaliknya. 5. Pengambilan resiko Pengambilan resiko merupakan kecenderungan individu untuk mengambil atau menghindari resiko akan berdampak pada berapa lama waktu yang diperlukan seorang manager untuk mengambil keputusan dan berapa banyak informasi yang mereka butuhkan sebelum menentukan pilihan. Meskipun pekerjaan mereka pasti menerjang resiko, namun perbedaan individual akan tetap ada. Perbedaan ini perlu dipertimbangkan dan disesuikan dengan permintaan-permintaan pekerjaan tertentu. Misalnya jabatan akunting akan lebih baik jika diisi oleh orang yang kecenderungan mengambil resikonya rendah. Namun hal yang sebaliknya berlaku bagi pedagang saham. 6. Kepribadian tipe A dan B Tipe Kepribadian A adalah orang yang secara agresif terlibat dalam pergumulan yang kronis dan tanpa henti untuk mencapai lebih banyak dalam waktu lebih sedikit, dan jika perlu, melawan orang-orang/upaya-upaya lain yang menentang. Ciri-ciri mereka adalah selalu bergerak, berjalan, dan makan dengan cepat, merasa tidak sabar dengan tingkatan dari kebanyakan peristiwa yang ada, berusaha keras untuk berpikir atau melakukan dua atau lebih hal sekaligus, tidak dapat menghadapi waktu luang, dan terobsesi penuh dengan jumlah (mengukur sukses dari seberapa banyak yang dapat mereka peroleh). Pada kepribadian tipe B adalah kebalikannya, dengan ciri-ciri: tak pernah mengalami keterdesakan waktu atau ketidaksabaran, merasa tidak perlu memamerkan atau membahas apa yang mereka capai, bermain untuk mendapatkan kegembiraan dan relaksasi, bukannya untuk memperlihatkan superioritas, dan dapat santai tanpa rasa bersalah. Tipe A memiliki tingkat stres yang lebih tinggi, terus menerus memasukkan diri dalam tekanan, dan menciptakan tenggat waktu untuk diri sendiri. Mereka adalah pekerja yang cepat karena lebih menekankan pada kuantitas, menunjukkan persaingan dengan bekerja berjam-jam, tidak jarang mengambil keputusan yang salah karena terlalu tergesa-gesa, kurang kreatif, mengandalkan pengalaman masa lampau, jarang berubah, dan lebih mudah diramalkan perilakunya. Perilaku tipe A diatas cukup menunjukkan bahwa orang dengan tipe B akan lebih berhasil.

75 |

C. Hubungan NILAI, SIKAP, dan KEPUASAN KERJA 1. Nilai Nilai mencerminkan keyakinan-keyakinan dasar bahwa bentuk khusus perilaku atau bentuk akhir keberadaan secara pribadi atau social lebih dipilih dibandingkan dengan bentuk perilaku atau bentuk akhir keberadaan perlawanan atau sebaliknya. (Rokeach, 1973). Nilai-nilai terminal merupakan bentuk akhir keberadaan yang sasaran sangat diinginkan; yang ingin dicapai seseorang dalam hidupnya. Contohnya: Keamanan keluarga, kebebasan, kebahagiaan, kehormatan, dll. Nilai-nilai instrumental: Bentuk-bentuk perilaku atau upaya-upaya pencapaian nilainilai terminal yang lebih disukai oleh orang tertentu. Contohnya: Jujur, bertanggung jawab, penolong, pemberani, berkemampuan, dll. a. Pengertian nilai (human values) Untuk memahami pengertian nilai secara lebih dalam, berikut ini akan disajikan sejumlah definisi nilai dari beberapa ahli. Value is an enduring belief that a specific mode of conduct or end-state of existence is personally or socially preferable to an opposite or converse mode of conduct or end-state of existence. (Rokeach, 1973 hal. 5) Value is a general beliefs about desirable or undesireable ways of behaving and about desirable or undesireable goals or end-states. (Feather, 1994 hal. 184) Value as desireable transsituatioanal goal, varying in importance, that serve as guiding principles in the life of a person or other social entity. (Schwartz, 1994 hal. 21) Lebih lanjut Schwartz (1994) juga menjelaskan bahwa nilai adalah (1) suatu keyakinan, (2) berkaitan dengan cara bertingkah laku atau tujuan akhir tertentu, (3) melampaui situasi spesifik, (4) mengarahkan seleksi atau evaluasi terhadap tingkah laku, individu, dan kejadian-kejadian, serta (5) tersusun berdasarkan derajat kepentingannya. Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, terlihat kesamaan pemahaman tentang nilai, yaitu (1) suatu keyakinan, (2) berhubungan dengan cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu. Jadi dapat disimpulkan bahwa nilai adalah suatu keyakinan mengenai cara bertingkah laku dan tujuan akhir yang diinginkan individu, dan digunakan sebagai prinsip atau standar dalam hidupnya. b. Fungsi nilai. Fungsi utama dari nilai dapat dijelaskan sebagai berikut: 1) Nilai sebagai standar (Rokeach, 1973; Schwartz, 1992, 1994), fungsinya ialah:

76 |

a) Membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam social issues


tertentu (Feather, 1994).

b) Mempengaruhi individu untuk lebih menyukai ideologi politik tertentu


dibanding ideologi politik yang lain.

c) Mengarahkan cara menampilkan diri pada orang lain. d) Melakukan evaluasi dan membuat keputusan. e) Mengarahkan tampilan tingkah laku membujuk dan mempengaruhi orang
lain, memberitahu individu akan keyakinan, sikap, nilai dan tingkah laku individu lain yang berbeda, yang bisa diprotes dan dibantah, bisa dipengaruhi dan diubah. 2) Sistem nilai sebagai rencana umum dalam memecahkan konflik dan

pengambilan keputusan (Feather, 1995; Rokeach, 1973; Schwartz, 1992, 1994). Situasi tertentu secara tipikal akan mengaktivasi beberapa nilai dalam sistim nilai individu. Umumnya nilai-nilai yang teraktivasi adalah nilai-nilai yang dominan pada individu yang bersangkutan. 3) Fungsi motivasional Fungsi langsung dari nilai adalah mengarahkan tingkah laku individu dalam situasi sehari-hari, sedangkan fungsi tidak langsungnya adalah untuk

mengekspresikan kebutuhan dasar sehingga nilai dikatakan memiliki fungsi motivasional.Nilai dapat memotivisir individu untuk melakukan suatu tindakan tertentu (Rokeach, 1973; Schwartz, 1994), memberi arah dan intensitas emosional tertentu terhadap tingkah laku (Schwartz, 1994).Hal ini didasari oleh teori yang menyatakan bahwa nilai juga merepresentasikan kebutuhan (termasuk secara biologis) dan keinginan, selain tuntutan sosial (Feather, 1994; Grube dkk., 1994). c. Hubungan nilai dan tingkah laku. Di dalam kehidupan manusia, nilai berperan sebagai standar yang mengarahkan tingkah laku. Nilai membimbing individu untuk memasuki suatu situasi dan bagaimana individu bertingkah laku dalam situasi tersebut (Rokeach, 1973; Kahle dalam Homer & Kahle, 1988). Nilai menjadi kriteria yang dipegang oleh individu dalam memilih dan memutuskan sesuatu (Williams dalam Homer & Kahle, 1988). Danandjaja (1985) mengemukakan bahwa nilai memberi arah pada sikap, keyakinan dan tingkah laku seseorang, serta memberi pedoman untuk memilih tingkah laku yang diinginkan pada setiap individu. Karenanya nilai berpengaruh pada tingkah laku sebagai dampak dari pembentukan

77 |

sikap dan keyakinan, sehingga dapat dikatakan bahwa nilai merupakan faktor penentu dalam berbagai tingkah laku sosial (Rokeach, 1973; Danandjaja, 1985). d. Pengukuran nilai. Berdasarkan teori yang telah diuraikan sebelumnya, nilai-nilai seseorang akan tampak dalam beberapa indikator: 1) Berkaitan dengan definisi nilai sebagai cara bertingkah laku dan tujuan akhir tertentu, maka indikator pertama adalah pernyataan tentang keinginan-keinginan, prinsip hidup dan tujuan hidup seseorang. 2) Indikator berikutnya adalah tingkah laku subyek dalam kehidupannya sehari-hari. Nilai berpengaruh terhadap bagaimana seseorang bertingkah laku, memberi arah pada tingkah laku dan memberi pedoman untuk memilih tingkah laku yang diinginkan. Jadi tingkah laku seseorang mencerminkan nilai-nilai yang dianutnya. Dari tingkah laku dapat dilihat apa yang menjadi prioritasnya, apa yang lebih diinginkan oleh seseorang. 3) Fungsi nilai adalah memotivasi tingkah laku. Seberapa besar seseorang berusaha mencapai apa yang diinginkannya dan intensitas emosional yang diatribusikan terhadap usahanya tersebut, dapat menjadi ukuran tentang kekuatan nilai yang dianutnya. 4) Salah satu fungsi dari nilai adalah dalam memecahkan konflik dan mengambil keputusan. Dalam keadaan-keadaan dimana seseorang harus mengambil keputusan dari situasi yang menimbulkan konflik, nilainya yang dominan akan teraktivasi. Jadi, apa keputusan seseorang dalam situasi konflik tersebut dapat dijadikan indikator tentang nilai yang dianutnya. 5) Fungsi lain dari nilai adalah membimbing individu dalam mengambil posisi tertentu dalam suatu topik sosial tertentu dan mengevaluasinya. Jadi apa pendapat seseorang tentang suatu topik tertentu dan bagaimana ia

mengevaluasi topik tersebut, dapat menggambarkan nilai-nilainya. 2. Sikap Sikap merupakan kumpulan perasaan, keyakinan, dan kecenderungan perilaku yg relatif stabil terhadap objek, orang atau institusi tertentu. Sikap adalah peryataan evaluatif baik yang menguntungkan atau tidak

menguntungkan mengenai objek, orang, atau peristiwa. Sikap mencerminkan bagaimana seseorang merasakan sesuatu (Robin, 2007).

78 |

a.

Fungsi sikap: 1) Adjustive or utilitarian attitudes. sikap memiliki fungsi untuk mendapatkan suatu objek yang diinginkan atau menjauhi konsekuensi yang tidak diinginkan. 2) Ego defensive attitudes. sikap memiliki fungsi untuk menghindari pribadi dan situasi yang berbahaya yang ada disekitamya. 3) Value expressive attitudes. sikap memiliki fungsi untuk membantu ekspresi yang positif dan nyata bagi nilai-nilai dan konsep diri individu. 4) Knowledge expressive attitudes. sikap memiliki fungsi untuk mengerti mengenai kejadian dan pengalaman-pengalaman yang terstruktur. Perubahan sikap dapat terjadi karena: 1) Perubahan sikap melalui modifikasi perubahan perilaku. 2) Perubahan sikap melalui modifikasi perubahan ide-ide atau pikiran. 3) Perubahan sikap melalui modifikasi perubahan perasaan. 4) Perubaban sikap melalui modifikasi perubahan situasi.

b.

Pembentukan sikap. Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan sikap: 1) Pengalaman pribadi Dasar pembentukan yang kuat. Sikap mudah terbentuk jika melibatkan faktor emosional. 2) Kebudayaan Pembentukan sikap tergantung pada kebudayaan tempat individu tersebut dibesarkan. Contoh pada sikap orang kota dan orang desa terhadap kebebasan dalam pergaulan. 3) Orang lain yang dianggap penting (Significant Others) yaitu: orang-orang yang kita harapkan persetujuannya bagi setiap gerak tingkah laku dan opini kita, orang yang tidak ingin dikecewakan, dan yang berarti khusus Misalnya: orangtua, pacar, suami/isteri, teman dekat, guru, pemimpin. Umumnya individu tersebut akan memiliki sikap dengan orang yang dianggap penting. 4) Media massa Media massa berupa media cetak dan elektronik. yang searah (konformis) sikap: pengalaman pribadi harus meninggalkan kesan

79 |

Dalam penyampaian pesan, media massa membawa pesan-pesan sugestif yang dapat mempengaruhi opini kita. Jika pesan sugestif yang disampaikan cukup kuat, maka akan memberi dasar afektif dalam menilai sesuatu hal hingga membentuk sikap tertentu 5) Institusi / Lembaga Pendidikan dan Agama Institusi yang berfungsi meletakkan dasar pengertian dan konsep moral dalam diri individu Pemahaman baik dan buruk, salah atau benar, yang menentukan sistem kepercayaan seseorang hingga ikut berperan dalam menentukan sikap seseorang. 6) Faktor Emosional Suatu sikap yang dilandasi oleh emosi yang fungsinya sebagai semacam penyaluran frustrasi atau pengalihan bentuk mekanisme pertahanan ego. Dapat bersifat sementara ataupun menetap (persisten/tahan lama) Contoh: Prasangka (sikap tidak toleran, tidak fair). c. Teori tentang sikap. 1) Teori Keseimbangan Fokus: upaya individu untuk tetap konsisten dalam bersikap dalam hidup Teori keseimbangan dalam bentuk sederhana: a) Melibatkan hubungan-hubungan antara seseorang dengan dua objek sikap. Ketiga elemen tersebut dihubungkan dengan: Sikap favorable (baik, suka, positif) Sikap unfavorable (buruk, tidak suka, negatif) b) Pembentukan sikap tersebut dapat seimbang atau tidak seimbang c) Hubungan afeksi dapat menghasilkan sistem yang tidak seimbang menjadi seimbang. 2) Teori Konsistensi Kognitif-Afektif Fokus: bagaimana seseorang dengan afeksinya. Penilaian seseorang terhadap suatu kejadian akan mempengaruhi berusaha membuat kognisi mereka konsisten

keyakinannya. Contoh: tidak jadi makan di restoran X karena temannya bilang bahwa restoran tersebut tidak halal padahal dia belum pernah makan disana

80 |

3)

Teori Ketidaksesuaian (Dissonance Theory) Fokus: individu; menyelaraskan elemen-elemen kognisi, pemikiran atau struktur (Konsonansi: selaras). Disonansi: ketidakseimbangan, yaitu pikiran yang amat menekan dan

memotivasi seseorang untuk memperbaikinya. Terdapat dua elemen kognitif; dimana disonansi terjadi jika kedua elemen tidak cocok sehingga mengganggu logika dan pengharapan. Misalnya: Merokok membahayakan kesehatan konsonansi dengan saya tidak merokok; tetapi disonansi dengan perokok. Cara mengurangi Disonansi: a) Merubah salah satu elemen kognitif, yaitu dengan mengubah sikap agar sesuai dengan perilakunya. Misalnya: stop merokok b) Menambahkan satu elemen kognitif baru. merusak kesehatan 4) Teori Atribusi Fokus: individu mengetahui akan sikapnya dengan mengambil kesimpulan dari perilakunya sendiri dan persepsinya tentang situasi. Implikasinya adalah perubahan perilaku yang dilakukan seseorang Misalnya: tidak percaya rokok

menimbulkan kesimpulan pada orang tersebut bahwa sikapnya telah berubah. Contoh: memasak setiap ada kesempatan baru sadar kalau dirinya suka menyukai/hobi memasak d. Pengukuran sikap. Secara ilmiah sikap dapat diukur, dimana sikap terhadap objek diterjemahkan dalam sistem angka Dua metode pengukuran sikap: 1) Self Report Misalnya ketika menyatakan kesukaan terhadap objek saat ditanya dalam interview atau menuliskan evaluasi-evaluasi dari suatu kuesioner dalam metode ini, jawaban yang diberikan dapat dijadikan indikator sikap seseorang Kelemahan: jika individu tidak menjawab pertanyaan yang diajukan maka tidak dapat diketahui pendapat atau sikapnya. Self Report terdiri dari: a) Public Opinion Polling

81 |

Digunakan untuk mengumpulkan data dari masyarakat yang berkaitan dengan opini. Digunakan untuk meramalkan sesuatu atau menyediakan informasi, misalnya: Pro dan kontra aborsi Pembelian suatu produk (representatif) b) Skala Sikap Yaitu: kumpulan pertanyaan mengenai objek sikap untuk mencoba memperoleh pengukuran yang tepat tentang sikap seseorang. Akurasi pengukuran dilakukan dengan penggunaan beberapa item yang berkaitan dengan isu yang sama Skala sikap melibatkan: belief dan opini terhadap suatu objek. Pertanyaanpertanyaan atau item yang membentuk skala sikap dikenal dengan statement (pernyataan yang menyangkut objek psikologis). 2) Pengukuran Involuntary Behavior (Pengukuran terselubung) Pengukuran dapat dilakukan jika memang diinginkan atau dapat dilakukan oleh responden Dalam banyak situasi, akurasi pengukuran sikap dipengaruhi oleh kerelaan responden Pendekatan ini merupakan pendekatan observasi terhadap reaksi-reaksi fisiologis yang terjadi tanpa disadari dilakukan oleh individu yang bersangkutan. Observer dapat menginterpretasikan sikap individu mulai dari facial

reaction,voice tones, body gesture, keringat, dilatasi pupil mata, detak jantung, dan beberapa aspek fisiologis lainnya. e. Faktor-faktor Perubah Sikap Perubahan Sikap dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu: 1) Sumber dari pesan Sumber pesan dapat berasal dari: seseorang, kelompok, institusi Dua ciri penting dari sumber pesan: a) Kredibilitas semakin percaya dengan orang yang mengirimkan pesan, maka kita akan semakin menyukai untuk dipengaruhi oleh pemberi pesan. Dua aspek penting dalam kredibilitas, yaitu: Keahlian Kepercayaan Tingkat kredibilitas berpengaruh terhadap daya persuasif keahlian dan kepercayaan saling berkaitan

82 |

Kredibilitas tinggi daya persuasif tinggi Kredibilitas rendah daya persuatif rendah b) Daya Tarik Kredibilitas masih perlu ditambah daya tarik agar lebih persuatif Efektivitas daya tarik dipengaruhi oleh: - daya tarik fisik - menyenangkan - kemiripan 2) Pesan (Isi pesan) Umumnya berupa kata-kata dan simbol-simbol lain yang menyampaikan informasi Tiga hal yang berkaitan dengan isi pesan: a) Usulan suatu pernyataan yang kita terima secara tidak kritis pesan dirancang dengan harapan orang akan percaya, membentuk sikap, dan terhasut dengan apa yang dikatakan tanpa melihat faktanya. Contoh: iklan di TV b) Menakuti cara lain untuk membujuk adalah dengan menakut-nakuti Jika terlalu berlebihan maka orang menjadi takut, sehingga informasi justru dijauhi. c) Pesan Satu sisi dan dua sisi Pesan satu sisi paling efektif jika orang dalam keadaan netral atau sudah menyukai suatu pesan Pesan dua sisi lebih disukai untuk mengubah pAndangan yang bertentangan 3) Penerima Pesan Beberapa ciri penerima pesan: a) Influenceability sifat kepribadian seseorang tidak berhubungan dengan mudahnya seseorang untuk dibujuk, meski demikian: - anak-anak lebih mudah dipengaruhi daripada orang dewasa - orang berpendidikan rendah lebih mudah dipengaruhi daripada yang berpendidikan tinggi. b) Arah Perhatian dan Penafsiran

83 |

Pesan akan berpengaruh pada penerima, tergantung dari persepsi dan penafsirannya yang terpenting: pesan yang dikirim ke tangan orang pertama, mungkin dapat berbeda jika info sampai ke penerima kedua. c) Kekebalan (saat menerima info yang berlawanan) konsekuensi menerima pesan 1 sisi dan 2 sisi: - Orang yang menerima, beberapa minggu kemudian kelihatan berbeda

pendapat sesuai posisinya - Pesan yang berlawanan akan lebih efektif pada penerima pesan satu sisi - Penerima pesan 2 sisi lebih berlawanan. memiliki daya tahan terhadap pesan yang

3.

Kepuasan Kerja Kepuasan kerja adalah suatu efektivitas atau respon emosional terhadap berbagai

aspek pekerjaan. Kepuasan bukanlah suatu konsep tunggal, sebaliknya, seseorang dapat relatif puas dengan suatu aspek dari pekerjaannya dan tidak puas dengan salah satu atau lebih aspek lainnya. (Kreitner dan Kinicki 2004). a. Lima Model Kepuasan: 1) Pemenuhan kebutuhan, model ini menjelaskan bahwa kepuasan ditentukan oleh karakteristik dari sebuah pekerjaan memungkinkan seseorang individu untuk memenuhi kebutuhannya. 2) Ketidakcocokan. Model-model ini menjelaskan bahwa kepuasan adalah hasil dari harapan yang terpenuhi. 3) Pencapaian nilai. 4) Persamaan. Dalam model ini, kepuasan adalah suatu fungsi dari bagaimana seorang individu diperlakukan secara adil di tempat kerja. 5) Komponen watak/genetik. Model ini didasarkan pada keyakinan bahwa kepuasan kerja merupakan sebagian dari sifat pribadi maupun faktor genetik. b. Teori Kepuasan 1) Teori Dua Faktor (Two Factor Theory) Teori kepuasan kerja yang menyatakan bahwa kepuasan dan ketidak puasan kerja berasal dari kelompok variabel yang berbeda (yaitu motivator & hygiene) 2) Teori Nilai (Value Theory)

84 |

Teori yang menyatakan bahwa kepuasan kerja terutama tergantung kepada kesesuaian antara hasil yang diharapkan & hasil senyatanya diperoleh individu dalam pekerjaannya. Kepuasan kerja seseorang pada dasarnya tergantung kepada selisih antara harapan, kebutuhan atau nilai dengan apa yang menurut perasaan atau persepsi telah diperoleh atau dicapai melalui pekerjaan. Seseorang akan merasa puas jika tidak ada perbedaan antara yang diinginkan dengan persepsinya atas kenyataan. c. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan 1) Bersumber dari dalam diri individu, yaitu demography (age, sex, education); abilities (intellegence, motor skill); personality (values, needs, interaction style). 2) Bersumber dari Lingkungan. Yaitu job and job environment (pay, noise, variety); organization environment (climate, promotional oportunity); Occupational Level (prestige, power). Pengukuran Kepuasan Kerja 1. Objective Survey Minnesota Satisfication Questionnaire (MSQ) Job Description Index (JDI) Needs Satisfication Questionnaire (NSQ) 2. Descriptive Survey Survey ini dilakukan dengan cara memberikan pertanyaan kepada

responden, guna mendapatkan kata-kata sendiri. Pendekatan yang tidak terstruktur ini bertujuan untuk menggali perasaan dan gagasan karyawan. Survey dilaksanakan dengan wawancara bersifat pribadi untuk mengumpulkan data yang lebih deskripsi daripada objektif.

Dampak dari kepuasan kerja dan ketidakpuasan kerja 1. Kepuasan dan produktivitas. 2. Kepuasan kerja dan turnover. 3. Kepuasan kerja dengan tingkat absensi Petunjuk meningkatkan kepuasan kerja 1. Membuat pekerjaan itu menyenangkan 2. Memberi upah/gaji secara adil 3. Mencocokkan orang dengan pekerjaan sesuai dengan minatnya 4. Mencegah pekerjaan yang membosankan dan berulang-ulang

85 |

Untuk mengetahui apakah individu merasa puas atau tidak puas dalam situasi tertentu, digunakan empat teori yaitu: 1. Teori pemenuhan (fulfillment theory), 2. Teori imbalan (reward theory), 3. Teori kesenjangan (discrepancy theory), dan 4. Teori keadilan (equity theory). d. Teori kepuasan kerja dan sikap pekerja. Suatu organisasi/perusahaan terdiri dari input, proses dan output.Input adalah komponen-komponen yang ada di luar lingkungan organisasi antara lain sumber daya manusia dan peraturan pemerintah. Proses meliputi komponen-komponen antara lain motivasi, persepsi, komunikasi, kepemimpinan dan konflik. Sedangkan komponen output antara lain meliputi kinerja individu dan kelompok, serta efektivitas organisasi. Memahami lebih dalam mengenai salah satu komponen dari organisasi ini, maka kita aperlu memahami bahwa setiap individu sebagai sumber daya manusia dalam suatu organisasi/perusahaan memiliki nilai-nilai kerja (work value), yaitu suatu keyakinan pribadi seorang pekerja tentang hasil apa yang diperkirakan dari pekerjaaannya dan bagaimana seharusnya dia berprilaku dalam bekerja. Nilai-nilai kerja dibagi 2 yaitu nilai kerja intrinsik (intrinsic work values) dan nilai kerja ekstrinsik (extrinsic work value). George & Jones memberikan perbandingan antara kedua nilai kerja sebagai berikut: Nilai kerja intrinsik: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Kerja yang menarik Kerja yang menantang Membuat konstribusi penting Belajar sesuatu yang baru Berpotensi tinggi Tanggung jawab dan otonomi kreatif

Nilai kerja ekstrinsik: 1) 2) 3) 4) 5) Gaji tinggi Keuntungan kerja Keamanan kerja Waktu dengan keluarga Status pada komunitas yang lebih luas

86 |

6) 7)

Kontak sosial Waktu untuk hobi

Karena mereka mempunyai nilai nilai kerja, mereka juga memiliki sikap kerja. Sikap menurut Robbins (2001) adalah suatu pernyataan atau pertimbangan evaluatif mengenai obyek, orang, atau peristiwa. Sikap tidak sama dengan nilai, namun keduanya dihubungkan. Robbins mengetengahkan bahwa riset perilaku organisasi atau perusahaan telah memfokuskan pada tiga jenis sikap yaitu: 1. Kepuasan kerja Merujuk pada sikap umum seorang individu terhadap pekerjaannya. 2. Keterlibatan kerja Merupakan ukuran derajat sejauh mana seseorang memihak secara psikologis terhadap pekerjaannya dan menganggap kinerjanya sebagai ukuran harga diri. 3. Komitmen organisasional adalah derajat sejauh mana seorang karyawan memihak suatu organisasi tertentu dan berniat memelihara keanggotaan dalam organisasi tersebut. Menurut Robbins (2001) kepuasan kerja didefinisikan sebagai suatu sikap umum seseorang terhadap pekerjaannya.kepuasan kerja merupakan penjumlahan yang rumit dari sejumlah unsur pekerjaan yang terbedakan dan terpisahkan satu sama lain (discrete job elements). Jika mengacu pada George & Jones (2002), kepuasan kerja merupakan kumpulan feelings dan beliefs yang dimiliki orang tentang pekerjaannya. Pengungkapan ketidakpuasan pegawai bisa disampaikan dalam 4 cara: 1. Respon Voice (aktif & konstruktif, memberikan saran) 2. Respon Loyalty (pasive: tidak melakukan apapun/Constructive: harapan kondisi membaik) 3. Respon Neglect (Pasive: tidak mau tahu/Destructive: membiarkan kondisi

memburuk) 4. Respon Exit (Destructive:karyawan keluar/Active: mencari pekerjaan baru). e. Mencegah dan mengatasi ketidakpuasan kerja. Ketidakpuasan adalah salah satu hal yang sangat menghambat seseorang dalam melakukan suatu pekerjaan apalagi para pekerja yang berjuang mati-matian dalam meningkatkan prestasi kerjanya tapi harus menerima kenyataan kalau dia belum bisa berhasil. Selain itu juga, faktor-faktor di sekitarnya yang kurang mendukung mereka untuk meningkatkan prestasi mereka. Beberapa hal yang bisa mencegah agar ketidakpuasan kerja itu bisa dihindari , yaitu:

87 |

1. Memberi sedikit pekerjaan yang menantang agar dia bisa mengasah skill yang dia miliki dan skill itu juga bisa dikembangkan. 2. Atasan yang baik dan mau mengerti keluhan dari bawahan juga hal yang sangat penting akan hasil pekerjaan yang memuaskan. 3. Teman sekerja (Workers), Merupakan faktor yang berhubungan dengan hubungan antara pegawai dengan atasannya dan dengan pegawai lain. 4. Promosi kenaikan jabatan. 5. Gaji atau upah kerja.

88 |

RANGKUMAN
A. Konsep Kepribadian Kognitif dan Neuro Linguistic Programming (NLP) 1. Konsep dan dinamika perkembangan kognitif. Dalam konsep dan perkembangan kognitif terdapat beberapa teori, diantaranya Teori Perkembangan Pendahuluan, Teori Perkembangan Kognitif, Teori Perkembangan Psikososial, Teori Perkembangan Psikoseksual, dan Teori Perkembangan Moral. 2. NLP (Neuro Linguistic Program) Neuro Linguistic Programming (NLP) adalah model komunikasi interpersonal dan merupakan pendekatan alternatif terhadap psikoterapi yang didasarkan kepada pembelajaran subyektif mengenai bahasa, komunikasi, dan perubahan personal. Teori ini dicetuskan oleh Richard Bandler dan John Grinder. B. ATRIBUT KEPRIBADIAN Dalam atribut kepribadian menjelaskan tentang beberapa tipe manusia, yang meliputi Tempat Kedudukan (Locus of control), Machivelianisme, Pemantauan diri (self monitoring), Pengambilan resiko, dan Kepribadian tipe A dan B terbagi dalam dua kelompok yang saling berlawanan. C. Hubungan NILAI, SIKAP, dan KEPUASAN KERJA Nilai adalah cermin keyakinan-keyakinan dasar bahwa bentuk khusus perilaku atau bentuk akhir keberadaan secara pribadi atau sosial lebih dipilih dibandingkan dengan bentuk perilaku atau bentuk akhir keberadaan perlawanan atau sebaliknya. (Rokeach:1973). Sikap adalah peryataan evaluatif baik yang menguntungkan atau tidak yang masing-masing terbagi teori

menguntungkan mengenai objek, orang, atau peristiwa Sikap mencerminkan bagaimana seseorang merasakan sesuatu.(Robin, 2007). Kepuasan kerja adalah suatu efektivitas atau respon emosional terhadap berbagai aspek pekerjaan.Kepuasan bukanlah suatu konsep tunggal, sebaliknya, seseorang dapat relatif puas dengan suatu aspek dari pekerjaannya dan tidak puas dengan salah satu atau lebih aspek lainnya. (Kreitner dan Kinicki 2004).

89 |

LATIHAN

A. Tentukan apakah pernyataan-pernyataan di bawah ini benar/salah (B-S)! 1. Teori perkembangan kognitif yang dikemukakan Piaget dikenal juga dengan teori perkembangan intelektual yang menyeluruh, dimana teori ini mencerminkan adanya fungsi biologi saja. 2. Trust vs Mistrust, suatu masa bagi orang dewasa yang didasari oleh dorongan mempercayai atau tidak mempercayai orang-orang di sekitarnya. 3. Neuro-Linguistic Programming (NLP) adalah model komunikasi interpersonal dan merupakan pendekatan alternatif terhadap psikoterapi yang didasarkan kepada pembelajaran subyektif mengenai bahasa, komunikasi, dan perubahan personal. 4. Kadang-kadang metode komunikasi yang digunakan tidak bekerja sesuai yang diharapkan. Sehingga, untuk tetap mencapai hasil akhir yang diinginkan, individu perlu mengganti strategi komunikasinya. Hal ini merupakan salah satu pilar NLP yaitu akuitas sensorik. 5. Individu yang tingkat machiavelianismenya tinggi akan cenderung pragmatis, menjaga jarak emosional, dan yakin bahwa tujuan dapat menghalalkan cara. 6. Schwartz (1992, 1994) mengemukakan adanya 10 tipe nilai (value types) yang dianut oleh manusia, yaitu: Power, Achievement, Hedonism, Stimulation, Self-direction, Individualism, Benevolence, Tradition, Conformity, Security. 7. Dimensi opennes to change yang mengutamakan pikiran dan tindakan independen yang berlawanan dengan dimensi conservation yang mengutamakan batasanbatasan terhadap tingkah laku, ketaatan terhadap aturan tradisional, dan perlindungan terhadap stabilitas. 8. Ego defensive attitudes: sikap memiliki fungsi untuk menghindari pribadi dan situasi yang berbahaya yang ada disekitamya. 9. Individu mengetahui akan sikapnya dengan mengambil kesimpulan dari perilakunya sendiri dan persepsinya tentang situasi merupakan teori atribusi. 10. Teori yang menyatakan bahwa kepuasan kerja terutama tergantung kepada kesesuaian antara hasil yang diharapkan & hasil senyatanya diperoleh individu dalam pekerjaanya merupakan teori dua faktor.

90 |

B. Pilihlah jawaban yang paling benar! 1. Teori perkembangan kognitif dikemukakan oleh .... a. b. c. d. Piaget Erikson Maslow Freud

2. Tahapan perkembangan psikoseksual, menurut Sigmund Freud adalah berikut ini, kecuali.... a. b. c. d. Tahap anal Tahap oral Fase latensi Tahap kedewasaan

3. Rokeach mengemukakan,sebagai keyakinan, nilai memiliki aspek berikut ini kecuali .... a. b. c. d. Kognitif Afektif Tingkah laku Komprehensif

4. Membuat sudut pAndang baru atas suatu pengalaman dimana individu dapat mengubah cara berpikir mengenai suatu hal dengan mengubah bahasa yang digunakan disebut .... a. b. c. d. Reframing Deletions Metaprograms Rapport

5. Empat pilar utama Neuro Linguistic Programming (NLP) adalah sebagai berikut kecuali .... a. b. c. d. Hasil Rapport Fleksibilitas Kontinuitas

6. Profesi akuntan membutuhkan atribut kepribadian yang.... a. b. Mach-nya tinggi Self esteem tinggi

91 |

c. d.

Locus of control external a,b, dan c benar

7. Pada taraf ini seorang individu berusaha mendapatkan perumusan nilai-nilai moral dan berusaha merumuskan prinsip-prinsip yang sah (valid) dan yang dapat diterapkan entah prinsip itu berasal dari otoritas orang atau kelompok yang mana. Hal tersebut merupakan tahap .... a. b. c. d. Tahap pra-konvensional Tahap konvesional Tahap sesudah konvesional Tahap semi konvesional

8. sikap memiliki fungsi untuk mendapatkan suatu objek yang diinginkan atau menjauhi konsekuensi yang tidak diinginkan. Merupakan fungsi sikap: a. b. c. d. Adjustive or utilitarian attitudes Ego defensive attitudes Value expressive attitudes Knowledge expressive attitudes

9. Dalam teori perkembangan psikososial dimana perilaku bayi didasari oleh dorongan mempercayai atau tidak mempercayai orang-orang di sekitarnya merupakan ... a. Trust vs mistrust b. Generativity vs Stagnation c. Industry vs inferiority d. Intimacy vs Isolation

10. Pikiran dan tindakan yang tidak terikat (independent), seperti memilih, mencipta, menyelidiki merupakan tipe nilai ... a. b. c. d. Power Achievement Stimulation Self direction

11. Suatu efektivitas atau respon emosional terhadap berbagai aspek pekerjaan disebut .... a. b. c. d. Efektivitas pekerjaan Kepuasaan kerja Kerja keras Mutualisme kerja

92 |

12. Teori yang menyatakan bahwa kepuasan kerja terutama tergantung kepada kesesuaian antara hasil yang diharapkan & hasil senyatanya diperoleh individu dalam pekerjaannya adalah .... a. b. c. d. Teori dua faktor Teori nilai Teori kepuasan kerja Teori keadilan

13. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan adalah sebagai berikut, kecuali .... a. b. c. d. Abilities Personality Occupational level Luck

14. Pengungkapan ketidakpuasan pegawai yang disampaikan dengan tidak melakukan apapun dengan harapan kondisi membaik merupakan .... a. b. c. d. Respon voice Respon loyalty Respon exit Respon neglect

15. Beberapa hal yang bisa mencegah agar ketidakpuasan kerja itu bisa dihindari , yaitu, kecuali .... a. b. c. d. Promosi kenaikan jabatan Gaji atau upah Hukuman Atasan yang baik dan mau mengerti keluhan dari bawahan juga hal yang sangat penting akan hasil pekerjaan yang memuaskan. C. Studi Kasus Dalam suatu pekerjaan ada situasi dimana seseorang merasa puas ataupun tidak puas terhadap pekerjaannya. Masalah yang sering timbul adalah ketika terjadi

ketidakpuasan terhadap pekerjaan mereka. Ada beberapa kemungkinan wujud dari ketidakpuasan tersebut. Menurut pendapat Anda sesuai dengan teori yang telah dipelajari, apa yang harus dilakukan ketika ada kondisi sebagai seorang PNS yang merasa tidak puas atas pekerjaannya? Ulaslah atribut kepribadian yang ideal bagi seorang PNS?

93 |

GLOSSARIUM

Akomodasi adalah proses organisme memodifikasi dirinya sehingga lebih menyukai lingkungannya. Asimilisasi adalah memasukkan sesuatu seperti dalam aktivitas makan atau mencerna. External Locus of Control adalah individu yang memandang hidup mereka dikendalikan oleh kekuatan pihak luar. Internal Locus of Control adalah Individu yang yakin dapat mengendalikan tujuan hidupnya sendiri Neuro diartikan sebagai cara berpikir, yaitu cara mengambil informasi dari dunia luar, cara memfilternya, cara memprosesnya, cara bereaksi, dan lain-lain. Organisasi adalah kecenderungan untuk mengintegrasi diri dan dunia ke dalam suatu bentuk dari bagian-bagian menjadi satu kesatuan yang penuh arti. Reframing adalah membuat sudut pandang baru atas suatu pengalaman. Sensory Activity adalah kemampuan menggunakan panca indra untuk mengamati individu lain secara cermat tanpa asumsi ataupun penilaian tertentu sebelumnya sehingga individu dapat memberikan respon dengan rapport yang maksimal. social self adalah pembentukan pribadi dalam keluarga, bangsa dan budaya.

94 |

BAB
KONSEP DIRI

4
Tujuan Instruksional Khusus: 1. Mahasiswa mampu memahami pentingnya konsep diri 2. Mahasiswa mampu menerapkan konsep diri positif dalam lingkungan. 3. Mahasiswa dapat menumbuhkan rasa percaya diri dalam pergaulan

A. Pengertian dan Urgensi Konsep Diri


1. Pengertian konsep diri Konsep diri secara umum dapat diartikan sebagai bagaimana keyakinan, pandangan/ penilaian/ komentar seseorang terhadap dirinya sendiri. Konsep diri memiliki beberapa pengertian yang diberikan oleh beberapa ilmuan dan pakar-pakar psikologis, di antaranya: a. Konsep diri adalah cara pandang kita yang merupakan pusat dari kesadaran dan tingkah laku kita. Konsep diri melibatkan perasaan, nilai-nilai yang kita anut serta keyakinan-keyakinan kita (Atwater, 1983) b. Burns (1993: vi), konsep diri adalah suatu gambaran campuran dari apa yang kita pikirkan dengan orang-orang lain berpendapat, mengenai diri kita, dan seperti apa diri kita yang kita inginkan. c. Mulyana, (2000:7) Konsep diri adalah pandangan individu mengenai siapa diri individu, dan itu bisa diperoleh lewat informasi yang diberikan lewat informasi yang diberikan orang lain pada diri individu. d. Hurlock (1990:58) memberikan pengertian tentang konsep diri sebagai gambaran yang dimiliki orang tentang dirinya. Konsep diri ini merupakan gabungan dari keyakinan yang dimiliki individu tentang mereka sendiri yang meliputi karakteristik fisik, psikologis, sosial, emosional, aspirasi dan prestasi. e. Menurut William D. Brooks, pengertian konsep diri adalah pandangan dan perasaan kita tentang diri kita (Rakhmat, 2005:105).

95 |

f.

Centi (1993:9) mengemukakan konsep diri (self-concept) tidak lain tidak bukan adalah gagasan tentang diri sendiri, konsep diri terdiri dari bagaimana kita melihat diri sendiri sebagai pribadi, bagaimana kita merasa tentang diri sendiri, dan bagaimana kita menginginkan diri sendiri menjadi manusia sebagaimana kita harapkan.

g.

Konsep diri definisikan secara umum sebagai keyakinan, pandangan atau penilaian seseorang, perasaan dan pemikiran individu terhadap dirinya yang meliputi

kemampuan, karakter, maupun sikap yang dimiliki individu (Rini, 2002:http:/www.epsikologi.com/dewa/160502.htm) h. Konsep diri adalah semua ciri, jenis kelamin, pengalaman, sifat-sifat, latar belakang budaya, pendidikan, & sebagainya yang melekat pada seseorang. (Sarwono) Dari beberapa pendapat dari para ahli di atas maka dapat disimpulkan bahwa pengertian konsep diri adalah cara pandang secara menyeluruh tentang dirinya, yang meliputi kemampuan yang dimiliki, perasaan yang dialami, kondisi fisik dirinya maupun lingkungan terdekatnya. Jadi konsep diri adalah tidak lain dan tidak bukan adalah gagasan tentang diri sendiri. Konsep diri merupakan hal yang penting dalam menghadapi hidup, karena seringkali masalah-masalah yang kita hadapi bersumber dari diri kita sendiri. Pikiran negatif, anggapan-anggapan dan penilaian negatif terhadap diri kita membuat kita merasa tidak mampu menyelesaikan masalah yang ada dan akhirnya lama kelamaan dapat membuat kita minder bahkan frustasi. Hal-hal seperti ini lah yang sebenarnya membuat seseorang gagal melakukan atau mencapai sesuatu, bukan karena ketidakmampuan orang tersebut, melainkan karena konsep diri yang negatif yang membuatnya selalu merasa tidak mampu dan akhirnya menjadikannya benar-benar tidak mampu. Selain itu kegagalan yang terus menerus tersebut dapat membuat seseorang akhirnya putus asa serta menyerah menghadapi hidup.

2. Faktor- faktor yang mempengaruhi konsep diri. Konsep diri bukan merupakan bawaan manusia sejak lahir melainkan terbentuk dari interaksi individu dengan lingkungan hidupnya sejak lahir dan dari pengalaman selama hidup. Konsep diri bisa sengaja dibentuk menjadi konsep diri positif dengan cara memberikan lingkungan yang mendukung terciptanya konsep diri positif. Konsep diri dipengaruhi olah banyak faktor, antara lain:

96 |

a.

Pola asuh orang tua Orang tua merupakan orang pertama yang memberikan pembelajaran mengenai

hidup dan bagaimana cara hidup, maka dari itu konsep diri seorang anak sangat ditentukan oleh pembelajaran yang diberikan oleh orang tua, apakah ia akan memiliki konsep diri negatif atau konsep diri positif. Seorang anak yang tidak memiliki orang tua yang mengasuhnya sejak kecil tentu saja memiliki konsep diri yang berbeda dan akan lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggalnya. b. Saudara sekandung Saudara sekandung merupakan orang terdekat yang selalu bersama dan mempunyai ikatan batin. Saudara sekandung akan memberi pengaruh yang kuat dalam pembentukan konsep diri karena saudara inilah yang akan menjadi contoh dalam berperilaku dan menjadi contoh dalam memandang sesuatu hal yang ada. Bagaimana konsep diri yang dimiliki seorang saudara kandung akan sedikit banyak memengaruhi konsep diri seseorang. Dalam proses pembentukan konsep diri ini dilakukan proses yang oleh Gordon Allport disebut becoming, yaitu manusia mengembangkan, memodifikasi, dan menyaring identitas personal serta pemahaman tentang diri sendiri dan konsep tentang diri sendiri. Inilah yang dimaksud dengan self-development. Self-development kebanyakan terbentuk dari interaksi dengan orang-orang terdekat di masa kanak-kanak seperti orang tua, saudara sekandung, dan keluarga dekat. Orangorang ini menjadi panutan (role models) dalam bertindak, berpikir, dan mengenal diri sendiri. Dalam perkembangannya role model meliputi semua orang yang memengaruhi perilaku, pikiran, dan perasaan manusia. Richard Dewey & W. J. Humber menyebut mereka dengan affective others, yaitu orang lain yang dengan mereka kita mempunyai ikatan emosional. c. Pendidikan Teori behavioristik oleh B. F. Skinner pada kuliah kepribadian I menyatakan bahwa manusia mengembangkan perilakunya berdasarkan proses belajar. Begitu pula dengan konsep diri, proses belajar (pendidikan) juga sangat memengaruhi konsep diri seseorang. Pendidikan memberikan gambaran dan pembelajaran mengenai kehidupan tentang cara menyikapi sesuatu dan cara menghadapi kehidupan. d. Rekan/ teman sebaya Rekan/ teman sebaya biasanya merupakan orang terdekat karena teman sebaya biasanya orang yang paling sering bersama kita. Mereka merupakan orang luar yang sangat memengaruhi diri seseorang, baik sifatnya, kelakuan dan sikap seseorang dalam

97 |

menghadapi sesuatu. Teman sebaya dapat memberikan pembelajaran lebih banyak dibandingkan dengan siapapun di dalam hidup, karena teman sebaya dapat dianggap merupakan sosok seimbang dan setara sebagai contoh dalam menghadapi kehidupan serta masalah. Komunikasi dengan teman sebaya lebih banyak dan lebih intensif daripada dengan keluarga maupun dengan orang lain sehingga teman sebaya dapat memberikan pengaruh yang sagat besar dalam menentukan sikap dan konsep diri seseorang. e. Masyarakat Masyarakat merupakan pihak lain yang memberi pengaruh besar terhadap konsep diri seseorang karena masyarakatlah yang memberi penilaian mengenai seseorang. Seseorang dapat memiliki konsep diri dan penilaian positif terhadap diri sendiri dipengaruhi kesan serta perkataan orang lain yang melihatnya berperilaku. f. Pengalaman Pengalaman mengenai kegagalan maupun pengalaman keberhasilan dapat memengaruhi konsep diri seseorang. Kegagalan seseorang yang terus-menerus dapat menimbulkan keyakinan pada diri seseorang bahwa ada yang salah pada dirinya dan menganggap semua penyebab kegagalan adalah diri sendiri. Hal ini dapat menimbulkan konsep diri negatif. g. Kritik internal Kritik internal disini bermaksud bahwa setiap individu pasti punya penilaian dan kritik terhadap keadaan diri sendiri, kritik tersebut bias sebagai evaluasi atas diri sendiri untuk kemudian dapat digunakan untuk memperbaiki diri sendiri, atau justru dapat membuat konsep diri negatif jika yang terjadi adalah kritik terhadap diri yang sebenarnya memang tidak dapat diubah sehingga kemudian akan memunculkan kekecewaan terhadap diri dan persepsi negatif terhadap diri sendiri.

3. a.

Sumber-sumber konsep diri. Self-esteem (harga diri) Harga Diri merupakan penilaian, baik positif atau negatif seorang individu terhadap

diri sendiri. Harga diri merupakan penilaian mengenai tingkat estimasi individu atas nilai, kemampuan, dan kepercayaan terhadap diri sendiri. Harga diri yang rendah melibatkan penilaian yang buruk akan pengalaman masa lalu dan pengharapan yang rendah bagi pencapaian masa depan. Orang dengan harga diri tinggi memiliki sifat positif terhadap dirinya. Mereka merasa puas dan menghargai diri sendiri, yakin bahwa mereka mempunyai sejumlah kualitas baik,

98 |

dan hal-hal yang patut dibanggakan. Harga diri mempengaruhi perilaku komunikasi seseorang. Orang dengan harga diri tinggi akan lebih mudah beradaptasi dalam menanggapi situasi yang dihadapi, meskipun itu situasi yang sulit, karena mereka mampu menerima diri sendiri apa adanya, daripada orang dengan harga diri rendah. Orang dengan harga diri rendah akan cenderung susah mengahadapi masalah ataupun situasi yang dihadapi karena mereka beranggapan bahwa dirinya tidak cukup mampu untuk menangani masalah tersebut. Harga diri merupakan salah satu komponen konsep diri. Konsep diri mempunyai dua komponen yaitu komponen kognitif dan komponen afektif. Komponen kognitif merupakan citra diri. Misalnya: Saya cantik. Komponen kognitif merupakan harga diri. Misalnya: ada banyak kemungkinan: saya bangga saya cantik, saya menyesal dilahirkan cantik. Berikut ini terdapat beberapa langkah yang dapat menambah harga diri, antara lain: 1) Belajar menyukai diri sendiri (self esteem) Menyukai diri sendiri bukan berarti sombong tapi selalu memiliki perasaan positif dan bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan Allah SWT. Bukan berarti malas melainkan menorong diri sendiri untuk terus berjuang untuk menjadi pribadi yang sholeh secara emosional maupun secara spiritual. 2) Kembangkan pemikiran positif Cara berfikir kita mengendalikan hidup kita. Bila kita berfikir sesuatu dapat terjadi maka itu akan terjadi karena tindakan kitalah yang membuatnya terjadi. Pemikiran positif inilah mendorong sikap optimis, berjiwa pememang, keberanian mengahdapi tantangan dan resiko. 3) Perbaiki kualitas hubungan interpersonal Disaat kita krisis kepribadian seperti minder, tidak berguna, pesimistis, maka dukungan orang lain sangat dibutuhkan. Bersilaturahmilah, tingkatkan keakraban dengan teman dan saudara kita dan mintalah kritk dan tausiyah akan mendorong kita memahami apa yang harus segera dibenahi. Berorganisasilah, kita adakan dapat wawasan dan menmukan figure positif, kehangatan hubungan sosial sehingga meningkatkan semangat hidup. 4) Bersikap proaktif Proaktif berarti berani mengambil tanggungjawab dan tidak menyalahkan orang lain jika gagal. Kemduaian mau berlatih membuat keputusan efektif dan perencanaan strategis, cepat menangkap peluang, berinisiatif dan tidak menunggu-nunggu orang lain. No lucky for the jobless.

99 |

5)

Jaga keseimbangan hidup Secara konsep diri rendah karena kita tidak bisa menyeimbngkan diri dalam mengelola waktu, energi dan emosi kita. Buatlah prioritas antara aktifitas

belajar/kuliah/kerja dengan aktifitas dirumah/keluarga; prioritas kehidupan pribadi dan kehidupan social; antara aktifitas fisik dengan aktifitas ruhiyah kita. Buatlah visi, misi dan target hidup anda baik jangka panjang maupun jangka pendek. Buatlah evaluasi (muhasabah) harian atau mingguan teratur. 6) Ubah cara berkomunikasi Ucapan ibarat pedang yang kalau tidak hati-hati akan menebasnya, sehingga ubahlah cara komunikasi diri (self talk) dengan mengubah ungkapan negative menjadi ungkapan positif: a) Selalu menggunakan kata saya jangan aku atau anda agar tidak terkesan tinggi hati atau menggurui. b) Gunakan kalimat yang menjelaskan situasi sekarang bukan masa lalu atau anganangan. c) Katakan apa yang anda inginkan, bukan apa yang anda tidak inginkan. d) Hindari perkataan jangan atau julukan negative kepada diri sendiri dan orang lain, sebab akan melemahkan semangat dan menjatuhkan citra diri. e) Simaklah dulu ucapnnya sebelum menyimpulkan atau memvonisnya. f) Berikan umpan balik positif kepada orang lain dengan menggunakan kata: saya menghargai, saya memahami, saya percaya anda orang baik, dsb g) Biarkan bahasa tubuh anda positif, walau anda sedang sedih, marah dan suntuk. Just keep smiling. b. Social Evaluation (Penilaian Sosial) Kebanyakan informasi tentang diri sendiri tidak kita dapatkan dari perenungan atau refleksi diri, melainkan dari orang lain. Keyakinan tentang pendapat orang lain akan mempengaruhi perilaku dan keinginan seseorang untuk berubah atau tidak. Berubah ke arah positif ataupun negatif juga merupakan pengaruh dari penilaian masyarakat. Berikut beberapa teori mengenai penilaian sosial terhadap diri seseorang; 1) Reflected appraisal. Pandangan orang lain terhadap diri seseorang akan sangat mungkin menjadi pendapat seseorang tersebut, baik secara sadar atau tidak penilaian orang lain tersebut akan menjadi pendapat yang tanpa sadar kita serap dan kemudian menjadi pendapat seseorang mengenai dirinya sendiri. Bagaimana seseorang hadir atau tampil di hadapan

100 |

orang lain sangat mungkin berdasarkan pertimbangan dari tindakan dan perkataan orang. Dengan menyimpulkan pendapat orang lain dan kemudian memakai pendapat tersebut sebagai pendapat anda sendiri, maka diri akan memantulkan penilaian orang lain itu. Pantulan penilaian yang dilakukan tersebut kemudian masuk ke dalam konsep diri. 2) Direct Feedback Direct feedback, merupakan penilaian secara langsung dengan memberikan pendapat dan penilaian terhadap diri seseorang secara langsung kepada orang tersebut. Penilaian langsung tersebut dapat berupa perkataan maupun tindakan yang bertujuan untuk memberi tahu, atau memberi penilaian. Ketika orang lain, terutama orang-orang yang berpengaruh, seperti orang tua dan teman-teman dekat menyatakan penilaian kepada kita, maka kita menerima feedback (umpan balik) tentang kualitas dan kemampuan kita. Direct Feedback penting bagi aktualisasi diri, yaitu perkembangan terhadap peningkatan kemampuan seseorang.

4. a.

Teori-teori Konsep Diri Social Comparison (Pembandingan Sosial) Menurut Festinger, teori pembandingan sosial membantu menjelaskan berbagai

macam fenomena, termasuk keyakinan sosial, perubahan sikap, & komunikasi kelompok. Teori pembandingan sosial dibangun atas empat prinsip dasar : 1) 2) 3) Setiap orang memiliki keyakinan tertentu. Penting bagi keyakinan kita untuk menjadi benar. Beberapa keyakinan lebih sulit untuk dibuktikan dibandingkan yang lainnya. Hal-hal yang tidak bisa dibuktikan secara objektif mungkin dibuktikan secara subjektif melalui pembuktian bersama (membuat orang lain setuju). 4) Ketika anggota dari kelompok rujukan (reference group) saling tidak setuju tentang sesuatu hal, mereka akan berkomunikasi hingga konflik tersebut terselesaikan. b. Self Perception (Persepsi Diri) Penelitian mengatakan bahwa kita tidak lebih ahli tentang maksud dan tindakan kita terhadap orang lain. Menurut Daryl Benn, ketika kita menilai pendapat sendiri, maka kita akan mengambil perilaku kita sebagai petunjuk (clues), daripada menganalisis diri kita secara mendalam. Proses selfperception melibatkan pembelajaran tentang diri sendiri dan menempatkan diri pada hal sama ketika kita mencoba memahami orang lain.

101 |

5.

Urgensi konsep diri Urgensi konsep diri sesuai dengan teori Carl Ransom Rogers, seorang tokoh

psikologi humanis, aliran fenomenologis-eksistensial, psikolog klinis dan terapis, yaitu individu memiliki kemampuan dalam diri sendiri untuk mengerti diri, menentukan hidup, dan menangani masalah-masalah psikisnya asalkan konselor menciptakan kondisi yang dapat mempermudah perkembangan individu untuk aktualisasi diri. Konsep diri banyak mempengaruhi proses pengembangan diri (self development) dan menentukan siapa kita di kemudian hari. Individu dengan konsep diri positif, cenderung mengembangkan sikap-sikap postitif mengenai dirinya sendiri, dan sebaliknya inividu dengan konsep diri negatif, cenderung akan mengembangkan nilai-nilai atau pandangan yang negatif tentang segala kondisi atau sistem sosial yang ada. Konsep diri yang dimiliki oleh seseorang, baik poistif maupun negatif akan mempengaruhi cara penilaian individu tersebut mengenai dirinya dan lingkungan, hal ini akan sangat mempengaruhi perilakunya. Individu akan cenderung bertingkah laku sesuai dengan konsep diri yang dimilikinya. Konsep diri merupakan penentu sikap individu dalam bertingkah laku, artinya apabila individu cenderung berpikir akan berhasil, maka hal ini merupakan kekuatan atau dorongan yang akan membuat individu menuju kesuksesan. Sebaliknya jika individu berpikir akan gagal, maka hal ini sama saja mempersiapkan kegagalan bagi dirinya. Dengan konsep diri, seseorang akan mampu untuk: a. Mengetahui tujuan hidup, sehingga jelas arah hidup. b. Mengetahui jalan hidup, sehingga mempunyai bingkai yang jelas dalam melangkah di hidup ini. c. Bersemangat dan termotivasi untuk menjalani jalan konsep diri karena tahu ada kesuksesan ideal menanti kita di depan (definisi sukses berbeda satu sama lainya). Kemampuan untuk memahami diri sendiri, atau konsep diri, berkembang sejalan dengan usia seseorang. Menurut teori cerminan diri (looking glass self), pemahaman seseorang terhadap dirinya merupakan refleksi bagaimana orang lain bereaksi

terhadapnya. Konsep diri berkembang seiring dengan perkembangan sosial seseorang. Perkembangan sosial seseorang juga tidak terlepas dari kognisi seseorang (social cognition) atau bagaimana seseorang memahami pikiran, perasaan, motif dan perilaku orang lain. Banyak ahli perkembangan yang percaya bahwa bayi yang baru lahir belum mempunyai konsep diri. Konsep diri mulai berkembang secara perlahan-lahan pada usia dua sampai enam bulan ketika dia mulai menyadari perbedaan dirinya dengan lingkungan

102 |

eksternalnya. Pada usia 18 sampai 24 bulan, bayi mulai menunjukkan pengenalan diri (self recognition) dan mulai membentuk diri kategorikal (categorical-self) yang mengklasifikasikan mereka dalam dimensi sosial yang signifikan seperti usia atau jenis kelamin. Pada usia prasekolah anak mulai belajar berperilaku sesuai dimensi psikologikal yang sangat konkret, terutama mengenai gambaran fisik, kepemilikan dan kegiatan yang dapat mereka lakukan. Antara usia 2-3 tahun anak dapat membicarakan kebutuhan, perasaan dan keinginan, namun belum menyadari bahwa kepercayaan seseorang mempengaruhi hal tersebut. Pada usia 3-4 tahun, anak mulai menyadari bahwa

kepercayaan dan keinginan merupakan keadaan mental yang berbeda dan kedua-duanya dapat mempengaruhi perilaku seseorang. Melalui hubungan dengan saudara-saudaranya, mereka mulai mempelajari dan mengambil kesimpulan tentang perbedaan dari konsep diri yang dapat dilihat dan disimpulkan orang lain (public self) dengan diri yang bersifat lebih dalam dan subyektif yang hanya diketahui individu dan tidak ditampilkan di depan umum (private self). Pada usia 8 tahun, anak mulai menggambarkan diri mereka dalam atribut yang lebih dalam dan lebih bertahan lama. Remaja telah memiliki konsep diri yang lebih terintegratif dan lebih abstrak yang menunjukkan kualitas disposisional mereka (termasuk sifat, kepercayaan, sikap dan nilai-nilai), namun pengetahuan tentang karakteristik ini masih berinteraksi satu sama lainnya dan dengan pengaruh situasional mempengaruhi perilaku mereka. Remaja masih dapat menunjukkan perilaku diri yang pura-pura (false self behavior) yang dapat menimbulkan kebingungan siapa mereka sesungguhnya. Sejalan dengan perkembangannya, anak tidak hanya memahami lebih banyak tentang diri mereka sendiri, mereka juga mulai melakukan evaluasi terhadap kualitas yang mereka persepsikan. Aspek evaluatif dari konsep diri yang dimiliki seseorang ini disebut dengan harga diri (self esteem). Al-Quran mengajarkan bahwa harga diri dari kualitas terbaik seorang mukmin adalah takwa kepada Allah. Dalam Islam tingginya keimanan menunjukkan tingginya derajat manusia, sebagaimana kutipan al-Quran berikut ini: Artinya :Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman (QS. Ali Imran: 139). Konsep diri dapat dibagi menjadi dua yakni konsep diri positif dan konsep diri negatif:

103 |

a.

Konsep diri negatif Penilaian negatif pada diri sendiri dengan tidak merasa cukup baik terhadap

apapun yang dimiliki dan merasa tidak mampu mencapai suatu apapun yang berharga. Hal ini terus berlanjut sehingga akan menuntun diri sendiri ke arah kelemahan emosional. Kemudian mungkin akan mengalami depresi atau kecemasan secara ajeg, kekecewaan emosional yang lebih parah dan kualitasnya mungkin mengarah ke keangkuhan dan ke keegoisan. Hal ini akan mengarah pada penghancuran diri. Ismail (2001), Bila seseorang memiliki konsep diri yang negatif, maka individu tersebut cenderung akan mengembangkan perasaan tidak mampu dan rendah diri, merasa ragu, dan kurang percaya diri. Individu dengan konsep diri yang negatif akan mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dengan lingkungan sosial. Brooks dan Emmert (dalam Rahmat, 1996), mengungkapkan bahwa terdapat perbedaan karakteristik seseorang dengan konsep diri positif dan seseorang dengan konsep diri negatif. Orang dengan konsep diri negatif, dapat dilihat jika mereka : 1) Mudah marah dan peka terhadap kritik, namun dipersepsi sebagai upaya orang lain untuk menjatuhkan harga dirinya; 2) 3) 4) Cenderung menghindari dialog yang terbuka; Selalu mempertahankan pendapat walaupun pendapatnya itu salah; Sangat respek terhadap berbagai pujian yang ditujukan pada dirinya dan segala atribut atau embel-embel yang menunjang harga dirinya menjadi pusat perhatiannya; 5) 6) Memiliki kecenderungan bersikap hiperkritis terhadap orang lain; Jarang bahkan tidak pernah mengungkapkan penghargaan atau pengakuan terhadap kelebihan orang lain; 7) 8) Memiliki perasaan mudah marah, cenderung mengeluh dan meremehkan orang lain; Merasa tidak disenangi dan tidak diperhatikan oleh orang banyak, karena itulah cenderung bereaksi untuk menciptakan permusuhan; 9) Tidak mau menyalahkan diri sendiri namun selalu memandang dirinya sebagai korban dari sistem sosial yang tidak benar; 10) Pesimis terhadap segala yang bersifat kompetitif, serta takut bersaing dan berprestasi, serta tidak berdaya melawan persaingan yang merugikan dirinya. b. Konsep diri positif Penilaian positif pada diri sendiri dan mengenal diri sendiri secara baik. Konsep diri positif berarti memiliki sikap optimis, penuh percaya diri, dan selalu bersikap positif terhadap segala sesuatu, juga terhadap kegagalan yang dialami. Beranggapan bahwa hidup adalah

104 |

suatu proses penemuan dan berharap kehidupan dapat membuat diri senang, dapat memberikan kejutan, dan memberikan imbalan. Dengan menerima semua keadaan diri maka dapat menerima semua keadaan orang lain. Ismail (2001), menjelaskan bahwa konsep diri merupakan faktor yang sangat menentukan dalam hubungan interpersonal, karena setiap orang akan bertingkah laku sesuai dengan konsep dirinya. Artinya bahwa bila konsep diri seseorang positif, maka individu akan cenderung mengembangkan sikap-sikap postitif mengenai dirinya sendiri, seperti rasa percaya diri yang baik serta kemampuan untuk melihat dan menilai diri sendiri secara positif. Inividu dengan konsep diri positif cenderung akan dapat menimbulkan tingkah laku penyesuaian yang baik dengan lingkungan sosial. Orang dengan konsep diri positif, dapat dilihat jika mereka: 1) 2) 3) 4) Optimis, yakin akan kemampuan dalam mengatasi masalah; Percaya diri, merasa setara atau sederajat dengan orang lain; Rendah hati, menerima pujian tanpa rasa malu; Menyadari bahwa setiap orang memilki berbagai perasaan, keinginan, dan perilaku yang tidak seluruhnya dapat diterima oleh masyarakat; 5) 6) Memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri sendiri; Memiliki kesanggupan dalam mengungkapkan aspek yang tidak disenangi dan berusaha untuk merubahnya; 7) 8) 9) Peduli; Kreatif; Professional.

6.

Ilustrasi konsep diri positif Dikisahkan ada dua orang kakak beradik yang sama-sama mengelola toko

kelontong. Kakak beradik ini mendapatkan modal dari ayahnya untuk menjalankan usaha toko kelontong yang lokasinya tidak terlalu jauh berbeda. Sang ayah hanya berpesan tentang dua hal yang perlu diperhatikan, yakni, "Pertama, jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu dan kedua setiap pergi dari rumah ke toko atau sebaliknya jangan sampai terkena sinar matahari." Waktu terus berjalan dan masing-masing berusaha mengelola tokonya dengan menjalankan pesan ayahnya. Setelah beberapa tahun ayahnya meninggal, kenyataan yang terjadi adalah anak yang lebih tua tokonya berkembang semakin besar, barang-barangnya

105 |

semakin banyak dan menjadi semakin bertambah kaya. Sebaliknya, adiknya usahanya semakin menurun, barang-barangnya semakin menyusut dan menjadi semakin miskin. Ibunya yang melihat hal itu merasa heran dan menanyakan kepada masing-masing anaknya. Ketika ditanyakan kepada anak yang lebih kecil jawabnya adalah, "Semua ini karena saya mengikuti pesan ayah. Pesan pertama, saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Ayah juga berpesan agar setiap pergi dan pulang dari rumah ke toko saya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya selalu membawa mobil atau naik taksi menuju toko atau pulang kerumah. Padahal, kalau mau dengan berjalan kaki saja sampai, tetapi karena pesan ayah demikian maka pengeluaranku menjadi bertambah banyak." Sedangkan ketika Ibunya bertanya kepada anak yang lebih tua yang lebih berhasil mengelola tokonya, jawabnya adalah, "Semua ini berkat dua pesan ayah tersebut. Pertama ayah berpesan supaya saya tidak menagih hutang kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan kepada orang lain sehingga modal saya tidak susut. Kalau ada orang yang ingin berhutang, saya lebih senang memberikan bantuan uang sesuai kemampuan saya saja, sehingga saya tidak perlu menagih hutang. Ayah juga berpesan agar setiap berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya selalu berangkat ke toko dengan berjalan kaki lebih awal sebelum matahari terbit dan pulang ke rumah lebih lambat sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Kebiasaan itu menjadikan banyak orang tahu dan tokoku menjadi laris, karena mempunyai jam kerja lebih panjang." Sahabat semuanya, kisah diatas saya dapatkan dari seorang teman yang entah dari mana sumber aslinya. Mungkin bukanlah kisah nyata, namun sesungguhnya memberikan pelajaran bermakna kepada kita semua, bahwa sebuah pesan atau kalimat dapat ditangkap berbeda sehingga memberikan hasil yang berbeda. Kalau seseorang mampu melihat dengan "positive attitude" maka ia berhasil menangkap pesan itu menjadi positif, pikirannyapun positif, tindakannya pun positif dan hasilnya adalah positif pula. Sebaliknya kalau pesan itu ditangkap dengan persepsi yang berbeda, maka pesan itu dianggap sebagai sebuah kesulitan bukan sebuah tantangan, hal ini akan mempengaruhi pikiran dan tindakannya, dan hasilnya adalah sesuatu yang negatif.

106 |

B. Cara Menumbuhkan Konsep Diri Positif Cara untuk meningkatkan konsep diri positif pada diri seseorang dapat dilakukan melalui dua hal, yaitu dengan positive thinking dan potential power. Hal pertama untuk menumbuhkan konsep diri positif adalah dengan memberikan ide-ide positif tentang diri sendiri, misalnya dengan kata-kata penyemangat seperti; saya sukses, saya baik, saya bisa. Hal yang dianggap sepele seperti ini sebenarnya memberi pengaruh besar terhadap anggapan serta ide mengenai diri sendiri. Selain itu perlu juga mengembangkan potential power (potensi diri). Potensi diri juga merupakan hal yang penting karena untuk memperoleh konsep diri positif seseorang perlu merasakan keberhasilan, bukan kegagalan terus menerus, untuk mencapai hal itu seseorang harus melakukan hal yang sesuai dengan potensi dirinya. Untuk memperkuat potensi diri harus dilakukan dengan mengetahui potensi diri dan mengembangkan potensi diri. Potensi diri dapat dioptimalkan dengan cara mengetahui apa yang anda sukai, karakter pribadi anda, dan mengenali prestasi anda di masa lalu dan mengembangkan potensi diri dengan pendidikan, pengalaman serta membaca dan menulis. Sedangkan menurut Wuryanano pada webnya http://www.gsn-soeki.com/wouw/, disebutkan bahwa konsep diri dipengaruhi tiga hal, antara lain: 1. Cita-cita diri Cita-cita diri yaitu suatu keinginan untuk mencapai suatu tujuan pribadi yang biasanya sangat dipengaruhi lingkungan sekitar. Cita-cita diri ini merupakan dasar atau tujuan manusia dalam menjalani kehidupan, sehingga cukup memengaruhi seseorang dalam memandang segala hal. Mulai dari pandangan terhadap diri sendiri dan pandangan terhadap lingkungan sekitar dapat dipengaruhi oleh cita-cita diri ini. 2. Citra diri Citra diri merupakan suatu hal yang bersifat prinsip seseorang. Citra diri merupakan hasil dari pengalaman masa lalu mengenai kesuksesan ataupun kegagalan seseorang yang kemudian membekas menjadi pandangan terhadap diri sendiri. Citra diri sebenarnya merupakan konsepsi diri sendiri mengenai seperti apakah diri sebenarnya. 3. Harga diri Harga diri yaitu seberapa besar seseorang memberikan penghargaan terhadap diri sendiri. Jika seseorang sering tidak menghargai diri sendiri, menganggap remeh diri sendiri, orang lain pun akan menganggap harga diri orang tersebut rendah. Sebaliknya jika seseorang selalu menghargai dirinya sendiri tentu orang lain akan lebih menghargai orang tersebut lebih baik lagi.

107 |

Kemudian menurut Wuryanano lagi, cara untuk mengembangkan konsep diri positif atau dengan bahasanya yaitu citra diri lebih baik, yaitu dengan cara mengubah pola pikir lama menjadi pola pikir baru mengenai segala sesuatu di lingkungannya. Cara ini dapat dilakukan dengan memahami diri sendiri dengan menilik ke dalam diri sendiri mengenai seperti apa diri yang sekarang, dan harus diubah menjadi seperti apa agar dapat memiliki citra diri yang lebih baik. Para ahli sepakat bahwa perbaikan keadaan mental, dapat dicapai dengan mengubah pikiran tidak sehat menjadi sehat. Ada sebuah kata bijak yang mengatakan bahwa Dirimu adalah apa yang kau pikirkan, dari kalimat ini berarti manusia dapat merubah konsep diri menjadi negatif atau positif tergantung pada apa yang dipikirkan dan keinginan diri sendiri untuk mengubahnya. Seseorang dapat mengubah konsep diri menjadi positif dengan beberapa cara, antara lain: a. Mulai dengan afirmasi positif, yakni dengan menanamkan kata-kata positif yang dapat memacu semangat diri sendiri seperti aku pasti bisa, semangat!, aku pasti berhasil, dan sebagainya. b. Bersikap objektif pada diri sendiri, lihat talenta, bakat, dan potensi diri untuk mengembangkan bakat-bakat yag dimiliki secara maksimal. Jangan abaikan

keberhasilan sekecil apapun yang pernah dicapai. Jangan terlalu berharap dapat membahagiakan semua orang atau melakukan segala sesuatu sekaligus. c. Hargai diri sendiri, dengan menghargai diri seseorang dapat lebih yakin terhadap diri sendiri dan memiliki konsep diri positif. d. Jangan memusuhi diri sendiri, sikap menyalahkan diri sendiri secara berlebihan merupakan pertanda bahwa ada permusuhan dan peperangan antara harapan ideal dengan kenyataan diri sejati (real self). Akibatnya akan timbul kelelahan mental dan rasa frustasi yang dalam serta makin lemah dan negatif konsep dirinya. e. Berpikir positif serta rasional, tetap berpikir positif dan rasional misalnya dengan menargetkan sesuatu secara rasional sesuai batas kemampuan kita agar kita. Selain itu semua hal banyak tergantung pada cara kita memandang segala sesuatu, baik terhadap persoalan maupun terhadap seseorang. Jadi, kendalikan pikiran agar pikiran itu tidak menyesatkan jiwa dan raga.

4. a.

Menerapkan konsep diri positif Menata konsep diri seorang muslim 1) Penataan spiritual religuitas (salimul aqidah, sahihul ibadah & matinul khuluq).

108 |

2) Pemahaman Aplikatif aqidah/ keyakinannya (eksistensi Allah, nilai kebenaran, nilai kritis, nilai kerja, nilai pergaulannya dan nilai hubungan) yang teraplikasi dalam cara ibadah, cara bekerja, cara berorganisasi dan cara berpola fikir yang melahirkan konsistensi (istiqomah). 3) Konsistensi pribadi ini akan melahirkan konsep diri positif, keberanian, rasa percaya diri, ketenangan jiwanya terhadap berbagai permasalahan hidup. 4) Strateginya adalah kenali diri sendiri, kemudian binalah diri (tarbiyah zakiyah) atau mengatur diri sendiri dengan aktivitas harian kita yang menularkan virus baik bagi teman dan sekitarnya. b. Penataan kematangan pribadi (mujahidu linnafsi) Penataan spiritual akan berpengaruh pada tingkat kematangannya sebagai manusia, tapi perlu adanya keuletan manusia untuk melatih dan mengasah, antara lain: 1) Penataan kekuatan pola berfikir (mutsaqol fikri) 2) Sinergitas diri, pekerjaan, dakwah, organisasi dan pergaulan (tarbiyatul jakiyun) c. Konsep diri dengan orang lain 1) Memperbaiki Komunikasi dan relationship 2) Membangun hubungan Keluarga 3) Membangun komitmen dengan tim. 4) Regenerasi 5) Sinergitas

5.

Menumbuhkan konsep diri positif untuk anak-anak Menurut Dorothy Law Nolte, konsep diri anak dapat ditumbuhkan antara lain

melalui konsep berikut; Jika anak dibesarkan dengan celaan, ia belajar memaki, jika anak dibesarkan dengan ketakutan, ia belajar gelisah, jika anak dibesarkan dengan pengakuan, ia belajar mengenali tujuan, dan jika anak dibesarkan dengan dorongan, ia belajar percaya diri". Konsep diri pada anak-anak antara lain diperoleh dari pendapat/penilaian dari luar dirinya (orang lain atau lingkungan). Itu sebabnya, orangtua, guru dan siapapun yang berada di lingkungan anak, harus senantiasa memberikan apresiasi positif terhadap sekecil apapun perbuatan positif yang dilakukan anak. Semakin banyak anak memperoleh penerimaan dan penghargaan terhadap perasaan, pendapat, dan perbuatan mereka, semakin bagus konsep diri positifnya terbentuk. Sebaliknya, lingkungan yang jarang

109 |

memberikan apresiasi dan perhatian positif kepada anak, bahkan justru lebih banyak memberikan apresiasi negatif, akan membuat anak memiliki konsep diri negatif. Secara lebih praktis, beberapa hal berikut harus dilakukan oleh orangtua untuk membentuk konsep diri positif seorang anak: a. Beri keteladanan terbaik b. Tunjukkan kebanggaan Anda kepada anak c. Hargai perasaan dan pendapatnya d. Mengajak anak menikmati petualangan hidup positif e. Bermain dengan anak di mana kita bisa memasukkan pil-pil positif saat hatinya senang. f. Membangkitkan jiwa anak

g. Membesarkan hati anak h. Memperkuat imannya atau mentalnya i. j. Memberikan bacaan yang menginspirasi Mengajak anak mengidolakan tokoh berkualitas

k. Menyediakan fasilitas pendidikan di rumah

C. Cara Menumbuhkan Kepercayaan Diri 1. Konsep Dasar Percaya Diri Untuk dapat menampilkan rasa percaya diri setiap orang harus mengenali kekuatan-kekuatan, kelebihan dan kekurangan-kekurangan dirinya. Kekuatan-kekuatan dirinya harus dikembangkan, dan segala kekurangan harus dikurangi dan diperbaiki. Pada dasarnya setiap orang menginginkan keberhasilan dalam hidupnya, baik dalam bidang intelektual, sosial, emosi, rokhani maupun materi. Rasa percaya diri merupakan modal awal keberhasilan seseorang dalam hidupnya yang merupakan keyakinan terhadap kemampuan diri untuk dapat melakukan segala hal yang sudah ditekadkan dan berani menghadapi akibatnya. Orang yang percaya diri tidak takut akan kegagalan dan optimis dalam menjalani kenyataan hidup. Rasa percaya diri berkaitan erat dengan konsep diri. Orang yang konsep dirinya positif dan realistik, mempunyai rasa percaya diri yang tinggi, sebaliknya orang yang memiliki konsep diri negatif dan tidak realistik akan kurang menghargai dirinya, sehingga memiliki harga diri rendah, dan kurang percaya diri. Apabila kurang percaya diri, rasa tidak mampu itu berlangsung terus menerus maka orang itu disebut atau menderita penyakit rendah diri (inferiority complex).

110 |

Rasa percaya diri adalah sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungan atau situasi yang dihadapinya. Hal ini bukan berarti bahwa individu tersebut mampu dan kompeten melakukan sesuatu seorang diri. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa. Keyakinan-keyakinan tersebut timbul karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang nyata terhadap diri sendiri.

2.

Pengertian Percaya Diri Maslow (dalam Alwisol, 2004:24), mengatakan bahwa kepercayaan diri itu diawali

oleh konsep diri. Menurut Centi (1993:9) konsep diri adalah gagasan seseorang tentang diri sendiri, yang memberikan gambaran kepada seseorang mengenai dirinya sendiri. Sullivan (dalam Bastaman, 1995:123) mengatakan bahwa ada dua macam konsep diri yaitu, konsep diri positif dan konsep diri negatif. Konsep diri yang positif terbentuk karena seseorang secara terus menerus sejak lama menerima umpan balik yang positif berupa pujian dan penghargaan. Sedangkan konsep diri yang negatif dikaitkan dengan umpan balik negatif seperti ejekan dan perendahan. Menurut Lauter (2002:4) kepercayaan diri merupakan suatu sikap atau keyakinan atas kemampuan diri sendiri sehingga dalam tindakan-tindakannya tidak terlalu cemas, merasa bebas untuk melakukan hal-hal yang sesuai keinginan dan tanggung jawab atas perbuatannya, sopan dalam berinteraksi dengan orang lain, memiliki dorongan prestasi serta dapat mengenal kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Lauster menggambarkan bahwa orang yang mempunyai kepercayaan diri memiliki ciri-ciri tidak mementingkan diri sendiri (toleransi), tidak membutuhkan dorongan orang lain, optimis dan gembira. Meurut pendapat Angelis (2003:10), percaya diri berawal dari tekad pada diri sendiri, untuk melakukan segalanya yang kita inginkan dan butuhkan dalam hidup. Percaya diri terbina dari keyakinan diri sendiri, sehingga kita mampu menghadapi tantangan hidup apapun dengan berbuat sesuatu. Menurut Rahmat (2000:109) kepercayaan diri dapat diartikan sebagai suatu kepercayaan terhadap diri sendiri yang dimiliki oleh setiap orang dalam kehidupannya serta bagaimana orang tersebut memandang dirinya secara utuh dengan mengacu pada konsep diri.

111 |

Berdasarkan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan bahwa percaya diri (Self confidence) merupakan adanya sikap individu yakin akan kemampuannya sendiri untuk bertingkah laku sesuai dengan yang diharapkannya sebagai suatu perasaan yang yakin pada tindakannya, bertanggung jawab terhadap tindakannya dan tidak terpengaruh oleh orang lain. Orang yang memiliki kepercayaan diri mempunyai ciri-ciri: toleransi, tidak memerlukan dukungan orang lain dalam setiap mengambil keputusan atau mengerjakan tugas, selalu bersikap optimis dan dinamis, serta memiliki dorongan prestasi yang kuat.

3.

Karakteristik Percaya Diri Dalam mempelajari rasa percaya diri, Anda tidak hanya sekedar tahu dari definisi

atau arti dari percaya diri tersebut. Akan tetapi, Anda juga harus memahami juga karakteristik dari rasa percaya diri tersebut. Beberapa ciri atau karakteristik individu yang mempunyai rasa percaya diri yang proporsional, diantaranya adalah: a. percaya akan kompetensi/kemampuan diri, sehingga tidak membutuhkan pujian, pengakuan, penerimaan, ataupun rasa hormat orang lain; b. tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterima oleh orang lain atau kelompok; c. d. e. f. berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain; berani menjadi diri sendiri; punya pengendalian diri yang baik (tidak moody dan emosinya stabil); memiliki internal locus of control (memandang keberhasilan atau kegagalan, tergantung dari usaha diri sendiri dan tidak mudah menyerah pada nasib atau keadaan serta tidak tergantung/mengharapkan bantuan orang lain); g. mempunyai cara pandang yang positif terhadap diri sendiri, orang lain dan situasi di luar dirinya; h. Memiliki harapan yang realistik terhadap diri sendiri, sehingga ketika harapan itu tidak terwujud, ia tetap mampu melihat sisi positif dirinya dan situasi yang terjadi.

4. Karakteristik Rasa Kurang Percaya Diri Dalam mempelajari rasa percaya diri ini, tidak hanya karakteristik percaya diri saja yang perlu untuk diketahui. Akan tetapi, Anda juga perlu untuk mengetahui karakteristik individu yang kurang percaya diri. Hal ini dimaksudkan agar Anda bisa menghindari karakteristik tersebut. Dan alasan lain perlunya Anda untuk mengetahui karateristik individu yang kurang percaya diri adalah untuk menyadari apakah dalam diri Anda terdapat

112 |

karakteristik tersebut. Hal ini bertujuan untuk lebih waspada dan mencegah rasa kurang percaya diri tersebut berkembang. Berikut adalah beberapa ciri atau karakteristik individu yang kurang percaya diri, antara lain: a. berusaha menunjukkan sikap konformis, semata-mata demi mendapatkan pengakuan dan penerimaan kelompok; b. c. menyimpan rasa takut/kekhawatiran terhadap penolakan; sulit menerima realita diri (terlebih menerima kekurangan diri) dan memandang rendah kemampuan diri sendiri. Namun di lain pihak memasang harapan yang tidak realistik terhadap diri sendiri; d. e. pesimis, mudah menilai segala sesuatu dari sisi negative; takut gagal, sehingga menghindari segala resiko dan tidak berani memasang target untuk berhasil; f. g. cenderung menolak pujian yang ditujukan secara tulus (karena undervalue diri sendiri); selalu menempatkan/memposisikan diri sebagai yang terakhir, karena menilai dirinya tidak mampu; h. mempunyai external locus of control (mudah menyerah pada nasib, sangat tergantung pada keadaan dan pengakuan/ penerimaan serta bantuan orang lain).

5. Sebab-Sebab Timbulnya Rasa Kurang Percaya Diri Lebih lanjut, kita harus memperlajari sebab-sebab timbulanya rasa kurang percaya diri tersebut. Pengetahuan tentang rasa kurang percaya diri ini dapat membantu untuk menghindari rasa kurang percaya diri tersebut. Rasa kurang percaya diri dapat disebabkan oleh: a. Pola pikir negatif. Dalam hidup bermasyarakat, setiap individu mengalami berbagai masalah, kejadian, bertemu orang-orang baru dan sebagainya. Reaksi terhadap seseorang ataupun sebuah peristiwa, sangat dipengaruhi oleh cara berpikirnya. Individu yang kurang percaya diri, cenderung mempersepsikan segala sesuatu dari sisi negative. Individu tersebut tidak menyadari bahwa dari dalam dirinya sendiri semua pikir negatif itu berasal. Pola pikir negatif tersebut antara lain: 1) Menekankan keharusan-keharusan pada diri sendiri, seperti saya harus beginisaya harus begitu. Ketika gagal maka seluruh hidup dan masa depannya hancur.

113 |

2)

Memiliki cara berpikir totalitas dan dualisme, seperti kalau saya sampai gagal, berarti saya memang jelek dan bodoh.

3)

Pesimistik dan futuristik, yaitu satu kegagalan kecil saja membuat dirinya sudah merasa tidak akan berhasil meraih cita-cita di masa depan. Contoh: ketika mendapatkan nilai ulangan paling kecil diantara teman-temannya, langsung berpikir bahwa dirinya tidak akan masuk perguruan tinggi negeri.

4)

Tidak kritis dan selektif terhadap kritikan untuk diri sendiri. Suka mengkritik diri sendiri dan percaya bahwa dirinya memang pantas dikritik. Sehingga suka memberikan sebutan-sebutan yang negatif, seperti: saya memang bodoh, saya ditakdirkan terus menderita dan menjadi orang susah.

b. Sulit menerima pujian/hal-hal positif dari orang lain. Ketika orang memuji secara tulus, dirinya langsung merasa tidak enak dan menolak mentah-mentah pujiannya. Ketika diberi kesempatan dan kepercayaan untuk menerima tugas atau peran yang penting, dirinya langsung menolak dengan alasan tidak pantas dan tidak layak untuk menerimanya. c. Suka mengecilkan arti keberhasilan diri sendiri Senang mengingat dan bahkan membesar-besarkan kesalahan yang dibuat, namun mengecilkan keberhasilan yang pernah diraih. Satu kesalahan kecil, membuat dirinya langsung merasa menjadi orang yang tidak berguna.

6.

Hal yang dilakukan saat mengalami krisis kepercayaan diri Lebih lanjut, akan dibahas bagaimana cara mengatasi rasa kurang percaya diri

tersebut. Beberapa saran yang mungkin layak menjadi pertimbangkan jika anda sedang mengalami krisis kepercayaan diri antara lain: a. Evaluasi diri secara obyektif. Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. Susunlah daftar kekayaan pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang sudah diaktualisasikan maupun yang belum, keahlian yang dimiliki, serta kesempatan atau pun sarana yang mendukung kemajuan diri. Sadari semua asset-asset berharga Anda dan temukan asset yang belum dikembangkan. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri Anda, seperti : pola berpikir yang keliru, niat dan motivasi yang lemah, kurangnya disiplin diri, kurangnya ketekunan dan kesabaran, tergantung pada bantuan orang lain, atau pun sebab-sebab eksternal lain. Hasil analisa dan pemetaan terhadap

114 |

SWOT (Strengths, Weaknesses, Obstacles and Threats) diri, kemudian digunakan untuk membuat dan menerapkan strategi pengembangan diri yang lebih realistik. b. Beri penghargaan yang jujur terhadap diri. Sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang anda miliki. Ingatlah bahwa semua itu didapat melalui proses belajar, berevolusi dan transformasi diri sejak dahulu hingga kini. Mengabaikan/meremehkan satu saja prestasi yang pernah diraih, berarti mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu Anda menemukan jalan yang tepat menuju masa depan. Ketidakmampuan menghargai diri sendiri, mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan; contoh: ingin cepat kaya, ingin cantik, populer, mendapat jabatan penting dengan segala cara. Jika ditelaah lebih lanjut semua itu sebenarnya bersumber dari rasa rendah diri yang kronis, penolakan terhadap diri sendiri,dan ketidakmampuan menghargai diri sendiri sehingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri. c. Positive thinking Cobalah memerangi setiap asumsi, prasangka atau persepsi negatif yang muncul dalam benak Anda. Anda bisa katakan pada diri sendiri, bahwa nobody is perfect dan it is okay if I made a mistake. Jangan biarkan pikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang dan berdaun. Semakin besar dan menyebar, makin sulit dikendalikan dan dipotong. Jangan biarkan pikiran negatif menguasai pikiran dan perasaan Anda. Hati-hatilah agar masa depan Anda tidak rusak karena keputusan keliru yang dihasilkan oleh pikiran keliru. Jika pikiran itu muncul, cobalah menuliskannya untuk kemudian ditinjau kembali secara logis dan rasional. Pada umumnya, orang lebih bisa melihat bahwa pikiran itu ternyata tidak benar. d. Gunakan self-affirmation Untuk memerangi negative thinking, gunakan self-affirmation yaitu berupa kata-kata yang membangkitkan rasa percaya diri. Contohnya: Saya pasti bisa!! Saya adalah penentu dari hidup saya sendiri. Tidak ada orang yang boleh menentukan hidup saya! Saya bisa belajar dari kesalahan ini. Kesalahan ini sungguh menjadi pelajaran yang sangat berharga karena membantu saya memahami tantangan Sayalah yang memegang kendali hidup ini Saya bangga pada diri sendiri

115 |

e.

Berani mengambil resiko Berdasarkan pemahaman diri yang obyektif, Anda bisa memprediksi resiko setiap

tantangan yang dihadapi. Dengan demikian, Anda tidak perlu menghindari setiap resiko, melainkan lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah atau pun mengatasi resikonya. Contohnya, Anda tidak perlu menyenangkan orang lain untuk menghindari resiko ditolak. Jika Anda ingin mengembangkan diri sendiri (bukan diri seperti yang diharapkan orang lain), pasti ada resiko dan tantangannya. Namun, lebih buruk berdiam diri dan tidak berbuat apa-apa daripada maju bertumbuh dengan mengambil resiko. Ingat: No Risk, No Gain. f. Belajar mensyukuri dan menikmati rahmat Tuhan Ada pepatah mengatakan yang mengatakan orang yang paling menderita hidupnya adalah orang yang tidak bisa bersyukur pada Tuhan atas apa yang telah diterimanya dalam hidup. Artinya, individu tersebut tidak pernah berusaha melihat segala sesuatu dari kaca mata positif. Bahkan kehidupan yang dijalaninya selama ini pun tidak dilihat sebagai pemberian dari Tuhan. Akibatnya, ia tidak bisa bersyukur atas semua berkat, kekayaan, kelimpahan, prestasi, pekerjaan, kemampuan, keahlian, uang, keberhasilan, kegagalan, kesulitan serta berbagai pengalaman hidupnya. Ia adalah ibarat orang yang selalu melihat matahari tenggelam, tidak pernah melihat matahari terbit. Hidupnya dipenuhi dengan keluhan, rasa marah, iri hati dan dengki, kecemburuan, kekecewaan, kekesalan, kepahitan dan keputusasaan. Dengan beban seperti itu, bagaimana individu itu bisa menikmati hidup dan melihat hal-hal baik yang terjadi dalam hidupnya? Tidak heran jika dirinya dihinggapi rasa kurang percaya diri yang kronis, karena selalu membandingkan dirinya dengan orangorang yang membuat cemburu hatinya. Oleh sebab itu, belajarlah bersyukur atas apapun yang Anda alami dan percayalah bahwa Tuhan pasti menginginkan yang terbaik untuk hidup Anda. g. Menetapkan tujuan yang realistis Anda perlu mengevaluasi tujuan-tujuan yang Anda tetapkan selama ini, dalam arti apakah tujuan tersebut sudah realistik atau tidak. Dengan menerapkan tujuan yang lebih realistik, maka akan memudahkan anda dalam mencapai tujuan tersebut. Dengan demikian anda akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan, sambil mencegah terjadinya resiko yang tidak diinginkan. Mungkin masih ada beberapa cara lain yang efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Jika anda dapat melakukan beberapa hal seperti yang disarankan di atas, niscaya anda akan terbebas dari krisis kepercayaan diri. Namun demikian satu hal perlu

116 |

diingat baik-baik adalah jangan sampai anda mengalami over confidence atau rasa percaya diri yang berlebih-lebihan/overdosis. Rasa percaya diri yang overdosis bukanlah menggambar kondisi kejiwaan yang sehat karena hal tersebut merupakan rasa percaya diri yang bersifat semu. Rasa percaya diri yang berlebihan pada umumnya tidak bersumber dari potensi diri yang ada, namun lebih didasari oleh tekanan-tekanan yang mungkin datang dari orangtua dan masyarakat (sosial), hingga tanpa sadar melandasi motivasi individu untuk, harus,dan menjadi orang sukses. Selain itu, persepsi yang keliru pun dapat menimbulkan asumsi yang keliru tentang diri sendiri hingga rasa percaya diri yang begitu besar tidak dilandasi oleh kemampuan yang nyata. Hal ini pun bisa didapat dari lingkungan di mana individu di besarkan, dari teman-teman (peer group) atau dari dirinya sendiri (konsep diri yang tidak sehat). Contohnya: seorang anak yang sejak lahir ditanamkan oleh orangtua, bahwa dirinya adalah spesial, istimewa, pandai, pasti akan menjadi orang sukses, namun dalam perjalanan waktu anak itu sendiri tidak pernah punya track record of success yang riil dan original (atas dasar usahanya sendiri). Akibatnya, anak tersebut tumbuh menjadi seorang manipulator dan dan otoriter dengan memperalat, menguasai dan mengendalikan orang lain untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.Rasa percaya diri pada individu seperti itu tidaklah didasarkan oleh real competence, tapi lebih pada faktor-faktor pendukung eksternal, seperti kekayaan, jabatan, koneksi, relasi, back up power keluarga, nama besar orangtua, dan sebagainya. Jadi, jika semua atribut itu ditanggalkan, maka sang individu tersebut bukan siapa-siapa.

RANGKUMAN 1. Definisi konsep diri memiliki berbagai arti menurut beberapa ahli. Namun, secara umum, konsep diri adalah gagasan tentang diri sendiri. Konsep diri merupakan hal yang penting dalam menghadapi hidup, karena seringkali masalah-masalah yang kita hadapi bersumber dari diri kita sendiri. 2. Konsep diri dapat dipengaruhi beberapa faktor, seperti pola asuh orang tua, saudara sekandung, pendidikan, rekan/ teman sebaya, masyarakat, pengalaman, dan kritik internal.

117 |

3. Orang yang mempunyai konsep diri positif dan realistik mempunyai rasa percaya diri yang tinggi. Sebaliknya, orang yang memiliki konsep diri negative dan tidak realistis akan kurang menghargai dirinya dan rasa percaya dirinya rendah. 4. Orang yang percaya diri mempunyai beberapa karakteristik antara lain: a. percaya akankompetensi/ kemampuan diri b. tidak terdorong untuk menunjukkan sikap konformis demi diterimanya oleh orang lain c. berani menerima dan menghadapi penolakan orang lain d. berani menjadi diri sendiri e. punya pengendalian diri yang baik, f. memiliki internal locus of control g. mempunyai cara pandang positif terhadap diri sendiri, dan h. memiliki harapan yang realistic terhadap diri sendiri. 5. Karakteristik orang yang kurang percaya diri antara lain : a. berusaha menunjukkan sifat konformis b. menyimpan rasa takut terhadap penolakan c. sulit menerima realita diri d. pesimis e. takut gagal f. cenderung menolak pujian yang ditujukan secara tulus g. selalu memposisikan diri sebagai yang terakhir h. mempunyai eksternal locus of control 6. Sebab-sebab timbulnya rasa kurang percaya diri antara lain pola pikir negatif, sulit menerima pujian/hal-hal positif dari orang lain, dan suka mengecilkan arti keberhasilan diri sendiri. LATIHAN Dibawah ini ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab! 1. Jelaskan beberapa pendapat ahli mengenai pengertian konsep diri. ................................................................................................................................................... ................................................................................................................................................... ................................................................................................................................. 2. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi konsep diri seseorang. Menurut anda, faktor manakah yang berpengaruh besar pada konsep diri anda?

118 |

................................................................................................................................................... ................................................................................................................................................... ................................................................................................................................................... ........................................................................................................................... 3. Apa dampak positif dalam kehidupan bila kita memiliki harga diri yang tinggi? ................................................................................................................................................... ................................................................................................................................................... ............................................................................................................... 4. Apa yang dimaksud dengan rasa percaya diri, berikan contoh dari pengalaman kalian? ... 5. Sebutkan ciri-ciri rasa percaya diri dan rasa tidak percaya diri(sebutkan 5)? ... 6. Jelaskan penyebab dari rasa tidak percaya diri? 7. Bagaimana mengatasi rasa tidak percaya diri? ... 8. Tuliskan pengalaman kalian ketika mengalami rasa tidak percaya diri dan bagaimana kalian mengatasinya?

119 |

BAB
MAKNA SUKSES

5 4

Tujuan Instruksional Khusus: Pembaca dapat menjelaskan dampak dari memandang sukses secara keliru dan sebaiknya mampu menjelaskan apa yang dimaksud dengan sukses sejati.

A.

Sukses Menurut Pandangan Umum Setiap orang memiliki tujuan hidup menjadi orang yang sukses, walalupun tidak

banyak dari mereka yang mengetahui apakah makna sukses itu sendiri. Sukses menurut kamus besar bahasa Indonesia berarti berhasil atau beruntung. Keberhasilan atau keuntungan tersebut dikaitan dengan pencapaian suatu hasil atau mendapatkan sesuatu. Menurut John C. Maxwell dalam bukunya yang berjudul Success - What Every Leader Needs to Know, makna sukses itu sendiri adalah mengetahui tujuan hidup, tumbuh mencapai potensi maksimal dan memberi manfaat kepada orang lain. Henry Wadsworth Longfellow menguraikan sukses sebagai melakukan sesuatu yang dapat dilakukan dan melakukannya dengan sebaik-baiknya. Sedangkan menurut Sir Winston Churchill Sukses adalah kemampuan untuk bangkit dari setiap kegagalan tanpa kehilangan antusiasme yang dimiliki. Dari pengertian-pengertian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sukses memiliki kata kunci pada proses mencintai dan menikmati pekerjaan itu sendiri. Namun kenyataanya banyak pandangan umun yang keliru mempersepsikan makna sukses ini. sukses menurut pandangan umum hanya ke hal-hal terkait keberhasilan mengumpulkan kekayaan, harta melimpah, rumah mewah dan semua yang bersifat material. Ada juga sebagian orang yang menganggap sukses bermakna memperoleh ketenaran ataupun memperoleh jabatan. Pandangan umum akan kesuksesan yang hanya berupa sukses material ini dibentuk dari berbagai pengaruh. Pengaruh tersebut bisa datang dari keluarga, teman pergaulan, pendidikan, sampai media massa. Pengaruh lain juga disebabkan oleh ideologi yang berkuasa di dunia sekarang ini. Era kapitalisme memunculkan sikap sikap hidup yang

120 |

materialisme. Era liberisme memunculkan sikap hidup permisivisme. Ketika keduanya didukung oleh media massa yang kuat, maka era-era tersebut menjadi sangat leluasa menyebarkan sikap hidup yang mengejar kekayaan, popularitas dan jabatan. Pada akhirnya, sikap hidup yang salah mempersepsikan makna sukses sejati ini telah menimbulkan dampak-dampak yang sangat merugikan, yaitu: 1. Menghalalkan segala cara. Kekayaan, ketenaran dan jabatan adalah tujuan hidup. Walaupun susah dicapai, namun orang yang memperolah ketiganya akan menjadi yang terbaik. Konsep ini menimbulkan persaingan antara setiap orang untuk mencapai sukses dengan caranya masing- masing. Akhrinya, ketika jalan halal sangat susah untuk dijalankan, maka menghalalkan segala cara adalah jalan pintas yang diambil banyak orang. 2. Egois dan Kurang Peduli Mental orang yang mengejar harta, popularitas dan jabatan akan mudah menjadi egois. Hanya mementingkan dirinya sendiri dan tidak perduli dengan orang lain. Karena telah ditabur dari awal, bibit mental egois ini akan terus tumbuh walaupun ia telah memperoleh apa yang dianggap sukses. 3. Tidak dapat menikmati proses mencapai sukses. Konsep sukses sebagai akhir dari perjalanan proses mencapai sukses yang melelahkan telah membangun image yang buruk atas proses itu sendiri. Banyak orang tidak dapat menikmati proses mencapai sukses karena hanya berorientasi pada hasil. 4. Mengabaikan yang lebih bermakna. Orang yang berorientasi pada kekayaan, popularitas, dan jabatan akan mudah mengabaikan kewajiban dan tuntutan lain yang tidak berhubungan dengan upaya memperoleh kekayaan, popularitas dan jabatan. Sehingga sering kita dengar banyak orang meninggalkan keluarga hanya demi harta, popularitas ataupun jabatan semata. 5. Hidup yang tidak seimbang. Terfokus pada persepsi sukses yang salah akan menguras banyak waktu dan menyebabkan hidup menjadi tidak seimbang. Isitirahat yang kurang, olahraga yang jarang dan lupa beribadah adalah dampak dari seseorang yang hanya mengejar harta, popularitas dan kekayaan. 6. Gagal memperoleh kesuksesan yang sesungguhnya. Akhirnya mereka yang menganggap kesuksesan hanya harta, ketenaran dan jabatan akan terjerumus dalam fatamorgana kesuksesan yang sesungguhnya.

121 |

B. Sukses Sejati INGAT! HIDUP HANYA SEKALI!. Oleh karena itulah, kita perlu menggunakan hidup yang singkat ini untuk mencapai kesuksesan sejati. Orang yang hidupnya hanya untuk mengejar kesuksesan semu berupa harta, popularitas dan jabatan akan menyesal kelak. Ia seperti mencari air laut untuk diminum. Semakin diminum, semakin dahaga. Semakin dicari kesuksesan semu itu, semakin gelisah dan tak terpuaskan. Jika kekayaan, ketenaran dan kedudukan bukan sukses sesungguhnya, lalu apa yang disebut sukses sesungguhnya itu? Jawabannya ada pada makna sukses berikut ini: 1. Sukses adalah keseimbangan hidup. 2. Sukses adalah memberikan manfaat bagi orang lain. 3. Sukses adalah proses mencapai cita-cita mulia. 4. Sukses adalah menikmati kemenangan-kemenangan. 5. Sukses adalah akhir yang baik. Lima sukses di atas dapat digambarkan sebagai berikut:

Sukses dengan lima makna di atas adalah sukses yang dapat Anda peroleh dengan mudah dan tanpa henti. Hal ini karena sukses tidak lagi dipandang sebagai tujuan berupa kekayaan, ketenaran atau kedudukan, tapi sebagai perjalanan. Kita akan mencoba

membahas makna sukses sesungguhnya itu pada bab-bab berikutnya. Bersiaplah dan bukalah mata hati Anda untuk menerima paradigma BARU tentang sukses sejati.

122 |

1. Sukses adalah keseimbangan hidup. Hidup seimbang berarti hidup dengan menjaga dua bentuk keseimbangan, yaitu keseimbangan internal dan eksternal. Keseimbangan internal adalah keseimbangan dalam memenuhi hak dari diri Anda sendiri. Diri Anda memiliki empat dimensi, yaitu dimensi fisik, emosional, mental dan spritual. Masing-masing dimensi perlu dilayani haknya agar diri Anda seimbang. Hak dari dimensi fisik adalah kesehatan tubuh. Hak dari dimensi emosional adalah perasaan yang bersih. Hak dari dimensi mental adalah pikiran yang jernih. Hak dari dimensi spritual adalah kedekatan dengan Tuhan. Semua itu perlu dipenuhi haknya jika Anda ingin dikatakan hidup dengan seimbang. Keseimbangan eksternal adalah keseimbangan dalam memenuhi hak orang-orang di sekitar Anda. Anda mungkin sudah mengtahui bahwa setiap orang pasti memiliki beberapa peran yang berbeda dalam hidupnya. Anda misalnya, mungkin memiliki peran sebagai ayah bagi anak Anda, suami bagi isteri Anda, anak bagi orang tua Anda, mahasiswa jika Anda kuliah, dan juga menjadi warga di dalam lingkungan sekitar Anda. Dalam contoh tadi berarti Anda memiliki 5 peran dalam hidup Anda. Orang yang hidupnya seimbang melayani semua peran dalam hidupnya dengan baik. Artinya, ia memenuhi semua hak dari setiap peran hidupnya. Ketika Anda dapat memenuhi semua hak tersebut, baik dalam keseimbangan internal maupun eksternal, maka Anda telah berhasil menyeimbangkan hidup Anda. Sebaliknya, jika satu atau lebih dari hakhak dalam hidup Anda terbengkalai, maka berarti hidup Anda tidak seimbang.

2.

Indikasi hidup yang seimbang Lalu bagaimana cara untuk mengetahui apakah hidup Anda sudah seimbang? Apa

indikasi dari hidup yang seimbang itu, sehingga Anda dapat mengevaluasinya dalam kehidupan sehari-hari? Memang, ada beberapa indikator dari kehidupan yang seimbang. Jika Anda memiliki satu dari beberapa indikator di bawah ini bisa dikatakan hidup Anda telah seimbang, yaitu : a. Anda telah menyediakan kualitas waktu yang cukup untuk menjalankan peran Anda. Pada prakteknya sulit bagi kita menyediakan waktu sama banyaknya untuk setiap peran hidup kita. Yang penting bukan berapa banyak (kuantitas) waktu yang Anda sediakan untuk setiap peran, tapi seberapa kualitas (mutu) yang Anda sediakan untuk menjalankan suatu peran. Walau Anda hanya menyediakan waktu untuk keluarga sehari 2 jam (karena

123 |

Anda sibuk bekerja), tapi kualitas hubungan yang Anda lakukan sudah dirasakan cukup oleh keluarga Anda, maka Anda sudah menjalankan peran tersebut dengan baik. b. Tidak ada keluhan terus menerus dari orang-orang di sekitar Anda. Indikator lainnya dari hidup yang seimbang adalah ketika orang-orang di sekitar Anda tidak mengeluh secara berulang-ulang kepada Anda karena haknya untuk diperhatikan dan dilayani oleh Anda terasa kurang. Jika Anda menyediakan waktu yang sedikit untuk menjalankan sebagian peran Anda, tapi orang-orang yang Anda perlu penuhi haknya tidak mengeluh secara terus menerus, berarti Anda telah melayani peran tersebut dengan baik. Begitu pula jika keluhan tersebut hanya sesekali dan tidak begitu menunjukkan kekecewaan yang mendalam, maka hal itu masih dalam batas kewajaran. Belum menunjukkan bahwa peran Anda tidak terlayani dengan baik. Jika ada orang yang mengeluh terus menerus kepada Anda karena haknya merasa terabaikan, maka Anda perlu menilainya dengan proporsional. Apakah keluhan tersebut masih dalam batas wajar atau tidak. Jika sudah berlebihan, Anda tak perlu melayaninya. Misalnya, sahabat Anda minta agar Anda menemaninya kemanapun ia pergi. Permintaan ini sudah berlebihan dan Anda tak perlu melayaninya. Karena kalau Anda layani, waktu Anda untuk melayani peran hidup yang lain akan terabaikan. Padahal Anda ingin agar semua peran hidup Anda terlayani dengan baik. Namun jika keluhan tersebut tidak berlebihan dan proporsional, maka Anda harus segera memenuhi hak-haknya agar hidup Anda kembali seimbang. c. Tidak ada perasaan bersalah yang terus menerus yang Anda rasakan. Selain tidak ada keluhan, hidup yang seimbang juga ditandai dengan tidak adanya perasaan bersalah yang terus menerus dialami karena Anda merasa mengabaikan sebagian dari peran hidup Anda. Namun hal ini juga perlu dinilai secara hati-hati oleh Anda apakah rasa bersalah itu objektif atau tidak. Rasa bersalah yang objektif muncul dari melanggar aturan yang bersumber dari nilai-nilai universal atau ajaran Tuhan. Sedang rasa bersalah yang tidak objektif muncul dari perasaan diri sendiri atau pengaruh dari luar, padahal itu sebenarnya bertentangan dengan nilai-nilai universal atau ajaran Tuhan. Misalnya, jika Anda merasa bersalah karena sering tidak menepati janji maka hal itu merupakan rasa bersalah yang objektif. Namun jika Anda merasa bersalah karena tidak mau memenuhi tuntutan pacar Anda untuk berhubungan seksual sebelum nikah, maka itu adalah perasaan bersalah yang subjektif. Rasa bersalah yang subjektif tidak perlu dijadikan indikasi dari ketidakseimbangan

124 |

hidup Anda, tapi rasa bersalah yang objektif perlu Anda jadikan sebagai indikasi dari ketidakseimbangan hidup Anda. d. Berbagai peran/dimensi diri Anda saling mendukung satu sama lain. Indikasi lain dari hidup seimbang adalah ketika berbagai peran hidup Anda dan berbagai dimensi dalam diri Anda saling mendukung pencapaian misi hidup Anda. Misi adalah filosofi hidup Anda. Misi adalah keyakinan, nilai-nilai, ideologi atau agama yang menjadi pedoman hidup Anda. Ketika peran/dimensi dalam hidup Anda saling mendukung satu sama lain untuk pencapaian misi hidup Anda, berarti hidup Anda seimbang. Sebaliknya, ketika peran/dimensi dalam hidup Anda tidak saling mendukung pencapaian misi hidup Anda, berarti hidup Anda tidak seimbang. Misalnya, Anda berprofesi sebagai mahasiswa, tapi di sisi lain Anda juga menjadi bandar narkoba, maka peran-peran tersebut saling bertentangan satu sama lain dan tidak saling mendukung pencapaian misi hidup Anda.

3. Sukses adalah memberikan manfaat bagi orang lain Pada musim salju yang dingin di daerah India, Singh dan seorang temannya sedang berjalan bersama-sama menuju suatu tempat. Meskipun diterpa hujan salju yang demikian keras, mereka tetap berjalan dengan semangat. Tiba-tiba, di tengah perjalanan mereka bertemu dengan seseorang yang sudah terkapar kedinginan. Singh mengajak temannya untuk menolong orang yang terkapar ini, namun temannya tersebut mengatakan bahwa jangankan menolong orang lain, mereka saja sulit untuk berjalan ditengah badai yang demikian besar ini. Bahkan, temannya tersebut mengajak Singh untuk membiarkan saja orang mat kedinginan. Akan tetapi, Singh tidak demikian, dia mempersilakan temannya untuk berjalan terlebih dahulu sementara dia akan menggendong orang yang terkapar ini. Sekalipun dengan beban yang bertambah dan tertatih-tatih, namun Singh tetap berjalan dengan penuh semangat. Di tengah perjalanan, Singh merasakan orang yang dibopongnya ini mulai bergerak dan perlahan-lahan mulai bisa diajak bicara. Beberapa waktu kemudian, orang yang ditolong Singh tersebut akhirnya bisa berjalan sendiri. Sekarang mereka pun bisa pergi melanjutkan perjalanan bersama. Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, dari kejauhan mereka melihat seseorang terkapar di tengah perjalanan dan tampakna sudah agak lama terbaring di sana. Betapa kagetnya Singh, karena yang terkapat tersebut adalah teman yang tadi meninggalkannya. Tentu saja Singh pun segera menolongnya. Lalu mengapa Singh yang

125 |

harus berjalan sambil membopong orang masih kuat meneruskan perjalanan sedangkan temannya malah terkapar dihempas dinginnya salju? Rupanya Singh tetap kuat membopong orang yang ditolongnya karena ada aliran panas tubuh di antara mereka berdua yang membuat panas tubuh mereka tetap stabil. Cerita tersebut menggambarkan betapa bila kita berbuat untuk diri sendiri artinya kita sudah gagal dalam hidup. Semakin banyak perbuatan yang kita lakukan hanya untuk kepentingan kita sendiri, bahkan sampai merugikan orang lain, maka semakin gagal hidup yang kita jalani. Banyamin Disraeli pernah berkata: Kita dilahirkan untuk mencintai sesama. Itulah prinsip keberadaan kita di dunia ini dan tujuan satu-satunya. Mencintai sesama dalam arti memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi orang lain, seperti yang dikatakan Denis Diderot, Orang yang paling bahagia adalah mereka yang memberikan kebahagiaan terbesar kepada orang lain. Atau seperti yang dikatakan Kahlil Gibran: Anda hanya memberikan sedikit pada saat Anda memberikan apa yang menjadi milik Anda. Pada saat Anda memberikan diri Anda sepenuhnya barulah Anda benar-benar memberi.

C. Arti Hidup adalah Memberikan Manfaat bagi Orang Lain. Pernahkan Anda merenungkan mengapa Anda ada di dunia ini? Mengapa Anda dilahirkan di dunia yang terisi oleh banyak manusia? Mengapa Anda tidak diciptakan hanya seorang diri saja di dunia ini? Pertanyaan ini mungkin membutuhkan jawaban filosofis yang njelimet, tapi singkatnya Anda ada di dunia ini salah satunya adalah untuk memberi manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain. Orang pasti akan merasa sedih dan merasa amat tidak berguna jika hidupnya tidak digunakan untuk menjadi manfaat bagi orang lain. Itulah yang dapat Anda simpulkan dari pemikiran para filsuf dan orang-orang bijak. Juga dari apa yang dapat disimpulkan dari sabda para nabi. Sayyid Quthb di akhir hidupnya memberikan wejangan yang berharga untuk kita. Ia berkata, Kebahagiaan yang sesungguhnya saya rasakan bukan terjadi ketika saya menerima sesuatu dari orang lain, tapi ketika saya memberikan sesuatu kepada orang lain. Nabi Muhammad dengan tegas menyebutkan apa definisi orang baik. Yang terbaik diantara kamu adalah orang yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Jika Anda renungkan tujuan hidup ini, Anda juga akan sampai pada kesimpulan serupa. Anda baru dapat dikatakan hidup dalam arti sebenarnya jika telah memberikan manfaat bagi orang lain. Inilah manusia, yang dikaruniai hati oleh Sang Pencipta kerinduan untuk senantiasa berbagi dan memanusiakan lainnya.

126 |

Berbagi mengindikasikan pengorbanan dan kerelaan untuk memberi, semakin banyak memberi, semakin tidak akan merasa kekurangan. Cobalah Anda buktikan sendiri mana yang paling membahagiakan Anda: ketika Anda menerima atau ketika Anda memberi sesuatu kepada orang lain? Mungkin pada saat pertama, Anda merasa senang dan gembira jika ada orang memberikan sesuatu kepada Anda. Apalagi bila sesuatu itu Anda butuhkan atau Anda anggap tinggi nilainya. Namun kegembiraan itu akan berkurang seiiring dengan berjalannya waktu. Bandingkan dengan ketika Anda memberikan sesuatu kepada orang lain secara rela dan semata-mata ingin menolongnya. Anda akan merasakan ketenteraman dan kebahagiaan dalam waktu yang lama. Namun, pergeseran paradigma moral saat ini telah membawa keindahan lain yang sifatnya semu, yakni keindahan dalam mengambil bukan untuk memberi. Bahkan, di lain pihak banyak individu yang justu ingin memberi hanya untuk popularitas diri. Berbagi bukanlah merupakan bungkus yang tampak dari luar saja, melainkan sesuatu yang berasal dari dalam. Berbagi yang dilandasi ketulusan hati akan membawa perubahan yang drastis bagi kedua belah pihak dan komunitas yang ada di sekitarnya. Anda merasa puas karena telah menjadi orang yang berguna bagi orang lain seperti yang dikatakan Mahatma Gandhi: Kebahagiaan tergantung pada apa yang Anda berikan, bukan pada apa yang Anda peroleh. Perasaan inilah yang disebut dengan aktualisasi diri (self actualization). Suatu kebutuhan manusia yang menurut Abraham Maslow berada pada tingkat tertinggi. Kebutuhan untuk menunjukkan pada diri sendiri bahwa saya mampu menyumbangkan sesuatu bagi orang lain.

D. Aktualisasi Diri Abraham Maslow menyebutkan bahwa kebutuhan manusia bertingkat-tingkat. Dimulai dari kebutuhan fisik, keamanan, sosial, penghargaan dan yang paling tinggi kebutuhan aktualisasi diri. Menurut Maslow, dalam perjalanan hidupnya manusia berusaha untuk mencapai kebutuhan yang tertinggi, yaitu aktualisasi diri. Pada saat kebutuhan ini terpenuhi manusia akan merasakan kepuasan dan kebahagiaan yang terbesar.

127 |

Gambar V. 1 Model Kebutuhan Maslow

Tinggi

Terahir Kebutuhan Pertama


lain. sukses.

Kebutuhan Aktualisasi Diri

Kepuasan

Kebutuhan penghargaan

Rendah

Kebutuhan sosial

Kebutuhan Keamanan

Kebutuhan Fisik

Aktualisasi diri adalah lawan dari perasaan tidak berguna di hadapan orang lain. Aktualisasi diri adalah perasaan bahwa Anda telah berhasil mengembangkan potensi Anda sedemikian rupa sehingga Anda merasa bermanfaat bagi orang lain. Seperti yang pernah dikatakan Victor Hugo: Kebahagiaan terbesar di dunia ialah merasa yakin kita dicintai orang

Ketika Anda merasa menjadi orang yang berguna bagi orang lain, Anda telah memenuhi kebutuhan aktualisasi diri tersebut. Semakin besar manfaat yang Anda berikan bagi orang lain, maka semakin besar kebutuhan aktualisasi diri Anda yang terpenuhi. Pada saat itu Anda akan merasakan kebahagiaan sesungguhnya. Anda telah menjadi orang yang

Jadi, sukses sejati terjadi ketika Anda telah berbuat sesuatu yang memberi manfaat sebesar-besarnya bagi orang lain. Sebaliknya, jika Anda melakukan perbuatan yang tidak bermanfaat bagi orang lain, bahkan merugikan banyak orang sehingga dianggap musuh masyarakat oleh orang lain, berarti Anda gagal memperoleh sukses yang sesungguhnya. Walaupun pada saat itu Anda kaya, tenar atau memiliki jabatan yang tinggi.

128 |

1.

Bahaya Mementingkan Diri Sendiri Sikap yang selalu memberikan manfaat bagi orang lain akan sulit dibangun jika Anda

masih berpikir dalam ruang kepentingan diri sendiri. Ruang ini dibangun oleh hawa nafsu yang mengental dalam diri seseorang. Hawa nafsu selalu mengajak diri untuk mementingkan kesenangan sesaat yang seringkali berwujud materi (sesuatu yang dapat dilihat atau dirasakan). Hawa nafsu tak pernah mampu menangkap hakikat atau hikmah dari suatu peristiwa. Ia terpaku pada pandangan sempit tentang peristiwa sebatas apa yang dapat ditangkap oleh panca indera. Itulah sebabnya ajaran agama atau nilai-nilai filsafat yang luhur selalu mengajarkan kita untuk melepaskan hegemoni hawa nafsu. Hal ini agar kita bisa melihat dunia secara lebih jelas dan utuh. Banyak sekali akibat buruk yang diakibatkan oleh sifat mementingkan diri sendiri, diantaranya adalah sebagai berikut: a. Memiliki banyak musuh. b. Tidak disukai orang lain. c. Tak ada yang mau membantu. d. Memiliki citra diri yang buruk. e. Menyesal di hari tua. Indikasi dalam memberikan Manfaat Bagi Orang Lain adalah: a. Orang akan sedih jika merasa dirinya nothing b. Kebutuhan tertinggi seseorang adalah aktualisasi diri (merasa telah bermanfaat bagi orang lain) c. Indikasi: d. Bentuk memberi manfaat bagi orang lain itu bisa beragam e. Jumlah orang yang merasakan manfaat sumbangan bisa banyak atau sedikit f. Sumbangan yang diberikan dapat meningkatkan kemuliaan dan kualitas hidup orang

g. Lain h. Memberikan waktu yang lebih banyak bagi orang lain i. Manfaat yang diberikan selalu dikenang walau kita sudah meninggal dunia Hal-hal yang dapat menjadi indikator apakah Anda telah memberi manfaat bagi orang lain atau belum dapat dilihat dari tabel sebagai berikut:

129 |

Gambar V. II Tabel Indikator Kesuksesan Banyaknya orang yang menerima Banyak Besar Sedikit Waktu Rutin Temporer Rutin Temporer Rutin Temporer Rutin Temporer Nilai Sukses Sangat Sukses Sukses Sukses Cukup Sukses Sangat Sukses Sukses Cukup Sukses Kurang Sukses

Banyak Kecil Sedikit

Tabel tersebut dapat membantu Anda dalam mengukur sendiri seberapa sukseskah anda dalam memberikan manfaat bagi orang lain. Tabel sukses dilihat dari besarnya sumbangan, jumlah orang yang menerimanya dan waktunya yang rutin atau temporer. Untuk memulai hidup yang memberikan manfaat bagi orang lain, cara yang perlu dilakukan adalah : a. Lakukan evaluasi apakah perbuatan Anda lebih banyak untuk kepentingan orang banyak atau untuk diri sendiri. Caranya dengan menginventarisir kegiatan Anda akhirakhir ini (misalnya sebulan terakhir). Lihat mana kegiatan yang manfaatnya untuk kepentingan diri sendiri atau untuk orang lain. b. Jika dari evaluasi ternyata lebih banyak kegiatan untuk kepentingan diri sendiri atau untuk keluarga Anda, segeralah berubah! Rancanglah aktivitas yang perlu Anda lakukan di masa mendatang yang dampaknya lebih dirasakan orang banyak. Misalnya, ikut kegiatan sosial, membimbing orang lain, membantu kesulitan orang lain, mengunjungi daerah-daerah kumuh, silaturahmi, menulis, dan lain-lain. c. Jaga agar ritme hidup Anda lebih banyak untuk kepentingan orang banyak. Hilangkan kebiasaan untuk melakukan kegiatan bagi kepentinan diri sendiri. Kegiatan yang bermanfaat untuk orang banyak tidak selalu mengharuskan Anda mengeluarkan dana. Hiduplah dengan tujuan untuk memberi manfaat bagi sebanyak-banyaknya orang. Jangan ikuti perasaan Anda yang hanya ingin hidup bersenang-senang dan memuaskan hawa nafsu untuk kepentingan diri sendiri.

130 |

2.

Sukses adalah menuju cita-cita yang mulia. Sukses bukan berarti anda telah mencapai sesuatu yang anda cita-citakan.

Bukankah sukses adalah sebuah perjalanan? Sukses merupakan perjalanan menuju citacita mulia. Tidak peduli apakah cita-cita tersebut berhasil diraih atau tidak. Selama jalan menuju cita-cita mulia tersebut dijalani dengan konsisten, itu artinya sukses telah teraih dalam pengertian Hal ini tercermin dari kisah para Nabi. Seluruh nabi mempunyai cita-cita agar manusia kembali kepada Tuhan dan saling berkasih sayang satu sama lain. Cita-cita tersebut mereka perjuangkan dengan sungguh-sungguh sepanjang hidup. Mereka rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan jiwa mereka untuk merealisir cita-cita tersebut. Tuhan memuji konsistensi mereka dalam memperjuangkan cita-cita yang mulia. Tuhan menghendaki agar mereka dijadikan contoh bagi manusia lainnya dalam memperoleh kesuksesan. Mereka adalah orang-orang sukses karena konsistensinya dalam

memperjuangkan cita-cita yang mulia Nabi Nuh, Nabi Ayub, Nabi Zakaria atau Nabi Isa adalah sebagian dari nabi yang lebih banyak hidup menderita di dunia. Mereka dicerca, dikucilkan, ditimpa berbagai musibah dan kesulitan. Apakah mereka merupakan orang yang gagal dalam hidup? Tentu tidak. Sebab jika mereka orang yang gagal, tidak mungkin Tuhan memuji dan mengangkat mereka sebagai Nabi. Predikat Nabi yang disandangkan kepada mereka sudah menunjukkan kesuksesan mereka dalam hidup. Apa sebabnya Tuhan mengangkat mereka sebagai orang yang mulia dan sukses di dunia padahal riwayat hidup mereka lebih banyak berisi kesulitan dan penderitaan? Kuncinya terletak pada konsistensi mereka untuk berjalan menuju cita-cita mulia, walau berbagai hambatan dan cobaan menghadang perjalanan mereka. Jadi, jika Anda ingin sukses jadilah orang-orang yang konsisten memperjuangkan cita-cita mulia. Tak peduli apakah Anda berhasil mewujudkan cita-cita tersebut atau tidak, Anda tetap dikatakan sebagai orang yang sukses. Sayangnya orang-orang sukses yang konsisten memperjuangkan cita-cita mulia semakin langka di zaman sekarang. Tergerus oleh pengertian sukses sebagai kekayaan, ketenaran dan jabatan yang tinggi. Justru orang yang rela mengorbankan harta dan nyawanya demi membela kebenaran sering dianggap sebagai orang yang konyol dan berpikiran sempit saat ini. Mereka dijauhi masyarakat karena dianggap sok pahlawan dan sok suci. Sebaliknya, orang-orang yang plin-plan dan tidak punya pendirian, bahkan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekayaan, ketenaran dan jabatan yang tinggi

131 |

dianggap sebagai orang yang sukses. Inilah logika terbalik tentang kesuksesan. Jangan heran jika saat ini kita sulit menemukan para pahlawan yang sukses karena konsisten memperjuangkan cita-cita mulia. Apa yang Dimaksud Cita-Cita Mulia? Kemuliaan bukanlah berdasarkan perasaan subjektif manusia, tapi ia diukur berdasarkan kebenaran universal yang ada di dunia ini. Kebenaran universal adalah satu-satunya kebenaran yang sejati di dunia ini. Ia adalah kebenaran yang bersumber pada empat hal, yaitu: agama, hati nurani, akal sehat dan ilmu pengetahuan. Kesesuaian antara empat hal itulah yang disebut kebenaran universal. Jika keempat hal tersebut saling bertolak belakang maka agama menjadi batu uji terakhir untuk menentukan kebenaran universal. Nilai-nilai seperti persamaan, kemerdekaan, kejujuran, kesetiaan, kasih sayang, keindahan, ketenteraman, keadilan dan keterbukaan adalah contoh dari kebenaran universal yang sesuai dengan hati nurani, agama, akal sehat dan ilmu pengetahuan. Kebenaran universal bukanlah berdasarkan budaya masyarakat atau perasaan seseorang. Budaya dan perasaan bersifat subjektif, nisbi bahkan seringkali tak dapat dipertanggungjawabkan sumbernya. Kita tak dapat berpegang pada kebenaran berdasarkan budaya dan perasaan sebab hal itu dapat menjerumuskan kita pada perbedaan dan perselisihan tanpa henti. Kebenaran universal yang dapat menyatukan kita pada cita-cita yang sama. Ia merupakan ikatan yang menyatukan peradaban manusia selama-lamanya. Sukses tergantung dari keserasian cita-cita dengan kebenaran universal. Selama cita-cita tidak bertentangan dengan kebenaran universal, maka hal itu bisa disebut sebagai cita-cita yang mulia. Namun jika cita-cita yang dicanangkan bertentangan dengan kebenaran universal; atau sekedar menuruti hawa nafsu dan budaya setempat, berarti hal tersebut bukanlah cita-cita mulia. Jadi kata kuncinya terletak dari sejauh mana keserasian antara cita-cita dengan kebenaran universal. Cita-cita mulia adalah cita-cita yang sesuai dengan kriteria berikut: a. b. Tidak merugikan diri sendiri Tidak merugikan keluarga

c. Tidak merugikan masyarakat d. Tidak merugikan lingkungan alam e. Tidak merugikan generasi pelanjut

132 |

Beberapa hal di bawah ini dapat menjadi indikasi untuk mengukur sejauh mana konsistensi Anda dalam berjalan menuju cita-cita mulia, sehingga Anda dapat dikatakan tetap memperoleh sukses tanpa henti: a. b. c. d. e. Pikiran dan orientasi Anda selalu kepada pencapaian cita-cita mulia Prioritas kegiatan Anda lebih banyak untuk mencapai cita-cita mulia Upaya Anda mencapai cita-cita dilakukan dengan cara-cara yang benar Anda terus mencoba mencapai cita-cita walau gagal berulangkali Perubahan cita-cita boleh dilakukan asalkan tidak bertentangan dengan kebenaran universal Proses yang konsisten menuju cita-cita juga mengharuskan Anda untuk selalu bertumbuh. Artinya, Anda harus selalu meningkatkan kualitas diri ke arah pencapaian citacita mulia. Cita-cita mulia akan semakin sulit dicapai jika Anda tidak meningkatkan kualitas diri. Tanpa kemampuan untuk terus bertumbuh, Anda -cepat atau lambat- akan tertinggal dalam persaingan hidup yang semakin ketat saat ini. Misalnya, Anda bercita-cita menjadi pengacara, maka Anda perlu membekali diri secara terus menerus dengan ilmu dan pengalaman sebagai pengacara. Jika Anda telah berhasil menjadi pengacara, Anda juga tidak boleh berhenti untuk meningkatkan kualitas diri Anda sebagai pengacara. Hal ini agar Anda tetap bertahan (survive) menjadi pengacara dan memiliki daya kompetitif yang tinggi sebagai pengacara. Pertanyaannya adalah apa indikasi dari seseorang yang terus bertumbuh? Indikasinya terlihat pada semakin berkembangnya potensi yang dimiliki seseorang menjadi kinerja (performance) harian. Potensi adalah kelebihan tersembunyi yang dimiliki seseorang. Dikatakan tersembunyi karena kelebihan tersebut belum terlihat dalam kinerja seseorang. Potensi tersebut berkembang dari hari ke hari karena selalu ada upaya dari orang tersebut untuk mengasahnya. Pendek kata orang yang terus bertumbuh adalah orang yang selalu belajar dan belajar (learning individual). Ia paham betul bahwa apa yang dibangunnya pada hari ini akan menjadi kesuksesannya di masa depan. Ia berupaya menunaikan sabda Nabi Muhammad : Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia celaka. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia merugi. Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia beruntung.

133 |

3.

Cara Untuk Memulai Proses yang Konsisten Menuju Cita-cita Mulia Berikut ini petunjuk praktis bagi Anda untuk memulai sukses dengan cara berproses

secara konsisten menuju cita-cita mulia: a. b. c. Renungkan kembali apa cita-cita Anda. Buatlah sasaran jangka pendek untuk mencapai cita-cita. Luangkan waktu Anda lebih banyak untuk mencapai sasaran bulanan Anda. Usaha kita untuk mencapai sukses yang sesungguhnya yang keempat adalah menikmati kemenangan. Mungkin jika kita berpikir menikmati kemenangan adalah dengan berfoya-foya serta bersenang-senang melihat lawan kita mengalami kekalahan, namun dalam mencapai makna sukses yang sesungguhnya tidak ada anggapan menikmati kemenangan seperti diatas. Itu hanya ucapan yang keluar dari orang yang sombong dan senang jika melihat orang lain menderita akibat kemenangan yang ia terima. Menikmati kemenangan dalam usaha mencapai sukses yang sesungguhnya diungkapkan dalam perbuatan yang baik dan memiliki sisi positif. Menikmati kemenangan diungkapkan dengan hal-hal berikut ini: a. Menjadi orang yang selalu bersyukur. Kita harus selalu bersyukur dalam kondisi apapun, baik dalam kondisi susah maupun senang, jika dalam kondisi senang, minimal ucapkan kata syukur kepada Tuhan YME dan bisa dilanjutkan dengan berbagi kesuksesan kepada yang membutuhkan dan berusaha jadi panutan yang baik dan pemicu semangat untuk mencapai hasil lebih bagi orang yang dikalahkan oleh kita. Apabila kita dalam kondisi susah, kita masih bisa bersyukur bahwa dalam kesusahanpun, kita masih diberi nafas untuk menyambung hidup dan menjaid lecutan untuk bisa bangkit dari kondisi kita yang susah. b. Tidak bisa sukses, sebelum bisa menikmati kemenangan-kemenangan kecil. Usaha dalam menggapai apapun pasti dimulai dari yang kecil. Karier dimulai dari pegawai bawahan menjadi bos, ini merupakan hukum alam yang berlaku dan sedikit sekali ada pengecualian. Hukum ini juga berlaku dalam menggapai sukses yang sesunggunya. Kita harus menikmati kemenangan yang kita dapat meskipun nilainya kecil, semisal kita hadir di kantor secara tepat waktu itu sudah merupakan kemenangan kecil dan biasanya tidak kita sadari, jika kita pahami dan kita nikmati, pasti kita akan berusaha untuk menggapai sukses yang lebih besar. c. Menikmati kemenangan-kemenangan kecil berarti membiasakan diri menjadi sukses.

134 |

Kemenangan-kemenangan kecil yang kita nikmati tentu akan membiasakan kita menjadi sukses dengan berusaha menggapai kemenangan-kemangan kecil yang lain, kemudian berlanjut dengan kemenangan yang lebih besar agar bisa merasakan kemenangan yang lebih mantap. d. Tidak gamang ketika mendapatkan sukses besar. Setelah kita akhirnya menggapai sukses besar, kita jangan terus merasa sombong dan diatas angin dengan sekitar kita, perlu diingat bahwa dengan bantuan dari sekitar kita dan tentunya usaha kita sendiri dapat menggapai sukses yang besar. Dengan bersyukur kita dapat menghidarkan diri dari rasa sombong. Setiap manusia pasti memiliki pengungkapan kemenangan dengan caranya sendirisendiri, namun dalam usaha mencapai sukses yang sesungguhnya, menikmati kemenangan memiliki cara tersendiri dan pastinya nilainya positif dan tetap dapat menikmati kemengan itu sendiri. Cara-cara tersebut adalah: a. Menjadikan diri sendiri sebagai pesaing, bukan orang lain. Pernyataaan ini berarti bahwa jika kita sudah menggapai kemenangan, lawanlah diri sendiri dan kemudian temukan kelemahan-kelemahan yang ada pada diri sendiri, kemudian perbaiki agar kita menjadi lebih baik. b. Dibuat oleh diri sendiri secara subjektif. Kemenangan yang kita raih harus kita pastikan bahwa kemenangan yang kita dapat merupakan usaha yang dibuat oleh kita sendiri, meskipun kita juga seringkali membutuhkan bantuan rekan, namun tetap 99% diusahakan oleh diri sendiri. Dengan syarat tersebut, kemenangan akan terasa indah dan jerih payah kita terbayar lunas. c. Menikmati apa yang terjadi, bukan pada perasaan atau imbalan yang besar. Kemenangan yang kita dapat tidak dapat ditentukan dengan imbalan berupa uang dan sebagainya. Apapun yang berubah sebagai akibat dari kemenangan yang kita dapatkan, bukan hanya pada keberhasilan yang besar tetapi juga pada keberhasilan yang kecil/remeh. Kemenangan yang kita dapat tidak dapat ditentukan dengan imbalan berupa uang dan sebagainya. Apapun yang berubah sebagai akibat dari kemengan yang kita dapatkan. Namun perlu diperhatikan bahwa yang dinikmati bukan hanya kemenangan besar saja, namun yang kecil juga harus dinikmati karen usaha kita dimulai dengan kemenangankemenangan kecil.

135 |

4.

Sukses adalah Akhir yang Baik. Langkah selanjutnya dalam usaha menggapai makna sukses yang sesungguhnya

adalah akhir yang baik. Akhir dalam hal ini adalah kesiapan kita dalam menghadapi akhir kehidupan kita. Kita harus mempersiapakan banyak hal agar akhir yang kita ciptakan berasa indah dan kita tidak menyesal kemudian. Dalam menggapai sukses yang sesungguhnya, hal-hal yang membuat akhir yang baik adalah sebagai berikut: a. Ujung hidup kita adalah cermin sesungguhnya dari sukses. b. Kematian yang datang tiba-tiba, sehingga harus selalu waspada. c. Pentingnya meninggalkan warisan bermakna bagi kehidupan. Indikasi dari Akhir yang Baik adalah: a. Dekat dengan Tuhan. Dekat dengan Tuhan diwujudkan dengan kebiasaan kita rajin beribadah dan berusaha semaksimal mungkin melakukan hal-hal yang dianjurkan dalam kitab suci dan menghindari hal-hal yang dilarang dalam kitab suci. b. Telah mendapatkan sukses yang sesungguhnya. Akhir yang baik berarti kita telah merasa puas atas kehidupan yang dijalani, perwujudan itu merupakan tanda bahwa kita telah mendapatkan sukses yang sesungguhnya. c. Tidak mesti dalam kondisi kaya, tenar atau berkedudukan. Akhir yang indah adalah kondisi dimana kita sudah tidak perlu memperjuangkan apapun lagi dan siap untuk meninggalkan kehidupan. Kondisi duniawi sudah tidak terpikirkan. d. Tidak mesti mati dalam penampilan yang indah. Penampilan indah dalam hal ini adalah kita dimakamkan dengan berpakaian yang mahal dan bagus, seperti setelan jas lengkap dengan dasinya. Cukup dengan kain kafan saja karena hasilnya sama saja. Daripada membuang uang untuk membeli jas mahal, lebih baik digunakan untuk melunasi hutang apabila kita masih berhutang, atau digunakan untuk menyumbang kepada yang lebih berhak. e. Tidak mesti didatangi banyak orang ketika meninggal dunia. Saat kita sudah mencapai akhir hidup kita, banyaknya orang yang menghadiri pemakaman dan banyaknya karangan bunga bukan menjadi indikasi akhir yang indah, akhir hidup didampingi oleh keluarga yang selalu mendoakan agar kita diterima disisi Tuhan sudah cukup menjadi akhir yang indah bagi kita.

136 |

f.

Tidak mesti dikenang banyak orang Kita tidak perlu dikenang oleh orang banyak untuk menggapai akhir yang indah, cukup dengan keluarga dan kerabat yang menjadikan jalan hidup kita panutan. Dan cukup dengan perbuatan yang kita lakukan selama hidup saja yang dikenang.

E. Hambatan Sukses Banyak faktor yang dapat menghalangi jalan seseorang dalam menuju keberhasilan dan kesuksesan. Faktor-faktor penghambat kesuksesan dalam kehidupan seseorang diantaranya adalah: 1. Citra diri negatif Orang yang mempunyai citra diri negatif merasa bahwa ia adalah orang yang hina, tidak pantas mendapat penghargaan. Ia merasa tidak mampu, ia orang miskin, ia orang tidak berguna, ia merasa tidak mungkin berhasil dalam usahanya. Tanpa disadari ia telah menghancurkan karirnya sendiri dengan pikiran negatif yang bersarang dalam pikiran bawah sadarnya. Orang yang mempunyai citra diri negatif selalu merasa benar sendiri. Ia selalu menyalahkan orang lain dan lingkungannya sebagai penyebab kegagalannya. Orang yang mempunyai citra diri negatif tidak akan pernah sukses dalam mengembangkan karirnya, ia sangat akrab dengan kegagalan dan kesulitan hidup. Untuk mencapai sukses dan keberhasilan dalam karirnya ia harus membersihkan pikirannya dari citra diri negatif. Ia harus merubah citra dirinya yang negatif manjadi positif. Butuh waktu keuletan dan kesabaran untuk merubah citra diri negatif menjadi positif 2. Takut gagal Jika Anda melihat orang-orang sukses, entah itu orang besar, ilmuwan, pengusaha, atau orang-orang sukses terkenal seperti Bill Clinton atau Nelson Mandela, kadang-kadang Anda menemukan pendekatan umum untuk kegagalan, dimana mereka tidak melihatnya sebagai kegagalan, mereka melihatnya sebagai umpan balik. Ketika Anda membaca biografi orang sukses, Anda sering mendengar mereka mengatakan hal-hal seperti saya mendapatkan 50% dari keputusan yang tepat dan 50% dari keputusan yang salah tapi mereka bagus dalam mengetahui apa yang salah dan mereka melakukan sesuatu tentang hal itu untuk perbaikan. Gagal merupakan sebagian dari paket kesuksesan. Kegagalan ibarat sebuah sisi dari 2 buah sisi yang kita genggam. Sukses dan gagal adalah saudara baik, ketika kita gagal berarti kita semakin dekat dengan kesuksesan. Tetapi kebanyakan orang berhenti dan putus asa ketika mengalami kegagalan, padahal 1 langkah lagi adalah sukses. Itulah penyebab utama mengapa banyak orang gagal dan benar-benar gagal.

137 |

Orang hanya takut untuk gagal, padahal untuk sukses itu salah satu syaratnya adalah gagal. Jadi, jangan takut gagal karena kita pasti gagal terlebih dahulu sebelum sukses. 3. Berpikir pragmatis Pola hidup instan dengan lebih memikirkan hasil akhir daripada proses atau biasa disebut sebagai pragmatisme. Pragmatisme seolah telah menjadi virus yang menyerang kaum muda saat ini. Misalnya saja, dalam pengerjaan tugas kuliah masih banyak yang memilih cara pintas dengan sekadar menyontek atau copy-paste dari teman maupun internet. Seseorang yang ingin sukses seharusnya menekankan pada proses bukan pada hasil akhir. 4. Kurang kreatif Berpikir kreatif merupakan suatu proses yang diperlukan oleh seseorang yang ingin berhasil dalam menjalankan usaha. Berpikir kreatif merupakan suatu proses yang menggunakan perpaduan kemampuan otak kiri dan otak kanan yang didominasi oleh otak kanan yang merupakan pusat berpikir imaginatif, abstrak dan kreatif. Setiap orang, setiap manusia memiliki bakat untuk berpikir kreatif. Namun ada orang yang lebih berbakat dan ada orang yang kurang berbakat. Apabila seseorang melatih kraetifitas secara baik maka kreatifitasnya dapat semakin tumbuh dan berkembang, sebaliknya bila tidak maka akan tenggelam. Keberhasilan yang diraih oleh para pengusaha yang sukses disebabkan oleh keuletan dan keberanian dalam menjalankan usaha. Selain keuletan dan keberanian umumnya orang-orang yang sukses adalah orang-orang yang memiliki kreativitas tinggi, memiliki kemampuan untuk menggerakkan orang, pengambil resiko, percaya diri, dsb. 5. Tidak Tekun/ Malas Tekun berarti mengerjakan segala sesuatunya dengan perlahan-lahan tapi pasti, tanpa pernah bosan. Tekun juga berarti selalu mengulang-ulang perbuatan yang sama dalam kurun waktu tertentu untuk mencapai sukses dengan perubahan seperlunya. Tekun berarti tidak pernah berhenti dan terus bergerak, selalu menepati jadwal dan janji yang dibuat. Ketekunan adalah satu kata yang tidak boleh hilang dalam etos kerja. Ketekunanlah membentuk etos. Sebab, orang-orang yang bertekun memperlihatkan sifat personalnya. Tekun tidak boleh dibuat-buat, ketekunan masalahnya kemampuan personalisasi diri menghadapi badai, mampu tegap berdiri walau diterjal angin. Karena ketekunanlah, dengan kerja keras, seluruh orang yang menjadi inspirasi di jagat ini bisa mengapai sukses.

138 |

6.

Kurang bersemangat Semangat sangatlah diperlukan karena merupakan faktor yang sangat penting.

Usaha memerupakan suatu kegiatan yang sangat menantang karena didalamnya terdapat banyak kesulitan dan keunikan,jika mengerti prosesnya maka akan ada yang dinamakan kesuksesan namun jika hanya coba-coba maka akan ada keluh kesah dan penyesalan yang bakal datang. Seorang wirausahawan tidak mengenal adanya penyesalan diri jika kegagalan datang. Kegagalan itu ibarat penyedap rasa dalam usaha, karena dengan kegagalanlah yang bakal memicu untuk maju kepuncak kesuksesan. Memang tidak mudah menerima kegagalan itu, tapi jika anda tahu kunci utamanya tidak sesulit yang dibayangkan, utama sekali yang perlu dilakukan adalah menjaga semangat dalam diri ,jika semangat sudah kokoh maka usaha yang dijalani akan punya kekuatan tersendiri. Dengan semangatlah semua kesulitan akan teratasi dengan mudah. 7. Kurang menghargai waktu Seseorang yang sukses memiliki kebiasaan dalam menghadapi waktu. Baginya waktu yang berputar selama 24 jam sehari semalam sangatlah berharga. Jangan sia-siakan setiap detik dalam hidup. Lakukanlah berbagai hal yang berharga dan bermanfaat untuk mencapai kesuksesan. Pergunakanlah waktu ketika sedang menunggu bis kota dengan membaca. Manfaatkanlah waktu senggang untuk memperluas kehidupan sosial dengan berorganisasi dan menjalin koneksi baru. Terus manfaatkan waktu sebaik mungkin. Karena waktu sangatlah berharga. 8. Kurang berdoa Berdoa berarti menyertakan kekuatan Tuhan didalam pekerjaan kita. Kekuatan Tuhan adalah kekuatan yang tidak terlihat yaitu kekuatan yang berasal dari luar kekuatan manusia. Dengan berdoa kita bisa menjadi lebih ikhlas, jujur, rendah hati, sabar, dan tabah dalam menghadapi cobaan. Bagaimanapun cobaan, masalah dan kegagalan yang kita hadapi, maka kekuatan Tuhan yang akan membimbing kita kejalan yang benar, dan memberi tahu jawaban dari misteri yang kita hadapi, memberi petunjuk dari kebimbangan yang kita temukan, serta menguatkan hati kita untuk tetap bekerja dengan tekun dan teguh. Kita harus yakin bahwa kita tidak akan bisa mendapatkan apapun hanya dengan usaha kita sendiri saja. Ada kehendak yang lebih besar dari semua kemauan dan kemampuan kita yang menentukan apakah yang kita inginkan tersebut akan kita dapatkan atau tidak.

139 |

F. Kiat Sukses Banyak cara bagi seseorang dalam menuju keberhasilan dan kesuksesan. Cara-cara untuk mencapai kesuksesan dalam kehidupan seseorang diantaranya adalah: 1. Tanpa Tujuan Tak Akan Terjadi Perkembangan Tidak mempunyai tujuan utama dalam hidup sama seperti layang-layang yang talinya putus dan terbang mengikuti arah angin, atau berlayar tanpa mengetahui arah atau tanpa tahu harus kemana. Kita mungkin akhirnya akan sampai ke suatu tempat yang kita sukai. Atau cuma membiarkan diri terbawa arus tanpa tujuan, hanya bisa mengharap sampai ke tempat yang kita inginkan, tanpa pernah sampai ke sana. Jika kita mempunyai tujuan, di saat kita tumbuh, tujuan kita juga ikut tumbuh. Jika kita berhasil mencapai puncak sebuah gunung,secara alamiah kita akan melihat ke sekeliling mencari gunung yang lebih tinggi untuk didaki. Dalam hidup ini pilihan kita adalah, bergerak maju, berhenti, atau bergerak mundur. Jika kita merencanakan jalan kita secara cermat dan penuh perhitungan, bisa dipastikan kita akan berada dijalan yang tepat untuk sampai ke tempat yang tepat. 2. Pertahankan Pikiran Positif dan Produktif dengan Tidak Mengeluh tentang Apapun: Pekerjaan, Perusahaan atau yang Lainnya Pepatah Cina mengatakan, sampai kapanpun, lumpur tak akan bisa digunakan untuk membangun tembok. Hal serupa juga berlaku dalam hubungan manusia, kita tak akan mungkin memberikan pengaruh positif yang bertahan lama kepada orang-orang yang berpikir negatif. Kita tak akan bisa mempertahankan sikap positif, produktif, jika banyak melewatkan waktu kita bersama orang-orang negatif. Orang-orang yang menghancurkan hidup mereka sendiri dan biasanya melemparkan kesusahan akibat perbuatannya sendiri kepada orang lain, bukan orang yang bisa membantu Anda untuk meraih sukses dalam hidup ini. Pilih teman-teman dan rekan secara cermat. Kendalikan dan tahan diri Anda untuk jangan mengeluh tentang pekerjaan,perusahaan,atau tentang siapaun. Lewatkan waktu Anda bersama orang-orang ambisius yang positif,yang mempunyai rencana dalam hidup mereka. Anda akan merasakan optimisme mereka akan menulari Anda. 3. Kenali Kebiasaan-kebiasaan Buruk dan Ganti dengan yang Positif Kebiasaan-kebiasaan terbentuk secara perlahan. Seringkali kita tidak menyadarinya sampai kebiasaan-kebiasaan itu menjadi begitu kuat menyatu dengan diri kita dan sulit dihilangkan. Seperti rumput liar di kebun yang tumbuh tanpa ditanam dan segera akan menguasai seluruh ruang kebun jika tidak dikendalikan. Jarang suatu pola perilaku bisa dihilangkan tanpa menggantinya dengan yang lain. Pepatah mengatakan alam tidak menyukai kehampaan dan akan mencari sesuatu untuk mengisi kekosongan. Cara terbaik

140 |

untuk menyiangi rumput liar atau kelemahan-kelemahan watak kita adalah kenali sifat-sifat yang tidak Anda sukai dan ganti dengan lawannya yang positif. Jika Anda cenderung kehilangan kesabaran, misalnya cari pengganti untuk kemarahan Anda. Netralkan dengan ungkapan-ungkapan atau penegasan positif,misalnya dengan mengatakan,"Tak seorangpun yang bisa membuat saya marah selain saya mengizinkan mereka membuat saya marah. Saya tak akan membiarkan siapa pun untuk mengatur emosi-emosi saya" 4. a. Kiat sukses juga bisa kita peroleh dari kata sukses itu sendiri: Seleksi tujuan hidup Meraih kesuksesan tentunya kita harus bisa mengenali apa tujuan hidup kita. Dengan mengetahui apa yang ingin kita raih membantu kita untuk melakukan apa saja yang harus dikerjakan, jalan apa saja yang mesti dilewati. Dengan adanya tujuan hidup, kita tidak akan bingung ke mana harusnya kita melangkah atau apa yang harus dilakukan. b. Urutkan prioritas kegiatan Dalam mencapai tujuan dan meraih kesuksesan tentunya kita akan menghadapi suatu pilihan-pilihan yang memaksa kita untuk memilih secara bijak. Mana yang harus kita dahulukan. Karena telah mengetahui tujuan yang hendak ingin dicapai, tentunya kita akan memilih suatu kegiatan yang bisa menunjang dan membantu terwujudnya tujuan hidup tersebut. Bisa kita ibaratkan juga, manusia belajar berlari dimulia dari merangkak, berdiri, berjalan, dan berlari yang tentunya dalam proses pernah mengalami jatuh dan luka hingga menangis. Untuk bisa mencapai lantai keempat suatu bangunan, kita harus melewati lantai satu, kedua, dan ketiga. Dari dua permisalan tadi, menitikberatkan adanya suatu tahapan yang harus kita lalui untuk mencapai sebuah tujuan. Suatu tahapan itulah yang dinamakan proses yang di mana bisa terjadinya kesuksesan atau kegagalan yang dikarenakan kita menyerah di tengah jalan karena terjatuh atau terluka sebelum mencapai tujuan yang dicapai. c. Komitmen pada pelaksanaan Niat yang sungguh-sungguh dan percaya bahwa kita bisa mencapai tujuan yang hendak kita raih bisa membantu kita jika (seringnya) dalam suatu perjalanan atau proses mewujudkan tujuan itu kita menemui tantangan. Kesungguhan yang hebat akan memberikan semangat yang terus membara dalam diri kita meski menghadapi hambatan apapun. Keyakinan bahwa suatu rintangan dalam mencapai kesuksesan adalah bumbu pemanis di saat kita bisa meraih apa tujuan hidup yang kita impikan.

141 |

d.

Sinergikan dengan orang lain Peran orang lain tidak boleh kita anggap remeh. Meski sebagian besar faktor

kesuksesan adalah terletak pada diri sendiri. Tidak ada salahnya kita sinergikan dengan orang lain. Dalam memandang orang lain di sini bisa kita tempatkan dalam dua peran yang berbeda. Orang lain bisa kita anggap partner atau teman dalam mencapai tujuan. Kita bisa saling bantu dan memberikan semangat untuk mewujudkannya. Di sisi lain, kita bisa menganggap orang lain sebagai rival atau lawan. Rival dalam artian di sini adalah bukan musuh, melainkan membantu kita memiliki rasa tidak mau kalah dengannya. Jika dia bisa, tentunya kita harus bisa. Dengan adanya rival akan selalu membuat kita berusaha yang terbaik agar kita bisa menjadi sukses, tentunya yang pertama. Karena tidak pernah ada orang-orang akan mengingat juara kedua, yang dikenal adalah siapa yang juara pertama. e. Ekspresikan dengan kreatif Mengeksperikan perbuatan atau tindakan dalam rangka mewujudkan tujuan dengan langkah yang kreatif. Kreatif bisa merupakan suatu langkah yang berbeda, atau suatu cara yang baru, atau yang unik. Hal ini bisa membuat kita merasa semangat dan lebih tertantang. Kita misalkan jika kita ingin ke tempat D dari rumah A harus melalui sungai B dan jalan C. Cara umum yang sudah diketahui banyak orang tentunya membuat kita merasa biasa. Semisal kita bisa mencapai tempat D ternyata dengan cara mendaki gunung E dan menerobos hutan F mungkin akan memberikan semangat sendiri. Tapi kita harus memperhatikan nilai efektif dan efisien langkah yang kita pilih. f. Serahkan hasilnya pada Tuhan Sering kita mendengar nasihat, manusia boleh berencana dan Tuhan lah yang berkuasa memutuskan. Segala sesuatunya harus kita serahkan pada Yang Maha Segalanya. Setelah kita berusaha sekeras mungkin dan doa yang rajin kita lantunkan sebagai irama permohonan agar tujuan kita bisa tercapai, kita pasrahkan semua kepada Tuhan. Tuhan Maha Mengetahui apa yang menjadi kebutuhan makhluk-Nya, apa yang menjadi terbaik buat makhluk-Nya. Kita memohon apa yang kita inginkan tetapi Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan.

E. Menyikapi kegagalan Pembeda yang sangat jelas antara orang sukses dengan orang yang gagal adalah dalam hal menyikapi kegagalan. Calon orang sukses akan menjadikan kegagalan sebagai pupuk keberhasilan. Tidak ada namanya kegagalan, kegagalan adalah proses belajar dan kegagalan adalah masalah cara pandang. Orang yang tahu dirinya bisa dan bakal menjadi

142 |

sukses akan selalu lebih semangat jika menemui kegagalan dalam usahanya meraih kesuksesan. Kegagalan bukanlah penghalang untuk mewujudkan kesuksesan, layaknya anak kecil yang belajar bersepeda, tak akan menyerah sebelum benar-benar bisa menaiki sepeda dan tersenyum ceria di atas sepedanya meski terjatuh berkali-kali, terluka dan sering terdengar tangis panjang. Kegagalan yang terjadi bisa dijadikan pelajaran dan diambil manfaatnya untuk melangkah ke depan untuk tidak gagal lagi dalam hal yang sama, tidak terjatuh lagi di lubang yang sama. Dengan keyakinan bahwa Tuhan akan membantu makhluk-Nya yang pantang menyerah akan menambah semangat bahwa adalah kegagalan bukanlah hal yang tabu atau memalukan.

RANGKUMAN
1. Sukses Menurut Pandangan Umum: 3K (Kekayaan, Ketenaran, dan Kedudukan) dan ini SALAH! 2. Pada akhirnya, sikap hidup yang salah mempersepsikan makna sukses sejati ini telah menimbulkan dampak- dampak yang sangat merugikan, yaitu: a. Menghalalkan segala cara. b. Egois dan Kurang Peduli c. Tidak dapat menikmati proses mencapai sukses. d. Mengabaikan yang lebih bermakna. e. Hidup yang tidak seimbang. f. Gagal memperoleh kesuksesan yang sesungguhnya.

3. Jika kekayaan, ketenaran dan kedudukan bukan sukses sesungguhnya, lalu apa yang disebut sukses sesungguhnya itu? Jawabannya ada pada makna sukses berikut ini : a. Sukses adalah keseimbangan hidup. b. Sukses adalah memberikan manfaat bagi orang lain. c. Sukses adalah proses mencapai cita-cita mulia. d. Sukses adalah menikmati kemenangan-kemenangan. e. Sukses adalah akhir yang baik. 4. Lima sukses di atas dapat digambarkan sebagai berikut:

143 |

5. Hambatan Sukses yaitu: a. Citra diri negatif b. Takut gagal b. Berpikir pragmatis c. Kurang kreatif d. Tidak tekun e. Kurang bersemangat f. Kurang menghargai waktu g. Kurang berdoa 6. Kiat SUKSES yaitu: a. b. c. d. e. f. Seleksi tujuan hidup Urutkan prioritas kegiatan Komitmen pada pelaksanaan Sinergikan dengan orang lain Ekspresikan dengan kreatif Serahkan hasilnya pada Tuhan

7. Cara menyikapi kegagalan: a. b. c. d. Mengubah cara pandang dalam menyikapi kegagalan. Menganggap kegagalan adalah pupuk keberhasilan. Kegagalan adalah tidak nerani menghadapi kegagalan. Tidak adanya namanya gagal, yang ada hanyalah proses belajar.

144 |

LATIHAN
1. Jelaskan sukses menurut pandangan masyarakat pada saat ini! 2. Sebutkan dampak kekeliuran dari memandang sukses! 3. Jelaskan makna sukses sesungguhnya! 4. Jelaskan hambatan-hambatan dalam menggapai sukses! 5. Menurut pendapat anda, bagaimanakah cara menyikapi kegagalan yang baik?

GLOSARIUM aktualisasi dimensi ekspresi eksternal emosional evaluasi filosofi fisik indikator internal kapitalisme = = = = = = = = = = = Memastikan betul-betul ada (terjadi) bagian bagian yang menjadi pusat tinjauan pengungkapan atau proses menyatakan menyangkut bagian luar menyentuh perasaan penilaian engetahuan dan penyelidikan dng akal budi mengenai hakikat segala yg ada, sebab, asal, dan hukumnya jasmani sesuatu yg dapat memberikan (menjadi) petunjuk atau keterangan menyangkut bagian dalam sistem dan paham ekonomi (perekonomian) yg modalnya (penanaman modalnya, kegiatan industrinya) bersumber pd modal pribadi atau modal perusahaan swasta dengan ciri persaingan dl pasaran bebas perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu berhubungan dng kompetisi (persaingan); bersifat kompetisi (persaingan) tetap (tidak berubah-ubah) pandangan hidup yg men-cari dasar segala sesuatu yg termasuk kehidupan manusia di dl alam kebendaan semata-mata dng mengesampingkan segala sesuatu yg mengatasi alam indra bersangkutan dng batin dan watak manusia, yg bukan bersifat badan atau tenaga orang yg menjadi pilihan Allah untuk menerima wahyu-Nya mengenai keadaan yg sebenarnya tanpa dipengaruhi pendapat atau pandangan pribadi kerangka berpikir paham serba boleh kegiatan atau operasi gabungan berhubungan dng atau bersifat kejiwaan (rohani, batin) mengenai atau menurut pandangan (perasaan) sendiri umum (berlaku untuk semua orang atau untuk seluruh dunia)

komitmen kompetitif konsisten materialisme

= = = =

mental nabi obyektif paradigma permisivisme sinergi spritual. subyektif universal

= = = = = = = = =

145 |

BAB
PELAYANAN PRIMA

Tujuan Instruksional Khusus : Setelah memperoleh materi, mahasiswa diharapkan dapat: a. Memberi arti Pelayanan Prima & customer care b. Menjelaskan pentingnya pelayanan prima c. Menjelaskan prinsip-prinsip pelayanan prima d. Mengetahui pentingnya pelayanan prima terhadap pelanggan e. Memenuhi harapan pelanggan

A. Hakikat dan Pengertian Pelayanan Prima. Secara sederhana, pelayanan prima adalah suatu pelayanan yang terbaik dalam memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan. Dengan kata lain, pelayanan prima merupakan suatu pelayanan yang memenuhi standar kualitas. Pelayanan yang memenuhi standar kualitas adalah suatu pelayanan yang sesuai dengan harapan dan kepuasan pelanggan/masyarakat. Dalam pelayanan prima terdapat dua elemen yang saling berkaitan, yaitu pelayanan dan kualitas. Kedua elemen tersebut sangat penting untuk diperhatikan oleh tenaga pelayanan (penjual, pedagang, pelayan, atau salesman). Konsep pelayanan

prima dapat diterapkan pada berbagai organisasi, instansi, pemerintah, ataupun perusahaan bisnis. Perlu diketahui bahwa kemajuan yang dicapai oleh suatu negara tercermin dari standar pelayanan yang diberikan pemerintah kepada rakyatnya. Negara-negara yang tergolong miskin pada umumnya kualitas pelayanan yang diberikan di bawah standar minimal. Pada negara-negara berkembang kualitas pelayanan telah memenuhi standar minimal. Sedangkan di negara-negara maju kualitas pelayanan terhadap rakyatnya di atas standar minimal. Terdapat beberapa definisi tentang kualitas pelayanan yang dikemukakan oleh para ahli. Dan dari sejumlah definisi tersebut terdapat beberapa kesamaan, yaitu:

146 |

1. kualitas merupakan usaha untuk memenuhi harapan pelanggan. 2. kualitas merupakan kondisi mutu yang setiap saat mengalami perubahan 3. kualitas itu mencakup proses, produk, barang, jasa, manusia, dan lingkungan 4. kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.

Vincent Gespersz menyatakan bahwa kualitas pelayanan meliputi dimensi-dimensi sebagai berikut: 1. Ketepatan waktu pelayanan berkaitan dengan waktu tunggu dan proses. 2. Kualitas pelayanan berkaitan dengan akurasi atau kepetatan pelayanan. 3. Kualitas pelayanan berkaitan dengan kesopanan dan keramahan pelaku bisnis. 4. Kualitas pelayanan berkaitan dengan tanggung jawab dalam penanganan keluhan pelanggan. 5. Kualitas pelayanan berkaitan dengan sedikit banyaknya petugas yang melayani serta fasilitas pendukung lainnya. 6. Kualitas pelayanan berkaitan dengan lokasi, ruangan tempat pelayanan, tempat parkir, ketersediaan informasi, dan petunjuk/panduan lainnya. 7. Kualitas pelayanan berhubungan dengan kondisi lingkungan, kebersihan, ruang tunggu, fasilitas musik, AC, alat komunikasi, dan lain-lain.

Self awareness

: Menanamkan kesadaran diri sehingga dapat memahami posisi agar mampu memberikan pelayanan dengan benar

Enthusiasm Reform Value Impressive Care

: Melaksanakan pelayanan dengan penuh gairah : Memperbaiki kinerja pelayanan dari waktu ke waktu : Memberikan pelayanan yang mempunyai nilai tambah : Menampilkan diri secara menarik tetapi tidak berlebihan : Memberikan perhatian atau kepedulian kepada

pelanggan secara optimal Evaluation : Mengevaluasi pelaksanaan layanan

147 |

B. Pentingnya Pelayanan Prima terhadap Pelanggan. Pelayanan prima biasanya berhubungan erat dengan bisnis jasa pelayanan yang dilakukan dalam upaya untuk memberikan rasa puas dan menumbuhkan kepercayaan terhadap pelanggan atau konsumen, sehingga pelanggan merasa dirinya dipentingkan atau diperhatikan dengan baik dan benar. Pentingnya pelayanan prima terhadap pelanggan juga merupakan strategi dalam rangka memenangkan persaingan. Akan tetapi tidak cukup hanya memberikan rasa puas dan perhatian terhadap pelanggan saja, lebih dari itu adalah bagaimana cara merespon keinginan pelanggan, sehingga dapat menimbulkan kesan positif dari pelanggan. Pelayanan prima hasus ditunjang oleh kualitas sumber daya manusia yang handal, mempunyai visi yang jauh ke depan dan dapat mengembangkan strategi dan kiat pelayanan prima yang mempunyai keunggulan. Di samping itu, harus diupayakan terus menerus untuk meningkatkan kemampuan para petugas pelayanan agar dapat menumbuhkan dedikasi dan memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada pelanggan untuk tetap setia menggunakan produk barang dan jasa kita, tanpa sempat lagi melirik atau memakai produk lain. Betapa pentingnya pelayanan prima terhadap pelanggan karena keberhasilan pelayanan prima dapat juga menimbulkan hal-hal sebagai berikut: 1. Pelayanan prima dapat menimbulkan keputusan pihak pelanggan untuk segera membeli produk yang kita tawarkan pada saat itu juga. 2. Pelayanan prima dapat menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhdap produk kita. 3. pelayanan prima diharapkan dapat mempertahankan pelanggan agar tetap loyal (setia) menggunakan produk kita. 4. Pelayanan prima diharapkan dapat mendorong pelanggan untuk kembali lagi membeli produk kita. 5. Pelayanan prima dapat menghindarkan terjadinya tuntutan-tuntutan terhadap penjual yang tidak perlu. C. Tujuan dan Manfaat Pelayanan Prima. Secara umum tujuan pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan atau masyarakat serta memberikan fokus pelayanan kepada pelanggan. Pelayanan prima pada sektor publik didasarkan pada aksioma bahwa "pelayanan adalah pemberdayaan". Kalau pada sektor bisnis atau swasta tentunya pelayanan selalu bertujuan atau berorientasi profit atau keuntungan perusahaan. Pelayanan

148 |

prima sektor publik tidaklah mencari untung, tetapi memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat secara sangat baik atau terbaik. Dalam hal memberdayakan masyarakat ini, pelayanan yang diberikan tidaklah bertujuan selain mencari untung, juga menjadikan masyarakat justru terbebani atau terperdayakan dengan pelayanan dari pemerintahan yang diterimanya. Tujuan pelayanan prima yang ingin dicapai dalam perusahaan swasta dapat berupa: 1. Terciptanya kepercayaan dan kepuasan pelanggan. 2. Meningkatnya jumlah pelanggan-pelanggan yang loyal 3. Mendapatkan pelanggan baru 4. Untuk menjaga agar pelanggan merasa dipentingkan dan diperhatikan. 5. Untuk mempertahankan pelanggan agar tetap setia menggunakan barang dan jasa yang ditawarkan pada perusahaan. 6. Tercapainya konsep pelayanan prima yang dijadikan sebagai tujuan utama dari suatu perusahaan atau organisasi Pelayanan Prima diperlukan karena dapat menentukan acuan mengenai mengapa, kapan, dengan siapa, dimana dan bagaimana pelayanan mesti dilakukan. Tujuan pelayanan prima tersebut sesuai dengan tujuan pemerintah yang ingin dicapai yaitu untuk memenuhi kebutuhan hajat hidup, serta untuk memberdayakan (bukan memperdayakan)

masyarakatnya, sehingga akan menumbuhkan kepercayaan publik atau masyarakat kepada pemerintahannya. Adapun kepercayaan adalah awal atau modal kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam program-program pembangunan. Contoh : Sejak diberlakukannya UU. No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan daerah, ternyata dari sisi ekonomi memunculkan high cost economy (ekonomi dengan biaya tinggi). Hal ini terjadi karena banyak daerah (Kabupaten, Kota atau Propinsi) yang berpacu mengejar PAD (pendapatan asli daerah) dengan dalil demi biaya pembangunan. Padahal di sisi lain dengan munculnya ekonomi biaya tinggi, justru akan mematikan potensi ekonomi masyarakat, menjauhkan minat investor yang akan menanamkan modal di daerah, dan lebih parah adalah munculnya sikap tidak percaya dari masyarakat kepada pemerintah. Untuk pelayanan prima sektor publik yang dilakukan oleh pemerintah selain memenuhi kebutuhan hajat hidup masyarakatnya, sudah barang tentu adalah untuk memberdayakan bukan memperdayakan, serta membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintahannya. Salah satu yang memperparah krisis sampai saat ini adalah buruknya kepercayaan masyarakat terhadap aparatur pemerintah terutama di sektor pelayanan publik. Sehingga munculnya sikap, anggapan dan penilaian terhadap

149 |

pemerintah.Misalnya kesan bahwa birokrasi adalah prosedur yang berbelit-belit dan mempersulit urusan. Adanya Nepotisme, Kolusi dan Korupsi dalam pelayanan sektor publik. Bahkan dalam pelayanan publik muncul jargon "kalau masih bisa dipersulit, kenapa dipermudah?" atau kalau kita berurusan dengan pelayanan pemerintah, mungkin akan ada penawaran dari aparatur pelayannya, "mau lewat jalan tol atau biasa?". Jadi dengan demikian perbaikan pelayanan sektor publik jelas merupakan kebutuhan yang mendesak, bahwa dalam rangka reformasi administrasi negara, perbaikan pelayanan kepada publik merupakan kunci keberhasilannya. Pelayanan prima bertujuan memberdayakan

masyarakat, bukan memperdayakan, sehingga akan menumbuhkan kepercayaan publik atau masyarakat kepada pemerintahannya. Adapun kepercayaan adalah awal atau modal kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam program-program pembangunan. Adapun pelayanan prima akan bermanfaat bagi upaya peningkatan kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat sebagai pelanggan dan sebagai acuan untuk pengembangan penyusunan standar pelayanan. Baik pelayanan, akan memiliki acuan mengenai mengapa, kapan, dengan siapa, dimana dan bagaimana pelayanan mesti dilakukan. Tapi pada kenyataan sekarang masih banyak lembaga pemerintah yang belum memenuhi kriteria dari pelayanan prima yang merupakan program perbaikan pelayanan yang di kobar-kobarkan oleh pemerintah pusat, contohnya di daerah saya sekarang, sangat jauh sekali dari yang diharapkan, mereka bukan memberdayakan pelanggannya melainkan memperdayakan dengan berbagai administrasi yang berbelit-belit dan juga dengan berbagai pungutan yang bermacam-macam (seharusnya walaupun pungutan selangit ya...

dibarengilah dengan pelayan yang OK). Seharusnya mereka mempunyai acuan atau pedoman yang berkaitan dengan pungutan atau biaya administrasi yang harusnya dikeluarkan oleh pemerintah daerah. Saya berharap kepada pemerintah daerah agar memperhatikan pelayanan prima yang bisa membuat masyarakatnya tersenyum puas dengan pelayanan yang di berikan pemerintahnya. Mulailah menjadi pemerintah yang melayani masyarakat bukan menjadi pemerintah yang ingin dilayani oleh masyarakatnya. D. Prinsip Pelayanan Prima. Apakah prinsip itu? Prinsip dapat diartikan sebagai suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Sebuah prinsip merupakan roh dari sebuah perkembangan ataupun perubahan, dan merupakan akumulasi dari pengalaman ataupun pemaknaan oleh sebuah obyek atau subyek tertentu.

150 |

Prinsip pelayanan prima dalam kegiatan pemasaran dapat dipahami sebagai suatu pedoman bagi perusahaan atau organisasi untuk melaksanakan suatu kegiatan pelayanan prima yang ingin diterapkan pada para pelanggan atau konsumen yang ingin dicapainya. Melalui prinsip pelayanan prima ini, suatu perusahaan maupun organisasi akan diarahkan pada pencapaian tujuan yang hendak dicapainya, terutama dalam meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat khususnya pada para pelanggan. Penerapan prinsip-prinsip pelayanan prima bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pada pelanggan atau konsumen agar lebih maksimal dan berhasil. Jadi, penerapan prinsipprinsip tersebut merupakan tujuan utama dari pencapaian pelayanan. Prinsip pelayanan prima diperlukan untuk mengatur langkah-langkah, cara-cara atau strategi dalam menjalankan fungsi perusahaan atau organisasi untuk melayani pelanggannya. Di dalam prinsip pelayanan prima biasanya terdapat suatu target yang ingin dicapai. Hasil-hasil yang ingin dicapai itu dapat berupa meningkatnya kepuasan pelanggan, pelanggan-pelanggan yang potensial dan menguntungkan dapat dipertahankan,

meningkatnya jumlah pelanggan-pelanggan yang loyal, mendapatkan pelanggan baru, dan tercapainya konsep pelayanan prima yang dijadikan sebagai tujuan utama dari suatu perusahaan atau organisasi. Pelayanan prima (Customer Care) dikembangkan berdasarkan prinsip-prinsip 3A: Pertama, kita harus menyajikan ATTITUDE (SIKAP) yang benar. Kedua, kita harus memberikan ATTENTION (PERHATIAN) yang tidak terbagi. Ketiga, diatas semuanya pelanggan mencari ACTION (TINDAKAN). Prinsip 3A yang terdiri dari ATTITUDE, ATTENTION dan ACTION dijabarkan sebagai berikut: 1. Attitude (sikap).

Pelayanan prima berdasarkan konsep Attitude (sikap) meliputi prinsip-prinsip berikut: a. Pelayanan Pelanggan dengan Berpikir Positif Berpikir positif artinya berpikir sehat, logis dan masuk akal (rasional). Teori komunikasi yang rasional adalah teori komunikasi yang menekankan pendekatan yang masuk akal, logis dan intelektual dalam berhubungan dengan orang lain. Teori ini dapat diterapkan dalam melayani para pelanggan. Ada beberapa pandangan tentang hakikat manusia yang mewarnai teori komunikasi rasional, baik secara teoretis maupun praktis, yaitu sebagai berikut: 1) Manusia dipandang sebagai makhluk rasional dan juga bersifat irrasional. Manusia cenderung berpikir logis atau sehat disamping juga bersikap tidak logis atau irasional.

151 |

2)

Pikiran, perasaan, tindakan manusia merupakan satu kesatuan mekanisme kejiwaan yang satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisahkan. Pikiran yang muncul pada setiap orang senantiasa diikat dan diikuti oleh perasaan dan tindakan. Ketiga fungsi psikis, yaitu pikiran, perasaan dan tindakan merupakan suatu satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.

3)

Setiap

individu

bersikap

unik

dan

memiliki

potensi

untuk

memahami

keterbatasannya serta kemampuan mengubah pandangan hidup dan nilai-nilai yang dimilikinya. Dalam praktik kehidupan sehari-hari banyak sekali sikap dan tindakan manusia yang kurang atau tidak rasional. Misalnya, ingin dihargai oleh semua orang, ingin bebas dari persoalan, menganggap dirinya paling tahu, dan keinginan lain, kadang-kadang tidak masuk akal atau tidak rasional. Berdasarkan pandangan tersebut kita dalam berhubungan atau berkamunikasi dengan orang lain perlu menerapkan cara berpikir positif dan menghindari berpikir negatif. Demikian bahaya seorang pelayan, pedagang atau pengusaha dalam memperlakukan pembeli atau pelanggan hendaknya memperlakukan secara positif, logis dan manusiawi. Melayani pelanggan dengan cara berpikir positif berarti memperlakukan pelanggan secara baik, mengharmatinya, tidak bersikap apriori, tidak memanfaatkan kelemahannya, dan melayani apa yang diperlukan yang sewajarnya. 1) Melayani Pelanggan Secara Terhormat Pembeli adalah raja. Karena itu penjual atau pedagang harus memperlakukan mereka secara baik dan terhormat. Melayani pelanggan secara terhormat bukan berarti tenaga pelayan lebih rendah kedudukannya atau harus mengikuti semua kehendak pelanggan. Bersikap hormat dan menghargai pelanggan bukan pula berarti tenaga pelayan harus kehilangan harga dirinya. Melayani pelanggan secara terhormat dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut. a) Sapalah dengan ekspresi wajah tersenyum apabila kedatangan pelanggan b) Tanyai dan catatlah tentang keperluan pelanggan c) Berilah penjelasan yang berkaitan dengan keperluan pelanggan d) Siapkanlah segera barang-barang yag diperlukan aleh pelanggan e) Usahakan kebutuhan pelanggan dapat terpenuhi 2) Tidak bersikap apriori terhadap pelanggan Suatu tindakan yang tidak logis adalah apabila tenaga penjualan bersikap apriori atau masa bodoh terhadap para pelanggan. Sebab, sikap apriori ini dapat menyebabkan pelanggan menjadi kecewa, merasa kesal, atau merasa tidak dihargai. Tidak sedikit

152 |

pelanggan atau pembeli menjadi marah-marah karena merasa diacuhkan. Apabila pelanggan sudah kecewa atau merasa kesal maka besar kemungkinan dia tidak datang lagi atau pindah mencari pedagang lain. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa kemunduran suatu perdagangan disebabkan ditinggalkan oleh pelanggannya. Ditinggalkan oleh para pelanggan bukan saja berpengaruh pada tingkat penjualan, melainkan juga dapat menyebabkan gulung tikar pada usaha perdagangan tersebut. Sebab pelanggan yang kecewa tadi akan membicarakan atau melaparkan kelemahan pelanggannya kepada arang lain. Akibatnya adalah kebangkrutan bagi pengusaha tersebut yang disebabkan oleh dirinya sendiri dalam menghadapi pelanggannya. 3) Tidak mencari atau memanfaatkan kelemahan pelanggan. Dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang kita temui para pedagang yag licik dengan cara memanfatkan kelemahan pembeli, seperti menjual dengan harga tinggi kepada pembeli atau pelanggan yang belum atau tidak mengetahui harga standar barang-barang tersebut. Pedagang menjual barang dengan berkualitas rendah, imitasi atau tiruan dengan harga standar barang asli. Ulah pedagang tersebut dilakukan untuk mengelabui pembeli yang tidak tahu harga yang standar. Padahal tindakan ini pasti akan ketahuan dan akibatnya pembeli tidak akan kembali lagi kepada pedagang tersebut.

Kesimpulan dari pembicaraan di atas adalah jika kita memperlihatkan sikap yang positif terhadap pelanggan, mereka akan merasakannya dan sebaliknya pelanggan akan mempunyai reaksi yang menguntungkan terhadap kita.

b. Pelayanan Pelanggan dengan Sifat Menghargai Bahwa salah satu sifat manusia adalah perasaan ingin dihargai dan diharmati, itulah sebabnya kita sebagai searang pelayan harus dapat menghormati dan menghargai pelanggan. Pelanggan yang merasa dihargai akan termotivasi untuk melanjutkan hubungan bisnis dengan kita. Adapun cara-cara melayani pelanggan dengan sikap menghargai, dilakukan sebagai berikut. 1) Setiap pelanggan harus dilayani dengan sebaik-baiknya 2) Janganlah membeda-bedakan pelanggan 3) Menghargai pelanggan harus bersikap sapan santun dan ramah tamah 4) Dengarkan dan catat setiap permintaan atau kebutuhan pelanggan

153 |

5) Gunakan tutur bahasa yang baik disertai dengan senyum 6) Tunjukkan sikap simpatik dan perasaan senang dalam menghadapi pelanggan 7) Usahakan sikap menghargai pelanggan itu secara konsisten, artinya tidak berubahubah 8) Terimalah kehadiran para pelanggan itu sebagaimana adanya, kita tidak boleh mudah menilai baik atau tidak perilaku pelanggan itu 9) Usahakan kebutuhan pelanggan untuk dipenuhi 10) Dengarkanlah dengan penuh perhatian apabila pelanggan mengemukakan saran atau pendapatnya Sedang sikap yang tidak baik dalam menerima pelanggan adalah sebagai berikut. 1) Sikap kurang sopan atau ketus 2) Kurang mengindahkan tata krama atau etiket berdagang 3) Tidak segera menanyakan maksud dan tujuan pelanggan 4) Kurang memperhatikan keinginan pelanggan 5) Tidak mempersilahkan pelanggan untuk duduk 6) Menunjukkan sikap tidak ramah dan tidak bersahabatat 7) Menggunkan tutur kata yang tidak bisa dimengerti aleh pelanggan 8) Berbicara dengan pelanggan sambil membuang muka 9) Bersikap tidak simpatik, bahkan dengan menyinggung perasaan pelanggan 10) Tidak segera memenuhi kebutuhan pelanggan Seorang penyedia pelayanan atau tenaga pemasaran yang melayani pelanggan dengan sikap menghargai berarti dia telah melaksanakan prinsip pelayanan prima berdasarkan konsep sikap (attitude). Sikap menghargai ini akan menimbulkan rasa simpati dan perasaan dihargai pada diri pelanggan. Sikap menghargai dapat diwujudkan melalui tutur bahasa yang baik dan menyenangkan. Tutur bahasa yang baik pada dasarnya adalah mengggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Sikap menghargai itu harus memperhatikan pula tata krama dan sopan santun dalam menyambut kedatangan pelanggan. Tata krama atau etiket dalam melayani pelanggan dapat dilakukan sebagai berikut. 1) Bersikap ramah ketika menerima pelanggan 2) Menanyakan maksud dan tujuan pelanggan 3) Memberi kesempatan berbicara kepada pelanggan 4) Ketika berbicara pandangan mata tertuju pada pelanggan 5) Berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar

154 |

6) Mendengarkan dan mencatat semua kebutuhan pelanggan 7) Menjelaskan keadaan barang dan jasa beserta harga-harganya 8) Menerangkan pula kelebihan dan kekurangan barang-barang yang ditawarkan secara objektif 9) Menghargai pendapat dan penawaran yang diajukan oleh pelanggan 10) Mengusahakan memenuhi kebutuhan pelanggan akan barang dan jasa.

2.

Attention (perhatian).

Perhatian (Attention), artinya memberikan perhatian kita kepada pelanggan mencakup: a. b. c. Listening (mendengar dan memahami) Observing (mengamati) Thinking (berpikir dan menduga)

Pelayanan prima berdasarkan Attention (perhatian) meliputi tiga prinsip: a. Mendengarkan pelanggan. b. c. Mengamati dan menghargai perilaku pelanggan. Mencurahkan perhatian penuh kepada para pelanggan. dan memahami secara sungguh-sungguh kebutuhan para

3.

Action (tindakan). Action (tindakan) adalah tindakan yang paling mendasar bagi customer yang baik.

Action (tindakan) juga harus jelas terhadap pelanggan. Dalam praktiknya harus benar-benar terjadi dan setiap orang terlibat dalam tindakan (action) diperlukan untuk menyusun perencanaan, koordinasi, dan komunikasi. Ada 4 dasar tahapan untuk mencapai action (tindakan) yang efektif: a. Memahami apa yang diperlukan. Catatan tertulis yang ada atau orang

merenfensikan. Cek bahwa fakta-fakta yang sudah ada lengkap dan benar dan tanyakan jika ada yang tidak yakin mengenai sesuatunya. b. Menentukan sikap, apa yang dapat dilakukan. Tinjau ulang apa yang dibutuhkan dan amati apa yang dapat secara realistis dilaksanakan. c. Ambil tindakan sesuai rencana. Jika orang terlibat, pastikan mereka lebih tahu apa yang diharapkan. Cek kembali bahwa tindakan (action) nyata sudah dilakukan. d. Pertahankan agar pelanggan tetap diberi informasi. Jika ada masalah yang tidak bisa dihindarkan atau terjadi keterlambatan, barlah pelanggan mengetahui dan menetujui suatu rencana baru.

155 |

Pelayanan prima berdasarkan Action (tindakan) meliputi lima prinsip: a. b. c. d. e. Mencatat setiap pesanan para pelanggan. Mencatat kebutuhan para pelanggan. Menegaskan kembali kebutuhan para pelanggan. Mewujudkan kebutuhan para pelanggan. Menyatakan terima kasih dengan harapan pelanggan mau kembali.

Hal-hal yang perlu diperhatikan, berkaitan dengan konsep pelayanan prima yaitu: a. Apabila dikaitkan dengan tugas pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maka Pelayanan Prima adalah pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. b. c. Pelayanan prima didasarkan pada standar pelayanan yang terbaik. Untuk instansi yang sudah mempunyai standar pelayanan prima adalah yang memenuhi standar. d. Apabila pelayanan selama ini sudah memenuhi standar maka pelayanan prima berarti adanya terobosan baru, yaitu pelayanan yang melebihi standarnya. e. Untuk instansi yang belum mempunyai standar pelayanan maka pelayanan prima adalah pelayanan yang terbaik dari instansi yang bersangkutan. Usaha selanjutnya adalah menyusun standar pelayanan prima. E. Kriteria Pelayanan Prima. Karakteristik pelayanan prima adalah sebagai berikut: 1. Pelayanan bersifat tidak dapat diraba, sangat berlawanan sifatnya dengan barang jadi. 2. Pelayanan itu kenyataannya terdiri dari tindakan nyata dan merupakan pengaruh yang bersifat tindakan sosial. 3. Produksi dan konsumsi dari pelayanan tidak dapat dipisahkan secara nyata, karena pada umumnya kejadiannya bersamaan dan terjadi di tempat yang sama.

156 |

Karakteristik penyelenggaraan pelayanan publik (Sumber Raminto:1999, 7): Penyelenggara pelayanan publik Karakteristik Adaptabilitas Privat Sangat tinggi publik primer Rendah sekunder Sangat rendah

Posisi Tawar Klien

Sangat tinggi

Rendah Oligopoli

Sangat rendah

Bentuk/Tipe Pasar

Kompetisi

Monopoli

Locus Kontrol

Klien

Provider

Pemerintah Dikendalikan pemerintah

Sifat Pelayanan

Dikendalikan klien

Dikendalikan provider

Banyak suatu entitas ingin selalu dianggap baik oleh nasabah karena nasabah akan menjadi pelanggan setia terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Disamping itu, suatu entitas juga berharap dari pelayanan baik yang diberikan, nasabah dapat ikut mempromosikan suatu entitas kepada nasabah lain. Hal ini merupakan keuntungan tersendiri bagi entitas. Dalam memberikan pelayanan yang baik, entutas harus menetapkan menetapkan standar yang didukung dengan sarana dan prasarana yang ada sehingga kepuasan nasabah dapat terpenuhi. Selain itu, pelayanan yang baik memiliki ciri-ciri tersendiri. Dalam hal ini, suatu entitas menggunakan kriteria untuk membentuk ciri-ciri pelayanan yang baik yang didorong oleh beberapa faktor pendukung yang berpengaruh langsung terhadap mutu pelayanan yang diberikan. Yang pertama adalah faktor manusia yang memberikan pelayanan tersebut. Manusia (Customer Service Officer) yang melayani nasabah harus memiliki kemampuan melayani pelanggan secara tepat dan cepat. Disamping itu, Customer Service Officer harus memiliki kemampuan dalam berkomunikasi, sopan santun, ramah, dan bertanggung jawab penuh terhadap nasabahnya. Yang kedua adalah faktor tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung kecepatan, ketepatan, dan keakuratan pekerjaan. Sarana dan prasarana yang dimiliki harus

157 |

dilengkapi oleh kemajuan teknologi terkini. Pada akhirnya, sarana dan prasarana ini dioperasikan oleh manusia yang berkualitas. Sehingga, kedua faktor pendukung di atas, saling menunjang satu sama lainnya. Setelah ada faktor pendukung yang berpengaruh terhadap mutu layanan, terbentuklah ciri-ciri pelayanan yang baik, antara lain sebagai berikut: 1. Sarana Fisik. Sarana fisik terdiri dari dua unsur yaitu tersedianya karyawan yang baik dan tersedianya sarana dan prasarana yang baik. Customer Service Officer yang baik harus ramah, sopan, menarik, cepat tanggap, pandai bicara, menyenangkan serta pintar, karena kenyamanan nasabah sangat tergantung dari Customer Service Officer yang melayaninya. Selain itu, Customer Service Officer juga harus mampu memikat dan mengambil hati nasabah sehingga nasabah semakin tertarik. Demikian juga, dengan cara kerja karyawan yang rapih, cepat, dan cekatan. Salah satu hal yang paling penting yang harus diperhatikan adalah sarana dan prasarana yang dimiliki entitas. Peralatan dan fasilitas yang dimiliki seperti ruang tunggu dan ruang untuk menerima tamu harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai sehingga membuat nasabah merasa nyaman, betah, dan tidak bosan di ruangan tersebut. 2. Tanggung Jawab. Dalam menjalankan kegiatan pelayanan, Customer Service Officer harus mampu bertanggung jawab melayani setiap nasabah dari awal hingga selesai. Nasabah akan merasa puas jika mereka merasakan adanya tanggung jawab dari Customer Service Officer tersebut. Apabila ada nasabah yang tidak dilayani secara tuntas akan menjadi citra yang buruk bagi entitas. Nasabah yang tidak puas tersebut selalu membicarakan hal-hal yang negatif tentang entitas, dan biasanya suatu keburukan akan lebih cepat berkembang dari pada kebaikan. 3. Responsif. Seorang Customer Service Officer harus mampu melayani secara cepat dan tepat. Dalam melayani nasabah, Customer Service Officer harus melakukannya sesuai prosedur layanan yang ditetapkan entitas. Layanan yang diberikan harus sesuai jadwal dan jangan membuat kesalahan (sesuai prosedur entitas dan keinginan nasabah). Melayani secara cepat artinya melayani dalam batasan waktu yang normal. Pelayanan untuk setiap transaksi sudah memiliki standar waktu, namun karyawan juga harus pandai mengatur waktu dan jangan berbicara hal-hal diluar konteks pekerjaan secara berlebihan pada saat melayani nasabah. Sedangkan melayani secara tepat artinya jangan sampai terjadi kesalahan baik

158 |

dalam hal pembicaraan maupun pekerjaan. Proses yang terlalu lama dan berbelit-belit akan membuat nasabah menjadi tidak betah dan malas berhubungan kembali. 4. Komunikatif. Mampu berkomunikasi artinya Customer Service Officer harus mampu dengan cepat memahami keinginan nasabah. Selain itu, Customer Service Officer harus dapat berkomunikasi dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti.

Komunikasi harus dapat membuat nasabah senang sehingga jika nasabah mempunyai masalah, nasabah tidak segan-segan mengemukakannya kepada Customer Service Officer. Mampu berkomunikasi dengan baik juga akan membuat setiap permasalahan menjadi jelas sehingga tidak timbul salah paham. 5. Keamanan. Memberikan jaminan kerahasiaan setiap transaksi artinya Customer Service Officer harus menjaga kerahasiaan informasi data nasabah, terutama yang berkaitan dengan uang dan pribadi nasabah. Entitas tidak boleh sembarangan memberikan informasi kecuali memang dipersyaratkan oleh undang-undang. Menjaga rahasia nasabah merupakan ukuran kepercayaan nasabah. 6. Kecakapan. Untuk menjadi Customer Service Officer yang khusus melayani nasabah, customer service harus memiliki kemampuan dan pengetahuan tertentu. Karena tugas customer service selalu berhubungan dengan nasabah. Customer Service Officer harus dididik khusus mengenai kemampuan dan pengetahuan untuk menghadapi nasabah maupun kemampuan dalam bekerja. 7. Pemahaman. Berusaha memahami kebutuhan nasabah artinya karyawan harus cepat tanggap terhadap apa yang diinginkan oleh nasabah. Usahakan mengerti dan memahami keinginan dan kebutuhan nasabah secara tepat. 8. Kredibilitas. Kepercayaan calon nasabah kepada entitas mutlak diperlukan sehingga calon nasabah mau menjadi nasabah entitas yang bersangkutan. Kepercayaan merupakan ujung tombak untuk menjalankan aktivitas suatu entitas. Sekali pelayanan yang diberikan dapat memuaskan nasabah, maka akan menimbulkan kepercayaan kepada nasabah tersebut. Karena meningkatkan kepercayaan lebih berat dari pada mempertahankan kepercayaan yang sudah diberikan.

159 |

9. Keramahan. Keramahan adalah sikap positif dan perilaku terhormat yang harus ditunjukkan kepada setiap nasabah. Karyawan harus menjalin kermahan dan keakraban kepada nasabah, agar nasabah merasa senang dan nyaman ketika berhadapan dengan karyawan. 10. Hubungan. Masing-masing bagian dalam suatu entitas harus memiliki kemudahan akses dalam berkomunikasi dengan nasabahnya. Sehingga apabila nasabah ingin berkomunikasi langsung dengan bagian tertentu nasabah dapat berbicara langsung dengan karyawan yang bersangkutan.

Pada dasarnya pelayanan terhadap nasabah tergantung pada karyawan yang melayaninya. Namun, agar pelayanan menjadi berkualitas dan memiliki keseragaman, setiap Customer Service perlu dibekali dengan pengetahuan yang mendalam tentang dasardasar pelayanan. Kualitas yang diberikan tentunya harus sesuai dengan standar tertentu yang diinginkan entitas. Tanpa standar tertentu, Customer Service Officer akan sulit untuk memberikan pelayanan yang berkualitas. Berikut ini adalah dasar-dasar pelayanan yang baik yang harus dimengerti dan dipahami oleh Customer Service Officer, antara lain sebagai berikut: 1. Berpakaian dan berpenampilan yang rapi dan bersih. Customer Service Officer harus mengenakan seragam yang sepadan dengan kombinasi yang menarik. Pakaian yang dikenakan harus memberikan kesan yang benarbenar memikat konsumen. 2. Percaya diri, bersikap akrab, dan penuh senyum. Dalam melayani nasabah kita tidak boleh ragu-ragu, akan tetapi harus memiliki keyakinan dan percaya diri yang tinggi. Kita juga harus bersikap akrab dan penuh senyum dengan raut muka yang menarik setulus hati serta tidak dibuat-buat. 3. Menyapa dengan lembut dan berusaha menyebutkan nama nasabah. Pada saat nasabah datang, kita harus menyapanya terlebih dahulu. Usahakan menyapa dengan menyebutkan namanya agar terasa lebih akrab. 4. Tenang, sopan, dan hormat tekun mendengarkan setiap pembicaraan. Pada saat melayani nasabah, kita harus dalam keadaan tenang, tidak terburu-buru, dan sopan dalam bersikap. Kemudian tunjukkan sikap menghormati sekaligus berusaha memahami nasabah.

160 |

5. Tekun mendengarkan setiap pembicaraan dan menerima keluhan dengan baik. Kita harus tekun mendengarkan pembicaraan nasabah dan berusaha menerima keluhan nasabah dengan baik. Dengan begitu, nasabah akan merasa dihargai dengan baik. 6. Berbicara jelas dengan bahasa yang baik dan benar. Berbicara jelas dengan bahasa yang baik dan benar adalah dengan menggunakan Bahasa Indonesia. Suara yang digunakan juga harus jelas dalam arti mudah dipahami dan jangan menggunakan istilah-istilah sulit yang tidak dipahami oleh nasabah. 7. Bergairah dalam melayani dan tunjukkan kemampuan. Kita harus meunjukkan pelayanan yang prima dengan memahami keinginan dan kemauan nasabah. Dalam memberikan informasi ke nasabah, kita harus memiliki kemampuan dan pengetahuan tentang produk bank sehingga nasabah dapat terbantu. 8. Jangan menyela atau memotong pembicaraan. Saat nasabah berbicara jangan menyela atau memotong pembicaraannya. Kemudian hindari kalimat yang bersifat teguran atau sindiran, dan jangan berdebat apabila terjadi sesuatu dengan nasabah. 9. Mampu meyakinkan nasabah serta memberikan kepuasan. Setiap pelayanan yang diberikan harus mampu meyakinkan nasabah dengan argumen-argumen yang masuk akal. kita juga harus mampu memberikan kepuasan kepada nasabah atas pelayanan yang diberikan. 10. Jika tidak sanggup menangani permasalahan yang ada, mintalah bantuan. Dalam praktiknya, terkadang ada hal-hal yang tidak mampu atau tidak sanggup kita lakukan sendiri. Dalam hal ini, jika tidak sanggup menangani permasalahan yang ada, mintalah bantuan kepada yang sanggup dan mengerti akan permasalahan tersebut. 11. Bila belum dapat melayani, beritahukan kapan nasabah akan dilayani. Jika pada saat tertentu kita dalam keadaan sibuk dan tidak dapat melayani salah satu nasabah, beritahukan kepada nasabah kapan mereka akan dilayani dengan simpatik. Karakteristik orang yang memiliki kemampuan untuk memberikan service of excellence: a. Memiliki sikap pekerja yang positif b. Bekerja lebih cepat dan lebih efisien c. Berorientasi pada pikiran dan kebutuhan orang lain (client atau costumer) d. Memberikan citra (kesan) terbaik pada setiap perusahaan e. Menangani setiap keluhan pelanggan f. Meminimalkan jumlah keluhan

161 |

g. Membangun hubungan baik dengan staf h. Bersikap sopan namun sekaligus tegas

F. Hambatan Dalam Pelayanan Prima. 1. Role Conflict (konflik pertukaran kerja) 2. Role Ambiguity (ambiguitas pertukaran kerja) 3. Poor Employee Job Fit (kurangnya kemampuan karyawan) 4. Poor Technology Job Fit (kurangnya teknologi pendukung kerja) 5. Inappropriate Suvervisory Control System (kurangnya system pengawasan) 6. Lack of Percieved Control (kurangnya pengendalian persepsi) 7. Lack of Team Work (kurangnya kerja tim)

G. Unsur-unsur Pelayanan Prima. 1. Layanan tepat waktu (time delivery service) 2. Senyum (smile) 3. Ucapan-ucapan selamat (greeting) 4. Sopan santun/rasa hormat (polite) 5. Memberi jawaban dalam bertelepon (telephone responds) 6. Mendengar secara aktif dan penuh pengertian (Listen actively and attention) 7. Hubungan kemanusiaan (Human Relations) 8. Fasilitas untuk menunggu (Facility of waiting) 9. Kecepatan dalam pelayanan (Quick Service / speed) 10. Tidak sekedar janji dalam melayani (Lips service) 11. Cepat menanggapi keluhan (Complaint handling respons) 12. Penjelasan terhadap manfaat (Explain Benefits) 13. Mempunyai kemauan yang tulus untuk menolong (helpful) 14. Punya rasa percaya diri (Confidence) 15. Bahasa tubuh dalam mengendalikan emosi (Body language /Tone emotion) 16. Menampilkan hasil kerja yang baik (Performance) 17. Nyaman dan menyenangkan (Pleasant) 18. Jujur, tulus seadanya dan tidak dibuat-buat (Honest/Sincere)

162 |

H. Fokus Pada Pelanggan. Tujuh Pertanyaan untuk mengetahui kriteria fokus terhadap pelanggan yaitu: 1. Siapa konsumen saya? 2. Dimana konsumen saya? 3. Apakah kebutuhan pelanggan dan kapan diperlukan? 4. Apakah ukuran dan harapan konsumen? 5. Faktor yg mempengaruhi pemanfaatan jasa layanan? 6. Apa yg harus diproses? 7. Tindakan apa untuk memperbaiki proses? Agar pelayanan terhadap pelanggan menjadi lebih maksimal, pelayanan harus berfokus pada pelanggan, apa kebutuhannya dan seperti apa pelayanan yang

diharapkannya, untuk itu Customer Service Officer harus mengetahui terlebih dahulu siapa yang akan dihadapinya dengan melakukan identifikasi terhadap bebagai hal yang berhubungan dengan pelanggan, yaitu: a. Identifikasi Pelanggan. Melakukan identifikasi pelanggan atau target pelayanan, dilakukan dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: 1. Siapa pengguna pelayanan atau target pelayanan yang langsung merasakan hasil pelayanan? 2. Siapa pelanggan yang secara tidak langsung merasakan hasil pelayanan? 3. Dalam kaitan dengan pelayanan internal, siapa pelanggan internal yang dilayani? 4. Dalam kaitan dengan instansi lain, instansi mana yang menjadi pelanggan? b. Identifikasi Harapan Pelanggan. 1. Mengidentifikasi harapan pelanggan akan pelayanan yang diberikan. Meliputi harapan terhadap kualitas, biaya dan waktu pelayanan. 2. Identifikasi dapat dilakukan dengan mengadakan survei kepada pelanggan ataupun dengan identifikasi internal yang dilakukan melalui penggalian informasi kepada pegawai yang terlibat langsung dalam kegiatan pelayanan. Setiap pelanggan sudah pasti mengharapkan untuk memperoleh pelayanan yang terbaik dari pedagang, penjual atau produsen Umumnya harapan itu berupa sikap sopan santun, perhatian, dan pelayanan yang tepat terhadap barang dan jasa yang dibutuhkan. Dalam memberikan pelayanan prima yang diharapkan oleh para pelanggan perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

163 |

1. Pelayanan Pegawai Pelayanan bukanlah berarti harus mematuhi orang-orang yang akan dilayani. Harga diri yang tinggi merupakan unsur penting untuk suksesnya suatu organisasi jasa pelayanan. Apabila seorang pegawai merasa puas tentang yang dikerjakannya, hal ini kan berpengaruh pasti, terhadap pelanggan. Sikap pasti, dari pelanggan terhadap pelayanan yang diberikan pegawai atau penjual suatu perusahaan menunjukkan: a. b. c. d. Telah diterapkan konsep pelayanan prima secara baik. Adanya penghargaan ata rasa simpati dari pelanggan terhadap perusahaan. Adanya hubungan yang harmonis antara karyawan perusahaan dengan para pelanggan Adanya kepercayaan pelanggan terhadap mutu barang atau jasa dari perusahaan tersebut

2. Pendekatan Positif Membina karyawan agar memiliki keterampilan dalam menerapkan pelayanan prima bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun pimpinan harus tetap berusaha memberikan keteladanan penerapan pelayanan prima terhadap bawahan. Kepada para pegawai atau karyawan perlu sekali ditanamkan sikap yang positif dalam menghadapi para pelanggan. Sikap positif karyawan terhadap pelanggan dapat diwujudkan melalui langkah-langkah berikut: a. b. c. d. e. f. g. Membiasakan melayani pelanggan dengan sebaik-baiknya Memperlakukan pelanggan tidak pilih kasih Bersikap sopan santun dan selalu ramah Berpakaian yang rapi dan sopan Menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar Bersikap simpati dan bersahabat Membantu pelanggan sampai kebutuhannya terpenuhi

3. Perhatian. Hal-hal yang diharapkan pelanggan adalah sistem yang menyenangkan pelanggan (friendly system). Penyedia pelayanan tidak akan menang dalam berargumentasi dengan pelanggan. Tidak ada gunanya memenangkan argumentasi dengan pelanggan. Oleh karena itu, bila penyediaan pelayanan menginginkan banyak pelanggan, perlakukan (treat) mereka dengan sebaik-baiknya. Keinginan pelanggan adalah pelayanan yang terbaik.

164 |

Mereka tidak peduli dengan masalah yang ada di dalam perusahaan, masalah pengetatan anggaran belanja perusahaan, masalah pengurangan pegawai dan sebagainya. Mereka hanya peduli kepada barang atau jasa yang diperlukan serta pelayanan dari penjual. Memberikan perhatian kepada pelanggan secara baik berarti menjadikan organisasi user friendly. Organisasi yang bercorak customer friendly sangat memberikan perhatian mengenai kualitas di segala bidang aspek organisasinya. Ada aspek yang perlu mendapat perhatian dalam melaksanakan pelayanan prima yaitu: a. b. c. d. e. Dasar kepatuhan pelanggan Pesan dan penampilan produk perusahaan Kelompok kerja yang bertanggung jawab dan patuh Kultur pelayanan dalam organsiasi Kekuatan dari manajemen yang diterapkan Standar pengukuran yang diterapkan dalam mengukur keberhasilan dari setiap strategi pelayanan yang baik sangat penting. Hal ini erat hubungannya dengan besar dana yang akan dikeluarkan untuk pelayanan. Proses pengukuran harus diarahkan pada perubahan kualitas pelayanan. Pelanggan umumnya mengharapkan kualitas pelayanan yang meliputi hal-hal berikut: a. Reliability, yaitu kemampuan untuk memproduksi barang dan jasa sesuai dengan yang diinginkan secara tepat. b. Assurance, yaitu pengetahuan dan kesopan santunan penjual serta kemampuannya untuk meyakinkan pelanggan. c. d. Empathy, yaitu perhatian dan atensi individual yang diberikan kepada pelanggan. Responsiveness, yaitu kemampuan untuk membantu pelanggan dengan memberi pelayanan yang tepat. e. Tangible, yaitu penyediaan fasilitas fisik dan perlengkapan serta penampilan diri penjual, pegawai atau karyawan. Selain hal-hal diatas, masih ada beberapa poin yang perlu diperhatikan dalam proses pelayanan, poin-poin yang perlu diperhatikan adalah: a. Karakteristik Pelanggan 1) 2) 3) Gemar berdebat Pendiam Tidak sabaran

165 |

b.

Jenis Pelayanan 1) Pelayanan Internal: - Pelayanan vertikal (Atasan dengan bawahan) - Pelayanan horizontal dan diagonal (Rekan kerja) 2) Pelayanan Eksternal - Pelayanan makro/manajerial - Pelayanan mikro dan frontliner

c.

Tahapan Pelayanan 1) 2) 3) Pratransaksi Transaksi Pascatransaksi

Dalam melakukan pelayanan, walaupun kita sudah melakukannya dengan maksimal, karena adanya sifat pelanggan yang berbeda-beda, terkadang masih terjadi keluhankeluhan yang disampaikan oleh pelanggan dengan berbagai cara penyampaiannya, oleh karena itu kita harus mempersiapkan mekanisme untuk menyalurkan keluhan-keluhan tersebut sebagai media evaluasi sehingga keluhan-keluhan yang ada dapat diminimalisir atau tidak terjadi lagi di masa mendatang. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menghadapi keluhan pelanggan adalah: 1. Analisis Mekanisme Pengaduan/keluhan: Mengidentifikasi mekanisme penanganan pengaduan/keluhan dapat ditempuh dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: a. Sarana apa yang disediakan untuk menampung keluhan pelanggan (kotak surat, telepon bebas pulsa, unit khusus pengaduan dll)? b. Prosedur apa yang harus dilalui oleh pengaduan untuk mendapatkan respon terhadap pengaduannya? Berapa lama respon akan diterima pelanggan? c. Siapa yang berwenang mengambil keputusan dalam menangani pengaduan? 2. Hal yang perlu diperhatikan dalam mengatasi keluhan pelanggan: a. Ada standar pelayanan b. Terbuka dan menyediakan infomasi yang lengkap c. Melibatkan dan melakukan konsultasi dengan masyarakat d. Memberikan kemudahan dalam pengakses pelayanan dan menyediakan pilihan e. Memberikan pelayanan secara adil f. Melayani pengaduan segera

166 |

g. Efektif dalam menggunakan seluruh sumber daya h. Melakukan perbaikan terus menerus i. Bekerjasama dengan unit pelayanan lain

3. Sumber Keluhan Pelanggan. Berbagai hal yang sering dikeluhkan pelanggan adalah: a. Sikap petugas b. Fungsi peralatan c. Kelengkapan pelayanan d. Tanggungjawab pelayanan e. Pelayanan tidak wajar f. Pelayanan yang diterima tidak seperti yang diharapkan

g. Menunggu sesuatu terlalu lama h. Ada yang berlaku tidak ramah dari perusahaan dan kurang membantu i. j. Tidak ada yang bertanggung jawab Telah mempunyai pengalaman buruk dengan perusahaan sebelumnya

k. Dianggap remeh/kecil 4. Tata cara menghadapi keluhan pelanggan. a. Meminta Costumer untuk menyampaikan/mengemukakan keluhan b. Menanyakan hal-hal yang belum jelas c. Penegasan keluhan d. Memberikan jawaban e. Pengecekan tindakan f. Tidak mudah terpancing emosi

g. Tidak perlu mengobral janji h. Bersikap tenang dan sabar i. j. Memberikan pengakuan secara tulus dan jujur apa adanya. Segera alihkan ke orang lain jika sulit mengatasinya

5. Tujuan Pengelolaan Pengaduan a. Meningkatkan kepuasan masyarakat atas pelayanan yang diperoleh b. Menciptakan image penyelenggara pelayanan serius c. Mengidentifikasi aspek-aspek yang lemah dari penyelenggara pelayanan; d. Menghemat pengeluaran e. Menghindari terjadinya penumpukan masalah. 6. Prinsip-prinsip Sistem Pengelolaan Pengaduan

167 |

a. Hak dan kwajiban (akuntabilitas) b. Transparansi c. Komitmen d. Keadilan bagi semua pihak e. Terdokumentasi f. Kejelasan

g. Kerahasiaan h. Rentang waktu i. j. Tanggap Kemudahan

7. Tips menghadapi pelanggan yang sedang emosi. a. Pertama-tama, berikan permintaan maaf yang tulus b. Dengarkan konsumen anda dengan baik c. Tunjukkan sikap peduli anda d. Jangan melibatkan emosi Anda e. Tetaplah tenang f. Pusatkan perhatian pada masalah dan cari jalan keluarnya

g. Ajukan pertanyaan dan dengarkan dengan seksama h. Kenali persoalan secepat mungkin i. j. Pecahkan masalah Jangan pernah mengkambinghitamkan karyawan atau bagian lain

k. Jangan mendiskusikan suatu masalah dengan konsumen di hadapan konsumen lain 8. Tata berbusana yang baik a. Busana: formal, sesuai dengan etika dan estetika berpenampilan b. Bahan busana: sejenis wool, gabardin, kain campuran (tidak mudah kusut) , motif polos, sederhana c. Warna busana: sesuai dengan type perusahaan d. Sepatu/Tas: Warna netral, bahan dari kulit, Sepatu wanita tertutup, Sepatu Pria bertali lebih formil e. Stocking/kaos kaki: Warna sesuai dengan warna kaki atau abu-abu. Sesuai dengan warna celana panjang, polos lebih formil f. Aksesoris: Elegan, sederhana, dan sesuai dengan busana yang dikenakan dengan rapih dan baik, corak disesuaikan dengan tipe perusahaan. Hindari cara-cara berbusana sebagai berikut.

168 |

a. Busana: Terlalu ketat, pakaian dalam kelihatan, blues yang terlalu pendek, rok terlalu mini, tipis. b. Bahan busana: satin, brokat, kilat, kaos, jeans, terlalu ringan c. Sepatu/Tas: wana lak dan putih, sepatu sandal d. Stocking/kaos kaki: Warna hitam bercorak putih e. Aksesoris: berlebihan, menimbulkan bunyi, gemerlap.

I.

Kunci Kesuksesan Pelayanan Prima. 1. Kerja adalah Rahmat Aku Bekerja Tulus Penuh Syukur 2. Kerja adalah amanah Aku Bekerja Benar Penuh Tanggungjawab 3. Kerja adalah Panggilan Aku Bekerja Tuntas Penuh Integritas 4. Kerja adalah Aktualisasi Aku Bekerja Keras Penuh Semangat 5. Kerja adalah Ibadah Aku Bekerja Serius Penuh Kecintaan 6. Kerja adalah Seni Aku Bekerja Cerdas Penuh Kreativitas 7. Kerja adalah Kehormatan Aku Bekerja Tekun Penuh Keunggulan 8. Kerja adalah Pelayanan Aku Bekerja Paripurna Penuh Kerendahan hati

J. Tiga asas umum penyelenggaraan pemerintahan yang menekankan pada pelayanan umum. 1. Azas kepentingan umum, yaitu mengutamakan kesejahteraan umum dengan cara akomodatif, aspiratif dan selektif; 2. Azas keterbukaan, yaitu kemauan membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur dan tidak diskriminatif tentang penyelenggaraan negara;

169 |

3. Azas profesionalisme yaitu mengutamakan keahlian yang berlandaskan kode etik dan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.

RANGKUMAN Pelayanan publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar sesuai dengan hak-hak sipil setiap warga negara dan penduduk atas suatu barang, jasa dan atau pelayanan administrasi yang diselenggarakan oleh penyelenggara pelayanan publik. Pengembangan dan pemantapan sistem manajemen pelayanan publik menuju pelayanan prima menekankan pada fokus perhatian (focus of interest) yang dapat dilakukan melalui penyiapan sumber daya aparatur yang sadar akan fungsinya sebagai pelayan masyarakat dan memberikan arah standar yang dapat memberikan motivasi agar setiap individu dan kelembagaan berkepentingan untuk memberikan pelayanan secara prima kepada masyarakat. Pelayanan Prima diperlukan karena dapat menentukan acuan mengenai mengapa, kapan, dengan siapa, dimana dan bagaimana pelayanan mesti dilakukan. Secara umum tujuan pelayanan prima adalah memberikan pelayanan yang dapat memenuhi dan memuaskan pelanggan atau masyarakat serta memberikan fokus pelayanan kepada pelanggan. Pelayanan prima bertujuan memberdayakan masyarakat, bukan

memperdayakan, sehingga akan menumbuhkan kepercayaan publik atau masyarakat kepada pemerintahannya. Tapi pada kenyataan sekarang masih banyak lembaga pemerintah yang belum memenuhi kriteria dari pelayanan prima.

170 |

SOAL KASUS Pada suatu hari seseorang mencoba melakukan perjalanan dengan menaiki transportasi umum kereta (kereta kelas ekonomi). Pada hari tersebut juga bertepatan dengan terjadinya kenaikan tarif. Terdapat beberapa hal yang kurang menyenangkan seperti kipas baru yang dijanjikan tidak ada, jadwal kereta yang meleset jauh yaitu tertera berangkat 15:30 tetapi faktanya kereta datang sekitar 17:30, penumpang di atap masih banyak, WC tidak digunakan sebagaimana mestinya, dan pada beberapa perjalanan tiket tidak ditanyakan. Satu hal nilai plus selama perjalanan itu adalah petugas stasiun akan menjawab dengan senang hati dan ramah ketika kita kebingungan dan bertanya mengenai tujuan dan jadwal kereta api.

Pertanyaan: a. Apakah kondisi perkeretaapian di Indonesia telah mencerminkan pelayanan yang baik? b. Apa yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi c. Apa saja yang bisa dilakukan oleh PT KAI untuk meningkatkan

pelayanannya agar lebih baik lagi?

171 |

BAB
ETIKET I

Tujuan Instruksional Khusus: Mahasiswa Dapat Menjelaskan Bagaimana Etiket Berkomunikasi

A. Perbedaan Etiket dan Etika 1. Pengertian Etiket 1) adalah ajaran sopan santun yang berlaku bila manusia bergaul atau berkelompok dengan manusia lain. berkaitan dengan nilai sopan santun, tata krama dalam pergaulan formal. Etiket tidak berlaku bila seorang manusia hidup sendiri misalnya hidup di sebuah pulau terpencil atau di tengah hutan. 2) Etiket berasal kata dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi, pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. Dalam pertemuan tersebut telah ditentukan atau disepakati berbagai peraturan atau tata krama yang harus dipatuhi, seperti cara berpakaian (tata busana), cara duduk, cara bersalaman, cara berbicara, dan cara bertamu dengan si kap serta perilaku yang penuh sopan santun dalam pergaulan formal atau resmi. 3) Definisi etiket, menurut para pakar ada beberapa pengertian, yaitu merupakan kumpulan tata cara dan sikap baik dalam pergaulan antar manusia yang beradab. Berbeda dengan etika, pengertian etiket lebih spesifik. Etika sendiri merupakan falsafah moral yang dilandasi agama, budaya serta perilaku mana yang baik dan buruk. Sementara, etiket merupakan penjabarannya berdasarkan etika. Etiket adalah aturan sopan santun dan tata cara pergaulan yang baik antara sesama manusia.

172 |

4) Etiket bisa diartikan sebagai rambu-rambu yang membantu mengetahui apa yang harus dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan dalam situasi tertentu. Hal utama yang juga menjadi dasar dari etiket adalah adat-istiadat atau tradisi dari daerah dan negara tertentu. Cara menunjukkan arah, mengedipkan mata, atau menggeleng di setiap daerah mungkin akan berbeda-beda dan memiliki makna yang tidak sama. Prinsip-prinsip dalam etiket selalu tetap, tidak berubah, bersifat universal, dan tak terbatas waktu dan tempat.Terdapat tiga prinsip dalam etiket, yaitu respek, empati dan kejujuran. Respek berarti menghargai orang lain, peduli pada orang lain dan memahami orang lain apa adanya. Tak peduli mereka berbeda, berasal dari kultur berbeda atau keyakinan berbeda. Sangat penting untuk menunjukkan penghargaan kepada setiap orang dengan kelebihan, kekurangan, kesamaan dan perbedaan yang ada. Dengan bersikap respek, Anda berharap, orang lain juga akan respek pada diri Anda. Empati sendiri berarti meletakkan diri di pihak orang lain. Sebelum bertindak atau berucap, Anda harus berpikir dulu, apa pengaruhnya bagi orang lain. Bagaimana bila hal itu diucapkan atau dilakukan orang lain kepada Anda. Apakah akan membuat senang atau berang. Pikirkan dulu, jangan sampai tindakan atau ucapan itu menyinggung dan menyakiti orang-orang di sekitarmu, atau membuat diri Anda terlihat buruk di mata orang lain. Kata-kata dan sikap yang penuh pertimbangan dan empati, akan membuat Anda terlihat bijaksana, dewasa dan manusiawi. Sementara jujur berarti melakukan dan mengucapkan kebenaran, sekalipun itu menyakitkan. Jika kebenaran itu sulit, harus ditemukan cara yang paling positif untuk mengatakannya atau cukup dengan diam. 5) Pendapat lain mengatakan bahwa etiket adalah tata aturan sopan santun yang disetujui oleh masyarakat tertentu dan menjadi norma serta panutan dalam bertingkah laku sebagai anggota masyarakat yang baik dan menyenangkan. 6) Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia diberikan beberapa arti dari kata etiket, yaitu : a) Etiket (Belanda) secarik kertas yang ditempelkan pada kemasan barang-barang (dagang) yang bertuliskan nama, isi, dan sebagainya tentang barang itu. b) Etiket (Perancis) adat sopan santun atau tata krama yang perlu selalu diperhatikan dalam pergaulan agar hubungan selalu baik. Jadi etiket adalah suatu sikap seperti sopan santun atau aturan lainnya yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan.

173 |

7) John Robert Power Cynthia Ningrum, seorang etiket konsultan, mengatakan, bagi sebagian orang, mungkin etiket dianggap tidak terlalu penting. Justru sebaliknya, etiket layak untuk dilakukan demi sopan santun dan tata krama. Memiliki etiket yang baik tentu akan membuat anda disegani oleh orang lain. Beberapa dasar dari etiket diantaranya memberi perhatian kepada orang lain, memiliki rasa toleransi yang tinggi kepada orang lain, positif thinking serta bersikap ingin membantu. Pada faktanya, dengan menjaga etiket, berarti individu tersebut memiliki nilai sopan santun dan tata krama yang luar biasa. Seseorang yang memiliki etiket yang baik akan sangat dihormati dan disegani oleh lingkungannya. Karena, perilaku dan sikapnya membuat nyaman orang lain. Selain itu, pola komunikasi kehidupannya pun akan berjalan lancar. Pekerjaan dan kehidupan orang yang memiliki etiket baik tidak pernah memiliki hambatan, ujarnya. Tidak hanya orang dewasa dan remaja, anak-anak pun harus belajar etiket terutama menghormati dan menghargai orang yang lebih tua.Peran orangtua, sangat penting untuk menumbuhkan kebiasaan etiket yang baik kepada anak-anak, terutama saat berada di rumah. Etiket juga tidak mengenal budaya dan profesi. Di kehidupan politik misalnya, poltikus tidak boleh menghujat lawan politiknya seenaknya. Perlu kesadaran bagi mereka yang bergerak di dunia ini bahwa mengejek dan menjatuhkan orang lain ujungnya tidak akan berbuah manis. Yang paling penting, etiket mudah untuk dipelajari dan dibiasakan.Karena standar etiket sebenarnya sudah ditetapkan sejak zaman lampau.Setiap orang hanya perlu kesadaran dan pikiran agar saling menghormati antara sesama agar jalan kehidupan terus berjalan lancar.

a.

Pengertian etika Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah Ethos, yang berarti,

karakter, watak, kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimiliki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik. Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian etika adalah: Ilmu tentang apa yang baik dan yang buruk, tentang hak dan kewajiban moral, Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak, Nilai mengenai benar dan salah yang dianut masyarakat. Istilah lain yang identik dengan etika, yaitu: 1) Susila (Sanskerta), lebih menunjukkan kepada dasar-dasar, prinsip, aturan hidup (sila) yang lebih baik (su).

174 |

2)

Akhlak (Arab), berarti moral, dan etika berarti ilmu akhlak.

Pengertian berdasarkan para ahli: 1) Drs. O. P. Simorangkir: etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik. 2) Drs. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat: etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk, sejauh yang dapat ditentukan oleh akal. 3) Drs. H. Burhanudin Salam: etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya. 4) Menurut Martin (1993): etika didefinisikan sebagai "the discipline which can act as the performance index or reference for our control system". Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia didalam kelompok sosialnya. Jenis etika: 1) Etika Deskriptif, yaitu etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan prilaku manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil keputusan tentang prilaku atau sikap yang mau diambil. 2) Etika Normatif, yaitu etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola prilaku ideal yang seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai. Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan kerangka tindakan yang akan diputuskan. 3) Etika Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogikan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori. 4) Etika Khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud: Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud: Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatandan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh

175 |

kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis: cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya. 5) Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri. 6) Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia

b.

Etika administrasi negara Etika administrasi Negara yaitu bidang pengetahuan tentang ajaran moral dan asas

kelakuan yang baik bagi para administrator pemerintahan dalam menunaikan tugas pekerjaannya dan melakukan tindakan jabatannya. Bidang pengetahuan ini diharapkan memberikan berbagai asas etis, ukuran baku, pedoman perilaku, dan kebijakan moral yang dapat diterapkan oleh setiap petugas guna terselenggaranya pemerintahan yang baik bagi kepentingan rakyat. Prinsip yang harus dipegang agar sebuah Administrasi dapat dikatakan baik yakni: 1) Prinsip Pelayanan kepada Masyarakat Prinsip utama prinsip demokrasi adalah asas kedaulatan rakyat.Asas kedaulatan rakyat mensyaratkan bahwa rakyatlah yang mempunyai kekuasaan tertinggi dalam pemerintahan negara, dari sini dapat dipahami bahwa pemerintah ada memang untuk memberi pelayanan kepada masyarakat. 2) Prinsip Keadilan Sosial dan Pemerataan Prinsip ini berhubungan dengan distribusi pelayanan yang harus sesuai, tidak pilih kasih dan relatif merata di seluruh wilayah sebuah negara/ pemerintahan. 3) Mengusahakan Kesejahteraan Umum Maksudnya adalah setiap pejabat pemerintah harus memiliki komitmen dan untuk peningkatan kesejahteraan dan bukan semata mata karena diberi amanat atau dibayar oleh negara melainkan karena mempunyai perhatian yang tulus terhadap kesejahteraan warga negara pada umumnya. Persoalan-persoalan etis yang dibahas dalam etika Administrasi yang sekaligus menjadi ruang lingkup dari Etika Administrasi itu sendiri menurut J. Alder antara lain: 1) 2) 3) Apakah ukuran-ukuran dari administrasi yang baik? Apakah sifat dasar dari administrasi yang jelek? Apakah ada bentuk/model Administrasi yang baik atau jelek?

176 |

c. Persamaan etiket dan etika Persamaan etika dan etiket yaitu: 1) Etika dan etiket menyangkut perilaku manusia. Istilah tersebut dipakai mengenai manusia tidak mengenai binatang karena binatang tidak mengenal etika maupun etiket. 2) Kedua-duanya mengatur perilaku manusia secara normatif artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yag harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Justru karena sifatnya normatif maka kedua istilah tersebut sering dicampuradukkan. 3) Pengertian etiket dan etika sering dicampuradukkan, padahal kedua istilah tersebut terdapat arti yang berbeda, walaupun ada persamaannya. Istilah etika sebagaimana dijelaskan sebelumnya adalah berkaitan dengan moral (mores), sedangkan kata etiket adalah berkaitan dengan nilai sopan santun, tata krama dalam pergaulan formal.

d. Perbedaan etiket dan etika Perbedaan dari istilah etika dan etiket adalah: ETIKET 1) Etiket menyangkut cara melakukan perbuatan manusia. Etiket menunjukkan cara yang tepat artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam sebuah kalangan tertentu 2) Etiket hanya berlaku untuk pergaulan. Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam sebuah kebudayaan, dapat saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. 3) ETIKA 1) Etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika member norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan. 2) 3) Etika selalu berlaku walaupun tidak ada orang lain. Etika jauh lebih absolut. Perintah seperti jangan berbohong, jangan mencuri merupakan prinsip etika yang tidak dapat ditawar-tawar. Secara umum, perbedaan tersebut adalah: Etiket hanya memandang manusia dari segi lahiriah saja

177 |

1)

Etiket menyangkut cara melakukan perbuatan manusia. Etiket menunjukkan cara yang tepat artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam sebuah kalangan tertentu.

2)

Etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan.

3) 4)

Etiket hanya berlaku untuk pergaulan. Etika selalu berlaku walaupun tidak ada orang lain. Barang yang dipinjam harus dikembalikan walaupun pemiliknya sudah lupa.

5)

Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam sebuah kebudayaan, dapat saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Etika jauh lebih absolut.Perintah seperti jangan berbohong, jangan mencuri merupakan prinsip etika yang tidak dapat ditawar-tawar.

6)

7)

Etiket hanya memadang manusia dari segi lahiriah saja sedangkan etika memandang manusia dari segi dalam. Penipu misalnya tutur katanya lembut, memegang etiket namun menipu. Orang dapat memegang etiket namun munafik sebaliknya seseorang yang berpegang pada etika tidak mungkin munafik karena seandainya dia munafik maka dia tidak bersikap etis. Orang yang bersikap etis adalah orang yang sungguh-sungguh baik.

K. Bertens dalam bukunya yang berjudul Etika (2000) memberikan 4 (empat) macam perbedaan etiket dengan etika, yaitu: 1) Etiket menyangkut cara (tata acara) suatu perbuatan harus dilakukan manusia. Misal: Ketika saya menyerahkan sesuatu kepada orang lain, saya harus menyerahkannya dengan menggunakan tangan kanan. Jika saya menyerahkannya dengan tangan kiri, maka saya dianggap melanggar etiket. 2) Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri. Misal : Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. Jangan mencuri merupakan suatu norma etika. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri tersebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri. 3) Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku. Misal : Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan, maka saya dianggap melanggat etiket.

178 |

Tetapi kalau saya sedang makan sendirian (tidak ada orang lain), maka saya tidak melanggar etiket jika saya makan dengan cara demikian. 4) Etika selalu berlaku, baik kita sedang sendiri atau bersama orang lain. Misal: Larangan mencuri selalu berlaku, baik sedang sendiri atau ada orang lain. Atau barang yang dipinjam selalu harus dikembalikan meskipun si empunya barang sudah lupa. 5) Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam satu kebudayaan, bisa saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Misal: makan dengan tangan atau bersendawa waktu makan. 6) Etika bersifat absolut. Jangan mencuri, Jangan membunuh merupakan prinsipprinsip etika yang tidak bisa ditawar-tawar. 7) Etiket memandang manusia dari segi lahiriah saja. Orang yang berpegang pada etiket bisa juga bersifat munafik. Misal: Bisa saja orang tampi sebagai manusia berbulu ayam, dari luar sangat sopan dan halus, tapi di dalam penuh kebusukan. 8) Etika memandang manusia dari segi dalam. Orang yang etis tidak mungkin bersifat munafik, sebab orang yang bersikap etis pasti orang yang sungguh-sungguh baik.

Tabel VII. 1 Perbedaan Etika dan Etiket ETIKA Berasal dari kata Yunani Ethos, artinya adat, tata akhlak, watak, sikap, cara berpikir dan lebih mengarah ke moral ETIKET Berasal dari kata Inggris Ethics dan

Perancis yaitu Etiquette, yang artinyasopan santun.

Menyangkut apakah suatu perbuatan boleh dilakukan Berlaku kapan saja walaupun tidak ada saksi

Menyangkut

cara

melakukan

sesuatu

kepada orang lain

Berlaku hanya kalau ada saksi di sekitar

Bersifat absolut

Bersifat relative

Memandang manusia dari lahir dan batin

Memandang manusia dari lahirnya

179 |

B.

Pentingnya Etiket Manusia adalah makhluk sosial yang hidup dan kehidupannya selalu bersinggungan

dengan orang lain. Setiap individu memiliki sifat dan kebiasaan berbeda. Oleh sebab itu, seseorang harus pandai menempatkan diri dalam kehidupan sosial agar tidak menyakiti dan merugikan orang lain. Hal inilah yang melatarbelakangi pentingnya etika dalam kehidupan. Manusia tentu hidup bukan untuk mencari musuh. Setiap orang hidup dengan tujuan yang sama, perdamaian dan persaudaraan. Etika merupakan seperangkat aturan yang berfungsi untuk mengatur dan mengajari seseorang dalam bersikap. Etika akan membimbing manusia untuk berlaku sopan dan pantas pada setiap orang. Inti dari semua pelajaran mengenai etika adalah bagaimana diri kita mampu menghargai orang lain, bukan hanya memikirkan diri sendiri. Persoalan etika merupakan salah satu masalah yang sensitif. Etika akan menuntun seseorang untuk hidup semestinya dengan cara yang dibenarkan oleh semua orang. Karena Dalam dunia sehari-hari, bisnis, sekolah, bermasyarakat, dan lain sebagainya. Harus di dukung oleh sikap dalam tutur kata yang baik dan tingkah laku (perbuatan) yang baik pula, karena pada dasarnya seseorang akan melihat cara kita berbicara dan tingkah laku kita saat berbicara dengan lawan bicara kita. Misal : jika kita tidak dapat bertutur kata dengan baik dalam dunia bisnis, rekan bisnis kita pasti akan merasa kecewa karena semula ingin bekerja sama dengan anda, karena melihat dari segi tutur kata atau tingkah laku anda kurang baik, itu akan menjadi minus bagi anda di mata rekan bisnis anda. Begitu juga dalam bermasyarakat, jika dalam lingkungan perumahan atau sekitar rumah anda, anda tidak dapat menjaga etika dan moral, secara sikap dan tingkah laku maka dalam kehidupan bermasyarakat anda akan mendapatkan predikat yang kurang baik. Etika sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari perlu ditanamkan sejak dini kepada anak-anak. Kita berharap Negara Indonesia akan menjadi Negara yang maju, menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, tidak melupakan budaya asli yang menjadi identitas diri dan melek etika atau memahami etika sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari.

1. a.

Etiket Berkomunikasi Etiket berbicara dengan atasan Untuk sebagian orang, berbicara dengan atasan sepertinya adalah hal yang

meresahkan dan sering dihindari.Padahal, berkomunikasi dengan baik kepada atasan perlu dibina bahkan tidak dapat dihindari lagi jika anda ingin menampilkan kesan yang baik.Berbicara dengan atasan memerlukan beberapa rambu-rambu yang harus ditaati

180 |

sehingga pembicaraan tidak terkesan takut atau malah tidak sopan. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga etika berbicara dengan atasan: 1) Memberi salam. Ketika akan memulai pembicaraan dengan atasan anda, usahakan buka pembicaraan dengan salam pembuka seperti: selamat pagi, selamat malam, tergantung waktunya. Hal ini menunjukkan kesopanan anda dalam berbicara. Tidak ada salahnya juga menyisipkan pertanyaan personal yang ringan dan

menyenangkan seperti: masih suka main tenis tiap jumat, pak? Namun hindari pertanyaan yang terlalu pribadi. 2) Utarakan siapa anda. Atasan anda tidak menghapal semua nama, wajah, dan jabatan bawahannya. Jangan berbicara panjang lebar tanpa menyebutkan siapa anda di awal pembicaraan. Hal ini dapat membingungkan atasan. 3) Utarakan maksud dan tujuan pembicaraan dengan jelas, ringkas, tidak bertele-tele. Atasan anda bukan orang yang memiliki banyak waktu luang untuk mengobrol dengan anda. Gunakan waktu yang telah disisihkannya seefektif mungkin. Jelaskan apa tujuan anda berbicara dengan jelas. Gunakan kata-kata yang baku yang mudah dimengerti umum. Jangan memperpanjang kalimat dengan hal-hal tidak penting. 4) Jangan takut. Atasan bukanlah dewa yang harus ditakuti. Sebagian orang merasa kesal jika lawan bicaranya gelisah, gemetar, dan tidak ada kontak mata saat berbicara. Lakukan kontak mata secukupnya sehingga menimbulkan kesan percaya diri. Jika pendapat anda ditentang, berikan argument yang masuk akal namun tidak memaksa. Jika berbicara sambil duduk, tegakkan punggung anda dan jangan terusterusan menunduk. Beri kesan kalau anda adalah pegawai yang percaya diri, bisa diandalkan, dan bertanggung jawab. 5) Jangan gunakan intonasi tinggi. Hal ini memberi kesan memerintah, sehingga cenderung kasar dan tidak sopan.

b.

Etiket berbicara dengan teman sejawat Dalam pergaulan sehari-hari, kita perlu mengenal etika berbicara dengan teman.

Hal ini penting untuk menjalin hubungan yang baik dan terhindar dari kesalahpahaman. Adapun hal-hal yang harus diperhatikan adalah: 1) Menatap lawan bicara. Hal ini penting untuk menimbulkan rasa percaya bahwa anda sungguh-sungguh dengan perkataan anda. 2) Suara, intonasi, dan nada bicara disesuaikan dengan kondisi. Jika anda didalam ruangan, tidak usah berteriak-teriak. Hindari intonasi tinggi dalam berbicara karena

181 |

memberi kesan tidak sopan. Intonasi dalam bertanya berbeda dengan member pernyataan. Perbedaan itu harus jelas terdengar. 3) Dapat mencairkan suasana dengan selingan menarik. Ketika pembicaraan sudah dianggap kaku atau awkward, cairkanlah suasana dengan melemparkan pertanyaan misal tentang berita terkini, skor pertandingan bola kemari malam, cuaca tadi pagi, dll. 4) Hindari pembicaraan yang mulai membicarakan kejelekan orang lain. Anda tidak ingin dibicarakan juga dibelakang punggung anda bukan? 5) Jangan memotong pembicaraan orang lain. Dengarkan dengan baik pembicaraan dari lawan anda, tunggu giliran anda berbicara. 6) Berbicara juga memaksa anda harus mendengar dengan baik. Jangan sampai lawan bicara anda berbicara panjang lebar dan anda tidak bias berkomentar apa-apa karena tidak mendengarkan. 7) Gunakan bahasa yang umum dan mudah dimengerti. Jika anda seorang dokter dan lawan bicara anda seorang akuntan, jangan gunakan istilah-istilah kedokteran yang rumit dalam pembicaraan. Hal itu tidak sopan. 8) Sesuaikan gerak tubuh dan mimik wajah anda dengan emosi yang ada dalam pembicaraan, namun tidak berlebihan.

c. Etiket berbicara saat presentasi Saat melakukan presentasi, cara berbicara anda diperhatikan orang banyak sehingga anda sangat perlu menjaga etika berbicara anda sehingga hal-hal yang anda sampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengar. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam menjaga etika berbicara saat presentasi: 1) Jaga kecepatan bicara anda, sesuaikan dengan jumlah materi yang akan disampaikan. Jangan bertele-tele jika materi yang akan disampaikan cukup banyak. Namun jangan terlalu cepat. Berikan pendengar waktu untuk memahami materi yang anda sampaikan sebelum anda melanjutkan materi selanjutnya. 2) Gunakan bahasa yang mudah dimengerti. Kalau perlu, gunakan analogi sederhana yang menarik yang memudahkan pendengar mengerti konsep materi yang anda sampaikan. 3) Jangan monoton berbicara membaca slide presentasi. Sisipkan lelucon ringan jika mimik pendengar mulai terlihat bosan. Lemparkan pertanyaan kecil yang hanya

182 |

membutuhkan jawaban sederhana dari pendengar. Buat situasi presentasi sekondusif mungkin. 4) Gunakan bahasa tubuh yang baik, karena bahasa tubuh anda sangat diperhatikan saat melakukan presentasi di depan, berbeda dengan saat berpidato. 5) Kuasai topik dengan baik

d. Etiket berbicara saat berpidato Selain teknik-teknik berpidato yang baik yang mungkin sudah pernah anda dengar sebelumnya, ada pula etika berbicara saat berpidato, yaitu: 1) Membuka pidato dengan salam, dan terimakasih kepada pihak yang posisinya lebih tinggi di tempat itu. Hal ini menunjukkan bahwa anda orang yang sopan santun. 2) 3) Kuasai topik dengan baik. Perhatikan siapa pendengar yang datang. Dengan demikian kita dapat membuat pembicaraan yang tepat sasaran. 4) Sesuaikan volume suara saat berbicara dan perhatikan juga nada suara. Nada yang monoton tentu akan membuat bosan pendengar. 5) Tataplah semua yang hadir dengan senyum seperlunya. Jangan hanya menatap satu orang atau satu titik saja. 6) Lakukan persiapan mental dan latihan, karena hal ini akan mengurangi demam panggung. 7) Perhatikan penampilan fisik. Penampilan yang rapi dan bersih akan memberik kesan yang baik. 8) Gunakan bahasa yang baik, baku dan mudah dimengerti. Hindari penggunaan katakata yang kasar yang tidak enak didengar. 9) Gunakan bahasa tubuh seperlunya, namun tidak terlalu banyak. Bahasa tubuh ini lebih formal daripada saat anda presentasi. Cukup tegakkan badan anda dan gunakan gerakan tangan, sehingga anda terhindari dari kesan kaku dan membosankan. 10) Pasang wajah ramah dan senyumlah seperlunya. 11) Jangan terlalu banyak menyisipkan lelucon. Anda bukan sedang melawak.Tetaplah di topik pidato anda. Pastikan pendengar mengerti apa yang anda sampaikan. 12) Jangan lupa memperkenalkan diri anda di awal pidato agar pendengar mengetahui posisi anda dalam pidato ini.

183 |

13) Jangan bersikap menggurui. Ingat, pendengar anda mungkin ada yang lebih berpengalaman daripada anda, jadi jangan terlalu yakin sehingga sok tahu. 14) Hindari penggunaan kata eehh.. anu.. aduh. 15) Bicaralah dengan percaya diri dan meyakinkan.

e.

Etiket berbicara dengan pelanggan Demi menjalin bisnis yang baik, komunikasi dengan pelanggan harus dijaga agar

pelanggan merasa dihormati dan dilayani kebutuhannya dengan baik. Berikut etika berbicara dengan pelanggan: 1) Ramah dan tersenyumlah meskipun hari itu anda sedang mengalami musibah. Pelanggan tidak tahu bagaimana hari anda.Jadi keramahan anda adalah kewajiban mutlak. 2) Jelaskan kelebihan produk yang anda tawarkan dengan jujur. Jangan memaksa pelanggan untuk membeli. Beri ia alasan-alasan logis mengapa ia harus membelinya. 3) Jelaskan harga dan diskon yang ditawarkan. Jangan sampai ada kesalahpahaman saat pembayaran. 4) Peragakan seperlunya cara penggunaan produk yang anda tawarkan agar pelanggan mengerti. 5) Jika pelanggan memutuskan untuk membeli, berikan nomor telepon perusahaan yang dapat dihubungi jika terjadi kekeliruan atau ketidakpahaman dimasa depan. 6) Pembeli adalah raja. Layani pelanggan dengan sebaik-baiknya.Jangan bermalasmalasan menjawab jika ada hal-hal yang pelanggan tidak mengerti. 7) Jika pelanggan memutuskan untuk tidak membeli, jangan dihujam dengan cacian. Tetaplah bersikap manis. Dan persilahkan ia kembali jika berubah pikiran. Sikap yang ramah dan manis seperti ini dapat mempengaruhi pelanggan untuk mengubah pikirannya juga.

f.

Etiket Tampil di Depan Media Biasanya seorang Public Relations sering mewakili perusahaan untuk diwawancara

oleh sebuah media, baik itu media cetak maupun media elektronik. Hal-hal yang harus diperhatikan seorang Public Relations saat tampil di media adalah:

184 |

1)

Ketahui garis besar topik yang akan dijadikan bahan wawancara. Pelajari pertanyaan-pertanyaan yang hendak dilakukan oleh pewawancara. Dengan begitu, kita bisa memberikan jawaban yang cermat dan akurat.

2)

Ketahui latar belakang media yang akan mewawancarai kita. Misalnya akan diwawancarai oleh sebuah majalah, setidaknya kita harus tahu majalah tersebut seperti apa dan membahas masalah apa.

3)

Tidak perlu cemas dan menaruh rasa curiga yang berlebihan. Semua yang diawali dengan niat baik akan berakhir dengan baik.

4) 5) 6) 7) 8)

Sediakan waktu yang cukup, ketika kita akan diwawancara oleh media. Tentukan tempat yang tenang untuk melakukan wawancara. Bersikaplah yang wajar, jangan terlalu ramah tapi jangan terlalu pendiam. Berpakaian dan berdandan yang sopan, rapi dan netral-netral. Jaga sopan santun dan perhatikan tutur kata. Image seorang Public Relations dan perusahaan yang kita wakili sangat bergantung pada sikap kita saat diwawancara.

9)

Perhatikan ekspresi. Jangan terlalu banyak mengumbar senyum ketika berbicara tentang hal-hal yang serius.

g. Etika Korespondensi (Surat menyurat) Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu dikemukakan berkaitan dengan tata cara dan etika dalam korespondensi bisnis (Surat menyurat), antara lain: 1) Tujuan dari setiap korespondensi adalah mengkomunikasikan atau menyampaikan pesan, amanat, berita maupun informasi dan data kepada relasi bisnis kita dengan baik dan benar serta dengan cara yang sopan. Pada dasarnya isi surat yang baik harus memenuhi tiga syarat sebagai berikut : a) b) c) Jelas, isi pesan dan berita yang disampaikan Tepat (data & informasi), terlebih apabila menyangkut angka-angka. Benar (tata bahasanya) serta singkat padat penyampaiannya.

2) Kata-kata, kalimat dan bahasa yang dipakai dalam korespondensi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut: a) Jelas ejaannya, biasakan menggunakan kata-kata yang tepat untuk konteks kalimat tertentu, jika diperlukan anda dapat menggunakan kamus untuk mencari kata-kata yang tepat (terutama untuk korespondensi yang berbahasa Inggris) b) Tidak menggunakan kata-kata yang mempunyai arti ganda dan bias

menimbulkan kerancuan salah penafsiran yang membingungkan penerima surat.

185 |

c)

Gunakan tata bahasa yang runtut dan tidak perlu menambahi dengan embelembel dan basa-basi yang tidak diperlukan. Pada dasarnya gramatika bahasa Inggris hampir sama dengan bahasa Indonesia, karena itu jika kita dapat menyusun kalimat bahasa Indonesia yang baik dan benar, maka akan sangat mudah untuk dapat ditranslate atau diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dengan baik dan benar pula.

3) Ingatlah selalu bahwa surat yang kita kirimkan akan mencerminkan citra diri dan kepribadian kita. Ketikan atau tulisan yang rapi akan memberikan kesan bahwa penulis surat itu atau orang yang menandatangani surat itu adalah seorang yang teliti, bersih, rapih dan efisien. Hindari penggunaan penghapus (tip-ex) atau correction pen, karena surat bisnis resmi harus bisa menampilkan ketelitian dan keprofesionalan pengirimnya. 4) Bahasa yang Baik dan Benar 5) Isi Surat 6) Tulis dan Ketik yang Rapi 7) Perhatikan Tata Letak Surat Susunan isi surat dan layoutnya pada umumnya dapat dibagi-bagi dalam beberapa bagian sebagai berikut: Ruang referensi, ruang nama& alamat, kalimat pembuka, Isi surat, kalimat penutup, nama pengirim, tanda tangan pengirim dan jabatan pengirim. 8) Membaca Kembali (Koreksi) Sebelum anda mengirimkan atau menandatangani surat tertentu, terlebih dahulu luangkan waktu anda untuk membaca kembali surat tersebut, hal ini penting untuk menghindari kesalahan-kesalahan fatal yang seharusnya tidak perlu terjadi. Jika anda seorang manajer sebaiknya jangan 100% percayakan urusan korespondensi kepada sekretaris anda, telitilah sebelum surat tersebut anda tanda tangani, karena andalah yang menjadi penanggung jawab atas isi surat itu, Ingatlah isi surat tersebut kelak bisa dijadikan barang bukti di pengadilan apabila terjadi perselisihan dan sengketa bisnis dengan relasi anda, oleh karena itu baca lagi dan sekali lagi sebelum anda menandatanganinya. 9) Balas Segera Usahakan membalas setiap surat yang masuk segera setelah surat itu diterima. Apabila perlu surat yang masuk dibalas pada hari yang sama. Jangan tunda hingga esok apa yang bisa anda selesaikan hari ini. Mungkin sebagian besar pelanggan memutuskan membeli produk dari perusahaan anda bukan atas dasar pertimbangan harga atau mutu barang, namun lebih didasari oleh kecepatan pelayanan dan

186 |

perhatian kita terhadap kepuasan kebutuhan pelanggan. Segeralah berikan respon jawaban atas pesanan yang masuk, lazimnya jawaban sementara atas pesanan yang masuk meskipun hanya berupa pemberitahuan bahwa surat pesanan yang dikirim pelanggan sudah kita terima disebut Acknowledgement Receipt, selanjutnya paling lambat 7 hari kerja sejak surat pemesanan diterima kita sudah harus dapat memberikan jawaban & kepastian tentang bisa tidaknya pesanan tersebut dipenuhi.

h. Etiket bicara di telepon, baik dalam menelepon maupun 'menerima' telepon 1) Menelepon a) Ucapkan salam begitu telepon diangkat di seberang sana. Misalnya 'selamat pagi', 'selamat siang', dst. Jangan sampai ketika telepon diangkat Anda langsung pada pembicaraan, seperti "Saya mau membicarakan masalah utang piutang dengan.."Kalau Anda melakukannya Anda bisa dicap tidak sopan. b) Setelah mengucapkan salam, sebutkan identitas diri Anda dengan jelas lalu kemukakan keinginan Anda untuk berbicara dengan orang yang Anda tuju. Misalnya "Saya Rina dari PT. Cipta Bahagia, bisa bicara dengan Ibu Shanty di bagian billing?" Jangan langsung 'menuduh' "Ini Ibu Shanty ya..?" c) Ucapkan terima kasih jika Anda disuruh menunggu. Jangan menggerutu atau ingin buru-buru, misalnya "Cepetan ya penting nih!" Jika ternyata orang yang Anda cari tidak ada di tempat, sampaikan keinginan Anda untuk meninggalkan pesan. Sebelumnya tanyakan dulu "Apakah saya bisa meninggalkan pesan..?. Jika bisa, beritahukan pesan Anda dengan jelas. Jangan lupa sebutkan identitas diri Anda sekali lagi, seperti nama, nomor telepon, dan alamat kantor. Kemudian ucapkan terima kasih dan salam untuk mengakhiri pembicaraan. 2) Menjawab Telepon a) Ucapkan salam begitu Anda mengangkat telepon. Jangan mengangkat telepon setelah lebih dari tiga kali deringan. Kemudian sebutkan nama Anda dan perusahaan. Misalnya, "Selamat siang, PT. Biru Laut dengan Dewi, bisa saya bantu?" b) Bila si penelepon menanyakan keberadaan orang lain, tanyakan terlebih dulu siapa namanya sebelum Anda memberitahukan keberadaan orang yang dicarinya. Seperti, "Maaf dengan siapa saya bicara?" c) Bila orang yang dituju tidak ada di tempat, beritahukan dengan sopan dan tawarkan padanya untuk meninggalkan pesan. "Maaf Pak Rudi sedang tidak ada

187 |

di tempat. Anda mau meninggalkan pesan?" Jika ia meninggalkan pesan, catat isi pesannya dengan jelas. Jangan pernah lupa mencatat nama dan nomor telepon si penelepon. d) Pastikan si penelepon percaya bahwa Anda akan menyampaikan pesannya dengan baik. "Saya akan segera sampaikan pesan Anda.." Kemudian ucapkan salam ketika mengakhiri pembicaraan. Pada intinya usahakan untuk selalu sopan dalam berbicara di telepon. Ingat, meskipun tidak bertatap muka secara langsung, dari nada dan cara Anda bicara di telepon, orang akan mudah membaca karakter Anda. Maka jangan lupakan etika bertelepon.

i.

Etika dalam menggunakan messenger Karena penggunanya yang sangat banyak, berkirim pesan lewat messenger pun

memiliki etika agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna yang lain. Berikut ini beberapa etiket dalam berkiri pesan melalui messenger: 1) Jangan menggunakan huruf kapital semua, Pesan yang ditulis dengan menggunakan huruf capital melambangkan bahwa si pengirim pesan sedang dalam kondisi yang tidak menyenangkan atau marah atau malah menyulut suatu pertengkaran 2) Jangan menggunakan warna mencolok, terutama merah, beberapa pengguna merasa tidak nyaman jika membaca tulisan yang dari awal hingga akhir warnanya sangat mencolok 3) Gunakan buzz, audible, imvironment jika memang diperlukan 4) Pada dasarnya, buzz diciptakan untuk mengingatkan lawan chat kita bahwa sebenernya ada pesan yang belum dibalas.Untuk sebagian orang, buzz sangat mengganggu.Karena itu, gunakanlah buzz dengan bijak.Jangan pertama kali muncul, langsung melakukan buzz. 5) Audible sendiri adalah emoticon yang memiliki animasi yang variatif dan bersuara. Namun penggunaannya lebih banyak menghabiskan bandwidth dari emoticonnya sendiri.Begitu juga dengan imvironment. Jika kita ingin menggunakan 2 fasilitas ini, tanya dulu lawan chat kita, apakah dia berkenan atau tidak. Karena mungkin lawan chat kita menggunakan internet yang berbasiskan pada quota. 6) Sent All-lah dengan bijak, Semua aplikasi messenger sudah mendukung fitur ini. Sent all adalah suatu fitur untuk menginformasikan sesuatu yang penting kepada semua pengguna yang ada didalam suatu grup, dan informasi yang dikirimkan memang memiliki kaitan dengan pengguna yang ada di grup tersebut. Satu hal yang

188 |

wajib dilakukan jika anda melakukan sent all adalah jangan lupa menambahkan kata maaf. Karena tidak semua orang senang mendapatkan informasi seperti ini, terlebih2 jika informasi yang dikirimkan sangat tidak penting dan tidak ada hubungannya dengan dirinya. Berhati-hatilah, karena bisa saja orang yang tidak senang tersebut mendelete anda dari listnya dan memasukkan anda ke dalam spammer black list (daftar hitam pelaku spam).

j.

Etiket dalam Menggunakan E-mail 1) Jangan mengirimkan e-mail bila menurut Anda tidak benar-benar diperlukan. Hal ini dapat menyebabkan overload informasi. Berbicara mengenai overload di sistem kita, hal ini dapat disebabkan oleh beratnya beban lampiran (attachments) di sebuah email. Untuk menghindari masalah tersebut, hindari pengiriman lampiran dalam ukuran besar.Dan selalu mencoba menghapus lampiran tersebut ketika mengirimkan respon atau jawaban sehingga tidak menghambat kelancaran sistem. 2) Tingkatkan frekuensi pertemuan secara langsung dengan pihak yang berkepentingan dengan Anda dibandingkan berkomunikasi melalui email sehingga Anda

mendapatkan diskusi yang lebih produktif. 3) Cobalah untuk menggunakan e-mail hanya ketika Anda meminta orang lain untuk melakukan sesuatu, memberikan informasi, membuat keputusan, dll. Perhatikan pula dengan cermat penggunaan ikon "reply to all" dan "reply to all with history". Saat anda bermaksud membalas e-mail dari seorang pengirim yang mengirimkan emailnya juga kepada banyak orang lainnya, maka dengan mengunakan ikon "reply to all" berarti semua orang yang alamat e-mailnya ada dalam daftar penerima e-mail akan menerima e-mail anda. Bisa dibayangkan masalah yang akan muncul seandainya e-mail anda berisi hal-hal yang sifatnya rahasia atau pribadi. 4) Dilarang mengkomunikasikan informasi-informasi yang bersifat rahasia dan sensitif melalui email. Pesan-pesan sederhana dapat dengan mudah disalahartikan. Ditambah lagi, kontak mata dan raut wajah serta ekspresi fisik lainnya lebih berperan besar dalam komunikasi dan memperingan situasi yang berat 5) Ingat bila anda bekerja di perusahaan global, maka akan ada berbagai bahasa yang digunakan saat berkomunikasi. Apabila pesan Anda hanya ditulis dalam bahasa asli atau bahasa yang hanya anda sendiri pahami, maka besar kemungkinan kolegakolega Anda sulit memahami yang ingin Anda sampaikan.Pastikan bahwa bahasa

189 |

yang anda gunakan sesuai dengan bahasa yang digunakan secara umum di organisasi yang bersangkutan. 6) Apabila Anda ingin berkomunikasi dengan pelanggan, Anda harus

mempertimbangkan lagi dalam memutuskan untuk menggunakan email. Apakah email sudah cukup formal dan menghargai pelanggan? Tidakkah menggunakan surat akan lebih cocok? Atau melalui telpon?Kunjungan?Namun jika Anda ragu-ragu, lebih baik tanyakan pada pelanggan bagaimana sebaiknya. 7) Perhatikan dengan benar pengejaan kata-kata dan tata bahasa sebelum mengirim email. Jika perlu mintalah bantuan rekan Anda untuk bersama-sama mengeceknya. Apalagi bila anda menggunakan istilah-istilah asing yang anda sendiri kurang memahaminya dengan baik. 8) Untuk tujuan tertentu, email tidak selalu merupakan media komunikasi terbaik. Misalnya, kita ingin dengan cara sebaik mungkin memberi dukungan terhadap kolega-kolega kita, ingin menawarkan suatu bantuan, atau ingin memberikan umpan balik positif ketika pekerjaan terselesaikan dengan baik. Tentu lebih cocok bila mengirimkan email mengenai keberhasilan atau prestasi tim namun email respon akan hal tersebut bisa banyak berdatangan sehingga mengakibatkan kotak pesan kita penuh dalam waktu yang sangat singkat. Demikian juga ketika Anda ingin berterima kasih kepada seseorang yang telah memberi informasi yang Anda butuhkan, mereka mungkin kurang menghargai bila hanya menerima pesan elektronik yang mengatakan, Terima kasih. 9) Anda mungkin pernah menerima email, yang entah bermaksud atau tidak, pesan dari si pengirim tersebut membuat anda sangat marah. Oleh karena itu andapun berupaya pula mengirimkan respon yang menggambarkan kemarahan Anda.Namun, daripada mengirimkan kepada si pengirim, lebih baik simpan sebagai catatan saja (save it as a draft), tarik nafas dalam-dalam, dan hitung sampai sepuluh.Ketika Anda membaca pesan Anda kembali, Anda tidak lagi merasa perlu untuk mengirimkannya.Akan timbul penyesalan bila Anda benar-benar mengirimkan pesan tersebut.email yang berisi kata-kata yang tajam dan keras hanya akan meninggalkan bekas yang mendalam bagi si penerima e-mail. Jangan pula terkejut, e-mail tersebut dapat digunakan oleh orang lain untuk kepentingan yang merugikan diri anda kelak. 10) Sebaiknya Anda mengecek email sebelum Anda mengirimkannya. Jangan sampai Anda mengklik ikon kirim (send) sebelum Anda benar-benar bermaksud mengirimkannya, ditambah dengan menyertakan lampiran yang salah, atau

190 |

mengirimkan email ke orang yang salah. Email memang merupakan sistem pengiriman pesan yang instan, namun Anda tetap harus menyediakan waktu untuk mengecek sebelum mengirimkannya. Hal ini akan membuat Anda terhindar dari masalah. 11) Last but not least, email dapat pula merupakan cermin kredibilitas anda. Bila anda kerapkali mengirimkan email yang menimbulkan masalah, lama kelamaan kolegakolega anda akan meragukan kredibilitas anda.

k. Etika dalam Menggunakan Internet 1) Jangan Gunakan Huruf Kapital, Karena penggunaan karakter huruf bisa dianalogikan dengan suasana hati si penulis.Huruf kapital mencerminkan penulis yang sedang emosi, marah atau berteriak.Tentu sangat tidak menyenangkan tatkala anda dihadapkan dengan lawan bicara yang penuh dengan emosi bukan?Walau begitu, ada kalanya huruf kapital dapat digunakan untuk memberi penegasan maksud.Tapi yang harus dicatat, gunakanlah penegasan maksud ini secukupnya saja, satu-dua kata dan jangan sampai seluruh kalimat/paragraf. 2) Kutip Seperlunya, Ketika anda ingin memberi tanggapan terhadap postingan seseorang dalam satu forum, maka sebaiknya kutiplah bagian terpentingnya saja yang merupakan inti dari hal yang ingin anda tanggapi dan buang bagian yang tidak perlu.Jangan sekali-kali mengutip seluruh isinya karena itu bisa membebani bandwith server yang bersangkutan dan bisa berakibat kecepatan akses ke forum tersebut menjadi terganggu. Ini berlaku juga untuk fasilitas reply pada e-mail, terlebih jika anda aktif dalam suatu milis. Ketika anda meng-klik tombol Reply, umumnya sebagian besar program mailer akan menulis ulang pesan asli yang anda terima secara otomatis ke dalam kotak surat anda. Jika harus mengutip pesan seseorang dalam jawaban e-mail, usahakan menghapus bagian-bagian yang tidak perlu, dan ambillah (sebagai kutipan) bagian yang relevan dengan jawaban anda saja. 3) Perlakuan Terhadap Pesan Pribadi, Jika seseorang mengirim informasi atau gagasan kepada anda secara pribadi (private message), anda tidak sepatutnya mengirim/menjawabnya kembali ke dalam forum umum, kelompok grup, atau milis. 4) Hati-hati Dalam Mem-forward, Tidak semua berita yang beredar di internet itu benar adanya.Seperti halnya spam, hoax juga merupakan musuh besar bagi para kebanyakan netter. Maka, sebelum anda mem-forward pastikanlah terlebih dahulu bahwa informasi yang ingin anda kirim itu adalah benar adanya. Jika tidak, maka

191 |

anda dapat dianggap sebagai penyebar kebohongan yang akhirnya kepercayaan orang-orang di sekitar anda pun akan hilang. 5) Jangan Sembarangan Menggunakan Format HTML, Jika anda mengirim sebuah pesan penting ke rekan anda, jangan gunakan format HTML tanpa anda yakin bahwa program e-mail rekan anda bisa membaca kode HTML. Jika tidak, pesan anda sama sekali tidak terbaca atau kosong. Sebaliknya, gunakanlah format plain text. 6) Jangan Kirim File (berukuran besar) Melalui Attachment, Peraturan e-mail secara internasional melarang transfer file melalui e-mail, apalagi di dalam milis. Jangan pernah membayangkan, rekan anda atau anggota milis yang lain memiliki mailbox/hard disk yang cukup seperti anda. Pada umumnya penyedia jasa internet (ISP) di Indonesia hanya memberi quota space 2-5 MB. Pengiriman file yang besar, akan membuat proses downloading menjadi lamban, dan ini jelas menambah beban pulsa. Saat file melebihi kuota, maka proses downloading praktis terganggu. Jika ini terjadi, anda bisa dituduh telah melakukan bomb-mail, yang di dalam dunia internet, dianggap sebagai tindakan kriminal. 7) Jika memang harus melakukan transfer file, sebaiknya minta izin dulu, bahwa anda akan mengirim file, sekaligus jelaskan besar file-nya. Setelah rekan anda setuju, barulah kirim melalui attachment.Tapi untuk lebih amannya, gunakanlah situs yang khusus menyediakan jasa transfer file ini. Selain praktis, semua rekan anda pun bisa menentukan pilihan, ingin ikut mengunduh atau tidak, tanpa perlu risau e-mailnya terganggu. Toh sudah banyak situs-situs gratisannya. 8) Hindari Personal Attack, Ketika anda tengah dalam situasi debat yang sengit, jangan sekali-kali anda menjadikan kelemahan pribadi lawan sebagai senjata untuk melawan argumentasinya. Sebab, ini hanya akan menunjukkan seberapa dangkal pengetahuan anda. Lawan argumentasi hanya dengan data/fakta saja, sedikit langkah diplomasi mungkin bisa membantu. Tapi ingat, jangan sekali-kali menggunakan kepribadian lawan debat sebagai senjata sekalipun ia adalah orang yang anda benci. Budayakan sikap debat ilmiah, bukan debat kusir. 9) Kritik dan Saran yang Bersifat Pribadi Harus Lewat PM (Personal Message), Jangan mengkritik seseorang di depan forum. Ini hanya akan membuatnya rendah diri. Kritik dan saran yang diberikan pun harus bersifat konstruktif, bukan destruktif.Beda bila kritik dan saran itu ditujukan untuk anggota forum secara umum atau pihak

192 |

moderator dalam rangka perbaikan sistem forum, anda boleh mempostingnya di dalam forum selama tidak menunjuk orang per orang tertentu. 10) Jujur Dalam Mencantumkan Sumber dan/atau Penulis, Jangan sekali-kali mengakui tulisan orang lain sebagai hasil karya pribadi anda. Walaupun tulisan itu telah anda revisi sedemikian rupa, namun mau tidak mau anda telah mengadaptasi dari milik orang lain. Oleh karenanya, anda harus mencantumkan sumber referensi tersebut.Bila anda mengutip dari sebuah situs, maka cantumkanlah nama/alamat situs tersebut. Begitupun bila situs itu ternyata juga boleh mengutip dari sumber lain yang merupakan penulis aslinya, maka anda harus mencantumkan kedua sumber tersebut, penulis asli dan situs tempat anda mengutip. 11) Bijaklah Ketika Hendak Meng-copy Sebuah Situs, Walaupun sangat mudah untuk mengintip source code sebuah situs, tapi secara etika setidaknya anda komunikasikan terlebih dahulu dengan web master yang bersangkutan. Malah, hal ini justru bisa memberikan keuntungan lebih. Ketika sang web master menyambut baik permohonan ijin anda untuk mempelajari source code-nya dan ada hal yang tidak anda pahami, menjadi sangat mudah untuk bertanya kepadanya.

l.

Etiket dalam Bertanya di Sebuah Forum Internet Para anggota forum saling membantu satu dengan lainnya tanpa bayaran.

Kebalikannya, justru mereka mengorbankan waktu dan pikiran untuk menolong anda. Buatlah agar mereka merasa tergerak untuk menjawab pertanyaan anda, dengan melakukan langkah-langkah berikut ini. 1) Persiapan sebelum bertanya a) b) c) Coba baca lagi dokumentasi/petunjuk produk tersebut baik-baik. Coba cari dahulu jawabannya dengan mencari di Internet (Google, dll). Coba cari jawabannya di arsip milis dari produk tersebut (jangan bertanya atas jawaban yang sudah ada di arsip, karena itu hanya akan membuat orang jengkel kepada anda!). d) Dan seterusnya, pada intinya; jangan lupa tunjukkan bahwa anda sudah berusaha untuk memecahkan masalah tersebut. Karena jika anda tidak menyertakan bukti-bukti usaha anda, maka orang lain cenderung melihat anda sebagai pemalas dan tidak merasa tergugah untuk membantu anda. 2) Kemudian, cari tahu tempat yang tepat untuk menanyakan pertanyaan anda tersebut. Pertanyaan mengenai programming akan cenderung diabaikan, atau malah

193 |

akan mengundang kecaman, jika diposting di forum mengenai perangkat keras (hardware). 3) Ketika bertanya, Jangan bertanya langsung ke individu. Bertanya ke forum/milis adalah lebih baik, karena: a) Jawaban dari pertanyaan anda tersebut jadi bisa bermanfaat untuk banyak orang. b) Jawaban dari pertanyaan anda biasanya akan tersimpan di arsip forum tersebut, sehingga akan terus bermanfaat bagi orang lain (muncul di hasil search Google, dll). c) Poin-poin diatas dapat menjadi insentif bagi para pakar/moderator di forum tersebut untuk menjawab pertanyaan anda. d) Anggota forum dapat bekerja sama untuk membantu menjawab pertanyaan anda. e) Dan, e-mail yang dikirim langsung dari seseorang yang tidak dikenal cenderung membuat penerimanya menjadi merasa terganggu. 4) Cara bertanya yang baik a) Gunakan bahasa yang sopan. Jika anda menggunakan kata-kata yang kasar, adalah hal yang aneh jika kemudian anda heran ketika tidak ada yang menjawab pertanyaan anda. Gunakan kata-kata seperti Apakah ada yang bisa membantu saya; Terima kasih banyak sebelumnya, dst. Ingat bahwa mereka tidak menerima bayaran untuk membantu anda, jadi setidaknya jangan lupa mengucapkan terima kasih. b) Jangan asumsikan bahwa anda berhak mendapatkan jawaban. Karena jika anda telah berasumsi begini, maka anda hanya akan kecewa sendiri ketika tidak mendapat jawaban, dan alih-alih berusaha introspeksi, anda malah marahmarah di forum tersebut yang akibatnya semakin diabaikan oleh hadirin lainnya (atau kena caci maki balik). c) Beri judul yang sesuai dan deskriptif. Judul e-mail seperti Tolooongg!!!, Ada yang tahu?, Betulkah? cenderung diabaikan, karena memberikan kesan bahwa anda terlalu malas bahkan sekedar memberi judul yang sesuai dengan isi e-mail. Judul e-mail seperti Komputer restart sendiri setelah memasang Service Pack 2 akan mempunyai kans/peluang yang lebih besar untuk dijawab. d) Jelaskan masalah anda secara detil berikut dengan data yang ada. INGAT bahwa para pakar di forum tersebut tidak bisa mengakses komputer anda, jadi

194 |

sumber informasi mereka hanya dari tulisan anda saja.Maka buatlah tulisan tersebut selengkap dan sedetail mungkin. e) Buat agar e-mail anda informatif dan tidak asal panjang lebar. Melampirkan datadata yang tidak relevan sehingga membuat e-mail anda menjadi sangat panjang justru akan membuat para pakar merasa segan untuk menjawab pertanyaan anda. f) Tulis pertanyaan anda dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Penulisan pertanyaan yang amburadul akan memberikan kesan bahwa anda adalah orang yang ceroboh, dan para pakar yang sibuk akan merasa segan untuk meluangkan waktunya bagi anda. g) Jangan langsung mengklaim bahwa kesalahan ada pada pihak lain. Kalimat seperti Ada bug di program akunting ini, tanpa bukti yang kuat akan cenderung membuat para pembuat program tersebut (yang jelas adalah para pakarnya) menjadi tidak tertarik untuk menjawab pertanyaan anda, atau malah tersinggung. Cukup jelaskan saja bahwa anda menemukan suatu masalah di program tersebut, jangan membuat klaim hal yang tidak bisa anda buktikan. h) Jelaskan dan paparkan masalahnya, bukan tebakan anda. Jika anda bukan pakar di bidang tersebut, maka kemungkinan besar tebakan anda salah, atau malah menunjukkan kebodohan anda sendiri di depan umum. i) Buat kesimpulan setelah permasalahan anda terjawab. Setelah pertanyaan anda terjawab/masalah terselesaikan, kirim satu e-mail/tulisan lagi ke forum yang menjelaskan langkah apa saja yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Selain akan memberi manfaat serta kemudahan kepada orang lain yang memiliki permasalahan serupa tanpa perlu mengajukan pertanyaan yang sama, ini akan meningkatkan kemungkinan dijawabnya pertanyaan anda berikutnya di forum tersebut, karena para pakar forum akan menilai bahwa anda juga bisa memberi balik/feedback (dan tidak hanya meminta). Umumnya mereka sangat menghargai ini. 5) Menanggapi jawaban a) RTFM atau STFW. Balasan berupa sepatah kata RTFM (Read The Fine Manual) atau STFW (Search The Fine Web) berarti bahwa anda telah melakukan kesalahan yang fatal. Sebab bisa jadi jawabannya sebetulnya sudah ada di dokumentasi produk tersebut (RTFM), atau di Internet (STFW).Jangan tersinggung, karena ini fakta bahwa anda telah melakukan kesalahan etika.

195 |

b)

Jika ada yang menjawab dengan kasar, biarkan saja. Karena yang menurut anda kasar, kadang justru adalah biasa di forum tersebut.Atau ada alasan yang kuat mengapa balasannya seperti itu. Atau mungkin anda sedang emosi sehingga balasan tersebut terasa kasar bagi anda. Dan berbagai kemungkinan lainnya. Yang lebih bijak adalah menenangkan diri anda, dan lalu menjawab balasan tersebut dengan kepala dingin. Jangan malah ikut emosional, timpali dengan memberi data dan fakta saja. Jika ada jawaban yang tidak berkenan bagi anda, jangan tersinggung dan marah-marah karena: Kemungkinan anda telah bertanya hal-hal yang memalukan anda sendiri (mengulang-ulang pertanyaan yang telah ada di arsip milis), padahal kebanyakan forum dan milis secara otomatis telah terarsip di grupnya masing-masing, dan ini bisa dilihat oleh semua orang di dunia. Para pakar di forum tersebut akan mengingat anda sebagai orang yang tidak pantas untuk dibantu di masa depan.

c)

Jika tidak ada yang menjawab pertanyaan, Jangan tersinggung. Mungkin memang tidak ada yang mengetahui jawabannya. Tidak ada yang tahu jawabannya bukan berarti anda diabaikan, walaupun memang sulit untuk membedakannya (karena sifat komunikasi elektronik yang faceless).

d)

Jangan posting ulang pertanyaan anda, karena ini hanya akan membuat orang lain di milis tersebut menjadi kesal. Sebaliknya, carilah jawabannya di forum lain.

196 |

RANGKUMAN Etiket berasal kata dari Etiquette (Perancis) yang berarti dari awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi, pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. Etiket dalam bahasa adalah ajaran sopan santun yang berlaku bila manusia bergaul atau berkelompok dengan manusia lain. berkaitan dengan nilai sopan santun, tata krama dalam pergaulan formal. Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah Ethos, yang berarti, karakter, watak, kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). Persamaan etika dan etiket Keduaduanya mengatur perilaku manusia secara normatif artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yag harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.Perbedaan Etika dan Etiket yaitu Etiket menyangkut cara melakukan perbuatan manusia. Etiket menunjukkan cara yang tepat artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam sebuah kalangan tertentu. Etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan. 2) Etiket Berkomunikasi diantaranya adalah Etiket berbicara dengan atasan, Etiket berbicara dengan teman sejawat, Etiket berbicara saat presentasi, Etiket berbicara saat berpidato, Etiket berbicara dengan pelanggan, Etiket bicara di telepon, baik dalam menelepon maupun 'menerima' telepon.

197 |

LATIHAN 1) 2) 3) 4) Sebutkan perbedaan dan persamaan antara etiket dengan etika! Sebutkan etiket ketika berbicara dengan atasan! Sebutkan etiket ketika berhubungan dengan pelanggan! Apa yang dimaksud dengan etiket administrasi negara?

GLOSSARIUM
Absolut Adat : adalah mutlak. : adalah gagasan kebudayaan yang terdiri dari nilai-nilai kebudayaan, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum adat yang lazim dilakukan di suatu daerah. Akhlak : adalah tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Budaya Emosi Empati : adalah hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. : adalah perasaan intens yang ditujukan kepada seseorang atau sesuatu. : adalah kemampuan seseorang untuk mengenali, mempersepsi, dan

merasakan perasaan orang lain atau meletakkan diri di pihak orang lain. Etika : adalah falsafah moral yang dilandasi agama, budaya serta perilaku mana yang baik dan buruk. Etiket : adalah ajaran sopan santun yang berlaku bila manusia bergaul atau berkelompok dengan manusia lain. Etiquette : (Perancis) Awal suatu kartu undangan yang biasanya dipergunakan semasa raja-raja di Perancis mengadakan pertemuan resmi, pesta dan resepsi untuk kalangan para elite kerajaan atau bangsawan. Intonasi : adalah kerjasama antara nada, tekanan, durasi, dan perhentian-perhentian yang menyertai suatu tutur, dari awal hingga keperhentian terakhir. Jujur Moral : adalah melakukan dan mengucapkan kebenaran, sekalipun itu menyakitkan. : adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif. Norma : adalah kebiasaan umum yang menjadi patokan perilaku dalam suatu kelompok masyarakat dan batasan wilayah tertentu.

198 |

Personal Pidato

: adalah bersifat pribadi. : adalah sebuah kegiatan berbicara di depan umum atau berorasi untuk menyatakan pendapat, atau memberikan gambaran tentang suatu hal.

Presentasi

: adalah komunikasi langsung antara penyaji/presenter dengan sekelompok pendengar/audience dalam situasi teknis, saintifik atau professional untuk satu tujuan tertentu dengan menggunakan teknik sajian dan media yang terencana.

Profesi

: adalah pekerjaan yang membutuhkan pelatihan dan penguasaan terhadap suatu pengetahuan khusus.

Relatif

: adalah jika sesuatu memiliki nilai yang berubah-ubah jika dibandingkan dengan sesuatu yang berbeda-beda.

Respek

: adalah menghargai orang lain, peduli pada orang lain dan memahami orang lain apa adanya.

Sikap

: adalah pernyataan evaluatif terhadap objek, orang atau peristiwa.

199 |

DAFTAR PUSTAKA Alfin, Achmad. Pembentukan Kepribadian. Web: www.alfinnitihardjo.ohlog.com.

http://alfinnitihardjo.ohlog.com/pembentukan-kepribadian.oh112680.html (30 Juni 2011) Alwisol. (2005) Psikologi Kepribadian. Malang: Penerbit Universitas Muhammadiyah Malang. Boeree, CG. (1997) .Personality Theories :Melacak Kepribadian Anda Bersama Psikolog Dunia. (Alih bahasa : Inyiak Ridwan Muzir). Yogyakarta : Primasophie. E. Koeswara. Teori-Teori Kepribadian Psikoanalisis, Behaviorisme, Humanistik. Bandung: Eresco. 1991 http://aniez031290.wordpress.com/2011/05/29/extinction/ (29 juni 2011) http://belajarpsikologi.com/pengertian-kepribadian/ (30 Juni 2011) http://bintangbangsaku.com/artikel/2010/01/apakah-arti-kepribadian.html (30 Juni 2011) http://daunbolong.wordpress.com/2010/06/11/ego-superego-dan-id/ (27 Juni 2011) http://diarad08.student.ipb.ac.id/2010/06/18/teori-psikoanalisis-freud/ (27 Juni 2011) http://edukasi.kompasiana.com/2011/02/13/teori-bf-skinner/ (29 Juni 2011) http://rimanjuniarso.files.wordpress.com/.../teori-belajar-behavioristik.doc (29 Juni 2011) http://rumahbelajarpsikologi.com/index2.php?option=com_content... (28 Juni 2011) http://www.edus.web.id/2010/12/teori-behavioristik-paud.html (29 Juni 2011) http://www.psikologizone.com/pengertian-kepribadian-menurut-awam-danpsikologi/06511225 (30 Juni 2011) http://www.scribd.com/doc/17520045/TEORI-BEHAVIORISME-1707 (29 juni 2011) http://id.wikipedia.org/wiki/Sej http://www.diaryarni.com/nyaman-bekerja-dengan-posisi-duduk-normal.html-diakses 6/25/2011

200 |

http://venitalavia.wordpress.com/ diakses 6/25/2011 http://olahraga.kompasiana.com/atletik/2011/06/11/tips-memperbaiki-sikap-jalan-yang-salah/ diakses 6/25/2011 http://etipsbali.wordpress.com/ diakses 6/25/2011 http://www.rumahwanita.com/tag/make-up-kerja diakses 6/25/2011 http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8847570 diakses 6/25/2011 http://liyut.com/tips-memilih-sepatu-wanita/ diakses 6/25/2011 http://iguidepost.blogspot.com/2008/07/tips-memilih-sepatu-yang-baik.html-diakses 6/25/2011 http://organisasi.org/tips-cara-membeli-memilih-sepatu-alas-kaki-untuk-dipakai-sendiri diakses 6/25/2011 http://yaliyajilbaber.wordpress.com/2008/12/05/tata-cara-makan-yang-baik-atau-tablemanner/ diakses 6/25/2011 http://id.88db.com/id/Knowledge/Knowledge_Detail.page/Makanan-Minuman/?kid=40559 diakses 6/27/2011 http://sistematikilmu.blogspot.com/2010/06/etika-dalam-menggunakan-lift.html-diakses 6/27/2011 http://kamusbahasaindonesia.org diakses 7/20/2011 http://id.wikipedia.org diakses 7/20/2011 Slide KSPK Satria Hadi Lubis Sumadi Suryabrata. (2005) Psikologi Kepribadian. Jakarta : CV Rajawali.

201 |