Anda di halaman 1dari 4

Operculitis

OPERKULITIS / PERICORONITIS definisi Pericoronitis adalah proses inflamasi yang terjadi pada jaringan gingiva ditemukan di sekitar b a g i a n korona g i g i , khususnya di sekitar erupsi sebagian gigi. Operculitis adalah suatu peradangan p a d a flap jaringan gingiva (operculi) yang terjadi pada erupsi gigi lebih dari sebagian. tempat tersering adalah molar ketiga (M III) rahang bawah. Flap jaringan gingiva meliputi bagian-bagian d a r i mahkota gigi d a n membentuk seperti kantung yang ideal untuk akumulasi debris d a n inkubasi bakteri. Dapat terjadi pula edema inflamasi akibat trauma jaringan gusi tersebut dari gigi yang berlawanan, memicu pembengkakan operculum, nyeri, rasa tidak enak disebabkan adanya pus dari bawah operculum.

gambar pembentukan operculum Epidemiologi Operculitis dapat terjadi pada usia berapapun, tetapi paling sering terjadi pada anakanak dan dewasa muda yang gigi-giginya sedang bererupsi. Umumnya hal ini berkaitan dengan molar ketiga bawah yang sedang bererupsi dalam alignment yang baik, tetapi dibatasi erupsinya oleh ruang yang tidak cukup. pada pemeriksaan radiologi dari daerah tersebut memberikan gambaran radiolucent yang berebentuk obor di sekeliling giginya, dengan batas kortikal pada sisi distal dari lusensi menghilang atau sangat menebal karena deposisi dari tulang yang reaktif.

Faktor Penyebab Operculitis terjadi karena kontaminasi bakteri di bawah operkulum, mengakibatkan pembengkakan gusi, kemerah-merahan dan halitosis (Langlais dan Miller, 1998). Faktor penyebab lain dari operculitis adalah karena gigi molar 3 tidak dapat erupsi dengan baik karena tidak cukup ruang untuk pertumbuhannya, sehingga sulit untuk erupsi (impaksi). Impaksi bertendensi menimbulkan infeksi (perikoronitis), dikarenakan adanya karies pada gigi geraham depannya. Cukup banyak kasus karies pada gigi molar 2 dikarenakan gigi molar 3 mengalami impaksi. Ada 3 sumber utama infeksi gigi, yaitu: - Dari periapikal (ujung akar gigi) sebagai akibat kerusakan pulpa dan masuknya kuman ke jaringan periapikal - Dari jaringan periodontal (jaringan pengikat akar gigi) sebagai akibat saku gusi semakin dalam karena penumpukan karang gigi sehingga penetrasi kuman semakin mudah - Dari perikoroner akibat akumulasi kuman di sekeliling mahkota gigi saat erupsi/tumbuh. Beberapa contoh posisi M3 :

Gambaran Klinis - Lesi yang merah bengkak - Lesi supuratif / ada PUS - Sakit menjalar hingga ke telinga, tenggorokan dan dasar mulut - Bisa sampai trismus - Pembengkakan pada pipi - Limpadenitis

- Demam, leukositosis, malaise Penderita operculitis juga biasanya mengeluh kesakitan yang kadang tidak tertahankan dan seringkali menyebabkan perasaan yang kurang nyaman pada saat membuka mulutnya, dengan membuka mulut pasien akan merasa semakin terasa sakit. Timbulnya sakit merupakan salah satu ciri ditambah adanya rasa ketidaknyamanan seperti pada saat timbulnya gingivitis, abses periodontal atau tonsilitis Pasien mengeluh nafsu makannya menjadi berkurang dikarenakan lebih terasa sakit bila tersentuh

Penatalaksanaan Pengobatan untuk gejala minor dari operculitis (nyeri spontan, pembengkakan lokal, purulensi / drainase, rasa busuk) adalah irigasi. Gejala utama dari operculitis (kesulitan menelan, pembesaran kelenjar getah bening, demam, trismus, selulitis wajah / infeksi) biasanya diobati dengan antibiotik. Pada kebanyakan kasus gejala akan terulang lagi, dan satu-satunya pengobatan definitif adalah ekstraksi. Infeksi berulang mungkin terjadi jika tidak diobati, dan infeksi pada akhirnya dapat menyebar ke area lain dari mulut. Ekstraksi dapat dilakukan setelah penanganan infeksi, karena pada masa infeksi / akut dapat menyebabkan infeksi menyebar ke daerah yang berbahaya di sekitar tenggorokan. Operculitis dapat dikelola dengan debridement lokal dan bilasan air garam hangat atau saline. Perikoronitis tidak menimbulkan efek jangka panjang. Jika gigi yang terkena diekstraksi atau erupsi sepenuhnya ke dalam mulut, maka gejala akan hilang.

gambar irigasi dari operculum