Anda di halaman 1dari 12

BAB III Kegiatan Proyek Peningkatan Mutu Optimalisasi Program Gerakan Hidup Sehat Dalam Mencegah Penyakit Kardiovaskuler

Pada Karyawan PT. Pertamina RU II Dumai 3.1. Perencanaan Kegiatan (Plan) Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah metode Plan, Do, Check, Action (PDCA cycle). Kegiatan plan dimulai pada 11 April - 13 April 2012 melalui wawancara dengan pihak karyawan perusahaan dan dokter perusahaan, observasi kegiatan di lapangan serta pengambilan data sekunder. Hasil observasi, wawancara dan data sekunder tersebut didiskusikan dengan pihak dokter perusahaan untuk mengidentifikasi dan menganalisis permasalahan pada program Gerakan Hidup Sehat di PT. Pertamina RU II Dumai. 3.1.1. Deskripsi Keadaan Kilang Pertamina Refinery Unit II merupakan salah satu kilang dari enam kilang minyak yang dioperasikan oleh PT. PERTAMINA (PERSERO) yang terletak di Kota Madya Dumai di tepi pantai Timur Sumatra yang berjarak lebih kurang 200 km dari kota Pekanbaru. Daerah Dumai merupakan daerah dataran rendah yang cukup stabil dan banyak terdapat hutan, dengan letak jauh dari pusat gempa di sepanjang pegunungan Bukit Barisan, Sumatra sehingga aman untuk dijadikan lokasi untuk mendirikan kilang. Proses pengolahan di kilang minyak Pertamina RU II Dumai meliputi unit operasi pemisahan fraksi-fraksi minyak mentah berdasarkan perbedaan titik didihnya, pemurnian (treating), proses konversi (catalytic and thermal cracking), serta unit pencampuran (blending) sesuai spesifikasi produk yang diinginkan. Pertamina RU II Dumai dipimpin oleh seorang General Manager yang berkedudukan dibawah senior Vice President (SVP) Refinery Operation. General Manager kemudian membawahin beberapa Manager fungsi, salah satunya yaitu Manager Health Safety Environment (HSE). HSE dikepalai oleh seorang Manager yang bertanggung jawab langsung kepada GM RU II lalu dibawahnya ada section 24

Head yang terdiri dari 4 bagian yaitu environmental, Fire insurance, Safety and Occupational Health. Dalam rangka menjalankan tugasnya, bagian Occupational Health memiliki beberapa program kerja, salah satunya adalah program promosi kesehatan berupa Gerakan Hidup Sehat. Program Gerakan Hidup Sehat mulai dilaksanakan sejak September 2011. Program ini merupakan program rutin yang diperuntukkan terutama untuk karyawan PT. Pertamina RU II Dumai. Program ini dilaksanakan pada hari senin dan rabu di sore hari setiap minggunya berupa Senam, Jogging, dll. 3.1.2. Identifikasi Masalah Proses identifikasi masalah didapatkan melalui :
1. Wawancara dengan dokter perusahaan PT. Pertamina RU II Dumai. 2. Pengambilan data sekunder berupa laporan hasil medical check up karyawan PT.

Pertamina RU II Dumai.
3. Observasi langsung pelaksanaan kegiatan Gerakan Hidup Sehat di PT. Pertamina

RU II Dumai. Berikut adalah beberapa masalah yang berhasil diidentifikasi pada program Gerakan Hidup Sehat di PT. Pertamina RU II Dumai : Tabel 3.1 Identifikasi Masalah pada Program Gerakan Hidup Sehat pada Karyawan PT. Pertamina RU II Dumai No. Aspek yang dinilai Masalah Evidence Based

1.

Planning

2.

Organizing

Belum optimalnya Wawancara dengan konsep program perusahaan, bahwa Gerakan Hidup Sehat. didapatkannya konsep yang menarik. Belum optimalnya pengorganisasian Wawancara dengan kegiatan Gerakan perusahaan belum .......... Hidup Sehat. Kurangnya partisipasi karyawan PT. Pertamina RU II Dumai dalam kegiatan Gerakan Hidup Sehat.

dokter belum kegiatan dokter

3.

Actuating

Wawancara dengan dokter perusahaan, bahwa persentase karyawan PT. Pertamina RU II Dumai yang hadir dalam kegiatan Gerakan Hidup Sehat sangat sedikit. Observasi saat pelaksanaan kegiatan Gerakan Hidup Sehat didapatkan dari 141 total peserta yang hadir, jumlah karyawan PT. Pertamina RU II Dumai yang hadir hanya 38 orang yang sebagian besar berusia 50 tahun ke atas, sedangkan sisanya merupakan keluarga karyawan.

4.

Controlling

Belum optimalnya standarisasi Wawancara dengan dokter keberhasilan Kegiatan perusahaan bahwa jumlah peserta Gerakan Hidup Sehat. bukan standar keberhasilan kegiatan Gerakan Hidup Sehat.

3.1.3

Penentuan Prioritas Masalah Prioritas masalah ditentukan berdasarkan sistem Hanlon. Sistem Hanlon

merupakan sistem seleksi yang menggunakan dua unsur, yaitu kriteria (urgensi/kepentingan, solusi, kemampuan anggota mengubah, dan biaya) dan skor (nilai 1, 2, dan 3). 1. Urgensi/kepentingan a. Nilai 1 tidak penting b. Nilai 2 penting c. Nilai 3 sangat penting

2. Solusi a. Nilai 1 tidak mudah b. Nilai 2 mudah c. Nilai 3 sangat mudah 3. Kemampuan anggota mengubah a. Nilai 1 tidak mudah b. Nilai 2 mudah c. Nilai 3 sangat mudah 4. Biaya a. Nilai 1 tinggi b. Nilai 2 sedang c. Nilai 3 rendah Total skor dari masing-masing kriteria merupakan penentu prioritas masalah, yaitu masalah dengan total paling tinggi sebagai ranking pertama dan menjadi prioritas masalah untuk dicari penyelesaian masalahnya. Tabel 3.2 Penentuan Prioritas Masalah Kemampuan Urgensi Solusi untuk Biaya Mengubah 3 2 2 3

no. 1

Kriteria Masalah

Total 36 I

Rank

Belum optimalnya konsep kegiatan Gerakan Hidup Sehat. Belum optimalnya standarisasi 2 keberhasilan Kegiatan Gerakan Hidup Sehat Belum optimalnya 3 pengorganisasian 3 kegiatan Gerakan Hidup Sehat. Kurangnya partisipasi karyawan refinery 4 unit II Pertamina 4 Dumai dalam kegiatan Gerakan Hidup Sehat.

24

II

24

III

IV

Berdasarkan penghitungan total skor masing-masing kriteria untuk setiap masalah, didapatkan prioritas masalah yang menduduki ranking I adalah Belum optimalnya konsep kegiatan Gerakan Hidup Sehat. 3.1.4 Analisis Penyebab Masalah Setelah ditetapkan prioritas masalah berdasarkan sistem seleksi di atas, dilakukan analisis penyebab masalah dari berbagai aspek, yaitu man, market, material, method, money, dan lingkungan yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dan survei awal. Berikut adalah penyebab-penyebab kurang optimalnya program Gerakan Hidup Sehat dalam Mencegah lifestyle disease pada karyawan Refinery unit II Pertamina Dumai. Tabel 3.3 Analisis Penyebab Masalah Penyebab timbulnya Masalah Evidence Based masalah Belum optimalnya Man Wawancara dengan dokter konsep kegiatan Belum ada Tim yang perusahaan, belum ada Tim yang Gerakan Hidup secara khusus bekerja secara khusus bekerja untuk Sehat. merancang konsep kegiatan Gerakan untuk merancang Hidup Sehat. konsep kegiatan Gerakan Hidup Sehat. Method Kurang menariknya konsep kegiatan Gerakan Hidup Sehat yang telah dilaksanakan Wawancara dengan dokter perusahaan, konsep kegiatan Gerakan Hidup Sehat yang telah dilaksanakan kurang menarik bagi karyawan. Wawancara dengan karyawan PT. Pertamina RU II Dumai, dari 10 karyawan yang diwawancarai didapatkan ..........

Market
Sulitnya

menyesuaikan jadwal kegiatan Gerakan Hidup Sehat dengan jadwal kerja karyawan PT. Pertamina RU II Dumai.

Wawancara dengan dokter perusahaan, sulit untuk menyesuaikan jadwal kegiatan Gerakan Hidup Sehat dengan jadwal kerja karyawan PT. Pertamina RU II Dumai. Wawancara dengan karyawan PT. Pertamina RU II Dumai, dari 10 karyawan yang diwawancarai didapatkan ..........

3.1.5

Fishbone Analysis Ishikawa

Di bawah ini dapat dilihat hubungan antara keempat faktor tersebut dengan menggunakan fish bone analysis Ishikawa. Man Belum ada Tim yang secara khusus bekerja untuk merancang konsep kegiatan Gerakan Hidup Sehat.
Sulitnya

Market menyesuaikan jadwal kegiatan Gerakan Hidup Sehat dengan jadwal kerja karyawan PT. Pertamina RU II Dumai

Kurang menariknya konsep kegiatan Gerakan Hidup Sehat yang telah dilaksanakan

Belum optimalnya konsep kegiatan Gerakan Hidup Sehat.

Methode Gambar 3.1 Diagram analisis tulang ikan (Fishbone analysis Ishikawa)

24

25

3.1.6. Strategi dan Alternatif Pemecahan Masalah & Plan of Action Setelah didapatkan analisis penyebab masalah, direncanakan beberapa strategi dan alternatif pemecahan masalah seperti terlihat dalam tabel 4. berikut : Tabel 3.4. Strategi dan Alternatif Pemecahan Masalah & Plan of Action No Masalah/ Penyebab Masalah Sulitnya menyesuai kan jadwal kegiatan Gerakan Hidup Sehat dengan jadwal kerja karyawan PT. Pertamina RU II Dumai. Masalah/ Alternatif Pemecahan Masalah Merekomendasikan dibuatnya regulasi yang membebastugaskan karyawan pada jadwal pelaksanaan kegiatan Gerakan Hidup Sehat. Tujuan Dengan adanya regulasi yang membebastugaska n karyawan pada jadwal pelaksanaan kegiatan Gerakan Hidup Sehat diharapkan partisipasi karyawan dapat meningkat Sasaran General Manager Pertamina RU II Dumai Tempat PT. Pertamina RU II Dumai Pelaksana Kegiatan Dokter muda IKM-IKK FK UR Waktu April 2012 Kriteria Keberhasilan Jangka pendek : Tersampainya isi rekomendasi Jangka Panjang : Dikeluarkannya regulasi yang membebastugaskan karyawan pada jadwal pelaksanaan kegiatan Gerakan Hidup Sehat.

No

26

Penyebab Masalah Kurang menarikny a konsep kegiatan Gerakan Hidup Sehat yang telah dilaksanak an

Alternatif Pemecahan Masalah Menambahkan pemeriksaaan gula darah, kolesterol darah dan tekanan darah gratis secara rutin

Tujuan Menambah daya tarik kegiatan bagi karyawan perusahaan

Sasaran Karyawan perusahaan

Tempat PT. Pertamina RU II Dumai

Pelaksana Kegiatan Dokter muda IKM-IKK FK UR

Waktu April 2012

Kriteria Keberhasilan Jangka pendek : Terlaksananya kegiatan pemeriksaan gula darah, kolesterol darah dan tekanan darah gratis dalam kegiatan gerakan hidup sehat. Jangka panjang : Bertambahnya partisipasi karyawan yang ikut dalam Gerakan Hidup Sehat

27

Belum ada Tim yang secara khusus bekerja untuk merancang konsep kegiatan Gerakan Hidup Sehat.

Merekomendasikan dibentuknya tim yang secara khusus bekerja untuk merancang konsep kegiatan Gerakan Hidup Sehat

Dengan dibentuknya tim yang secara khusus bekerja untuk merancang konsep kegiatan Gerakan Hidup Sehat diharapkan dapat dihasilkan suatu konsep kegiatan yang menarik.

Dokter perusahaan

PT. Pertamina RU II Dumai

Dokter muda IKM-IKK FK UR

April 2012

Jangka pendek : Tersampainya isi rekomendasi Jangka panjang : Terbentuknya tim khusus yang bekerja merancang konsep kegiatan gerakan hidup sehat

28

3.1.6. Definisi Operasional Definisi operasional yang digunakan dalam Proyek Peningkatan Mutu Optimalisasi Program Gerakan Hidup Sehat Dalam Mencegah Penyakit Kardiovaskuler Pada Karyawan PT. Pertamina RU II Dumai ini antara lain :
1. Merekomendasikan dibuatnya regulasi yang membebastugaskan karyawan pada jadwal

pelaksanaan kegiatan Gerakan Hidup Sehat adalah rekomendasi yang dibuat oleh dokter muda yang diajukan kepada General Manager PT. Pertamina RU II Dumai melalui dokter perusahaan agar perusahaan mengeluarkan regulasi untuk membebastugaskan karyawan saat pelaksanaan kegiatan Gerakan Hidup Sehat di PT. Pertamina RU II Dumai.
2. Menambahkan pemeriksaaan gula darah, kolesterol darah dan tekanan darah gratis secara

rutin adalah dokter muda melaksanakan pemeriksaan gula darah, kolesterol darah dan tekanan darah gratis saat pelaksanaan kegiatan Gerakan Hidup Sehat di PT. Pertamina RU II Dumai dan selanjutnya diharapkan dapat diteruskan oleh panitia pelaksana Gerakan Hidup Sehat.
3. Merekomendasikan dibentuknya tim yang secara khusus bekerja untuk merancang konsep

kegiatan Gerakan Hidup Sehat adalah dokter muda mengusulkan kepada dokter perusahaan agar dapat membentuk suatu tim yang bekerja untuk merancang konsep kegiatan Gerakan Hidup Sehat.

3.2 Do Kegiatan pelaksanaan pilot project Optimalisasi Program Gerakan Hidup Sehat Dalam Mencegah Penyakit Kardiovaskuler Pada Karyawan PT. Pertamina RU II Dumai dilakukan sesuai dengan alternatif pemecahan masalah yanag telah diberikan. Seluruh alternatif pemecahan masalah dapat terlaksana sesuai plan of action (PoA). Pelaksanaan kegiatan peningkatan mutu dapat dilihat dalam tabel berikut ini : Tabel 3.5 Do kegiatan peningkatan mutu No 1 Kegiatan Merekomendasikan dibuatnya regulasi yang membebastugaskan karyawan pada jadwal pelaksanaan kegiatan Gerakan Hidup Sehat Sasaran Pelaksana Waktu April 2012 General Manager PT. Pertamina Dokter muda Terlaksana Keterang an

29

No

Kegiatan

Sasaran RU II DUmai

Pelaksana

Waktu

Keterang an

Menambahkan pemeriksaaan gula darah, kolesterol darah dan tekanan darah gratis secara rutin Merekomendasikan dibentuknya tim yang secara khusus bekerja untuk merancang konsep kegiatan Gerakan Hidup Sehat

Karyawan PT. Pertamina RU II Dumai Dokter perusahaan

Dokter muda

-April 2012

3 3

Dokter muda

April 2012

3.3 Check Kegiatan Check dilakukan dengan membandingkan keadaan sebelum dan sesudah intervensi terhadap Optimalisasi Program Gerakan Hidup Sehat Dalam Mencegah Penyakit Kardiovaskuler Pada Karyawan PT. Pertamina RU II Dumai belum dapat dilaksanakan karena keterbatasan waktu.
3.4 Action

Action terhadap pilot project yang telah dilaksanakan belum dapat dilakukan sebagai standarisasi optimalisasi konsep kegiatan gerakan hidup sehat karena rekomendasi yang diberikan oleh dokter muda belum dapat dinilai.