P. 1
RENSTRA (Rencana Stratejik) Kecamatan Setu 2011 - 2016

RENSTRA (Rencana Stratejik) Kecamatan Setu 2011 - 2016

|Views: 1,462|Likes:
Dipublikasikan oleh Kecamatan Setu

More info:

Published by: Kecamatan Setu on Apr 19, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/04/2015

Rencana Strategis Kecamatan Setu

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

Berdasarkan Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang tentang Pemerintahan Daerah, pelaksanaan desentralisasi semakin luas diserahkan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota, sehingga pemerintah daerah mempunyai keleluasaan untuk menggerakkan roda pemerintahannya sesuai dengan kebutuhan daerah itu sendiri. Upaya meningkatkan penyelenggaraan pemerintahan yang lebih berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung jawab perlu suatu media pertanggungjawaban yang sistematis dan melembaga. Sejalan dengan tuntutan tersebut di atas, perlu diupayakan langkah strategis dan tindakan-tindakan untuk merealisasikannya. Salah satu langkah yang perlu dan harus dikembangkan saat ini adalah mewujudkan suatu kepemerintahan yang baik (good governance) yang memiliki elemen dasar transparansi, partisipasi dan akuntabilitas. Selain itu dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang berdayaguna, berhasilguna, bersih dan bertanggung jawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme telah di terbitkan Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Pemerintah yang menyatakan bahwa para Bupati dan Walikota harus melaksanakan AKIP sebagai wujud pertanggung-jawaban instansi pemerintah dalam mencapai misi dan tujunan organisasi, yang pelaksanaan lebih lanjut didasarkan atas Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/IX/6/8/2003 Tentang Perbaikan Pedoman Penyususunan Pelaporan

Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Akuntabilitas adalah kewajiban untuk menjawab dan menerangkan kinerja dan tindakan seseorang, atau badan hukum atau pimpinan kolektif suatu organisasi kepada pihak yang mempunyai hak untuk meminta pertanggungjawaban dan keterangan. Kinerja Instansi Pemerintah adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian sasaran ataupun tujuan instansi pemerintah yang mengindikasikan
1

Rencana Strategis Kecamatan Setu

tingkat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sesuai dengan program dan kebijakan yang telah ditetapkan. Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) adalah perwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan melalui sistem Pertanggungjawaban secara periodik. Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah pada dasarnya adalah instrumen yang digunakan instansi pemerintah dalam memenuhi kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi, terdiri dari berbagai komponen yang merupakan satu kesatuan yaitu:     Perencanaan stratejik Perencanaan kinerja Pengukuran kinerja Pelaporan kinerja Sehubungan dengan hal tersebut, Pemerintah Daerah Kota Tangerang Selatan telah menetapkan Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 06 Tahun 2011 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kota Tangerang Selatan. Berdasarkan perwal tersebut di atas, telah dijabarkan dalam Peraturan Walikota Nomor 18 Tahun 2011 tentang rincian tugas, fungsi dan tatakerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tangerang Selatan, yang mempunyai tugas pokok dan fungsi membantu Walikota dalam menentukan kebijakan di bidang perencanaan, penyusunan program dan penganggaran kegiatan-kegiatan pemerintah Kota Tangerang Selatan. Sebagai salah satu fungsi manajemen perencanaan mempunyai peranan yang sangat strategis dalam pembangunan, maka perlu dibuat Rencana Kinerja yang memuat rencana kerja dan kegiatan tahunan, lima tahunan yang akan dituangkan dalam Rencana Strategis yang dikenal dengan (RENSTRA) Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Periode Tahun 2011-2016. 1.2.Maksud dan Tujuan Maksud disusunnya Renstra Kecamatan adalah sebagai pedoman dalam menyusun program dan kegiatan 5 (lima) tahun ke depan sesuai dengan kedudukan, tugas dan wewenang yang dilimpahkan kepada Kecamatan sebagai SKPD.
2

Rencana Strategis Kecamatan Setu

Tujuan penulisan Renstra Kecamatan adalah : a. Sebagai landasan acuan dalam Penyusunan program dan kegiatan tahunan Kecamatan ; b. Sebagai kerangka acuan bagi SKPD Kecamatan, Desa dan segenap stakeholders kecamatan dalam menyusun rencana kegiatan tahunan dalam penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan, baik yang akan dibiayai oleh swadaya masyarakat, APBDes, APBD Alat organisasi dalam peningkatan koordinasi baik vertikal maupun horizontal antar unit kerja. c. Sebagai media akuntabilitas dan transparansi manajemen pemerintahan di tingkat kecamatan oleh segenap warga masyarakat maupun elemen pemerhati pemerintahan.

1.3.Landasan Hukum Rencana Strategis Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan merupakan penjabaran dari Dokumen Perencanaan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), dengan mempertimbangkan ketentuan yang berlaku sebagai landasan hukum. Beberapa landasan hukum tersebut diantaranya : 1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan antara pusat dan daerah ; 2. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang pembentukan Propinsi Banten ; 4. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; 5. Undang-undang Nomor 15 Tahun 2004, tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara; 6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; 7. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; 8. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas UndangUndang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah ; 9. Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008 tentang Pembentukan Kota Tangerang Selatan di Propinsi Banten;
3

Rencana Strategis Kecamatan Setu

10. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan Propinsi sebagai Daerah otonom ; 11. Peraturan Pemerintah Nomor 108 Tahun 2000 tentang Tata Cara

Pertanggungjawaban Kepala Daerah; 12. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah; 13. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan Antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Propinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota; 14. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 15. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah; 16. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor

Per/09/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah; 17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyusunan Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan di daerah; 18. Peraturan Daerah Kota Tangerang Selatan Nomor 06 Tahun 2011 tentang Organisasi Perangkat Daerah Kota Tangerang Selatan; 19. Peraturan Walikota Tangerang Selatan No. 32 Tahun 2011 tentang rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Kecamatan Kota Tangerang Selatan.

1.4. Hubungan Perencanaan Kecamatan dengan Dokumen Perencanaan Lainnya

Pertanyaan yang sering muncul berkaitan dengan perencanaan daerah adalah “apakah kecamatan perlu memiliki dokumen perencanaan tersendiri?” jawabannya tentu saja perlu bahkan wajib, sebab sebagai sebuah SKPD yang mandiri (disamping dinas, lemtekda dan kelurahan) dan telah mempunyai kode rekening sendiri (vide Permendagri Nomor 13 Tahun 2006), sudah selayaknya apabila setiap kecamatan membuat visi, sama seperti SKPD lainnya. Visi kecamatan tertuang dalam Perencanaan Strategis (Renstra) kecamatan. Pembuatan renstra tersebut dalam rangka akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagaimana diatur dalam Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang

4

Rencana Strategis Kecamatan Setu

AKIP yang sudah diganti dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah. Menurut Inpres Nomor 7 Tahun 1999, pengertian perencanaan strategik yaitu merupakan suatu proses yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai selama kurun waktu 1 (satu) sampai dengan 5 (lima) tahun dengan memperhitungkan potensi, peluang, dan kendala yang ada atau mungkin timbul. Rencana strategik mengandung visi, misi, tujuan/sasaran, dan program yang realistis dan mengantisipasi masa depan yang diinginkan dan dapat dicapai. Kecamatan sebagai wilayah kerja Camat merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten/Kota yang melaksanakan fungsi mengoordinasikan penyelenggaraan kegiatan pemerintahan di tingkat kecamatan sebagaimana diatur dalam Pasal 126 ayat (3) huruf (e) UU Nomor 32 Tahun 2004. Dalam mengoordinasikan penyelenggaraaan pemerintahan, salah satu bentuknya adalah mengoordinasikan perencanaan, penganggaran, pelaksanan dan evaluasi serta pengendalian pembangunan di tingkat kecamatan. Sebagai konsekuensinya, kecamatan diharuskan menyusun perencanaan strategis (Renstra) kecamatan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 151 ayat (1) dan (2) UU Nomor 32 Tahun 2004, bahwa :
1) Satuan kerja perangkat daerah memuat antara lain visi, misi, strategi, kebijakan,

program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya berpedoman pada RPJM Daerah dan bersifat indikatif.
2) Renstra-SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dirumuskan dalam bentuk

rencana kerja satuan kerja perangkat daerah yang memuat kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.

Adapun mekanisme

perencanaan pembangunan di

tingkat

kecamatan dapat

digambarkan sebagai berikut :

5

Rencana Strategis Kecamatan Setu

BAGAN 1.1. PERENCANAAN SATUAN PEMERINTAHAN

Kecamatan sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) menyusun/ memiliki/mempunyai : Rencana Strategis (RENSTRA) pembangunan kecamatan sebagai satu dokumen perencanaan pembangunan kecamatan dalam jangka waktu lima tahunan atau jangka menengah. Tujuan penyusunan renstra kecamatan adalah sebagai acuan kecamatan dalam mengoperasionalkan rencana kegiatan pembangunan kecamatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya dalam rangka mencapai visi jangka menengah kecamatan.

1.5.Sistematika Penulisan Sistematika penulisan Rencana Strategis Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Tahun 2011-2016 adalah sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Bab ini berisi latar belakang adanya Renstra Kecamatan Setu kemudian dasar pemikiran yang memuat hubungan Rencana Strategis Kota Tangerang Selatan dengan Rencana Strategis Kecamatan Setu serta Tugas Pokok dan Fungsi Kecamatan, Maksud dan Tujuan dari Rencana Strategis Kecamatan. BAB II VISI, MISI DAN NILAI

6

Rencana Strategis Kecamatan Setu

Bab II berisi Visi yang merupakan gambaran tentang masa depan yang realistik dan ingin diwujudkan dalam kurun waktu tertentu dan merupakan jawaban dari salah satu misi yang termuat dalam Rencana Strategis Kota Tangerang Selatan, kemudian misi dari Kecamatan Setu yang merupakan pernyataan mengenai hal-hal yang harus dicapai dimasa datang serta nilai yang merupakan kriteria tentang kebaikan dan kebenaran yang diyakini sehingga menjadi norma seluruh anggota organisasi Kecamatan Setu.

BAB III

PENCERMATAN SITUASI DAN LINGKUNGAN Bab III berisi mengenai gambaran umum Kecamtan Setu yang dilanjutkan dengan analisis internal dari organisasi dan eksternal dari lingkungan diluar organisasi yang merupakan langkah awal dalam melakukan analisis SWOT.

BAB IV

TUJUAN DAN SASARAN Bab IV berisi tujuan dan sasaran yang ingin dicapai selama kurun waktu tertentu Tahun 2011-2016 sebagai hasil dari analisis SWOT serta indikator kinerja yang menggambarkan tingkat pencapaian sasaran dan tujuan dari organisasi Kecamatan Setu.

BAB V

STRATEGI Bab V berisi strategi dalam mencapai tujuan dan sasaran yang berupa kebijakan yang diambil oleh Kecamatan Setu serta program dan sub program yang akan dilakukan Kecamatan Setu dalam mencapai Misi dan Visi Kecamatan Setu.

BAB VI

PENUTUP

7

Rencana Strategis Kecamatan Setu

BAB II VISI, MISI DAN NILAI 2.1. Visi Visi adalah cara pandang jauh kedepan kemana instansi pemerintah akan dibawa agar dapat eksis, antisipatif dan inovatif. Visi merupakan suatu gambaran yang menantang tentang masa depan yang diinginkan oleh instansi pemerintah atau organisasi. Visi dibutuhkan oleh suatu organisasi untuk mencapai tujuan dalam waktu tertentu, menentukan sikap dan tindakan sebagai tolak ukur keberhasilan melaksanakan tugas. Visi kecamatan tidak sama dengan visi Camat, karena visi Camat adalah visi pejabat yang memimpin suatu SKPD yang disusun pada saat dilakukan fit and proper test untuk menduduki jabatan. Sedangkan visi kecamatan merupakan perpaduan antara visi seorang Camat dan visi perangkat kecamatan. Secara umum, dokumen perencanaan kecamatan berisikan visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, program dan kegiatan kecamatan. Dengan ini Kecamatan Setu memiliki Visi “Terwujudnya Kecamatan Setu sebagai lembaga pelayanan publik yang baik, responsif dan akuntabel” 2.2. Misi Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh SKPD sesuai dengan visi yang telah ditetapkan agar tujuan dan sasaran organisasi tercapai dengan baik. Dengan pernyataan misi ini diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal SKPD dan mengetahui peran dan program-program serta hasil yang akan diperoleh dan diperjuangkan untuk mencapai masa datang yang lebih baik. Mengacu pada visi Kecamatan Setu dan Tujuan Pemerintahan Kota Tangerang Selatan yang tercantum dalam Rancangan RPJMD, Kecamatan Setu menetapkan misi yang diemban dalam kurun waktu 2011 – 2016 adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan sistem administrasi perkantoran yang baik di kecamatan maupun kelurahan/desa. 2. Meningkatkan fasilitas penunjang pelayanan baik di kecamatan maupun kelurahan/desa. 3. Mewujudkan transparansi dalam prosedur pelayanan publik kepada masyarakat.
8

Rencana Strategis Kecamatan Setu

4. Menciptakan perencanaan strategis, melaksanakan pembinaan, koordinasi, pengawasaan dan pengendalian, melibatkan partisipasi masyarakat dalam skala pembangunan.

2.3. Nilai Nilai yang dianut oleh SKPD Kecamatan Setu diyakini yang merupakan kriteria kebaikan dan kebenaran yang diyakini dan diterapkan dalam SKPD Kecamatan Setu sehingga menjadi norma yang dianut oleh perangkat Kecamatan Setu dalam melakukan tugas masing-masing dalam rangka mencapai Visi dari Kecamatan Setu. Sesuai dengan kesepakatan seluruh jajaran perangkat Kecamatan Setu maka ditetapkan nilai sebagai berikut : 1. Profesional Adalah setiap aparatur Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan mempunyai kemampuan yang dapat diandalkan sesuai dengan tuntutan pembangunan daerah. 2. Tanggung Jawab Adalah setiap kegiatan dan hasil akhir dari Kecamatan Setu dipertanggungjawabkan kepada masyarakat atau rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi Negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan yang berlaku. 3. Transparan Adalah membuka diri terhadap masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur dan tidak diskriminatif tentang penyelenggaraan Pelayanan Publik dengan tetap memperhatikan perlindungan atas hak azasi pribadi, golongan dan rahasia Negara. 4. Responsif Adalah bertindak sesegera mungkin dalam menyikapi permasalahan yang berkembang dimasyarakat. 5. Inovatif

9

Rencana Strategis Kecamatan Setu

Adalah dapat menyerap dan menyebarluaskan sesuatu hal yang baru terutama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat diterapkan dalam peningkatan pelayanan masyarakat. BAB III PENCERMATAN LINGKUNGAN STRATEGIS 3.1 Gambaran Umum Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan Kecamatan Setu adalah salah satu dari tujuh Kecamatan yang ada di wilayah Kota Tangerang Selatan. Kecamtan Setu merupakan kecamatan hasil pemekaran Cisauk Kabupaten Tangerang, tujuan Pemekaran Kecamatan Setu tersebut tidak lain untuk meningkatkan pelayanan dalam bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan serta dapat memberikan kemampuan dalam pemanfaatan potensi daerah.

No 1 2 3 4 5 6 I.

Nama Kelurahan/Desa Muncul Kademangan Keranggan Setu Babakan Bakti Jaya Keadaaan Umum : 3.189,35 Ha :

Luas (Ha) 678,00 662,35 522,00 545,00 370,00 412,00

1. Luas Wilayah Kecamatan 2. Luas Wilayah Kelurahan/Desa

10

Rencana Strategis Kecamatan Setu

3.

Batas – batas Wilayah a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Serpong b. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Serpong dan Pamulang c. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Cisauk d. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Bogor

4. Jumlah Kelurahan 5. Jumlah Desa 6. Jumlah Dusun 7. Jumlah RT 8. Jumlah RW 9. Jumlah Pegawai Kecamatan No PNS

: : : : :

1 5 182 35

Kelurahan Desa Dusun RT RW

TKK

TKS

1.

17

-

41

3.2.1 Sarana dan Prasarana Dalam upaya mendukung pelaksanaan Tupoksi Kecamatan didukung sarana dan prasarana yang optimal. Gedung kantor 2 (dua) lantai yang dilengkapi sarana dan prasarana pada setiap ruangan seperti komputer sebanyak 21 unit, meja kerja sebanyak 34 buah dan kursi pegawai sebanyak + 35 buah, Filing Cabinet 18 buah, Laptop 10 unit, AC + 28 unit. Di lantai atas terdapat ruang auditorium dan juga ruang widyaiswara, ruang Camat dilengkapi dengan 2 set sofa yang dapat
11

Rencana Strategis Kecamatan Setu

menampung 15 orang. Kendaraan operasional pada Kecamatan Setu terdiri dari 2 Unit Kendaraan roda 4 dan kendaraan roda dua sejumlah 5 unit. 3.2.2 Perangkat-Perangkat Untuk Menjalankan Fungsi Dalam menjalankan fungsinya sebagai instansi pelayanan publik, Kecamatan setu dilengkapi oleh beberapa perangkat. Sebagaimana yang tertera dalam Peraturan Walikota Tangerang Selatan Nomor 32 Tahun 2011 tentang tugas Pokok dan fungsi dan tata kerja Kecamatan yang diantaranya : a. Pelaksanaan perencanaan dan perumusan bahan kebijakan program kerja bidang Pemerintahan, Ketenteraman dan Ketertiban Umum, Pembangunan,

Pengembangan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial; b. Pelaksanaan Pemerintahan, pengumpulan, ketenteraman pengelolaan, dan penganalisisan Umum, data dibidang

Ketertiban

pembangunan,

pengembangan ekonomi dan kesejahteraan sosial; c. Penyelenggaraan kegiatan perumusan, ketenteraman dan Ketertiban Umum, pembangunan, pengembangan ekonomi dan kesejahteraan sosial; d. Pelaksanaan Inventarisasi Aset Daerah atau Kekayaan Daerah lainnya yang ada di Wilayah Kecamatan serta pemeliharaan dan pengelolaan fasilitas umum dan fasilitas sosial; e. Pelaksanaan pertimbangan pengangkatan Kepala Kelurahan; f. Pelaksanaan peningkatan usaha-usaha pengembangan ekonomi Desa dan Kelurahan; g. Pelaksanaan ketatausahaan umum dan kepegawaian, perencanaan dan keuangan; h. Pelaksanaan Pemerintahan, Pengembangan kewenangannya; i. Pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pengendalian penyelenggaraan Pemerintahan Desa dan Kelurahan; j. Pelaksanaan koordinasi dengan instansi/lembaga lainnya terkait dengan kegiatan Pemerintahan Kecamatan;
12

pemberian

rekomendasi/perijinan dan dan Ketertiban Kesejahteraan

kewenangan Umum, Sosial

di

bidang

Ketentraman Ekonomi

Pembangunan, sesuai dengan

Rencana Strategis Kecamatan Setu

k. Pelaksanaan pengawasan, monitoring dan evaluasi, pengendalian serta pelaporan kegiatan Pemerintahan Kecamatan; l. Pelaksanaan urusan Pemerintahan lainnya yang dilimpahkan Kecamatan. Susunan Organisasi Perangkat Kecamatan , terdiri dari : a. Kepala Kecamatan; b. Sekretariat, membawahkan : 1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian. 2. Sub Bagian Keuangan 3. Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan. c. Seksi Pemerintahan; d. Seksi Kesejahteraan Sosial; e. Seksi Pelayanan Umum; f. Seksi Ekonomi dan Pembangunan ; g. Seksi Ketentraman dan Ketertiban; h. Kelompok Jabatan Fungsional. 3.3 Pencermatan Lingkungan 3.3.1 Pencermatan Lingkungan Internal Dalam pencermatan kondisi internal dan data yang ada, beberapa faktor yang dianggap merupakan kekuatan (strenghts) Kecamatan adalah :  Adanya Tugas dan Fungsi;  Adanya prosedur dan mekanisme pelayanan; Dari pencermatan kondisi & data yang ada, beberapa faktor yang dianggap merupakan kelemahan (weaknesses) Kecamatan adalah :  Belum memadainya kuantitas dan kualitas SDM Pelayanan Publik;  Belum optimalnya sarana dan prasarana pendukung;  Belum optimalnya anggaran;  Koordinasi belum berjalan dengan baik  Paradigma Pelayanan Publik yang belum terstandar 3.3.2 Pencermatan Lingkungan Eksternal
13

Rencana Strategis Kecamatan Setu

Dari pencermatan kondisi eksternal & data yang ada, beberapa faktor yang dianggap merupakan peluang (opportunities) bagi Kecamatan adalah:  Iklim globalisasi dan perkembangan IPTEK yang pesat;  Letak geografis Kecamatan yang strategis;  Apresiasi masyarakat terhadap Pelayanan Publik/Prima;  Adanya kesempatan mengikuti program pendidikan dan pelatihan perencanaan dan perumusan bahan kebijakan dari lembaga terkait. Dari pencermatan kondisi eksternal & data yang ada, beberapa faktor yang dianggap merupakan ancaman/tantangan (threats) bagi Kecamatan adalah :  Intervensi pihak luar dalam proses penyediaan pelayanan publik masih sangat tinggi;  Pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi;  Respon dari dinas/instansi/lembaga terkait lainnya masih lemah;  Pola pikir masyarakat yang beragam.

3.3.3 Faktor-Faktor Kunci Keberhasilan Faktor-faktor kunci keberhasilan yang terpilih adalah sebagai berikut : 1. Optimalkan komitmen bersama yang tinggi untuk mendorong aparatur perencana mengikuti DIKLAT Perencanaan dan Perumusan bahan kebijakan program kerja bidang Pemerintahan, Ketentraman dan ketertiban umum, Pembangunan, Pengembangan Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial; 2. Tingkatkan Kompetensi aparatur Kecamatan melalui pendidikan dan pelatihan; 3. Optimalkan tugas dan fungsi dalam menghadapi iklim globalisasi dan pemanfaatan IPTEK dalam proses pelayanan publik; 4. Optimalkan prosedur dan mekanisme pelayanan yang ada dalam menghadapi intervensi pihak luar.
14

Rencana Strategis Kecamatan Setu

5. Optimalkan penyediaan sarana dan prasarana pendukung 6. Tingkatkan pemberdayaan masyarakat Pengembangan ekonomi dan Kesejahteraan Sosial; 7. Optimalkan koordinasi dengan dinas/instansi/lembaga terkait 8. Optimalkan data perencanaan pembangunan daerah dalam menyusun kebijakan yang strategis dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

3.3.4 Analisis SWOT : PLI,PLE,KAFI, KAFE, ASAP dan FKK TABEL 3.4 IDENTIFIKASI LINGKUNGAN STRATEJIK

KEKUATAN KELEMAHAN  Adanya Tugas dan Fungsi;  Belum memadainya kuantitas dan kualitas SDM Pelayanan Publik;  Adanya prosedur dan mekanisme pelayanan;  Belum optimalnya sarana dan prasarana pendukung;  Belum optimalnya anggaran;  Koordinasi belum berjalan dengan baik  Paradigma Pelayanan Publik yang belum terstandar PELUANG  Iklim globalisasi dan perkembangan IPTEK yang pesat;  Letak geografis Kecamatan yang strategis;  Apresiasi masyarakat terhadap Pelayanan Publik/Prima;  Adanya kesempatan mengikuti program pendidikan dan pelatihan perencanaan dan perumusan bahan kebijakan dari lembaga terkait. TANTANGAN  Intervensi pihak luar dalam proses penyediaan pelayanan publik masih sangat tinggi;  Pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi;  Respon dari dinas/instansi/lembaga terkait lainnya masih lemah;  Pola pikir masyarakat yang beragam.

15

Rencana Strategis Kecamatan Setu

TABEL 3.5 KAFI DAN KAFE PLI Kekuatan  Adanya Tugas dan Fungsi  Adanya prosedur dan mekanisme pelayanan 14 14 2 3 28 42 2 1 Bobot Rating Score Rangking

KELEMAHAN  Belum memadainya kuantitas dan kualitas SDM Pelayanan Publik  Belum optimalnya sarana dan prasarana pendukung  Belum optimalnya anggaran  Koordinasi belum berjalan dengan baik  Paradigma Pelayanan Publik yang belum terstandar 15 15 15 12 15 100 PLE Peluang  Iklim globalisasi dan perkembangan IPTEK yang pesat  Letak geografis Kecamatan Setu yang strategis  Apresiasi masyarakat terhadap Pelayanan Publik/Prima  Adanya kesempatan mengikuti program pendidikan dan pelatihan perencanaan dan perumusan bahan kebijakan dari lembaga terkait. Tantangan/ Ancaman  Intervensi pihak luar dalam perencanaan masih sangat tinggi  Pertumbuhan penduduk yang tinggi 14 11 3 3 42 33 2 4 11 12 12 15 4 3 2 3 44 36 24 45 2 3 4 1 Bobot Rating Score Rangking 2 3 2 2 4 30 45 30 24 60 3 2 4 5 1

16

Rencana Strategis Kecamatan Setu

 Respon dari dinas/instansi/lembaga terkait lainnya masih lemah  Pola pikir masyarakat yang beragam.

13 12 100

3 4

36 48

3 1

Keterangan :  Bobot adalah dampak yang ditimbulkan pada keberhasilan organisasi masa kini dan masa depan.  Rating adalah respon organisasi terhadap faktor tersebut. Mulai dari 4 (paling menonjol). Sampai 1 (paling tidak menonjol).

TABEL 3.6 MATRIK KAFI VS KAFE Kekuatan : (S) Kelemahan : (W)

Peluang : (O)

 Adanya Tugas dan Fungsi  Belum memadainya kuantitas dan kualitas SDM Pelayanan  Adanya prosedur dan Publik; mekanisme perencanaan  Belum optimalnya sarana dan prasarana pendukung;  Belum optimalnya anggaran;  Koordinasi belum berjalan dengan baik  Paradigma Pelayanan Publik yang belum terstandar Strategi S – O Strategi W – O

 Iklim globalisasi dan  Optimalkan tugas dan fungsi  Tingkatkan kompetensi perkembangan IPTEK dalam menghadapi iklim aparatur Kecamatan melalui yang pesat globalisasi dan pemanfaatan pendidikan dan pelatihan IPTEK dalam proses Kebijakan Pelayan  Letak geografis penyediaan Pelayanan Prima/publik Kecamatan Setu yang prima/publik strategis  Optimalkan penyediaan sarana dan prasarana komitmen  Apresiasi masyarakat  Optimalkan bersama yang tinggi untuk pendukung terhadap Pelayanan mendorong aparatur  Optimalkan Prima/Publik pemanfaatan Kecamatan Setu mengikuti anggaran untuk meningkatkan  Adanya kesempatan DIKLAT Perencanaan pemberdayaan masyarakat mengikuti program dalam Pengembangan pendidikan dan pelatihan ekonomi dan Kessos. perencanaan dan
17

Rencana Strategis Kecamatan Setu

perumusan bahan kebijakan dari lembaga terkait. Tantangan : (T) Strategi S – T :  Intervensi pihak luar  Optimalkan prosedur dan dalam proses penyediaan mekanisme pelayanan yang pelayanan publik masih ada dalam menghadapi sangat tinggi; intervensi pihak luar dalam pelayanan publik  Pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi;  Optimalkan Pengembangan ekonomi dan Kessos untuk  Respon dari menghadapi adanya dinas/instansi/lembaga kesenjangan pelayanan antar terkait lainnya masih wilayah lemah;  Pola pikir masyarakat yang beragam.

Strategi W – T :  Optimalkan koordinasi dengan dinas/instansi/lembaga terkait  Optimalkan data penunjang dalam kajian perumusan kebijakan program kerja guna peningkatan pelyanan prima/publik

TABEL 3.7 ANALISIS STRATEGI DAN PILIHAN ASUMSI STRATEGI KETERKAITAN DENGAN Strategi Pilihan/ rangking

VISI 1 S-O 1. Optimalkan tugas dan fungsi dalam menghadapi iklim globalisasi dan pemanfaatan IPTEK dalam proses penyediaan pelayanan prima/publik 2. Optimalkan komitmen bersama yang tinggi untuk mendorong aparatur Kecamatan mengikuti DIKLAT terkait S–T 1. Optimalkan prosedur dan mekanisme pelayanan yang ada dalam menghadapi intervensi pihak luar dalam penyediaan pelayanan prima 3 3 2 3 1

MISI 2 3 1 2

NILAI 3 4 5

3

4

2

3

2

3

4

26/2

3

4

3

4

4

3

3

3

3

30/1

2

3

3

3

3

2

3

25/3

18

Rencana Strategis Kecamatan Setu

2. Optimalkan pelayanan kemasyarakatan untuk menghadapi adanya kesenjangan pertumbuhan antar wilayah W–O 1. Tingkatkan kompetensi aparatur kecamatan melalui pendidikan dan pelatihan aparatur kecamatan 2. Optimalkan penyediaan sarana dan prasarana penunjang 3. Tingkatkan pemberdayaan masyarakat dalam perencanaan pembangunan W–T 1. Optimalkan koordinasi dengan dinas/instansi/lembaga terkait 2. Optimalkan data penunjang perencanaan pembangunan daerah

3

3

3

3

2

2

2

4

2

24/4

3

3

4

4

3

3

3

3

4

30/1

4 3

3 4

3 4

4 4

4 3

3 2

3 2

3 2

3 4

30/1 28/2

3

3

3

3

3

2

2

2

3

24/2

2

3

3

4

2

3

3

2

3

25/1

TABEL 3.8 FORMULASI TUJUAN

19

Rencana Strategis Kecamatan Setu

1. Optimalkan komitmen bersama yang tinggi untuk mendorong aparatur Kecamatan mengikuti DIKLAT 2. Tingkatkan kompetensi aparatur Kecamatan melalui pendidikan dan pelatihan aparatur 3. Optimalkan tupoksi dalam menghadapi iklim globalisasi dan pemanfaatan IPTEK dalam proses penyediaan pelayanan prima/publik 4. Optimalkan prosedur dan mekanisme pelayanan yang ada dalam menghadapi intervensi pihak luar 5. Optimalkan penyediaan sarana dan prasarana pendukung 6. Tingkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan 7. Optimalkan koordinasi dengan dinas/ instansi/ lembaga terkait 8. Optimalkan pembangunan ekonomi dan kessos untuk menghadapi adanya kesenjangan pertumbuhan antar wilayah 9. Optimalkan data perencanaan pembangunan daerah dalam pelayanan masyarakat

1. Meningkatkan sistem administrasi perkantoran yang baik di kecamatan maupun kelurahan/desa. 2. Meningkatkan fasilitas penunjang pelayanan baik di kecamatan maupun kelurahan/desa. 3. Mewujudkan transparansi dalam prosedur pelayanan publik kepada masyarakat. 4. Menciptakan perencanaan strategis, melaksanakan pembinaan, koordinasi, pengawasaan dan pengendalian, melibatkan partisipasi masyarakat dalam skala pembangunan.

1. Menghasilkan pegawai dan aparatur yang mampu bekerja secara profesional sesuai dengan Tugas, Pokok, dan Fungsinya; 2. Memberikan efektifitas dan efisiensi pada sarana penunjang pelayanan; 3. Memberikan kejelasan prosedur kepada masyarakat terhadap pelayanan publik; 4. Menghasilkan perencanaan, melaksanakan pembinaan, koordinasi, pengawasaan dan pengendalian dalam sektor ekonomi dan pembangunandan; 5. Menghasilkan perencanaan, melaksanakan pembinaan, koordinasi, pengawasaan dan pengendalian dalam sektor sosial kemasyarakatan; 6. Menghasilkan perencanaan, melaksanakan
20

Rencana Strategis Kecamatan Setu

pembinaan, koordinasi, pengawasaan dan pengendalian dalam sektor kependudukan; 7. Menghasilkan perencanaan, melaksanakan pembinaan, koordinasi, pengawasaan dan pengendalian dalam sektor ketentraman dan ketertiban umum. 3.4. Penyusunan Peta Strategi Dengan Balance Score Card Balance Score Card digunakan setelah didapatnya Tujuan Organisasi dari hubungan antara FKK dan Misi. Peta strategi Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan serta sasaran stratejik, indikator kinerja, target sasaran, Initiative, Realisasi (sasaran) dalam prosentasi (SKORING), dari hasil derajat kinerja didapat Kesimpulan. Gambar 3.1 Hubungan Financal, Pembelajaran dan Pertumbuhan (Learning & Growth), Proses Bisnis Internal (Internal Bussines Process), Pelanggan (Customer)

Tabel 3.9 Derajat Kinerja :

21

Rencana Strategis Kecamatan Setu

Nomor 1 2 3

Skala >70 >55 s/d 70 < 55

Derajat Kinerja Berhasil Cukup Berhasil Tidak Berhasil

Tabel 3.10 Peta Strategi Menghasilkan pegawai dan aparatur yang mampu bekerja secara profesional sesuai dengan Tugas, Pokok, dan Fungsinya.
PETA STRATEJIK KECAMATAN SETU KOTA TANGSEL
TUJUAN : “Menghasilkan pegawai dan aparatur yang mampu bekerja secara profesional sesuai dengan Tugas Pokok, dan Fungsinya.”

PERSPECTIVE C

PETA STRATEJ IK
Melakukan perencanaan secara t erpadu sesuai dengan t ingkat kebut uhan administrasi perkantoran.

SASARAN STRATEGIS • Meningkatkan
yang baik sistem administrasi perkantoran

IBP

Pemahaman T erhadap Tugas Pokok, dan Fungsinya

Peningkatan Pemahaman T eknologi Informasi

Peningkata n Disiplin t erhadap Pegawai

• Pemahaman terhadap Tugas Pokok, dan Fungsinya • Peningkatan Disiplin terhadap Pegawai • Peningkatan Pemahaman Teknologi Informasi

• Penguatan Kelembagaan

L&G

Penguat an Kelembagaan

F

Anggaran APBD T angsel

•Anggaran APBD Tangsel

10

TABEL 3.11
22

Rencana Strategis Kecamatan Setu

BALANCED SCORECARD Menghasilkan pegawai dan aparatur yang mampu bekerja secara profesional sesuai dengan Tugas, Pokok, dan Fungsinya
PERS DAN BOBO T SASARAN STRATEJIK BOBO T % INDIKATOR KINERJA TARGET SASARAN 2011-2016 SCOR E %

INITIATIVE

REALISASI

C 30

 Meningkatkan sistem administrasi perkantoran yang baik

25

Penataan sistem administrasi di Kecamatan, Kelurahan/Desa

100 %

IBP 20 %

 Pemahaman Terhadap Tugas Pokok, dan Fungsinya  Peningkatan Pemahaman Teknologi Informasi  Peningkatan Disiplin terhadap Pegawai

15

 Implementasi Tugas dan Fungsi Aparatur Kecamatan  Pelayanan publik berbasis Teknologi Informasi  Punish and Reward (sangsi dan Penghargaan)

62 orang

20

62 orang

 Melakukan perencanaan secara terpadu sesuai dengan tingkat kebutuhan administrasi perkantoran  Menerapkan tugas dan fungsi sesuai dengan Peraturan  Penggunaan Teknologi yang up to date  Penerapan Punish and reward yang sesuai

100 % 25

62 orang

15

50 orang

16.6

15

20 orang

17 orang

12.75

L&G 15 %  Penguatan Kelembagaan 5 Perubahan Mindset 50 orang

Diklat teknis/ Bintek

20 orang

2

F 35 %  APBD Kota Tangerang Selatan 20

Ketersediaan Anggaran (DPA)

4.706.609.16 8,-

Penyusunan program, kegiatan dan anggaran serta Belanja Tidak Langsung

4.156.609.168, -

17.6

Jumlah

100

88.95

Dari analisis Balance Score Card didapat bobot/skor sebesar 88.95 % sehingga derajat kinerja didapat kesimpulan Berhasil.

23

Rencana Strategis Kecamatan Setu

Tabel 3.12 Peta Strategi Memberikan efektifitas dan efisiensi pada sarana penunjang pelayanan

PETA STRATEJI KECAMATAN SETU KOTA TANGSEL
TUJUAN : MEMBERIKAN EFEKTIFITAS DAN EFISIENSI PADA SARANA PENUNJANG PELAYANAN

PERSPECTIVE C

PETA STRATEJI
Aparatur Kecamatan yang profesional

SASARAN STRATEGIS
• Aparatur Kecamatan yang profesional dalam melayani masyarakat

IBP

Sosialisasi, Workshop

Bintek/Binlak

Post Graduate (S1)

• Sosialisasi , Kursus, Workshop • Bintek/Binlak •Post Graduate (S1)

L&G

SDM

Sarana dan Prasarana

• SDM •Sarana dan Prasarana • Kompetensi
Kompetensi

Anggaran APBD Tangsel

•Anggaran APBD Tangsel

F
10

TABEL 3.13
24

Rencana Strategis Kecamatan Setu

BALANCED SCORECARD Terwujudnya Aparatur Kecamatan Yang Kompeten, Profesional dan Berdedikasi Dalam Penyediaan Pelayanan Prima/Publik

PE RS DA N BO BO T C 30 %

SASARAN STRATEJIK

BO BO T %

INDIKATOR KINERJA

TARGE T SASAR AN 20112016

INITIATIVE

REALIS ASI

SCOR E %

 Aparatur Kecamatan yang profesional

30

SDM Kecamatan yang berkompeten

100 %

Peningkatan SDM Kecamatan yang berkompeten Dalam Penyediaan Pelayanan Prima/Publik

100 %

28

IBP 15 %

 Sosialisasi, Kursus Workshop,  Bintek

5

5

5  Post Graduate (S1)

L& G 15 %

 SDM  Sarana dan prasarana

5

5

 Tersosialisasik annya kegiatan Kecamatan Setu  Aparatur yang memiliki kompetensi dalam penyediaan Pelayanan prima  Peningkatan kompetensi melalui pendidikan formal  Jumlah aparatur Kecamatan yang meningkat kompetensinya  Jumlah aparatur

 Melaksanaka n Sosialisasi dan mengikuti Kursus/ 59 Workshop orang  Melaksanaka n Bintek perencanaan 35 orang pembanguna n  Aparatur yang melanjutkan pendidikan formal 35 orang  Pengiriman staf untuk mengikuti Pendidikan 14 orang dan Pelatihan  Pengiriman staf untuk mengikuti 2000 Pesrta

2000 orang

5

5 14 orang 5 5 orang

14 orang

5

15 orang

5

25

Rencana Strategis Kecamatan Setu

 Kompetensi

5

F 40 %

 APBD Kota Tangerang Selatan

40

Bappeda yang 35 orang mengikuti kursus/worksh op dan seminar  Jumlah aparatur SKPD yang mengikuti Bintek Ketersediaan Anggaran (DPA) 4.706.60 9.168,-

kursus/works hop dan seminar  Mengirimkan peserta Bintek yang kompeten

10 orang

5

Penyusunan program, kegiatan dan anggaran

93.000.0 00,-

38

Jumlah

100

96

Dari analisis Balance Score Card didapat bobot/skor sebesar 96 % sehingga derajat kinerja didapat kesimpulan Berhasil.

26

Rencana Strategis Kecamatan Setu

BAB IV TUJUAN DAN SASARAN

4.1

Tujuan Berdasarkan kesesuaian antara faktor kunci keberhasilan dengan misi, maka dirumuskan tujuan sebagai berikut : 8. Menghasilkan pegawai dan aparatur yang mampu bekerja secara profesional sesuai dengan Tugas, Pokok, dan Fungsinya; 9. Memberikan efektifitas dan efisiensi pada sarana penunjang pelayanan; 10. Memberikan kejelasan prosedur kepada masyarakat terhadap pelayanan publik; 11. Menghasilkan perencanaan, melaksanakan pembinaan, koordinasi, pengawasaan dan pengendalian dalam sektor ekonomi dan pembangunan; 12. Menghasilkan perencanaan, melaksanakan pembinaan, koordinasi, pengawasaan dan pengendalian dalam sektor sosial kemasyarakatan; 13. Menghasilkan perencanaan, melaksanakan pembinaan, koordinasi, pengawasaan dan pengendalian dalam sektor kependudukan; 14. Menghasilkan perencanaan, melaksanakan pembinaan, koordinasi, pengawasaan dan pengendalian dalam sektor ketentraman dan ketertiban umum.

4.2

Sasaran dan Indikator Kinerja Sasaran dan indikator kinerja sasaran yang ingin di capai adalah sebagai berikut : 1. Meningkatkan Sistem Administrasi Perkantoran yang Baik. Indikator kinerjanya :   Tersedianya Kebutuhan Alat Tulis Kantor; Terlaksananya Penyediaan Peralatan dan Perlengkapan Kantor;
27

Rencana Strategis Kecamatan Setu

      

Tersedianya Barang Cetakan dan Penggandaan; Tersedianya Jasa Kebersihan/Keamanan Kantor; Tersedianya Fasilitas Komunikasi dan Listrik; Terlaksananya Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan; Terlaksananya Kebersihan Kantor dan Ruangan; Tersedianya Makanan dan Minuman; Meningkatnya Pelayanan Administrasi Perkantoran.

2. Meningkatkan disiplin aparatur agar mampu bekerja secara profesional dan akuntabel. Indikator kinerjanya :     Tersedianya Pakaian Dinas Harian; Tersedianya Pakaian Batik; Tersedianya Pakaian Olahraga; Tersedianya Pakaian Korpri.

3.

Fasilitas pelayanan publik di Kecamatan Setu dan keluahan/desa Indikator Kinerjanya :         Terpeliharanya gedung dan kantor; Terlaksananya pengadaan mebeulair bagi aparatur; Tersedianya Bahan Bakar kendaraan operasional; Terpeliharanya kendaraan dinas/operasional; Terpeliharanya Peralatan dan Perlengkapan Kantor; Tersedianya kendaraan operasional SKPD; Terlaksananya pengadaan tempat sampah; Tersedianya perlengkapan kantor;
28

Rencana Strategis Kecamatan Setu

            

Terlaksanaya pengadaan filling kabinet; Terlaksanaya pengadaan AC; Terlaksananya pengadaan Televisi; Terlaksananya Pengadaan Komputer; Terlaksananya Pengadaan Komputer Notebook; Terlaksananya Pengadaan Printer; Terlaksananya Pengadaan scanner; Terlaksananya Pengadaan UPS; Terlaksananya Pengadaan Perlengkapan Komputer; Tersedianaya Jaringangan Komputer dan Internet; Tersedianya Peralatan Dapur; Tersedianya alat-alat studio; Tersedianaya Telepon kantor/PABX

4. Masyarakat Kecamatan Setu yang mendapatkan informasi secara akurat. Indikator Kinerjanya :  Tersusunnya Laporan Keuangan Semesteran;  Tersusunnya Laporan Keuangan Akhir Tahun;  Tersusunnya Dokumen Perencanaan SKPD (DPA);  Tersusunnya Bahan terkait RPJMD 5. Para pelaku usaha dan masyarakat pengguna infrastruktur serta sarana umum Indikator Kinerjanya :  Tersosialisasikannya Pola Hidup Masyarakat

6. Masyarakat umum beserta kelompok, gerakan, serta organisasi sosial yang ada di Kecamatan Setu.
29

Rencana Strategis Kecamatan Setu

Indikator Kinerjanya :  Tersosialisasikannya kesehatan anak dan balita

7. Akurasi data kependudukan dan pengawasan yang dijalankan berdasarkan peraturan yang ada. Indikator Kinerjanya :  Terdatanya Jalan dan Jembatan di Kecamatan Setu

8. Kenyamanan serta keamanan warga Kecamatan Setu yang terjaga dengan baik. Indikator Kinerjanya :  Terdatanya Jumlah perumahan di Kecamatan Setu

BAB V STRATEGI 5.1. Strategi Strategi adalah cara untuk mewujudkan tujuan. Agar tujuan dapat terwujud maka ditetapkan strategi sebagai berikut :

1. Melakukan perencanaan secara terpadu sesuai dengan tingkat kebutuhan administrasi perkantoran; 2. Mengadakan pembinaan aparatur tentang pelayanan publik; 3. Melakukan kuisioner kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik; 4. Pengelolaan dan perawatan fasilitas pelayanan; 5. Melakukan analisa maupun perencanaan secara terpadu sesuai dengan tingkat kebutuhan sarana dan prasarana; 6. Melakukan pengkajian serta analisa yang cermat dalam standar pelayanan publik yang baik; 7. Membentuk layanan informasi publik; 8. Memberikan ruang gerak bagi pelaku usaha dalam hal kebebasan dan modal; 9. Memaksimalkan pembangunan pendukung infrastruktur dasar dengan alokasi yang tepat;
30

Rencana Strategis Kecamatan Setu

10. Mengajak dan melibatkan peran serta masyarakat dalam proses pembangunan dan kehidupan bermasyarakat yg harmonis; 11. Penerapan sistem akurasi data kependudukan dan E-KTP secara berkala dan menyeluruh; 12. Melibatkan satuan pengamanan lintas masyarakat Kecamatan Setu; 13. Mengajak masyarakat dalam upaya mengamankan lingkungan setempat.

5.1 Kebijakan Kebijakan yang diambil Kecamatan Setu dalam mencapai tujuan dan sasaran adalah sebagai berikut: 1. Memanfaatkan tata ruang seoptimal mungkin melalui pengaturan, penataan dan pengawasan serta perencanaan pengembangan wilayah sesuai struktur tata ruang dan alokasi pemanfaatan ruang yang serasi 2. Mewujudkan pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana dasar wilayah 3. Meningkatkan pendapatan masyarakat 4. Meningkatkan kualitas dan kuantitas prasarana pasar Desa 5. Mengembangkan SDM KUKM dan kualitas KUKM melalui pelatihan dan meningkatkan modal usaha dari Pemerintah, BUMN, dan Swasta sebagai basis penyelenggaraan ekonomi masyarakat 6. Meningkatkan kinerja dan profesionalisme aparatur Kecamatan melalui penataan organisasi mekanisme kerja, kualitas pelayanan keterampilan dengan menerapkan sysytem kepegawaian secara konsisten dan mengoptimalkan pengawasan dan pengendalian aparatur Kecamatan 7. Memelihara ketentraman, ketertiban dan kenyamanan masyarakat melalui peningkatan kemampuan pelayanan aparat trantib, mengoptimalkan peran serta masyarakat, penegakan Perda, penertiban perijinan dan penyuluhan Kamtibmas serta membina kerjasama dengan aparat penegak hukum

5.2 Program Program yang diambil sesuai dengan kebijakan yang telah ditentukan adalah sebagai berikut :
31

Rencana Strategis Kecamatan Setu

1. Program Non Urusan Setiap SKPD : 1. Pelayanan Administrasi Perkantoran 2. Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 3. Peningkatan Disiplin Aparatur 4. Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan. 2. Program Urusan SKPD 1. Program Promosi Kesehatan dan pemberdayaan masyarakat 2. Program peningkatan pelayanan kesehatan anak balita 3. Program pengembangan jalan dan jembatan 4. Program pengembangan perumahan 5. Program Pengembangan data/informasi 6. Program perencanaan pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh 7. Program perencanaan pembangunan daerah 8. Program pengembangan kinerja pengelolaan persampahan 9. Program penataan administrasi kependudukan 10. Program keserasian kebijakan peneingkatan kualitas anak dan perempuan 11. Program keluarga berencana 12. Program pengembangan sistem pendukung usaha bagi usaha mikro kecil menenggah 13. Program peningkatan kualitas kelembagaan koperasi 14. Program peningkatan peran serta kepemudaan 15. Program pembinaan dan pemasyarakatan olahraga 16. Program peningkatan pemberantasan penyakit masyarakat (pekat) 17. Program peningkatan keberdayaan masyarakat pedesaan 18. Program peningkatan kapasitas aparatur pemerintah desa 19. Program peningkatan efisiensi perdagangan dalam negri 20. Program pengembangan industri kecil dan menengah.

5.3 Kegiatan Kegiatan yang telah ditentukan adalah sebagai berikut : 9. Peningkatan pelayanan administrasi perkantoran. 10. Peningkatan sarana dan prasarana aparatur. 11. Peningkatan pengembangan sistem pelaporan capaian kinerja dan keuangan.
32

Rencana Strategis Kecamatan Setu

12. Peningkatan disiplin aparatur. 13. Penyuluhan masyarakat pola hidup sehat 14. Penyuluhan kesehatan anak dan balita 15. Monitoring, evaluasi dan pelaporan jalan dan perumahan 16. Monitoring, evaluasi, dan pelaporan pengembangan perumahan 17. Penyusunan dan pengumpulan data informasi kebutuhan penyusunan dokumen perencanaan 18. Sosialisasi kebijakan pemerintah dalam pengembangan wilayah strategis dan cepat tumbuh 19. Fasilitasi musrenbang kecamatan 20. Sosialisasi kebijakan pengelolaan persampahan 21. Sosialisasi kebijakan kependudukan 22. Pelaksanaan sosialisasi yang terkait dengan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak 23. Pembinaan keluarga berencana 24. Penyelenggaraan promosi produk usaha mikro kecil menengah 25. Sosialisasi prinsip-prinsip pemahaman perkoperasian 26. Penyuluhan pencegahan penggunaan narkoba dikalangan generasi muda 27. Pembinaan Olahraga Yang Berkembang Dimasyarakat 28. Penyuluhan Pencegahan Peredaran Atau Penggunaan Minuman Keras Dan Narkoba 29. Penyuluhan Pencegahan Berkembangnya Praktek Prostitusi 30. Pemberdayaan Lembaga Dan Organisasi Masyarakat Pedesaan 31. Pelatihan Aparatur Pemerintah Desa Dalam Bidang Manajemen Pemerintahan Desa 32. Pendataan Perusahaan Perdagangan 33. Pendataan Industri Kecil Dan Menengah
33

Rencana Strategis Kecamatan Setu

34. Dst.

34

Rencana Strategis Kecamatan Setu

BAB VI PENUTUP

Demikian Rencana Strategis (Renstra) Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan, diharapkan akan dapat menjadi acuan dan pedoman operasional bagi seluruh jajaran organisasi Kecamatan Setu dalam menjalankan misinya. Evaluasi dan pengukuran kinerja, baru ditentukan format-formatnya dan atau variabelnya dan kriteria pengisiannya, akan diisi pada akhir tahun anggaran. Kiranya Rencana Strategis ini akan memotivasi keberhasilan pencapaian Visi dan Misi Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan.

35

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->