Perang Cumbok adalah perang yang terjadi pada tahun 1946 hingga 1947 dan berpusat di Pidie, timbul

karena adanya kesalahan peran dan tafsir dari kaum ulama dan Uleebalang (kaum bangsawan) terhadap proklamasi Indonesia, 17 Agustus 1945. Bagi kaum ulama, proklamasi ini berarti telah berakhirnya kezaliman yang sudah lama dialami bangsa Indonesia, khususnya Aceh dari penjajahan Belanda dan Jepang. Sementara, sebagian pihak lain dari kaum bangsawan melihat larinya Jepang harus diganti dengan Belanda sebagai upaya untuk memulihkan kekuasaan tradisional mereka yang sebagian besar telah dimimalkan Jepang dan besar ketika Belanda berkuasa. Ulama Aceh dipimpin Teungku Daud Beureueh dengan Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA), melihat proklamasi sebagai yang harus dimaknai secara nyata di Aceh. PUSA didirikan atas musyawarah ulama untuk mempersatukan pola pikir para ulama, dalam perkembangannya PUSA menjadi motor yang menggerakkan berbagai konflik dalam sejarah Aceh, termasuk dalam peristiwa Perang Cumbok. Sebagian warga Aceh pro Ulee Balang memplesetkan PUSA sebagai pembunuh Uleebalang Seluruh Aceh. Tidak semua Uleebalang ingin Belanda kembali dan berkuasa. Proklamasi hanya menjadi momentum puncak untuk terjadinya konflik antara ulama dan Uleebalang di sekitar Pidie. Akhirnya, Uleebalang dipimpin Teuku Keumangan dengan Panglimanya T.Daud Cumbok dan perlawanan rakyat dipimpin Daud Beureueh dengan panglimanya Husin ALMujahid. Dalam perlawanan, pasukan Cumbok bahkan telah menguasai kota Sigli, Pidie. Namun penguasaan itu tidak berlangsung lama karena adanya mobilitas perlawanan rakyat yang dilakukan ulama mengakibatkan pasukan Cumbok terpaksa kembali ke markas di Lamlo atau kota Bakti. Sesampai di Lamlo, pasukan Cumbok digempur pasukan rakyat dan pemberontakan ini akhirnya dapat ditumpas pada Januari 1946. Teuku Daud Cumbok ditangkap dan dihukum mati, sementara harta peninggalan para Uleebalang dikuasai kaum Ulama. Sumber :http://acehpedia.org

Cumbok, Sepotong Sejarah Gelap
Suara itu bergetar. "Saya tidak mau membicarakannya," kata Profesor Teuku Ibrahim Alfian, ahli sejarah dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ayah dan ibu Ibrahim memang selamat dari Perang Cumbok, Aceh, 1946. Tapi nenek, kakek, pamaaan, juga banyak sepupunya jadi korban massa yang marah pada keluarga uleebalang, bangsawan. "Saya tak tahu di mana kubur mereka sampai kini," kata Ibrahim. Dan bukan hanya Ibrahim Alfian yang berduka. "Kita semua menangis mengenang kejadian berdarah itu," kata Farhan Hamid, anggota DPR dari Fraksi Reformasi. Farhan adalah anak ketiga dari Teungku Abdul Hamid-akrab dipanggil Ayah Hamid-ulama, juga sahabat Teungku Daud Beureueh. Seperti disebut James T. Siegel, antropolog dari University of California, dalam bukunya The Rope of God(1962), Perang Cumbok tak bisa lepas dari konteks tatanan sosial pada saat itu. Tatanan yang sengaja dibangun demi kepentingan Belanda.

kalau tidak boleh dibilang nekat dan sembrono. "Daud Beureueh kami ungsikan ke rumah penduduk di Desa Garot. Sebaliknya Teuku Keumangan Oemar. memakmurkan rakyatnya. Para korban termasuk orang tua dan anakanak uleebalang yang tak berdosa. meriam saling berbalas. Salah satu keturunan uleebalang yang selamat berhasil dihubungi TEMPO. pemerintah pusat memaklumkan Teuku Daud Cumbok pengkhianat Republik dan harus dihukum. Ada Teuku Nyak Arief. Di sana." kata Reid. dia tidak mau disebut identitasnya. Wajarkah hal ini? Tak demikian bagi Profesor Anthony Reid. Dalam The Atjehnese (1906). ribuan rakyat. Senapan. mereka kabur ke hutan. uleebalang seperti Oemar berpihak pada Belanda. punya judi dan mabuk sebagai menu utama-simbol pelecehan ulama. Ia memerintahkan penurunan bendera MerahPutih. tapi segenap ulama Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA)-dipimpin Teungku Daud Beureueh-lalu menyambutnya gegap-gempita. revolusi sosial meletup. pengadilan. yang jelas-jelas menyatakan setia pada Republik-tidak luput dari pembantaian. Snouck menganjurkan Belanda memanfaatkanuleebalang. "Saya ini sudah uzur.Awalnya. Pertempuran resmi berakhir 17 Januari 1946. Sang kabar tak cepat sampai. Sang uleebalang menampik. Lalu. dan Teungku Cik Di Tiro (1867-1942). Terlalu pahit." kenang M. polarisasi lama mulai menampakkan wujud yang pukul rata: para uleebalangdi satu pihak. Ada banyak cerita tentang dia. 17 Agustus 1945. Tapi Teuku Ahmad Jeunib. lebih baik tak usah ngomongin hal itu. penulis buku The Blood of the People _ Revolution and the End of Traditional Rule in Northern Sumatra. Kekuasaan sebesar itu mendorong bangsawan seperti Teuku Haji Cik Mohamad Johan Alam Syah. Tapi ada Teuku Daud Cumbok yang lebih merindukan kembali datangnya Belanda. "Mereka punya hakim. Sejak itulah muncul gelombang perang panjang lagi mahal yang melahirkan pahlawan nasional sekelas Cut Nyak Dien. puluhan orang bersiap-siap menghabisi belasan bocah. Daud Cumbok malah gembar-gembor Indonesia belum siap merdeka. Metareum. Ia mengadopsi teknologi irigasi dan pendidikan. langsung menyatakan sumpah setianya. rakyat bersama ulama di pihak lain. Sultan Aceh diminta tunduk pada kedaulatan Hindia Belanda. Setiap uleebalang punya wewenang penuh mengendalikan nanggroe (negeri). guna mempelajari karakter masyarakat Aceh. Tapi." kata Nur Ibrahimy. "Dia sangat berani. dan Teuku Ahmad Jeunib yang mendukung Republik. anak-anak para uleebalang. 1867." Massa terdiam. dan akomodatif terhadap ulama. Nama Lam Meulo diganti menjadi "Kota Bakti" guna menghormati ratusan orang yang gugur di sana. yang kini Direktur Asia Research Institute (ARI). Ada 103nanggroe di Aceh. Tiga hari pertempuran sengit berlangsung. Ayah Hamid terperanjat. polisi." katanya. Singapura. berteriak: "Tunjukkan padaku hukum Allah yang membenarkan tindakan ini. yang berpusat di Batavia. Farkhan Hamid ingat satu peristiwa yang dituturkan oleh ayahnya. markas Daud Cumbok. Hari ke-empat. juga penjara sendiri. . kubu uleebalang tak sejelas itu. Akhirnya. dan tentara Angkatan Perang Indonesia (API)-sebagian komandannya kaum ningrat-menyerang markas Cumbok di Lam Meulo. menolak berkomentar. menantu Daud Beureueh. Demi memenangi perang. Kala terbit sengketa di masyarakat. Teuku Umar. Nur El Ibrahimy. Desember 1945. Pada 10 Januari 1946. Pasar malam di Lam Meulo. penggerebekan rumah para pemimpin PUSA. Anak-anak itu lantas dilindungi di pesantren milik keluarganya. Serombongan orang meminta ayahnya datang ke sebuah lapangan. ulama. Teuku Hamid Azwar. Jepang masuk pada 1942. proklamasi kemerdekaan menajamkan polarisasi itu. Belanda menugasi Snouck Hurgronje. Ia jadi gila kuasa: menguasai lebih dari separuh areal persawahan di nanggroe. Rumah indah milik Teuku Oemar Keumangan beserta seluruh isinya-senilai Rp 12 juta saat itu-dibakar habis. dari Peusangan. ahli ilmu Islam. Namun. kemarahan massa tak lekas reda. Di tengah-tengah suasana gandrung kemerdekaan.

waktu yang tersedia cukup banyak. Semula kami berharap bahwa pemerintah juga akan melakukan discourse yang sama sehingga dapat dicari strategi dan kebijakan yang optimal pasca-IMF.http://majalah. Selain itu. 13. seperti terlihat pada targettax ratio (persen GDP) hanya 13. Isinya sangat sumir. Sebetulnya. Jika langkah itu dilakukan. sekadar "numpang lewat" hanya naik 4-7 persen pada tahun 2003 sampai tahun 2006. sehingga ada satu tahun penerapan strategi sebelum kontrak IMF berakhir. Bandingkan dengan Cina. suatu kebiasaan yang sebaiknya dihindari. exit strategy tersebut lebih merupakan respons administratif dan prosedural ketimbang respons substantif. .1 persen untuk tahun 2003. untuk merumuskan exit strategy dari IMF. mudah diduga bahwa ekonomi Indonesia akan semakin vulnerable (rentan) pasca-IMF. Secara umum. Sayang.5 persen pada tahun 2006. pemerintah merumuskan apa yang disebut sebagai exit strategy. yang berhasil meningkatkan cadangan devisanya sebesar US$ 146 miliar dan India US$ 46 miliar pada tahun 1997 hingga Juni 2002. target mobilisasi pendapatan di dalam negeri juga sangat rendah. Yang ada hanya daftar modifikasi dari sejumlah peraturan dan undang-undang yang diklaim sebagai stimulus regulatif. akibat visi dan strategi yang jelas serta kerja keras. sulit mengharapkan ada peningkatan lapangan kerja yang berarti. dan 5. Melihat target-target makro yang ingin dicapai dan daftar rencana tindak terlihat bahwa apa yang disebut exit strategy tersebut sangat mengecewakan. 5 persen tahun 2005. Pemerintah baru membentuk tim exit strategy pada bulan April 2003 karena masih sibuk mencari berbagai alasan untuk bisa memperpanjang kontrak IMF.html 18 AGUSTUS 2003 Indonesia Pasca-imf: Akan Lebih Baik? Dr. setelah adanya tekanan opini publik yang semakin luas. Tidak aneh jika surplus transaksi berjalan diperkirakan akan berkurang dari US$ 5. 14. Dengan target-target makro Indonesia yang sangat minimal tersebut. dengan target pertumbuhan ekonomi 5 persen tahun 2004. kita sudah memasuki tahap implementasi dari strategi yang dirumuskan tersebut pada awal tahun 2003. Dengan target pertumbuhan yang minimal tersebut. kemudian diganti dengan istilah debt switching.20030818. Rendahnya target tax ratio tersebut juga berarti bahwa pembiayaan tambahan akan dicari.5 persen (2004).id. terutama ekstensifikasi.KL89639. waktu yang ada malah disia-siakan. Baru kemudian.1 persen (2005). Rendahnya target tax ratio tersebut merupakan dampak dari tidak adanya rencana terobosan dalam kebijakan perpajakan. sampai akhir Desember 2002. cadangan devisa bruto diramalkan akan merosot dari US$ 35 miliar tahun 2003 menjadi US$ 33. Juga tidak ada stimulus fiskal yang signifikan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. dan berbagai istilah lainnya yang bertujuan "menyamarkan" pewarisan utang tanpa adanya upaya sistematis untuk mengurangi stok utang.com/id/arsip/2003/08/18/KL/mbm. Rizal Ramli Ekonom. Sasaran makro-ekonomi yang dirancang juga sangat minimal. tidak ada kejelasan strategi maupun rumusan kebijakan yang jelas dan terukur.5 persen untuk tahun 2006.tempointeraktif.6 miliar pada tahun 2006. Dengan target ekspor sangat minimal tersebut.5 miliar tahun 2004 dan merosot menjadi US$ 30. Pada periode yang sama peningkatan cadangan devisa neto Indonesia hanya US$ 6 miliar.1 miliar pada tahun 2003 menjadi US$ 3. terutama dari penerbitan surat utang dalam maupun luar negeri. dan 14. mantan Menteri Koordinator Perekonomian RI Sudah sejak tahun lalu kami dengan sejumlah teman-teman Indonesia Bangkit mengambil inisiatif menyusun strategi alternatif pasca-kontrak IMF (November 2002) sebagai sumbangan pikiran setelah adanya ketetapan MPR Agustus 2002 tentang pengakhiran kontrak dengan IMF. Target pertumbuhan ekspor juga sangat minimalis. hampir empat bulan.9 miliar pada tahun 2006. Adapun beban utang dalam negeri Rp 650 triliun akan diwariskan kepada generasi yang akan datang dengan terus mengganti-ganti istilah rescheduling (penjadwalan kembali) utang dengan istilah debt re-profiling.

Aliran spekulatif tersebut masuk karena pengurangan risiko sosial politik. karena sangat ditentukan oleh adanya terobosan strategi dan kebijakan. peningkatan cadangan devisa. Jika ada niat sungguh-sungguh dan semangat kerja keras. Bagaikan lulusan murid SMA. sehingga ada sumber daya tambahan yang dapat dipergunakan sebagai stimulus untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Respons investor akan sangat berbeda jika stabilitas yang tercipta merupakan akibat dari faktor-faktor internal (internally-driven stability). stabilitas yang dicapai akan lebih kukuh dan prospek ekonomi Indonesia akan lebih menarik bagi investor berjangka panjang. penurunan inflasi dan tingkat bunga. ramalan akan adanya financing gap. Dengan target minimalis. adanya perbaikan iklim usaha. target-target tidak bisa sekadar "numpang lewat" atau minimalis. sehingga memungkinkan untuk menurunkan tingkat inflasi dan tingkat bunga di dalam negeri. Harus diakui bahwa saat ini Indonesia telah mencapai suatu stabilitas finansial dalam bentuk penguatan nilai tukar rupiah. Sedangkan aliran modal ke Cina dan Thailand terutama berbentuk penanaman modal berjangka panjang yang tertarik oleh potensi ekonomi Cina dan Thailand yang sangat prospektif. Kondisi itu sebetulnya memungkinkan investasi masuk. jangan bermimpi bahwa pengangguran akan dapat dikurangi dan kesejahteraan mayoritas bangsa kita akan dapat ditingkatkan. Pergeseran paradigma tersebut akan menjadi kado yang sangat indah untuk ulang tahun Republik Indonesia yang ke-58. Upaya untuk menciptakan stabilitas yang digerakkan oleh faktor-faktor internal akan jauh lebih sulit. jika terjadi peningkatan penggunaan kapasitas terpasang industri mendekati 90 persen (saat ini hanya mencapai sekitar 60 persen). yang kemungkinan akan balik arah setelah kasus pengeboman Marriott. Sayang . reserve gap. Jika tidak. Untuk bisa keluar dari kerangka berpikir minimalis tersebut. produk Indonesia lebih kompetitif. jika target nilainya hanya angka 5 dan 6. dan law enforcement. Padahal. Namun stabilitas finansial tersebut dicapai terutama sebagai akibat dari faktor-faktor eksternal (externally-driven stability). Kontribusi kesepakatan politik tersebut terhadap penurunan risiko sosial politik di Indonesia cukup tinggi. ketahanan dan kemandirian ekonomi Indonesia akan lebih kukuh. Hanya dengan pergeseran paradigma tersebut. Semula kami sangat berharap bahwa exit strategy yang dirumuskan pemerintah merupakan suatu pergeseran paradigma dari stabilitas yang digerakkan oleh faktor-faktor eksternal menjadi faktor-faktor internal. dan semangat kerja keras. bukan sekadar menikmati kekuasaan dan ritual seremonial. Aliran modal yang masuk ke Indonesia selama satu tahun terakhir terutama adalah modal akuisisi untuk pembelian aset BPPN oleh pemilik lama dan aliran portofolio yang bersifat spekulatif. Kepemimpinan dengan visi yang jelas dan kapasitas implementasi yang lebih kuat. tingkat bunga global mencapai titik terendah sejak tahun 1950-an dan inflasi global juga sangat rendah. tetapi belum melihat Indonesia dari prospek potensi pemulihan ekonomi.sehingga dapat diperkirakan bahwa akan ada alasan lagi untuk kelompok pro-IMF kembali meminta bantuan lembaga keuangan internasional itu di kemudian hari. jangan bermimpi diterima di universitas terbaik. Di samping itu. dan sebagainya akan menjadi kenyataan (self-fulfilling prophecy). serta kepemimpinan politik dan ekonomi yang lebih kuat. Tapi ada perbedaan yang sangat signifikan antara aliran modal ke Indonesia dibandingkan dengan ke Cina dan Thailand. Jika hal tersebut yang terjadi. justru akan ada tambahan penerimaan. Adanya perbedaan karakter dari aliran modal tersebut terjadi karena investor hanya melihat Indonesia dari perubahan kurva risiko. Inti persoalannya adalah apakah pemerintah sungguh-sungguh memiliki niat untuk memperkukuh dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Misalnya. Melemahnya dolar AS terhadap semua mata uang lainnya di dunia sejak satu setengah tahun lalu sangat membantu memperkuat nilai tukar rupiah. dengan target-target makro dan sektoral yang lebih optimal seperti simulasi tim Indonesia Bangkit. Faktor domestik yang paling penting untuk mencapai stabilitas finansial tersebut adalah adanya kesepakatan partai politik untuk membiarkan Megawati sampai tahun 2004. harus ada target-target makro dan sektoral yang lebih optimal dan rangkaian kebijakan untuk mencapainya.

mereka akan memilih berdasarkan pertimbangan yang rasional: menelaah agenda yang ditawarkan sang calon. Kini orang ingin menerapkan demokrasi yang langsung sebagaimana mereka jadi konsumen yang memesan baju. Pada saat yang sama. sebuah film yang dinikmati hampir semua orang. ketika rakyat lebih "sadar politik". Pemilihan Umum 2004 tampaknya belum akan menampilkan seorang bintang film tenar. . dan pemilihan umum jadi toko kelontong besar. praktis!-itu mungkin teriak penjaja dalam politik di sebuah zaman ketika media akhirnya menyederhanakan segala hal. atau merek. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF. Tapi di sini pun. menelaah. langsung melalui Internet. perhiasan. sebagaimana mereka tak punya banyak harapan kepada kerja para wakil di DPR dan DPRD.. Praktis: tidak perlu menelisik dan mencari-cari lagi. Apa gerangan yang jadi pedoman bagi para pemilih kelak? Pernah kita berangan-angan bahwa akan ada saatnya. Indonesia pernah dipimpin Bung Karno. yang mudah dikenal. mereka bersua dengan begitu banyak pilihan. Kini kita punya seorang Hamzah Haz. orang pun bertepuk: nah. tajam. Mereka kehilangan kepercayaan kepada partai-partai. Kini kita tak tahu apa gerangan yang pernah ditulis (atau dipikirkan) Megawati. ini dia! Di Indonesia. para pemilih lebih cenderung kepada selebriti ketimbang partai-partai. sekadar "numpang lewat" tanpa ada pergeseran paradigma yang berarti. Pemilihan tahun depan buat pertama kali juga akan jadi sebuah persaingan sekian puluh calon presiden. yang prestasinya hanya sayup-sayup sampai ke telinga banyak orang. Tanpa perantara. orang akan menghadapi jorjoran sekian puluh partai politik yang hampir semua tanda gambarnya tak bisa kita ingat. di 021-7255624 ext 486 18 AGUSTUS 2003 Schwarzenegger JIKA ide tentang rakyat adalah ide tentang pasar. Di California. sebagaimana ia muncul dalam Terminator. Tak perlu orang ramai tahu adakah mutunya telah teruji untuk memimpin sebuah masyarakat yang. seorang ekonom yang banyak membaca. Indonesia pernah punya Bung Hatta. penuh dengan konflik. laris. "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Dulu.. Pilihlah dia.. Pernah kita percaya bahwa karena pendidikan sudah semakin membaik (sebuah premis yang entah datang dari mana). Ketika Schwarzenegger muncul. Yang perlu adalah apa yang dalam pemasaran dan periklanan disebut brand-name. tanpa panduan seorang connoisseur. seorang lulusan perguruan tinggi dengan erudisi yang mengesankan. Tak perlu sebuah lembaga yang mengelola seleksi kepemimpinannya. Juga pilihan calon kepala negara bagian mereka. sebagaimana lazimnya. Indonesia yang tak lama lagi akan memilih presidennya barangkali akan mengalami proses yang kini terjadi di negara bagian Amerika Serikat yang mengandung Hollywood di salah satu sudutnya itu. dan membandingkannya dengan partai dan tokoh lain. dan menggugah. meneliti prestasi dan tabiatnya. film. Laris. Tak perlu program. Tapi apa yang kemudian terjadi? Dulu. dan tak henti-hentinya berjuang bersungguh-sungguh hingga ia baru menikah setelah Indonesia merdeka. mengutarakan pikiran. Indonesia akan melahirkan pemimpin yang mencerminkan tingkat kecerdasan baru itu. atau logo. karena target yang sangat minimalis. dengan tulisan-tulisan yang terpelajar. lagu. demokrasi akan memilih seorang Arnold Schwarzenegger. para pemilih sedang kecewa. Saya tak hanya menulis tentang California.sekali bahwa harapan tersebut hanya fatamorgana.

Estee Lauder. Selalu ada mediasi: agen-agen periklanan yang canggih dan humas yang bisa membuat merah atau biru apa saja yang hitam. Benetton. melainkan konsumen yang dipilihkan. yang dengan pengetahuan umum yang terbatas mengutarakan yang hanya sedikit diketahuinya dalam bahasa Inggris yang juga terbatas. Bush. iklan televisi dan radio dan surat kabar. melalui berita yang datang setiap jam dan hampir dari segenap penjuru. dan ketika tak ada mediasi lagi antara yang menawar dan yang menawarkan-karena mediasi itu pun ditentukan oleh kriteria laku atau tak laku. praktis". dia.. Nike. bukan konsumen yang memilih. seakan-akan di sana ada kekuasaan para cendekia yang memaksa. Di toko kelontong. penemu-sekarang mendapatkan seorang George W. itulah yang terjadi-melalui Internet. Para cendekia kini telah jadi makhluk yang dicurigai. baiklah saya sebutkan bahwa Amerika Serikat juga punya pengalaman mirip: negeri yang pernah punya presiden seorang Thomas Jefferson ini-seorang filosof. di 021-7255624 ext 486 . juga dipilih. Dengan kampanye yang dibiayai uang berjuta-juta. Semuanya menghambur serentak. Semuanya tak akan tertelan oleh siapa pun. Tapi apa lacur. menguasai semuanya. Agaknya sesuatu telah berlangsung dalam politik dewasa ini-sesuatu yang barangkali bisa disebut sebagai pengkelontong-an informasi. Tapi dewasa ini. tingkat mutu.. Schwarzenegger. bermacam ragam hal ditawarkan. laris. BMW. Tak ada yang telah diseleksi lebih dulu. Tapi orang lupa bahwa pasar yang total hanyalah sebuah ilusi.. mereka pun akhirnya berpedoman kepada "laris. Pasar seakan-akan jadi total. Dewasa ini.Agar tak tampak bahwa Indonesia hanya satu-satunya kisah kemerosotan. ada yang terancam ketika pasar jadi total: ketika perhitungan laku dan tak laku. dia adalah sebuah Coca-Cola atau McDonald's. Wibawa dianggap sebagai sebuah dosa. Seperti Schwarzenegger. arsitek. Pernah ada masanya kita tahu bahwa buku yang laris belum tentu buku yang bermutu. di tengah hiruk-pikuk apa dan siapa para tokoh yang berseliweran. Bush. laris dan tak laris. Goenawan Mohamad "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. menurut jenis. ilmuwan. Bahkan ide tentang "bermutu" itu sendiri sudah dirobohkan. Pernah kita mendasarkan informasi kita tentang "bermutu" atau "tidak" kepada satu atau dua orang penilai yang berwibawa. dan segmen pembeli. Dan ketika para konsumen merasa mampu langsung menentukan pilihannya. bukan penilaian para penilai itu saja yang digugat. seperti Megawati. Apa pun yang dikatakan kaum "neo-liberal". Megawati. Tampaknya. dia punya brandname ("Bush") yang sudah dikenal orang banyak. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.