Perang Cumbok adalah perang yang terjadi pada tahun 1946 hingga 1947 dan berpusat di Pidie, timbul

karena adanya kesalahan peran dan tafsir dari kaum ulama dan Uleebalang (kaum bangsawan) terhadap proklamasi Indonesia, 17 Agustus 1945. Bagi kaum ulama, proklamasi ini berarti telah berakhirnya kezaliman yang sudah lama dialami bangsa Indonesia, khususnya Aceh dari penjajahan Belanda dan Jepang. Sementara, sebagian pihak lain dari kaum bangsawan melihat larinya Jepang harus diganti dengan Belanda sebagai upaya untuk memulihkan kekuasaan tradisional mereka yang sebagian besar telah dimimalkan Jepang dan besar ketika Belanda berkuasa. Ulama Aceh dipimpin Teungku Daud Beureueh dengan Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA), melihat proklamasi sebagai yang harus dimaknai secara nyata di Aceh. PUSA didirikan atas musyawarah ulama untuk mempersatukan pola pikir para ulama, dalam perkembangannya PUSA menjadi motor yang menggerakkan berbagai konflik dalam sejarah Aceh, termasuk dalam peristiwa Perang Cumbok. Sebagian warga Aceh pro Ulee Balang memplesetkan PUSA sebagai pembunuh Uleebalang Seluruh Aceh. Tidak semua Uleebalang ingin Belanda kembali dan berkuasa. Proklamasi hanya menjadi momentum puncak untuk terjadinya konflik antara ulama dan Uleebalang di sekitar Pidie. Akhirnya, Uleebalang dipimpin Teuku Keumangan dengan Panglimanya T.Daud Cumbok dan perlawanan rakyat dipimpin Daud Beureueh dengan panglimanya Husin ALMujahid. Dalam perlawanan, pasukan Cumbok bahkan telah menguasai kota Sigli, Pidie. Namun penguasaan itu tidak berlangsung lama karena adanya mobilitas perlawanan rakyat yang dilakukan ulama mengakibatkan pasukan Cumbok terpaksa kembali ke markas di Lamlo atau kota Bakti. Sesampai di Lamlo, pasukan Cumbok digempur pasukan rakyat dan pemberontakan ini akhirnya dapat ditumpas pada Januari 1946. Teuku Daud Cumbok ditangkap dan dihukum mati, sementara harta peninggalan para Uleebalang dikuasai kaum Ulama. Sumber :http://acehpedia.org

Cumbok, Sepotong Sejarah Gelap
Suara itu bergetar. "Saya tidak mau membicarakannya," kata Profesor Teuku Ibrahim Alfian, ahli sejarah dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ayah dan ibu Ibrahim memang selamat dari Perang Cumbok, Aceh, 1946. Tapi nenek, kakek, pamaaan, juga banyak sepupunya jadi korban massa yang marah pada keluarga uleebalang, bangsawan. "Saya tak tahu di mana kubur mereka sampai kini," kata Ibrahim. Dan bukan hanya Ibrahim Alfian yang berduka. "Kita semua menangis mengenang kejadian berdarah itu," kata Farhan Hamid, anggota DPR dari Fraksi Reformasi. Farhan adalah anak ketiga dari Teungku Abdul Hamid-akrab dipanggil Ayah Hamid-ulama, juga sahabat Teungku Daud Beureueh. Seperti disebut James T. Siegel, antropolog dari University of California, dalam bukunya The Rope of God(1962), Perang Cumbok tak bisa lepas dari konteks tatanan sosial pada saat itu. Tatanan yang sengaja dibangun demi kepentingan Belanda.

" kenang M. proklamasi kemerdekaan menajamkan polarisasi itu. Sang uleebalang menampik. yang kini Direktur Asia Research Institute (ARI). dan akomodatif terhadap ulama. Teuku Hamid Azwar. . Sebaliknya Teuku Keumangan Oemar. ribuan rakyat. penulis buku The Blood of the People _ Revolution and the End of Traditional Rule in Northern Sumatra." kata Nur Ibrahimy. "Saya ini sudah uzur. punya judi dan mabuk sebagai menu utama-simbol pelecehan ulama. juga penjara sendiri. Desember 1945. dan Teungku Cik Di Tiro (1867-1942). yang jelas-jelas menyatakan setia pada Republik-tidak luput dari pembantaian. pengadilan. kalau tidak boleh dibilang nekat dan sembrono. Akhirnya. dan tentara Angkatan Perang Indonesia (API)-sebagian komandannya kaum ningrat-menyerang markas Cumbok di Lam Meulo. Ada Teuku Nyak Arief. Tapi ada Teuku Daud Cumbok yang lebih merindukan kembali datangnya Belanda. Sultan Aceh diminta tunduk pada kedaulatan Hindia Belanda. Farkhan Hamid ingat satu peristiwa yang dituturkan oleh ayahnya. polarisasi lama mulai menampakkan wujud yang pukul rata: para uleebalangdi satu pihak. dia tidak mau disebut identitasnya. polisi. Pada 10 Januari 1946. Ia jadi gila kuasa: menguasai lebih dari separuh areal persawahan di nanggroe. pemerintah pusat memaklumkan Teuku Daud Cumbok pengkhianat Republik dan harus dihukum. ulama. Salah satu keturunan uleebalang yang selamat berhasil dihubungi TEMPO. Di tengah-tengah suasana gandrung kemerdekaan. Tapi Teuku Ahmad Jeunib. meriam saling berbalas. kemarahan massa tak lekas reda. berteriak: "Tunjukkan padaku hukum Allah yang membenarkan tindakan ini. Sejak itulah muncul gelombang perang panjang lagi mahal yang melahirkan pahlawan nasional sekelas Cut Nyak Dien. Dalam The Atjehnese (1906). Kala terbit sengketa di masyarakat. Ayah Hamid terperanjat. yang berpusat di Batavia. lebih baik tak usah ngomongin hal itu.Awalnya. Nama Lam Meulo diganti menjadi "Kota Bakti" guna menghormati ratusan orang yang gugur di sana. Senapan. Wajarkah hal ini? Tak demikian bagi Profesor Anthony Reid. Terlalu pahit. Sang kabar tak cepat sampai. Ada banyak cerita tentang dia. kubu uleebalang tak sejelas itu. tapi segenap ulama Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA)-dipimpin Teungku Daud Beureueh-lalu menyambutnya gegap-gempita. puluhan orang bersiap-siap menghabisi belasan bocah. Demi memenangi perang." Massa terdiam. Jepang masuk pada 1942. revolusi sosial meletup." katanya." kata Reid. Namun. mereka kabur ke hutan. Ia memerintahkan penurunan bendera MerahPutih. Lalu. 17 Agustus 1945. Snouck menganjurkan Belanda memanfaatkanuleebalang. "Mereka punya hakim. Para korban termasuk orang tua dan anakanak uleebalang yang tak berdosa. Setiap uleebalang punya wewenang penuh mengendalikan nanggroe (negeri). memakmurkan rakyatnya. Anak-anak itu lantas dilindungi di pesantren milik keluarganya. Ia mengadopsi teknologi irigasi dan pendidikan. guna mempelajari karakter masyarakat Aceh. Metareum. Daud Cumbok malah gembar-gembor Indonesia belum siap merdeka. ahli ilmu Islam. Belanda menugasi Snouck Hurgronje. Singapura. dari Peusangan. Rumah indah milik Teuku Oemar Keumangan beserta seluruh isinya-senilai Rp 12 juta saat itu-dibakar habis. Hari ke-empat. Pasar malam di Lam Meulo. Teuku Umar. menolak berkomentar. Pertempuran resmi berakhir 17 Januari 1946. "Daud Beureueh kami ungsikan ke rumah penduduk di Desa Garot. langsung menyatakan sumpah setianya. uleebalang seperti Oemar berpihak pada Belanda. "Dia sangat berani. Ada 103nanggroe di Aceh. anak-anak para uleebalang. Serombongan orang meminta ayahnya datang ke sebuah lapangan. rakyat bersama ulama di pihak lain. menantu Daud Beureueh. 1867. Nur El Ibrahimy. Tapi. Di sana. markas Daud Cumbok. dan Teuku Ahmad Jeunib yang mendukung Republik. Tiga hari pertempuran sengit berlangsung. penggerebekan rumah para pemimpin PUSA. Kekuasaan sebesar itu mendorong bangsawan seperti Teuku Haji Cik Mohamad Johan Alam Syah.

dan 5.5 miliar tahun 2004 dan merosot menjadi US$ 30. Yang ada hanya daftar modifikasi dari sejumlah peraturan dan undang-undang yang diklaim sebagai stimulus regulatif. Melihat target-target makro yang ingin dicapai dan daftar rencana tindak terlihat bahwa apa yang disebut exit strategy tersebut sangat mengecewakan. Sayang.com/id/arsip/2003/08/18/KL/mbm. Sasaran makro-ekonomi yang dirancang juga sangat minimal.1 miliar pada tahun 2003 menjadi US$ 3.html 18 AGUSTUS 2003 Indonesia Pasca-imf: Akan Lebih Baik? Dr. 13. Adapun beban utang dalam negeri Rp 650 triliun akan diwariskan kepada generasi yang akan datang dengan terus mengganti-ganti istilah rescheduling (penjadwalan kembali) utang dengan istilah debt re-profiling. Dengan target pertumbuhan yang minimal tersebut. dan 14.id. Pada periode yang sama peningkatan cadangan devisa neto Indonesia hanya US$ 6 miliar.5 persen pada tahun 2006. mantan Menteri Koordinator Perekonomian RI Sudah sejak tahun lalu kami dengan sejumlah teman-teman Indonesia Bangkit mengambil inisiatif menyusun strategi alternatif pasca-kontrak IMF (November 2002) sebagai sumbangan pikiran setelah adanya ketetapan MPR Agustus 2002 tentang pengakhiran kontrak dengan IMF. Dengan target-target makro Indonesia yang sangat minimal tersebut.http://majalah.5 persen (2004).KL89639. terutama ekstensifikasi. waktu yang tersedia cukup banyak. dengan target pertumbuhan ekonomi 5 persen tahun 2004. Selain itu.tempointeraktif. yang berhasil meningkatkan cadangan devisanya sebesar US$ 146 miliar dan India US$ 46 miliar pada tahun 1997 hingga Juni 2002. cadangan devisa bruto diramalkan akan merosot dari US$ 35 miliar tahun 2003 menjadi US$ 33. sehingga ada satu tahun penerapan strategi sebelum kontrak IMF berakhir. suatu kebiasaan yang sebaiknya dihindari. 14. hampir empat bulan. Dengan target ekspor sangat minimal tersebut. kita sudah memasuki tahap implementasi dari strategi yang dirumuskan tersebut pada awal tahun 2003. Isinya sangat sumir. . Target pertumbuhan ekspor juga sangat minimalis.5 persen untuk tahun 2006. dan berbagai istilah lainnya yang bertujuan "menyamarkan" pewarisan utang tanpa adanya upaya sistematis untuk mengurangi stok utang. Secara umum. Rizal Ramli Ekonom. kemudian diganti dengan istilah debt switching. sampai akhir Desember 2002. terutama dari penerbitan surat utang dalam maupun luar negeri.6 miliar pada tahun 2006. untuk merumuskan exit strategy dari IMF.20030818. sulit mengharapkan ada peningkatan lapangan kerja yang berarti. Bandingkan dengan Cina. pemerintah merumuskan apa yang disebut sebagai exit strategy. Sebetulnya. Juga tidak ada stimulus fiskal yang signifikan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Jika langkah itu dilakukan. 5 persen tahun 2005. target mobilisasi pendapatan di dalam negeri juga sangat rendah. exit strategy tersebut lebih merupakan respons administratif dan prosedural ketimbang respons substantif. Pemerintah baru membentuk tim exit strategy pada bulan April 2003 karena masih sibuk mencari berbagai alasan untuk bisa memperpanjang kontrak IMF. Rendahnya target tax ratio tersebut merupakan dampak dari tidak adanya rencana terobosan dalam kebijakan perpajakan. mudah diduga bahwa ekonomi Indonesia akan semakin vulnerable (rentan) pasca-IMF. Rendahnya target tax ratio tersebut juga berarti bahwa pembiayaan tambahan akan dicari. seperti terlihat pada targettax ratio (persen GDP) hanya 13.1 persen untuk tahun 2003.1 persen (2005). Tidak aneh jika surplus transaksi berjalan diperkirakan akan berkurang dari US$ 5. sekadar "numpang lewat" hanya naik 4-7 persen pada tahun 2003 sampai tahun 2006.9 miliar pada tahun 2006. tidak ada kejelasan strategi maupun rumusan kebijakan yang jelas dan terukur. Baru kemudian. Semula kami berharap bahwa pemerintah juga akan melakukan discourse yang sama sehingga dapat dicari strategi dan kebijakan yang optimal pasca-IMF. akibat visi dan strategi yang jelas serta kerja keras. setelah adanya tekanan opini publik yang semakin luas. waktu yang ada malah disia-siakan.

reserve gap. produk Indonesia lebih kompetitif.sehingga dapat diperkirakan bahwa akan ada alasan lagi untuk kelompok pro-IMF kembali meminta bantuan lembaga keuangan internasional itu di kemudian hari. dan sebagainya akan menjadi kenyataan (self-fulfilling prophecy). Pergeseran paradigma tersebut akan menjadi kado yang sangat indah untuk ulang tahun Republik Indonesia yang ke-58. Namun stabilitas finansial tersebut dicapai terutama sebagai akibat dari faktor-faktor eksternal (externally-driven stability). Adanya perbedaan karakter dari aliran modal tersebut terjadi karena investor hanya melihat Indonesia dari perubahan kurva risiko. jangan bermimpi bahwa pengangguran akan dapat dikurangi dan kesejahteraan mayoritas bangsa kita akan dapat ditingkatkan. Jika ada niat sungguh-sungguh dan semangat kerja keras. yang kemungkinan akan balik arah setelah kasus pengeboman Marriott. serta kepemimpinan politik dan ekonomi yang lebih kuat. target-target tidak bisa sekadar "numpang lewat" atau minimalis. Padahal. dengan target-target makro dan sektoral yang lebih optimal seperti simulasi tim Indonesia Bangkit. justru akan ada tambahan penerimaan. Respons investor akan sangat berbeda jika stabilitas yang tercipta merupakan akibat dari faktor-faktor internal (internally-driven stability). Sayang . ketahanan dan kemandirian ekonomi Indonesia akan lebih kukuh. adanya perbaikan iklim usaha. Kontribusi kesepakatan politik tersebut terhadap penurunan risiko sosial politik di Indonesia cukup tinggi. harus ada target-target makro dan sektoral yang lebih optimal dan rangkaian kebijakan untuk mencapainya. sehingga ada sumber daya tambahan yang dapat dipergunakan sebagai stimulus untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. ramalan akan adanya financing gap. Jika tidak. stabilitas yang dicapai akan lebih kukuh dan prospek ekonomi Indonesia akan lebih menarik bagi investor berjangka panjang. Harus diakui bahwa saat ini Indonesia telah mencapai suatu stabilitas finansial dalam bentuk penguatan nilai tukar rupiah. Inti persoalannya adalah apakah pemerintah sungguh-sungguh memiliki niat untuk memperkukuh dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. dan law enforcement. peningkatan cadangan devisa. Hanya dengan pergeseran paradigma tersebut. Melemahnya dolar AS terhadap semua mata uang lainnya di dunia sejak satu setengah tahun lalu sangat membantu memperkuat nilai tukar rupiah. tetapi belum melihat Indonesia dari prospek potensi pemulihan ekonomi. Kepemimpinan dengan visi yang jelas dan kapasitas implementasi yang lebih kuat. bukan sekadar menikmati kekuasaan dan ritual seremonial. jika target nilainya hanya angka 5 dan 6. Di samping itu. Faktor domestik yang paling penting untuk mencapai stabilitas finansial tersebut adalah adanya kesepakatan partai politik untuk membiarkan Megawati sampai tahun 2004. Untuk bisa keluar dari kerangka berpikir minimalis tersebut. karena sangat ditentukan oleh adanya terobosan strategi dan kebijakan. Aliran spekulatif tersebut masuk karena pengurangan risiko sosial politik. penurunan inflasi dan tingkat bunga. Dengan target minimalis. dan semangat kerja keras. Bagaikan lulusan murid SMA. Jika hal tersebut yang terjadi. tingkat bunga global mencapai titik terendah sejak tahun 1950-an dan inflasi global juga sangat rendah. Aliran modal yang masuk ke Indonesia selama satu tahun terakhir terutama adalah modal akuisisi untuk pembelian aset BPPN oleh pemilik lama dan aliran portofolio yang bersifat spekulatif. Misalnya. sehingga memungkinkan untuk menurunkan tingkat inflasi dan tingkat bunga di dalam negeri. Kondisi itu sebetulnya memungkinkan investasi masuk. Tapi ada perbedaan yang sangat signifikan antara aliran modal ke Indonesia dibandingkan dengan ke Cina dan Thailand. Semula kami sangat berharap bahwa exit strategy yang dirumuskan pemerintah merupakan suatu pergeseran paradigma dari stabilitas yang digerakkan oleh faktor-faktor eksternal menjadi faktor-faktor internal. jangan bermimpi diterima di universitas terbaik. jika terjadi peningkatan penggunaan kapasitas terpasang industri mendekati 90 persen (saat ini hanya mencapai sekitar 60 persen). Upaya untuk menciptakan stabilitas yang digerakkan oleh faktor-faktor internal akan jauh lebih sulit. Sedangkan aliran modal ke Cina dan Thailand terutama berbentuk penanaman modal berjangka panjang yang tertarik oleh potensi ekonomi Cina dan Thailand yang sangat prospektif.

sekali bahwa harapan tersebut hanya fatamorgana. Indonesia pernah punya Bung Hatta. dan tak henti-hentinya berjuang bersungguh-sungguh hingga ia baru menikah setelah Indonesia merdeka. Kini orang ingin menerapkan demokrasi yang langsung sebagaimana mereka jadi konsumen yang memesan baju. para pemilih lebih cenderung kepada selebriti ketimbang partai-partai.. Di California. atau merek. Tapi apa yang kemudian terjadi? Dulu. sekadar "numpang lewat" tanpa ada pergeseran paradigma yang berarti. sebagaimana lazimnya. perhiasan. atau logo. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF. dengan tulisan-tulisan yang terpelajar. "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. yang mudah dikenal. Saya tak hanya menulis tentang California. langsung melalui Internet. dan membandingkannya dengan partai dan tokoh lain. seorang ekonom yang banyak membaca. Apa gerangan yang jadi pedoman bagi para pemilih kelak? Pernah kita berangan-angan bahwa akan ada saatnya. dan menggugah. sebagaimana ia muncul dalam Terminator. Dulu. sebuah film yang dinikmati hampir semua orang.. meneliti prestasi dan tabiatnya. Pilihlah dia. tanpa panduan seorang connoisseur. menelaah. Ketika Schwarzenegger muncul. lagu. para pemilih sedang kecewa. orang akan menghadapi jorjoran sekian puluh partai politik yang hampir semua tanda gambarnya tak bisa kita ingat. sebagaimana mereka tak punya banyak harapan kepada kerja para wakil di DPR dan DPRD. ini dia! Di Indonesia. . penuh dengan konflik. Tak perlu program. Tapi di sini pun. karena target yang sangat minimalis. film. Mereka kehilangan kepercayaan kepada partai-partai. tajam. Tanpa perantara. praktis!-itu mungkin teriak penjaja dalam politik di sebuah zaman ketika media akhirnya menyederhanakan segala hal. demokrasi akan memilih seorang Arnold Schwarzenegger. mengutarakan pikiran. Kini kita punya seorang Hamzah Haz. dan pemilihan umum jadi toko kelontong besar. Tak perlu orang ramai tahu adakah mutunya telah teruji untuk memimpin sebuah masyarakat yang. Indonesia pernah dipimpin Bung Karno. orang pun bertepuk: nah. Pemilihan tahun depan buat pertama kali juga akan jadi sebuah persaingan sekian puluh calon presiden. Indonesia akan melahirkan pemimpin yang mencerminkan tingkat kecerdasan baru itu. Pernah kita percaya bahwa karena pendidikan sudah semakin membaik (sebuah premis yang entah datang dari mana). Pada saat yang sama. seorang lulusan perguruan tinggi dengan erudisi yang mengesankan. di 021-7255624 ext 486 18 AGUSTUS 2003 Schwarzenegger JIKA ide tentang rakyat adalah ide tentang pasar. Pemilihan Umum 2004 tampaknya belum akan menampilkan seorang bintang film tenar. Tak perlu sebuah lembaga yang mengelola seleksi kepemimpinannya. Praktis: tidak perlu menelisik dan mencari-cari lagi. Indonesia yang tak lama lagi akan memilih presidennya barangkali akan mengalami proses yang kini terjadi di negara bagian Amerika Serikat yang mengandung Hollywood di salah satu sudutnya itu. yang prestasinya hanya sayup-sayup sampai ke telinga banyak orang. mereka akan memilih berdasarkan pertimbangan yang rasional: menelaah agenda yang ditawarkan sang calon. Laris. Yang perlu adalah apa yang dalam pemasaran dan periklanan disebut brand-name. Juga pilihan calon kepala negara bagian mereka.. mereka bersua dengan begitu banyak pilihan. ketika rakyat lebih "sadar politik". Kini kita tak tahu apa gerangan yang pernah ditulis (atau dipikirkan) Megawati. laris.

tingkat mutu. dan ketika tak ada mediasi lagi antara yang menawar dan yang menawarkan-karena mediasi itu pun ditentukan oleh kriteria laku atau tak laku. BMW. dia punya brandname ("Bush") yang sudah dikenal orang banyak. Tapi dewasa ini.Agar tak tampak bahwa Indonesia hanya satu-satunya kisah kemerosotan. Apa pun yang dikatakan kaum "neo-liberal". Nike. ilmuwan. Dan ketika para konsumen merasa mampu langsung menentukan pilihannya. Pernah ada masanya kita tahu bahwa buku yang laris belum tentu buku yang bermutu.. Wibawa dianggap sebagai sebuah dosa. dia adalah sebuah Coca-Cola atau McDonald's. iklan televisi dan radio dan surat kabar. juga dipilih. menurut jenis. melalui berita yang datang setiap jam dan hampir dari segenap penjuru. Dengan kampanye yang dibiayai uang berjuta-juta. itulah yang terjadi-melalui Internet. Bush. Pasar seakan-akan jadi total.. Para cendekia kini telah jadi makhluk yang dicurigai. Seperti Schwarzenegger. di tengah hiruk-pikuk apa dan siapa para tokoh yang berseliweran. Di toko kelontong. baiklah saya sebutkan bahwa Amerika Serikat juga punya pengalaman mirip: negeri yang pernah punya presiden seorang Thomas Jefferson ini-seorang filosof. laris dan tak laris. Bush. Agaknya sesuatu telah berlangsung dalam politik dewasa ini-sesuatu yang barangkali bisa disebut sebagai pengkelontong-an informasi. Pernah kita mendasarkan informasi kita tentang "bermutu" atau "tidak" kepada satu atau dua orang penilai yang berwibawa. Semuanya menghambur serentak. bukan konsumen yang memilih.. penemu-sekarang mendapatkan seorang George W. Schwarzenegger. arsitek. melainkan konsumen yang dipilihkan. dia. seperti Megawati. Bahkan ide tentang "bermutu" itu sendiri sudah dirobohkan. Tapi apa lacur. Goenawan Mohamad "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. mereka pun akhirnya berpedoman kepada "laris. laris. di 021-7255624 ext 486 . yang dengan pengetahuan umum yang terbatas mengutarakan yang hanya sedikit diketahuinya dalam bahasa Inggris yang juga terbatas. Dewasa ini. praktis". menguasai semuanya. Tak ada yang telah diseleksi lebih dulu. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF. Tapi orang lupa bahwa pasar yang total hanyalah sebuah ilusi. Benetton. Selalu ada mediasi: agen-agen periklanan yang canggih dan humas yang bisa membuat merah atau biru apa saja yang hitam. bukan penilaian para penilai itu saja yang digugat. Estee Lauder. bermacam ragam hal ditawarkan. Tampaknya. Semuanya tak akan tertelan oleh siapa pun. dan segmen pembeli. Megawati. ada yang terancam ketika pasar jadi total: ketika perhitungan laku dan tak laku. seakan-akan di sana ada kekuasaan para cendekia yang memaksa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful