Perang Cumbok adalah perang yang terjadi pada tahun 1946 hingga 1947 dan berpusat di Pidie, timbul

karena adanya kesalahan peran dan tafsir dari kaum ulama dan Uleebalang (kaum bangsawan) terhadap proklamasi Indonesia, 17 Agustus 1945. Bagi kaum ulama, proklamasi ini berarti telah berakhirnya kezaliman yang sudah lama dialami bangsa Indonesia, khususnya Aceh dari penjajahan Belanda dan Jepang. Sementara, sebagian pihak lain dari kaum bangsawan melihat larinya Jepang harus diganti dengan Belanda sebagai upaya untuk memulihkan kekuasaan tradisional mereka yang sebagian besar telah dimimalkan Jepang dan besar ketika Belanda berkuasa. Ulama Aceh dipimpin Teungku Daud Beureueh dengan Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA), melihat proklamasi sebagai yang harus dimaknai secara nyata di Aceh. PUSA didirikan atas musyawarah ulama untuk mempersatukan pola pikir para ulama, dalam perkembangannya PUSA menjadi motor yang menggerakkan berbagai konflik dalam sejarah Aceh, termasuk dalam peristiwa Perang Cumbok. Sebagian warga Aceh pro Ulee Balang memplesetkan PUSA sebagai pembunuh Uleebalang Seluruh Aceh. Tidak semua Uleebalang ingin Belanda kembali dan berkuasa. Proklamasi hanya menjadi momentum puncak untuk terjadinya konflik antara ulama dan Uleebalang di sekitar Pidie. Akhirnya, Uleebalang dipimpin Teuku Keumangan dengan Panglimanya T.Daud Cumbok dan perlawanan rakyat dipimpin Daud Beureueh dengan panglimanya Husin ALMujahid. Dalam perlawanan, pasukan Cumbok bahkan telah menguasai kota Sigli, Pidie. Namun penguasaan itu tidak berlangsung lama karena adanya mobilitas perlawanan rakyat yang dilakukan ulama mengakibatkan pasukan Cumbok terpaksa kembali ke markas di Lamlo atau kota Bakti. Sesampai di Lamlo, pasukan Cumbok digempur pasukan rakyat dan pemberontakan ini akhirnya dapat ditumpas pada Januari 1946. Teuku Daud Cumbok ditangkap dan dihukum mati, sementara harta peninggalan para Uleebalang dikuasai kaum Ulama. Sumber :http://acehpedia.org

Cumbok, Sepotong Sejarah Gelap
Suara itu bergetar. "Saya tidak mau membicarakannya," kata Profesor Teuku Ibrahim Alfian, ahli sejarah dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ayah dan ibu Ibrahim memang selamat dari Perang Cumbok, Aceh, 1946. Tapi nenek, kakek, pamaaan, juga banyak sepupunya jadi korban massa yang marah pada keluarga uleebalang, bangsawan. "Saya tak tahu di mana kubur mereka sampai kini," kata Ibrahim. Dan bukan hanya Ibrahim Alfian yang berduka. "Kita semua menangis mengenang kejadian berdarah itu," kata Farhan Hamid, anggota DPR dari Fraksi Reformasi. Farhan adalah anak ketiga dari Teungku Abdul Hamid-akrab dipanggil Ayah Hamid-ulama, juga sahabat Teungku Daud Beureueh. Seperti disebut James T. Siegel, antropolog dari University of California, dalam bukunya The Rope of God(1962), Perang Cumbok tak bisa lepas dari konteks tatanan sosial pada saat itu. Tatanan yang sengaja dibangun demi kepentingan Belanda.

langsung menyatakan sumpah setianya. rakyat bersama ulama di pihak lain. ribuan rakyat. "Mereka punya hakim. lebih baik tak usah ngomongin hal itu. Nur El Ibrahimy. Teuku Umar. Sang kabar tak cepat sampai. Rumah indah milik Teuku Oemar Keumangan beserta seluruh isinya-senilai Rp 12 juta saat itu-dibakar habis. kemarahan massa tak lekas reda. Ada 103nanggroe di Aceh. Salah satu keturunan uleebalang yang selamat berhasil dihubungi TEMPO. Dalam The Atjehnese (1906)." kata Nur Ibrahimy. penulis buku The Blood of the People _ Revolution and the End of Traditional Rule in Northern Sumatra. Tapi ada Teuku Daud Cumbok yang lebih merindukan kembali datangnya Belanda. Ia jadi gila kuasa: menguasai lebih dari separuh areal persawahan di nanggroe. memakmurkan rakyatnya. Pasar malam di Lam Meulo. Pertempuran resmi berakhir 17 Januari 1946. "Dia sangat berani. Sang uleebalang menampik. Demi memenangi perang. kubu uleebalang tak sejelas itu. dari Peusangan. Desember 1945. Pada 10 Januari 1946." kenang M. Metareum." Massa terdiam. pengadilan. "Saya ini sudah uzur. menolak berkomentar. 17 Agustus 1945. polarisasi lama mulai menampakkan wujud yang pukul rata: para uleebalangdi satu pihak. "Daud Beureueh kami ungsikan ke rumah penduduk di Desa Garot. Akhirnya. Ia mengadopsi teknologi irigasi dan pendidikan. Ayah Hamid terperanjat. guna mempelajari karakter masyarakat Aceh. meriam saling berbalas. mereka kabur ke hutan. Serombongan orang meminta ayahnya datang ke sebuah lapangan. Snouck menganjurkan Belanda memanfaatkanuleebalang. Nama Lam Meulo diganti menjadi "Kota Bakti" guna menghormati ratusan orang yang gugur di sana. ahli ilmu Islam. Farkhan Hamid ingat satu peristiwa yang dituturkan oleh ayahnya. Teuku Hamid Azwar. proklamasi kemerdekaan menajamkan polarisasi itu. markas Daud Cumbok. Tiga hari pertempuran sengit berlangsung. ulama. juga penjara sendiri. punya judi dan mabuk sebagai menu utama-simbol pelecehan ulama." katanya. Namun. Ada banyak cerita tentang dia. Senapan. Ia memerintahkan penurunan bendera MerahPutih. dan Teuku Ahmad Jeunib yang mendukung Republik. yang berpusat di Batavia. Sultan Aceh diminta tunduk pada kedaulatan Hindia Belanda. dan akomodatif terhadap ulama. berteriak: "Tunjukkan padaku hukum Allah yang membenarkan tindakan ini. kalau tidak boleh dibilang nekat dan sembrono. dan Teungku Cik Di Tiro (1867-1942). dia tidak mau disebut identitasnya.Awalnya. dan tentara Angkatan Perang Indonesia (API)-sebagian komandannya kaum ningrat-menyerang markas Cumbok di Lam Meulo. Para korban termasuk orang tua dan anakanak uleebalang yang tak berdosa. Singapura. anak-anak para uleebalang. menantu Daud Beureueh. Di tengah-tengah suasana gandrung kemerdekaan. Di sana. puluhan orang bersiap-siap menghabisi belasan bocah. yang kini Direktur Asia Research Institute (ARI). Lalu. Kekuasaan sebesar itu mendorong bangsawan seperti Teuku Haji Cik Mohamad Johan Alam Syah. Anak-anak itu lantas dilindungi di pesantren milik keluarganya. Sebaliknya Teuku Keumangan Oemar. Belanda menugasi Snouck Hurgronje. revolusi sosial meletup. Ada Teuku Nyak Arief. Tapi. Wajarkah hal ini? Tak demikian bagi Profesor Anthony Reid. Tapi Teuku Ahmad Jeunib. Setiap uleebalang punya wewenang penuh mengendalikan nanggroe (negeri). uleebalang seperti Oemar berpihak pada Belanda. penggerebekan rumah para pemimpin PUSA. Sejak itulah muncul gelombang perang panjang lagi mahal yang melahirkan pahlawan nasional sekelas Cut Nyak Dien. yang jelas-jelas menyatakan setia pada Republik-tidak luput dari pembantaian. polisi. Daud Cumbok malah gembar-gembor Indonesia belum siap merdeka." kata Reid. 1867. Terlalu pahit. Jepang masuk pada 1942. pemerintah pusat memaklumkan Teuku Daud Cumbok pengkhianat Republik dan harus dihukum. tapi segenap ulama Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA)-dipimpin Teungku Daud Beureueh-lalu menyambutnya gegap-gempita. Kala terbit sengketa di masyarakat. . Hari ke-empat.

hampir empat bulan. pemerintah merumuskan apa yang disebut sebagai exit strategy. Sebetulnya.KL89639. Isinya sangat sumir. seperti terlihat pada targettax ratio (persen GDP) hanya 13. untuk merumuskan exit strategy dari IMF. sehingga ada satu tahun penerapan strategi sebelum kontrak IMF berakhir. akibat visi dan strategi yang jelas serta kerja keras. mudah diduga bahwa ekonomi Indonesia akan semakin vulnerable (rentan) pasca-IMF.tempointeraktif. Secara umum. waktu yang ada malah disia-siakan. Sayang. target mobilisasi pendapatan di dalam negeri juga sangat rendah. Dengan target ekspor sangat minimal tersebut. Rizal Ramli Ekonom. sulit mengharapkan ada peningkatan lapangan kerja yang berarti.1 miliar pada tahun 2003 menjadi US$ 3. Baru kemudian. dan 5. Target pertumbuhan ekspor juga sangat minimalis. 13. cadangan devisa bruto diramalkan akan merosot dari US$ 35 miliar tahun 2003 menjadi US$ 33.1 persen untuk tahun 2003. Selain itu. Melihat target-target makro yang ingin dicapai dan daftar rencana tindak terlihat bahwa apa yang disebut exit strategy tersebut sangat mengecewakan. suatu kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Pada periode yang sama peningkatan cadangan devisa neto Indonesia hanya US$ 6 miliar.5 persen untuk tahun 2006. mantan Menteri Koordinator Perekonomian RI Sudah sejak tahun lalu kami dengan sejumlah teman-teman Indonesia Bangkit mengambil inisiatif menyusun strategi alternatif pasca-kontrak IMF (November 2002) sebagai sumbangan pikiran setelah adanya ketetapan MPR Agustus 2002 tentang pengakhiran kontrak dengan IMF. Dengan target pertumbuhan yang minimal tersebut. Dengan target-target makro Indonesia yang sangat minimal tersebut. Semula kami berharap bahwa pemerintah juga akan melakukan discourse yang sama sehingga dapat dicari strategi dan kebijakan yang optimal pasca-IMF. dan berbagai istilah lainnya yang bertujuan "menyamarkan" pewarisan utang tanpa adanya upaya sistematis untuk mengurangi stok utang.5 persen (2004). Juga tidak ada stimulus fiskal yang signifikan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.9 miliar pada tahun 2006. 14. kita sudah memasuki tahap implementasi dari strategi yang dirumuskan tersebut pada awal tahun 2003. terutama ekstensifikasi. setelah adanya tekanan opini publik yang semakin luas. yang berhasil meningkatkan cadangan devisanya sebesar US$ 146 miliar dan India US$ 46 miliar pada tahun 1997 hingga Juni 2002. kemudian diganti dengan istilah debt switching. Yang ada hanya daftar modifikasi dari sejumlah peraturan dan undang-undang yang diklaim sebagai stimulus regulatif.5 miliar tahun 2004 dan merosot menjadi US$ 30. .http://majalah.6 miliar pada tahun 2006. Bandingkan dengan Cina. Adapun beban utang dalam negeri Rp 650 triliun akan diwariskan kepada generasi yang akan datang dengan terus mengganti-ganti istilah rescheduling (penjadwalan kembali) utang dengan istilah debt re-profiling. Rendahnya target tax ratio tersebut juga berarti bahwa pembiayaan tambahan akan dicari. exit strategy tersebut lebih merupakan respons administratif dan prosedural ketimbang respons substantif. Tidak aneh jika surplus transaksi berjalan diperkirakan akan berkurang dari US$ 5. Sasaran makro-ekonomi yang dirancang juga sangat minimal. Pemerintah baru membentuk tim exit strategy pada bulan April 2003 karena masih sibuk mencari berbagai alasan untuk bisa memperpanjang kontrak IMF.20030818. terutama dari penerbitan surat utang dalam maupun luar negeri.com/id/arsip/2003/08/18/KL/mbm. 5 persen tahun 2005.id. Rendahnya target tax ratio tersebut merupakan dampak dari tidak adanya rencana terobosan dalam kebijakan perpajakan. sampai akhir Desember 2002. Jika langkah itu dilakukan.1 persen (2005). waktu yang tersedia cukup banyak. sekadar "numpang lewat" hanya naik 4-7 persen pada tahun 2003 sampai tahun 2006.5 persen pada tahun 2006.html 18 AGUSTUS 2003 Indonesia Pasca-imf: Akan Lebih Baik? Dr. dengan target pertumbuhan ekonomi 5 persen tahun 2004. dan 14. tidak ada kejelasan strategi maupun rumusan kebijakan yang jelas dan terukur.

produk Indonesia lebih kompetitif. Respons investor akan sangat berbeda jika stabilitas yang tercipta merupakan akibat dari faktor-faktor internal (internally-driven stability).sehingga dapat diperkirakan bahwa akan ada alasan lagi untuk kelompok pro-IMF kembali meminta bantuan lembaga keuangan internasional itu di kemudian hari. Harus diakui bahwa saat ini Indonesia telah mencapai suatu stabilitas finansial dalam bentuk penguatan nilai tukar rupiah. Padahal. dengan target-target makro dan sektoral yang lebih optimal seperti simulasi tim Indonesia Bangkit. jika target nilainya hanya angka 5 dan 6. Kondisi itu sebetulnya memungkinkan investasi masuk. Pergeseran paradigma tersebut akan menjadi kado yang sangat indah untuk ulang tahun Republik Indonesia yang ke-58. ketahanan dan kemandirian ekonomi Indonesia akan lebih kukuh. Semula kami sangat berharap bahwa exit strategy yang dirumuskan pemerintah merupakan suatu pergeseran paradigma dari stabilitas yang digerakkan oleh faktor-faktor eksternal menjadi faktor-faktor internal. serta kepemimpinan politik dan ekonomi yang lebih kuat. Sayang . Inti persoalannya adalah apakah pemerintah sungguh-sungguh memiliki niat untuk memperkukuh dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. Adanya perbedaan karakter dari aliran modal tersebut terjadi karena investor hanya melihat Indonesia dari perubahan kurva risiko. target-target tidak bisa sekadar "numpang lewat" atau minimalis. Faktor domestik yang paling penting untuk mencapai stabilitas finansial tersebut adalah adanya kesepakatan partai politik untuk membiarkan Megawati sampai tahun 2004. Kepemimpinan dengan visi yang jelas dan kapasitas implementasi yang lebih kuat. ramalan akan adanya financing gap. Bagaikan lulusan murid SMA. peningkatan cadangan devisa. jangan bermimpi diterima di universitas terbaik. sehingga ada sumber daya tambahan yang dapat dipergunakan sebagai stimulus untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. jangan bermimpi bahwa pengangguran akan dapat dikurangi dan kesejahteraan mayoritas bangsa kita akan dapat ditingkatkan. tetapi belum melihat Indonesia dari prospek potensi pemulihan ekonomi. adanya perbaikan iklim usaha. dan law enforcement. Di samping itu. tingkat bunga global mencapai titik terendah sejak tahun 1950-an dan inflasi global juga sangat rendah. dan semangat kerja keras. jika terjadi peningkatan penggunaan kapasitas terpasang industri mendekati 90 persen (saat ini hanya mencapai sekitar 60 persen). Jika hal tersebut yang terjadi. Jika ada niat sungguh-sungguh dan semangat kerja keras. yang kemungkinan akan balik arah setelah kasus pengeboman Marriott. Dengan target minimalis. Namun stabilitas finansial tersebut dicapai terutama sebagai akibat dari faktor-faktor eksternal (externally-driven stability). justru akan ada tambahan penerimaan. stabilitas yang dicapai akan lebih kukuh dan prospek ekonomi Indonesia akan lebih menarik bagi investor berjangka panjang. penurunan inflasi dan tingkat bunga. Sedangkan aliran modal ke Cina dan Thailand terutama berbentuk penanaman modal berjangka panjang yang tertarik oleh potensi ekonomi Cina dan Thailand yang sangat prospektif. Aliran modal yang masuk ke Indonesia selama satu tahun terakhir terutama adalah modal akuisisi untuk pembelian aset BPPN oleh pemilik lama dan aliran portofolio yang bersifat spekulatif. karena sangat ditentukan oleh adanya terobosan strategi dan kebijakan. Upaya untuk menciptakan stabilitas yang digerakkan oleh faktor-faktor internal akan jauh lebih sulit. Jika tidak. harus ada target-target makro dan sektoral yang lebih optimal dan rangkaian kebijakan untuk mencapainya. dan sebagainya akan menjadi kenyataan (self-fulfilling prophecy). Tapi ada perbedaan yang sangat signifikan antara aliran modal ke Indonesia dibandingkan dengan ke Cina dan Thailand. Misalnya. Kontribusi kesepakatan politik tersebut terhadap penurunan risiko sosial politik di Indonesia cukup tinggi. Hanya dengan pergeseran paradigma tersebut. sehingga memungkinkan untuk menurunkan tingkat inflasi dan tingkat bunga di dalam negeri. reserve gap. Untuk bisa keluar dari kerangka berpikir minimalis tersebut. Melemahnya dolar AS terhadap semua mata uang lainnya di dunia sejak satu setengah tahun lalu sangat membantu memperkuat nilai tukar rupiah. Aliran spekulatif tersebut masuk karena pengurangan risiko sosial politik. bukan sekadar menikmati kekuasaan dan ritual seremonial.

di 021-7255624 ext 486 18 AGUSTUS 2003 Schwarzenegger JIKA ide tentang rakyat adalah ide tentang pasar. Ketika Schwarzenegger muncul. "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. para pemilih sedang kecewa. Juga pilihan calon kepala negara bagian mereka. perhiasan. sebuah film yang dinikmati hampir semua orang. seorang lulusan perguruan tinggi dengan erudisi yang mengesankan. Indonesia pernah dipimpin Bung Karno. dan menggugah. . tajam. Pemilihan Umum 2004 tampaknya belum akan menampilkan seorang bintang film tenar. sebagaimana lazimnya. yang mudah dikenal. sebagaimana ia muncul dalam Terminator. Praktis: tidak perlu menelisik dan mencari-cari lagi. langsung melalui Internet. meneliti prestasi dan tabiatnya. Tapi apa yang kemudian terjadi? Dulu.sekali bahwa harapan tersebut hanya fatamorgana. sebagaimana mereka tak punya banyak harapan kepada kerja para wakil di DPR dan DPRD. demokrasi akan memilih seorang Arnold Schwarzenegger. Tak perlu orang ramai tahu adakah mutunya telah teruji untuk memimpin sebuah masyarakat yang. dan tak henti-hentinya berjuang bersungguh-sungguh hingga ia baru menikah setelah Indonesia merdeka. seorang ekonom yang banyak membaca. Pilihlah dia. Kini orang ingin menerapkan demokrasi yang langsung sebagaimana mereka jadi konsumen yang memesan baju. praktis!-itu mungkin teriak penjaja dalam politik di sebuah zaman ketika media akhirnya menyederhanakan segala hal. film. Kini kita punya seorang Hamzah Haz. atau logo. laris. Pemilihan tahun depan buat pertama kali juga akan jadi sebuah persaingan sekian puluh calon presiden. tanpa panduan seorang connoisseur. karena target yang sangat minimalis. Dulu... sekadar "numpang lewat" tanpa ada pergeseran paradigma yang berarti. Tak perlu program. atau merek. Kini kita tak tahu apa gerangan yang pernah ditulis (atau dipikirkan) Megawati. Tapi di sini pun. Indonesia pernah punya Bung Hatta. Indonesia akan melahirkan pemimpin yang mencerminkan tingkat kecerdasan baru itu. mengutarakan pikiran. Indonesia yang tak lama lagi akan memilih presidennya barangkali akan mengalami proses yang kini terjadi di negara bagian Amerika Serikat yang mengandung Hollywood di salah satu sudutnya itu. orang akan menghadapi jorjoran sekian puluh partai politik yang hampir semua tanda gambarnya tak bisa kita ingat. para pemilih lebih cenderung kepada selebriti ketimbang partai-partai. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF. Laris. orang pun bertepuk: nah. Apa gerangan yang jadi pedoman bagi para pemilih kelak? Pernah kita berangan-angan bahwa akan ada saatnya. Tak perlu sebuah lembaga yang mengelola seleksi kepemimpinannya. Pernah kita percaya bahwa karena pendidikan sudah semakin membaik (sebuah premis yang entah datang dari mana). mereka akan memilih berdasarkan pertimbangan yang rasional: menelaah agenda yang ditawarkan sang calon. dan membandingkannya dengan partai dan tokoh lain. Yang perlu adalah apa yang dalam pemasaran dan periklanan disebut brand-name. dengan tulisan-tulisan yang terpelajar. Mereka kehilangan kepercayaan kepada partai-partai. penuh dengan konflik. Tanpa perantara. mereka bersua dengan begitu banyak pilihan.. ketika rakyat lebih "sadar politik". ini dia! Di Indonesia. lagu. Pada saat yang sama. Saya tak hanya menulis tentang California. dan pemilihan umum jadi toko kelontong besar. Di California. yang prestasinya hanya sayup-sayup sampai ke telinga banyak orang. menelaah.

Agaknya sesuatu telah berlangsung dalam politik dewasa ini-sesuatu yang barangkali bisa disebut sebagai pengkelontong-an informasi.Agar tak tampak bahwa Indonesia hanya satu-satunya kisah kemerosotan. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF. yang dengan pengetahuan umum yang terbatas mengutarakan yang hanya sedikit diketahuinya dalam bahasa Inggris yang juga terbatas. Semuanya menghambur serentak. Estee Lauder. Tak ada yang telah diseleksi lebih dulu. BMW. Selalu ada mediasi: agen-agen periklanan yang canggih dan humas yang bisa membuat merah atau biru apa saja yang hitam. menurut jenis. bermacam ragam hal ditawarkan. penemu-sekarang mendapatkan seorang George W. tingkat mutu. Bush. Bush. Pernah kita mendasarkan informasi kita tentang "bermutu" atau "tidak" kepada satu atau dua orang penilai yang berwibawa. Pasar seakan-akan jadi total. bukan konsumen yang memilih. Nike. Pernah ada masanya kita tahu bahwa buku yang laris belum tentu buku yang bermutu. baiklah saya sebutkan bahwa Amerika Serikat juga punya pengalaman mirip: negeri yang pernah punya presiden seorang Thomas Jefferson ini-seorang filosof. Schwarzenegger. menguasai semuanya. Seperti Schwarzenegger.. Benetton. bukan penilaian para penilai itu saja yang digugat. Dengan kampanye yang dibiayai uang berjuta-juta. laris dan tak laris. Bahkan ide tentang "bermutu" itu sendiri sudah dirobohkan. dan ketika tak ada mediasi lagi antara yang menawar dan yang menawarkan-karena mediasi itu pun ditentukan oleh kriteria laku atau tak laku. Di toko kelontong. Tapi dewasa ini. itulah yang terjadi-melalui Internet. Tapi apa lacur. arsitek. Semuanya tak akan tertelan oleh siapa pun. Wibawa dianggap sebagai sebuah dosa. melalui berita yang datang setiap jam dan hampir dari segenap penjuru. Apa pun yang dikatakan kaum "neo-liberal". Dan ketika para konsumen merasa mampu langsung menentukan pilihannya. seakan-akan di sana ada kekuasaan para cendekia yang memaksa. ilmuwan. Tampaknya. Dewasa ini. ada yang terancam ketika pasar jadi total: ketika perhitungan laku dan tak laku. iklan televisi dan radio dan surat kabar. dia punya brandname ("Bush") yang sudah dikenal orang banyak. Megawati. di tengah hiruk-pikuk apa dan siapa para tokoh yang berseliweran. laris. Para cendekia kini telah jadi makhluk yang dicurigai. dia adalah sebuah Coca-Cola atau McDonald's. juga dipilih. mereka pun akhirnya berpedoman kepada "laris.. melainkan konsumen yang dipilihkan. seperti Megawati.. di 021-7255624 ext 486 . Tapi orang lupa bahwa pasar yang total hanyalah sebuah ilusi. praktis". Goenawan Mohamad "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. dan segmen pembeli. dia.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.