Perang Cumbok adalah perang yang terjadi pada tahun 1946 hingga 1947 dan berpusat di Pidie, timbul

karena adanya kesalahan peran dan tafsir dari kaum ulama dan Uleebalang (kaum bangsawan) terhadap proklamasi Indonesia, 17 Agustus 1945. Bagi kaum ulama, proklamasi ini berarti telah berakhirnya kezaliman yang sudah lama dialami bangsa Indonesia, khususnya Aceh dari penjajahan Belanda dan Jepang. Sementara, sebagian pihak lain dari kaum bangsawan melihat larinya Jepang harus diganti dengan Belanda sebagai upaya untuk memulihkan kekuasaan tradisional mereka yang sebagian besar telah dimimalkan Jepang dan besar ketika Belanda berkuasa. Ulama Aceh dipimpin Teungku Daud Beureueh dengan Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA), melihat proklamasi sebagai yang harus dimaknai secara nyata di Aceh. PUSA didirikan atas musyawarah ulama untuk mempersatukan pola pikir para ulama, dalam perkembangannya PUSA menjadi motor yang menggerakkan berbagai konflik dalam sejarah Aceh, termasuk dalam peristiwa Perang Cumbok. Sebagian warga Aceh pro Ulee Balang memplesetkan PUSA sebagai pembunuh Uleebalang Seluruh Aceh. Tidak semua Uleebalang ingin Belanda kembali dan berkuasa. Proklamasi hanya menjadi momentum puncak untuk terjadinya konflik antara ulama dan Uleebalang di sekitar Pidie. Akhirnya, Uleebalang dipimpin Teuku Keumangan dengan Panglimanya T.Daud Cumbok dan perlawanan rakyat dipimpin Daud Beureueh dengan panglimanya Husin ALMujahid. Dalam perlawanan, pasukan Cumbok bahkan telah menguasai kota Sigli, Pidie. Namun penguasaan itu tidak berlangsung lama karena adanya mobilitas perlawanan rakyat yang dilakukan ulama mengakibatkan pasukan Cumbok terpaksa kembali ke markas di Lamlo atau kota Bakti. Sesampai di Lamlo, pasukan Cumbok digempur pasukan rakyat dan pemberontakan ini akhirnya dapat ditumpas pada Januari 1946. Teuku Daud Cumbok ditangkap dan dihukum mati, sementara harta peninggalan para Uleebalang dikuasai kaum Ulama. Sumber :http://acehpedia.org

Cumbok, Sepotong Sejarah Gelap
Suara itu bergetar. "Saya tidak mau membicarakannya," kata Profesor Teuku Ibrahim Alfian, ahli sejarah dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Ayah dan ibu Ibrahim memang selamat dari Perang Cumbok, Aceh, 1946. Tapi nenek, kakek, pamaaan, juga banyak sepupunya jadi korban massa yang marah pada keluarga uleebalang, bangsawan. "Saya tak tahu di mana kubur mereka sampai kini," kata Ibrahim. Dan bukan hanya Ibrahim Alfian yang berduka. "Kita semua menangis mengenang kejadian berdarah itu," kata Farhan Hamid, anggota DPR dari Fraksi Reformasi. Farhan adalah anak ketiga dari Teungku Abdul Hamid-akrab dipanggil Ayah Hamid-ulama, juga sahabat Teungku Daud Beureueh. Seperti disebut James T. Siegel, antropolog dari University of California, dalam bukunya The Rope of God(1962), Perang Cumbok tak bisa lepas dari konteks tatanan sosial pada saat itu. Tatanan yang sengaja dibangun demi kepentingan Belanda.

ahli ilmu Islam. Jepang masuk pada 1942. kemarahan massa tak lekas reda. . mereka kabur ke hutan. berteriak: "Tunjukkan padaku hukum Allah yang membenarkan tindakan ini. uleebalang seperti Oemar berpihak pada Belanda. Teuku Umar. langsung menyatakan sumpah setianya. Sultan Aceh diminta tunduk pada kedaulatan Hindia Belanda. "Dia sangat berani. Farkhan Hamid ingat satu peristiwa yang dituturkan oleh ayahnya. Sejak itulah muncul gelombang perang panjang lagi mahal yang melahirkan pahlawan nasional sekelas Cut Nyak Dien. Metareum. Dalam The Atjehnese (1906). Sang kabar tak cepat sampai. dan tentara Angkatan Perang Indonesia (API)-sebagian komandannya kaum ningrat-menyerang markas Cumbok di Lam Meulo. Tapi Teuku Ahmad Jeunib. puluhan orang bersiap-siap menghabisi belasan bocah. 1867. dia tidak mau disebut identitasnya." kata Nur Ibrahimy. Kekuasaan sebesar itu mendorong bangsawan seperti Teuku Haji Cik Mohamad Johan Alam Syah. ribuan rakyat. Ayah Hamid terperanjat. penggerebekan rumah para pemimpin PUSA. Rumah indah milik Teuku Oemar Keumangan beserta seluruh isinya-senilai Rp 12 juta saat itu-dibakar habis. Sebaliknya Teuku Keumangan Oemar. Demi memenangi perang. Terlalu pahit. Belanda menugasi Snouck Hurgronje. punya judi dan mabuk sebagai menu utama-simbol pelecehan ulama. Ia jadi gila kuasa: menguasai lebih dari separuh areal persawahan di nanggroe. Pada 10 Januari 1946. "Saya ini sudah uzur. Akhirnya. menolak berkomentar. Ada banyak cerita tentang dia. Tiga hari pertempuran sengit berlangsung. Lalu." kenang M. penulis buku The Blood of the People _ Revolution and the End of Traditional Rule in Northern Sumatra. yang kini Direktur Asia Research Institute (ARI). Desember 1945. Daud Cumbok malah gembar-gembor Indonesia belum siap merdeka. lebih baik tak usah ngomongin hal itu. tapi segenap ulama Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA)-dipimpin Teungku Daud Beureueh-lalu menyambutnya gegap-gempita. Para korban termasuk orang tua dan anakanak uleebalang yang tak berdosa. dari Peusangan. guna mempelajari karakter masyarakat Aceh. Anak-anak itu lantas dilindungi di pesantren milik keluarganya. yang jelas-jelas menyatakan setia pada Republik-tidak luput dari pembantaian." Massa terdiam. Tapi. "Mereka punya hakim. ulama. Ada Teuku Nyak Arief. dan akomodatif terhadap ulama. Ia memerintahkan penurunan bendera MerahPutih. Senapan." kata Reid. Pertempuran resmi berakhir 17 Januari 1946. memakmurkan rakyatnya. Setiap uleebalang punya wewenang penuh mengendalikan nanggroe (negeri). Di sana. Sang uleebalang menampik. polisi. dan Teungku Cik Di Tiro (1867-1942). rakyat bersama ulama di pihak lain. polarisasi lama mulai menampakkan wujud yang pukul rata: para uleebalangdi satu pihak. Snouck menganjurkan Belanda memanfaatkanuleebalang. "Daud Beureueh kami ungsikan ke rumah penduduk di Desa Garot. 17 Agustus 1945. Ia mengadopsi teknologi irigasi dan pendidikan. yang berpusat di Batavia. anak-anak para uleebalang. markas Daud Cumbok. Kala terbit sengketa di masyarakat. dan Teuku Ahmad Jeunib yang mendukung Republik. Nur El Ibrahimy. kubu uleebalang tak sejelas itu. kalau tidak boleh dibilang nekat dan sembrono. Hari ke-empat. Pasar malam di Lam Meulo. menantu Daud Beureueh." katanya. Nama Lam Meulo diganti menjadi "Kota Bakti" guna menghormati ratusan orang yang gugur di sana. Singapura. Namun. Di tengah-tengah suasana gandrung kemerdekaan. Wajarkah hal ini? Tak demikian bagi Profesor Anthony Reid. Ada 103nanggroe di Aceh. Tapi ada Teuku Daud Cumbok yang lebih merindukan kembali datangnya Belanda. meriam saling berbalas. Teuku Hamid Azwar. pengadilan. Salah satu keturunan uleebalang yang selamat berhasil dihubungi TEMPO. proklamasi kemerdekaan menajamkan polarisasi itu. Serombongan orang meminta ayahnya datang ke sebuah lapangan. pemerintah pusat memaklumkan Teuku Daud Cumbok pengkhianat Republik dan harus dihukum. revolusi sosial meletup. juga penjara sendiri.Awalnya.

cadangan devisa bruto diramalkan akan merosot dari US$ 35 miliar tahun 2003 menjadi US$ 33. sulit mengharapkan ada peningkatan lapangan kerja yang berarti. kemudian diganti dengan istilah debt switching. hampir empat bulan.5 miliar tahun 2004 dan merosot menjadi US$ 30. Sayang.6 miliar pada tahun 2006.1 miliar pada tahun 2003 menjadi US$ 3. Jika langkah itu dilakukan. yang berhasil meningkatkan cadangan devisanya sebesar US$ 146 miliar dan India US$ 46 miliar pada tahun 1997 hingga Juni 2002. Isinya sangat sumir. akibat visi dan strategi yang jelas serta kerja keras. Dengan target ekspor sangat minimal tersebut. dan berbagai istilah lainnya yang bertujuan "menyamarkan" pewarisan utang tanpa adanya upaya sistematis untuk mengurangi stok utang.5 persen (2004). Rizal Ramli Ekonom.com/id/arsip/2003/08/18/KL/mbm.1 persen (2005). dan 14.http://majalah.5 persen pada tahun 2006. dengan target pertumbuhan ekonomi 5 persen tahun 2004. target mobilisasi pendapatan di dalam negeri juga sangat rendah. Pada periode yang sama peningkatan cadangan devisa neto Indonesia hanya US$ 6 miliar. untuk merumuskan exit strategy dari IMF. Dengan target-target makro Indonesia yang sangat minimal tersebut. Target pertumbuhan ekspor juga sangat minimalis. Bandingkan dengan Cina. terutama dari penerbitan surat utang dalam maupun luar negeri. 5 persen tahun 2005. Tidak aneh jika surplus transaksi berjalan diperkirakan akan berkurang dari US$ 5. sehingga ada satu tahun penerapan strategi sebelum kontrak IMF berakhir. Rendahnya target tax ratio tersebut juga berarti bahwa pembiayaan tambahan akan dicari.id. Sasaran makro-ekonomi yang dirancang juga sangat minimal.5 persen untuk tahun 2006. Rendahnya target tax ratio tersebut merupakan dampak dari tidak adanya rencana terobosan dalam kebijakan perpajakan. dan 5. terutama ekstensifikasi. Melihat target-target makro yang ingin dicapai dan daftar rencana tindak terlihat bahwa apa yang disebut exit strategy tersebut sangat mengecewakan. tidak ada kejelasan strategi maupun rumusan kebijakan yang jelas dan terukur. seperti terlihat pada targettax ratio (persen GDP) hanya 13. Pemerintah baru membentuk tim exit strategy pada bulan April 2003 karena masih sibuk mencari berbagai alasan untuk bisa memperpanjang kontrak IMF.KL89639. setelah adanya tekanan opini publik yang semakin luas. sampai akhir Desember 2002. waktu yang ada malah disia-siakan. 13. Adapun beban utang dalam negeri Rp 650 triliun akan diwariskan kepada generasi yang akan datang dengan terus mengganti-ganti istilah rescheduling (penjadwalan kembali) utang dengan istilah debt re-profiling.html 18 AGUSTUS 2003 Indonesia Pasca-imf: Akan Lebih Baik? Dr.1 persen untuk tahun 2003. suatu kebiasaan yang sebaiknya dihindari. Secara umum. 14. pemerintah merumuskan apa yang disebut sebagai exit strategy. Baru kemudian. Dengan target pertumbuhan yang minimal tersebut. Sebetulnya. sekadar "numpang lewat" hanya naik 4-7 persen pada tahun 2003 sampai tahun 2006.20030818. mantan Menteri Koordinator Perekonomian RI Sudah sejak tahun lalu kami dengan sejumlah teman-teman Indonesia Bangkit mengambil inisiatif menyusun strategi alternatif pasca-kontrak IMF (November 2002) sebagai sumbangan pikiran setelah adanya ketetapan MPR Agustus 2002 tentang pengakhiran kontrak dengan IMF. Selain itu. mudah diduga bahwa ekonomi Indonesia akan semakin vulnerable (rentan) pasca-IMF. Juga tidak ada stimulus fiskal yang signifikan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. waktu yang tersedia cukup banyak. kita sudah memasuki tahap implementasi dari strategi yang dirumuskan tersebut pada awal tahun 2003.9 miliar pada tahun 2006. Semula kami berharap bahwa pemerintah juga akan melakukan discourse yang sama sehingga dapat dicari strategi dan kebijakan yang optimal pasca-IMF.tempointeraktif. . Yang ada hanya daftar modifikasi dari sejumlah peraturan dan undang-undang yang diklaim sebagai stimulus regulatif. exit strategy tersebut lebih merupakan respons administratif dan prosedural ketimbang respons substantif.

Adanya perbedaan karakter dari aliran modal tersebut terjadi karena investor hanya melihat Indonesia dari perubahan kurva risiko. Jika hal tersebut yang terjadi. sehingga ada sumber daya tambahan yang dapat dipergunakan sebagai stimulus untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. yang kemungkinan akan balik arah setelah kasus pengeboman Marriott. Semula kami sangat berharap bahwa exit strategy yang dirumuskan pemerintah merupakan suatu pergeseran paradigma dari stabilitas yang digerakkan oleh faktor-faktor eksternal menjadi faktor-faktor internal. justru akan ada tambahan penerimaan. target-target tidak bisa sekadar "numpang lewat" atau minimalis. Kontribusi kesepakatan politik tersebut terhadap penurunan risiko sosial politik di Indonesia cukup tinggi. Bagaikan lulusan murid SMA. tetapi belum melihat Indonesia dari prospek potensi pemulihan ekonomi. tingkat bunga global mencapai titik terendah sejak tahun 1950-an dan inflasi global juga sangat rendah. Padahal. Upaya untuk menciptakan stabilitas yang digerakkan oleh faktor-faktor internal akan jauh lebih sulit. peningkatan cadangan devisa. Harus diakui bahwa saat ini Indonesia telah mencapai suatu stabilitas finansial dalam bentuk penguatan nilai tukar rupiah. Di samping itu. dan law enforcement. reserve gap. bukan sekadar menikmati kekuasaan dan ritual seremonial. Hanya dengan pergeseran paradigma tersebut. Sayang . Namun stabilitas finansial tersebut dicapai terutama sebagai akibat dari faktor-faktor eksternal (externally-driven stability). serta kepemimpinan politik dan ekonomi yang lebih kuat. Jika tidak. dan semangat kerja keras. Kepemimpinan dengan visi yang jelas dan kapasitas implementasi yang lebih kuat. Respons investor akan sangat berbeda jika stabilitas yang tercipta merupakan akibat dari faktor-faktor internal (internally-driven stability). Jika ada niat sungguh-sungguh dan semangat kerja keras. dengan target-target makro dan sektoral yang lebih optimal seperti simulasi tim Indonesia Bangkit. karena sangat ditentukan oleh adanya terobosan strategi dan kebijakan. sehingga memungkinkan untuk menurunkan tingkat inflasi dan tingkat bunga di dalam negeri. adanya perbaikan iklim usaha. Sedangkan aliran modal ke Cina dan Thailand terutama berbentuk penanaman modal berjangka panjang yang tertarik oleh potensi ekonomi Cina dan Thailand yang sangat prospektif. Aliran spekulatif tersebut masuk karena pengurangan risiko sosial politik. Tapi ada perbedaan yang sangat signifikan antara aliran modal ke Indonesia dibandingkan dengan ke Cina dan Thailand. Kondisi itu sebetulnya memungkinkan investasi masuk. Faktor domestik yang paling penting untuk mencapai stabilitas finansial tersebut adalah adanya kesepakatan partai politik untuk membiarkan Megawati sampai tahun 2004. Misalnya. jika target nilainya hanya angka 5 dan 6. ketahanan dan kemandirian ekonomi Indonesia akan lebih kukuh. ramalan akan adanya financing gap. Melemahnya dolar AS terhadap semua mata uang lainnya di dunia sejak satu setengah tahun lalu sangat membantu memperkuat nilai tukar rupiah. jangan bermimpi bahwa pengangguran akan dapat dikurangi dan kesejahteraan mayoritas bangsa kita akan dapat ditingkatkan. Dengan target minimalis. penurunan inflasi dan tingkat bunga. Pergeseran paradigma tersebut akan menjadi kado yang sangat indah untuk ulang tahun Republik Indonesia yang ke-58.sehingga dapat diperkirakan bahwa akan ada alasan lagi untuk kelompok pro-IMF kembali meminta bantuan lembaga keuangan internasional itu di kemudian hari. produk Indonesia lebih kompetitif. dan sebagainya akan menjadi kenyataan (self-fulfilling prophecy). stabilitas yang dicapai akan lebih kukuh dan prospek ekonomi Indonesia akan lebih menarik bagi investor berjangka panjang. harus ada target-target makro dan sektoral yang lebih optimal dan rangkaian kebijakan untuk mencapainya. Aliran modal yang masuk ke Indonesia selama satu tahun terakhir terutama adalah modal akuisisi untuk pembelian aset BPPN oleh pemilik lama dan aliran portofolio yang bersifat spekulatif. Untuk bisa keluar dari kerangka berpikir minimalis tersebut. Inti persoalannya adalah apakah pemerintah sungguh-sungguh memiliki niat untuk memperkukuh dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. jika terjadi peningkatan penggunaan kapasitas terpasang industri mendekati 90 persen (saat ini hanya mencapai sekitar 60 persen). jangan bermimpi diterima di universitas terbaik.

Di California. Tapi apa yang kemudian terjadi? Dulu. tajam. Juga pilihan calon kepala negara bagian mereka. Kini orang ingin menerapkan demokrasi yang langsung sebagaimana mereka jadi konsumen yang memesan baju. para pemilih lebih cenderung kepada selebriti ketimbang partai-partai. langsung melalui Internet. film. "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. yang mudah dikenal. Praktis: tidak perlu menelisik dan mencari-cari lagi. lagu. mereka bersua dengan begitu banyak pilihan. dengan tulisan-tulisan yang terpelajar. menelaah. ini dia! Di Indonesia. dan membandingkannya dengan partai dan tokoh lain. seorang ekonom yang banyak membaca. sebuah film yang dinikmati hampir semua orang. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF. Saya tak hanya menulis tentang California. sebagaimana lazimnya. orang akan menghadapi jorjoran sekian puluh partai politik yang hampir semua tanda gambarnya tak bisa kita ingat. atau merek. tanpa panduan seorang connoisseur. para pemilih sedang kecewa. Pemilihan Umum 2004 tampaknya belum akan menampilkan seorang bintang film tenar. Pernah kita percaya bahwa karena pendidikan sudah semakin membaik (sebuah premis yang entah datang dari mana). Tanpa perantara. sebagaimana ia muncul dalam Terminator. Indonesia akan melahirkan pemimpin yang mencerminkan tingkat kecerdasan baru itu. sebagaimana mereka tak punya banyak harapan kepada kerja para wakil di DPR dan DPRD. dan menggugah. Tak perlu orang ramai tahu adakah mutunya telah teruji untuk memimpin sebuah masyarakat yang. Indonesia pernah punya Bung Hatta. Laris. Dulu. Apa gerangan yang jadi pedoman bagi para pemilih kelak? Pernah kita berangan-angan bahwa akan ada saatnya. Pemilihan tahun depan buat pertama kali juga akan jadi sebuah persaingan sekian puluh calon presiden. Mereka kehilangan kepercayaan kepada partai-partai. Kini kita punya seorang Hamzah Haz. perhiasan.sekali bahwa harapan tersebut hanya fatamorgana. mengutarakan pikiran. Tapi di sini pun. Indonesia yang tak lama lagi akan memilih presidennya barangkali akan mengalami proses yang kini terjadi di negara bagian Amerika Serikat yang mengandung Hollywood di salah satu sudutnya itu. mereka akan memilih berdasarkan pertimbangan yang rasional: menelaah agenda yang ditawarkan sang calon. Ketika Schwarzenegger muncul.. laris.. yang prestasinya hanya sayup-sayup sampai ke telinga banyak orang. . sekadar "numpang lewat" tanpa ada pergeseran paradigma yang berarti. Pilihlah dia. Tak perlu program. seorang lulusan perguruan tinggi dengan erudisi yang mengesankan. dan pemilihan umum jadi toko kelontong besar. ketika rakyat lebih "sadar politik". di 021-7255624 ext 486 18 AGUSTUS 2003 Schwarzenegger JIKA ide tentang rakyat adalah ide tentang pasar. demokrasi akan memilih seorang Arnold Schwarzenegger. praktis!-itu mungkin teriak penjaja dalam politik di sebuah zaman ketika media akhirnya menyederhanakan segala hal. penuh dengan konflik. Indonesia pernah dipimpin Bung Karno. Yang perlu adalah apa yang dalam pemasaran dan periklanan disebut brand-name. Pada saat yang sama. meneliti prestasi dan tabiatnya. atau logo. dan tak henti-hentinya berjuang bersungguh-sungguh hingga ia baru menikah setelah Indonesia merdeka. Tak perlu sebuah lembaga yang mengelola seleksi kepemimpinannya. Kini kita tak tahu apa gerangan yang pernah ditulis (atau dipikirkan) Megawati.. karena target yang sangat minimalis. orang pun bertepuk: nah.

dia adalah sebuah Coca-Cola atau McDonald's. Selalu ada mediasi: agen-agen periklanan yang canggih dan humas yang bisa membuat merah atau biru apa saja yang hitam. praktis". mereka pun akhirnya berpedoman kepada "laris. baiklah saya sebutkan bahwa Amerika Serikat juga punya pengalaman mirip: negeri yang pernah punya presiden seorang Thomas Jefferson ini-seorang filosof. dan ketika tak ada mediasi lagi antara yang menawar dan yang menawarkan-karena mediasi itu pun ditentukan oleh kriteria laku atau tak laku. penemu-sekarang mendapatkan seorang George W. Pernah kita mendasarkan informasi kita tentang "bermutu" atau "tidak" kepada satu atau dua orang penilai yang berwibawa. ada yang terancam ketika pasar jadi total: ketika perhitungan laku dan tak laku.. Goenawan Mohamad "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF. Benetton. dan segmen pembeli. Bush. Tampaknya. dia. Dewasa ini. Semuanya menghambur serentak. Tapi dewasa ini. Nike. dia punya brandname ("Bush") yang sudah dikenal orang banyak. bermacam ragam hal ditawarkan. menurut jenis.Agar tak tampak bahwa Indonesia hanya satu-satunya kisah kemerosotan. Tak ada yang telah diseleksi lebih dulu. Bahkan ide tentang "bermutu" itu sendiri sudah dirobohkan. Para cendekia kini telah jadi makhluk yang dicurigai. BMW. ilmuwan. melainkan konsumen yang dipilihkan. Seperti Schwarzenegger. Megawati. Schwarzenegger.. Apa pun yang dikatakan kaum "neo-liberal". Tapi orang lupa bahwa pasar yang total hanyalah sebuah ilusi. Di toko kelontong.. di tengah hiruk-pikuk apa dan siapa para tokoh yang berseliweran. seperti Megawati. itulah yang terjadi-melalui Internet. tingkat mutu. di 021-7255624 ext 486 . laris. bukan konsumen yang memilih. Wibawa dianggap sebagai sebuah dosa. Dan ketika para konsumen merasa mampu langsung menentukan pilihannya. iklan televisi dan radio dan surat kabar. laris dan tak laris. arsitek. yang dengan pengetahuan umum yang terbatas mengutarakan yang hanya sedikit diketahuinya dalam bahasa Inggris yang juga terbatas. seakan-akan di sana ada kekuasaan para cendekia yang memaksa. melalui berita yang datang setiap jam dan hampir dari segenap penjuru. Tapi apa lacur. Agaknya sesuatu telah berlangsung dalam politik dewasa ini-sesuatu yang barangkali bisa disebut sebagai pengkelontong-an informasi. menguasai semuanya. juga dipilih. Bush. Pernah ada masanya kita tahu bahwa buku yang laris belum tentu buku yang bermutu. Pasar seakan-akan jadi total. Semuanya tak akan tertelan oleh siapa pun. Estee Lauder. Dengan kampanye yang dibiayai uang berjuta-juta. bukan penilaian para penilai itu saja yang digugat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful