Anda di halaman 1dari 19

Anggota kelompok:

Amalinda Mega N Dora Tri O Desi Wulansari Diyan Risca S Fridisca Ratna Ika Fithri Fadhliyah Fitri Pertiwi Pratiwi I Puspa Pratidina N Rizka Safitri Rizki Nur Anisah Siti Munawarah Swesty Rambu C Tika Evrina

Neisseria adalah coccus gram negatif yang biasanya berpasangan. Secara umum ciri-ciri neisseriae adalah diplokokus non motil. Diameter mendekati 0,8 m. Masing-masing cocci berbentuk ginjal; ketika organisme berpasangan sisi yang cekung akan berdekatan.

Neisseria gonorrhoeae (gonococci) dan neisseria meningtidis (meningococci) adalah patogen pada manusia dan biasanya ditemukan bergabung atau di dalam sel polimorfonuklear.
Kedua spesies tersebut dapat dibedakan dengan presentasi klinis dari penyakit yang disebabkannya: meningococci biasanya ditemukan pada saluran pernafasan atas dan menyebabkan meningitis, sementara gonococci menyebabkan infeksi alat kelamin.

Morfologi

Karakteristik pertumbuhan
Neisseriae paling baik tumbuh pada kondisi aerob, namun beberapa spesies dapat tumbuh pada lingkungan anaerob.

Neisseria menghasilkan oksidase dan memberikan reaksi oksidase positif, tes oksidase merupakan kunci dalam mengidentifikasi mereka.

Gonococci paling baik tumbuh pada media yang mengandung substansi organik yang kompleks seperti darah yang dipanaskan, hemin, protein hewan dan dalam ruang udara yang mengandung 5% CO2. Pertumbuhannya dapat dihambat oleh beberapa bahan beracun dari media seperti asam lemak dan garam. Selain itu, organisme ini akan cepat mati oleh pengeringan, penjemuran, pemanasan lembab dan desinfektan. Mereka menghasilkan enzim autolitik yang dihasilkan dari pembengkakan yang cepat dan lisis in vitro pada suhu 25 C dan pada pH alkalis.

Kultur
Kultur dilakukan selama 48 jam pada media yang diperkaya (misalnya Mueller-Hinton, modified Thayer-Martin). Ciri ciri koloni gonococci : - bentuk cembung - berkilau, meninggi - sifatnya mukoid - diameter 1-5 mm. - koloni transparan atau pekat - tidak berpigmen - tidak bersifat hemolitik.

Patogenesis, Patologi danTemuan Klinis


Gonococci menampakkan beberapa tipe morfologi dari koloninya, tetapi hanya bakteri berpili yang tampak virulen.

Gonococci menyerang membran selaput lendir dari saluran genitourinaria, mata, rektum dan tenggorokan, menghasilkan nanah yang akut yang mangarah ke invasi jaringan; hal yang diikuti dengan inflamasi kronis dan fibrosis.

Pada pria............
biasanya terjadi peradangan uretra (urethritis), nanah berwarna kuning dan kental, disertai rasa sakit ketika kencing. Proses tersebut dapat menyebar ke epididymis. Sebagian nanah pada infeksi yang tidak diobati, fibrosis dan kadangkadang mengarah ke urethral strictures. Infeksi urethral pada pria dapat menjadi penyakit tanpa gejala.

Pada wanita............
infeksi primer terjadi di endoserviks dan menyebar ke urethra dan vagina, meningkatkan sekresi cairan yang mukopurulen. Ini kemudian dapat berkembang ke tuba uterina, menyebabkan salpingitis, fibrosis dan obliterasi tuba. Ketidaksuburan (infertilitas) terjadi pada 20% wanita dengan salpingitis karena gonococci. Cervicitis kronis yang disebabkan oleh gonococci atau proctitis seringkali tanpa gejala.

Diagnosis
Nanah dan sekresi diambil dari urethra, cervix, rektum,conjunctiva, tenggorokan, atau cairan synovial untuk dibuat kultur dan hapusan. Diagnosis ditegakkan berdasarkan : a. Sediaan langsung Pada sediaan langsung dengan pewarnaan gram akan ditemukan gonokokus gram negatif. Bahan duh diambil di daerah fosa navicularis pada pria sedangkan pada wanita diambil dari uretra, muara kelenjar bartholin, serviks dan rektum.

b. Kultur
Kultur darah diperlukan pada penyakit sistemik, tetapi sistem kultur spesial sangat membantu, karena gonococci (dan meningococci) sensitif terhadap polyanethol sulfonate pada media kulsur darah standar.

c. Smear
Smear dari urethra atau eksudat dari endocervix yang diberi pewarnaan gram akan menampakkan banyak diplokokus di dalam sel nanahnya. Hal ini memberikan diagnosa yang mungkin dapat dipercaya. Smear eksudat dari urethra pria yang telah diberi pewarnaan tersebut memiliki tingkat sensitivitas 90% dan spesifikasi 99%. Kultur dari eksudat urethral pria tidak diperlukan lagi bila hasil pewarnaannya positif, namun kultur harus dilakukan bila eksudat urethralnya berasal dari wanita. Smear dari eksudat conjunctiva yang telah diberi pewarnaan juga dapat didiagnosa, namun hapusan dari spesimen tenggorokan atau rektum umumnya tidak membantu.

d. Tes Definitif
1. Tes oksidasi, semua Neisseria memberi hasil positif dengan perubahan warna koloni yang semula bening berubah menjadi merah muda sampai merah lembayung. 2. Tes Fermentasi. Tes oksidasi positif dilanjutkan dengan tes fermentasi memakai glukosa.

e. Tes Beta Laktamase


Pemeriksaan beta laktamase dengan menggunakan cefinase TM disc. BBL 961192 yang mengandung chromogenic cephalosporin, akan menyebabkan perubahan warna dari kuning menjadi merah apabila kuman mengandung enzim beta laktamase.

f. Tes Thomson
Tes ini berguna untuk mengetahui sampai di mana infeksi sudah berlangsung. Tes ini memerlukan syarat yaitu : 1. Sebaiknya dilakukan setelah bangun pagi. 2. Urin dibagi dalam dua gelas. 3. Tidak boleh menahan kencing dari gelas I ke gelas II.

g. Serologi
Serum dan cairan genital yang mengandung antibodi IgG dan 1gA bekerja melawan pili gonococci, membran protein paling luar dan LPS. Beberapa lgM dari serum manusia bersifat bakterisidal terhadap gonococci pada percobaan in vitro. Pada individu yang terinfeksi, antibodi yang melawan pilj gonococci dan membran protein paling luar, dapat dideteksi dengan menggunakan tes immunoblotting, pemeriksaan radioimmunoassay dan ELISA.