Anda di halaman 1dari 2

Tujuan 1. Dapat menyebutkan alat-alat yang digunakan untuk mengidentifikasi boraks 2.

Dapat menyebutkan reagen-reagen yang digunakan untuk mengidentifikasi boraks 3. Dapat menerangkan langkah-langkah kerja dalam menganalisa kadar boraks suatu bahan. Landasan Teori Boraks merupakan senyawa kimia dengan rumus natrium tetraborat, berbentuk krista l lunak dengan pH = 9,5. Boraks merupakan senyawa kimia antara natrium hidroksid a serta asam borat. Dalam industri, boraks menjadi bahan solder, bahan pembersih , pengawet kayu, antiseptic kayu dan pengontrol kecoa. Secara bahasa jawa, boraks dikenal sebagai bleng. Bleng adalah campuran garam mi neral konsentrasi tinggi yang dipakai dalam pembuatan makanan tradisional sepert i karak dan gendar. Sinonimnya yaitu natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat. Struktur molekul boraks adalah dari menyambungkan BO2(OH) BO3(OH) dan segi tiga bidang empat yang terikat ke rantai dari bidang delapan air dan sodium. Boraks m emiliki beberapa karakteristik: Warna adalah putih jernih Kilau seperti kaca Kristal transparan (tembus cahaya) System hablur adalah monoklin Perpecahan sempurna di satu arah Warna lapisan putih Mineral yang sejenis adalah kalsit, halit, hanksite, colemanite, ulexite dan gar am asam borat. Manfaat boraks Boraks biasanya digunakan oleh industri farmasi sebagai ramuan obat misalnya sal ep, bedak, larutan kompres, obat oles mulut dan obat pencuci mata. Boraks juga d igunakan sebagai bahan solder, bahan pembersih, pengawet kayu dan antiseptic kay u. Boraks ini banyak disalahgunakan oleh manusia sehingga menimbulkan bahaya. Borak s banyak disalahgunakan untuk pembuatan mie basah, lontong, bakso, kerupuk dan g endar. Boraks apabila terdapat pada makanan maka dalam jangka waktu lama akan te rjadi penumpukan pada otak, hati, lemak dan ginjal. Pemakaian dalam jumlah banya k dapat menyebabkan demam, depresi, kerusakan ginjal, nafsu makan berkurang, gan gguan pencernaan, kebodohan, kebingungan, radang kulit, anemia, kejang, pingsan, koma bahkan kematian. Bahaya boraks dapat diserap melalui usus, kulit yang rusak dan selaput lender. D apat memberikan efek toksik. Pengaruhnya terhadap kesehatan: a. Tanda dan gejala akut Munah, diare, merah di lender, konvulsi dan dispersi SSP (Susunan Syaraf Pusat) b. Tanda dan gejala kronis Nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, gangguan SSP, bingung dan bodoh, ane mia, rambut rontok dan kanker. Cirri-ciri makanan mengandung boraks: Bakso : Lebih kenyal dibanding bakso tanpa boraks Bila digigit akan kembali ke bentuk semula Tahan lama dan awet beberapa hari. Warnanya tampak lebih putih. Bakso yang aman berwarna abu-abu segar merata di se mua bagian baik di pinggir maupun di tengah. Bau terasa tidak alami ada bau lain yang muncul. Bila dilemparkan ke lantai akan memantul seperti bola bengkel. Gula merah: Sangat keras dan susah dibelah Terlihat butiran mengkilap di bagian dalam Lontong: Teksturnya sangat kenyal

Dapat memberikan rasa getir Kerupuk: Teksturnya sangat renyah Dapat memberikan rasa getir Boraks maupun bleng tidak aman untuk dikonsumsi sebagai makanan, tetapi ironisny a penggunaan boraks sebagai komponen dalam makanan sudah meluas di Indonesia. Me ngkonsumsi makanan yang mengandung boraks memang tidak serta berakibat buruk ter hadap kesehatan tetapi boraks akan menumpuk sedikit demi sedikit karena diserap dalam tubuh konsumen secara kumulatif. Seringnya mengonsumsi makanan berboraks a kan menyebabkan gangguan otak, hati, lemak, dan ginjal. Dalam jumlah banyak, bor aks menyebabkan demam, anuria (tidak terbentuknya urin), koma, merangsang sistem saraf pusat, menimbulkan depresi, apatis, sianosis, tekanan darah turun, kerusa kan ginjal, pingsan, hingga kematian. Bleng atau boraks biasanya dipakai dalam p embuatan makanan berikut ini: karak/lempeng (kerupuk beras), sebagai komponen pe mbantu pembuatan gendar (adonan calon kerupuk) mi, lontong, sebagai pengeras. ke tupat, sebagai pengeras, bakso, sebagai pengawet dan pengeras serta kecap, sebag ai pengawet. 4.2 Pembahasan Pada percobaan ini diidentifikasi senyawa borak dalam suatu bahan. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan borak dalam sutu bahan. Dimana borak dalam makanan dapat diidentifikasi dengan mengamati sifat fisik dan kimianya. Pada pe rcobaan ini sampelnya yang digunakan adalah mie basah dan bakso yang mana biasan ya dalam sampel tersebut sering mangandung borak untuk

Beri Nilai