Program Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK UMUM
A.Soem 01 - 19 - 2009 - M - X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 1

Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum
I. Peraturan Bank Indonesia Nomor 6/10/PBI/2004 tanggal 12 April 2004 tentang Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum,antara lain berisi :
a. Bank wajib melakukan penilaian Tingkat Kesehatan Bank secara triwulanan. b. Penilaian tersebut perlu diberlakukan karena semakin eningkatnya kompleksitas usaha dan risiko,sehingga Bank perlu mengidentifikasi permasalahan yang mungkin timbul dari operasional Bank. C. Tujuannya 1. Bagi perbankan, hasil akhir penilaian kondisi Bank tersebut dapat digunakan sebagai salah satu sarana dalam menetapkan strategi usaha di waktu yang akan datang. 2. bagi Bank Indonesia antara lain digunakan sebagai sarana penetapan danimplementasi strategi pengawasan Bank oleh Bank Indonesia

A.Soem 01 - 19 - 2009

- M - X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63

2

Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum
II. • Tingkat Kesehatan Bank merupakan hasil penilaian kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu Bank melalui penilaian faktor : 1. Capital = permodalan, 2. Assets Quality = kualitas aset, 3. Management = manajemen, 4. Earning = rentabilitas, 5. Liquidity = likuiditas, dan 6. Sensitivity = sensitivitas terhadap risiko pasar. Penilaian atas CAMELS dan JUDGEMENT

III. Terhadap faktor-faktor tersebut dilakukan penilaian kuantitatif dan atau kualitatif setelah mempertimbangkan unsur judgement yang didasarkan atas materialitas dan signifikansi dari faktor-faktor penilaianserta pengaruh dari faktor lainnya seperti kondisi industri perbankandan perekonomian nasional dan
A.Soem 01 - 19 - 2009 - M - X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 3

Tingkat Kesehatan Bank adalah hasil penilaian kualitatif atas berbagai aspek yang berpengaruh terhadap kondisi atau kinerja suatu Bank. perkembangan. dan proyeksi rasio-rasio keuangan Bank. dan kepatuhan Bank . Melalui Penilaian Kuantitatif dan atau Penilaian Kualitatif terhadap faktor-faktor permodalan. Kewajiban Bank 1.19 . 2. Penilaian Kuantitatif adalah penilaian terhadap posisi. Bank wajib melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip kehati-hatian dalam rangka menjaga atau meningkatkan Tingkat Kesehatan Bank. rentabilitas.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 4 V. 2. Penilaian Kualitatif adalah penilaian terhadap faktor-faktor yang mendukung hasil Penilaian Kuantitatif. 4. kualitas aset.2009 . Peringkat Komposit adalah peringkat akhir hasil penilaian Tingkat Kesehatan Bank.M .Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum IV. manajemen.Soem 01 . penerapan manajemen risiko. A. likuiditas. dan sensitivitas terhadap risiko pasar. Komisaris dan Direksi Bank wajib memantau dan mengambil langkahlangkah yang diperlukan agar Tingkat Kesehatan Bank dapat dipenuhi Pengertian 1. 3.

f) rencana permodalan Bank untuk mendukung pertumbuhan usaha. Permodalan (Capital) 1) Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor permodalan antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen komponen sebagai berikut: a) kecukupan pemenuhan Kewajiban Penyediaan Modal Minimum(KPMM) terhadap ketentuan yang berlaku. dan h) kinerja keuangan pemegang saham untuk meningkatkan permodalan Bank. c) trend ke depan/proyeksi KPMM. e) kemampuan Bank memelihara kebutuhan penambahan modal yang berasal dari keuntungan (laba ditahan). Penilaian mencakup penilaian terhadap faktorfaktor CAMELS yang terdiri dari a.19 .Soem 01 . b) komposisi permodalan. g) akses kepada sumber permodalan.M . A.2009 .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 5 .Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum VI. d) aktiva produktif yang diklasifikasikan dibandingkan dengan modal Bank.

X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 6 .M .b.---CAR ditetapkan minimum 8% 2) Komposisi Permodalan Modal Inti KP = --------------------------------------------------------------------Modal Pelengkap + Modal pelengkap tambahan A.Soem 01 .2009 .19 . Komponen yang dinilai adalah 1) KPMM ( kecukupan Pemenuhan Modal Minimum )terhadap ketentuan yang berlaku Modal CAR = ---------------------.Rasio diperhitungkan perposisi ATMR Cara perhitungan Modal dan ATMR sesuai ketentuan Bank Indonesia yang berlaku.

3) Trend ke depan /Proyeksi KPMM Persentase pertumbuhan Modal disbanding persentase pertumbuhan ATMR Modal ( triwu penilaian – Triwu sebelumnya ) Pertumbuhan = -------------------------------------------------------------Modal Triwu sebelumnya.2009 .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 7 4) A.19 .Soem 01 . APYD dibanding Modal bank APYD APYD/EQui = ------------------------------Modal Bank . Pertumbuhan diperoleh dari stress test rencana bisnis bank.M .

Soem 01 . 3.M .19 .2009 .BESARMYA PENCADANGAN Kualitas aktiva 1. 4.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 8 . 5. Rasio dihitung perposisi A. Lancar ( pass ) DPK ( special mention) Kurang lancar ( substandart) Diragukan ( doubfull) Macet ( loss ) % pencadangan 1% 5% 15 % 50 % 100 % Masuk ke cadangan Cadangan umum Cadangan khusus Cadangan khusus Cadangan khusus Cadangan khusus Pencadangan setelah dikurangi nilai agunan Modal adalah modal inti + Modal Pelengkap . 2.

3 tahun mendatang Modal ( Trw penilaian – Trw sebelumnya) a) Renc Pert Modal = ----------------------------------------------------------------------.Soem 01 .X 100 % Vol Ush Trw sebelumnya .2009 .X 100% Modal Trw sebelumnya Vol Ush ( Trw Penilaian – Trw sebelumnya a) Renc Pert Vol Ush = -----------------------------------------------------------------------.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 9 .M .5) Kemampuan Bank memelihara kebutuhan modal yang berasal dari Laba Ditahan Indikator Deviden yang dibagi a) Divident Pay Out Ratio = ----------------------------------- EAT Laba Ditahan b) Retention Rate = -------------------------------------- Modal rata –rata Modal rata – rata = Jumlah modal selama n bln dibagi n 6) Rencana Permodalan untuk mendukung Usaha Rencanax Pertumbuhan adalah persentase rencana pertumbuhan Modal dibansing dengan persentase rencana pertumbuhan volume usaha berdasarkan rencana bisnis 2.19 . A.

Analisis solvabilitas. Over subscribed atau undersubscribed c) d) e) f) 8) Kinerja keuangan pemegang saham (PS) dlm meningkatkan permodalan Indikatori Pendukung seperti : a) b) c) d) Kondisis keuangan PS . Indikator Pendukung seperti : EBT a) EPS = ----------------------------Jumlah saham b) Harga Saham PER = ---------------------------EPS ROA .2009 .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 10 A. Standard & Poor’s.19 .Soem 01 .M . Performance of subscription level . Moody’s dan Fitch Core Bisnis Pemegang Saham Track Record PS dalam memenuhi komitmen kpd BI dalam penambahan modal.7) Akses pada Sumber permodalan.likuiditas profitabilitas dan cash flow PS Peringkat perusahaan PS – melalui lembaga peringkat ternama seperti Al : Pefindo. . ROE Peringkat bank atau surat utang dari lembaga pemeringkat Performance saham atau obligasi yang diterbitkan Bank di pasar secundair.

Latar belakang dikeluarkannya Peraturan Bank Indonesia adalah: 1.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 11 .Soem 01 . Pokok-pokok pengaturan dalam PBI tersebut meliputi antara lain: Kewajiban Penyediaan Modal Minimum 1. Untuk mengantisipasi potensi kerugian sesuai profil risiko Bank. Kewajiban tersebut berlaku bagi Bank secara individu maupun Bank secara konsolidasi dengan Perusahaan Anak 2. mengakomodasi berbagai perkembangan standar internasional seperti Basel II dan standar akuntasi yang terkait dengan perhitungan kecukupan modal.19 . 3. Komponen modal bagi Bank yang berkantor pusat di Indonesia terdiri dari modal inti dan modal pelengkap. dan 2.M . B. mengantisipasi perkembangan pasar keuangan global yang telah meluncurkan berbagai varian instrumen modal (hybrid capital instruments).Kewajiban Penyediaan Modal Minimum Bank Umum A. Bank wajib menyediakan modal minimum sebesar 8% dari Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR). serta modal pelengkap tambahan (yang dialokasikan hanya untuk menghitung risiko pasar) setelah memperhitungkan faktor-faktor tertentu yang menjadi pengurang modal A.2009 . Bank Indonesia dapat mewajibkan Bank untuk menyediakan modal minimum lebih besar dari 8%.

M . A. Tier 1 mencakup a. laba tahun-tahun lalu.Soem 01 . » 4.C. » 5.19 . cadangan tujuan modal. Modal Inti (tier 1) Bank wajib menyediakan tier 1 paling kurang 5 persen dari ATMR baik bagi Bank secara individu maupun bagi Bank secara konsolidasi dengan Perusahaan Anak. » 3. cadangan umum modal. modal sumbangan. agio. modal disetor b. MODAL BANK Terdiri dari : 1. cadangan tambahan modal antara lain Cadangan tambahan modal (disclosed reserve) terdiri dari: 1) faktor penambah. » 2.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 12 . yaitu: » 1.2009 .

2009 . A. – 8.– 6.19 . Modal inovatif adalah instrumen utang yang memiliki karakteristik modal (instrumen hybrid). – 7.Soem 01 . dana setoran modal. » laba tahun lalu » Laba tahun berjalan juga » termasuk modal inovatif. yang memenuhi persyaratan » cadangan modal. selisih lebih penjabaran laporan keuangan. laba tahun berjalan sebesar 50% (lima puluh persen). Modal inovatif harus ≤ 10% dari tier 1.M . Contoh modal inovatif: perpetual non cummulative subordinated debt dan instrumen hybrid lainnya yang bersifat perpetual dan non cumulative.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 13 .

2. dan’ 4) pendapatan komprehensif lainnya. a) bersifat cummulative Bersifat b) dan dapat berupa instrumen dengan call option yang hanya dapat dieksekusi paling kurang 10 tahun setelah instrumen diterbitkan 2) revaluasi aset tetap.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 14 .2009 . 3) cadangan umum aset produktif.19 . modal pelengkap level atas (upper tier 2) mencakup 1) instrumen modal dalam bentuk saham atau instrumen modal lainnya yang memenuhi persyaratan tertentu. A.M . Modal Pelengkap (tier 2) • Tier 2 terdiri dari a.Soem 01 .

M . Lower tier 2 mencakup 1. A.b. saham preferen yang dapat ditarik kembali setelah jangka waktu tertentu (redeemable preference shares) dan/atau 2. Persyaratan tertentu lower tier 2 antara lain instrumen berjangka waktu minimal 5 tahun termasuk instrumen yang mempunyai fitur call option yang hanya dapat dieksekusi paling kurang 5 tahun setelah instrumen diterbitkan dengan mendapat persetujuan BI.19 . pinjaman atau obligasi subordinasi yang memenuhi persyaratan tertentu. dan lower tier 2 ≤50% dari tier 1.Soem 01 .2009 . 3. modal pelengkap level bawah (lower tier 2).X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 15 . Tier 2 ≤100% tier 1.

Modal Pelengkap Tambahan (Tier 3) 1. Tier 3 hanya dapat digunakan untuk menghitung Risiko Pasar. 2. Persyaratan tertentu pinjaman subordinasi jangka pendek yang menjadi komponen tier 3 antara lain minimal berjangka waktu 2 tahun. Limit tier 3 ≤ 250% dari bagian tier 1 yang dialokasikan untuk menghitung Risiko Pasar dan tier 2 + tier 3 ≤ tier 1. A.19 . 4. 3.Soem 01 . 5.2009 . dan tier 2 yang tidak digunakan dengan memenuhi persyaratan tertentu. bagian dari pinjaman subordinasi dalam tier 2 yang melebihi batas maksimum 50% dari tier 2.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 16 .c.M . Komponen tier 3 mencakup pinjaman subordinasi jangka pendek. Aktiva Tertimbang Menurut Risiko (ATMR) ATMR diperhitungkan sebagai berikut: a) bagi semua bank mencakup ATMR untuk Risiko Kredit dan ATMR untuk Risiko Operasional b) bagi bank yang memenuhi kriteria tertentu ditambah ATMR untuk Risiko Pasar.

Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor kualitas aset antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen komponen sebagai berikut: a) aktiva produktif yang diklasifikasikan dibandingkan dengan total aktiva produktif. b) debitur inti kredit di luar pihak terkait dibandingkan dengan total kredit. c) perkembangan aktiva produktif bermasalah/non performingasset dibandingkan dengan aktiva produktif.Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum b. d) tingkat kecukupan pembentukan penyisihan penghapusan aktiva produktif (PPAP). dan h) kinerja penanganan aktiva produktif bermasalah. g) dokumentasi aktiva produktif.19 .Soem 01 .2009 . f) sistem kaji ulang (review) internal terhadap aktiva produktif.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 17 . Kualitas Aset (Asset Quality) 1. A. e) kecukupan kebijakan dan prosedur aktiva produktif.M .

2.M .19 .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 18 .2009 . Rasio penilaian yang digunakan a) : aktiva Produktif yang diklasifikasikan = ------------------------------------Aktiva Debitur Inti b) • = --------------------------------------Total Kredit A.Soem 01 .

• • • c) Perkembangan aktiva Produktif Aktiva Produktif bermasalah = ------------------------------------------------Aktiva Produktif d) Kecukupan Pembentukan PPAP PPAP yang telah dibentuk = ----------------------------------------------------PPAP yang wajib dibentuk A.Soem 01 .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 19 .M .19 .2009 .

e) Kecukupan kebijakan dan prosedur aktiva Produktif Indikator : 1) Keterlibatan pengurus dalam menyusun dan menetapkan kebijak aktiva produktif 2) Konsistensi antara kebijaksanaan dengan pelaksanaan 3) Kecukupan sitem dan prosedur f) Sistem kaji ulang internal thd aktiva produktif Indikator 1) Frekuensi dan independensi review 2) Ketaatan terhadap internal dan external regulation 3) Sistem informasi aktiva produktif 4) Proses keputusan manajemen A.19 .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 20 .Soem 01 .M .2009 .

2009 .19 .Soem 01 .M .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 21 .g) Dokumen aktiva Produktif Indikator : 1) Kelengkapan dokumen dan kemudahan audit 2) Sitem penatausahaan dokumen 3) Back Up dan penyimpanan dokumen h) Kinerja penanganan aktiva produktif Indikator Kredit yang direstrukturisasi 1) = ---------------------------------------------------------------------- Total kredit A.

Soem 01 .2009 .2) Kredit yang di restruktur lancar & DPK = -------------------------------------------------------------------Kredit Yang direstuktur Kredit Bermasalah – PPAP = ---------------------------------------------------------Total Kredit Penyertaan mod sementara kualitas lancar & DPK = --------------------------------------------------------------------------Penyertaan Modal sementara 3) 4) 5) 6) 7) = Agunan Yang Diambil Alih -------------------------------------------------------Total Kredit Kualitas penangan AP yang bermasalah Rewiev terhadap unit kerja penanganan AP bermasalah A.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 22 .19 .M .

AKTIVA BANK A.2009 . Penetapan kualitas sebagaimana dimaksud tidak diberlakukan untuk AP yang diberikan oleh setiap bank sampai dengan jumlah Rp500.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 23 A. AKTIVA BANK dibedakan antara : 1. B.M .Jt (lima ratus juta rupiah) kepada setiap debitur atau proyek yang sama. 2. 3.Soem 01 .19 . Dalam hal terdapat penetapan yang berbeda maka mengikuti kualitas AP yang paling rendah. Bank wajib menetapkan kualitas yang sama terhadap beberapa rekening AP yang digunakan untuk membiayai satu debitur dan berlaku pula untuk AP yang diberikan oleh lebih dari satu Bank. Bank wajib memiliki ketentuan intern yang mewajibkan debitur sampai jumlah tertentu wajib menyampaikan laporan keuangan yang telah diaudit Akuntan Publik . aktiva produktif dan aktiva non produktif. AKTIVA PRODUKTIF 1. 2.

prospek usaha yang meliputi : 1) potensi pertumbuhan usaha. Kualitas Kredit ditetapkan berdasarkan faktor penilaian sbb: a. dan 1) perolehan laba. 2) struktur permodalan.19 . Kolektibilitas 1.C. b.Soem 01 . 3) kualitas manajemen dan permasalahan tenaga kerja.M . 4) dukungan dari grup atau afiliasi. kinerja (performance) debitur. 3) arus kas.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 24 . dan 4) sensitivitas terhadap risiko pasar A. dan 5) upaya yang dilakukan debitur dalam rangka memelihara lingkungan hidup.2009 . 2) kondisi pasar dan posisi debitur dalam persaingan.

c. KREDIT 1) 2) 3) 4) 5) kualitas Kredit ditetapkan : Lancar. Diragukan. 5) kesesuaian penggunaan dana. atau Macet klasifikasi ini dapay dilihat kembali lampiran Manajemen perkreditan II . Kurang Lancar.2009 . 2.19 . 4) kepatuhan terhadap perjanjian Kredit. PENETAPAN PENILAIAN a.M . 2) ketersediaan dan keakuratan informasi keuangan debitur.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 25 A. 1) ketepatan pembayaran pokok dan bunga. 3) kelengkapan dokumentasi Kredit.Soem 01 . dan 6) kewajaran sumber pembayaran kewajiban. Dalam Perhatian Khusus. kemampuan membayar.

2) Kualitas Surat Berharga yang tidak memenuhi persyaratan dimaksud atau Surat Berharga yang diakui berdasarkan harga perolehan dapat ditetapkan sebagai berikut: a) Lancar.2009 . apabila: c) Macet Berdasar kriteria tertentu yang diatur BI .M . dan d) belum jatuh tempo.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 26 A. b) Kurang Lancar. Surat Berharga 1) Kualitas Surat Berharga yang diakui berdasarkan nilai pasar ditetapkan Lancar sepanjang : a) aktif diperdagangkan di bursa efek di Indonesia. c) kupon atau kewajiban lain yang sejenis dibayar dalam jumlah danwaktu yang tepat. sesuai perjanjian. b) terdapat informasi nilai pasar secara transparan.19 .Soem 01 .b.

apabila: bank memiliki rasio KPMM paling b) Kurang Lancar. bank memiliki rasio KPMM paling kurang sama dengan ketentuan yang berlaku. SBI dan SUN ditetapkan memiliki kualitas Lancar. . dantidak terdapat tunggakan pembayaran pokok dan atau bunga.M . apabila: kurang sama dengan ketentuan yang berlaku.2009 27 . danterdapat tunggakan pembayaran pokok dan atau bunga sampai dengan 5 (lima) hari kerja.Soem 01 . d.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 A.19 .c. Penempatan 1) Kualitas Penempatan ditetapkan Lancar sepanjang mengikuti program penjaminan Pemerintah dan masih berlaku 2) Dalam hal bank penerima Penempatan tidak memenuhi persyaratan atau bukan peserta program penjaminan Pemerintah kualitas sebagai berikut: a) Lancar.

atas Surat Berharga Repo dan Tagihan Derivatif ditetapkan berdasarkan: 1. atau dalam likuidasi.2009 .c) Macet. 2. ketentuan kualitas Kredit apabila pihak yang wajib melunasi tagihan adalah debitur . bank memiliki rasio KPMM kurang dari ketentuan yang berlaku. apabila: e. dan atau 3) terdapat tunggakan pembayaran pokok dan atau bunga lebih dari 5 (lima) hari kerja.M . 2) Bank ditetapkan dalam status pengawasan khusus atau dibekukan seluruh kegiatan usaha. ketentuan kualitas Penempatan apabila pihak yang wajib melunasi tagihan adalah bank lain.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 28 1) A. Kualitas Tagihan Akseptasi.Soem 01 .19 .

. d) Macet.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 29 A. c) Diragukan. Kualitas Penyertaan Modal 1.f. dinilai berdasarkan metode biaya (cost method).Soem 01 . Kualitas Penyertaan Modal yang dinilai berdasarkan metode ekuitas (equitymethod) ditetapkan Lancar. ditetapkan berdasarkan laporan keuangan tahun buku terakhir yang telah diaudit. apabila investee mengalami kerugian kumulatif lebih dari 25% (dua puluh lima perseratus) sampai dengan 50% (lima puluh perseratus) dari modal investee.2009 .19 . apabila investee mengalami kerugian kumulatif lebih dari 50% (lima puluh perseratus) dari modal investee 2. apabila Perusahaan tempat Bank melakukan Penyertaan Modal (investee) memperoleh laba dan tidak mengalami kerugian kumulatif . apabila investee mengalami kerugian kumulatif sampai dengan 25% (dua puluh lima perseratus) dari modal investee . b) Kurang Lancar.M . sebagai berikut a) Lancar.

Lancar. Macet.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 30 . Kualitas Penyertaan Modal Sementara ditetapkan sebagai berikut: 1. h.2009 . 4.g. Kurang Lancar.19 . 2.M . ketentuan penetapan kualitas Kredit apabila pihak lawan transaksi (counterparty) adalah debitur Bagian dari Aktiva Produktif yang dijamin dengan agunan tunai memiliki kualitas Lancar. A. 3. ketentuan penetapan kualitas Penempatan bila pihak lawan transaksi (counterparty) adalah bank .Soem 01 . apabila telah melampaui jangka waktu satu tahun namun belum melampaui jangka waktu 4 tahun. Kualitas Transaksi Rekening Administratif ditetapkan sama dengan: 1. apabila belum melampaui jangka waktu satu tahun. Diragukan. apabila telah melampaui jangka waktu 4 (empat) tahun namun belum melampaui jangka waktu 5 (lima) tahun. 2. apabila telah melampaui jangka waktu 5 (lima) tahun atau belum ditarik kembali meskipun perusahaan debitur telah memiliki laba kumulatif.

00 (lima ratus juta rupiah). Kredit dan penyediaan dana lain kepada debitur dengan lokasi kegiatan usaha di daerah tertentu sampai dengan jumlah Rp1. A.00 (satu milyar rupiah).000.000. didasarkan atas ketepatan pembayaran pokok dan atau bunga.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 31 .2009 .19 .000. Kredit dan penyediaan dana lain sampai dengan jumlah Rp 500.000.M .000.Soem 01 . 2.i. Kredit dan Penyediaan Dana dalam Jumlah Kecil serta Kredit dan Penyediaan Dana di Daerah Tertentu Penetapan kualitas untuk: 1. Kredit usaha kecil sesuai ketentuan Bank Indonesia yang berlaku. dan 3.

.000.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 32 A. oleh intern bank d) AYDA yang telah dilakukan upaya penyelesaian memiliki kualitas sebagai berikut: 1) Lancar.000.000. AYDA: a) Bank wajib menyelesaian dan penilaian kembali net realizable value terhadap AYDA .000.Soem 01 .C. Properti Terbengkalai. apabila AYDA dimiliki sampai dengan 1 tahun.19 . b) Tunggakan bunga AYDA tidak dapat diakui sebagai pendapatan sampai dengan adanya realisasi.2009 .00 (lima milyar rupiah) atau lebih. Rekening Antar Kantor dan Suspense Account. c) Penetapan net realizable value untuk AYDA dengan nilai Rp5. 1. dilakukan oleh penilai independen.M . Untuk yang dibawah/kurang dari Rp5. • AKTIVA NON PRODUKTIF Aktiva Non Produktif yang wajib dinilai kualitasnya meliputi AYDA.000.00 (lima milyar rupiah).000.

M . b. 4) Macet. Properti Terbengkalai yang telah dilakukan upaya penyelesaian. apabila AYDA dimiliki lebih dari 3 (tiga) tahun sampai dengan 5 (lima) tahun. Bank wajib melakukan penyelesaian. ditetapkan memiliki kualitas sesuai AYDA .19 .2009 . 2) Kurang Lancar. apabila AYDA dimiliki lebih dari 1 (satu) tahun sampai dengan 3 (tiga) tahun. . Rekening Antar Kantor dan Suspense Account a.Soem 01 . 3) Diragukan. apabila AYDA dimiliki lebih dari 5 (lima) tahun. AYDA yang tidak dilakukan upaya penyelesaian ditetapkan memiliki kualitas satu tingkat dibawah sesuai ketentuan Properti Terbengkalai a. 3. mendokumentasikan upaya penyelesaian Properti Terbengkalai yang dimiliki. b.2. Bank wajib melakukan upaya penyelesaian Rekening Antar Kantor dan Suspense Account.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 33 A.

Kualitas Rekening Antar Kantor dan Suspense Account ditetapkan sebagai berikut: a) b) Lancar.4.19 . Macet.Soem 01 .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 34 . apabila RAK dan Suspense Account tercatat dalam pembukuan Bank sampai dengan 180 (seratus delapan puluh) hari.2009 .M . A. apabila RAK dan Suspense Account tercatat dalam pembukuan Bank lebih Dari 180 (seratus delapan puluh) hari.

Soem 01 .19 . d) 100% (seratus perseratus) dari Aktiva dengan kualitas Macet setelah dikurangi nilai agunan . Sebagai berikut: a. 1) cadangan umum paling kurang sebesar 1% (satu perseratus) dari A P yang memiliki kualitas Lancar. Bank wajib membentuk PPA terhadap Aktiva Produktif dan Aktiva Non Produktif.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 35 A.M . b) 15% (lima belas perseratus) dari Aktiva dengan kualitas Kurang Lancar setelah dikurangi nilai agunan.2009 . c) 50% (lima puluh perseratus) dari Aktiva dengan kualitas Diragukan setelah dikurangi nilai agunan. Dan dikecualikan untuk A P dalam bentuk SBI dan SUN serta bagian A P yang dijamin dengan agunan tunai 2) dan cadangan khusus ditetapkan paling kurang sebesar: a) 5% (lima perseratus) dari Aktiva dengan kualitas Dalam Perhatian Khusus setelah dikurangi nilai agunan. Untuk Akativa Produktif.PENYISIHAN PENGHAPUSAN AKTIVA 1.

M .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 36 A.Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum c.19 . dan 3) kepatuhan Bank terhadap ketentuan yang berlaku serta komitmen kepada Bank Indonesia dan atau pihak lainnya seperti: 1) 2) 3) 4) BMPK PDN KYC Komitmen lainnya terhadap Bank Indonesia .2009 . Manajemen (Management) Penilaian terhadap faktor manajemen antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut: 1) manajemen umum. 2) penerapan sistem manajemen risiko.Soem 01 .

Efektifites Kinerja fungsi Komitee A. c. d.M . b.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 37 . Transparansi informasi dan edukasi nasabah f.Soem 01 . Struktur dan komposisi pengurus Penanganan conflict of interest Independensi pengurus Kemampuan membatasi atau mencegah penurunan kualitas God Corporate e.19 .2009 .1) Manajemen Umum Praktek God Corporate Govermence : a.

pemantauan dan pengendalian Risiko serta sitem informasi Manajemen Risiko dan d) Sistem pengendalian intern yang menyeluruh Kepatuhan Bank a) BMPK b) PDN c) KYC Principles d) Kepatuhan terhadap komitmen dan kepatuhan lainnya .M . prosedur/ dan penetapan limit c) Kecukupan proses identifikasi.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 38 3) A.2) Penerapan Sistem Manajemen Risiko Dinilai atas dasar 4 faktor: a) Pengawasan aktif dewan Komisaris dan Direksi b) Kecukupan kebijaksanaan.2009 . pengukuran.19 .Soem 01 .

M . Bank wajib mengambil langkah penyelesaian untuk memperbaiki antara lain dengan cara: 1. Membeeeerikan Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait tanpa persetujuan dewan Komisaris Bank. KEPADA PIHAK TERKAIT c. 2. atau macet. Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait harus sesuai dengan prosedur umum yang berlaku. 3. dan atau 2. a.Soem 01 .BATAS MAKSIMUM PEMBERIAN KREDIT I. pelunasan kredit paling lambat dalam jangka waktu 60 hari hari sejak turunnya kualitas Penyediaan Dana. diragukan. Seluruh portofolio Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait perorangan maupun grup dengan Bank ditetapkan paling tinggi 10% (sepuluh perseratus) dari Modal Bank.2009 .19 . A. Apabila kualitas Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait menurun menjadi kurang lancar. membeli aktiva berkualitas rendah dari Pihak Terkait. Bank dilarang : 1.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 39 . b. melakukan restrukturisasi kredit sejak turunnya kualitas Penyediaan Dana.

Penyertaan Modal 1.M .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 40 .2009 .Soem 01 . Penyediaan Dana yang akan dan telah diberikan kepada investee tersebut setelah ditambah dengan seluruh portfolio Penyediaan Dana kepada Pihak Terkait yang telah ada tidak melanggar ketentuan BMPK dan memenuhi persyaratan yang telah ditentukan . Dalam bentuk Penyertaan Modal . Mengenai batasan yang disebut pihak terkait sesuai dengan isi SE BI mengenau BMPK A. Penyediaan Dana kepada Peminjam yang bukan merupakan Pihak Terkait tetapi disalurkan dan atau digunakan Pihak Terkait diperhitungkan sebagai penyediaan dana kepada pihak terkait : e. Bank wajib memastikan bahwa rencana Penyediaan Dana tersebut tidak melanggar ketentuan BMPK 2.19 .d.

BMPK untuk Surat Berharga Yang Dibeli Dengan Janji Dijual Kembali dihitung berdasarkan harga beli.Soem 01 .II. Penyediaan Dana kepada 1 (satu) kelompok Peminjam yang bukan merupakan Pihak Terkait ditetapkan paling tinggi 10% (dua puluh lima perseratus) dari Modal Bank Perhitungan BMPK 1. dihitung berdasarkan harga beli. BMPK untuk Tagihan Akseptasi dihitung sebesar nilai wesel yang diaksep.M . 3. b. KEPADA PIHAK TIDAK TERKAIT Penyediaan Dana kepada 1 (satu) Peminjam yang bukan merupakan Pihak Terkait ditetapkan paling tinggi 20% (dua puluh perseratus) dari Modal Bank. a.2009 .19 .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 41 A. 2. . BMPK untuk Surat Berharga kepada Reference Entity dihitung secara proporsional berdasarkan proporsi aset yang mendasari (underlying reference asset) dari masing-masing Reference Entity. BMPK untuk Kredit dihitung berdasarkan baki debet. c. 4.

e.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 42 A. perubahan nilai wajar. PELAMPAUAN BMPK Penyediaan Dana oleh Bank dikategorikan sebagai Pelampauan BMPK apabila disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut: a. b. perubahan ketentuan. penggabungan usaha dan atau perubahan struktur kepengurusan yang menyebabkan perubahan Pihak Terkait dan atau kelompok Peminjam. III. f. .19 . c.M . BMPK untuk Transaksi Rekening Administratif dihitung sebesar nilai yang telah diterbitkan (outstanding BMPK untuk transaksi derivatif dihitung berdasarkan risiko kredit transaksi derivatif. penurunan Modal Bank.Soem 01 .2009 . e. perubahan nilai tukar. d. BMPK untuk Penyertaan Modal dihitung berdasarkan harga perolehan.

a. Pergerakan kurs valuta asing yang sangat fluktuatif. Dalam rangka penerapan prinsip kehati – hatian Ketentuan yang mewajibkan bank bank untuk pada setiap saat memelihara selisih antara kewajiban devisa dengan tagihan devisa maksimal sebesar …% tase tertentu dari modal bank.M . c.2009 .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 43 . sehingga pemeliharaan PDN dalam jumlah yang besar mengandung risiko kerugian yang besar pula bagi bank. Bank Indonesia menetapkan bahwa : a. sasaran dari ketentuan ini adalah untuk mencegah bank bank melakukan spekulasi dalam valas.POSISI DEVISA NETTO 1. 2. b. PDN secara keseluruhan Neraca dan rekening Administratif secara rata rata selama satu Minggu setinggi – tinggi-nya 25 % dari modal bank.19 . Posisi Devisa Netto b. A.Soem 01 . PDN rekening Administratif secara rata rata selama satu Minggu setinggi -tinggi-nya 25 % dari modal bank.

M .KYC 1.19 .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 44 .Soem 01 . Mengenai hal ini termasuk tatacaranya telah diatur oleh Bank Indonesia dan telah disampaikan kepada seluruh bank di INdonesia A. Bank indonesia menetapkan bahwa setiap bank dalam menerima nasabah yang menggunakan jasanya wajib melaksanakan KYC dalam rangka meneliti bahwa usaha /dana yang disimpan/ ditanankan dibank tidak berasal dari money laundring yaitu dana yang berasal diantaranya: – – – – Perdagangan narkoba Korupsi/manipulasi Tindak pidana kejahatan lainnya Dlsb Lihat lampiran : 2. Kewajiban bank untuk melaporkan kepada lembaga tang berwenang apabila ditemua transaksi keuangan yang meragukan asal usulnyq 3.2009 .

net interest margin (NIM).M . Biaya Operasional dibandingkan dengan Pendapatan Operasional (BOPO). dan prospek laba operasional. Rentabilitas (Earnings) Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor rentabilitas antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponenkomponen sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) return on assets (ROA). penerapan prinsip akuntansi dalam pengakuan pendapatan dan biaya.19 . . komposisi portofolio aktiva produktif dan diversifikasipendapatan. return on equity (ROE).X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 45 A.Soem 01 .Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum d.2009 . perkembangan laba operasional.

D.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 46 .Soem 01 . pencapaian a) Return on assets (ROA). EARNING Penilaian rentabilitas ( Earning ) merupakan penilaian terhadap kondisi dan kemampuan rentabilitas Bank untuk mendukung kegiatan operasional dan permodalan. EAT ROA = ---------------------. meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sbb: 1.X 100 % Rata – rata Total Aset b) Return on Equity EAT ROE = -------------------.19 .M .X 100 % Rata – rata Modal inti A.2009 .

c) Net Interest Margin Pendapatan Bunga Bersih NIM = --------------------------X 100 % Rata –rata Aktiva Produktif d) Biaya operasional dibandingkan dengan Pendapatan Operasional Total Beban Operasional BOPO = ----------------------------------------------.Soem 01 .19 .2009 .M .X 100 % Total Pendapatan Operasional A.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 47 .

.
e) Perkembangan laba Operasi Pendapatan Operasopnal – Biaya Operasional f) Komposisi Portofolio AP dan diversifikasi pendapatan Indikator : 1) Komposisi Portofolio AP dibandingkan dengan komposisi pendapatan operasional dari aktiva produktif (series) 2) Fee based Income: Pendapatan Operasion diluar pend Bunga = ------------------------------------------Pendapatan Operasional g) Penerapan Prinip Akuntansi dalam pengakuan pendapatan dan biaya 1) Konsistensi pengakuan pendapatan bunga yang berkaitan dengan KAP 2) metodologi akuntansi untuk pengakuan pendapatan dan biaya

A.Soem 01 - 19 - 2009

- M - X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63

48

h)

Prospek Laba Operasi Indikator prndukung : Hasil stress test proyeksi laba operasional berdasarkan rencana bisnis

E.

LIQUIDITY Penilaian likuiditas ( Liquidity) merupakan penilaian terhadap kemampuan Bank dalam memelihara tingkat likuiditas yang memadai dan kecukupan manajemen risiko likuiditas. meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut: 1. rasio aktiva/pasiva likuid,< 1 bln Aktiva Liquid < 1 Bln = ------------------------Pasiva Likuid < 1 bln a. Aktiva Likuid < 1 Bln 1) Kas 2) Giro BI 3) SBI 4) Anyar Bank Aktiva ( Giro , Deposit On call, Call Money )
- M - X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 49

A.Soem 01 - 19 - 2009

Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum d. Likuiditas (Liquidity)
Penilaian pendekatan kuantitatif dan kualitatif faktor likuiditas antara lain dilakukan melalui penilaian terhadap komponen komponensebagai berikut: 1) aktiva likuid kurang dari 1 bulan dibandingkan dengan pasiva likuid kurang dari 1 bulan; 2) 1-month maturity mismatch ratio; 3) Loan to Deposit Ratio (LDR); 4) proyeksi cash flow 3 bulan mendatang; 5) ketergantungan pada dana antar bank dan deposan inti; 6) kebijakan dan pengelolaan likuiditas (assets and liabilities anagement/ ALMA); 7) kemampuan Bank untuk memperoleh akses kepada pasar uang,pasar modal, atau sumber-sumber pendanaan lainnya; dan 8) stabilitas dana pihak ketiga (DPK). • f
- M - X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 50

A.Soem 01 - 19 - 2009

meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut: 1.Soem 01 . Call Money ) .19 .< 1 bln Aktiva Liquid < 1 Bln = ------------------------Pasiva Likuid < 1 bln a.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 51 A. Deposit On call. Aktiva Likuid < 1 Bln 1) Kas 2) Giro BI 3) SBI 4) Anyar Bank Aktiva ( Giro . rasio aktiva/pasiva likuid.2009 .h) Prospek Laba Operasi Indikator prndukung : Hasil stress test proyeksi laba operasional berdasarkan rencana bisnis E.M . LIQUIDITY Penilaian likuiditas ( Liquidity) merupakan penilaian terhadap kemampuan Bank dalam memelihara tingkat likuiditas yang memadai dan kecukupan manajemen risiko likuiditas.

2009 .M . deposit on call.19 .Soem 01 .month Maturity Mismatch Ratio Selisih aktiva dan pasiva yang akan jatuh tempo 2 bln = ---------------------------------------------------------------------------Pasiva yang akan Jatuh tempo 1 Bln A.2. Pasiva Likuid < 1 bln 1) Giro 2) Tabungan 3) Deposito 4) Kewajiban segera 5) Kewajiban pada bank lain ( giro. b.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 52 . call money) 1.

2009 .Soem 01 .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 53 . Aktiva yang jatuh tempo 1bln 1) SBI 2) Antar Bank Aktiva 3) Surat Berharga 4) Kredit yang diberikan 5) Lain lain b.19 . Pasiva yang jatuh tempo 1 bln 1) Giro 2) Tabungan 3) Deposito 4) Bank Indonesia 5) Antar bank pasiva 6) Surat Berharga yang diterbitkan 7) Pinjaman yang diterima 8) Lain lain A.M .a.

Soem 01 .3. A. 4.19 . Antar bank pasiva = ---------------------------------------Total dana .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 54 5. DPK tidak termasuk antar bank diambil posisi bulan penilaian Ketergantungan pada dana antar bank dan deposan inti a.2009 .M . Loan To Deposit Ratio (LDR) Kredit = ------------DPK Kredit tidak termasuk kredit kepada Bank Lain dan DPK tidak termasuk antar Bank. Proyeksi Cash Flow 3 bulan mendatang a. Proyeksi Net cash flow selama 2 bln b.

M .Soem 01 .dan deposito a) Bank dengan TA =< Rp 1 T dep inti = 10 Depositors b) Bank dengan TA Rp 1 T =< TA =< Rp 10 T dep inti 25 Deps c) Bank dengan TA > Rp 10 T dep inti = 50 depositors Rasio dihitung per posisi .19 .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 55 A.1) 2) 3) b.tabungan.2009 . 1) 2) 3) ABP dihitung per posisi Penilaian Total dana mencakup a) dana Pihak Ketiga b) Antar bank Pasiva c) Pinjaman yang diterima d) Surat Berharga yang diterbitksn Ratio dihitung per posisi Deposan Inti = -------------------DPK dihitung Posisi bulanan Deposan ini mencakup 10 depositors terbesar giro.

Pasar Modal . atau sumber dana lainnya Indikator 1) Peringkat bank 2) Persyaratan Fasilitas Pendanaan Jangka pendek 3) Track record dan ketersediaan money market line ( Credit line) 4) Suku Bunga PUAB.19 .X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 56 d.c. A.Soem 01 . e.2009 . dibandingkan dengan suku bunga PUAB yang dikenakan pada bank STABILITAS DANA PIHAK KETIGA ( DPK ) Indikator 1) Pertumbuhan DPK 2) Pertumbuhan Deposan inti .M . Kebijakan dan pengelolaan Likuiditas (ALMA) Indikator pendukung: 1) Kecukupan Contigency Plan 2) Kesesuaian kebijakan dengan struktur asset & Liabillities 3) Kecukupan penetapan prosedur limit 4) Kecukupan akuntabilitas dan jenjang delegasi wewenang Kemampuan Bank untuk memperoleh akses pada Pasar Uang .

19 .F.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 57 .M . SENSITIVITY Penilaian terhadap faktor sensitivitas ( Sensitivity )terhadap risiko pasar meliputi penilaian terhadap komponen-komponen sebagai berikut: 1.Soem 01 . Modal atau cadangan yang dibentuk untuk mengcover fluktuasi suku bunga dibandingkan dengan potential loss suku bunga (eksposur trading book + banking book X fluktuasi suku bunga Ekses Modal = ----------------------potential Loss Suku Bunga A.2009 .

Kecukupan Penerapan Manajemen Risiko Pasar (Markrt Risk ) Penerapan Bank terhadap Sistem Manajemen Risiko meliputi : 1) Pengawasan aktif dewan Komisaris dan Direksi Bank terhadap potensi eksposur Risiko Pasar 2) Kecukupan Kebijakan .dan penetapan limit Risiko Pasar 3) Kecukupan Proses identifikasipengukuran.2009 .M .prosedur.cover fluktuasi nilai tukar dibandingkan dengan potential loss Nilai Tukar( Eksposur Trading Book Valas + banking Valas X fluktuasi nilai tukar Ekses Modal = ----------------------------------------Potential Loss Nilai Tukar3. pemantauan dan pengendalian Risiko Pasar serta sitem informasimanajemen Risiko Pasar 4) Effektifvitas pelaksanaan pengendalian intern ( internal Control) terhadap eksposur risiko pasar termasuk kecukupan fungsi audit intern . Modal atau cadangan yang dibentuk untuk meng.Soem 01 .19 .2.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 58 A.

Lampiran 1c. Lampiran 2c.Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum G. Formula dan indikator pendukung dalam rangka penilaian setiap komponen berpedoman kepada Matriks perhitungan/ Analisis Komponen setiap faktor sebagaimana diuraikan pada Lampiran 1a.2009 . A.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 59 . Lampiran 2b. 2. Berdasarkan formula dan indikator pendukung setiap komponen sebagaimana dimaksud pada angka 1 dilakukan proses analisis untuk menetapkan peringkat setiap komponen dengan berpedoman kepada Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Komponen sebagaimana diuraikan pada Lampiran 2a.Dalam proses ini juga dilakukan analisis terhadap berbagai indikator pendukung dan atau pembanding yang relevan. dan Lampiran 1f Surat Edaran Bank Indonesia ini. ampiran 1b. dan Lampiran 2f Surat Edaran Bank Indonesia ini. Lampiran 1d.M . Lampiran 2e. Lampiran 2d.Soem 01 . Lampiran 1e. TATA CARA PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN BANK UMUM 1.19 .

Proses penetapan peringkat setiap faktor penilaian dilaksanakan setelah mempertimbangkan unsur judgement yang didasarkan atas materialitas dan signifikansi dari setiap komponen.Soem 01 .M . .2009 . A.Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum 3. Lampiran 3c. dan Lampiran 3f Surat Edaran Bank Indonesia ini. Lampiran 3b.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 60 4. Lampiran 3e. Selanjutnya dilakukan proses analisis untuk menetapkan peringkat setiap faktor penilaian dengan berpedoman kepada Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Faktor sebagaimana diuraikan pada Lampiran 3a. Berdasarkan hasil penetapan peringkat setiap faktor penilaian dilakukan proses analisis untuk menetapkan peringkat komposit Bank dengan berpedoman kepada Matriks Kriteria Penetapan Peringkat Komposit sebagaimana diuraikan pada Lampiran 4a Surat Edaran Bank Indonesia . Lampiran 3d. Proses penetapan peringkat komposit Bank dilaksanakan setelah mempertimbangkan unsur judgement yang didasarkan atas materialitas dan signifikansi dari setiap faktor.19 .

September dan Desember. angka 3. A.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 61 . Apabila diperlukan Bank Indonesia meminta hasil penilaian Tingkat Kesehatan Bank tersebut secara berkala atau sewaktu-waktu untuk posisi penilaian tersebut terutama untuk menguji ketepatan dan kecukupan hasil analisis Bank. Lampiran 5d. Lampiran5c. Bank menggunakan kertas kerjasebagaimana diuraikan pada Lamiran 5a. 6. Bank wajib melakukan penilaian Tingkat Kesehatan Bank secara triwulanan untuk posisi bulan Maret. Lampiran 5b.M . Lampiran 5e. Untuk memproses penetapan peringkat sebagaimana dimaksud pada angka 2.Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum 5.19 . dan Lampiran 5f Surat Edaran Bank Indonesia ini. Juni. 7.Soem 01 .2009 . dan angka 4.

A. untuk predikat Tingkat Kesehatan “Sehat” dipersamakan dengan Peringkat Komposit 1 (PK-1) atau Peringkat Komposit 2 (PK-2).Soem 01 . untuk predikat Tingkat Kesehatan “Cukup Sehat” dipersamakan dengan Peringkat Komposit 3 (PK-3). untuk predikat Tingkat Kesehatan “Tidak Sehat” dipersamakan dengan Peringkat Komposit 5 (PK-5).M . 4.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 62 .19 . 3. 2. Predikat Tingkat Kesehatan Bank disesuaikan dengan ketentuan dalam Surat Edaran Bank Indonesia ini sebagai berikut: 1.2009 . untuk predikat Tingkat Kesehatan “Kurang Sehat” dipersamakan dengan Peringkat Komposit 4 (PK-4).Sistem Penilaian Tingkat Kesehatan Bank Umum H.

M .19 . A.JUDGEMENT • Dalam menentukan peringkat tingkat kesehatan Judgement termasuk mempunyai peran yang penting karena judgement sapat merubah hasil peringkat kekomposit yang lebih/ paling rendah.X SISTEM PENILAIAN TINGKAT KESEHATAN 63 63 .2009 . Karena seoerti antara lain: – Tidak ada kerjasama yang baik diantara pengurus bank sehingga dapat mengancam kelangsungan bank – Adanya perpevahan diantara pengurs /pengelola – Ditemui adanya window dressing – Dlsb yang mempunyai akibat mempengaruhi perkembangan banksecara sehat.Soem 01 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful