P. 1
Rangkuman Kimia Kelas X SMA

Rangkuman Kimia Kelas X SMA

|Views: 46|Likes:
Dipublikasikan oleh Andreas Springfield Gleason

More info:

Published by: Andreas Springfield Gleason on Apr 19, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/26/2013

pdf

text

original

Friday, October 16, 2009

Rangkuman Kimia Kelas X SMA
Rangkuman Kimia Kelas 1 SMA Struktur Atom Bagian Elektron Proton Neutron

Penemu JJ.Thomson Eugen Goldstein James Chadwick

Alat Tabung katode Tabung katode sinar kanal Sinar alfa pada boron & parafin

Tanda Atom A è nomor massa (proton + neutron) Z è nomor atom (proton) Isotop è proton sama (unsur sama nomor massa beda) Isoton è neutron sama (unsur beda/proton beda) Isobar è nomor massa sama ( unsur beda/proton beda) Konfigurasi Elektron Niels Bohr Nomor Nama Jumlah elektron Kulit (n) kulit maksimum (2n2) 1 K 2 2 L 8 3 M 18 4 N 32 5 O 50 6 P 72 7 Q 98 Sistem Periodik 1. Triade Döbereiner (1829) Bila unsur-unsur dikelompokkan berdasarkan kesamaan sifatnya dan diurutkan massa atomnya, maka setiap kelompok (triade) terdapat tiga unsur, massa unsur yang ditengah merupakan rata-rata dari massa unsur yang ditepi. 1. Teori Oktet Newland (1865) Jika unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atom, maka sifat unsur tersebut akan berulang setelah unsur kedelapan 1. Sistem periodik Mendeléeff (1869) Bila unsur-unsur disusun berdasarkan kenaikan massa atomnya, maka sifat unsur akan berulang secara periodik. 1. Sistem periodik modern

Ikatan ion .Hasil perbaikan Sistem periodik Mendeléeff oleh H. G. Afinitas Elektron Energi untuk menarik elektron Afinitas ≈ . Jari-jari atom Jari-jari atom ≈ jumlah kulit. Periode Periode Sebutan 1 Sangat pendek 2-3 Pendek 4-5 Panjang 6 Sangat panjang 7 Belum lengkap Golongan Golongan IA/1 IIA/2 VIA/16 VIIA/17 VIIIA/18 Jumlah unsur 2 8 18 32 (ada Lantanida [58-71]) 24 (ada Aktinida [90-103]) Nama Khusus Alkali Alkali tanah Khalkogen Halogen Gas mulia Hubungan Konfigurasi Elektron dan Sistem Periodik . Makin ke atas dan kanan makin besar energi ionisasinya 1. Keelektronegatifan ≈ . Makin ke atas dan kanan makin besar afinitas 1. Jari-jari atom ≈ nomor atom Makin ke bawah dan kiri makin besar jari-jari atom 1. J. Makin ke atas dan kanan makin besar keelektronegatifannya Ikatan Kimia 1. Keelektronegatifan Kecenderungan menarik pasangan elektron bersama dalam membentuk ikatan Keelektronegatifan ≈ .Elektron valensi menunjukkan letak golongan Sifat-sifat Keperiodikan 1. Energi ionisasi Energi untuk melepaskan elektron Energi ionisasi ≈ .Jumlah kulit elektron menunjukkan letak periode . Moseley mengikuti hukum periodik. Energi ionsisasi ≈ . Afinitas ≈ .

Rumus molekul è menyatakan jenis dan jumlah yang sesungguhnya dari atom yang menyusun suatu molekul Rumus empiris è menyatakan jenis dan jumlah perbandingan yang paling sederhana dari atom yang menyusun suatu molekul Tata Nama Senyawa 1. Hukum perbandingan tetap / Hukum Proust Setiap senyawa tertentu selalu tersusun dari unsur yang sama dengan perbandingan yang tetap . Cth: O2. H2 1. dan rangkap tiga (2pasang elektron). Terjadi pada logam dan nonlogam 1. yang dinyatakan dengan lambang unsur penyusun serta perbandingan jumlah atom-atom unsur penyusun zat tersebut. Cth: HCl 2) Ikatan kovalen nonpolar => atom yang berikatan sama. Unsur yang dibelakang ditambah akhiran ida 3. Rumus kimia suatu zat menyatakan komposisi dari partikel penyusun zat tersebut.Terjadi karena gaya tarik-menarik elektrostatis antara ion positif (kation) dan ion negatif (anion). Ikatan kovalen koordinasi Terjadi karena pemakaian pasangan elektron dari salah satu atom. Hukum kekekalan massa / Hukum Lavoisier Massa total zat-zat sebelum reaksi akan selalu sama dengan massa total zat-zat hasil reaksi 1. Jumlah atom unsur disebut dengan angka latin Cth : NO2 è nitrogen dioksida 1. Senyawa Ion Positif (kation) kemudian negatif (anion) Wujud Senyawa (s) : solid (padatan) (l) : liquid (cairan) (aq) : aqueus (larutan) (g) : gas Hukum Dasar Ilmu Kimia 1. Terjadi pada ikatan nonlogam dengan nonlogam (kecuali hidrogen). Rumus Kimia Diatur oleh IUPAC (International Union Pure and Applied Chemistry). Ikatan kovalen Terjadi karena pemakaian pasangan elektron bersama. 1) Ikatan kovalen polar => atom yang berikatan berbeda. rangkap (2pasang elektron). Ada tunggal (sepasang elektron). Senyawa Biner (dua macam unsur) 2.

Hukum perbandingan volum / Hukum Gay Lussac Volum gas-gas yang bereaksi dan volum gas-gas hasil reaksi bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama berbanding sebagai bilangan bulat dan sederhana 1. Maka. maka V ≈ T 4) Hipotesa Avogadro : Pada tekanan dan suhu tetap. Persentase unsur dalam senyawa Massa A dalam p gram AmBn = x p gram Hukum Gas Ideal 1) Hk Boyle : Pada suhu tetap dan jumlah mol tetap. Massa molekul relatif Mr AxBy = ( x Ar A + y Ar B) 1. maka P ≈ T 3) Hk Charles : Pada tekanan dan jumlah mol tetap. maka perbandingan unsur yang lain dalam senyawa-senyawa tersebut merupakan bilangan bulat dan sederhana. maka V ≈ n Jadi. V1 : V2 = n1 : n2 Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit . Hukum perbandingan kelipatan / Hukum Dalton Bila da unsur dapat membentuk lebih dari satu senyawa. dan jika massa salah satu unsur tersebut tetap. Massa atom relatif Ar X = 1.082 P = atm T = Kelvin V = liter n = mol Jembatan Mol n== =M V= Hukum Avogadro Pada suhu dan tekanan yang sama sejumlah volum yang sama suatu gas mengandung jumlah molekul yang sama. berlaku P ≈ 1/V 2) Hk Amonton : Pada volum dan jumlah mol tetap.1. PV = nRT R = tetapan gas ideal = 0. 1. Hipotesis Avogadro Pada suhu dan tekanan yang sama semua gas yang volumnya sama akan mengandung jumlah molekul yang sama Jika diukur pada suhu dan tekanan yang sama perbandingan volum gas yang terlibat dalam reaksi sama merupakan angka yang bulat dan sederhana Perhitungan Kimia 1.

lemak. Tata nama Hidrokarbon Jumlah Awalan Jumlah Awalan . Reaksi Redoks 1. dan minyak bumi. karbohidrat. yaitu hidrokarbon yang pada rantai karbonnya semua berikatan tunggal.Elektrolit è dapat menghantarkan listrik (banyak gelembung). Senyawa ion dan sebagian senyawa kovalen adalah elektrolit. Kedudukan atom karbon dalam rantai 1) Primer è terikat dengan satu atom karbon lain 2) Sekunder è terikat dengan dua atom karbon lain 3) Tersier è terikat dengan tiga atom karbon lain 4) Kuartener è terikat dengan empat atom karbon lain Hidrokarbon Adalah senyawa karbon yang terdiri atas atom karbon dan hidrogen. 1) Hidrokarbon jenuh. Perbedaan Senyawa Karbon Organik Senyawa Karbon Anorganik Kestabilan terhadap Mudah terurai Stabil pemanasan Kelarutan Mudah larut dalam pelarut nonpolar Mudah larut dalam pelarut polar Titik lebur dan titik Relatif rendah Ada yang sangat tinggi. ada yang didih sangat rendah Kereaktifan Kurang reaktif Reaktif Rantai atom karbon Punya Tidak punya Kekhasan Atom Karbon Punya empat elektron valensi sehingga bisa banyak variasi ikatan 1. Berdasarkan bentuk rantai 1) 2) Terbuka (alifatis) è ujung-ujung atom karbonnya tak saling berhubungan Tertutup (siklis(4)/aromatis(6)) è ujung-ujung atom karbonnya saling bertemu 1. Kebanyakan senyawa kovalen. 2) Hidrokarbon tak jenuh. Berdasarkan jumlah ikatan 1) 2) 3) Tunggal Rangkap dua Rangkap tiga 1. Reaksi reduksi è pelepasan oksigen/pengikatan elektron/penurunan biloks Senyawa Karbon Senyawa yang bila tidak dibakar sempurna akan menghasilkan CO2 Sumbernya adalah tumbuhan & hewan (protein. Reaksi oksidasi è pengikatan oksigen/pelepasan elektron/kenaikan biloks 2. dll). Disebut juga alkana. batubara. yaitu hidrokarbon yang pada rantai karbonnya terdapat ikatan rangkap dua (alkena) atau rangkap tiga (alkuna). gas alam. Nonelektrolit è tidak dapat menghantarkan listrik (sedikit atau tidak ada gelembung).

Punya 3 macam isomeri    Isomeri rantai Isomeri posisi/ikatan rangkap Isomeri geometri (posisi secara 3D) Tata nama alkana 1) Diakhiri ena . Alkena sintetis contohnya plastik. Cth: C3H7 è isopropil/sekunder propil. karena semua ikatannya kovalen sempurna. Bila ada lebih dari satu cabang yang berbeda. maka disebut sekali dengan diawali angka latin. Alkena alami contohnya karet. Nomor letak cabang – nama cabang – nama rantai utama.2. maka susun melalui nama cabang secara alfabetis. Cth: 2-metil-pentana 7) Bila ada lebih dari satu cabang yang sama.atom C 1 2 3 4 5 6 7 Met Et Prop But Pent Heks Hepta atom C 8 9 10 11 12 20 21 30 Okta Nona Deka Undeka Dodeka Eikosa Heneikosa Trikonta Alkana Rumus umum CnH2n+2 (n=jml atom C) Hanya punya isomeri rantai (Isomeri è senyawa karbon rumus molekul sama tapi strukturnya beda) Makin panjang rantai karbon makin tinggi titik didihnya. Tata nama alkana 1) Diakhiri ana 2) Jika rantai karbon tak bercabang. Cth: CH3 è metil 5) Cabang yang menempel pada cabang utama (cabang dari rantai utama) diberi nama tertentu. Beri nomor urut dari ujung yang paling dekat dengan cabang 4) Cari gugus cabang. C4H9 è neobutil atau tersier butil 6) Urutankan penyebutannya. Makin panjang rantai karbon. Tentukan rantai utama 2. didepan nama tersebut diberi huruf n.5-trimetil-heksana Alkena Rumus umum CnH2n (n=jml atom C) Makin panjang rantai karbon makin tinggi titik lebur dan titik didihnya. Gugus alkil diakhiri oleh akhiran il. Parafin (kurang reaktif). Cth: 3-etil-2. Umumnya digunakan sebagai bahan bakar. Pada alkana gugus cabang biasanya adalah alkil (CnH2n+1). makin berkurang kereaktifannya. Cth : n-butana 3) Bila bercabang: 1.

maka disebut sekali dengan diawali angka latin. Digunakan sebagai bahan bakiu pembuatan bahan-bahan sintetis. yaitu etuna/asetilena. 5) Jika rantai karbon tak bercabang. yaitu reaksi penghilangan ikatan rangkap (dua atau tiga).5-trimetil-1-heksuna Sifat Kimia Alkena dan Alkuna Lebih reaktif dari alkana. yaitu gas yang dihasilkan dari pelarutan kalsium karbida (karbid) di air. Gugus alkil diakhiri oleh akhiran il. 4) Ikatan rangkap diberi nomor untuk menunjukkan letak ikatan rangkap tiga. Cth: CH3 è metil 7) Cabang yang menempel pada cabang utama (cabang dari rantai utama) diberi nama tertentu. Cth: 2-metil-1-pentuna 9) Bila ada lebih dari satu cabang yang sama. Bila ada lebih dari satu cabang yang berbeda. C4H9 è neobutil atau tersier butil 8) Urutankan penyebutannya.5-trimetil-1-heksena Alkuna Rumus umum CnH2n-2 (n=jml atom C) Makin panjang rantai karbon. Cth: 3-etil-2. makin tinggi titik didih dan titik leburnya. didepan nama tersebut diberi nomor letak ikatan rangkap. misalnya plastik. Gugus alkil diakhiri oleh akhiran il. Nomor letak cabang – nama cabang – nomor ikatan rangkap – nama rantai utama. Gugus cabang biasanya adalah alkil (CnH2n+1). 3) Penomoran dimulai dari ujung yang paling dekat dengan ikatan rangkap tiga. Dapat mengalami reaksi adisi. Gugus cabang biasanya adalah alkil (CnH2n+1). Cth: CH3 è metil 7) Cabang yang menempel pada cabang utama (cabang dari rantai utama) diberi nama tertentu. maka disebut sekali dengan diawali angka latin. didepan nama tersebut diberi nomor letak ikatan rangkap. Cth: C3H7 è isopropil/sekunder propil. Punya 2 macam isomeri   Isomeri rantai Isomeri posisi/ikatan rangkap Tata nama alkana 1) Diakhiri una 2) Rantai utama diambil dari rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap tiga. Nomor letak cabang – nama cabang – nomor ikatan rangkap tiga – nama rantai utama. 4) Ikatan rangkap diberi nomor untuk menunjukkan letak ikatan rangkap 5) Jika rantai karbon tak bercabang.2) Rantai utama diambil dari rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap. 3) Penomoran dimulai dari ujung yang paling dekat dengan ikatan rangkap. maka susun melalui nama cabang secara alfabetis. Ada juga yang dipakai untuk mengelas.2. Cth : 1-butuna 6) Cari gugus cabang. C4H9 è neobutil atau tersier butil 8) Urutankan penyebutannya.2. Cth: 2-metil-1-pentena 9) Bila ada lebih dari satu cabang yang sama. maka susun melalui nama cabang secara alfabetis. Bila ada lebih dari satu cabang yang berbeda. Cth: C3H7 è isopropil/sekunder propil. Dalam reaksi adisi berlaku aturan Markovnikov . Cth : 1-butena 6) Cari gugus cabang. Cth: 3-etil-2.

Diolah di tahap kedua menjadi bensin 3) Fraksi Ketiga/Tengah : Di tahap kedua diolah menjadi kerosin/minyak tanah dan avtur/bahan bakar pesawat 4) Fraksi Keempat : Solar 5) Fraksi Kelima : Residu. Pemisahan produk berdasarkan titik carinya. 1) Fraksi Pertama : LPG (Liquified Petroleum Gas) 2) Fraksi Kedua : Nafta (Gas Bumi). alkilasi (pembentukan alkil). Meliputi pemecahan rantai. polimerisasi (penggabungan rantai karbon). 1. 1.4-trimetil pentana) Mutu bensin ditentukan oleh “Angka Oktan/Bilangan Oktana”. maka atom X akan terikat pada atom karbon yang sedikit mengikat hidrogen. sikloalkana. aromatis. 4) Pembersihan dari kontaminasi (treating). yaitu distilasi berulang-ulang sehingga didapatkan berbagai hasil melalui titik didihnya. Jika jumlah atom karbon pada ikatan rangkapnya mengikat jumlah hidrogen sama banyam maka atomX akan terikat pada atom C yang mempunyai rantai karbon paling panjang. dan alkuna. Angka oktan ditentukan oleh persentase isooktana. Makin tinggi angka oktan. Minyak bumi umumnya terdiri dari alkana. dijadikan aspal dan lilin. lilin & aspal (padat) Mutu Bensin Bensin à terdiri dari senyawa n-heptana dan isooktana (2. Merubah struktur kimia. alkena. disebut juga bensin berat. Pembersihan produk dengan pelarut 3) Kristalisasi. Pengolahan Tahap Pertama (Distilasi bertingkat). reformasi (perubahan struktur) dan isomerasi (perubahan isomer) 2) Ekstraksi. Proses pengolahannya adalah sebagai berikut. Pengolahan Minyak Bumi Minyak bumi adalah hasil pelapukan plankton karena tekanan dan sushu tinggi yang berlangsung selama jutaan tahun.Jika atom karbon yang berikatan rangkap mengikat jumla atom hidrogen yang berbeda. Angka oktan dapat ditingkatkan dengan menambah TEL (tetra ethyl lead) dengan rumus kimia Pb(C2H5)4 dan 1. Jumlah atom Penggunaan karbon 1-4 LPG 5-6 Petroleum eter (pelarut nonpolar) 6-7 Nafta 5-10 Bensin 12-18 Kerosin/minyak tanah dan avtur/bahan bakar jet 12< solar 20< Oli (cair). maka angka oktannya adalah 80.2. Cth : 80% isooktana 20% nheptana.2 dibromoetana dengan rumus kimia C2H4Br. makin baik mutu bensin. . Pengolahan Tahap Kedua (Penyulingan) 1) Perengkahan (Cracking).

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->