Anda di halaman 1dari 3

Proposal

ISI 1. JUDUL KEGIATAN Pendidikan Kesehatan tentang Pentingnya Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) bagi Siswa SD di daerah 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1, Kertapati. 2. ANALISA SITUASI Sehat adalah sebuah investasi, aset, dan hal yang paling berharga bagi setiap individu. Sehat merupakan starting point untuk pembangunan suatu negara, dan anak-anak merupakan salah satu modal dalam pembangunan suatu bangsa. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa dan merupakan agen perubahan, namun kenyataannya anak-anak di Indonesia saat ini masih memiliki banyak masalah dengan kesehatannya. Penyakit menular seperti Diare, ISPA, dan Infeksi Cacing merupakan salah satu masalah kesehatan bagi anak-anak di Indonesia sebab Infeksi Cacing misalnya diderita oleh anak-anak dengan prevalensi pada semua umur sebesar 40%-60%, sedangkan untuk murid Sekolah Dasar sebesar 60%-80%. Menurut UNICEF (Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Anak) bahwa setiap 30 detik ada satu anak yang meninggal dunia karena Diare dan di Indonesia, setiap tahun terdapat 100.000 balita meninggal karena diare. Pada tahun 2008 juga terjadi KLB Diare di 15 provinsi di Indonesia dengan jumlah kasus sebanyak 8.443 orang dan jumlah kematian sebesar 209 orang atau CFR 2,48%. Penyakit ISPA diperkirakan diderita 10% dari populasi penduduk Indonesia dan disinyalir sebagai penyebab kematian pada anak-anak Indonesia. Hal ini didasari karena dari 4 jumlah kematian anak, 1 diantaranya disebabkan oleh ISPA. (Profil Kesehatan Indonesia, 2009) Anak-anak usia sekolah dasar di berbagai tempat merupakan golongan yang memiliki peluang besar untuk terpapar dengan penyakit-penyakit tersebut, karena dalam usia-usia ini anak-anak dalam fase bermain, dan masih kurang mengetahui bahaya-bahaya dari hal-hal dari hal kecil hingga hal besar yang mengancam kesehatan dan keselamatannya. Termasuk juga anakanak sekolah dasar di daerah 7 Ulu kecamatan Seberang Ulu 1. Hingga saat ini tindakan promotif dan preventif dalam mencegah timbulnya penyakit diare, ISPA, atau infeksi karena cacing masih sangat kurang sedangkan angka kesakitan penyakit ini juga masih tinggi pada usia anak-anak sekolah dasar di daerah tersebut. Tangan merupakan media yang sangat potensial dalam penyebaran penyakit, terutama penyakit-penyakit tersebut di atas. Dalam segala aktivitasnya anak-anak menggunakan tangannya untuk berbagai hal, seperti menulis, bermain bola, mengambil makanan, bermain cetak-cetakan tanah, dan sebagainya. Dalam berbagai aktivitas tersebut, kebersihan tangan tidak begitu mereka pedulikan, padahal hal terbutlah pemicu pendominasi sakit pada anak, karena melalui tangan berbagai bakteri, virus dan kuman-kuman penyebab penyakit dapat masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu perlu diupayakan suatu tindakan yang melibatkan semua potensi sebagai agen perubahan yang mempunyai peran dalam membentuk perilaku sanitasi mandiri untuk hidup bersih dan sehat, serta dengan melibatkan orang tua dan mengajak berbagai komponen

masyarakat lainnya untuk berpartisipasi dalam menerapkan perilaku hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hal tersebut maka melaui Pendidikan Kesehatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di harapkan anak-anak sebagai bagian dari komunitas yang paling bersemangat, antusias, dan terbuka terhadap ide-ide baru dapat bertindak sebagai agen perubahan menuju Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang mandiri. 3. IDENTIFIKASI DAN PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan Analisa Situasi yang telah diuraikan di atas, terlihat bahwa kondisi sanitasi di Kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 masih rendah, hal ini terbukti dengan masih rendahnya akses mengenai kesahatan, yang terwujud dalam pola prilaku dan sikap kurang peduli. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan. Bentuk intervensi yang dapat dilakukan sebagai upaya peningkatan pengetahuan, sikap dan perilaku dalam menumbuhkan kesadaran murid Sekolah Dasar di Kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 dan para orang tua dan guru, yakni dengan melalui metode penyuluhan. 4. KERANGKA PEMECAHAN MASALAH Untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku murid Sekolah Dasar di Kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1, Kertapati mengenai pentingnya perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), maka perlu adanya pemberian intervensi berupa metode penyuluhan melalui model pendampingan dengan menyediakan sarana dan prasarana serta media promosi kesehatan yang berupa poster/leaflet dan healty talking mengenai Cuci Tanga Pakai Sabun yang sangat berguna dalam meningkatkan terjadinya perubahan perilaku pada anak-anak usia sekolah dasar sebagai bagian dari pembentukan karakter atau pola kebiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya Pendidikan Kesehatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) diharapkan dapat berdampak positif terhadap penurunan kasus diare, ISPA, dan infeksi karena cacing pada anak-anak sekolah dasar di Kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1, Kertapati melalui suatu bentuk perilaku yang mudah, murah, sederhana dan terjangkau serta cost effective dalam upaya mencegah terjadinya berbagai penyakit menular lainnya. Adapun langkah-langkah kegiatan yang akan dilakukan ddalam kegiatan ini adalah sebagai berikut: Langkah 1 Mengumpulkan pelaksana Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yang berasal dari beberapa sekolah dasar yang berdomisili di Kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 untuk selanjutnya diberi pengarahan tentang maksud, tujuan dan manfaat dari pelaksanaan kegiatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) yang akan dilaksanakan lebih kurang 8 bulan di sekolah masing-masing. Hal ini dimaksudkan untuk menyamakan persepsi dan tata cara dalam pelaksanaan kegiatan tersebut agar dapat terselenggara seperti yang diharapkan. Langkah 2 Merumuskan rencana kerja dari pelaksanaan Pendidikan Kesehatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) serta mempersiapkan sarana media lainnya seperti poster/leaflet dan Healthy Talking. Selain itu juga perlu dipersiapkan bahan-bahan seperti sabun, handuk serta baskom yang akan digunakan bagi anak-anak dalam pelaksanaan kegiatan ini. Langkah 3

Sebelum diberikan perlakuan intervensi dalam kegiatan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), maka terlebih dahulu harus mengukur tingkat pengetahuuan, sikap dan perilaku anakanak dengan menggunakan alat ukur berupa kuisioner dan cheklist yang valid dan reliablle. Langkah 4 Selama dalam waktu tertentu para siswa diberikan penyuluhan dan bimbingan mengenai tata cara dan dampak dari perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) , serta dengan memberikan informasi tambahan melalui poster/leaflet dan membiasakan para siswa mendengarkan lagu-lagu yang dapat memotivasi untuk Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada setiap jam istirahat melalui Healty Talking. Langkah 5 Mengukur ulang tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku para murid sekolah dasar dengan menggunakan alat ukur berupa kuisioner yang sudah dipersiapkan setelah diberikan beberapa perlakuan dalam kegiatan perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun. Langkah 6 Merekapitulasi hasil evaluasi untuk mengukur keberhasilan dari kegiatan Pendidikan Kesehatan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di lingkungan sekolah dasar Kelurahan 7 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1, Kertapati.
http://rizkiariandy.blogspot.com/2011/04/proposal.html?zx=7feeff6a0ccdf8c8

Anda mungkin juga menyukai