Anda di halaman 1dari 3

Badan Pengawasan Obat dan Makanan mengeluarkan daftar sejumlah nama obat tradisional berbahaya dan dilarang untuk

dikonsumsi konsumen. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan sedikitnya 93 jenis obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat keras di sejumlah pasar tradisional. Obat-obat itu biasanya dijual di gerai-gerai jamu atau dijajakan oleh tukang jamu gendong (dengan sebutan jamu setelan). Kabar tersebut tentu saja menambah kekhawatiran bagi pecinta obat-obat tradisional, karena bahan kimia obat keras jika dikonsumsi akan membahayakan kesehatan.. Daftar nama obat tradisional yang dilarang oleh BPOM berdasarkan hasil analisis resiko temuan pengawasan obat tradisional pada semester pertama tahun 2010. Daftar Nama Obat Tradisional yang Dilarang oleh BPOM karena produk ini nomor registrasinya dibatalkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Obat kapsul Wei Yi Xi Obat serbuk Gemuk Segar Eka Jaya No.1 ObatKeteling Jiaonang Obat serbuk Pegal Linu Eka Jaya No.2 Obat Pegal Linu Sari Widoro COD Obat tablet Yin Chiao Jamu serbuk Gemuk Sehat Pusaka Raga Jamu serbuk Tenaga Sehat Pegal Linu

Daftar Nama Obat Tradisional yang Dilarang oleh BPOM karena produk obat dan jamu tradisional ini tidak terdaftar dan mencantumkan nomor izin palsu: 1. Obat kapsul Asam Urat Flu Tulang Super 2. Obat tablet Asam Urat Flu Tulang Super 3. Obat kapsul Buah Delima Darah Tinggi 4. Obat kapsul Buah Delima 5. Obat tablet Gajah Kuat 6. Obat Gemuk Sehat untuk Pria dan Wanita Jati Sehat. 7. Obat kapsul Gatal-Gatal (Eksim) Brantas 8. Obat serbuk Kuat Tongkat Mesir 9. Obat serbuk Pakar Jaya Asam Urat si Tangkur 10. Obat kapsul Power Sex 11. Obat Serbuk Brastomolo 12. Obat kapsul Top Jaya Sakti 13. Obat serbuk Torpedo 14. Obat serbuk Walet Mas 15. Obat kapsul Yunang

16. Obat serbuk Chang San 17. Obat Flu Tulang serbuk 18. Obat Puji Sehat Gemuk Sehat serbuk 19. Obat serbuk Sukma Perkasa Asam Urat 20. Obat Asam Urat + Flu Tulang Ramuan Mahkota Dewa 21. Obat Kammasutera serbuk 22. Obat Pegal Linu dan Asam Urat Montalin kapsul 23. Obat Godong Ijo kapsul 24. Obat Buah Merah Khusus Pria dan Wanita kapsul 25. Pa`e Obat Kuat dan Tahan Lama kapsul 26. Kuat Jantan Obat Kuat dan Tahan Lama kapsul 27. Obat Akar Jawa China kapsul 28. Obat serbuk Pegal Linu Rheumatik Asam Urat untuk Pria dan Wanita Kuat Sentosa 29. Obat Multi Guna Kaler untuk Pria dan Wanita 30. Obat Asam Urat Kaler untuk Pria dan Wanita Serbuk 31. Obat Samurat Extra untuk Pria dan Wanita Serbuk serta Asam Urat Nyeri Tulang Pengapuran kapsul. Daftar Nama Obat Tradisional yang Dilarang oleh BPOM berikut ini dilarang karena telah beredar namun tidak obat dan jamu tradisional ini tidak terdaftar resmi di Badan Pengawasan Obat dan Makanan : 1. 2. 3. 4. 5. Tablet 5X Lebih Dahsyat Obat Kuat dan Tahan Lama Kapsul On-Top Tablet Linzhe Ba Zi Hu Zin Lin Kapsul New Happy Strong Kapsul Morinda Extra Ginseng.

Berbagai jenis bahan kimia yang seharusnya tidak ditemukan dalam obat tradisional ternyata ditemukan dalam jumlah yang banyak di berbagai produk obat tradisional. Berbagai bahan kimia obat keras yang ditemukan BPOM itu antara lain fenilbutason, metampiron, CTM, piroksikam, deksametason, allupurinol, sildenafil sitrat, sibutramin hidroklorida, dan parasetamol. Misalnya, metampiron dapat menyebabkan gangguan saluran cerna, perdarahan lambung dan gangguan syaraf. Fenilbutason dapat menyebabkan rasa mual, ruam kulit, retensi cairan, dan gagal ginjal. Deksametason dapat menyebabkan trombositopenia, anemia plastis dan gangguan fungsi ginjal, sedangkan Sibutramin Hidroklorida dapat meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung. Penambahan berbagai jenis bahan kimia obat ini ditujukan oleh para pembuat jamu agar dapat mempercepat proses kerja jamu sehingga dapat meningkatkan kepercayaan konsumen. Tetapi yang seharusnya

terjadi adalah kita seharusnya curiga jika kita meminum jamu dan efeknya langsung terlihat. Hal ini disebabkan karena jamu seharusnya bereaksi lambat, karena jamu bukanlah bahan aktif melainkan berasal dari simplisia tanaman yang dapat berupa umbi atau daun yang telah dikeringkan dan ditumbuk menjadi serbuk. Jika ingin diambil senyawa aktifnya maka simplisia tanaman tersebut harus diekstrak terlebih dahulu untuk mendapatkan senyawa aktifnya. Proses yang dibutuhkan untuk hal ini sangat panjang. Dosis obat-obat kimia yang terkandung di dalam jamu juga tidak diketahui. Oleh karena itu jamu jamu yang mengandung bahan kimia obat menjadi sangat berbahaya. Dosis obat-obat kimia dalam jamu-jamu tersebut dapat melebihi dosis yang dianjurkan, sehingga dapat mendatangkan efek yang buruk bagi tubuh konsumen. Selain dosis, perlakuan pasca panen terhadap simplisia yang akan dijadikan jamu juga turut memberikan pengaruh terhadap kualitas dari jamu tersebut. Seperti kandungan toksisitas dari tanaman yang menjadi bahan utama jamu karena ditakutkan dapat melebihi dosis yang dianjurkan dan menjadi toksik bagi tubuh. Selain itu juga cara mencuci, mengeringkan, dan menyimpan harus diperhatikan karena sangat berpengaruh. Jika kebersihan dari jamu tersebut tidak dijaga kemungkinan mikroba atau aflatoksin jamur dapat terakumulasi ke dalam tubuh. Disarankan untuk memilih jamu yang sudah teregistrasi. Hal ini paling tidak akan mengurangi kemungkinan meminum jamu yang tidak jelas kandungannya. Akan lebih baik kalau minum jamu yang diproduksi berdasarkan hasil penelitian dan proses pembuatannya benar (experiment-based dan knowledge-based).