Anda di halaman 1dari 1

Q (kalor) = m . C . T m adalah massa benda, c adalah kapasitas kalor spesifik dari zat tertentu, dan T adalah perubahan suhu.

Kapasitas kalor spesifik dari suatu zat adalah kapasitas kalor per satuan massa (yakni, jumlah kalor yang harus ditambahkan pada 1 gram zat itu untuk menaikkan temperatur sebesar 1 K atau 10C). Kalor spesifik adalah jumlah kalor dalam kalor i yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 gram zat sebesar 10C. Penting untuk men getahui nilai kalor spesifik dari air dan es (berturut turut 1,0 dan 0,5 kal/gr 0C). (Bresnick, Stephen, 2002). Panas juga merupakan salah satu bentuk energi, dan perubahan bentuk akibat panas akan sama dengan yang diakibatkan oleh kerja. Sebagaimana, tarikan gravitasi, p otensial listrik, panas juga mengalir dari temperatur yang lebih tinggi ke yang lebih rendah, kecuali jika kerja dilakukan terhadap sistem. Tanda yang digunakan disini yaitu Q (panas) adalah positif jika panas diabsorbsi oleh sistem dari sekelilingnya, dan negatif jika panas dilepaskan dari sistem k e sekelilingnya. Kesamaan lainnya dengan kerja panas yang diserap atau dilepaska n juga tergantung pada jalannya sistem. Kapasitas panas molar adalah kapasitas panas dari 1 mol zat, dan panas spesifik adalah kapasitas panas per gram zat, C = n = w c Dimana n merupakan jumlah mol, w merupakan berat zat, adalah kapasitas panas mo lar dan c adalah kapasitas panas spesifik. Q adalah panas yang dibutuhkan untuk m enaikkan temperatur zat sebesar T derajat. Panas dapat diserap pada volume konsta n ataupun pada tekanan konstan. Kedua kapasitas panas dapat didefinisikan sebaga i Dimana Cp dan Cv adalah kapasitas panas pada tekanan konstan dan volume konstan. (Dogra, S.K. dan Dogra, S, 1990). 1.2.2 Kalorimetri Alat yang penting untuk mengukur V adalah kalorimeter dan adiabatik. Perubahan te mperatur T dari kalorimeter yang dihasilkan dari reaksi sebanding dengan energi y ang dibebaskan atau diserap sebagai kalor. Oleh karena itu, dengan mengukur T dap at ditentukan Qv sehingga dapat diketahui V. Konversi dari T menjadi qvtidak bisa lepas dari kapasitas kalor C dari kalorimeter. C adalah koefisien perbandingan a ntara energi yang diberikan sebagai kalor dari kenaikan temperatur yang disebabk annya. q = C x T Untuk mengukur C dialirkan arus listrik melalui pemanas dalam kalorimeter dan di tentukan kerja listrik yang dilakukan padanya. http://chemedu09.wordpress.com/2011/05/31/tetapan-kalorimeter/Hukum Hess adalah sebuah hukum dalam kimia fisik untuk ekspansi Hess dalam siklus Hess. Hukum ini digunakan untuk memprediksi perubahan entalpi dari hukum kekekalan energi (dinya takan sebagai fungsi keadaan H). Menurut hukum Hess, karena entalpi adalah fungsi keadaan, perubahan entalpi dari suatu reaksi kimia adalah sama, walaupun langka h-langkah yang digunakan untuk memperoleh produk berbeda. Dengan kata lain, hany a keadaan awal dan akhir yang berpengaruh terhadap perubahan entalpi, bukan lang kah-langkah yang dilakukan untuk mencapainya. Hal ini menyebabkan perubahan entalpi suatu reaksi dapat dihitung sekalipun tida k dapat diukur secara langsung. Caranya adalah dengan melakukan operasi aritmati ka pada beberapa persamaan reaksi yang perubahan entalpinya diketahui. Persamaan -persamaan reaksi tersebut diatur sedemikian rupa sehingga penjumlahan semua per samaan akan menghasilkan reaksi yang kita inginkan. Jika suatu persamaan reaksi dikalikan (atau dibagi) dengan suatu angka, perubahan entalpinya juga harus dika li (dibagi). Jika persamaan itu dibalik, maka tanda perubahan entalpi harus diba lik pula (yaitu menjadi -H). Selain itu, dengan menggunakan hukum Hess, nilai H juga dapat diketahui dengan pe ngurangan entalpi pembentukan produk-produk dikurangi entalpi pembentukan reakta n. Secara matematis . Untuk reaksi-reaksi lainnya secara umum

Beri Nilai