Anda di halaman 1dari 36

Disusun Oleh : Sonia Wulandari 12.2010.

009

Dosen Pembimbing: Hj. Ummi Kalsum, S.T., M.T

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Wirausaha dengan baik dan dalam waktu yang tepat. Makalah ini disusun agar mahasiswa/i dapat menyerap dan memahami ilmu mengenai wirausaha yang diberikan pada mata kuliah Wirausaha Teknik Kimia semester III dan diharapkan dapat membantu rekan-rekan mahasiswa pada Fakultas Teknik khususnya Jurusan Teknik Kimia Universitas Muhammadiyah Palembang. Adapun penyusunan makalah ini, penulis menggali dari berbagai sumber media, baik media elektronik maupun media cetak, dan dalam penyusunannya, penulis telah berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik. Penulis menyadari bahwa isi makalah ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan yang tidak disadari oleh penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun agar memperbaiki di kemudian hari. Akhirnya, penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penyusunan makalah ini terutama pada Ibu Ir. Hj. Ummi Kalsum, MT. sebagai dosen pengajar dalam mata kuliah Wirausaha Teknik Kimia. Semoga makalah ini memberi manfaat bagi kita semua .

Palembang,

Desember 2011

Penyusun,

DAFTAR ISI Halaman Judul ..... Kata Pengantar ...... Daftar Isi ... .. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ......... BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Wirausaha menurut pendapat para Ahli ................................... 7 BAB III PEMBAHASAN 3.1 Definisi Kewirausahaan ........................................... 10 3.2 Karakteristik Wirausahawan .................... 12 3.3 Syarat-syarat dalam kewirausahaan ..... 15 3.4 Faktor-faktor yang berpengaruh dalam berwirausaha .............. 19 3.5 Proses Kewirausahaan .............................................................. 22 3.6 Inovasi ke depan dalam berwirausaha ...................................... 23 3.7 Penentuan Potensi Kewirausahaan ........................................... 27 3.8 Manfaat dalam Berwirausaha ................................................... 29 3.9 Tantangan Berwirausaha .......................................................... 30 3.10 Masalah atau Hambatan dalam Berwirausaha......................... 32 3.11 Mempertahankan Operasi Usaha ........................................... 32 BAB IV PENUTUP 4.1Kesimpulan ............................................................................... 34 4.2Saran/Kritik .............................................................................. 35 Daftar Pustaka ...... ......... 36 4 1 2 3

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Kemakmuran dari suatu negara bisa dinilai dari kemampuan negara tersebut untuk menghasilkan barang dan jasa yang berguna dan mendistribusikannya keseluruh penduduk. Masalah yang timbul adalah faktor apa yang mendasari proses pembangunan kesejahteraan ekonomi? Beberapa negara, telah membangun perekonomian yang makmur, sementara negara lain yang walaupun mempunyai kondisi geografis dan sumber alam yang relatif lebih menguntungkan tidak bisa mencapai keberhasilan yang sama. Para ahli sejarah dan ahli ekonomi tidak selalu sependapat pada sumber yang mendorong tercapainya kemakmuran suatu negara, akan tetapi mereka sepakat tentang adanya kelompok individu yang menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Kelompok tersebut dinamakan wira-usahawan. Para wirausahawan dunia modern muncul pertama kali di Inggris pada masa revolusi industri pada akhir abad ke-18. Masa tersebut merupakan era produksi dengan menggunakan mesin yang diawali dengan penemuan mesin uap oleh James Watt, mesin pemintal benang oleh Richard Arkwright, dll. Orang-orang jenis ini sangat penting dalam pembangunan perekonomian Inggris. Mereka menerapkan penemuan ilmu untuk tujuan produksi dan berusaha mendapatkan peningkatan output industri yang sangat besar melalui penggunaan teknologi baru. Para wirausahawan awal ini mempunyai karakteristik kesabaran dan tenaga yang tidak terbatas. Beberapa mempunyai uang, dan bukan berasal dari golongan bangsawan. Mereka muncul dari kelas menengahbawah, didorong oleh keinginan untuk mewujudkan impian dan gagasan inovatif menjadi kenyataan. Wirausahawan menciptakan sebuah bisnis baru dalam menghadapi risiko dan ketidakpastian untuk tujuan mencapai keuntungan dan

pertumbuhan dengan mengidentifikasi peluang signifikan dan sumber daya yang diperlukan. Kamus Besar Bahasa Indonesi (KBBI) mendefinisikan wirausahawan sebagai "orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menyusun cara baru dalam berproduksi, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, mengatur permodalan operasinya, serta memasarkannya. Sedangkan, Louis Jacques Filion menggambarkan wirausahawan sebagai orang yang imajinatif, yang ditandai dengan kemampuannya dalam menetapkan sasaran serta dapat mencapai sasaransasaran itu. Ia juga memiliki kesadaran tinggi untuk menemukan peluangpeluang dan membuat keputusan. Sehingga di antara makhluk hidup yang di ciptakan Tuhan Yang Maha Esa, manusia merupakan makhluk yang paling sempurna. Maka dari itu, manusia membutuhkan pekerjaan agar memperoleh penghasilan untuk membiayai kehidupan sehari-hari. Di antara manusia tersebut ada beberapa orang yang mendapat kesempatan dan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri bahkan dapat membuka lapangan kerja untuk orang lain. Dalam rangka pemerataan hasil-hasil pembangunan perlu lebih di tingkatkan dan diperluas usaha-usaha untuk memperbaiki penghasilan kelompok masyarakat yang mempunyai mata pencaharian rendah, seperti buruh tani, pedagang kecil, petani menggarap yang tidak memiliki lahan peternak kecil, nelayan, ataupun pengrajin. Pada era orde baru, pemerintah sadar bahwa untuk memajukan bangsa dan negara, peran serta masyarakat swasta harus dilibatkan secara serius. Oleh sebab itu kewirausahaan mulai dikampanyekan, dengan berbagai penekanan bahwa lowongan kerja tidak akan mampu menampung jumlah angkatan kerja yang dari tahun ke tahun semakin membengkak. Lebih jauh para pengusaha kecil dibina dengan harapan bisa berkembang menjadi tonggak tumpuan ekonomi di masa datang. Pengusaha besar diberi kemudahan, karena merekalah kini pemain-pemain utama yang mendukung tugas pemerintah di sektor ekonomi. Sebagai negara berkembang bisa dimengerti kalau terjadi berbagai ekses dan

penyimpangan.

Dengan

masyarakat

yang

berlatar

belakang

non

entrepreneur serta cendrung feodalis, bangsa Indonesia tampak kurang siap di berbagai aspek. Dalam periode transisi dari alam birokrasi ke iklim bisnis yang serba cepat, pacuan kewirausahaan menyebakan para pengusaha Indonesia kedodoran pada segi-segi yang amat penting, diantaranya faktor sikap mental (attitude), motivasi, etos kerja serta kesadaran tentang pengabdian kepada bangsa dan negara. Setiap kegiatan yang mempunyai bobot persaingan, memerlukan ketajaman naluri. Seorang pemburu memerlukan naluri untuk bersaing dengan buruannya. Demikian juga dalam dunia kewirausahaan. Pengusaha bersaing tidak hanya dengan perusahaan-perusahaan pesaing, tetapi juga dengan keadaan dan situasi tertentu, seperti moneter dan ekonomi, politik, perubahan kebijaksanaan pemerintah. Untuk dapat mengantisipasi setiap perkembangan yang mungkin terjadi, seorang Wirausahaan perlu melatih naluri kewirausahaannya, agar selalu siap menghadapi hal apapun dan tetap bertahan hidup.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Wirausaha menurut pendapat para Ahli a. Peter F Drucker. Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbed (ability to create the new and different) . b. Thomas W Zimmerer Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan keinovasian untuk memecahkan permasalahan dan upaya memanfaatkan peluangpeluang yang dihadapi orang setiap hari. c. Andrew J Dubrin. Seseorang yang mendirikan dan menjalankan sebuah usaha yang inovatif (Entrepreneurship is a person who founds and operates an innovative business). d. Robbin & Coulter. Kewirausahaan adalah proses dimana seorang individu atau kelompok individu menggunakan upaya terorganisir dan sarana untuk mencari peluang untuk menciptakan nilai dan tumbuh dengan memenuhi keinginan dan kebutuhan melalui inovasi dan keunikan, tidak peduli apa sumber daya yang saat ini dikendalikan e. (Soeharto Prawiro, 1997). Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth). f. (Acmad Sanusi, 1994). Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis.

g. Jean Baptista Say (1816) Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alatalat produksi dan menemukan nilai dari produksinya. h. Frank Knight (1921) Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi worausahawan ketidakpastian disyaratkan pada untuk dinamika pasar. Seorang

melaksanakan

fungsi-fungsi

manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan. i. Joseph Schumpeter (1934) Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahan-perubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru. Kombinasi baru tersebut bisa dalam bentuk: (1) Memperkenalkan produk baru atau dengan kualitas baru, (2) Memperkenalkan metoda produksi baru, (3) Membuka pasar yang baru (new market), (4) Memperoleh sumber pasokan baru dari bahan atau komponen baru, atau (5)Menjalankan organisasi baru pada suatu industri. Schumpeter mengkaitkan wirausaha dengan konsep inovasi yang diterapkan dalam konteks bisnis serta mengkaitkannya dengan kombinasi sumber daya. j. Penrose (1963)

Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan. k. Harvey Leibenstein (1968, 1979) Kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.

l.

Israel Kirzner,(1979) Wirausahawan mengenali dan bertindak terhadap peluang pasar. Entrepreneurship Center at Miami University of Ohio: Kewirausahaan sebagai proses mengidentifikasi, mengembangkaan, dan membawa visi ke dalam kehidupan. Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.

m. Raymond,(1995) Wirausaha adalah orang yang kreatif dan inovatif serta mampu mewujudkanya untuk meningkatkan kesejahteraan diri masyarakat dan lingkungan. n. Kasmir,(2006) Wirausaha adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. o. Syamsudin Suryana Wirausaha adalah seseorang yang memiliki karakteristik percaya diri, berorientasi pada tugas dan hasil, pengambil resiko yang wajar, kepemimpinan yang lugas, kreatif menghasilkan inovasi, serta berorientasi pada masa depan. p. Prawirokusumo Wirausaha adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup

BAB III PEMBAHASAN

3.1

Definisi Kewirausahaan Istilah kewirausahaan (entrepreneurship) berasal dari Perancis secara harfiah diterjemahkan sebagai perantara. Pada abad pertengahan istilah ini digunakan untuk menjelaskan orang-orang yang menangani proyek produksi berskala besar. Sedangkan kewirausahaan secara lebih luas didefinisikan sebagai proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi, dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Didalam kewirausahaan, disepakati adanya tiga jenis perilaku yaitu: (1) memulai inisiatif, (2) mengorganisasi dan mereorganisasi mekanisme sosial/ekonomi untuk merubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis, (3) diterimanya resiko atau kegagalan. Menurut ahli ekonomi, wirausahawan adalah orang yang mengubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi, dan caracara baru. Dalam lampiran Keputusan Menteri Koperasi dan Pembinaan Pengusahan Kecil Nomor 961/KEP/M/XI/1995,dicantumkan bahwa:

Wirausaha adalah orang yang mempunyai semangat, sikap, perilaku dan kemampuan kewirausahaan.

Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari, menciptakan serta menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.

10

Jadi wirausaha itu mengarah kepada orang yang melakukan usaha/kegiatan sendiri dengan segala kemampuan yang dimilikinya. Sedangkan kewirausahaan menunjuk kepada sikap mental yang dimiliki seorang wirausaha dalam melaksanakan usaha/kegiatan. Kewirausahaan dilihat dari sumber daya yang ada di dalamnya adalah seseorang yang membawa sumber daya berupa tenaga kerja, material, dan asset lainnya pada suatu kombinasi yang menambahkan nilai yang lebih besar daripada sebelumnya dan juga dilekatkan pada orang yang membawa perubahan, inovasi, dan aturan baru. Kewirausahaan kewirausahaan dalam arti proses proses yang dinamis adalah dengan

merupakan

sebuah

mengkreasikan

menambahkan nilai sesuatu yang dicapai melalui usaha keras dan waktu yang tepat dengan memperkirakan dana pendukung, fisik, dan resiko social, dan akan menerima reward yang berupa keuangan dan kepuasan serta kemandirian personal. Bisnis alami wirausahawan adalah bisnis kecil. Kelompok ini jarang ditemui pada industri raksasa. Ketika perusahaan tumbuh menjadi besar, kerumitannya yang semakin besar memaksa perusahaan untuk mengganti para wirausahawan pendirinya dengan manajer profesional yang biasanya tidak dikenal dengan penemuan-penemuan serta perilaku mengambil resikonya. Para manajer profesional tersebut lebih dikenal sebagai pengawal dan pelestari perusahaan tersebut. Para wirausahawan sebaliknya adalah orang yang cepat melihat adanya kesempatan untuk mencapai suatu hasil kerja. Gagasan terhadap produk dan jasa baru sering bermula dari tempattempat yang tidak diharapkan. Contohnya, kartu kredit bukanlah ditemukan oleh bank-bank; dan mesin fotokopi bukanlah diciptakan oleh perusahaan alat-alat kantor yang besar melainkan semuanya merupakan konsep individu yang merangkum gagasan-gagasan mengembangkan dan mewujudkannya dengan semangat pantang menyerah. Walaupun tidak setiap inovasi sebesar hal-hal tersebut, wirausahawan banyak membuat

11

sumbangan-sumbangan kecil yang secara kolektif sangat penting bagi ekonomi. Didalam dunia modern, wirausahawan adalah orang yang memulai dan mengerjakan usahanya sendirian, mengorganisasi dan membangun perusahaan sejak revolusi industri. Orang-orang yang memulai usaha mereka sendiri bisa mendapatkan manfaat dan studi mengenai karakteristik kewirausahaan. 3.2 Karakteristik Wirausahawan Latar Belakang kewirausahaan menunjukkan bahwa wirausahawan mempunyai karakteristik umum serta berasal dari kelas yang sama. Para pemula revolusi industri Inggris berasal dari kelas menengah dan menengah bawah. Dalam sejarah Amerika pada akhir abad ke-19, Heillbroner mengemukakan bahwa rata-rata wirausahawan adalah anak dari orang tua-orang tua yang mempunyai kondisi keuangan yang memadai, tidak miskin dan tidak kaya. Schumpeter menulis bahwa wirausahawan tidak membentuk suatu kelas sosial tetapi berasal dari semua kelas. Wirausahawan umumnya mempunyai sifat yang sama. Mereka adalah orang yang mempunyai tenaga, keinginan untuk terlibat dalam petualangan inovatif, kemauan untuk menerima tanggung jawab pribadi dalam mewujudkan suatu peristiwa dengan cara yang mereka pilih, dan keinginan untuk berprestasi yang sangat tinggi. Geoffrey Crowther menambahkan sikap optimis dan kepercayaan terhadap masa depan. Menurut McClelland, karakteristik wirausahawan adalah sebagai berikut: a. Keinginan untuk berprestasi Penggerak psikologis utama yang memotivasi wirausahawan adalah kebutuhan untuk berprestasi yang biasanya diidentifikasikan sebagai n Ach. Kebutuhan ini didefinisikan sebagai keinginan atau dorongan dalam diri orang yang memotivasi perilaku ke arah pencapaian tujuan.

12

b. Keinginan untuk bertanggung jawab Wirausahawan menginginkan tanggung jawab pribadi bagi pencapaian tujuan. Mereka memilih menggunakan sumber daya sendiri dengan cara bekerja sendiri untuk mencapai tujuan dan bertanggung jawab sendiri terhadap hasil yang dicapai. c. Preferensi kepada resiko-resiko menengah Wirausahawan bukanlah penjudi. Mereka memilih menetapkan tujuantujuan yang membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi. Suatu tingkatan yang mereka percaya akan menuntut usaha keras dan yang dipercaya bisa mereka penuhi. d. Persepsi pada kemungkinan berhasil Keyakinan pada kemampuan untuk mencapai keberhasilan adalah kualitas kepribadian wirausahawan yang penting. Mereka mempelajari fakta-fakta yang dikumpulkan dan menilainya. Ketika fakta tidak sepenuhnya tersedia, mereka berpaling pada sikap percaya diri mereka yang tinggi dan melanjutkan tugas-tugas tersebut. e. Rangsangan oleh Umpan Balik Wirausahawan ingin mengetahui bagaimana hal yang mereka kerjakan, apakah umpan baliknya baik atau buruk. Mereka dirangsang untuk mencapai hasil kerja yang lebih tinggi dengan mempelajari seberapa efektif usaha mereka. f. Aktifitas Enerjik Wirausahawan menunjukkan energi yang lebih tinggi dibanding ratarata orang. Mereka bersifat aktif dan mempunyai proprosi waktu yang besar dalam mengerjakan tugas dengan cara baru. g. Orientasi ke Masa depan Wirausahawan melakukan perencanaan dan berpikir ke masa depan. Mereka mencari dan mengantisipasi kemungkinan yang terjadi jauh di masa depan.

13

h. Ketrampilan dalam pengorganisasian Wirausahawa menunjukkan keterampilan dalam mengorganisasi kerja dan orang-orang dalam mencapai tujuan. i. Sikap terhadap uang Keuntungan finansial adalah nomor dua dibandingkan arti penting dari prestasi kerja mereka. Mereka hanya memandang uang sebagai lambang kongrit dari tercapainya tujuan dan sebagai pembuktian bagi kompetensi mereka. Selain itu,menurut Gooffrey G. Meredith (1996; 5-6) mengemukakan ciri-ciri dan watak kewirausahaan seperti berikut : No Ciri-Ciri 1 Percaya diri Watak Keyakinan, kemandirian, individualitas, dan optimisme. Kebutuhan akan prestasi, berorientasi Berorientasikan dan hasil tugas pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif. Memiliki kemampuan mengambil

Pengambil resiko

resiko dan suka pada tantangan. Bertingkah laku sebagai pemimpin,

Kepemimpinan

bergaul dengan orang lain, suka terhadap kritik dan saran yang

membangun. Memiliki inovasi dan kreativitas 5 Keorisinilan tinggi, fleksibel, serta bisa dan

memiliki jaringan bisnis yang luas.

14

Berorientasi depan

ke

masa

Persepsi dan memiliki cara pandang/ cara pikir yang berorientasi pada masa depan. Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja.

Jujur dan tekun

Pendapat lain M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993; 6-7 ). Mengemukakan delapan karakteristik yang meliputi : 1. 2. 3. 4. 5. Memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukannya. Lebih memilih risiko yang moderat. Percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil Selalu menghendaki umpan balik yang segera Berorientasi ke masa depan, perspektif, dan berwawasan jauh ke depan 6. Memiliki semangat kerja dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik . 7. Memiliki ketrampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah 8. 3.3 Selalu menilai prestasi dengan uang.

Syarat-syarat dalam kewirausahaan Dunia bisnis merupakan sasaran dari banyak persyaratanpersyaratan hukum dan perangkat hukum bisa memberikan perlindungan terhadap adanya pelanggaran bisnis. Perusahaan harus memenuhi keduanya. Syarat-syarat yang harus dilakukan oleh wirausahawan dalam peluncuran usaha baru adalah sebagai berikut: (a) Mempertahankan sikap obyektifitas dan selalu mencari terhadap gagasan-gagasan bagi produk atau jasa (b) Sepenuhnya dekat dengan situasi segmen pasar yang ingin mereka masuki 15

(c) Memahami persyaratan teknis dari produk atau proses (d) Menelusuri secara mendetail kebutuhan finansial bagi pengembangan dan produksi barang atau proses (e) Mengetahui kendala hukum yang diterapkan pada produk atau jasa yang dimaksud (f) Menjamin bahwa produk atau jasa menawarkan keuntungan tertentu yang membedakannya dari produk pesaing (g) Melindungi gagasan kreatif melalui hak paten, hak cipta, merk dagang, merk jasa. Selain itu, yang perlu diperhatikan dalam berwirausaha adalah bagaimana persyaratan langkah-langkah yang harus dikembangkan untuk menjadi wirausahawan yaitu, sebagai berikut: 1. Spirit Process ; bakat penunjang dalam diri kita, memacu semangat dalam mencapai keberhasilan. a. Personal: ide yang didukung oleh teman, famili, pengalaman dan umur. b. Lingkungan: keadaan ekonomi, lapangan kerja, SDM yang banyak tersedia, dan beberapa peraturan pemerintah.` 2. Innovation Process ; pengembangan ide kreatif, dan mempunyai penemuan-penemuan dalam berwirausaha, atau peluang yang dapat dimanfaatkan untuk membuka usaha. a. Personal: keinginan untuk berprestasi, dan pendidikan. b. Lingkungan: adanya peluang dan ide kreatif dalam mengembangkan hal-hal baru. 3. Trigenering Event Process ; pemicu dari keinginan mereka untuk membuka usaha sendiri. a. Personal: ketidakpuasan akan penghasilan yang didapat dari perusahaan tempat dimana mereka bekerja, PHK, tidak adanya pekerjaan lain yang dapat dikerjakan

16

b. Lingkungan :persaingan, modal dan bangunan strategis. 4. Implementation Process ; proses dari sebuah pelaksanaan yang didapat. a. Personel adalah Kesiapan mental yang tegar dan mantap, mempunyai visi dan misi yang dibawa untuk masa depan yang akan dicapai. Mempunyai Komitmen yang tinggi. b. Environment adalah tersedianya manajer pembantu sebagai asisten dalam membantu memenej semuanya dan SDM yang capable 5. Growth Process ; proses untuk menumbuhkembangkan perusahaan. a. Personal adalah produk yang baik, organisasi yang kuat, lokasi yang strategis, feature produk, didukung oleh marketing-marketing yang professional. b. Environment adalah unsur persaingan yang sehat peran serta konsumen dan pemasok yang partial, investor dan kebijakan pemerintah yang mendukung. Selain itu juga ada beberapa kriteria dalam berwirausaha yaitu sebagai berikut: Keterampilan Ini faktor mutlak yang harus dipenuhi sebelum kita berusaha, maka kita harus sudah terampil membuatnya apa yang akan kita usahakan. Misal : Sebelum kita merencanakan jadi pengusaha sabun atau pengusaha Nutrisari atau lainnya, maka kita dituntut harus bisa membuat, jikalau tak terampil membuatnya maka jangan harap kita bisa jadi pengusahanya. Observasi / pemasaran Setelah kita bisa memiliki keterampilannya maka langkah kita ialah harus observasi (penelitian pasar) yaitu pada daerah pasar tertentu sudah layaklah diproduksi, misal pada daerah ini andaikata, kita mau memproduksi suatu barang adalah akan laku keras atau tidak.

17

Maka perlulah untuk diteliti, diamati secara seksama agar barang yang kita produksi supaya bisa laku keras dipasaran daerah tersebut. Pemasarannya didaerah ini ada berapa toko didaerah yang harus kita kembangkan selanjutnya agar dapat maju berkembang. Manajemen dan peralatan Langkah selanjutnya ialah menata, merencana menejemen dan peralatan apa yang kita perlukan, misalnya modal berapa, tenaga kerjanya, peralatan yang kita gunakan disiapkan seperlunya tidak perlu yang mahal - mahal dulu cukuplah yang sederhana dulu, yang terpenting menejemen keuangan pribadi dan perusahaan harus dipisahkan jangan dicampuradukkan kita bisa bangkrut usahanya. Perizinan Langkah selanjutnya kita harus memiliki izin tempat usaha, izin perdagangan dan izin dari Departemen Kesehatan dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan lain - lain. Persyaratan lainnya oleh pemerintah, yang terpenting jangan menyamai / meniru merk dagang pihak lain, kita harus punya merk tersendiri yang didaftarkan ke Direktorat Hak Cipta. Etikad yang positif dan disiplin Pengusaha yang positif segala tindak laku bicara supaya disegani atau dihormati langganan atau relasi dan harus selalu positif dan disiplin selama memegang janji kepada langganan atau pihak Bank atau relasi lainnya. Setiap wirausahawan pasti ingin sukses dalam menjalankan usahanya. Untuk itu seorang wirausahawan harus membekali dirinya dengan hal hal sebagai berkut : Memiliki sikap mental yang positif Mampu berpikir kreatif Rajin mencoba hal hal yang baru ( inovatif ) Memiliki motivasi dan semangat juang yang tinggi Mampu berkomunikasi 18

Apakah dalam diri Anda memiliki sifat dari seseorang wirausaha dan memenuhi semua syarat yang ada,, silakan Anda mulai usaha jangan pernah takut untuk gagal dalam berusaha. Watak yang melekat pada seorang wirausaha adalah : Keyakinan, kemandirian, individualitas dan optimism Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energik dan inisiatif Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan menyukai tantangan Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain,

menanggapi saran dan kritik Inovatif dan kreatif serta fleksibel Pandangan ke depan perspektif

3.4 Faktor-Faktor yang Berpengaruh Dalam Berwirausaha Faktor pokok dalam usaha bisnis: Modal Modal digunakan untuk membangun aset, pembelian bahan baku, rekrutmen tenaga kerja, dan lain sebagainya untuk menjalankan kegiatan industri. Modal bisa berasal dari dalam suatu negara serta dari luar negeri yang disebut juga sebagai penanaman modal asing (PMA). Tenaga Kerja Tenaga kerja dengan jumlah dan standar kualitas yang sesuai dengan kebutuhan suatu perindustrian tentu akan membuat industri tersebut menjadi lancar dan mempu berkembang di masa depan. Jika suatu negara kelebihan tenaga kerja, maka salah satu solusi yang baik adalah mengirim tenaga kerja ke luar negeri menjadi tenaga kerja asing. Contohnya indonesia dengan tenaga kerja Indonesia (TKI) dan tenaga kerja wanita (TKW). Jika suatu negara kekurangan tenaga kerja 19

maka salah satu jalan keluarnya adalah mendatangkan tenaga kerja asing dari luar negaranya. Bahan Mentah atau Bahan Baku Bahan baku adalah salah satu unsur penting yang sangat mempengaruhi kegiatan produksi suatu industri. Tanpa bahan baku yang cukup maka proses produsi dapat terhambat dan bahakan terhenti. Untuk itu pasokan bahan mentah yang cukup baik dari dalam maupun luar negeri / impor dapat melancarkan dam mempercepat perkembangan suatu industri. Transportasi Sarana transportasi sangat vitas dibutuhkan suatu industri baik untuk mengangkut bahan mentah ke lokasi industri, mengangkut dan mengantarkan tenaga kerja, pengangkutan barang jadi hasil output industri ke agen penyalur / distributor atau ke tahap produksi selanjutnya, dan lain sebagainya. Terbayang bila transportasi untuk kegiatan tadi terputus. Sumber Energi Industri yang modern memerlukan sumber energi / tenaga untuk dapat menjalankan berbagai mesin-mesin produksi, menyalakan perangkat penunjang kegiatan bekerja, menjalankan kendaraankendaraan industri dan lain sebagainya. Sumber energi dapat berwujud dalam berbagai bentuk seperti bahan bakar minyak / bbm, batubara, gas bumi, listrik, metan, baterai, dan lain sebagainya. Marketing Hasil Output Produksi Pemasaran produk hasil keluaran produksi haruslah dikelola oleh orang-orang yang tepat agar hasil produksi dapat terjual untuk mendapatkan keuntungan / profit yang diharapkan sebagai pemasukan untuk pembiayaan kegiatan produksi berikutnya, memperluas pangsa pasar, memberikan dividen kepada pemegang saham, membayar pegawai, karyawan, buruh, dan lain-lain. Faktor penunjang atau pendukung usaha bisnis:

20

Kebudayaan Masyarakat Sebelum membangun dan menjalankan kegiatan industri sebaiknya patut dipelajari mengenai adat-istiadat, norma, nilai, kebiasaan, dan lain sebagainya yang berlaku di lingkungan sekitar. Tidak sensitif terhadap kehidupan masyarakat sekitar mampu menimbulkan konflik dengan penduduk sekitar. Selain itu ketidak mampuan membaca pasar juga dapat membuat barang hasil produksi tidak laku di pasaran karena tidak sesuai dengan selera konsumen, tidak terjangkau daya beli masyarakat, boikot konsumen, dan lain-lain.

Teknologi Dengan berkembangnya teknologi dari waktu ke waktu akan dapat membantu industri untuk dapat memproduksi dengan lebih efektif dan efisien serta mampu menciptakan dan memproduksi barang-barang yang lebih modern dan berteknologi tinggi.

Pemerintah Pemerintah adalah bagian yang cukup penting dalam

perkembangan suatu industri karena segala peraturan dan kebijakan perindustrian ditetapkan dan dilaksanakan oleh pemerintah beserta aparat-aparatnya. Pemerintahan yang stabil mampu membantu perkembangan industri baik dalam segi keamanan, kemudahankemudahan, subsidi, pemberian modal ringan, dan sebagainya. Dukungan Masyarakat Semangat masyarakat untuk mau membangun daerah atau negaranya akan membantu industri di sekitarnya. Masyarakat yang cepat beradaptasi dengan pembangunan industri baik di desa dan di kota akan sangat mendukung sukses suatu industri. Kondisi Alam Kondisi alam yang baik serta iklim yang bersahabat akan membantu industri memperlancar kegiatan usahanya. Di Indonesia memiliki iklim tropis tanpa banyak cuaca yang ekstrim sehingga

21

kegiatan produksi rata-rata dapat berjalan dengan baik sepanjang tahun. Kondisi Perekonomian Pendapatan masyarakat yang baik dan tinggi akan meningkatkan daya beli masyarakat untuk membeli produk industri, sehingga efeknya akan sangat baik untuk perkembangan perindustrian lokal maupun internasional. Di samping itu Saluran distribusi yang baik untuk menyalurkan barang dan jasa dari tangan produsen ke konsumen juga menjadi hal yang sangat penting. Faktor yang Mempengaruhi Semangat Wirausaha Ada 2 faktor yang mempengaruhi semangat wirausaha yaitu: 1. Faktor Internal : Dorongan dalam dirinya dan bersumber dari kebutuhan: kebutuhan bertahan hidup, kebutuhan bersosialisasi ,kebutuhan spiritual ,harga diri dan aktualisasi 2. Faktor eksternal : Dorongan dari orang lain seperti teman, istri/suami/keluarga, tetangga,masyarakat dan Negara. 3.5 Proses kewirausahaan Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave, proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi tersebut

dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan.Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control, kreativitas, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausahawan yang besar.Secara internal,

keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang memengaruhi diantaranya model

22

peran, aktivitas, dan peluang.Oleh karena itu, inovasi berkembang menjadi kewirausahaan melalui proses yang dipengaruhi lingkungan, organisasi, dan keluarga. Adapun tahapan proses yang harus dilalulai dalam melakukan wirausaha, yaitu sebagai berikut : Tahap memulai Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising. ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa. Tahap melaksanakan usaha Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi. Tahap mempertahankan usaha Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi. Tahap mengembangkan usaha Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil. 3.6 Inovasi ke depan dalam berwirausaha

Joseph A.Schumpeter memberikan penekanan pada konsep inovasi sebagai kriteria yang membedakan perusahaan dari bentuk usaha lainnya. Mereka yang memimpin wirausaha dinamakan wirausahawan. Schumpeter menyatakan bahwa tidak orang yang menjadi wirausahawan

23

sepanjang waktu; seseorang berprilaku sebagai wirausahawan hanya ketika melakukan suatu inovasi. Bahkan jika wirausahawan tidak menanggung resiko dari segi finansial, mereka terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang menanggung resiko. Ketidakpastian ini mempengaruhi lingkungan dimana mereka harus mencari dana. Mereka mendapati bahwa pencarian modal ventura(venture capital) sangatlah sulit. Keuntungan kewirausahaan umumnya berasal dari inovasi. Keuntungan tersebut bersifat sementara dan akan berkurang dengan adanya persaingan. Ini berarti bahwa tidak ada perusahaan yang bisa bergantung pada produk yang telah dihasilkannya. Inovasi harus merupakan proses yang berkesinambungan jika perusahaan ingin berumur panjang. Proses inovasi bisa diuraikan sebagai berikut: Wirausahawan melihat adanya kebutuhan Mengumpulkan data dan mendefinisikan konsep-konsep Menguraikan masalah-masalah Menggunakan daya ingat untuk mencari kesamaan-kesamaan Menemukan kesamaan dan gagasan yang berhubungan Melihat bagaimana menggabungkan kesamaan dan gagasan yang berhubungan Mencari pemecahan sementara Meneliti pemecahan dengan hati-hati Bergerak terus jika kesemuanya baik Mencapai keberhasilan. Proses inovasi wirausaha dihasilkan dari keyakinan, pemahaman tujuan yang jelas untuk menghasilkan kesempatan. Proses dapat dilihat dari kehidupan nyata. Drucker mengungkapkan proses inovasi didahului

24

dengan pergi, melihat keluar, bertanya dan mendengar apa yang terjadi dan akan terjadi dilingkungan usaha. Ada empat macam tipe inovasi yang membangkitkan, pertumbuhan kewirausahaan dalam memulai kegiatan usaha, menghasilkan barang atau pun jasa bagi masyarakat (Koratko & Hodgetts, 2007): Invention

Menciptakan produk baru, jasa atau proses. Konsep tersebut memiliki kecenderungan revolusioner. Contoh. Thomas Alpha Edison dengan bola listrik, Graham Bell dengan telepon. Extention Ekspansi atau perluasan produk, jasa atau proses yang berhubungan dengan eksistensi. Konsep tersebut membuat aplikasi yang berbeda dengan ide awal. Contoh: Ray Kroc dengan McDonald, Keramik menggunakan kayu kelapa, tela-tela. Duplication

Proses melakukan replikasi terhadap produk, jasa atau proses yang sudah ada. Dupilikasi dilakukan terhadap produk dengan melakukan penambahan nilai dan manfaat produk, seperti: kemasan, assesoris, penambahan bentuk produk, vasilitas. Duplikasi tidak hanya sekedar melakukan peniruan tetapi wirausaha harus menciptakan daya saing yang lebih balk. Contoh: tela kress, Honda Vario Synthesis

Proses sistesis merupakan proses melakukan kombinasi produk, jasa atau proses yang sudah ada dengan memasukkan formulasi baru sehingga memiliki kemampuan daya saing yang lebih tinggi. Contoh: Penerimaan siswa atau mahasiswa baru secara online, pembayaran pulsa melalui ATM Solusi Dalam Menjalankan Wirausaha Kedepan a) Kemauan yang kuat untuk berhasil

25

Menjadi seorang wirausahawan wajib memiliki kemauan yang kuat dan pantang menyerah untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan, tidak mudah menyerah pada nasib. b) Selalu mengembangkan ide dan kreativitas Albert Einstein pernah menyatakan bahwa bukan ilmu yang mengakibatkan orang berhasil, tetapi ide dan imajinasi. Menjadi seorang wirausahawan dituntut memiliki ide yang cemerlang dalam membangun usahanya. Barang yang sepele bahkan dianggap orang tidak berarti jika dibalut dengan ide dan kreativitas akan menghasilkan produk yang baik. c) Kemauan untuk belajar Menjadi seorang wirausahawan bukan berarti jauh dari ilmu, memiliki ilmu itu wajib termasuk bagi seorang wirausahawan. Kemauan untuk terus mengembangkan ilmu khususnya berkait dengan dunia wirausaha yang digelutinya akan sangat membantu kelancaran berwirausaha. Dalam hal ini saya berpendapat bahwa seorang wirausahawan harus punya kemauan kuat untuk belajar kepada orang lain akan keberahsilan maupun kegagalan yang diterima dalam berwirausaha, sehingga hal ini akan dapat meminimalisasi kegagalan dalam mengembangkan usaha yang dijalani. d) Membangun komunikasi dan jaringan pertemanan Apabila anda adalah seorang yang memiliki banyak teman, maka hal itu akan menguntungkan anda, mengapa? Untuk memasarkan produk yang anda jual baik jasa maupun barang anda membutuhkan relasi usaha. Teman anda dapat menjadi rekan usaha yang potensial dalam membangun jaringan pemasaran usaha anda kelak.Bertemanlah dengan banyak orang, jalinlah komunikasi yang efektif dengan siapapun. Apalagi jika anda memiliki teman yang berasal dari luar daerah, maka anda akan punya kesempatan untuk melebarkan sayap usaha anda ke daerah-daerah kelak. Dengan memiliki banyak teman

26

setidaknya anda sudah punya sedikit sayap yang sewaktu-waktu siap untuk dikepakkan untuk melambungkan usaha anda. 3.7 Penentuan Potensi Kewirausahaan Peluang usaha baru akan mendatangkann berbagai jenis resiko. Jika mereka-mereka yang ingin memulai usaha baru bisa menilai tingkat n Ach mereka, mereka akan mempunyai rasa percaya diri terhadap kemampuan untuk berhasil, atau mereka akan bisa menyimpulkan bahwa mereka hendaknya bekerja untuk orang lain. Walaupun tidak ada cara yang diketahui untuk membuat penilaian tersebut dengan setepat-tepatnya, terdapat cara individu-individu bisa menilai kualifikasi untuk memulai dan mengelola bisnis baru agar berhasil. a. Kemampuan Inovatif Inovasi memerlukan pencarian kesempatan baru. Hal tersebut berarti perbaikan barang dan jasa yang ada, menciptakan barang dan jasa baru, atau mengkombinasikan unsur-unsur produksi yang ada dengan cara baru dan lebih baik. b. Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity) Ini berarti kemampuan untuk berhubungan dengan hal yang tidak terstruktur dan tidak bisa diprediksi. Karakteristik ini berkaitan erat dengan proses inovatif. Inovasi berasal dari kreatifitas yang ada, yang memerlukan perbaikan kondisi yang ada, bergantung pada kemampuan seseorang, dan secara total terserap dalam proses. Orang-orang yang kreatif mempunyai kemampuan untuk membangun struktur dari situasi yang tidak berbentuk. c. Keinginan untuk berprestasi Keinginan berprestasi (n Ach) adalah tanda-tanda penting dari dorongan kewirausahaan. Hal ini menandai para pemiliknya sebagai orang yang tidak mengenal menyerah didalam mencapai tujuan yang telah mereka tetapkn sendiri. d. Kemampuan perencanaan realistis

27

Tujuan yang menantang dan bisa diterapkan adalah tanda dari perencanaan realistis. Yang ditetapkan sesuai dengan prestasi dari wirausahawan. e. Kepemimpinan terorientasi kepada tujuan Wirausahawan membutuhkan aktifitas yang mempunyai tujuan. n ach yang tinggi memotivasi mereka untuk mengerahkan tenaga mereka dan rekan kerja serta bawahan mereka ke arah tujuan yang ditetapkan. Semua usaha dalam organisasi dipusatkan untuk mencapai tujuan utama organisasi tersebut. f. Obyektifitas Wirausahawan Obyektif di dalam mengarahkan pemikiran dan aktifitas kewirausahawan dengan cara pragmatis. Wirausahawan mengumpulkan fakta-fakta yang ada, mempelajarinya, dan menentukan arah tindakan dengan cara praktis. g. Tanggung jawab pribadi Wirausahawan memikul tanggung jawab pribadi, mereka menetapkann tujuan sendiri dan memutuskan bagaimana mencapai tujuan tersebut dengan kemampuan mereka sendiri. h. Kemampuan beradaptasi Para wirausahawan mampu beradaptasi menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Ketika wirausahawan terhambat oleh kondisi yang berbeda dari apa yang mereka harapkan, mereka tidak menyerah, namun menilai situasi secara obyektif, merumuskan rencana-rencana baru yang dipercaya akan efektif pada lingkungan baru tersebut, dan mengaktifkannya. Hal ini merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh wirausahawan. i. Kemampuan sebagai pengorganisasi dan administor Wirausahawan mempunyai kemampuan mengorganisasi dan

administrasi didalam mengidentifikasi dan mengelompokkan orangorang berbakat untuk mencapai tujuan. mereka menghargai

kompetensi dan akan memilih para spesialis untuk mengerjakan tugas

28

dengan efisien. Mereka cenderung tidak bekerja baik dalam hal-hal rutin dan akan melakukan pekerjaan dengan baik jika meninggalkan rutinitas kepada orang lain. Kekuatan mereka sebagai administrator terletak pada kemampuan mereka melihat kedepan dan mengantisipasi kemungkinan masa depan. 3.8 Manfaat dalam Berwirausaha Adapun manfaat dalam berwirausaha adalah sebagai berikut:

Menambah lapangan kerja Mempunyai peluang untuk mengoptimalkan diri, karena dengan berwirausaha diri kita akan terpacu untuk menjadi lebih baik dari yang sekarang ini.

Adanya peluang untuk mencapai keuntungan dengan maksimal yang semuanya di dapat dari hasil kerja keras kita.

Menunjukan bahwa diri kita mampu menjadi pemimpin, yang dapat memanaj semua aspek-aspek perusahaan

Mempunyai peluang untuk dapat membantu masyarakat dengan usaha yang konkret atau jelas kegiatan usahanya.

Adapun beberapa manfaat wirausaha secara individu (mikro dan makro). 1. Memperoleh kontrol atas kemampuan diri Proses mendirikan kegiatan usaha sampai berhasil

memerlukan kerja yang cukup lama dengan risiko yang cukup. Dalam jangka panjang akan terbentuk kemampuan untuk melakukan kontrol apa yang akan dilakukan dan yang telah dilakukan serta kemampuan dalam diri wirausaha. 2. Memanfaatkan potensi dan melakukan perubahan Banyak wirausaha melakukan pekerjaan atau melakukan bisnis karena melihat kesempatan yang ada sekarang maupun prospek dimasa depan. Kesempatan yang yang cukup tinggi, perubahan kehidupan yang sangat cepat mendorong banyak wirausaha mencoba melakukan bisnis untuk sekedar mengukur 29

kemampuan diri sendiri, tuntutan kehidupan dan kesempatan melakukan perubahan. 3. Memperoleh manfaat finansial tanpa batas Walaupun keuntungan finansial kadangkala bukan motivasi utama melakukan kegiatan usaha, namun keuntungan finansial menjadi faktor penting guna kelangsungan hidup usaha dan pertumbuhan. Adakalanya pada suatu waktu keuntungan wirausaha sangat tinggi di atas rata-rata keuntungan jenis usaha yang sama (rata-rata Industri). Dengan risiko usaha yang harus ditanggung sendiri, wirausaha dalam melakukan kegiatan usaha dengan perencanaan, implementasi yang cukup hati-hati. 4. Berkontribusi kepada masyarakat dan mendapatkan pengakuan atas usaha Wirausaha merupakan bagian yang tidak terpisahkan dengan komunitas masyarakat. Wirausaha pada umumnya memiliki keinginan untuk dihormati, dianggap sebagai bagian dari kehidupan masyarakat setempat. Pada masa sekarang dan mendatang kewajiban wirausaha tidak bisa di lepaskan dari perilaku etis serta tanggungjawab sosial kemasyarakatan sebagai bagian dari

kehidupan bisnisnya. 3.9 Tantangan Berwirausaha Meskipun keuntungan dalam berwirasuaha menggiurkan, tapi ada juga biaya yang berhubungan dengan kepemilikan bisnis tersebut. Memulai dan mengoperasikan bisnis sendiri membutuhkan kerja keras, menyita banyak waktu dan membutuhkan kekuatan emosi. Kemungkinan gagal dalam bisnis adalah ancaman yang selalu ada bagi wirausaha, tidak ada jaminan kesuksesan. Wirausaha harus menerima berbagai resiko berhubungan dengan kegagalan bisnis. Tantangan berupa kerja keras, tekanan emosional, dan risiko meminta tingkat komitmen dan

pengorbanan jika kita mengharapkan mendapatkan keuntungan.

30

Dalam menjalankan sebuah rencana bisnis kemungkinan gagal akan selalu menyertai. Wirausahawan harus menerima berbagai resiko yang berhubungan dengan kegagalan bisnis. Untuk memulai dan mengoperasikan bisnis sendiri membutuhkan kerja keras, menyita banyak waktu, membutuhkan kekuatan emosi dan rela berkorban demi hasil yang lebih besar untuk masa yang akan datang. Sesungguhnya tantangan terbesar untuk memulai berwirausaha adalah diri sendiri, karena sering sekali orang-orang kalah dengan rasa takutnya sendiri. Tantangan untuk memulai wirausaha umumnya banyak sekali, namun disini ada beberapa diantaranya yaitu : Modal Banyak orang beranggapan tanpa modal mana mungkin bisa membangun sebuah usaha. Tetapi bukti memperlihatkan bahwa banyak orang yang benar-benar bisa memulai usaha dengan modal yang relatif kecil. Contoh : Masfuk adalah pengusaha perhiasan emas tiruan beromzet Rp 1,5 milyar perbulan pada tahun 1999. Dia memulai usaha pada 1989 dengan modal Rp 350 ribu dengan peralatan seadanya. Purdie Chandra, raja bisnis bimbingan tes, bermodal awal (pada 1982) sebesar Rp 300 ribu, dll Usia Ada pula orang yang enggan berwirausaha karena merasa diri masih terlalu muda. atau sebaliknya, ada juga yang berasalan karena sudah terlalu tua. Padahal banyak contoh-contoh pengusaha yang sukses dengan memulai usahanya di usia muda dan usia tua. Contoh : Dave Thomas, pendiri Wendys Restaurant memulai usaha rumah makan pada usia 15 tahun. Bill Gates, mulai berdikari pada usia 13 tahun yang kemudian pada usia 19 tahun mendirikan Microsoft bersama Berry Gordy. James E Casey pendiri UPS (United Parcel Service) memulai usahanya di usia 15 tahun. Atau contoh yang melegenda, di usia 66 tahun, Kolonel Sanders baru memulai usaha dengan mendirikan Kentucky Fried Chicken (KFC) dan berhasil gemilang di usia 80 tahun.

31

Bakat Banyak orang yang merasa diri tidak berbakat berwirausaha karena terbelenggu mitos bahwa wirausahawan itu dilahirkan. Namun kajian ilmiah yang dilakukan oleh Brandeis University dan Koch Foundation terhadap para peserta dan alumni program kewirausahaan di National Foundation for Teaching Enterpreneurship, bahwa kewirausahaan dapat diajarkan. Kemudian, pengakuan dari para wirausahawan. Moris, seorang wirausahawan mengatakan bahwa wirausahawan itu dilahirkan sekaligus diciptakan. Lebih lanjut Moris menyatakan semua orang mempunyai peluang menjadi wirausaha. 3.10 Masalah atau Hambatan dalam Berwirausaha Masalah yang berkaitan dengan kesulitan yang biasanya dihadapi wirausahawan antara lain adalah: 3.11 Kinerja atau konsep perusahaan yang meragukan Kegagalan perusahaan untuk menindak-lanjuti Kurangnya pengalaman dan ketajaman bisnis Preferensi dari pemodal Kurangnya hubungan dengan sumber-sumber modal.

Mempertahankan Operasi Usaha Setiap wirausahawan yang memulai usaha hendaknya

memperhatikan kesalahan dari orang lain, sebagaimana halnya dalam proses belajar. Terdapat persyaratan tertentu yang bisa membantu mempertahankan operasi usaha baru dan mengurangi resiko kegagalan. Faktor-faktor penting yang bisa mengurangi resiko kegagalan bisnis usaha adalah sebagai berikut: Menghindari optimisme yang berlebih-lebihan ketika usaha menunjukkan keberhasilan Senantiasa membuat rencana-rencana pemasaran yang baik dengan tujuan yang jelas Membuat proyeksi arus kas yang baik dan menghindari kapitalisasi.

32

Selalu berada didepan dalam pasar Mengidentifikasi hal-hal yang perlu ditekankan yang mungkin bisa menyebabkan perusahaan dalam keadaan bahaya. Wirausahawan hendaknya peka terhadap tiap-tiap faktor tersebut, tanpa memandang ukuran atau jenis usaha yang dilakukan. Banyak wirausahawan yang terlalu percaya diri pada kemampuan mereka, yang memang diperlukan dalam usaha dan bidang mereka. Akan tetapi, terdapat optimisme yang berlebih-lebihan yang bisa membahayakan usaha ventura mereka. Terlalu optimis menjadikan wirausahawan ceroboh dalam menangani bisnis dan sering kehilangan tanda-tanda penting bahwa usaha perlu mendapatkan bantuan. Pembuatan rencana pemasaran selama periode waktu 12 bulan adalah penting bagi wirausahawan. Proyeksi arus kas juga merupakan pertimbangan penting bagi wirausahawan. Banyak wirausahawan menghindari pengumpulan informasi yang memadai mengenai pasar. Informasi adalah asset penting bagi

wirausahawan. Wirausahawan akan sering mencoba menduga apa yang terjadi di pasar dan mengabaikan perubahan-perubaha yang terjadi. Hal ini bisa menimbulkan masalah, terutama jika pesaing bereaksi positif pada perubahan pasar. Dalam tahap awal ventura, perlu bagi wirausahawan untuk mengetahui hal-hal yang bisa menimbulkan masalah, yaitu hal-hal pada saat mana ventura berubah ukuran perusahaannya, memerlukan strategi baru untuk bertahan hidup. Kenaikan penjualan awal yang cepat bila ditafsirkan salah sehingga usaha ventura berusaha meningkatkan kapasitas pabrik, menandatangani kontrak baru dengan pemasok, atau meningkatkan persediaan yang menyebabkan penurunan marjin dan kelebihan likuiditas. Hal-hal yang menimbulkan masalah bisa diidentifikasi berdasarkan pada volume penjualan. Sehingga wirausahawan harus mengetahui beban tingkat penjualan pada investasi modal dan pengeluaran operasional.

33

BAB IV PENUTUP

4.1

Kesimpulan

Wirausaha adalah kemampuan untuk berdiri sendiri, berdaulat, merdeka lahir dan bathin, sumber peningkatan kepribadian, suatu proses dimana orang mengejar peluang, merupakan sifat mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dituntut untuk mampu mengelola, menguasai, mengetahui dan berpengalaman untuk memacu kreatifitas. Untuk membangun suatu usaha sendiri banak keuntungan yang kita dapatkan, tidak hanya pada diri sendiri tetapi orang lain juga ikut dapat memenuhi kebutuhan finansial dan kebutuhan lainnya. Keuntungan yang dapat kita peroleh seperti; terbuka peluang untuk mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri, terbuka peluang untuk mendemontrasikan potensi seseorang secara penuh, terbuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan secara maksimal, terbuka peluang untuk membantu masyarakat dengan usaha-usaha konkrit, dan terbuka

kesempatan untuk menjadi bos. Tetapi, membangun usaha juga tidak mudah banyak hal yag perlu diperhatikan yaitu kelemahan individu terhadap suatu usaha/bisnis yang akan dibangun; seperti;keraguan akan pendapatan tidak pasti, dengan berbagai resiko kerja keras dan waktu kerjanya panjang, kualitas kehidupan masih rendah sampai usahanya berhasil, sebab dia harus hemat, tanggung jawab besar, banyak keputusan yang harus dia buat walau kurang menguasai permasalahan. Oleh karena itu, Dalam proses pengembangan usaha diperlukannya jiwa seseorang wirausaha yang soft skill yang artinya adanya ketekunan berani mengambil resiko, terampil, tidak mudah putus asa, mempunyai kemauan terus belajar, memberi pelayanan yang terbaik kepada konsumen, bersikap ramah terhadap konsumen, sabar, pandai mengelola dan berdoa.

34

karena semua usaha dan rencana tidak akan berhasil tanpa adanya ridho dari Allah SWT. 4.2 Kritik/Saran

Dilihat dari kemakmuran pada negara berkembang ini masih kurang, kebutuhan akan pokok yang lebih besar. Sehingga perlu adanya pengembangan SDM yang kreatif, inovatif untuk membangun usaha, modal untuk pemenuhan kebutuhannya sendiri. Untuk itu sangat dibutuhkan kreatifitas yang tinggi serta kesabaran agar usaha yang telah anda mulai dapat berhasil. Untuk para pemimpin Bisnis Kecil, belajarlah lebih banyak lagi Para pemimpin bisnis kecil, pandanglah masa depan perusahaan anda sebagai sebuah masa depan yang terus dapat di wariskan sehingga anda dapat mengelola bisnis secara profesional, manjauhkan diri dari kekuasan mutlak, kesewenang-wenangan.

35

DAFTAR PUSTAKA

www.elearning.gunadarma.ac.id www.google.com/wirausaha http://id.shvoong.com/business-management/human-resources/2123598pengertian-wirausaha/ http://arina.host22.com/Kriteria_Berwira_Usaha.html http://ilmu-wirausaha.blogspot.com/ http://adesyams.blogspot.com/2009/09/keuntungan-dan-tantanganberwirausaha.html http://carapedia.com/pengertian_definisi_wirausaha_menurut_para_ahli_info496. html http://wirausahaumy.blogspot.com

36