Anda di halaman 1dari 4

pandangan pengarang dengan tulisannya itu.

Dalam hal-hal tertentu, pembaca sering pula harus mempergunakan kamus untuk mencari pengertian kata-kata sulit yang mungkin dapat menimbulkan salah tafsir atau salah pengertian. Untuk dapat membaca cepat dan efektif dipergunakan latihan yang terus-menerus. Apalagi untuk buku-buku berbahasa asing. c. Gunakan metode keseluruhan dan metode bagian di mana diperlukan Kedua cara itu, yaitu whole learning dan part learning, sama-sama diperlukan menurut tingkat keluasan dan kesulitan bahan yang dipelajari. Untuk mempelajari buku yang tebal misalnya, mungkin kurang sesuai jika digunakan metode keseluruhan. Akan tetapi, untuk mempelajari bab demi bab, diperlukan metode keseluruhan itu. Untuk mempelajari sebuah bab tidak baik jika digunakan metode bagian karena pengertian yang kita peroleh menjadi terpecah-pecah, tidak merupakan suatu kebulatan. Baru setelah bab demi bab itu kita kuasai, kita gabungkan lagi menjadi keseluruhan isi buku tersebut. d. Pelajari dan kuasailah bagian-bagian yang sukar dari bahan yang dipelajari Pada setiap pelajaran biasanya terdapat bagian-bagian yang sukar dan memerlukan pengertian dan pengerjaan yang lebih teliti. Pelajari baik-baik bagian-bagian yang sukar itu untuk dapat menguasai keseluruhan pengetahuan dari bahan yang dipelajari. Untuk itu, pembuatan ringkasan (summary) dalam belajar sangat diperlukan. Dalam hal ini guru perlu pula memberikan petunjuk dan pengarahan agar siswa mengetahui bagian-bagian mana yang penting dan perlu mendapat perhatian khusus di dalam belajar. e. Buatlah outline dan catatan-catatan pada waktu belajar Outline dan catatan-catatan tentang materi bacaan atau pelajaran sangat membantu siswa itu sendiri. Apalagi jika catatan-catatan itu kemudian disusun ke dalam bentuk outline yang dapat menggambarkan garis besar keseluruhan dari apa yang telah dipelajari. Outline dan catatan-catatan yang tersusun itu akan dapat membantu siswa lagi pada waktu mereka akan mengulangi pelajaran itu ketika akan menghadapi tentamen atau ujian. Mereka tidak perlu lagi membaca seluruh buku yang akan memakan waktu lebih lama. f. Kerjakan atau jawablah pertanyaan-pertanyaan Pada akhir tiap bab buku pelajaran (textbook) biasanya kita jumpai sejumlah pertanyaanpertanyaan yang bermaksud untuk membantu siswa mengingat kembali apa yang telah dipelajari dalam bab tersebut, atau memperluas pengetahuan-pengetahuan meraka tentang

sesuatu yang berhubungan dengan isi bab itu. Kerjakan atau jawablah pertanyaanpertanyaan itu dengan sebaik-baiknya. Di samping itu, adalah suatu cara belajar yang baik pula jika sambil belajar siswa membuat pertanyaan-pertanyaan sendiri, dan kemudian memjawabnya berdasarkan apa yang telah dipejariny.a. Banyak orang mengatakan bahwa pengetahuan yang diterima dengan jalan memformulasikan jawaban-jawaban dari pertanyaan-pertanyaan lebih dapat diingat lama atau lebih mendalam pengertiannya daripada pengetahuan yang hanya diperoleh melalui membaca dan menghapal g. Hubungkan bahan-bahan baru dengan bahan yang lama Belajar merupakan suatu proses yang sinambung untuk membentuk konsep-konsep baru, ide-ide baru, atauu pengetahuan baru, berdasarkan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan sebelumnya. Oleh karena itu, sebelum siswa mulai mempelajari tuga-tugas untuk hari-hari sebelumnya dia harus mengulangi kembali pelajaran-pelajaran yang lampau yang ada hubungannya dengan bahan pelajaran yanag akan dipelajarinya. Hal ini seperti IPA, matematika, fisika dan sebaginya. Dalam hubungan ini lah bahan-bahan yang lama sering kali diperlukan untuk mempelajari bahan-bahan yang baru. Dengan kata laian, untuk menerima pelajaran yang baru diperlukan pengetahuan dan bahan-bahan yang lama yang telah dipelajari pada waktu yang lama. h. Gunakan bermacam-macam sumber dalam belajar Tiap pengarang buku mempunyai pandangan dan cara yang berbeda-beda dalam mengemukakan tulisan atau karangannya. Demikian pula pengarang-pengarang buku pelajaran. Buku pelajaran yang berjudul sama belum tentu isinya sama. Setiap pengarang memiliki kelebihan dan kekurangan. Perbedaan-perbedaan ini terutama terdapat pada pengarang-pengarang buku ilmu pengetahuan sosial, bahkan terdapat juga pada pengarang ilmu pengetahuan eksakta. Di dalam belajar, siswa hendaknya dibiasakan untuk menjelajahi berbagai sumber atau buku untuk lebih memperluas dan memperdalam pengetahuan mereka. Di samping itu, mereka akan terlatih untuk memilih dan menentukan sendiri mana dari sekian banyak pendapat atau pandangan yang menurut mereka lebih baik, lebih lengkap, atau lebih sesuai dengan kebutuhan.

Memang hal seperti ini biasanya kuraang atau tidak disukai oleh kebanyakan siswa. Mereka lebih suka mempelajari satu buku saja, tidak mau bersusah-susah padahal mereka juga mengetahui bahwa dengan banyak membaca buku, makin banyak dan mendalam pula pengetahuan yang akan mereka miliki. i. Pelajari baik-baik tabel, peta, grafik, gambar, dsb. Dewasa ini banyak terdapat buku cerita yang melukiskan dalam bentuk gambar seri untuk menarik perhatian dan kesukaan membaca pada anak-anak. Juga buku-buku pelajaran di sekolah, kecuali berisi gambar-gambar, banyak pula yang dilengkapi dengan peta, gambar grafik, dan atau tabel. Semua itu dimaksudkan, disamping untuk menarik perhatian, terutama untuk memberi gambaran yang lebih singkat dan jelas tentang apa yang dibicarakan didalam buku tersebut. Siswa yang kurang mengerti maksudnya (sebagian besar) merasa segan dan biasanya melampaui saja gambar atau grafik tersebut didalam belajarnya. Padahal dengan mempelajari gambar, tabel, grafik, atau peta yang terdapat di dalam buku, siswa dapat memperoleh pengertian yang lebih jelas dan seringkali lebih luas daripada membaca uraian-uraian yang panjang lebar. Adalah menjadi tugas dan kewajiban guru untuk membimbing siswa bagaimana menginterpretasikan gambar, grafik, tabel, peta, bagan yang terdapat didalam buku pelajaran ataupun buku-buku sumber lainnya, dan bagaimana menyusun atau mengambil kesimpulan daripadanya. j. Buatlah rangkuman (summary) dan review Bagaimana cara menyusun atau membuat rangkuman yang baik dan jelas serta mudah dipahami sangat bergantung pada cara belajar siswa masing-masing disamping itu, cara guru mengajarpun menentukan pula cara murid belajar. Seorang guru yang bias menerangkan dengan gambar-gambar atau bagan-bagan yang teratur dan sistematis di papan tulis, secara tidak langsung telah melatih siswa belajar bagaimana cara membuat rangkuman atau ikhtisar mengenai pelajaran itu. Makin pandai siswa membuat rangkuman, makin mudah baginya untuk mengadakan review atau mengulang kembali pelajaran yang telah diterimanya. Rangkuman dan review memberikan kesempatan kepadanya untuk merefleksikan, mengingat kembali, dan mengevaluasi isi pengetahuan yang telah dikuasainya. 9. Saran-saran untuk Membiasakan Belajar yang Efisien

Berikut ini adalah saran-saran yang dikemukakan Crow and Crow dengan singkat dan terinci untuk mencapai hasil belajar yang lebih efisien. 1) Miliki dahulu tujuan belajar yang pasti. 2) Usahakan adanya tempat belajar yang memadai. 3) Jaga kondisi fisik jangan sampai mengganggu konsentrasi dan keaktifan mental. 4) Rencanakan dan ikutilah jadwal waktu untuk belajar. 5) Selingilah belajar itu dengan waktu-waktu istirahat yang teratur. 6) Carilah kalimat-kalimat topik atau inti pengertian dari tiap paragraf. 7) Selama belajar gunakan metode pengulangan dalam hati (silent resitation). 8) Lakukan metode keseluruhan (Whole Method) bilamana mungkin. 9) Usahakan agar dapat membaca cepat tapi cermat. 10) Buatlah catatan-catatan atau rangkuman yang tersusun rapih. 11) Adakah penilaian terhadap kesulitan bahan untuk dipelajari lebih lanjut. 12) Susunlah dan buatlah pertanyaan-pertanyaan yang tepat, dan usahakan/cobalah untuk menemukan jawabannya. 13) Pusatkan perhatian dengan sungguh-sungguh pada waktu belajar. 14) Pelajari dengan teliti tabel-tabel, grafik-grafik, dan bahan ilustrasi lainnya. 15) Biasakanlah membuat rangkuman dan kesimpulan. 16) Buatlah kepastian untuk melengkapi tugas-tugas belajar itu. 17) Pelajari baik-baik pernyataan (statement) yang dikemukakan oleh pengarang, dan tentanglah jika diragukan kebenarannya. 18) Telitilah pendapat beberapa pengarang. 19) Belajarlah menggunakan kamus dengan sebaik-baiknya. 20) Analisislah kebiasaan belajar yang dilakukan,dan cobalah untuk memperbaiki kelemahannya.