Anda di halaman 1dari 10

1. http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en%7Cid&u=http://www.webmd.

com/or

al-health/guide/gingivitis-periodontal-disease
Selama pemeriksaan gigi, dokter gigi Anda biasanya memeriksa hal-hal ini: Gum pendarahan, pembengkakan, ketegasan, dan kantong (ruang antara gusi dan gigi; saku yang lebih besar dan lebih dalam, semakin parah penyakit) Gigi gerakan dan sensitivitas dan tepat keselarasan gigi Tulang rahang Anda untuk membantu mendeteksi kerusakan tulang di sekitar gigi

2. http://www.klikdokter.com/medisaz/read/2010/07/05/114/periodontitis--penyakit-gusiPeriodontitis merupakan infeksi atau peradangan gusi serius yang melibatkan penghancuran jaringan lunak dan tulang pendukung gigi. Yang termasuk jaringan penyangga gigi adalah gusi, tulang yang membentuk kantong tempat gigi berada, dan ligamen periodontal (selapis tipis jaringan ikat yang memegang gigi dalam kantongnya dan juga berfungsi sebagai media peredam antara gigi dan tulang). Peradangan tersebut disebabkan oleh infeksi bakteri yang berkembang biak pada plak dan tartar yang terbentuk di antara gigi dan gusi, yang kemudian menyebar ke tulang di bawah gigi sehingga mempengaruhi jaringan yang mengelilingi dan mendukung gigi. Suatu keadaan dapat disebut periodontitis bila perlekatan antara jaringan periodontal dengan gigi mengalami kerusakan. Selain itu tulang alveolar (= tulang yang menyangga gigi) juga mengalami kerusakan. Periodontitis dapat berkembang dari gingivitis (peradangan atau infeksi pada gusi) yang tidak dirawat. Infeksi akan meluas dari gusi ke arah tulang di bawah gigi sehingga menyebabkan kerusakan yang lebih luas pada jaringan periodontal. Bila ini terjadi, gusi dapat mengalami penurunan, sehingga permukaan akar terlihat dan sensitivitas gigi terhadap panas dan dingin meningkat. Gigi dapat mengalami kegoyangan karena adanya kerusakan tulang. Periodontitis dapat menyebabkan kegoyahan gigi atau bahkan kehilangan gigi. http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en%7Cid&u=http://www.healthscout.com/ency/1/254/mai n.html Periodonsium ini juga mencakup gusi (atau gingiva), tulang dari soket gigi, dan ligamen periodontal - lapisan tipis jaringan ikat yang memegang gigi dalam soket dan bertindak sebagai bantalan antara gigi dan tulang. Peradangan atau infeksi pada gusi yang disebut gingivitis . Jika dibiarkan berlangsung, radang gusi bisa berubah menjadi periodontitis, invasi dan penghancuran tulang yang mendasari bahwa jangkar gigi di tempat. Seperti yang terjadi, gusi dapat surut, memperlihatkan permukaan akar dan meningkatkan kepekaan terhadap panas dan dingin. Gigi bahkan mungkin melonggarkan karena kerusakan tulang. Tidak diobati radang gusi bisa maju ke periodontitis. Dengan waktu, plak dapat menyebar dan tumbuh di bawah garis gusi. Racun yang dihasilkan oleh bakteri dalam plak mengiritasi gusi. Racun merangsang respon inflamasi kronis di mana tubuh pada intinya menyala sendiri, dan jaringan-jaringan dan tulang yang mendukung gigi dipecah

dan dihancurkan. Terpisah dari gigi gusi, membentuk kantong (ruang antara gigi dan gusi) yang terinfeksi. Sebagai penyakit berlangsung, memperdalam kantong dan lebih jaringan gusi dan tulang yang hancur. Seringkali, proses destruktif memiliki gejala yang sangat ringan. Akhirnya, gigi dapat menjadi longgar dan mungkin harus dihapus. Ada banyak bentuk dari periodontitis. Yang paling umum meliputi berikut ini. Periodontitis agresif terjadi pada pasien yang dinyatakan secara klinis sehat. Fitur umum meliputi kehilangan perlekatan yang cepat dan kerusakan tulang dan agregasi keluarga. Periodontitis kronis menyebabkan peradangan dalam jaringan pendukung gigi, lampiran progresif dan keropos tulang. Ini adalah bentuk yang paling sering terjadi periodontitis dan ditandai oleh pembentukan saku dan / atau resesi gingiva. Hal ini lazim pada orang dewasa, namun dapat terjadi pada semua usia. Perkembangan kehilangan perlekatan biasanya terjadi secara perlahan, tetapi periode perkembangan yang cepat dapat terjadi. Periodontitis sebagai manifestasi dari penyakit sistemik sering dimulai pada usia muda. Kondisi sistemik seperti penyakit jantung, penyakit pernapasan, dan diabetes berhubungan dengan bentuk periodontitis. Necrotizing penyakit periodontal adalah infeksi yang ditandai dengan nekrosis jaringan gingiva, ligamen periodontal dan tulang alveolar. Lesi ini paling umum diamati pada individu dengan kondisi sistemik seperti HIV, kekurangan gizi dan infeksi imunosupresi. Gejala Periodontitis Anda dapat dan harus memeriksa sendiri tanda-tanda peringatan dari penyakit gusi. Namun, Anda mungkin memiliki penyakit gusi yang telah menyebar ke tulang dan tidak memiliki gejala. Kebanyakan orang tidak mengalami nyeri akibat penyakit gusi dan karena itu sering terjadi tanpa disadari. Penting untuk memiliki pemeriksaan gigi teratur, termasuk pemeriksaan periodontal. Tanda-tanda peringatan dari penyakit gusi meliputi: gusi berdarah selama menyikat gigi merah, bengkak atau tender gusi gusi yang telah menarik diri dari gigi gigih buruk nafas nanah di antara gigi dan gusi longgar atau memisahkan gigi perubahan dalam cara gigi cocok bersama-sama saat Anda menggigit perubahan dalam fit dari gigi palsu parsial

Anda harus menghubungi dokter gigi Anda jika Anda melihat gejala-gejala tersebut. Diagnosis Periodontitis Dokter gigi atau ahli kesehatan gigi akan memeriksa warna dan ketegasan pada gusi dan gigi untuk menguji kelonggaran. Mereka juga akan memeriksa cara gigi cocok bersama-sama saat Anda menggigit. X-ray dapat diambil untuk mengevaluasi tulang penyangga gigi. Sebuah teknik yang disebut periodontal probing merupakan hal terpenting dalam pengujian untuk penyakit gusi. Dalam prosedur ini, alat ukur kecil lembut disisipkan di antara gigi dan gusi untuk mengukur kedalaman saku. 3. 4. http://doktersehat.com/apa-penyebab-gusi-berdarah/

Gusi berdarah bisa disebabkan oleh berbagai hal. Penyebab yang paling sering adalah adanya plak dan karang gigi (kalkulus) yang menempel pada permukaan gigi. Gigi kita dilapisi oleh lapisan transparan licin yang disebut pellicle. Pellicle yang dikolonisasi oleh bakteri disebut plak. Selanjutnya, bila tidak dibersihkan maka plak dapat mengalami mineralisasi (pengerasan) sehingga membentuk karang gigi yang melekat pada permukaan gigi. Biasanya karang gigi dijumpai pada leher gigi. Karang gigi tidak hanya melekat pada permukaan gigi yang tampak (terletak di atas garis gusi) tapi juga dapat melekat pada permukaan gigi yang tertutup oleh gusi. Pada permukaan karang gigi biasanya juga terdapat koloni bakteri. Koloni bakteri pada plak dan karang gigi inilah yang mengakibatkan kerusakan jaringan penyangga gigi, yang dimulai dari gingiva (bagian gusi yang dapat kita lihat). Keadaan ini disebut gingivitis (radang gusi). Karena ada peradangan maka gusi menjadi mudah berdarah apabila terkena trauma mekanis, misalnya sikat gigi atau tusuk gigi. Jadi, gusi berdarah adalah tanda awal adanya kerusakan gusi. Apabila tidak segera ditangani maka karang gigi dapat terus bertambah sehingga perlekatan gusi pada permukaaan gigi menjadi lepas dan terbentuk adanya kantung pada gusi (disebut periodontal pocket). Kondisi ini disertai juga dengan perdarahan gusi dan kerusakan tulang penyangga gigi. Akibatnya bila tidak segera ditangani gigi menjadi goyang dan akhirnya tanggal. Keadaan ini disebut periodontitis. Karena penyebabnya adalah koloni bakteri pada plak dan karang gigi, maka solusi masalah ini adalah dengan melakukan pembersihan plak dan karang gigi. Plak dapat dibersihkan dengan cara menyikat gigi secara teratur dan benar. Frekuensi menyikat gigi minimal dua kali tiap hari, pagi setelah makan pagi dan malam sebelum tidur. Arah menyikat gigi adalah dari gusi ke arah gigi. Penyikatan gigi dalam arah horizontal tidak dibenarkan karena akan menyebabkan abrasi leher gigi dan resesi gingiva (gusi rahang atas tampak naik, gusi rahang bawah tampak turun, sehingga permukaan akar gigi terlihat). 5. https://dentistrymolar.wordpress.com/2011/01/26/histopatologi-dan-patogenesis-penyakit-

periodontal/
Patogenesis penyakit periodontal dibagi menjadi 4 tahap: 1. Lesi Awal Bakteri adalah penyebab utama dari penyakit periodontal, namun pada tahap ini hanya menyerang jaringan dalam batas normal dan hanya berpenetrasi superfisial. Bakteri plak memproduksi beberapa faktor yang dapat meyerang jaringan baik secara langsung maupun tidak langsung dengan cara merangsang reaksi imun dan inflamasi. Plak yang terakumulasi secara terus menerus khususnya diregio interdental yang terlindung mengakibat inflamasi yang cenderung dimulai pada daerah papila interdental dan meneyebar dari daerah ini ke sekitar leher gigi. Perubahan terlihat pertama kali di sekitar pembuluh darah gingiva yang kecil, disebelah apikal dari epitelium jungtion. Pembuluh ini mulai bocor dan kolagen perivaskular mulai menghilang, digantikan dengan beberapa sel inflamasi, sel plasma dan limfosit-terutama limfosit T-cairan jaringan dan protein serum. Disini terlihat peningkatan migrasi leukosit melalui epitelium fungsional dan eksudat dari cairan jaringan leher gingiva. Selain meningkatnya aliran eksudat cairan dan PMN, tidak terlihat adanya tandatanda klinis dari perubahan jaringan pada tahap penyakit ini.

Gingivitis Dini

Bila deposit plak masih tetap ada, perubahan inflamasi tahap awal akan berlanjut disertai dengan meningkatnya aliran cairan gingiva dan migrasi PMN. Perubahan yang terjadi baik pada epithekium jungtion maupun pada epithelium krevikular merupakan tanda dari pemisahan sel dan beberapa proleferasi dari sel basal. Fibroblas mulai berdegenerasi dan bundel kolagen dari kelompok serabut dentogingiva pecah sehingga seal dari cuff marginal gingiva menjadi lemah. Pada keadaan ini terlihat peningkatan jumlah sel-sel inflmasi, 75 % diantaranya terdiri dari limfosit. Juga terlihat beberapa sel plasa dan magrofag. Pada tahap ini tanda-tanda klinis dari inflamasi makin jelas terlihat. Papila interdental menjadi lebih merah dan bangkak serta mudah berdarah pada saat penyondean.

Gingivitis tahap lanjut Dalam waktu 2-3 minggu, akan terbentuk gingivitis yang lebih parah lagi. Perubahan mikroskopik terlihat terus berlanjut, pada tahap ini sel-sel plasa terlighat mendominasi. Limfosit masih tetap ada dan jumlah makrofag meningkat. Pada tahap ini sel mast juga ditemukan. Imunoglobulin, terutama IgG ditemukan di daerah epithelium dan jaringan Ikat. Gingiva sekarang berwarna merah, bengkak dan mudah berdarah. Dengan bertambah parahnya kerusakan kolagen dan pembengkakan inflmasi, tepi gingiva dapat dengan mudah dilepas dari permukaan gigi, memperbesar kemungkinan ternetuknya poket gingiva atau poket Palsu (false pocket). Bila oedem inflamasi dan pembengkakan gingiva cukup besar, maka poket gingiva biasanya juga cukup dalam. Pada tahap ini sudah terjadi degenerasi sel-sel epitelium jungtion dan beberapa berproliferasi dari lapisan basal ke jaringan ikat di bawahnya, namun pada tahapan ini belum terlihat adanya mugrasi sel-sel epithelial dalam jumlah besar ke permukaan akar. Bila inflamasi sudah menyebar disepanjang serabut transeptal, maka akan terlihat adanya resorbsi puncak tulang alveolar. Resorbsi ini bersifat reversibel terutama dalam hubungannya dengan pemulihan inflamasi. Salah satu tanda penting dri penyakit ini adalah tidak ditemukannya bakteri pada epithelium maupun pada jaringan ikat. Karena jaringan fibrosa rusak pada adrah inflamsi aktif, pada beberapa daerah agak jauh terlihat adanya proliferasi jaringan fibrosa dan pembentukan pembuluih darah baru. Aktivitas pemulihan yang produktif ibni merupakan karekteristrik yang sangat penting dari lesi kronis dan pada keadaan iritasi serta inflamasi jangka panjang, elemen jaringan fibrosa akan menjadi komponen utama dari perubahan jaringan. Jadi, kerusakan dan perbaikan berlangsung bergantian dan proporsi dari tiap-tiap proses ini akan mempengaruhi warna dan bentuk gingiva. Bila inflamsi dominan, jaringan akan berwarna merah, lunak dan mudah berdarah;bila produksi jaringan fibrosa yang dominan, gingiva akan menjadi keras dan berwarna merah muda walaupun bengkak perdarahan kurng , bahkan tidak ada.

Periodontitis: Bila iritasi plak dan inflamsi terus berlanjut, integritas dari epithelium jungtion akan semakin rusak. Selsel epithelial akan berdegenarasi dan terpisah, perlekatannya pada permukaan gigi akan terlepas sama sekali. Pada saat bersamaan, epithelium jungtion akan berproliferasi ke jaringan ikat dan ke bawah pada permukaan akar bila serabut dentogingiva dan serabut puncak tulang alveolar rusak. Migrasi ke apikal dari

epithelium jungtion akan terus berlangsung dan epithelium ini akan terlepas dari permukaan gigi, membentuk poket periodontal atau poket asli. Keadaan ini tampaknya merupakan perubahan Irreversibel. Bila poket periodontal sudah terbentuk plak berkontak dengan sementum. Jaringan ikat akan menjadi oedem; pembuluh darah terdilatasi dan trombosis dinding pembuluh pecah disertai dengan timbulnya perdarahan ke jaringan sekitarnya. Disini terlihat infiltrat inflamasi yang besar dari sel-sel plasam, limfosit dan magrofag. IgG merupakan imunoglobulin yang dominan tetapi beberapa IgM dan IgA juga dapat di temukan disini. Epitelium dinding poket mungkin tetap utuh atau terulserasi. Disini tidak terlihat adanya perbedaan karena produk-produk plak berdifusi melalui epitelium. Aliran cairan jaringan dan imigrasi dari PMN akan berlanjut dan agaknya aliran cairan jaringan ini ikut membantu meningkatkan deposisi kalkulus subgingiva. Penyebaran inflamasi ke puncak tulang alveolar. Ditandai dengan adanya infiltrasi sel-sel ke ruang-ruang trabekula, daerah-daerah resorbsi tulang dan bertambah besarnya ruang trabekula. Ada kecenderungan resorbsi tulang di imbangi oleh deposisi yang semakin menjauhi daerah inflamasi. Sehingga tulang akan diremodelling, namun tetap mengalami kerusakan. Resorbsi tulang dimulai dari daerah interproksimal menjadi lebar misalnya atara gigi-gigi molar, suatu krater interdental akan terbentuk dan kemudian bila proses resorbsi makin berlanjut, resorbsi akan meluas ke lateral, sehingga semua daerah puncak tulang alveolar akan teresorbsi.

6. http://iqbalsandira.blogspot.com/2009/05/poket-periodontal.html Klasifikasi berdasarkan morf. Dan hubungan dengan struktur terdekat dibagi atas 2 yaitu : 1.Gingival poket a/ relatif poket / false poket / pseudo poket , dimana poket dibentuk oleh pembesaran gingiva + tidak terjadi kerusakan jaringan pendukung dibawahnya. Sulcus gingiva menjadi dalam karena bertambahnya ukuran gingiva. ( gbr. A ) 2.Absolut poket / poket periodontal / true poket adalah poket yang terjadi karena kerusakan jaringan periodontal pendukung. ( gbr. B ) Terdiri atas : a.supra boni pocket / supra crestal / supra alveolar dimana dasar poket berada pada daerah koronal dari tulang alveolar. Di bawahnya belum terjadi destruksi tulang alv. b.Infra boni / intra bone / subcrestal / intra alveolar Dasar poket pada apikal terhadap level tulang alv. Yang terdekat. Pada tipe keduan ini dinding poket bilateral terletak antara kedua permukaan gigi dan tulang alveolar . ( gbr. C ) Perbedaan jenis jenis poket : A.Poket gingival : tidak ada kerusakan jaringan pendukung. B.Supra bony pocket : dasar poket dibagian koronal dari permukaan atas tulang. Kerusakan tulang arah horisontal. C.Infra bony pocket : dasar poket disebelah apikal dari tulang yang berdekatan, kerusakan tulang arah vertikal Berdasarkan jumlah permukaan yang terkena, dapat dibagi atas : Simple poket dimana hanya mengenai permukaan gigi Compound poket : poket yang hanya mengenai 1 atau > permukaan gigi, dimana besar poket berhubungan langsung dengan marginal gingiva masing-masing permukaan yang terkena poket : bukal, distal, mesial, lingual pada satu gigi. Complex poket / spiral poket / multiple poket spiral yang berasal dari satu permukaan gigi dan sekelilling gigi meliputi 1 atau > permukaan tambahan. Hubungannya dengan permukaan gingiva adalah pada permukaan gingiva dimana dasar poket tersebut berada. 7. http://dentosca.wordpress.com/2011/04/page/3/

Gigi goyang merupakan manifestasi klinik kelainan jaringan periodontal, khususnya dengan pembentukan poket periodontal yang dapat menyebabkan kegoyangan gigi (Prayitno, 1997). Derajat kegoyangan gigi ditentukan oleh 2 faktor yaitu tinggi jaringan pendukung dan lebarnya ligamen periodontal. Kegoyangan gigi dapat terjadi akibat berkurangnya tinggi tulang alveolar atau karena pelebaran ligamen periodontal, dapat terjadi pula akibat kombinasi dari keduannya. Kegoyangan gigi juga terjadi karena kerusakan tulang angular akibat kerandangan atau penyakit periodontal lanjut. Trauma oklusi juga dapat memperberat kehilangan perlekatan dan bertambahnya kerusakan tulang serta meningkakan kegoyangan gigi (Soeroso, 1996). 8. 9. 10. 11. 12. http://health.detik.com/read/2011/11/10/071918/1764185/770/periodontitis-peradangan-pada-

jaringan-pendukung-gigi http://translate.googleusercontent.com/translate_c?hl=id&langpair=en%7Cid&rurl=translate.google.co. id&twu=1&u=http://www.webmd.com/oral-health/guide/gum-diseasetreatments&usg=ALkJrhjSg_oQc7dxhyUrm7PA4UTlter0jw


Pengobatan Ada beberapa cara untuk mengobati periodontitis, tergantung pada tingkat keparahannya. Tujuan pengobatan periodontitis adalah untuk benar-benar membersihkan bakteri dan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Pengobatan dapat dilakukan oleh dokter gigi atau dokter gigi spesialis periodonsia. Pengobatan akan berhasil jika pasien memperbaiki pola menjaga kesehatan mulut setiap hari. a. Perawatan non bedah Perawatan non bedah yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi periodontitis, antara lain: 1. Scaling Scaling merupakan tindakan untuk menghilangkan kalkulus dan bakteri dari permukaan gigi dan di bawah gusi. Hal tersebut dapat dilakukan oleh dokter gigi dengan menggunakan instrumen atau perangkat ultrasonik. 2. Root planing Root planing merupakan tindakan menghaluskan permukaan akar, dan mengecilkan penumpukan kalkulus lebih lanjut. 3. Antibiotik Dokter gigi atau dokter gigi spesialis periodonsia mungkin akan meresepkan penggunaan antibiotik topikal atau oral untuk membantu pengendalian infeksi bakteri. Antibiotik topikal umumnya menjadi pengobatan pilihan. Mereka dapat mencakup larutan kumur antibiotik atau penyisipan benang dan gel yang mengandung antibiotik dalam kantong di antara gigi dan gusi. Namun, antibiotik oral mungkin diperlukan untuk sepenuhnya menghilangkan bakteri penyebab infeksi. b. Perawatan Bedah Jika pasien memiliki periodontitis yang mungkin tidak merespon atau tidak membaik dengan perawatan non bedah dan kebersihan mulut yang baik. Pada kasus ini, pengobatan periodontitis mungkin memerlukan operasi gigi, seperti:

1. Pembedahan dengan flap (operasi pengurangan kantong gusi) Pada prosedur ini, dokter gigi atau dokter gigi spesialis periodonsia akan membuat sayatan kecil pada gusi sehingga bagian jaringan gusi dapat diangkat kembali, memperlihatkan akar untuk skala yang lebih efektif dan planing (penghalusan). Karena periodontitis sering menyebabkan kerusakan tulang, tulang pendukung gigi mungkin akan dibentuk ulang sebelum jaringan gusi dijahit kembali pada tempatnya. Prosedur tersebut umumnya membutuhkan 1-3 jam dan dilakukan dengan anestesi lokal. 2. Cangkok jaringan lunak (Soft tissue grafts) Ketika kehilangan jaringan gusi oleh karena penyakit periodontal, garis gusi akan turun sehingga membuat gigi tampak lebih panjang. Oleh karena hal tersebut biasanya dilakukan dengan mengambil sejumlah kecil jaringan dari langit-langit mulut. Prosedur ini dapat membantu mengurangi resesi gusi lebih lanjut, tutup akar gigi yang terbuka dapat memungkinkan penampilan yang lebih baik secara estetik. 3. Cangkok tulang (Bone grafting) Prosedur ini dilakukan ketika periodontitis telah menghancurkan tulang sekitar akar gigi. Tulang yang akan dicangkokkan dapat berasal dari fragmen kecil dari tulang pasien sendiri atau tulang sintetik atau tulang dari pendonor. Cangkok tulang dapat membantu mencegah hilangnya gigi. Hal tersebut juga dapat menyebabkan pertumbuhan tulang baru secara alami. Cangkok tulang dapat dilakukan selama masih dimungkinkan regenerasi jaringan. 4. Regenerasi jaringan Cara ini memungkinkan pertumbuhan kembali tulang yang telah dihancurkan oleh bakteri. Dalam satu pendekatan, dokter gigi akan menempatkan sepotong kain khusus yang biokompatibel di antara tulang dan gigi. Bahan tersebut akan mencegah jaringan yang tidak diinginkan memasuki daerah penyembuhan, memungkinkan tulang pengganti untuk tumbuh kembali. 5. Enamel matrix derivative application Teknik lain dapat melibatkan pengolesan gel khusus ke akar gigi yang sakit. Gel tersebut mengandung protein yang sama yang ditemukan dalam pembentukan enamel gigi dan merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan yang sehat. http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en%7Cid&u=http://www.healthscout.com/ency/1/254/ main.html Pengobatan Periodontitis Pada tahap awal penyakit, sebagian besar pengobatan melibatkan root planing dan kuretase (pembersihan) di bawah margin gusi. Ini melibatkan penghapusan plak dan jaringan lunak meradang di kantong sekitar gigi dengan alat yang disebut kuret. Tujuannya adalah untuk menghilangkan koloni bakteri dan iritasi mekanik dan kimia yang menyebabkan peradangan pada harapan bahwa penyakit ini dapat diberantas. Tujuannya agar gusi akan memasang kembali dirinya untuk gigi atau akan menyusut cukup untuk menghilangkan saku. Dalam kasus-kasus awal yang paling, root planing, kuretase, dan penghapusan plak tepat sehari-hari adalah semua yang diperlukan untuk hasil yang memuaskan. Dalam kasus yang lebih maju, pengobatan dapat menjadi lebih kompleks. Jika setelah pengangkatan deposito, kantong cukup dalam tetap, mereka dapat dihilangkan dengan prosedur bedah minor disebut gingivektomi. Hal ini dilakukan dengan lokal anestesi , dan ganti obat ditempatkan untuk menutupi area luka selama seminggu atau jadi sementara itu menyembuhkan. Sebuah prosedur yang sama, yang disebut gingivoplasty, digunakan untuk menghapus jaringan gusi yang berlebihan dan untuk memberikan bentuk baru dan lebih sehat untuk gusi.

Dalam beberapa kasus, prosedur flap dilakukan. Jaringan gusi di daerah yang diangkat diri dari gigi, semua jaringan yang meradang mendasari dan kalkulus dihapus, tulang kemudian dapat direkonstruksi ke bentuk yang tepat dan gusi kemudian diganti ke posisi yang tepat dan dijahit. Penyembuhan dari prosedur ini mengambil dari tujuh sampai 21 hari dan biasanya lancar, meskipun tidak tanpa beberapa ketidaknyamanan pasca operasi yang diharapkan. Antibiotik kadang-kadang diresepkan untuk mengobati peradangan gusi.

13. http://dentosca.wordpress.com/2011/04/08/recurrent-aphthous-stomatitis-ras/
Recurrent Aphthous Stomatitis (RAS) merupakan ulser suatu kelainan yang ditandai dengan berulangnya ulser dan terbatas pada mukosa rongga mulut pasien tanpa adanya tanda-tanda penyakit lainnya (Lynch et al., 1994). Berbagai klasifikasi RAS telah diajukan, tetapi secara klinis kondisi ini dapat dibagi menjadi 3 subtipe; minor, mayor, dan hipetiformis. Semua tipe ulserasi dihubungkan dengan rasa sakit dan presentasi klinis dari lesinya. Ulser minor memiliki diameter yang besarnya kurang dari 1 cm dan sembuh tanpa disertai pembentukan jaringan paut. Ulser mayor memiliki diameter lebih besar dari 1 cm dan akan membentuk jaringan parut pada penyembuhannya. Ulser herpetiformis dianggap sebagi suatu gangguan klinis yang berbeda, yang bermanifestasi dengan kumpulan ulser kecil yang rekuren pada mukosa mulut Ulser mempunyai ukuran yang bervariasi 1-30 mmm, tertutup selaput kuning keabu-abuan, berbatas tegas, dan dikelilingi pinggiran yang eritematus dan dapat bertahan untuk beberap ahri atau bulan. Karateristik ulser yang sakit terutama terjadi pada mukosa mulut yang tidak berkeratin yaitu mukosa bukal, labial, lateral dan ventral lidah, dasar mulut, palatum lunak dan mukosa orofaring. Diagnosis RAS berdasarkan pada penampilan klinis ulser serta riwayat penyakitnya. Perhatian harus khusus ditujukan pada umur terjadinya, lokasi, lama (durasi), serta frekuensi ulser. Setiap hubungan dengan kelainan pencernaan, haid, stress, serta makanan harus dicatat. Berdasarkan ukurannya (luka), sariawan terbagi menjadi 3 jenis: Sariawan minor (minor aphthous ulcers, minor sores) adalah sariawan berukuran 1 mm-1cm, merupakan jenis terbanyak (80%). Tidak begitu nyeri dan sembuh sendiri dalam 1 minggu. Jenis ini biasanya tidak mengganggu aktifitas sehari-hari. Sariawan mayor (mayor sores, mayor ulceration), berukuran lebih dari 1 cm, nyeri dan penyembuhannya memerlukan waktu 10-30 hari bahkan adakalanya lebih sebulan. Kadang menyisakan bekas luka setelah sembuh. Angka kejadian sekitar 10%. Herpetiformis ulcer (sekitar 10%), merupakan jenis yang paling nyeri dengan ukuran sekitar 1 mm-3 mm. Lebih sering dijumpai pada wanita dewasa (bukan berarti yang pria enggak lho) dan biasanya sembuh tanpa bekas dalam seminggu 14. http://indonesiaindonesia.com/f/47736-mengenal-sariawan/ FAKTOR PENYEBAB Hingga kini, penyebab sariawan belum diketahui. Beberapa faktor pencetus timbulnya sariawan diantaranya:

* Infeksi oleh mikro organisme (bakteri, jamur, virus) * Rudapaksa, misalnya tergigit, luka karena sikat gigi, gigi palsu, dll. * Pengaruh makanan tertentu (dapat diketahui oleh yang bersangkutan dengan mengamati makanan tertentu pencetus timbulnya sariawan), makanan terlalu panas, merokok, dll. * Sekitar 20 % ditengarai karena kekurangan vitamin (vit C, vit B12) dan mineral (zat besi, asam folat). * Faktor psikis (stress), terutama terkait dengan beban pekerjaan (disadari ataupun enggak), kurang tidur. *termasuk yang nulis* Whistling * Obat-obatan tertentu (misalnya golongan non steroid Anti inflamasi) * Faktor hormonal (terutama terjadi sebelum menstruasi) * Penyakit-penyakit auto-imun (sangat jarang) PENGOBATAN Sebagian besar sariawan sembuh sendiri, karenanya pengobatan hanya untuk mengurangi keluhan, kecuali jika ada infeksi sekunder ke jaringan sekitarnya. Obat-obat yang lazim digunakan, antara lain: 1. Analgesik lokal (tablet hisap atau obat kumur), misalnya Benzydamine (Tanflex, Tantum). Tablet hisap dapat digunakan setiap 3-4 jam (maksimum 12 tablet perhari) hingga sembuh (maksimum 7 hari). Sedangkan obat kumur digunakan berkumur selama 1 menit, setiap 3 jam hingga sembuh (maksimum 7 hari) 2. Anestesi lokal ( cairan atau gel oles), misalnya Lidokain, benzokain, dioleskan pada sariawan (sering dioleskan karena efek anestesi berlangsung singkat). 3. Antiseptik (obat kumur), misalnya iodin povidon (bethadin, septadine, molexdine), klorheksidin (minosep), heksetidin (bactidol, hexadol). 4. Kortikosteroid, misalnya: triamsinolon (ketricin, kenalog in orabase), dioleskan 2-3 kali sehari sesudah makan (maksimal 5 hari). Update: Memenuhi permintaan penggemar Albothyl. Produk lain yang cukup dikenal adalah policresolen (albothyl) konsentrat *jangan keliru ovula lho*. Obat ini bersifat hemostatik lokal dan kauter. Periiihhh, sampai-sampai mbrebes mili, tapi cepat menanggulangi sariawan. Hihihi.. PT. Pharos tambah laris manis euy :P Tatacara penggunaan masing-masing jenis obat, silahkan baca aturan pakainya. Mengingat bahwa sebagian besar sariawan sembuh sendiri, maka pengobatan untuk mengurangi keluhan (simptomatis) dapat dilakukan sendiri. Adakalanya sariawan memerlukan pengobatan dokter pada kondisi berikut: * Sariawan yang tidak kunjung sembuh setelah diobati sendiri hingga seminggu. * Sariawan berulang ataupun sariawan yang berlangsung lebih dari 2-3 minggu. * Dijumpai keluhan lain, misalnya: luka pada organ lain (organ genital, mata), bercak-bercak merah di kulit, diare berulang, dll. TIPS PENCEGAHAN DAN PERAWATAN * Gunakan sikat gigi berbulu halus untuk mencegah luka di mulut. * Gunakan gigi palsu yang nyaman dan sesuai untuk menghindari trauma.

* Mengurangi makanan pedas, makanan terlalu panas, minuman ersoda dan makanan bertepi tajam. * Mengamati faktor-faktor pencetus timbulnya sariawan, terutama pada sariawan berulang (Recurrent aphthous stomatitis) sehingga dapat menghindarinya. * Menjaga kebersihan mulut dan gigi. * Baca aturan pakai setiap jenis obat sariawan. 15. Halitosis merupakan suatu keadaan di mana terciumnya bau mulut pada saat seseorang mengeluarkan nafas
(biasanya tercium pada saat berbicara). Bau nafas yang bersifat akut, disebabkan kekeringan mulut, stress, berpuasa, makanan yang berbau khas, seperti petai, durian, bawang merah, bawang putih dan makanan lain yang biasanya mengandung senyawa sulfur. Setelah makanan di cerna senyawa sulfur tersebut diserap kedalam pembuluh darah dan di bawa oleh darah langsung ke paru-paru sehingga bau sulfur tersebut tercium pada saat mengeluarkan nafas.

Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat berpuasa untuk mengurangi dan mencegah bau mulut. Sebelum berpuasa periksakanlah kesehatan gigi dan mulut misalnya membersihkan karang gigi dan menambal gigi. Dokter Gigi anda pasti akan mengarahkan mana yang terbaik. Lalu tetap melakukan perawatan gigi selama berpuasa. Gosoklah gigi minimal sehari dua kali, yakni saat setelah sahur dan sebelum tidur pada malam hari.Membersihkan celah gigi dengan dental floss ( benang khusus untuk gigi) juga perlu dilakukan.Cukuplah minum air putih saat sahur, konsumsi sayur dan buah . Kebersihan lidah juga harus diperhatikan. Karena sisa makan dapat juga menempel di lidah. Permukaan lidah itu merupakan tempat yang nyaman untuk perkembangbiakan bakteri-bakteri penyebab bau mulut. Ritual sebelum sholat yaitu berkumur -kumur saat berwudu juga membantu mengurangi bau mulut karena air liur menjadi tidak terlalu pekat dan dirangsang peningkatan jumlahnya. Lalu yang tak kalah penting, hindari kebiasaan merokok karena kandungan-kandungan dalam setiap batang rokok dapat memperburuk kondisi kesehatan mulut dan menyebabkan berkurangnya air liur.Makanan yang berpotensi menimbulkan bau tidak sedap seperti jengkol,petai dan bawang kalau bisa dihindari juga. Selamat menjalankan beraktivitas di bulan puasa ini tanpa gangguan bau mulut.

Cara Mengatasi Bau Mulut Menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut Mengatur jenis makanan Atasi penyakit sistemik yang mendasarinya