Anda di halaman 1dari 60

BUDIDAYA LELE SISTEM BOSTER

( Untuk Kalangan Sendiri ) Oleh : Sudarmaji & Tim BOSTER Merevitalisasi pola Budidaya untuk peningkatan produksi dan profit petani lele

I. PENDAHULUAN
Ikan lele dibudidayakan secara luas di kalangan masyarakat karena pertimbangan nilai komersial dan kemudahan cara budidayanya, namun seiring dengan perkembangan kondisi lingkungan, dan cara-cara budidaya carayang masih konvensional hasil yang didapat tidak profit. Upaya peningkatan produksi budidaya lele untuk menyonsong program pemerintah Indonesia sebagai produsen aquakultur terbesar tahun 2015 dapat dilakukan dengan pola intensifikasi budidaya sistem boster. Peningkatan kepadatan tebar dan dibarengi dengan penerapan teknologi,dukungan sarana produksi, serta program pemberian pakan dan suplemen Budidaya intensif sistem boster menggunakan kolam dengan media tanah, terpal, beton, atau fiber dengan maksimum luas kolam 4x4m dengan kontruksi outlet central drain.

Saat ini, budidaya lele menerapkan sistem produksi tunggal ini, dimana benih ditebar dan dipelihara di kolam yang sama hingga mencapai ukuran pasar. Dengan cara konvensional pasar. ini sebenarnya sebagian besar waktu budidaya, muatan budidaya, muatan yang ada dalam kolam masih dibawah kapasitas produksinya, produksinya, bahkan jauh dari carrying capacitynya, capacitynya, terutama di umur-umur muda. umurmuda. Oleh karena itu, kolam sebisa mungkin harus dimanfaatkan itu, pada kapasitas puncaknya atau mendekati kapasitas puncaknya. Idealnya, puncaknya. Idealnya, pembudidaya lele bekerja dengan serangkaian kolam berbeda size, penebaran benih lele ke satu kolam dengan biomass yang mendekati carrying capacity nya. Kemudian, ketika size lele sudah mendekati nya. Kemudian, kapasitasnya, kapasitasnya, di lakukan gradding dan ditransfer ke kolam yang lain. Demikian seterusnya dg pola panen parsial, parsial, sehingga kolam bisa dimanfaatkan sesuai dengan kapasitasnya. kapasitasnya.

Sistem BOSTER Sistem konvensional Perbandingan pola budidaya sistem boster dan pola budidaya konvensional 1. HEMAT ENERGI 1. Pemborosan energi
- Penggunaan listrik/bahan bakar lebih irit/sedikit karena mengikuti luasan besaran kolam - Air yang digunakan jauh lebih sedikit, karena mengikuti besaran luasan kolam - Pompa bekerja untuk mengisi kolam waktunya lebih pendek 2. MINIMALISASI Infrastructure Lahan yang dibutuhkan jauh lebih kecil berarti kita berinvestasi dalam pembelian tanah untuk kolam akan lebih murah/kecil. Demikian juga terhadap equipment seperti pompa, air, pipa, lampu, tenaga kerja dan lainlain. 3.MANAGEMENT RESIKO Dalam menghadapi resiko terhadap penyakit dan hal lainnya jauh lebih mudah dan lebih cepat terdeteksi. Sehingga dapat di lokalisasi masalah yg timbul serta dapat segera mengambil tindakan yg tepat.

2. Butuh lahan yang luas 3. Handling lebih sulit

II. LATAR BELAKANG


PELIHARA IKAN = PELIHARA AIR. FaktorFaktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air adalah : - kontruksi kolam - kebersihan dasar kolam - keberadaan plankton. OPTIMALISASI SISTEM METABOLISME PENCERNAAN Sebagai ikan karnivor, lele membutuhkan asupan protein tinggi untuk pembentukan jaringan dan aktifitas geraknya. Protein yang baik untuk makanannya adalah dari golongan protein hewani, ikan golongan karnivor mempunyai hewani, panjang usus yang tidak lebih panjang dari panjang tubuhnya, oleh karena itu harus dioptimalkan sistem pencernaannya agar pakan yang kita berikan bisa maksimal terserap oleh usus lele yang pendek tersebut untuk di ubah menjadi daging

Kontruksi kolam

Buat kolam dari beton, terpal, fiber, atau kolam tanah dengan kontruksi ada bak pembuangan ditengah dasar kolam ( central drain )

KOLAM TERPAL

KOLAM TANAH

KOLAM BETON

III. MANAGEMENT AIR


Air sebagai media bagi seluruh aspek yang terdapat pada ekosistem kolam. Air bukan hanya H2O saja, tapi mengandung unsurunsur bentuk ion maupun senyawa organik. Kosentrasi senyawa organik terlarut, gas-gas terlarut, suspensi material, unsurunsur dalam bentuk ion dan populasi mikroorganisme dalam air sangat menentukan kelayakan air tersebut untuk budidaya, hal-hal yang menentukan kelayakan air untuk budidaya ikan, kita sebut sebagai PARAMETER KWALITAS AIR.

Parameter kwalitas air budidaya adalah selalu dinamis akibat dari perubahan lingkungan, cuaca dan proses-proses prosesbiologis didalamnya seperti proses fotosintesis, respirasi dan ekskresi hasil-hasil metaboliosme. hasilNamun demikian, parameter kwalitas air dapat kita kendalikan agar berada pada kisaran yang bisa di tolerir oleh lele untuk menjadikan habitat yang nyaman untuk pertumbuhannya. Parameter kwalitas air meliputi parameter fisik, kimia, dan biologi air. Parameter standar kualitas air dalam budidaya ikan PARAMETER PAGI SIANG 1. Ph 7.5 8.0 8.0 8.5 2. DO > 4 ppm > 6 ppm 3. Suhu > 28 0C > 30 0C 4. NH3 < 0.01 ppm, NO2 < 0.25 ppm, H2S 0,02 0,2 ppm. 5. Alkalinitas > 80 ppm

1. pH air adalah kualitas air yang menunjukkan tingkat keasaman atau basa suatu perairan FAKTORFAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI pH : *FITOPLANKTON PERAIRAN : - Dinamika pH pada siang hari : Fitoplankton menggunakan CO2 sepanjang hari untuk proses fotosintesisnya terjadi akumulasi ion karbonat yang akhirnya terhidrolisis sehingga menyebabkan kenaikan pH air.

- Dinamika pH pada malam hari : pada malam hari tidak ada CO2 yang diambil dari kolam justru semua organisme melepas CO2 hasil dari respirasi, CO2 ini bereaksi dengan ion karbonat dan molekul air membentuk ion bikarbonat , ion ini akhirnya berdisosiasi ( memecah ) utk melepas ion Hidrogen sehingga pH air turun Hal ini terjadi juga pada saat cuaca mendung dan saat hujan, pH air cenderung turun dan ikan lele sangat rentan terhadap perubahan pH yang menyebabkan lele mudah stress, biasanya ditandai dengan banyak lele yang menggantung dipermukaan air saat habis hujan,

cara mengatasinya tebar BOSTER MANSTAP 5 sdm / kolam 3x4 AGAR PERUBAHAN pH TIDAK TERLALU BESAR PERBEDAANNYA ( siang malam )/FLUKTUATIF : * tebar BOSTER MANSTAP dan BOSTER PLANKTOP secara berkala yang berfungsi utk memenuhi unsurunsur makro dan mikro mineral yang berfungsi untuk pertumbuhan phytoplankton yang optimal dan utk menjaga Alkalinitas air agar terjadi buffer pada perairan kolam.

2. DO atau kelarutan oksigen di air. Lele karena sistem pernafasannya menggunakan insang dan insang ikan lele dilengkapi dengan labirin maka kandungan oksigen / DO perairan tidak terlalu signifikan terhadap ikan lele, namun kadar DO penting bagi aktifitas metabolis mikroorganisme dan proses-proses kimiawi di dalam air. Mengelola kandungan DO dalam perairan kolam sangat erat hubungannya dengan jumlah dan jenis phytoplankton, biomass ikan, banyak sedikitnya bahan organik dalam kolam, aktivitas mikroorganisme dan lainnya, yang akan mempengaruhi ekosistem dalam kolam, secara fisika oksigen bisa terdifusi dari udara ke air, tapi proses biologis ternyata jauh lebih penting daripada proses fisika dalam mengatur konsentrasi oksigen terlarut dalam air. Fitoplankton yang tumbuh dalam air tambak menghasilkan oksigen dengan reaksi sebagai berikut :
Cahaya

6 CO2 + 6 H2O ==== C6H12O6 + 6 O2 Semakin tinggi densitas fitoplankton, semakin tinggi konsentrasi oksigen terlarut yang dihasilkan selama proses fotosintesis. Kelarutan oksigen dalam air menurun bila suhu naik

3. Suhu Suhu yang ideal berkisar 28 30 0C, jika suhu terlalu rendah akan menghambat proses-proses metabolisme ikan lele. Suhu air dipengaruhi oleh : - terpaan sinar matahari - suhu udara - cuaca Suhu air berpengaruh pada : - nafsu makan ikan - faktor pemicu outbreak penyakit infeksi - kadar ammonia dan DO serta pH air Faktor suhu adalah faktor yang tergantung pada kondisi alam, dapat di siasati dengan : a. Air mempunyai kapasitas yang besar dalam menyimpan panas. b. Energi cahaya matahari sebagian besar di absorbsi di lapisan permukaan air, sehingga semakin kedalam semakin berkurang. Kosentrasi bahan-bahan terlarut di dalam air akan menaikkan penyerapan panas terutama turbidity dari densitas plankton.

CARA UNTUK MENJAGA KWALITAS AIR AGAR TETAP STABIL adalah : 1. Membuat kolam model semi indoor, kolam di beri naungan yang transparan sehingga air hujan tidak masuk tetapi sinar matahari tetap bisa masuk untuk proses fotosintesis phytoplankton dan bisa untuk kontrol suhu. 2. Menjaga kebersihan dasar kolam, dengan membuat kontruksi dasar kolam ada central drain untuk memudahkan proses penyiponan. 3. Pemberian probiotik, karena limbah / bahan organik akan berbahaya bagi ikan apabila mengalami proses dekomposisi yang tidak sempurna akan menghasilkan gasgas-gas beracun semacam ( NH3, H2S, NO2 ) Dengan menggunakan bakteri pengurai maka limbah / bahan organik akan dioksidasi sempurna sehingga hasil dari proses ini tidak berbahaya dan dapat dimanfaatkan plankton utk pertumbuhannya, PROBIOTIK yang dipakai adalah :
- BOSTER AQUAENZYM, dengan dosis 1 sdm AQUAENZYM, larutkan dalam 1 liter air hangat biarkan 1 jam kemudian tebar merata ke kolam, atau fermentasi.. - BOSTER AQUAENZYM 1 sdm + BOSTER PLANKTOP 10 Tutup merah + air 15 liter, biarkan 24 jam dalam wadah tertutup, kemudian tebar pada jam 9 - 10 pagi.

CONTOH KOLAM SEMI INDOOR

4. Menjaga Densitas pertumbuhan plankton Kwalitas air kolam tidak lepas dari keberadaan plankton dan segala aspek yang melingkupinya. Plankton dalam KOLAM memiliki peran : - Penghasil oksigen di siang hari - Membuat suasana teduh/remang-remang, teduh/remangmengurangi sinar matahari yang masuk ke dalam dasar kolam - Menyerap senyawa beracun (terutama senyawa nitrogen anorganik) - Sebagai makanan alami.

CARACARA-CARA MENJAGA KESTABILAN PERTUMBUHAN PLANKTON : - Untuk menumbuhkan dan menstabilkan plankton disamping pemupukan harus diberi perlakuan dengan probiotik. *Tebar BOSTER MANSTAP minimal 1 minggu sekali, tebar fermentasi ( BOSTER PLANKTOP + BOSTER AQUAENZYM ) - Sedangkan untuk mengendalikan kepadatan plankton dapat digunakan jenis probiotik dari jenis Bacillus licheniformis (bakteri denitrifikasi) yang digunakan untuk umur lebih dari 40 hari. *Tebar BOSTER SEL MULTI 2 hari sekali

Sedangkan jika pertumbuhan plankton berlebih, harus di berlebih, kendalikan kepadatannya agar tidak terjadi kompetisi perebutan oksigen di malam hari, untuk mengendalikan hari, atau mengurangi kepadatan plankton berikan BOSTER BLUE COPPER 1 ppm. ppm.

Beberapa faktor yang mempengaruhi keanekaragaman dan dominasi plankton dikolam antara lain adalah: 1. Ketersediaan bibit plankton 2. Musim / cuaca 3. Ketersediaan nutrien (ratio N/P), perbedaan rasio N/P pada setiap kolam menimbulkan dominasi plankon yang berbeda, hal ini disebabkan karena setiap jenis plankton membutuhkan rasio N/P yang berbeda untuk pertumbuhan optimalnya dan juga C/N ratio yang menujukkan tingkat kesuburan perairan. 4. Keberadaan zooplankton sebagai konsumen tingkat pertama untuk phytoplankton dapat berpengaruh pada kelimpahan dan dominasi yang terjadi
Chlorella sp. ZOOPLANKTON

cara utk seimbangkan C/N ratio dan N/P ratio dapat di siasati dengan penggunaan BOSTER PLANKTOP ( sbg sbr Carbon(C) dan unsur2 mikro mineral ) BOSTER MANSTAP ( sbg sumber phospat(P) dan unsur-unsur makromineral), unsuruntuk unsur nitrogen (N) nya dari sisa pakan yg tinggi proteinnya dan kotoran ikan, hanya saja perlu di bantu proses dekomposisi limbah protein tsb dg tebar probiotik BOSTER AQUAENZYM ( mengandung microba menguntungkan dan multienzym PROTEASE=perombak protein, AMYLASE=perombak karbohidrat, CELLULOSE=perombak karbo rantai panjang ).

5. Kontrol terhadap Dominasi Bakteri yang ada di ekosistem kolam. Sistem B-H cara BOSTER ditujukan untuk dominasi bakteri Bmenguntungkan di kolam, langkah-langkahnya : langkah* Pertama lakukan sterilisasi air ( B ) dengan BOSTER BLUE COPPER 1 ppm, fungsinya untuk mem Bunuh semua mikroba yang ada di kolam lele, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan. KEUMUDIAN., * Hidupkan ( H ) dengan menambah probiotik ( BOSTER AQUAENZYM atau BOSTER SEL MULTI ) dengan tujuan untuk mendominasi lingkungan kolam dengan microba yang menguntungkan yang berfungsi untuk menangkal microba merugikan ( pathogen ) dan untuk menguraikan bahan organik agar tidak terakumulasi gas-gas beracun gas(NH3, NO2, H2S).

Penggunaan probiotik pada IKAN ditujukan utk memperbaiki kwalitas air kolam, meningkatkan nafsu makan dan meningkatkan penyerapan makanan, dan utk mendominasi lingkungan kolam dan mikroflora usus ikan dengan bakteri yang menguntungkan karena ada korelasi antara bakteri lingkungan dengan yg di pencernaan ikan, pemberian probiotik tidak serta merta langsung bisa merombak bakteri yg sudah ada / penghuni tetap yg mendiami lingkungan tersebut oleh karena itu harus dilakukan langkah-langkah yang tepat dan rutin agar langkahdominasi bakteri yang kita inginkan/bakteri menguntungkan bisa tercapai

Nutrisi: Nutrisi: cukup tersedia C,N,O dan H plus trace mineral dan element Waktu: Waktu: biasanya perlu 24 jam baru terlihat efektif Suhu: Suhu: 21 43 C Oksigen: Oksigen: minim 2 ppm pH: antara 6.5 8.5

PLANKTOP Organik karbon

MANSTAP Trace elemen Minerals

AQUAENZYM Probiotik enzim

memacu zooplankton dekomposisi limbah&TSS Balance C:N ratio Competitive exclusion

PHYTOPLANKTON -NH2 NH3

ZOOPLANKTON (C6H12O6)n CO2

IV. MANAGEMENT PAKAN


Pakan merupakan cost terbesar dalam budidaya ikan lele (50(50-70%), dengan penggunaan pakan bermutu akan meningkatkan produksi dan keuntungan Kecukupan nutrien dalam pakan sangat tergantung dari jumlah serta kualitas dari bahan material pakan, formula, proses pembuatan, serta kondisi kemasan serta manajemen pakan yang digunakan. Protein pakan biasanya menjadi acuan kualitas pakan, seringkali pemilihan bahan baku dikesampingkan, sehingga digestibility (kecernaan) pakan rendah. Hal ini menyebabkan kasus seperti penyakit kuning, efisiensi pakan yang rendah dll. Bila hal tersebut terjadi,maka limbah pakan akan semakin besar yang terbuang ke perairan sehingga air menjadi cepat kotor/keruh bahkan beracun karena limbah protein potensial menjadi Ammonia ,Nitrit dan H2S.

Untuk mengatasi masalah digestibility ( tingkat kecernaan ) berikan supplement pada pakan tsb dengan BOSTER GROTOP karena mengandung enzym protease yg berfungsi merombak unsur protein menjadi lebih sederhana sehingga protein pakan tsb menjadi mudah dicerna pada sistem metabolisme pencernaan ikan, BOSTER GROTOP berfungsi sebagai pemacu pertumbuhan dg sistem kerja mempengaruhi gerak peristaltik usus sehingga proses penyerapan sari-sari makanan jadi maksimal terutama sariprotein yg berfungsi sbg pembangun jaringan tubuh/massa otot/daging ikan, + BOSTER VITALIQUID / PREMIX = sebagai multivitamin untuk kelancaran proses metabolisme, daya tahan, dan stamina ikan, + BOSTER AMINO LIQUID=sebagai perangsang nafsu makan dengan aroma khas yg disukai ikan, sehingga pakan tersebut bisa dilahap habis oleh ikan, BOSTER AMINO LIQUID mengandung asamasam-asam amino yang berfungsi sebagai bahan pembentukan antibodi, dan sebagai pembentuk massa otot/daging ikan

Kandungan Pakan secara umum: 1. Protein dan asam amino 2. Lipid/lemak 3. Karbohidrat 4. Vitamin 5. Mineral Beberapa Faktor yang mempengaruhi konsumsi pakan : 1. Problem Kualitas air : DO rendah, Amonia tinggi, pH tinggi, pH berfluktuasi, dll 2. Cuaca : Hujan deras, mendung 3. Kondisi dasar kolam : Banyak penumpukan bahan organik 4. Penyakit : Bakteri, Virus, jamur, dll 5. Problem pakan : Attractant jelek 6. Temperatur : Suhu < 26 0C atau suhu > 33 0C

Management pakan meliputi cara pemberian dan program feeding, cara pemberian harus merata dan terkontrol agar semua ikan bisa mendapatkan pakan sesuai porsinya dan menghindari pakan yang tidak termakan. Sedangkan program feeding di sesuaikan dengan umur dan jumlah biomass.

SAMPLING IKAN
Sampling ikan untuk pedoman pemberian pakan. Frekuensi pakan 3 - 4 kali sehari Pemberian multivitamin dan feed suplement. Mencapai FCR 1 : 0,7

PERHITUNGAN PAKAN
Usia 1 10 hari adlibitum ( makan sekenyangnya ). Usia 10 30 hari pakan diberikan 5 % dari total Biomas. Usia 30 40 hari, pakan diberikan 4 % dari total Biomas. Usia 40 55, pakan diberikan 3 % dari 55, total Biomas. Usia 56 Panen, pakan diberikan 3 % dari biomas terus dipotong 30%.

FREKWENSI PAKAN DILAKUKAN 3 KALI.


Pagi jam 07.00 sebanyak 30 % dari total pakan. Sore jam 16.00 sebanyak 30 % dari total pakan. Malam jam 20.00 sebanyak 40 % dari total pakan.
Setiap pemberian pakan, harus dicampur dengan Grotop 2 gr/kg + Premix Aquavita / Vitaliquid 2 gr/kg + Amino Liquid 1/2 tutup/ kg pakan.

GRAFIK BERAT IKAN/ EKOR

GRAFIK PERTUMBUHAN

PERBANDINGAN ADG

V. MANAGEMENT ANTIBODI / DAYA TAHAN TUBUH


PENINGKATAN DAYA TAHAN TUBUH / ANTIBODI * Berikan asupan imunostimulant dengan BOSTER FISH IMUNOVIT selama 3 hari berturut turut kemudian hentikan pada hari ke 4, lalu ulangi lagi perlakuan tersebut pada minggu berikutnya. Pencampuran pada pellet bisa digabung dengan supplement lainnya. * Menghadapi kondisi cuaca yang fluktuatif agar terhindar dari stress berikan asupan Vitamin C ( BOSTER STRESS OFF ) * Optimalisasi parameter kwalitas air.

VI. PROGRAM BUDIDAYA SUPER INTENSIF


a. PERSIAPAN TEBAR UNTUK 10.000 ekor bibit 1. Lakukan pencucian awal kolam dengan menebar arang aktif, kemudian di bilas, hari berikut lakukan pengapuran pada sekeliling dinding dan dasar kolam dengan menggunakan kwas. 2. Isi kolam dengan air bersih setinggi 60cm lalu masukan BOSTER MANSTAP, dosis 5 sdm / kolam 4x4m 3. Persiapkan fermentasi dengan bahan ( DEDAK / (jagung giling yang di kukus dulu) 0,5 kg + BOSTER PLANKTOP 1 tutup merah + BOSTER AQUAENZYM 1 sendok makan + BOSTER AMINO LIQUID 2 tutup merah + air sedikit, masukkan ke dalam plastic / wadah tertutup selama 24-36 jam, bisa di pakai untuk 2 -3 kolam ) tebar hasil fermentasi tersebut ke kolam pada jam 09 10 pagi. 4. Setelah plankton tumbuh dengan baik ditandai perubahan warna air menjadi hijau, benih siap ditebar.

b. PENYIAPAN BENIH & PAKAN Siapkan benih yang sehat dengan ukuran 4-6 cm berikan BOSTER FISH IMUNOVIT pada setiap kantong benih dengan dosis 1 sendok makan. Lakukan aklimatisasi benih, kemudian tebar. Tebar benih sebaiknya di lakukan sore hari. Siapkan pakan / pellet yang sesuai dengan lebar bukaan mulut bibit ikan. c. PEMBESARAN Program pembesaran di lakukan dengan langkah-langkah seperti diatas yang meliputi MANAGEMENT AIR dan MANAGEMENT PAKAN serta MANAGEMENT ANTIBODI / DAYA TAHAN TUBUH.

d. PERAWATAN AIR HARIAN Lakukan pembuangan kotoran lewat central drain, dengan membuka central drain selama 1 menit saat pemberian pakan. Isi air kembali setelah 1 jam. Lakukan sterilisasi air seminggu sekali dengan BOSTER BLUE COPPER 1 ppm Setelah 2 hari tebar probiotik ( BOSTER AQUAENZYMS atau BOSTER SEL MULTI ) di ulang 1-2 hari sekali dengan dosis : ( untuk BOSTER AQUAENZYM :1 sdm larutkan dalam 1 liter air hangat -1 jam kemudian tebar ke kolam ) dan atau ( untuk BOSTER SEL MULTI : 1 tutup merah larutkan ke dalam 1 liter air kemudian tebar ke kolam ). Tebar secara berkala BOSTER MANSTAP dan BOSTER PLANKTOP untuk menjaga kestabilan kwalitas air. Aplikasikan fermentasi untuk menjaga kestabilan pertumbuhan plankton ( BOSTER AQUAENZYM 1 sdm + BOSTER PLANKTOP 10 ttp merah + 10 Ltr Air, masukkan dalam wadah tertutup selama 24 36 jam, tebar pada jam 9 10 pagi.

PENGATURAN TINGGI AIR KOLAM

Umur Umur Umur Umur

1 20 hari tinggi air kolam 60 cm 21 30 hari 70 cm 31 - 50 hari tinggi air antara 75 80 cm 51 panen tinggi air antara 85 90 cm

Pembuangan Kotoran dilakukan 5 hari setelah tebar dan di buang mulai 5 cm, 10 cm dan menjelang panen 15 cm.

e. KEUNGGULAN SISTEM BOSTER Tingkat mortalitas rendah dengan syarat bibit harus unggul dan sehat Total pemakaian pakan hemat dan bisa menekan FCR sampai 0,7 Ikan lebih tahan terhadap berbagai penyakit terutama yg disebabkan oleh bakteri, jamur & virus Masa panen lebih cepat dari biasanya Rasa daging lebih gurih dan kenyal, tingkat lembek pada daging berkurang.

f. ANALISA USAHA PEMBESARAN LELE SISTEM BOSTER Jumlah padat tebar 1000/m2 atau 10.000 ekor / kolam dengan estimasi panen 1 Ton size 9-10 ekor / kg. Target FCR : 0,7 Biaya produksi / kg daging lele :
benih = Rp. 1.100 pakan = Rp. 7.000 x 0.7 = Rp. 4.900 biaya operasionil = Rp. 500 biaya supplement & obat-obatan = Rp.1.000 total biaya produksi / kg daging lele adalah = Rp. 7.500

Laba / keuntungan per periode : Harga jual daging lele Biaya produksi = Rp.11.000 Rp. 7.500 = Rp. 3.500

SOLUSI BOSTER
Bp. H. suanda Desa Cipaat, Kec. Patrol, Indramayu Bagaimana mengatasi kematian benih lele pada usia 10 keatas atau menginjak grading pertama? Selain itu, minta tips dalam pengangkutan benih dalam jirigen yang standart pengepakan sehingga tidak banyak terjadi mortalitas (kematian) akibat stress perjalanan ?? Boster Solution... Ada beberapa faktor yang dapat memicu kematian bibit lele pada pembenihan lele skala rumah tangga, antara lain : Persiapan pengisian awal air kolam yang kurang memperhatikan sterilisasi air sehingga ditakutkan air yang diisikan dalam kolam mengandung bibit penyakit yang dapat tumbuh berkembang setiap saat. Untuk itu perlu dilakukan tindakan sterilisasi dengan bahan antiseptik Blue Coopper atau Aqua Septik sesuai dosis guna membasmi semua mikroorganisme dan pathogen yang kemungkinan terkandung dalam perairan sumber. Selain itu, kondisi air diwilayah Desa Cipaat yang agak keruh dapat dijernihkan melalui proses penyaringan menggunakan lapisan ijuk dan arang dan dilakukan sistem tandonisasi air untuk sementara waktu (proses pengendapan). Sehingga air yang digunakan selain jernih juga bebas kuman penyakit.

Setelah steril air, tumbuhkan plankton sebagai pakan alami yang baik bagi benih yang dipelihara dalam kolam terpal. Gunakan campuran Planktop dan Aquaenzym untuk menjadikan air berwarna kehijauan dengan kandungan pakan alami yang segar. Selain itu. aplikasi larutan Planktop dan Aquaenzym dapat menghambat tumbuhnya lumut sutera pada dasar kolam terpal yang dapat mengganggu pergerakan benih yang menyebabkan stress dan kematian. Adapun tips dalam pengangkutan bibit yang baik dan sesuai prosedur pengepakan, yakni : Sebelum pengiriman, puasakan benih selama beberapa jam, dan pemberian pakan terakhir sebelum dipuasakan dicampur dengan Fish Imunovit sebagai supplement plus imunostimulan untuk daya tahan tubuh. Pengangkutan bibit dalam jirigen memang lebih praktis dan tidak membutuhkan oksigen tambahan seperti halnya dalam kantong plastik. Namun kepadatan bibit dalam jirigen perlu diperhatikan, untuk jirigen dapat menampung bibit lele ukuran 3 -5 tidak lebih dari 100 ekor/10 liter air. Air yang digunakan dalam pengangkutan harus benar-benar steril dan mengandung oksigen yang cukup. Suntikan oksigen bebas dengan aerator sebelum air dimasukkan jirigen. Jangan gunakan antibiotik jenis apapun sebagai dopping atau alasan untuk mengurangi timbulnya buih pada air, karena justru dengan pembekalan antibiotik tersebut, bibit akan kebal dan pertumbuhan terhambat dalam kolam pembesaran. Lebih aman digunakan larutan imunostimulant Fish Imunovit yang bertujuan meningkatkan daya tahan tubuh ikan dan mengurangi timbulnya buih yang menandakan ikan stress. Fish Imunovit bekerja seperti halnya imunisasi bagi tubuh bayi manusia.

Bp. H. Nanang Desa Sindanglaka, Kec. Karang Tengah Cianjur Saya membeli bibit ikan lele yang afkir karena pada musim dingin sulit mendapatkan bibit yang bagus, bibit memang terlihat lincah namun disekujur tubuh ikan terdapat bintik-bintik putih. Apakah tanda-tanda tersebut adalah gejala penyakit ich karena pada saat usia 1 bulan dipelihara dalam kolam tanah, banyak terjadi kematian dan kondisi perairan sangat pekat!!!! Pada beberapa kolam yang berdekatan dengan sawah pertanian timbul banyak klekap atau alga merah/blooming plankton yang kelihatannya merusak kualitas air menjadi pekat. Akan tetapi tidak ada tanda-tanda penyakit atau kematian pada ikan. Bagaimana cara mengatasi hal tersebut, terima kasih ??? Boster Solution a. Selain faktor cara pengangkutan bibit lele, pemilihan bibit yang berkualitas juga perlu diperhatikan, karena pada musim-musim tertentu yang sulit untuk melakukan pemijahan, terpaksa para petani pembesaran harus membeli sisa bibit (afkir) dari gradding ukuran. Prinsipnya, tidak menjadi masalah jika ketersediaan bibit dimanapun sulit didapatkan, yang penting kita harus bisa memilih bibit yang cukup bagus kondisi fisiknya, antara lain dengan melihat tidak adanya cacat fisik atau bintik-bintik tanda penyakit, gerakan masih incah dan aktif berenang dan ukuran dan warna harus seragam. Perlu diketahui bahwa siklus hidup parasit jenis ich memang tumbuh berkembang secara bertahap dan dapat menetaskan kista-kistanya dalam jumlah yang besar pada kondisi yang memungkinkan. Kemungkinan besar penyakit bintik putih pada lele Anda memang bawaan dari bibit yang dibeli. Untuk itu, jika kedapatan kembali bibit lele yang telah terserang penyakit tersebut perlu dilakukan dipping (perendaman) untuk membunuh bibit penyakit dengan larutan Aqua Septik selama 5 10 menit dengan dosis 1 ppm (1 ml / m3) sebelum ditebar pada kolam pembesaran. Kemudian berikan Fish Imunovit dengan mencampurkan pada pakan yang diberikan rutin setiap hari untuk menambah kekebalan (imun).

Kolam yang telah terjangkit penyakit tersebut akan mewabah jika kondisi perairan tidak kunjung membaik. Air menjadi pekat dan ikan-ikan lele banyak yang mati di dasar atau mengambang dipermukaan air kolam. Lakukan tindakan pengobatan yang cepat dengan cara : mengangkat keluar ikan-ikan yang mati karena dapat membusuk dan semakin merusak kualitas air, tebarkan larutan BOSTER BLUE COPPER secara merata hingga air tampak berubah agak encer. Jika masih terdapat kematian keesokan harinya, tetap dilakukan pengangkatan agar tidak busuk didalam kolam, karena bagi ikan lele yang telah terjangkit parah dengan kondisi luka disekujur tubuh dan berenang ketepi kolam akan sulit untuk disembuhkan. Setelah 3 hari kembalikan kesuburan perairan dengan menebar BOSTER PLANKTOP jika warna air pudar/kusam dan BOSTER SEL MULTI jika kondisi air bau dan masih pekat. b. Pada kolam dengan perairan pekat dapat dipicu karena beberapa hal, antara lain : Naiknya klekap atau sejenis lumut atau ganggang mati dan menggerombol dipermukaan air. Basmi seluruh kotoran tersebut dengan BOSTER BLUE COPPER dan setelah bersih (selama 3 hari), tebarkan BOSTER PLANKTOP + BOSTER AQUAENZYM jika kondisi perairan agak jernih. Alga merah dengan buih-buih kecil dapat dihilangkan dengan BOSTER AQUAENZYM yang dilarutkan dan ditebar merata pada siang hari. Air keruh karena limbah pakan dan kotoran yang naik keatas permukaan, hanya dapat dikurangi dengan probiotik BOSTER SEL MULTI dengan kandungan bakteri pengurai yang dapat merombak sisa pakan dan kotoran menjadi unsur hara untuk membantu tumbuhnya pakan alami.

PENYAKIT IKAN LELE KUNING

Penyakit ikan lele kuning merupakan penyakit yang meresahkan kebanyakan dikalangan petani lele. Dikarenakan penyakit ini menyerang disaat ikan lele sudah dewasa dan menjelang panen. Karena selain kematian yang relative banyak ikan yang terserang penyakit ini tidak laku untuk di jual sehingga sangat merugikan petani lele. CIRI CIRI Seluruh tubuh ikan lele kekuningan. Gerakan di air masih lincah namun setelah dipanen biasanya jika penanganan panen tidak bagus akan terlihat lemas dan bisa mati. Sering terjadi kematiaan masal dengan jarak waktu relative singkat. PENYEBAB Kualitas air kolam budidaya kurang baik ( air bau dan keruh ) Pergantian air jarang dilakukan serta penggunaan antiseptik yang tidak dilakukan untuk mengurangi kepadatan bakteri dalam air ( sterilisasi) Terlalu banyak penggunaan pakan pellet tanpa diimbangi dengan perawatan kualitas air.

Pola pemberian pakan dengan proporsi limbah terlalu banyak seperti pakan ikan rucah, roti jamuran dan makanan busuk lainnya. Memperkuat kemungkinan pengaruh mycotoxin yang terkandung dalam limbah tersebut dapat menyebabkan fungsi kerja metabolisme tubuh tidak normal. (desember. 2009)

Pemberian pakan ikan rucah yang over

PENCEGAHAN Menjaga kualitas air kolam dengan sering melakukan pembuangan dasar kolam sekitar 10 % dari volune air, kemudian dilakukan pengisihan air kembali (sirkulasi).

Proses pembuangan kotoran dasar kolam (sipon )

Lakukan proses sterilisai pada kolam budidaya menggunakan BLUE COPPER seminggu sekali untuk menjaga kepadatan bakteri dalam kolam (bakteri patogen). Gunakan probiotik BOSTER SEL MULTI 3 hari sekali untuk memperbaiki kualitas air (untuk menguraikan bahan organic dalam kolam). Kurangi penggunaan pakan limbah ( ikan rucah dan roti jamuran ) dan lakukan perebusan (ikan rucah) terlebih dahulu untuk mengurangi pencemaran pakan. Lebih memperhatikan manjemen pakan jangan sampai over penggunaan pakan. Gunakan BOSTER PREMIX AQUAVITA multivitamin campuran pakan untuk memperbaiki system metabolisme tubuh. PENGOBATAN Apabila terjadi kematian masal : Buang air kolam 30 40 % volume air isi kembali dengan air baru dan strelisasi menggunakan BLUE COPPER dosis 1 ppm. Gunakan BOSTER INROFLOX 25 % campur di pakan untuk pengobatan ikan selama 3 hari berturut turut. Setelah itu gunakan BOSTER GROTOP karena mengandung enzyme Protease, Amylase dan Celulase yang berfungsi untuk memperbaiki fungsi pencernaan ikan campur dipakan pellet. NB : Lokasi Penerapan Kawasan Budidaya Daerah Ngantru PATI.

Penyakit mikotik (jamur) atau fouling (lumut) Penyakit karena jamur/candawan Saprolegnia. jamur ini tumbuh menjadi saprofit pada jaringan tubuh yang mati atau ikan yang kondisinya lemah. Cepat tumbuh dan berkembang jika kondisi perairan keruh, pekat dan kurang sehat. Gejala: ikan ditumbuhi sekumpulan benang halus seperti kapas, pada daerah luka atau ikan yang sudah lemah, menyerang daerah kepala tutup insang, sirip, dan tubuh lainnya. Penyerangan pada telur, maka telur tersebut diliputi benang seperti kapas. Pencegahan : Penyakit ini muncul karena kondisi perairan buruk, air pekat dan terjadi penumpukan zat organic dalam air kolam, sehingga dijadikan media hidup oleh jamur. Tubuh ikan berjamur/lumut disekujur tubuh atau terjadi perubahan warna pada kulit (belang-belang). Untuk pencegahan, gunakan BOSTER BLUE COPPER dengan dosis 1 ppm atau 1 ml untuk kolam 1 m3 yang bekerja mengurangi populasi jamur parasit, bakteri pathogen atau kuman dan dapat diberikan secara rutin setiap 1 minggu sekali. Selang 3 hari dapat ditebarkan probiotik SELMULTI atau AQUAENZYM untuk menguraikan penumpukan zat organic dan kepekatan air, menumbuhkan dominasi bakteri menguntungkan sebagai penstabil perairan.

Penyakit Nutritif Terjadi karena kekurangan gizi pada pakan atau gangguan sistem pencernaan ikan itu sendiri. Tubuh ikan kurus (besar kepalanya), kembung (perut membesar) dan menggantung, berenang lambat pada permukaan serta nafsu makan turun drastis serta pakan yang diberikan dimuntahkan. Untuk mengatasinya, jangan gunakan obat atau antibiotika jenis apapun. berikan asupan multivitamin tambahan berupa BOSTER PREMIX AQUAVITA dan BOSTER GROTOP untuk meningkatkan nafsu makan, menambah kualitas gizi pada pakan, membantu sistem pencernaan dan memperlancar proses metabolisme tubuh ikan. Dapat pula digunakan BOSTER AMINO LIQUID sebagai rangsangan pakan dengan aroma atracktan yang kuat serta nilai protein tinggi.

Penyakit Parasit (cacing) Penyakit cacing Trematoda Penyebab: cacing kecil Gyrodactylus dan Dactylogyrus. Cacing Dactylogyrus menyerang insang, sedangkan cacing Gyrodactylus menyerang kulit dan sirip. Gejala: insang yang dirusak menjadi luka-luka, kemudian timbul pendarahan yang akibatnya pernafasan terganggu. 2. Parasit Hirudinae Penyebab: lintah Hirudinae, cacing berwarna merah kecoklatan. Gejala : pertumbuhannya lambat, karena darah terhisap oleh parasit, sehingga menyebabkan anemia/kurang darah. Pencegahan : tebarkan BOSTER BLUE COPPER setiap 1 minggu sekali dengan dosis kecil (1tutup/10 m3) untuk membunuh telur dan larva cacing parasit tersebut. Berikan larutan air garam jika cacing parasit telah menempel pada ikan dan keesokan harinya tebarkan BOSTER BLUE COPPER kembali sesuai dosis

Penyakit Bakterial / Viral Penyakit karena bakteri Aeromonas hydrophilla dan Pseudomonas hydrophylla Bentuk bakteri ini seperti batang dengan cambuk yang terletak di ujung batang, dan cambuk ini digunakan untuk bergerak. Ukurannya 0,7-0,8 x 1-1,5 mikron. Gejala: lele yang terkena bakteri ini: warna tubuh menjadi gelap, kulit kesat dan timbul pendarahan. Lele bernafas megap-megap di permukaan air. 2. Penyakit tuberculosis yang disebabkan bakteri Mycobacterium fortoitum Gejalanya : tubuh ikan berwarna gelap, perut bengkak ( karena tubercle/bintil-bintil pada hati, ginjal, dan limpa). Posisi berdiri di permukaan air, berputar-putar atau miring-miring, bintik putih di sekitar mulut dan sirip. 3.Penyakit bintik putih dan gatal (Trichodiniasis) Penyebab: parasit dari golongan Ciliata, bentuknya bulat, kadang-kadang amuboid, mempunyai inti berbentuk tapal kuda, disebut Ichthyophthirius multifilis. Gejala: (1) ikan yang diserang sangat lemah dan selalu timbul di permukaan air (2) terdapat bintik-bintik berwarna putih pada kulit, sirip dan insang (3) ikan sering menggosok-gosokkan tubuh pada dasar atau dinding kolam. Sebagian besar, penyakit bakterial atau Viral selalu ditandai dengan perubahan fisik ikan, bintik-bintik, cacar, luka, ekor gripis, insang merah, dada menguning, mulut putih, bintik putih disekujur tubuh dan stress berat (berenang memutar). Untuk pencegahan lakukan menajemen kualitas air dengan cara : 1. Pemberian BLUE COPPER secara rutin seminggu sekali dengan dosis 1 ppm untuk mengurangi populasi bakteri pathogen atau kuman dan virus pembawa penyakit, 2. Selang 3 hari kemudian bisa ditebar PLANKTOP dengan dosis 5 ppm atau 1 tutup / 2 m3 untuk kesuburan perairan 3. selanjutnya tebarkan Sel Multi atau Aquaenzym dengan dosis 5 ppm atau 1 tutup SEL MULTI + 1 sendok AQUAENZYM dilarutkan dalam air 1 timba dan ditebar merata untuk kolam berukuran 2 m3 untuk menguraikan sisa pakan dan kotoran yang dapat menimbulkan amoniak (gas beracun), menumbuhkan bakteri yang menguntungkan bagi perairan dan menstabilkan ekosistem perairan 4. Untuk pengobatan, hanya dapat digunakan jika kondisi ikan sudah parah atau terjangkit infeksi patogen. Gunakan antibiotika dosis ikan sesuai dengan anjuran dari BOSTER

TESTIMONI
Nama : Pujo Lokasi:Desa Kuncen, Gunung Pati, Semarang. Kolam : Terpal dan Tanah Luas kolam : 100 m2 dan 50 m2 (9 petak) . Pakan : Comfeed Budidaya : Pembenihan dan Pembesaran Lele Produk : Planktop dan Sel Multi Saya Pujo, Semarang. Sebelum saya melakukan penebaran bibit lele terlebih dahulu saya tumbuhkan plankton dikolam. Sebelumnya saya gunakan pupuk kandang untuk menumbuhkan plankton, namun sekarang saya gunakan PLANKTOP untuk mempercepat pertumbuhan Plankton, dan hasilnya selang 3 hari setelah pemberian air kolam sudah berwarna kecoklatan (plankton) saya menggunakan dengan dosis 5 ppm.

jam baru tebar ke kolam

Baru isi air Setelah 3 hari Pada masa pertengahan budidaya biasanya kolam sering menjadi bau, pekat dan blomming plankton. Untuk mengatasi hal tersebut saya menggunakan SEL MULTI (bakteri pengurai). Saya menggunakan rutin 3 7 hari sekali. Dan hasilnya air yang semula bau, pekat sekarang menjadi berkurang dan berangsur-angsur lebih encer. Saya gunakan dengan dosis 1 ppm. (januari, 2010) NB: aktifkan terlebih dulu di dalam bak dan campur air diamkan dulu selama 1 3

Nama : Khilman Lokasi : Weleri . Kendal Kolam : Tanah Luas kolam : 100 m2 (25 petak) . Padat Tebar : +100 ekor/ m2 Pakan : Hi Pro Vit Budidaya : Pembesaran Lele Produk : Manstap Saya Khilman weleri, saya seorang budidaya ikan lele, saya sudah setahun lebih menggunakan produk dari Indosco, berikut adalah pernyataan saya menggunakan MANSTAP. Manstap adalah produk yang berguna untuk menyuburkan tanah. Sebelum saya menebar bibit lele terlebih dahulu melakukan pengangkatan Lumpur dasar (amoniak) kemudian saya isi air dan saya tunggu sampai air siap ditebari bibit lele, namun membutuhkan waktu sekitar 7 harian untuk menumbuhkan plankton. Sekarang saya gunakan Manstap untuk mempercepat pertumbuhan plankton dengan waktu 3-4 hari air dikolam saya sudah mulai berwarna kecoklatan dan pakan alami seperti cacing lor banyak terdapat di dasar kolam (indikasi kolam subur) yang bermanfaat sekali untuk makanan alami bibit ikan lele. Saya menggunakan Manstap dengan dosis 0,5 - 1 kg/ 100 m2. (februari, 2010)

Nama : Joni Lokasi : Tegal Kolam : Terpal dan tembok Luas kolam : 10-20 m2 (15 petak) . Pakan : Hi Pro Vit Budidaya : Pembibitan dan Pembesaran Lele dan konsultan budidaya air tawar (alumni IPB) Produk : Grotop dan Premix Aquavita Saya Joni. Tegal, Setelah saya menggunakan 2 kombinasi produk GROTOP dan PREMIX AQUAVITA pertumbuhan ikan menjadi lebih cepat. Untuk pembibitan ukuran bibit ikan lele 3-5 cm menjadi 4x6 cm hanya diperlukan waktu 3-4 hari, padahal biasanya apabila tidak menggunakan kombinasi Grotop dan Premix Aquavita butuh waktu 7 hari. Dalam usaha pembesaran ikan lele dengan menggunakan kombinasi Grotop dan Premix Aquavita juga dapat mempercepat masa panen. pada saat tebar bibit lele ukuran 4x6 cm kepadatan 100 ekor/m2 hanya membutuhkan waktu 55 hari ukuran 1 kg isi 10-8 ekor, apabila tidak menggunakan Grotop dan Premix butuh waktu 2 bulan lebih. Pada saat tebar ukuran bibit 5-7 cm dapat panen ikan lele ukuran 1 kg isi 10-8 ekor membutuhkan waktu selama 45 hari biasanya butuh waktu 60 hari. Saya gunakan Grotop dan Premix aquavita dengan dosis 2 gr/ kg pakan. (desember, 2009) NB: Untuk grotop dilakukan selama 3 hari berturut - turut waktu pagi dan sore setelah itu 2 hari istirahat (tanpa pemakaian)