Anda di halaman 1dari 6

Solusio Plasenta

Epidemiologi

Insiden solusio plasenta jarang terjadi dan bervariasi antara 0,2-2,4 % dari seluruh kehamilan. Literatur lain menyebutkan insidennya 1 dalam 7789 persalinan, dan bentuk solusio plasenta berat 1 dalam 500-750 persalinan. Slava dalam penelitiannya melaporkan insidensi solusio plasenta di dunia adalah 1% dari seluruh kehamilan

Cont,,
Cunningham di Amerika Serikat melakukan penelitian pada 763 kasus kematian ibu hamil yang disebabkan oleh perdarahan. Hasilnya dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 1. Penyebab Perdarahan Pada Ibu Hamil

Dari tabel diatas, solusio plasenta menempati tempat pertama sebagai penyebab kematian ibu hamil yang disebabkan oleh perdarahan dalam masa kehamilan

Definisi
Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau keseluruhan plasenta dari implantasi normalnya (korpus uteri) setelah kehamilan 20 minggu dan sebelum janin lahir. Jika terjadi di bawah kehamilan 20 minggu maka mungkin akan di diagnosis sebagai abortus imminens. Solusio plasenta sebagai prematur plasenta dengan implantasi normalnya korpus uteri sebelum janin lahir. (Cunningham) Solusio plasenta adalah terlepasnya plasenta dari tempat implantasi normalnya sebelum janin lahir, dan definisi ini berlaku apabila terjadi diatas 22 minggu atau berat janin di atas 500 gram. (Abdul Bari Saifuddin)

Etiologi

1. 2. 3. 4. 5.

6.
7. 8. 9.

Faktor Predisposisi Solusio Plasenta Penyebab primer solusio plasenta belum diketahui secara pasti, namun ada beberapa faktor yang menjadi predisposisi : Faktor kardio-reno-vaskuler Faktor trauma Faktor paritas ibu Faktor usia ibu Tumor uterus , Faktor pengunaan kokain Faktor kebiasaan merokok Riwayat solusio plasenta sebelumny Pengaruh lain, seperti ketuban pecah dini, anomali uterus, anemia, malnutrisi/defisiensi gizi, tekanan pada vena cava inferior akibat uterus yang membesar, dan lain-lain.

Klasifikasi

Menurut Cunningham dan Gasong dklasifikasikan solusio plasenta berdasarkan tingkat gejala klinisnya, yaitu:
Ringan : Perdarahan kurang dari 100-200 cc, uterus tidak tegang , belum ada tanda renjatan, janin hidup, pelepasan plasenta 1/6 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma lebih 150 mg%. Sedang : Perdarahan lebih 200 cc, uterus tegang, terdapat tanda pre renjatan, gawat janin atau janin telah mati, pelepasan plasenta 1/4 - 2/3 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma 120-150 mg% Berat : Uterus tegang dan berkontraksi tetanik, terdapat tanda renjatan, janin mati, pelepasan