Anda di halaman 1dari 25

GIZI DAN FERTILITAS

Akademi Kebidanan Sandi Karsa Tahun 2009

Pokok Bahasan
Zat Gizi Pendukung Fertilitas Gizi dan sindrom Pra-haid (Pra Mertual Syndrom) Hubungan status gizi dan menarche Gizi dan menopause

Gizi Pendukung Fertilitas


Pertumbuhan, perkemb fisik dan mental serta kesehatan

Zat Gizi

Fertilitas/kesuburan
Keturunan

Pengaruh zat gizi pada fertilitas


Meningkatkan kesuburan sebaiknya memilih makanan: Daging dan alternatifnya (ikan, telur, kerang) Buah dan sayuran segar

Anoreksia nervosa
Fungsi Refroduksi

Status gizi

Perubahan siklus haid


Bila anoreksia tidak terlalu berat Dapat diberikan hormon GRH (gonadotropin relazing hormone)

siklus haid kembali normal

Gizi dan Fertilitas


Zat-zat gizi yang mendukung fertilitas (kesuburan) a.l.: - Besi (Fe) Besi merupakan salah satu mineral mikro yang mempunyai peranan pada kesehatan dan reproduksi. Besi paling banyak terdapat di dalam tubuh manusia dan hewan, yaitu sebanyak 3-5 gr. Sebagian besar transferin darah membawa besi ke sumsum tulang dan bagian tubuh lainnya.Di dalam sumsum tulang besi digunakan untuk membuat hemoglobin (Hb) yang merupakan bagian dari sel darah merah.

Seng (Zn) Tubuh mengandung 2-2,5 gr yang tersebar dihampir semua sel. Jaringan yang banyak mengandung seng adalah bgn mata, kelenjar prostat, spermatozoa, kulit, rambut & kuku. Fungsi seng mempunyai peran dalam pengembangan fungsi reproduksi laki-laki & pembentukan sperma. Konsumsi Zn yg tidak mencukupi menyebabkan sperma tidak lincah & infertil Sumber seng terdapat pada protein hewani sep: daging, hati, kerang & telur. Vitamin E (Tokoferol) Vit.E dianggap berpengaruh pada kesanggupan untuk mengadakan keturunan. Vitamin ini banyak terdapat pada biji-bijian/kacang-kacangan,sep: k.ijo, touge, dll.

Ovarium dan Zat Gizi


Ovarium (indung Telur) Hormon Estrogen & Hormon Progesteron

Vitamin B (Asam folan & Niasin), Vit. C & zinc


Gangguan Produksi hormon estrogen
Keterlambatan dewasa kelamin, tidak berkembangnya Organ reproduksi dan buah dada

Faktor Keturunan & usia

Kesuburan

Faktor gizi Pasangan

Hubungan Status Gizi dan Menstruasi


Haid adalah perdarahan secara periodik dan siklus dari uterus, disertai pelepasan (deskuamasi) endometrium (Hanifa Winjosasstro, 2005

Puncak dari serangkaian perubahan yang terjadi karena adanya serangkaian interaksi antara beberapa kelenjar dalam tubuh (Virnye Winiastri, dkk, 2002)

Faktor-faktor yang mempengaruhi Terjadinya Haid


Faktor Hormon FSH (Follicle Stimulaing Hormone) dikelurakan oleh Hipofise Estrogen oleh Ovarium LH (Luteinizing Hormone) o/Hipofise Progesteron oleh Ovarium

Hubungan gizi dengan mensturasi


Bagi remaja yang mempunyai status gizi yang baik akan mempunyai perkembangan alat-alat endokrin & alat-alat reproduksi yg baik pula & mempercepat kematangan seksual. Apabila kebutuhan gizi terutama zat besi (Fe) kurang maka akan menyebabkan terjadinya anemi gizi, karena mensturasi itu sendiri menyebabkan sel-sel darah merah terbuang sehingga perlu adanya penggantian dgn mengkonsumsi banyak mkn yang mengandung zat besi (Fe).

Menarke
Menarke Haid pertama terjadi , yang merupakan ciri khas kedewasaan seseorang manita yang sehat dan tidak hamil. Usia pada saat menarke antara 11-15 tahun (rata-rata 13 tahun)

Hormon pada terjadinya menarke

Hormon Estrogen

Mengatur siklus haid Menarke


Hormon Progesteron Mengurangi kontraksi uterus

selama siklus haid

Hubungan status gizi dan menarke

Kurus (Gz. Kurang) Mempengaruhi pertumbuhan & Fungsi organ reproduksi (gangguan haid)

Status Gizi
Gemuk (Gz. Lebih) Memiliki resiko tinggi ovulasi Infertil, fungsi ovulasi terganggu (menjadi tidak subur)

Gizi & Sindrom Pramenstrual


Sindrom Pramenstrual adala kombinasi gejala yang terjadi sebelum haid dan menghilang setelah haid keluar Gejala utama : Sakit kepala, letih, sakit pinggang, pembesaran dan sakit payudara, dan perasaan begah pada perut.

PRINSIP GIZI PADA SINDROM PRA HAID

Batasi kosumsi makanan tinggi gula, tinggi garam, daging merah(sapi dan kambing), alkohol, kopi, teh, coklat, serta minuman bersoda. Kurangi rokok atau berhenti merokok. Batasi konsumsi protein (sebaiknya sebanyak 1,5 gr/kg berat badan per orang). Meningkatkan konsumsi ikan, ayam, kacangkacangan, karbohidrat kompleks, sayuran daun hijau dan sereal. Batasi konsumsi makanan produk susu dan olahannya (keju, es krim, dan lainnya) dan gunakan kedelai sebagai penggantinya.

Batasi konsumsi lemak dari bahan hewani dan lemak dari makanan yang digoreng. Meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung asam lemak esensial linoleat seperti minyak bunga matahari, minyak sayuran. Konsumsi vitamin B kompleks terutama vitamin B6, vitamin E, kalsium, magnesium juga omega-6 (asam linolenat gamma GLA).

Diit rendah lemak Tinggi karbohidrat

Mengurangi Pembengkakan payudara

Tinggi KH dan Rendah Protein

Memperbaiki Perasaan tidak Nyaman (serotonin di otak)

Di samping diet, hal-hal yang perlu perhatikan untuk mencegah munculnya PMS: Menghindari dan mengatasi stres. Menjaga berat badan. Berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko menderita PMS. Catat jadwal siklus haid Anda serta kenali gejala PMS-nya. Perhatikan pula apakah Anda sudah dapat mengatasi PMS pada siklus-siklus datang bulan berikutnya. Melakukan olahraga dan aktivitas fisik secara teratur.

MENOPAUSE
Menopause adalah masa berhentinya haid secara alamiah atau masa berhentinya haid sama sekali. Menapause terjadi pada usia 45-50 thn

Paath,dkk, 2005

Dampak menopause pd Wanita


Osteoporosis
Hormon estrogen sedikit/nol Pembentukan tulang terganggu Tulang keropos (Osteoporosis)

Zat gizi pada menopause


Makanan mengandung phytohormon estrogen

Kacang kedele dan olahannya

Buah pepaya

+ Gizi seimbang