Anda di halaman 1dari 4

Kamis, 20 Oktober 2011

1. Personal Mapping dalam Public Speaking

Untuk menjadi pembicara yang baik dan tidak membosankan, pertama-tama kita harus mampu mengenali diri kita sendiri. Baik kelebihan maupun kekurangannya. Kelemahan apabila kita kelola dengan cerdas dapat menjadi kelebihan di kemudian hari. Sebelum melanjutkan bacaan ini, cobalah menulis di secarik kertas tentang kelebihan & kekurangan kita masing-masing dalam public speaking untuk memaksimalkan kelebihan & meningkatkan kekurangan menjadi kelebihan ke depannya. Contoh: Kelebihan saya adalah: 1. ........................................................ 2. ........................................................ 3. ........................................................dst Kekurangan saya adalah: 1. ........................................................ 2. ........................................................ 3. ........................................................ dst Contoh nyata dalam sejarah tentang pemanfaatan kekurangan menjadui kelebihan di antaranya adalah pengalaman Winston Churchill, mantan Perdana Menteri Inggris yang begitu melegenda itu. Beliau pada saat di kelas 8 sangat payah dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, sehingga beliau sering kali tidak lulus dalam ujian, sehingga

tentu saja akan sangat "payah" dalam public speaking. Akan tetapi dengan cerdasnya beliau menjadikan kelemahannya tersebut sebagai motivasi untuk memperbaiki diri. Pada saat dewasa & beliau telah menjadi orator andal, beliau berujar; "Karena lama tinggal kelas, saya jadi mendapatkan banyak keuntungan dari teman-teman yang lebih pandai, dan saya semakin rajin berusaha menguasai struktur dan pokok dalam kalimat-kalimat Bahasa Inggris". Selanjutnya kita melanjutkan pada 13C sebagai kualitas yang harus dimiliki seorang pembicara, yaitu sebagai berikut:

Confidence

Confidence jelas adalah kepercayaan diri. Kenapa kepercayaan diri? Karena kepercayaan diri akan memperngaruhi penampilan kerja seseorang. Pada saat kita memasuki ruangan menjadi pembicara, audiens langsung menilai kita secara subyektif. Audiens ingin mendengarkan pembicara yang percaya diri & rileks, sehingga audiens merasa nyaman dalam mendengarkan paparan yang disampaikan. Pembicara yang percaya diri pun akan mudah blending dengan audiens dan dapat dengan cepat mengalirkan positive values kepada audiens, sehingga komunikasi menjadi efektif.

Construction

Construction adalah bagaimana kita mempersiapkan bahan yang akan kita sampaikan, kematangan materi, fakta, data, naskah, kerangka pikir, hingga latihan praktik berbicara dan hal-hal lainnya. Sehingga kita benar-benar yakin apa yang akan kita sampaikan akan bermanfaat & menarik bagi audiens.

Credibility

Credibility adalah sikap menjaga, mengembangkan & menunjukkan kompetensi kepada audiens. Hal ini untuk membangun kepercayaan kepada para audiens atas apa yang kita katakan.

Capture

Yang dimaksud dengan capture adalah bagaimana kita dapat memberikan kesan, terutama kesan pertama yang positif pada saat kita menyampaikan materi. Misalnya dengan membuka sesi dengan cara-cara kreatif, lucu, yang mengejutkan atau menantang. Dalam artian memberikan kesan secara emosional, sehingga audiens menjadi tertarik akan materi dengan penuh perhatian.

Connection

Connection adalah bagaimana pembicara dapat menyatu dengan para hadirin. Cara-caranya antara lain adalah dengan melihat dari sudut pandang audiens, memahami kebutuhan audiens serta dapat membuat audiens terlibat aktif.

Coherence

Coherence dapat difahami sebagai penyampaian materi haruslah secara terorganisir dengan baik, yaitu jelas struktur dan alurnya. Sebuah pidato haruslah dimulai dari pembukaan, isi, dan penutup. Inilah yang dikatakan struktur, sedangkan alur adalah bagaimana kita pindah dari satu bagian ke bagian yang lainnya secara berurutan, sehingga mudah difahami, mudah diingat & mudah diikuti dan dinikmati

Cogency

Cogency adalah menyajikan materi dengan menyakinkan dengan dukungan data, informasi & pengetahuan yang benar serta akurat. Argumen yang diajukan haruslah masuk akal, sehingga dapat diyakini & dapat diwujudkan menjadi kenyataan. Content

Content adalah teknik untuk membuat materi yang berhasil mencapai sasaran. Misalkan tujuan kita untuk menghibur, kita harus dapat membuat materi yang menghibur bagi audiens. Channel Channel adalah alat bantu untuk menyampaikan materi yang dibawakan, sehingga audiens gampang untuk mengingat & memproses materi yang disampaikan. Alat bantu tersebut dapat berupa alat audio visual, data statistik, testimoni, contoh/cerita/anekdot dan fakta-fakta.

Character

Character adalah adalah teknik komunikasi nonverbal, yaitu maksimalisasi bahasa tubuh dan ekspresi wajah kita dalam berkomunikasi, sehingga dapat menyampaikan bahasa verbal kita secara meyakinkan. Contohnya kita menyapa tamu dengan mengucapkan senang berjumpa dengan Anda, tetapi kita memasang ekspresi cemberut, kontak mata negatif, maka audiens akan cenderung kebingungan antara keduanya yang bertolak belakang. Conversation Conversation adalah teknik membuat kata-kata yang mudah diingat dan menghindari sesuatu yang multitafsir. Creativity Creativity adalah teknik dalam membuat sesi-sesi yang menjenuhkan menjadi menyenangkan dan berwarna sehingga audiens menjadi tertarik dan terlibat. Kreatifitas dapat dituangkan melalui humor, permainan, tanya-jawab, dst. Conclusion Conclusion adalah bagaimana kita dapat memberikan kesan yang kuat dalam menutup materi dan memberikan kesimpulan-kesimpulan.