Anda di halaman 1dari 14

PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II TAHUN AJARAN 2011/2012

HASIL KALI KELARUTAN

I.

TUJUAN

a. Memperlihatkan prinsip-prinsip hasil kali kelarutan b. Menghitung kelarutan elektrolit yang bersifat sedikit larut c. Menghitung panas pelarutan PbCl2 , dengan menggunakan sifat ketergantungn Ksp pada suhu
II. TEORI

Apabila suatu zat kita larutkan ke dalam suatu pelarut, ternyata ada yang mudah larut (kelarutannya besar), ada yang sukar larut (kelarutannya kecil), dan ada yang tidak larut (kelarutannya dianggap nol). Sebenarnya, tidak ada zat yang tidak larut dalam pelarut. Misalnya, dalam pelarut air semua zat (termasuk logam) dapat larut, hanya saja kelarutannya sangat kecil. Jika suatu zat terlarut dalam pelarut sangat sedikit, misalnya kurang dan 0,1 gram zat terlarut dalam 1.000 gram pelarut, maka zat tersebut kita katakan tidak larut (insoluble). Di sini, kita akan membicarakan zat padat yang sedikit kelarutannya dalam air. Jika suatu zat padat, contohnya padatan PbI 2, kita larutkan ke dalam air maka molekul-molekul padatan PbI 2 akan terurai, selanjutnya melarut dalam air. Untuk melarutkan PbI 2 ke dalam air akan ada dua proses yang berlawanan arah (proses bolakbalik), yaitu proses pelarutan padatan PbI 2 dan proses pembentukan ulang padatan PbI 2 . Mula-mula, laju pelarutan padatan PbI 2 sangat cepat dibandingkan dengan laju pembentukan ulang padatan tersebut. Makin lama, konsentrasi PbI 2 yang terlarut meningkat dengan teratur dan laju pembentukan ulang padatan juga meningkat. Pada saat laju pelarutan padatan PbI 2 sama dengan pembentukan ulang padatan, proses yang saling berlawanan arah tersebut kita katakan berada dalam kondisi kesetimbangan . Pada kondisi kesetimbangan ini, larutan PbI 2 pada kondisi tepat jenuh. Jumlah PbI 2 yang dapat larut sampai dengan tercapainya kondisi tepat jenuh dinamakan kelarutan PbI 2 . Secara umum, pengertian kelarutan suatu zat dalam air adalah batas maksimum dari jumlah suatu zat yang dapat larut dalam sejumlah tertentu air. PbI 2 melarut dalam air dalam bentuk ion Pb 2+ dan 2 ion I -, sehingga proses kesetimbangan PbI 2 dalam air merupakan kesetimbangan ionisasi PbI 2 dalam air, yaitu sebagai berikut: PbI 2 (s) --> Pb 2+ (aq) + 2 I - (aq) Dalam larutan PbI 2 jenuh terdapat reaksi ionisasi PbI 2 dalam keadaan setimbang. Tetapan kesetimbangan ini kita namakan tetapan hasil kali kelarutan (solubility product constant) dan disimbolkan dengan K sp .

HASIL KALI KELARUTAN

PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II TAHUN AJARAN 2011/2012

Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan adalah sebagai berikut : a. Temperatur Kelarutan suatu zat akan bertambah dengan naiknya temperatur. Endapan yang baik terbentuk pada larutan panas, tetapi jangan dilakukan penyaringan terhadap larutan panas karena pengendapan berpengaruh terhadap suhu. b. Sifat pelarut Garam-garam organik lebih larut dalam air. Berkurangnya kelarutan didalam pelarut organik dapat digunakan sebagai dasar pemisahan dua zat. c. Efek ion sejenis Kelarutan endapan dalam air berkurang jika larutan tersebut mengandung suatu ionion penyusun endapan. d. Pengaruh aktivitas e. Pengaruh pH Kelarutan dari garam-garam asam lemah bergantung pada larutan. Misalnya : oksalat, ion H+ bergabung dengan ion C2O4 membentuk H2C2O4 sehingga menambah kelarutan garamnya. Pemisahan logam mengalami hidrolisis sehingga menambah kelarutan. f. Pengaruh hidrolisis Jika garam dari asam lemah dilarutkan dalam air maka akan menghasilkan perubahan H+. Kation dari spesies garam mengalami hidrolisis sehingga menambah kelarutan. g. Efek kompleks Kelarutan garam yang sedikit larut merupakan fungsi konsentrasi yang menghasilkan kompleks dengan kation garam tersebut.

Kelarutan suatu elektrolit ialah banyaknya mol elektrolit yang sanggup melarut dalam tiap liter larutannya. Contoh:
+

(aq) + Cl-(aq)

K = [Ag

] [Cl-]/[AgCl]

K . [AgCl] = [Ag+][Cl-] KspAgCl = [Ag+] [Cl-] Bila Ksp AgCl = 10-10 , maka berarti larutan jenuh AgCl dalam air pada suhu25oC, Mempunyai nilai [Ag+] [Cl-] = 10-10

HASIL KALI KELARUTAN

PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II TAHUN AJARAN 2011/2012

Ksp = HKK = hasil perkalian [kation] dengan [anion] dari larutan jenuh suatu elektrolit yang sukar larut menurut kesetimbangan heterogen. Kelarutan suatu elektrolit ialah banyaknya mol elektrolit yang sanggup melarut dalam tiap liter larutannya. Contoh :

Bila Ksp AgCl = 10-10 , maka berarti larutan jenuh AgCl dalam air pada suhu 25 oC, Mempunyai nilai [Ag+] [Cl-] = 10-10 Kelarutan 1. Kelarutan zat AB dalam pelarut murni (air).

keterangan: s = kelarutan 2. Kelarutan zat AB dalam larutan yang mengandung ion sejenis AB(s) A+ (aq) + B- aq) s n.s s :

Larutan AX

AX(aq) A+(aq) + X-(aq) b b b

maka dari kedua persamaan reaksi di atas: [A+] = s + b = b, karena nilai s cukup kecil bila dibandingkan terhadap nilai b sehingga dapat diabaikan. B-1] = s Jadi : Ksp AB = b . s

Contoh :
HASIL KALI KELARUTAN

PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II TAHUN AJARAN 2011/2012

Bila diketahui Ksp AgCl = 10-10, berapa mol kelarutan (s) maksimum AgCl dalam 1 liter larutan 0.1 M NaCl ? Jawab: AgCl(s) Ag+(aq) + Cl-(aq) s s s

NaCl(aq) Na+(aq) + Cl-(aq) Ksp AgCl = [Ag+] [Cl-] = s . 10-1 Maka, s = 10-10/10-1 = 10-9 mol/liter Dari contoh di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa makin besar konsentrasi ion sojenis maka makin kecil kelarutan elektrolitnya. a. Pembentukan garam-garam. Contoh: kelarutan CaCO3(s) pada air yang berisi CO2 > daripada dalam air. CaCO3(s) + H2O(l) + CO2(g) Ca(HCO3)2(aq) b. Reaksi antara basa amfoter dengan basa kuat Contoh: kelarutan Al(OH)3 dalam KOH > daripada kelarutan Al(OH)3 dalam air. Al(OH)3(s) + KOH(aq) KAlO2(aq) + 2 H2O(l) c. Pembentukan senyawa kompleks Contoh: kelarutan AgCl(s) dalam NH4OH > daripada AgCl dalam air. AgCl(s) + NH4OH(aq) Ag(NH3)2Cl(aq) + H2O(l)

HASIL KALI KELARUTAN

PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II TAHUN AJARAN 2011/2012

Untuk suatu garam AB yang sukar larut berlaku ketentuan, jika: - [A+] x [B-] < Ksp larutan tak jenuh; tidak terjadi pengendapan - [A+] x [B-] = Ksp larutan tepat jenuh; larutan tepat mengendap - [A+] x [B-] > Ksp larutan kelewat jenuh; terjadi pengendapan zat

HASIL KALI KELARUTAN

PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II TAHUN AJARAN 2011/2012

III.

PROSEDUR PERCOBAAN

3.1 Alat dan bahan 3.1.1 Alat 3.1.2 Bahan Pb(NO3)2 KCl : sampel : zat yang dapat menyebabkan terjadinya pengendapan Rak tabung reaksi Tabung reaksi Labu Erlenmeyer Thermometer : tempat untuk meletakkan tabung reaksi : tempat sampel : sebagai penangas : untuk mengukur suhu

3.2 Skema kerja Larutan Pb(NO3)2 dan KCl Ditempatkan pada buret yang berbeda Disiapkan larutan seperti pada table 1 Ditambahkan 0,075 M Pb(NO3)2 kedalam tabung reaksi sebanyak 10 mL Ditambahkan KCl Dikocok tabung reaksi saat pencampuran dan setelah pencampuran Dbiarkan selama 5 menit, diamati apakah sudah terbentuk endapan atau belum Diisikan hasil pengamatan pada table 1 Diulangi langkah diatas untuk menentukan volume KCl 1 M yang menyebabkan terbentuk endapan Campuran 1 Ditempatkan pada penangas labu Erlenmeyer Digunakan thermometer sebagai pengaduk Dicatat suhu ketika endapan tepat larut Dilakukan hal yang sama pada campuran lain Dicatat semua hasil yang diperoleh pada table 4

Hitung konsentrasi PbCl2

HASIL KALI KELARUTAN

PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II TAHUN AJARAN 2011/2012

JAWABAN PERTANYAAN

1. Reaksi PbCl2(s) Pb+2(q) + 2Cl-(aq) Bersifat endotermik 2. Nilai Ksp PbCl2 pada suhu 25 oC menurut literatur adalah 1,6 x 10-5 , apakah perbedaan nilai Ksp yang diperoleh pada percobaan ini dengan nilai Ksp literature disebabkan kesalahan acak yang terdapat pada setiap kesalahan acak yang terdapat pada setiap percobaan ? jika tidak mengapa? Jawab : Karena dipengaruhi oleh konsentrasi dari sampel dan proses perubahan pH dan temperature dan juga disebabkan oleh penggumpalan atau pembentukan endapan.

HASIL KALI KELARUTAN

PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II TAHUN AJARAN 2011/2012

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Data dan perhitungan a. Pembuatan larutan Pb(NO3)2 : Mr = 331,21 g/mol M = 0,075 M V = 200 mL M =

X X = 4,96 gram

0,075 M =
g =

b. Table hasil pengamatan Table 1 No.campuran V Pb(NO3)2 0,075 M 1 10 mL 2 10 mL 3 10 mL 4 10 mL Table II No.campuran 1 2 3 4 Tabel III No.campuran 1 2 3

V KCl 1 M 0,5 mL 1,0 mL 1,5 mL 2,0 mL

pembentukan + ++ +++

V Pb(NO3)2 0,075 M 10 mL 10 mL 10 mL 10 mL

V KCl 1 M 1,1 mL 1,2 mL 1,3 mL 1,4 mL

pembentukan + ++ +++ ++++

V Pb(NO3)2 0,075 M 10 mL 10 Ml 10 Ml

V KCl 1 M 1,5 mL 2,0 mL 2,5 mL

Suhu (oC) 72 94 96

pelarutan sudah sudah sudah

c. Perhitungan pelarutan endapan - Penambahan 1,5 mL KCl 1 M Mmol Pb(NO3)2 = V Pb(NO3)2 x M Pb(NO3)2 = 10 mL x 0,075 M = 0,75 mmol

HASIL KALI KELARUTAN

PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II TAHUN AJARAN 2011/2012

mmol KCl = V KCl x M KCl = 1,5 mL x 1 M = 1,5 mmol Volume total = V Pb(NO3)2 + V KCl = 10 mL + 1,5 mL = 11,5 mL Pb(NO3)2 + m b s 0,75 mmol 0,75 mmol 2KCl 1,5 mmol 1,5 mmol 0,75 mmol 1,5 mmol 0,75 mmol 1,5 mmol PbCl2 + 2KNO2

M PbCl2 = PbCl2 Ksp = s(s)2 = 4s3 = 4(0,065)3 = 1,09 x 10-3 -

= Pb2+ + 2Cl-

= 0,065 M

Penambahan 2 mL KCl 1 M mmol KCl = V KCl x M KCl = 2 mL x 1 M = 2 mmol V total = V Pb(NO3)2 V x V KCl = 10 mL + 2 mL = 12 mL Pb(NO3)2 + 2 KCl m 0,75 mmol 2 mmol r 0,75 mmol 2 mmol s -

PbCl2 0,75 mmol

2 KNO3 2 mmol 2 mmol

0,75 mmol

HASIL KALI KELARUTAN

PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II TAHUN AJARAN 2011/2012

M PbCl2 =

= 0,0625 M

PbCl2 Pb2+ + 2Cl-1 Ksp = s(2s)2 = 4s3 = 4(0,0625)3 = 9,765 x 10-4 Penambahan 2,5 mL KCl 1 M mmol KCl = V KCl x M KCl = 2,5 mL x 1 M = 2,5 mmol V total = 10 mL + 2,5 mL = 12,5 mL Pb(NO3)2 m s r 0,75 mmol 0,75 mmol + 2 KCl 2,5 mmol 2,5 mmol 0,75 mmol 0,75 mmol 2,5 mmol 2,5 mmol PbCl2 + 2 KNO3

M PbCl2 =

= 0,06 M

Ksp = 4(0,06)3 = 8,64 x 10-4 Persamaan regresi 1. 273 + 72 = 345 K 2. 273 + 94 = 367 K 3. 273 + 96 = 369 K X = 1/T Y = log ksp X 2,89 x 10-3 2,77 x 10-3
HASIL KALI KELARUTAN

Y -2,962 -3,010

XY -8,58 x 10-3 -8,20 x 10-3

X2 8,40 x 10-6 7,42 x 10-6

PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II TAHUN AJARAN 2011/2012

2,71 x10-3
-3

-3,063 ,035 Y = -3,012

-8,30 x 10-3

7,34 x 10-6

X = 2,78x10-3

n. XY X . Y n. X 2 X
2

5 x 25,08x10 3 8,32 x10 3 9,035 5 x23,16 x10 6 8,33x10 3


2

755,21

A Y BX
A 3,012 755 ,21 2,78 x10 3 5,111
Penentuan

H 2,303 R
H 2,303 X 8,314 j / molK

755 ,21

H 14460,1131

H 14460,1131 j / mol
H 14.4601Kj / mol

HASIL KALI KELARUTAN

PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II TAHUN AJARAN 2011/2012

4.2

PEMBAHASAN

Pada praktikum kali ini yaitu hasil kali kelaruitan yang bertujuan untuk memperlihatkan prinsip hasil kali kelarutan, menghitung kelarutan elektrolit yang bersifat sedikit larut. Sampel yang digunakan adalah Pb(NO3)2 dan KCl sebagai zat yang dapat menyebabkan pengendapan suatu larutan. Dalam melakukan percobaan kali ini, volume KCl divariasikan dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh volume yang diberikan KCl sehingga terbentuk atau tidak endapan pada larutan Pb(NO3)2. Variasi volume KCl yang kami buat adalah 0.5;1.0;1.5;2.0;1.1;1.2;1.3;1.4 mL. Pada table 1 terlihat bahwa volume KCl 0.5 mL tidak menghasilkan endapan, sedangkan pada volume 1 mL menghasilkan endapan yang sedikit. Untuk volume 1.5 mL dan 2 mL didapatkan endapannya semakin banyak seiring dengan bertambahnya konsentrasi. Hal ini terjadi karena Ksp dengan konsentrasi tinggi akan besar dari Qspnya sehingga membentuk endapan. Pengujian endapan juga dilakukan melalui pemanasan. Larutan yang dicampur tersebut yang telah membentuk endapan menjadi larut setelah dilakukan pemanasan. Hal ini terjadi karena gerakan partikel-partikel yang terdapat dalam larutan semakin cepat mengalami penguraian sehingga pelarutan yang terjadi akan semakin cepat. Larutan yang telah ditambahkan KCl 1.1 mL sampai 1.4 mL mengalami endapan yang sangat besar. Setelah melakukan pemanasan untuk penambahan KCl 1.5;2.0;2.5 ml maka suhu yang diperoleh adalah semakin besar dengan bertambahnya volume KCl yang diberikan. Hal ini terjadi karena semakin banyak volume yang ditambahkan akan semakin lama untuk terurai didalam air panas dan akan menghasilkan suhu yang tinggi pula. Harga entalpi yang didapatkan dari percobaan yang telah kami lakukan adalah sebesar -14.6011 kj/mol.

HASIL KALI KELARUTAN

PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II TAHUN AJARAN 2011/2012

V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan

Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, maka didapatkan kesimpulan sebagai berikut : a. Semakin besar volume dari penambahan KCl maka endapan akan semakin banyak sehingga membutuhkan suhu yang tinggi untuk melarutkan endapan. b. Nilai Ksp berbanding terbalik dengan penambahan KCl c. Nilai Ksp rata-rata yang diperoleh : 9,768 x 10-4 d. Harga entalpi yang didapatkan : -14,6011 kj/mol 5.2 Saran

Agar praktikum yang dihasilkan maksimum maka disarankan untuk : a. b. c. d. Memahami prinsip kerja Harus teliti dalam memipet larutan Harus teliti dalam meihat endapan yang terbentuk Suhu dicatat ketika endapan benar-benar larut ketika melakukan pemanasan.

HASIL KALI KELARUTAN

PRAKTIKUM KIMIA FISIKA II TAHUN AJARAN 2011/2012

DAFTAR PUSTAKA Danil, F alberty. 1995. PHISICAL CHEMISTRY. New York. Moore, W J. 1974. PHISICAL CHEMISTRY EDISI KE-4. Pretic Hall,inc. Indianan. Lymen. 1995. JOURNAL OF CHEMISTRY.

HASIL KALI KELARUTAN