Anda di halaman 1dari 9

Skrinning Posmortem Darah secara Keseluruhan untuk Oxycodone Menggunakan Perbandingan Respon ELISA

I. PENDAHULUAN Beberapa kasus penyimpangan penggunaan OxyContin dan resep-resep obat candu narkotika terkait untuk tujuan yang ilegal dan disalahgunakan marak diberitakan oleh pers nasional beberapa tahun belakangan. Sebagai dampak dari populernya obat-obatan ini dan penyimpangannya yang digunakan sembarangan, Oxycodone ditemui mengalami peningkatan baik dalam hal penyalahgunaannya, kasus overdosisnya dan pengaruh-pengaruh lain yang tidak terkontrol.Oxycodone dan turunan tebain semisintetis yang terkait pada umumnya terlewatkan dalam skrinning obat-obat candu, dimana cross-reactivenya sangat lemah dengan C6-ketoopioid dan parameter-parameter prosedur yang telah terverifikasi saat ini, seperti GC/MS Selected Ion Monitoring (SIM) kebanyakan hanya ter-setting untuk morfin dan kodein. Immunoassay yang berbeda kini banyak digunakan untuk membandingkan respon senyawa spesifik yang dituju immunoassay terhadap respon kelas immunoassay yang spesifik. Immunoassay yang berbeda menggunakan perbandingan respon relatif dapat digunakan untuk mengidentifikasi spesimen mana yang positif obat-obat candu yang kemungkinan mengandung Oxycodone atau C6keto-opioid terkait. Dengan memisahkan antara kedua respon, yaitu immunoassay untuk Oxycodone dan immunoassay respon spesimen untuk skrinning immunoassay obat-obat candu secara umum, maka immunoassay perbandingan respon relatif akan diperoleh. Kasus-kasus yang melibatkan Oxycodone dapat diidentifikasi dengan perbandingan respon diatas sebagai dasar yang empiris. Perbandingan respon yang tinggi akan mengindikasikan spesimen mana yang harus dikonfirmasi akan keberadaan Oxycodone, Oxymorphone, Hydrocodone dan atau Hydromorphone di dalamnya, selain itu untuk mengkonfirmasi adanya morfin dan kodein. Studi ini menjelaskan tentang validasi perbandingan reson relatif untuk

mengidentifikasi kandungan Oxycodone pada spesimen darah secara keseluruhan menggunakan Neogen Oxymorphone/Oxycodone ELISA dan Neogen ELISA untuk obat-obat candu. II. METODE 58 spesimen yang negatif obat-obatan candu dan 158 spesimen postmortem seluruh darah yang positif mengandung obat-obatan candu termasuk 66 spesimen yang diketahui mengandung Oxycodone telah diuji. 38 spesimen yang positif Oxycodone diperoleh dari Medical Examiner, Travis County, Austin, TX. Spesimen bekas yang positif Oxycodone, positif obat-obatan candu dan negatif obat-obatan candu diperoleh dari Chief Medical Examiner, Oklahoma City, OK.

2.1 Pengujian Neogen Microtiter Plate Prosedur :


1) Spesimen diencerkan 1:5 dengan buffer dan dianalisis dengan NeogenTM

Oxymorphone/Oxycodone ELISA dan NeogenTM ELISA obat-obat candu.


2) Standart kalibrasi, spesimen, standart prosedur

EIA, serta kontrol urin

sintetis positif dan negatif dioperasikan pada masing-masing plate.


3) Dibuat konsentrasi standart untuk obat-obat candu adalah 0, 1, 5, 10, 20, 50,

dan 100 g/mL morfin. 4) Dibuat konsentrasi standar untuk Oxycodone/Oxymorphone adalah 0, 1, 5, 10, 20, 50, dan 100 g/mL Oxymorphone.
5) Tambahkan konjugat obat-enzim yang telah diencerkan ke microtiter plate.

6) Campuran diinkubasi pada suhu ruang selama 45 menit.

7) Cuci plate 5x setelah inkubasi dengan buffer untuk menghilangkan sampel

yang tidak berikatan atau konjugat obat-enzim.


8) Tambahkan substrat K-Blue dan setelah 30 menit substrat diinkubasi,

reaksinya dihentikan perlahan-lahan dengan penambahan larutan Red Stop.


9) Lakukan pengujian menggunakan peralatan Elx800 Universal Microplate

Reader dengan filter 650 nm. Ekuivalen Oxymorphone dan morfin ditentukan berdasarkan kurva kalibrasi menggunakan perbandingan rata-rata absorbansi spesimen terhadap rata-rata absorbansi standart 0. Ekuivalen Oxymorphone dalam ng/mL dari ELISA Oxymorphone/Oxycodone dibagi oleh ekuivalen morfin dalam ng/mL dari ELISA obat-obatan candu untuk memperoleh perbandingan respon Oxycodone/obat-obat candu. Perbandingan ini dibandingkan dengan data GC/MS untuk seluruh spesimen dan untuk spesimen yang positif mengandung obat-obatan candu. 2.2 Pengujian Presisi Presisi intraassay ditentukan dari analisis terhadap 40 replikasi 20 ng/mL standart Oxymorphone yang diencerkan 1:5. Presisi interassay dihitung dari perbandingan absorbansi standart dan kontrol yang dijalankan di awal dan di akhir eksperimen pada masing-masing microtiter plate. Target untuk kontrol urin adalah 0 dan 100 ng/mL Oxymorphone. III. HASIL 3.1 Presisi ELISA Oxymorphone/Oxycodone Presisi Neogen Oxymorphone/Oxycodone ELISA untuk 40 replikasi seluruh obat pada 20 ng/mL Oxymorphone dihitung dari absorbansi dengan densitas optik rata-rata (OD) 0.334 .029 SD untuk % CV adalah 8.7%. Presisi intraassay dengan perbandingan B/Bo memiliki rata-rata 37.8 2.3 (6.2% CV) dan untuk perkiraan konsentrasi, rata-rata intraassay adalah 18.8 ng/mL 3.5 ng/mL (18.9% CV).

Presisi interassay dari perbandingan absorbansi 20 ng/mL kalibrator Oxymorphone seluruh darah terhadap kalibrator 0 seluruh darah (B/Bo) memiliki nilai rata-rata 36.54 2.04 SD atau % CV adalah 5.59% (n = 8). Nilai rata-rata interassay untuk penentuan konsentrasi adalah 18.96 2.00 (10.6% CV, n = 8). Presisi interassay dihitung dari perbandingan B/Bo kontrol urin yang dioperasikan pada masing-masing pengujian, yang nilai rata-rata untuk kontrol negatifnya adalah 89.8 8.8, n = 8, (9.9% CV), dan untuk kontrol positifnya adalah 9.13 0.75, n = 8 (8.29% CV). Kontrol positif selalu positif, sedangkan kontrol negatif selalu negatif. Data presisi interassay diambil dari 8 pengoperasian yang berbeda setiap 3 bulan. Dimana plate-plate dipipet secara manual. 3.2 Sensitifitas, Spesifisitas ELISA Oxymorphone dan Oxycodone Ekuivalen Oxymorphone dari Neogen Oxymorphone/Oxycodone ELISA dibandingkan dengan hasil GC/MS pada spesimen yang positif Oxycodone (66 spesimen positif Oxycodone) dan spesimen yang tidak mengandung obat-obat candu (58 spesimen). Dari adanya positif palsu atau negatif palsu, maka sensitifitas dapat dihitung. Respon yang diberikan ELISA terhadap obat-obatan candu : 0,0 650 ng/mL specimen positif obat-obatan candu namun tidak mengandung Oxycodone

13.600 ng/mL mengandung morfin 1.900 ng/mL mengandung kodein 650 ng/mL mengandung Hydrocodone

Pengulangan analisis data diatas mengungkap bahwa 20 ng/mL ekuivalen Oxymorphone dari 28 spesimen positif telah salah teridentifikasi menurut analisis dengan GC/MS, dimana sebenarnya tidak mengandung Oxycodone (positif palsu).

3.3 Perbandingan Respon Relatif Spesimen yang mengandung Oxycodone menghasilkan respon yang besar dalam immunoassay khusus Oxycodone dan positif, tetapi responnya akan lemah pada immunoassay yang digunakan secara umum untuk golongan obat-obat candu. Perbandingan respon relatif dihitung dengan membagi ekuivalen Oxymorphone dalam ng/mL dari ELISA Oxymorphone/Oxycodone dengan ekuivalen morfin dalam ng/mL dari ELISA obat-obat candu untuk memperoleh perbandingan respon relatif Oxycodone/Obat-obatan candu. Perbandingan respon dihitung dari 189 spesimen, perbandingan tersebut sudah melibatkan spesimen dengan hasil 0 yang tidak dapat dikalkulasi.

IV. PEMBAHASAN Sebagian besar perbandingan respon yang dihasilkan sesuai dengan harapan. Sebagai contoh, dalam kasus kematian yang melibatkan heroin, dimana postmortem darahnya mengandung 130 ng/mL morfin dengan 6-monoasetil morfin yang ditunjukkan oleh GC/MS. Hasil dari analisis dengan ELISA adalah, terdapat 1,6 ng/mL ekuivalen Oxymorphone dan 140 ng/mL ekuivalen morfin untuk perbandingan respon relatif sebesar 0,011. Pada kasus kematian yang melibatkan Oxycodone ditunjukkan adanya 150 ng/mL Oxycodone, sedangkan hasil analisis dengan ELISA menunjukkan adanya 351 ng/mL ekuivalen Oxymorphone dan 20 ng/mL ekuivalen morfin untuk perbandingan respon relatif sebesar 17,570. NeogenTM Oxymorphoe/Oxycodone ELISA memiliki cross-reactivity 400% untuk Oxycodone dan 100% untuk Oxymorphone, 30,8% untuk Hydrocodone dan 12,3% untuk Hydromorphone. Oxycodone dimetabolisme menjadi Oxymorphone di dalam sitokrom P450 2D6. Cross-reactivity dengan kodein hanya 5,3% dan untuk morfin adalah 1,7%. NeogenTM ELISA golongan obat-obatan candu adalah immunoassay yang umum digunakan untuk obat-obat candu dengan crossreactivity. Namun keduanya sama-sama tidak akan memberikan respon pada rentang kurva kalibrasi spesimen darah yang negatif. Namun bagaimanapun juga, spesimen yang rusak dapat memberikan positif palsu pada pengujian dengan ELISA.

Sementara itu, immunoassay NeogenTM Oxymorphoe/Oxycodone ELISA tidak cukup selektif untuk mengidentifikasi OxyContin dan kasus-kasus lain yang melibatkan Oxycodone dari hasil yang positif maupun negatif, namun hasil yang diberikan akan cukup spesifik untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya C6keto-opioid yang terkandung dalam spesimen dengan menggunakan perbandingan respon relatif dari hasil analisis dengan Neogen TM ELISA untuk golongan obatobatan candu. Menggunakan perbandingan respon 2,0 menghasilkan positif palsu lebih kecil daripada 20 ng/mL ELISA untuk mengidentifikasi spesimen yang mengandung Oxycodone atau Oxymorphone (12 vs 29). Namun demikian, menggunakan perbandingan respon 2,0 akan menghasilkan 7 negatif palsu dibandingkan dengan menggunakan 20 ng/mL untuk ELISA yang hanya menghasilkan 1 negatif palsu saja. V. KESIMPULAN Dengan menggunakan perbandingan respon, NeogenTM

Oxymorphoe/Oxycodone ELISA dapat digunakan sebagai alternatif immunoassay untuk mengidentifikasi dan mengkonfirmasi spesimen manakah yang positif mengandung obat-obat candu Oxycodone dan C6-keto-opioid yang terkait.