Anda di halaman 1dari 2

DAPUS Griffin, Ricky. 2004. Manajemen Jilid 1 Edisi 7.

Jakarta: Erlangga sejarah manejemen manajemen telah dipraktikkan selama ribuan tahun. Dengan mencermati manajemen di jaman mempelajari kemunculan teori dan praktik manajemen secara lebih rinci selama seratus tahun terakhir. sebagai contoh bangsa romawi kuno menggunakan manajemen untuk memperlancar komunikasi dan pengendalian di seluruh wilayah mereka. manajemen klasik manajemen klasik mempunyai 2 aliran utama yaitu manajemen ilmiah dan manjemen administratif. manajemen ilmiah berfokus pada karyawan dalam organisasi dan cara-cara untuk meningkatkan produktifitas mereka. pelopor manajemen ilmiah antara lain Frederick Taylor, Frank dan Lilian Gilbert, Henry Gant dan Harington Emerson. manajemen administratif berkonsentrasi pada organisasi secara keseluruhan dan cara-cara untuk membuatnya lebih efektif dan efisien. Tokoh administrasi yang terkemuka adalah Henri Fayol, Lyndall Urwick, Max Weber, dan Chester Barnard. kekurangan manajemen klasik lebih cocok untuk organisasi yang stabil dan sederhana daripada untuk organisasi yang dan kompleks seperti yang ada saat ini, sering menyajikan prosedur universal yang tidak cocok dalam beberapa kondisi tertentu, dan titik fokus dari teori ini hanya menjadikan manusia sebagai alat bukan sebagai sumber daya. kelebihan manajemen klasik yaitu meletakkan fondasi untuk perkembangan teori manajemen berikutnya; mengidentifikasi proses, fungsi-fungsi, dan keterampilan manajemen yang penting, yang masih digunakan hinga sekarang; memusatkan perhatian pada manjemen sebagai subyek yang sah dalam pencarian ilmiah. contoh penerapan aliran manajemen klasik pada bidang agroindustri yaitu manajemen perilaku perspektif manajemen perilaku berfokus pada perilaku karyawan dalam konteks organisasi. Didorong oleh kelahiran psikologi industri, gerakan hubungan manusia menggantikan manajemen ilmiah sebagai pendekatan yang dominan terhadap manajemen pada tahun 1930an dan 1940-an Kontributor yang menonjol terhadap gerakan ini adalah Elton Mayo, Abraham Maslow, dan Douglas McGregor. Perilaku organisasi, yang merupakan hasil pertumbuhan kontemporer dari perspektif manajemen perilaku, mempunyai dasar interdisipliner dan mengakui kompleksitas perilaku manusia dalam lingkungan organisasi. kelebihan manajemen perilaku yaitu memberi pandangan yang penting mengenai motivasi, dinamika kelompok, dan proses-proses interpersonal lainnya dalam organisasi; memfokuskan perhatian manajer pada proses-proses tersebut; menantang pandangan yang menyatakan bahwa karyawan merupakan alat dan mengedepankan keyakinan bahwa karyawan merupakan sumber daya yang berharga.

kekurangan manajemen perilaku yaitu kompleksitas dari perilaku individual membuat peramalan terhadap perilaku tersebut menjadi sulit; banyak konsep perilaku belum digunakan karena beberapa manajer merasa enggan untuk mengadopsinya; temuan penelitian kontemporer oleh para ahli perilaku sering kali tidak dikomunikasikan kepada manajer praktisi dalam bentuk yang mudah dipahami.