Anda di halaman 1dari 275

http://blog.its.ac.

id/pungky Page 1 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 1 MEMULAI DENGAN PEMAHAMAN TENTANG ARUS KAS (STARTING WITH CASH FLOWS) Page 2 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 1 MEMULAI DENGAN PEMAHAMAN TENTANG ARUS KAS (STRATING WITH CASH FLOWS) HAL-HAL PENTING MENGENAI ARUS KAS (CASH FLOW) KEGUNAAN RINGKASAN ARUS KAS (CASH FLOW) BAGI PELAKU BISNIS Para pelaku bisnis seperti : Manager Bisnis, Pemberi Pinjaman (Lender), dan Penanam Modal saat ini banyak memberi perhatian lebih pada Arus Kas (Cash Flow). Arus Kas (Cash Flow) yang terdiri arus kas masuk (cash inflows) dan arus kas keluar (cash outflows) merupakan salah satu bagian terpenting dari suatu kegiatan Bisnis yang dapat diibaratkan seperti detak jantung kehidupan Bisnis tersebut. Mengingat sedemikian pentingnya Arus Kas (Cash Flow) tersebut maka pembahasan buku ini kita awali dengan Arus Kas. Sebagai ilustrasi kita akan menggunakan contoh suatu perusahaan kelas menengah yang telah beroperasi beberapa tahun yang telah mapan dalam menjalankan kegiatan bisnisnya. Perusahaan tersebut telah menghasilkan keuntungan secara berkala dan tidak kalah pentingnya yaitu mampu menjaga kondisi financial secara baik. Dengan kondisi tersebut perusahaan ini mendapat rating kredit yang baik sehingga bank percaya untuk memberikan pinjaman kepada perusahaan tersebut dengan termin yang sangat kompetitif. Jika perusahaan tersebut membutuhkan dana untuk expansi maka investor baru akan bersedia menyuplai modal segar. Kondisi ini tidak datang dengan mudah. Perlu manajemen yang baik untuk mencapai kondisi tersebut yaitu kemampuan untuk : menghasilkan keuntungan atau profit yang memadai, kemampuan meningkatkan modal, dan kemampuan untuk menghindari terjadinya kesulitan financial. Didalam Exhibit A pada halaman selanjutnya digambarkan suatu Ringkasan Arus Kas (Cash Flow) penerimaan dan pengeluaran selama setahun. Didalam Ringkasan Arus Kas (Cash Flow) tersebut digambarkan dua hal yang berbeda yaitu : Arus Kas (Cash Flow) untuk mendapatkan Keuntungan (Proses Produksi dan Penjualan) : Arus Kas masuk dari penjualan dan Arus Kas Keluar untuk biaya-biaya. Arus Kas (Cash Flow) utuk kenaikan Modal dan Investasi (Proses Pendanan, Investasi, dan pembagian keuntungan/deviden kepada pemegang saham) Dengan asumsi bahwa Anda sudah terbiasa dengan Arus Kas Masuk dan Arus Kas Keluar, maka akan dijelaskan hal-hal sebagai berikut: Page 3 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Kelompok Arus Kas (Cash Flow) untuk mendapatkan keuntungan Didalam ringkasan tersebut terlihat bahwa sumber arus kas masuk setahun sebesar $ 10.225.000 dimana kas masuk tersebut didapatkan dari penjualan produk ke Pelanggan / Customer. Dari kas masuk inilah sejumlah pengeluaran dibayarkan antara lain untuk Harga Pokok Produksi (HPP) sebesar $ 7.130.000,dan pengeluaran-pengeluaran lain seperti : biaya over head, biaya bunga, dan pajak pendapatan. Hasil bersih dari keuntungan Arus Kas (Cash Flow) selama setahun adalah sebesar surplus $ 540.804. Angka ini sangat penting dan menjadi perhatian bagi Manajer Bisnis, Pemberi Pinjaman (Lender), dan Investor untukmelihat lebih detail. Kelompok Arus Kas (Cash Flow) untuk Kenaikan Modal dan Investasi Perlu dicermati terlebih dahulu bahwa pada kelompok Arus Kas (Cash Flow) kedua ini tergambar perusahaan berusaha untuk meningkatkan modal selama setahun. Terlihat adanya kas masuk sebesar $ 175.000 dari peminjaman selama setahun dan $ 50.000 didapatkan dari penjualan saham. Pada sisi ini pengeluaran tercatat kas keluar sebesar $ 750.000 untuk perbaikan bangunan, mesin, peralatan, kendaraan dan komputer. Terdapat pula pengeluaran $ 200.000 untuk pembayaran keuntungan (deviden) kepada pemegang saham. Hasil bersih dari Arus Kas (Cash Flow) pada kelompok kedua adalah minus $ 725.000 untuk tahun itu, dimana pengeluaran / penggunaan kas tersebut lebih besar dari keuntungan Arus Kas (Cash Flow) kelompok pertama diatas. Page 4 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky EXHIBIT A RINGKASAN ARUS KAS (CASH FLOW) SELAMA SETAHUN :

ARUS KAS (CASH FLOW) UNTUK MENDAPATKAN KEUNTUNGAN (PENGHASILAN INFLOWS-BIAYA OUT FLOWS) Dari Pelanggan untuk produk yang telah dijual kepadanya, beberapa dari penjualan tahun sebelumnya $ 10.225.000 Untuk memproduksi produk yang telah terjual atau yang masih ditahan untuk dijual (7.130.000) Untuk beberapa biaya dalam rangka mengoperasikan usaha (1.965.000) Untuk bunga Jangka Pendek dan Jangka Panjang yang harus dibayar (98.333) Untuk pajak, termasuk Pajak untuk tahun sebelumnya (490.860) Penambahan Tunai/Cash Bersih selama setahun $ 540.807 ARUS KAS (CASH FLOW) UNTUK KENAIKAN MODAL DAN INVESTASI : Dari Peminjam yaitu bunga yang harus dibayar $ 175.000 Dari penjualan saham baru (kepemilikan) di perusahaan 50.000 Untuk perbaikan gedung, mesin dll yang akan digunakan untuk beberapa tahun kedep an (750.000) Untuk pembayaran kepada pemegang saham dari keuntungan per tahun (200.000) Pengurangan Tunai/Cash selama setahun (725.000) Pengurangan Kas Dari Berbagai Sumber Pemakaian Selama Setahun ($ 184.193) Page 5 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky HAL-HAL YANG TIDAK TERGAMBAR DI DALAM RINGKASAN ARUS KAS (CASH FLOW) Pada Exhibit A kita dapat melihat posisi kas untuk semua aktifitas kelancaran bisnis terjadi penurunan kas sebesar $ 184.193 selama setahun. Atau dengan kata lain bahwa jumlah semua pengeluaran (kas keluar) melebihi dari semua pemasukan (kas masuk) selama setahun. Dari data tersebut jelas terlihat adanya pengurangan kas (minus) dimana penyebab berkurangannya kas tersebut dapat dicermati dari Ringkasan Arus Kas (Cash Flow) selama setahun dan ini merupakan informasi yang sangat penting. Tetapi tidak semua kondisi bisnis/keuangan dapat dijelaskan oleh Ringkasan Arus Kas (Cash Flow). Para pelaku bisnis seperti : Manager Bisnis, Investor, Lender dan pihak-pihak lain memerlukan beberapa informasi penting yang lain yang tidak dapat dijelaskan didalam Ringkasan Arus Kas (Cash Flow). Ada dua hal informasi penting yang tidak tergambar didalam Ringkasan Arus Kas (Cash Flow) yaitu : Keuntungan Hasil Usaha (profit earned) Atau Kerugian Usaha Selama Periode Tertentu. Kondisi Keuangan Pada Akhir Periode. Didalam exhibit A, kenaikan kas bersih dari penerimaan penjualan dikurangi pengeluaran-pengeluaran terjadi surplus $ 540.807 selama satu tahun berjalan. Anda mungkin akan bertanya apakah kenaikan kas tidak sama dengan jumlah profit earned (keutungan usaha) selama satu tahun berjalan ? Jawabannya adalah tidak sama, Arus Kas (Cash Flow) bersih dari laba operasi selama satu tahun berjalan akan berbeda dengan profit tahun itu. Walaupun pada kenyataannya kedua angka tersebut tidak jauh berbeda. Keuntungan adalah sesuatu yang sangat tergantung pada system akuntansi, dan perhitungan akuntansi tidak akan sesederhana ringkasan Arus Kas (Cash Flow). Perbedaan antara checkbook untuk menghitung profit dan metode akuntansi untuk menghitung profit akan dijelaskan pada bab berikutnya. Arus Kas (Cash Flow) selama satu periode tertentu adalah jumlah yang benar untuk mengukur penerimaan dan pengeluaran untuk periode itu. Profit tidak ditentukan dari Arus Kas (Cash Flow). Ringkasan Arus Kas (Cash Flow) tidak menggambarkan kondisi keuangan suatu kegiatan bisnis (entitas bisnis). Kondisi financial lebih mengarah kepada perbandingan antara harta dan utang pada akhir periode. Untuk contoh seberapa besar kas suatu perusahaan didalam checking account pada akhir tahun ? Kita tidak dapat menyatakan bahwa pada tahun itu kegiatan bisnis mengalami penurunan kas sebesar $ 184.193. Tetapi kita dapat mengatakan bahwa pada Exhibit A tergambar akhir cash balance dari suatu kegiatan bisnis . Ringkasan Arus Kas (Cash Flow) tidak melaporkan Page 6 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky jumlah harta dan kewajiban/hutang (liability) dari suatu entitas bisnis pada akhir periode. KEUNTUNGAN TIDAK BISA DIUKUR DENGAN ARUS KAS (CASH FLOW) Perusahaan di dalam contoh diatas menjual produk secara kredit. Dengan kata lain, perusahaan menawarkan kepada pelanggannya periode pembayaran jangka pendek untuk membayar pembelian mereka. Kebanyakan perusahaan menjual kepada perusahaan lain yang memerlukan kredit. (Hal ini berlawanan dengan kebanyakan retailer yang menjual ke individu menerima kartu kredit sebagai pengganti kredit kepada pelanggannya). Dalam contoh ini perusahaan mengumpulkan $ 10.225.000 dari pelanggannya selama satu tahun. Namun demikian sebagian uangnya diterima dari penjualan tahun sebelumnya dan sebagian penjualannya melalui kredit sehingga tidak dikumpulkan di akhir tahun tersebut, tetapi baru diterima pada periode tahun berikutnya. Pada akhir tahun perusahaan sudah menerima kesepakatan penjualan yang dilakukan kepada pelanggannya.Tetapi hasil penjualan ini baru akan dikumpulkan pada awal tahun berikutnya. Karena sebagian uang kontan dikumpulkan dari penjualan tahun sebelumnya dan sebagian uang kontannya baru didapatkan pada tahun berikutnya, maka total uang kontan yang dikumpulkan selama setahun tidak sebanding dengan hasil penjualan pada tahun itu. Pembayaran kontan selama setahun bukanlah jumlah yang tepat untuk mengukur beban biaya. Seperti hasil penjualan, Cash Flow selama setahun belum menggambarkan kondisi bisnis secara keseluruhan. Perusahaan mengeluarkan $ 7.130.000 untuk biaya manufaktur selama setahun (lihat exhibit A). Namun, pada tahun terakhir banyak produk yang masih terdapat dalam inventory. Produk-produk ini belum terjual pada tahun terakhir. Hanya biaya product yang telah terjual dan terkirim ke costumer selama setahun yang seharusnya dihitung sebagai biaya pengeluaran untuk menghitung profit. Bukankah demikian ? Lebih jauh lagi, sebagian dari biaya manufaktur tidak terbayar pada akhir tahun. Perusahaan membeli material yang digunakan untuk produksi dengan kredit dan perlu beberapa minggu untuk membayar bill-nya. Perusahaan mempunyai kewajiban/hutang (liability) pada tahun terakhir untuk pembelian dan untuk biaya manufaktur lainnya. Pembayaran kontan selama setahun lebih banyak untuk biaya operasional, begitu juga untuk pajak dan bunga, bukan merupakan jumlah yang tepat untuk mengukur keuntungan pada tahun itu. Perusahaan mempunyai kewajiban/hutang (liability) ada akhir tahun untuk biaya yang tidak terbayar. Jumlah cash out flow ditunjukkan pada exibit A tidak termasuk jumlah tambahan biaya yang tidak terbayar pada akhir tahun. Page 7 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Secara singkat, cash flow dari hasil penjualan dan untuk biaya bukan merupakan jumlah yang tepat untuk mengukur profit pada periode waktu tertentu. Cash flow terjadi terlalu lambat atau terlalu awal untuk membenarkan ukuran profit pada periode tertentu. Pembetulan waktu diperlukan untuk mencatat hasil penjualan dan biaya pada periode yang benar. Metode pembetulan waktu untuk mencatat hasil penjualan dan biaya semacam ini disebut accrual basis accounting. Accrual basis accounting dapat mengenali penerimaan dari penjualan kredit dan mengenali kewajiban/hutang (liability) biaya yang tidak terbayar dimana hal tersebut dapat menentukan ukuran keuntungan yang benar pada periode tertentu. Accrual basis accounting juga diperlukan untuk menentukan kondisi keuangan perusahaan yaitu mencatat asset-aset dan kewajiban/hutang (liability) perusahaan. ARUS KAS (CASH FLOW) TIDAK MENGGAMBARKAN KONDISI KEUANGAN Ringkasan Arus Kas (Cash Flow) selama satu tahun (Exibit A) tidak menunjukkan kondisi keuangan perusahaan. Para manager tentunya perlu tahu asset-aset mana yang dimiliki perusahaan dan total masingmasing asset tersebut, termasuk cash, pendapatan, inventory dan semua asset yang lain. Mereka juga perlu tahu kewajiban/hutang (liability) yang dimiliki perusahaan dan jumlah total masing-masing. Manager perusahaan bertanggung jawab untuk menjaga perusahaan pada posisi mampu untuk membayar kewajiban (liabilitynya) ketika jatuh tempo untuk menjaga agar kegiatan bisnis tetap aman (mampu membayar kewajiban tepat waktu). Lebih jauh, para manager harus tahu apakah asset-asetnya terlalu besat atau terlalu kecil secara relative jika dibandingkan dengan volume penjualan perusahaan. Pemberi pinjaman atau investor ingin tahu hal yang sama tentang perusahaan. Secara lengkap para manager di dalam perusahaan dan peminjam & investor diluar perusahaan membutuhkan informasi / laporan kondisi finansial perusahaan (asset-asetnya dan liabilitynya). Tentu saja mereka memerlukan laporan performance keuntungan begitu juga laporan hasil penjualan perusahaan dan biaya-biaya lain & keuntungannya pada tahun itu. Ringkasan Arus Kas (Cash Flow) adalah sangat berguna. Ringkasan Arus Kas (Cash Flow) merupakan salah satu dari 3 (tiga) hal pokok laporan keuangan di setiap kegiatan Bisnis. Dua hal lain dalam laporan keuangan adalah laporan rugi laba dan laporan Neraca yang akan dijelaskan pada bab berikutnya. Page 8 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Catatan akhir sebelum melangkah ke pembahasan berikutnya : Lebih dari satu abad yang lalu seluruh profesi akuntan telah dikembangkan berdasarkan persiapan dan laporan keuangan suatu kegiatan bisnis. Didalam mengukur/menentukan laba & didalam membuat laporan keuangan seluruh pelaku bisnis harus mematuhi aturan dan standar yang telah ditetapkan yang disebut Generally Accepted Accounting Principles (GAAP). Dalam bahasa selanjutnya akan banyak dikupas tentang GAAP dan profesi accounting. Page 9 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 2 MEMPERKENALKAN NERACA DAN IKHTISAR LABA RUGI (INCOME STATEMENT) (INTRODUCTION THE BALANCE SHEET AND INCOME STATEMENT) Page 10 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 2 MEMPERKENALKAN NERACA DAN IKHTISAR LABA RUGI (INCOME STATEMENT) (INTRODUCTION THE BALANCE SHEET AND INCOME STATEMENT) PELAPORAN KONDISI KEUANGAN DAN PENCAPAIAN LABA Para Manager Usaha, Kreditor, Investor harus mengetahui kondisi keuangan dari sebuah usaha. Mereka membutuhkan sebuah laporan yang berisi ringkasan tentang asset & kewajibannya, juga kepentingan pemilik atas kelebihan asset terhadap kewajiban. Dan, Mereka harus mengetahui pencapaian Laba dari sebuah usaha. Mereka membutuhkan sebuah laporan yang berisi ringkasan hasil penjualan dan biaya untuk periode yang paling mutahir dan hasil laba atau kerugiannya. Bab I menerangkan mengenai ringkasan Arus Kas (Cash Flow), walaupun Arus Kas (Cash Flow) ini sangat berguna tetapi tidak memberikan informasi baik mengenai kondisi keuangan maupun pencapaian Laba sebuah usaha. Kondisi keuangan didalam laporan akuntansi disajikan dalam bentuk Neraca (Balance Sheet) dan Kemampuan Pencapaian Keuntungan dalam laporan akuntansi disajikan dalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) (Income Statement) . Nama lain dari Neraca (Balance Sheet) adalah Pernyataan Kondisi Keuangan atau Pernyataan Posisi Keuangan . Nama lain dari Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) adalah Pernyataan dari Operasi atau Pernyataan Pendapatan (Earning Statement). Kita akan mengacu kepada judul Neraca (Balance Sheet) dan Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) dalam keseluruhan buku ini secara konsisten. Istilah laporan keuangan dalam arti jamak umumnya menunjuk sebuah laporan yang lengkap termasuk Neraca (Balance Sheet), Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) dan Arus Kas (Cash Flow). Secara tak resmi Laporan Keuangan ini disebut Financials saja. Laporan Keuangan dilengkapi dengan catatan kaki dan judul pendukung. Istilah yang lebih luas daripada Laporan Keuangan pada umumnya mengacu kepada semua ini, ditambah dengan keterangan-keterangan tambahan dan grafik yang melengkapi Laporan Keuangan serta tambahan catatan kaki dan jadwalnya. Exhibit B, menunjukan Neraca (Balance Sheet) dari contoh sebuah perusahaan yang disebutkan pada Bab I, dan Exhibit C dihalaman berikutnya menyajikan Laporan Keuangan dari perusahaan itu pada tahun yang terakhir. Pernyataan Arus Kas (Cash Flow) resmi untuk tahun itu dibahas bab 13 & 14 Ringkasan Arus Kas (Cash Flow) untuk perusahaan yang disajikan di Bab I harus dimodifikasi sedikit seperti yang akan kita lihat nanti. Format dan isi dari kedua contoh Laporan Keuangan seperti yang disajikan Exhibit B & C itu cocok untuk pabrik, pengecer besar dan kecil perusahaan yang membuat atau menjual produknya Page 11 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky kepada pelanggan mereka. Walaupun Laporan Keuangan dari sebuah perusahaan jasa yang tidak menjual barang agak sedikit berbeda, Exhibit B & C menggambarkan pola umum dari sebuah Neraca (Balance Sheet) dan Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) untuk semua perusahaan. Catatan Samping : Istilah Keuntungan dihindari dalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement), Keuntungan menimbulkan kesan rakus atau tamak pada sebagian orang. Juga istilah keuntungan menunjukan kelebihan atau surplus melebihi diatas yang sudah dikeluarkan. Saya menunjukkan juga mungkin anda pernah mendengar para Manager Bisnis menggunakan istilah Laba & Rugi atau L & R untuk pernyataan Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) tetapi istilah ini jarang digunakan untuk kepentingan pihak ekstern Page 12 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky EXHIBIT B NERACA (BALANCE SHEET) AWAL & AKHIR TAHUN

Akhir Tahun Awal Tahun Akhir Tahun Awal Tahun Aktiva Lancar Kewajiban (liability )Lancar Kas $ 565,807 $ 750,000 Hutang $ 640,000 $ 535,000 Piutang $ 1,000,000 $ 825,000 biaya $ 257,167 $ 197,500 Persediaan $ 1,690,000 $ 1,250,000 Pajak Pendapatan $ 23,940 $ 36,000 Biaya dibayar dimuka $ 160,000 $ 185,000 Hutang Jangka Pendek $ 625,000 $ 600,00 0 Total Aktiva Lancar $ 3,475,807 $ 3,010,000 Total kewajiban lancar $ 1,546,107 $ 1,368,500 Aktiva Tetap Hutang jangka panjang $ 750,000 $ 600,000 Tanah, Bangunan & Mesin $ 3,000,000 $ 2,250,000 Peralatan & Furniture Kepemilikan Modal Akumulasi penyusustan ( 800,000) (540,000) Modal Saham (200,000 lbr Biaya dikurangan penyusutan pada akhir tahun dan Tahun berjalan $ 2,200,000 $ 1,710,000 (95,000 lbr pada awal th) $ 775,000 $ 725,000 Laba ditahan $ 2,544,700 $ 2,026,500 Total kepemilikan Modal $ 3,319,700 $ 2,751,500 Total Asset $ 5,615,807 $ 4,720,000 Total kewajiban & Modal $ 5,615,607 $ 4,720,000 ========= ========= ========= ========= Page 13 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky IKHTISAR LABA RUGI (INCOME STATEMENT) Pertanyaan pertama yang mucul dalam benak kebanyakan orang umumnya adalah apakah bisnis ini mendatangkan keuntungan, dan jika demikian berapat banyak. Maka kita akan mulai dengan Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) dan kemudian bergerak ke Neraca (Balance Sheet). Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) menyajikan ringkasan hasil penjualan dan biaya untuk satu periode tertentu satu tahun dalam Exhibit C. Semua jumlah dalam dollar yang dilaporkan dalam laporan keuangan ini adalah jumlah kumulatif dari seluruh periode. Paling atas adalah jumlah total penerimaan atau penghasilan dari penjualan ke pelanggan dan biasanya disebut hasil penjualan. Baris paling bawah disebut juga pendapatan bersih tapi biasanya disebut laba bersih atau laba. Pendapatan bersih adalah laba akhir setelah semua biaya-biaya dikurangi dari hasil penjualan. Perusahaan dalam contoh ini mempunyai penghasilan bersih $ 718,200.atas keseluruhan penjualan senilai $ 10,400,000 selama 1 tahun hanya 6,9% dari hasil penjualannya. Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) di design untuk dibaca secara menurun seperti orang menuruni tangga. Setiap langkah kebawah adalah sebuah pengurangan satu atau lebih biaya-biaya. Tangga pertama adalah pengurangan dari harga pokok penjualan dari barang-barang yang dijual, hasilnya mengindikasikan laba kotor (kadangkadang disebut juga Laba Kotor sedikit sekali menggunakan istilah keuntungan dalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement)). Laba ini masih disebut kotor karena banyak biaya-biaya lain yang belum dipotongkan. Selanjutnya, biaya operasi dan biaya penyusutan (biaya yang khusus) mulai dipotongkan tangga berikutnya, hasilnya setelah dikurangi biaya operasi adalah laba operasi sebelum dibebankan bunga dan pajak penghasilan. Laba Operasi disebut juga penghasilan sebelum bunga dan pajak dan disingkat menjadi EBIT. Tangga berikutnya dikurangi biaya bunga yang hasilnya disebut laba sebelum pajak. Tangga terakhir adalah mengurangi pajak penghasilan yang memberikan hasil bersih, itulah yang paling akhir disbut dalam sebuah Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement). Perusahaan terbuka (go public) melaporkan penghasilan per saham disingkat EPS yaitu pendapatan bersih dibagi dengan seluruh jumlah saham. Dalam Exhibit ini EPS adalah $ 3.59 untuk tahun berjalan. Kalau perusahaan yang belum terbuka tidak perlu melaporkan tetapi berguna untuk para pemegang sahamnya. Page 14 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky EXHIBIT C KHTISAR LABA RUGI UNTUK TAHUN BERJALAN

Penjualan Harga Pokok Produksi Laba Kotor $ 10,400,000 $ 6,760,000 $ 3,640,000 Biaya Operasi Biaya Penyusutan Laba Operasi Biaya bunga Laba sebelum pajak Biaya Pajak penjualan Laba bersih $ 2,060,000 $ 260,000 $ 1,800,000 $ 100,000 $ 1,197,000 $ 478,600 $ 718,200 ========== Laba persaham $ 3.59 Dalam contoh Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) ini anda melihat lima biaya yang berbeda. Mungkin anda akan menemukan biaya-biaya akan sebuah Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) tetapi jarang sekali lebih dari sepuluh jenis biaya, sebagai ketentuan umum (kecuali kalau bisnisnya yang sangat tidak lazim). Perusahaan yang menjual produk harus membuat laporan harga pokok produksi. Ada beberapa perusahaan yang tidak melaporkan biaya-biaya penyusutan sebagai biaya terpisah dari pada Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement)-nya. Exhibit C, hanya menyebutkan satu baris biaya operasional. Disamping itu ada juga perusahaan yang melaporkan dua atau lebih biaya operasi. Biaya pemasaran dipisahkan dari biaya umum & administrasi. Tingkatan detail biaya dalam sebuah Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) tidak diatur secara ketat, dan disajikan sesuai kebutuhan. Hasil penjualan dan biaya-biaya yang dilaporkan dalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) biasanya mengacu pada ketentuan yang berlaku yang diringkas secara singkat seperti dibawah ini. Hasil penjualan - Jumlah total yang diterima atau akan diterima dari penjualan barang atau jasa kepada pelanggan selama satu periode. Pendapatan penjualan adalah bersih artinya harga sudah dikurangan potongan harga, potongan harga karena pembayaran lebih cepat, retur penjualan dan potongan harga lainnya dari harga aslinya untuk satu peride. Pajak penjualan tidak termasuk dalam hasil penjualan, tidak juga terhadap diterapkan pajak lainnya. Singkatnya hasil penjualan adalah jumlah yang harus diterima dari sebuah usaha untuk

mengcover biaya-biaya dan untuk mendapatkan keuntungan (baris paling bawah dari Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement)). Harga pokok produksi Jumlah total harga pokok barang yang terjual kepada pelanggan selama satu periode. Penjualan ini cukup jelas, yang mungkin tidak begitu jelas menyangkut barangbarang yang dicuri atau hilang, juga karena dihapuskan karena Page 15 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky rusak/cacat dan modal kuno. Biaya-biaya yang ditimbulkan dari penyusutan nilai ini dimasukkan dalam harga pokok penjualan (atau bisa juga dimasukan dalam biaya operasi Biaya Operasi Pengertian secara luas adalah seluruh biaya yang dikeluarkan selain dari biaya komponen harga pokok, bunga dan pajak penghasilan. Katagori yang luas ini untuk menampung berbagai jenis biaya yang tidak dilaporkan secara terpisah. Pada contoh kita, Biaya Penghapusan dibukukan sebagai biaya yang terpisah, tidak dimasukkan didalam Biaya Operasi lain-lain. Beberapa perusahaan melaporkan Biaya Pemasaran dan Iklan terpisah dari Biaya Umum dan Administrasi. Terdapat ratusan jenis biaya operasi yang spesifik / unik, kadang-kadang jumlahnya besar, atau juga kecil. Jenis biaya operasi bermacam-macam, mulai dari upah buruh dan gaji karyawan (jumlahnya besar) sampai ke biaya konsultan hokum (diharapkan jumlahnya kecil). Biaya Penyusustan Hanya sebagian saja dari harga pokok asset jangka panjang, seperti bangunan, mesin, alat-alat perlengkapan, furniture, computer dan kendaraan yang dapat dibebankan sebagai biaya pada satu periode. Penyusutan adalah beban / harga atas penggunaan asset-aset ini selama satu periode. Biaya penyusutan ini bukan merupakan pengeluaran kas selama satu periode, oleh karena itu biaya penyusutan merupakan biaya yang unik / khusus jika dibandingkan dengan biaya-biaya lain. Biaya bunga adalah jumlah bunga atas hutang (kewajiban/hutang (liability) bunga yang terhutang) selama satu periode. Beberapa jenis biaya-biaya keuangan lainnya dapat juga dimasukkan, seperti fee pinjaman uang) . Pajak penjualan -sejumlah biaya yang terhutang pada pemerintah (baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat) atas penghasilan kena pajak yang diperoleh sebuah perusahaan selama satu periode. Penghasilan kena pajak dikalikan dengan tarip pajak yang sesuai. Pajak penghasilan ini tidak termasuk jenis-jenis pajak lain seperti, pajak upah atau tunjangan hari tua. Pajak Penghasilan juga tidak dimasukkan dalam biaya operasi. Neraca (Balance Sheet) yang disajikan dalam Exhibit B, menerapkan format standard mengenai pengelompokkan asset, kewajiban/hutang (liability) dan kepentingan pemilik perusahaan. Lembaga-lembaga keuangan, perusahaan public, kereta api dan beberapa jenis perusahaan yang spesifik menggunakan tampilan Neraca (Balance Sheet) yang berbeda. Tetapi, pabrikan pengecer, seperti juga mayoritas berbagai jenis perusahaan lain menerapkan format dasar seperti uang disajikan oleh Exhibit B. Pada sisi sebelah kiri dari Neraca (Balance Sheet) tercantum Assets / Aktiva. Pada sisi kanan Neraca (Balance Sheet) tercantum hutang / kewajiban/hutang (liability) / pasiva dari

Page 16 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky perusahaan, kelompok ini mempunyai hak prioritas pertama pembayarannya dari asset yang dimiliki. Jumlah modal dan sumbersumber pendanaannya dicantumkan dibawah kewajiban/hutang (liability) / hutang, maksudnya untuk menekankan bahwa kewajiban/hutang (liability) / hutang mempunyai hak dan prioritas untuk dibayar lebih dulu dari asset-asset yang ada. Pemilik atau pemegang saham baru mendapatkan haknya setelah semua hutang-hutang perusahaan dipenuhi. Setiap asset yang berbeda, kewajiban/hutang dan modal / penyertaan dilaporkan dalam Neraca (Balance Sheet) disebut rekening . Setiap rekening memiliki nama/judul dan jumlah uang yang disebut saldo. Misalnya dari Exhibit B : Nama Rekening S a l d o Persediaan $ 1,690,000.Jumlah uang yang terdapat pada Neraca (Balance Sheet), adalah subtotal atau total dari saldo rekening, misalnya jumlah dari Seluruh Aktiva Lancar tidak mewakili sebuah rekening, tetapi penjumlahan dari empat rekening yang masuk didalam kelompok ini. Sebuah garis diatas sub total atau total, menunjukkan saldo dari rekening-rekening sudah ditambahkan. Garis bawah dua baris (seperti untuk jumlah total aktiva) menunjukkan jumlah akhir. Perhatikan juga garis bahwa dobel dibawah Pendapatan Bersih didalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) (Exhibit C), menunjukkan angka terakhir dalam sebuah kolom (Tetapi sebaliknya, meberikan garis bawah dobel dibawah angka laba per saham didalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) adalah semata-mata selera atau kesukaan pribadi). Neraca (Balance Sheet) disiapkan pada hari terakhir penutupan periode laporan keuangan. Misalnya untuk Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) untuk tahun yang berakhir tanggal 30 Juni 2001, Neraca (Balance Sheet)nya disiapkan tengah malam 30 Juni 2001. Jumlah yang dilaporkan dalam Neraca (Balance Sheet) adalah saldo dari semua rekening pada saat itu juga seluruh kondisi keuangan perusahaan seolah-olah dibekukan pada detik itu. Anda harus selalu ingat bahwa Neraca (Balance Sheet) tidak melaporkan seluruh arus perusahaan dan pengeluaran aktiva, hutang dan penyertaan pada satu periode. Hanya saldo terakhir pada detik-detik Neraca (Balance Sheet) dibuat yang dilaporkan oleh masing-masing. Misalnya, perusahaan melaporkan saldo kas terakhir adalah $ 565,807 (lihat Exhibit B). Apakah anda mengetahui berapa jumlah pemasukan dan pengeluaran selama 1 tahun ? Tidak, tidak dari Neraca (Balance Sheet). Bahkan kalangan pengusaha juga agak bingung atas masalah ini. Renungkan judul berikut ini yang dikutip dari sebuah artikel mengenai sebuah perusahaan. Perusahaan ini mempunyai Neraca (Balance Sheet) yang sangat baik, dengan penghasilan

Page 17 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky sebesar $ 5,6 juta .. (dikutip dari Wall Street Jurnal, 18 May 1998, hal B 1). Penghasilan dikutip dari Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement), bukan dari Neraca (Balance Sheet) Keuangan). Rekening-rekening yang dilaporkan dalam Neraca (Balance Sheet) keuangan tidak disusun secara sembarangan. Rekening-rekening dibagibagi dalam beberapa kelompok / kelas atau kelompok dasar, supaya dapat disajikan sebagai berikut : Sebelah kiri Sebelah kanan Aktiva Lancar Hutang Lancar Gedung, Tanah & Peralatan Hutang Jangka Panjang Aktiva lain-lain Penyertaan Modal Aktiva Lancar adalah kas, dan aktiva lain-lain yang bias dialihkan menjadi kas dalam satu periode lingkaran operasi ini menunjuk pada saat-saat terjadinya proses pembelian atau memproduksi barang, menyimpan barang, menunggu jatuh temponya piutang atas penjualan tersebut dan akhirnya menerima uang tunai dari para pelanggan. Tahapan-tahapan tersebut merupakan ritme yang paling dasar dari operasional sebuah perusahaan, selalu berulang terus menerus. Lingkaran operasi ini bias singkat, hanya kurang lebih 60 hari atau bisa juga sangat panjang, mungkin 180 hari atau lebih. Aktiva yang tidak berhubungan langsung dengan lingkaran operasi, seperti saham-saham blue chip yang diinvestasikan sementara, atau pinjaman-pinjaman jangka pendek untuk karyawan dapat dikelompokkan sebagak Aktiva Lancar sepanjang rekening-rekening ini dapat dialihkan menjadi Kas selama tahun berjalan. Pembayaranpembayaran yang dilakukan dimuka yang baru akan dibebankan sebagai biaya pada periode berikutnya, dapat dimasukkan sebagai Aktiva Lancar seperti yang anda lihat pada Exhibit B. Kelompok kedua dari aktiva dibeli label Gedung, Tanah & Peralatan didalam Neraca (Balance Sheet). Kelompok ini disebut juga Aktiva Tetap walaupun istilah aktiva tetap jarang digunakan dalam Neraca (Balance Sheet) yang formal / resmi. Kata-kata tetap kesannya terlalu kuat, asset-aset ini tidak selamanya tetap atau permanen, kecuali tanah yang dimiliki oleh perusahaan, yang lebih persis adalah aktiva ini memiliki jangka waktu operasi jangka panjang selama bertahun-tahun dapat digunakan, seperti bangunan, mesin-mesin, peralatan-peralatan, truk, forklift, furniture, komputer, telepon dan lain-lain. Harga pokok dari Aktiva tetap (kecuali tanah), setiap tahun dibebankan sebagian sesuai dengan jangka waktu penggunaannya. Setiap periode penggunaan dibebankan biaya dari harga pokok setiap aktiva tetap. Bagian dari harga pokok yang dibebankan menjadi biaya dalam tahun-tahun pemanfaatannya disebut depresiasi. Jumlah yang didepresiasikan selama satu tahun dilaporkan sebagai biaya dalam ( laporan keuangan / lihat Exhibit C hal. 15). Jumlah kumulatif yang dicatat sebagai biaya penyusutan sejak saat perolehan dilaporkan dalam rekening akumulasi depreseiasi (kumpulan depresiasi Exhibit B). Page 18 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Saldo dari rekening akumulasi depresiasi ini dikurangi dari harga pokok aktiva tetap. Aktiva lain-lain : Judul ini dibuat untuk menampung macam-macam aktiva yang tidak bisa dikelompokkan sebagai aktiva lancar atau kedalam Gedung, Tanah dan Peralatan. Perusahaan yang disebutkan dalam contoh tidak memiliki aktiva lain-lain. Definisi resmi dari Hutang lancar mencakup 200 kata ditambah catatan kaki yang panjang sebagai tambahan. Maka, saya akan singkat saja. Rekening-rekening yang dilaporkan dalam hutang lancar adalah hutang jangka pendek, yang sebagian besar pelunasannya sangat tergantung pada pengalihan dari Aktiva lancar menjadi uang tunai untuk pembayarannya. Juga hutang-hutang / pinjaman-pinjaman lain yang akan jatuh tempo pada tahun berjalan harus dimasukkan dalam kelompok ini. Pada contoh kita ada 4 rekening Hutang lancer (silakan lihat Exhibit B). Hutang jangka panjang adalah hutang yang jatuh tempo pembayarannya lebih dari satu tahun setelah tanggal Neraca (Balance Sheet) dibuat. Dalam contoh kita, hanya ada satu jenis rekening hutang jangka panjang. Jatuh tempo hutang, tingkat suku bunga, provisi untuk hutang jangka panjang harus dilampirkan juta tidak di Neraca (Balance Sheet), bisa pada catatan kaki. Untuk menyederhanakan, catatan kaki tidak dimasukkan dalam Neraca (Balance Sheet) (Bab 16 membahas catatan kaki). Hutang adalah tanggungan dari aktiva sebuah perusahaan, tunai, ataupun aktiva yang dapat segera dicairkan digunakan untuk membayar hutang (juga asset yang dihasilkan oleh keuntungan penghasilan dimasa yang akan dating oleh perusahaan dapat digunakan untuk membayar hutang-hutang perusahaan). Jelasnya, seluruh hutang-hutang perusahaan harus dilaporkan dalam Neraca (Balance Sheet), sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kondisi keuangan sebuah perusahaan. Hutang juga merupakan salah satu sumber aktiva. Misalnya, jika sebuah perusahaan herhutang uang tunainya tentu bertambah. Persediaan bertambah ketika sebuah perusahaan membeli barang secara kredit dan menimbulkan hutang yang akan dibayar kemudian. Juga, sebuah perusahaan biasanya mempunyai hutang-hutang biaya yang belum dibayar. Perusahaan belum menggunakan uang tunai untuk membayar hutang-hutang ini. Saya sebutkan hal ini untuk menunjukkan salah satu alas an melaporkan / mencantumkan hutang dalam Neraca (Balance Sheet), adalah untuk menunjukkan dari mana sumber dari assetaset perusahaan. Untuk menjawab pertanyaan : Dari mana asalnya asset perusahaan ? Sebuah gambaran yang lengkap dari kondisi keuangan sebuah perusahaan harus dapat menunjukkan dari mana asset / aktiva perusahaan itu berasal. Sebagian dari total aktiva perusahaan berasal bukan dari hutang, tetapi dari pemiliknya. Pemilik menginvestasikan uangnya dalam perusahaan, mereka membuat perusahaan beroperasi

untuk mendapatkan keuntungan, yang tidak didistribusikan Page 19 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky kepada mereka. Rekening Stock holders equity dalam Neraca (Balance Sheet) mengungkapkan asal muasal sebagian aktiva perusahaan. Perhatikan dalam Exhibit B ada dua sumber dari stock holder equity (Pemegang Saham), yaitu Modal saham dan laba yang ditahan. Ketika pemilik (pemegang saham dari sebuah perusahaan) menginvestasikan modal dalam perusahaan, rekening modal saham bertambah. Penghasilan bersih yang dihasilkan dari sebuah perusahaan yang dikurangi sejumlah laba yang dibagikan kepada pemegang saham menimbulkan rekening laba yang ditahan. Sifat dari laba yang ditahan ini bisa membuat bingung karena itu. Saya akan menjelaskan hal ini lebih dalam pada tempat yang sesuai dalam buku ini. Sebuah nasihat yang cepat disini : Laba yang ditahan bukan, saya ulangi bukan sebuah aktiva. Page 20 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 3 KEUNTUNGAN BUKAN SEGALANYA ( (( P PPR RRO OOF FFI IIT TT I IIS SSN NN T TT E EEV VVE EER RRY YYT TTH HHI IIN NNG GG )) 21 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 3 KEUNTUNGAN BUKAN SEGALANYA ( (( P PPR RRO OOF FFI IIT TT I IIS SSN NN T TT E EEV VVE EER RRY YYT TTH HHI IIN NNG GG ) )) 3 TUGAS PARA MANAGER YANG HARUS DICAPAI : KEUNTUNGAN, KONDISI KEUANGAN DAN ARUS KAS (CASH FLOWS). Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) merupakan laporan kinerja pencapaian keuntungan dari suatu kegiatan bisnis. Kemampuan dari para manager dalam menghasilkan penjualan dan mengendalikan pengeluaran, dan dapat menghasilkan keuntungan dapat diringkas dalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement).Pendapatan dengan keuntungan yang cukup adalah kunci untuk bertahan hidup dan dan merupakan kegiatan manager yang sangat penting yang harus dikerjakan dalam bidang keuangan. Tetapi pada dasarnya bukan sasaran akhir dari tugas seorang manager, tetapi juga bukan merupakan sasaran jangka panjang. Untuk mendapatkan keuntungan dan tidak menemui kesulitan, para manager harus selalu mengontrol kondisi keuangan dari bisnisnya. Artinya disamping tugas-tugas lainnya, menjaga asset dan kewajiban kewajiban yang harus dilaksanakan pada batas-batas yang sesuai dan proporsional relatif terhadap satu sama lainnya dan terhadap perolehan penjualan serta pengeluaran-pengeluaran dari bisnisnya. Dalam kondisi tertentu,manager harus ikut menjaga kekurangan keuangan, dimana hal tersebut akan dapat mengakibatkan tidak bisa terpenuhinya kewajiban/hutang (liability) dalam bisnis apabila

telah jatuh tempo, atau tidak dapat membayar gaji tepat waktu. Para manager bisnis benar-benar mempunyai 3 tugas yang harus dicapai: menghasilkan keuntungan yang cukup, mengendalikan kemampuan dan kewajiban/hutang (liability) perusahaan serta menjaga pengeluaran. Usaha untuk mendapatkan keuntungan saja bukan merupakan jaminan untuk bertahan hidup dan Arus Kas (Cash Flow) yang bagus. Seorang bisnis manager tidak dapat mengatur keuntungan tanpa juga mengatur perubahan perubahan kondisi keuangan yang diakibatkan karena penjualan dan pengeluaran yang dapat menghasilkan keuntungan. Untuk menghasilkan keuntungan kadang-kadang pada kenyataannya untuk sementara akan mengakibatkan pengeluaran tunai lebih besar daripada menghasilkan tunai. Seorang bisnis manager harus menggunakan Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) untuk meng evaluasi kinerja keuntungan dan menjawab keseluruhan secara garis besar, pertanyaanpertanyaan yang berorientasi pada keuntungan. Apakah penjualan sudah sesuai dengan tujuan dan sasaran-sasaran dalam periode tersebut? Kenapa penjualan meningkat dibandingkan dengan 22 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky periode yang lalu? Pengeluaran yang mana yang meningkat atau berkurang dibandingkan yang seharusnya? Dan masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang sejenis. Pertanyaan-pertanyaan yang menyangkut analisa keuntungan ini sangat penting. Tetapi manager tidak bisa berhenti diakhir dari pertanyaan-pertanyaan tersebut. Disamping menganalisa keuntungan, para manager harus bergerak pada analisa kondisi keuangan dan analisa Arus Kas (Cash Flow). Pada perusahaan yang besar tanggung jawab kondisi keuangan dan Arus Kas (Cash Flow) biasanya terpisah dari penanggung jawab keuntungan. Kepala keuangan (CFO) bertanggung jawab terhadap kondisi keuangan dan Arus Kas (Cash Flow), sedangkan manager dalam unit organisasi yang lain bertanggung jawab terhadap penjualan dan pengeluaran. Dalam perusahaan yang besar Direktur Utama dan Dewan Direksi akan mengawasi kebijakan-kebijakan dari kepala keuangan. Mereka memerlukan melihat gambaran secara menyeluruh, dimana didalamnya termasuk 3 aspek keuangan dalam berbisnis, keuntungan, kondisi keuangan dan Arus Kas (Cash Flow). Dalam bisnis-bisnis yang lebih kecil, dimana Direktur atau pemilik / manager terlibat secara langsung dan total kedalam kondisi keuangan dan Arus Kas (Cash Flow). Disini tidak ada wewenang yang di delegasi kan. Page 23 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky PERMASALAHAN PADA LAPORAN KEUANGAN CARA KONVENSIONAL. Celakanya, laporan keuangan tidak menggambarkan kepada bisnis manager dan pembaca lainnya yang tertarik untuk mengerti bagaimana usaha mencari keuntungan dengan merencanakan kondisi keuangan serta Arus Kas (Cash Flow) dari bisnisnya. Anda akan kehilangan effek yang penting antara Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) (Income Statement) dan Neraca (Balance Sheet) (Balance Sheet) keuangan karena masing-masing laporan digambarkan seperti bak yang berdiri sendiri; hubungan diantara keduanya tidak dibuat secara jelas.. Exhibit B dan C pada bab 2 menggambarkan Neraca (Balance Sheet) dan Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) untuk suatu bisnis, seperti yang anda ketahui ini merupakan laporan keuangan yang utama. Masing-masing dari laporan tersebut berdiri sendiri-sendiri, dimana ini merupakan standard dari laporan keuangan. Disana tidak terlihat dengan jelas saling keterkaitan antara dua dasar laporan keuangan tersebut. Laporan tersebut digambarkan dengan asumsi bahwa pembaca mengerti hubungan antara keduanya dan dapat dengan tepat membandingkan diantaranya. Sebagai tambahan pada Neraca (Balance Sheet) dan Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement); laporan keuangan dasar ketiga yang diperlukan yang harus masuk kedalam laporan keuangan external yang akan diterbitkan diluar bisnis adalah laporan Arus Kas (Cash Flow). Para manager bisnis, seperti juga para pemberi kredit dan penanam modal, memerlukan laporan Arus Kas (Cash Flow), yang didalamnya merupakan kesimpulan dari sumber-sumber pendapatan dan penggunaannya yang utama selama periode pelaksanaan. Jadi anda mungkin akan bertanya: Dimana laporan Arus Kas (Cash Flow) dari perusahaan? Kesimpulan Arus Kas (Cash Flow) dari perusahaan yang tergambarkan pada Bab 1 tidak begitu tepat formatnya sesuai yang diperlukan untuk laporan Arus Kas (Cash Flow). Format yang benar ditunjukkan pada Exhibit berikut (Exhibit D). Kunci terpenting disini adalah ketiga laporan keuangan tersebut dijadikan satu dan saling terkait. FORMAT YANG TEPAT UNTUK MELIHAT HUBUNGAN DALAM LAPORAN KEUANGAN. Silahkan melihat Exhibit D pada halaman 60. Neraca (Balance Sheet) dan Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) untuk bisnis ini telah diperlihatkan dalam Exhibit B dan C dalam Bab 2. Laporan Arus Kas (Cash Flow) diperkenalkan pertama kali disini. Arus Kas (Cash Flow) dari perusahaan dalam setahun didiskusikan pada Bab 1, dan telah diperlihatkan ringkasannya secara informal (Exhibit A). Laporan Arus Kas (Cash Flow) yang sebenarnya dari suatu bisnis diperlihatkan sekarang pada Exhibit D. Page 24 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Exhibit D menunjukkan aliran hubungan secara umum antara 3 laporan keuangan. Penjualan dan pengeluaran-pengeluaran menyebabkan perubahan dalam laporan Neraca (Balance Sheet); dari catatan penerimaan melalui hutang pajak. Catatan-catatan yang sama seperti ini berubah kedalam Arus Kas (Cash Flow). Neraca (Balance Sheet) diposisikan ditengah dan diperlihatkan dalam format vertikal, yang disebut format laporan , asset-asset diatas, kewajiban-kewajiban dan modal/equity pemegang saham dibawah. Ikhtisar penjualan ditempatkan di sebelah kiri dan Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) dikanan. Dalam Exhibit D, hutang dagang dan pengeluaran-pengeluaran yang diakui, masing-masing dibagi dalam 2 bagian karena mempunyai 2 sumber yang berbeda dari masing-masing kewajiban/hutang (liability) tersebut. Garis hubungan antara rekening-rekening spesifik tersebut dijelaskan pada bab berikut ini. Tiga laporan keuangan yang utama diikat secara bersama-sama dalam Exhibit D. Hubungan diantara ketiganya digambarkan seperti jalan raya pada peta, atau bagaimana bias mendapatkan gambaran dari ikhtisar yang satu ke ikhtisar yang lainnya. Perlu dijelaskan disini bahwa laporan keuangan tidak dilaporkan ke bisnis manager atau ke pemberi kredit dan investor seperti diperlihatkan pada Exhibit D. Para akuntan berasumsi bahwa pembaca laporan keuangan secara naluri mengisi hubungan yang diperlihatkan pada Exhibit D; para akuntan berasumsi terlalu banyak. Ini membutuhkan beberapa pengertian dan pengalaman untuk mengetahui hubungan mana yang harus dicari dan mana yang harus dipertimbangkan. Dalam beberapa kasus, format seperti Exhibit D sangat membantu untuk menerangkan laporan keuangan. Exhibit D sepintas lalu kelihatannya hebat, bukankah begitu? Seperti kebanyakan laporan dengan banyak detail, anda harus meluangkan waktu sedikit untuk memperhatikannya daripada melihat sepintas saja. Ini seperti melihat papan catur pada pertengahan permainan. Anda harus belajar setiap bagian dalam hubungannya dengan bagian lain sebelum anda mengetahui secara keseluruhan pola dan situasinya. Kita akan bergerak secara hati-hati melalui setiap hubungan, satu hubungan untuk waktu tertentu dalam bab berikut. Satu contoh, Bab 4 menjelaskan hubungan antara penjualan dalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) dan piutang dagang dalam Neraca (Balance Sheet). Bab 13 memperlihatkan bagaimana piutang perusahaan selama satu tahun yang mempengaruhi Arus Kas (Cash Flow) dalam mencari keuntungan. Page 25 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky EXHIBIT D: HUBUNGAN ANTARA 3 LAPORAN KEUANGAN YANG UTAMA ( dalam $ US ) IKHTISAR LABA - RUGI 1 TAHUN NERACA (BALANCE SHEET) LAPORAN ARUS KAS (CASH FLOW) Akhir Tahun Awal Tahun Penjualan Harga pokok penjualanLaba kotor Beban usahaBeban depresiasi Laba usahaBeban bunga Laba sebelum pajak Pajak pendapatan Laba bersih Laba persaham 10,400,000 6,760,000 3,640,000 2,080,000 260,000 1,300,000 103,000 1,197,000 478,000 718,200 3,59 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan setara Lancar PiutangPersediaanBiaya dibayar dimukaTotal Aktiva lancarAktiva tetap (bangunan & peralatan) Akumulasi Penyusutan Total AktivaKewajiban dan Modal Pemilik Hutang - persediaanHutang usaha Total hutangBiaya yang masih harus dibayar Bunga yang harus dibayar Total Biaya harus dibayar Hutang pajakHutang jk pendek Total Kewajiban lancar Hutang jangka panjang Total kewajiban

Modal sahamLaba ditahan Total ModalTotal Kewajiban & modal 565,807 1,000,000 1,690,000 160,000 3,415,807 3,000,000 (800,000) 5,615,807 520,000 120,000 640,000 240,000 17,167 257,167 23,940 625,000 1,546,107 750,000 2,296,107 775,000 2,544,700 3,319,700 5,615,807 750,000 825,000 1,250,000 185,000 3,010,000 2.250.000 (540,000) 4,720,000 450,000 85,000 535,535 185,000 12,500

197,500 36,000 600,000 1,368,500 600,000 1,968,500 725,000 2,026,500 2,751,500 4,720,000 ARUS KAS DARI aktivitas operasional Laba bersih 718,200 Peningkatan Piutang (175,000) Peningkatan Persediaan (440,000) Penurunan Biaya dibayar dimuka 25,000 Biaya penyusutan 260,000 Kenaikan Hutang usaha 105,000 Peningkatan Beban yang harus dibayar 59,667 Penurunan hutang pajak (12,060) Penyesuaian arus kas thd laba bersih (177,393) Arus kas dari aktivitas operasi 540,000 Arus kas dari aktivitas investasi Penambahan asset (750,000) Arus kas dari aktivitas Investasi (750,000) Arus kas dari aktivitas Pendanaan Hutang jangka pendek 250,000 Hutang jangka panjang 150,000 Hak min aktiva bersih anak pers 50,000 Pembagian laba pd pemegang saham (200,000) 25,000 Kenaikan (penurunan) kas selama 1 th (184,193) Page 26 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 4 PENERIMAAN PENJUALAN DAN PIUTANG (SALES REVENUE AND ACCOUNTS RECEIVABLE) Page 27 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 4 PENERIMAAN PENJUALAN DAN PIUTANG (SALES REVENUE AND ACCOUNTS RECEIVABLE) MEMERIKSA KETERKAITAN SEBELUM PENJUALAN Dengan memperhatikan Penerimaan Penjualan pada laporan laba rugi serta Piutang pada Neraca (Balance Sheet) dapat dilihat hubungan antara keduanya dalam satu waktu. Hubungan itu juga menunjukkan keterkaitan antar ketiga bentuk laporan keuangan perusahaan. Bab ini menampilkan hubungan laporan laba-rugi perusahaan dan Neraca (Balance Sheet), tetapi bukan laporan aliran kas untuk tahun ini. Hubungan antara perubahan dalam catatan Neraca (Balance Sheet) dan laporan aliran kas dijelaskan dalam bab berikutnya. Termasuk laporan aliran kas akan ikut dijelaskan. Perhatikan bahwa dalam bab ini subtotal Neraca (Balance Sheet) dikosongkan untuk memfokuskan pada catatan kekayaan perusahaan , pertanggungjawaban, dan hak (equity) pemegang saham. Memindahkan / mengangkat subtotal membuat saldo bersih untuk dilaksanakan dgn memeriksa setiap hubungan antara laporan laba-rugi dengan Neraca (Balance Sheet). (Untuk lebih akuratnya, satu bab berhubungan dengan hubungan antara catatan dua Neraca (Balance Sheet)). BAGAIMANA PENERIMAAN PENJUALAN BERPENGARUH PADA PIUTANG Dalam contoh bisnis ini perusahaan menghasilkan total penjualan sebesar $10,400,000 selama setahun. Ini merupakan angka yang cukup besar, sama dengan rata-rata pendapatan penjualan $200,000 perminggu. Saat menghasilkan penjualan, total angka penjualan (harga penjualan dikali jumlah semua produk yang dijual) dicatat dalam catatan pendapatan penjualan. Catatan ini menghimpun semua penjualan yang terjadi selama setahun. Pada hari pertama awal tahun catatan dimulai dengan saldo nol , pada akhir tahun catatan ini mendapat saldo $10,400,000. Singkatnya, saldo dalam catatan pada akhir tahun adalah jumlah semua penjualan selama setahun. (diasumsikan tentunya semua penjualan tercatat). Dalam contoh ini bisnis membuat semua penjualannya dalam kredit, yang berarti tunai tidak diterima hingga saat setelah hari penjualan. Perusahaan ini menjual keperusahaan lain yang meminta secara kredit. (Beberapa perusahaan seperti supermarket2, membuat semua penjualannya secara tunai). Perhitungan memperlihatkan kepada perusahaan sejak membuat penjualan dalam kredit segera dicatat dalam catatan modal Page 28 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky perhitungan yang dapat diterima (piutang) untuk jumlah dari setiap penjualan. Kemudian saat uang tunai dikumpulkan dari para pelanggan, perhitungan uang tunai meningkat & perhitungan (piutang) menurun. Memperpanjang kredit kepada pelanggan menciptakan kelambatan pemasukan uang tunai. Saldo jumlah uang yang dapat diterima (piutang) adalah catatan dari kelambatan ini. Pada akhir tahun saldo dalam perhitungan/catatan modal adalah jumlah dari pendapatan penjualan yang tidak terkumpul. Sebagian besar penjualan dalam kredit selama tahun ini telah dirubah dalam bentuk tunai pada akhir tahun. Juga saldo jumlah uang yang dapat diterima pada awal tahun dari jumlah penjualan yang didapat pada tahun lalu telah dikumpulkan. Namun, penjualan yang terjadi pada akhir tahun ini belum dikumpulkan pada akhir tahun. Jumlah total dari penjualan yang tidak terkumpul ini ditemukan pada saldo akhir jumlah uang yang dapat diterima (piutang). Beberapa pelanggan perusahaan membayar cepat untuk mendapatkan keuntungan dari diskon pembayaran langsung yang ditawarkan oleh perusahaan. (Diskon daftar harga mati mengurangi harga penjualan namun percepatan penerimaan uang tunai diterima). Disisi lain, pelanggan rata-rata menunggu 5 minggu untuk membayar perusahaan dan tidak mengambil diskon pembayaran langsung. Beberapa pelanggan menunggu 10 minggu atau lebih untuk membayar perusahaan, meski sudah ada usaha-usaha perusahaan untuk mendorong mereka untuk membayar secepatnya. Perusahaan bisa menerima pembayar-pembayar lambat ini karena mereka menghasilkan banyak penjualan berulang kali. Singkatnya, perusahaan mempunyai bermacam-macam pelanggan yang membayar cepat, tetap/biasa, maupun lambat. Diperkirakan waktu rata-rata kredit untuk semua pelanggan adalah 5 minggu. Ini berarti bahwa 5 minggu penjualan tahunan masih belum terkumpul diakhir tahun. (tidak berarti setiap pelanggan membutuhkan 5 minggu untuk membayar, tetapi daripada waktu rata-rata sebelum membayar adalah 5 minggu). Hubungan antara pendapatan penghasilan tahunan dengan saldo akhir jumlah uang yang dapat diterima (piutang) dapat dijelaskan sebagai berikut : $10,400,000 $1,000,000 5 x Penjualan = Piutang 52 tahun ini pd.akhir tahun Pada Exhibit bab 4 menunjukkan bahwa saldo akhir yang dapat diterima adalah $1,000,000. Pokok utamanya adalah bahwa rata-rata waktu kredit penjualan menentukan ukuran jumlah uang yang dapat diterima (piutang). Semakin lama rata-rata waktu kredit penjualan, semakin besar jumlah uang yang dapat diterima (piutang). Mari kita lihat pokok utama dari petunjuk lain. Anggaplah kita tidak mengetahui rata-rata waktu kredit. Namun demikian, dengan menggunakan informasi dari laporan keuangan kita dapat menentukan rata-rata waktu kredit. Tahap pertama adalah mengkalkulasi rasio sebagai berikut : $10,400,000 (Penjualan) = 10.4 kali

Page 29 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky $1,000,000 (Piutang) Kalkulasi ini memberikan rasio pergantian jumlah uang yang dapat diterima (piutang), dimana pada contoh ini adalah 10.4 Dengan mendistribusi rasio ini dalam 52 minggu memberi rata-rata waktu kredit penjualan yang diperlihatkan pada jumlah minggu: 52 minggu = 5 minggu 10.4 (ratio putaran piutang) Waktu adalah hal yang utama. Yang menarik Business Manager dan Kreditor-kreditor perusahaan, dan juga para investor, adalah berapa lama waktu rata-rata untuk merubah jumlah yang dapat diterima (piutang) kedalam bentuk tunai. Saya kira rasio pergantian jumlah uang yang dapat diterima sangat berarti saat digunakan untuk menentukan jumlah minggu (atau hari) ia mengantarkan perusahaan untuk merubah jumlah yang dapat diterima (piutang) kedalam bentuk tunai. Anda dapat membuktikan bahwa 5 minggu adalah rata-rata waktu kredit penjualan yang terlalu lama untuk sebuah perusahaan. Hal ini sesuai dengan point: akankah seperti ini? Manager yang berwenang harus memutuskan apakah rata-rata waktu kredit itu meleset dari perkiraan. Manager dapat memendekkan ketentuan kredit, menutup kredit untuk pembayar-pembayar lambat, atau meningkatkan usahausaha mengumpulkan kredit. Disini bukanlah untuk membicarakan kebijakan kredit dalam hubungan dengan strategi pemasaran dan hubungan pelanggan, yang akan membawa kita keluar dari bidang akuntansi keuangan. Namun, untuk menentukan hal pokok disini, asumsikan bahwa tanpa kehilangan penjualan, waktu rata-rata penjualan kredit perusahaan dilakukan hanya dalam 4 minggu, bukan 5 minggu. Dalam skenario alternatif ini saldo akhir jumlah uang yang dapat diterima perusahaan akan memperoleh kurang dari $200,000 ($1,000,000 : 5 minggu = $200,000), rata-rata pendapatan penjualan per minggu ($10,400,000 pendapatan penjualan tahunan : 52 minggu = $200,00). Perusahaan akan mengumpulkan $200,000 lebih uang tunai selama setahun. Dengan pemasukan uang tunai tambahan perusahaan dapat meminjamkan kurang dari %200,000. Pada bunga tahunan 8% akan dapat menyimpan sebesar $16,000 sebelum pajak pendapatan. Atau, pemilik dapat menginvestasikan kurang dari $200,000 dalam bisnis dan menanamkan uangnya dimanapun. Pokok utama adalah modal itu memiliki biaya. Kelebihan jumlah yang dapat diterima (piutang) berarti bahwa hutang lebih atau kelebihan modal (capital equity) owner digunakan untuk bisnis. Bisnisnya tidak seperti modal yang menghasilkan sebagaimana biasanya. Pengurangan kecepatan dalam mengumpulkan uang yang dapat diterima pelanggan atau perubahan yang disengaja dalam kebijakan bisnis membolehkan syarat-syarat kredit lebih panjang yang menyebabkan piutang meningkat. Modal tambahan harus

Page 30 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky terjamin atau perusahaan harus mencoba mendapatkan saldo tunai yang lebih kecil. Jika anda seorang manager dalam contoh ini, anda akan memutuskan apakah ukuran piutang, menjadi pendapatan penjualan tahunan 5 minggu adalah konsisten dengan ukuran kredit penjualan perusahaan saudara dan kumpulan kebijakan anda. Mungkin 5 minggu adalah terlalu lama dan anda perlu mengambil suatu langkah. Jika anda sebagai seorang kreditor atau investor dalam suatu perusahaan anda harus memberi perhatian apakah managernya membolehkan rata-rata waktu kredit penjualan untuk mendapat pengawasan. Sebuah perubahan besar dalam waktu kredit rata-rata mungkin memberikan isyarat perubahan penting dalam kebijakan-kebijakan perusahaan. Page 31 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 4 EXHIBIT - PENERIMAAN PENJUALAN & PIUTANG Penerimaan selama 5 minggu yg belum diterima pada akhir tahun = 5/52 x $ 10,400,000 = $ 1,000,000 IKHTISAR LABA-RUGI PERTAHUN Penerimaan penjualan $10,400,000 Harga Pokok Penjualan 6,760,000 Laba kotor $ 3,640,000 Beban operasional 2,080,000 Beban penyusutan 260,000 Laba Usaha $ 1,300,000 Beban bunga 103,000 Laba sebelum pajak $ 1,197,000 Pajak 478,800 Laba bersih $ 718,200 Pendapatan per lb saham $3.59 NERACA (BALANCE SHEET) PADA AKHIR TAHUN Assets Kas $ 565,807 Piutang 1,000,000 Persediaan 1,690,000 Biaya dibayar dimuka 160,000 Tanah,bangunan & alat 3,000,000 Akumulasi penyusutan (800,000) Total Aktiva $ 5,615,807 Kewajiban dan Ekuitas penanam saham Hutang atas persediaan $ 520,000 Hutang atas beban ops 120,000 Akrual beban ops 240,000 Akrual bunga hrs dibayar 17,167 Hutang pajak 23,940 Kewajiban jk pendek 625,000 Kewajiban jk.panjang 750,000 Ekuitas saham (200,000 shares) 775,000 Laba ditahan 2,544,700 Page 32 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 5 HARGA POKOK PENJUALAN DAN PERSEDIAAN (COST OF GOODS SOLD EXPENSE AND INVENTORY) Page 33 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 5 HARGA POKOK PENJUALAN DAN PERSEDIAAN (COST OF GOODS SOLD EXPENSE AND INVENTORY) PENGELOLAAN PERSEDIAAN SEBELUM TERJUAL Bab ini memfokuskan hubungan antara harga pokok penjualan dalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) dan inventory / persediaan pada Neraca (Balance Sheet) (Balance Sheet) perusahaan, dalam kerangka bisnis menjual produk, yang disebut goods atau barang dagangan . Harga pokok penjualan adalah seluruh beban biaya dari produk yang dijual ke pelanggan selama tahun berjalan. Pendapatan dari penjualan dicatat ke sandi akun penjualan, yang mana dalam laporan laba (rugi) posisinya diatas biaya harga pokok pejualan. Harga pokok penjualan merupakan komponen biaya yang paling besar didalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) perusahaan, bisa jadi lipat tiga kali dari biaya operasional perusahaan pada tahun berjalan. Pengurangan atas harga pokok penjualan dari hasil penjualan disebut gross margin (laba kotor) atau laba bruto, dimana pada komposisi laporan L/R ada pada posisi pertama dari komponen laba (rugi). Kata Gross digunakan untuk menekankan bahwa tidak ada biaya lain-lain yang akan mengurangi, dan hanya biaya dari produk yang dijual yang akan mengurangi hasil pada Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement). Laba kotor merupakan titik awal untuk mendapatkan tambahan modal pada akhir periode, dengan kata lain langkah awal untuk menjual produk untuk mendapatkan laba kotor yang cukup sehingga semua biaya lain-lain dapat ditutup dan masih menyisakan sisa laba. Bab kemudian mendiskusikan biaya lain-lain perusahaan. Contoh : Perusahaan berpendapatan margin kotor sebesar 35% dari hasil penjualannya. $ 3,640,000 Margin Kotor = 35% Margin Kotor $ 10,400,000 Hasil Penjualan Terhadap penjualan bermacam-macam produk, beberapa produk mungkin laba kotor lebih dari 35 % dan beberapa barang kurang, secara keseluruhan untuk semua produk yang terjual sepanjang tahun rata-rata margin kotor adalah 35% (dengan range margin kotor antara 50% dan20%). Page 34 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Untuk menjual produk harus mempunyai persediaan produk dalam persediaan, atau disebut inventori. Titik perhatian pada Bab 5 ini, adalah bahwa antara hasil penjualan dengan inventory tidak ada hubungan, tapi hanya antara biaya dari produk yang terjual dan inventory. Nilai inventory dilaporkan dalam Neraca (Balance Sheet) (Balance Sheet), bukan pada nilai penjualannya. Perkiraan inventory merupakan akumulasi dari biaya produk yang dibeli atau diproduksi. Biaya perolehan ditampung dalam suatu perkiraan inventory sampai produk dijual kepada pelanggan. Pada waktu ini biaya produk dipindahkan dari inventory dan dibebankan ke biaya harga pokok penjualan (terhadap produk yang tidak terjual atau hilang, maka seluruh biaya dipindahkan dari inventory dan dibebankan ke harga pokok penjualan atau ke biaya lain-lain). BIAYA HARGA POKOK PENJUALAN (HPP) DAN PERSEDIAAN Diketahui pada Bab 5 Exhibit, bahwa hubungannya bukanlah antara hasil penjualan dengan persediaan, tetapi antara biaya harga pokok penjualan (HPP) dengan persediaan. Persediaan dilaporkan sebagai biaya pada Neraca (Balance Sheet) (Balance Sheet), bukan pada nilai penjualannya.Persediaan atas perkiraan harta / asset merupakan akumulasi biaya pembelian produk atau pembuatan produk. Biaya perolehan, tetap berada pada persediaan atas perkiraan harta / asset sampai dengan produk terjual ke pembeli. Pada saat itu biaya dari produk dipindahkan dari persediaan dan dikeluarkan dari biaya HPP (produk kemungkinan tidak terjual atau dicuri, sehingga dalam hal ini biayanya dipindahkan dari persediaan dan dibebankan kepada biaya HPP atau biaya lainnya). Neraca (Balance Sheet) (Balance Sheet) persediaan perusahaan pada akhir tahun ( misalnya $ 1,690,000 ) adalah biaya dari produk yang menunggu untuk dijual tahun depan. $ 6,760,000 yang dikurangkan dari hasil penjualan didalam laporan laba-rugi adalah biaya HPP produk yang terjual selama tahun berjalan. Tentunya tidak ada satupun dari produk ini yang masih tersisa pada persediaan akhir tahun. Beberapa produk perusahaan dibuat dalam waktu yang singkat dan produk lainnya lebih lama. Saat proses produksi selesai dan produk dipindahkan ke gudang untuk disimpan sampai produk terjual dan dikirim ke pembeli. Beberapa produk terjual dengan sangat cepat, hampir bersamaan dengan akhir dari proses produksi. Produk lain berada digudang beberapa minggu sebelum terjual. Bisnis ini, seperti kebanyakan perusahaan, menjual campuran dari produk-produk yang berbeda-beda, beberapa diantaranya mempunyai periode simpan yang sangat pendek dan lainnya mempunyai periode simpan yang sangat panjang. Page 35 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Pada contoh ini, periode simpan persediaan secara rata-rata untuk semua produk adalah 13 minggu atau 3 bulan. Interval waktu ini termasuk waktu untuk proses produksi dan waktu untuk penyimpanan digudang. Sebagai contoh, suatu produk mungkin memerlukan 3 minggu untuk pembuatan dan kemudian disimpan digudang selama 10 minggu, atau sebaliknya. Secara internal, produsen memisahkan persediaan barang dalam proses (produk masih dalam proses pembuatan) dari barang jadi (persediaan sudah siap dikirim ke pembeli). Biasanya hanya salah satu perkiraan persediaan gabungan yang dilaporkan pada lembar Neraca (Balance Sheet) external, seperti ditunjukkan pada Bab 5 Exhibit. Jika periode simpan persediaan rata-rata adalah 13 minggu, maka biaya persediaan perusahaan adalah sebagai berikut : $ 6,700,000 $ 1,690,000 13 x Biaya untuk HPP = Persediaan 52 selama setahun pada akhir tahun Diketahui pada Bab 5 Exhibit bahwa Neraca (Balance Sheet) persediaan akhir dari perusahaan adalah $ 1,690,000 Yang terpenting adalah bahwa periode simpan persediaan rata-rata menunjukkan ukuran relatif persediaan terhadap biaya HPP tahunan. Semakin lama periode pembuatan dan periode simpan digudang, akan semakin besar persediaannya. Manager Bisnis lebih memilih untuk bekerja dengan tingkat persediaan terendah yang paling memungkinkan, tanpa kehilangan penjualan yang disebabkan produk tida tersedia disaat pembeli membutuhkannya. Suatu bisnis perlu menginvestasikan modal yang besar pada persediaan. Sekarang, misalkan kita tidak mengetahui periode simpan persediaan rata-rata. Dengan menggunakan informasi dari laporan keuangan kita bisa mendapatkan periode simpan persediaan rata-rata. Dengan menggunakan informasi dari pernyataan-pernyataan keuangannya kita dapat menentukan periode simpan persediaan ratarata. Langkah pertama adalah untuk menghitung perbandingan berikut : $ 6,760,000 biaya Harga Pokok Penjualan = 4.00 Kali $ 1,690,000 Persediaan Ini memberikan Perbandingan Perputaran Persediaan. Dengan membagi perbandingan ini kedalam 52 minggu memberikan periode simpan persediaan rata-rata ditunjukkan dalam jumlah minggu : 52 Minggu = 13 Minggu 4.00 Perbandingan Perputarann Persediaan

Page 36 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Waktu adalah hal yang penting, karena dengan periode kredit penjualan rata-rata diperpanjang kepada para pelanggan. Ada yang menarik bagi manager baik para kreditor dan investor perusahaan, adalah berapa lama perusahaan dapat menahan investasi sebelum produk-produk dijual. Saya rasa Perbandingan Perputaran Persediaan adalah yang paling penting bila digunakan untuk menentukan jumlah minggu (atau 5 - 4 hari) yang diambil sebelum persediaan dijual. Apakah 1 terlalu lama ? Akankah periode simpan persedi perusahaan diperpendek ? Ini adalah secara tepat pertanyaanpertanyaan kunci, para manager, kreditor dan investor harus menjawab. Bila periode simpan lebih panjang dari yang diperlukan, terlalu banyak modal yang yang ditanam dalam persediaan. Atau, dana tunai perusahaan akan menjadi buruk karena ia menyimpan terlalu banyak uang dalam persediaan dan tidak cukup di bank untuk menunjukkan titik kunci ini, diharapkan perusahaan dengan managemen persediaan yang lebih baik akan dapat menurunkan periode simpan persediaan rata-ratanya sampai katakan 10 minggu. Ini adalah suatu perbaikan yang cukup dramatis, untuk mengatakan pengurangan. Akan tetapi teknik managemen persediaan modern seperti just-in-time (JIT) menjanjikan suatu perbaikan jika perusahaan telah menurunkan periode simpan persediaan rata-ratanya ke hanya 10 minggu, persediaan akhirnya adalah : $ 130,000 Biaya Harga Pokok Penjualan per Minggu x 10 Minggu = $ 1,300,000 Persediaan Akhir Dalam skenario persediaan akhir menjadi $ 390,000 kurang ( $ 1,690,000 terhadap $ 1,300,000). Perusahaan memerlukan $ 390,000 modal, atau akan menjadikan ini keseimbangan tunai pada penjualannya. Akan tetapi, dengan hanya persediaan 10 minggu perusahaan mungkin tidak mampu untuk membuat beberapa penjualan karena produk-produk tertentu mungkin tidak tersedia untuk penjualan yang cepat kepada pelanggan. Dengan kata lain, jika keseluruhan persediaan terlalu rendah, barang stock keluar mungkin terjadi. Tidak ada sesuatu yang lebih mengecewakan, khususnya terhadap staf penjualan, daripada ada permintaan pelanggan tetapi tidak ada produk untuk diserahkan kepada mereka. Biaya yang ditanggung harus seimbang terhadap kerugian kesempatan untuk memperoleh keuntungan karena tidak adanya produk yang siap untuk dijual. KE S I M P U L A N : Manager, Kreditor, dan Investor harus memperhatikan posisi stock / persediaan secara teratur / periodik jangan sampai terlalu tinggi atau terlalu rendah. Jika posisi persediaan terlalu tinggi, modal yang Page 37 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky tertanam bisa sia-sia. Jika terlalu rendah kesempatan laba yang diperoleh bisa meleset. Persediaan dari kompetitor dan Trend Historis Persediaan bisa dijadikan perbandingan dan contoh yang berguna. Organisasi Asosiasi Dagang Nasional (KADIN INDONESIA) mengumpulkan informasi persediaan & laporan keuangan dari anggotanya dalam Buletin / Journal mereka yang dapat diperoleh dengan biaya yang kecil. Departemen Perdagangan & Adiminstrasi Perusahaan Kecil (DEPERINDAG) dapat berguna sebagai sumber informasi / contoh / panutan. Juga para Banker / kepala pemberi pinjaman sebagai pihak yang tepat untuk ditanya tentang type / praktek persediaan untuk bisnis yang dijalankan perusahaan. Page 38 of 199

BAB 5 EXHIBIT - HARGA POKOK PENJUALAN DAN PERSEDIAAN Persediaan selama 13 minggu yg belum diterima pada akhir tahun = 13/52 x $ 6,760,000 = $ 1,690,000 IKHTISAR LABA-RUGI PERTAHUN Penerimaan penjualan $10,400,000 Harga Pokok Penjualan 6,760,000 Laba kotor $ 3,640,000 Beban operasional 2,080,000 Beban penyusutan 260,000 Laba Usaha $ 1,300,000 Beban bunga 103,000 Laba sebelum pajak $ 1,197,000 Pajak 478,800 Laba bersih $ 718,200 Pendapatan per lb saham $3.59 NERACA (BALANCE SHEET) PADA AKHIR TAHUN Assets Kas $ 565,807 Piutang 1,000,000 Persediaan 1,690,000 Biaya dibayar dimuka 160,000 Tanah,bangunan & alat 3,000,000 Akumulasi penyusutan (800,000) Total Aktiva $ 5,615,807 Kewajiban dan Ekuitas penanam saham Hutang atas persediaan $ 520,000 Hutang atas beban ops 120,000 Akrual beban ops 240,000 Akrual bunga hrs dibayar 17,167 Hutang pajak 23,940 Kewajiban jk pendek 625,000 Kewajiban jk.panjang 750,000 Ekuitas saham (200,000 shares) 775,000 Laba ditahan 2,544,700 Total Kewajiban & Ekuitas $ 5,615,807 Page 39 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 6 PERSEDIAAN DAN HUTANG (INVENTORY AND ACCOUNT PAYABLE) Page 40 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 6 PERSEDIAAN DAN HUTANG (INVENTORY AND ACCOUNT PAYABLE) PEROLEHAN PERSEDIAAN DENGAN CARA KREDIT ( AQUIRING INVENTORY ON CREDIT) Bagian ini memfokuskan hubungan antara persediaan pada aktiva dengan beban persediaan yang harus dibayar pada kewajiban/hutang (liability) dan ekuitas dalam Neraca (Balance Sheet) Bila disimak lebih jauh, pada bab bab sebelumnya bisa dilihat hubungan antara Neraca (Balance Sheet) dengan Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement), sedang pada bab ini kita akan melihat hubungan dalam Neraca (Balance Sheet) itu sendiri. Berbeda dengan bab sebelumnya , hubungan ini tidak menerangkan bagaimana penjualan ataupun biaya akan mengendalikan aktiva tetapi pada bagaimana persediaan mempunyai hubungan yang dapat mengendalikan kewajiban/hutang (liability) (liability) . Pada contoh ini perusahaan diartikan sebagai pembuat produk untuk dijual , maka untuk memulainya perusahaan perlu melakukan pembelian material - material yang diperlukan dalam proses. Biaya pengadaan tersebut diperoleh secara kredit, perusahaan tidak melakukan pembayaran secara tunai. Demikian pula untuk pembayaran utilitas lainnya seperti listrik , gas ,dll .Sebagai contoh , setiap bulan perusahaan jasa listrik dan gas mengirimkan tagihan atas penggunaan listrik dan gas untuk bulan berjalan , dan perusahaan akan menunda beberapa minggu sebelum melakukan pembayaran . Perusahaan juga melakukan pembelian kebutuhan produksi secara kredit. Dalam Neraca (Balance Sheet) perusahaan kewajiban/hutang (liability) (liability) untuk berbagai produk yang memiliki hubungan dengan pembelian secara kredit ditunjukkan dalam kewajiban/hutang (liability) (liability) atas persediaan. Biaya operasional juga menambah kewajiban/hutang (liability) harus dibayar Pada kebanyakan usaha, periode pengelolaan persediaan biasanya lebih panjang dari pada periode pengadaan secara kredit .Dengan kata lain pembayaran kewajiban/hutang (liability) lebih singkat waktunya dari pada penjualan persediaan. Page 41 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Pada contoh ini, waktu rata-rata yang dibutuhkan perusahaan dalam mengelola persediaan mulai dari proses produksi sampai selesai penjualan adalah 13 minggu , tetapi perusahaan menyelesaikan pembayaran hutang usahanya rata-rata 4 minggu. Karena itu pada akhir tahun untuk pencatatan kewajiban/hutang (liability) harus dibayar lawan persediaan dapat digambarkan sebagai berikut 4x $ 1,690,000 $ 520,000 = 13 Inventory Account Payable- Inventory Secara singkat dapat dikatakan bahwa kewajiban/hutang (liability) adalah 4/13 dari persediaan , dengan demikian perusahaan akan mendapatkan fasilitas gratis selama 4 minggu untuk pembelian persediaan , karena ini membutuhkan waktu sebelum jatuh tempo pembayaran untuk pembelian secara kredit. Sedang untuk waktu penyimpanan yang tersisa selama 9 minggu persediaan harus dibiayai dari pendapatan ekuitas yang dijadikan modal kerja. Dari ilustrasi tersebut diatas, terlihat bahwa seolah-olah perusahaan mendapatkan fasilitas gratis 4 minggu untuk pembelian persediaan. Namun pada kenyataannya penunggakan pembayaran tersebut akan mempengaruhi harga dari pembelian operasional & harga dari persediaan, karena penjual akan mengkompensasi penundaan pembayaran (penerimaan uang cash) tersebut, hal tersebut sesuai yang dikatakan oleh ahli ekonomi bahwa Tidak ada suatu makan siang yang gratis Page 42 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 6 EXHIBIT - PERSEDIAAN DAN HUTANG ATAS PERSEDIAAN IKHTISAR LABA-RUGI PERTAHUN Penerimaan penjualan $10,400,000 Harga Pokok Penjualan 6,760,000 Laba kotor $ 3,640,000 Beban operasional 2,080,000 Beban penyusutan 260,000 Laba Usaha $ 1,300,000 Beban bunga 103,000 Laba sebelum pajak $ 1,197,000 Pajak 478,800 Laba bersih $ 718,200 Pendapatan per lb saham $3.59 Pembayaran persediaan selama 4 minggu yg belum dibayarkan s/d pada akhir tahun = 4/13 x $ 1.690.000 = $ 520,000 NERACA (BALANCE SHEET) PADA AKHIR TAHUN Assets Kas $ 565,807 Piutang 1,000,000 Persediaan 1,690,000 Biaya dibayar dimuka 160,000 Tanah,bangunan & alat 3,000,000 Akumulasi penyusutan (800,000) Total Aktiva $ 5,615,807 Kewajiban dan Ekuitas penanam saham Hutang atas persediaan $ 520,000 Hutang atas beban ops 120,000 Akrual beban ops 240,000 Akrual bunga hrs dibayar 17,167 Hutang pajak 23,940 Kewajiban jk pendek 625,000 Kewajiban jk.panjang 750,000 Ekuitas saham (200,000 shares) 775,000 Laba ditahan 2,544,700 Total Kewajiban & Ekuitas $ 5,615,807 Page 43 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 7 BEBAN OPERASIONAL DAN HUTANG (OPERATING EXPENSES AND ACCOUNTS PAYABLE) Page 44 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 7 BEBAN OPERASIONAL DAN HUTANG (OPERATING EXPENSES AND ACCOUNTS PAYABLE) PENCATATAN BIAYA OPERASIONAL SEBELUM DIBAYARKAN Dengan memperhatikan Exhibit bab ini, yang penekanannya adalah pada hubungan antara biaya operasi didalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) perusahaan dengan hutang biaya operasi didalam Neraca (Balance Sheet). Didalam kegiatan sehari-hari tentang pencatatan terhadap biaya operasional dilakukan pada saat dibayarkan, yang berarti biaya bertambah dan kas berkurang. Akan tetapi ada beberapa biaya operasional yang harus dicatat sebelum dilakukan pembayaran. Hal ini merupakan pokok bahasan dalam bab ini. Biaya Operasi merupakan suatu judul yang dikelompokkan bersama-sama dengan beberapa biaya spesifik lainnya didalam menjalankan perusahaan. Misalnya biaya depresiasi tahunan pada fixed assets merupakan biaya tersendiri. Total daripada biaya operasi sebesar $2,080,000 yang tercantum dalam laporan laba/ rugi adalah tidak termasuk biaya depresiasi. Demikian juga untuk biaya bunga dan pajak atas laba, yang akan dilaporkan secara terpisah didalam laporan laba/ rugi perusahaan. Yang termasuk dalam biaya operasi adalah sebagai berikut: Biaya sewa gedung, foto copy, komputer, biaya kebutuhan sistem peralatan, dan asset-asset lainnya. Upah, gaji, komisi, bonus, dan kompensasi lainnya yang dibayar oleh para manager, staf kantor, personil penjualan, pekerja gudang, para petugas keamanan dan pegawai lainnya. (Kompensasi yang dibayar pegawai di bagian produksi termasuk didalam biaya produksi pabrik, dan bukan didalam biaya operasi). Pajak penghasilan dan beberapa tunjangan tambahan yang merupakan ganti rugi tenaga kerja, seperti rencana kontribusi biaya kesehatan dan obat-obatan, dan biaya perencanaan pension karyawan. Alat tulis kantor dan pemrosesan data. Biaya telepon, fax, internet, dan web site. Biaya penyusutan inventory karena pencurian atau kesalahan perlakuan dan gudang barang; biaya atas barang yang hilang dan rusak yang dihapuskan dalam Harga Pokok Penjualan, atau secara alternative dimasukkan dalam biaya operasi. Page 45 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Pertanggung jawaban, kebakaran, kecelakaan, dan biaya asuransi lainnya. Biaya iklan dan promosi penjualan, merupakan pengeluaran yang besar dari suatu kegiatan usaha/ bisnis. Piutang tak tertagih dan harus dihapuskan. Biaya transportasi dan pelayaran. Biaya travel dan entertaiment. Untuk bisnis yang kecil rata-rata menggunakan 50 s/d 100 rekening khusus untuk biaya operasi. Namun untuk bisnis perusahaan yang lebih besar, menggunakan ribuan rekening biaya yang spesifik. Ada empat cara dasar untuk mencatat biaya operasi perusahaan. Cara pertama adalah mencatat biaya-biaya pada saat dibayarkan, bukan sebelum maupun sesudahnya. Bab ini menjelaskan cara dasar lainnya yaitu dengan menambah account payable -operating expenses (hutang biaya operasi). Akan lebih sederhana jika setiap biaya operasi yang timbul dibayarkan pada periode yang sama. Tetapi tidak sesederhana itu, bahwa untuk beberapa biaya operasi tidak dapat menunggu untuk kegiatan pencatatan biaya sampai dengan dilakukannya pembayaran. Segera setelah suatu pertanggung jawaban timbul maka jumlah biaya harus dicatat. Suatu pertanggung jawaban timbul ketika ada obligasi untuk pembayaran yang akan datang dan yang telah diterimanya keuntungan sacara ekonomi dari biaya operasi suatu usaha. Pencatatan kewajiban/hutang (liability) jangka pendek adalah satu aspek mendasar dari accrual basis dari akuntansi. Biaya dicatat sebelum dibayarkan sehingga mengurangi jumlah biaya dari pendapatan penjualan untuk mengukur keuntungan secara periodik. Contoh, diharapkan pada tanggal 15 Desember suatu bisnis menerima surat dalam bentuk tagihan dari pengacara untuk pengesahan pekerjaan yang dijalankan perusahaan lebih dari dua atau tiga bulan sebelumnya. Akuntansi perusahaan menggunakan tahun fiskal pada tanggal 31 Desember. Perusahaan tidak akan membayar para pengacara sampai tahun yang akan datang. Biaya ini terjadi pada tahun ini, dan akan dicatat dalam rekening biaya legal fee. Dengan demikian perusahaan mencatat suatu penambahan didalam rekening hutang (payable liability) untuk mencatat biaya pengesahan. Ini hanya satu dari beberapa contoh yang ada, contoh lainnya termasuk tagihan dari surat kabar untuk pengiklanan yang diterbitkan, tagihan telepon, dan lain sebagainya. Secara umum pembicaraan pertanggung jawaban ini mempunyai periode kredit cukup pendek. Berdasarkan pengalaman, suatu bisnis dapat mengetahui ratarata waktu yang diambil untuk membayar hutang jangka pendek. Ratarata periode pinjaman perusahaan didalam contoh adalah 3 minggu. Itu adalah jumlah hutang biaya operasi-nya dan dapat ditunjukkan

sebagai berikut : 03 $ 2,080,000 $ 120,000 X Biaya Operasi = Hutang

Biaya Operasi

52 dalam 1 tahun Page 46 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Dalam Exhibit bab ini ditunjukkan catatan bahwa hutang pada akhir tahun sebesar $120,000. Biaya operasi yang tidak dibayar segera dicatat didalam pos hutang untuk mengakui obligasi usaha untuk pembayaran biayanya dan untuk mencatat biaya yang diperoleh operasi suatu bisnis. Dengan kata lain, ada didalam keduanya yaitu income statement dan Neraca (Balance Sheet) alasan untuk mencatat biaya yang tidak dibayarkan. Prinsip akuntansi secara umum membutuhkan hutang untuk pencatatan biaya yang belum dibayar sampai dengan akhir periode akuntansi. Bagaimanapun juga, pencatatan biaya yang tidak terbayar tidak mengurangi kas. Arus keluar muncul sesudahnya, saat hutang dibayar. Bab 13 menunjukkan analisa Arus Kas (Cash Flow) untuk membuat keuntungan. Page 47 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 7 EXHIBIT - BEBAN OPERASIONAL DAN HUTANG BEBAN OPERASI IKHTISAR LABA-RUGI PERTAHUN Penerimaan penjualan $10,400,000 Harga Pokok Penjualan 6,760,000 Laba kotor $ 3,640,000 Beban operasional 2,080,000 Beban penyusutan 260,000 Laba Usaha $ 1,300,000 Beban bunga 103,000 Laba sebelum pajak $ 1,197,000 Pajak 478,800 Laba bersih $ 718,200 Pendapatan per lb saham $3.59 Pembayaran Beban Operasional selama 3 minggu yg belum dibayar s/d akhir tahun = 3/52 x $ 2.080.000 = $ 120,000 NERACA (BALANCE SHEET) PADA AKHIR TAHUN Assets Kas $ 565,807 Piutang 1,000,000 Persediaan 1,690,000 Biaya dibayar dimuka 160,000 Tanah,bangunan & alat 3,000,000 Akumulasi penyusutan (800,000) Total Aktiva $ 5,615,807 Kewajiban dan Ekuitas penanam saham Hutang atas persediaan $ 520,000 Hutang atas beban ops 120,000 Akrual beban ops 240,000 Akrual bunga hrs dibayar 17,167 Hutang pajak 23,940 Kewajiban jk pendek 625,000 Kewajiban jk.panjang 750,000 Ekuitas saham (200,000 shares) 775,000 Laba ditahan 2,544,700 Total Kewajiban & Ekuitas $ 5,615,807 Page 48 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 8 PEMBAYARAN BIAYA OPERASI DAN PEMBAYARAN DIBAYAR DIMUKA (OPERATING EXPENSES AND PREAPAID EXPENSES) Page 49 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 8 PEMBAYARAN BIAYA OPERASI DAN PEMBAYARAN DIBAYAR DIMUKA (OPERATING EXPENSES AND PREAPAID EXPENSES) Untuk memulai, coba merefer/lihat lampiran Bab 8, dimana sebagai kesimpulan hubungan antara biaya operasi lain-lain didalam laporan keuangan dan biaya lain-lain yang dibayar didepan dalam Neraca (Balance Sheet). Bab ini juga menerangkan bahwa biaya lainlain akan mengendalikan biaya pokok dalam bisnis. Bab 7 menerangkan bahwa biaya lain-lain yang tercatat sebelum pembayaran , dan juga pencatatan yang andal untuk biaya lain-lain yang tidak terbayar. Bab ini, secara gamblang menerangkan juga bahwa biaya tertentu yang terbayar sebelum tercatat sebagai biaya lain-lain. Sebagai contoh, biaya yang dibayar didepan lain-lain adalah premium asuransi, dimana harus dibayar didepan sebagai periode pembayaran asuransi dimana biasanya mengcover 6 atau 12 bulan. Contoh lain adalah supply peralatan kantor dan komputer yang terbeli dalam paket dan kemudian digunakan gradual sampai beberapa minggu. Pajak tahunan property yang harus dibayar diawal tahun. Jumlah tersebut harus dialokasikan total beberapa bulan yang tercover sebagai pajak property. Pembayaran kontan yang dibayar sebagai biaya didepan diletakan dalam kesatuan laporan akutansi dan kemudian jumlah ini secara gradual ditarik keluar secara periodik ke biaya lain-lain. Pelaksanaan ini diartikan bahwa biaya lain-lain yang terlambat, akan dibiayakan di perioda kemudian. Pembiayaan yang digunakan untuk kepentingan ini disebut biaya lain-lain yang dibayar dimuka. Biaya ini dialokasikan , dengan demikian maka penerimaan bulanan dikemudian menjadi pembagian yang fair dalam pembiayaan. Setiap bulan dimasukan dan dicatat untuk dipindah sebagai bagian kecil biaya yang tepat dari biaya yang dibayar dimuka lain-lain dan untuk mencatat porsi ini dalam biaya lain-lain. Berdasarkan pengalaman dan dalam operasional, bisnis mengetahui berapa besar, rata-rata, biaya dibayar dimuka lain-lain relatif pada biaya lain-lain tahunan. Contoh , biaya dibayar dimuka lainlain perusahaan dalam 4 minggu dari biaya lain-lain tahunan. Sehingga, biaya dibayar dimuka lain-lain dapat digambarkan sebagai berikut : 4/52 x Biaya lain-lain pertahun = biaya dibayar dimuka lain-lain. $ 2,080,000 $ 160,000 Didalam bab 8 lampiran tercatat bahwa Neraca (Balance Sheet) akhir tahun dari item pokok pembiayaan adalah $ 160,000 , Page 50 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky dimana terhitung kecil dibanding akutansi penerimaan perusahaan dan Neraca (Balance Sheet) ( ini typical dari bisnis secara umum ). Biaya operasi yang harus dibayar didepan diletakan dalam biaya dibayar dimuka lain-lain semuanya untuk dikenali sebagai prapembayaran dari biaya dan untuk menunda pencatatan biaya lainlain sampai waktu yang ditemtukan , kemudian laba dihitung secara benar untuk beberapa periode. Lain kata, laporan keuangan dan Neraca (Balance Sheet) untuk dicatat dalam biaya lain-lain. Penarikan pembiayaan dari prapembayaran secara cepat untuk biaya lain-lain akan menjadi premature ( biaya lain-lain menjadi besar dalam satu perioda , menjadi rendah untuk perioda berikutnya ) yang berakibat pada profit/laba. Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) meminta biaya operasi yang dibayarkan didepan harus diletakkan di pos asset biaya dibayar didepan lain-lain, dan tidak dibiayakan langsung ke biaya lain-lain ( diasumsikan sebagai material, atau biaya yang cukup terukur untuk membuat perbedaan ). Pembayaran didepan dalam biaya lain-lain tentu akan mengurangi cash/kontan. Pengeluaran kontan/cash akan mengambil tempat tahun ini, kalau tidak demikian akan muncul di pembiayaan lain-lain tahun depan. Page 51 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 8 EXHIBIT - BEBAN OPERASIONAL DAN BIAYA DIBAYAR DIMUKA NERACA (BALANCE SHEET) PADA AKHIR TAHUN Assets Kas $ 565,807 Piutang 1,000,000 Persediaan 1,690,000 Biaya dibayar dimuka 160,000 Tanah,bangunan & alat 3,000,000 Akumulasi penyusutan (800,000) Total Aktiva $ 5,615,807 Kewajiban dan Ekuitas penanam saham Hutang atas persediaan $ 520,000 Hutang atas beban ops 120,000 Akrual beban ops 240,000 Akrual bunga hrs dibayar 17,167 Hutang pajak 23,940 Kewajiban jk pendek 625,000 Kewajiban jk.panjang 750,000 Ekuitas saham (200,000 shares) 775,000 Laba ditahan 2,544,700 Total Kewajiban & Ekuitas $ 5,615,807 IKHTISAR LABA-RUGI PERTAHUN Penerimaan penjualan $10,400,000 Harga Pokok Penjualan 6,760,000 Laba kotor $ 3,640,000 Beban operasional 2,080,000 Beban penyusutan 260,000 Laba Usaha $ 1,300,000 Beban bunga 103,000 Laba sebelum pajak $ 1,197,000 Pajak 478,800 Laba bersih $ 718,200 Pendapatan per lb saham $3.59 Pembayaran Beban Operasional selama 4 minggu yg dibayar dimuka s/d akhir tahun = 4/52 x $ 2.080.000 = $ 160,000 Page 52 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 9 AKTIVA TETAP, BIAYA PENYUSUTAN DAN AKUMULASI PENYUSUTAN (FIXED ASSETS, DEPRECIATION EXPENSE ANDACCUMULATED DEPRECIATION) Page 53 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 9 AKTIVA TETAP, BIAYA PENYUSUTAN DAN AKUMULASI PENYUSUTAN (FIXED ASSETS, DEPRECIATION EXPENSE ANDACCUMULATED DEPRECIATION) TINJAUAN SINGKAT TENTANG LAPORAN BIAYA Sekarang anda harus mempunyai dasar laporan biaya yang berpangkal pada pertumbuhan. Pengeluaran biaya untuk operasional tidak cukup hanya dicatat dalam periode pengeluaran yang sama. Dengan kata lain, biaya-biaya yang tidak tercatat pada laporan pengeluaran, dipastikan bahwa semua kebutuhan usaha tercatat dan tersimpan dengan baik. Laporan keuangan sangat memperhatikan tentang ketepatan/ keakuratan pencatatan biaya-biaya, serta kesesuaian antara biayabiaya dengan pendapatan penjualan. Setiap pencatatan biaya-biaya diterangkan secara singkat sebagai berikut : Kesesuaian biaya dengan pendapatan penjualan Biaya penjualan, biaya komisi penjualan dan biaya-biaya lain yang langsung terkait dengan komponen penjualan dicatat dalam periode yang sama dengan pendapatan penjualan. Terus terang, tanpa ragu-ragu bahwa semua biaya langsung yang dipakai penjualan harus tepat dengan pendapatan penjualan. Kesesuaian biaya dengan periode yang tepat Beberapa biaya, tidak langsung mengenali tentang biaya penjualan, diantaranya gaji karyawan TTL, sewa ruang gudang, proses komputer untuk membuat laporan keuangan, ongkos pemeriksaan dan hukum, suku bunga pinjaman, dan lain-lain. Biaya tidak langsung hanya sebatas biaya langsung. Tetapi, itu tidak mengenai sasaran atau dipotong agar sesuai antara biaya tidak langsung dengan biaya penjualan. Sementara itu biaya tidak langsung dicatat dalam satu periode dimana didapat keuntungan dalam berusaha. Pencatatan dari biaya-biaya yang terpakai dalam aktiva masuk dalam laporan pertanggung jawaban. Bab 5 menjelaskan tentang pemakaian inventory untuk menekan biaya pembuatan produk atau pembelian sampai produk terjual serta semua biaya tercatat. Bab 7 menjelaskan tentang penggunaan laporan-laporan pertanggung jawaban pembayaran untuk pencatatan biaya yang belum terbayar s/d satu periode. Dan bab 8 menjelaskan tentang laporan pembayaran dimuka untuk biaya-biaya aktiva yang ditangguhkan atau penangguhan pencatatan biaya-biaya operasional sampai dengan waktu tertentu. Page 54 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Bab ini menjelaskan bahwa pembiayaan jangka panjang aktiva tetap yang digunakan untuk operasional/berusaha dapat diperpanjang sampai umur maksimal. Alokasi biaya aktiva tetap sesuai yang diinginkan dimanfaatkan maksimal sesuai kaidah penyusutan. Harap berhati-hati bahwa depresiasi/penyusutan membuat bingung bagi kebanyakan orang. Beberapa orang berpendapat bahwa nilai pengembalian, atau penurunan dalam nilai pasar pada aktiva seperti mobil pribadi. Catatan ini tidak terlalu salah, tetapi dalam laporan keuangan penyusutan berarti alokasi biaya DEPRESIASI SALAH SATU BENTUK PEMBIAYAAN Silahkan merujuk ke Bab 9 halaman 52. Sebuah perusahaan pada contoh ini menyewa semua fasilitas sebagai asset tetapnya, termasuk area kerjanya. Usahanya dispesialisikan pada permesinan, perlengkapan dan peralatan yang mana disewa dalam kontrak jangka panjang. ( Tentu saja, beberapa pabrik tergantung dari fasilitasnya, sesuai dalam kontrak ). Pembayaran sewa untuk asset pabrik adalah termasuk biaya pembuatan. ( Biaya pembuatan tetap diakui dalam catatan inventoty sampai barang terjual, yang mana pembiayaan atas barang yang dijual harus dicatat.). Perbedaannya, perusahaan yang mempunyai semua fasilitas pendukung sebagai asset tetapnya, sebuah gudang dan gedung perkantoran, perabotan dan perlengkapan, komputer, truk, fork lift untuk digudang, kendaraan operasional. Asset ini dalam perhitungan dianggap sebagai pembelian, menggunakannya dalam beberapa tahun, dan berakhir dengan dihapuskannya asset tersebut. Asset tetap dimiliki oleh sebuah badan usaha dikelompokkan dalam laporan keuangan khusus untuk laporan Neraca (Balance Sheet). Suatu kebiasaan pengelompokan dari asset-asset tetap adalah kekayaan, area pabrik dan perlengkapan. (Breakdown detil dari asset tetap diperlihatkan pada catatan kaki dari pernyataan finansiil, atau pada jadwal yang terpisah). Pada akhir tahun belakangan ini laporan kekayaan badan usaha, pabrik dan perlengkapan pada 3 juta dollar ditunjukkan pada Bab 9. Nilainya adalah biaya orisinil dari asset tetap, yang mana seberapa banyak biaya yang timbul ketika sebuah usaha dijalankan. Mungkin anda juga ingin melihat pada contoh B pada halaman 60, yang mana menunjukkan Neraca (Balance Sheet) keseimbangan dari sebuah usaha. Dalam ketetapan finansiil ini asset tetap perusahaan adalah dinyatakan dalam tanah, gedung, mesin, perlengkapan, dan perabotan yang mana diposisikan dalam laporan dengan judul tanah milik, pabrik dan perlengkapan yang mana berdeda dari perusahaan yang satu dengan yang lainnya. Asset tetap digunakan dalam beberapa tahun, tetapi akhirnya usang dan tidak digunakan dalam sebuah usaha. Dalam waktu dekat, asset ini mempunyai keterbatasan rentang waktu, ini bukan yang terakhir terakhir kalinya. Sebagai contoh, truk untuk pengiriman berjalan sejauh 150.000 mil atau 20.000 mil, tetapi truk akhirnya harus diganti. Page 55 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Pembiayaan untuk truk, sebagai contoh, dibagi rata selama umur harapan penggunaan dalam usaha. Kenyataannya berapa tahun ? Sebuah usaha mempunyai pengalaman untuk memperkirakan umur penggunaan dari asset tetap ini. Dalam teori, sebuah usaha harus membuat ramalan yang terbaik seberapa lama setiap asset tetap bias dimanfaatkan, dan kemudian dibagi selama masa penggunaannya. Kebanyakan pengembalian usaha dalam bentuk pajak pemerintah, hal ini memberikan petunjuk masa penggunaan dari asset tetap dimana membolehkan untuk pemisahan biaya penyusutan dalam pendapatan pengembalian pajak. Penyusutan asset tetap merupakan satu area dimana aturan pendapatan pajak ditetapkan. Satu bagian dari pendapatan pajak disebut Modified Accelerated Cost Recovery System atau disingkat MACRS. Setiap jenis dari asset tetap memberikan masa selama asset tetap nilainya disusutkan. Biaya dari tanah tidak disusutkan, karena tanah tidak akan hilang dan mempunyai kegunaan yang abadi. (Tentu saja harga pasar dari real estate dapat berfluktuasi setiap saat dan tanah dapat musnah karena banjir atau gempa bumi, tetapi hal ini lain masalah. Syarat accelerated dalam MACRS berarti dua perbedaan. Pertama, aturan pendapatan pajak memperkenankan asset tetap untuk disusutkan selama masa yang lebih pendek dari pada kondisi actual dari masa penggunaannya. Sebagai contoh, kendaraan dan truk kecil dapat disusutkan selama 4 tahun. Tetap asset tetap ini masa penggunaannya lebih dari 4 tahun (kecuali mungkin untuk taxi di kota New York). Gedung yang digunakan setelah tahun 1993 dapat disusutkan selama 39 tahun, tetapi kebanyakan gedung digunakan lebih lama. Secara tertulis Konggres yang mengatur pendapatan pajak menentukan bahwa membolehkan usaha untuk menyusutkan asset tetapnya lebih cepat dari kondisi yang ada dan ini merupakan kebijakan ekonomi yang baik. Kedua, accelerated berarti front loaded sebagain besar biaya dari sebuah asset tetap adalah pengurangan dari 50 % pertama dari masa penggunaan kemudian baru pada paruh waktu kedua. Sementara dari level, nilai yang sama dari penyusutan dibiayakan dari tahun ketahun (yang mana disebut metode straight line ), aturan pendapatan pajak meperkenankan sebuah usaha mengurangi nilai terbesar dari penyusutan di tahun awal dan mengecil di akhir tahun. Percepatan penyusustan mengijinkan sebuah usaha untuk mengurangi pendapatan pajak di awal tahun dari asset yang digunakan. Tetapi pengaruhnya tidak berarti ini adalah metode penyusutan yang terbaik dalam teori atau praktek. Dalam beberapa kasus, metode percepatan penyusutan, dengan table pendapatan pajak, sangat popular, yang mungkin anda tahu. Sebuah usaha harus mempertahankan sebuah jadwal penyusutan untuk setiap asset tetapnya dan menjaga rencana awal pembiayaan dan seberapa besar biaya penyusutan harus didata setiap tahun. Hanya biaya yang dapat di susutkan. Satu dari total biaya dari asset tetap harus disusutkan, tidak lebih dari biaya penyusutan yang di data. Pada poin ini asset tetap adalah total penyusutan rata-rata terlebih dahulu, sampai digunakan beberapa tahun lagi. Page 56 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Dalam contoh ini, biaya penyusutan untuk kebanyakan perusahaan ditahun belakangan ini adalah 260.000 dollar lihat bab 9. Gudang dan gedung perkantoran di susutkan dengan metode linier, mengingat ini adalah asset tetap lain-lain (contoh, truk, komputer, dll) disusutkan sesuai dengan sebuah metode percepatan penyusutan. Metode penyusutan dijelaskan lebih lanju pada bab 21. Nilai biaya penyusutan yang dibiayakan tiap tahun adalah mendekati bila dibandingkan dengan kebanyakan biaya lainnya. Satu sebab adalah estimasi waktu penggunaan adalh mutlak. Untuk 6 bulan kebijakan asuransi, ada sedikit keragu-raguan bahwa total biaya premi akan dialokasikan benar-benar selama 6 bulan. Tetapi untuk asset dengan masa penggunaan yang panjang seperti meja kantor, ak display, filing cabinet, komputer, dll. merupakan masalah yang lebih rumit. Dari pengalaman masa lalu merupakan petunjuk yang baik, tetapi memerlukan banyak ruang yang salah. Permasalahan yang diteruskan dari perkiraan masa guna, pembaca keputusan finansiil disarankan untuk menjaga dan mempertahankan dengan konsekwensi bila mengadopsi estimasi masa guna yang lama. Jika esimasi masa guna terlalu pendek dari pada biaya penyusutan yang dicatat terlalu cepat. Pada kenyataannya, estimasi masa guna pada umumnya terlalu pendek. Oleh karena itu pahamkan hal ini di pola piker kita. Akuntan, dengan restu dari Internal Revenue Code, memerlukan pendekatan yang sangat konservativ. Kemudian penyusutan asset tetap merupakan satu jalan untuk pemasukan pajak dan menggunakan jalan yang lebih realistis untuk laporan keuangan, kebanyakan badan usaha mengijinkan metode pemasukan pajak dalam kebijakan keuangannya. Apa yang anda temui dalam kebijakan keuangan adalah sebuah forocopy dari metode penyusutan dalam sebuah perusahaan pengembalian pajak pendapatan. Ini merupakan laporan keuangan yang baguskah ? Saya ada keragu-raguan.Tetapi percepatan penyusutan adalah fakta dari kehidupan suatu usaha. NILAI YANG TIDAK BIASA AKUMULASI PENYUSUTAN

Jumlah nilai / biaya penyusutan disetiap periode tidak pernah tercatat sesuai dengan penurunan nilai aktiva tetap. Pengurangan nilai aktiva tetap yang tampak tersebut, dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan, sebab keseluruhan titik penyusutan dapat menggambarkan pemakaian dari aktiva tetap yang nilainya semakin menurun. Jadi permasalahannya sekarang adalah kenapa kita tidak mengurangi nilai dari aktiva tetap tersebut. Baiklah, suatu standard praktis dunia akuntansi adalah untuk sesegera mungkin mengumpulkan jumlah biaya penyusutan tahunan, dimana semua nilai yang berkaitan dengan aktiva tetap disebut Akumulasi Penyusutan ( Accumulated Depreciation). Nilai tersebut adalah semua nilai yang secara tidak langsung terakumulasi dari Page 57 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky waktu ke waktu sejumlah nilai yang dibebankan pada biaya penyusutan. Pada Exhibit bab 9 terlihat : bahwa saldo perusahaan untuk biaya tersebut pada akhir tahun sebesar $ 800,000. Apabila dikaitkan dengan biaya awal (original cost) dari aktiva tetap tersebut sebesar $ 3,000,000. maka dari saldo akumulasi penyusutan dapat dinyatakan bahwa aktiva tetap tersebut usianya tidaklah terlalu tua. Juga, perusahaan tersebut mencatat biaya penyusutan sebesar $ 260,000 dalam tahun terbarunya. Pada tinjauan ini sedikitnya sudah 3 (tiga) tahun lebih penyusutan telah tercatat pada aktiva tetapnya. Bagimanapun juga, saldo yang ada didalam akumulasi penyusutan dikurangkan dari biaya awal (original cost) aktiva tetap tersebut. Pada keterangan yang ada di Exhibit bab 9 memperlihatkan bahwa Akumulasi penyusutan dikurangkan dari biaya awal, dan yang tersisa sebesar $ 2,200,000. Besarnya biaya tersebut merupakan bagian dari biaya awal yang belum mengalami penyusutan ; dan biaya ini disebut sebagai nilai buku (book value) dari aktiva tetap tersebut. Pada umumnya, semua biaya dari suatu modal tetap akan turun nilai / harganya. Oleh karena itu, nilai buku merupakan suatu gambaran dari nilai penyusutan kedepan, walaupun suatu perusahaan diperkenankan membuang sebagian dari aktiva tetapnya sebelum secara penuh jatuh / turun harganya. Lebih jelasnya adalah : Nilai $ 800,000 adalah saldo akumulasi penyusutan yaitu jumlah dari semua nilai penyusutan yang telah dicatat disepanjang tahun dimana aktiva tetap tersebut digunakan / dipakai. Jadi hal tersebut bukan hanya nilai penyusutan pada tahun terbaru saja. Tidak ada cara lain untuk menjelaskan, bahwa berapa banyak saldo yang telah dicatat selama tahun yang dulu, atau tahun sebelumnya dan seterusnya. PERBANDINGAN HARGA ASET ASET (AKTIVA) TERTENTU DENGAN BIAYA PENGGANTIAN Setelah beberapa tahun biaya asset asset tertentu sebuah perusahaan mungkin menjadi sangat rendah bila dibandingkan dengan biaya penggantian dari aset aset yang sama.Walaupun itu cukup nyata , pengamatan secara umum tidak memakai aset aset tertentu yang telah menjadi usang, dan tidak akan diganti dengan asset asset baru yang sama.Dalam suatu hal, inflasi (pemompaan) adalah aturan (norma) perekonomian kami. Jika, dan ini adalah sangat munafik, jika aset aset tertentu sebuah perusahaan harus diganti dengan aset aset baru yang sama dan tepat. Sebuah usaha harus membayar biaya lebih tinggi pada hari ini,

Page 58 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky yang mana itu dilakukan ketika membeli aset aset tertentu tahun yang lalu. Biaya asli dari aset aset tertentu dilaporkan dalam sebuah penimbangan tidak mencukupi untuk jadi petunjuk biaya penggantian aset aset tersebut.Agaknya biaya awal (asli) adalah jumlah modal yang diinves pada aset aset tersebut yang harus di dapat kembali dari hasil penjualan yang bertahun tahun dari penggunaan aset aset itu.Dengan kata lain, laporan turunan harga adalah sebuah cara dasar untuk menyelamatkan biaya, bukan tanda penilaian. Laporan untuk aset aset tertentu bukan percobaan, untuk catatan penggantian dalam penggunaan biaya penggantian. Akuntan menganggap benar sekali bahwa perlawanan penanaman modal dalam aset aset tertentu adalah jika sumber sumber ekonomi membantu membangkitkan penjualan hasil sebuah upah di masa mendatang dan yang lebih obyektif adalah untuk membandingkan biaya aset aset tertentu dengan hasil penjualan dari tahun ke tahun untuk mengukue keuntungan. Turunnya harga adalah unsur uatama dari sejarah modal dasar dari laporan. Kegagalan untuk melaporkan penggunaan biaya penggantian aset aset tertentu sering dikritik oleh pakar pakar ekonomi yang menjadi kelemahan uatama dari laporan keuangan Baloney ! Aset aset tertentu di adakan untuk digunakan tidak untuk di jual. Ahli ahli ekonomi tidak pernah mengatur bisnis dengan tenang. Sekarang saya harus menjelaskan bahwa manager bisnis bekerja harus memperhatikan harga (nilai) penggantian dari aset aset tertentu khususnya asuransi.Aset aset tertentu bisa hancur atau rusak karena kebakaran, banjir, kerusuhan, tornado, peledakan, aturan yang salah. Dengan jelas sekali manager manager bisnis harus memperhatikan asuransi mengenai perputaran biaya penggantian. Tentu perusahaan memerlukan ini.Bagaimanapun maksud data keuangan sebuah usaha tidak harus di tulis kembali daftar nilai dari aset aset tertentu untuk menggambarkan pengeluaran biaya penggantian. Ini akan melanggar akutansi yang telah diterima secara umum (GAAP), yang mana dasar pernyataan keuangan dikesampingkan, alasan untuk laporan biaya operasi aset aset tertentu didalam externeal keuangan dan untuk dasar penurunan harga untuk biaya penggantian untuk aset aset tertentu memperbanyak yang bersikeras untuk mendukung. Kami sering melihat kritik dari akuntan keuangan pada dasarnya bahwa penurunan harga pembiayaan berdasarkan pada rincian biaya, saya tidak mengira banyak orang mengkritik hal ini sangat serius. Suatu hari, mungkin kongres mempertimbangkan untuk mengubah undang undang pajak penghasilan dan mengijinkan penurunan harga biaya dasar penggantian (tanpa manambah pajak dari daftar aset aset tertentu , untuk biaya penggantian mereka lebih mahal). Tetapi ini adalah pendapat saya. Di pihak lain saya harus mengakui bahwa apapun tentang kemungkinan penurunan Page 59 of 199

BAB 9 EXHIBIT - AKTIVA TETAP, BEBAN PENYUSUTAN, DAN AKUMULASI PENYUSUTAN IKHTISAR LABA-RUGI PERTAHUN Penerimaan penjualan $10,400,000 Harga Pokok Penjualan 6,760,000 Laba kotor $ 3,640,000 Beban penyusutanLaba Usaha 260,000 $ 1,300,000 Beban bunga Laba sebelum pajak Pajak Laba bersih 103,000 $ 1,197,000 478,800 $ 718,200 Pendapatan per lb saham $3.59 Biaya-Biaya aktiva tetap yang dialokasikan yang bermanfaat untuk sumber daya jangka panjang Sebagai ganti mengurangi perkiraan asset, biaya penyusutan tahunan yang telah dikumpulkan NERACA (BALANCE SHEET) PADA AKHIR TAHUN Assets Kas $ 565,807 Piutang 1,000,000 Persediaan 1,690,000 Biaya dibayar dimuka 160,000 Tanah,bangunan & alat 3,000,000 Akumulasi penyusutan (800,000) Beban operasional 2,080,000 Total Aktiva $ 5,615,807 Kewajiban dan Ekuitas penanam saham Hutang atas persediaan $ 520,000 Hutang atas beban ops 120,000 Akrual beban ops 240,000 Akrual bunga hrs dibayar 17,167 Hutang pajak 23,940 Kewajiban jk pendek 625,000 Kewajiban jk.panjang 750,000 Ekuitas saham (200,000 shares) 775,000 Laba ditahan 2,544,700 Total Kewajiban & Ekuitas $ 5,615,807 Page 60 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 10 PENGHITUNGAN AKRUAL BIAYA OPERASIONAL DAN BIAYA BUNGA YANG BELUM DIBAYARKAN (ACCRUING UNPAID OPERATING EXPENSES AND INTEREST EXPENSE) Page 61 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 10 PENGHITUNGAN AKRUAL BIAYA OPERASIONAL DAN BIAYA BUNGA YANG BELUM DIBAYARKAN (ACCRUING UNPAID OPERATING EXPENSES AND INTEREST EXPENSE) PENCATATAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN ATAS BIAYA OPERASIONAL TERTENTU YANG TIDAK TERMASUK SEBAGAI HUTANG Lihat exhibit pada bab 10 yang menggambarkan kaitan antara: biaya operasi (operating expenses) didalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) (income-statement) dengan akrual biaya operasi (accrued operating expenses) didalam neraca (balancesheet), dan antara biaya bunga (interest expense) didalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) dengan akrual biaya bunga (accrued interest payable) didalam neraca kedua hubungan diatas mempunyai prinsip dasar yang sama, yaitu; biaya yang telah disepakati namun belum dibayarkan harus dicatatkan, sehingga jumlah biaya yang benar diketahui pada saat diadakan penghitungan laba (profit). Bab 7 menjelaskan bahwa sebuah bisnis mencatat biaya yang timbul, langsung pada saat tagihan (bills/invoices) untuk biaya operasi diterima, walaupun mungkin pembayaran dilakukan beberapa minggu kemudian. Bab 10 ini akan menjelaskan bahwa sebuah bisnis harus mengetahui dan mencatatkan biaya-biaya tertentu yang belum dibayarkan, pada akhir suatu periode akutansi. Tidak ada tagihan yang diterima untuk biaya-biaya ini, dan biaya-biaya ini telah akrual sepanjang waktu tertentu. Sebagai contoh, pembayaran komisi terhadap bagian penjualan yang besarnya tergantung nilai penjualan. Komisi dihitung pada akhir setiap bulan, dan dibayarkan pada bulan berikutnya. Pada akhir tahun, total komisi untuk penjualan bulan terakhir adalah belum dibayarkan. Untuk mencatat biaya ini, ada suatu pos pencatatan tertentu pada pos kewajiban (liability account) yang dibuat dan disebut akrual biaya operasi (accrued operating expenses), yang merupakan suatu kewajiban/hutang (liability) berbeda dari hutang (accounts payable). Seorang akuntan harus mengetahui biaya apa saja yang berakumulasi sepanjang waktu dan harus membuat perhitungan yang benar tentang biaya belum terbayarkan tersebut, pada akhir tahun. Perusahaan tidak menerima secara khusus tagihan atas biaya belum terbayarkan tersebut dari pihak luar (supplier atau vendor) sehingga Page 62 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky harus diciptakan tagihan internal tersendiri agar bagian akuntansi perusahaan dapat menghitung biaya operasi apa saja yang harus diakumulasikan. Selain komisi penjualan yang harus dibayarkan, ada beberapa biaya akrual yang harus dicatat pada akhir periode akutansi. Beberapa contohnya antara lain: Akumulasi biaya cuti dan kesehatan bagi para karyawan, yang jika dijumlahkan akan cukup besar. Biaya bulanan listrik dan tilpun yang telah timbul, namun belum ditagihkan kepada perusahaan. Bunga atas hutang yang belum jatuh tempo pada akhir tahun, namun bunganya telah berakumulasi sejak uang digunakan perusahaan. Pajak Bangunan yang belum ditagihkan karena masih belum diadakan penilaian pajak sampai dengan akhir tahun. Biaya atas beban warranty dan garansi atas produk terjual, yang akan dikerjakan tahun depan, nilai penjualannya telah dicatatkan tahun ini, sehingga biaya purna jual nya harus dicatatkan pula pada periode yang sama. Kesalahan dalam mencatat akumulasi kewajiban/hutang (liability) atas biaya belum terbayarkan dapat menimbulkan kesalahan yang fatal bagi laporan keuangan perusahaan karena kewajiban/hutang (liability) didalam Neraca (Balance Sheet) tergambar lebih kecil dari seharusnya. Perusahaan secara mutlak harus mengetahui biaya apa saja yang belum dibayarkan dan mencatatkan jumlah biaya tersebut pada akhir tahun. Pada contoh dibawah, rata-rata tenggang waktu penundaan pembayaran adalah 6 minggu. Maka jumlah daripada akrual biaya operasi pada akhir tahun adalah: $ 2,080,000 $ 240,000 6/52 x Biaya Operasi Tahun Berjalan = Biaya Operasi Akrual Pada exhibit Bab 10, Neraca (Balance Sheet) dari akrual biaya operasi adalah $ 240,000 dikarenakan rata-rata waktu penundaan pembayaran adalah 6 minggu. Besar rata-rata tenggang waktu penundaan pembayaran dari setiap perusahaan adalah berbeda dan tergantung dari jenis bisnisnya. Terkadang, akrual biaya operasi dapat lebih besar dari hutang biaya operasi perusahaan. Banyak perusahaan yang menggabungkan akrual biaya operasi dengan hutang. Kedua hal tersebut dicatatkan menjadi satu liability pada Neraca (Balance Sheet) eksternal mereka. Kedua tipe kewajiban/hutang (liability) perusahaan tersebut diatas adalah tipe kewajiban/hutang (liability) yang tidak dikenai bunga (non-interestbearing) yang timbul dari operasi bisnis dan dari pembuatan atau pembelian produk. Berdasarkan hal ini, mereka disebut

kewajiban/hutang (liability) langsung (spontaneous liabilities) karena Page 63 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky mereka muncul langsung dari operasi bisnis, bukan dari peminjaman uang. Penggabungan dua tipe liability, hutang dan akrual biaya operasi, menjadi satu liability account, masih ditolerir oleh standard akutansi (GAAP = Generally Accepted Accountings Principles). Jumlah hutang biaya operasi, $ 120,000 dan akrual biaya operasi, $ 240,000, adalah $ 360,000. Ini berarti perusahaan diberi penundaan pembayaran biaya operasi secara tunai sebesar $ 360,000 sampai tahun depan. Besar dari hutang dan akrual biaya operasi mempunyai dampak yang cukup berarti bagi Arus Kas (Cash Flow) perusahaan, dan akan dijelaskan pada Bab 13. Perubahan jumlah pada kedua liability ini mempunyai implikasi penting bagi perusahaan, kreditur maupun investor. PENCATATAN BIAYA BUNGA Secara virtual, setiap bisnis mempunyai hutang dan hutang biaya akrual yang selalu dibawa selama operasionalnya. Hampir semua bisnis meminjam uang dari bank atau sumber keuangan lain yang meminjamkan uang kepada bisnis. Dokumen transaksi peminjaman ditanda tangani saat peminjaman, sehingga, kewajiban/hutang (liability) yang timbul atas peminjaman sejumlah uang tersebut disebut kewajiban/hutang (liability)/hutang pinjaman (notes payable). Bunga dikenakan atas uang yang dipinjam, tidak terhadap peminjaman (kecuali telah melampaui batas jatuh tempo dan bunga penalty atas keterlambatan dikenakan oleh pemberi pinjaman). Kewajiban/hutang (liability) atas hutang selalu dilaporkan terpisah (tidak dijadikan satu) dengan kewajiban/hutang (liability) yang tergolong tidak dikenai bunga (non-interest-bearing). Bunga pinjaman dihitung per hari untuk penggunaan uang pinjaman. Setiap hari selama peminjaman senantiasa menambah jumlah bunga yang harus dibayar peminjam.. Ratio dari bunga pinjaman terhadap jumlah yang dipinjam disebut tingkat suku bunga (interest rate) dan selalu dinyatakan dalam persen (per seratus). Jika jumlah yang dipinjam adalah $ 100,000 selama 1 tahun dan membayar bunga sebesar $ 8,000, maka tingkat suku bunganya adalah: $ 8,000 / $ 100,000 atau sebesar $ 8 per $ 100, atau 8 %. Tingkat suku bunga selalu dinyatakan sebagai tingkat suku bunga per tahun, walaupun lama peminjaman kurang ataupun lebih dari satu tahun. Bunga selalu dicatatkan sebagai biaya tersendiri didalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) perusahaan. Hal ini bukan dikarenakan besar atau kecilnya nilai bunga, melainkan karena sifat dan ciri khasnya yang perlu ditampilkan tersendiri. Bunga adalah biaya finansial yang berbeda dengan biaya operasi. Bunga tergantung bagaimana suatu bisnis didanai, dan darimana perusahaan mendapatkan sumber pendanaannya. Pilihan dasarnya adalah antara meminjam atau menggunakan modal sendiri. Untuk pinjaman jangka pendek (satu tahun atau kurang), bunga biasanya dibayarkan sebagai suatu kesatuan (total bunga) pada saat jatuh tempo peminjaman, pada hari terakhir dari periode peminjaman, Page 64 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky dimana pada hari itu pinjaman pokok beserta bunganya telah jatuh tempo. Pada pinjaman jangka panjang (umumnya lebih dari satu tahun), bunga dibayarkan semi-tahunan, atau kemungkinan per bulan atau per kwartal. Baik dalam pinjaman jangka pendek maupun jangka panjang, terdapat suatu lag atau penundaan (delay) dalam pembayaran bunga. Namun demikian, biaya bunga harus selalu dicatat untuk keseluruhan hari peminjaman. Akumulasi dari jumlah biaya bunga yang belum dibayarkan pada akhir periode akutansi, dihitung dan dicatat sebagai pos hutang biaya bunga, mirip dengan pos akrual biaya operasi, namun tidak termasuk bunga yang telah dicatatkan. Didalam laporan keuangan untuk eksternal, hutang biaya bunga bisa dimasukkan sebagai hutang lainlain, namun dalam Exhibit Bab 10 , akrual hutang biaya bunga dicatatkan sebagai suatu hutang yang tersendiri yang besarnya $ 17,167. Akan lebih sesuai apabila dimasukkan pula kedalam hutang biaya bunga, biaya-biaya lain yang timbul berkenaan dengan proses peminjaman uang seperti biaya aplikasi peminjaman, biaya pemrosesan peminjaman yang disebut juga biaya-biaya yang dikenakan oleh pemberi pinjaman, maupun biaya insidentil lainnya seperti biaya notaris dan lain-lain. Berdasarkan laporan keuangan untuk eksternal, sulit diketahui apakah perusahaan tersebut telah memasukkan biaya-biaya ekstra tersebut kedalam hutang biaya bunganya , atau mencatatkan mereka kedalam biaya-biaya lainnya. Page 65 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 11 BIAYA PAJAK PENDAPATAN DAN PAJAK PENDAPATAN YANG DAPAT DIBAYAR (INCOME TAX EXPENSE AND INCOME TAX PAYABLE) Page 66 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 11 BIAYA PAJAK PENDAPATAN DAN PAJAK PENDAPATAN YANG DAPAT DIBAYAR (INCOME TAX EXPENSE AND INCOME TAX PAYABLE) Silahkan mengacu pada Bab 11 Exhibit, yang menyoroti hubungan antara biaya pajak pendapatan dalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) dan pajak pendapatan yang dapat dibayar dalam lembar Neraca (Balance Sheet). Suatu bagian kecil dari total biaya pajak pendapatan perusahaan pertahun, yang didasarkan pada pendapatan yang dapat dikenakan pajak pertahun, belum terbayar pada akhir tahun. Saldo ini akan dibayar lebih kepada otoritas pajak di masa mendatang. Bagian yang tak terbayar tinggal didalam rekening pertanggungjawaban pajak pendapatan perusahaan sampai terbayar. Bisnis didalam contoh kami digabungkan; bisnis tersebut memutuskan dalam bentuk organisasi sah (sebagai ganti bentuk persekutuan atau sebagai suatu perseroan terbatas). Suatu perusahaan negara, menjadi terpisah dalam pandangan hukum, mempunyai beberapa keuntungan penting. Bagaimanapun, laba mendorong bisnis perusahaan negara mempunyai satu keadaan merugikan yang serius, adalah tunduk kepada pemerintah pusat dan menyatakan pajak pendapatan atas laba mereka. Untuk lebih teknisnya, bisnis di dalam contoh ini adalah reguler atau perusahaan "C". Di bawah hukum pajak pendapatan pemerintah pusat, kecil atau perusahaan S , persekutuan-persekutuan, dan perseroan terbatas adalah menerobos" kesatuan pajak. Kesatuan ini tidak membayar apapun pajak pendapatan diri mereka tetapi sebagai ganti(nya) bertindak sebagai suatu saluran. Per tahun semua pendapatan kena pajak mereka ditransfer, atau dilewati kepada pemilik mereka, yang membayar pajak pendapatan individu atas saham mereka dari pendapatan kena pajak tersebut. Ini menghindari apa yang disebut "pemajakan berganda" tentang bisnis profit-first di tangan perusahaan bisnis dan tangan kedua dari pemegang sahamnya (kepada tingkat yang pendapatan bersih dibagi-bagikan seperti deviden dalam bentuk kas kepada mereka). Point pertama untuk diingat adalah bahwa suatu bisnis perusahaan harus mendapat pendapatan kena pajak untuk membayar pajak pendapatan. Cara yang paling sederhana untuk tidak membayar apapun pajak pendapatan adalah tidak punya pendapatan kena pajak, atau mempunyai suatu kerugian yang dapat dikenakan pajak. Tentu saja, suatu bisnis ingin mendapat keuntungan, tetapi mendapat suatu laba tentu disertai beban membayar pajak pendapatan atas laba tersebut. Sekali sebuah bisnis masuk zone laba tersebut, adalah tunduk kepada pajak pendapatan. Point kedua untuk diingat adalah bahwa ada banyak jalan keluar dan pilihan di dalam kode pajak pendapatan pemerintah pusat untuk mengatakan tidak ada sama sekali tentang tentang status Page 67 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky hukum pajak pendapatan yang mengurangi atau menunda pajak pendapatan. Saya kira anda menyadari bagaimana kompleksnya hukum pajak pendapatan pemerintah pusat kita. Itu adalah suatu laporan yang kurang dari sebenarnya, jika saya sudah pernah mendengar sekali. Itu memerlukan beribu-ribu halaman hukum perpajakan untuk menggambarkan pendapatan kena pajak. Kebanyakan bisnis menggunakan para profesional pajak pendapatan untuk membantu menentukan pendapatan kena pajak mereka, dan untuk menasehati bagaimana cara memperkecil pajak pendapatan mereka. Bila ada satu tahun suatu bisnis mungkin mengambil keuntungan dari beberapa segi yang berbeda dari kode pajak untuk memperkecil pendapatan kena pajaknya pertahun, atau untuk merubah pendapatan kena pajak dari satu tahun ke lain tahun. Untuk contoh ini, saya harus menyederhanakan sedikit. Bisnis membayar 40% kombinasi tarip pajak pendapatan atas pendapatan kena pajaknya. Dan metode akuntansi digunakan untuk menyiapkan Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) sebenarnya, metoda yang sama yang digunakan untuk menentukan pendapatan kena pajak tahunan. Di dalam contoh ini, pendapatan perusahaan sebelum pajak pendapatan adalah $ 1,197,000 (lihat Bab 11 Exhibit). Ini adalah juga pendapatan kena pajaknya untuk pajak pendapatan pemerintah pusat dan negara. Dengan 40% kombinasi tarip pajak pendapatan, biaya pajak pendapatannya pertahun adalah suatu kalkulasi secara langsung: $ 1,197,000 x 40% = $478,800 Pendapatan kena pajak Tingkat tarip Biaya Pajak Pajak pendapatan pendapatan Seperti anda lihat di Bab 11 Exhibit, biaya pajak pendapatan perusahaan pertahun persisnya sejumlah ini. Mengapa 40% tarip pajak pendapatan? Baiklah, tarip pajak pendapatan pemerintah pusat yang sekarang atas pendapatan kena pajak $ 1,197,000 adalah 34%. (tarip pajak terendah berlaku atas pendapatan kena pajak kurang dari $ 335,000; tarip tertinggi adalah 35%). Banyak negara memaksakan suatu pajak pendapatan pada tarip dalam jarak 5% sampai 6%. Maka, yang 40% tarip pajak pendapatan yang digunakan dalam contoh adalah pada pihak yang adil/benar. Tentu saja, perpajakan pendapatan tidak sesederhana itu, tetapi 40% tarip pajak pendapatan adalah realistis. Hukum Pajak pendapatan pemerintah pusat menghendaki bahwa suatu bisnis membuat pembayaran angsuran sepanjang tahun sedemikian hingga 100% dari pajak pendapatan tahunannya terbayar pada akhir tahun tersebut. Sesungguhnya, secara relatif pecahan kecil dari total pajak pendapatan tahunan tidak mungkin dibayar pada akhir tahun tanpa hukuman (walaupun ini dapat sangat rumit). Perusahaan dalam contoh ini membayar 95% dari pajak pendapatan untuk setahun. Pada akhir tahun, masih berhutang pada Jawatan Pajak (Internal Revenue Service) dan negara mengenakan pajak agen 5% dari pajak pendapatan tahunannya. Bagian yang tak

Page 68 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky dibayar direkam dalam rekening pajak pendapatan yang dapat dibayar, seperti anda lihat pada Bab 11 Exhibit. Saldo akhir dari rekening pertanggungjawaban ini dapat dinyatakan sebagai berikut: 5% x $ 478,800 = $ 23,940 Pajak pendapatan pertahun Pajak pendapatan yang dapat dibayar Hukum Pajak pendapatan pemerintah pusat berubah dari tahun ke tahun; konggres selalu mengerjakan sesuatu tanpa keahlian (mainmain) atau dapat kita katakan "penyusunan halus (fine-turning) kode pajak. Jalan keluar lama adalah tutup; Jalan keluar baru adalah membuka kembali. Tarip pajak selalu berubah. Karena pertimbangan ini, pecahan dari pajak pendapatan tahunan yaitu yang tak terbayar pada akhir tahun sulit diramalkan. Pada akhir tahun yang terbaru perusahaan tersebut, bagian yang tak dibayar dari pajak pendapatannya hanya kebetulan 5% dari pajak yang tahunan tersebut. The extra amount of income tax over and above the actual tax paid is recorded in the deferred income tax account. This account is reported as a liability in the balance sheet. Suatu catatan teknis singkat: Suatu bisnis boleh memilih untuk menggunakan metode akuntansi tertentu dalam menentukan pendapatan kena pajak tahunannya yang lebih konservatif dibanding metode akuntansi yang digunakan untuk laporan hasil penjualan dan biaya dalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement)nya. Sasarannya adalah untuk menunda pembayaran pajak pendapatan ke tahun berikutnya. Dalam situasi ini, biasanya prinsip-prinsip akutansi yang berlaku (GAAP) menghendaki bahwa jumlah biaya pajak pendapatan di dalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) harus konsisten dengan jumlah penghasilan sebelum pajak pendapatan yang dilaporkan dalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement), walaupun begitu, pendapatan kena pajak yang sebenarnya pertahun adalah lebih sedikit. Biaya Pajak pendapatan dilaporkan dalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement), oleh karena itu, lebih tinggi dibanding jumlah pajak pendapatan yang sebenarnya terbayar tahun itu. Ekstra jumlah dari sisa pajak pendapatan dan diatas pajak yang sebenarnya terbayar direkam dalam rekening pajak pendapatan yang ditunda. Rekening ini dilaporkan sebagai pertanggungjawaban dalam lembar Neraca (Balance Sheet). Page 69 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 11 EXHIBIT - BIAYA PAJAK PENDAPATAN DAN PAJAK PENDAPATAN YANG DAPAT DIBAYAR IKHTISAR LABA-RUGI PERTAHUN Penerimaan penjualan $10,400,000 Harga Pokok Penjualan 6,760,000 Laba kotor $ 3,640,000 Beban operasional Beban penyusutan Laba Usaha 2,080,000 260,000 $ 1,300,000 Beban bunga Laba sebelum pajak Pajak Laba bersih 103,000 $ 1,197,000 478,800 $ 718,200 Pendapatan per lb saham $3.59 NERACA (BALANCE SHEET) PADA AKHIR TAHUN Assets Kas $ 565,807 Piutang 1,000,000 Persediaan 1,690,000Biaya dibayar dimuka 160,000 Tanah,bangunan & alat 3,000,000 Akumulasi penyusutan (800,000) Total Aktiva $ 5,615,807 Kewajiban dan Ekuitas penanam saham Bagian kecil (5%) dari beben pajak pendapatan tahunan yang belum dibayarkan s/d akhir tahun Hutang atas persediaan $ 520,000 Hutang atas beban ops 120,000 Akrual beban ops 240,000 Akrual bunga hrs dibayar 17,167 Hutang pajak 23,940 Kewajiban jk pendek 625,000 Kewajiban jk.panjang 750,000 Ekuitas saham (200,000 shares) 775,000 Laba ditahan 2,544,700 Total Kewajiban & Ekuitas $ 5,615,807 Page 70 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 12 LABA BERSIH DAN LABA DITAHAN ; LABA PER SAHAM (NET INCOME AND RETAINED EARNINGS ; EARNINGS PER SHARE (EPS) Page 71 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 12 LABA BERSIH DAN LABA DITAHAN ; LABA PER SAHAM (NET INCOME AND RETAINED EARNINGS ; EARNINGS PER SHARE (EPS) PENCATATAN PENDAPATAN BERSIH DALAM NERACA Bab 12 Exhibit pada halaman 75 menyoroti hubungan dari laba bersih dalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) dengan laba ditahan dalam Neraca (Balance Sheet). Bab ini menjelaskan bahwa keuntungan pendapatan meningkatkan laba ditahan. Juga, untuk pendapatan per saham (EPS) sebagaimana telah dijelaskan. Suatu perusahaan mempunyai aset total USD 10 juta dan kewajiban/hutang (liability) USD 3 juta (keduanya, piutang operasional non-bunga dan wesel bayar berbunga), dan Para pemilik telah menanamkan modal sebesar USD 2 juta. Asset tidak akan turun begitu saja seperti makanan dari surga ( Kata seorang Profesor dibidang akuntan yang pertama terdengar menggunakan kalimat ini, dan kita tidak akan pernah melupakan). Asset lain sebesar USD 5 juta harus didapat dari keuntungan pendapatan tetapi tidak didistribusikan dengan kata lain bukan dari laba ditahan. Dua rekening modal para pemilik diperlukan secara terpisah , satu untuk modal yang diinvestasikan oleh pemilik, dan satu untuk laba yang ditahan. Disaat usaha mendistribusikan uang kepada para pemiliknya, hal ini harus dibedakan antara pengembalian modal mereka (yang tidak kena pajak) dengan pembagian laba terpajak. Kenyataannya suatu perusahaan secara resmi dituntut untuk menetapkan account terpisah untuk modal saham dan laba yang ditahan. Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) tersebut menyatakan bahwa usaha menghasilkan keuntungan sebesar USD 718,200 , atau laba bersih selama setahun. Jumlah ini akan meningkatan laba ditahan, sebagai rekening modal para pemilik. Dinamakan laba ditahan karena keuntungan per tahun dimasukkan sebagai peningkatan dalam jumlah rekening, dan apabila dari keuntungan didistribusi ke para pemilik akan mengurangi jumlah rekening. Selama setahun usaha tersebut membayar USD 200,000 dividen tunai dari keuntungan kepada para pemegang saham. Oleh karena itu, laba ditahan hanya USD 518,200 selama setahun. Di akhir tahun laba ditahan tetap di USD 2,544,700 yang merupakan hasil kumulatif dari bertahun-tahun perusahaan menjalankan usaha. Dalam contoh ini perusahaan secara jelas telah untung selama bertahun-tahun, memberikan laba ditahan relative besar. Meski demikian, kita tidak bisa menceritakan dari Neraca (Balance Sheet) Page 72 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky apakah perusahaan menderita kerugian setahun atau lebih di waktu lalu, atau apakah perusahaan secara rutin membayar tunai distribusi dari keuntungan tahunannya. Jika kerugian perusahaan selama bertahun-tahun lebih besar dari keuntungan, kemudian laba ditahan akan negatif, yang secara umum disebut defisit akumulatif atau beberapa istilah lain bermakna sama. Laba ditahan kemungkinan akan menjadi hal yang tidak dimengerti dalam banyak laporan keuangan. Banyak orang, bahkan beberapa manajer bisnis yang berpengalaman menanggap ini adalah suatu aset atau bahkan sebagai uang kas. Jumlah kas dimasukkan dalam perkiraan kas di Neraca (Balance Sheet) perusahaan (USD 565,807 dalam contoh ini). Neraca (Balance Sheet) laba ditahan, secara jujur, mempunyai kepentingan praktis yang kecil. Secara hipotesis, usaha tersebut bisa menjual semua asset sesuai dengan nilai bukunya , membayar semua kewajiban/hutang (liability) nya /hutangnya, mengembalikan semua modal yang ditanamkan kepada pemegang sahamnya, dan menyerahkan biaya akibat penutupan perusahaan sebesar Neraca (Balance Sheet) laba ditahan. Tentu saja dalam usaha , kita tidak bisa melakukan hal seperti ini. PENDAPATAN PER SAHAM (EPS) Laba bersih, pada baris bawah dalam laporan pendapatan, adalah ukuran keuntungan untuk usaha keseluruhan. Laba per saham (EPS) adalah ukuran keuntungan untuk masing-masing satuan kepemilikan, atau saham dalam usaha. Dalam contoh kami memiliki 10,000 saham dari modal perusahaan. Saat perusahaan baru dimulai beberapa tahun yang lalu kita sudah menginvestasikan USD 25,000 , sebagai salah satu dari pemegang saham awal. Kemudian perusahaan mengeluarkan saham tambahan pada investor baru. Nilai saham anda adalah USD 2.50 (USD 25.000 modal investasi : 10,000 saham = USD 2.50 per saham). Selanjutnya yang investor membayar lebih banyak per sahamnya. Kita dapat menerangkan hal ini dari Neraca (Balance Sheet) dalam Bab 12 .USD 775.000 modal Perusahaan dibagi dengan 200.000 saham menjadi USD 4.00 per saham. Beberapa investor kemudian menginvestasikan sehingga menjadi USD 5.00 atau USD 6.00 per saham, atau lebih. Jika kita hanya memiliki 5% saham ( 10.000 saham dari 200.000 total saham) kita adalah pasif, dianggap investor luar. Kita tidak ikut aktif dalam mengatur perusahaan. Tentu saja kita berhak atas 5% dividen yang dibayarkan dari laba dan mempunyai 5% suara dalam rapat pemegang saham. Sebagai pemegang saham kita berhak memiliki salinan laporan keuangan tahunan perusahaan. Tidak perlu dikatakan lagi, kita amat tertarik pada keuntungan perusahaan. Kita dapatkan 5% dari USD 718,200 laba bersih tahunan milik kita yaitu USD 35,910. Ini adalah bagian kue keuntungan kita. Atau kita dapat melihat pendapatan per Page 73 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky saham (EPS), dimana pendapatan bersih dibagi dengan jumlah saham. Dalam contoh ini, EPS untuk akhir tahun berjalan adalah : Laba bersih 718,200 $ = $ 3.59 EPS Pembagian modal saham 200,000 Prinsip akuntansi yang umum (GAAP) membedakan antara perusahaan non publik, yang sahamnya tidak diperdagangkan dalam pasar modal, dan perusahaan publik yang sahamnya diperdagangkan di Bursa Saham New York atau melalui pasar saham nasional lainnya seperti NASDAQ (National Association of Securities Dealers Automated Quatation System). Hanya perusahaan publik yang harus mencantumkan EPS di akhir laporan pendapatannya. Perusahaan non publik dapat mencantumkan EPS jika mereka inginkan, meski banyak yang tidak mencantumkan. EPS dibandingkan dengan harga pasar dari pembagian saham. Rasio nilai pasar sekarang dengan EPS (disebut harga / rasio pendapatan) yang dibahas pada Bab 22. Tidak ada pasar aktif untuk saham non publik, atau perusahaan yang dimiliki secara perorangan. Meskipun demikian, pemegang saham non publik dapat menggunakan EPS untuk memperkirakan nilai saham mereka. Sebagai contoh, saya ditawari untuk membeli 1000 saham anda. Anda akan menawarkan untuk menjualnya 15 kali EPS USD 3.59, atau sekitar USD 54 per saham. Tentu saja, saya tidak berkeinginan untuk membayar seharga itu, tetapi anda bisa menurunkannya. Contoh lain adalah adanya kebutuhan untuk meletakkan nilai saham saat ini untuk membayar pajak jika seseorang meningggal. EPS adalah satu dasar untuk meletakkan nilai estimasi modal saham perusahaan. Page 74 of 199

BAB 12 EXHIBIT - LABA BERSIH DAN LABA DITAHAN ; LABA PER SAHAM $ 718,200 pendapatan bersih dibagi dalam 200.000 ekuitas saham menghasilkan $ 3,59 pendapatan per saham Laba akhir atau pendapatan bersih menaikan pendapatan ditahan pemilik IKHTISAR LABA-RUGI PERTAHUN Penerimaan penjualan $10,400,000 Harga Pokok Penjualan 6,760,000 Laba kotor $ 3,640,000 Beban operasional Beban penyusutanLaba Usaha 2,080,000 260,000 $ 1,300,000 Beban bunga Laba sebelum pajak Pajak Laba bersih 103,000 $ 1,197,000 478,800 $ 718,200 Pendapatan per lb saham $ 3.59 NERACA (BALANCE SHEET) PADA AKHIR TAHUN Assets Kas $ 565,807 Piutang 1,000,000 Persediaan 1,690,000 Biaya dibayar dimuka 160,000 Tanah,bangunan & alat 3,000,000 Akumulasi penyusutan (800,000) Total Aktiva $ 5,615,807 Kewajiban dan Ekuitas penanam saham Hutang atas persediaan $ 520,000 Hutang atas beban ops 120,000 Akrual beban ops 240,000 Akrual bunga hrs dibayar 17,167 Hutang pajak 23,940 Kewajiban jk pendek 625,000 Kewajiban jk.panjang 750,000 Ekuitas saham (200,000 shares) 775,000 Laba ditahan 2,544,700 Total Kewajiban & Ekuitas $ 5,615,807

Page 75 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 13 ARUS KAS DARI LABA (CASH FLOW FROM PROFIT) Page 76 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 13 ARUS KAS DARI LABA (CASH FLOW FROM PROFIT) Pada bab ini kita mulai berganti topik. Bab 4 sampai dengan bab 12 (kecuali: bab 6) membahas laporan laba rugi (income statement). Masing-masing bab menjelaskan mengenai hubungan antara hasil penjualan (sales revenue) dan biaya ( expenses ) dengan aktiva yang terlibat operasi (operating assets ) / kewajibannya (liability). Singkatnya, hasil penjualan dan biaya berpengaruh pada perubahan aktiva ( assets ) serta Kewajiban ( liability ). Tidak mudah untuk memahami neraca ( balance sheet ) dengan sempurna tanpa memahami bagaimana hasil penjualan dan biaya berpengaruh terhadap aktiva dan kewajiban/hutang (liability) dalam Neraca (Balance Sheet) tersebut . Bab ini merupakan bab pertama dari dua bab yang akan menjelaskan laporan aliran kas ( cash flow statement ) ,yang mana merupakan laporan keuangan utama ke tiga yang biasa dilaporkan oleh bisnis/usaha sebagai tambahan terhadap Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) dan Neraca (Balance Sheet) ( biasa disebut juga dengan laporan kondisi keuangan). Exhibit bab 13 halaman 84 menampilkan format resmi dari sebuah laporan Arus Kas (Cash Flow) usaha yang telah dibahas mulai dari bab 1. Sediakan waktu untuk membaca laporan ini . Saya yakin anda lebih memahami bagian kedua dan ketiga dari laporan tersebut dibanding dengan bagian yang pertama. Bab 13 menunjukkan perbandingan Neraca (Balance Sheet) sebuah perusahaan termasuk kolom perubahan aktiva, kewajiban/hutang (liability) serta modal pemilik ( owners equities ). Penambahan dan pengurangan terhadap item- item tersebut secara langsung mempunyai hubungan terhadap laporan Arus Kas (Cash Flow) . Bab ini menfokuskan pada bagian pertama dari laporan Arus Kas (Cash Flow) tsb yang menunjukkan Arus Kas (Cash Flow) dari operasi operasi yang menghasilkan laba perusahaan dalam satu tahun fiskal. Pertanyaan umum bagi setiap orang adalah mengapa laba (profit) tidak identik dengan Arus Kas (Cash Flow) ?. Pada contoh ini perusahaan memperoleh laba bersih (net income) $ 718.200. Mengapa laba bersih ( net income) tidak menghasilkan nilai yang sama dengan Arus Kas (Cash Flow) ?. Tujuan dari bagian pertama dalam laporan Arus Kas (Cash Flow) ini adalah untuk menjawab pertanyaan tsb. Pada baris terakhir dalam bagian ini diberi label " Arus Kas (Cash Flow) dari aktivitas operasi ( cash flow dari operating activities )" seperti yang anda lihat pada Exhibit bab 13. Sebetulnya, istilah tersebut bukanlah istilah yang terbaik. Saya lebih suka menyebut aliran kas dari laba ( cash flow from profit ). Istilah " aktivitas operasi "adalah istilah akuntansi untuk hasil penjualan (sales revenue ) dan biaya yang merupakan aktivitas / operasi pembuat laba dari sebuah Page 77 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky bisnis/usaha. Saya lebih suka memakai istilah Arus Kas (Cash Flow) dari laba, yang mana lebih singkat dan diskriptif. Pada laporan Arus Kas (Cash Flow) tersebut saya berpendapat bahwa perusahaan hanya menghasilkan Arus Kas (Cash Flow) dari laba sebesar $ 540.807 dibanding dengan laba bersih setahunnya yang lebih besar yaitu senilai $ 718.200. Bisnis Manajer mempunyai tugas ganda, tugas pertama untuk mendapat keuntungan, dan tugas kedua untuk merubah secepat mungkin laba menjadi tunai. Waktu yang terlalu lama untuk merubah laba menjadi tunai akan mengurangi nilai laba tsb, hal ini dikarenakan nilai uang atas waktu ( time value of money ). Para manajer bisnis harus memahami secara jelas perbedaan antara laba yang dilaporkan pada Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) dengan nilai Arus Kas (Cash Flow) dari laba dalam satu tahun fiskal. Kreditor dan Investor juga perlu memperhatikan Arus Kas (Cash Flow) dari laba serta kemampuan management untuk mengendalikan nilai yang sangat penting ini. Untuk mendapatkan dari laba bersih ke dalam hasil Arus Kas (Cash Flow)nya kita harus selalu melakukan tujuh penyesuaian. MasingMasing disebabkan oleh adanya perubahan pada salah satu dari tujuh aktiva operasi (operating assets) dan kewajiban (liabilities) selama satu tahun fiscal. (Aktiva dan kewajiban/hutang (liability) secara langsung terlibat pada hasil penjualan dan biaya). Kita harus melihat penyesuaian pada order yang ditunjukkan dalam laporan Arus Kas (Cash Flow) perusahaan ( data ada di Exhibit bab 13, halaman 94). TUJUH PERUBAHAN AKTIVA DAN KEWAJIBAN TERLIBAT OPERASI YANG MENENTUKAN ALIRAN KAS DARI LABA UNTUK SATU TAHUN FISKAL. 1. PIUTANG DAGANG (ACCOUNTS RECEIVABLE) : Pada akhir tahun Perusahaan memiliki hasil penjualan tak tertagih sebesar $ 1.000.000 yang merupakan nilai akhir piutang dagangnya. Saldo akhir dari piutang dagang tersebut senilai $ 1.000.000 tercakup didalam hasil penjualan untuk menentukan laba. Namun Perusahaan tidak mendapatkan nilai tersebut dalam bentuk tunai. Nilai $ 1.000.000 tersebut tidak dalam bentuk tunai melainkan dalam bentuk piutang dagang. Pada sisi lain perusahaan memiliki saldo awal piutang dagang sebesar $ 825.000. Piutang dagang dengan nilai $ 825.000 dikurangi $ 1.000.000 diperoleh $ 175.000 yang berdampak negative terhadap Arus Kas (Cash Flow). Lihat penyesuaian (adjustment) pertama pada laporan Arus Kas (Cash Flow) Exhibit bab 13, hal 94. Singkatnya : peningkatan piutang dagang akan berdampak negative terhadap aliran kas dari laba. 2. PERSEDIAAN ( INVENTORY ) : Page 78 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Perhatikan peningkatan persediaan ( inventory ) perusahaan yang cukup besar dalam satu tahun fiskal. Ini bukan merupakan keputusan usaha yang cerdas. Sebuah usaha mungkin akan memerlukan persediaan yang lebih besar untuk memenuhi permintaan penjualan yang lebih tinggi, namun bisa juga tidak. Bagaimanapun juga peningkatan persediaan sebesar $ 440.000 mempunyai dampak negative terhadap aliran kas hasil laba. Cara singkat untuk menjelaskan hal ini adalah sebagai berikut : Perusahan membayar semua produk yang terjual selama satu tahun yang dilaporkan dalam biaya beban barang terjual untuk menentukan laba.Lagi pula Ini berarti membelanjakan tambahan $ 440.000 untuk meningkatkan persediaannya. Hampir-hampir perusahaan harus menulis cek senilai $ 440.000 untuk memperbanyak persediaannya. Lihat penyesuaian kedua pada laporan Arus Kas (Cash Flow). Singkatnya penambahan persediaan akan mengganggu / berdampak negatip terhadap Arus Kas (Cash Flow) dari laba. Sejauh ini Arus Kas (Cash Flow) turun menjadi : $ 615.000 yaitu dari $ 175.000 yang merupakan penyesuaian negativ dari piutang dagang ditambah $ 440.000 yang merupakan penyesuaian negatip dari persediaan. Secara menyolok tampak bahwa empat item berikut merupakan penyesuaian positip . 3. BIAYA YANG DIBAYAR DIMUKA ( PREPAID EXPENCES ) : Dalam kurun 1 tahun fiskal perusahaan membayar $ 160.000 untuk biaya usaha/ biaya operasi tertentu yang baru akan bermanfaat pada tahun depan, oleh sebab itu biaya usaha tersebut tidak dibebankan pada biaya usaha tahun ini. Lihat saldo akhir Perkiraan Biaya yang dibayarkan dimuka dari Perusahaan ( company prepaid expenses account ). Perusahaan membayar $160.000 melebihi biaya operasi pada tahun tersebut. Namun Perusahaan memiliki $ 185.000 biaya yang dibayar dimuka pada awal tahun tersebut, biaya tersebut telah dibayar pada tahun sebelumnya dan kemudian telah dibebankan pada biaya operasi pada akhir tahun tersebut. Dengan mempertimbangkan nilai saldo awal dan akhir dari biaya yang dibayar dimuka maka dari dari sudut pandang Arus Kas (Cash Flow) perusahaan memperoleh $ 25.000 . $ 185.000 yang tidak dibayar dikurangi $ 160.000 yang terbayar akan menghasilkan $ 25.000 yang berdampak positip pada Arus Kas (Cash Flow). Lihat penyesuaian ketiga pada laporan Arus Kas (Cash Flow). 4. PENYUSUTAN ( DEPRECIATION ) Dalam kurun satu tahun Perusahaan mencatat biaya penyusutan sebesar $ 260.000, tidak dengan menulis cek sesuai nilai tersebut tetapi dengan menurunkan nilai biaya aktiva tetap / harta tetap tsb. Penurunan nilai ini dicatat sebagai suatu peningkatan pada perkiraan akumulasi penyusutan ( accumulated depresiation account ), yang mana merupakan Page 79 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky kontra atau rekening lawan (offset account ) yang dikurangkan dari property, perkiraan aktiva property dan peralatan. (lihat Exhibit bab 13 hal 76 ). Aktiva tetap secara terpisah diturunkan nilainya tiap tahun untuk mencatat pemakaian dan penyusutan pada harta untuk setiap tahun penggunaan. Perusahaan membayar aktiva tetap secara tunai apabila membeli sumber daya jangka panjang. Perusahaan tidak harus membayarnya dua kali ketika menggunakan aktiva tetap tsb. Singkatnya biaya penyusutan bukanlah suatu pengeluaran tunai dalam tahun tercatat sehingga akan merupakan penyesuaian positip untuk penentuan Arus Kas (Cash Flow) dari laba. Lihat penyesuaian ke empat pada laporan Arus Kas (Cash Flow). Penambahan kembali penyusutan ke laba bersih dapat dijelaskan dengan cara lain. Untuk perdebatan disini, diasumsikan semua hasil penjualan dikumpulkan dalam bentuk tunai selama satu tahun fiscal. Sebagian pemasukan tunai ( cash inflow ) dari pelanggan dipakai untuk membayar perusahaan atas penggunaan aktiva tetap selama satu tahun fiskal. Istilahnya setiap tahun bisnis/ usaha menjual penggalan aktiva tetapnya kepada konsumennya. Dalam menentukan harga penjualan, sebuah usaha akan memasukkan penyusutan sebagai biaya untuk melakukan usaha. Jadi setiap tahun didalam Arus Kas (Cash Flow) sebuah usaha akan mendapatkan kembali sebagian dari modalnya yang telah diinvestasikan pada aktiva tetapnya melalui hasil penjualan. Singkatnya dalam contoh ini perusahaan memperoleh kembali investasi pada aktiva tetapnya sebesar $ 260.000 ,ini merupakan sumber aktiva tetap yang sangat berarti 5. HUTANG USAHA ( ACCOUNTS PAYABLE ) Akhir saldo pada dua hutang usaha perusahaan menunjukkan bahwa biaya operasi dan biaya produksi tidak terbayar secara penuh sepanjang tahun. Akhir saldo pada dua kewajiban/hutang (liability) tsb membebaskan perusahaan untuk melakukan pembayaran tunai senilai $ 640.000 (sekali lagi lihat Exhibit bab 13, hal 84). Tidak membayar biaya tentunya menghindari outflow tunai. Namun dengan pertimbangan lain perusahaan memulai tahun tersebut dengan hutang usaha senilai $ 535.000. Kewajiban/hutang (liability) ini telah dibayar sepanjang tahun . Nilai $ 640.000 yang tidak dibayar dikurangi $ 535.000 yang telah terbayar diperoleh nilai $ 105.000 yang berdampak positip pada Arus Kas (Cash Flow). Lihat penyesuaian ke 5 dalam laporan Arus Kas (Cash Flow). 6. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR ( ACCRUED EXPANCES ) Kewajiban/hutang (liability) ini sesungguhnya, hampir sama dengan hutang dagang. Perusahaan tidak membayar $ 257.167 biaya biaya sepanjang tahun tersebut sebesar $ 257.167 , yang mana merupakan jumlah saldo akhir dua perkiraan kewajiban/hutang (liability) dari beban yang masih harus dibayar ( accrued expenses ). Tetapi Perusahaan telah membayar $ Page 80 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky 197.500 nilai awal dari kewajiban/hutang (liability) tersebu. Nilai $ 257.167 yang tidak dibayar dikurangi $ 197.500 yang terbayar diperoleh nilai $ 59.667 yang berdampak positip pada aliran kas. Lihat penyesuaian ke 6 pada laporan aliran kas. 7. HUTANG PAJAK PENGHASILAN ( INCOME TAX PAYABLE ) Pada awal tahun usaha, perusahaan berhutang pajak sebesar $ 36.000 atas pendapatan kena pajak dari tahun sebelumnya. Nilai tersebut telah dibayar awal tahun. Pada akhir tahun usaha berhutang senilai $ 23.940 yang merupakan biaya pajak penghasilan tahun tersebut. Kesimpulannya bahwa perusahaan membayar $ 12.060 lebih kepada pemerintah dibanding nilai biaya pajak penghasilan yang semestinya dibayar untuk tahun tersebut. Lihat penyesuaian negatip untuk penurunan pada pajak penghasilan yang harus dibayar dalam laporan Arus Kas (Cash Flow). Menjumlahkan penyesuaian-penyesuaian Arus Kas (Cash Flow) ke laba bersih : * Peningkatan aktiva yang terlibat operasi menyebabkan penurunan Arus Kas (Cash Flow) dari laba dan penurunan aktiva yang terlibat operasi menyebabkan kenaikan Arus Kas (Cash Flow) dari laba. Dengan kata lain ada pengaruh terbalik terhadap Arus Kas (Cash Flow). * Peningkatan kewajiban/hutang (liability) operasi (operating liabilities) menyebabkan kenaikan Arus Kas (Cash Flow) dari laba dan penurunan kewajiban/hutang (liability) operasi menyebabkan penurunan Arus Kas (Cash Flow) dari laba dengan kata lain ada pengaruh yang sama/ searah terhadap Arus Kas (Cash Flow). Lihat Exhibit bab 13 bahwa efek akhir dari gabungan ketujuh penyesuaian terhadap laba bersih adalah negatip pengurangan senilai $ 177.343 Arus Kas (Cash Flow) hasil laba berkurang senilai tersebut akibat adanya perubahan-perubahan pada aktiva yang terlibat operasi serta perubahan-perubahan pada kewajiban/hutang (liability) dari perusahaan. Bisnis masih memiliki $ 540.807 Arus Kas (Cash Flow) hasil aktivitas operasi selama tahun tersebut. Sumber Arus Kas (Cash Flow) ini sangat vital untuk setiap bisnis/usaha. Satu point terakhir : The Accounting Professions Rule Making Body (The financial accounting standard board FASB) memilih untuk melaporkan Arus Kas (Cash Flow) dari aktivitas operasi. Format yang anda lihat pada Exhibit Bab 13 disebut metode tak langsung, metode ini menggunakan perubahan dari aktiva yang terlibat operasi dan perubahan kewajiban-kewajiban untuk penyesuaian laba Page 81 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky bersih. Sebaliknya FASB lebih memilih metode langsung untuk laporan Arus Kas (Cash Flow) pada bagian ini. Separo bagian atas dari Exhibit A pada bab1 hal 5 sebenarnya merupakan contoh metode langsung. Perlu dicatat bahwa Arus Kas (Cash Flow) dari laba adalah sama sebesar $ 540.807. Walaupun pilihan FASB S jelas adalah metode langsung, namun sebagian besar usaha menggunakan metode tidak langsung yang mana juga diperbolehkan oleh FASB. Yang mana yang anda pilih ?. APA ARTI ARUS KAS (CASH FLOW) ? Semakin banyak berita bisnis dan keuangan yang anda lihat istilah Arus Kas (Cash Flow) tercantum pada artikel dan cerita. Mungkin akan mengejutkan anda bahwa tidak ada difinisi standard tentang Arus Kas (Cash Flow). Pada sebuah pesta akhir-akhir ini seorang rekan kerja bertanya pada saya tentang arti istilah Arus Kas (Cash Flow). Saya katakan kepadanya bahwa Arus Kas (Cash Flow) mempunyai banyak arti yang berbeda. Ketika saya membaca sebuah artikel di wall street journal yang menggunakan istilah Arus Kas (Cash Flow), saya tidak yakin dengan apa yang dimaksud oleh penulis tentang istillah tersebut. Penulis biasanya tidak memberikan difinisi istilah tersebut pada artikelnya. Apabila mereka memberikan difinisi mereka tidak memberikan arti yang jelas terhadap laporan Arus Kas (Cash Flow) yang kita analisa tersebut diatas (Arus Kas (Cash Flow) dari aktivitas operasi). Seringkali penulis mengartikan atau mendifinisikan Arus Kas (Cash Flow) sebagai laba bersih ditambah biaya penyusutan (dan biaya non tunai lainnya). Pada contoh ini, menambahkan kembali biaya penyusutan ke laba bersih akan diperoleh Arus Kas (Cash Flow) senilai $ 978.200 ( $ 718.200 laba bersih ditambah $ 260.000 biaya penyusutan ). Laporan keuangan tidak melengkapi figur ini. Laporan keuangan Arus Kas (Cash Flow) menfokuskan pada Arus Kas (Cash Flow) dari aktivitas operasi yang mana pada contoh kita adalah sebesar $ 540.807. Saya mencurigai difinisi penulis (jika saya boleh sebut seperti itu) utamanya adalah sebuah jalan pintas untuk menghindari penyesuaian lain terhadap laba bersih yang diperlukan untuk mendapatkan Arus Kas (Cash Flow) dari laba. Tetapi saya tidak terlalu yakin. Untuk beberapa tahun para penulis dalam bidang bisnis khususnya dalam bidang keuangan dan investasi telah melakukan hal yang sama. Mereka menambahkan kembali penyusutan ke dalam pendapatan netto/laba bersih untuk mendapatkan Arus Kas (Cash Flow). Tentunya mereka mempunyai kebebasan untuk mendifinisikan Arus Kas (Cash Flow) sesuai kehendaknya, walaupun saya kira mereka merasa lebih jelas dengan menggunakan terminology mereka. Sebagai langkah awal saya tidak menolak terhadap penambahan penyusutan ke laba bersih. Page 82 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Namun saya mengharap anda tidak terpaku pada difinisi tersebut tanpa memperhatikan perubahan-perubahan aktiva operasi serta kewajiban-kewajiban lainnya yang terjalin dengan hasil penjualan dan biaya-biaya yang juga mempunyai dampak pada Arus Kas (Cash Flow) dari laba. Para akuntan profesi telah mendifinisikan apa arti Arus Kas (Cash Flow) dari laba (atau istilah lebih teknisnya adalah Arus Kas (Cash Flow) dari aktivitas operasi). Mungkin masih diperlukan waktu lebih panjang untuk memunculkan difinisi resmi mengenai pengertian Arus Kas (Cash Flow) yang dapat diterima secara umum, namun sayapun masih ragu. Page 83 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky EXHIBIT BAB 13 ARUS KAS (CASH FLOW) DARI LABA (AKTIVITAS OPERASI)

NERACA LAPORAN ARUS KAS SATU TAHUN FISKAL AKTIVA Akhir tahun Awal tahun Perubahan Dari laporan laba ( rugi ) Arus kas dari aktivitas operasi Kas $ 565.807 $ 750.000 ($ 184.193) Piutang 1.000.000 825.000 $ 175.000Persediaan 1.690.000 1.250.000 $ 440.000Biaya dibayar dimuka 160.000 185.000 ($ 25.000) Total Aktiva lancar (current) $ 3.415.807 $ 3.010.000Kekayaan, pabrik & peralata n 3.000.000 2.250.000 $ 750.000Akumulasi penyusutan (800.000) (540.000) ($ 260.0 00) Total aktiva $ 5.615.807 $ 4.720.000 Kewajiban dan modal pemilik Akhir tahun Awal tahun Perubahan Hutang persediaan $ 520.000 $ 450.000 Hutang biaya operasi 120.000 85.000 Total Hutang usaha $ 640.000 $ 535.000 $ 105.000 Biaya yang masih harus dibayar 240.000 185.000 Hutang bunga yg masih hrs dibayar 17.167 12.500 Total Biayan yg harus dibayar $ 257.167 $ 197.500 $ 59.667 Hutang pajak penghasilan 23.940 36.000 ($ 12.060) Hutang jangka pendek 625.000 600.000 $ 25.000 Total Kewajiban lancar (current ) $ 1.546.107 $ 1.368.500 Hutang jangka panjang 750.000 600.000 $ 150.000 Total kewjiban $ 2.296.107 $ 1.968.500 Modal saham 775.000 725.000 $ 50.000 Laba bersih $ 718.200 Peningkatan piutang ($ 175.000) Peningkatan persediaan (440.000) Penurunan biaya dibayar dimuka 25.000 Biaya penyusutan 260.000 Peningkatan hutang usaha 105.000 Peningkatan beban yg hrs dibayar 59.667 Penurunan pjk peng yg hrs dibayar (12.060) Penyesuaian arus kas terhadap Laba bersih (177.393) Arus kas dari aktivitas operasi $ 540.807 Arus kas dari aktivitas investasi Pemb kekayaan, pabrik & peralatan ($ 750.000) Arus kas dari aktivitas keuangan (financing) Hutang jangka pendek $ 25.000

Hutang jangka panjang 150.000 Modal saham yang dikeluarkan 50.000 Pembagian laba pd pemegang saham (200.000) $ 25.000 Kenaikan (penurunan ) kas Selama I tahun fiscal ($ 184.193) Pendapatan ditahan 2.544.700 2.026.500 $ 518.200 Catatan bahwa kas Total modal pemilik $ 3.319.700 $ 2.751.500 turun senilai tsb Total kewajiban dan Modal pemilik $ 5.615.807 $ 4.720.000 Page 84 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky KONDISI PT PAL ARUS KAS DARI LABA (AKTIVITAS OPERASI) dalam ribu rupiah

NERACA 2002 LAPORAN ARUS KAS SATU TAHUN FISKAL 2002 AKTIVA Akhir tahun Awal tahun Perubahan Dari laporan laba ( rugi ) Arus kas dari aktivitas operasi Kas 219.425.730 198.595.216 20.830.514 Piutang 549.290.128 1.428.374.940 (879.084.812) Persediaan 90.569.610 122.364.949 (21.795.339) Biaya dibayar dimuka 122.257.606 84.955.650 37.301.956 Total Aktiva lancar (current) 981.543.074 1.824.290.755Kekayaan, pabrik & perala tan 780.967.414 737.231.592 43.735.822Akumulasi penyusutan (250.067.207) (215.09 2.071) (34.975.136) Piutang JP-bag.jat temp dlm 1 th 315.076.521 68.230.537 246.845.984 Invest Jang panj. 14.641.030 12.113.730 2.527.300 Total aktiva 1.842.160.832 2.426.774.543 Kewajiban dan modal pemilik Akhir tahun Awal tahun Perubahan Total Hutang usaha 161.611.541 742.168.218 (580.556.677) Arus kas dari aktivitas operasi Total biaya yg harus dibayar 59.919.765 72.146.618 (15.226.853) Hutang pajak penghasilan 18.667.599 56.429.598 (37.761.999) Hutang jangka pendek 11.227.420 365.438.093 (354.210.673) Tot kewajib. lancar (current) 248.426.325 1.236.182.527 Hutang jangka panjang 459.575.596 386.732.272 72.843.324 Total kewajiban 708.001.921 1.622.914.799Modal saham 973.927.000 973.927.000 0 C adangan modal 12.449.407 12. 449.407 0 Pendap ditahan & cad. Umum 147.781.517 (1 82.516.663) 330.298.180 Hak min aktiva bersih anak per 987 987 Total modal pemilik 1.134.158.911 803.859.744Total kewajiban dan Modal pemilik 1.842.160.832 2.426.774.543 Laba bersih 331.441.601 Penurunan piutang 879.084.812 Penurunan persediaan 21.795.339 Peningkatan biaya dibayar dimuka (37.301.956) Biaya penyusutan 34.975.136 Penurunan hutang usaha (580.556.677) Penurunan beban yg hrs dibayar (15.226.853) Penurunan hutang pjk peng. (37.761.999) Penyesuaian arus kas terhadap laba bersih 265.007.802

Arus kas dari aktivitas operasi 596.449.403 $ 540.807 Arus kas dari aktivitas investasi Investasi jangka panjang (2.527.300) Pemb kekayaan, pabrik & peralatan (43.735.822) Arus kas dari aktivitas keuangan (financing) Hutang jangka pendek (354.210.673) Hutang jangka panjang 72.843.324 Piutang JP- bag jat temp dlm 1 th (246.845.984) Hak min aktiva bersih anak per 987 Pembag. laba pd pemeg. Saham (1.143.421) Kenaikan(penurunan) kas selama 1 tahun 20.830.514 Catatan bahwa kas naik senilai tsb Page 85 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 14 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI DAN PENDANAAN (CASH FLOWS FROM INVESTING AND FINANCING ACTIVITIES) Page 86 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 14 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI DAN PENDANAAN (CASH FLOWS FROM INVESTING AND FINANCING ACTIVITIES) SUMBER-SUMBER DANA NONPROFIT DAN PENGGUNAANNYA Laba atau keuntungan merupakan sumber utama atas Arus Kas (Cash Flow) masuk bagi suatu perusahaan. Laba adalah Arus Kas (Cash Flow) internal dimana uang diciptakan dan dikembangkan dari usaha itu sendiri dengan membebaskan perusahaan dari sumber permodalan/pendanaan dari luar. Bab 13 menjelaskan bahwa laba perusahaan yang dikumpulkan sebesar USD 540,807 adalah Arus Kas (Cash Flow) selama 1 tahun. Pertanyaan yang muncul adalah : apakah usaha ini dijalankan dengan Arus Kas (Cash Flow) dari laba sebesar USD 540,807?. Sebagai pengingat bahwa pernyataan cashflow memberikan jawaban atas pertanyaan ini; yang juga melaporkan sumber-sumber lain atas cash yang didapat dari usaha/bisnis selama setahun yang memberi tambahan modal bagi usaha atau bisnis tersebut. Perusahaan mempunyai cash yang tersedia selama setahun sebesar USD 540,807. Apa yang akan dilakukan dengan uang tersebut? (kita akan lihat apa yang senyatanya akan dilakukan sebentar lagi). Pilihan pertama adalah sederhana yakni untuk menaikkan posisi cash. Uang tersebut dibiarkan pada account perusahaan. Ini sangat tidak produktiv dalam penggunaan cash walaupun dalam bisnis ini sangat membutuhkan cash untuk bekerja.. Atau perusahaan akan membayar beberapa hutangnya.. Atau perusahaan akan menggunakan sebagian uangnya untuk membayar deviden kepada pemegang saham. Dalam kenyataannya, perusahaan telah membayar deviden kepada pemegang saham. sebesar USD 200,000 dalam tahun tersebut. Pilihan (opsi) lain adalah menggunakan Arus Kas (Cash Flow) dari profit untuk investasi ke depan; contoh : membeli asset-aset baru untuk memodernisir dan meningkatkan kapasitas produksi dari bisnisnya. Dalam kenyataannya, perusahaan membayar USD 750,000 untuk asset-aset baru selama setahun. Setelah deviden, perusahaan hanya punya ketersediaan cash sebesaar = $ 340,000 dari laba. (Cash flow dari laba sebesar Usd 540,807 dikurangi deviden usd 200,000 sehingga cash yang tersedia untuk keperluan lain sebesar Usd 340,000 ). Page 87 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Dimana suatu bisnis akan mendapatkan sisa dananya untuk membeli fixed asset yang baru ?. Ini dimulai dengan $ 750,000 di bank. Jadi perusahaan dapat menggunakan seluruh uangnya untuk membeli fixed asset. Akan tetapi perusahaan hanya akan menjadi tersisa sebesar $ 340,807 pada posisi cash akhir. Namun demikian, bisnis bertambah dalam hutangnya sebesar $ 175,000 dan juga menambah penerbitan modal saham $ 50,000 selama setahun. Bersamaan dengan 2 sumber luar atas pemberian modal sebesar $ 225,000. Penambahan $ 225,000 ini untuk posisi cash yang akan diberikan pada posisi akhir cash sebesar $ 565.,807 ; ($ 340,807 + $ 225,000 = $ 565,807). Lihat Exhibit Bab 14. Apa yang dijelaskan dalam kata-kata tersebut digambarkan dalam laporan cash flow, dalam bagian judul pertama Arus Kas (Cash Flow) dari aktivitas invesatsi dan yg lainnya berjudul Arus Kas (Cash Flow) dari aktivitas pendanaan . Pembelian fixed asset adalah sebuah aktivitas invesatsi. Ini juga disebut penguluaran modal, untuk menekankan sifat jangka panjang atas modal invesatsi di fixed asset. Manager dan pembaca laporan financial lainnya akan meneropong pada pengeluaran-pengeluaran modal.. Pengeluaran cash sperti ini adalah sebuah pertaruhan masa depan bagi perusahaan. Suatu bisnis akan mengatakan, dalam pengaruhnya, diperlukan adanya fixed asset baru untuk memelihara atau meningkatkan posisi daya saingnya. Atau untuk memperluas fasilitas untuk pertumbuhan masa depan. Ini adalah beberapa keputusan yang sangat penting yang dibuat oleh top managemen. Pembuatan seperti investasi-investasi adalah selalu beresiko. Siapa yang tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang?. Tetapi dilain pihak, tidak melakukan investasi mungkin menggambarkan jaminan mati bagi suatu bisnis; dengan tidak melakukan invesatsi perusahaan mungkin akan jatuh dalam kompetisi dan kehilangan pangsa pasar yang sangat mungkin sulit untuk didapat kembali. Lagi pula, dengan investasi yang berlebihan (over) dan fixed asset yang berlebihan dapat menjadi suatu penjara yang bisa mencekik leher bagi suatu bisnis. Dalam setiap kasus, pelaku bisnis mengalokasikan $ 750,000 untuk fixed asset baru. Dengan demikian suatu bisnis harus membuat beberapa keputusan kunci tentang pendanaan seperti dimana mendapatkan uang untuk pembelian fixed asset? Seperti dijelaskan sebelumnya, suatu bisnis memutuskan tidak harus menggunakan posisi cash modal turun menjadi sebesar $ 340,807 (dimana akan terjadi tanpa tambahan cash dari sumber luar).. Dengan annual sales lebih dari $ 10 juta, posisi kas $ 340,807 agak diambang batas untuk bekerja. Saya akan menitik beratkan bahwa tidak ada standart umum atau petunjuk yang berkaitan dengan seberapa luas seharusnya posisi cash untuk operasi bagi perusahaan. Posisi cash sebesar $ 340,807 hanya akan sebanding dengan 1,7 minggu dari pendapatan penjualan Page 88 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky perusahaan, dimana akan terlihat sangat kecil saya kira oleh hampir semua manager bisnis Berapa banyak keperluan cash yang diperlukan dalam suatu bisnis sebagai suatu cadangan untuk memproteksi terhadap pembangunan yang tidak perlu? Bagaimana jika ekonomi menjadi jatuh atau seandainya perusahaan mengalami penurunan yang serius atas salesnya?. Apa seandainya beberapa piutang tidak dapat ditagih tepat waktu? Apa seandainya perusahaan tidak dapat menjual persediaannya secepat perputaran cash? Apa seandainya perusahaan tidak dapat membayar pegawai tepat waktu ? ini bukan jawaban yang mudah atas permasalahan posisi kas yang benar. Suatu pertanyaan logis untuk ditanyakan adalah : kenapa perusahaan tidak menarik kembali cash devidennya dan memelihara modal kerjanya pada tingkat yang lebih tinggi? Ini adalah pertanyaan bagus! Kemungkinan,para pemegang saham menginginkan cash deviden untuk investasi di bussinesnya dan dewan direksi berada dibawah tekanan untuk mengeluarkan cash deviden. Dalam kasus ini, perusahaan membayar cash deviden sebesar $ 200,000, dimana dilaporkan dalam bagian aktivitas pendanaan dalam laporan Arus Kas (Cash Flow). (Exhibit Bab 14) Haruskah cash deviden dilaporkan sebagai pengurang langsung Arus Kas (Cash Flow) masuk dari aktivitas operasi (laba), untuk menunjukkan yang lebih ekplisit bagaimana Arus Kas (Cash Flow) masuk yang tersedia dari profit setelah pembayaran/cash deviden? Ini akan menarik perhatian tentang sebuah Arus Kas (Cash Flow) kunci bagi sejumlah bisnis.Saya menduga bahwa kebanyakan perusahaan tidak ingin menarik perhatian atas hal ini. FASB memutuskan bahwa deviden seharusnya dilaporkan dalam bagian aktivitas keuangan pada laporan Arus Kas (Cash Flow). Saya lebih suka pilihan tersebut di atas. Kesimpulannya, laporan Arus Kas (Cash Flow) masuk layak menapatkan perhatian dan kercermatan sebanyak laporan keuangan dan Neraca (Balance Sheet). Meskipun tidak persis, suatu perusahaan penghasil laba dapat dihadapkan pada masalah likuiditas ( memiliki persedian kas yang sedikit) atau masalah solvency (tidak bisa membayar hutang tepat waktu). Laba tidak bisa menjamin likuiditas dan solvabilitas (kemampuan membayar hutang). Laporan arus cash harus dibaca secara hati-hati untuk melihat jika terdapat tanda-tanda bahaya atau bendera merah. Satu point terakhir : dengan kehati-hatian anda membaca laporan keuangan, saya harus mengatakan bahwa laporan Arus Kas (Cash Flow) yang dilaporkan perusahaan public ditandai dengan hal yang detil bahkan sangat detil dalam pendapat saya. Satu dapat mendapatkan ungkapan bahwa perusahaan membuat deliberately bahwa laporan Arus Kas (Cash Flow) susah untuk dibaca, walaupun tampilannya mungkin terlalu bagus /njlimet. Namun demikian, anda harus melihat item-item pokok dan abaikan beberapa hal yang kurang detil. Laporan rugi laba dilaporkan oleh perusahaan terbuka, tajam dan Page 89 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky punya sedikit garis atas informasi apabila dibandingkan dengan dibaca dan dipaha mi. Ini adalah masalah yang umum. laporan Arus Kas (Cash Flow) masuk dan biasanya lebih mudah Page 90 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 14 EXHIBIT - ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI DAN PENDANAAN ( Dalam US $. ) Neraca LAPORAN ARUS KAS TAHUN 2002 Akhit Tahun Awal Tahun Perubahan Aktiva AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas Piutang Persediaan Biaya dibayar dimuka Total Aktiva Lancar Aktiva tetap (bangunan & peralatan) Akumulasi penyusun Piutang jangka panjang (jt tempo 1 th) Investasi jangka panjang Total Aktiva Kewajiban dan Modal Pemilik Hutang - Persediaan Hutang Usaha Total Hutang Biaya yang masih harus dibayar Bunga yang harus di bayar Total biaya yang harus dibayar Hutang pajak Hutang jangka pendek Total Kewajiban Lancar Hutang jangka panjang Total Kewajiban Modal saham Laba ditahan Total Modal Total kewajiban & modal 565,807 750,000 1,000,000 825,000 1,690,000 1,250,000

160,000 185,000 3,415,807 3,010,000 3,000,000 2,250,000 (800,000) (540,000) 5,615,807 4,720,000 520,000 450,000 120,000 85,000 640,000 535,000240,000 185,000 17,167 12,500 257,167 197,50023,940 36,000625,000 600,000. 1,546,107 1,368,500 750,000 600,000 2,296,107 1,968,500 775,000 725,000 2,544,700 2,026,500 3,319,700 2,751,500 5.615.8074.720.000 Lihat lap. Arus kas dibawah (184,193) 175,000 440,000 (25,000) 750,000 (260,000) 0 0 105,000 59,667 (12,060) 25,000 150,000 50,000518,200 ARUS KAS DARI aktivitas operasi Laba bersih Peningkatan piutang Peningkatan persediaan Penurunan biaya dibayar dimuka Biaya Penyusutan Kenaikan hutang usaha Peningkatan beban yang harus dibayar Penurunan hutang pajak

Penyesuaian arus kas terhadap laba bersih Arus kas dari aktivitas operasi ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penambahan asset Arus kas dari aktivitas investasi Arus kas dari aktivitas pendanaan Hutang jangka pendek Hutang jangka panjang Hak min aktiva bersih anak pers Pembagian laba pada pemegang saham Laba 718,200 dikurangi cadangan 200,000 sama dengan peningkatan cad. sebesar 518 200 Kenaikan (penurunan) kas selama 1 tahun (184,193) (175,000) (440,000) 25,000 260,000 105,000 59,667 (12,060) 718,200(177,393) 540,807 (750,000) (750,000) 25,000 150,000 50,000 (200,000) 25,000 Page 91 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky KONDISI PT.PAL : ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI DAN PENDANAAN ( Dalam ribuan Rp. ) Neraca Tahun 2002 LAPORAN ARUS KAS TAHUN 2002 Akhit Tahun Awal Tahun Perubahan Aktiva Lihat lap. Arus kas dibawah AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 219,425,730 198,595,216 20,830,514Piutang 549,290,128 1,428,374,940 (879,084,812) Persediaan 90,569,610 112,364,949 (21,795,339) Biaya dibayar dimuka 122,257,606 84,955,650 37,301,956 Total Aktiva Lancar 981,543,074 1,824,290,755 Aktiva tetap (bangunan & peralatan) 780,967,414 737,231,592 43,735,822Akumulasi penyusutan (250,067,207) (215,092,071) (34,975,136) Piutang jangka panjang (jt tempo 1 th) 315,076,521 68,230,537 246,845,984 Investasi jangka panjang 14,641,030 12,113,730 2,527,300 Total Aktiva 1,842,160,832 2,426,774,543 KEWAJIBAN DAN MODAL PEMILIK Hutang bank Hutang usaha 161,611,541 742,168,218 (580,556,677) Hutang pajak 18,667,599 56,429,598 (37,761,999) Uang muka diterima 00

Biaya yang masih harus dibayar 56,919,765 72,146,618 (15,226,853) Hutang jangka pendek lain-lain 11,227,420 365,438,093 (354,210,673) Total kewajiban jangka pendek 248,426,325 1,236,182,527 Kewajiban jangka panjang Total Kewajiban 459,575,596 386,732,272 72,843,324Modal Saham 708,001,921 1,622,914,799 (914,912,878) Cadangan modal 973,927,000 973,927,000 Cadangan umum & R/E 12,449,407 12,449,407Hak minor aktiva bersih anak pers 147,781,517 (182,516,663) 330,298,180 987 987 Jumlah Ekuitas 1,134,158,911 803,859,744 330,299,167 Total kewajiban & modal1,842,160,832 2,426,774,543 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Laba bersih 331,441,601Penurunan piutang 879,084,812 Penurunan persediaan 21,795,339 Peningkatan biaya dibayar dimuka (37,301,956) Biaya Penyusutan 34,975,136 Penurunan hutang usaha (580,556,677) Penurunan beban yang harus dibayar (15,226,853) Penurunan hutang pajak (37,761,999) Piutang jangka panjang ( jatuh tempo 1 th ) (246,845,984) Penyesuaian arus kas terhadap laba bersih 18,161,818 Arus kas dari aktivitas operasi 349,603,419 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penambahan asset (43,734,822) Investasi jangka panjang (2,527,300) Arus kas dari aktivitas investasi (46,263,122) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Hutang jangka pendek (354,210,673) Hutang jangka panjang 72,843,324 Hak min aktiva bersih anak pers 987 Pembagian laba pada pemegang saham (1,143,421) (282,509,783)

20,830,514 Kenaikan (penurunan) kas selama 1 tahun Laba 331,441,601 dikurangi cadangan 1,143,421 samadengan peningkatan cad. sebesar 330,298,180 Page 92 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 15 P PPE EER RRT TTU UUM MMB BBU UUH HHA AAN NN, ,, P PPE EEN NNU UUR RRU UUN NNA AAN NN, ,, DDA AAN NN AAR RRU UUS SS KKA AAS SS (GROWTH, DECLINE, AND CACH FLOW) Page 93 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky B BBA AAB BB 1 115 55 P PPE EER RRT TTU UUM MMB BBU UUH HHA AAN NN, ,, P PPE EEN NNU UUR RRU UUN NNA AAN NN, ,, D DDA AAN NN A AAR RRU UUS SS K KKA AAS SS (GROWTH, DECLINE, AND CACH FLOW) PENYUSUNAN TAHAPAN UNTUK ARUS KAS (CASH FLOW) Bab 13 menjelaskan tentang bagaimana perubahan yang terjadi pada aset operasi dan kewajiban operasi dari suatu perusahaan, dapat membantu atau malah merugikan Arus Kas (Cash Flow) dari laba (arus kas dari aktivitas operasi). Untuk mengulas singkat, ada 3 faktor utama dalam permainan Arus Kas (Cash Flow) penyusutan, aset operasi, dan kewajiban operasi:

Penyusutan: Selama setahun sebuah bisnis merubah modal yang diinfestasikan didalam aset tetap menjadi bentuk kas. Pendapatan penjualan mengganti biaya pengeluaran perusahaan saat tejadi penjualan. (Laba/ keuntungan adalah margin dimana pendapatan penjualan melebihi pengeluaran). Salah satu biaya / pengeluaran adalah penurunan nilai/penyusutan aset tetap dari perusahaan. Sebagian dari pendapatan penjualan dikumpulkan selama setahun sebagai pembayaran atas penggunaan aset tetap perusahaan. Bentuk nyatanya konsumen membayar sewa atas penggunaan aset tetap. Sebagai contoh: ketika anda membayar makanan di restauran, sebagian uang anda dikompensasikan untuk membayar aset tetap yang telah digunakan untuk melayani anda seperti peralatan dapur, meja, kursi, dsb. Aset operasi: Laba bersih ditambah penyusutan bukanlah segalanya dari sebuah laporan Arus Kas (Cash Flow) dari laba. Perubahan pada aset operasi perusahaan (piutang, persediaan, dan biaya dibayar dimuka) juga berpengaruh pada Arus Kas (Cash Flow) dari laba. Peningkatan nilai aset-aset ini akan mengurangi Arus Kas (Cash Flow). Sebagian dari kas masuk yang diperoleh dari pendapatan penjualan, digunakan untuk menambah aset operasi. Pengurangan dalam aset operasi akan menambah Arus Kas (Cash Flow) dari laba; bisnis dalam pengaruhnya, bagian likuid atas investasinya ada di dalam aset. Kewajiban Operasi: Penambahan nilai kewajiban (hutang, biaya yang masih harus dibayar, dan hutang pajak penghasilan) akan membantu Arus Kas (Cash Flow) dari laba selama setahun. Sebuah Bisnis menghindari pengeluaran akibat dari Page 94 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky penambahan nilai kewajiban. Dengan kata lain, sebagian dari pengeluaran total setahun, tidak langsung dibayar tetapi dicatat dengan penambahan kewajiban ini. Pengurangan kewajiban operasi mempunyai pengaruh sebaliknya; semakin banyak kas yang dibayarkan daripada nilai pengeluaran untuk setahun. Sebuah Bisnis mencatat penyusutan setiap tahunnya. Penyusutan adalah proses penambahan kembali atas laba bersih Penyusutan dalam kas masuk dapat digunakan untuk mengganti aset tetap lama yang telah habis masa pakainya. Akan tetapi nilai penyusutan mungkin nilainya tidak mencukupi untuk mengganti asset-ase tetap baru. Penyusutan berdasarkan biaya asli tidak dapat diharapkan untuk menyediakan Arus Kas (Cash Flow) yang cukup untuk mengganti aset tetap pada biaya bersih yang terbesar, apalagi untuk mengembangkan aset tetap dalam suatu bisnis. Setiap tahun suatu bisnis mencatat penyusutan, dan setiap tahun pula keuntungan Arus Kas (Cash Flow) dari laba dari perusahaan digunakan untuk menambah nilai aset tetap. Penyusutan merupakan faktor yang dapat diperkirakan dalam sebuah persamaan Arus Kas (Cash Flow). Dengan kata lain, setiap tahunnya untuk menentukan Arus Kas (Cash Flow) dari laba. Dengan kata lain, setiap tahun sebuah bisnis mengkover kembali biaya yang dinvestasikan dalam aset tetap dengan mendapatkannya dari pendapatan penjualan kas masuk. Pengeluaran akibat penyusutan bervariasi dari tahun ke tahun, tetapi setiap tahunnya sebuah bisnis mengganti penyusutan tersebut dengan membagi nilai investasi kemudian dimasukkan dalam aset tetap. perubahan dalam aset-aset operasi dan kewajiban-kewajiban operasi tergantung sepenuhnya pada kondisi apakah bisnis yang dijalankan dalam kondisi berkembang, menurun atau tetap. Ketiga skenario diatas masing masing menyebabkan dampak yang berbeda dalam Arus Kas (Cash Flow) dari laba. Kita mulai dengan contoh bisnis yang statis (tidak berkembang dan tidak menurun). Exhibit E pada halaman 96 menggambarkan seksi pertama sebuah laporan Arus Kas (Cash Flow) perusahaan untuk perencanaan tahun depan. Tujuannya adalah untuk mendemonstrasikan tentang apa yang akan terjadi pada Arus Kas (Cash Flow) dari laba ditahun depan jika pendapatan penjualan dan biaya-biaya ditahun mendatang hanya merupakan sebuah salinan dari hasil bisnis di penghujung tahun saja. Page 95 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Exhibit E mengasumsikan bahwa operasi aset dan kewajiban sebuah perusahaan, seharusnya tidak berubah di tahun depan. Sebagai contoh: Jika pendapatan penjualan perusahaan ditahun depan sama, maka tidak ada alasan untuk piutang untuk berubah. Dan juga jika harga pokok penjualan di tahun depan tetap sama, maka tidak ada alasan untuk menambah atau mengurangi persediaan perusahaan. Demikian juga dengan biaya dibayar di muka dan biaya operasi. Untuk itu, Exhibit E menunjukkan tidak adanya perubahan pada aset operasi dan kewajiban. Salah satu cara pengaturan Arus Kas (Cash Flow) untuk mendapatkan laba bersih adalah dengan menambahkan kembali penyusutan. Sekarang ini pendapatan penjualan dan biaya-biaya perusahaan di tahun depan hampir berubah, paling tidak sedikit. Tujuannya adalah memberikan point yang bermanfaat untuk bergerak, yaitu dengan scenario berkembang atau menurun. Exhibit E menunjukan 2 point kunci. Point pertama adalah faktor alamiah penyusutan yang unik. Exhibit E (hal 96) membuat penyusutan yang memprihatinkan. Ini adalah situasi dimana Arus Kas (Cash Flow) dari laba sama dengan laba bersih ditambah penyusutan, karena tidak ada perubahan pada aset dan kewajiban operasi perusahaan. Point kedua terfokus dengan Nilai 0 pada Exhibit E. mewakili kondisi tanpa perubahan aset dan kewajiban operasi perusahaan. Kondisi tanpa perubahan terjadi jika perusahaan mempertahankan rasio operasi tetap konstan antara laporan rugi laba dan laporan Neraca (Balance Sheet) (Balance Sheet). Sebagai contoh piutang perusahaan sama dengan 5 minggu pendapatan penjualan tahunan, pada Persediaan sama dengan 13 minggu biaya pokok penjualan tahunan dan sebagainya. Rasio ini mungkin berubah dari tahun ke tahun tapi bukan dalam contoh ini. Sebagai contoh meskipun dalam situasi yang statis sebuah bisnis mungkin akan mengijinkan piutang rata-ratanya selama periode terkumpul mendongkrak menjadi 6 minggu penjualan tahunan, dimana piutang akan meningkat. Peningkatan ini akan menyebabkan pengaturan Arus Kas (Cash Flow) yang negatif. Jadi meskipun pendapatan penjualan dan biaya-biaya relatif konstan di tahun mendatang, aset dan kewajiban operasi sebuah perusahaan mungkin akan berubah sebab penambahan perioda kredit rata rata konsumen mungkin juga berubah, perioda kepemilikan persediaan rata-rata juga akan berubah, atau perioda kredit rata-rata dari hutang akan berubah juga, dan sebagainya. Arus Kas (Cash Flow) dari laba dalam skenarion yang steadystate itu seperti memerah susu sapi, yang memberikan pemasukan pada Arus Kas (Cash Flow) setiap periodanya yaitu sama dengan penyusutan ditambah laba bersih. (Meskipun kelonggaran yang diberikan secara reguler seharusnya dibuat pada perubahan minor didalam aset dan kewajiban operasi). Situasi berkembang dan menurun secara keseluruhan berbeda dimana akan dijelaskan pada dua sesi di bab berikutnya. Page 96 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky EXHIBIT E - SKENARIO STATIS LAPORAN ARUS KAS (CASH FLOW) UNTUK TAHUN Arus kas dari aktivitas operasi Laba Bersih Perubahan Piutang Perubahan Persediaan Perubahan Biaya dibayar dimuka Biaya penyusutan Perubahan hutang Perubahan biaya yang masih harus dibayar Perubahan biaya pajak Perubahan arus kas Arus kas dari aktivitas operasi $ 0 $ 0 $ 0 $ 260.000 $ 0 $ 0 $ 0 $ 718.200 $ 260.000 $ 978.200 PENALTY PERTUMBUHAN DALAM ARUS KAS (CASH FLOW) DARI LABA Pertumbuhan merupakan strategi utama dihampir semua bisnis. Tujuan dari pertumbuhan tentunya adalah untuk meningkatkan laba dan kesejahteraan pemegang saham. Tanpa manajeman yang baik, memungkinkan biaya-biaya tumbuh lebih besar dari pada pendapatan penjualam, dan labanya akan berkurang. Dalam situasi yang sulit, bertahan merupakan upaya terbaik yang bisa dilakukan. Lampiran F pada hal 98 menjelaskan sebuah skenario pertumbuhan sebuah bisnis ditahun yang akan datang. Lmpiran tersebut memfokuskan pada perubahan yang terjadi pada Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement), Neraca (Balance Sheet), dan laporan Arus Kas (Cash Flow). Perusahaan merencanakan pertumbuhan yang signifikan terhadap pendapatan penjualan dan laba ditahun yang akan datang, dan ingin mengetahui bagaimana pertumbuhan ini berdampak pada Arus Kas (Cash Flow) dari laba sebuah perusahaan dimasa yang akan datang. Pada sisi kiri Exhibit F adalah Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) sebuah perusahaan diakhir tahun. Perubahan bugdet tahun depan dimasukkan dikolom kedua. (Kita tidak membahas bagaimana perusahaan menentukan perubahan tersebut, kita percaya bahwa manager perusahaan tsb telah melaksanakan Page 97 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky perkiraan yang realistik dan telah mempunyai target yang relevan ditahun depan). Exhibit F memulai dengan perubahan pada pendapatan penjualan dan biaya-biayanya, kemudian bergerak menyilang merubah aset dan kewajiban operasi yang diakibatkan perubahan pada pendapatan penjualan dan biaya, kemudian bergerak ke laporan Arus Kas (Cash Flow) dimana perubahan pada aset dan kewajiban operasi dimasukkan sebagai penyesuaian pada laba bersih. Perubahan pada aset dan kewajiban operasi diasumsikan bahwa rasio operasi perusahaan tetap sama. Sebagai contoh, perhatikan bahwa barga pokok penjualan dianggarkan untuk meningkat $ 1.300.000 tahun depan. Persediaan perusahaan adalah 13 minggu dari biaya pokok penjualan tahunan. Jadi peningkatan biaya pokok penjualan menyebabkan nilai yang diinvestasikan pada persediaan menjadi meningkat pula ($1.300.00 penambahan biaya pokok penjualan X 13/52 rasio operasi = $ 325.000 penambahan peresediaan). Semua rasio operasi yang lain dipertahankan secara konstan pada scenario pertumbuhan seperti yang terlampir pada Exhibit F. Perhatikan bahwa biaya penyusutan dianggarkan untuk meningkat sebesar $50.000 ditahun depan, sebab perusahaan berencana untuk membeli aset tetap yang baru. Jadi depresiasi ditahun depan adalah $310.000. Laba dianggarkan untuk meningkat dari $135.600 menjadi $853.000 tahun depan. Ini tentu saja bagus. Tapi hal itu jangan diasumsikan bahwa laba dari Arus Kas (Cash Flow) tahun depan akan sama dengan laba bersih ditambah penyusutan akan menjadi $ 1.163.800 ($853.800 laba bersih + $310.000 penyusutan = $1.163.800). Sebuah Bisnis tidak akan mampu menghasilkan Arus Kas (Cash Flow) dari laba sebanyak itu. Exhibit F menjelaskan bahwa Arus Kas (Cash Flow) dari laba di tahun depan akan kurang dari $ 800.000. Nilai yang lebih rendah dari Arus Kas (Cash Flow) tahun mendatang ini dikarenakan sasaran yang agak tinggi pada cash flow akibat dari meningkatnya piutang dan persediaan untuk mendukung tingkat penjualan dan biaya-biaya yag lebih tinggi. Penyesuaian nilai negatif dari Arus Kas (Cash Flow) dapat diatasi dengan membatasi penambahan kewajiban-kewajiban operasi. Akan tetapi perusahaan masih tetap akan menanggung nilai negatif dari Arus Kas (Cash Flow) sebesar $60,326 pada penyesuaian laba bersih. Page 98 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky EXHIBIT F- SKENARIO PERTUMBUHAN. tahun ini tahun depan Periode ASET Per ( tahun depan ) ARUS KAS dari Operasional * Pendapatan penjualan $ 10.400.000 $ 2.000.000 * Kas$ 793.474 * Laba bersih $ 853.308 * HPP $ 6.760.000 $ 1.300.000 * Piutang $ 192.308 * Perubahan piutang $ (192.308) * Persediaan $ 325.000 * Perubahan persediaan $ (325.000) * Laba Kotor $ 3.640.000 $ 700.000 * Biaya dibayar dimuka $ 30.769 * Perubahan biaya $ (30.769) * Biaya-biaya operasi $ 2.080.000 $ 400.000 * Akumulasi penyusutan $ (310.000) dibayar dimuka * Biaya penyusutan $ 260.000 $ 50.000 * Total $ 1.031.551 * Perubahan depresiasi $ 310.000 * Perubahan hutang $ 123.077 * Pendapatan $ 1.300.000 $ 250.000 LIABILITAS DAN EKUITAS * Perubahan biaya $ 50.154 * Biaya Bunga $ 103.000 $ 24.000 * Hutang -persediaan $ 100.000 yang masih dibayar * Hutang - biaya operasi $ 23.077 * Perubahan pajak * Pendapatan sebelum $ 1.197.000 $ 226.000 * Total hutang $ 123.077 pendapatan $ 4.520 pajak * Biaya yg masih harus dibayar $ 46.154 * Biaya pajak $ 478.800 $ 90.000 * Hutang bunga $ 4.000 * Arus kas disesuaikan $ (60.326) yang masih harus dibayar laba Bersih * Laba Bersih $ 718.200 $ 135.600 * Total biaya yg dibayar $ 50.154 * Hutang pajak $ 4.520 * Arus Kas dari $ 793.474 pendapatan operasi * Pendapatan ditahan $ 853.800 * Total $ 1.031.551 Page 99 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Singkatnya, tidak ada sesuatu yang mudah untuk menumbuhkan Arus Kas (Cash Flow). Pertumbuhan seharusnya baik untuk menentukan laba ditahun depan, tetapi hampir selalu terhambat dalam Arus Kas (Cash Flow) tahun depan. Dengan kata lain pertumbuhan tidaklah menghasilkan Arus Kas (Cash Flow) yang instan yang sama dengan peningkatan laba. Bandingkan Exhibit F yang menunjukkan Arus Kas (Cash Flow) dari laba dalam skenario pertuimbuhan, dengan Exhibit E yang menunjukan Arus Kas (Cash Flow) dari laba dalam skenario statis. Arus Kas (Cash Flow) menunjukkan tingkat yang lebih tinggi pada skenario statis. Laba lebih rendah dalam kasus statis, tapi Arus Kas (Cash Flow) lebih tinggi. Sebuah bisnis dapat mempercepat pencapaian Arus Kas (Cash Flow) dari laba tahun depan jika dapat meningkatkan rasio operasinya, seperti mempertahankan nilai persediaan yang sedikit. Tapi pada umumnya meningkatkan rasio operasi sangatlah sulit dilakasanakan pada perioda pertumbuhan. Apabila ada, sebuah bisnis mungkin akan mengalami tekanan dan memungkinkan rasio operasinya sedikit meleset. Sebagai contoh, perusahaan mungkin akan menawarkan kepada pelanggan berupa kredit yang lebih menarik untuk menstimulasi penjualan dan untuk mengembangkan periode kredit pada ratarata piutang. Atau sebuah bisnis dapat saja menambah ukuran dan menyatukan persediaan guna mempercepat waktu penyerahan kepada pelanggan dan menyediakan pilihan terbaik. Pada Lampiran F tidak tercantum sumber Arus Kas (Cash Flow) yang lain dari perusahaan atau perencanaan untuk menggunakan kas yang tersedia untuk tahun berikutnya. Dengan kata lain, bab finansial dan investasi dari laporan Arus Kas (Cash Flow) tidak dinyatakan. Kita belum melihat, sebagai contoh seberapa besar sebuah bisnis merencanakan untuk mengeluarkan dana pada modal yang dibelanjakan untuk tahun depan, atau seberapa besar rencana perusahaan untuk mendistribusikan keuntungan kepada para pemegang saham tahun depan. Exhibit F menyajikan semua hal penting tentang Arus Kas (Cash Flow) dari laba, dimana merupakan tahap awal yang cukup penting dari perencanaan Arus Kas (Cash Flow) tahun mendatang. REWARD ARUS KAS (CASH FLOW) DARI PENURUNAN

Ungkapan lama mengatakan bahwa apa yang naik akan mengalami turun terutama kalau diterapkan pada pendapatan penjualan dan kekayaan finansial dari sebuah bisnis. Sedikit dari bisnis-bisnis yang ada dapat berkembang selamanya, tanpa pernah sedikitpun mengalami penurunan atau jatuh. Tentu saja ada beberapa contoh dari bisnis yang dapat mempertahankan tingkat pertumbuhannya dalam waktu yang lama, seperti Wal-Mart, Microsoft. Tetapi meskipun kokoh seperti McDonald kadang-kadang turun. Beberapa industri mempunyai daur yang alami, yaitu dengan Page 100 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky pendapatan penjualan yang naik dan turun seperti roller coaster pada lintasannya. Tingkat laba akan menurun saat terjadi penurunan penjualan. Sangatlah sulit bagi sebuah bisnis untuk merespon penjualan yang turun drastis dengan segera memotong biayabiaya pengeluarannya. Untuk satu hal, kebanyakan sebuah bisnis dioperasikan dengan biaya yang cenderung sama / tetap meskipun volume penjualannya menurun. Sehingga diupayakan untuk dapat mengurangi biaya operasinal tsb. Pada bab 23 dijelaskan tentang pengaruh biaya-biaya tetap terhadap perilaku laba. Bab ini menfokuskan pembahasan pada dampak penurunan penjualan terhadap Laba. Pada Lampiran G halaman 102 menampilkan skenario penurunan sebuah bisnis, dimana kita menamakan evil twin dari skenario pertumbuhan pada Lampiran F. Dalam membandingan dua lampiran tersebut, perhatikan bahwa pada Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement), pendapatan penjualan nilainya turun drastis menjadi $ 2 juta. Harga pokok penjualan juga turun menjadi $ 1,3 juta, secara proporsional sama dengan penurunan pendapatan penjualan. Sedangkan biaya operasional perusahaan tidak turun secara proporsional seiring dengan penurunan pendapatan penjualan, sebab utamanya karena adanya komponen biaya tetap pada biaya pengeluaran (Bab 23 mengarah pada topik ini). Kesimpulannya adalah bahwa laba bersih akan berubah menjadi $ 315.000 yaitu hampir dari laba tahun sebelumnya. Tentunya ini merupakan kabar buruk. Kabar baiknya adalah pada Arus Kas (Cash Flow) dari laba semakin jauh lebih besar. Laba Bersih akan turun menjadi $400.000 tetapi Arus Kas (Cash Flow) dari laba hampir mencapai $ 1 juta ! Tentunya hal ini akan mengejutkan anda. Skenario pada Lampiran G memiliki asumsi bahwa perusahaan tidak merubah rasio operasionalnya sedikitpun. Sebagai contoh: Perbandingan dari piutang terhadap pendapatan penjualan tahunan tetap pada 5 minggu. Sejak pendapatan penjualan turun sebesar $ 2 juta, maka piutang turun menjadi $ 192.308 ($ 2.000.000 penurunan pendapatan penjualan X ( 5/52 ) minggu = $ 192.308 penurunan piutan). Perhatikan pada lampiran G bahwa aset dan kewajiban operasi turun, kecuali hutang bunga yang masih harus dibayar, karena biaya bunga tidak berkurang pada tahun depan. Perhatikan penyesuaian positif yang besar pada Lampiran G disebabkan adanya perubahan pada piutang dan persediaan. Penurunan pada 3 jenis kewajiban operasi adalah penyesuaian yang negatif, tetapi perubahan pada aset operasi ditambah dengan penyusutan hasilnya lebih besar dari mengimbangi penurunan pada kewajiban operasi. Singkatnya sebuah bisnis akan menyadari pentingnya Arus Kas (Cash Flow) dari laba dan apa yang harus dikerjakan untuk memperolehnya. Sebuah perusahaan dapat memperoleh dana dari hutang (bunga dari pembayaran kewajiban) atau menjual persediaan saham Page 101 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky sebagai modal. Jika sebuah bisnis memprediksikan bahwa kondisi menurun akan tetap terjadi, maka tidak diperlukan tambahan modal dari hutang dan sumber dana sendiri. Pada tingkat penjualan yang lebih rendah, sebuah perusahaan hanya memerlukan aset yang lebih rendah, yang berarti butuh modal yang lebih kecil. Memperkecil ukuran sebuah bisnis, khususnya mengurangi beberapa karyawan yang telah lama mengabdi, tentu saja menyakiti setiap orang. Memperkecil ukuran artinya manajemen harus melakukan beberapa peningkatan, bukannya malah menyerah untuk mencari alternatif dalam mempertahankan ukuran sebuah bisnis. Tapi bukankah sudah menjadi tugas pokok dari top manajemen untuk mengetahui bagaimana harus menggerakan sebuah bisnis kedepan pada masa masa yang akan datang. Page 102 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky EXHIBIT G- SKENARIO PENURUNAN LAMPIRAN G - SKENARIO MENURUN LAPORAN RUGI LABA NERACA LAPORAN ARUS KAS Periode Per ARUS KAS dari Operasional tahun ini tahun depan ASET ( tahun depan ) * Pendapatan penjualan $ 10,400,000 $ 2,000,000 * Kas$ 1,030,585 * Laba bersih $ 403,200 * HPP $ 6,760,000 $ 1,300,000 * Piutang $ (192,308) * Perubahan piutang $ 192,308 * Persediaan $ (325,000) * Perubahan persediaan $ 325,000 * Laba Kotor $ 3,640,000 $ (700,000) * Biaya belum dibayar $ (11,538) * Perubahan biaya $ 11,538 * Biaya-biaya $ 2,080,000 $ (150,000) * Akumulasi depresiasi $ (235,000) yang be lum dibayar * Biaya penyusutan $ 260,000 $ (25,000) * Total $ 266,738 * Perubahan depresiasi $ 235,000 * Perubahan hutang $ (108,654) * Pendapatan $ 1,300,000 $ (525,000) * Perubahan biaya $ (17,308) LIABILITAS DAN EKUITAS * Biaya Bunga $ 103,000 $ -* Hutang ( persediaan ) $ (100,000) yang dibayar dimu ka * Biaya hutang $ (8,654) * Perubahan pajak * Pendapatan sebelum $ 1,197,000 $ (525,000) * Total hutang $ (108,654) pendapat an $ (10,500) pajak * Biaya dibayar dimuka $ (17,308) * Biaya pajak $ 478,800 $ (210,000) * Hutang bunga $ * Arus kas disesuaikan $ 627,385 dibayar dimuka laba Bersih * Laba Bersih $ 718,200 $ (315,000) * Total biaya dibayar dimuka $ (17,308) * Hutang pajak $ (10,500) * Arus Kas dari $ 1,030,585 pendapatan operasional * Pendapatan ditahan $ 403,200 * Total $ 266,738 Page 103 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAGAIMANA DENGAN KERUGIAN-KERUGIAN ? Sejak kita mendiskusikan sebuah bisnis yang menurun, ini merupakan wilayah pembicaraan yang tidak menyenangkan. Apa yang akan terjadi pada Arus Kas (Cash Flow) bila pada bagian akhir Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) kondisinya tinta merah? Apa yang akan terjadi pada Arus Kas (Cash Flow) dari laba tidak terdapat laba, tapi hanyalah kerugian selama setahun? Tentu saja ini berarti bahwa biaya-biaya pengeluaran lebih besar dari pendapatan penjualan selama setahun. Sebagaimana yang telah dibahas pada bab ini dan bab sebelumnya, bahwa kas masuk aktual dari pendapatan penjualan selama setahun itu berbeda dengan nilai dari pendapatan penjualan itu sendiri, dan kas keluar aktual pada biaya biaya pengeluaran adalah berbeda dengan total biaya-biaya itu sendiri. Ketika sebuah bisnis melaporkan adanya kerugian pada tahun itu, laporan Arus Kas (Cash Flow) akan mencatatnya. Mengembalikan penyusutan perusahaan pada tahun tersebut mungkin akan mengimbangi kerugiannya Meskipun Arus Kas (Cash Flow) dari laba positif atau sekurangnya sedikit negatif daripada kerugian pada tahun tersebut. Dengan kata lain, kerugian harusnya jauh lebih besar daripada penyusutan. Kita kembali pada Lampiran E halaman 96. Sekarang asumsikan bahwa semua aset dan kewajiban operasi perusahaan tetap sama dalam satu tahun seperti yang tercantum pada lampiran tersebut. Akan tetapi selain itu perusahaan juga mengalami kerugian. Misalkan kerugian yang diderita adalah $ 260.000 selama setahun. Arus Kas (Cash Flow) dari aktifitas operasi akan sama dengan Nol. Jika kerugian terjadi, katakan $ 500.000 selama setahun, kemudian Arus Kas (Cash Flow) akan menjadi negatif $ 240.000, kecuali bila bisnis tersebut mengurangi aset-aset operasinya. Seringkali sebuah bisnis tidak dapat mengurangi aset-aset operasinya ketika mengalami kerugian. Ditambah lagi ketika perusahaan berada pada situasi yang sulit untuk menambah kewajiban operasinya. Tentu saja hal ini akan membuat kreditur khawatir ketika mereka melihat bisnisnya mengalami kerugian. Arus Kas (Cash Flow) yang negatif dari aktivitas operasi dapat terjadi pada kondisi sesaat saja. Cepat atau lambat sebuah bisnis akan mengalami masa akhir dan juga mungkin akan mengalami kebangkrutan atau kondisi lain yang tidak menyenangkan. Pemilik perusahaan dalam hal ini mungkin akan kehilangan modal yang telah diinvestasikan dalam bisnis tersebut. Page 104 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 16 CATATAN KAKI CATATAN KECIL PENDUKUNG LAPORAN KEUANGAN (FOOTNOTES THE FINE PRINT IN FINANCIAL REPORTS) Page 105 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 16 CATATAN KAKI CATATAN KECIL PENDUKUNG LAPORAN KEUANGAN (FOOTNOTES THE FINE PRINT IN FINANCIAL REPORTS) LAPORAN KEUANGAN - REVIEW SINGKAT Laporan keuangan tahunan terdiri atas 3 laporan keuangan utama yang dalam review singkat dapat dijelaskan sbb : 1. Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) : berisi ringkasan atas pendapatan dan biaya dari penjualan perusahaan selama satu tahun yang melaporkan pendapatan bersih atau laba akhir dalam satu tahun buku. Untuk perusahaan publik atau perusahaan yang sahamnya dapat dimiliki oleh banyak pihak juga harus melaporkan pembagian laba per lembar saham dalam ikhtisar rugi laba sedang untuk perusahaan nonpublik tidak diharuskan, tetapi perusahaan dapat menggunakan laporan tersebut sebagai informasi bagi pemegang saham. 2. Neraca (Balance Sheet) : merupakan laporan pernyataan kondisi keuangan, yang berisikan ringkasan asset perusahaan, kewajiban/hutang (liability) , dan modal pemilik yang ada di perusahaan pada saat periode penyusunan Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement). Untuk memahami isi laporan Neraca (Balance Sheet), perlu dipahami perbedaan antara tipe dasar dari asset yang digunakan perusahaan ( contoh : persediaan lawan aktiva tetap ), dan perbedaan antara kewajiban/hutang (liability) operasional (hutang dagang dan biaya yang diakui) lawan hutang perusahaan ( pembayaran bunga / interest). Disamping itu perlu juga diketahui perbedaan antara dua sumber dana yang berbeda dari modal ekuitas pemilik yang diinvestasikan oleh pemilik pada bisnis, lawan pendapatan yang seharusnya diterimakan tetapi tidak dibagikan pada pemilik, atau yang disebut sebagai laba ditahan. 3. Laporan Arus Kas (Cash Flow) : Laba menghasilkan Arus Kas (Cash Flow), tetapi jumlah Arus Kas (Cash Flow) dari laba selama satu tahun tidak sepadan dengan pendapatan bersih pada tahun tersebut. Laporan keuangan yang ketiga ini dimulai dari ringkasan Arus Kas (Cash Flow) dari laba untuk satu tahun, yang meliputi nomor dan jumlah yang sangat penting. Statemen ini juga melaporkan sumber lain dari uang tunai untuk satu tahun, dan apa yang dilakukan Page 106 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky perusahaan dengan uang tunai tersebut selama setahun. Laporan Arus Kas (Cash Flow) dapat menerangkan strategi finansial dari bisnis. Secara singkat, ke tiga laporan keuangan saling melengkapi serta sebagai kendali atas kewajiban/hutang (liability) finansial dari setiap bisnis dalam membuat keuntungan, pada kondisi finansial yang sehat, dan untuk penggunaan yang baik Arus Kas (Cash Flow) . Tiga Laporan Keuangan biasanya dibuat sebagai halaman terpisah dari laporan keuangan tahunan,atau satu laporan dalam setiap lembar. Walaupun secara umum, prinsip akuntansi yang berlaku (PSAK) tidak terlalu ketat, sebagian besar bisnis besar dan kecil mempresentasikan per 2 atau 3 tahun sebanding dengan laporan keuangan untuk surat-surat berharga dan komisi pertukaran yang memerlukan laporan keuangan pembanding MENGAPA CATATAN KAKI ? Laporan tahunan secara khusus berisi lebih dari sekedar tiga laporan keuangan. Pada bagian yang difokuskan akan diperlukan satu tambahan informasi yang pada laporan keuangan tahunan tambahan itu disebut sebagai : catatan kaki untuk laporan keuangan . Catatan kaki disebut sebagai pelengkap lembar kerja. Tanpa catatan kaki laporan keuangan bisa dikatagorikan tidak lengkap, dan memungkinkan terjadi salah pemahaman atas isi laporan. Para manajemen tingkat atas tidak boleh melupakan bahwa mereka juga bertanggung jawab atas isi laporan keuangan perusahaan, termasuk pula catatan kakinya. Catatan kaki laporan keuangan merupakan sesuatu yang integral dan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari laporan keuangan itu sendiri. Pada realisasinya catatan kaki dalam laporan keuangan dicetak lebih kecil dan ditempatkan di bagian bawah setiap halaman, dan biasanya dikatakan sebagai berikut: Penyertaan catatan kaki pada laporan keuangan ini adalah merupakan bagian yang tak terpisahkan dari laporan ini. Selain laporan keuangan, laporan auditor juga mencantumkan catatan kaki sebagaimana yang terdapat pada laporan keuangan. Secara singkat, catatan kaki sangat dibutuhkan untuk mendukung kecukupan pernyataan pada laporan keuangan. Cakupan yang luas pada konsep laporan keuangan memerlukan pendukung yang cukup, sehingga dengan demikian semua yang berhak akan memiliki sudut pandang yang sama secara finansial pada suatu bisnis sehingga dapat menjadi informasi tepat dalam pengambilan keputusan dan menghindarkan minat pribadi dalam bisnis. Page 107 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky DUA TIPE DARI CATATAN KAKI Catatan kaki ada dua macam. Pertama, metoda utama dari akuntansi yang digunakan oleh pebisnis diidentifikasikan dan diterangkan secara jelas. Contoh, metode akuntansi yang digunakan dalam penentuan biaya / harga pokok penjualan dari pembelanjaan barang yang akan dijual dan diakhiri dengan biaya persediaan yang diketahui Karena ada macam-macam biaya pengeluaran (dan mungkin untuk penerimaan penjualan) sebagian pebisnis dapat memilih diantara dua atau tiga metode akuntansi yang berlaku umum. Pemilihan metode akuntansi harus dijelaskan melalui catatan kaki . Catatan kaki diperlukan untuk setiap pilihan metode akuntansi yang signifikan oleh pebisnis. Catatan kaki mengasumsikan beberapa hubungan terminology / istilah akuntansi, seperti yang anda lihat pada contoh catatan kaki pada laporan keuangan dari Caterpillar dibawah ini. Catatan kaki pada laporan tahunan terbaru dari Caterpillar Inc. mengenai metode akuntansi atas persediaan dapat dilihat sebagai berikut (dari halaman 107 file elektronik Caterpillar tahun 1997 10-K pada posisi Surat surat berharga): Persediaan merupakan prnisip yang dinilai oleh metode LIFO ( last-in, first-out ). Nilai persediaan pada dasar LIFO tepatnya 85% dari total persediaan pada nilai biaya pada 31 Desember 1997 dan 1996, dan 90% pada 31 Desember 1995. Jika metode FIFO ( first-in, first-out ) telah digunakan, persediaan telah mencapai $2,067, $2,123, dan $2,103 (juta) lebih tinggi daripada yang dilaporkan pada 31 Desember 1997, 1996, dan 1995. Catatan kaki ini mengungkapkan bahwa persediaan Caterpillar pada laporan Neraca (Balance Sheet) diakhir tahun telah mencapai $2 miliar lebih tinggi jika perusahaan telah memilih suatu metode akuntansi alternatif. Dan biaya harga pokok penjualannya untuk setiap tahun akan berbeda (tetapi hanya dengan beberapa juta dolar). Perusahaan mengungkapkan pilihan metoda penyusutan pada catatan kaki. Catatan kaki umum lainnya menerangkan konsolidasi dari laporan keuangan perusahaan. Banyak bisnis besar yang terdiri dari gabungan beberapa perusahaan dan dikendalikan oleh satu perusahan induk, membuat Laporan Keuangan dari setiap perusahaan secara bersama-sama menurut kelompok dan diintegrasikan dalam satu laporan keuangan. Benturan kepentingan antar perusahan akan di eliminir sehingga bisnis menjadi satu kesatuan. Bagi perusahaan afiliasi yang bisnisnya telah membuat investasi sebelumnya tidak perlu dikonsolidasikan jika perusahaan tidak mempunyai kepentingan terhadap bisnis tersebut. Kedua adalah catatan kaki yang menyediakan keterangan tambahan yang tidak bisa ditempatkan secara keseluruhan pada

Page 108 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky laporan keuangan. Contoh, tanggal jatuh tempo, tingkat suku bunga, kolateral, atau bentuk surat berharga lainnya, dan ada beberapa detail lainnya dari utang jangka panjang dari bisnis yang digambarkan pada catatan kaki. Penetapan sewa tahunan yang diperlukan sebagai biaya operasional jangka panjang . Rincian pemilihan saham dan rencana kepemilikan saham karyawan serta potensi efek yang dapat melemahkan pendapatan per lembar saham juga digambarkan pada catatan kaki. Masalah hukum serta tindakan hukum lainnya yang bertentangan dengan perusahaan juga dijelaskan pada catatan kaki. Rincian tentang pemutusan hubungan kerja dan rencana pensiun juga ditulis pada catatan kaki. Obligasi bisnis untuk membayar tunjangan kesehatan pada saat pensiun dan perawatan kesehatan bagi karyawan pensiun diterangkan dalam catatan kaki. Kemungkinan daftar catatan kaki merupakan daftar yang panjang. Dalam menyiapkan laporan tahunan, pebisnis perlu untuk melihat kembali berdasarkan daftar pengecekan yang panjang setiap kegiatan yang kemungkinan telah diselesaikan dan dituliskan pada catatan kaki. PERTIMBANGAN MANAJEMEN PADA PENULISAN CATATAN KAKI Manajer harus mempercayai para ahli seperti kepala keuangan organisasi , penasehat hukum, dan auditor luar (Auditor Publik yang diakui) untuk melakukan pemeriksaan pada daftar catatan kaki yang tersedia. Bila catatan-catatan kaki yang diperlukan telah diketemukan, untuk pengambilan keputusan harus kembali pada masing-asing catatan kaki. Para manajer mempunyai pertimbangan dan kebijaksanaan untuk mengungkapkan secara detail setiap catatan kaki. Manajer yang baik tidak boleh melepaskan peluang atau mereka tidak boleh memberikan keterangan yang dapat mengancam peluang persaingan dari bisnis. Manajer tidak boleh membantu pesaingnya. Pada intinya adalah untuk membantu para kreditor dan pemegang saham perusahaan dengan melaporkan informasi sesuai kebutuhan mereka . Tetapi seberapa banyak informasi atau legalitas yang kreditor dan pemegang saham butuhkan ? Hal ini sangat sulit untuk dijawab secara tertulis. Pada kenyataan yang mendasar dimana catatan kaki telah dituliskan tidaklah selalu jelas dan terperinci. Terlalu sedikit pengungkapan seperti informasi tentang tuntutan perkara utama melawan pelaku bisnis, akan menjadikan kesalah pahaman yang dapat menyesatkan eksekutif puncak dari bisnis sebagai penanggungjawab . Di luar ketentuan legal minimum yang sah , yang akan didesak oleh auditor perusahaan adalah , ketentuan pengungkapan catatan kaki dan aturan yang tidak jelas. Manajer mempunyai kebebasan untuk memilih cara menyatakan / mengekspresikan apa yang mereka tulis pada catatan kaki. Page 109 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky CATATAN KAKI YANG KABUR ADALAH SUATU MASALAH SERIUS Suatu hal yang harus diperhatikan ketika membaca catatan kaki secara umum adalah banyaknya ketidak jelasan karena kejanggalan struktur kalimat maupun terlalu banyaknya istilahistilah teknis yang tidak dipahami. Sehingga arti penulisan pada catatan kaki dapat menjadi kabur. Aturan tentang catatan kaki telah jelas, tetapi tidak menegaskan agar penulisannya dibuat jelas dan ringkas sehingga mudah dipahami oleh pembaca laporan keuangan . Penulisan yang lemah menjadi lebih terlihat melalui catatan kaki pada bagian yang sensitif, seperti sengketa atau spekulasi bisnis yang memberikan kemungkinan rugi yang besar. Kreditor dan pemegang saham tidak mengharapkan para manajer mengungkapkan semua jaringan bisnis yang bermasalah pada catatan kaki hanya untuk mengakui putusannya yang kurang tepat, tetapi lebih baik sebagai klarifikasi dan penjelasan yang dapat membantu serta tidak akan merusak bisnis. Beberapa perusahaan memerlukan usaha yang besar untuk bisa mengungkapkan catatan kaki secara jelas dan benar termasuk pengungkapan lampiran lainnya pada laporan keuangan tahunan. Untuk itu diperlukan agar para manajer yang terkait dapat memberikan dalihnya pada setiap jawaban seperti pada catatan kaki mereka. Secara singkat, kreditor dan investor sering dikelabuhi dengan penjelasan yang kurang baik pada penulisan catatan kaki dan kita benar-benar hanya mempunyai satu pilihan, untuk memahami belukar masalah pada catatan kaki. Untuk itu bila diperlukan harus dilakukan lebih dari satu kali karena biasanya untuk memahami catatan kaki tertentu adalah cukup penting . Page 110 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 17 NILAI KREDIBILITAS AUDIT OLEH AKUNTAN PUBLIK BERSERTIFIKASI (THE COST CREDIBILITY AUDIT BY CPA) Page 111 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 17 NILAI KREDIBILITAS AUDIT OLEH AKUNTAN PUBLIK BERSERTIFIKASI (THE COST CREDIBILITY AUDIT BY CPA) MENGAPA AUDIT Andaikan kita telah menginvestasikan sejumlah uang didalam suatu bisnis pribadi. Sedangkan kita tidak perlu lagi dilibatkan dalam menjalankan bisnis tersebut , atau katakanlah kita adalah seorang investor yang pasif atau salah satu pemilik yang tidak perlu hadir. Sebagai pemegang saham kita hanya akan menerima laporan keuangan perusahaan. Untuk Memahami isi laporan keuangan itu kita akan membaca catatan kaki pada laporan untuk menemukan bagaimana pengelolaan perusahaan dilakukan, atau mungkin ada kerancuan didalamnya.Untuk Itu akan timbul pertanyaan , apakah laporan keuangan telah menyediakan penjelasan yang cukup memadai, dan apakah perusahaan menyetujui metode akuntansi untuk pengukuran laba?, sehingga laporan keuangan dapat dipercaya. Atau sebagai kepala bagian kredit pada sebuah bank yang membutuhkan laporan keuangan dalam pemberian kredit. Apakah bisnis tersebut menggunakan metote akuntansi yang tepat dalam menyusun laporan keuangan? Atau mungkin laporan keuangan '93 dimodifikasi'94 untuk tujuan mendapatkan kredit sehingga laporan keuangan dibuat lebih baik dari yang seharusnya. Atau seandainya kita sebagai manajer Investasi dana yang mengusai perdagangan dibursa saham NYSE dan NASDAQ. Harga saham tergantung pada laba bersih dan pendapatan per lembar saham dilaporkan oleh perusahaan sesuai kewenangannya. Bagaimana kita mengetahui bahwa jumlah keuntungan tersebut dapat dipercaya? Kesalahan dalam penyusunan Laporan keuangan terdiri dari 2 pertimbangan mendasar: Kesalahan murni terjadi dikarenakan sistem akuntansi perusahaan yang tidak memadai dan gagal untuk menemukan dan melakukan koreksi atas Kesalahan atau disebabkan karena akuntan perusahaan kurang mengerti tentang akuntansi yang berlaku saai ini dan Standar pelaporan akuntansi keuangan. Kesalahan yang disengaja yang dapat disebabkan oleh karyawan atau pimpinan tertinggi dengan mengubah hasil keuntungan perusahaan dan laporan keuangan, atau Page 112 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky menyembunyikan informasi yang penting agar tidak terlihat dalam laporan keuangan. Hal ini disebut dengan kecurangan pelaporan keuangan. Akuntansi yang buruk dan kecurangan adalah suatu peristiwa yang berbahaya dalam laporan keuangan. Cara untuk melindungi dari potensi kesalahan yang mendasar adalah dengan memastikan/meyakinkan bahwa laporan keuangan bebas dari kesalahan dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum. Dengan Audit dapat meyakinkan/memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan adalah dapat dipercaya dan telah mengikuti aturan yang berlaku. Laporan keuangan diperiksa oleh akuntan publik yang terdaftar. AKUNTAN PUBLIK BERSERTIFIKASI Seseorang perlu melakukan tiga hal untuk menjadi Akuntan Publik (CPA). Ia harus memperoleh ijasah perguruan tinggi dengan penekanan pada pelajaran akuntansi. AICPA (The Amarican Institute of Certified Public Accountants) betul-betul mendorong semua negara bagian untuk menjadikan undangundang syarat 5 tahun pendidikan. Banyak negara bagian sudah mengesahkan sebagai undangundang, beberapa negara sudah memberlakukan pada tahun 2000. Namun demikian beberaoa negara bagian khususnya california pada saat undang-undang ini dibuat belum mengesahkan menjadi undang-undang. Kedua, seorang menjadi akuntan publik harus mengikuti ujian yang cukup melelahkan selama 2 hari dengan materi pengujian pengetahuan tentang akuntansi, pajak penghasilan, auditing dan hukum dagang. Ketiga seseorang harus memenuhi persyaratan mempunyai pengalaman dinegara tempat tinggalnya. Undangundang /peraturan untuk menjadi akuntan publik yang berpengalaman sifat dan waktu ditiap-tiap negara berbeda, pada umumnya minimal harus berpengalaman selama satu tahun. Setelah ketiga persyaratan dilengkapi yaitu pendidikan, ujian dan pengalaman seorang akuntan berhak memiliki lisensi dari negara bagian ditempat tinggalnya untuk membuka praktek sebagai akuntan publik. Sebagian besar negara bagian memerlukan waktu antara 30 sampai 40 jam untuk melanjutkan pendidikkan setiap tahun untuk memperbaharui kembali lisensi Akuntan Publiknya.Setiap negara bagian mempunyai lembaga akuntansi yang bertugas mengatur praktek-praktek akuntan publik dan berwenang untuk mencabut atau menangguhkan lisensi seseorang yang melanggar undang-undang, peraturan-peraturan dan kode etik akuntan publik. Page 113 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Akuntan Publik melaksanakan lebih daripada audit laporan keuangan. Mereka menawarkan suatu pelayanan kepada publik berupa perencanaan dan kepatuhan pajak penghasilan, konsultasi perencanaan keuangan pribadi, penilaian perusahaan, sistem komputer dan teknologi informasi, kontrol produksi dan efisiensi, dan bidang spesialisasi lainnya. Tentu saja pelayanan non audit memberikan lebih dari pada setengah penghasilan dari kantor akuntan publik besar. Lisensi Akuntan Publik secara luas diakui dan dihargai sebagai suatu surat kepercayaaan profesional. Status profesional Akuntan Publik terletak pada pengalaman dan keahlian mereka dan independensi mereka pada pelanggan siapapun. Kata Certified pada sebutan mereka menunjukkan pengalaman dan keahlian mereka. Pengertian Public menunjukkan independensi mereka. Dalam melaksanakan pemeriksaan laporan keuangan akuntan publik independen adalah mutlak diperlukan. Agar Akuntan Publik independen menjadi publik practice dan bukan menjadi karyawan bagian dari suatu organisasi (tentu saja, selain dari pada perusahaan Akuntan Publik itu sendiri). Pengalaman akuntansi publik suatu batu loncatan yang baik pada kesempatan karier lainnya. Banyak orang-orang memulai pada akuntansi publik dan mengakhiri sebagai Controller (chief accountant) atau financial vice president pada suatu organisasi beberapa menjadi President dan Chief Executive Offisier CEO) pada organisasi perusahaan. Beberapa akuntan publik masuk politik dan sedikit menjadi gubernur negara bagian. Seseorang yang sudah meninggalkan akuntansi publik masih ditunjuk sebagai Akuntan Publik meskipun mereka sudah lama tidak dalam Public Practice. Ini seperti seseorang dengan ijazah kedokteran yang meninggalkan praktek kedokteran, tetapi masih dipanggil dokter . APAKAH AUDIT DIPERLUKAN, ATAU HANYA SEBATAS IDE BAGUS ? Perusahaan-perusahaan yang mempunyai kewajiban/hutang (liability) dan menjual sahamnya pada pasar modal dipersyaratkan oleh undang-undang pasar modal untuk menyusun laporan keuangan tahunan yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Independen. Pada saat ini terdapat 5 besar kantor akuntan publik yang memiliki standar internasional dan telah mengaudit lebih dari 12.000 perusahaan di Amerika Serikat. Diluar perusahaan publik besar tersebut, relatif sedikit perusahaan secara legal meminta laporan keuangannya diaudit oleh Akuntan Publik yang independen. Berdasarkan data dari Kantor Akuntan Publik Internasional Coopers & Lybrand (saat dimerger dengan Price Waterhouse) menganalisa data pajak pendapatan dan ditemukan bahwa lebih Page 114 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky dari 8,5 juta perusahaan-perusahaan korporasi, partnerships, dan perusahaan asuransi, dan juga beberapa juta perusahaan ventura, Tidak terlalu banyak dari perusahaan-perusahaan ini sungguh-sungguh dipersyaratkan untuk diaudit. Meskipun demikian, suatu perusahaan dapat memutuskan untuk mengaudit laporan keuangannya sekalipun tanpa memperhatikan undangundang sekuritas negara bagian atau federal. Saya membantu direktur (organ dari stockholder) bank swasta, dan kami diaudit oleh akuntan publik setiap tahun. Pengacara dan undang-undang sekuritas seharusnya menyarankan agar perusahaan negara menggunakan audit pada situasi tertentu. Perusahaan mungkin menandatangani kontrak atau secara tidak resmi menyetujui laporan keuangan tahunan yang telah diaudit seperti pada saat pengajuan kredit atau menerbitkan saham pada investor baru dalam perusahaan. Seperti yang telah disebutkan, bahwa perusahaan perusahaan publik mempunyai pilihan, mereka secara legal dipersyaratkan agar laporan keuangan tahunannya diaudit oleh kantor akuntan publik independen.Tetapi bila tidak dipersyaratkan seharusnya perusahaan menyewa akuntan publik untuk melakukan audit terhadap laporan keuangan tahunannya. Apa itu payoff? Pada dasarnya, kredibilitas perusahaan dapat meningkat apabila laporan keuangannya diaudit.Laporan keuangan yang diaudit oleh akuntan publik mempunyai indek kredibilitas yang lebih tinggi dibanding dengan laporan keuangan yang tidak diaudit. Audit yang dilakukan oleh akuntan publik memberikan jaminan terhadap laporan keuangan yang menyesatkan. Auditor ahli dalam melacak sistem akuntansi dan mereka sepenuhnya memahami prinsip-prinsip akuntansi dan standar laporan keuangan. Sebagai badan usaha yang independen, akuntan publik tidak akan mentolerir adanya kecurangan dalam laporan keuangan. Audit adalah tidak murah. Akuntan Publik adalah profesional yang menuntut bayaran tinggi. Suatu perusahaan tidak dapat meminta menurunkan rate dengan melaksanakan audit sepintas. Audit adalah audit. Akuntan Publik dibatasi oleh standar akuntansi yang berlaku (GAAS) sebagai pedoman dalam melaksanakan audit. Tidak ada hal-hal seperti bargain basement audit atau quick and dirty audit yang hanya meluncur diatas laporan akuntansi perusahaan. Peyimpangan dari standar akuntansi keuangan (GAAS) dapat mengakibatkan perkara hukum terhadap Akuntan Publik dan dapat merusak reputasi profesi Akuntan Publik. Suatu audit memerlukan banyak waktu karena Akuntan Publik harus memeriksa banyak bukti dan melakukan banyak pengujian terhadap catatan akuntansi suatu perusahaan sebelum Akuntan Page 115 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Publik dapat menyatakan opininya pada laporan keuangan perusahaan. Persyaratan waktu ini menyebabkan audit memerlukan biaya relatif mahal. Seorang manager perusahaan, menganggap suatu audit secara legal adalah tidak dipersyaratkan, harus bertanya apakah keuntungan kredibilitas adalah harga suatu audit. Sebuah bank mungkin tertarik atas audit sebagai kondisi untuk memberikan pinjaman pada sebuah bisnis atau penyandang dana. Diluar perusahaan dari sebuah bisnis mungkin tertarik dari audit tahunan untuk melindungi investasi mereka dalam bisnis tersebut. Dalam keadaan ini biaya audit adalah harga penggunaan permodalan dari luar. Dalam banyak keadaan investor dan kreditor dari luar tidak tertarik pada audit. Namun demikian, sebuah bisnis mungkin akan memilih adanya audit sebagai kontrol atas system akuntasinya. Suatu bisnis akan memutuskan sesuatu hal perlu mempunyai pemeriksaan keamanan yaitu evaluasi yang independen yang terfokus pada apakah bisnis tersebut mudah ambruk dalam memperoleh keuntungan. Selalu ada penyimpangan atau penggelapan yang dilakukan oleh pegawai atau manager dengan mengambil keuntungan dari posisi jabatannya,contohnya meneriama suap atau pembayaran dibawah meja dari pelanggan. Penyimpangan tersebut sangat disayangkan tetapi sudah sangat umum terjadi. Audit mungkin akan menemukan penyimpangan, tetapi bagaimanapun penemuan penyiampangan bukanlah tujuan utama dari audit keuangan. Banyak orang yang beranggapan salah dari audit keuangan , bukan. Auditor CPA dibutuhkan untuk merencanakan prosedur audit untuk mencari kemungkinan penyimpangan dan untuk mengidentifikasi kontrol internal yang lemah yang memungkinkan kecurangan tidak terdeteksi.Ini adalah sisi baik dari audit,tetapi tujuan utamanya adalah membentuk kejujuran dalam statement keuangan (meliputi footnotes),dan keadaan statement keuangan secara menyeluruh disetujui sebagai prinsip akuntasi Penyimpangan dapat merusak integritas statement keuangan,tentu begitu juga auditor CPA akan mencari jalan keluar terhadap adanya penyimpangan segala tipe seperti kesalahan pembukuan.Tetapi CPA menjelaskan bahwa penyimpangan bukanlah apa apa dalam laporan pemeriksaan.Tidak ada ungkapan seperti Kami mencari penyimpangan tetapi tidak menemukan yang lainnya . Page 116 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky LAPORAN AUDITOR : OPINI WAJAR DAN OPINI TIDAK WAJAR Yang terpenting dari semuanya adalah mari pada satu persepsi yang sama. Saya sedang membahas tentang audit laporan keuangan yang dilakukan oleh CPA. Ada banyak type lain dari audit,seperti : audit pengembalian pajak penghasilan oleh Int.Rev.Ser , audit program-program pendukung federal oleh Gen.Ace.office , audit dalam sebuah organisasi oleh auditor dalam sendiri, dan seterusnya. Pembicaraan berikut ini tertuju pada audit oleh CPA tentang laporan keuangan yang disiapkan oleh sebuah lembaga bisnis yang diluncurkan ke dunia luar,terutama kepada pemilik dan lainnya yang memiliki legitimasi hukum untuk menerima sebuah salinan dari laporan keuangannya. Pembaca-pembaca laporan keuangan tidak terlalu mencermati tentang bagaimana sebuah audit dilakukan,juga bagaimana mereka seharusnya bertindak. Yang utama dari itu semua adalah opini dari auditor CPA. Mereka seharusnya membaca opini secara teliti, meskipun sudah jelas bahwa lembaga tersebut paling jelek atau paling baik, berikan saja pengamatan yang singkat.Jelasnya banyak pemakai jasa laporan keuangan dengan gampang beranggapan bahwa memiliki laporan keuangan yang teraudit adalah suatu penjaga keselamatan perusahaan yang cukup. Mereka mungkin beranggapan bahwa CPA tidak akan digabungkan dengan laporan keuangan yang tidak benar. Banyak pembaca laporan keuangan beranggapan bahwa jika perusahaan CPA memberikan opini dan itu artinya dihubungkan dengan laporan keuangan yang selanjutnya pernyataan-pernyataan keuangan dan catatan-catatan awal harus beres dan tidak ada kesalahan fatal dalam tanggapannya. Apakah opini CPA memerlukan suatu persetujuan? Tidak,itu tidak penting. Profesi CPA telah bertahun-tahun menyumbangkan kegiatannya membedakan opini-opini tentang audit. Anda telah mendengar pepatah : Jika anda melihat satu, maka anda telah melihat mereka semuanya . Ini tidak benar kalau menyangkut opiniopini audit. Anda harus membaca laporan auditor untuk mengetahui opini jenis apa yang diberikan oleh auditor pada pernyataanpernyataan keuangannya Opini audit yang baik adalah sebuah opini yang komplit, atau yang lebih umum disebut sebuah opini yang bersih dan dipaparkan dalam Exhibit H. Pada dasarnya, opini menyatakan bahwa CPA tidak punya materi untuk tidak menyetujui dengan laporan keuangannya. Dengan kata lain, CPA menyetujui bahwa pernyataan keuangan telah disiapkan berdasarkan prinsip prinsip Page 117 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky akuntansi yang berlaku secara umum dan bahwa catatan catatan awal ditambah dengan informasi yang lain dalam laporan keuangan sudah memberikan kejelasan yang cukup (standar ini masih akan memberikan manajemen pilihan-pilihan yang luas, yg akan dipelajari pada bab selanjutnya ). Dalam sebuah opini yang komplit auditor CPA menyatakan sesungguhnya menyetujui dengan laporan keuangan tersebut. Dapat dikatakan bahwa menurut pendapat kami, pernyataan finansial seperti tersebut diatas terdapat kejujuran dalam semua materi bahasan dapat diterima posisi keuangan dari perusahaan XYZ .. CPA mungkin telah menyiapkan pernyataan yang berbeda dan mungkin juga telah menulis catatan catatan yang berbeda. Kenyataannya, CPA mungkin lebih suka cara cara perhitungan yang berbeda. Semua pernyataan CPA dalam opini yang komplit yaitu bahwa perhitungan dan kejelasan yang dipaparkan dalam laporan keuangan dapat diterima. Paragrap ke 3 dari laporan audit yang dinyatakan clean (wajar tanpa syarat) sesuai lapiran H hal. 124 merupakan standar pelaporan yang telah digunakan lebih dari satu abad. Standar tersebut diadops untuk beberapa alasan, salah satunya bahwa menyusun laporan keuangan merupakan tanggung jawab utama managemen perusahaan. Hal ini dinyatakan pada paragrap pertama. Selain itu profesi akuntansi menyatakan bahwa standar tersebut harus dibuat jelas dimana suatu audit menyatakan rasional tetapi bukan jaminan absolut bahwa laporan keuangan adalah sesuatu materi yang bebas dari kesalahan. Dan terpikirkan bahwa pengguna laporan keuangan seharusnya diberi tahu secara jelas apa keterlibatan sebuah audit (dalam paragraf 2 ). Pendapat saya, versi standar laporan pemeriksaan CPA (auditor) lebih dari 200 jarkon teknis & banyak tergantung dari pembaca. Selama beberapa tahun, perubahan-perubahan didalam bahasa pelaporan pemeriksaaan dimotivasi secara kuat oleh the surge in lawsuits melawan pemeriksa (auditor). Beberapa pemeriksaan gagal menemukan adanya kecurangan di dalam laporan keuangan, Kantor Akuntan Publik memberikan pendapat yang jelas tentang laporan keuangan dimana akhirnya diketahui/ditemukan kesalahan serius yang disebabkan karena adanya kecurangan dipihak managemen, atau didasarkan metoda-metoda accounting yang terbukti tidak bisa dipertahankan. Dari semua perusahaan yang telah diperiksa, CPA mempunyai catatan yang sangat bagus. Tidak semua kekacauan atau kesalahan laporan keuangan mendapat opini wajar dari auditor. Sayangnya pada beberapa kejadian, pemeriksaan tidak Page 118 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky 100% sempuma. Lebih dari 12.000 pemeriksaan perusahaan publik dilakukan setiap tahunnya, beberapa mendapat pendapat yang jelas ketika dalam kenyataan pemeriksa/auditor tidak hanya sekedar memberikan stempel persetujuan terhadap laporan keuangan. Tetapi jumlah tsb sangat kecil jumlahnya dibanding total yang diperiksa (jumlah nyata dari kesalahan pemeriksaan pada setiap tahunnya sulit untuk dipastikan). Biaya membuat semua audit yang benar harus bisa dibatasi dalam pemikiran dasar sejumlah kegagalan kecil dari audit dapat ditoleransi sepanjang dimaksudkan untuk menjaga keseluruhan biaya audit yang masuk akal. Dalam kejadian-kejadian yang biasa terjadi mungkin alasan sesungguhnya untuk memeriksa administrasi untuk melengkapi kreditor dan investor. Seseorang yang dituntut ketika mereka menderita kerugian dan ada gejala laporan keuangan perusahaan mengalami ketidak efisiensi. Para pemegang saham dan kreditor biasanya kehilangan uang ketika dunia usaha jauh dari harapan dan dilakukan revisi laporan keuangan atau ketika disebabkan kesalahan laporan keuangan maka perusahaan menghadapi masalah hukum yang serius. Maka mereka mencari seseorang untuk memperbaiki beberapa kehilangan. Perusahaan CPA yang berkantong tebal merupakan sebuah target yang dapat dipercaya. Karena hal tsb profesi akuntan publik memutuskan untuk mengadopsi beberapa bahasa pertahanandidalam laporan-laporan audit mereka, untuk memertahankan laporan lebih baik lagi ketika mereka dituntut. Saya percaya bahwa profesi auditing yang mengesampingkan masalah-masalah hukum kehilangan pandangan pengguna laporan keuangan. Menurut saya, mayoritas pengguna laporan keuangan umumnya ingin tahu bahwa CPA mempunyai sasaran terhadap pernyataan keuangan dan catatan-catatan yang disiapkan oleh managemen. Pengguna tidak perduli akan istilah-istilah khusus yang dipergunakan dalam laporan pemeriksaan CPA. Mereka ingin tahu 1 hal apakah pemeriksa CPA memberikan keuntungan bagi laporan managemen mereka ? Jika tidak mereka menginginkan pemeriksa keuangan untuk membuat sasaran yang jelas terhadap laporan keuangan tsb. Petunjuk aturan terbaik yang diikuti pengguna laporan keuangan adalah dengan membuat apakah didalan laporan pemeriksa CPA terdapat 4 paragraf. Standar laporan audit hanyalah 3 paragraf (lihat exhibit H). Auditor CPA mempergunakan 4 paragraf untuk mengkomunikasikan hal-hal dimana pengguna lapotan keuangan seharusnya tahu. Merupakan ide yang baik untuk mengecek dan melihat keberadaan 4 paragraf tsb dan membaca apa yang terdapat dalam addendum sebagai standar laporan auditor. Ke 4 paragraf dipergunakan dalam situasi-situasi berikut: Page 119 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky CPA auditor mengutamakan satu atau lebih hasil hubungan laporan keuangan, kegiatan yang menonjol dalam setahun, ketidakpastian bisnis dan permasalahan yang lain. Perusahaan akan merubah metoda-metode antara yang terbaru dengan tahun sebelumnya yang mana menyebabkan ketidakpastian pelaporan keuangan asli dan pelaporan bisnis. Ketidakpastian yang mendasar tentang komitmen kemampuan disebabkan oleh kesulitan keuangan untuk pembayaran atau item lain yang menyebabkan ketidakmampuan pembayaran. Dalam situasi ini kreditor dan investor harus diberitahu sehingga profesi audit harus memutuskan bahwa hal-hal tsb harus diperiihatkan secara explisit didalam laporan keuangan. Paragraf 4 tidak menyusun kualifikasi laporan perusahaan, tetapi hanya menyediakan beberapa informasi. Sebaliknya auditor CPA akan menghadapi pengecualian terhadap penggunaan suatu metode accounting oleh perusahaan atau kekurangan terbuka pada beberapa item dimana CPA berpikir perlu untuk niencukupi keterbukaan. Dalam situasi ini CPA mengacu sebuah pendapat yang kualified yang mencantumkan kata-kata kunci kecuali didalam paragraf opini. Dasar kualifikasi apa yang auditor maksudkan sebagai pengecualian dijelaskan didalam laporan auditor. Untuk memberikan opini yang wajar auditor CPA harus memuaskan secara keseluruhan laporan keuangan perusahaan tanpa menyembunyikan. Namun CPA bisa tidak setuju satu atau lebih item dalam laporan keuangan khususnya jika perusahaan mengabaikan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku. SEC secara umum tidak menerima pendapat kualifikasi audit karena perusahaan dapat merubah accounting atau membatalkan kualifikasi opini auditor. Disisi lain opini yang kualified merupakan suatu batasan scope pengujian CPA, CPA tidak mampu untuk mengumpulkan kejadian-kejadian satu atau lebih dalam pernyataan keuangan. Dan oleh karenanya perlu membatasi opini mereka pada item-item yang tidak diuji. Opini yang baik dapat diterima SEC sehingga yang terbaik auditor CPA usahakan dalam situasi tsb. Seberapa serius suatu opini kualified ? Pada dasarnya opini terpercaya mempunyai efek fly in the oitment. Auditor menyatakan suatu perbaikan laporan perusahaan tetapi bukan suatu perubahan total. Sebuah opini audit terpercaya adalah bendera kuning tetapi bukan bendera merah. Satu hal yang perlu diingat, auditor CPA harus membuat opini yang secara keseluruhan dapat memuaskan, walaupun terdapat satu atau lebih deviasi pembuatan accounting dan standar. Jika auditor keluar dari opini dimana penyimpangan- penyimpangannya sangat serius untuk membuat kesalahan pemyataan keuangan, Page 120 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky maka CPA harus mengemukakan opini sebaliknya. Anda akan jarang menemui opini sebaliknya. Tidak ada bisnis yang ingin kesalahan pernyataan keuangannya terlihat dan mempunyai auditor CPA yang mempersilahkan setiap orang untuk melihatnya. Auditor CPA diperbolehkan untuk tidak memberikan pendapat/disclaim bila membatasi ruang lingkup audit atau ketidakpastian bisnis. Dalam beberapa situasi CPA dapat sangat tidak setuju dengan klien yang tidak dapat diselesaikan kembali sebagai kesempumaan auditor. CPA bisa menyimpulkan sendiri dari perjanjian (misal keluar dari auditor). Hal ini sangat tidak biasa tetapi dapat terjadi setiap saat dan yang akan datang. Dalam situasi ini CPA harus memberitahu top managemen atau managemen puncak, direktur perusahaan dan anggota komite audit dan menjelaskan ketidaksepakatan tsb dan mengapa CPA berbeda dengan audit. CPA tidak bertindak sebagai pemberitahu atas ketidakmampuan perusahaan. Bagi perusahaan publik, CPA harus menginformasikan pada SEC mengenai bagian yang dihilangkan dari hasil audit (kesepakatan) dan bagian mana yang menjadi ketidaksepakatan yang tidak terselesaikan antara CPA dan perusahaan. AUDITOR DAN KECURANGAN MANAGEMEN Akuntan Publik dikontrak untuk meyakinkan bahwa laporan keuangan disajikan secara fair dan telah sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Meskipun mendapatkan kreteria clean opinion dari Auditor namun pada dikemudian hari dapat ditemukan kesalahan-2.Kenapa hal tersebut dapat terjadi? Bagaimana mungkin laporan Keuangan yanag telah dinyatakan Clean dari Auditor kemudian hari diketemukan kesalahan? Hal ini tidak sering terjadi, tapi ini dpt menyebabkan nilai saham perusahaan yang diaudit tsb turun, yang mungkin dapat menyebabkan perusahaan tersebut bangkrut. Dan biasanya pemilik saham & kreditur menuntut pihak-2 terkait, dalam hal ini para direksi & kantor akuntan publik. Tentu saja Auditor tidak menerima tuntutan tersebut. Beberapa tahun terakhir Kantor Akuntan Publik Besar harus membayar jutaan dollar untuk tuntutan hukum dan mempertahankan kredibilitasnya. Secara garis besar ada dua type kegagalan audit: 1. Management Fraud : sesuatu kesalahan perusahaan yang tdk diketemukan auditor Page 121 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky 2. Bad Accounting : sesuatu kesalahan yang diketemukan oleh auditor namun tidak diungkapkan. Pada type 1, pihak direksi perusahaan secara lihai mengelabui auditor. Auditor tidak tahu apa yang terjadi . Pihak perusahaan dapat berbohong pada auditor, memalsukan dokumen, menyembunyikan fakta dan memaksa yang lain untuk tutup mulut pada auditor. Auditor gagal mengungkapkan fakta-2 yang ada. Perusahaan dapat mengesampingkan peringatan dini dari internal control. Kolusi antara 2 orang atau lebih khususnya antara pejabat yang memiliki wewenang yang besar adalah sangat sulit untuk diketemukan dengan memakai prosedur audit. Auditor harus merencanakan pemeriksaannya secara teliti untuk kemungkinan adanya kecurangan dan transaksi2 diluar norma yang ada. Auditor perlu mengidentifikasi hal-2 yang punya resiko tinggi thd bagian2 yang dicurigai dan menyelesaikannya. Namun audit ini memakan banyak waktu. Bila manager perusahaan pandai menyembunyikan kecurangan2, dan auditor tdk menemukannya. Maka auditor hanya menyatakan Reasonable assurance bahwa laporan keuangan bebas dari kesalahan pendapat yang cukup material. Mereka tidak menjamin tentang tidak adanya kemungkinan kecurangan. Pada type2, kesalahan audit sangat berbeda. Dalam beberapa kasus auditor sangat memperhatikan kebijakan akuntansi yang dianut oleh perusahaan. Auditor mungkin punya keraguan thd kebijakan akuntansi yang ada, apakah sudah sesuai. Namun pada akhirnya auditor akan mengikuti kebijakan yang dipakai oleh prsh tsb. Dan tidak mempermasalahkannya. Auditor yang menuruti kebijakan akuntansi perusahaan diluar kaidah yang berlaku sehingga laporan laba dan informasi lainnya menjadi keliru banyak dipakai sebagai dasar untuk memperkarakan. Harus kita akui dalam situasi ini auditor terkait dengan tekanan 2 dari perusahaan untuk mengikuti kebijakan akuntansi yang dianut. Akuntansi adalah seni dan kadang2 auditor bukanlah aktor yang baik. Auditor dapat disalahkan untuk kesalahan2 audit, ini cukup adil. Namun auditor dapat cacat disisi yang lain. Jangan dikacaukan antara kesalahan bisnis/usaha/operasi dengan kesalahan audit. Walaupun telah dikelola dengan baik, sesuai GCG namun perusahaan dapat dengan cepat berubah kebalikannya. clean opinion/pernyataan wajar tidak berarti auditor menjamin kemampuan menghasilkan keuntungan dan kesehatan perusahaan dimasa depan. Page 122 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Auditor tidak bertanggung jawab terhadap keputusan manajemen yang keliru atas ketidak mampuan perusahaan keluar dari permasalahannya. Pembaca laporan keuangan harus hati2 dan dapat menganalisa dengan sebaik-baiknya tentang prospek perusahaan untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Sebagai penutup disimpulkan bahwa auditor menyelenggarakan fungsi yang penting dalam dunia usaha, disamping pernyataan yang dituangkan dlm opini pada laporan keuangan. Standar Akuntansi Keuangan mengatur tentang perlakuan akuntansi dan pengungkapan pada laporan keuangan. Berdasarkan pengalaman dan diskusi dengan KAP, auditor adalah anjing penjaga yg sangat efektif.Mereka mengajak perusahaan untuk membuat peningkatan/pengembangan methode akuntansi dan catatan yang tdk akan terlaksana tanpa kan dari auditor yang independent. Auditor telah membuat laporan keuangan yang lebih baik AKUNTANSI DAN JASA REVIEW DARI AKUNTAN PUBLIK Suatu usaha kecil tidak mungkin mampu untuk mengusahakan audit. Sebagai contoh , biaya audit bisa lebih besar dari total bunga kewajiban/hutang (liability) pertahunnya. Biasanya pemilik bank atau sejenisnya akan memahami tentang hal tersebut, sehingga mereka tidak meminta/ mendesak untuk diaudit. Bagaimanapun, mereka mungkin membutuhkan akuntan publik sedikitnya, untuk melihat lewat laporan keuangan perusahaan atau mereka membuat penjelasan kepada pelanggan agar nyaman bahwa untuk membuat laporan keuangan dapat menggunakan akuntan publik sebagai penasehatnya. Akuntan publik dapat menjalankan prosedur terbatas yang dinamakan REVIEW (Tinjauan ulang Pemeriksaan). Review jauh lebih sederhana dibanding dengan audit total. Namun demikian review dapat memberikan bukti yang cukup tentang laporan keuangan perusahaan sehingga akuntan publik dapat mencatat bahwa seseorang tidak sadar akan terjadi perubahan atau modifikasi laporan keuangan perusahaan dengan menggunakan prinsip-prinsip dasar akuntansi. Akuntan publik dapat mengingatkan kepada pembaca laporan keuangan bahwa review pada dasarnya lebih sederhana dari pada audit sehingga laporan keuangan perusahaan bisa dinyatakan dapat diterima. Didasarkan pada review maka akuntan publik tidak memberikan suatu pernyataan melainkan jaminan negative ( tidak dibutuhkan modifikasi-modifikasi ,,,,,, ). Jaminan Page 123 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky negative mungkin cukup bisa memberikan kepuasan pada pemilik modal dalam bekerjasama. Kebanyakan usaha kecil membutuhkan bantuan dari akuntan publik untuk mempersiapkan penyusun laporan keuangan. Akuntan publik membuat catatan penerimaan dan pengeluaran akuntansi perusahaan (yang membutuhkan beberapa penyesuaian) dalam mempersiapkan penyusunan laporan keuangan. Pada suatu kondisi akuntan publik dalam penyusunan laporan keuangan dapat menyatakan bahwa. Tidak dapat diaudit atau tidak dapat direview. Sehingga akuntan publik dapat menyatakan pendapat atas laporan keuangan yang diaudit dan meyakinkan bahwa tidak ada pendapat yang negatif. Pada umumnya usaha kecil menggunakan akuntan publik untuk menyiapkan pajak penghasilan dan memberi saran bagaimana untuk meminimize pajak penghasilannya. Selain itu akuntan publik memberikan berbagai saran antara lain rekomendasi ttg sistem akuntansi. Page 124 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky EXHIBIT H CPA AUDITOR S STANDARD OPINION ON FINANCIAL STATEMENTS

Independent Auditors s Report We have audited the accompanying balance sheets of XYZ company as of December 31 , XXX2 and XXX1, and the related statements of income, stockholders equity, and cash flows for the years then ended. These finan cial statements are the responsibility of the Company s management. Our responsibility is to express an opinion on these financial state ments based on our audits. We conducted our audits in accordance with generally accepted auditing standards . Those standards require that we plan and perform the audit to abtain reasonable assurance about whether the financial statements are free of material misstatement. An audit includes examining, on a test basis, evidence supporting the amounts and disclosures in the financia l statements. An naudit also includes assessing the accounting principles used and significant estimates made by management, as well as evaluating the overall financial statement presentation. We believe that our audits provide as reasonable basis for our opinion. In our opinion, the financial statements referred to above present fairly, in al l material respects, the financial position of XYZ Company as of December 31, XXX2 and XXX1, and the results of its operations and its cash flows for the years then ended in conformity with generally accepted accounting principles. Signature of CPA Firm (Date) Page 125 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 18 PRINSIP/METODE AKUNTANSI DAN KUALITAS DARI PENDAPATAN (ACCOUNTING METHODS AND QUALITY OF EARNINGS) Page 126 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 18 PRINSIP/METODE AKUNTANSI DAN KUALITAS DARI PENDAPATAN (ACCOUNTING METHODS AND QUALITY OF EARNINGS) GAAP : NAMA DARI SUATU PERMAINAN Laporan keuangan disiapkan sesuai dengan standar yang berlaku selama bertahun-tahun Generally Accepted Accounting Principles (GAAP). Jarang sekali dijumpai sebuah laporan keuangan suatu perusahaan yang dibuat dengan metode selain GAAP. Perkecualian yang sangat kecil mungkin terjadi untuk laporan keuangan organisasi non-profit atau badan pemerintah yang mengikuti prinsip akunting yang berbeda. Audit oleh Kantor Akuntan Publik selalu dilakukan mengikuti GAAP didalam penyiapan laporan keuangan perusahaan (lihat Bab 17). Secara singkat, setiap kali kita membaca laporan keuangan sebuah bisnis, kita dapat mengasumsikan bahwa laporan keuangan tersebut telah disiapkan sesuai GAAP. Tujuan dasar dari masalah GAAP adalah menyiapkan suatu metode pelaporan keuangan secara umum yang harus diikuti oleh pelaku bisnis untuk mengukur laba-rugi usaha dan menggambarkan kondisi keuangan serta Arus Kas (Cash Flow) perusahaan. Dengan demikian yang diharapkan dari para pelaku usaha adalah kesamaan aturan keuangan untuk menjaga nilai dan laporan keuangan berbagai usaha yang dapat diperbandingkan satu dengan yang lainnya. Dapat dibayangkan akan sangat membingungkan jika setiap pelaku usaha memiliki metode pelaporan keuangan yang berbeda. Sebagai contoh, sebuah perusahaan menggunakan penghitungan depresiasi berdasarkan historical cost dan perusahaan yang lain menghitung depresiasi menggunakan basis perhitungan biaya penggantian. Enam langkah proses akuntasi sebuah perusahaan, sebagai berikut: 1. Meng-identifikasi dan meng-analisa seluruh transaksi dan operasional usaha selama satu periode, 2. Menentukan metode akuntasi yang benar dan cocok untuk setiap tipe transaksi dan operasional berdasarkan GAAP, 3. Catat dan mengakumulasikan seluruh transaksi dan operasi usaha selama suatu periode, dengan metode yang benar, Page 127 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky 4. Pada akhir periode, menyusun sales revenue, expenses, assets, liabilities dan owner s equity, serta memastikan Neraca (Balance Sheet) akhir sesuai dan akurat. 5. Menyiapkan laporan keuangan satu periode dan membuat catatan kaki pada laporan sesuai aturan yang ditentukan (Termasuk laporan KAP jika telah selesai membuat laporan audit), 6. Mendistribusikan laporan keuangan kepada setiap orang yang berhak mendapatkan laporan keuangan ydm. Bab 7 membicarakan step kedua (2), untuk menentukan / memilih metode pelaporan sesuai GAAP, untuk setiap tipe dasar dari transaksi dan operasi dari usaha. Misalkan saja, suatu perusahaan menyewa 2 (dua) kwalikasi yang sama dan satu sama lainnya tidak kehadiran di perusahaan tersebut. Masing masing membuat laporan sesuai versi mereka. Perusahaan 2 (dua) set laporan keuangan, akan tetapi hanya akan dipakai. KAP dengan mengetahui KAP diminta membutuhkan satu laporan yang

Pertanyaannya adalah, akankah kedua KAP menghasilkan laporan dengan angka net-income (profit) yang sama? Akankah laporan kedua KAP menunjukkan balance sheet perusahaan yang sama? Akankah catatan-catatan kaki yang dibuat juga akan sama? Mungkin saja kita sudah bisa menyimpulkan dan menjawab. Kedua KAP diperkirakan akan menghasilkan laporan net-income perusahaan yang berbeda. Satu atau lebih penghitungan expenses akan berbeda demikian pula untuk sales revenue juga mungkin akan berbeda. Ini berarti kedua balance sheet mungkin akan berbeda, Sales revenue dan expenses menyebabkan meningkatnya atau menurunnya asset dan liabilities, dan jika netincome berbeda, maka balance sheet akhir juga akan berbeda. Dengan kondisi yang demikian ini, apakah dua KAP diatas dianggap telah melakukan yang salah dalam melaksanakan GAAP? Jawabannya adalah tidak; tidak ada satupun diantara mereka yang melakukan audit yang salah. Namun bagaimana hal ini dapat terjadi? Jawabannya adalah bahwa untuk penghitungan expenses dan sales revenue, buku petunjuk GAAP tidak mengarahkan pada pemilihan satu metode akutansi saja akan tetapi membolehkan memilih menggunakan dua atau tiga metode sebagai alternatif. Akutansi keuangan akan melihat sebaimana pengukuran berat badan seseorang dengan alat penimbang yang memberikan penunjukan berat secara benar, namun dalam kenyataannya, akutansi keuangan berdasarkan GAAP mengijinkan suatu perusahaan memilih alat pengukur berat baik yang digunakan timbangan berat maupun timbangan ringan. Bab ini membahas perbedaan didalam GAAP yang mengijinkan memilih lebih dari satu metode akuntasi untuk digunakan mencatat

Page 128 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky transaksi dan operasi usaha. Kegiatan usaha tidak ada perbedaan, namun metode akutansi yang digunakan berbeda sesuai pilihan. Setiap perusahaan perlu memilih metode akutansi untuk setiap pengeluaran dan mencatat sales revenue. Hampir setiap bisnis, hasil dari keuntungan usaha merupakan factor yang dominant didalam memilih metode akutansi yang sesuai. Bagaimana perhitungan keuntungan bersih dari usaha dapat terealisir dari dipilihnya metode akutansi?. Hal ini merupakan pertanyaan yang sering dilontarkan oleh para manajer bisnis. MANAGER BISNIS DAN GAAP Chief Executive Officer (CEO) dengan jajaran para pelaku manajemen puncak lainnya, perlu memastikan bahwa laporan keuangan perusahaan dibuat sebaik mungkin khususnya metodemetode akuntasi yang dipergunakan untuk mengukur keuntungan perusahaan telah memenuhi persyaratan sesuai GAAP. Jika metode akutansi yang dipakai masih diluar yang persyaratkan, perusahaan dapat segera membuat sikap keberatan terhadap pelaporan keuangan yang belum sepenuhnya benar dan sesuai. Para manajer harus bertanggung jawab terhadap kemungkinan kerugian yang timbul akibat dari pelaporan keuangan yang salah, sebab pemegang saham pasti akan mempertanyakan pelaporan keuangan yang tidak kurang tepat. Dengan demikian para manajer harus memperhatikan secara cermat terhadap metode-metode akutansi yang dipakai didalam penyusunan laporan keuangan yang menjadi tanggung jawabnya. CEO perusahaan dengan seluruh jajaran manajemen tertingginya harus memutuskan metode akutansi yang terbaik untuk perusahaannya. Mereka harus memilih antara metode akutansi yang sifatnya konservativ (cautious) dan aggressive (liberal), yang artinya pelaporan keuntungan pada akhir waktu (konservativ) dan pelaporan keuntungan awal/mendahului (aggressive). Pilihan akutansi harus berhubungan dengan waktu/jadwal untuk pencatatan sales revenue dan expenses. Semakin cepat sales revenue dicatat, semakin cepat pula keuntungan usaha yang dapat dilaporkan, dan kondisi yang sama akan diperoleh bila pencatatan biaya-biaya pengeluaran dilakukan pada akhir (terlambat). Jika perusahaan menginginkan laporan keuntungan perusahaan dapat dilaporkan secepatnya, maka KAP dapat di-instruksikan agar menggunakan metode pelaporan keuangan yang dapat memberikan percepatan sales revenue dan menunda pengeluaran biaya rutin. Sebaliknya, jika perusahaan menginginkan bersikap konservativ, maka KAP dapat di-instruksikan menggunakan metode akutansi yang menunda pencatatan sales revenue dan mempercepat pencatatan pengeluaran biaya, sehingga pelaporan keuntungan Page 129 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky usaha dilaporkan pada waktu yang terakhir. Metode akutansi yang dipilih untuk pencatatan pengeluaran biaya pembelian barang dan depresiasi dapat dijadikan sebagai contoh perbandingan antara metode konservativ dan aggressive untuk pencatatan keuntungan usaha dan ini dibahas secara umum pada Bab 20 dan 21. Manajer bisnis mungkin cenderung memilih menghindar daripada terlibat pada proses memilih metode akutansi. Namun mungkin ini merupakan suatu kesalahan. Pertama, ada resiko dimana laporan keuangan tidak disiapkan sesuai dengan GAAP, khususnya jika laporan keuangan yang tidak di-audit oleh KAP. Kedua, para top-level manager harus menerapkan metode akutansi yang paling cocok untuk mendukung kebijakan usaha. CEO harus memutuskan laporan keuangan yang paling menguntungkan untuk kelangsungan bisnis perusahaan. Harus ada yang memilih metode akutansi, jika tidak ada maka para manajer secara otomatis menjadi pengawas/pengendali perusahaan. Sebagai pimpinan penanggung jawab akutansi perusahaan, harus bekerja-sama secara erat dengan CEO dan toplevel manager lainnya guna memastikan bahwa metode akutansi yang dipilih sudah sesuai dan tidak menyimpang dari sasaran, tujuan, strategi dan rencana dari perusahaan. KONSISTENSI PEMAKAIAN METODE AKUTANSI Sekali suatu perusahaan memilih metode akutansi mana yang dipakai untuk pencatatan sales revenue dan biaya-biaya, maka perusahaan akan tetap memilih pada metode tersebut. Yang terpenting bahwa perusahaan perlu konsisten pada metode akutansi yang telah ditetapkan. Seperti yang telah diuraikan sebelumnya, perbedaan antara metode-metode akutansi terjadi pada kapan pencatatan sales revenue dan expenses (biaya-biaya) dilaksanakan. Dari suatu tahun ke tahun berikutnya, jumlah sales revenue dan biaya-biaya akan berbeda menggunakan metode akutansi yang berbeda, dan untuk itu akibatnya perhitungan keuntungan akhir akan berbeda. Jumlah perbedaan tersebut dapat saja menjadi besar pada saat awal tahun usaha, atau sepanjang tahun dimana usaha meningkat maupun menurun secara drastic. Namun, untuk sebuah perusahaan sudah mapan namun belum atau tidak memiliki pengalaman pertumbuhan cepat ataupun penurunan yang drastis, hasil akhir dalam bentuk keuntungan bersih mungkin saja minimal walaupun sulit untuk memastikannya. GAAP tidak memerlukan sebuah usaha menentukan serta melaporkan banyaknya perbedaan keuntungan bersih yang diperoleh dalam satu tahun, jika perusahaan menggunakan metode akuntasi alternative dibandingkan metode akutansi yang sebenarnya digunakan. Metode akuntansi konservativ dapat menghasilkan efek yang cukup besar pada pelaporan besaran inventori dan fixed assets. Jika harga inventory jauh lebih rendah Page 130 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky daripada harga pasar, maka perusahaan tidak perlu memperhitungkan perbedaan besaran harga inventori tersebut. Contoh kasus: (sesuai halaman 104, Bab 16) Tentang laporan keuangan terhadap asset Carterpillar berdasarkan metode akutansi konservativ dilaporkan didalam balance sheet angka US$ 2 Milyar lebih rendah daripada jika perusahaan tersebut menggunakan metode akutansi alternative (aggressive). Ini berarti, selama bertahun-tahun perusahaan tersebut melaporkan keuntungan yang lebih rendah US$ 2 Milyar sebelum pajak. Namun bagaimanapun juga hasil perhitungan tersebut adalah akumulasi perhitungan selama ber-tahun-tahun juga. Carterpillar menggunakan metoda akutansi conservative sejak 50 tahun yang lalu. Sehingga rata-rata pertahunnya menjadi US$ 40 juta dan ini merupakan angka yang cukup besar. Pada tahun 1997, keuntungan Carterpillar sebelum pajak tercatat sebesar US$1,942 juta, menggunakan metode akutansi konservativ. Dengan metode akutansi alternative perusahaan sebenarnya mampu menangguk keuntungan 3% lebih besar atau sebesar US$ 56 juta pada tahun tersebut. MASSAGING THE NUMBERS AND COOKING THE BOOKS Sebelum memilih metode akutansi, para manajer bisnis dapat melaksanakan dua langkah untuk memanipulasi pencatatan keuntungan. Pertama, dengan jalan income smoothing atau massaging the numbers. Para manajer bisnis dapat mengendalikan jadwal pengeluaran biaya dan sales revenue sedemikian rupa dengan mempercepat atau memperlambat pencatatan keuntungan dalam satu tahun. Cooking the books adalah suatu istilah yang tidak dianjurkan dilakukan karena perbuatan tersebut dapat dikategorikan sebagai perbuatan melanggar hukum. Cara umum pelaksanaan massaging the numbers adalah membagi-bagi pengeluaran biaya dari suatu usaha. Misalnya untuk pengeluaran biaya untuk repair and maintenance, tidak perlu dicatat hingga pekerjaan tersebut selesai dikerjakan. Dengan cara seperti ini, work order dapat dipindah-pindahkan untuk menghindari pencatatan pengeluaran biaya pada suatu periode, dan dengan demikian para manajer leluasa memainkan waktu pencatatan pengeluaran biaya. Biaya-biaya lain yang dapat diperlakukan antara lain: employee training and development costs, advertising expenditures. Pencapaian keuntungan tahunan mungkin saja berada dibawah atau diatas yang diharapkan. Cara yang paling baik adalah memanipulasi pengeluaran (expenses) atau mengendalikan jadwal pencatatan revenue. Sales dapat pula dipercepat, misalnya dengan mengirimkan produk-produk kepada dealers walaupun mereka belum melakukan pemesanan prodruk yang dimaksud. Jadi sales Page 131 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky untuk tahun depan diambil dan dimasukkan dalam pembukuan tahun ini. QUALITY OF EARNINGS Istilah Quality of Earnings dapat diartikan sebagai kemampuan metode akutansi yang dipergunakan suatu perusahaan dalam pencatatan keuntungan perusahaan. Metode akutansi konservativ secara umum dapat dipandang sebagai metode yang memiliki kwalitas pelaporan keuangan yang tinggi. Metode akutansi Aggressive dipandang dengan perhatian lebih oleh para stock analysts dan investor. Mereka lebih menyukai melihat margin untuk safety. Mereka tahu bahwa banyak perkiraan dan pilihan yang harus dilakukan dalam financial accounting. Profesional investor pada dasarnya akan sangat memperhatikan metode akutansi yang terlihat mencatat revenue (atau sumbersumber pemasukan lainnya) terlalu dini; atau yang gagal mencatat kerugian ataupun biaya-biaya yang semestinya perlu di tata ulang. Meskipun laporan keuangan biasanya di-audit, para professional akan melakukan perbaikan-perbaikan terhadap laporan tersebut agar laporan yang dimaksud tampak meyakinkan dalam. Merekapun juga memberikan perhatian kepada Arus Kas (Cash Flow) dari keuntungan (aktiva) karena untuk yang ini tidak dapat dimanipulasi. Metode akutansi akan memperhitungkan keuntungan bukan arus kas (Cash Flow). Jika keuntungan usaha yang dilaporkan di-dukung dengan data arus kas yang tetap (stabil), maka stock analyst akan memberikan penilaian terhadap quality of earnings yang tinggi. Page 132 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 19 MEMBUAT DAN MENGUBAH PERATURAN (MAKING AND CHANGING THE RULES) Page 133 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 19 MEMBUAT DAN MENGUBAH PERATURAN (MAKING AND CHANGING THE RULES) MENGAPA LAPORAN KEUANGAN SANGAT PENTING Jutaan orang-orang bergantung pada laporan keuangan untuk informasi penting tentang kinerja keuntungan (atau kerugian), kondisi keuangan, dan aliran kas perusahaan. Luasnya pemakai laporan keuangan meliputi banker-banker yang memutuskan apakah memberi pinjaman pada suatu bisnis usaha; para investor memutuskan apakah membeli, memegang atau menjual saham dan obligasi pada perusahaan publik; para pebisnis pembeli dan penjual memutuskan nilai perusahaan-perusahaan; pemilik yang langsung mengendalikan bisnis/usaha untuk mengevaluasi bagaimana usaha mereka dilakukan; supplier-supplier memutuskan apakah menjual dengan cara kredit; dan manajer pengelola dana pensiun melakukan tanggung jawab gadai mereka, yang mana memerlukan ketelitian/ kejelian dalam mengatur uang orang lain. Untuk hal itu, bagaimana tentang manajer-manajer bisnis? Manajer-manajer adalah pemakai pertama dan paling dekat pada laporan keuangan. Manajer-manajer bergantung pada laporan pendapatan/penjualan untuk mengetahui berapa banyak keuntungan dibuat (atau berapa banyak kerugian yang terjadi). Manajer-manajer juga perlu Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) dan informasi aliran kas untuk menjaga kondisi keuangan bisnis/usaha tetap baik, dan untuk melihat sebeberapa besar kesanggupan membayar hutang yang mungkin berkembang, dan merencanakan persyaratan-persyaratan modal pada suatu bisnis usaha Pendeknya, baik orang dalam dan luar perusahaan tergantungan pada laporan keuangan yang didesain untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan pemakai untuk sumber informasi keuangan. Laporan keuangan adalah laporang yang utama dan hanya yang langsung ke sumber informasi untuk mengetahui informasi kinerja keuntungan bisnis, dan kondisi keuangan dan informasi aliran kas. Sumber-sumber informasi keuangan lainnya tentang perusahaan adalah sumber kedua, yang dilaporkan melalui laporan keuangan perusahaan. Perusahaan publik mengeluarkan pemberitahuan kinerja pendapatan terakhir mereka melalui press release, tetapi itu adalah laporan pendahuluan dan berubah sesuai dengan laporan keuangan terakhir mereka. Tanpa mengatakan bahwa laporan keuangan seharusnya dapat dipercaya dan memenuhi permintaan informasi yang dibutuhkan oleh pemakai. Pemakai laporan keuangan biasanya tertarik pada 3 hal utama tentang bisnis/usaha : 1. Kinerja laba (atau rugi). Page 134 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky 2. Kondisi keuangan dan khususnya prospek kesanggupan membayar hutang perusahaan, yang mana mengacu pada kemampuan bisnis untuk membayar kewajiban-kewajiban tepat waktu dan menghindari masalah-masalah keuangan. 3. Struktur kapitalisasi (kepemilikan), yang mengacu pada satu atau lebih kelas pada modal lembar saham yang dikeluarkan oleh perusahaan, apakah beberapa utang perusahaan dapat diubah kedalam persediaan modal, sejumlah persediaan modal yang dibeli memberikan pilihan kepada manajer-manajer dan karyawan-karyawan termasuk cara untuk memilih, dan beberapa tuntutan lain yang langsung atau tidak langsung yang menunjang keuntungan bisnis. Investor-investor dan pemakai lain biasanya mencari tambahan informasi dalam laporan keuangan suatu bisnis seperti apakah suatu usaha memiliki cukup kas di bank ditambah aliran kas yang akan datang untuk menunjukkan pertumbuhan. Tetapi, tiga hal yang disebutkan diatas merupakan informasi inti yang bagi pemakai informasi untuk melihat laporan keuangan. Bab ini melihat peraturan akuntansi yang menentukan ukuran laba dan penyingkapan laporan keuangan. Laporan keuangan tidak lebih baik dari pada standar-standar yang digunakan untuk mempersiapkan laporan. Seperti yang disebutkan sebelumnya, peraturan-peraturan ini biasanya disebut prinsipprinsip umum akuntansi yang diterima (GAAP), dan mencakup baik metode-metode akuntansi dan persyaratan-persyaratan penjelasan. Seberapa baikkah peraturan itu? Mengapa GAAP berubah dari waktu ke waktu? Kita berpikir pengamat luar kesimpulan pandangannya bahwa sistem laporan keuangan bekerja dengan baik, sehingga peraturan-peraturan (biasanya prinsip-prinsip akuntansi yang diterima) sudah cukup untuk tujuan dan fungsi pada laporan keuangan. Sebaliknya, kritik menggebu-gebu berlangsung yang tidak reda selama bertahun-tahun. Mungkin harapan dari pemakai laporan keuangan telah timbul. Mungkin akuntansi keuangan tidak dapat mengikuti komplek dan rumitnya pertumbuhan bisnis dan lingkungan ekonomi. Bab ini mengambil pandangan kritis pada GAAP, yang menentukan aturan laporan keuangan. Pembahasan berikutnya dalam arti yang lebih dimengerti; Catatan penting yang mengikuti asumsi dalam keadaan seperti itu yang kedengarannya dan bekerja layak. Bagaimanapun, sistem yang ada belum sempurna namun beberapa perbaikan telah dibuat. MENGUBAH PERATURAN Bab 18 menjelaskan peraturan akuntansi keuangan yang tidak mengikat GAAP adalah sedikit bebas . Biasanya prinsipprinsip akuntansi yang diterima dapat membuat manajer membuat sedikit perbedaan. Manajer-manajer dapat memilih beberapa Page 135 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky alternatif methode akuntansi laba untuk biaya dan penerimaan penjualan., dan mereka membuat sejumlah kebijakan mengenai bagaimana memperlihatkan laporan keuangan mereka dan bagaimana menulisnya. Dengan kata lain Bab 18 juga menjelaskan bahwa perusahaan-perusahaan secara konsisten dalam menggunakan metode akuntansi dari tahun ke tahun. Tetapi, apakah peraturan-peraturan itu sendiri (GAAP) konsisten sepanjang waktu? Peraturan-peraturan akuntansi keuangan mengingatkan kita pada peraturan-peraturan lain, hukum-hukum, prinsip-prinsip, atau standar-standar yang telah berubah sepanjang waktu. Ingat, ketika 55 mil per jam adalah batas kecepatan di jalan bebas hambatan? Terjadi berkembang ketika tidak ada nilai tiga pada tembakan dalam bola basket. Roger Maris dan kemudian Mark McGwire dan Sammy Sosa mematahkan catatan record Babe Ruth untuk lari tunggal dinegaranya, karena dinegara mereka memiliki banyak waktu pertandingan. Peraturan akuntansi keuangan berkembang secara konstan. Setiap tahun Badan Standar Akuntansi Keuangan (FASB), suatu badan yang berwenang-membuat aturan di Amerika Serikat, memperkenalkan peraturan-peraturan baru; juga melakukan perubahan (atau memperbaiki) peraturan-peraturan lama, dan issue-issue penggantian peraturan-peraturan untuk mengganti peraturan-peraturan lama. Telah terjadi beberapa tahun yang lalu, misalnya, bahwa laporan aliran kas tidak dibutuhkan sehingga perusahaan-perusahaan tidak pernah melaporkannya. Saya telah menjadi CPA 13 tahun sebelum pendapatan per saham diperlihatkan dalam laporan keuangan pada perusahaan publik. Peraturan akuntansi keuangan terdapat kekurangan dalam hal peraturan yang dibuat untuk jalan keluar setelah kenyataan permasalahan terjadi sebelumnya. Pertama adanya masalah; kemudian peraturan diambil untuk mengatasi masalah. Masalah akuntansi laba atau laporan keuangan memperlihatkan hal-hal yang berkembang dalam praktek nyata yang tidak secara khusus tercakup dalam buku peraturan pada prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum (GAAP). Pengeritik semakin banyak, tetapi kenyataanya ilmu akuntansi dan praktek-praktek yang diperlihatkan tidak tanggap pada pengeritik tersebut. Pada akhirnya pengeritik bergabung kedalam suatu konsensus yang cukup menjadi perhatian sehingga FASB menempatkan hal ini pada agendanya. Masalah-masalah yang ada diselesaikan melalui prosedur yang berlaku pada suatu badan (hal ini membutuhkan waktu yang agak lama). Sampai akhirnya dibuat pengumuman resmi oleh FASB. Sering kali peraturan baru tidak membantu setiap orang dalam bisnis dan komunitas keuangan. Meskipun begitu, pebisnis menekankan dan melaksanakan peraturan baru tersebut, walaupun mereka memperdebatkan apapun tujuan yang dia punyai. Jika tidak dilaksanakan maka laporan keuangan mereka dapat disalahkan karena terdapat kekeliruan dan metode-metode akuntansi perusahaan tersebut tidak memenuhi terhadap aturan GAAP. Page 136 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Banyak pernyataan-pernyataan FASB yang setuju dengan topik-topik akuntansi yang sangat teknis. FASB telah mengeluarkan lebih dari 130 pernyataan sejak tahun 1973. Jika kita melihat secara teliti seluruh daftar pernyataan pada FASB (dan pendahulupendahulunya dalam pembuatan peraturan akuntansi) saya ragu jika kita akan dapat menemukan banyaknya kepentingan secara umum, kecuali diberitahu oleh corporate controller, professional analis keamanan, dan manajer-manajer investasi yang selalu mengawasi secara mendetail pada semua peraturan akuntansi yang berubah. Sebagian besar pernyataan FASB telah tercatat kurang dari 3.0 pada skala Richter laporan keuangan dan mereka baru saja diperingatkan oleh investor-investor dan pemakai laporan keuangan lainnya. Sebaliknya, banyak pernyataan FASB pada standar-standar akuntansi telah menyebabkan kerusakan yang hebat dalam laporan keuangan dan telah menjadi sangat kontroversial-melibatkan argumen-argumen yang pahit dan tuduhan-tuduhan yang tajam, untuk mengatakan tidak ada sesuatu tentang besarnya pengaruh congres dan tekanan yang berat pada FASB sampai mengganggu pada prosesnya. Beberapa dari pernyataannya membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dapat dikeluarkan karena FASB sekarang memerlukan 5-2 suara atau lebih baik disebut super-mayoritas dalam mengeluarkan pernyataan. SALAH SATU CONTOH PADA PERUBAHAN PERATURAN YANG RADIKAL DAN MELAMPAUI BATAS : TUNJANGAN MEDIS DAN KESEHATAN KARYAWAN MASA PENSIUN Beberapa pernyataan-pernyataan Badan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) telah menyebabkan perubahan dalam perhitungan laba. Pernyataan-pernyataan ini sebagai bukti peringatan nyata pada bagaimana GAAP dapat ketinggalan jauh dibelakang dan sangat kurang serius untuk jangka waktu yang relatif lama sebelum profesi akuntansi berusaha mengatasi masalah. Salah satu contoh seperti pernyataan dramatis mengenai akuntansi untuk kedokteran, rumah sakit, dan tunjangan biaya kesehatan yang telah dibayar oleh perusahaan bagi karyawan pensiun. Salah satu perkembangan yang luar biasa pada tempat kerja pada generasi sebelumnya telah menumbuhkan rencana perawatan medis dan kesehatan karyawan. Semakin banyak dan semakin banyak perusahaan yang telah mendukung secara komprehensif rencana tunajanga medis dan kesehatan karyawan mereka baik selama bekerja dan selama mejalani pensiun. Khususnya karyawan yang membayar cukup besar pada biaya rencana ini. (Seperti anda sudah ketahui, sebagian besar Page 137 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky perusahaan menyediakan banyak tunjangan bagi karyawan (employee benefits), seperti perencanaan masa pensiun. Akuntansi pensiun telah hilang dengan sendirinya melalui perkembangan sejarah yang kontroversial). Perusahaan selalu membayar semua atau sebagain biaya kesehatan dan tunjangan kesehatan pada mantan karyawan, pensiunan sampai karyawan dan suami/isteri mereka dan yang menjadi tanggungan mereka meninggal kecuali yang kehilangan hak partisipasinya. Kemunduran dalam perhitungan telah menyebabkan beberapa perusahaan mengurangi tunjangan pada karyawan atau mengganti lebih banyak biaya pada saat pensiun. Ada beberapa sedikit kasus dimana karyawan berusaha untuk menghindari hukum mereka dan/atau kewajiban-kewajiban moral dibawah rencana-rencana ini. Untungnya, sebagian besar bisnis berbuat sesuai dengan kewajiban/hutang (liability) mereka. Tinjauan secara garis besar, sebuah perusahaan membayar tunjangan medis dan kesehatan selama 20, 30 tahun atau lebih karyawan yang bekerja pada perusahaan tersebut dan kemudian melanjutkan pembayaran untuk 10, 15, 20 tahun atau lebih selama masa pensiun. Jumlah biaya yang akan datang untuk karyawan yang pensiun dari perusahaan dapat menambah jumlah yang cukup besar. Ingat bahwa ini adalah biaya masa yang akan datang, bukan biaya yang harus dibayar sekaligus semua pada saat pensiun. Walaupun perusahaan tidak ingin membayar lebih dulu semua biaya-biaya masa yang akan datang yaitu dengan memasukkan sebagian uang tersebut untuk investasi sampai biaya-biaya pada masa yang akan datang jatuh tempo. Jumlah ini disebut nilai sekarang pada aliran pembayaran di masa yang akan datang. Sebagai perbandingan kasar, mempertimbangkan pinjaman hipotek di rumah anda. Katakan cicilan per bulan anda adalah $1000 selama 20 tahun ke depan; kemudian jumlah total pembayaran masa mendatang anda adalah $240,000. Jumlah $240,000 termasuk biaya bunga masa yang akan datang dan pembayaran sejumlah hutang ke penjual tanah/rumah (disebut pinjaman pokok). Jika keberuntungan memihak, kita memenangkan lotere dan kita memutuskan untuk melunasi pinjaman hipotek kita hari ini. Kita tidak perlu membayar sejumlah $240,000. Asumsi tingkat bunga hipotek kita adalah 8% per tahun; kita dapat melunasi hipotek sekitar $120,000. Ini adalah keseimbangan pinjaman sekarang dan nilai sekarang dari nila hipotek yang akan datang. Nilai sekarang pada biaya masa yang akan datang suatu perusahaan untuk manfaat medis dan kesehatan untuk karyawan yang pensiun dapat dihitung, walaupun biaya-biaya masa yang akan datang sulit untuk diperkirakan; waktu dan jumlah biaya-biaya ini harus diramalkan beberapa tahun sampai pada masa yang akan datang, dan subyek beberapa perubahan karena adanya inflasi Page 138 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky pada biaya perawatan kesehatan dan medis, dan tipe-tipe baru pengobatan. Sebagian besar perusahaan tidak meletakkan sebagian uang untuk membayar semua kewajiban/hutang (liability) masa yang akan datang mereka. Mereka tidak meletakkan uang dalam dana yang terpisah pada suatu investasi yang dapat dipercaya sampai pembayaran tiba selama karyawan mereka menjalani pensiun. Pada kenyataannya karyawan akan dibayar dengan janjijanji yang dapat dilaksanakan tetapi tidak tepat. Dalam beberapa kasus, karyawan tidak memiliki kemampuan dana untuk biayabiaya tunjangan medis dan kesehatan pada saat pensiun mereka. Sampai FASB mengeluarkan pernyataan/peraturan yang berhubungan dengan permasalahan tersebut diatas, perusahaan tidak memiliki catatan yang cukup maju dengan perlahan-lahan pertanggung jawaban selama karyawan itu bekerja. Perusahaan tidak mencatat beberapa biaya paska kerja/pensiun yang telah ditambahkan pada gaji dan tunjangan tambahan yang dibayar selama karyawan bekerja. Tidak ada biaya expenses yang dicatat sampai biaya-biaya terealisir dibayar selama masa pensiun karyawan. Keterlambatan dalam mencatat pengeluaran (expnses) dan kegagalan mencatatan setiap biaya yang datang mendapat kritikan yang sangat besar. Pada akhir tahun 1990, setelah 10 tahun perdebatan dan pertimbangan yang mendalam, Badan Standar Akuntansi Keuangan mengamanatkan bahwa perusahaan harus mencatat biaya-biaya kepentingan masa pensiun selama karyawan bekerja. Perusahaan diberikan dua alternatif cara untuk membuat perubahan akuntansi dibawah peraturan yang baru. Sebagian besar memutuskan untuk mengejar semua untuk tahun bisnisnya berjalan yang tidak mencatat biaya-biaya perawatan kesehatan dan medis masa pensiun. Sejumlah biaya yang cukup besar diletakkan dalam satu pembukuan dan dirubah dalam biaya expenses. Contoh utama adalah General Motors. Kutipan dari artikel di New York Times (Edisi Nasional, 2 Februari, 1993, halaman C3): menghapuskan sebesar $20.8 miliar untuk mengejar untuk mengakui total kumulatif pengeluaran biaya perawatan kesehatan bagi pekerja dan para pensiunan, sesuai dengan aturan standar akuntansi yang berlaku pada saat karyawan bekerja. Contoh lain sejumlah biaya kesehatan dan medis yang dicatat untuk masa pesiun termasuk didalamnya: Ford $7.5 miliar; AT&T, $5.5 sampai $7.5 miliar; General Elctric, $1.8 miliar; dan Alcoa, $1.2 miliar. Jumlah biaya tersebut sangat besar dan dapat dipercaya, tetapi ingat bahwa penerimaan penjualan tahunan perusahaan-perusahaan tersebut adalah dalam ratusa milyard dollar. Perubahan beberapa peraturan lain telah menyebabkan pengaruh yang dramatis. Walaupun, pernyataan FASB yang baru (Pernyataan pada Standar Akuntansi Keuangan No. 133, Akuntansi untuk Instrumen-Instrumen Derivatif dan untuk Aktivitas-aktivitas yang Terbatas, Juni 1998) bisa mempunyai pengaruh yang sangat

Page 139 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky besar pada beberapa bisnis, terutama yang sangat setuju pada derivatif keuangan. Sampai pernyataan ini dikeluarkan, perusahaan masih menunggu sampai kontrak derivatif mereka ditutup, pada saat itu mereka mencatat laba atau rugi pada suatu kontrak. Pernyataan yang baru memerlukan pengenalan yang lebih awal. BISNIS YANG SELESAI DAN YANG TIDAK SELESAI Pelajaran utama yang bisa dipetik dari proses penyusunan peraturan selama beberapa tahun adalah bahwa aturan-aturan akuntansi, yang sama baiknya secara keseluruhan sebagaimana saat ini, masih lambat dalam mengejar perubahan yang terjadi di dunia bisnis. Auditor-auditor CPA tidak dapat memaksa suatu bisnis untuk menggunakan metode akuntansi yang berbeda dari GAAP. Seorang auditor CPA dapat menyarankan kepada suatu bisnis sebagai berikut : menurut saya akan lebih baik jika anda melakukan dengan cara ini. Para auditor hanya dapat memberikan saran saja, kecuali jika suatu metode akuntansi dipersyaratkan di bawah GAAP. Akuntansi keuangan tidak mempunyai proses yang built-in untuk self-improvement yang memungkinkan para akuntan dan auditor CPA bekerja sama serta meng-improve metode-metode akuntansi. Dalam hal ini, setiap orang menunggu otoritas penyusun aturan yaitu FASB untuk turun tangan dengan pengumuman/aturan (pronouncement) baru pada GAAP. FASB selayaknya diberi banyak penghargaan karena telah menuntaskan beberapa permasalahan akuntansi yang sering diperdebatkan selama 3 dekade dan berperan sebagai mahkamah agung dalam pengaturan standar pelaporan keuangan. FASB telah mengeluarkan standar akuntansi pada masalah-masalah yang rumit sbb. : Financial derivatives. -Penjelasan (Disclosure) operating segments dari suatu bisnis berdasarkan pada struktur organisasi perusahaan, kelompok produknya, geographic area, serta pelanggan utama-nya. -Penjelasan (Disclosure) tentang struktur modal (capital structure) suatu bisnis. -Penjelasan (Disclosure) tentang pensiun dan obligasi postretirement benefits lainnya dari suatu bisnis. -Penjelasan (Disclosure) tentang stock options (meskipun banyak yang berpikir bahwa efek dari option ini harus dicatat sebagai biaya/expense, tetapi dalam hal ini FASB tidak mensyaratkan). -Impairment of assets, yang mana mengatur tentang penurunan nilai beberapa asset yang tidak memberi kontribusi bagi keuntungan masa depan (future revenue) atau pendapatan bisnis.

Investments in securities (investasi surat berharga), dan bagaimana mengenali keuntungan serta kerugian dari investasi ini. Page 140 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky -Cash flow statement (laporan cash flow), yang telah dibuat menjadi laporan keuangan wajib (mandatory financial statement) di tahun 1987. FASB juga telah menuntaskan banyak permasalahan pada industri spesifik yang sangat membutuhkan perhatian, dan telah mengeluarkan pengumuman/aturan (pronouncement) pada berbagai permasalahan akuntansi yang rumit. FASB mendapatkan banyak kritik, tetapi tidak ada satupun yang memberi alternatif yang lebih baik. Mayoritas utama dari manajer bisnis, controller, CPAs, pengacara, professional keuangan, ahli akuntansi, serta institusi keuangan betul-betul ingin mempertahankan peran pengaturan standar akuntansi keuangan tetap berada di sektor swasta dan diluar campur tangan pemerintah. Saya tentu saja setuju. Saya juga berpikir bahwa dengan mematuhi ancaman/persyaratan dari Securities & Exchange Commission (SEC) justru menjadi batu loncatan dalam proses menjaga FASB tetap berada pada jalurnya. PENYINGKAPAN/PENGUNGKAPAN DAN YANG TIDAK DIUNGKAPKAN DALAM LAPORAN KEUANGAN Salah satu kritik terhadap FASB selama 3 dekade keberadaannya adalah berkaitan dengan disclosure dalam laporan keuangan, atau bisa disebut sebagai lack of disclosure. Sebagai contoh, diharapkan FASB akan memberi perhatian lebih terhadap product liabilities potensial dari bisnis. Perhatian yang lebih lagi, meskipun masih angan-angan, adalah pada environmental liabilities perusahaan manufaktur, fasilitas umum (public utilities), dan extractive industries. Selama beberapa tahun muncul keinginan yang kuat adanya penjelasan lebih banyak (more disclosure)dalam laporanlaporan keuangan. Inti dari hukum federal securities pada tahun 1933 dan 1934 adalah full disclosure. Tetapi beberapa item informasi (bebas dari keinginan & keterkaitan dengan investor, kreditor dan pengguna laporan keuangan lainnya) tidak dipersyaratkan untuk dijelaskan dalam laporan keuangan eksternal kepada stakeholder. Biaya iklan dan pemasaran lainnya tidak harus dipisahkan dalam laporan income, meskipun tetap harus dilaporkan dalam 10K tahunan-nya SEC. Biaya pemeliharaan dan perbaikan dapat digunakan untuk menyembunyikan keuntungan dari tahun ke tahun (bab 18, hal. 125). Biaya-biaya ini tidak harus dilaporkan dalam laporan income, meskipun harus dijelaskan dalam 10-K tahunannya SEC. Kompensasi bagi top management tidak harus dilaporkan dalam laporan keuangan perusahaan atau di dalam footnotes. Tetapi informasi ini harus dijelaskan dalam proxy statement-nya korporasi publik yang biasanya dilakukan setelah dewan direksi perusahaan meminta persetujuan pemegang saham. Secara

Page 141 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky ringkas, kepemilikan saham dari suatu perusahaan tidak harus dan hampir tidak pernah dijelaskan dalam laporan keuangan. Untuk memastikannya, disclosure telah di-improve selama beberapa tahun. Sebagai contoh, model umum dalam laporan keuangan saat ini adalah bagian management discussion & analysis (MD&A), yang menjelaskan performansi keuntungan, masalah-masalah, dan strategi bisnis. Dalam opini saya, disclosure dapat dikembangkan lebih jauh tanpa mengakibatkan hilangnya keuntungan kompetitif (competitive advantage). Agar adil dalam hal ini, saya sebutkan bahwa kebanyakan organisasi (keagamaan, militer, pendidikan, non profit lainnya serta pemerintahan) lebih menyukai sedikit disclosure. Bisnis juga tidak tidak terkecuali, segan untuk melepas informasi terlalu banyak kepada publik. SEC telah menjalankan database elektronik untuk laporan keuangan dan arsip-arsip lainnya oleh perusahaan publik dibawah kewenangannya. Database ini dapat di-akses melalui internet. Sebutan untuk database informasi keuangan yang sangat besar ini adalah EDGAR (Electronic Data Gathering, Analysis, and Retrieval System). Banyak perusahaan yang telah membuat laporan keuangannya dapat di-akses di internet. Banyak yang telah mempunyai website dengan lingkup informasi yang luas. Layanan database LEXIS/NEXIS sangat membantu dalam pencarian informasi pada perusahaan spesifik. Publisher informasi keuangan seperti Moody s Investors Service dan Standard & Poor s menampilkan riwayat-riwayat perusahaan. Secara ringkas, ada bermacam-macam sumber untuk menggali informasi tentang bisnis. Laporan keuangan tahunan dari pemegang saham menjadi sumber informasi mengenai performansi keuntungan, kondisi keuangan, dan cashflow. Dari sisi lain, untuk mendapatkan informasi, bisa dipastikan pada masa mendatang akan menjadi lebih elektronis. Page 142 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 20 PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN (COST OF GOOD SOLD CONUNDRUM) Page 143 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 20 PERHITUNGAN HARGA POKOK PENJUALAN (COST OF GOOD SOLD CONUNDRUM) PENTINGNYA PEMILIHAN AKUTANSI Harga-harga barang yang terjual ke pelanggan biasanya merupakan biaya yang paling besar dari Perusahaan yang pada umumnya berkisar antara 50 % sampai dengan 70 % dari nilai penjualan. Pada masa lampau , saya harus menekankan bahwa banyak pebisnis menjual jasa sebagai pengganti produk seperti penerbangan, perusahaan telephone, Disney World dan bioskop. Banyak perusahaan jasa menjual produk dengan jasanya seperti penjualan brondong jagung di bioskop. Laba(Rugi) kotor dan keuntungan yang terkait tergantung pada metode akutansi yang digunakan untuk menghitung harga pokok penjualan Para Manager harus mempunyai pedoman bagaimana cara menghitung laba , mereka harus mengerti bagaimana cara menentukan pengurangan biaya agar mendapatkan nilai penjualan yang baik. Menurut pendapat saya pimpinan perusahaan harus menentukan metode akutansi yang digunakan perusahaan dalam menghitung harga pokok penjualan. Keputusan ini juga akan mempengaruhi Laporan Keuangan Perusahaan dalam hal perhitungan aktiva persediaan. Tiga metode dasar secara umum banyak digunakan dalam menentukan harga pokok penjualan, dimana ketiga-tiganya dilengkapi dengan teori. Ketiga metode diterima oleh prinsipprinsip umum akutansi yang menyatakan bahwa harga barang yang dijual ke pelanggan harus diselaraskan terhadap penghasilan dari penjualan dalam perhitungan laba kotor per periode. Pemasukan harga pokok penjualan dalam satu periode dan pendapatan dari penjualan dalam periode yang lain akan tidak punya makna. Manager Bisnis dan akuntan professional tidak setuju cara menghitung harga pokok penjualan dalam satu periode. Contoh khusus dibutuhkan untuk menyelesaikan permasalahan akutansi dan tidak ada perbedaan yang berarti antara ketiga metode pada laba kotor dan nilai akhir persediaan. Page 144 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Andaikan sebuah perusahaan menjual 4000 unit produk dalam kurun waktu 1 tahun. (Tidak ada perbedaan apakah produk yang dijual dari pabrik dengan penjualan langsung atau dijual lewat pengecer). Perusahaan tahun ini mulai menjual sebanyak 1000 unit yang berasal dari persediaan tahun lalu. Perdagangan tidak akan meninggalkan tingkat persediaan sampai level nol jika tidak produknya akan ditinggalkan atau peredaran yang diluar kendali dengan demikian perusahaan dalam kasus ini akan mengganti produk yang sudah dijual dalam satu tahun. Oleh karena itu di akhir tahun jumlah unit yang tepat harus ditetapkan atau dalam hal ini adalah 1000 unit. Perusahaan ini melakukan empat kali akuisisi dalam satu tahun, setiap kelompok yang diproduksi atau dijual bisa bervariasi, dimana perdagangan tidak membutuhkan produk dalam kelompok paket yang sama dalam tahun itu. Secara ringkas perusahaan dalam tahun ini memulai dengan 1000 unit, terjual sebanyak 4000 unit, penggantian 4000 unit yang terjual dan saldo dalam tahun ini sebanyak 1000 unit. Jika harga produk tidak pernah mengalami perubahan maka tidak akan ada persoalan dalam akutansi. Namun apabila harga produk beruba-ubah, maka perubahan harga akan mengakibatkan persoalan akutansi yang dapat diselesaikan dengan tiga cara : 1. Motode Harga Rata-Rata 2. Metode Masuk Belakangan, Keluar dulu 3. Metode Masuk dulu, Keluar dulu Contoh perhitungan harga produksi ditunjukkan pada Exhibit I, dimana harga produk setiap tahun dinaikkan. Setiap keberhasilan akuisisi nilainya lebih dari $5000. Cara menghitung harga total $550.000 dibagi 4000 unit yang terjual dan 1000 unit yang tidak terjual dan jumlah persediaan di akhir tahun(Lihat Exhibit I ) Harga total $550.000 dari 5000 unit harus dibagi atau dialokasikan antara harga pokok produksi untuk 4000 unit yang terjual dalam satu tahun dan aktiva persediaan untuk 1000 unit yang tidak terjual(Unit ini akan dijual dan pendapatannya dicatat dalam tahun depan) Jadi tidak benar membebankan $550.000 dari 5000 unit terhadap nilai pendapatan yang diperoleh dari penjualan 4000 unit. Jika anda seorang pimpinan perusahaan, bagaimana cara membagi terhadap seluruh total biaya $550.000? Keputusan akan diambil setelah mendapatkan laporan dari pengendali biaya perusahaan. Page 145 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Serngkali para manager meremehkan persoalan ini dan menyerahkan sepenuhnya kepada pengendali biaya perusahaan. Sebaiknya seorang harus bisa menganalisa sendiri situasi ini dan memutuskan metode terbaik yang digunakan. Seperti halnya keputusan managemen yang lain, ada beberapa pertanyaan dasar yang perlu dijawab : Apakah ada alternatif lain? Apakah ada konsekwensinya untuk setiap alternatif? Alternatif terbaik yang dipilih dibandingkan terhadap tujuan dan strategi perusahaan? Jika anda berada diruangan yang tidak mempunyai kepekaan bisnis, maka keputusan dari 10 orang pasti sama, dengan memilah persoalan menjadi tiga kelompok. EXHIBIT I HARGA POKOK PENJUALAN DAN NILAI AKHIR PERSEDIAAN

ITEM Produk JML(Unit) Harga($) Persediaan Awal 1,000 100,000 Akuisisi Pertama 1,000 105,000 Akuisii Kedua 1,000 110,000 Akuisisi Ketiga 1,000 115,000 Akuisisi Kempat 1,000 120,000 Total 5,000 550,000 Penjaulan dalam satu periode 4,000 *TBD Nilai persediaan dalam akhir periode 1,000 *TBD *TBD = ditentukan oleh metode akutansi yang dipakai . LihatExhibit J, K dan L sa tu untuk masing masing dari ketiga metode akutansi Page 146 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky METODE HARGA RATA-RATA Menurut hemat saya sebagaian besar manager bisnis (tidak semua, tapi kemungkinan mayoritas) akan secara intuitive (naluri ) memilih analisa biaya secara metode harga rata-rata. Yang mana ditunjukkan pada Exhibit J-Metode Harga Rata-Rata pada halaman ini. Alasan dari metode ini adalah bahwa empat per-lima barang terjual, dengan demikian empat per-lima dari total biaya harus dibebankan pada harga pokok penjualan dan satu per-lima harus dialokasikan pada nilai akhir persediaan. Logikanya bahwa laba kotor adalah diukur dalam satu tahun sehingga semua biaya pada tahun itu harus dikumpulkan dan masing-masing unit harus dibagi dan harus dibagi apakah unitnya terjual atau belum terjual (masih dalam persediaan akhir ). Taruhlah dengan cara lain harga rata-rata per-unit adalah $ 110 ($550,000 harga total dibagi 5000 total unit = $ 110). Harga rataratanya dikalikan 4000 unit yang terjual untuk mendapatkan $ 440,000 harga pokok penjualan. Nilai persedian akhir adalah $ 110,000 atau 1000 unit diakhir persediaan dikalikan $ 110 harga rata-rata per unit. Metode harga rata-rata mempunyai pertimbangan menarik dan kewajaran umum. Namun demikian perlu dipertimbangkan metode ini dikarenakan popularitasnya menempati urutan ketiga. Sebuah bisnis lebih banyak memilih satu dari dua alternatif metode akutansi guna menentukan harga pokok penjualan. EXHIBIT J-METODE HARGA RATA-RATA KELOMPOK PRODUK JUMLAH (UNIT) BIAYA ($) Persediaan awal 1000 100000 Persediaan pertama 1000 105000 Persediaan kedua 1000 110000 Persediaan ketiga 1000 115000 Persediaan keempat 1000 120000 Jumlah 5000 550000 Barang 2 yang terjual dalam 4000 440000 kurun waktu Persediaan pada akhir periode 1000 110000 Sejumlah total biaya $ 550,000 dibagi dengan total unit sejumlah 5000 didapatkan rata-rata biaya $ 110 perunit. Rata2 biya $ 110 dikalikan dengan 4000 unit yang terjual untuk menentukan ongkos biaya yang telah terjual $440,000 dengan persediaan akhir 1000 unit merupakan biaya persediaan akhir adalah $ 110,000 METODE MASUK BELAKANGAN, KELUAR DULU (LIFO = LAST IN, FIRST-OUT) LIFO adalah metode untuk memilih 4 item yang

menguntungkan selama kurun waktu satu tahun dan total biaya yang dikeluarkan untuk pengambilan barang terhadap harga pokok Page 147 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky penjualan. Seperti yang terlihat pada Exhibit K dimana total biaya untuk untuk 4 item adalah $ 450.000. Istilah Last-in adalah akuisisi terakhir, sedangkan First-out adalah mengacu pada biaya yang dikeluarkan pada setiap item sebelum biaya akuisisi yang lain. Teori utama dari LIFO adalah menunjukkan produk yang terjual harus digantikan dengan produk yang lain sehingga perdagangan tetap berkelalnjutan dan pemasukan(last in) adalah mendekati biaya-biaya yang dikeluarkan untuk menggantikan produk yang terjual. EXHIBIT K-METODE LIFO Item Produk JML (unit) Harga Persediaan Awal 1,000 $100,000 Akuisisi Pertama 1,000 105,000 Akuisisi Kedua 1,000 110,000 Akuisisi Ketiga 1,000 115,000 Akuisisi Kempat 1,000 120,000 Total 5,000 $550,000 Barang Terjual dalam Periode 4,000 450,000 Persediaan pada Akhir Periode 1,000 $100,000 Biaya akuisisi meningkat sepanjang tahun dengan demikian metode LIFO dapat digunakan untuk memilih item mana yang memiliki biaya yang terbesar. Dalam suatu periode tertentu dimana terjadi peningkatan biaya, LIFO diusahakan agar meningkatkan harga pokok penjualan. Pada contoh diatas nampak bahwa nilai awal persediaan adalah $100,000 sama dengan nilai akhir persediaan lihat Exhibit K. Produk yang tersisa pada akhir tahun tentu saja tidak sama dengan pada awal tahun. Produk yang tersisa pada persediaan akhir tahun adalah diambil dari akuisisi terakhir. Jarang ditemui aliran produk mengikuti bersamaan antara akuisisi akhir(last-in) dan biaya yang dikeluarkan(first-out). Produk pertama yang menguntungkan adalah produk pertama yang terjual. LIFO mengabaikan kenyataan aliran/urutan produknya, LIFO justru mempertimbangkan(last-in) item terakhir yang diperkiran menentukan berapa harga pokok penjualan untuk tahun ini. Hasil akhir menunjukkan bahwa pada persediaan akhir LIFO menyisakan biaya dari satu produk setelah dilakukan seleksi biaya dari barang-barang yang terjual, dimana metode LIFO menyisakan nilai akhir persediaan. Setelah beberapa tahun menggunakan LIFO persediaan dari suatu perusahaan mengingatkan pada kisah Dorian Gray yang memandang ke cermin, dimana kenyataan dari persediaan nampak kecil tapi dilaporkan biayanya seimbang/sama dengan nilai akhir persediaan. Lihat juga catatan Caterpillar pada halamanm 90 dimana berdasarkan metode LIFO nilai persediaan sebesar $2 Milyar dibawah biaya persediaan pada saat itu, hal ini dikarenakan Page 148 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky perusahaan telah menggunakan sistem LIFO beberapa tahun yang lalu. Ketika terjadi inflasi(sebaimana dalam contoh) LIFO memaksimalkan harga pokok penjualan dan mengurangi keuntungan (atau dengan kata lain mengurangi laba kotor). Tentu saja melakukan hal ini mengandung dampak yaitu Neraca (Balance Sheet) perusahaan perlu dilaporkan pada posisi nilai persediaan akhir yang terendah. LIFO menghasilkan keuntungan yaitu dapat memperkirakan kapan biaya produksi meningkat dari tahun ke tahun dimana harga pokok penjualan ditingkatkan dan nilai persediaan sebaliknya. Namun perlu diingat bahwa metode ini adalah salah satu cara dari berbagai upaya lain. Biaya produksi selayaknya menurun sepanjang tahun demikian tahun-tahun selanjutnya. Oleh sebab itu nilai persediaan tidak memiliki batasan waktu tertentu dan jika biaya produksi dapat dijaga stabil jangan melakukan perubahan drastis yang mengakibatkan perubahan akutansinya. METODE MASUK DULU, KELUAR DULU (FIFO = FIRSTIN, FIRST-OUT). Metode LIFO memilih biaya-biaya dalam urutan kronologis terbalik. Dalam kontrak metode masuk dulu, keluar dulu atau FIFO mengambil biaya-biaya dalam urutan kronologis untuk menentukan harga pokok penjualan. Metode FIFO dalam contoh ini mengambil item persediaan awal dan item akuisisi pertama, akuisisi kedua dan ketiga untuk menghitung total biaya penjualan 4.000 unit dalam tahun berjalan. Jumlah dari keempat item adalah $ 430,000 lihat Exhibit L dihalaman ini. Item pertama dari produk yang dipesan adalah yang pertama dibebankan pada harga pokok penjualan. Biaya dari item tersisa tetap sebagai biaya dari persediaan akhir. Salah satu alasan penggunaan FIFO adalah bahwa aliran produk pada kenyataannya hampir selalu mengikuti urutan masuk dulu, keluar dulu. Dalam periode perubahan biaya, sebagaimana contoh, FIFO menekan harga pokok penjualan dan meningkatkan laba kotor. Dan, persediaan akhir dilaporkan pada saat terdini, atau biaya tertinggi dalam Neraca (Balance Sheet). Alasan paling kuat untuk penggunaan FIFO adalah bila strategy bisnis adalah harga-harga jual yang ditetapkan berdasarkan metode FIFO, yang akan dijelaskan lebih lanjut dalam Bab ini. Pertama kita lihat perbedaan antara ketiga metode dimaksud. Page 149 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky EXHIBIT L-METODE FIFO Item Produk JML(unit) Harga Persediaan awal 1,000 $100,000 Akuisisi Awal 1,000 105,000 Akuisisi Kedua 1,000 110,000 Akuisisi Ketiga 1,000 115,000 Akuisisi Keempat 1,000 120,000 Total 5,000 $550,000 Barang Terjual dalam periode 4,000 430,000 Persediaan pada akhir periode 1,000 $120,000 METODE MANA YANG AKAN DIGUNAKAN ? Andaikan anda seorang pimpinan perusahaan dalam contoh diatas. Pada saat akhir tahun diperlukan peninjauan kembali kinerja laba setiap produk yang terjual. Nilai penjualan untuk tahun ini dari 4000 unit yang terjual adalah $ 645.000. Berapa besar laba kotor yang diperoleh tahun ini ? Jawabannya tergantung pada metode akutansi yang digunakan. Laba Kotor untuk masing-masing metode akutansi adalah sebagai berikut, Metode Harga Rata-Rata Nilai Penjualan $645,000 Harga Pokok Penjualan (Exhibit J) $440,000 Laba Kotor $205,000 Metode LIFO Nilai Penjualan $645,000 Harga Pokok Penjualan (Exhibit K) $450,000 Laba Kotor $195,000 Metode FIFO Nilai Penjualan $645,000 Harga Pokok Penjualan (Exhibit L) $435,000 Laba Kotor $215,000 Nilai penjualannya sama aspek bisnisnya terletak pada harga jual dan jumlah barang yang terjual yaitu 4000unit yang menghasilkan nilai penjualan tahun ini sebesar $645,000, perbedaannya terletak pada harga pokok penjualan. Kelebihan masing-masing metode akutansi dapat dibahas lebih rinci, namun secara pribadi saya rasa metode yang baik dan penting adalah konsistensi dalam kebijakan dan strategi harga penjuaalan. Page 150 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Dengan kata lain saya perlu tahu bagaimana cara menentukan harga jual sebelum saya dapat memutuskan metode akutansi yang digunakan untuk menghitung harga pokok penjualan. Andaikan harga jual ditentukan sebagai berikut, dimulai dengan biaya pabrik atau pembelian bahan baku. Perusahaan menaikkan harga per unit untuk menentukan harga jual. Harga penjualan ini dipertahankan sampai seluruh unit dalam satu proses produksi terjual dan pindah ke proses produksi berikutnya. Tentu saja banyak faktor lain dari biaya produksi yang mempengaruhi harga penjualan. Tidak adanya tekanan pada harga penjualan, mengakibatkan banyak perusahaan menentukan harga penjualan hanya sebagai langkah awal. Perdagangan bisa menaikkan atau menurunkan harga oenjualan akhir karena persaingan atau tekanan ekonomi lainnya. Untuk produk dalam contoh ini, andaikan perusahaan menggunakan metode FIFO, maka harga produk dinaikkan 50% terhadap harga penjualan dan mampu menjual produk pada harga penjualan. Karena itu nilai penjualan perusahaan untuk tahun ini ditentukan sebagai berikut (lihat Exhibit I untuk data biaya) : Kenaikan biaya 50% terhadap Harga Penjualan $100,000 $105,000 $110,000 $115,000 X X X X 150% 150% 150% 150% = = = = $150,000 $157,500 $165,000 $172,500

Total Nilai Penjualan = $645,000 Apabila perdagangan ini menentukan harga penjualan dengan cara ini, saya lebih suka menentukan harga pokok penjualan dengan metode FIFO. Laba Kotor sama dengan sepertiga nilai penjualan : ($215,000 laba kotor/$645,000 nilai penjualan = 1/3). Baik metode harga rata-rata maupun LIFO akan memberikan ratio laba kotor lebih rendah dari sepertiga yang tidak konsisten dengan metode penentuan harga penjualan perusahaan. Sehubungan dengan cara menentukan harga penjualan banyak perusahaan memakai metode LIFO berdasarkan kenyataan bahwa metode ini menghasilkan laba kotor terendah dan nilai akhir persediaan terendah dalam periode harga harga naik. Salah satu alasannya adalah paham konservasi, dimana kelihatannya banyak perusahaan lebih suka menempatkan pada posisi rendah daripada kelebihan aktiva dan laba. Alasan lain adalah LIFO dapat digunakan untuk menekan jumlah pembagian laba atau bonus atas laba walaupun karyawan dan manager tidak suka cara ini. Alasan lain untuk menyembunyikan laba dalam hal ada pertentangan dengan serikat pekerja. Page 151 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Barangkali ada keinginan untuk menaikkan laba sehingga perlu penyesuaian untuk meningkatkan harga penjualan atau mengeluarkan karyawan. Atau alasan utama yang bisa lebih disederhanakan adalah menekan pendapatan kena pajak. LIFO diijinkan untuk dipakai oleh Dinas Perpajakan. LIFO mengurangi pendapatan kena pajak sebesar $20,000 dibandingkan dengan FIFO dalam contoh ini. Apabila tarip pajak penghasilan diperkirakan naik dimasa mendatang lebih baik menggunakan FIFO dan melaporkan pendapatan kena pajak yang lebih tinggi dalam tahun ini sementara tarip pajak lebih rendah dari masa mendatang. Aliran kas juga sangat penting karena dalam kondisi pengetatan uang perlunya dihemat setiap pengeluaran tunai selama mungkin, dengan demikian perusahaan dapat memilih LIFO untuk menunda pajak penghasilan. Bahkan apabila tidak ada penggunaan tunai perusahaan dapat menanamkan penghematan pajak dari penggunaan LIFO dan mengembalikan pada investasi. Apabila faktor inflasi dimasukkan perencanaan kedepan maka pajak penghasilan dapat ditunda pembayarannya sepanjang mungkin dan termurah. BARANG SISA Dalam agenda pembahasan akutansi persediaan dan harga pokok penjualan secara ringkas akan dibahas dalam bagian akhir bab ini 1. Keuntungan Likuidasi LIFO 2. Penilaian persediaan menurut nilai terendah antara biaya dan pasar Pembahasan meliputi kelebihan dari metode LIFO dan pemakaian dalam segala bisnis tidak tergantung pada metode akutansi yang digunakan. KEUNTUNGAN LIKUIDASI LIFO Pada saat metode LIFO diputuskan untuk dipakai maka manager bisnis seharusnya memikirkan apa yang akan terjadi pada akhir suatu proses produksi. Diakhir tahun dapat terjadi Keuntungan Likuidasi LIFO dikarenakan pengurangan persediaan menjadi nol. Menunjuk Exhibit K yang memperlihatkan pemakaian metode LIFO sebagai contoh, dimana lima tahun kedepan dengan asumsi produksi tercapai dan dihapus secara bertahap pertahun. Perusahaan mempertahankan tingkat persediaan pada 1000 unit, karena itu perusahaan akan menjual 1000 unit terakhir seharga $100,000. Setiap tahun perusahaan mengganti harga jual per unit dan biaya pengganti tersebut setelah dibebankan pada harga pokok penjualan, sehingga nilai persediaan tetap sebesar $100,000 dari tahun ketahun. Page 152 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Item produk terakhir sebanyak 1000 unit dengan biaya produksi $220,000(biaya produksi meningkat dari tahun ke tahun) Perusahaan menjual sisa produk 1000 unit dalam tahun ini , dikarenakan produksi dihentikan dengan jatuhnya harga jual. Untuk mengganti dari produk tersebut perusahaan menjual 1000 unit dengan harga $220,000. Seluruh biaya yang timbul kemudian telah dibebankan pada harga pokok penjualan sebagai konsekwensi dari pemakaian metode LIFO(lihat Exhibit K). Hanya untuk 1000 unit terakhir masih menggunakan harga 5 tahun yang lalu yaitu sebesar $100,000 Jika dibandingkan dengan harga terbaru sebesar $220,000, maka laba kotor akan menjadi nol pada penjualan. Bagaimanapun pada penjualan akhir harus mencatat laba kotor sebesar $120,000(Nilai penjualan $220,000 dikurangi harga persediaan awal $100,000 = $120,000 laba kotor). Keadaan ini tidak akan terulang yang disebut dengan Keuntungan Likuidasi LIFO. Pendapatan kena pajak juga $120,000 lebih tinggi akibat penghapusan produk tersebut. Sebagai pelajaran yang diperoleh dari metode LIFO perusahaan menunda pencatatan jumlah tertentu laba kotor baik dalam Laporan Laba(rugi) Tahunan dan Pajak Pendapatan. Segera setelah perusahaan mencapai suatu daur produksi dan menlikuidasi persediaan dari produk, laba kotor yang telah dibukukan dengan metode FIFO atau harga rata-rata disetarakan dan harus dicatat keuntungannya. Para manager seharusnya sadar keuntungan likuidasi LIFO kemungkinannya akan terjadi diakhir daur hidup produksi. Untuk menindak lanjuti proses ini perusahaan tidak perlu menunggu sampai akhir sustu produk untuk dicatat sebagai keuntungan. Sebagai gantinya dapat memasukkan efek ini dengan bebas, mengikuti nilai persediaan berdasarkan LIFO sampai batas normal. Bagaimana caranya?Diakhir tahun para manager dapat menjaga pendapatan dengan begitu menyebabkan jumlah persediaan turun pada level abnormal yang terendah. Tingkat persediaan mungkin mencapai level dibawah normal dengan pertimbangan lain. Sebagai contoh suatu tenaga kerja memperpanjang waktu kerja secara drastis dengan mengurangi tingkat persediaan. Adapun pertimbangan lain ketika akhir persediaan dibawah jumlah yang ada pada permulaan tahun perusahaan harus memahami komponen biaya LIFO, yang menghasilkan dampak keuntungan likuidasi LIFO. Secara ringkas bisnis yang menggunakan metode LIFO mempunyai beberapa keuntungan(laba kotor) atau pada rak dan siap untuk dicatat setiap waktu, yang diasumsikan biaya produksi naik setiap tahun. Tidak alasan bagi perusahaan dalam memalsukan keuntungan secara likuidasi parsial dari persediaan berdasarkan LIFO. Apabila jumlah material, keuntungan likuidasi LIFO harus

diutarakan dalam catatan kaki pada laporan keuangan atau Page 153 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky sebagai pendapatan diluar usaha dalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement)per periode. LEBIH RENDAH BIAYA ATAU PASAR Dengan mengabaikan metode akutansi yang digunakan dalam bisnis seperti biaya rata-rata, FIFO atau LIFO pada akhir setiap tahun perusahaan akan membandingkan antara biaya pengganti dengan penjualan dari semua produk pada akhir persediaan dengan catatan biayanya. Jika nilai pasar (dari suatu produk dapat dijual atau suatu produk dapat mengganti) lebih rendah dari biaya produk disebut lebih rendah biaya atau pasar atau biaya atau pasar mana yang lebih rendah. Tujuan untuk mencatat biaya persediaan, untuk mengetahui dimana kerugian dari penjualan dan untuk mengetahui biaya pengganti telah dicatat. Pada Exhibit L dengan metode FIFO jumlah persediaan akhir sebesar $120,000 dengan asumsi secara tidak terduga permintaan produk meningkat sebelum akhir tahun. Kegiatan bisnis mengurangi harga jual yang secara drastis untuk menghabiskan persediaan. Dalam situasi seperti ini kegiatan bisnis akan mencatat biaya produk sebagai biaya dalam periode tersebut. Page 154 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 21 DILEMA PENYUSUTAN (DEPRECIATION DILEMMAS) Page 155 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 21 DILEMA PENYUSUTAN (DEPRECIATION DILEMMAS) KELEMAHAN PENYUSUTAN Prinsip dasar akuntansi keuangan adalah bahwa biaya sumber daya operasi jangka panjang yang digunakan oleh perusahaan harus dialokasikan lebih dari beberapa tahun sebagai aktiva tetap yang dipergunakan. Hal tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum / GAAP (Generaly Accepted Account Principles) ke pembebanan keseluruhan biaya modal tetap kebiaya didalam tahun berjalan terhadap pembelian atau pembangunan. Alokasi biaya atas suatu masa penggunaan modal tetap disebut penyusutan. Bab 9 menyampaikan akuntansai penyusutan dan perhitungan akumulasi penyusutan keseimbangan terhadap perhitungan terbalik dikurangi biaya aktiva tetap dalam laporan keuangan. Nilai buku dari aktiva tetap sebanding dengan biaya pokok dikurangi dengan akumulaasi penyusutan atas sumber daya operasional jangka panjang. Akuntansi penyusutan bukanlah suatu hal yang umum seperti yang dijelaskan pada bab 9. Bab ini membahas permasalahan akuntansi penyusutan secara praktis. Sebagai pengganti metode yang secara teoritis benar , sering perusahaan mengambil jalan pintas untuk mencari jalan keluar permasalahan dengan cara yang bijaksana. Didalam uraian ini, yang perlu diingat adalah aspek Arus Kas (Cash Flow) penyusutan. Bab 13 menjelaskan bahwa penyusutan adalah salah satu cara penyelesaian untuk memperhitungkan pendapatan bersih dalam menentukan Arus Kas (Cash Flow) dari keuntungan (atau yang secara teknis benar, Arus Kas (Cash Flow) dari aktivitas operasional). Hasil penjualan tiap tahun disatu sisi memulihkan dari beberapa modal pokok yang diinvestasikan kedalam aktiva tetap. Secara sederhana , perlakuan penyusutan dapat digambarkan dengan pengeluaran uang setiap tahun dari rekening tabungan (modal investasi dalam aktiva tetap) dan menyimpan uang kedalam suatu rekening koran bank. Aktiva tetap adalah investasi jangka panjang yang dilakukan oleh suatu perusahaan. Setelah melewati beberapa tahun aktiva tetap tersebut digunakan, perusahaan harus memulihkan kembali melalui hasil penjualan dengan sejumlah modal yang ditanamkan Page 156 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky dalam asset tersebut. Suatu perusahaan tidak mengelola aktiva tetap untuk tujuan menjual asset tersebut, untuk masa yang akan datang kadang-kadang mungkin lebih dimaksudkan untuk membiayai aktiva tetap. Permesinan, peralatan, perkakas, kendaraan/sarana angkut tidak mempunyai nilai setelah dipergunakan selama beberapa tahun. Waktu berpengaruh terhadap ketidak manfaatan aktiva tetap. Bagaimanapun tanah dan bangunan adalah sesuatu yang berbeda dan tidak beraturan. Biaya atas tanah tidak disusutkan. Biaya atas bangunan disusutkan, bahkan nilai/harga pasar dari bangunan bisa naik pada suatu saat. Hal tersebut dapat diargumentasikan bahwa biaya atas bangunan tidak akan disusutkan bila nilai/harga pasar berkembang. Tetapi GAAP berpendapat bahwa penyusutan atas biaya bangunan tidak menjadi persoalan. Ini adalah hal pertama yang perlu diingat mengenai penyusutan. Hal berikutnya yang harus diingat adalah memberikan penjelasan yang baik dengan sebuah contoh. Seandainya sebuah perusahaan membeli beberapa truk pengangkut baru.Total biaya yang dibayar kepada penjual atas pengadan truk tersebut adalah sebagai modal Kerja (yaitu dicatat sebagai suatu peningkatan nilai aktiva tetap untuk operasional sumber daya jangka panjang).Pengertian modal berasal dari sebuah gagasan untuk penanaman modal. Jumlah pajak penjualan yang dibayar oleh perusahaan juga merupakan modal, pajak-pajak penjualan adalah tambahan biaya langsung dan tidak dapat dipisahkan dari biaya pembelian truk.Sejauh ini tidak ada argumentasi, kedua-duanya baik total biaya tagihan pembelian dan pajak penjualan yang dibayar oleh pembeli adalah modal. Diluar dua biaya langsung tersebut , teori akuntansi dan praktek akuntansi nyata terpisah pada perusahaan. Seandainya perusahaan mengecat truk-truk baru tersebut dengan mencantumkan nama, alamat, nomor telepon dan logo perusahaan. Juga memasang perabot dan rak khusus pada truktruk. Secara teori biaya-biaya tambahan ini harus dimasukkan kedalam modal dan termasuk dalam biaya pokok aktiva tetap. Biaya-biaya tambahan ini tidaklah menjadi bagian secara langsung dari pembelian, biaya-biaya ini dapat dipisahkandan terpisah dari biaya pembelian. Meskipun demikian, biaya biaya tersebut harus dimasukkan sebagai modal karena biaya-biaya tersebut meningkatkan nilai guna truk-truk tersebut. Pembelian beberapa aktiva yang memiliki masa operasional panjang oleh perusahaan akan menyebabkan biaya-biaya tambahan yang harus ditambahkan ke biaya pokok tetapi sesungguhnya hal tersebut tidak mungkin. Teori akuntansi Page 157 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky berpendapat untuk memasukkan biaya-biaya tambahan tersebut kedalam biaya modal. Didalam prakteknya, bagaimanapun juga, hanya biaya-biaya pembelian ditambah biaya langsung lainnya dari pembelian yang dicatat sebagai modal.Ada beberapa tambahan biaya-biaya dicatat sebagai beban yang tidak direncanakan, daripada disusutkan melebihi dari umur yang digunakan pada aktiva tetap. Ada banyak sekali contoh mengenai biaya-biaya tambahan.Suatu perusahaan diperbolehkan melakukan pengecatan terhadap beberapa tanda pada gedung baru, melakukan pengasapan(fumigasi) terhadap keseluruhan gedung sebelum kepindahan, diperbolehkan juga mempercantik penerangan dibeberapa area.Setelah melaksanakan pembelian mesin baru atau peralatan baru, perusahaan pada umumnya mengeluarkan biaya untuk pemasangan maupun persiapan penggunaan aktiva tersebut. Oleh karena itu, biaya-biaya tambahan tersebut harus dikapitalisasi sesuai teori akuntansi yang berlaku. Didalam prakteknya, bagaimanapun juga, biaya-biaya tambahan pada umumnya tidak dicatat didalam aktiva tetap perusahaan.Walaupun biaya-biaya tersebut dibebankan ke biaya pada periode timbulnya biaya tersebut.Salah satu alasan adalah pengurangan biaya-biaya dengan segera untuk tujuan-tujuan yang berkaitan dengan pajak pendapatan, guna memperkecil pendapatan kena pajak pada tahun dimana biaya-biaya tersebut timbul.(Suatu perusahaan harus sangat hati-hati berkenaan dengan apa yang dikehendaki oleh petugas pajak internal). Alasan sederhana lainnya untuk tidak memasukkan biaya-biaya tambahan kedalam modal adalah menyangkut kegunaannya didalam praktek. Hal tersebut lebih mudah memasukkannya kedalam biaya jika dibandingkan dengan memasukannya kedalam biaya aktiva tetap. Sementara menyangkut manfaatnya secara praktek, bahwa kebanyakan perusahaan membeli berbagai macam jenis perkakas dan peralatan sortir yang relatif murah seperti palu, penggerak gergaji, bor, mesin pembersih lantai, boneka, alat pengasah pensil, lampu dan seterusnya. Biaya-biaya dari aktiva tersebut selama beberapa tahun alat-alat tersebut digunakan harus dicatat dalam modal dan disusutkan lebih dari umur pemakaian yang diharapkan. Tentu sangat menggelikan untuk menentukan jadwal penyusutan terhadap masing-masing obeng atau alat pengasah pensil. Kebanyakan perusahaan menetapkan batas minimum biaya-biaya aktiva tetap yang tidak dikapitalisir, tetapi dibebankan secara langsung kedalam biaya. Didalam praktek hal tersebut dapat diterima, CPA auditor memaklumi praktek ini sepanjang perusahaan ini konsisten selama satu tahun dan tahun berikutnya. Satu-satunya Page 158 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky pertanyaan yang berhubungan dengan pentingnya biaya-biaya sepert itu. Jika biaya-biaya ini dikumpulkan dan ternyata dalam satu tahun cukup tinggi jumlahnya, maka CPA auditors seperti halnya kantor pajak internal, mungkin menolak. Pada beberapa kasus yang lain, manajer bisnis harus memahami dampak laporan keuangan yang menyangkut tidak dikapitalisasikannya biaya-biaya tambahan berkaitan dengan pembelian aktiva tetap dan tidak dikapitalisasikannya biaya-biaya peralatan dan perkakas kecil. Untuk menggambarkan, seandainya perusahaan membeli aktiva tetap baru selama tahun ini. Jumlah tagihan harga ditambah pajak penjualan untuk seluruh asset tersebut adalah $ 1.400.000 selama tahun ini. Sebanyak $ 1.400.000 dikapitalisir, perusahaan mencatat biaya-biaya tersebut kedalam laporan aktiva tetap. Jika hal tersebut tidak dilakukan, CPA auditor perusahaan akan menolak dan IRS dapat menuduh perusahaan menghindari pajak pendapatan (dimana merupakan suatu kejahatan pidana) Sebagai tambahan terhadap biaya-biaya langsung atas aktiva tetap baru, andaikata perusahaan membelanjakan $120.000 sepanjang tahun untuk jenis biaya-biaya tambahan yang berhubungan dengan pembelian aktiva tetap baru senilai $ 20.000 dibelanjakn untuk pembelian perkakas kecil dan beberapa peralatan mahal lainnya. Total $ 140.000 mungkin telah dikapitalisir sebagai kekayaan, tetapi harus konsisten dengan tahun sebelumnya dimana perusahaan telah mencatat sejumlah beban biaya. Untuk menyederhanakan, diasumsikan bahwa berbagai aktiva disusutkan lebih dari 7 tahun dan perusahaan menggunakan metode penyusutan garis lurus. (Seperti yang akan dibahas secara singkat, banyak perusahaan menggunakan metode penyusutan dipercepat sebagai ganti metode garis lurus). Perbandingan dampak kapitalisasi biaya langsung dengan kapitalisasi semua biaya-biaya dapat dijelaskan sebagai berikut : Beban biaya tahunan jika hanya mengarah ke biaya yang dikapitalisasi Tahun 1 : penyusutan sebesar $ 200.000 + $ 140.000 $ 340.000 Tahun 2~7 : $ 1.400.000 : 7 tahun $ 200.000 Beban biaya tahunan jika semua biaya dikapitalisir Tahun 1~7 : $ 1.540.000 : 7 tahun $ 220.000 Jika perusahaan memilih alternatif pertama, kemudian beban biaya pada tahun pertama adalah lebih tinggi sebesar $ 120.000 ($ 340.000 - $ 220.000 = $ 120.000). Akan tetapi biaya Page 159 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky penyusutan tahunan adalah kurang dari $ 20.000 untuk selama 6 tahun kemudian. Jika semua biaya dikapitalisir, setiap tahun diberlakukan sama. Total beban biaya keseluruhan selama 7 tahun adalah sama. Bahwa beban biaya dari tahun ke tahun adalah berbeda. Satu hal yang perlu diperhatikan : Perbandingan tersebut diatas tidak mempertimbangkan dampak-dampak carryover dari tahun sebelumnya. Kita harus mengetahui sejarah perusahaan berkenaan dengan biaya-biaya yang dikeluarkan tahun sebelumnya untuk menentukan dampak terakhir pada tahun berjalan. Bab 18 membahas Nomor urut akuntansi untuk mengendalikan sejumlah keuntungan (pendapatan bersih) yang dicatat pada tahun itu. Pembebanan biaya-biaya sejumlah peralatan dan perkakas kecil ke biaya belum memperlengkapi manajer perusahaan mencari cara lain untuk memanipulasi keuntungan untuk tahun berjalan. Pemilihan waktu dari pembelanjaan ini adalah kebebasan menentukan. Perkakas kecil dapat digantikan sebelum tahun berjalan berakhir, atau menangguhkan hingga tahun depan. Sehingga biaya dapat dicatat pada tahun ini atau ditunda hingga tahun berikutnya. MEMPERCEPAT ATAU TIDAK ? Kebanyakan bangunan perusahaan bertahan hingga 50, 75 tahun atau lebih. Namun menurut hukum pajak pendapatan dari pemerintah pusat bahwa biaya bangunan bukan tempat tinggal yang digunakan oleh suatu perusahaan dapat disusutkan lebih dari 39 tahun (31,5 tahun sebelum tahun 1993). Kebanyakan mobil dan truk angkat digunakan oleh perusahaan hampir 10 tahun atau lebih, tetapi dapat disusutkan lebih dari 5 tahun sesuai ketentuan hukum perpajakan. Pendek kata, hukum pajak pendapatan dari pemerintah pusat mengijinkan pengelolaan aktiva tetap disusutkan lebih pendek dari umur aktiva. Hal ini adalah kebijakan ekonomi kongres yang sengaja mendorong penanaman modal baru, sumber-sumber teknologi yang unggul unuk membantu meningkatkan produktivitas bisnis Amerika. Pengambilan kesimpulan untuk percepatan penyusutan adalah lebih tinggi dan pembayaran pajak adalah lebih rendah pada awal tahun dalam penggunaan aktiva tetap.Sepertinya perusahaan mempunyai banyak Arus Kas (Cash Flow) yang tersedia untuk menginvestasikan kembali aktiva tetap baru, kedua-duanya untuk memperluas kapasitas dan untuk meningkatkan produktivitas. Page 160 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Filosofi penyusutan yang dipercepat ini telah menjadi suatu pandangan yang permanen dari hukum pajak pendapatan, dan tidaklah mungkin untuk merubah setiap kali dengan segera. Hukum pajak pendapatan pemerintah pusat yang mengatur tentang penyusutan aktiva tetap merupakan upaya nyata yang secara aktif telah mendorong perusahaan untuk menafsir umur manfaat sumber-sumber operasional jangka panjang perusahaan.Ini adalah suatu kenyataan didunia bisnis, suka atau tidak suka.Umur terpendek yang diperbolehkan untuk pajak pendapatan dipilih oleh kebanyakan perusahaan untuk pelaporan biaya penyusutan kedalam laporan keuangannya.Jadwal pengurangan ini atau percepatan, manfaat umur ditemukan dibagian dalam dari bagian hukum pajak pendapatan dengan nama Modified Accelerated Cost Recovery System atau kependekannya MACRS. (Dulunya dikenal sebagai ACRS/Accelerated Cost Recovery System, yaitu Sistem pemulihan biaya dipercepat). Sebagai alternatif, kode pajak pendapatan mengijinkan perusahaan untuk mengadopsi masa pengunaan lebih panjang dari perkiraan dibandingkan dengan jadwal MACRS. Tetapi bahkan umur yang lebih panjang secara umum lebih singkat dibanding perkiraan realistis manfaat umur pada kebanyakan aktiva tetap perusahaan. MACRS juga mengijinkan pembebanan penyusutan awal dan akhir, daripada tingkatan dan jumlah yang sama dari penyusutan setiap tahun (disebut metode garis lurus).Penyusutan dialokasikan banyak pada awal tahun dan lebih sedikit pada akhir tahun.Sejumlah penyusutan tahunan berjalan menurun sepanjang tangga , setiap tahun berkurang dari tahun sebelumnya. Seperti metode akuntansi LIFO untuk biaya harga pokok penjualan, saya serius meragukan apakah penyusutan dipercepat akan digunakan oleh banyak perusahaan jika metode ini tidak diikuti pengenaan pajak penghasilan. Laporan keuangan para pengguna perlu diingat bahwa, dengan perkecualian, aktiva tetap perusahaan tidaklah disusutkan secara berlebihan-tidak digunakan secara nyata keluar atau penggunaan secara phisik tetapi didalam perilaku akuntansi. Dalam laporan Neraca (Balance Sheet) keuangan, nilai buku yang dilaporkan perusahaan atas aktiva tetapnya (biaya pokok lebih sedikit dari sejumlah penyusutan) dikecilkan. Suatu aktiva tetap perusahaan dihapus terlalu cepat. Nilai buku menyusut lebih cepat dari yang seharusnya. Secara ringkas, suatu perusahaan mempunyai 2 pilihan dasar mengenai bagaimana cara mencatat biaya penyusutan atas aktiva tetapnya : Page 161 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky 1. Mengambil pendekatan percepatan pajak pendapatan menggunakan umur manfaat yang paling pendek dan alokasi penyusutan dimulai dari awal akhir yang diijinkan oleh kode pajak. 2. Mengambil yang lebih realistis perkiraan manfaat umur untuk aktiva tetap dan mengalokasikan biaya dalam jumlah yang sama untuk setiap tahun penyusutan garis lurus. Sebagai contoh, asumsikan bahwa suatu perusahaan membayar $ 120.000 untuk mesin baru. Dibawah MACRS asset ini menurun dalam 7 tahun tingkatan. Sebagai alternatif, perusahaan dapat memilih untuk menggunakan 12 tahun manfaat umur yang diperkirakan, dimana kita akan mengasumsikan menjadi lebih realistis untuk mesin tertentu ini. Exhibit M membandingkan sejumlah penyusutan tahunan yang ditentukan oleh penghapusan ganda atas jadwal percepatan penyusutan yg diijinkan oleh MACRS dengan penyusutan tahunan sebanyak $ 10.000 menurut metode garis lurus.( Hanya setengah tahun penyusutan dapat dikurangi dalam tahun berjalan yang didapat berdasarakan hukum pajak pendapatan). Andaikata mesin tersebut betul-betul digunakan selama 12 tahun. Oleh karena itu, aktiva ini mempunyai nilai tambah untuk operasional perusahaan setiap tahun atas penggunaannya. Nilai tambah dalam beberapa tahun mungkin lebih daripada tahun-tahun yang lain. Adalah hampir mustahil/tidak mungkin untuk menentukan secara tepat seberapa banyak hasil penjualan tiap-tiap mesin yang atau aktiva tetap tertentu dapat dipertanggung jawabkan untuk untuk masalah itu. Meskipun itu akan mengganggu saya bahwa jika perusahaan memilih penyusutan dipercepat, kemudian 5 tahun terakhir menggunakan mesin yang tidak akan dibebani dengan beberapa biaya penyusutan. Apa pendapat anda? Walaupun percepatan penyusutan mempunyai keuntungan pajak pendapatan, ada juga kerugian tertentu. Salah satunya , nilai buku (laporan) operasional aktiva perusahaan jangka panjang menurun. Ketika meminjam uang, pemberi pinjaman meneliti asset perusahaan sebagai kelengkapan laporan dalam Neraca (Balance Sheet)nya. Lebih rendahnya nilai buku aktiva tetap disebabkan oleh kemungkinan penggunaan penyusutan yang dipercepat , dampaknya, kapasitas kewajiban/hutang (liability) perusahaan lebih rendah ( jumlah maksimum pinjaman). Satu titik akhir : Manajer dan investor sangat tertarik akan apakah perusahaan dapat lebih meningkatkan pendapatan pada tahun sebelumnya.Idealnya, ketika pendapatan meningkat dilaporkan dalam laporan keuangan, peningkatan harus dalam Page 162 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky kaitan dengan penyebab nyata keuntungan atas penjualan, penyusutan tahunan yang tiba-tiba, yang terjadi dibawah keuntungan dalam penghematan operasional, peningkatan volume penyusutan dipercep at (lihat Exhibit M lagi). Metode garis lurus penjualan dan sebagainya. mempunyai satu keuntungan: biaya penyusutan adalah tet ap setiap Peningkatan yang fiktif dalam pendapatan awal dapat tahun atas aktiva tetap yang sama. menyesatkan. Sukar untuk menjajagi keuntungan, jika ada beban EXHIBIT M : PERBANDINGAN METODE PENYUSUTAN Penyusutan Tahunan $35.000 $30.000 $25.000 $20.000 $15.000 $10.000 $5.000 $0 Percepatan Garis Lurus 1234 5678910111213 Tahun Page 163 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 22 RASIO UNTUK KREDITUR DAN INVESTOR (RATIOS FOR CREDITORS AND INVESTORS) Page 164 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 22 RASIO UNTUK KREDITUR DAN INVESTOR (RATIOS FOR CREDITORS AND INVESTORS) TUJUAN DARI LAPORAN KEUANGAN Tujuan dari laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang berguna dari suatu perusahaan kepada para penanam modal dan pemberi pinjaman tentang sumber-sumber modal yang digunakan dalam perusahaan. Juga untuk pihak-pihak lain yang tertarik pada masalah keuangan misalnya para karyawan dan pemberi pinjaman. Pihak yang terutama sekali berkepentingan terhadap laporan keuangan adalah pemilik modal dan pemberi pinjaman. Standar laporan keuangan dan prinsip-prinsip umum yang diterima dalam bidang akuntansi (GAAP) telah dikembangkan oleh para pengguna utamanya ( baca : pengguna utama laporan keuangan ) Penyebaran informasi keuangan secara umum oleh pemilik perusahaan yang mana saham dan surat-surat brharga di perjual belikan di public market di atur oleh hukum federal dengan pelaksana utama Securities & Exchange Commission (SEC). The new York stock Exchange. NASDAQ dan pasar surat berharga lain juga memberlakukan ketentuan-ketentuan dan pengaturan terkait dengan penerbitan dan pengkomunikasian dari informasi keuangan oleh perusahaan-perusahaan surat-surat berhargannya di perjual belikan di pasar. Sebagai contoh, sebuah perusahaan tidak dapat menerbitkan informasi keuangan hanya kepada para pemegang saham atau pemberi pinjaman tetapi tidak untuk pihak lain. Hukumhukum dan praktek-praktek yang telah diterima dalam pemberian laporan keuangan di disain untuk memastikan bahwa semua pemegang saham dan pemberi pinjaman mempunyai hak yang sama dalam mengetahui /meminta informasi atas informasi keuangan dan laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan perusahaan bukan merupakan sumber pertama/utama atas informasi tentang kondisi keuntungan sebuah usaha. Perusahaan Publik memberikan laporan pers yang berisikan ringkasan dari pendapatannya saat ini. Laporan pers (pers rilis) ini mendahului pengiriman laporan keuangan perusahaan paling akhir yang diberikan kepada pemegang saham dan pemberi pinjaman. Perusahaan pribadi atau non publik perusahaan tidak biasa/tidak diharuskan mengirimkan laporan keuangan kepada pemilik atau pemberi pinjaman, meskipun mereka dapat melakukannya. Bab ini mengungkapkan apa yang dilakukan oleh pemegang saham dan pemberi pinjaman dengan laporan keuangan segera setelah mereka mendapatkannya. Bab ini Page 165 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky memfokuskan pembahasan pada laporan keuangan tahunan yang paling komplit. (laporan keuangan Quarterly adalah singkatan dari laporan tahunan). Yang paling khusus Bab ini memfokuskan pada rasio tertentu yang berguna untuk diukur atas kondisi perusahaan dan pencapaian/prestasi dan permasalahan potensial. GAMBARAN DARI LAPORAN KEUANGAN Sebuah laporan keuangan perusahaan di tunjukkan pada exhibit N pada halaman 170.Ini adalah contoh dari perusahaan yang sama sebagaimana yang telah digunakan pada bab terdahulu. Footnote (baca : Catatan dibawah halaman) dari laporan ini tidak ditampilkan. (Bab 16 membahas mengenai Footnote dari laporan keuangan) Perusahaan yang dimiliki oleh sekelompok kecil orang yang memulai perusahaan beberapa tahun yang lalu. ( Tiga pemegang saham yang asli sejak kematiannya telah meninggalkan saham kepada anak mereka). Meskipun perusahaan mereka telah mencapai $ 10.4 Juta penjualan pertahun, perusahaan tersebut harus tumbuh lebih besar lagi untuk menjadi perusahaan publik (Go Public). Bagaimanapun ukuran (besar kecilnya perusahaan ) bukanlah bahasan yang utama. Teknik dari analisa keuangan dan rasio yang dibahas dalam bab ini sesuai dengan beberapa ukuran (besar/kecil)nya perusahaan, perusahaan pribadi/perorangan ataupun perusahaan publik. Bab ini tidak mencakup secara luas dari analisa surat-surat berharga ( misalnya : analisa saham dan instrumen kewajiban/hutang (liability) yang dikeluarkan oleh perusahaan publik). Bidang bahasan dalam bab ini termasuk diantaranya tentang analisa keunggulan kompetitif dan kelemahan dari sebuah perusahaan, pembangunan economi domestik maupun internasional, kemungkinan-kemungkinan penggabungan usaha dan lebih banyak lagi. Kunci dari rasio-rasio yang dijelaskan pada bab ini adalah dasar dari analisa surat-surat berharga. Bab ini tidak membahas topik penting daro trend analisa yang menggunakan pembandingan laporan keuangan perusahaan terakhir dengan laporan keuangan pada tahun-tahun yang lalu untuk mengidentifikasi perubahan-perubahan penting dari tahun ke tahun. Sebagai contoh, investor (penanam modal) dan pemberi pinjaman sangat tertarik pada perumbuhan/peningkatan penjualan atau penurunan perusahaan, dan dampak/hasil dari perolehan keuntungan, Arus Kas (Cash Flow) (Cash Flow), dan kondisi keuangan. Bab ini memiliki tujuan/sasaran lebih banyak untuk menjelaskan rasio dasar yang digunakan dalam analisa laporan keuangan. Hanya sedikit rasio yang dibahas di dalam bab ini, tetapi sangat penting dan sangat luas digunakan. Pada pembukaan laporan keuangan perusahaan kemungkinan satu diantara yang pertama dilakukan oleh sebagian besar investor adalah melihat laporan keuangan secara sekilas. Page 166 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Apa yang mereka cari ? dalam pengalaman saya, mereka melihat baris paling bawah pada Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) untuk melihat apakah perusahaan memperoleh keuntungan atau menderita kerugian. Sebagaimana seorang selebriti olah raga ketika menjelaskan bagaimana dia menggunakan uangnya untuk beberapa jenis investasi, pertama dia melihat apabila pada baris bawah apakah terdapat tanda kurung karena tanda kurung berarti kerugian dan itu harus dihindari. Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) perusahaan yang menunjukan pendapatan sebesar $ 718,200 sebagai pendapatan bersih pada tahun tersebut. Apakah perolehan keuntungan tersebut menujukan bagus, cukup atau kurang? Rasio-rasio membantu untuk menjawabnya petanyaan ini. Perusahaan ini tidak melaporkan tentang perolehan dan kerugian yang luar biasa pada tahun tersebut yang terjadi sekali, kajadian-kejadian yang tidak berulang. Sebagai contoh sebuah perusahaan dapat menjual aktiva tetap/fix asset utama dan mencatat perolehan. Atau sebuah perusahaan mencatat biaya restrukturisasi untuk mencatat biaya pesangon karyawan yang diberhentikan. Perolehan dan kerugian yang tidak biasa ini dilaporkan secara terpisah dari operasi perusahaan yang sedang berlangsung. Topik ini akan mengajak kedalam susunan yang membingungkan dari detail teknis. Tetapi hati-hati : perolehan dan kerugian yang tidak teratur menyulitkan evaluasi dan peramalan perolehan keuntungan. Setelah membaca Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement), sebagian besar pembaca laporan keuangan akan segera melihat asset perusahaan/aktiva perusahaan dam membandingkannya dengan kewajiban/hutang (liability) perusahaan. Apakah asset/aktiva mampu untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam membayar kewajiban/hutang (liability) ? rasio membantu menjawab pertanyaaan ini. Sebagaimana telah anda lihat, laporan Arus Kas (Cash Flow) (Cash Flow) perusahaan pada Exhibit N ( paparan N) . Ini adalah satu dari laporan keuangan yang utama dari suatu perusahaan yang harus dimasukkan dalam laporan keuangan external perusahaan. Meskipun demikian, Saya hampir tidak memasukkan dalam exhibit (paparan) yang mungkin akan mengejutkan anda. Tidak satupun rasio yang dibahas dalam bab ini melibatkan/menggunakan laporan Arus Kas (Cash Flow) (Cash Flow). Investor dan kreditors (orang yang memberi pinjaman) belum mengembangkan patokan standart (benchmark) rasio-rasio untuk Arus Kas (Cash Flow) (Cash Flow). Arus Kas (Cash Flow) (Cash Flow) banyak dimuat/dicantumkan dalam laporan pers dan laporan keuangan perusahaan yang diterbitkan oleh broker dan penasehat investasi. Arus Kas (Cash Flow) (Cash Flow) dari keuntungan (aktivitas operasi) dianggap sebagai variable kunci untuk suatu perusahaan. Perusahaan dalam contoh yang kami buat telah merealisasikan/menunjukkan $ 540,807 Arus Kas (Cash Flow) (Cash Flow)/uang dari perolehan keuntungan dari tahun yang Page 167 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky baru saja berakhir yang kurang atau lebih kecil dari $ 750,000 pengeluaran pada tahun tersebut. Sumber keuangan lainnya dan penggunaan kas hanya $ 25,000. Olah karena itu Neraca (Balance Sheet) perusahaan turun sebesar $ 184,193 selama tahun tersebut. Membaca laporan Arus Kas (Cash Flow) dengan cara seperti ini memberikan ringkasan yang berguna darimana suatu perusahaan mendapatkan uang dan bagaimana menggunakannya. Perhatikan bahwa tidak ada rasio yang dihitung. Kami dapat membagi Arus Kas (Cash Flow) dari keuntungan dengan penerimaan bersih untuk menentukan Arus Kas (Cash Flow) sebagai prosentase penerimaan bersih.saya pikir ini adalah rasio yang menarik. Tetapi ini bukanlah suatu benchmark (patokan standar) rasio yang digunakan dalam analisa laporan keuangan. Kami dapat membagi Arus Kas (Cash Flow) dari keuntungan ( aktivitas operasi) dengan jumlah banyaknya saham untuk memperoleh besarnya niali Arus Kas (Cash Flow) per saham. Tetapi Dewan standarisasi keuangan dan akuntansi (FASB) telah secara khusus mengecilkan arti rasio ini yang sebagian besar tidak lazim. Sangat jarang bagi FASB untuk menggunaka rasio-rasio kusus. Exhibit N menjelaskan laporan keuangan yang baru yaitu Laporan perubahan equitas pemegang saham. Ditinjau dalam beberapa hal laporan tersebut sebenarnya bukan merupakan laporan keuangan, hal tersebut lebih kearah schedul bantuan untuk membuat ringkasan perubahan-perubahan pada saham laba ditahan/penerimaan ditahan. Perusahaan sebagaimana yang saya contohkan mungkin termasuk membahas/ memasukkan jenis laporan ini. Bagaimanapun juga schedul ini tidak semuanya perlu karena perubahan-perubahan dalam dua equitas saham adalah mudah untuk diikuti. Penambahan saham beredar selam tahun tersebut adalah sebagaimana telah dilaporkan dalam laporan aruas kas perusahaan. Maka, Neraca (Balance Sheet) dalam capital stock naik . Penerimaan bersih/laba bersih telah menaikkan laba ditahan. Dan keuntungan pemegang saham yang dibayarkan menurun. Laporan perubahan equitas pemegang saham tentu dibutuhkan ketika perusahaan mempunyai struktur kepemilikan yang komplek (rumit) yang termasuk diantaranya kelas/golongan yang berbeda dari saham dan ketika perusahaan membeli kembali beberapa dari sahamnya selama tahun tersebut. Juga jenis tertentu dari kerugian dan penerimaan yang dicatat secara langsung pada penerimaan/laba ditahan dan yang telah demikian melingkupi Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement). Pada situasi ini Laporan perubahan equitas pemegang saham adalah penting untuk diatur/diorganisir dan laporan segala sesuatu dalam satu tempat. Page 168 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky KEMAMPUAN MEMBAYAR HUTANG ATAU RASIO SOLVENCY. Para analis, manajer investasi portofolio, Investor perorangan, invertasi bangkir, pakar ekonomi dan pihak-pihak lainnya tertari pada tiga kunci aspek keuangan yaitu Arus Kas (Cash Flow), kemampuan membayar kewajiban/hutang (liability) , kemampuan perusahaan dalam memperoleh laba. Analisa Arus Kas (Cash Flow) tidak menggunkan rasio (paling tidak belum) sebaliknya analisa solvency (kemampuan membayar kewajiban/hutang (liability) ) dan kemampuan menghasilkan laba menggunakan beberapa rasio standart yang telah ditetapkan (secara internasional). Para Bankir dan pemberi pinjaman ketika memutuskan apakah membrikan pinjaman atau tambahan pinjaman baru pada suatu perusahaan terlebih dahulu mengarahkan pandangannya pada rasio utama tertentu dari laporan keuangan perusahaan. Rasio-rasio ini memberikan profil keuangan yang berguna untuk menaksir/menilai besarnya pinjaman dan untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar pinjaman dan bunga tepat waktu. Solvency mengacu pada kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban/hutang (liability) nya ketika jatuh tempo. Menjaga kemampuan membayar kewajiban/hutang (liability) adalah hal yang sangat penting bagi setiap perusahaan. Jika perusahaan gagal dalam membayar kewajiban/hutang (liability) obligasi maka perusahaan menjadi lemah dalam memperoleh hasil yang dapat menghentikan nya perjalanan usahanya atau paling tidak dapat menggangu jalannya opersai perusahaan secara normal. CURRENT RATIO (RASIO LANCAR) : UJI KEMAMPUAN MEMBAYAR KEWAJIBAN/HUTANG (LIABILITY) JANGKA PENDEK Current ratio (rasio lancar) digunakan untuk menguji kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban/hutang (liability) jangka pendek. Hal tersebut dihitung dengan cara membagi total aktiva lancar dengan total kewajiban/hutang (liability) lancar perusahaan pada Neraca (Balance Sheet) paling akhir dibuat. Dari data sebagaimana pada Exhibit N, Rasio lancar perusahaan secara lengkap adalah sebagai berikut : $3,415,807 aktiva lancar = 2,2 Rasio Lancar $1,546,107 kewajiban/hutang (liability) lancar Rasio lancar sangat sulit untuk dinyatakan dalam prosentase (yang mana dalam kasus diatas hasilnya akan menjadi 221%). Rasio lancar dinyatakan dengan angka 2,21 banding 1,00 atau secara sederhana hanya dituliskan 2,21.

Page 169 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Ketentuan umum dari nilai rasio lancar minimum 2 banding 1 atau lebih tinggi lagi. Kebanyakan perusahaan meyakini bahwa nilai minimum rasio lancar tersebut yang diharapkan olek kreditor (pemebri pinjaman), dengan kata lain pemberi kewajiban/hutang (liability) jangka pendek umumnya menyukai melihat batas minimum kewajiban/hutang (liability) lancar sebesar 1,5 atau lebih kecil lagi dari aktiva lancar. Mengapa pemberi kewajiban/hutang (liability) jangka pendek menempatkan batas minimum tersebut pada suatu perusahaan. Alasan utamanya adalah untuk meperoleh jaminan keamanan atas pembayaran kewajiban/hutang (liability) jangka pendek. Rasio lancar 2 banding 1 berarti ada $2 dari aktiva lancar yang bisa diuangkan dengan cepat untuk membayar $1 kewajiban/hutang (liability) lancar yang harus dibayar/jatuh tempo pembayarannya pada periode itu juga. Setiap dollar dari kewajiban/hutang (liability) lancar di jamin dengan 2 dollar uang tunai atau kas masuk jangka pendek. Tambahan/kelebihan aktiva lancar digunakan sebagai keamanan/keselamatan. Sebuah perusahaan dapat tetap sanggup membayar kewajiban/hutang (liability) nya tepat waktu meskipun dengan rasio lancar kurang dari 2 banding 1, bahkan mungkin dengan rasio lancar 1 banding 1. Pada contoh ini tiga komponen kewajiban/hutang (liability) yaitu kewajiban/hutang (liability) perusahaan, biaya dibayar dimuka dan kewajiban/hutang (liability) pajak sama dengan 27% dari total aktiva lancar. Pihak bank telah memberikan pinjaman sebesar $625,000 pada pinjaman jangka pendek yang mana merupakan 18% dari total aktiva lancar. Secara umum hampir semua pemberi kewajiban/hutang (liability) jangka pendek tidak mau meminjamkan uangnya lebih banyak meskipun perusahaan dapat membujuk/merayu bangkirnya untuk menambah pemberian kewajiban/hutang (liability) sampai katakanlah $750,000 pada kewajiban/hutang (liability) jangka pendek. Dalam ringkasan, sumber kewajiban/hutang (liability) jangka pendek umumnya menuntut jumlah aktiva lancar perusahaan sebesar dua kali kewajiban/hutang (liability) lancar. Pemberi pinjaman bukanlah pemilik perusahaan/bisnis, mereka tidak memperoleh pembagian dari keuntungan yang diperoleh perusahaan. Pendapatannya adalah dari besarnya bunga yang mereka tentukan/tagihkan (mereka kumpulkan). Karena pemberi pinjaman/kreditor sangat jeli/berhati-hati dalam meinimalkan resiko, seperti batas pendapatan (pendapatan tetap) penanam investasi mereka tidak mengkompensasikan dengan mengambil resiko terlalu besar. QUICK RATIO (RASIO CEPAT) Persediaan memerlukan waktu berminggu-minggu untuk menjadi uang tunai. Produk biasanya di simpan/menunggu dua, tiga empat bulan sebelum dijual. Jika penjualan dalam bentuk kredit yang umumnya dilakukan ketika perusahaan menjual Page 170 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky produknya kepada perusahaan lain, ada dua periode menunggu sebelum penerimaan-penerimaan dikumpulkan. Singkatnya, persediaan tidak mudah cair untuk menjadi penerimaan, memerlukan waktu yang sangat lam untuk mengubah menjadi uang tunai. Lebih jauh tidak ada jaminan bahwa semua produk akan terjual. Sebuah pengukuran yang lebih sederhana atas kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban/hutang (liability) jangka pendeknya adalah Acid Test Ratio (rasio Acid Test)yang tidak memasukkan persediaan dalam perhitungan (dan juga biaya belum dibayar). Hanya Kas, surat berharga yang dapat dijual dan penerimaan yang diperhitungkan sebagai sumber pembayaran kewajiban/hutang (liability) lancar perusahaan. Rasio tersebut juga dinamai Quick Ratio karena hanya kas/uang tunai atau aktiva yang secara cepat dapat diuangkan yang termasuk dalam jumlah dana yang tersedia untuk pembayaran kewajiban/hutang (liability) lancar (jangka pendek). Dalam contoh ini Acid Test Ratio/Quick Ratio perusahaan dihitung sebagai berikut ( Perusahaan tidak mempunyai invesrtasi dalam bentuk surat-surat berharga): $565,807 Kas + $1,000,000 Piutang = 1.01 Acid Test $1,546,107 Total hutang lancar Acid Test Ratio perusahaan dalam keadaan baik apabila perbandingannya 1 banding 1 atau kas/penerimaan lebih tinggi dari kewajiban/hutang (liability) . Meskipun anda menemukan lebih banyak perkecualian pada masalah ini sebagaimana dalam perbandingan 2 banding 1 pada standar Current Ratio. RASIO KEWAJIBAN/HUTANG (LIABILITY) TERHADAP MODAL Kewajiban/hutang (liability) adalah baik, tetapi terlalu banyak adalah berbahaya. Debt to Equity Ratio (Rasio kewajiban/hutang (liability) terhadap Equitas) adalah indicator apakah perusahaan telah menggunakan kewajiban/hutang (liability) secara bijaksana/hati-hati, atau mungkin telah berjalan terlalu jauh dan melebihi kelayakan yang pada akhirnya akan menyebabkan permasalahan. Dalam contoh ini rasio kewajiban/hutang (liability) perusahaan dibanding equitas dihitung sebagai berikut : $2,296,107 Total kewajiban/hutang (liability) $3,319,700 equitaspemegang saham = 0.69 Rasio Hutang terhadap equitas Rasio ini menjelaskan kapada kita bahwa perusahaan menggunakan $69 kewajiban/hutang (liability) nya untuk memberi tambahan kepada tiap tiap $100 equitas pemegang saham. Page 171 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Perhatikan bahwa tidak semua termasuk dalam rasio ini. Dan tidak semua equitas (modal investasi dan pendapatan ditahan) termasuk dalam rasio ini Perusahaan dengan rasio 0,69 kewajiban/hutang (liability) terhadap 1,00 equitas akan ditunjukkan sebagai leverage (pengungkitan) yang moderate. Leverage mengacu pada penggunaan equitas berdasarkan pada penambahan modal/kapital dari sumber lain (bukan pemilik perusahaan). Dengan kata lain perusahaan menggunakan $1.69 total modal/kapital untuk setiap $1.00 dari equitas kapital. Maka perusahaan mempunyai $1.69 modal kerja untuk setiap dollar equitas dalam bisnis. Hampir semua bisnis berada dibawah 1 banding 1 untuk rasio kewajiban/hutang (liability) terhadap equitas. Mereka tidak ingin mengambil kewajiban/hutang (liability) terlalu banyak, atau mereka tidak dapat meyakinkan pemberi pinjaman untuk memberikan satu setengah kali aktiva/asset yang dimiliki perusahaan. Bagaimanpun juga, modal yang dibutuhkan dalam bisnis seperti publik utilitas dan kebanyakan institusi keuangan beroperasi dengan rasio perbandingan kewajiban/hutang (liability) terhadap equitas lebih tinggi dari 1 banding 1. TIME INTEREST EARNED RATIO Untuk membayar bunga kewajiban/hutang (liability) , perusahaan memerlukan pendapatan yang cukup dari kegiatan bisnis yang dilakukan yaitu pendapatan sebelum bunga dan pajak (EBIT). Untuk menguji kemampuan perusahaan dalam membayar bunga dari penghasilan/perolehan dihitung dengan menggunakan Times interest earned ratio. Pendapatan sebelum bunga dan pajak (EBIT) dibagi dengan biaya bunga sebagaimana di contohkan berikut ini : $1,300,000 Pendapatan operasi (EBIT) = 12.6 Time Interest $103,000 Biaya bunga Earned Ratio Tidak ada standar aturan yang menetapkan berapa harusnya besarnya nilai dari rasio khusus ini meskipun secara jelas dinyatakan bahwa rasio tersebut haruslah lebih tinggi dari 1 banding 1. Pada contoh ini pendapatan operasi perusahaan (EBIT) adalah lebih besar 12 kali disbanding biaya kewajiban/hutang (liability) per tahun yang mana sangat menyenangkan dari sudut pandang pemberi pinjaman. Pemberi pinjaman akan menjadi sangat susah/sedih pendapatan usaha tidak mampu menutup biaya bunga per tahun. ( Manajemen perusahaan tentu juga harus merasakan kesedihan/ kegelisahan yang sama) Page 172 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky PROFIT AND RETURN ON EQUITY RATIO ( RASIO PROFITABILITAS ) Memperoleh hasil penjualan dan mengontrol biaya-biaya cara-cara yang dilakukan perusahaan untuk menghasilkan laba/keuntungan. Sisa keuntungan/laba diambilkan atau dipotongkan dari penerimaan penjualan dinyatakan oleh Return On Sales Ration yang keuntungan dibagi dengan pendapatan dalam satu periode. Return On Sales Ratio Perusahaan untuk tahun terakhir yaitu : $718,200 laba bersih $10,400,000 Penerimaan penjualan = 6.9% Return ON Sales Ratio Cara lain untuk menjelaskan Return On sale Ratio adalah sebagai berikut : untuk setiap $100 penerimaan penjualan perusahaan memperoleh laba bersih $6.90 dan mengeluarkan biaya sebesar $93.10. Perputaran penjualan sangat jelas berbeda antara satu industri dengan industri lainnya. Beberapa perusahaan dapat berjalan baik meskipun hanya 1 % atau 2% Return On Sales (perputaran penjualan) Perusahaan lainnya memerlukan 10% untuk menjastifikasi modal yang diinvestasikan kedalam asset mereka. Pemilik perusahaan mengambil resiko atas kemungkinan bisnis mereka dapat memperoleh laba dan mempertahankan perolehan keuntungan dari tahun ke tahun. Berapa banyak anda harus membayar bisnis yang menderita kerugian terus menerus ? Nilai dari investasi pemilik modal tergantung pertama dan terutama pada perolehan keuntungan tahun lalu dan yang akan datang atau tidak hanya laba saja, saya akan katakana tetapi laba relatif terhadap modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan laba. Sebagi contoh, umpama sebuah perusahaan memperoleh laba bersih bagi pemegang saham sebesar $100,000 per tahun . Jika equitas pemegang saham hanya $250,000 kemudian keuntungan yang diperoleh relatif terhadap modal pemegang saham yang digunakan dalam menghasilkan keuntungan yaitu sebesar 40% yang mana itu merupakan hal yang sangat bagus. Sebaliknya equitas pemegang saham adalah sepuluh kali sebanyak ($2,500,000) kemudian perolehan laba perusahaan sebesar 4% yang mana hal tersebut adalah relatif buruk pada pemilik modal yang digunakan dalam menghasilkan laba. Ringkasnya adalah keuntungan harus dibandingkan dengan jumlah modal yang diinvestasikan untuk menghasilkan keuntungan. Keuntungan dalam satu periode dibagi dengan jumlah modal yang diinvestasikan untuk memperoleh keuntungan tersebut adalah Return On Investment (ROI) .ROI adalah konsep yang luas yang diaplikasikan pada hampir semua investasi jangka pendek. Page 173 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Pemilik modal dalam suatu perusahaan adalah total dari equitas pemilik dalam Neraca (Balance Sheet) perusahaan. Keuntungan mereka merupakan hasil akhir dari keuntungan bersih untuk periode tersebut. Keuntungan yang lebih kecil yang harus dibayar pada beberapa saham yang lebih diminati yang telah beredar/ diterbitkan oleh perusahaan. Saham preferren mempunyai tagihan yang pertama pada pendapatan bersih/laba bersih. Pada contoh ini perusahaan telah menrbitkan/melepas hanya satu klas/macam saham, perusahaan tidak punya saham preferred, maka semua pendapatan bersih /laba bersih menjadi milik pemegang saham biasa. Membagi laba bersih dengan equitas pemegang saham menghasilkan Return On Erquity Ratio (ROE) ROE Perusahaan pada contoh tersebut dihitung sebagai berikut : $718,200 laba bersih. $ 3,319,700 Equitas pemegang saham = 21.6 ROE (baca: dua puluh satu koma enam) Dengan standar 21,6 % ROE akan cukup baik. Tetapi segala sesuatu adalah relatif. ROE harus dibandingkan dengan rata-rata besarnya industri dengan alternatif investasi. Juga factor resiko adalah sangat penting , hanya perlu melihat seberapa besar resiko investasi yang dilakukan oleh pemegang saham ? Kita harus tahu lebih banyak tentang sejarah dan prospek dari bisnis perusahaan untuk mencapai kesimpulan berkaitan dengan apakah 21,6% ROE itu adalah bagus, cukup atau buruk. Juga kita harus mempertimbangkan opportunity cost dari modal, itulah apa yang ROI dapat dicapai oleh pemegang saham untuk alternatif penggunaan modal mereka. Dan kami tidak harus mempertimbangkan factor pajak penghasilan. Menilai ROE tidaklah merupakan hal yang mudah. Rasio lainnya yang juga berguna untuk menghitung sebagai berikut: $1,300,000 Pendapatan operasi (laba usaha) $5,615,807 Total Asset = 23.1% Return on Asset Ratio ROA ini menjelaskan bahwa perusahaan menghasilkan $0.23 sebelum biaya bunga dan pajak pada tiap-tiap $1.00 aset yang digunakan selama tahun tersebut. ROA dibandingkan dengan tingakt suku bunga tahunan atas uang yang dipinjam perusahaan. Pada contoh ini Tingkat suku bunga atas pinajaman jangka pendek dan pinjaman jangka panjang perusahaan adalah sebesar 8% . Perusahaan mengasilkan 23% dari uang yang dipinjam sebagaimana telah diukur dengan menggunakan ROA. Perbedaan antara dua tingkat suku bunga adalah sangat positif yaitu 15%. Sumber dari peningkatan keuntungan disebut Financial

Leverage Gain . Jika ROA Perusahaan kurang dari tingkat suku Page 174 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky bunga pinjamannya, hal tersebut akan menyebabkan perusahaan menderita karena kehilangan financial laverage (pengungkit keuangannya) EARNING PER SHARE DAN PRICE/EARNING RATIO RASIO PENDAPATAN PER SAHAN/ RASIO HARGA Lebih dari 12.000 saham perusahaan-perusahaan diperdagangkan di pasar saham New Tork Stock Exchange NASDAQ dan pasar saham yang lain. Hari demi hari harga saham dipasaran berubah dan mengundang perhatian, Nilai pasar dari saham tergantung pada perolehan pendapatan bersih perusahaan, keuntungan masa lalu dan potensi keuntungan masa yang aakan datang. Misalkan saya katakana pada anda harga saham di pasar adalah $60 dan menanyakan pada anda apakah terlalu tinggi atau terlalu rendah, atau tepat/harganya pas. Anda dapat membandingkan harga pasar dari equitas pemegang saham per sahamnya yang dilaporkan dalam Neraca (Balance Sheet) perusahaan yang selanjutknya kita sebut nilai buku dari suatu saham. Hal ini merupakan pendekatan penilaian berdasrkan asset. Total asset perusahaan minus total kewajiban/hutang (liability) sama dengan equitas pemegang saham. Metode penilaian berdasarkan asset atau nilai buku memiliki sejarah yang berharga pada analisa surat berharga. Sekarang, bagaimanapun juga pendekatan berdasrkan asset tidak terlalu digunakan dalam pendekatan berdasrakan perolehan/penghasilan. Titik awal untuk memulai penghitungan perolehan laba per saham. EARNING PER SHARE ( PEROLEHAN LABA PER SAHAM) Satu diantara rasio yang paling sering digunakan didalam melakukan analisa penilaian saham dan surat berharga adalah Earning Per Share (EPS). Penghitungan yang penting atas niali per saham adalah sebagi berikut : Laba bersih yang diperoleh dari saham biasa = Total dari jumlah saham yang beredar Perolehan pendapatan pokok per saham Pertama, perhatikan bahwa pembilang dalam rasio tersebut adalah laba bersih yang dari saham biasa yang besarnya sama dengan laba bersih dari pembayaran keuntungan pada saham preferen. Beberapa perusahaan menerbitkan saham preferen yang membutuhkan jumlah laba tetap yang harus Page 175 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky dibayarkan tiap tahun. Perintah pembayaran keuntungan pada pemegang saham preferen diambilkan dari laba bersih untuk menentukan besarnya laba bersih yang harus diberikan sebagi keuntungan kepada pemegang saham biasa. (laba saham preferen tidak dilaporkan sebagai biaya, laba bersih adalah sebelum laba sebelum dibagikan kepada pemegang saham) Kedua, silahkan perhatikan kata Basic dimuka kata Earning per share yang berarti angka actual dari saham biasa, di tangan pemegang saham adalah angka penyebut didalam penghitungan rasio EPS. Kebanyaka perusahaan telah masuk ke dalam kontrak yang kadang-kadang menuntut perusahaan untuk mengeluarkan tambahan saham yang harganya dibawah nilai pasar di bursa saham/pasar saham. Sekarang tidak ada saham seperti ini yang dikeluarkan di pasar saham. Sebagai contoh, Perusahaan memberikan hadiah kepada manajer Stock options untuk membeli saham biasa dengan harga yang tetap. Jika pada masa yang akan datang nilai pasar dari saham naik melebihi harga tetap nya, para manajer menggunakan haknya dan membeli saham dengan penawaran harga. Dengan adanya pilihan saham sejumlah saham adalah subyek dari terjadinya inflasi. Ketika tambahan saham diterbitkan/dilepas ke pasar, EPS akan menderita kerugian karena laba bersih akan dibagi lebih banyak jumlah sahm. EPS akan melemah atau turun karena pembaginya lebih besar pada Rasio EPS. Basic EPS tidak mengenal penambahan saham yang harus dilepas ke pasar ketika Stock option di jalankan.. Basic EPS juga tidak memperhitungkan akibat kekuatan potensial dari obligasi dan saham preferen yang telah dikeluarkan oleh perusahaan. Surat berharga dapat di ubah/diconversikan sesuai pilihan pemegang/pemilik surat berharga ke bentuk saham biasa pada penentuan harga awal . Untuk memberi peringatan kepada para investor atas akibat potensial dari stock option dan surat berharga. EPS dilaporkan oleh perusahaan publik hal ini disebut diluted EPS. EPS yang lebih renda memperhitungkan dampak dari penerbitan tambahan saham biasa di bawah setrategi Stock option. Basic EPS dan diluted EPS (jika dapat diterapkan) harus dilaporkan dalam Ikhtisar Laba Rugi (Income Statement) pada perusahaan publik. Hal ini mengindikasikan sisi pentingnya EPS. Sebaliknya tak satupun rasio dibahas dalam bab ini harus dilaporkan meskipun perusahaan publik melaporkan rasio-rasio tertentu sesuai kebutuhan/pilihan. PRICE/EARNING RATIO (RASIO HARGA) Harga pasar dari saham perusahaan publik dibandingkan dengan Basic EPSnya dan dinyatakan dalam Price/Earning Ratio sebagai berikut : Page 176 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Harga pasar saham = Price/Earning Ratio Pendapatan pokok per saham Misalkan saham sebuah perusahaan diperdagangkan pada harga $60 per saham dan basic EPSnya untuk tahun tersebut adalah $3. maka Rasio P/E nya adalah 20. seperti rasio lainnya yang dibahas dalam bab ini. Rasio P/E harus dibandingkan dengan industri lain secara luas untuk mengetahui apakah nilai tersebut terlalu tinggi atau terlalu rendah. Tidak ada benchmark dari rasio P/E. say teringat ketika rasio P/E sebesar 8 orang menggangapnya baik. Dan ketika saya menulis rasio P/E sebesar 20 atau lebih tinggi ternyata bisa diterima dan tidak ada yang perlu ditakutkan. Tidak ada harga pasar untuk saham perusahaan pribadi/perorangan atau non publik karena tidak diperdagangkan. Atau ketika saham perusahaan tersebut harganya tidak ditentukan oleh publik. Tetapi pemegang saham dala perusahaan seperti ini tetap ingin tahu besarya nilai saham yang mereka miliki. Untuk megetimasikan nilai suatu saham P/E multiple dapat digunakan. Semisal anda memiliki beberapa saham dan seseorang menawar untuk membeli saham anda. Anda dapat menetukan harga saham anda katkanlah sebesar 12 kali Basic EPS. Hal ini menghasilkan $43 per saham. Calon pembeli mungkin tidak tetari dengan harga ini. Atau dia tertarik untuk membeli dengan harga 15 atau 18 kali Basic EPS. EARNING YIELD DAN MARKET CAP Timbal balik rasio P/E adalah rasio E/P yang disebut Earning Yield. Bayangkan perusahaan dalam cotoh yang saya buat menjadi seribu kali lebih besar dan sahamnyadimiliki publik (go public). Penerimaan penjualan akan sebesar $ 10,400,000,000. Laba bersih pada tahun yang bersangkutan adalah sebesar $ 718,200,000 dan itu berarti ada 200,000,000 saham yang beredar. Dan basic EPS nya akan menjadi $3.59. Umpamakan saham diperdagangkan pada harga $65 per saham. Maka Earning Yield nya akan menjadi sebesar : $3.59 basic EPS = 5.5% Earning Yield (baca: lima$65 Harga pasar koma lima) Ini berarti perusahaan memperoleh laba bersih per tahun sebesar 5,5% (baca lima koma lima prosen) dari harga pasar saham. Market cap atau total kapitalisasi nilai pasar perusahaan tersebut adalah sebesar $13 billion ( $65 nilaipasar per saham X 200.000.000 saham). Hal ini jauh lebih banyak dari pemilik equitas yang dilaporkan dalam Neraca (Balance Sheet) perusahaan yang hanya sebesar $ 3,319,700,000. Kenyataanya Market cap ini dapat diketahui lebih besar dari pendapatan penjualan per tahun yaitu Page 177 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky $10,400,000,000. Market Cap lebih tinggi dari nilai buku pemilik equitas sebagaimana dilaporkan dalam dalam Neraca (Balance Sheet) pada sebagian besar perusahaan. KOMENTAR TERAKHIR Beberapa rasio lain dapat dihitung dari data laporan keuangan. Sebagai contoh Rasio perputaran asset dan Dividend yield adalah dua rasio yang sering digunkan dalam analisa suratsurat berharga. Tidak ada akhirnya dalam melakukan penghitungan rasio. Triknya adalah focus pada pada rasio tersebut . Tentu tidak mudah untu menytakan rasio mna yang sangat penting. Investor yang professional cenderung untuk menggunakan sangat banyak rasio dari pada terlalu sedikit rasio. Tetapi anda tidak pernah tahu rasio yang mana yang meberikan isyarat yang berguna untuk peningkatan nilai pasar pada waktu yang akan datang atau menurunkan saham. Page 178 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky EXHIBIT N EXTERNAL FINANCIAL STATEMENTS OF BUSINESS (WITHOUT FOOTNOTES)

INCOME STATEMENT FOR YEAR BALANCE SHEET AT END OF YEAR CASH FLOW STATEMENT FOR Y EAR $10,400,000 6,760,000 Sales Revenue $3,640,000 Cost of Goods Sold Expense 2,080,000 Gross Margin 260,000 Operating Expenses $1,300,000 Depreciation Expense 103,000 Operating Earnings $1.197.000 Interest Expense 478.800 Earnings before Tax $718,800 Income Tax Expense $3,59Net Income Basic Earnings Per Share STATEMENT OF CHANGES IN STOCKHOLDERS EQUITY Capital Retained Stock Earnings Beginning Balances $725,00 $2,026,50 Net Incoming for Year 0 0 Shares Issued during 718,200 Year 50,000 Dividends Paid during (200,000) Year $775,00 $2,544,70 00 Ending Balances Assets $565,807 Cash 1,000,000 Accounts Receivable 1,690,000 Inventory Prepaid Expenses Total Current Assets 160,000 $3,415,807 3,000,000 Property, Palnet & Equipment (800,000) Accumulated Depreciation $1.197.000 Total Assets $5,615,807 Liabilities and Owners Equity Assets $640,000 Accounts Payable 257,167 Accrued Expenses 23,940 Income Tax Payable 625,000

Short-Term Notes Payable $1,546,107 Total Current Liabilities 750,000 Long-Term Notes Payable Stockholders Equity 775,000 Capital Stock (200,000 shares) 2,544,700 Retained Earnings $3,319,700 Total Owners Equity $5,615,807 Total Liabilities and Owners Equity Net Income $718,200 Accounts Receivable Increase (175,000) Inventory Increase (440,000) Prepaid Expenses Decrease 25,000 Depreciation Expense 260,000 Accounts Payable Increase 105,000 Accured Expenses Increase 59,667 Income Tax Payable Decrease (12,060) Cash Flow from Operating Activities $540,807 Cash Flows from Investing Activities ($750,000) Purchases of Property, Plant, & Equipment $25,000 $150,000 Cash Flows from Financing Activities 50,000 (200,000) Short-Term Debt Borrowing $25,000 Long-Term Debt Borrowing $5,615,807 Capital Stock Issue Dividends Paid Stockholders

Cash Flows from Financing Activities Increase (Decrease) in Cash during Year Page 179 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Page 180 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 23 MELIHAT LEBIH DALAM AKUNTANSI MANAJEMEN (A LOOK INSIDE MANAGEMENT ACCOUNTING) Page 181 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 23 MELIHAT LEBIH DALAM AKUNTANSI MANAJEMEN (A LOOK INSIDE MANAGEMENT ACCOUNTING) Pada Bab terdahulu telah dibahas laporan keuangan untuk pihak eksternal. Lingkup Akuntansi lebih daripada sekedar menyiapkan laporan keuangan perusahaan untuk pihak eksternal, walaupun hal tersebut merupakan salah satu fungsi penting akuntansi. Setiap perusahaan harus menyiapkan sistem akuntansi yang meliputi formulir, prosedur, pencatatan, pelaporan, sistem komputerisasi, dan orang untuk memastikan semua aktivitas perusahaan berjalan dengan baik. Pengendalian internal harus diperhatikan untuk menghindarkan adanya kesalahan dan kecurangan. Komputerisasi harus diimplementasikan sesuai kebutuhan perusahaan. Banyak faktur pajak harus diisi oleh setiap perusahaan, antara lain : PPh 25, PBB, PPN, PPh 21, dlsb. Akuntan adalah orang yang bertanggung jawab atas hal tersebut. Sistem akuntansi, akuntansi untuk perpajakan dan akuntansi keuangan (menyiapkan laporan keuangan untuk pihak eksternal) adalah tiga fungsi utama akuntansi. Akuntansi memiliki fungsi primer lain yaitu menyediakan informasi yang diperlukan oleh manager untuk pengambilan keputusan, perencanaan dan pengendalian. Keempat fungsi fundamental akuntansi tersebut dinamakan akuntansi managerial. Pembahasan mengenai akuntansi managerial sangat berguna untuk memahami keterbatasan laporan keuangan untuk pihak eksternal dan menghargai adanya perbedaan antara laporan keuangan untuk pihak eksternal (investor, creditor, etc) dan laporan akuntansi untuk pihak internal. HAL PERTAMA TENTANG AKUNTANSI MANAGERIAL Akuntansi Managerial membantu manager dalam pengambilan keputusan, mengembang kan rencana dan sasaran serta melakukan pengendalian. Tujuan utama akuntansi managerial adalah untuk membantu manager menjadi manager yang lebih baik. Akuntansi managerial lebih dari apapun, meliputi menyediakan informasi yang berguna untuk manager dan membantu mereka menggunakan informasi tersebut secara efektif. Desain laporan akuntansi untuk manager sangat tergantung dari sifat usaha dan bagaimana usaha tersebut diorganisasikan. Sebagai contoh, jika usaha dibagi atas beberapa wilayah penjualan maka laporan akuntansi diorganisasikan berdasarkan wilyah penjualan. Jika dalam wilayah penjualan tersebut masih dipisahkan lagi atas beberapa produk utama maka laporan akuntansi dipisahkan lagi atas produk utama per wilayah penjualan. Page 182 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Secara ringkas, akuntansi managerial mengikuti struktur organisasi dari perusahaan tersebut. Bab ini menekankan pada laporan keuntungan (profit report) untuk manager puncak yang memiliki tanggung jawab atas perusahaan secara keseluruhan. Bab ini melihat dari puncak piramida. Laporan keuangan untuk pihak eksternal tidak mencukupi untuk manager puncak. Laporan keuangan tersebut didesain untuk pihak eksternal seperti investor dan creditor. Manager dituntut untuk tidak hanya mengerti laporan keuangan eksternal tapi juga mereka memerlukan laporan akuntansi tambahan yang lebih detail. Semua manager yang memiliki tanggung jawab atas profit memerlukan suatu model yang menyediakan gambaran jelas mengenai jalur menuju profit. Section berikut memberikan gambaran mengenai management profit model. Profit model atau schematic seharusnya dapat memberikan gambaran mengenai faktor dasar dan variabel yang menggerakkan profit dan bagaimana hal tsb berpengaruh pada bottom line (net income). Sebuah profit model seharusnya mampu berperan sebagai blue print dalam mengembangkan dan mengendalikan bottom line suatu usaha. Akuntansi managerial adalah suatu seni, bukan science. Tidak ada standar dan prinsip-prinsip yang diterima secara umum yang mengatur akuntansi managerial. Akuntansi untuk perpajakan harus mengikuti peraturan perpajakan yang berlaku dan harus menggunakan formulir-formulir yang telah ditentukan. Laporan keuangan untuk pihak eksternal harus sesuai dengan generally accepted accouting principles. Akuntansi managerial dibatasi oleh lebih sedikit aturan. MODEL KEUNTUNGAN (PROFIT MODEL ) Seandainya anda adalah Presiden Direktur dan anda meminta kepada saya selaku akuntan dan controller dari bisnis anda untuk menyiapkan laporan profit untuk pengambilan keputusan, perencanaan dan pengendalian. Saya presentasikan kepada anda laporan profit dalam Exhibit O. Laporan tersebut banyak mengandung informasi yang sifatnya confidential yang tidak akan disampaikan kepada pihak luar. Exhibit O tersebut menggambarkan dengan detail bagaimana perusahaan menghasilkan keuntungan bersih $ 718,200 untuk tahun yang baru berakhir (current period) dan perbandingannya dengan periode lalu. Hasil usaha terlihat lebih baik dibandingkan dengan periode lalu. Laporan tersebut menyediakan informasi untuk melakukan analisa tentang bagaimana perbaikan tersebut dilakukan. Page 183 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Desain ilustrasi laporan profit tersebut merefleksikan selera. Tidak ada standar format atau template untuk laporan managerial accounting. Ilustrasi tersebut bukanlah format ideal untuk semua jenis usaha. Tujuan ilustrasi tersebut untuk mendemonstrasikan beberapa poin penting, tetapi bukan berarti bahwa format ilustrasi tersebut dapat berlaku universal yang tidak perlu diubah untuk berbagai perusahaan. Disisi lain, ilustrasi tersebut dapat digunakan sebagai peta dimana perusahaan dapat menggunakannya untuk keperluan khusus. Sebagai mana telah dijelaskan bahwa laporan profit tersebut didesain untuk presiden direktur sebuah perusahaan yang memiliki tanggung jawab secara keseluruhan atas perusahaan. Jajaran direksi juga dapat menggunakan laporan tersebut untuk melakukan review akhir tahun tentang profit performance bisnis mereka. Ilustrasi tersebut tidak didesain untuk digunakan oleh manager dengan otoritas dan tanggung jawab yang terbatas seperti manager pemasaran atau supervisor produksi. Profit model sebagaimana diilustrasikan dalam Exhibit O memiliki dua fungsi ganda : 1. Untuk memperlihatkan informasi apa yang diperlukan untuk analisa manajemen tentang profit behaviour yang fokus pada variabel kunci yang men-drive keuntungan. 2. Menggaris bawahi control points yaitu faktor-faktor kritis yang memiliki dampak besar terhadap pencapaian keuntungan. Perhatikan disetiap bawah baris laporan profit tersebut dalam Exhibit terdapat bullets untuk satu atau lebih control points. Sebagai contoh untuk jumlah karyawan dan penjualan per karyawan per tahun disajikan dibawah baris penjualan bersih. Dibawah beban operasional tetap terdapat dua beban utama yaitu advertising dan beban pemasaran lain-lain serta kompensasi manajemen senior. Presiden Direktur seharusnya memperhatikan dua pengeluaran tersebut. Dalam Bab ini hanya disajikan gambaran umum tentang bagaimana bisnis manajer menggunakan profit report. Banyak analisa fokus pada perubahan. Setiap faktor dan variabel yang mempengaruhi profit adalah subject to change. Profit model digunakan untuk mengukur dengan cepat dampak perubahan tersebut terhadap keuntungan perusahaan. Manajer harus merespon perubahan faktor yang mempengaruhi keuntungan untuk menjaga profit performance dari perusahaan. Sebagai contoh jika beban transportasi tahun depan naik maka akan meningkatkan sales volume driven expenses dari $ 4.50 per unit yang terjual menjadi $ 4.85 atau PBB naik maka Page 184 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky akan meningkatkan beban operasional tetap atau manajer penjualan akan meningkatkan anggaran iklan untuk tahun depan. Manajer harus merespon semua perubahan tersebut. Manajer puncak mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan rencana yang realistis untuk memperbaiki profit performance, artinya membuat perubahan dari faktor-faktor yang mempengaruhi profit model. Perubahan yang mana? Ini adalah pertanyaan kunci. Seandainya presiden direktur meminta anda untuk mengembangkan rencana untuk meningkatkan bottom line net income 10% tahun depan. Bagaimana anda dapat mencapai goal tersebut? Saya akan menyarankan kepada anda untuk membangun rencana anda dalam profit model tersebut dan menentukan faktor dan variabel mana yang akan anda ubah untuk mencapai peningkatan 10% net income. Sebagai ilustrasi, dengan menggunakan profit model tersebut dalam Exhibit O, asumsikan bahwa semua faktor dan variabel adalah tetap tahun depan kecuali harga jual per unit atau volume penjualan tapi tidak keduanya, mana alternatif yang lebih baik untuk meningkatkan keuntungan? . Meningkatkan harga jual 5% tahun depan, atau . Meningkatkan volume penjualan 10% tahun depan Tentu saja akan lebih baik dengan dua perubahan tersebut diatas. Tapi jika anda diminta untuk memilih mana alternatif yang lebih baik, alternatif mana yang dapat meningkatkan bottom line-profit? Profit model dari alternatif tersebut terdapat pada Exhibit P. Sebelum melihat hasil akhir perhitungan pada Exhibit P, saya menduga bahwa banyak orang akan memilih alternatif kedua karena net sales alternative kedua terlihat lebih baik namun profit model pada Exhibit P memperlihatkan bahwa alternatif pertama adalah lebih baik. Manajer pemasaran mungkin lebih memilih alternatif kedua yaitu meningkatkan sales volume 10% karena hal itu dapat meningkatkan pangsa pasar. Pangsa pasar adalah hal penting untuk dipertimbangkan tetapi jika kita melihat dari profit model, dari dua alternatif tersebut terlihat bahwa meingkatkan harga jual 5% akan berdampak lebih baik terhadap profit. Alasan utama mengapa meningkatkan harga jual sebesar 5% lebih baik adalah karena dengan meningkatkan harga jual 5% akan meningkatkan contribution margin sebesar 20%. Karena harga jual naik maka margin naik sebesar $ 4.78 per unit atau sebesar 20%. Kenaikan harga jual tersebut akan meningkatkan contribution margin sebesar 20%. Bottom line profit akan naik dari $ 718,200 menjadi $ 1,005,240. Sebagai perbandingan, alternatif peningkatan sales volume hanya akan meningkatkan contribution margin sebesar 10% setara Page 185 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky dengan peningkatan volume penjualan (lihat Exhibit Q). Tentu saja lebih realistis untuk meningkatkan volume penjualan sebesar 10% dibandingkan dengan meningkatkan harga jual sebesar 5%. Beberapa pelanggan akan meninggalkan kita dengan naiknya harga jual. Penetapan harga jual merupakan keputusan yang harus dilakukan oleh bisnis manajer. Sensitifitas harga terhadap pelanggan tidak pernah bisa diperhitungkan dengan jelas. Dalam beberapa hal, manajer bisnis harus memahami bahwa perubahan kecil pada harga jual dapat berpengaruh banyak terhadap profit margin. Page 186 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky EXHIBIT O ILUSTRASI TENTANG LAPORAN KEUNTUNGAN UNTUK KEPENTINGAN INTERNAL YANG B ERSIFAT TERBATAS KEPADA MANAJER PUNCAK MOST RECENT PERIOD COMPARABLE PREVIOUS PERIOD Sales Volume (Total Units Sold) 100.000 units 85.800 units Per Unit Totals Control Poins Per Unit Totals Control Points Net Sales Revenue Sales per employee (Headcount : 77 and 67 $104.00 $10,400,000 $135,065 $100.00 $8,580,000 $128,060 Cost of Goods Sold Inventory Shrinkage and Write-Downs (67.60) (6.760.000) ($126,700) (68.75) (5,898,750) ($293,400) Gross Margin, before Operating Expenses Return on Sales $36.40 $3,640,000 35% $31,25 $2,681,250 31.3% Variable Operating Expenses Sales Volume-Driven Expenses Sales Revenue-Driven Expenses (4,50) (4,50) (450,000) (832,000) -8% (4,10) (7,50) (351,780) (643,500) -7,5% Contribution Profit Margin Return on Sales $23,58 $2,358,000 22,7% $19,65% $1,685,970 19,7% Total Fixed Operating Expenses Advertising and Other Marketing Expenses Senior Management Compencation (1,058,000) ($226,000)

($628,000) (862,500) ($146,000) ($549,000) Operating Profit Return on Sales $1,300,000 12.5% $823,470 9,6% Interest Expenses Average Annual Interest Rate on Debt (130,000) 8% (96,000) 8% Earning before Income Tax $1,197,000 $727,470 Income Tax Expenses Effective Tax Rate (478,800) 40% (290,980) 40% Net Income Return on Sales $718,200 6,9% $436,482 5,1% Profit and Capital Sources Assets Less Non-Interest-Bearing Liabilities Return on Assets (Before Interest and Tax) $4,694,700 27.7% $3,951,500 20,8% Interest-Bearing Liabilities Financial Leverage Point Spread Financial Leverage Gain before Tax $1,375,000 19,7% $270,749 $1,200,000 12,8% $154,073 Stockholders Equity Return on Equity $3,319,700 21,6% $2,751,500 15,9% Stock Shares Outstanding

Basic Earing Per Share 200,000 $3,59 198,000 $2,20 23 -7 Page 187 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky EXHIBIT P - (SCENARIO FOR 5 % SALES PRIZE INCREASE) MOST RECENT PERIOD + 5% SALES PRICE NEXT PERIOD Sales Volume (Total Units Sold) 100.000 units 100.000 units Per Unit Totals Control Poins Per Unit Totals Control Points Net Sales Revenue Sales per employee (Headcount : 77 and 67) $104.00 $10,400,000 $135,065 $109.20 $10,920,000 $141,818 Cost of Goods Sold Inventory Shrinkage and Write-Downs (67.60) (6.760.000) ($126,700) (67.60) (6,76 0,750) ($126,700) Gross Margin, before Operating Expenses Return on Sales $36.40 $3,640,000 35% $41,60 $4,160,000 38.1% Variable Operating Expenses Sales Volume-Driven Expenses Sales Revenue- Driven Expenses (4,50) (8,32) (450,000) (832,000) -8% (4,50) (8,74) (450,000) (873,600) -8% Contribution Profit Margin Return on Sales $23,58 $2,358,000 22,7% $28,36% $2,836,400 26% Total Fixed Operating Expenses Advertising and Other Marketing Expenses Senior Management Compencation (1,058,000) ($226,000) ($628,000) (1,058,000) ($226,000) ($628,000) Operating Profit Return on Sales $1,300,000 12.5%

$1,778,400 16,3% Interest Expenses Average Annual Interest Rate on Debt (130,000) 8% (103,000) 8% Earning before Income Tax $1,197,000 $1,675,400 Income Tax Expenses Effective Tax Rate (478,800) 40% (670,160) 40% Net Income Return on Sales $718,200 6,9% $1,005,240 9,2% Page 188 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky EXHIBIT Q -(SCENARIO FOR 10 % SALES VOLUME INCREASE) MOST RECENT PERIOD +10% SALES PRICE NEXT PERIOD Sales Volume (Total Units Sold) 100.000 units 110.000 units Per Unit Totals Control Poins Per Unit Totals Control Points Net Sales Revenue Sales per employee (Headcount : 77 and 67) $104.00 $10,400,000 $135,065 $104.00 $11,440,000 $148,571 Cost of Goods Sold Inventory Shrinkage and Write-Downs (67.60) (6.760.000) ($126,700) (67.60) (7,436,000) ($126,700) Gross Margin, before Operating Expenses Return on Sales $36.40 $3,640,000 35% $36,40 $4,004,000 35% Variable Operating Expenses Sales Volume-Driven Expenses Sales Revenue- Driven Expenses (4,50) (8,32) (450,000) (832,000) -8% (4,50) (8,32) (495,000) (915,200) -8% Contribution Profit Margin Return on Sales $23,58 $2,358,000 22,7% $23,58% $2,593,800 22,7% Total Fixed Operating Expenses Advertising and Other Marketing Expenses Senior Management Compencation (1,058,000) ($226,000) ($628,000)

(1,058,000) ($226,000) ($628,000) Operating Profit Return on Sales $1,300,000 12.5% $1,535,800 13,4% Interest Expenses Average Annual Interest Rate on Debt (130,000) 8% (103,000) 8% Earning before Income Tax $1,197,000 $1,432,800 Income Tax Expenses Effective Tax Rate (478,800) 40% (573,680) 40% Net Income Return on Sales $718,200 6,9% $859,680 7,5% Page 189 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 24 BEBERAPA BAGIAN KOMENTAR (A FEW PARTING COMMENTS) Page 190 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky BAB 24 BEBERAPA BAGIAN KOMENTAR (A FEW PARTING COMMENTS) Beberapa tahun yang lampau club ibu2 investor local mengundang saya agar manghadiri pertemuan bulanan untuk berbicara masalah maksud dan tujuan dari laporan keuangan . Adalah suatu kesenangan yang akan memaksa saya untuk memikirkan kembali beberapa nilai dasar. Ibu2 ini adalah group investor yang cukup canggih yang memfocuskan ivestasinya pada pasar modal New York Stock Exchange. Beberapa pertanyaan incisive, meskipun demikian ada satu point yang membuat saya surprise. Pada saat itu mereka berniat membeli 100 saham dari General Elektrik . Dua anggota mempresentasikan tentang perusahaan tersebut dan kemudian menyarankan untuk membeli saham pada harga pasar yang ditawarkan. Pada saat diskusi saya menyangka bahwa beberapa anggota berpikir bahwa investasi dana mereka akan pergi ke GE. Saya menunjukan bahwa tidak demikian , bahwa uang mereka jatuh ke pialang saham. Mereka belum jelas perbedaan pokok antara pasar modal primer yang terpisah dari pasar modal sekunder dimana disini saham diperdagangkan diantara investor tanpa ada uang yang jatuh ke perusahaan yang mengeluarkan saham. Saya bandingkan demikian pada pembelian mobil baru dimana uangnya akan kembali ke produsen mobil seperti Ford, GM atau Chrysler melalui Dealer dan pembelian mobil bekas dimana uangnya pergi kepemilik lama. Demikian penjelasan tuntas meskipun mereka sebetulnya kecewa karena uangnya tidak kembali ke GE . Setelah mengetahui perbedaan antara dua pasar saham barulah disadari adanya pendapat nilai saham yang berkembang adalah harga yang pantas untuk dibeli, disisi lain ada pedagang saham yang juga berpikir menjual dengan harga yang menguntungkan. Ada masalah lain yang ditanyakan untuk dipikirkan. Saya akan berbagi pada bab ini seperti beberapa pandangan yang penting untuk berinvestasi dipasar modal atau sekuritas yang dikeluarkan oleh perusahaan. Pertanyaan ini juga penting terjun ke bisnis pasar modal seperti adanya corporate raider melawan hostile take over, manager perusahaan merekayasa leverage buy out of business, satu perusahaan mengambil alih yang lain, atau pembelian secara individu a closely held business . Pembelian dan pengambilalihan memberikan pertanyaan bisnis berharga , yang perlu diskusi lebih dalam lagi. BEBERAPA PERTANYAAN DAN JAWABAN MENDASAR Penyandang dana pada perusahaan saham dan sekuritas seharusnya mengetahui jawaban beberapa pertanyaan mendasar tentang laporan keuangan . Pertanyaan ini dijawab dari Page 191 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky pandangan investor individual bukan investor institusi atau manager investasi professional. Manager investasi dana pensiun mengelola lebih dari 200 M dollar. Saya menganggap manager portofolio telah mengetahui jawabannya. Apakah Laporan Keuangan Dapat Dipercaya Dan Trustworthy

Ya, sebagaian besar laporan keuangan ditampilkan dalam standard yang sudah baku yang bisa diterima menurut prinsip akuntansi. Jika tidak maka Audittor (CPA) memberi deviasinya atau ringkasannya agar menjadi perhatian anda. Pastikan untuk membaca laporan keuangan Anda seharusnya menyadari bagaimanapun akuntansi keuangan tidaklah statis. Dengan beredarnya waktu metoda pengukuran keuntungan dan praktek diclosure berobah dan evlusi. Otoritas pembuat aturan akuntansi terus menerus memonitor praktek laporan keuangan dan permasalahannya. Mereka dapat merubah apabila diperlukan, khususnya agar tetap abreast of change didalam bisnis dan praktek keuangan Demikian pula perkembangan politik , hukum. dan perekonomian dunia . Paling Tidak Ada Beberapa Laporan Keuangan Yang Menyesatkan Dan Penipuan Sayangnya, The Wall Street Journal dan New York Times sebagai contoh membawa banyak cerita tentang adanya high level management fraud, pembayaran tidak sah, pelaporan asset yang menyimpang, kerugian yang disembunyikan,pengeluaran yang tidak tercatat atau sales return tidak dicatat,keuntungan dicatat terlalu besar, masalah keuangan dalam emergensi yang disembunyikan.Memang sangat sulit bagi auditor untuk mendeteksi high level penipuan manajemen . Sebab semuanya disembunyikan secara cerdik bisa juga ada komplotan diantara manager atau fihak lain memang untuk menipu . Auditor adalah seorang yang terlatih baik dan professional dan mempunyai rekor kesalahan audit kecil. Akan tetapi ada juga auditor yang melalaikan tugasnya dan mengharapkan imbalan dan benar ada perusahaan auditor yang dibayar jutaan dollar untuk penipuan investor dan kreditor. Selalu ada resiko bahwa laporan keuangan adalah salah dan menyesatkan. Sehingga anda harus punya sumber yang resmi untuk melawan manager perusahaan dan auditornya saat terjadi penipuan ,tetapi ini adalah situasi yang tidak menggembirakan. Hampir pasti anda tetap akan kehilangan uang, meskipun setelah recoveri melalui upaya hukum. Adalah Sangat Berharga Waktunya Apabila Anda Sebagai Investor Individu Membaca Dengan Hati2 Laporan Keuangan Dan Juga Menghitung Perbandingannya Dan Membuat Interprestasi Yang Lain Saya hanya khawatir kalau ibu2 dari club investasi sangat surprise oleh jawabannya, dan saya tidak menakutinya . Cara bijak yang normal adalah membaca dengan hati2 laporan keuangan Page 192 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky sehingga anda bisa menemukan apakah diatas atau dibawah harga saham ini. Akan tetapi biasanya tidak mudah mendapatkan pendukung. Harga pasar adalah refleksi dari penerbitan informasi bisnis , termasuk informasi kwartalan dan laporan tahunan keuangan. Jika anda senang membaca laporan keuangan sangat baik, itu adalah pengalaman belajar yang berharga. Akan tatapi jangan mengharapkan mendapatkan sesuatu yang pasar belum tahu. Kelihatannya kaya anda mendapatkan informasi emas yang telah dicari oleh setiap orang. Lupakanlah itu tidak berharga bagi investor. Pada saat yang sama lebih baik menjaga perkembangan saat ini yang dilaporkan melalui berita ekonomi. Kenapa Sebaiknya Membaca Laporan Keuangan Kemudian? Untuk mengetahui apakan anda sudah mendalami . Apakah perusahaannya mempunyai banyak kewajiban/hutang (liability) dan beban bunga yang berat? Untuk masalah ini apakah perusahaan bankrupt atau dalam penyelesaian kewajiban/hutang (liability) . Apakah perusahaan selalu mempunyai pendapatan yang konstant dalam 5 sampai 10 tahun yang lalu, atau keuntungannya seperti naik roller coaster saat ini. Apakah perusahaan selalu membayar deviden selama ber tahun2 . Apakah perusahaan mengeluarkan bermacam saham , saham mana yang anda beli? Anda seharusnya secara jelas melihat sebuah rumah sebelum memutuskan untuk membeli. Lihatlah apa ada gudangnya , berapa ruang tidurnya dan penampilan lain yang perlu. Sepertinya anda mengetahui arsitektur keuangan dari suatu bisnis sebelum investasi saham. Laporan keuangan membantu mengetahui isi perusahaan lebih baik. Salah satu dasar strategi investasi pasar modal adalah melalui pencarian laporan keuangan, atau pernyataan keuangan yang disimpan dalam data base computer, untuk menemukan Apakah perusahaan masuk criteria tertentu seperti apakah nilai saham dari perusahaan kurang dari nilai buku. Dimana nilai tunai per saham lebih dari sekian persen dari harga pasar Dalam banyak kasus laporan keuangan dapat ter culled through untuk mendapatkan apapun type perusahaan yang dicari. Adakah Litmus Test Dasar Agar Secara Cepat Mengetahui Penampilan Keuangan Perusahaan Saya anjurkan anda untuk menghitung persentase naik atau turun dalam sales revenue tahun berjalan dibandingkan tahun lalu dan gunakan persentase ini sebagai base line untuk test perubahan di bottom line profit ( keuntungan bersih) sebagai operasional asset utama dari bisnis. Seumpama pendapatan sales naik 10% dari tahun lalu. Apakah profit juga naik 10% . Apakah akuntansi penerimaan , inventori dan asset operasional long term juga naik 10%? Ini tidak lebih dari metoda cepat dan kotor, akan tetapi menunjukan disparitas yang besar. Seperti terjadi , inventory jatuh 50% padahal pendapatan sales hanya naik 10% . Ini Page 193 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky sebetulnya sebagai tanda adanya kesalahan manajemen, inventori yang overstock pada akhirnya menjadi dead moving inventori. Manajemen biasanya tidak berkomentar adanya disparitas pada laporan keuangan. Anda harus bisa menemukan sendiri. Apakah Metoda Akuntansi Yang Koservativ Akan Menghasilkan Nilai Pasar Yang Konservativ? Untuk keperluan publisitas pemilik perusahaan yang sahamnya aktif diperjual belikan, akan menjawab secara umum tidak. Tetapi banyak pelaku bisnis yang memilih akuntansi yang koservativ untuk menilai profit, yang hasilnya nilai buku koservativ untuk asset dan liability. Kadang2 metoda konservativpun dapat menyebabkan effect yang berlawanan (seperti pendapatan tinggi) Dalam kedaan khusus bisa terjadi karena adanya gain likuidasi. Khalayak menganjurkan pasar saham memberi perhatian adanya perbedaan penilaian dalam pengukuran profit diantara perusahaan dalam menentukan nilai pasar modal. Dengan kata lain pasar tidak dibohongi oleh perbedaan metoda akutansi, meskipun pendapatan,asset dan liability dilaporkan dengan metoda berbeda dari perusahaan ke perusahaan. Jujur saja ini bukan kesimpulan yang mudah untuk bisa dibuktikan. Selalu ada perkecualian tetapi tidak mempunyai dasar konsisten. Semua perbedaan pada metoda akuntansi kelihatannya bisa diatur oleh pasar itu sendiri. Seperti sebuah bisnis tidak dengan mudah merubah metoda akuntansi untuk menaikkan nilai pasar dari pasar saham. Pasar tidak bereaksi seperti itu , investor tidak secara buta mengikuti angka2 akuntansi. Saya menyarankan perhatikan dan hati2 terhadap metoda akuntansi ketika anda mulai menentukan untuk membeli atau membuat investasi besar pada private bisnis dimana tidak ada pasar dengan nilai yang kokoh dari saham yang dikeluarkan oleh institusi bisnis. Apakah Laporan Keuangan Melaporkan Kebenaran ,Kejujuran Dan Tidak Benar Tapi Jujur Ada dua pertanyaan terpisah dalam hal ini. Satu pertanyaan tentang seberapa jujur akuntansi, tergantung kepada perusahaan dalam memilih metoda akuntansi dari menu umumnya menerima alternatif dan berapa jujur metoda diaplikasikan tahun demi tahun. Pertanyaan lain adalah seberapa jujur dan benar dibalik laporan keuangan perusahaan. Profit seyogyanya benar menurut hitungan akuntansi yang dianut. Dengan kata lain satu kali metoda akuntansi dipilih , maka bisnis aplikasinya metoda tsb dan biarlah dia berjalan apa adanya. Tetapi bagaimanapun juga meskipun sudah percaya pada metoda itu sekali-kali terjadi intervensi terhadap akuntansi profitnya untuk mendapatkan hasil yang baik dari pada kejadian tidak diharapkan terjadi. Ini dilaksanakan untuk memperhalus laporan, dan menyeimbangkan naik turunnya pendapatan tahunan. Investor kelihatannya lebih suka yang trendnya steady dibandingkan yang fluktuasi. Page 194 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Sehingga perlu hati 2 bahwa yang tidak fluktuatif mungkin sudah diperhalus. Pembukaan Penggelapan ( penyembunyian ) laporan keuangan adalah masalah lain. Pada umumnya perusahaan lebih suka membuka semua fakta. Kabar buruk biasanya diabaikan atau tidak ditonjolkan apabila mungkin. Jelas tidak ada diskusi terbuka dan jujur pada laporan keuangan. Berapa perusahaan ingin menghapus kekotoran didepan publik dengan menyembunyikan kesalahannya dan kesulitan keuangannya. Ada manajemen diskusi dan analisa pada laporan keuangan. Tetapi biasanya sudah diperhalus dan dibersihkan apa yang terjadi selama setahun. Sejarah keterbukaan laporan keuangan ,tidak menggembirakan , jelas penekanan standard setting keterbukaan pada semua perusahaan , tetapi hanya beberapa yang mengakui keterbukaan. Beberapa tahun yang lalu keterbukaan karyawan yang pensiun dan biaya pensiun melalui pola yang tidak cukup untuk pelaporan. Akhirnya standard setting melangkah lagi dan sekarang harus terbuka penuh. Hingga standard diberlakukan hanya sedikit perusahaan yang melaporkan cash flow nya, meskipun hal ini sudah ditanyakan bahkan sejak th 1950 . Ganti produk yang tidak layak, tunda penegakan hukum dan top manajemen mengkompensasi. Apakah Laporan Keuangan Menjelaskan Dasar Strategi Mencari Profit Dari Suatu Bisnis Kondisi dunia yang ideal , saya berpendapat bahwa laporan keuangan seyogyanya tidak hanya melulu melaporkan berapa besar profit (pendapatan bersih) yang didapat oleh bisnisnya dan berapa pendapatan dan expenses yang menghasilkan profit tersebut. Laporan keuangan seharusnya juga dilengkapi road map dari profit,atau blue print pendapatan dari suatu bisnis. Pembaca laporan keuangan seyogyanya diceritakan tentang strategi dasar profit making dari bisnis tersebut, termasuk sukses factor yang yang ter kritis dalam profit making. Laporan keuangan tahunan diterbitkan oleh pemilik perusahaan memerlukan ketebukaan pendapatan sales nya dan expenses operasional dari bisnis utama. Disamping itu informasi dari bisnis utama mana yang profitable dari yang lain. Bagaimanapun segmentasi adalah sangat besar , semua konglomerasi mempunyai banyak jenis produk. Keterbukaan segmentasi jelas adalah langkah yang benar. Sebagai contoh pecahnya pendapatan domestik dan international dan profit operasional adalah sangat penting untuk semua bisnis. Bisnis tidak membuat laporan profit margin untuk produk utama. Tetapi analis sekuritas dan manager investasi professional selalu focus perhatiannya pada profit margin, tetapi anda tidak mungkin mendapatkan informasi dari laporan keuangan. Disamping itu anda tidak akan mengetahui pemisahan antara fix sebagai pembanding dan variable expenses pada laporan pendapatan external yang merupakan hal yang berarti bagi analisa profit. Page 195 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Pada akuntansi manajemen anda dapat mempelajari dengan cepat bahwa langkah pertama adalah kembali ke kotak pertama dan menghitung kembali laporan pendapatan dalam manajemen planning dan struktur keputusan yang focus pada profit margin dan kelakuan beaya. Dalam waktu cepat anda akan mendapatkan laporan pendapatan pada laporan keuangan eksternal tidak seperti yang anda lihat kecuali kalau anda direktur utama perusahaan tersebut. Informasi profit adalah sangat rahasia dan dijaga agar tidak diketahui kompetitor ataupun investor . Apakah Laporan Keuangan Merupakan Nilai Bisnis (Perusahaan) Secara Keseluruhan Laporan keuangan sebetulnya bukan merupakan nilai bisnis perusahaan secara keseluruhan, karena balance sheet dari perusahaan tidak mencerminkan harga pasar dari perusahaan., melainkan hanya merupakan sebuah auction block. Laporan keuangan dipersiapkan pada aktifitas yang berjalan, dasar akuntansi biaya tidak pada nilai pasar saat ini. Sampai ada pembeli serius atau terjadi take over sebenarnya, sebelumnya setiap orang hanya menduga berapa besar bisnis yang terkait.. Pembeli berkehendak membayar lebih dari pada sekedar pecahan laporan nilai buku dari equity pemilik yang ada di balance sheet saat ini. Nilai pasar yang diterbitkan oleh perusahaan pemilik saham tidak dikaitkan dengan nilai buku dari saham itu sendiri. Nilai pasar bagaimanapun juga adalah pembicaraan bisnis total atau per nilai saham dari perusahaan pemilik saham adalah harga negosiasi antara pembeli dan penjual dan tergantung factor lain selain nilai buku. Secara umum tidak ada alasan untuk estimasi nilai biaya penggantian dari asset perusahaan dan nilai settlement dari liabilitinya. Sejauh ini walaupun sudah sering dilaksanakan nilai ini tidak menentukan nilai pasar dari saham atau bisnis total. Nilai pasar dari perusahaan secara total atau saham tergantung kepada kemampuan meningkatkan profit yang diproyeksikan yang akan datang. Seorang pembeli mungkin akan membayar 20 kali atau lebih per saham . Investor akan memantau terus price / earning ratio dari saham yang diterbitkan oleh perusahaan. Harus diperhatikan bahwa earning based value adalah berbeda dengan liquidation based value dari suatu bisnis. Misalkan suatu perusahaan bankrupt atau dalam kesulitan keuangan . Pada situasi ini claim dari pengumpul sekuritas dan liability yang lain mendominasi nilai saham . Sehingga betul nilai saham menjadi tak berarti lagi . Apakah Laporan Keuangan Dapat Digunakan Untuk Penentuan Nilai Awal Pada Saat Pembelian/ Pengambilalihan Suatu Perusahaan Tidak seperti itu . Pembeli potensial suatu perusahaan selalu memegang laporan keuangan yang terbaru . Laporan Page 196 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky keuangan merupakan point utama dari referensi dimana dapat digunakan untuk mengawali timbulnya beberapa pertanyaan. Sebagai contoh: indikator nilai buku yang baik dari harga pasar dan nilai pengganti suatu asset perusahaan. Nilai saat ini selalu mendekati nilai buku Seperti untuk surat surat berharga, piutang, persediaan berdasarkan FIFO. Namun demikian disisi lain terdapat juga nilai pasar berbeda jauh dibawah nilai buku seperti: persediaan berdasarkan LIFO, penyusutan asset jangka panjang berdasarkan metode akselerasi(percepatan), pembelian tanah beberapa tahun yang lalu.. Kas memiliki suatu nilai saat ini dan nilai buku yang persis sama, namun demikian nilai yang tercantum pada laporan keuangan kadang belum tentu benar. Hal ini disebabkan.adnya window dressing yaitu hasil penagihan yang tidak/belum dibukukan. Aset yang lainnya juga sangat potensial untuk menimbulkan problem penilaian . Sebagai contoh: piutang tak tertagih, beberapa persediaan yang tidak laku dijual tetapi nilainya tidak diturunkan. Aktiva tetap yang sudah obsolut tetapi masih tercatat dalam pembukuan. Beberapa hal lain yang cukup potensial adalah tidak tercatatnya beberapa kewajiban/hutang (liability) . Pendek kata seorang pembeli harus melakukan pembersihan nilai asset dan kewajiban/hutang (liability) perusahaan, baru kemudian dimulai proses negosiasi berdasarkan laporan keuangan yang telah dikoreksi nilai asset dan kewajiban/hutang (liability) . Pembeli potensial harus selalu bertanya dan melihat laporan pengelolaan keuntungan intern perusahaan dan untuk hal ini biasanya pihak manajemen selalu menolak karena ini merupakan informasi yang sifatnya dirahasiakan.. Permasalahan berikutnya adalah perusahaan biasanya tidak memiliki sistem laporan manajemen yang baik, dimana pembeli dapat memperoleh informasi tentang harga pokok produksi dan harga penjualan sehingga dapat menghitung secara kasar tentang laba usaha. Singkatnya pembeli membutuhkan keduanya yaitu laporan pendapatan dan informasi manajemen intern yang baik. Suatu bisnis harus memiliki asset dengan nilai yang pasti, karena pembeli memiliki beberapa tujuan yaitu menjual kembali asset tersebut atau melakukan perencanaan perubahan struktur keuangan secara radikal. Ini semua adalah suatu kasus dimana pembeli ingin membayar pembelian suatu perusahaan dengan harga dibawah nilai kas perusahaan atau sama dengan nilai kas dikurangi kewajiban/hutang (liability). Dengan kata lain Pembeli tersebut membeli perusahaan dibawah nilai likuidasi. Memang hal ini jarang terjadi, tetapi itulah target seorang Pembeli perusahaan. Page 197 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky RINGKASAN SINGKAT Anda dapat mempercayai pada laporan audit keuangan. Resiko mengenai penyalah gunaan tersebut bisa dikatakan minimal meskipun ada beberapa kasus tingkat tinggi akhir-akhir ini dimana perusahaan -perusahaan CPA tingkat nasional maupun internasional harus mengeluarkan biaya besar kepada investor yang tergantung pada apa yang terbukti diperkirakan sebagai kejahatan laporan keuangan. Secara utuh, bagaimanapun resiko tersebut tetaplah sangatlah kecil. Anda mungkin berpikir dua kali sebelum menanamkan modal pada saat menganalisa laporan keuangan perusahaan yang jaminannya (saham dll) diperdagangkan secara umum, karena ratusan penanam modal lainnya juga melakukan analisis yang sama, dan kesempatan anda untuk menemukan sesuatu dimana tak seorangpun mampu adalah nihil. Sebaliknya, untuk uji perbandingan secara cepat anda bisa membandingkan persenpersen perubahan pendapatan penjualan perusahaan beberapa tahun terakhir dengan persen-persen perubahan pada pendapatan bersihnya dan asset-aset operasinya. Perbedaan-perbedaan mayor tersebut sangatlah penting untuk diketahui. Membaca laporan keuangan adalah cara terbaik untuk berkenalan dengan struktur keuangan suatu bisnis yang anda akan modali. Jangan terlalu takut terhadap bisnis yang menerapkan metode-metode akutansi konservatif. Semestinya tidak ada efek negatif terhadap nilai pasar dari saham-saham mereka. Sebaliknya, untuk perusahaan swasta murni, anda harus tetap waspada terhadap kebijakan-kebijakan mayor akuntansi bisnis mereka dan bagaimana metode akuntansi ini mempengaruhi laporan pendapatan dan nilai assetnya. Pengumuman laporan keuangan seringkali menimbulkan banyak harapan. Jangan terpesona dengan alur (road map) dari strategi keuntungan bisnis yang terdapat pada laporan keuangan mereka. Demikian pula, nilai total suatu bisnis tidak seharusnya tercantum didalam Neraca (Balance Sheet) keuangan mereka. Sampai seorang peminat (pembeli) yang sungguh-sungguh menawarkan penawaran serius itu ada, maka tak ada alasan khusus untuk menentukan nilai bisnis sebagaimana yang dikawatirkan. Nilai tergantung terutama pada catatan pendapatan terdahulu sebagai bagian peramalan terhadap masa depan. Pesan utama ini adalah perlunya kehati-hatian dan kesensitifan dalam membuat keputusan yang berdasarkan pada laporan keuangan. Banyak penanam modal dan manajer yang sepertinya tidak terlalu waspada terhadap keterbatasan laporan ini. Pergunakan secara cermat, bahwa laporan keuangan adalah titik awal yang sangat dibutuhkan untuk keputusan menanam modal dan melakukan pinjaman. Semoga buku ini dapat menolong anda dalam membuat keputusan yang lebih baik Selamat dan hati-hati diluar sana. Page 198 of 199

http://blog.its.ac.id/pungky Page 199 of 199