Anda di halaman 1dari 2

KOLOID LIOFOB A.

Koloid (pengantar) Koloid adalah suatu campuran zat heterogen antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid tersebar merata dalam zat lain. Ukuran koloid berkisar antara 1-100 nm ( 10-7 10-5 cm ). Contoh: Mayones dan cat, mayones adalah campuran homogen di air dan minyak dan cat adalah campuran homogen zat padat dan zat cair. B. Pengertian Koloid Liofob Koloid liofob yaitu koloid yang benci cairan (bahasa Yunani : liyo = cairan;phobia = benci). Partikel koloid tidak mengadsorpsi molekul cairan. di mana terdapat gaya tarik-menarik yang lemah atau bahkan tidak ada sama sekali antar fase terdispersi dan medium pendispersinya. Contoh koloid liofob adalah sol sulfida (belerang dalam air) dan sol logam. C. Sifat-sifat Liofob 1. Pembuatannya Biasa dibuat dengan cara kondensasi yaitu reaksi redoks. Tidak dapat dibuat hanya dengan mencampur fase terdispersi dan medium pendisperinya, contoh : Sol Au daoat dibuat dengan mereduksi larutan garamnya menggunakan pereduksi organik formaldehida HCHO 2AuCl3 + 3HCHO + 3H2O --> 2Au (koloid) + 6HCl + 3HCOOH Reaksi lain: AuCl3 + 3FeSO4 --> Au +Fe2(SO4)3 + FeCl3 Pada reaksi ini emas mengalami reduksi sedangkan Fe(III) mengalami oksidasi 2. Sifat Irreversibel Irreversibel artinya sol liofob tidak dapat menjadi pereaksinya kembali dan partikel yang telah menggumpal tidak dapat diubah menjadi sol kembali. 3. Absorbsi Medium Pendispersi Partikel-partikel sol liofob tidak mengabsorbsi medium pendispersinya. Tapi dapat mengadsorpsi partikel-partikel ion yang bermuatan listrik sehingga koloid bermuatan. 4. Muatan Partikel Memiliki muatan positif atau negatif. 5. Migrasi dalam medan listrik Akan bergerak ke anode atau katode, tergantung jenis muatan partikel. Perhatikan gambar di bawah ini. Terdapat koloid liofob pada sebuah bejana berhubungan yang kemudian di beri medan listrik. Dari gerakan partikel, kita dapat mengetahui muatannya. Partikel bermuatan positif akan bergerak dari medan positif ke negatif. Begitu sebaliknya. 6. Viskositas (kekentalan) Viskositas sol hidrofob hampir sama dengan viskositas medium pendispersi dan kekentalan tersebut relatif rendah (encer). 7. Koagulasi Penggumpalan\koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid. Liofob mudah menggumpal dengan penambahan elektrolit karena mempunyai muatan.. Karena itu koloid liofob dianggap kurang stabil. 8. Efek Tyndall dan Gerak Brown Efek Tyndall adalah sifat pengahamburan cahaya oleh koloid di temukan oleh John Tyndall, oleh karena itu sifat ini dinamakan Tyndall. Efek dari Tyndall digunakan untuk membedakan system koloid dari larutan sejati, contoh dalam kehidupan sehari hari dapat diamati dari langit yang tampak berwarna biru atau terkandang merah/oranye. Gerak Brown adalah pergerakan partikel karena saling bertumbukan.Liofob ketika diberi cahaya memberikan efek Tyndall dan gerak Brown yang jelas.

E. Daftar Pustaka -Microsoft Encarta 2004 Reference Library -id.wikipedia.org -e-dukasi.net