Anda di halaman 1dari 8

Jakarta, April 9, 2012 Letter No. THS - 0945 KAP Drs. Harry & Rekan Jl. Aipda KS.

Tubun 81-B Slipi - Palmerah Jakarta 11410. Up : Bapak Segara Utama Dengan hormat, Subjek : Opini Pajak atas Restrukturisasi PT MGM Sehubungan dengan permintaan Pak Segara kepada PB Taxand untuk memberikan opini atas rencana restrukturisasi kepemilikan dari PT MGM, berikut adalah pembahasan terkait dengan transaksi tersebut. FAKTA Saat ini, struktur pemegang saham PT MGM adalah sebagai berikut:
ICRA (Perusahaan Australia )

Luar Negeri Indonesia


SE (Individu) EW (Individu)

23,50%

61,20%

15,30%

PT MGM

Pemegang Saham PT MGM SE (Individu) EW (Individu) ICRA Jumlah

Modal Saham (USD) 2.080.000 520.000 798.700 3.398.700

% Kepemilikan 61,2% 15,3% 23,5% 100,0%

Lebih lanjut, kedua pemegang saham individu dari PT MGM mendirikan PT NC dengan struktur dan komposisi sebagai berikut:
SE (Individu) EW (Individu)

80%
PT NC

20%

Pemegang Saham PT NC SE (Individu) EW (Individu) Jumlah

Modal Saham (USD) 8.320.017 2.080.005 10.400.022

% Kepemilikan 80,00% 20,00% 100,00%

Restrukturisasi akan dilakukan sebagai berikut: 1. Penerbitan 80% saham baru dengan nilai USD 13.594.800 oleh PT MGM kepada PT NC dan ICRA dengan nilai nominal PT MGM akan menerbitkan 80% saham baru dengan nilai nominal USD 13.594.800 yang akan diambil oleh PT NC sebagai pemegang saham baru dengan setoran modal sebesar USD 10.400.022 dan ICRA dengan setoran modal sebesar USD 3.194.778. Total kepemilikan ICRA di PT MGM akan menjadi USD 3.993.478 (USD 798.700 + USD 3.194.778). Kepemilikan SE dan EW di PT MGM akan terdilusi.

Partisipasi PT NC dan ICRA dalam penerbitan saham baru PT MGM tidak memiliki implikasi perpajakan. Dalam prakteknya, penerbitan saham baru oleh PT MGM dapat diambil oleh PT NC dan ICRA pada harga yang disetujui, nilai nominal atau harga di atas nilai nominal oleh pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Jika jumlah yang diterima oleh PT MGM dari penerbitan saham baru lebih tinggi dari nilai nominal, kelebihan tersebut akan dicatat sebagai agio saham. Pasal 4 ayat (3c) UU No 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan menyatakan bahwa harta termasuk setoran tunai yang diterima oleh badan sebagai pengganti saham atau sebagai pengganti penyertaan modal tidak dianggap sebagai objek pajak. Berdasarkan penjelasan di atas, agio saham adalah bagian dari modal disetor, yang bukan merupakan penghasilan kena pajak. Sehingga, agio saham bukan merupakan objek pajak bagi PT MGM. Setelah penerbitan saham baru, struktur dan komposisi pemegang saham yang baru adalah sebagai berikut :
ICRA (Perusahaan Australia )

Luar Negeri Indonesia


80,00% SE (Individu) 12,24% EW (Individu) 3,06% 20,00% PT NC

23,50% 61,20%

PT MGM

Pemegang Saham PT MGM SE (Individu) EW (Individu) ICRA PT NC Jumlah

Modal Saham (USD) 2.080.000 520.000 3.993.478 10.400.022 16.993.500

% Kepemilikan 12,24% 3,06% 23,50% 61,20% 100,00%

2. Penerbitan 23,5% saham baru oleh PT NC sebesar USD 3.94.778 kepada ICRA dengan nilai nominal PT NC akan menerbitkan 23,5% saham baru dengan nilai nominal sebesar USD 3.194.778 yang akan diambil oleh pemegang saham baru yaitu ICRA dengan setoran modal sebesar USD 3.194.778. Partisipasi ICRA dalam penerbitan saham baru, oleh PT NC tidak memiliki implikasi perpajakan. Dalam prakteknya, penerbitan saham baru PT NC dapat diambil oleh ICRA pada harga yang disetujui, nilai nominal atau harga diatas nilai nominal oleh pemegang saham dalam RUPS. Jika jumlah yang diterima oleh PT NC dalam penerbitan saham baru lebih tinggi dari nilai nominal, kelebihan tersebut akan dicatat sebagai agio saham. Agio saham adalah bagian dari modal disetor, yang bukan merupakan penghasilan kena pajak. Sehingga, agio saham bukan merupakan objek pajak bagi PT NC. Setelah penerbitan saham baru, struktur dan komposisi pemegang saham yang baru adalah sebagai berikut :

ICRA (Perusahaan Australia )

Luar Negeri Indonesia


SE (Individu) EW (Individu)

23,50%

61,20%

15,30%

PT NC

Pemegang Saham PT NC SE (Individu) EW (Individu) ICRA Jumlah

Modal Saham (USD) 8.320.017 2.080.005 3.194.778 13.594.800

% Kepemilikan 61,20% 15,30% 23,50% 100,00%

3. Penjualan saham PT MGM oleh ICRA (18,80%) kepada PT NC dengan nilai nominal ICRA akan menjual kepemilikan saham di PT MGM sebesar 18,80% kepada PT NC dengan harga pengalihan saham sebesar nilai nominal, yaitu USD 3.194.778. Berdasarkan Pasal 2 Keputusan Menteri Keuangan No. 434/KMK.04/1999, penghasilan dari penjualan saham perseroan diperoleh Wajib Pajak Luar Negeri selain Bentuk Usaha Tetap dipotong pajak sebesar dua puluh persen (20%) dari perkiraan penghasilan neto. Untuk WPLN berkedudukan di negara-negara yang telah mempunyai Persetujuan Perjanjian Penghindaran Pajak Berganda (P3B) dengan Indonesia, maka pemotongan pajak hanya dapat dilakukan apabila berdasarkan P3B yang berlaku, hak perpajakannya berada di Indonesia. Besarnya perkiraan penghasilan neto adalah dua puluh lima persen (25%) dari harga jual, sehingga besarnya PPh pasal 26 adalah 20% x 25% atau 5% (lima persen) dari harga jual.

Lebih lanjut, Pasal 13 ayat (4) dari P3B antara Indonesia dan Australia menyatakan bahwa pendapatan, keuntungan atau laba yang diperoleh dari pemindahtanganan saham perusahaan, yang kekayaannya terutama terdiri dari barang tak gerak yang terletak di Negara lain pada pihak Persetujuan, akan dikenakan di negara lain tersebut. Pasal 10 ayat (1) UU No 36/2008 tentang Pajak Penghasilan menetapkan bahwa harga perolehan atau harga penjualan dalam hal terjadi jual beli harta yang tidak dipengaruhi oleh hubungan istimewa adalah jumlah yang sesungguhnya dikeluarkan atau diterima, sedangkan apabila terdapat hubungan istimewa adalah jumlah yang seharusnya dikeluarkan atau diterima. Namun, Pasal 18 ayat (3) UU No 36/2008 tentang Pajak Penghasilan menyatakan bahwa Direktur Jenderal Pajak berwenang untuk menentukan kembali besarnya penghasilan dan pengurangan serta menentukan utang sebagai modal untuk menghitung besarnya Penghasilan Kena Pajak bagi Wajib Pajak yang mempunyai hubungan istimewa dengan Wajib Pajak lainnya sesuai dengan kewajaran dan kelaziman usaha yang tidak dipengaruhi oleh hubungan istimewa dengan menggunakan metode perbandingan harga antara pihak yang independen, metode harga penjualan kembali, metode biaya-plus, atau metode lainnya. Berdasarkan Pasal 18 ayat (4) UU No 36/2008 tentang Pajak Penghasilan, hubungan istimewa dianggap ada apabila: a. Wajib Pajak mempunyai penyertaan modal langsung atau tidak langsung paling rendah 25% (dua puluh lima persen) pada Wajib Pajak lain; hubungan antara Wajib Pajak dengan penyertaan paling rendah 25% (dua puluh lima persen) pada dua Wajib Pajak atau lebih; atau hubungan di antara dua Wajib Pajak atau lebih yang disebut terakhir; b. Wajib Pajak menguasai Wajib Pajak lainnya atau dua atau lebih Wajib Pajak berada di bawah penguasaan yang sama baik langsung maupun tidak langsung; atau c. terdapat hubungan keluarga baik sedarah maupun semenda dalam garis keturunan lurus dan/atau ke samping satu derajat. Berdasarkan peraturan yang disebutkan di atas, maka Indonesia memiliki hak perpajakan atas keuntungan dari penjualan saham yang dilakukan oleh ICRA karena aktiva dari PT MGM, yang seluruhnya atau terutama merupakan tambang batubara, berada di Indonesia. Dalam hal ini PT NC sebagai pembeli, ditunjuk sebagai pemotong pajak yang harus memotong PPh pasal 26 sebesar 5% dari harga jual. Lebih lanjut, apabila terdapat hubungan istimewa antara ICRA dan PT NC, maka Kantor Pajak memiliki hak untuk menentukan kembali harga jual.

Setelah penjualan saham PT MGM oleh ICRA kepada PT NC, struktur dan komposisi pemegang saham adalah sebagai berikut :
ICRA (Perusahaan Australia ) 23,50% 61,20% SE (Individu) 12,24% EW (Individu) 3,06% 15,30% PT NC

Luar Negeri Indonesia

4,70% 80,00%

PT MGM

Pemegang Saham PT MGM SE (Individu) EW (Individu) ICRA PT NC Jumlah

Modal Saham (USD) 2.080.000 520.000 798.700 13.594.800 16.993.500

% Kepemilikan 12,24% 3,06% 4,70% 80,00% 100,00%

KESIMPULAN 1. 2. 3. Penerbitan saham baru oleh PT MGM kepada PT NC dan ICRA dengan nilai nominal tidak memiliki implikasi perpajakan bagi kedua belah pihak. Penerbitan saham baru oleh PT NC kepada ICRA dengan nilai nominal tidak memiliki implikasi perpajakan bagi kedua belah pihak. Penjualan kepemilikan saham di PT MGM oleh ICRA (18,8%) kepada PT NC memiliki implikasi perpajakan yaitu PPh pasal 26 sebesar 5% dari harga jual yang harus dipotong oleh PT NC sebagai pihak pembeli. Lebih lanjut, Kantor Pajak memiliki hak untuk menentukan kembali harga jual apabila terdapat hubungan istimewa antara ICRA dan PT NC.

SANGGAHAN Pendapat sehubungan dengan transaksi di atas diberikan hanya untuk kepentingan Perusahaan sendiri. Apabila pendapat ini ditunjukkan kepada pihak ketiga, maka resiko yang mungkin terjadi, akan menjadi tanggung jawab Perusahaan. Pendapat ini dibuat berdasarkan informasi yang diberikan oleh Pemohon. Oleh karena itu, kami telah meminta Perusahaan untuk menyediakan informasi yang relevan, akurat dan lengkap. Dengan demikian, kami tidak bertanggung jawab atas kerugian yang dialami dari informasi yang kurang relevan, akurat dan lengkap. Perusahaan tidak berhak mengajukan klaim sehubungan dengan jasa yang telah kami berikan. kecuali kelalaian di pihak kami. Syarat ini akan tetap berlaku bahkan setelah berakhirnya penugasan. Apabila terdapat pertanyaan sehubungan dengan hal ini, harap menghubungi kami kembali.

Hormat kami,

Halim Soesanto Partner