Anda di halaman 1dari 20

Uang dan Sistem Pembayaran

FEM-IPB

Outline
Apa itu uang? Fungsi uang Evolusi sistem pembayaran

Apa itu uang?


Anak TK : Maa.., minta uang untuk beli permen Ibu rumah tangga : Suamiku cuman bawa pulang uang lima puluh ribu perak sehari dari hasil dagangannya di pasar Tetangga: Pak Mishkin banyak uangnya, setiap tahun ganti mobil Pengusaha: Saya menanamkan uang di proyek ini sebanyak sepuluh milyar rupiah Mahasiswa kos-kosan: Gile, uangku di bank hampir habis Mahasiswa bokek: bos pinjamin gue uang dong, ntar abis bulan gue bayar dech

Arti uang menurut...


Anak TK? Ibu rumah tangga? Pak Mishkin? Pengusaha? Mahasiswa? Mahasiswa bokek?

We get the points...


Anak TK mengartikan uang sebagai suatu benda berharga (precious things) yang memiliki nilai (value) sehingga dapat dibelanjakan terhadap barang yang diinginkan. Inilah pengertian uang yang paling sederhana. Karena diakui oleh masyarakat sebagai benda yang memiliki nilai maka uang dapat ditukarkan dengan benda apapun sesuai dengan nilainya. Tapi tidak semua benda yang memiliki nilai bisa dipertukarkan dengan barang. Contohnya, arloji Rolex senilai seratus juta rupiah (bisa dipertukarkan atau tidak). Tapi kalau anda punya uang seratus juta rupiah, penjual mobil manapun tak akan pernah menolak uang tersebut. Artinya, uang adalah alat tukar (medium of exchange) yang nilainya diakui oleh masyarakat secara umum.

We get the points...


Ibu rumah tangga mengartikan uang sebagai penghasilan yang dibawa pulang oleh suaminya. Ia merujuk pada jumlah uang yang dihasilkan setiap hari. Uang dijadikan sebagai alat ukur tingkat pendapatan. Semakin tinggi pendapatan dicirikan dengan semakin tingginya jumlah uang yang dihasilkan. Dalam hal ini uang dijadikan sebagai alat ukur (unit of measurement atau unit of account).

We get the points...


Tetangga memandang pak Salim sebagai orang kaya atau orang yang banyak uang. Tingkat kekayaan diukur dengan menjumlahkan dan menilai semua asset yang dimiliki. Aset tidak hanya menyangkut uang yang ada di kantong atau di bank, tetapi juga dalam bentuk surat berharga, tanah, bangunan, kendaraan bermotor, perhiasan dan lain-lain. Tapi kenapa kita cenderung mendefinisikan orang kaya sebagai orang yang banyak uang?
Untuk membeli berbagai jenis asset tersebut tentu dibutuhkan banyak uang. Dalam kasus ini, uang dijadikan alat ukur universal terhadap segala jenis asset dan barang. Bukan hanya itu saja uang dijadikan indikator atas kemampuan seseorang mengakumulasikan kekayaan.

We get the points...


Pengusaha memandang uang sebagai modal yang ia tanamkan dalam suatu proyek atau kegiatan usaha tertentu. Dalam pembiayaan investasi, uang tidak hanya digunakan untuk membiayai pembelian barangbarang modal tetapi lebih jauh lagi uang yang ditanamkan diharapkan dapat menghasilkan pengembalian yang nilainya lebih dari yang ditanamkan. Dalam konteks ini, uang digunakan untuk menghasilkan uang lagi. Artinya uang diperlakukan sebagai medium of investment atau alat berinvestasi.

We get the points...


Mahasiswa kos-kosan yang dikirim uang bulanan harus pandai-pandai mengatur penggunaan uang sampai akhir bulan. Uang berfungsi sebagai alat penyimpan nilai (store of value) yang lebih efisien dibanding menyimpan barang. Untuk bertahan sampai akhir bulan, mahasiswa punya dua pilihan.
Membelanjakan semua uangnya di awal bulan, dan menyimpan di kamar semua kebutuhannya seperti beras, mie instant, lauk pauk, sabun, sayur mayur dsb. Tentu kamar koskosan akan menjadi kurang nyaman dan memiliki aroma yang campur aduk. Sebagai alternatifnya, ia membelanjakan uang sesuai kebutuhan setiap hari. Ia tidak perlu menimbun barang dan hanya perlu mengatur cash flow.

Adakah salah satu dari Anda yang menyimpan kebutuhan hidup bulanan sekaligus?

We get the points...


Mahasiswa bokek terpaksa harus menahan rasa malunya karena harus pinjam uang kepada teman atau pacarnya. Atau dia terpaksa berutang ke mbok warung dan bayar lunas nasi campur setelah uang kiriman datang. Untuk kategori ini, uang dianggap sebagai standard of deffered payment atau standar bagi pembayaran yang ditunda. Nasi campur yang diutang dikonversikan ke dalam nilai uang dan kemudian dibayar belakangan.

Economic meaning of money: is not the same as wealth or income


Pengertian seperti yang telah diuraikan di atas tidak semuanya relevan dalam teori ekonomi moneter. Secara umum uang dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang diterima atau dipercaya masyarakat umum yang dapat segera digunakan sebagai alat untuk memudahkan pertukaran (sarana transaksi). Pengertian uang tersebut dapat dicirikan dalam bentuk mata uang (currency). Namun, pada saat ini uang tidak hanya berupa currency tetapi dapat pula dalam bentuk cek (check) yang dapat dikonversikan menjadi mata uang tunai secara cepat dan mudah. Oleh sebab itu pengertian uang terkait erat dengan likuiditasnya. Uang adalah salah satu jenis asset Uang memiliki arti yang berbeda dengan pendapatan (income). Pendapatan adalah aliran (flow) uang yang dapat berubah tiap waktu, sedangkan uang berupa stok/jumlah tertentu.

Fungsi uang
Alat pembayaran (Medium of exchange): Uang dapat digunakan untuk pertukaran dengan barang dan jasa dimana nilai uang sebanding dengan nilai barang dan jasa yang dipertukarkan tersebut. Unit pengukuran (Unit of account): Uang digunakan untuk mengukur dan menentukan nilai suatu barang atau jasa. Penyimpan nilai (Store of value): Uang memudahkan dalam menyimpan daya beli ke masa yang akan datang. Standar pembayaran yang ditangguhkan (Standard for deferred payment): Uang dapat digunakan untuk pembayaran utang piutang. Medium of investment

Syarat alat pembayaran


Diakui secara umum oleh masyarakat Kualitas terstandardisasi Tahan lama (durable) Berharga dibandingkan beratnya Dapat dipecah

Evolusi sistem pembayaran


Comodity money: Barang fisik seperti emas dan perak ketika digunakan sebagai alat pembayaran disebut sebagai commodity money Fiat money: Suatu sistem dimana Uang secara resmi dikeluarkan oleh bank sentral atau lembaga pemerintah dan dikukuhkan sebagai legal tender Checks: Janji untuk membayar dengan cara menarik uang yang tersimpan di bank Electronic funds: transaksi keuangan sekarang lebih banyak melibatkan transaksi elektronik tanpa melibatkan uang secara fisik (kartu debit dan kartu kredit bisa dipakai untuk belanja)

Evolution of Payments System


Barter Commodity money: logam berharga Paper currency (fiat money) Checks Electronic means of payment Electronic money: towards a cass less society

Pengukuran Uang

Agregat moneter Indonesia


M0 (monetary base) = uang kartal (currency) + Giro Wajib Minimum (reserve). M0 adalah ukuran uang yang paling likuid. Uang kartal ialah bentuk uang tunai (uang kertas dan uang logam) yang diedarkan oleh Bank Indonesia atas nama pemerintah sebagai alat pembayaran yang sah dalam masyarakat. GWM : merupakan cadangan atau kas yang disimpan di Bank Sentral. M1 (narrow money / uang dalam arti sempit) = uang kartal (currency) + uang giral (demand deposit). Aset ini dapat digunakan sebagai sarana pertukaran secara langsung. Uang giral ialah uang dalam bentuk simpanan rupiah milik penduduk di bank-bank umum yang dapat ditarik menjadi uang tunai sesuai permintaan pemiliknya. Bentuk uang giral antara lain cek, rekening giro, pengiriman uang (transfer), dan kewajiban segera lainnya seperti simpanan berjangka yang jatuh tempo. M2 (broad money / uang dalam arti luas) = uang kartal + uang giral + dan uang kuasi. M2 merupakan kewajiban sistem moneter. Uang kuasi ialah simpanan rupiah dan valuta asing yang dimiliki penduduk dimana sementara waktu kehilangan fungsinya sebagai alat tukar. Bentuk uang kuasi berupa simpanan berjangka dan tabungan dalam rupiah serta simpanan dalam valuta asing.

Contoh Ukuran Agregat Moneter

Uang kartal (currency) + Uang giral (demand deposit) = M1 + Simpanan berjangka dan tabungan rupiah + Valuta asing = M2

80,686 111,253 191,939 551,504 140,465 883,908

Tingkat Pertumbuhan (persen)


10 20 30 40 50 60 70 0

1971 1972 1973 1974 1975 1976 1977 1978 1979 1980 1981 1982 1983 1984 1985 1986 1987 1988 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001
Tahun

Contoh kasus...
Grafik 1. Tingkat Pertumbuhan Agregat Moneter

Pertumb M2

Pertumb M1

Pengukuran empiris dilakukan untuk memutuskan ukuran terbaik (M1 atau M2) yang dapat memprediksi inflasi dan siklus bisnis (business cycles). Pada grafik dapat diamati bahwa terdapat pergerakan secara bersamaan antara pertumbuhan M1 dan M2. Namun, pada kondisi tertentu, misalnya pada tahun 1983 dan tahun 1998 terjadi pergerakan yang tidak paralel. Tahun 1983 merupakan periode setelah terjadi boom minyak tetapi pertumbuhan ekonomi rendah karena surplus dari minyak tersebut tidak digunakan dengan baik. Sedangkan tahun 1998 merupakan saat terjadinya krisis ekonomi dimana tingkat inflasi sangat tinggi sehingga pertumbuhan ekonomi mencapai angka negatif. Berdasarkan gambar dapat ditarik suatu hipotesis bahwa pertumbuhan M2 dapat menjelaskan inflasi walaupun sulit untuk menentukan ukuran yang paling baik dari kedua agregat moneter tersebut karena adanya masalah saat ukuran yang diprediksi dengan baik pada satu periode tidak dapat diikuti prediksi yang baik di masa depan.