Anda di halaman 1dari 6

Langkah-langkah penerapan metode global adalah sebagai berikut: 1) Siswa membaca kalimat dengan bantuan gambar.

Jika sudah lancar, siswa membaca tanpa bantuan gambar, misalnya: Ini nani 2) Menguraikan kalimat dengan kata-kata: /ini/ /nani/ 3) Menguraikan kata-kata menjadi suku kata: i ni na ni 4) Menguraikan suku kata menjadi huruf-huruf, misalnya: i n i - n a n i Ciri Tulisan Narasi, Deskripsi, Eksposisi, dan Argumentasi Filed Under : Arsip 02 Pebruari 2009 1.CIRI-CIRI KARANGAN NARASI Menurut Keraf (2000:136), ciri karangan narasi yaitu: Menonjolkan unsur perbuatan atau tindakan. Dirangkai dalam urutan waktu. Berusaha menjawab pertanyaan, apa yang terjadi? Ada konfiks. Narasi dibangun oleh sebuah alur cerita. Alur ini tidak akan menarik jika tidak ada konfiks. Selain alur cerita, konfiks dan susunan kronologis, ciri-ciri narasi lebih lengkap lagi diungkapkan oleh Atar Semi (2003: 31) sebagai berikut: Berupa cerita tentang peristiwa atau pengaalaman penulis. Kejadian atau peristiwa yang disampaikan berupa peristiwa yang benar-benar terjadi, dapat berupa semata-mata imajinasi atau gabungan keduanya. Berdasarkan konfiks, karena tanpa konfiks biasanya narasi tidak menarik. Memiliki nilai estetika. Menekankan susunan secara kronologis. Ciri yang dikemukakan Keraf memiliki ciri berisi suatu cerita, menekankan susunan kronologis atau dari waktu ke waktu dan memiliki konfiks. Perbedaannya, Keraf lebih memilih ciri yang menonjolkan pelaku. Tujuan menulis karangan narasi secara fundamental yaitu: 1.) Hendak memberikan informasi atau wawasan dan memperluas pengetahuan. 2.) Memberikan pengalaman estetis kepada pembaca. Langkah-langkah menulis karangan narasi 1.) Tentukan dulu tema dan amanat yang akan disampaikan. 2.) Tetapkan sasaran pembaca kita. 3.) Rancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur. 4.) Bagi peristiwa utama itu ke dalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita. 5.) Rincian peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung cerita. 6.) Susun tokoh dan perwatakan, latar, dan sudut pandang.

Jenis-jenis Karangan Narasi a. Narasi Ekspositorik (Narasi Teknis) Narasi Ekspositorik adalah narasi yang memiliki sasaran penyampaian informasi secara tepat tentang suatu peristiwa dengan tujuan memperluas pengetahuan orang tentang kisah seseorang. Dalam narasi ekspositorik, penulis menceritakan suatu peristiwa berdasarkan data yang sebenarnya. Pelaku yang ditonjolkan biasanya satu orang. Pelaku diceritakan mulai dari kecil sampai saat ini sampai terakhir dalam kehidupannya. Karangan narasi ini diwarnai oleh eksposisi, maka ketentuan eksposisi juga berlaku pada penulisan narasi ekspositorik. Ketentuan ini berkaitan dengan penggunaan bahasa yang logis, berdasarkan fakta yang ada, tidak memasukan unsur sugestif atau bersifat objektif. b. Narasi Sugestif Narasi sugestif adalah narasi yang berusaha untuk memberikan suatu maksud tertentu, menyampaikan suatu amanat terselubung kepada para pembaca atau pendengar sehingga tampak seolah-olah melihat. 2.CIRI-CIRI KARANGAN DESKRIPSI Karangan ini berisi gambaran mengenai suatu hal/keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, atau merasakan hal tersebut. Karangan deskripsi memiliki ciri-ciri seperti: Menggambarkan atau melukiskan sesuatu. Penggambaran tersebut dilakukan sejelas-jelasnya dengan melibatkan kesan indera. Membuat pembaca atau pendengar merasakan sendiri atau mengalami sendiri. Pola pengembangan paragraf deskripsi: Paragraf Deskripsi Spasial, paragraf ini menggambarkan objek kusus ruangan, benda atau tempat. Paragraf Deskripsi Subjektif, paragraf ini menggambarkan objek seperti tafsiran atau kesan perasaan penulis. Paragraf Deskripsi Objektif, paragraf ini menggambarkan objek dengan apa adanya atau sebenarnya. Langkah menyusun deskripsi: 1.Tentukan objek atau tema yang akan dideskripsikan. 2.Tentukan tujuan. 3.Mengumpulkan data dengan mengamati objek yang akan dideskripsikan. 4.Menyusun data tersebut ke dalam urutan yang baik (menyusun kerangka karangan). 5.Menguraikan kerangka karangan menjadi dekripsi yang sesuai dengan tema yang ditentukan. 3.CIRI-CIRI KARANGAN EKSPOSISI Paragraf eksposisi adalah paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, menjelaskan, menyampaikan informasi, mengajarkan, dan menerangkan sesuatu tanpa disertai ajakan atau desakan agar pembaca menerima atau mengikutinya. Ciri-ciri paragraf eksposisi: a. Memaparkan definisi (pengertian). b. Memaparkan langkah-langkah, metode, atau cara melaksanakan suatu kegiatan. 4.CIRI-CIRI KARANGAN ARGUMENTASI Karangan argumentasi adalah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai bukti dan fakta (benar-benar terjadi).

Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide, gagasan, atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti. Ciri-ciri karangan argumentasi: Menjelaskan pendapat agar pembaca yakin. Memerlukan fakta untuk pembuktian berupa gambar/grafik, dan lain-lain. Menggali sumber ide dari pengamatan, pengalaman, dan penelitian. Penutup berisi kesimpulan. Hakikat Jenis dan Format Surat Filed Under : Arsip 02 Pebruari 2009 Hakikat Jenis dan Format Surat Arti Surat Surat adalah media komunikasi yang berupa tulisan, yang berisi informasi, pesan, pertanyaan, atau tanggapan sesuai dengan keinginan penulis surat. Fungsi Surat 1.Surat sebagai alat komunikasi Surat dijadikan sebagai alat penyampai informasi dari penulisnya kepada pembaca/penerimanya. Sebagai alat komunikasi surat tidak hanya bersifat satu arah, melainkan juga dua arah dan ke segala arah. Artinya surat juga dapat dibalas (surat balasan) sebagai timbal balik dan surat juga dapat dibuat/ditujukan kepada lebih dari satu orang (surat edaran, pengumuman, surat pembaca pada surat kabar dan lain-lain). 2.Surat sebagai wakil penulis Dalam hal ini penulis tidak perlu langsung bertatap muka dengan orang yang dituju untuk menyampaikan informasi melainkan diwakili oleh surat. 3.Surat sebagai alat untuk menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Berkomunikasi dengan surat berarti tidak bertatap muka, jadi berkomunikasi dengan surat dapat dilakukan dari jarak jauh. Oleh sebab itu surat dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya. 4.Surat sebagai bukti tertulis Surat dapat dijadikan bukti tertulis untuk berbagai keperluan. Sehingga jika terjadi sesuatu (misalnya kekeliruan) kelak kemudian hari, surat dapat dijadikan acuan. Misalnya pada suratsurat perjanjian, surat waris dan sebagainya. Segala jenis surat juga dapat diabadikan/diarsipkan untuk kepentingan-kepentingan lain kelak kemudian hari. Bentuk Surat 1.Bentuk Setengah Lurus Surat yang berbentuk setengah lurus di susun dengan aturan, semua bagian surat di ketik mulai dari margin kiri yang sama, batas-batas bagian surat di ketik dengan menambahkan jarak 5 (Lima) ketukan dan setiap paragraf baru di mulai pada margin yang sama diantara paragraf yang satu dan yang lainnya berjarak satu spasi. Keterangan : 1) Kop Surat 2) Perihal dan Nomor Surat 3) Tempat, tanggal dan tahun Surat

4) Salam Pembuka 5) Isi Surat 6) Inti atau Pokok Surat 7) Salam Penutup 8) Tandatangan dan nama terang. > > > > > 2.Bentuk Lurus Bentuk lurus pada dasarnya hampir sama dengan bentuk lurus penuh. Bedanya terletak pada pengetikan tanggal surat, nama jabatan, tanda tangan, nama terang dan NIP, salam penutup, semuanya terletak di margin sebelah kiri. Keterangan : 1) Kop Surat 2) Perihal dan Nomor Surat 3) Tempat, tanggal dan tahun Surat 4) Salam Pembuka 5) Isi Surat 6) Inti atau Pokok Surat 7) Salam Penutup 8) Tandatangan dan nama terang. > > > > > 3.Bentuk Lekuk dan Gerigi Bentuk Lekuk dan gerigi (Indented Style) yaitu setiap paragraf diketik agak menjorok ke dalam. Paragraf yang satu dan paragraf yang lainnya tidak perlu berjarak.

Keterangan : 1) Kop Surat 2) Perihal dan Nomor Surat 3) Tempat, tanggal dan tahun Surat 4) Salam Pembuka 5) Isi Surat 6) Inti atau Pokok Surat 7) Salam Penutup 8) Tandatangan dan nama terang. >

> > > > 4.Bentuk Resmi Indonesia Lama Bentuk resmi Indonesia lama yaitu penulisan alamat surat diketik sebelah kanan di bawah tanggal surat.

Keterangan : 1) Kop Surat 2) Perihal dan Nomor Surat 3) Tempat, tanggal dan tahun Surat 4) Salam Pembuka 5) Isi Surat 6) Inti atau Pokok Surat 7) Salam Penutup 8) Tandatangan dan nama terang. > > > > >

Keterangan : 1) Kop Surat 2) Perihal dan Nomor Surat 3) Tempat, tanggal dan tahun Surat 4) Salam Pembuka 5) Isi Surat 6) Inti atau Pokok Surat 7) Salam Penutup 8) Tandatangan dan nama terang. > > > > > 5.Bentuk Resmi Indonesia Baru Bentuk resmi Indonesia baru merupakan variasi bentuk setengah lurus dan bentuk resmi Indonesia, bedanya dengan bentuk setengah lurus terletak pada penulisan salam penutup yang berada pada margin kanan yang setara dengan penulisan tembusan.

Bagian-bagian surat 1.Kepala Surat/Kop Surat 2.Nomor Surat 3.Tanggal Surat 4.Lampiran Surat 5.Hal atau Perihal 6.Alamat Dalam Surat (siapa yang dituju) 7.Salam Pembuka 8.Isi Surat : Alenia Pembuka -Alenia Isi -Alenia Penutup 9.Salam Penutup 10.Pengirim Surat 11.Tembusan Surat 12.Inisial