Anda di halaman 1dari 6

KEWARGANEGARAAN

TRIGATRA, PANCAGATRA, dan ASTAGATRA

Penjelasan Mengenai Aspek Trigatra Dan Pancagatra I. Pancagatra Merupakan komponen kenegaraan yang terdiri dari aspek
hukum,ekonomi, sosial, budaya, dan politik. Sedangkan Trigatra terdiri dari letak astronomis bangsa Indonesia, SDM , dan SDA yang dimiliki. Pancagatra dan Trigatra dapat berhubungan erat. Untuk menjadi penentu kemajuan bangsa Indonesia, pancagatra dan trigatra harus dikelola dengan baik. Tidak boleh ada kecacatan dalam menguruskedua hal tersebut bila bangsa ini ingin mengalami kemajuan. Aspek Trigatra yang merupakan Aspek Alamiah: 1. Posisi dan lokasi geografi Negara Indonesia sebenarnya sudahmencukupi sebagai modal menjadi bangsa yang terhormat dan terdepan dalam pergaulan dunia. Coba bayangkan, negara Indonesia terletak di tempat yang amat strategis. Diantara dua benua dan dua samudra. Yang di era globalisasi ini merupakan jalur perdagangan dan lalu lintas internasional (baik laut & udara) yang sangat sibuk.Indonesia dapat mengambil keuntungan dari pungutan retribusi atas tiap kapal lau dan pesawat asing yang melalui wilayah kedaulatan negara kita. Hal itu memang sudah dilakukan namun kadangkala keuntungan tersebut tidak pernah sampai ke kas Negara atau daerah yang mana hasilnya dapat digunakan untuk pembangunan nasional maupun daerah. Namun, justru berakhir di kantong para pejabat yang berkepentingan. 2. Keadaan dan kekayaan alam Aspek kedua dari Trigatra yaitu SDM. Negara kita merupakan negara dengan penduduk terbanyak ke 4 di dunia. Namun, fakta tersebut tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk pembangunan nasional. Jikalau sudah dimanfaatkan, itupun tidak dengan cara yang bermatabat. Contoh, Indonesia justrumelakukan pengiriman besarbesaran TKI dan TKW ke luar negeri hingga para TKIdan TKW tersebut berjuluk Pahlawan Devisa namun dengan cerita yang sangat miris.

Contohnya adalah para TKI dan TKW yang mengalami penyiksaan darimajikan dan tidak diperlakukan secara manusiawi. Lalu para masyarakat kita yangkalah kualitas jika dibanding masyarakat luar negeri. Sehingga muncullah slogan Jadi Kuli di Negeri Sendiri. Jika pemerintah sadar bahwa pemanfaatanSDM yang dimiliki harus dengan cara yang bermartabat maka pemerintah harus membuat kebijakan-kebijakan yang membuat terciptanya lapangan pekerjaan. Bukan dengan mengirim TKI atau TKW. Namun andaikan harus mengirim, maka pemerintah wajib memberdayakan para TKI atau TKW dengan kemampuan agar di luar negeri nanti mendapatkan pekerjaan yang layak. Jika pemerintah sadar bahwa pemanfaatan SDM yang dimiliki harus dengan cara yang bermartabat maka pemerintah harus membuat kebijakan-kebijakan yang membuat terciptanya lapangan pekerjaan. Bukan dengan mengirim TKI atau TKW. Namun andaikan harus mengirim, maka pemerintah wajib memberdayakan para TKI atau TKW dengan kemampuan agar di luar negeri nanti mendapatkan pekerjaan yang layak. Lalu pemerataan pendidikan dan peningkatan kualitas intelektual individu masyarakat Indonesia.Lalu yang ketiga adalah SDA. Jika kita ingin membahas SDA yang dimiliki oleh bangsa Indonesia pasti tidak akan habis. Apa aja ada di Indonesia. Jika diumpamakanalam Indonesia bagaikan Surga Dunia dikarenakan keindahan dan beragamnya SDyang dimiliki. Itupun sebelum dihancurkan, dirusak, dieksploitasi besar-besaran oleh orang-orang yang gila keuntungan. Indonesia pun tidak dapat menikmati hasil eksploitasi SD secara penuh dan menyeluruh karena kebanyakan dinikmati oleh orang asing atau orang berduit yang dekat dengan kekuasaan. Itulah yang membuat Indonesia terus terpuruk. Ketidak beresan dalam mengurus Trigatra akhirnya juga merembet ke Pancagatra. Karena untuk mengelola pancagtra dan trigatra dibutuhkan orang-orang yang berkualitas baik secara akal maupun moral. Kalau dalam pembentukan manusia yang akan mengelola kedua hal tersebut sudah rusak maka bagaimana kita berharap bangsa ini dapat mengalami kemajuan?

3. Keadaan dan Kemampuan Penduduk

Penduduk adalah sekelompok manusia yang mendiami suatu tempat atau wilayah. Adapun faktor penduduk yang mempengaruhi ketahanan Nasional adalah sebagai berikut : 1) Faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk Jumlah penduduk berubah karena kematian, kelahiran,

pendatang baru, dan orang yang meninggalkan wilayahnya. Segi positif dari pertambahan penduduk ialah pertambahan angkatan kerja (man power) dan pertambahan tenaga kerja (labour force). Dan dari segi negatifnya seimbang diikuti ialah dengan apabila tingkat usaha pertumbuhan pertumbuhan penduduk ekonomi tidak dan dengan

tidak

peningkatan kualitas penduduk. 2) Faktor yang mempengaruhi komposisi penduduk Komposisi adalah susunan penduduk menurut umur, kelamin, agama, suku bangsa, tingkat pendidikan, dan sebagainya. Susunan penduduk itu dipengaruhi oleh mortalitas, fertilitas, dan migrasi. Fertilitas sangat berpengaruh besar terhadap umur dan jenis penduduk golongan muda fasilitas yang dapat menimbulkan persoalan penyediaan pendidikan,

perluasan lapangan kerja, dan sebagainya. 3) Faktor yang mempengaruhi distribusi penduduk Distribusi penduduk yang ideal adalah distribusi yang dapat memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan yaitu penyebaran merata. Oleh karena itu diperlukan kebijakan pemerintah yang mengatur penyebaran penduduk, misalnya dengan cara transmigrasi, pusat-pusat pengembangan (growth centers), pusat-pusat industri, dan sebagainya.

Aspek Pancagatra yang merupakan aspek sosial kemasyarakatan / Ipoleksosbudhankam 1. Ideologi Ideologi suatu negara diartikan sebagai guiding of principles atau prinsip yangdijadikan dasar suatu bangsa. Ideologi adalah pengetahuan dasar atau cita-cita.Ideologi merupakan konsep yang mendalam mengenai kehidupan yang dicita-citakan serta yang ingin diiperjuangkan dalam kehidupan nyata. Ideologi dapat dijabarkan kedalam sistem nilai kehidupan, yaitu serangkaian nilai yang tersusun secara sistematis dan merupakan kebulatan ajaran dan doktrin. Dalam strategi pembinaan ideologi ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan yaitu : Ideologi harus diaktualisasikan dalam bidang kenegaraan oleh WNI. Ideologi sebagai perekat pemersatu harus ditanamkan pada seluruh WNI. Ideologi harus dijadikan panglima, bukan sebaliknya Aktualisasi ideologi dikembangkan kearah keterbukaan dan kedinamisan Ideologi pancasila mengakui keaneragaman dalam hidup berbangsa dandijadikan alat untuk menyejahterakan dan mempersatukan masyarakat Kalangan elit eksekutif, legislatif, dan yudikatif harus harus mewujudkan cita-cita bangsa dengan melaksanakan GBHN dengan mengedepankan kepentingan bangsa, Mensosialisasikan pancasila sebagai ideologi humanis, religius, demokratis,nasionalis, dan berkeadilan. Tumbuhkan sikap positif terhadap warga negara dengan meningkatkan motivasi untuk mewujudkan cita-cita bangsa2.

2. Politik Dalam hal ini politik diartikan sebagai asas, haluan, atau kebijaksanaan yang digunakan untuk mencapai tujuan dan kekuasaan. Kehidupan politik dapat dibagi kedalam dua sektor yaitu sektor masyarakat yang memberikan input dan sektor pemerintah yang berfungsi sebagai output. Sistem politik yang diterapkan dalam suatu negara sangat menentukan kehidupan politik di negara yang bersangkutan. Upaya bangsa Indonesiauntuk meningkatkan ketahanan di bidang politik adalah upaya mencari keseimbangan dan keserasian antara keluaran dan masukan berdasarkan pancasila dan merupakan pencerminan dari demokrasi pancasila. Ketahanan politik dalam negeri menyangkut hal-hal berikut : Sistem pemerintahan berdasarkan hukum

Dimungkinkan terjadi perbedaan pendapat, tetapi bukan menyangkutnilai dasar Kepemimpinan nasional diharapkan mampu mengakomodasikan aspirasiyang hidup dalam masyarakat dengan tetap memegang teguh nilainilai pancasila Terjalin komunikasi timbal balik antara masyarakat dan pemerintah untuk mewujudkan tujuan nasional Ketahanan aspek politik luar negeri menyangkut hal-hal :
Meningkatkan kerjasama di berbagai bidang atas dasar

salingmenguntungkan dan meningkatakan citra politik di Indonesia danmemantapkan persatuan dan kesatuan. Meningkatkan persahabatan dan kerja sama antarnegara berkembang dan negara maju sesuai dengan kepentingan nasional Citra positif bangsa Indonesia perlu ditingkatkan melalui promosi, diplomasi, lobi internasional, pertukaran pemuda, dan kegiatan olahraga. 3. Ekonomi Kegiatan ekonomi adalah seluruh kegiatan pemerintah dan masyarakat dalam mengelola faktor produksi dan distribusi barang dan jasa untuk kesejahteraan rakyat. Upaya meningkatkan ketahanan ekonomi adalah upaya meningkatkan kapasitas produksi dan kelancaran barang dan jasa secara merata ke seluruh wilayah negara. Upaya untuk menciptakan ketahan ekonomi adalah Sistem ekonomi diarahkan untuk kemakmuran rakyat Ekonomi kerakyatan harus menghindari free fight liberalism, etatisme, dan tidak dibenarkan adanya monopoli Struktur ekonomi dimantapkan secara seimbang dan selaras antar sektor Pembangunan ekonomi dilaksanakan bersama atas dasar kekeluargaan. Pemerataan pembangunan dan hasilhasilnya harus dilaksanankan secaraselaras dan seimbang antar wilayah dan antarsektor Kemampuan bersaing harus ditumbuhkan dalam meningkatkan kemandirian ekonomi. Ketahanan dibidang ekonomi dapat ditingkatkan melalui pembangunan nasional yang berhasil, namun tidak dapat dilupakan faktor-faktor non-teknis dapat mempengaruhi karena saling terkait dan berhubungan. 4. Sosial Budaya / Sosbud Ketahanan sosial budaya dapat diartikan sebagai kondisi dinamik budaya bangsa yang berisai keuletan untuk mengembangkankekuatan nasional dalmmenghadapi dan mengatasi ATHG, baik dari dalam maupun luar, baik yanglangsung maupun yang tidak langsung, yang membahayakan kelangsunganhidup sosial NKRI berdasarkan pancasila dan UUD

1945.Sedangkan esensi ketahanan budaya adalah pengaturan dan penyelenggaraan kehidupan sosial budaya. Dengan demikian, ketahanan budaya merupakan pengembangan sosial budaya dimana setiap wargamasyarakat dapat mengembangkan kemampuan pribadi dengan segenap potensinya berdasarkan nilai-nilai pancasila. 5. Pertahanan Keamanan / Hankam Ketahanan pertahanan dan keamanan diartikan sebagai kondisi dinamik kehidupan pertahanan dan keamanan bangsa Indonesia yang berisi keuletandan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan Aspek Astagatra / Antargatra Merupakan gabungan dari aspek trigatra dan pancagatra / ipoleksosbudhankam di mana antara keduanya terdapat hubungan yang bersifat timbal balik dengan hubungan yang erat / korelasi yang saling ketergantungan / interdependensi.