Anda di halaman 1dari 4

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

4.1 Desain Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Desain studi yang digunakan adalah studi potong lintang (cross sectional) karena paparan dan penyakitnya diteliti dalam waktu yang bersamaan. Penelitian dilakukan dengan pengisian kuesioner secara mandiri oleh responden untuk melihat gambaran pola makan, pola haid, dan status sosial ekonomi mahasiswi di Asrama UI Depok serta penimbangan dan pengecekan kadar Hb oleh peneliti.

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian akan dilakukan di Asrama UI Depok pada bulan April sampai Mei 2012.

4.3 Populasi dan Sampel Penelitian 4.3.1 Populasi Populasi target pada penelitian ini adalah mahasiswi di Asrama UI Depok tahun 2012 dan populasi studinya adalah mahasiswi di Asrama UI Depok tahun 2012.

4.3.2

Sampel Sampel pada penelitian ini adalah 100 mahasiswi di Asrama UI Depok.

Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif. Kriteria ekslusi dalam penelitian ini adalah mahasiswi yang tidak bersedia menjadi responden dan mahasiswi yang sedang menstruasi ketika penelitian dilakukan. Perhitungan sampel didapat dengan menggunakan rumus estimasi sebagai berikut: (Ariawan, 1998)

Z12 / 2 P(1 P) 1,96 * 0,44 * 1 0,44 94 d2 0,12


2

n = jumlah sampel minimal

35

Universitas Indonesia

36

Z = nilai derajat kepercayaan (=95%, Z(1-/2) = 1,96) p = prevalensi stress pada mahasiswa 44% (Fitasari, 2011) d = presisi (0,10)

Dengan menggunakan rumus tersebut, didapatkan jumlah sampel minimal sebanyak 94 responden. Untuk mengantisipasi adanya drop out, maka jumlah sampel ditambah 10%, menjadi 104 responden. Sampel dipilih dengan menggunakan simple random sampling. Kerangka sampel diambil dari daftar mahasiswa program sarjana reguler Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Tahun 2011.

4.4 Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan merupakan data primer. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Responden diminta untuk mengisi kuesioner secara mandiri. Kuesioner memuat pertanyaan yang berisi identitas responden, pertanyaan untuk mengukur harga diri, dan tingkat stres. Pengukuran tingkat stres ini menggunakan instrumen yang telah dikembangkan oleh Harfika (2004), yang terdiri dari 20 pertanyaan yang berisi indikator fisik, emosi, dan perilaku dan pada masing-masing pertanyaan tersedia empat pilihan jawaban, yaitu sangat sering (4), sering (3), jarang (2), dan tidak pernah (1). Skor stres dihitung dengan menjumlahkan skor pada ketiga indikator (fisik, emosi, dan perilaku) dan dikelompokkan menjadi dua kategori berdasarkan cut off point mean jika data terdistribusi normal dan berdasarkan cut off point median jika data tidak terdistribusi normal. Untuk mengukur harga diri, digunakan instrumen yang telah dikembangkan oleh Rosenberg (1965). Responden harus menjawab 10 pertanyaan, dimana pada masing-masing pertanyaan tersedia empat pilihan jawaban, yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Skor untuk pertanyaan no. 1,3,4,7,dan 10 adalah SS=3, S=2, TS=1, STS=0, sedangkan skor untuk pertanyaan no. 2,5,6,8,9 adalah SS=0, S=1, TS=2, STS=3. Setelah skor dijumlahkan, akan dikelompokkan menjadi dua kategori berdasarkan cut off point

Universitas Indonesia

37

mean jika data terdistribusi normal dan berdasarkan cut off point median jika data tidak terdistribusi normal.

4.5 Pengolahan Data Pengolahan data akan dilakukan setelah proses pengumpulan data selesai. Dalam pengolahan data, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, yaitu 1. Coding, dilakukan dengan memberikan kode terhadap jawaban yang ada pada kuesioner yang bertujuan untuk mempermudah dalam analisis data dan mempercepat proses pemasukan data. 2. Editing, yaitu pemeriksaan kelengkapan isi kuesioner atau dengan kata lain memastikan semua pertanyaan telah dijawab oleh responden. Editing dilakukan di lapangan sebelum proses pemasukan data agar data yang salah atau meragukan masih dapat ditelusuri kepada responden/ informan yang bersangkutan. 3. Entry. Setelah data dilakukan editing maka selanjutnya data tersebut dimasukkan ke dalam program yang digunakan untuk mengolah data menggunakan komputer dan perangkat lunak yang sesuai. 4. Cleaning. Data yang sudah dimasukkan oleh peneliti dicek kebenarannya. Cleaning data dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam pemasukan data yang dapat mengakibatkan data tersebut menjadi ganda/duplikasi dan salah dalam interpretasinya.

4.6 Analisis Data Data yang telah melalui empat tahap pengolahan, yang meliputi coding, editing, entry, dan cleaning akan dianalisis lebih lanjut. Data akan dianalisis berdasarkan analisis univariat dan bivariat.

4.6.1 Analisis Univariat Analisis univariat digunakan untuk melihat pola distribusi frekuensi pada variabel dependen dan independen. Analisis data univariat dilakukan dengan melihat frekuensi kejadian dalam bentuk presentase untuk data kategorik.

Universitas Indonesia

38

4.6.2 Analisis Bivariat Analisis bivariat digunakan untuk melihat hubungan antara variabel dependen dengan variabel independen. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi square untuk menguji hubungan variabel independen dan dependen yang bersifat kategorik. Jika hasil uji statistik menghasilkan nilai p 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara variabel independen dengan variabel dependen.

Universitas Indonesia