Anda di halaman 1dari 1

Dewan Komisaris : Djohan Surjaputra Edward Sumarli Direksi : Citro Utomo Liem Hok Seng

- Komisaris Utama - Komisaris/Komisaris Independen - Direktur Utama - Direktur

KETERBUKAAN INFORMASI KEPADA PEMEGANG SAHAM


SEHUBUNGAN DENGAN INFORMASI MENGENAI TRANSAKSI PERUBAHAN KEGIATAN USAHA UTAMA
Informasi kepada Pemegang Saham ini penting dan untuk diperhatikan oleh para Para Pemegang Saham PT Cita Mineral Investindo Tbk ("Perseroan") dalam kaitannya dengan Rencana Penambahan Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha Utama. Apabila para Pemegang Saham mengalami kesulitan untuk memahami informasi sebagaimana tercantum dalam Pengumuman ini atau ragu-ragu dalam mengambil keputusan, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan Penasehat Investasi atau Penasehat Profesional Anda lainnya.

I. PENDAHULUAN
Industri pertambangan merupakan industri yang bertumbuh pesat saat ini. Perseroan terus berupaya untuk mencari solusi yang tepat untuk menunjang pertumbuhan pendapatan dan laba usaha Perseroan. Dalam Pengumuman ini, Perseroan menyampaikan rencana untuk menambah maksud dan tujuan Perseroan untuk berusaha dalam bidang pertambangan, industri pengolahan bahan tambang, perdagangan dan kontraktor pertambangan. Berdasarkan Anggaran Dasar Perseroan Pasal 3 mengenai Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha : 1) Maksud dan tujuan Perseroan adalah berusaha dalam bidang investasi. 2) Untuk mencapai maksud dan tujuan yang dimaksud ayat 1, Perseroan dapat melaksanakan kegiatan usaha sebagai berikut : a) menjalankan usaha-usaha dalam bidang jasa, antara lain jasa bidang konstruksi pertambangan, jasa penunjang kegiatan pertambangan, sarana penunjang perusahaan pertambangan, jasa penyewaan dump truck, konsultasi bidang pertambangan; b) menjalankan usaha-usaha dalam bidang pembangunan antara lain pemborongan bidang pertambangan umum, pemborongan bidang pertambangan minyak, gas dan panas bumi; c) menjalankan usaha-usaha dalam bidang pertambangan, antara lain ekspor-impor, perdagangan besar lokal, grossier, supplier, leveransir dan commission house. distributor, agen dan sebagai perwakilan dari badan-badan perusahaan; d) menjalankan usaha dalam bidang pengangkutan darat, yaitu transportasi pertambangan dan perminyakan; e) menjalankan usaha dalam bidang perindustrian, yaitu industri pengolahan barangbarang dari hasil pertambangan; f) menjalankan usaha-usaha dalam bidang pertambangan antara lain nikel, batu bara, timah, logam, emas, perak, bijih uranium dan thorium, pasir besi dan bijih besi, penggalian batuan tambang, tanah liat, granit, gamping dan pasir, tambang non migas, tambang minyak dan gas alam, eksplorasi dan eksploitasi. Saat ini kegiatan usaha telah dilakukan secara tidak langsung melalui investasi yang dimiliki Perseroan melalui Perusahaan Anak Perseroan yakni PT Harita Prima Abadi Mineral (HPAM) dan PT Karya Utama Tambangjaya (KUTJ). Dengan penambahan maksud dan tujuan tersebut, maka Perseroan dapat melakukan kegiatan usahanya secara langsung. Pada tahap awal, Perseroan akan fokus pada industri pertambangan bauksit. Pertambangan bauksit didukung oleh keadaan alam Indonesia yang memiliki sumber daya dan deposit bauksit yang relatif besar. Tambang bauksit di Indonesia baru ditemukan dan ditambang didaerah Kepulauan Riau dan Kalimantan Barat. Direksi yakin bahwa industri pertambangan bauksit sangat prospektif karena jumlah produsen yang masih terbatas. Perusahaan-perusahaan pertambangan besar yang beroperasi di Indonesia saat ini yaitu HPAM, KUTJ dan PT Antam Tbk. Pengalaman Perseroan yang telah memiliki investasi di HPAM dan KUTJ telah membuktikan bahwa industri pertambangan bauksit masih prospektif. Penambahan maksud dan tujuan Perseroan juga didorong oleh adanya perubahan Perundang-undangan tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba), secara khusus Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (PP). Dalam UU Minerba telah diatur mengenai batasan luas lahan Izin Usaha Pertambangan (IUP) baik untuk eksplorasi maupun operasi produksi. Sedangkan PP mengatur pengecualian bagi perusahaan terbuka atas pemberian lebih dari 1 (satu) Wilayah Ijin Usaha Pertambangan (WIUP). Salah satu dampak perubahan peraturan tersebut dan guna mengamankan aset HPAM yang 75% sahamnya dimiliki oleh Perseroan, beberapa IUP HPAM dialihkan kepada Perseroan. Guna memenuhi ketentuan perundang-undangan, maka Perseroan berencana untuk melakukan Transaksi yang merupakan Perubahan Kegiatan Usaha Utama sebagaimana dimaksud dalam Peraturan No. IX.E.2. Dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan No. IX.E.2, Direksi Perseroan mengumumkan kepada para Pemegang Saham mengenai rencana Transaksi yang akan dilakukan oleh Perseroan sehingga para Pemegang Saham akan memberikan persetujuannya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan yang akan diselenggarakan pada tanggal 30 Juni 2010. Rencana Penambahan Maksud dan Tujuan Usaha Perseroan merupakan transaksi perubahan kegiatan usaha utama sebagaimana dimaksud dalam peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) No. IX.E.2 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam LK No.Kep-413/BL/2009 tanggal 25 Nopember 2009 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama (Peraturan IX.E.2), mengingat sampai dengan tanggal Informasi Kepada Pemegang Saham (IKPS) ini diterbitkan Perseroan belum pernah menjalankan kegiatan usaha di bidang pertambangan, industri pengolahan bahan tambang, perdagangan dan kontraktor pertambangan. Sehubungan dengan Rencana Transaksi, Perseroan telah menunjuk serta menggunakan pendapat dan laporan pihak independen sebagai berikut : Kantor Jasa Penilai Publik Stefanus Tonny Hardi & Rekan (KJPP STH), selaku penilai publik independen, yang melakukan penilaian atas kelayakan Rencana Penambahan Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha. IKPS ini diterbitkan oleh Direksi Perseroan untuk memberikan informasi secara rinci kepada seluruh Pemegang Saham Perseroan mengenai Rencana Transaksi.

PT CITA MINERAL INVESTINDO Tbk


(Perseroan) Berkedudukan di Jakarta Kegiatan Usaha: Investasi Pertambangan, Pertambangan Bauksit secara langsung maupun tidak langsung melalui Anak Perusahaan Kantor: Ratu Plaza Office Tower Lantai 22 Jl. Jenderal Sudirman No.9 Senayan - Jakarta Pusat 10270 Telp: (021) 725 1344 Fax: (021) 728 01978 Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan, bertanggung jawab sepenuhnya atas kebenaran dan kelengkapan informasi di dalam Pengumuman Informasi kepada Pemegang Saham ("Pengumuman") ini dan setelah melakukan penelitian secara seksama dengan ini menegaskan bahwa sepanjang pengetahuan dan keyakinan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan tidak ada informasi penting dan material lainnya yang tidak diungkapkan atau dihilangkan sehingga menyebabkan informasi yang termuat dalam Pengumuman ini menjadi tidak benar dan atau menyesatkan. Informasi dalam Pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Saham sehubungan dengan transaksi yang akan dilaksanakan oleh Perseroan yang merupakan Perubahan Kegiatan Usaha Utama sebagaimana dimaksud dalam Peraturan No. IX.E.2 tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama, Lampiran dari Keputusan Ketua BAPEPAM No. Kep-413/BL/2009 tanggal 29 Nopember 2009 ("Peraturan IX.E.2"). Perubahan Kegiatan Usaha Utama tersebut adalah rencana Perseroan menambah Maksud dan Tujuan Perseroan yakni berusaha dalam bidang pertambangan, industri pengolahan bahan tambang, perdagangan dan kontraktor pertambangan. Informasi Kepada Pemegang Saham ini diterbitkan di Jakarta pada tanggal 31 Mei 2010

Penggunaan NPV berarti mengukur nilai kini dari manfaat bersih (net benefit) dari hasil investasi proyek selama kurun waktu proyek (project life time). Jika nilai NPV positif maka investasi tersebut dapat dianggap layak untuk dilaksanakan sedangkan jika nilai NPV negatif, maka investasi tersebut tidak layak untuk dilaksanakan. Nilai FIRR mencerminkan besarnya tingkat balikan (return) yang dihasilkan proyek. Apabila FIRR menunjukkan nilai lebih tinggi dari tingkat bunga (Cost of Capital) yang berlaku di pasar (Market Rate) maka proyek layak untuk dilaksanakan. Apabila FIRR menunjukkan nilai lebih rendah, maka proyek tidak layak untuk dilaksanakan. Asumsi-asumsi Pokok Semua informasi keuangan dan informasi lain yang diberikan Perseroan kepada KJPP STH atau yang tersedia secara umum adalah lengkap dan akurat. Bahwa tidak ada perubahan kondisi pasar dan perekonomian, peraturan perpajakan, dan kebijakan akuntansi (ceteris paribus). Terpenuhinya semua kondisi dan kewajiban Perseroan dan semua pihak yang terlibat dalam Rencana Penambahan Maksud dan Tujuan serta Kegiatan usaha Utama Perseroan. Kesimpulan Dari hasil studi kelayakan yang dilakukan KJPP STH, diperoleh hasil sebagai berikut: NPV selama kurun waktu proyek adalah positif dengan nilai Rp1.650.941.786.000, FIRR selama kurun waktu proyek adalah sebesar 45,31 % Berdasarkan tolok ukur kelayakan tersebut diatas, maka dapat disimpulkan bahwa rencana penambahan usaha utama dibidang penambangan bauksit adalah layak untuk dilaksanakan.

III. PERSYARATAN RENCANA TRANSAKSI


1. Menyampaikan data tentang Rencana Penambahan Maksud dan Tujuan Usaha kepada BAPEPAM LK selambat-lambatnya 28 hari sebelum diselenggarakannya RUPSLB. 2. Persetujuan korporasi Perseroan, termasuk Pemegang Saham dan Dewan Komisaris sehubungan dengan Rencana Penambahan Maksud dan Tujuan Usaha.

IV. PELAKSANAAN RAPAT UMUM PEMEGANG SAHAM LUAR BIASA


Untuk memenuhi ketentuan dalam Anggaran Dasar Perseroan, Peraturan No.IX.E.2 dan Undang-Undang Republik Indonesia No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, pengumuman pemberitahuan RUPSLB diiklankan pada tanggal 31 Mei 2010 dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia yaitu Harian Ekonomi Neraca dan International Media. Sedangkan panggilan untuk RUPSLB akan diiklankan pada tanggal 15 Juni 2010 dalam surat kabar harian berbahasa Indonesia yaitu Harian Ekonomi Neraca dan International Media. Adapun agenda RUPS yang akan dilaksanakan adalah : Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 1. Laporan Tahunan Direksi dan Pengesahan Laporan KeuanganPerseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2009. 2. Penetapan penggunaan laba Perseroan untuk tahun buku yangberakhir pada 31 Desember 2009. 3. Pemberian wewenang kepada Direksi Perseroan untuk mengangkatAkuntan Publik Independen yang terdaftar di BAPEPAM & LK yang akan mengaudit laporan keuangan untuk tahun buku yang berakhirpada 31 Desember 2010. 4. Pemberian wewenang kepada Dewan Komisaris Perseroan untukmenetapkan gaji dan tunjangan bagi anggota Direksi Perseroan. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa : 1. Perubahan Pasal 3 anggaran dasar Perseroan mengenai maksuddan tujuan serta kegiatan usaha, dengan menambah kegiatanusaha Perseroan. 2. Memberikan otoritas bagi Perseroan/Perusahaan Anak untukmemberikan dana talangan bagi operasional Perusahaan Anak/Cucu Perseroan. RUPSLB Perseroan akan diselenggarakan pada tanggal 30 Juni 2010 pukul 10.00 WIB, bertempat di Le Meridien Hotel Jakarta Jl. Jend. Sudirman Kav.18-20, Jakarta 10220. Pemegang Saham yang berhak menghadiri RUPSLB adalah mereka yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan pada tanggal 14 Juni 2010 sampai dengan pukul 16.00 WIB. Bagi para Pemegang Saham yang sahamnya berada dalam penitipan kolektif di PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang bermaksud untuk menghadiri RUPSLB dapat mendaftarkan diri melalui anggota atau bank kustodian pemegang rekening efek pada KSEI untuk mendapatkan konfirmasi tertulis untuk RUPSLB. Pemegang Saham yang berhalangan hadir dalam RUPSLB dapat menunjuk kuasa dengan mengisi dan mengembalikan Surat Kuasa terlampir sesuai dengan petunjuk yang terdapat di dalamnya kepada Corporate Secretary di Ratu Plaza Office Tower Lantai 22, Jl.Jend.Sudirman No.9, Jakarta Pusat 10270 atau di Biro Administrasi Efek PT Ficomindo Buana Registrar Mayapada Tower 10th Floor Suite 02B, Jl. Jend Sudirman Kav. 28, Jakarta Selatan 12920, selambat-lambatnya 3 hari kerja sebelum tanggal pelaksanaan RUPSLB.

II. KETERANGAN MENGENAI RENCANA TRANSAKSI


1. Penjelasan, Pertimbangan dan Alasan Dilakukannya Penambahan Maksud dan Tujuan Usaha Perseroan Sebagai salah satu dampak dari perubahan Peraturan Perundang-undangan, secara khusus UU Minerba dan Peraturan Pelaksanaannya, Perseroan akan menambah maksud dan tujuannya yaitu untuk berusaha dalam bidang pertambangan, industri pengolahan bahan tambang, perdagangan dan kontraktor pertambangan dimana pada tahap awal akan fokus pada pertambangan khususnya pertambangan bauksit dan mineral. Pada saat ini, Perseroan belum menjalankan kegiatan usaha di bidang pertambangan, perdagangan, kontraktor maupun industri. Dengan demikian, Rencana Penambahan kegiatan usaha tersebut merupakan transaksi sebagaimana diatur dalam Peraturan IX.E.2. Pertimbangan dan Alasan Perseroan melakukan penambahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha adalah sebagai berikut : - Perseroan melalui Perusahaan Anaknya yaitu HPAM dan KUTJ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan mineral, khususnya bauksit. Pada saat ini, Perseroan secara konsolidasi memiliki IUP sebesar 293.080 Ha, dimana sebesar 112.000 Ha merupakan IUP yang dimiliki oleh Perseroan, yang terdiri dari IUP eksplorasi dan IUP operasi produksi, masing-masing sebesar 62.190 Ha dan 49.810 Ha. Sebesar 49.810 Ha kepemilikan IUP ini sebagai dampak dari pengalihan IUP yang dimiliki oleh HPAM, yang harus dialihkan mengingat luasan kepemilikannya dibatasi menurut UU Minerba, yakni dengan jumlah maksimum 25.000 Ha. Kecuali untuk perusahaan terbuka, jumlah luasan dapat menjadi lebih besar mengingat diperkenankannya kepemilikan lebih dari 1 (satu) WIUP. - IUP yang dimiliki oleh Perseroan saat ini belum dieksploitasi. Dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan diharapkan akan memasuki tahap eksploitasi/operasi produksi. Dengan demikian diharapkan dapat memberikan kontribusi pendapatan dan laba bagi Perseroan yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh Pemegang Saham Perseroan. - Perseroan dapat melakukan diversifikasi usaha sehingga pendapatan Perseroan tidak hanya tergantung pada hasil investasi dan sewa dump truck tetapi diharapkan dapat mendukung kinerja keuangan Perseroan untuk menghasilkan pendapatan yang lebih stabil dan berkesinambungan bagi Perseroan di masa yang akan datang yang pada akhirnya dapat memberikan nilai tambah bagi seluruh Pemegang Saham Perseroan. - Perseroan dapat merencanakan industri pengolahan bauksit dimana bauksit sebagai bahan baku dalam pembuatan alumunium sampai saat ini masih terbatas pelakunya. Hal ini mengingat untuk pembuatan industri pengolahan bahan-bahan tambang dibutuhkan investasi dengan nilai yang cukup besar. Disamping itu, adanya rencana pembatasan oleh Pemerintah mengenai larangan ekspor atas bahan tambang dalam bentuk mentah, sehingga diperlukan pengolahan lebih lanjut atas hasil pertambangan guna memberikan nilai tambah bagi Indonesia.

2. Ketersediaan Tenaga Ahli Untuk mendukung pengembangan operasional Perseroan, selain manajemen, Perseroan akan mencari tenaga ahli-ahli di bidangnya sejalan dengan rencana eksplorasi dan eksploitasi yang akan dilakukan. Hal ini dapat pula dilakukan dengan melakukan kerjasama dengan Perusahaan Anak yang telah lebih dahulu memulai usaha di bidang pertambangan bauksit dan saat ini telah memiliki tenaga ahli yang memadai. 3. Penjelasan Tentang Pengaruh Rencana Penambahan Maksud dan Tujuan Usaha pada Kondisi Keuangan Perseroan. Jika rencana ini telah menjadi efektif, maka Perseroan akan memiliki tambahan usaha baru, untuk tahap awal Perseroan akan fokus pada penambahan kegiatan usaha pertambangan bauksit. Berdasarkan proyeksi keuangan proyek penambahan kegiatan usaha Perseroan yang disiapkan oleh manajemen untuk tahun 2012 - 2030, dalam periode tersebut dari kegiatan usaha pertambangan diharapkan dapat memberikan kontribusi laba bersih kepada Perseroan rata-rata sebesar Rp 181.603.993.000,- per tahun. 4. Ringkasan Laporan Studi Kelayakan Rencana Penambahan Kegiatan Usaha Utama oleh Penilai Publik Independen. Sehubungan dengan Rencana Penambahan Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha Utama, Perseroan telah menunjuk KJPP STH sebagai penilai publik independen untuk melakukan penyusunan studi kelayakan dan memberikan pendapat atas kelayakan Penambahan Maksud dan Tujuan serta Kegiatan Usaha Utama Perseroan. Studi Kelayakan ini dibuat dalam rangka memenuhi ketentuan sesuai Surat Keputusan Ketua BAPEPAM-LK No. Kep-413/BL/2009 tertanggal 25 Nopember 2009 (Peraturan IX.E.2) tentang Transaksi Material dan Perubahan Kegiatan Usaha Utama. Dalam melaksanakan penugasan tersebut, KJPP STH melakukan analisa kelayakan usaha didasarkan pada proyeksi keuangan sesuai rencana penambahan maksud dan tujuan serta kegiatan usaha utama Perseroan dari sebelumnya bergerak di bidang investasi pertambangan ditambah dengan bidang usaha pertambangan, industri pengolahan bahan tambang, perdagangan dan kontraktor pertambangan, melalui perolehan IUP untuk tambang bauksit. Berikut adalah ringkasan laporan Studi Kelayakan yang disampaikan oleh KJPP STH berdasarkan laporannya File No. STH-2010-129-SF tanggal 29 Mei 2010. V. INFORMASI TAMBAHAN Analisa Kelayakan Usaha Analisa kelayakan usaha Perseroan dihitung dari kelayakan investasi Perseroan atas Apabila terdapat hal-hal yang kurang jelas dari Informasi kepada Pemegang Saham ini IUP Operasi Produksi Simpang Dua berdasarkan proyeksi keuangan sesuai dengan atau apabila Pemegang Saham menginginkan informasi tambahan, para Pemegang rencana penambahan kegiatan usaha utama Perseroan, khususnya pertambangan Saham dipersilahkan menghubungi : bauksit dari sebelumnya bergerak di bidang investasi ditambah dengan bidang usaha Corporate Secretary pertambangan, industri pengolahan bahan tambang, perdagangan dan kontraktor PT Cita Mineral Investindo Tbk pertambangan, melalui perolehan IUP eksplorasi dan operasi produksi. Ratu Plaza Office Tower Lantai 22 Untuk mengevaluasi kelayakan investasi Perseroan digunakan dua tolok ukur kelayakan Jalan Jend.Sudirman No.9, Jakarta Pusat 10270 utama, yaitu Net Present Value (NPV) dan Financial Internal Rate of Return (FIRR), Telp : (021) 725 1344 Faksimili : (021) 728 01978 yang didasarkan pada proyeksi nilai kini arus kas bersih hingga tahun 2030.

Ukuran : 8 kolom x 210 mm Media : Neraca Tgl Muat : Senin, 31 Mei 2010 File: CMI-Terbuka-Mei10 (Neraca)/P4