Anda di halaman 1dari 20

Askep HDR

Rabu, 20 Juli 2011


askep hipertensi

KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahNya, sehingga penulisan makalah ini dapat menyelesaikan makalah ini dengan judulASUHAN KEPEREWATAN HIPERTENSI Penulis menyadari, bahwa penulisan makalah ini dapat diselesaikan dengan baik karena bantuan, bimbingan serta arahan dari dosen pembimbing Ns.MAILINDA .Dan penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman memberikan dukungaan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik.penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak memiliki kelemahan dan kekurangan.untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun

Pariaman 17 juni 2011 Penulis

DAFTAR ISI

Kata pengantar Daftar isi BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang.. 1.2 Perumusan masalah . 1.3 Tujuan.. BAB II Pembahasan 1. Kajian teoritis A. Defenisi.. B. Etiologi C. Tanda dan gejala. D. Patofisiologi E. WOC F. Penatalaksanaan.. BAB III Asuhan keperawatan 2. Asuhan keperawatan pada pasien hipertensi

A. Pengkajian B. Analisa data... C. Diagnosa BAB IV Penutup 1. Kesimpulan 2. Saran Daftar Pustaka

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Hipertensi merupakan penyakit yang makin banyak dijumpai di Indonesia, terutama di kota besar. Di negara industri, hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama. Di Indonesia hipertensi juga merupakan masalah kesehatan yang sangat perlu diperhatikan oleh dokter, perawat, serta tim kesehatan lainnya yang berkeja pada pelayanan kesehatan primer, karena angka prevalensinya yang tinggi akibat jangka panjang yang ditimbulkannya Berdasarkan penyebabnya hipertensi dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer meliputi lebih kurang 90% dari seluruh pasien hipertensi dan 10% lainnya disebabkan oleh hipertensi sekunder. Hanya 50% dari golongan hipertensi sekunder dapat diketahui penyebabnya dan dari golongan ini hanya beberapa persen yang dapat diperbaiki kelainannya. Oleh karena itu upaya penanggulangan hipertensi terhadap hipertensi primer baik mengenai patogenesis maupun tentang pengobatannya. Hipertensi tidak boleh dianggap penyakit yang ringan karena jika terlambat memberikan pertolongan penyakit ini akan merenggut nyawa penderita

1.2 Perumusan Masalah Kajian teoritis Perjalanan penyakit/WOC Asuhan Keperawatan hipertensi

1.3 Tujuan

Untuk mengetahui kajian teoritis hipertensi Untuk mengetahui asuhan keperewatan Hipertensi Untuk memenuhi tugas Dewasa IV kardiovaskuler

BAB II PEMBAHASAN

1.Kajian Teoritis A.Defenisi Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg.( Bunner &sudart, 2002:897) Hipertensi adalah didefinisikan oleh (JHC) sebagai tekanan yang lebih tinggi 140/90 mmHg dan diklasifikasikn sesuai derajat keparahannya, mempunyai rentang dari tekanan darah normal, tinggi sampai hipertensi maligman (Doengoes, 1999: 39) Menurut WHO (1978) batas tekanan darah yang masih dianggap normal adalah 140/90 mmHg dan tekanan darah sama dengan atau di atas 160/95 mmHg dinyatakan sebagai hipertensi. Hipertensi adalah peningkatan tekana darah di atas normal yaitu bila tekanan sistolik (atas) 140 mmHg atau lebih dan tekanan diastolic (bawah) 90 mmHg atau lebih B.Etiologi Berdasarkan etiologinya hipertensi dapat dibedakan mejadi 2 golongan yaitu: a. Hipertensi primer/esensial Belum diketehui penyebabnya.beberapa faktor yang diduga berkaitan dengan berkembangnya hipertensi esensial berikut ini a.genetik b.jenis kelamin: laki-laki usia 30-50,wanita pasca monopouse c.diet:tinggi garan atau lemak d.berat badan dan gaya hidup

b. Hipertensi sukunder Etiologi sekunder pada umunya di ketahui.berikut ini beberapa kondisi yang menjadi penyebab terjadinya hipertensi 1. .penggunaan kontrasepsi hormonal oral kontrasepsi yang berisi estogen dapat menyebabkan hipertensi melalui mekanisme renin aldosteron mediated volume expansion .dengan penghentian oraal kontrasepsi, tekanan darah normal kembali seetelah beberapa bulan 2. Penyakit perenkim vakular ginjal

Merupakan penyebab utama hipertensi sekunder.hipertensi renovaskuler berhubungan dengan penyempitan satu atau lebih arteri besar secara langsung membawa darah ke ginjal 3. Gangguan endokrin Disfungsi medula adrenal atau korteks adrenal dapat menyebabkan hopertensi sekunder. Adrenal mediated hypertensi disebabkan kelebihan primer aldosteron, kortisol, dan katekolamin 4. Coarctation aorta Merupakan penyempitan aorta konginital yang mungkin terjadi beberapa tingkat pada aorta torrasi atau aorta abdominal. Penyempitan menghambat aliran darah melalui lengkung aorta dan mengakibatkan peningkatan tekana darah diatas area konstriksi 5. Neurogenik tumor otak, enchelophatis dan gangguan psikiatrik 6. Kehamilan 7. Luka bakar 8. Peningkatan volume intra vaskular 9. Merokok Nikotin dalam rokok merangsang pelepasan katekolamin.peningkatan katekolamin menyebabkan iritabilitas miokardial, peningkatan denyut jantung dan menyebabkan vasokonstriksi, yang mana pada akhirnya meningkatan tekanan darah Klasifikasi Hipertensi Klasifikasi Normal Prehipertensi Hipertensi stage I Hipertensi stage II Tekanan sistolik (mmHg) <120 120-139 140-150 >150 Tekanan diastolik (mmHg) <80 80-89 90-99 >100

C.TANDA DAN GEJALA 1. Sakit kepala(rasa berat di tekuk) 2. Palpitasi 3. Kelelahan

4. Nausea 5. Vomiting 6. Anseitas 7. Keringat belebihan 8. Tremor otot 9. Nyeri dada 10. Epitaksis 11. Pandangan kabur 12. Tinintus(telinga berdenging)

D.PATOFISIOLOGI Mekanisme yang mengontrol konstriksi dan relaksasi pembuluh darah terletak dipusat vasomotor, pada medulla diotak. Dari pusat vasomotor ini bermula jaras saraf simpatis, yang berlanjut ke bawah ke korda spinalis dan keluar dari kolumna medulla spinalis ganglia simpatis di toraks dan abdomen. Rangsangan pusat vasomotor dihantarkan dalam bentuk impuls yang bergerak ke bawah melalui sistem saraf simpatis ke ganglia simpatis. Pada titik ini, neuron preganglion melepaskan asetilkolin, yang akan merangsang serabut saraf pasca ganglion ke pembuluh darah, dimana dengan dilepaskannya noreepineprin mengakibatkan konstriksi pembuluh darah. Berbagai faktor seperti kecemasan dan ketakutan dapat mempengaruhi respon pembuluh darah terhadap rangsang vasokonstriksi. Individu dengan hipertensi sangat sensitive terhadap norepinefrin, meskipun tidak diketahui dengan jelas mengapa hal tersebut bisa terjadi.

Pada saat bersamaan dimana sistem saraf simpatis merangsang pembuluh darah sebagai respons rangsang emosi, kelenjar adrenal juga terangsang, mengakibatkan tambahan aktivitas vasokonstriksi. Medulla adrenal mensekresi epinefrin, yang menyebabkan vasokonstriksi. Korteks adrenal mensekresi kortisol dan steroid lainnya, yang dapat memperkuat respons vasokonstriktor pembuluh darah. Vasokonstriksi yang mengakibatkan penurunan aliran ke ginjal, menyebabkan pelepasan rennin. Rennin merangsang pembentukan angiotensin I yang kemudian diubah menjadi angiotensin II, suatu vasokonstriktor kuat, yang pada gilirannya merangsang sekresi aldosteron oleh

korteks adrenal. Hormon ini menyebabkan retensi natrium dan air oleh tubulus ginjal, menyebabkan peningkatan volume intra vaskuler. Semua faktor ini cenderung mencetuskan keadaan hipertensi . Untuk pertimbangan gerontology. Perubahan struktural dan fungsional pada sistem

pembuluh perifer bertanggung jawab pada perubahan tekanan darah yang terjadi pada usia lanjut. Perubahan tersebut meliputi aterosklerosis, hilangnya elastisitas jaringan ikat dan penurunan dalam relaksasi otot polos pembuluh darah, yang pada gilirannya menurunkan kemampuan distensi dan daya regang pembuluh darah. Konsekuensinya, aorta dan arteri besar berkurang kemampuannya dalam mengakomodasi volume darah yang dipompa oleh jantung ( volume sekuncup ), mengakibatkan penurunan curang jantung dan peningkatan tahanan perifer ( Brunner & Suddarth, 2002 ).

KOMPLIKASI 1. Stroke 2. Gagal ginjal 3. Kebutaan 4. Gagal jantung

F. PENATALAKSANAAN 1.penatalaksanaan keperawatan Diet rendah lemak Diet rendah garam natrium benzoat, monosodium glutamat, Hindari makanan daging kambing, buah durian, minuman beralkohol Lakukan olahraga secara teratur Hentikan kebiasan merokok (minum kopi) Menjaga kestabilan BB tapi unutk hipertensi yang di sertai kegemukan Menghindari stress dan gaya hidup yang lebih santai (Wijaya Kusuma, 2004: 11)

2.penatalaksanan medis

Pengobatan hipertensi sekunder lebih mengutamakan pengobatan kasual. Pengobatan hipertensi primer ditujukan untuk menurunkan tekanan darah dengan hartapan memperpanjang umur dan mengurangi komplikasi.

Upaya menurunkan tekana darah dicapai denga menggunakan obat anti hipertensi selain dengan perubahan gaya hidup.

Pengobatan hipertensi primer adalah pengobatan jangka panjang dengan kemungkinan besar untuk seumur hidup.

Pengobatan penggunaan obat golongan diuretic, penyekat beta antagonis kalsium, dan penghambat enzim koversi angiotensin (penghambat ACE) merupakan anti hipertensi yang sering digunakan.

BAB III ASUHAN KEPERAWATAN

3 . ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN HIPERTENSI A.PENGKAJIAN Pengkajian pada pasien hipertensi a. Aktivitas/ Istirahat Gejala : kelemahan, letih, nafas pendek, gaya hidup monoton. Tanda :Frekuensi jantung meningkat, perubahan irama jantung, takipnea.

b. Sirkulasi Gejala :Riwayat Hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung koroner/katup dan penyakit cebrocaskuler, episode palpitasi. Tanda :Kenaikan TD, Nadi denyutan jelas dari karotis, jugularis,radialis, tikikardi, murmur stenosis valvular, distensi vena jugularis,kulit pucat, sianosis, suhu dingin (vasokontriksi perifer) pengisiankapiler mungkin lambat/ bertunda.

c. Integritas Ego Gejala :Riwayat perubahan kepribadian, ansietas, factor stress multiple(hubungan, keuangan, yang berkaitan dengan pekerjaan. Tanda :Letupan suasana hat, gelisah, penyempitan continue perhatian,tangisan meledak, otot muka tegang, pernafasan menghela, peningkatan pola bicara.

d. Eliminasi Gejala : Gangguan ginjal saat ini atau (seperti obstruksi atau riwayatpenyakit ginjal pada masa yang lalu).

e. Makanan/cairan Gejala: Makanan yang disukai yang mencakup makanan tinggi garam, lemak serta kolesterol, mual, muntah dan perubahan BB akhir akhir ini(meningkat/turun) Riowayat penggunaan diuretic Tanda: Berat badan normal atau obesitas,, adanya edema, glikosuria.

f.

Neurosensori

Genjala: Keluhan pening pening/pusing, berdenyu, sakit kepala,subojksipital (terjadi saat bangun dan menghilangkan secara spontansetelah beberapa jam) Gangguan penglihatan (diplobia, penglihatan kabur,epistakis). Tanda: Status mental, perubahan keterjagaan, orientasi, pola/isi bicara,efek, proses piker, penurunan keuatan genggaman tangan.

g. Nyeri/ ketidaknyaman Gejala: Angina (penyakit arteri koroner/ keterlibatan jantung),sakitkepala.

h. Pernafasan Gejala: Dispnea yang berkaitan dari kativitas/kerja takipnea,ortopnea,dispnea, batuk dengan/tanpa pembentukan sputum, riwayat merokok. Tanda: Distress pernafasan/penggunaan otot aksesori pernafasan bunyinafas tambahan (krakties/mengi), sianosis. i. Keamanan Gejala: Gangguan koordinasi/cara berjalan, hipotensi postural. Tanda :episode parastesia unilateral transien

Pengkajian berdasarkan kasus KASUS

Tuan A berumur 55 tahun datang kerumah sakit RSUD Pariaman dengan keluhan nyeri berdenyut pada kepala,terjadi pada saat bangun dan hilang secara spontan setelah beberapa waktu

berdiri,pusing serasa ingin muntah,leher terasa berat saat di tekuk, dada terasa sesak, cemas,rasa tidak nyaman saat bergerak Identitas pasien Nama Umur Tempat/tgl lahir Suku/bangsa Status perkawinan Agama Pendidikan Alamat Tanggal/waktu datang Orang yang dapat dihubungi Diterima dari Riwayat kesehatan RKS: keluhan nyeri berdenyut pada kepala,terjadi pada saat bangun dan hilang secara spontan setelah beberapa waktu berdiri,pusing serasa ingin muntah,leher terasa sakit saat di tekuk, dada terasa sesak, cemas,rasa tidak nyaman saat bergerak RKD :pasien sudah 1 tahun mengalami hal ini RKK :ada keluarga pasien yang yang menderita penyakit hipertensi

B.ANALISA DATA Data DO Td 150/90 Palpitasi Kapilari 3dtk Nadi denyutan refil > DS Pasien mengatakan -sesak dada -keringat berlebihan -cemas pada peningkatan vasokonstriksi, miokard, ventricular afterload, penurunan curah jantung iskemia hipertropi Etiologi Problem/masalah

jelas dari karotis, jugularis,radialis, takikardi

Kekuatan pasien lemah

otot Pasien mangatakan Mudah lelah Rasa nyaman bergerak pusing tidak saat

ketidakseimbangan

antara Intoleransi aktifitas

suplai dan kebutuhan O2

Pasien kesakitan kepala

terlihat Pasien pada mengatakan terasa nyeri di kepala penglihatan kabur ,mual

peningkatan vaskulerserebral

tekenan Nyeri akut

muntah

C.Diagnosa keperawatan No Diagnosa Keperawatan 1. .Resiko tinggi terhadap penurunan curah jantung b.d peningkatan afterload, vasokonstriksi, iskemia miokard, hipertropi ventricular -Catat keberadaan, kualitas denyutan sentral dan perifer. -denyutan karotis ,jugularis, radialisoralis,mungkin teramati/terpalpasi. -Auskultasi tonus jantung dan bunyi napas. -s4 umum terdengar pada pasien hipertensi berat karena adanya hipertropi atrium -Amati warna kulit, kelembaban, suhu dan masa pengisian kapiler. Tujuan : Afterload tidak meningkat, tidak terjadi vasokonstriksi, tidak terjadi iskemia miokard -Pantau TD, ukur pada kedua tangan, gunakan -Memikirkan gambaran yang lebih Tujuan /Kriteria Hasl Intervensi Rasional

manset dan tehnik yang lengkap tepat dantekhnik yang akurat. Untuk mengetahui adanya trakles

-Untuk mengetahui adanya

dekompensasi jantung Untuk mengidentifikasi gagal jantung -Catat edema umum.

-dapat mengindikasikan gagal jantung ,kerusakan atau vaskuler

-Berikan lingkungan tenang, nyaman, kurangi aktivitas. -meningkatkan relaksasi

-Pertahankan pembatasan aktivitas seperti istirahat ditemapt tidur/kursi Bantu melakukan aktivitas perawatan diri sesuai kebutuhan -menurunkan stres dan keteganan yang mempengaruhi tekenan darah dan perjalanan penyakit hipertensi

-Lakukan tindakan yang nyaman spt pijatan punggung dan leher -mengurangi ketidak nyamanan dan dapat menurukan

rangsangan saraf -Anjurkan tehnik relaksasi, panduan imajinasi, aktivitas pengalihan -menurunkan rangsangan yang menimbulkan stres -Pantau respon terhadap obat untuk mengontrol tekanan darah -Mengetahui respon pada terapi obat simpatis

Kolaborasi: untuk pemberian obatobatan sesuai indikasi

Menurunkan tekanan darah pasien

Intoleransi aktifitas b.dkelemahan umum, ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan O2

Menunjukkan penurunan dalam tanda tanda intoleransi fisiologi

-Kaji respon pasien terhadap aktivitas

-Membantu dalam mengkaji respon fisiologi terhadap stres aktifitas -Membantu

-Intruksikan pasien tentang teknik hemat energi

keseimbangan anttara suplai dan kebutuhan O2

Nyeri akut b.d peningkatan tekenan vaskulerserebral

Nyeri berkurang/ terkontrol

-Mempertahankan

-Meminimalkan

tirah baring selama fase stimulus akut meningkatkan relaksasi

-Menurunkan - Beri tindakan non farmakologi untuk menghilangkan sakit kepala misal : kompresdingin tekanan vaskuler serebral

-Meminimalkan aktifitas vasokontriksi yang dapat meingkatkan sakit kepala -Agar tidak terjadi sakit kepala

-Berikan cairan ,makanan lunak perawatan mulut yang teratur bila terjadi perdarahan hidung atau kompres hidungtela dilakukan untuk menghentikan perdarahan -Meningkatkan kenyamanan

Kolaborasi Berikan analgesik sesuai indikasi

Menurunkan nyeri/ransangan system saraf

BAB IV PENUTUP

1.Kesimpulan

Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya diatas 140 mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90 mmHg.( Bunner &sudart, 2002:897) menurut penyebabnya hipertensi terbagi 2 yaitu hipertensi primer /esensial dan hipertensi sekunder.hal ini lah yang mengakibatkan penurunnan curah jantung sehingg jantung di paksa utuk bekerja dengan kuat. Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak menimbulkan gejala; meskipun secara tidak sengaja beberapa gejala terjadi bersamaan dan dipercaya berhubungan dengan tekanan darah tinggi (padahal sesungguhnya tidak). Gejala yang dimaksud adalah sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang bisa saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.Pengelolaan hipertensi bertujuan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskuler yang berhubungan dengan pencapaian dan pemeliharaan tekanan darah dibawah 140/90 mmHg

2.Saran Penulis menyadari dalam penulisan dan pembahasan makalah ini banyak ditemui kesalahan dan kekurangan baik dari penulisan dan pembahasan dikarenakan penulis masih dalam proses pembelajaran,penulis menerima dengan lapang dada saran dan tanggapan dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini,dan penulis juga berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca dan penulis nantinya 3.kumpulan pertanyaan/jawaban Apa hubungannya hipertensi tentang nyeri dada Jawabannya: Bagaimana gulai kambing bisa menyebabkan hipertensi Jawabannya: DAFTAR PUTAKA

Brunner & Suddarth. Buku Ajar : Keperawatan Medikal Bedah Vol 2, Jakarta, EGC, 2002 Doengoes Marylin, E. 2000, Rencana ASUHAN KEPERAWATAN Pedoman Untuk Perencaan dan Pendokumetasian Alih Bahasa I Made Kariasa, dkk. Edisi 3 : EGC, Jakarta.

Wijaya Kusuma H. Pembuluh Darah. Dkk. 2004. Ramuan Tradisonal Untuk Pengobatan Darah Tinggi. Swadaya : Jakarta. Arief mutaqin.Asuhan Keperawatan Klien Dengan Gangguan sistem Kardiovaskular.Selemba Medika.2009 Wajan Juni Udjianto.Keperawatan Kardiovaskuler.Selemba Medika,2010 http://solusihipertensi.com/askep-hipertensi.html