Anda di halaman 1dari 1

Ada faktor tak terkendali dalam membuat hubungan evolusioner dengan cara mengevaluasi tingkat kemiripan.

Tidak semua kemiripan diwariskan dari nenek moyang yang sama. Spesies dari cabang evolusi yang berbeda bis saja pada kenyataannya sama satu sama lain jika mereka memiliki peranan lingkungan yang mirip dan seleksi alam telah membentuk adaptasi yang analog. Hal ini disebut sebagai evolusi konvergen, dan kemiripan akibat konvergensi disebut dengan analogi. Contohnya adalah sayap insekta dan sayap burung, misalnya adalah organ terbang analog yang berevolusi secara independen dan dibangun dari struktur yang berbeda secara keseluruhan. Evolusi konvergen juga menghasilkan kemiripan analog antara marsupial Australia tertentu dengan hewan berplasenta yang mirip dan telah berevolusi secara independen pada benua lain. Selain itu ada pula peristiwa yang dinamakan homoplasi. Peristiwa ini adalah peristiwa yang bertumpu dari adanya kemiripan bentuk anatomic, tetapi tidak diwariskan dari bentuk yang sama dari nenek moyang yang menurunkannya. Homoplasi terbagi menjadi dua, yakni homoplasi yang sepenuhnya analogi dan homologi tetapi tidak analogi. Contonhya adalah anggota depan manusia dengan anjing dan paru-paru vertebrata dengan gelembung udara pada ikan. Studi tentang anatomi perbandingan memungkinkan kita untuk memperoleh petunjuk ada atau tidaknya evolusi. Sebaagai contoh ialah tulang-tulang anggota tubuh bagian depan dari vertebrata. Organ-organ tersebut berasal dari bentuk primitif yang sama, tetapi kemudian menjadi berbeda karena disesuaikan dengan fungsinya. Contoh yang lain ialah ular. Hewan ini tidak berkaki, tetapi jika diperhatikan ternyata pada bagian pangkal bagian tubuhnya memperilhatkan adanya sisa-sisa anggota tubuh. Hilangnya anggota tubuh ular, mungkin karena tidak dipergunakan untuk menjalankan fungsinya hingga akhirnya menyusut.