Anda di halaman 1dari 21

REPRODUKSI PADA HEWAN DAN MANUSIA

Reproduksi Aseksual
Tidak ada pertemuan sperma dan ovum (fertilisasi)

Pembentukan tunas pada Hydra

Fragmentasi pada cacing Planaria

Pembelahan biner (membelah diri menjadi 2) pada Amoeba

Reproduksi Seksual
Terjadi pertemuan sperma dan ovum (fertilisasi) : Eksternal Internal

Head Intestine Ovary

Eggs

Fertilisasi katak berlangsung eksternal di dalam air

Reproduksi pada Manusia

Alat Reproduksi pada Laki-laki

Bladder (excretory system)

Seminal vesicle (behind bladder)

Prostate gland Bulbourethral gland Urethra Erectile tissue of penis Vas deferens Epididymis Testis Glans of penis Scrotum

Vesika seminalis Rectum (digestive system) Vas deferens Saluran ejakulatori Kelenjar prostate Kelenjar Bulbourethral (Cowper) Vas deferens Epididymis Testis Scrotum

Kandung kemih

Tulang pubis Jaringan erektil

Urethra Penis

Prepuce

Fungsi organ
Testis
Tempat pembentukan sperma. Tempat pembentukan sperma dalam testis = tubulus seminiferus

Epididimis

Tempat penyimpanan dan pematangan sperma

Vas deferens

Untuk menyimpan spermatozoa sampai berbulan-bulan dan mendorong sperma tersebut menuju ductus ejakulatorius dan urethra sewaktu ejakulasi

Skrotum
Penis

Kulit pembungkus testis

Organ kopulasi, alat bersetubuh

Kelenjar Tambahan
Vesica seminalis
mengsekresi cairan yg banyak mengandung fruktosa dan vitamin, kental dan bersifat alkalis. Menyumbangkan 2/3 bagian dari cairan pada air mani

Kelenjar prostat

mengsekresi cairan yg mengandung phospholipid, garam alkalis (menetralisir asam yg ada pada uretra dan vagina) ke dalam urethra

Kelenjar bulbourethra (Cowper)

menghasilkan lendir yg bersifat alkalis

Alat Reproduksi Perempuan

Ovaries

Oviduct

Corpus luteum Follicles Uterus Wall of uterus Endometrium (lining of uterus)

Cervix (neck of uterus)

Vagina

Oviduct Ovary

Uterus
Rectum (digestive system) Cervix Bladder (excretory system) Pubic bone Urethra (excretory system) Klitoris

Vagina
Bartholins gland

Labia minora Labia majora Vagina

Fungsi organ
Ovarium
1. 2. Menghasilkan ovum (oogenesis) Memproduksi hormon seks wanita (estrogen dan progesteron)

Oviduct/ tuba falopii

Mentransfer ovum dari ovarium menuju uterus Tempat pertemuan sperma dan ovum (fertilisasi)

Uterus/ rahim

Terdiri dari : 1. lap.luar (epimetrium) 2. Lap.tengah (myometrium) : tertebal, mendorong bayi keluar sewaktu persalinan 3. Lap.terluar (mukosa) : diluluhkan sewaktu menstruasi Fungsi : 1. Tempat terjadinya menstruasi 2. Tempat implantasi ovum dan berkembang menjadi janin 3. Mengeluarkan janin selama persalinan

Vagina

1. 2. 3.

Alat bersetubuh (menerima penis) Jalan lahir pada persalinan Saluran keluar darah menstruasi

Labia mayora

Homolog dengan scrotum

Labia minora

sedikit kelenjar keringat

Klitoris

organ erektil, banyak mengandung saraf sensoris, dapat terangsang dan mengeras bila tersentuh (homolog dgn penis)

Kelenjar Bartolin

homolog dgn kelenjar bulbouretra (menghasilkan lendir yg bersifat alkalis)

Gametogenesis (pembentukan gamet)

Produksi sperma dipengaruhi oleh FSH dan LH. FSH = merangsang dimulainya spermatogenesis LH = merangsang perkembangan sifat kelamin sekunder merangsang sel Leydig untuk menyekresikan testosteron Sel Leydig = menghasilkan testosteron Sel Sertoli = memberi nutrisi spermatozoa

Bagian-bagian sperma

1. Kepala : inti sel (mengandung kromatin), akrosom : mengandung enzim hyalurodinase dan akrosin (mencerna bagian membran ovum)
2. Leher : sepasang sentriol tempat melekatnya flagela 3. Bagian tengah : terdapat mitokondria (menghasilkan ATP untuk pergerakan flagela) 4. Ekor : berupa flagela (panjang 60 mikron), memungkinkan sperma melaju ke segala arah

Oogenesis

Siklus Menstruasi

Fase pra ovulasi

FSH
Oosit primer Oosit sekunder

Folikel de Graaf (memproduksi estrogen)

Badan polar pertama

Fertilisasi (pembuahan)

(dipengaruhi LH)

Ovulasi

Badan polar kedua

Ootid Tidak ada fertilisasi

Ket : FSH = Folikel Stilmulating Hormon LH = Luteinizing Hormon

OVUM

MENSTRUASI

Hormon yang mempengaruhi menstruasi


FSH Folikel de Graaf Estrogen

Ovulasi

LH
Corpus luteum terbentuk Estrogen & progesteron

Fase pasca ovulasi

Corpus luteum atrophi (menciut)

LH dan FSH

Tidak terjadi pembuahan

Estrogen & progesteron

Fase menstruasi

MENSTRUASI

(1)

CONTROL BY HYPOTHALAMUS Hypothalamus Releasing hormone Anterior pituitary FSH LH

Inhibited by combination of estrogen and progesterone Stimulated by high levels of estrogen

(2)

PITUITARY HORMONES IN BLOOD

LH peak triggers ovulation and corpus luteum formation

LH FSH FSH LH

(3) OVARIAN CYCLE

Growing follicle

Mature follicle

Ovulation

Corpus luteum

Degenerating corpus luteum

Pre-ovulatory phase
Estrogen

Post-ovulatory phase Progesterone and estrogen

(4) OVARIAN HORMONES


IN BLOOD

Estrogen
Progesterone Estrogen Progesterone and estrogen

(5) MENSTRUAL CYCLE


Endometrium

Menstruation

Days