Anda di halaman 1dari 6

1

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Sumber daya manusia merupakan faktor yang penting di dalam suatu organisasi, karena dalam menjalankan suatu teknologi atau menjalankan suatu kegiatan diperlukan kemampuan, tenaga dan ketrampilan dari sumber daya manusia agar hasilnya bisa maksimal. Di dalam suatu perusahaan atau organiasi terdapat berbagai macam individu yang berbeda latar belakangnya baik dari segi pendidikan, pengalaman, jenis kelamin, tingkat pengeluaran, kebutuhan, harapan, status, dan sebagainya sehingga pemimpin organisasi atau perusahaan harus mampu mengelola dan memanfaatkan agar sesuai dengan tujuan perusahaan. Setiap individu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dan tidak terbatas sedangkan alat pemenuh kebutuhannya terbatas. Begitu juga dengan motivasi seseorang, orang melakukan sesuatu untuk memenuhi tujuan dan kebutuhannya. Menurut Griffin (2004:38) motivasi adalah sekelompok faktor yang menyebabkan individu berperilaku dalam cara-cara tertentu. Motivasi juga penting dalam dunia kerja agar seseorang bekerja sesuai dengan tujuan perusahaan. Ernest J. McCormick mendefinisikan motivasi kerja sebagai kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara perilaku yang berhubungan dengan lingkungan kerja (Mangkunegara, 2007b:94). Motivasi kerja menurut Martoyo (2000:164) adalah sesuatu yang menimbulkan dorongan atau semangat kerja. Motivasi selain berasal dari dalam diri juga bisa dipengaruhi dari luar misalnya saja perusahaan memberikan bonus bagi karyawan agar semangat kerja karyawan meningkat. Perusahaan memberikan fasilitas dan kesempatan yang sama bagi karyawan untuk berprestasi atau menunjukkan kemampuannya. Seseorang menginginkan kemampuan atau ketrampilannya agar dihargai oleh orang lain karena itu mereka menunjukkannya dengan bekerja sebaik-baiknya. Menurut Sofyandi (2007:108) menyebutkan kebutuhan akan berprestasi adalah

dorongan untuk melampaui dalam mencapai sesuatu kaitannya dengan suatu standar tertentu, berusaha untuk mencapai keberhasilan. Di dalam kehidupan berorganisasi pemimpin memiliki peranan yang penting dalam mencapai tujuan perusahaan. Pimpinan dalam menjalankan kegiatannya tidak dapat bekerja sendiri melainkan membutuhkan bantuan dari orang lain. Menjalin hubungan baik dengan rekan kerja atau bawahan itu perlu karena dalam bekerja kita pastinya akan berinteraksi dengan orang lain baik sesama rekan kerja, bawahan maupun atasan kita. Hal tersebut juga merupakan salah satu kebutuhan manusia yaitu untuk berinteraksi dengan orang lain karena manusia tidak dapat hidup sendiri. Menurut Mc.Clelland dalam Sofyandi (2007:108) menjelaskan bahwa kebutuhan berafiliasi adalah hasrat untuk bersahabat, dan memiliki hubungan yang akrab dengan sesama. Griffin (2004:44) mendefinisikan kebutuhan akan afiliasi adalah keinginan untuk ditemani dan diterima oleh manusia lain. Berhubungan dengan orang lain itu saling mempengaruhi dan dipengaruhi. Keinginan untuk menjadi seorang pemimpin atau untuk menjadi orang yang berpengaruh pada tiap orang berbeda-beda. Hasibuan (2007:146) power motivation yaitu dorongan yang dapat mengendalikan suatu keadaan. Jika tujuan atau kebutuhan seseorang tersebut tercapai maka orang tersebut akan merasa puas, begitu juga dengan karyawan yang kebutuhannya dipenuhi baik oleh perusahaan maupun lingkungannya maka ia akan merasa puas dalam bekerja. Kepuasan kerja adalah keadaan emosional karyawan dimana terjadi ataupun tidak terjadi titik temu antara nilai balas jasa kerja karyawan dari perusahaan/organisasi dengan tingkat nilai balas jasa yang memang diinginkan oleh karyawan yang bersangkutan (Martoyo 2000:143). Kreitner (2005:271) mendefinisikan kepuasan kerja adalah suatu efektifitas atau respons emosional terhadap berbagai aspek pekerjaan. Motivasi yang berbeda-beda dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhannya inilah yang menyebabkan ukuran kepuasan kerja seseorang satu sama lain juga berbeda. Perbedaan inilah yang menimbulkan masalah dalam dunia kerja baik dengan perusahaan maupun dengan sesama karyawan. Setiap perusahaan pasti pernah memiliki masalah baik dengan karyawannya, lingkungan maupun dengan stakeholder. Seperti halnya dengan PT PG Krebet Baru

yaitu perusahaan yang bergerak dalam bidang agro industri dengan memproduksi gula. Karyawan bagaian tanaman memiliki peranan penting dalam menyediakan serta menjaga mutu bahan baku, melancarkan kegiatan produksi dan memelihara gedung serta fasilitas lain yang dibutuhkan untuk kelancaran proses produksi. Karyawan tetap bagian tanaman sebagian besar bekerja di lapangan yang selalu berinteraksi dengan orang lain. Kurang dihargainya kemampuan seseorang dalam bekerja oleh rekan kerja lain memimbulkan ketidak puasan terhadap rekan kerja. Berdasarkan latar belakang di atas maka peneliti ingin membuktikan pengaruh motivasi kebutuhan karyawan terhadap kepuasan kerja sehingga peneliti mengambil judul Pengaruh Motivasi Kebutuhan berprestasi, Motivasi Kebutuhan Afiliasi dan Motivasi Kebutuhan Kekuasaan terhadap Kepuasan Kerja (studi pada karyawan tetap bagian tanaman PT PG Krebet Baru Bululawang Malang).

B. Rumusan Masalah Menurut Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Negeri Malang (2010:16) perumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Berdasarkan latar belakang di atas, maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
1. Apakah ada pengaruh positif antara motivasi kebutuhan berprestasi (Need

for Achievement) secara parsial terhadap kepuasan kerja pada karyawan tetap bagian tanaman di PT PG Krebet Baru?
2. Apakah ada pengaruh positif antara motivasi kebutuhan afiliasi (Need for

Affiliation) secara parsial terhadap kepuasan kerja pada karyawan tetap bagian tanaman di PT PG Krebet Baru?
3. Apakah ada pengaruh positif antara motivasi kebutuhan kekuasaan (Need

for Power) secara parsial terhadap kepuasan kerja pada karyawan tetap bagian tanaman di PT PG Krebet Baru?
4. Apakah ada pengaruh positif antara motivasi kebutuhan berprestasi (Need

for Achievement), motivasi kebutuhan afiliasi (Need for Affiliation) dan

motivasi kebutuhan kekuasaan (Need for Power) secara simultan terhadap kepuasan kerja pada karyawan tetap bagian tanaman di PT PG Krebet Baru?
5. Variabel bebas manakah yang paling dominan mempengaruhi kepuasan

kerja pada karyawan tetap bagian tanaman di PT PG Krebet Baru? C. Hipotesis Penelitian Menurut Sugiyono (2008:93) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya(PPKI, 2010:17). Berdasarkan pada permasalahan yang telah disebut di atas, maka hipotesis alternatif yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Ha1: Ada pengaruh yang positif antara motivasi kebutuhan berprestasi (Need for Achievement) secara parsial terhadap kepuasan kerja pada karyawan tetap bagian tanaman di PT PG Krebet Baru. Ha2 : Ada pengaruh yang positif antara motivasi kebutuhan afiliasi (Need for Affiliation) secara parsial terhadap kepuasan kerja pada karyawan tetap bagian tanaman di PT PG Krebet Baru. Ha3 : Ada pengaruh yang positif antara motivasi kebutuhan kekuasaan (Need for Power) secara parsial terhadap kepuasan kerja pada karyawan tetap bagian tanaman di PT PG Krebet Baru. Ha4 : Ada pengaruh yang positif antara motivasi kebutuhan berprestasi (Need for Achievement), motivasi kebutuhan afiliasi (Need for Affiliation) dan motivasi kebutuhan kekuasaan (Need for Power) secara simultan terhadap kepuasan kerja pada karyawan tetap bagian tanaman di PT PG Krebet Baru. D. Kegunaan Penelitian Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Secara Teoritis Penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan untuk ilmu manajemen khususnya bidang manajemen sumber daya manusia yaitu untuk menguji keberlakuan teori motivasi berprestasi Mc. Clelland yaitu pengaruh motivasi

kebutuhan berprestasi (Need for Achievement), motivasi kebutuhan afiliasi (Need for Affiliation) dan motivasi kebutuhan kekuasaan (Need for Power) terhadap kepuasan kerja. 2. Secara Praktis Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada berbagai antara lain:
a. Bagi perusahaan, sebagi sumber informasi ilmiah mengenai pengaruh

motivasi kebutuhan berprestasi (Need for Achievement), motivasi kebutuhan afiliasi (Need for Affiliation) dan motivasi kebutuhan kekuasaan (Need for Power) terhadap kepuasan kerja. b. Bagi peneliti, memberikan pengetahuan dan pengalaman untuk membuktikan kebenaran suatu teori dengan praktek langsung di lapangan.
c. Bagi penelitian selanjutnya, sebagi bahan rujukan dalam penelitian yang

lebih lanjut. E. Definisi Operasional Menurut Pedoman Penelitian Karya Ilmiah Universitas Negeri Malang (2010:18) disebutkan bahwa Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati. Nazir (2009:126) menyebutkan bahwa definisi operasional adalah suatu definisi yang diberikan kepada suatu variable atau konstrak dengan cara memberikan arti, atau menspesifikasikan kegiatan, ataupun memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur konstrak atau variable tersebut. Dari pengertian tersebut maka definisi operasional dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut: (1)Motivasi Kebutuhan Berprestasi Motivasi kebutuhan akan prestasi adalah suatu dorongan pada karyawan tetap bagian tanaman PT PG Krebet Baru untuk melakukan tugas dengan sebaikbaiknya agar menjadi lebih unggul dari orang lain. (2)Motivasi Kebutuhan Afiliasi

Motivasi kebutuhan akan berafiliasi adalah suatu dorongan pada karyawan tetap bagian tanaman PT PG Krebet Baru untuk menjalin hubungan sosial dengan orang lain. (3)Motivasi Kebutuhan Kekuasaan Motivasi kebutuhan akan kekuasaan adalah suatu dorongan pada karyawan tetap bagian tanaman PT PG Krebet Baru untuk dapat mempengaruhi dan mengendalikan orang lain. (4)Kepuasan Kerja Kepuasan kerja adalah suatu bentuk perasaan dan ekspresi pada karyawan tetap bagian tanaman PT PG Krebet Baru ketika dia mampu/tidak mampu melakukan pekerjaannya.