Anda di halaman 1dari 3

1. http://tentangkanker.

com/2011/cegah-kanker-sejak-dini/

Kanker merupakan penyakit yang tidak diketahui penyebabnya secara pasti. Namun, gaya hidup tak sehat seperti merokok, diet yang tidak sehat, faktor lingkungan, obesitas, kurang aktivitas fisik, dan stres, bisa menjadi faktor peningkat risiko. Kanker itu sangat sulit diketahui penyebabnya, jadi yang kita upayakan perilaku hidup sehat, kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, saat membuka acara peringatan hari kanker sedunia di FX, Senayan, Jakarta, Minggu, 13 Februari 2011. Gaya hidup sehat tak hanya terkait dengan faktor internal tubuh, tapi juga faktor eksternal. Itulah mengapa penting pula menciptakan lingkungan sehat bebas asap rokok, dan bebas polusi. Dalam rangka mendukung pencegahan kanker di masyarakat, Kementrian Kesehatan terlibat mengawasi pangan melalui BPOM. Jadi nanti kita akan lihat apa regulasi yang akan kita keluarkan. misalnya kadar garam jangan terlalu tinggi, ujarnya. Penyakit kanker tidak bisa terlihat dengan kasat mata dan untuk mengetahuinya perlu didiagnosis dengan proses yang cukup panjang. Olehkarenanya, untuk sementara perlu meningkatkan pengetahun tentang ciri kanker. Berdasarkan estimasi WHO, faktor obesitas dan kurang aktivitas fisik menyumbangkan 30 persen risiko terjadinya penyakit kanker. Sedangkan data statistik rumah sakit dalam Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) tahun 2006 menunjukkan bahwa kanker payudara menempati urutan pertama pada pasien rawat inap (19,64 %), disusul kanker leher rahim (11,07

%), kanker hati dan saluran empedu intrahepatik (8,12%), limfoma non hodgkin (6,77%) dan leukimia (5,93%).

2. http://id.shvoong.com/medicine-and-health/medicine-history/2269416biostatik-statistika-kesehatan/ 3. http://tabanankab.bps.go.id/index.php?option=com_content&view=article&i d=125:sdki&catid=39:home&Itemid=57 Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 (SDKI12) BPS KABUPATEN TABANAN BALI Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia 2012 (SDKI12) adalah suatu survei nasional yang dirancang untuk menyajikan informasi mengenai tingkat kelahiran, kematian, keluarga berencana dan kesehatan. Survei serupa dengan SDKI juga dilaksanakan di negara-negara Amerika Latin, Asia, Afrika dan Timur Tengah. Pada umumnya pertanyaan-pertanyaan SDKI sama dengan pola DHS (Demographic and Health Surveys) internasional. Program KB nasional telah dilaksanakan di Indonesia selama lebih dari 35 tahun. Dalam usaha peningkatan kualitas pengelolaan program dibutuhkan data yang akurat dan rinci mengenai pencapaian program tersebut. SDKI bertujuan untuk memberikan masukan dalam rangka meningkatkan pengelolaan program KB nasional dan program kesehatan. SDKI12 ini mengumpulkan empat macam data, yaitu keterangan rumah tangga yang mencakup keterangan sosial dan ekonomi rumah tangga, wanita usia subur umur 15-49 tahun, pria kawin umur 15-54 tahun, dan remaja pria belum kawin umur 15-24 tahun. Keterangan rumah tangga yang dicatat antara lain nama, jenis kelamin, umur, status perkawinan, pendidikan anggota rumah tangga, dan keterangan tempat tinggal rumah tangga. Kepada wanita usia subur umur 15-49 tahun ditanyakan antara lain latar belakang responden, riwayat anak-anak yang dilahirkan, pengetahuan dan

praktek keluarga berencana (KB), kesehatan ibu dan anak, pengetahuan tentang AIDS dan penyakit menular seksual lainnya, kematian ibu, serta informasi lain yang diperlukan dalam penyusunan kebijaksanaan program KB dan kesehatan. Berbagai keterangan mengenai pria kawin dikumpulkan untuk melihat sejauh mana peran pria terhadap keluarga berencana, kehamilan, dan kesehatan reproduksi. Keterangan yang dikumpulkan, antara lain mengenai latar belakang responden, pengetahuan tentang keluarga berencana, perkawinan dan sikap terhadap perempuan, preferensi fertilitas, partisipasi dalam penanganan kesehatan, dan pengetahuan tentang AIDS dan penyakit menular seksual lainnya. Kegiatan pengumpulan data SDKI12-RP mencakup wawancara dengan sejumlah pria belum kawin umur 15-24 tahun yang dipilih secara acak. Kepada pria tersebut ditanyakan latar belakang, pengetahuan alat/cara keluarga berencana, kesehatan reproduksi, AIDS dan infeksi menular seksual lainnya, perilaku seksual, dan informasi lain yang diperlukan dalam penyusunan kebijakan pemerintah di bidang kesehatan. Pelaksanaan lapangan kegiatan SDKI dilakukan pada bulan Mei minggu ke 2 hingga Agustus minggu ke 2 tahun 2012 dan berlansung wilayah di Indonesia. 4. http://tabanankab.bps.go.id/index.php?option=com_content&view=article&i d=58&Itemid=73 5. http://sarjanakesehatanmasyarakat.blogspot.com/ BKKBN menarik sampel yang besarnya 5.000 orang yang terdiri dari akseptor KB dari suatu kabupaten tertentu dan berdasar pada data yang ada mengklasifikasikannya mengenai jenis alat kontrasepsi yang dipakai. Dari hasil perhitungan secara statistik terlihat bahwa 60% peserta menggunakan IUD. Angka 60% yang kemudian digunakan untuk menyimpulkan mengenai keadaan akseptor secara keseluruhan di kabupaten itulah yang disebut sebagai statistical inference 6. http://belibis-a17.com/2012/02/27/data-statistik-kesehatan-tentang-bayidalam-bentuk-grafik/