Anda di halaman 1dari 3

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DARI GENERASI KE GENERASI

Manajemen sumber daya manusia merupakan salah satu dari fungsi manajemen. Memiliki peranan vital dalam keberlangsungan sebuah organisasi. Mengelola manusia sebagai sumber daya bukanlah hal yang mudah, dikarenakan manusia bukanlah satuan unit yang dapat dieksploitasi sesuai kemauan dari organisasi. Pada awalnya manajemen sumber daya manusia dapat diartikan sebagai sekumpulan manusia dengan tujuan yang sama. Pengertian ini serupa dengan maksud dibentuknya sebuah organisasi. Namun seiring perkembangan zaman, pengertian manajemen sumber daya manusia terjadi penyempitan makna dan prosesnya bersifat formal. Keilmuan mengenai kinerja manusia mulai tercetus sekitar 70 tahun yang lalu oleh Frederick Winslow Taylor (1856-1915) dengan karyanya Scientific Management. Beliau menyimpulkan sebagai berikut, yaitu Teori Manajemen Klasik: Manajemen Ilmiah. Teori ini menganalisa bahwa: 1. Pekerjaan dapat dianalisa secara ilmiah 2. Pekerjaan dapat dipilih secara ilmiah 3. Pelatihan dapat memastikan pekerjaan dan pekerjanya sesuai 4. Hubungan manajemen dengan dengan pekerja harus ramah, kooperatif dan produktif Pandangan Taylor ini memiliki pengaruh besar sepanjang abad hingga masa kini. Beliau pula yang secara yang meyakini bahwa system pembayaran (atau kompensasi) dengan kinerja manusia saling berkaitan. Pandangan inilah yang kemudian menjadi dasar dalam konsep desain kerja, pengukuran kerja, dan halhal lainnya yang mengubah sifat industri.

Perkembangan selanjutnya setelah Taylor adalah sebagai berikut: Teori Organisasi Klasik (Henry Fayol) Teori Transisional (Mary Parker Follet, Chester I Barnard, dan Lyndall F Urwirck) Teori Prilaku/Psikologi Industri (Hugo Munsterberg) Ilmu Manajemen: Ilmu Kuantitatif Pendekatan Terpadu: Teori Sistem (Burns, Stalker, Rice, Trist dan Fred Emery) Pendekatan Kontingensi (Tom Burns, Henry Mintzberg, Hershey dan Blanchard)

Studi Excellence (Tom Peter dan Bob Waterman) Total Quality Management (Dr. Edward Deming)

Perkembangan keilmuan manajemen sumber daya manusia tidak lepas dari perkembangan negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang. Perang Dunia II memberikan dampak yang signifikan terhadap industri, di mana mempengaruhi tenaga kerja secara langsung. Mereka yang bekerja mulai mengenal pelatihan dan kompensasi yang sesuai sebagai imbalan dari bekerja. Pada awalnya manajemen sumber daya manusia adalah perkembangan dari manajemen personalia. Di mana manajemen personalia hanyalah mengelola karyawan hanya sebagai tenaga kerja dalam organisasi. Sedangkan manajemen sumber daya manusia, selain tata cara mengelola juga mengelola perilaku serta kompetensi dari manusia itu sendiri. Agar mencapai komposisi yang pas dalam penempatan mau pun perkembangan lainnya dalam organisasi. Melihat perkembangan manajemen sumber daya manusia sekarang, manusia telah beralih fungsi dari sumber daya menjadi modal. Maka tercetuslah istilah Human Capital Management. Di mana posisi manusia bukan lagi sebagai sumber daya melainkan menjadi aset sebuah organisasi. Ini berarti manusia menjadi penentu kesuksesan sebuah organisasi. Karyawan yang memiliki kompetensi unggul ditempatkan secara efisien dan efektif. Cara perhitungan dan pengelolaannya sama seperti perhitungan aset dalam bentuk financial. Antara manusia akan timbul kompetisi. Jiwa kompetitif dalam manusia akan menuntun mereka untuk memberikan kinerja yang baik bagi organisasi. Generasi masa kini telah bertumpu pada manajemen modal manusia. Merupakan kesinambungan antara penciptaan keunggulan kompetitif melalui pengembangan karyawan. Pada dasarnya regenerasi manajemen sumber daya manusia yang bertumpu pada manusia sebagai aset adalah pengembangan mutu manusia setiap harinya. Setiap divisi dalam organisasi harus dapat mengembangkan kualitas karyawannya agar mencapai kinerja yang optimal. Tak luput juga eksistensi mereka. Perkembangan karir mereka pun menjadi perhatian khusus dalam mengelola manusia. Oleh karenanya, imbalan atau istilahnya kompensasi harus diberikan sesuai dengan hasil kinerja mereka sebagai bentuk apresiasi organisasi terhadap mereka. Produktivitas karyawan merupakan salah satu faktor kesuksesan organisasi. Pengelolaan yang tepat akan mengantarkan karyawan menuju produktivitas yang optimal. Sebagai aset organisasi, tentu manusia haruslah diprioritaskan. Sumber daya manusia menjadi investasi bagi organisasi. Misal, ketika

organisasi mengadakan pelatihan dan pengembangan, organisasi telah mengeluarkan investasi dalam bentuk financial dengan pembayaran program. Hasil yang dicapai setelah melakukan pelatihan dan pengembangan itulah yang menjadi tolak ukur dalam return on investment organisasi. Besar harapan organisasi investasi yang bersifat abstrak ini memberikan pengaruh profit yang cukup signifikan. Karakter dasar manusia yang senang akan tantangan baiknya dijadikan salah satu strategi dalam manajemen sumber daya manusia. Karena dengan tantangan, seseorang akan memberikan yang terbaik untuk mencapai eksistensi bahwa sukses dalam apa yang dikerjakannya. Hasil dari inilah dapat menjadi insentif bagi karyawan dalam bekerja. Dapat disimpulkan bahwa, ilmu manajemen sumber daya manusia mengalami regenerasi. Llmu ini bersifat fleksibel. Karena terjadinya eprubahan ketika suatu keadaan terjadi. Kian hari kemampuan SDM semakin menunjukan kualitas superiornya. Menekankan bahwa manusia bukan lagi hanya sekedar sumber daya, melainkan aset untuk organisasi. Dari hanya teori bahwa manusia hanya perlu dipekerjakan menjadi manusia perlu dikelola sedemikian rupa.