Anda di halaman 1dari 29

PRESENTASI KASUS MALPRAKTEK

DISUSUN OLEH :
1. Meitty M 2.

3. Teddy M.H.
4. Ruriyandini P (030.05.198)

KRONOLOGIS
Linda Kurniawati, 34, ibu rumah tangga, melaporkan kasus dugaan malpraktek oleh RS Global Medika atas anaknya Maureen Angelina 7 bulan. 15 november 2010, ia membawa anaknya ke RS Global Tangerang yang sekarang berganti nama menjadi RS Awal Bros, karena diare, demam, batuk dan muntah-muntah. Sesampainya di sana ia langsung ditangani oleh dokter jaga anak dr. RS yang kemudian memberi tiga jenis obat yaitu obat antimuntah, penurun panas dan batuk. Tapi setelah diminum, kondisi Angelina bukannya semakin membaik, malainkan suhu panas badannya meninggi dan demam.

16 November 2010
Linda membawa kembali putrinya ke rumah sakit tersebut. Setelah diperiksa, dr. RS mengatakan kepada Linda agar anaknya dimasukkan ke UGD yang kemudian dipindahkan ke ruang ICU. Saat di ruang ICU saya melihat ada yang tidak beres. Masak lengan kanan anak saya diperban. Ketika saya meminta pada dokter jaga untuk membukanya, ternyata lengan kanan anak saya sudah bengkak dan berwarna merah keungu-unguan, kata Linda. Menurut dr.I, yang jaga saat itu, kondisi Angelina akan kembali normal setelah tujuh hari dirawat.

Sebab bengkak di lengan bayi tersebut akibat pengaruh suntikan infuse Bicnat yang dilakukan oleh dokter di UGD. Yang saya sesalkan, infuse itu tanpa sepengetahuan saya, saat itu pihak RS hanya meminta ijin uantuk dilakukan pemberian oksigen dan pemasangan infus tegas Linda. Yang mengagetkan , menurut dr.I infuse Bicnat belum pernah diberikan ke bayi. Dokter spesialis bedah di Global Medika, dr.Gwendi Aniko,Sp.Bp, menjelaskan, tangan Maureen hancur karena infuse cairan kimia yang sangat keras.

24 November 2010
.

Setelah 7 hari di ICU, tangan Maureen malah kian parah. Seluruh tangan kanan melepuh, bernanah dan bengkak sekali, dari ujung jari sampai pergelangan tangan. Ujung jari telunjuk menghitam dan jari kelingking kian mengecil

3 Desember 2010
Setelah bersama suaminya Linda mencoba berkalikali menemui pihak manejemen RS, akhirnya bisa bertemu. Manajemen bersikeras bahwa semua sudah sesuai dengan Standard Operation Prosedure (SOP).

20 Desembar 2010
. Kuku jari Maureen lepas

27 Desember 2011
Jari kelingking Maureen putus dengan sendirinya sebanyak dua ruas dan menyisakan tulang yang menonjol di bekas putusan jarinya. Telapak dan punggung tangan masih luka dan keempat jarinya tak berfungsi dengan normal.

13 Januari 2011
Global Medika mengirim surat yang ditandatangani Direktur RS Awal Bros Tangerang drg.Kuntari Retno, MARS. Isinya, permasalahan jari Maureen adalah resiko dalam proses tindakan pertolongan pemulihan. Yang saat itu pemberian Bicnat merupakan live saving, dikarenakan kondisi Maureen saat dibawa ke RS sudah buruk, tidak sadar, nafas tersengal-sengal, demam tinggi dan kekurangan cairan yang berat. Proses pengobatan yang menyebabkan jari bayi malang tersebut putus, menurut drg.Kuntari, disebabkan merembesnya cairan Bicnat yang dimasukkan melalui cairan infus. Setelah kondisi pasien berangsur-angsur membaik terjadilah gerakan-gerakan tangan, kemudian akibat gerakan-gerakan itu membuat rembesan cairan Bicnat dari infuse itu yang yang merusak jaringan otot tangan.jelasnya.

UU Praktik Kedokteran No. 29 TAHUN 2004


Pasal 45 (1) Setiap tindakan kedokteran atau kedokteran gigi yang akan dilakukan oleh dokter atau dokter gigi terhadap pasien harus mendapat persetujuan. (2) Persetujuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah pasien mendapat penjelasan secara lengkap.

Pasal 51 (a) Dokter atau dokter gigi dalam melaksanakan praktik kedokteran mempunyai kewajiban: memberikan pelayanan medis sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional serta kebutuhan medis pasien. Pasal 52 (a) Pasien, dalam menerima pelayanan pada praktik kedokteran, mempunyai hak: mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis sebagaimana dimaksud dalam Pasal 45 ayat (3).

Saat di ruang ICU saya melihat ada yang tidak beres. Masak lengan kanan anak saya diperban. Ketika saya meminta pada dokter jaga untuk membukanya, ternyata lengan kanan anak saya sudah bengkak dan berwarna merah keungu-unguan, kata Linda. Bengkak di lengan bayi tersebut akibat pengaruh suntikan infuse Bicnat yang dilakukan oleh dokter di UGD. Yang saya sesalkan, infuse itu tanpa sepengetahuan saya, saat utu pihak Rs hanya meminta ijin uantuk dilakukan pemberian oksigen dan pemasangan infus tegas Linda.

Pembahasan
Dokter perlu menjelaskan kepada pasien dan keluarganya

Diagnosis dan tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis yang dilakukan, alternatif tindakan lain dan risikonya, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan.

Pada kasus ini, dokter beserta tim medisnya tidak menjelaskan keadaan sebenarnya dan hal-hal di atas secara lengkap pada pasien, walupun keluarga sudah menandatangani inform consent, namun keluarga belum mengerti benar mengenai isinya.

Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP)


Pasal 360 (2) Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain luka-luka sedemikian rupa sehingga timbul penyakit atau halangan menjalankan pekerjaan jabatan atau pencarian selama waktu tertentu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau pidana kurungan paling lama enam bulan atau pidana denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah.

Proses pengobatan yang menyebabkan jari bayi malang tersebut putus, menurut drg.Kuntari, disebabkan merembesnya cairan Bicnat yang dimasukkan melalui cairan infus. Setelah kondisi pasien berangsur-angsur membaik terjadilah gerakan-gerakan tangan, kemudian akibat gerakan-gerakan itu membuat rembesan cairan Bicnat dari infuse itu yang yang merusak jaringan otot tangan.

Pembahasan : Pada kasus ini cairan infus yang merembes bisa disebabkan karena kelalaian dari pihak RS dalam mengawasi pasiennya. Walaupun menurut penjelasan pihak RS hal tersebut dikarenakan oleh pasien sendiri.

Kitab UU Perdata
Pasal 1366 Setiap orang bertanggung jawab, bukan hanya atas kerugian yang disebabkan perbuatan-perbuatan, melainkan juga atas kerugian yang disebabkan kelalaian atau kesembronoannya.

Proses pengobatan yang menyebabkan jari bayi malang tersebut putus, menurut drg.Kuntari, disebabkan merembesnya cairan Bicnat yang dimasukkan melalui cairan infus. Setelah kondisi pasien berangsur-angsur membaik terjadilah gerakan-gerakan tangan, kemudian akibat gerakan-gerakan itu membuat rembesan cairan Bicnat dari infuse itu yang yang merusak jaringan otot tangan.

Pembahasan : Pada kasus ini seharusnya dokter memberitahukan kepada orang tua pasien agar menjaga anaknya supaya tidak menggerakkan jari-jari tangannya sehingga cairan bicnat tidak merembes dan menyebabkan kecacatan pada anak tersebut. Karena kelalaian dalam pengawasan pasien, menyebabkan terputusnya dua ruas kelingking pasien.

UU no 44 th 2009 tentang Rumah Sakit


Pasal 13 ayat (3) Setiap tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit harus bekerja sesuai dengan standar profesi, standar pelayanan Rumah Sakit, standar prosedur operasional yang berlaku, etika profesi menghormati hak pasien dan mengutamakan keselamatan pasien. Pasal 29 ayat (1) Setiap Rumah Sakit mempunyai kewajiban memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai hak dan kewajiban pasien

Pasal 45 Rumah Sakit tidak dapat dituntut dalam melaksanakan tugas dalam rangka menyelamatkan nyawa manusia. Pasal 46 Rumah Sakit bertanggung jawab secara hukum terhadap semua kerugian yang ditimbulkan atas kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di Rumah Sakit.

Sebab bengkak di lengan bayi tersebut akibat pengaruh suntikan infuse Bicnat yang dilakukan oleh dokter di UGD. Yang saya sesalkan, infuse itu tanpa sepengetahuan saya, saat itu pihak RS hanya meminta ijin uantuk dilakukan pemberian oksigen dan pemasangan infus tegas Linda. Yang mengagetkan , menurut dr.I infuse Bicnat belum pernah diberikan ke bayi. Dokter spesialis bedah di Global Medika, dr.Gwendi Aniko,Sp.Bp, menjelaskan, tangan Maureen hancur karena infuse cairan kimia yang sangat keras.

Pembahasan : Pada kasus ini, tenaga medis melakukan kelalaian yaitu, tidak memberikan informasi sejelas-jelasnya terhadap keluarga pasien, sehingga menimbulkan kecacatan pada pasien tersebut.

NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN


Pasal 4 Konsumen berhak atas informasi yang benar, jelas, dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa. Konsumen berhak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya

Pasal 7 Pelaku usaha wajib memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan Pasal 62 Terhadap pelanggaran yang mengakibatkan luka berat, sakit berat, cacat tetap atau kematian diberlakukan ketentuan pidana yang berlaku.

Sebab bengkak di lengan bayi tersebut akibat pengaruh suntikan infuse Bicnat yang dilakukan oleh dokter di UGD. Yang saya sesalkan, infuse itu tanpa sepengetahuan saya, saat itu pihak RS hanya meminta ijin uantuk dilakukan pemberian oksigen dan pemasangan infus tegas Linda. Yang mengagetkan , menurut dr.I infuse Bicnat belum pernah diberikan ke bayi. Dokter spesialis bedah di Global Medika, dr.Gwendi Aniko,Sp.Bp, menjelaskan, tangan Maureen hancur karena infuse cairan kimia yang sangat keras.

Pembahasan : Pada kasus ini dokter jaga selaku pelaku usaha dianggap kurang memberikan penjelasan secara terinci kepada pihak konsumen yaitu ibu dari pasien, yang mengakibatkan kecacatan tetap pada pasien.

TERIMA KASIH