Anda di halaman 1dari 5

PENCIPTAAN LANGIT DAN BUMI

Apakah alam semesta ini sudah ada sejak dahulu kala? Secara ilmiah masih terdapat beberapa argumentasi yang berbeda. Di antara para ahli ilmu astronomi, setidak-tidaknya, ada tiga pendapat. Yang pertama, mengatakan bahwa alam semesta ini memang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Tidak memiliki permulaan. Dan berarti, juga tidak akan memiliki akhir. Selamanya alam semesta akan tetap ada. Mereka mengajukan teori yang disebutnya sebagai Closed Universe. Alam semesta ini, katanya memiliki mekanisme yang tertutup, yang saling meniadakan dan mengisi secara sendirinya. Dikatakan dalam teori itu, bahwa jumlah energy di alam ini sama dengan nol, sehingga alam ini berada dalam keseimbangan selama miliaran tahun. Dan selamanya akan tetap begini. Isi alam smesta boleh mengalami kerusakan di satu sisi, tetapi di sisi yang lain juga mengalami kelahiran yang mengimbangi kerusakan itu. Mereka mengatakan bahwa material terbentuk dari energy yang positif. Sementara itu, setiap materi memiliki gaya gravitasi yang bersifat negative. Buktinya, untuk menjauhkan dua benda yang berdekatan kita harus menambahkan energy kepadanya. Maka, kata mereka, energy positif yang terkandung di dalam benda memiliki keseimbangan di dalam gaya gravitasinya Demikian seterusnya, sehingga mereka berpendapat bahwa alam semesta ini memang sudah memiliki keseimbangan sejak awal. Dengan kata lain, mereka tidak setuju untuk mengatakan bahwa alam semesta ini diciptakan oleh Tuhan. Alam semesta ada dengan sendirinya, dan tidak akan pernah lenyap Kelompok yang kedua adalah mereka yang berpendapat bahwa alam semesta ini bersifat terbuka alias Open Universe. Mereka mengatakan bahwa alam semesta ini mengarah kepada kehancuran. Dulu alam semesta ini dalam keadaan yang tertata rapi. Tapi, lama-kelamaan terjadi kerusakan dan kehancuran di sana-sini. Maka, suatu ketika alam semesta ini akan rusak dan hancur. Mereka menunjukkan bukti, bahwa proses-proses di sekitar kita mengarah ke kondisi yang demikian. Misalnya, dia contohkan kehidupan

manusia. Awalnya, manusia dilahirkan dengan kesempurnaan seorang bayi. Seiring dengan pertambahan umurnya, sang bayi akan mengalami penuaan, dan menuju pada kematian. Jantung, yang semula sehat lamakelamaan akan mengalami kerusakan. Demikian pula livernya, ginjal, paruparu, otak, dan berbagai organ tubuh lainnya. Contoh lain, kata mereka, adalah benda di sekitar kita. Jika kita punya makanan atau minuman, kemudian kita biarkan saja selama beberapa hari, maka makanan atau minuman itu akan rusak dan busuk dengan sendirinya. Demikian pula kalau kita punya mobil baru. Jika mobil itu kita biarkan di garasi selama bertahun-tahun maka mobil itu juga akan mengalami kerusakan dengan sendirinya. Walhasil, mereka berkesimpulan bahwa alam semesta sedang menuju kepada kehancurannya secara bertahap. Pelan tapi pasti alam semesta sedang menua, dan suatu ketika akan mati. Dalam bahasa Fisiska, disebut Entropi (ketidakteraturan) alam semesta terus meningkat. Hal itu akan terjadi terus sampai suatu waktu yang tidak berhingga Sedangkan kelompok yang ketiga berpendapat bahwa alam semesta ini dulu pernah tidak ada. Kemudian terjadilah proses penciptaan. Setelah itu, alam semesta terus berkembang seperti yang sekarang kita lihat. Kemudian suatu ketika akan lenyap kembali. Teori yang ketiga ini, pada gilirannya telah melahirkan sebuah teori penciptaan alam semesta yang sangat terkenal yaitu teori Big Bang (ledakan besar). Dan, semakin lama kelompok ketiga ini semakin mendapat dukungan dari kalangan ilmuwan karena menunjukkan bukti-bukti yang semakin kuat dan bisa diterima secara meluas. Bahkan banyak kelompok agamawan yang akhirnya mendukung teori ini. Pengajuan teori ini didasarkan pada kenyataan bahwa alam semesta ini sekarang sedang mengembang. Pengamatan telah dilakukan dengan teleskop Hubble milik Amerika Serikat. (sebagai catatan: teleskop Hubble diluncurkan oleh NASA pada tahun 1990. Setahun kemudian, 1991 mnyusul teleskop Compton yang lebih canggih, bisa mendeteksi pancaran sinar Gamma. Dan tahun 2003 NASA meluncurkan teleskop Spitzer yang bisa mendeteksi infra merah.)

Data dari teleskop yang sangat canggih itu mencatat bahwa ternyata semua benda di langit sedang bergerak sambil menjauhi. Dan itu terjadi secara merata di berbagai penjuru langit. Jadi kalau kita melihat ke atas, maka diperoleh data bahwa bendabenda langit saling menjauhi. Demikian pula kalau kita melihat ke arah bawah, kiri dan kanan. Semuanya sama; benda-benda langit sedang bergerak saling menjauhi. Maka, hanya ada satu kesimpulan, yaitu: alam semesta ternyata mengembang. Kalau demikian adanya, maka berarti, dulu alam semesta ini berukuran lebih kecil dari sekarang. Atau dengan kata lain benda-benda langit berada dalam posisi dekat. Dan akhirnya, sekian miliar tahun yang lalu, semua benda langit itu berada dalam satu tempat. Di pusat alam semesta. Maka, para pakar di kelompok ketiga ini lantas berpendapat bahwa seluruh material di alam semesta ini dulu berada di satu tempat yang sama. Seluruhnya dimampatkan ke dalam satu titik. Betapa dahsyatnya pemampatan itu, karena material yang tak berhingga besarnya ditambah dengan energy yang sangat besar tak terkira dipaksa berada dalam titik yang sama. Seperti sebuah pegas yang ditekan, maka dia cenderung akan melawan untuk melenting menuju pada posisi seimbangnya. Maka, muncullah teori Big Bang. Teori ini mengatakan bahwa alam semesta dikompres ke dalam satu titik itu lantas menjadi tidak stabil, dan meledak dengan kekutan yang luar biasa dahsyatnya. Sehingga seluruh material cikal bakal alam semesta itu terhambur ke seluruh penjuru langit. Itulah saat penciptaan alam semesta dimulai. Kejadian itu, diperkirakan oleh para pakar astonomi terjadi sekitar 12 miliar tahun itulah alam semesta mengalami pendinginan secara berangsur-angsur. Dalam masa itu juga tercipta berbagai benda langit secara bertahap, seperti nebula, galaksi, Matahari, planet, dan satelit. Akibat ledakan itu, seluruh alam semesta kini mengembang. Bagaikan sebuah balon udara yang sedang ditiup. QS. Anbiyaa (21) : 30

Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman? Ada beberapa tahapan pada proses penciptaan alam ini. Tahap pertama adalah ketika alam semesta berupa cikal bakalnya yang disebut sebagai Sop Kosmos. Pada tahapan tersebut cikal bakal alam semesta itu berada dalam kondisi yang sangat labil disebabkan temperature dan tekanan yang sangat tinggi. Zat yang ada di dalam Sop Kosmos itu tidak bias didefinisikan sesuai dengan ragam zat yang ada sekarang. Dia bukan zat padat, bukan zat cair, juga bukan gas. Semacam kumpulan energy yang sangat ekstrim. Sebab semua material dan energy di alam ini dikompres ke dalam sebuah titik yang berukuran hampir nol, dimana ruang dan waktu juga di dalamnya. Ketika itu, waktu belum bergerak dan ruangan belum tercipta. Semuanya terdapat di dalam cikal bakal alam semesta dalam ukuran Hampir Tiada. Bahkan ada yang berpendapat bahwa cikal bakal itu sebenarnya adalah sebuah Ketiadaan. Alam ini muncul dari Tidak Ada menjadi Ada lewat sebuah ledakan maha dahsyat. Yang ada hanya Ketiadaan Mutlak. Tahap kedua adalah sesaat setelah ledakan terjadi. Pada detik pertama, suhu alam semesta dari tak behingga turun menjadi 10 pangkat 10 derajat Kelvin. Ini sama dengan suhu di pusat matahari. Atau sama dengan suhu yang dihasilkan oleh bom Hidrogen. Tidak ada makhluk yang sanggup bertahan dalam suhu yang setinggi itu. 100 detik kemudian setelah ledakan, diperkirakan suhu alam semesta turun menjadi 10 pangkat 9 atau sekitar 1 miliar derajat. Ini sama dengan suhu di bintang yang paling panas. Dan beberapa jam kemudian, mulailah terbentuk partikel-partikel elementer pembentuk alam semesta.

Dan kemudian tercipta atom-atom bermassa rendah seperti Hidrogen dan Helium. Tahap ketiga, selama jutaan tahun kemudian, alam semesta tidak mengalami mengalami perubahan yang berarti. Akan tetapi terus-menerus mengembang ke segala penjuru. Ruang alam semesta semakin membesar. Waktu pun ikut bergerak maju. Tahap keempat, selama kurun waktu miliaran tahun kemudian, terbentuklah benda-benda langit akibat pengelompokkan atom-ataom dan molekul yang bersenyawa. Pada pembentukan generasi yang pertama, terciptalah bintang-bintang atau gugusan bintang, dari material yang memang hanya ada di waktu itu, yaitu Hidrogen dan Helium. Hydrogen dan Helium ini masih tersisa di dalam matahari maupun bintang-bintang di jagad semesta. Dan setiap saat terjadi perubahan 4 atom hydrogen menjadi 1 helium hingga menghasilkan panas jutaan derajat. Dan kemudian panas itulah yang menghidupi planet-planet yang mengorbit di sekitar matahari.