Anda di halaman 1dari 3

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (penguyahan, penelanan dan pencampuran) dengan enzim dan zat cair yang terbentang mulai dari mulut (oris) sampai anus. Fungsi utama sistem pencernaan adalah memindahkan zat nutrien (zat yang sudah dicerna), air, garam yang berasal dari zat makanan untuk didistribusi ke sel-sel melalui sistem sirkulasi. Zat makanan yang merupakan sumber energi bagi tubuh seperti ATP yang dibutuhkan sel-sel untuk melaksanakan tugasnya. Jumlah makanan yang dicerna ditentukan oleh intrinsik lapar dan jenis makanan yang ditentukan selera. Mekanisme ini merupakan sistem pengaturan otomatis yang sangat penting untuk menjaga persediaan makanan yang adekuat untuk tubuh. (Syaifuddin, 2006) Demam typhoid pada masyarakat dengan standar hidup dan kebersihan rendah, cenderung meningkat dan terjadi secara endemis. Biasanya angka kejadian tinggi pada daerah tropik dibandingkan daerah berhawa dingin. Sumber penularan penyakit demam typhoid adalah penderita yang aktif, penderita dalam fase konfalesen, dan kronik karier. Demam typhoid juga dikenali dengan nama lain yaitu, Typhus

Abdominalis, Typhoid fever, atau enteric fever. Demam typhoid adalah penyakit sistemik yang akut yang mempunyai karakteristik demam, sakit kepala dan

ketidakenakan abdomen berlangsung lebih kurang 3 minggu, yang juga disertai perut membesar, limpa dan erupsi kulit. Demam typhoid (termasuk paratyphoid)

disebabkan oleh kuman salmonella typhi, S paratyphy A, S paratyphi B dan S paratyphi C. Jika penyebabnya adalah S paratyphy, gejalanya lebih ringan dibanding dengan yang disebabkan oleh S typhi. Demam typhoid abdominalis atau demam typhoid masih merupakan masalah besar di indonesia bersifat sporadik endemik dan timbul sepanjang tahun. Kasus demam typhoid di Indonesia, cukup tinggi berkisar antara 354810/100.000 penduduk pertahun (Sudoyo, Setiyohadi dkk, 2009) Di negara berkembang angka kematian akibat demam tifoid berkisar antara 2,3 16,8%1. Angka kematian penderita yang dirawat di rumah sakit di Indonesia mengalami penurunan dari 6% pada tahun 1969 menjadi 3,74% pada tahun 1977 dan sebesar 3,4 % pada tahun 19783,4. Di Indonesia penderita demam tifoid cukup banyak diperkirakan 800 /100.000 penduduk per tahun dan tersebar di mana-mana. Ditemukan hampir sepanjang

tahun, tetapi terutama pada musim panas. Demam tifoid dapat ditemukan pada semua umur, tetapi yang paling sering pada anak besar,umur 5- 9 tahun. Oleh karena itu, melihat dari paparan yang sudah dijelaskan di atas. Maka melalui makalah ini, penulis mencoba menjelaskan asuhan keperawatan pada pasien dengan penyakit demam thyfoid. Diharapkan dengan adanya makalah ini, mahasiswa dapat mengerti dan memahami bagaimana cara merawat pasien dengan penyakit demam thyfoid.

1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apa yang dimaksud dengan Demam Thyfoid? 1.2.2 Apa saja etiologi dari Demam Thyfoid? 1.2.3 Bagaimana patofisiologi dari Demam Thyfoid? 1.2.4 Apa saja manifestasi klinis dari Demam Thyfoid ? 1.2.5 Apa saja pemeriksaan diagnostik yang harus dilakukan pada pasien Demam Thyfoid ? 1.2.6 Bagaimana penatalaksanaan yang harus dilakukan pada pasien Demam Thyfoid ? 1.2.7 Apa saja komplikasi yang ditimbulkan dari Demam Thyfoid ? 1.2.8 Apa saja prognosis dari Demam Thyfoid ? 1.2.9 Bagaimana asuhan keperawatan pada pasien dengan Demam Thyfoid ?

1.3 Tujuan 1.3.1 Tujuan Umum Mahasiswa mengetahui, memahami dan mampu mengaplikasikan

penatalaksanaan klien dengan Demam Thyfoid.

1.3.2 Tujuan Khusus 1. Mengetahui dan memahami anatomi dan fisiologi Usus Halus dan Usus Besar 2. Mengetahui dan memahami definisi Demam Thyfoid 3. Mengetahui dan memahami definisi dan etiologi Demam Thyfoid 4. Mengetahui dan memahami patofisiologi, manifestasi klinis dan komplikasi Demam Thyfoid 5. Mengetahui dan memahami pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dan penatalaksanaan pada Demam Thyfoid 6. Mengetahui dan memahami asuhan keperawatan pada Demam Thyfoid.

7. Mengetahui dan memahami penatalaksanaan bedah pada Demam Thyfoid

Sumber : Syaifuddin. 2006. Anatomi dan Fisiologi untuk Mahasiswa Keperawatan Edisi 3. Jakarta. EGC Sudoyo A, Setiyohadi B, Alwi I, K.Marcellius S,Setati S. 2009. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam Edisi V. Jakarta