Anda di halaman 1dari 20

http://id.wikipedia.

org/wiki/Sistem_perekonomian Sistem Ekonomi Oleh: Berbagai sumber


Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut. Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan. Perekonomian terencana Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri. Perekonomian pasar Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan. Perekonomian terencana Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.

Perekonomian pasar campuran Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benarbenar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.

31 Oktober 2011

7 November 2011

http://mugiwararizki.blogspot.com/2011/03/sistem-ekonomi.html

Sistem Ekonomi Oleh: Rizki


Sistem Perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan. Edgar F Huse dan James L. Bowdict Menurutnya sistem adalah suatu seri atau rangkaian bagian-bagian yang saling berhubungan dan bergantung sedemikian rupa sehingga interaksi dan saling pengaruh dari satu bagian akan mempengaruhi keseluruhan. Menurut Sheridan (1998) Dalam publikasinya mengenai sistem-sistem ekonomi yang ada di Asia mengatakan bahwa Economic system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness. Dalam kata lain, sistem ekonomi adalah cara manusia melakukan kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan atau memberikan kepuasan pribadinya.

Macam-macam sistem ekonomi


a. Sistem Ekonomi Tradisional

Sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem perekonomian yang didasarkan pada tradisi, adat istiadat atau kebiasaan masyarakat yang bersangkutan. Masyarakat mempunyai hak dan kewenangan mengatur perekonomian daerahnya. Dengan kata lain, masalah yang berkaitan dengan apa dan berapa, bagaimana, serta untuk siapa barang/jasa yang diproduksi dan diatasi oleh masyarakat itu sendiri. Sistem ekonomi ini biasanya berlaku di negara yang belum maju.

1. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Tradisonal

a. Aturannya didasarkan pada tradisi, adat istiadat, dan kebiasaan. b. Kehidupan relatif sederhana, statis, dan tradisional. c. Kehidupan sosial seperti kekeluargaan dan gotong royong sangat dominan. d. Bersifat pemenuhan kebutuhan hidup minimum. e. Penguasaan teknoligi produksi masih rendah.

2. Kelebihan Sistem Ekonomi Tradsional

a. Rendahnya tingkat persaingan. b. Aktivitas ekonomki tidak berdasarkan target. c. Tidak mementingkan diri sendiri. d. Tidak ada beban sehingga masyarakat terhindar dari stres.

3. Kelemahan Sistem Ekonomi Tradisional

a. Teknoligi yang digunakan masih rendah. b. Tingkat efisiensi yang rendah. c. Kualitas barang relatif rendah. d. Dinamika masyarakat relatif lambat.

b. Sistem ekonomi pasar (liberal)

Sistem ekonomi pasar disebut juga dengan sistem ekonomi kapitalis. Artinya, suatu sisitem perekonomian yang didasarkan pada mekanisme pasar. Maksudnya, permasalahan komoditas tentang apa dan berapa yang harus diproduksi diserahkan kepada mekanisme pasar.

1. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Pasar

a. Setiap individu bebas memiliki barang dan faktor-faktor produksi. b. Semua kegiatan ekonomi dilakukan oleh masyarakat dan swasta. c. Peran pemerintah seminimal mungkin dalam kegiatan ekonomi. d. Kegiatan ekonomi ditujukan untuk mencari laba.

e. Setiap orang diberi kebebasan dalam pemakaian barang dan jasa.

2. Kelebihan Sistem Ekonomi Pasar

a. Persaingan mendorong pelaku ekonomi untuk maju. b. Kreativitas individu atau masyarakat meningkat dan mendorong motivasi. c. Setiap individu bebas memilih pekerjaan yang sesuai. d. Produksi didasarkan pada kebutuhan.

3. Kelemahan Sistem Ekonomi Pasar

a. Terjadinya kesenjangan antara kaya dan miskin. b. Persaingan mengakibatkan yang kuat ( kaya ) menindas yang ( miskin ). c. Persaingan mengakibatkan monopoli. d. Pemerataan pendapat akan semakin sulit dicapai. e. Krisis ekonomi lebih mungkin terjadi.

c. Sistem Ekonomi Trepusat (Komando)

Sistem ini sering disebut juga sistem perekonomian kolektif. Artinya, sistem ekonomi dengan seluruh kegiatan ekonominya (produksinya, distribusi, dan konsumsi) diatur melalui perencanaan dari pusat atau pemerintah.

1. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Komando

a. Semua alat dan sumber produksi dimiliki dan dikuasia oleh negara. b. Kebijakan perekonomian diatur oleh pemerintah pusat. c. Jenis-jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah. d. Kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah (negara).

2. Kelebihan Eistem Ekonomi Komando

a. Semua alat dan sumber produksi dimiliki dan dikuasai oleh negara. b. Kebijakan perekonomian fiatur oleh pemerintah pusat. c. Jenis-jenis perekonomian dan pembagian diatur oleh pemerintah. d. Kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah (negara)

3. Kelemahan Sistem Ekonomi Komando

a. Hak milik perseorangan tidak diakui. b. potensi, inisiatif, dan daya kreasi setiap waraga negara tidak berkembang. c. Masyarakatnya bersifat materialistis. d. Individu atau masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam berusaha. e. Jalur birokasi yang panjang sehingga mempersulit dalam mengambil keputusan.

d. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem ekonomi campuran merupakna perpaduan antara sistem perekonomia terpusat dan sistem ekonomi pasar. Sitem produksi dan saluran distribusi dilakukan menurut mekanisme pasar, dan ada pula yang diatur atau direncanakan oleh pemerintah.

1. Ciri-ciri Sistem Ekonomi Campuran

a. Kegiatan ekonomi ada yang dilakukan oleh individu (swasta) dan ada yang dikuasai negara. b. Interaksi ekonomi berdasarkan mekanisme pasar dan masih ada campur tangan pemerintah. c. Persaingan dalam batas-batas tertentu masih diperbolehkan namun diatur oleh pemerintah.

2. Kelebihan Sistem Ekonomi Campuran

a. Kegiatan ekonomi yang menguasai hajat orang banyak dikuasai oleh negara. Dengan demikian, menjamin pemenuhan kebutuhan masyarakat. b. Swasta diberi hak untuk mengelola sumber-sumber ekonomi terutama produksi barang yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak. Dengan demikian, hak individu (swasta) diakui.

3. Kelemahan Sistem Ekonomi Campuran

a. Sukar menetuksn batas wilayah kegiatan ekonomi yang diatur oleh mekanisme pasar dan pemerintah. b. Pemerintah mengalami kesukaran mengenai bats nilai produksi dan kekayann yang bisa dimiliki individu. c. Dalam praktik, lebih mengutamakan efisiensi daripada nialai-nilai dan norma di masyarakat.

04 Maret 2011

7 November 2011

elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/perekonomian_indonesia/bab1sistem_perekonomian_indonesia.pdf +Sistem+ekonomi

PERKEMBANGAN SISTEM PEREKONOMIAN PADA UMUMNYA

Subsistem, itulah sistem perekonomian yang terjadi pada awal peradaban manusia. Dengan karakteristik perekonomian subsstem, orang melakukan kegiatan ekonomi dalam hal ini produksi, hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri atau kelompoknya saja. Dengan kata lain pada saat itu orang belum terlalu berkir untuk melakukan kegiatan ekonomi untuk pihak lian, apalagi demi keuntungan. Kalaupun orang tersebut hams berhubungan dengax) orang lain untuk mendapatkan barang lain, sifatnya adalah barter, untuk kepentingan masing-masing pihak. Dengan semakin berkembangnya jumlah manusia beserta kebutuhannya, semakin dirasakan perlunya sistem perekonoman yang lebih teratur dan terencana. Sistem barter tidak dapat dipertahankan, mengingat hambatan-hambatan yang dihadapi, seperti : Sulitnya mempertemukan dua atau lebih yang memiliki keingnan yang sama Sulitnya menentukan nilai komoditi yang akan dpertukarkan Sulitnya melakukan pembayaran yang tertunda Sulitnya melakukan transaksi dengan jumlah besar

Dengan hambatan-hambatan yang terjadi tersebut, mulailah para cendekiawan memikirkan sistem perekonomian lain yang lebih bermanfaat dan dapat digunakan oleh manusia. Hasil-hasil pemikiran para ahli itu adalah : SISTEM PEREKONOMIAN PASAR ( LIBERALIS/KAPITALISME )

Dasar bekerjanya sistem ini adalah adanya kegiatan invisible hand/ tangantangan yang tdak kelihatan yang dicetuskan oleh ekonomi Adam Smith. Dasar ini berasal dari paham kebebasan. Buku Adam Smith yang berjudul The Theory of Sentiments menjadi kerangka moral bagi ide-ide ekonominya( 1759 ). Paham kebebasan ini sejalan dengan pandangan ekonomi kaum klasik, dimana mereka menganut pahan Laissez faire, yang mengendaki kebebasan melakukan kegiatan ekonom, dengan seminim mungkin campur tangan pemerintah. ~ Kaum klasik berpendapat seperti itu, karena mereka menganggap bahwa kesembangan ekonomi/pasar akan tercipta dengan sendirnya. Mekanismepasarlah yang akan mengatumya, kekuatan permintaan penawaran-lah yang akan mewujudkannya. Dasar pemikiran kaum klasik tersebut adalah :

l. Hukum SAY, yang mengatakan bahwa setiap komoditi yang diproduksi, tentulah ada yang membutuhkannya. Dengan hukum ini para pengusaha/ produsen tidak prlu khawatir bahwa barang dagangannya akan sisa, karena berapapun ia produksi tentu akan digunakan oleh masyarakat. 2. Harga setiap komoditi itu bersifat fleksibel. Dengan demikian keseimbangan akan selalu terjad. Kalaupun terjadi ketidak seimbangan pasar (kekurangan atau kelebihan komodti) itu hanya bersifat sementara, karena untuk selanjutnya keadaaan tersebut akan kembali dalam kondisi seimbang

(equilibrium). Sebagai contoh produksi melimpah, meyebabkan harga komoditi bersangkutan menjadi murah. Karena harga sekarang menjadi murah, masyarakat berbondong-bondong untuk membelinya sehingga komoditi tersebut berkurang drastis. Dan karena komoditi yang ada sekarang menjadi sedikit maka harga akan naik kembali. Karena harga membaik, produsen akan meningkatkan produksinya dengan harapan akan mendapat keuntungan yang lebih besar. Karena produks meningkat jumlah komodt di pasar menjadi banyak sehingga perlahan-lahan harga bergerak turun, begitulah keadaaan akan berlangsung. Dan dar kedua keadaan tersebut akan mengarah terjadinya kesembangan pasar. Dengn demikian pemerintah tdak perlu ikut dalam proses tersebut. Jika demikian pemikirannya, selanjutnya apa tugas pemerintah ? Menurut kaum klasik, tugas pemerintah adalah : Mengelola kegatan yang tidak esien jika ditangani oleh swasta, sebagai msal mengelola pamong praja dan sejensnya. Membantu memperlancar dan menciptakan kondisi yang mendukung kegatan ekonomi yang sedang berlangsung., Sebagai contoh membangun prasarana jalan agar transportasi menjadi lancar, mangeluarkan kebijaksanaan yang mendukung, dan sejenisnya. Dengan kondisi perekonoman yang semacam itu, pemerintah memiliki tiga tugas yang sangat penting ( Suroso, 1993 ) yakni : a. Berkewajiban melindungi negara dari kekerasan dan serangan negara liberal Iannya b. Melindung setiap anggota masyakat sejauh mungkin dari ketidak adilan atau penindasa oleh anggota masyarakat lainnya atan mendirikan badan hukum yang dapat diandalkan. c. Mendirikan dan memelihara beberapa institusi atan satan untuk umum yang tidak dapat dibuat oleh perorangan dikarenakan keuntungan yang di dapat darinya terlalu kecil sehingga tidak dapat menutupi biayanya. Dengan perkataan lain di luar itu, kegiatan ekonom dserahkan sepenuhnya kepada swasta. Dengan terjadinya resesi duna pada sekitar tahun 1930-an, kejayaan sistem ini seakan-akan berakhir. Dari kejadian tulah kemudian muncul pandangan-pandangan untuk memperbaiki sistem ini. Diantara para ahli yang cukup terkenal dan hingga sampai saat ini pandangannya masih relefan adalah J Keynes, yang antara lain berpendapat bahwa negara, yang merupakan suatu kekuatan di luar sistem liberalis ini haruslah ikut campur tangan dalam kegiatan ekonomi agar pekerjaan selalu tersedia bagai semua warganya. Secara umum karakteristk sistem ekonomi liberal/kapitalisme adalah : Faktor-faktor produksi ( Tanah, modal, tenaga kerja, kewirausahawan ) dimiliki dan dikuasai oleh pihak swasta Pengamblan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi, diserahkan kepada faktor produksi dan akan dikordinir oleh mekanisme pasar yang berlaku Rangsangan insentif atau umpan balik dberikan dalam bentuk utama mater sebaga sarana memotivasi para pelaku ekonomi SISTEM PEREKONOMIAN PERENCANAAN ( ETATISME/SOSIALIS )

Pencetus ide mengena sistem ekonom etatisme adalah Karl Max, yang diilhami dengan penderitaan kaum buruh yang terjadi saat itu, sebagai ulah para kaum kapitalis. Dalam sistem ini praktis kegatan

ekonom sepenuhnya diatur dbawah kendali negara. Sistsm ini dapat kita lhat pada negara yang menganut faham komunisme, sepert Uni Sovyet misalnya.

Tahap-tahap ide etatisme/komunsme yang sempat muncul adalah : Pertama, tahap dmana prinsip ekonominya adalah setiap orang memberi ( kepada masyarakat ) menurut kemampuannya, dan setiap orang menerima sesua dengan karyanya. Y Tahap tersebut berkembang menjad setiap orang memberi sesuai dengan kemampuannya, dan setap orang menerima menurut kebutuhannya dengan kata lin distribusi menurut kebutuhannya ( Suroso, 1993 )_ Sistem sosialis sendir terdiri dari : Sitem sosalis pasar, dengan Iraktask : Faktor-faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak pemerntah/negara Pengambilan keputusan ekonomi bersifat desentralisasi dengan dikoordinasi oleh pasar Rangsangan dan insentif diberikan berupa material dan moral, sebagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi Sistem sosialis terencana ( komunis ), dengan karakteristik : Faktor-faktor produksi dimiliki dan dikuasai oleh pihak perherintah/negara Pengambilan keputusan ekonom bersifat sentralisas dengan dikoordinasi secara terencana Rangsangan dan insentif diberikan berupa material dan moral, sebagai sarana motivasi bagi para pelaku ekonomi

Dengan semakin berkembangnya kesadaran masyarakat dan tuntutan perekonomian intemasional, tampaknya sistem sosialis terencana ini mulai ditinggalkan oleh penganutnya. Salah satu contoh adalah yang diawali oleh presiden Rusia, Gorbachef dengan tndakan pembahanxannya. Dan akhr~akhir ini dengan mulai pecahnya negara-negara berpaham komunis, yang di dalam perekonomiany cenderung bersistem sosalis.

SISTEM EKONOMI CAMPURAN Sistem ekonom campuran ini adalah merupakan kombnasi logis dari ketidak sempumaan kedua sistem ekonomi di atas (liberalisme dan etatisme). Selain resesi dunia tahun 1930-an telah menjadi bukti ketidak sanggupan sistem lberalis, langah Gorbachev dan bubamya kelompok negara-negarakomunis, menjadi bukti pula kerapuhan sistem etatisme. Sistem campuran mencoba mengkombinasikan kebakan dari kedua sistem tersebut, diantaranya menyarankan perlunya campur tangan pemerintah secara aktif dalam kebebasan phak swasta dalam melaksanakan kegiatan ekonominya. Dengan keinginan seperti ini, banyak negara kemudian memilih istem ekonomi campuran ini. 2 Oktober 2006 7 November 2011

kuswanto.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/17921/SISTEM%2BEKONOMI%2BINDONESIA.doc

Sistem Ekonomi Oleh: Kuswanto 1. Sistem

Sistem adalah suatu organisasi besar yang menjalin berbagai subyek dan obyek serta perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan tertentu. Subyek dan obyek: Sistem kemayaraatan: orang atau masyarakat Sistem kehidupan/lingkungan: makluk hidup dan benda alam Sistem peralatan: barang/alat Sistem informasi: data, catatan, dan fakta Perangkat kelembagaan: lembaga/wadah subyek melakukan hubungan, cara dan mekanisme yang menjalin hubungan Tatanan/kaidah: norma/peraturan yang mengatur hubungan subyek/obyek agar berjalan serasi. 2. Sistem ekonomi dan politik Dumairy (1996), sistem ekonomi adalah sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Sistem ekonomi: Subyek/obyek: manusia (subyke) dan barang ekonomi (obyek) Perangkat kelembagaan: lembaga ekonomi formal dan non formal dan cara serta mekanisme hubungan Tatanan: hukum dan peraturan perekonomian Sheridan (1998), economic system refers to the way people perform economic activities in their search for personal happiness. Sanusi (2000) sistem ekonomi merupakan suatu organisasi yang terdiri dari sejumlah lembaga/pranata (ekonomi, sosial dan ide) yang saling mempengaruhi yang ditujukan ke arah pemecahan masalah pokok setiap perekonomian... produksi, distribusi, konsumsi. Sanusi (2000), perbedaan antar sistem ekonomi dilihat dari ciri: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Kebebasan konsumen dalam memilih barang dan jasa yang dibutuhkan Kebebasan masyarakat memilih lapangan kerja Pengaturan pemilihan/pemakaian alat produksi Pemilihan usaha yang dimanifestasikan dalam tanggungjawab manajer Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh Pengaturan motivasi usaha Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi Penentuan pertumbuhan ekonomi Pengendalian stabilitas ekonomi Pengambilan keputusan Pelaksanaan pemerataan kesejahteraan

Benang merah hubungan sistem ekonomi dan sistem politik KUTUB A KONTEKS Liberalisme Ideoligi politik Demokrasi Egaliterisme (Berderajad sama) Desentralisme Kapitalisme Mekanisme pasar Rejim pemerintahan Penyelenggaraan kenegaraan Struktur birokrasi Ideologi ekonomi Pengelolaan ekonomi

KUTUB Z Komunisme (menghapus hak perorangan) Otokrasi atau otoriter (kekuasaan tak terbatas) Etatitsme (Lebih mementingkan negara) Sentralisme Sosialisme Perencanaan terpusat

Perbedaan sistem ekonomi suatu negara dapat ditinjau dari beberapa sudut: Sistem kepemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi Keleluasaan masyarakat untuk berkompetisi dan menerima imbalan atas prestasi kerja Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya

3.

Kapitalisme dan Sosialisme

Sistem Ekonomi yang esktrim: (a) Sistem ekonomi kapitalis Pengakuan terhadap kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi Kompetisi antar individu dalam memenihi kebutuhan hidup dan persaingan antar badan usaha untuk mengejar keuntungan Tidak batasan bagi individu dalam menerima imbalan atas prestasi kerjanya Campur tangan pemerintah sangat minim Mekanisme pasar akan menyelesaikan persoalan ekonomi USA

(b) Sistem ekonomi sosialis Kepemilikan oleh negara terhadap sumber ekonomi Penekanan terhadap kebersamaan dalam menjalankan dan memajukan perekonomian Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja Campur tangan pemerintah sangat tinggi Persoalan ekonomi harus dikendalikan oleh pemerintah pusat USSR

(c) Sistem ekonomi campuran Kepemilikan oleh individu terhadap sumber ekonomi diakui negara Kompetisi antar individu dalam memenihi kebutuhan hidup dan persaingan antar badan usaha untuk mengejar keuntungan Imbalan yang diterima oleh individu berdasarkan kebutuhan, bukan prestasi kerja

10

Campur tangan pemerintah hanya untuk bidang tertentu seperti bidang yang diperlukan oleh seluruh masyarakat (listrik dan air) Mekanisme pasar akan menyelesaikan persoalan ekonomi dengan beberapa hal perlu adanya campur tangan pemerintah

4.

Persaingan terkendali

Untuk mengetahui sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara, maka perlu dianalisis kandungan faktor-faktor tersebut diatas. Sistem ekonomi Indonesia (sistem persaingan terkendali); Bukan kapitalis dan bukan sosialis. Indoensia mengakui kepemilikan individu terhadap sumber ekonomi, kecuali sumber ekonomi yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara sesuai dengan UUD 45. Pengakuan terhadap kompetisi antar individu dalam meningkatkan taraf hidup dan antar badan usaha untuk mencari keuntungan, tapi pemerintah juga mengatur bidang pendidikan, ketenagakerjaan, persaingan, dan membuka prioritas usaha. Pengakuan terhadap penerimaan imbalan oleh individu atas prestasi kerja dan badan usaha dalam mencari keuntungan. Pemerintah mengatur upah kerja minimum dan hukum perburuhan. Pengelolaan ekonomi tidak sepenuhnya percaya kepada pasar. Pemerintah juga bermain dalam perekonomian melalui BUMN dan BUMD serta departemen teknis untuk membantu meningkatkan kemampuan wirausahawan (UKM) dan membantu permodalan.

5.

Kadar Kapitalisme dan Sosialisme

Unsur kapitalisme dan sosialisme yang ada dalam sistem ekonomi Indonesia dapat dilihat dari sudut berikut ini: (a) Pendekatan faktual struktural yakni menelaah peranan pemerintah dalam perekonomian Pendekatan untuk mengukur kadar campur tangan pemerintah menggunakan kesamaan Agregat Keynesian. Y = C + I + G + (X-M) Y adalah pendatan nasional. Berdasarkan humus tersebut dapat dilihat peranan pemerintah melalui variable G (pengeluaran pemerintah) dan I (investasi yang dilakukan oleh pemerintah) serta (X-M) yang dilakukan oleh pemerintah. Pengukuran kadar pemerintah juga dapat dilihat dari peranan pemerintah secara sektoral terutama dalam pengaturan bisnis dan penentuan harga. Pemerintah hampir mengatur bisnis dan harga untuk setiap sector usaha. (b) Pendekatan sejarah yakni menelusuri pengorganisasian perekonomian Indoensia dari waktu ke waktu. Berdasarkan sejarah, Indonesia dalam pengeloaan ekonomi tidak pernah terlalu berat kepada kapitalisme atau sosialisme. Percobaan untuk mengikuti sistem kapitalis yang dilakukan oleh berbagai kabinet menghasilkan keterpurukan ekonomi hingg akhir tahun 1959. Percobaan untuk mengikuti sistem sosialis yang dilakukan oleh Presiden I menghasilkan keterpurukan ekonomi hiingg akhir tahun 1965. 6 Maret 2009 7 November 2011

11

http://tugaskuliah-adit.blogspot.com/2011/02/sistem-ekonomi-indonesia.html

Sistem Ekonomi Oleh: Adit Persoalan-persoalan ekonomi pada hakekatnya adalah masalah transformasi atau pengolahan alatalat/sumber pemenuh/pemuas kebutuhan, yang berupa faktor- faktor produksi yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam dan keterampilan (skill) menjadi barang dan jasa. Sistem ekonomi merupakan cabang ilmu ekonomi yang membahas persoalan pengambilan keputusan dalam tata susunan organisasi ekonomi untuk menjawab persoalan-persoalanekonomi untuk mewujudkan tujuan nasional suatu negara. Menurut Dumairy (1966), Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suat tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah, padangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak. Sistem ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsur saja dalam suatu supra sistem kehidupan masyarakat. Sistem ekonomi merupakan bagian dari kesatuan ideologi kehidupan masyarakat di suatu negara. Pada negara-negara yang berideologi politik leiberalisme dengan rezim pemerintahan yang demokratis, pada umumnya menganut ideologi ekonomi kapitalisme dengan pengelolaan ekonomi yang berlandaskan pada mekanisme pasar. Di negara-negara ini penyelenggara kenegaraannya cendrung bersifat etatis dengan struktur birokrasi yang sentralistis. Sistem ekonomi suatu negara dikatakan bersifat khas sehingga dibedakan dari sistem ekonomi yang berlaku atau diterapkan di negara lain. Berdasarkan beberapa sudut tinjauan seperti : 1. Sistem pemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi 2. Keluwesan masyarakat untuk saling berkompentisi satu sama lain dan untuk menerima imbalan atas prestasi kerjanya 3. Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya.

27 Februari 2011

7 November 2011

www.bappenas.go.id/get-file-server/node/2629/+Sistem+ekonomi

Sistem Ekonomi Oleh: Bappenas


1. Pengertian-pengertian Sistem Ekonomi Menurut dumairy : sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam ssuatu tatanan kehidupan. Menurut Sanusi : sistem ekonomi merupakan suatu organisasi terdiri dari sejumlah lembaga yang sling mempengaruhi satu dengan yang lainnya.

12

2. Sistem- Sistem Ekonomi a. Sistem Ekonomi Kapitalis Dalam Sanusi, sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem ekonomi dimana kekayaan yang produktif terutama dimiliki secara pribadi dan produksi terutama dilakukan untuk dijual. b. Sistem Ekonomi Sosialis Dumairy menjelaskan, sistem ekonomi sosialis adalah adanya berbagai distorasi dalam mekanisme pasar menyebabkan tidak mungkin bekerja secara efisien, dan bahwa sistem ini bukanlah sistem ekonomi yang tidak memandang penting peranan kapital. c. Sistem Ekonomi Campuran Sanusi menjelaskan dalam sistem ekonomi campuran dimana kekuasaan serta kebebasan berjalan secara bersamaan walau dalam kadar yang berbeda-beda. Ada pula sistem ekonomi campuran dimana peran kekuasaan pemerintah relatif besar. 3. Sistem Ekonomi Indonesia Sistem ekonomi yang diterapkan di Indonesia, kapitalisme, sosialisme, atau gabungan dari keduanya. Dalam memahami ekonomi yang diterapkan di Indonesia, paling tidak secara konstitutional, perlu dipahami terlebih dahulu ideologi apa yang dianut oleh Indonesia. Pasal 33 dianggap pasal terpenting yang mengatur langsung sistem ekonomi Indonesia, yakni prinsip demokrasi ekonomi. Secara rinci pasal menetapkan 3 hal, yakni : a. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan.

b. Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai negara. c. Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Sistem Ekonomi A.Peran Sistem Ekonomi dan Evolusinya dalam Pembangunan Nasional

Setiap negara yang berdaulat dalam upayanya untuk mensejahterakan rakyatnyaharus mempunyai suatu identitas kebangsaan. Upaya peningkatan kesejahteraanumumnya dilakukan melalui upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi sedangkanupaya untuk menjamin terpeliharanya identitas bangsa umumnya dilakukan melaluiproses pembangnan. Dalam hubungan ini, pertumbuhan ekonomi merupakan upayapeningkatan kegiatan ekonomi dalam suatu sistem ekonomi tertentu, sedangkanpembangunan merupakan upaya pengembangan sistem ekonomi itu sendiri.

13

Tanpa adanya kesepakatan tentang sistem ekonomi yang dianut maka akan lebih terbukakemungkinan terjadinya perselisihan pendapat mengenai kebijakan ekonomi yangpatut ditempuh dalam mengatasi berbagai permasalahan ekonomi mendasar yangdihadapi suatu bangsa. Walaupun dalam proses pembentukan public policy selaluterdapat suatu public debate, namun jika telah ada kesepakatan tentang suatu sistemekonomi maka akan diredam terjadinya perselisihan pendapat dari suatu ekstrim keekstrim lain yang selain dapat memperlamban proses pengambilan keputusan jugaakan menciptakan iklim ketidakpastian bagi dunia usaha dan akhirnya menganggustabilitas ekonomi dan politik.

Dalam pada itu, pengembangan sistem ekonomi suatu negara, sebagai bagian daripengembanganmengembangkan berbagai sistem di bidang non-ekonomi, seperti sistem politiknya,sistem hukumnya, dan sistem sosial budayanya. Walaupun akan berkembang denganlaju yang tidak sama, pengembangan setiap sistem ini umumnya akan berjalan dalamsatu arah, di mana sistem yang satu akan mempengaruhi sistem lainnya. Umumnya,semakin maju perekonomian suatu negara maka akan berevolusi sistem ekonominyadari etatisme menuju ke lberalisme dan bersamaan dengan ini sistem politiknya akancenderung bergerak dari sistem yang otoriter menjadi yang lebih demokratis. Suatuilustrasi proses pengembangan sistem ekonomi dan sistem politik diberikan pada

Sistem ekonomi merupakan keseluruham dari berbagai institusi ekonomi yangberlaku di suatu perekonomian untuk mengatur bagaimana sumber daya ekonomiyang terdapat di perekonomian tersebut didayagunakan untuk memenuhi kebutuhanmasyarakatnya. Berbagai institusi ekonomi ini mengatur bagaimana dibuatnyakeputusan yang menyangkut hal-ihwal ekonomi dan bagaimana sumber daya ekonomidikelola agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Berbagai institusi ekonomi inidapat berupa peraturan perundang-undanganmasyarakat tersebut dalam penggunaan sumber daya ekonominya untuk memenuhikebutuhan masyarakatnya. Dari kerangka institusi ekonomi ini dapat diketahui carapengambilan keputusan di negara ini tentang apa lebih baik diproduksi, misalnyaapakah lebih banyak beras atau pesawat terbang, apakah mesin tenun atau kedelai. Terkait dengan pengaturan tentang apa yang akan diproduksi adalah berapa besarperan dunia usaha swasta dan berapa besar peran duniua usaha negara Dalam dalamspectrum sistem ekonomi yang digambarkan pada Diagram I, maka semakin besarbobot pengambilan keputusan ini dibuat oleh mekanisme pasar/harga maka sistemekonominya lebih cenderung menjadi sistem ekonomi liberal/kapitalis. Sebaliknya,semakin cenderung keputusannya dibuat oleh lembaga pemerintah maka sistemekonominya lebih merupakan sistem ekonomi yang didominsai intervensi pemerintah. Sebagai hasil kemufakatan suatu masyarakat/negara, maka kerangka institusiekonomi yang berlaku biasanya tidak bersifat statis. Kemufakatan yang tercapai suatusaat biasanya didasarkan atas perkembangan aspirasi dan nilai-nilai yang berkembangdi masyarakat pada saat itu. Karena isu-isu dan masalah yang dihadapi terusberkembang maka nilai dan aspirasi dari masyarakat itu akan cenderung ikut berubah.

Dengan berubahnya aspirasi dan sistem nilai ini maka suatu sistem ekonomi yang berlakukanperkembangan ini adalah GBHN yang telah diberlakukan setiap lima tahunIndonesia sejak tahun 1973 dan terakhir pada tahun 1998. Pengamatan atasperkembangan GBHN dari suatu periode lima tahun ke lima tahun berikutnyamenunjukkan adanya kecenderungan berubah, yaitu tidak statis.

14

Suatu contoh saja adalah konsep Trilogi Pembangunan yang baru muncul pada GBHN tahun 1978 ketika meningkat aspirasi akan perlunya peningkatan pemerataan dalam pembangunan. Pada periode selanjutnya, dengan mulai munculnya masalah-masalah dan tantangan barumpada saat itu, terutama terkaik dengan jatuhnya harga minyak dunia dari puncuknyamsebesar USD 33/barrel pada tahun 1982 menjadi USD 10/barrel pada pertengahanmtahun 1986, mulai berkembang nilai-nilai baru yang menginginkan diadakannyamberbagai langkah liberalisasi, sebagaimana tercermin pada dikeluarkannya berbagai paket deregulasi. Dalam masa tersebut, sistem ekonomi Indonesia, meskipun secarade jure tetap dinamakan Sistem Demokrasi Ekonomi dan juga dinamakan Sistem Ekonomi Pancasila, secara de facto telah bergerak kekanan dalam spektrum system ekonomi yang digambarkan pada Diagram I di atas. (Sebagai catatan kaki dapat ditambah bahwa perubahan yang terjadi pada sistem ekonomi tersebut tidak serta merta diikuti oleh laju perubahan yang sama pada sistem politik). Suatu hal yang juga perlu dicatat adalah walaupun dapat terbentuk berbagai sistem ekonomi yang berbeda, setiap dan semua sistem ekonomi tersebut tidak dapat menghindarkan diri dari berbagai kaidah yang berlaku di ilmu ekonomi. Satu kaidah ataupun kebiasaan yang berlaku di cenderung ikut berubah dan berevolusi. Suatu ilustrasi dari di ekonomi mikro adalah hukum permintaan dan penawaran, dalam mana harga suatu barang atau jasa tidak dapat tetap rendah jikalau permintaan meningkat sedangkan penawarannya tidak ikut meningkat. Dalam sistem ekonomi yang diatur pemerintah, harga ini dapat tetap rendah tetapi harus disertai dengan adanya subsidi. kaidah ekonomi pada tataran makro adalah bahwa kebijakan fiskal pemerintah jikalau tidak dapat berimbang harus ditutupi oleh pinjaman luar negeri kecuali ditingkatkan pajak atau/dan ditingkatkan jumlah uang beredar dari segi kebijakan moneter. Kedua contoh berlakunya hukum ekonomi ini dan implikasinya (dalam contoh: perlunya subsidi dan perlunya pinjaman luar negeri atau/dan inflasi yang lebih tinggi) menunjukkan bahwa masalah pembangunan ekonomi yang semakin banyak dapat terselesaiakan pada tataran sistem ekonomi, melalui berlakunya berbagai kaidah ekonomi, akan semakin mengurangi permasalahan yang harus diselesaikan pada tataran sistem politik. www.bappenas.go.id/get-file-server/node/2629/+Sistem+ekonomi

29 April 2008

7 November 2011

http://kamarche99.wordpress.com/2008/09/22/sistem-ekonomi/

Sistem Ekonomi Oleh: Kamarche SISTEM EKONOMI 1. Pengertian Sistem ekonomi adalah kumpulan dari aturan-aturan atau kebijakan-kebijakan yang saling berkaitan dalam upaya memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran 2. Macam-macam sistem ekonomi

15

a. Sistem ekonomi tradisional adalah sistem ekonomi di mana kegiatan ekonominya yang masih sangat sederhana Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional adalah 1) masyarakat hidup berkelompok secara kekeluargaan, 2) tanah merupakan sumber kehidupan, 3) belum mengenal adanya pembagian kerja, 4) pertukaran secara barter, 5) tingkat dan macam produksi sesuai kebutuhan. b. Sistem ekonomi adalah sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya diatur oleh pusat. Ciri-ciri ekonomi komando adalah 1) semua sumber dan alat produksi dikuasai negara, 2) hak milik perorangan atas alat dan sumber produksi tidak ada, 3) kebijakan perekonomian sepenuhnya diatur pusat 4) Pembagian kerja diatur negara, 5) Masyarakat tidak dapat memilih jenis pekerjaan. c. Sistem ekonomi pasar adalah sistem ekonomi yang sepenuhnya dilaksanakan oleh wisata, dan pemerintah hanya mengawasi jalannya perekonomian. Ciri-ciri ekonomi pasar adalah 1) sumber dan alat produksi dikuasai oleh swasta, 2) rakyat diberi kebebasan mengatur sumber dan alat produksi 3) munculnya persaingan antarpengusaha 4) dalam masyarakat terdapat pembagian kelompok-kelompok, yaitu pemilik faktor produksi dan pekerja / buruh d. Sistem ekonomi campuran adalah gabungan dari sistem ekonomi komando dan pasar, berikut ciri-ciri ekonomi pasar. 1) Alat produksi yang vital dikuasai negara 2) Alat produksi yang kurang penting dikelola swasta 3) Perekonomian dilaksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat 4) Hak milik diakui sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan umum

22 September 2008

7 November 2011

16

http://www.openzine.com/aspx/ReadMore.aspx?ID=23759&lid=77&IssueID=4084&zineID=0&divid=308 Sistem Ekonomi Oleh: Imam


Sistem Ekonomi Menghadapi masalah pokok ekonomi tersebut, bagaimana kita memecahkan pokok persoalan itu? Secara garis besar, kita mengenal empat sistem ekonomi yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan situasi kondisi dan ideologi negara yang bersangkutan. Keempat sistem ekonomi tersebut adalah sistem ekonomi tradisional, sistem ekonomi terpusat, sistem ekonomi pasar dan sistem ekonomi campuran. 1. Sistem Ekonomi Tradisional Sistem ekonomi ini merupakan sistem ekonomi yang dijalankan secara bersama untuk kepentingan bersama (demokratis), sesuai dengan tata cara yang biasa ditempuh oleh nenek moyang sebelumnya. Dalam sistem ini segala barang dan jasa yang diperlukan, dipenuhi sendiri oleh masyarakat itu sendiri. Tentunya Anda akan bertanya apa tugas pemerintah dalam sistem ekonomi tradisional ini? Dalam sistem ekonomi tradisional, tugas pemerintah hanya terbatas memberikan perlindungan dalam bentuk pertahanan, dan menjaga ketertiban umum. Dengan kata lain kegiatan ekonomi yaitu masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi semuanya diatur oleh masyarakat. Pada umumnya, sistem perekonomian ini berlaku pada negara-negara yang belum maju, dan mulai ditinggalkan. 2. Sistem Ekonomi Terpusat Pada sistem ekonomi ini, pemerintah bertindak sangat aktif, segala kebutuhan hidup termasuk keamanan dan pertahanan direncanakan oleh pemerintah secara terpusat. Pelaksanaan dilakukan oleh daerahdaerah di bawah satu komando dari pusat. Dengan demikian, masalah apa dan berapa, bagaimana dan untuk siapa barang diproduksi, semuanya diatur oleh pemerintah secara terpusat. Kebebasan untuk melakukan kegiatan ekonomi dibatasi sehingga inisiatif perorangan tidak dapat berkembang. Pada umumnya sistem ekonomi terpusat ini diterapkan pada negara-negara yang menganut paham komunis. Namun karena kurang sesuai dengan aspirasi rakyat, akhir-akhir ini sudah ditinggalkan. 3. Sistem Ekonomi Pasar Pada sistem ekonomi pasar, kehidupan ekonomi diharapkan dapat berjalan bebas sesuai dengan mekanisme proses. Siapa saja bebas memproduksi barang dan jasa, sehingga mendorong masyarakat untuk bekerja lebih giat dan efisien. Dengan demikian bagi produsen memungkinkan memperoleh laba sebesar-besarnya. Jika barang atau jasa dapat dipasarkan, pada akhirnya produsen akan menyesuaikan dengan keinginan dan daya beli konsumen. Salah satu ciri sistem ekonomi pasar adalah berlakunya persaingan secara bebas. Akibatnya yang kuat bertambah kuat, sedang yang lemah semakin terdesak tidak berdaya. Untuk mengatasi keadaan itu pemerintah ikut campur tangan melalui peraturan perundang-undangan yang dianggap perlu, sehingga terbentuk sistem ekonomi pasar yang terkendali, bukan ekonomi bebas lagi. 4. Sistem Ekonomi Campuran Sistem ekonomi campuran pada umumnya ditetapkan pada negara-negara berkembang. Dalam sistem ini sektor swasta dan pemerintah sama-sama diakui. Hal ini berarti di samping sektor swasta, terdapat pula badan perencana negara yang merencanakan arah dan perkembangan ekonomi. Sistem ekonomi campuran ini dasarnya merupakan perpaduan antara sistem ekonomi terpusat dengan sistem ekonomi pasar.

17

Untuk lebih memahami sistem ekonomi, coba Anda isi ciri-ciri sistem ekonomi di bawah ini: Sistem Ekonomi Ciri-cirinya 1. Tradisional 2. Terpusat 3. Pasar 4. Campuran

8 Agustus 2007

7 November 2011

http://www.scribd.com/doc/19623974/Sistem-Ekonomi-Indonesia

Sistem Ekonomi Oleh: Berbagai Sumber


SISTEM-SISTEM EKONOMI Sistem Kapitalis Sistem kapitalis merupakan satu sistem ekonomi yang wujud sejak kurun ke-19. Di antara ciri-ciri terpenting sistem ini ialah ia mengamalkan dasar pasaran bebas dan pemilikan harta persendirian. Dalam sistem ini, manusia bebas mentadbir dan menggunakan sumber-sumber yang ada tanpa banyak campur tangan daripada kerajaan. Kerajaan tidak mengawal sumber dan tidak juga menetapkan upah dan harga. Ini semua ditentukan oleh permintaan dan penawarnya. Di bawah sistem ini , individu dan pihak lain termasuk syarikat boleh memiliki harta, menjual dan memindahkannya dengan bebas. Namun begitu, untuk menjamin bahawa sistem ini berjalan lancar dan tidak mempunyai sebarang unsur penindasan dan penipuan di antara pihak pembekal dan pengguna, kerajaan dalam keadaan-keadaan tertentu boleh memainkan peranan dalam pasaran. Biasanya penglibatan ini terhad kepada pengenalan serta pelaksanaan peraturan dan undang-undang bagi menjamin kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan teratur. Amerika syarikat adalah di antara contoh negara yang mengamalkan sistem ini.

Sistem Ekonomi Sosialis Sistem ini merupakan satu sistem yang mengenakan beberapa sekatan ke atas kuasa pasaran dan pemilikan harta persendirian. Dalam sistem ini, kerajaan mengawal dan memiliki sumber-sumber keperluan utama seperti bekalan elektrik, air, telekomunikasi, tenaga, industri-industri berat dan sumbersumber pertanian. Manakala pihak swasta atau persendirian pula hanya di benar mengendalikan dan memiliki perniagaan-perniagaan kecil dan tidak penting. Dengan itu, kerajaan menguasai pasaran dan menjadi peserta utama yang menetapkan upah harga dalam pasaran. Negara-negara yang mengamalkan sistem ini adalah negara-negara Eropah Timur, Myanmar, Laos dan beberapa negara di Afrika.

18

Sistem Ekonomi Komunis Sistem ini tidak mengiktiraf pemilikan harta persendirian dan mengetepikan langsung dasar pasaran bebas. Segala pentadbiran, pemindahan dan pengagihan sumber semuanya adalah diuruskan oleh kerajaan. Rakyat dan swasta tidak dibenarkan langsung menguasai sumber-sumber negara. Sebaliknya sumber-sumber negara diagihkan kepada rakyat mengikut kehendak kerajaan. Sistem ini telah diamalkan oleh bekas Kesatuan Soviet, Republik Rakyat China, Cuba dan sebahagian negara-negara Afrika. Sistem ini telah pun runtuh di beberapa buah negara asta kehendak rakyatnya sendiri.

Sistem Ekonomi Campuran Sistem ekonomi campuran merupakan satu sistem ekonomi hasil daripada campuran dia atara sistem kapitalis dan sistem sosialis. Melalui sistem ini, kerajaan dan pihak persendirian atau swasta bekerjasama untuk membentuk satu pasaran yang lebih adil. Dasar-dasar kerajaan digubal secara menyeluruh dan merangkumi semua pihak termasuk pihak swasta atau persendirian. Kerajaan sebagai pentadbir walau bagaimanapun boleh campur tangan dalam pasaran serta urusan ekonomi dan kewangan apabila keadaan memerlukan. Hak milik kerajaan dan persendirian akan digembleng untuk kebaikan rakyat. Walaupun kerajaan menjadi pemilik kepada badan-badan utiliti tertentu tertentu namun pihak swasta atau persendirian juga dibenarkan terlibat dalam kegiatan-kegiatan perniagaan yang besar serta menjadi pemilik kepada industri-industri gergasi yang penting di negara ini bahkan berbagai-bagai insentif diberikan untuk menggerakkan kegiatan sektor swasta. Malaysia adalah di antara negara yang mengamalkan sistem ekonomi campuran.

Ekonomi Islam Kegiatan ekonomi Islam merupakan satu kewajipan yang penting di dalam Islam. Tuntutan terhadap ekonomi di dalam Islam adalah penting kerana Islam satu cara hidup yang menyatupadukan kehendakkehendak kebendaan dan rohaniah manusia. Asas-asas ekonomi Islam terkandung di dalam Al-Quran dan juga sunah Rasulullah s.a.w. Daripada sumber-sumber ini, ulamak-ulamak dan ahli-ahli ekonomi Islam telah mengupas beberapa prinsip sistem ekonomi Islam. Prinsip-prinsip utama dirumuskan seperti berikut: 1. Konsep Pemilik Di benar Dan Khalifah 2. Integrasi Antara Nilai-Nilai Akhlak Dan Kegiatan Ekonomi 3. Sikap Positif Terhadap Aktiviti Dan Pembangunan Ekonomi 4. Agihan Semula Kekayaan 5. Perkongsian Untung (Dan Rugi)

19

B.Sistem Ekonomi Persoalan-persoalan ekonomi pada hakekatnya adalah masalah transformasiatau pengolahan alatalat/sumber pemenuh/pemuas kebutuhan, yang berupa faktor-faktor produksi yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam dan keterampilan (skill)menjadi barang dan jasa. Sistem ekonomi merupakan cabang ilmu ekonomi yang membahas persoalanpengambilan keputusan dalam tata susunan organisasi ekonomi untuk menjawabpersoalan-persoalanekonomi untuk mewujudkan tujuan nasional suatu negara.Menurut Dumairy (1966), Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur sertamenjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalamsuat tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomitidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah, padangan dan polahidup masyarakat tempatnya berpijak. Sistem ekonomi sesungguhnya merupakan salah satu unsur saja dalam suatu supra sistem kehidupan masyarakat. Sistemekonomi merupakan bagian dari kesatuan ideologi kehidupan masyarakat di suatunegara.Pada negara-negara yang berideologi politik leiberalisme dengan rezim pemerintahan yang demokratis, pada umumnya menganut ideologi ekonomikapitalisme dengan pengelolaan ekonomi yang berlandaskan pada mekanisme pasar.Di negara-negara ini penyelenggara kenegaraannya cendrung bersifat etatis denganstruktur birokrasi yang sentralistis. Sistem ekonomi suatu negara dikatakan bersifatkhas sehingga dibedakan dari sistem ekonomi yang berlaku atau diterapkan di negaralain.

Berdasarkan beberapa sudut tinjauan seperti : 1.Sistem pemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi 2.Keluwesan masyarakat untuk saling berkompentisi satu sama lain dan untuk menerima imbalan atas prestasi kerjanya 3.Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan dan merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya.

20 Maret 2006

7 November 2011

20