Anda di halaman 1dari 33

KELOMPOK 5 Ria Permatasari (131011077) Ika Rizqi Lia N (131011087) Redma Julianah (131011089) Ennyke Rizki N (131011090) Abdul

Aziz (131011099) Rina Qoidatul A (131011130) Grispenjas S.M.P.R.A (131011132) Khotimatul Husna (131011143)

ASKEP PADA PASIEN BULIMIA DAN ANOREKSIA NERVOSA subtitle style Click to edit Master

4/21/12

BULIMIA NERVOSA
DEFINISI
gangguan makan yang serius dan potensial mengancam jiwa. Dimana pasien mengkonsumsi banyak makanan kemudian berusaha mengeluarkannya dengan cara tidak benar spt memuntahkannya atau dengan minum obat pencahar

4/21/12

Etiologi

4/21/12

PATOFISIOLOGI

Bulimia paling banyak terjadi pada perempuan terutama usia 1619 th Pasien banyak makan kemudian berusaha untuk mengeluarkannya dengan muntah atau konsumsi obat

4/21/12

Menurut Cecily lynn betz dan linda A.

MANIFESTASI KLINIS
Sowden

4. Diet dan latihan yang komplusif 1. Makan berlebih dilakukan dengan sembunyi-sembunyi penampila fisik 5 Terobsesi dengan dan berat badan 2. Menyembunyikan makanan atau mencuri makanan.tubuh dan konsep 6. Gangguan citra diri 3. Meminta izin ke kamar mandi selama atau sesudah makan 7. Depresi dan distimia 8. Kecanduan makanan.
4/21/12

Tanda dan Gejala yang Lain


1. Merasa anda tidak dapat mengendalikan kebiasaan makan anda.
2.

9.

Makan sampai titik anda merasakan rasa nyeri atau tidak nyaman. Memaksa diri anda untuk muntah setelah makan. Berolahraga secara berlebihan. Penyalahgunaan laxative, diuretic atau enema. Merasa tidak puas dengan bentuk dan berat badan.
10.

Fungsi usus yang tidak normal. Kerusakan gigi dan gusi. Bengkak pada kelenjar ludah di pipi. Radang tenggorokan

3.

4.

11.

5.

6.

12.

7.

4/21/12 Memandang negatif bentuk

WOC.docx Click to edit Master subtitle style

4/21/12

ASKEP BULIMIA NERVOSA

4/21/12

PENGKAJIAN (ANAMNESA)

Identitas Pasien Utama Penyakit saat ini penyakit Dahulu penyakit keluarga Bio-Psiko-sosial-

Keluhan Riwayat Riwayat Riwayat

Pengkajian

spiritual
4/21/12

4/21/12

PEMERIKSAAN FISIK

PERNAFASAN (B1) (B2) (B3) (B5) DAN INTEGUMEN (B6)

KARDIOVASKULER PERSYARAFAN PERKEMIHAN

(B4)

PENCERNAAN

MUSKULOSKELETAL

4/21/12

Pemeriksaan diagnostik

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.

Kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan output yang berlebih. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan rangsangan

2.

4/21/12

Intervensi Keperawatan

Dx : Kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan output yang berlebih. Awasi TTV nadi status membran mukosa turgor kulit Awasi jumlah masukan cairan (intake & output)

1.

2.

3.

Indentifikasi rencana untuk meningkatkan 4/21/12 /mempertahankan

lanjutan
5. Memberikan cairan sesuai indikasi 6. Awasi pemeriksaan laboratorium tentang elektrolit 7. Menimbang berat badan tiap hari 8. Kaji suhu , warna kulit, kelembapan kulit 9. kolaborasi pemberian cairan infuse
4/21/12

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan rangsangan muntah sendiri, penggunaan laktasif berlebihan 1. Hindari pemberian laktasif
2.

Dx:

Libatkan pasien dalam program perubahan perilaku Timbang berat badan tiap hari buat jadwal teratur Rujuk ke ahli gizi Catat berat badan saat masuk dan bandingkan dengan sebelumnya Auskultasi bising usus

3.

4. 5.

6.

4/21/12

lanjutan
7. Berikan tambahan makanan / nutrisi dukung total bisa dibutuhkan 8. dorong klien untuk makan semua makanan 9. Monitor pemeriksaan laboratorium, antara glukosa serum, albumin dan total protein

4/21/12

1.

Dx : Gangguan citra tubuh berhubungan dengan rasa takut kegemukan yang tidak wajar Buat hubungan teraupetik perawat dengan pasien. Tingkatkan konsep diri tanpa penilaian moral. Berikan pasien untuk menggambarkan dirinya sendiri. Sadari reaksi sendiri terhadap perilaku pasien Dorong pasien untuk menghargai

2.

3.

4.

5. 4/21/12

Click to edit Master subtitle style

ANOREKSIA NERVOSA
4/21/12

DEFINISI

sebuah gangguan makan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang.

4/21/12

ETIOLOGI

4/21/12

PATOFISIOLOGI

Gangguan makan dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan dalam batas-batas minimal yang normal tinggi badan, berat badan dan kerangka tubuh penurunan berat badan yang berlebih disangkal dan individu memiliki citra tubuh yang menyimpang (kurus dianggap 4/21/12

Manifestasi klinis
9 1. 10 2. 11 3. 12 4. 13

Gangguan berat Penurunan tidur badan mendadak tanpa penyebab yangkronis, nyeri Konstipasi atau diare jelas abdomen, kembung Tampilan kurus kering, hilangnya lemak subkutan (akibat sering Erosi esophagus muntah) Perubahan kebiasaan makan waktu makan yangtidak lazim Depresi alam perasaan

Latihan dan berlebihan pada aktivitas fisik berlebihan Fokus yang 5. pencapaian Amenore. hasil yang tinggi (menjadi stress jika penampilan 4/21/12 6. Kulit kering bersisik

WOC.docx
Click to edit Master subtitle style

4/21/12

ASUHAN KEPERAWAN PASIEN ANOREKSIA NERVOSA


Click to edit Master subtitle style

4/21/12

CONTOH KASUS

Nn. G berusia 17 tahun datang ke rumah sakit pada tanggal 27 maret 2012 dengan keluhan diare lebih dari 2 hari dan didiagnosa mengalami anorexia nervosa. Berat badannya 30 kg dan tinggi badan 160cm, badannya lemah, pucat, tampak kurus, dan tetap menolak makan. Pasien sering mengkonsumsi obat diet. Dari hasil pemeriksaan 4/21/12 laboratorium didapat kadar albumin

PENGKAJIAN (ANAMNESA)
1. Identitas Nona G, umur 17 tahun, tinggal di kota x, pendidikan SMA. 2. Keluhan Utama pasien mengeluh diare lebih dari 2 hari.
3.

Riwayat penyakit saat ini

Pasein datang ke Rumah Sakit pada 4/21/12 tanggal 27maret 2012, dengan

PEMERIKSAAN FISIK

PERNAFASAN (B1) KARDIOVASKULER (B2) PERSYARAFAN (B3) PERKEMIHAN (B4) PENCERNAAN (B5) MUSKULOSKELETAL DAN INTEGUMEN (B6)
4/21/12

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan hilangnya nafsu makan. Kekurangan volume cairan tubuh berhubungan dengan diare akibat penggunaan obat diet berlebih Perubahan proses pikir berhubungan dengan penyalahgunaan zat

2.

3.

4.

Ketakutan berhubungan dengan 4/21/12 defisit pengetahuan

INTERVENSI KEPERAWATAN
DIAGNOSA 1:
A.

Jelaskan peran dan pentingnya nutrisi pada proses pertumbuhan dan perkembangan. Berkolaborasi dengan ahli gizi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi klien. Observasi berat badan pasien

B.

C.

4/21/12

INTERVENSI DIAGNOSA 2: Pantau tanda-tanda vital tiap 2 jam atau sesering mungkin sesuai kebutuhan sampai stabil Ukur asupan dan pengeluaran tiap 1-4 jam. Catat dan laporkan perubahan yang signifikan termasuk urin dan feses

a.

b.

c.

Beri cairan parenteral untuk mengganti cairan yang hilang dan mempermudah pergerakan cairan 4/21/12

INTERVENSI DIAGNOSA 3 Jelaskan pada pasien tentang bahaya mengkonsumsi obat diet berlebih Ajak pasien berpikir realistis tentang keadaan tubuhnya Beri reinforcement positif ketika pasien mampu berpikir realistis

A.

B.

C.

4/21/12

INTERVENSI DIAGNOSA 4: Dorong pasien untuk mengidentifikasi sumber ketakutan. Jelaskan semua pengobatan dan prosedur serta jawab semua pertanyaan. Luangkan waktu untuk bersama dengan pasien dan beri kesempatan kepada pasien untuk menyalurkan perasaan

A.

B.

C.

4/21/12

Click to edit Master subtitle style

4/21/12