Anda di halaman 1dari 19

PENGELOLAAN LABORATORIUM IPA DI SMPN 15 CIREBON Laporan Observasi Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas terstruktur Mata

Kuliah: Pengelolaan Laboratorium IPA Dosen: Djohar Maknun, S.Si, M.Si

Disusun oleh: Prantona Jasera Shofiyatun Nisa Sri Yuliati Prihandini Tri Rofchatul Hulaela Wasilah (59461278) (59461286) (59461283) (59461289) (59461291)

Tarbiyah/IPA Biologi D/Semester IV

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2011

KATA PENGANTAR Semesta puja, semesti puji, terpanjat nyata hanya untuk Allah SWT. yang Maha Pengasih dan Maha Pemurah. Shalawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada junjunan besar kita Nabi Muhammad saw., kepada keluarganya, kepada para sahabatnya, dan kepada kita semua selaku umatnya semoga mendapat syafaat di Yaumil Akhir. Amin Alhamdulillah berkat rahmat dan hidayah Allah SWT., penulis dapat menyelesaikan laporan observasi Pengelolaan Laboratorium IPA di SMPN 15 Cirebon ini dengan baik sebagai salah satu tugas terstruktur Mata Kuliah Pengelolaan Laboratorium IPA yang diampu oleh Bapak Djohar Maknun, S.Si, M.Si. Penulis menyajikan laporan observasi pengelolaan laboratorium IPA di SMPN 15 Cirebon ini bertujuan agar kita lebih mampu memahami pengelolaan laboratorium yang efektif dan efisiens. Kritik dan saran yang membangun dari para pembaca, sangat diharapkan oleh penulis untuk kesempurnaan di masa mendatang. Tak ada gading yang tak retak. Terima kasih

Cirebon, Mei 2011

Penulis,

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang SMP Negeri 15 Cirebon adalah sebuah institusi pendidikan yang dalam pencapaian tujuannya sangat didukung oleh berbagai komponen. Salah satunya adalah laboratorium IPA terpadu. Disamping itu, laboratorium IPA Terpadu merupakan hal yang sangat mendasar dalam terlaksananya suatu proses pendidikan untuk mencapai hasil pembelajaran yang lebih baik. Laboratorium adalah tempat pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu (sains) dengan cara mencari pengetahuan tentang alam secara sistematiss melalui proses penemuan (inquiry) yang menekankan pemberian pengalaman langsung dalam penggunaan dan pengembangan keterampilan proses dan sikap ilmiah siswa, yang bermuara pada pembelajaran work-based experiment (belajar sambil bekerja). Keberadaan laboratorium IPA Terpadu juga perlu didukung oleh berbagai program yang baik agar dapat mencapai tujuan yang direncanakan dan mengacu pada visi dan misi SMP Negeri 15 Cirebon. Penyusunan program kerja yang baik dan terencana akan menciptakan suatu pengembangan dan pemeliharaan laboratorium IPA Terpadu kedepan. Hal ini akan mendukung tingkat keberhasilan program yang ingin dicapai sekaligus memberikan tingkat ketercapaian visi dan misi SMP Negeri 15 Cirebon. 1.2. Rumusan Masalah a) Apa yang dimaksud dengan laboratorium? b) Apa saja jenis-jenis laboratorium? c) Apa fungsi dan peranan laboratorium dalam pembelajaran? d) Bagaimana penataan laboratorium yang baik dan benar? e) Bagaimana administrasi laboratorium di SMPN 15 Cirebon? f) Apa saja inventaris alat-alat yang ada di laboratorium SMPN 15 Cirebon? g) Bagaimana tata tertib di dalam laboratorium?

BAB II PEMBAHASAN

2.1.

Pengertian Laboratorium Menurut Direktorat Pendidikan Menengah Umum (1995:7), Laboratorium adalah

tempat melakukan percobaan dan penyelidikan. Tempat ini dapat merupakan suatu ruangan tertutup, kamar, atau ruangan terbuka, misalnya kebun. Dalam pengertian yang terbatas Laboratorium ialah suatu ruangan yang tertutup tempat melakukan percobaan dan penyelidikan. Selain itu, menurut Widyarti (2005:1) Laboratorium adalah suatu ruangan tempat melakukan kegiatan praktek atau penelitian yang ditunjang oleh adanya seperangkat alat-alat Laboratorium serta adanya infrastruktur Laboratorium yang lengkap. Kemudian, menurut Wirjosoemarto dkk (2004:40) pada konteks proses belajar mengajar sains di sekolah-sekolah seringkali istilah Laboratorium diartikan dalam pengertian sempit yaitu suatu ruangan yang didalamnya terdapat sejumlah alat-alat dan bahan praktikum. 2.2. Jenis Laboratorium Laboratorium dapat bermacam-macam jenisnya. Menurut Wirjosoemarto dkk (2004: 41): Di Sekolah Menengah, umumnya jenis Laboratorium disesuaikan dengan mata pelajaran yang membutuhkan Laboratorium tersebut. Karena itu di sekolah-sekolah untuk pembelajaran IPA biasanya hanya dikenal Laboratorium Fisika, Laboratorium Kimia dan Laboratorium Biologi. Di SLTP mungkin hanya ada Laboratorium IPA saja. Di Perguruan Tinggi, untuk satu jurusan saja, mungkin terdapat banyak Laboratorium. Di Jurusan Biologi, Kita kenal Laboratorium Fisiologi, Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Ekologi, Laboratorium Genetika dan lain-lain. Bahkan ada Laboratorium yang lebih spesifik lagi seperti Laboratorium Kultur Jaringan Tumbuhan. Selain itu menurut Wirjosoemarto dkk (2004: 41) Kadang-kadang atas pertimbangan efisiensi, suatu ruangan Laboratorium difungsikan sekaligus sebagai ruangan kelas untuk proses belajar mengajar IPA. Laboratorium jenis ini dikenal sebagai Science classroom-laboratory. Kelebihan jenis Laboratorium ini bersifat multi guna. 2.3. Fungsi/Peranan Laboratorium Dalam Pembelajaran Amien dalam Tarmizi (2005:1-2) mengemukakan bahwa fungsi Laboratorium adalah sebagai berikut: 1. Alat (tempat) untuk menguatkan/memberi kepastian keterangan-keterangan (informasi).

2. Alat untuk mentukan hubungan sebab-akibat (causalitas). 3. Alat untuk membuktikan benar tidaknya faktor-faktor atau fenomena-fenomena tertentu. Suatu fenomena apabila sudah dibuktikan kebenarannya dapat dijadikan hukum atau dalil. 4. Alat untuk mempraktekkan sesuatu yang diketahui. 5. Alat untuk mengembangkan keterampilan. 6. Alat untuk memberikan latihan 7. Alat untuk membentuk siswa belajar menggunakan metode ilmiah dalam memecahkan problem. 8. Alat untuk melanjutkan/melaksanakan penelitian perorangan (individual research). Menurut Departemen Pendidikan Nasional (2006:15) fungsi dari pada ruangan Laboratorium Sains/PA adalah: 1. Tempat pembelajaran Sains/PA. 2. Tempat peragaan Sains/ PA. 3. Tempat praktik Sains/ PA. Menurut Wirjosoemarto dkk (2004: 42-43) fungsi Laboratorium adalah sebagai berikut: Laboratorium memiliki peran sebagai tempat dilakukannya percobaan atau penelitian. Di dalam pembelajaran sains, Laboratorium berperan sebagai tempat kegiatan penunjang dari kegiatan kelas. Bahkan mungkin sebaliknya bahwa yang berperan utama dalam pembelajaran sains adalah Laboratorium, sedangkan kelas sebagai tempat kegiatan penunjang. Fungsi lain dari Laboratorium adalah sebagai tempat display atau pameran. Contohnya kita dapat menyaksikkan adanya sejumlah spesimen hewan atau tumbuhan yang sengaja dipampang untuk pembelajaran. Kadang-kadang di dalam Laboratorium juga dikoleksi sejumlah spesies langka atau bahkan yang sudah punah, baik yang mikroskopis maupun yang makroskopis. Dalam hal ini Laboratorium ternyata juga dapat berperan sebagai museum kecil. Selain itu masih banyak lagi peranan
2.4.

Laboratorium,

sebagai

perpustakaan

IPA,

sumber-sumber

IPA.

Penataan Alat Laboratorium Penataan (ordering) alat dimaksudkan sebagai proses pengaturan alat di laboratorium

agar tertata dengan baik. Dalam menata alat tersebut berkaitan erat dengan keteraturan dalam penyimpanan (storing) maupun kemudahan dalam pemeliharaan (maintenance). Keteraturan penyimpanan dan pemeliharaan alat itu, tentu memerlukan cara tertentu agar petugas laboratorium (teknisi dan juru lab) dengan mudah dan cepat dalam pengambilan alat untuk keperluan kerja lab, juga ada kemudahan dalam memelihara kualitas dan kuantitasnya. Dengan demikian penataan alat laboratorium bertujuan agar alat-alat tersebut tersusun secara teratur, indah dipandang (estetis), mudah dan aman dalam pengambilan (dalam arti tidak terhalangi atau

mengganggu peralatan lain), terpelihara identitas dan presisi alat serta terkontrol jumlahnya dari kehilangan. Di laboratorium terdapat berbagai macam fasilitas umum laboratorium maupun peralatan. Beberapa hal yang harus menjadi pertimbangan di dalam penataan alat terutama cara penyimpanannya, diantaranya: a. Fungsi alat, apakah sebagai alat ukur ataukah hanya sebagai penyimpan alat IPA saja. b. Kualitas alat termasuk kecanggihan dan ketelitian c. Keperangkatan d. Nilai atau harga alat e. Kuantitas alat termasuk kelangkaannya f. Sifat alat termasuk kepekaan terhadap lingkungan g. Bahan dasar penyusun alat h. Bentuk dan ukuran alat i. Bobot atau berat alat Pada praktisnya untuk melakukan penataan atau penyimpanan alat tidak dapat digunakan secara mutlak menurut fungsinya saja atau menurut kecanggihan dan sifatnya saja. Cara terbaik disarankan mengkombinasikan diantara aspek-aspek tersebut. Ketidakmutlakan dalam menerapkan aspek di atas dalam menentukan penataan alat sangat Nampak sekali dalam mata pelajaran sains lainnya seperti fisika, biologi dan kimia. Dalam laboratorium IPA, penataan alat seringkali dikelompokkan atas dasar jenis percobaan seperti alat-alat untuk percobaan listrik, magnet, optic, panas, cahaya dan seterusnya. Demikian juga untuk alat-alat biologi dikelompokkan secara khas seperti penataan untuk alatalat genetika, ekologi, fisiologi juga ada model, awetan, gambar dan sebagainya. Suatu alat ada yang memiliki satu fungsi dan yang multi fungsi. Misalnya buret hanya dapat digunakan untuk mengukur volume zat cair saja, sedangkan pH meter dapat diguanakan untuk mengukur pH dan juga mV, demikian juga multimeter (AVO-meter) dapat digunakan untuk mengukur kuat arus listrik (mA, A), tegangan listrik (mV,V) dan tahan listrik (ohm). Tentu kalau penyimpanan alat mengacu atas dasar fungsi alat, maka akan diperoleh jumlah kelompok alat yang relative banyak sesuai dengan konsep-konsep mata pelajaran sains yang harus dipelajari. Oleh karena itu, penyimpanan alat ukur harus ditempatkan pada wadah/ tempat khusus yang dapat menjaga keamanan komponen alat yang memberi informasi kuantitas dan ketelitian pengukuran. Nilai atau harga alat lab harus diketahui oleh pengelola lab, setidaknya dapat menilai mana alat yang mahal dan mana alat yang lebih murah. Alat yang mahal harus disimpan pada

tempat yang lebh aman atau pada ruangan / lemari yang terkunci. Sementara alat yang tidak begitu mahal dapat disimpan pada rak atau tempat terbuka. Akan tetapi jika tempat atau lemari jumlahnya mencukupi, maka semua alat lab harus tertutup. Alat lab yang sering terkena debu akan cepat rusak. Hal lain yang harus diperhatikan dalam penyimpanan dan penataan alat adalah sifat kepekaan alat. Ada alat yang peka terhadap kelembaban seperti cermin dan lensa. Adapula alat yang peka terhadap getaran dan panas, seperti neraca. Alat yang peka terhadap kelembaban terutama di daerah dingin, sekalipun alat tersebut disimpan di lemari yang tertutup, besar kemungkinan alat tersebut ditumbuhi jamur. Lensa objektif dan okuler pada mikroskop cepat berjamur di daerah lembab. Cara mencegah pengaruh kelembaban ini adalah dengan memasang listrik pada lemari penyimpanan. Mikroskop harus disimpan di dalam petinya yang dilengkapi dengan adsorben silica gel. Dengan diketahuinya bahan dasar dari suatu alat, maka dapat ditentukan atau dipertimbangkan cara penyimpanannya. Alat yang terbuat dari logan tentunya daruh dipisahkan dari alat yang terbuat dari gelas atau porselen. Dengan memperhatikan bahan dasar alat pula, peralatan yang terbuat dari logam umumnya memiliki bobot lebih tinggi dari peralatan yang terbuat dari gelas atau plastic. Oleh karena itu dalam penyimpanan dan penataan alat aspek bobot benda perlu juga diperhatikan. Alat-alat yang berat disimpan di tempat yang lebih rendah agar mudah diambil dan disimpan kembali. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan, yang menjadi kunci dalam melakukan penyimpanan dan penataan alat lab dengan baik dan lancar, manakala petugas/ pengelola lab dapat mengenali dan memahami dengan baik karakteristik dari masing-masing alat. Karakteristik dari suatu alat dinamakan spesifikasi alat. Setiap alat lab harus dibuatkan spesifikasinya yaitu informasi-informasi yang memberikan gambaran tentang suatu alat. Alat sederhana tentunya memiliki spesifikasi lebih rendah dari alat rumit. Spesifikasi alat ini harus dimuat dalam kartu alat, dimana setiap alat harus memiliki satu kartu. Jika di suatu lab telah dibuatkan kartu-kartu spesifikasi alat, maka pada saat penyimpanan dan penataan petugas lab harus mencatat data alat pada kartu tersebut. 2.5. Pengadministrasian Fasilitas dan Aktivitas Laboratorium Pengadministrasian laboratorium merupakan suatu proses pencatatan atau inventarisasi faslitiitas dan aktivitas laboratorium. Dengan pengadministrasian yang tepat semua fasilitas dan aktifitas laboratorium dapat terorganisir dengan sistematis. System pengadministrasian yang baik merupakan kunci dalam meningkatkan kelancaran berbagai aspek pengelolaan laboratorium. Misalnya dalam merencanakan pengadaan alat dan bahan, mengendalikan

efisiensi penggunaan budget, memperlancar pelaksanaan praktikum, penyusunan laporan yang objektif maupun dalam mengawasi dan melindungi kekayaan laboratorium. Mengingat laboratorium merupakan investasi sector pendidikan yang relative mahal, sudah sewajarnya sistem pengadministrasiannya harus dikelola dengan penuh tanggung jawab. Laboratorium sains di sekolah tentu akan memiliki kelengkapan yang berbeda apabila dibandingkan dengan laboratorium di industry ataupun di lembaga penelitian. Perbedaan yang sangat rasional karena ketiga lembaga tersebut mempunyai misi yang berbeda. Namun apabila ditinjau dari sudut pengadministrasiannya ketiganya memiliki komponen yang sama yaitu adanya: a. b. c. d. e. Bangunan / ruangan laboratorium Fasilitas umum laboratorium Peralatan dan bahan Ketenagaan laboratorium Kegiatan laboratorium

Tugas pengadministrasian adalah merekam atau menginventaris komponen-komponen laboratorium tersebut. Adapun alat/ instrument yang digunakan untuk merekam komponen laboratorium tersebut dinamakan format administrasi laboratorium. Format administrasi yang diperlukan diantaranya terdiri dari: Format A Format B2 Format B3 Format B4 Format C2 Format C3 Format C4 Format C5 Format C6 Format D Format E : data ruangan laboratorium : data barang/ inventaris : daftar penerimaan / pengeluaran barang : daftar usulan / permintaan barang : daftar alat : daftar penerimaan / pengeluaran alat : daftar usulan/ permintaan alat : daftar usulan/ permintaan alat dari mata praktikum : daftar usulan/ penerimaan alat dari tiap laboratorium : data ketenagaan : agenda kegiatan lab

Dalam pembahasan pengadministrasian selanjutnya akan digunakan istilah barang untuk menyatakan alat/benda yang merupakan fasilitas umum lab dan akan digunakan istilah zat untuk menyatakan bahan.

2.6.

Pengadministrasian Ruangan Laboratorium Ruangan-ruangan laboratorium diadministrasikan sebagai berikut: Ruangan praktikum Ruangan persiapan Ruangan alat/gudang alat

2.7.

Pengadministrasian Fasilitas Umum Laboratorium SMPN 15 Cirebon Fasilitas umum lab adalah barang-barang yang merupakan perlengkapan laboratorium.

Barang-barang yang termasuk dalam kategori ini adalah: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 2.8. Nama barang Meja tulis Meja demonstrasi Meja praktikum Lemari alat/ bahan Papan tulis Komputer Kursi guru Kursi praktikan AC Gambar presiden dan wakil presiden Lampu neon Saklar listrik Kode Keadaan Baik rusak 1 1 12 5 1 1 2 50 2 1 6 1 Jumlah 1 buah 1 buah 12 buah 5 buah 1 buah 1 set 2 buah 50 buah 2 set 1 buah 6 buah 1 buah keterangan

Inventaris Alat-Alat Laboratorium A. Daftar inventaris alat-alat fisika laboratorium IPA terpadu No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Nama barang Alat-alat optik Cermin cekung Cermin cembung Lensa cekung f=-150 Lensa cekung f=-500 Lensa cembung f=+150 Lensa cembung f=+200 Lup Lup perbesaran 3x Prisma 45 Kit optika Listrik Magnet Voltmeter 30volt Basic meter Lampu 5 watt Magnet Kode Keadaan Baik rusak 3 3 3 2 4 2 3 4 2 Jumlah 3 buah 3 buah 3 buah 2 buah 4 buah 2 buah 3 buah 4 buah 5 buah 3 set 4 buah 2 buah 18 buah keterangan

15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46

Kompas Sakelar Dudukan lampu Power supply (catu daya k-60) Slide proyektor Rangkaian listrik sederhana Baterai kecil 1,5 v Baterai besar 1,5 v Dudukan baterai Kit listrik Mekanika Jangka sorong logam Jangka sorong plastic Garpu tala Ayunan sederhana Katrol tunggal Katrol ganda Kit mekanika Bejana berubungan Neraca Papan kayu Tekanan dan Kalor Thermometer alcohol Thermometer tubuh Barometer dinding Hygrometer Kompas Alat muai panjang muschenbroek Kit panas dan hidrostatik Spirtus Kamper Tata Surya Bola langit Susunan planet dlm tata surya Susunan gerhana

3 1 2 2 1 1 8 11 1 4

3 buah 12 buah 39 buah 2 buah 1 buah 10 set 5 buah 4 buah 3 buah 2 set 3 1 buah 5 buah 2 buah 1 buah 1 buah 2 set 12 buah 2 buah 11 buah 1 buah 1 buah 12 buah 3 buah 1 buah 3 set 2 botol 3 butir 1 set 1 set 1 set

1 2 3 1 1 1

B. Daftar inventaris alat-alat kimia laboratorium IPA terpadu No 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama barang Alat-alat Tabung reaksi Tabung reaksi besar Rak tabung reaksi Penjepit tabung reaksi Sikat pembersih tabung reaksi Beker gelas 80 ml Beker Gelas 100 ml Beker gelas 100ml (kecil) Kode Keadaan Baik rusak 140 5 19 10 6 18 1 Jumlah 140 buah 5 buah 19 buah 10 buah 6 buah 18 buah 1 buah keterangan

10

9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

Beker Gelas 200 ml Beker gelas 250 ml Beker Gelas 500 ml Beker Gelas 600 ml Klep universal Boshead (penjepit klep universal) Kawat kasa Pembakar spirtus gelas Pembakar spirtus logam Kaki tiga tinggi 15 cm Kaki tiga tinggi 25 cm Pipet kpp 70/150 pjg 5cm Pipet kpp 70/150 pjg 15cm Batang pengaduk Labu Erlenmeyer 250 ml Gelas ukur 5 ml Gelas ukur 10 ml Gelas ukur 50 ml Gelas ukur 100 ml Silinder ukur 25 ml Silinder ukur 100 ml Mortal dan alu (ukuran besar) Mortal dan alu (ukuran kecil) Cawan petri (ukuran kecil) Lb 1 38/39 Lb 2 38/29 Statif Selang kondensor Corong kaca 75 mm Kaca arloji 80 mm Bahan-bahan Lakmus paper (merah+biru) Filter paper soft 100 mm Sodium hydroxide 500gm Benedicts solution 500ml Biuret solutions 500ml Lugol solution 500 ml

2 3 1 2 3 3 19 6 5 10 7 4 26 4 3 1 1 7 23 4 4 4 1 2 8 8 1 1 4 4

2 buah 3 buah 1 buah 2 buah 3 buah 3 buah 19 buah 6 buah 5 buah 10 buah 7 buah 6 buah 31 buah 4 buah 3 buah 1 buah 1 buah 7 buah 2 buah 4 buah 4 buah 4 set 1 set 2 buah 8 buah 8 buah 1 buah 1 set 4 buah 4 buah 3 set 100 buah 1 botol 1 botol 1 botol 1 botol

2 5

100 1 1 1 1

C. Daftar inventaris alat-alat biologi laboratorium IPA terpadu No 1 2 3 4 5 6 Nama barang Alat-alat Mikroskop Auksanometer Respirometer sederhana Pinset Gunting Pisau Kode Keadaan Baik rusak Jumlah 4 buah 1 set 7 buah 1 buah 3 buah 1 buah keterangan

1 3 1

11

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48

Model molekul Model genetika 5 warna Microslide Cover glass Panic bedah Pisau bedah+gunting Penyaring Slide Slaid tumbuhan dan hewan yang dilindungi Slaid sejarah manusia Slaid habitat Slaid kelainan tulang Slaid biologi Slaid tumbuhan budidaya dan hewan domestic Slaid jenis bakteri/mikroorganisme Slaid sel darah Slaid daur hidup organisme Model Model perkembangan embrio Model system syaraf manusia Model tenggorokan manusia Model torso wanita Model torso tubuh manusia Model rangka tubuh manusia Model telinga manusia Model jantung Model jantung manusia Model mata Model otak manusia Model ginjal Model kulit Model lidah dan rahang gigi bawah manusia Model torso hewan mamalia Model penyerbukan bunga Charta Pembuluh darah pada manusia System peredaran darah pada manusia Rangka manusia System eskresi pada manusia Otot-otot pada manusia System koordinasi tubuh pada manusia System pencernaan makanan System syaraf pada manusia Jantung manusia Kerangka manusia

1 6 57 100 1 1 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 3 1 2 1 3 2 1 3

1 set 6 set 57 buah 100 buah 1 set 1 set 3 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 3 buah 1 buah 2 buah 1 buah 3 buah 2 buah 1 buah 3 buah

12

49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79

Telingan dan keseimbangan 2 2 buah Susunan syaraf otonom 1 1 buah Mata 1 1 buah Kulit 3 3 buah alat reproduksi 1 1 buah Ginjal 1 1 buah Alat tubuh manusia 2 2 buah Tulang tengkorak 2 2 buah Persendian 1 1 buah Otak 1 1 buah Gigi 1 1 buah Tumbuh-tumbuhan (berbiji 1 1 buah tunggal dan belah) Metode penyerbukan 2 2 buah Hukum mendel (pewarisan 2 2 buah sifat) Pembuahan (fertilisasi) pada 1 1 buah bunga Anatomi tubuh tumbuhan 1 1 buah Perkembangan 1 1 buah Cangkok dan okulasi 1 1 buah Molekul ADN dan ARN 1 1 buah Sejarah penerbangan 1 1 buah Tata surya 1 1 buah Jenis burung yang dilindungi 1 1 buah seri 1 Jenis burung yang dilindungi 1 1 buah seri 2 Kepala Sekolah Jenis burung yang dilindungi 1 1 buah seri 3 Didi Akhamdi,S.Pd,M.MPd Penyulingan minyak 1 1 buah Angin darat dan angin laut 1 1 buah PLTA dan aplikasi tenaga 1 1 buah Wakasek Kurikulum Wakasek sarpras listrik 4 sehat 5 sempurna 1 1 buah Drs. Agung W Heri Supraptobuah Mata angin 1 1 Siklus air 1 1 buah Irisan dasar laut 1 1 buah Coordinator Lab Nindya Hapsari,S.Pd

Guru Praktikum Yeni. Prabandari,S.Si Nuraeni,S.Si 2.9 Struktur Organisasi Laboratorium IPA Terpadu SMP N 15 Cirebon Heri S Elis Suciati,S.Pd Eva Fathiah.G,S.Pd Siswa/siswi

13

2.10

Tata Tertib Laboratorium IPA Terpadu SMP N 15 Cirebon

1. Siswa tidak dibenarkan masuk ke dalam Laboratorium tanpa izin guru pembimbing 2. Siswa dilarang membawa makanan dan minuman dalam bentuk apapun kedalam ruangan. 3. Siswa dilarang membuang sampah atau plastik (bungkus makanan di dalam ruangan laboratorium IPA) 4. Siswa diwajibkan menempati tempat yang sudah ditentukan sesuai dengan kelompok kerjanya. 5. Alat serta bahan yang ada di dalam laboratorium tidak diperkenankan untuk diambil keluar tanpa seizin guru 6. Alat-alat dan bahan harus digunakan sesuai dengan petunjuk praktikum yang diberikan dalam suatu percobaan. Siswa harus mengikuti petunjuk yang diberikan dan tidak bekerja menurut kehendak sendiri. 7. Bahan yang hilang atau rusak harus segera diberitahukan kepada guru dengan pemberitahuan guru dapat segera mengganti atau memperbaikinya. 8. Botol yang hilang atau berisi bahan kimia jangan diangkat pada lehernya, karena dengan mengangkat cara demikian akan ada kemungkinan botol menjadi pecah. 9. Tutup botol hendaknya dibuka sesuai dengan cara yang dianjurkan dan setelah selesai menggunakan isisnya hendaknya ditutup segera, dikembalikan pada tempatnya, tutup botol hendaknya janganditukar-tukarkan. 10. Dalam melakukan percobaan hendaknya digunakan bahan yang sedikit mungkin hasilnya akan lebih baik jika dibandingkan jika digunakan secara berlebihan.

14

11. Jika ada bahan kimia yang masuk ke dalam mulut secara tidak sengaja hendaknya segera dikeluarkan, kemudian diikuti dengan kumur banyak air. 12. Jangan mencicipi sesuatu jika guru tidak menyuruh untuk itu. 13. Jika tangan atau kulit atau baju terkenaterkena asam atau alkohol supaya segera dicuci dengan dengan air yang banyak. 14. Jika dalam melakukan percobaan tidak mengerti atau ragu-ragu segeralah bertanya kepada guru. 15. Jika terjadi kecelakaan dalam praktikum, segera melaporkan kepada guru pembimbing. 16. Setelah melakukan praktikum, siswa harus mengembalikan alat dan bahan ketempat semula dalam keadaan bersih. 17. Buanglah sampah pada tempatnya. 18. Sebelum meninggalkan laboratorium, meja praktikum harus dalam keadaan bersih, kran air dan gas ditutup dan kontak listrik dicabut. 19. Kerusakan / kehilangan alat terjadi akibat kelalaian siswa. Maka siswa atau kelompok kerjanya harus menggantinya. 20. Siswa yang tidak mengindahkan tata tertib dapat diberi sangsi atau dikeluarkan dari Laboratorium. 2.11 No 1 Jadwal Program Kerja Laboratorium IPA Terpadu SMP N 15 Cirebon Jenis kegiatan Pembenahan administrasi Inventarisasi peralatan lab Penjadwalan penggunaan lab Penyusunan tata tertib lab Penataan ruang lab Penataan ulang ruang lab Perlengkapan fisik lab Perawatan lab Perawatan kebersihan ruangan Perawatan kebersihan alat-alat Evaluasi program Pelaporan 01 V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V V 02 V 03 V Jadwal kegiatan 2011/2012 04 05 06 07 08 09 V V 10 11 V 12 V

2.12

Jadwal Penggunaan Laboratorium IPA semester genap Kelas 7 C D E 5-6 7-8 1-3 Kelas 8 C D E 7-8 1-2

N Hari o 1 Senin

A 7-8

F 2-3

G 7-8

G 7-8

15

2 3 4 5 6

Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu

5-6 5-6

5-6 7-8 5-6 7-8 4-5 3-4

1-3

3-4 3-6

1-2 5-6

7-8 7-8 7-8

5-6 3-4 3-4

3-4 1-2 7-8

7-8 3-4

5-6 7-8 5-6 1-2 4-5

7-8

1-2 Kelas 9 Keterangan E F G Nama Guru Praktikum Kelas 7A,B,C 8G,9E,F,G 9A,B,C,D 8C,D,E,F 7F,G,8A,B 7D,E Ket. waktu 1. 07.0007.40 2. 07.4008.20 3. 08.2009.00 4. 9.99-09.40 5. 10.1010.50 6. 10.5011.30 6. 10.5011.30 7. 11.3012.10 8. 12.1012.50

N o

Hari

1 Senin 2 Selasa 3 Rabu 4 Kamis 5 Jumat 6 Sabtu

2-3 5-6 1. Heri Suprapto 3-4 1-2 5-6 7-8 5-6 3-4 2. Yeni P,S.Si 5-6 3-4 7-8 5-6 3. Nindya ,S.Pd 7-8 2-3 5-6 5-6 7-8 4. Nuraeni,S.Si 5. Elis S,S.Pd 6. Eva F.G,S.Pd

7-8 2-3

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan

16

Laboratorium memiliki peran sebagai tempat dilakukannya percobaan atau penelitian. Di dalam pembelajaran sains, Laboratorium berperan sebagai tempat kegiatan penunjang dari kegiatan kelas. Bahkan mungkin sebaliknya bahwa yang berperan utama dalam pembelajaran sains adalah Laboratorium, sedangkan kelas sebagai tempat kegiatan penunjang. Oleh karena itu pengelolaan laboratorium yang baik dan benar, diharapkan menjadi solusi dalam menyiasati besarnya tanggung jawab yang diemban oleh mata pelajaran IPA Terpadu di sekolah. Dengan adanya pengelolaan laboratorium ini, diharapkan siswa nyaman melakukan kegiatan pembelajaran secara praktik agar nilai-nilai sains yang telah dipelajari oleh siswa tidak hanya sekedar menjadi pengetahuan atau hapalan, akan tetapi menjadi suatu bekal di tengah-tengah kehidupan sehari-hari.

DAFTAR PUSTAKA

17

LAMPIRAN

18

19