P. 1
Kepemimpinan Demokratis

Kepemimpinan Demokratis

|Views: 212|Likes:
Dipublikasikan oleh Ukhie Wahida P L

More info:

Published by: Ukhie Wahida P L on Apr 21, 2012
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/18/2015

pdf

text

original

KONTRIBUSI GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS KEPALA SEKOLAH DAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TERHADAP KEBERHASILAN SLTP MUHAMMADIYAH DI KOTA

SURAKARTA

Risminawati

Jurusan PPKn FKIP Universitas Muhamrnadiyah Surakarta
JL. A. Yani Pabelan Kartasura Trornol Pas I Surakarta 57102 Telp. 0271-717417, Fax. 0271-715448

Abstract: This research aims at knowing: (I) headmasters democratic leadership toward school success, (2) teachers professional competence toward School Success, and (3) both headmasters democratic leadership and teachers professional competence toward School Success. The subjects of the research were 130 teachers taken from the total population of 197 Muhammadiyah junior high school in Surakarta.The samples. were taken by means of the proportional random sampling technique.All the data were collected by means of questioners and the collected data were analized using the multi linier regression analysis technique with the help of the SPSS 10. The result of the research shows that firstly there is a significant contribution of democratic headmasters leadership toward School Success. This can be seen from thefinding that to4. 963 is higher than the t table 1.655. Secondly, there is a significant contribution of Teachers Professional Competence toward School Success, and this can be seen from the finding that the to6. 006 is higher than the t table 1.655. Thirdly, there is a significant contribution of both democratic headmasters leadership and tea~hers professional competence toward school success, and this can be seen from the finding that thefo 48.675 is higher than the table f table 3.05. In addition. the contribution of variable democratic headmasters leadership to school success is II % and the contribution of teachers professional competence to school success is 32.4 %. This research comes to the conclusion that the democratic style of headmasters leadership and teacher professional competence give significant contribution toward school success. Thisfinding implies that the more democratic the style of the leadership of the headmaster of a school is and the better the professional competence of the teacher is, the more successful the school is.Therefore, this study suggests that in order to create a success in a school the headmaster of the school should improve their democratic leadership and the teacher a the school should improve their professional competence. Keywords: democratic leadership, teacher

s professional

competence, and school success.

Pendahuluan

Salah satu masalah yang sangat serius dalam bidang pendidikan di tanah air saat ini adalah rendahnya mutu pendidikan. Isu mutu pendidikan akan selalu menarik perhatian karena masa depan bangsa tergantung kepada kualitas pendidikan, terutama di saat memasuki era globalisasi,

Dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, berbagai usaha telah dilakukan pemerintah. Beberapa di antaranya adalah peningkatan pelatihan kependidikan, pengembangan dan perbaikan kurikulum, pengadaan sumber-sumber belaj ar, dan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan. Meskipun upaya-upaya ini telah dilakukan, kenyataan di lapangan menunjukkan 139

] 0) bahwa pentingnya peran kepemimipinan kepala sekolah: " . Oleh karena itu. Gaya kepemimpinan adalah cam yang dipergunakan pernimpin dalam mempengaruhi pengikutnya (Mulyasa. Beberapa penelitian yang dilakukan oleh Heineman dan Loxley (Supriyadi.2. keahlian dasar.. Wahjosumidjo menyebutkan bahwa studi keberhasilan kepala sekolah menunjukkan bahwa kepala sekolah menentukan titik pusat dan irama suatu sekolah. . outputnya tidak akan optimal. khususnya SLTP Muhammadiyah di Surakarta. No. Desember 2007 bahwa mutu pendidikan masihjauh dari harapan. pengalaman dan pengetahuan profesional. 19. memanifestasikan dan menggerakkan secara optimal seluruh potensi dan sumber daya yang terdapat di sekolah menuju tujuan yang ditetapkan . pengetahuan administrasi dan pengawasan kompetensi kepala sekolah (Wahjosumidjo. yaitu manajemen pendidikan. Kepala sekolah sebagai salah satu komponen sekolah memegang peran sentral dalam menghimpun. Syafaruddin (2002:49) mempertegas bahwa upaya memperbaiki kualitas dalam suatu organisasi (sekolah) sangat ditentukan oleh mutu kepemimpinan dan manajemen yang efektif Dukungan dari bawah hanya akan muncul secara berkelanjutan jika pimpinan (kepala sekolah) benar-benar berkualitas. Vol. 2002: 110). Uraian di atas menunjukkan betapa penting peranan kepala sekolah dalam menunjang keberhasilan sekolah. in many countries the school leaders s role is seen as fundamental in enhanching school quality" Penegasan Aspin di atas menunjukkan bahwa kepala sekolah merupakan faktor penting dalam peningkatkc.menentukan kualitas sekolah. Dengan berasumsi bahwa kepala sekolah adalah pemimpin sekolah maka secara kausalitas pengaruh kepemimpinanya akan mewarnai seluruh sistem pendidikan di sekolah. Kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya di harapkan memiliki karakter-karakter dan ciri-ciri khas yang mencakup: kepribadian. Senada dengan hasil itu. 1999: 347) pada 13 negara maju dan 14 negara berkembang menunjukkan hasil yang konsisten bahwa sepertiga dari varians mutu pendidikan di sekolah dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan kepala sekolah. Beberapa karakteristik kepala sekolah yang profesionaI seperti dikernukakan di 'atas tampaknya belum sepenuhnya dimiliki oleh kepala sekolah pada umumnya. memperbaiki dan meningkatkan kinerja kepala sekolah berarti melakukan perbaikan terhadap mutu pendidikan di sekolah. 2003:2).. semakin berkualitas kepemimpinan kepala sekolah maka hal ini akan mempengaruhi kualitas guru-guru dan akhirnya . Gaya kepemimpinan kepala sekolah yang tepat akan memotivasi guru dalam meningkatkan semangat kerjanya. Selanjutnya dikemukakan bahwa sebesar apapun input sekolah ditambah atau diperbaiki. apabila faktor kepemimpinan kepala sekolah yang merupakan pengelola terdepan tidak memperoleh perhatian serius. untuk itu dibutuhkan kemampuan manajerial yang handal sesuai dengan target yang harus dicapai. keberhasilan sekolah adalah keberhasilan kepala sekolah (Wahjosumidjo. Hasil penelitian Maskhemi (2001:61) menunjukkan bahwa . Di samping mampu mengelola sekolah.. kepala sekolahjuga dituntut mampu menerapkan gaya kepemimpinan yang efektif . Selain itu. 2002:82). yaitu guru. Kepala sekolah sebagai pemimpin perlu menggunakan gaya kepemimpinan untuk mempengaruhi bawahannya. 2002: 108). Oleh karena itu.. Kepala sekolah adalah posisi sentral dalam mengelola sekolah.i mutu pendidikan. siswa dan tenaga administrasi. Wason dalam Eko Suprianto (2003:29) mengatakan bahwa karakteristik kepala sekolah akan mempengaruhi secara signifikan iklim sekolah. diklat dan keterampi Ian profesional. Tarnpaknya ada satu faktoryang selama ini belum mendapatkan perhatian yang setara dengan faktor-faktor lain. Aspinjuga menegaskan sebagaimana dikutip oleh Djamal (2002. Salah satu wujud manajemen pendidikan yang cukup penting tetapi masih kurang tersentuh dalam program pembangunan pendidikan adalah kepemimpinan kepala sekolah (Alhadza.140 Varia Pendidikan.

(2) memiliki kemampuan yang terkait dengan strategi manajemen seperti mengatasi konflik . antar siswa. Di samping kepala sekolah. Dalam rangka merealisir harapan tersebut dibutuhkan guru yang profesional. guru merupakan komponen paling strategis dalam proses pendidikan. (2) kompetensi sosial. Praktek pendidikan di lapangan menunjukkan bahwa korripetensi profesional guru seperti i. Hasil pengamatan sementara di lapangan rnenunjukkan masih ada sebagian guru guru yang belum mempunyai kemampuan dan keahlian khusus secara optimal. Salah satu gaya kepemimpinan yang digunakan dalam dunia pendidikan adalah gaya kepemimipinan demokratis. kreatifitas mengajar guru rendah. Guru merupakan pihak yang paling sering memperoleh sorotan sebagai orang yang paling bertanggungjawab terhadap kualitas pendidikan. Oleh karena itu. minat dan . faktor lain yang mempengaruhi keberhasilan sebuah sistim pendidikan adalah kualitas guru atau pengajar. Faktor external antara lain meliputi peran kepala sekolah. bakat siswa yang beragam. siswa yang kooperatif. Hasil penelitian Sugiarto dan Rukisman (2001: 108) menyatakan terdapat perbedaan perigaruh latar belakang pendidikan dan pengalaman mengajar terhadap profesionalisme guru. Kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan diantaranya: menguasai bahan pelajaran. kurikulum. Anggapan tersebut tidak. Pemimpin yang demokratis selalu berusaha menstimulasi bawahannya agar bekerja secara kooperatifuntuk mencapai tujuan bersama. Depdiknas (Sukmadinata. Profesionalitas guru dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor external. . yaitu (1) kompetensi profesional. menggunakan media pembelajaran dan menyusun alat penilaian. (3) memiliki kernampuan yang terkait -dengan strategi pemberian urnpan balik dan penguatan. mengembangkan materi pelajaran yang sesuai dengan tuntutan jaman. sepenuhnya benar. seperti menerapkan media. 2000:27-28) sekolah akan berhasil apabila memiliki guru efektif dengan ciriciri (1) rnemiliki kemampuan yang terkait dngan iklim kelas seperti kemampuan interpersonal khususnya rasa empati. Thomas (Suyanto. Berdasarkan karaktersitik tersebut di atas. pengalaman mengajar dan motivasi. dan (3) kompetensi personal. Kompetensi profesional guru adalah kemampuan dan keahlian khusus seorang guru dalam bidang keguruan yang memungkinkan dia mampu melaksanakan tugas dan fungsinya seeara maksimal (Usman. apresiasi dan ketulusan. mengingat masih banyak komponen pendidikan yang berpengaruh terhadap kualitas pendidikan. 2001: 192) mendefinisikan guru profesional sebagai guru yang memiliki tiga kompetensi. temyata masih ada sekolah-sekolah yang yang belum efektif dalam menyelenggarakan pendidikan bagi peserta didik yang disebabkan oleh faktor-faktor internal antara lain kompetensi guru belum memadai. penelitlan ini hanya mengkaji kompetensi profesional guru. 2002:52).. Namun demikian. Menurut Gary A Davis dan Margaret A. Faktor internal antara lain latar belakang pendidikan. sosia! ekonomi dan lingkungan Peran kepala sekolah merupakan salah satu faktor external yang mempengaruhi profesionalitas guru. banyak pihak menaruh harapan besar terhadap guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan. (4) memiliki kemampuan yang terkait dengan peningkatan diri. dan kepemimpinan kepala sekolah kurang demokratis. Dengan tidak mengesampingkan kornpetensi yang lain.Risminawati. 1999: 15). metode mengajaryang inovatif. Kepala sekolah memiliki peluang untuk memotivasi guru dalam meningkatkan profesionalitasnya. Gaya kepernimpinan yang ideal dan dianggap paling baik terutama untuk kepentingan pendidikan adalah gaya kepernimpinan demokratis (Purwanto. mengelola kelas. Kontribusi Gaya Kepemimpinan Demokratis terdapat perbedaan semangat kerja guru berdasarkan tipe kepemimpinan kepala sekolah. 14l dikemukakan di atas belum sepenuhnya dimiliki oleh para guru khususnya guru-guru SLTP Muhammadiyah di Surakarta.

Penelitian ini menggunakan angket tertutup. 19. SampeJ dalam penelitian ini sebanyak 130 orang guru. SLTP Muhammadiyah 2 Surakarta. SLTP Muhammadiyah ·4 Surakarta. No. dimana skor 4 untukjawaban a. Tipe yang dikembangkan dalam penyusunan angket gaya kepernimpinan kepala sekolah dan kompetensi profesional guru menggunakan rentangan skor 4 . penelitian ini ingin meneliti apakah hal itu terjadi di lapangan. Angket tersebut digunakan untuk mengumpulkan data tentang gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah. Empat klasifikasi tersebut meliputi Selalu (SL). Angket sebagai pengumpul data dalam penelitian ini dibangun dengan model skala likert yang telah dimodifikasikan. Untuk pernyataan negatif diberi bobot sebaliknya yaitu 1. SLTP Muhammadiyah 8 Surakarta dan SLTP Muhamrnadiyah 10 Surakarta. Jarang (JR) dan tidak pernah (TP). Populasi dalam penelitian ini adalah semua guru SLTP Muhammadiyah kota Surakarta sebanyak 197 orang guru. kompetensi guru dan keberhasilan sekolah. dan tidak dibuat perlakuan atau manipulasi terhadap variabel-variael penelitian.2. Tipe yang dikembangkan dalam penyusunan angket keberhasilan sekolah menggunakan rentangan skor 4. karen a mengungkap fakta berdasarkan pengukuran gejala yang telah ada pada diri guru SLTP Muhammadiyah kota Surakarta.3 . yaitu: Sangat Setuju (SS). maka penelitian ini termasuk jenis penelitian expost jacto. Pada teknik ini pengambilan sarnpel dilaksanakan dengan menentukanjumlah subyek dari setiap strata atau masing-masingstrata atau wi layah (Suharsimi Arikunto. Tidak Setuju (TS) dan Sangat Tidak Setuju (STS). Adapun delapan sekolah tersebut meliputi SLTP Muhammadiyah 1 Surakarta. kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah. Skor 4 untukjawaban Selalu (SL) skor 3 untukjawaban Sering (SR). Modifikasi skala Likert dalam penelitian ini dijabarkan dalam empat klasifikasi pengukuran untuk setiap ubahan yang diteliti. yaitu gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah. 2. yang terdiri dari delapan sekolah. 1998: 127). Setuju (S). Waktu penelitian dilaksanakan pada tahun pelajaran 2003/2004.. Sering (SR). SLTPMuhammadiyah 7 Surakarta.3 .1. Ragu-ragu (R). skor 2 untukjawaban Jarang (JR) dan skor 1 untuk jawaban Tidak Pernah (TP).142 Varia Pendidikan. Penelitian ini dirancang untuk memperoleh informasi tentang status gejala saat penelitian ini dilakukan dan fokus permasalahannya mengungkap hubungan beberapa variabel. Konstruksi duri skala LiJ< rt mengukur tingkat . 3. Skala Likert merupakan skala yang berisi lima tingkatan jawaban mengenai kesetujuan responden terhadap statement atau pernyataan yang dikemukakan melalui opsijawaban yang disediakan. kompetensi profesional guru dan keberhasilan sekolah. kesetujuan responden terhadap statemen dalam limaklasifikasi. Metode Penelitian in i dilaksanakan di SLTP Muhammadiyah kota Surakarta. Vol. Desember 2007 Bertitik tolak dari uraian yang mengatakan .3. wilayah (dalam penelitian seimbang dengan ini sekolah) secara subyek dalam bahwa secara teoritis ada konstribusi antara gaya banyaknya kepernimpinan demokratis kepala sekolah. 4. SLTP Muhamrnadiyah 5 Surakarta. . Teknik pengambilan sampeJ yang digunakan ini adalah proporsional random sampling. Berdasarkan data yang dikumpulkan. Adapun penentuan jumlah sampel setiap sekolah dengan cara membandingkan jumlah guru setiap sekolah dengan jumlah populasi dikalikan denganjumlah seluruh sampel.2. Berdasarkan rumusan permasalahan. maksudnya angket yang sudah disediakan jawabannya sehingga responden tinggal memilih jawaban yang sudah tersedia.1 untuk penyataan positif. penelitian ini dapat dikategorikanjenis penelitian korelasional.

skor 2 untukjawaban c dan skor 1 untukjawaban d. danjumlah guru-guru yang mengajar di SLTP Muhammadiyah Kota Surakarta.93 55. Di 143 samping itu juga disajikan distribusi frekuensi dan histogram dari masing-rnasing variabel.04 68.48 .48 57.37 -48. data kompetensi profesional guru.66.22 .37 44.22 66.11-57. Kontrlbusi Gaya Kepemimpinan Demokratis .84 65.56 50.74 48.41 Gaya Kepemimpinan Frekuensi Mutlak 2 9 22 24 28 32 13 Demokratis Kepala Sekolah (Xl) Nitai Interval 40 -44.92 16. Data penelitian yang dipaparkan meliputi hasil perhitungan mean.53 24.92 18. yaitu data gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah.98 Median 58.67 64.11 Frekuensi Komulatif Positif Negatif 2 11 33 57 85 117 130 130 128 119 97 73 45 13 Frekuensi Relatif Frekuensi Relatif (%) 1. dan data keberhasilan sekolah.85 .Rismlnawati.38 90.61..40 = 28 Menentukan banyaknya kelas (K) K = 1 + (10/3) log n = 1 + (3. Distribusi Frekuensi Nilai Tengah 42.7453. skor 3 untukjawaban b. juga menggunakan metode dokumentasi sebagai metode bantu.15 34. Ringkasan Hasil Perhitungan Mean. Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah Mean 57.54 6.46 25.67 Minimum 40 Maximum 68 Demokratis Range 28 Tabel Z. median dan modus.R_ J Tabel 1.. Metode dokumentasi digunakan untuk mernperoleh data tentang jumlah SLTP Muhammadiyah yang ada di kota Surakarta.4 (Sugiarto dkk.30 59.59 130 100 .54 8. Median.54 74.70.3) log 130 = 6.85 61. Cara membuat tabeI distribusi frekuensi gaya kepemimpinan dernokratis Kepala Sekolah sebagai berikut : Range "" 68 .19 46.00 100 Negatif 100 98.38 43.61 56. Di samping menggunakan metode angket sebagai metode pokok.00 Standart Deviasi 6. Hasil dan Pembahasan Deskripsi data memaparkan sebaran data dari masing-masing variabel.61 10 {%1 Positif 1. Perhitungan mean dan median dari data gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dapat dilihat pada tabel 1 berikut.46 91. 2001: 114) Menentukan I perkiraan interval kelas (I) = _.46 21.61 10 53.

2. 19.67 M = 57.98) terdapat 73 orang guru yaitu sebanyak 56. sedangkan yang berada dibawah rata-rata sebanyak 33 orang guru.85 . Dari penyebaran skor gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah di peroleh modus sebesar 32 yaitu skor diantara 61. No.67 .2 SD ..32 Gambar 2 Klasifikasi Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah . Desember 2007 I R 28 =-=-=437 K 64 ' .15%).56 50.19 46.144 Varia Pendidikan. (Sugiarto dkk. Adapun ratarata ideal (68 + 40) = 54. = 56.1 SD 51. Vol.41 Gambar 1 Histogram Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah -13. disajikan dalam kurva pada Gambar 2.1 SD s/d .04 68.2 SD 44.84% (51130 x 100%. Pengelompokan data di atas.67 64.3 59. 43.67 64.34 .34 +2 SD 71.66. Perolehan skor gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah berdasarkan tabel di atas adalah dari 130 responden yang memperoleh skor di atas rata-rata (Mean = 57. Data distribusi frekuensi gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah disajikan pada grafik histogram pada Gambar 1. maka skor yang berada di atas rata-rata sebanyak 97 orang guru. sedangkan responden yang memperoleh skor di bawah ratarata sebanyak 57 orang guru yaitu sebesar 43.65 +13.84%). Skor gaya kepemimpinan dernokratis Kepala Sekolah jika IIIlGaya Kepemrl1'inan Derrokrasi Kepala Sekolah 42. Selanjutnya data gaya kepemimpinan demokratis kepala seko lah dike1ompokkan dalam tiga katagori yaitu: a) Katagori tinggi : Mean + 1 SD sid + 2 SD b) Katagori sedang : Mean -1 SD sid + 1 SD c) Katagori rendah : Mean .22 sebanyak 32 orang guru.31 o +6.6.64 .93 55.15% (731130 x 100% dibandingkan dengan rata-rata ideal. 2001: 114) Data gaya kepemimpinan dernokratis kepala sekolah dideskripsikan dalam bentuk distribusi frekuensi pada Tabel 2.98 +1 SD SD = 6.

31 sid 64. Kompetensi Profesional Guru Mean 60.Gambar 3..50 Stand art Deviasi 6. Hasil perhitungan mean. Atas dasar klasifikasi data gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah di atas maka 145 dapat diketahui 61. sedangkan yang berada pada katagori rendah dengan nilai. Skor kompetensi profesional guru jika dibandingkan dengan rata-rata ideal. .5. katagorl sedang berada di antara nilai 51. Sedangkan . disaj ikan dalam kurvapada Gambar 4.54% tanggapan guru terhadap gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah berada pada katagori sedang.62. Adapun rata-rata ideal (72 + 47) = 59.3) log 130 =6. 46. dapat diketahui bahwa responden yang terrnasuk katagori tinggi dengan nilai 67. Median. Berdasarkan kurva di atas dap~t diketahui bahwa respond en yang termasuk katagori tinggi dengan nilai 64.1 SD sid + 1 SD c) Katagori rendah = Mean . sedangkan responden yang memperoleh skor dibawah rata-rata sebanyak 50 orang guru yaitu sebesar 38.54%). median kornpetensi profesional guru disajikan dalam Tabel3 berikut.64 sid 51 . Data kompetensi profesional guru dideskripsikan dalam bentuk frekuensi sebagai berikut.85 Minimum 47 Maximum 72 Range 25 Cara membuat tabel Distribusi frekuensi kompetensi profesional guru sebagai berikut: Range =72-47=25 Menentukan banyaknya kelas (K) K =1+(10/3)logn = 1 + (3.65 Median 60. Data distribusi frekuensi kompetensi profesional guru disajikan pada grafik histogram . katagori sedang berada di antara nilai 53. Selanjutnya data kornpetensi profesional guru dikelompokkan dalam tiga katagori yaitu : a) Katagori tinggi .69%).8 sebanyak 25 orang guru (19. Hal ini memberi petunjuk bahwa sebagian besar guru mempunyai tanggapan cukup baik terhadap gaya kepemimpinan demokratis yang dilakukan oleh kepala sekolah.yang berada di bawah rata-rata sebanyak 50 orang guru.6 sebanyak 26 orang guru.7 .65) terdapat 80 orang guru yaitu sebanyak 61. Dad penyebaran skor kompetensi profesional guru diperoleh modus sebesar 26 yaitu skor di antara 58. Kontribusl Gaya Kepemimpinan Demokratls .32 sebanyak 27 orang guru (20.5 sebanyak 81 orang guru (62.31 sebanyak 23 orang guru (17.23%).95 sid 53.46%).. Tabel 3 Ringkasan Hasil Perhitungan Mean.Risminawati.31 %).46%).4 Menentukan perkiraan interval kelas (I) ·1 = R =E.5 sid 74.65 sebanyak 80 orang guru (61.54% (80/130 x 100%) = 61.8 sid 67.:::::39 K 6. maka skor yang berada di atas rata-rata sebanyak 80 orang guru. sedangkan yang berada pada katagori rendah dengan nllai 44.46% (50/130 x 100% = 38.1 SD sid 2 SD Pengelompokan data di atas. Perolehan skor kornpetensi profesional guru berdasarkan tabel di atas adalah dari 130 responden yang memperoleh skor di atas rata-rata (Mean = 60..4 . Berdasarkan Gambar 4.::Mean + 1 SD sid + 2 SD b) Katagori sedang = Mean .77%).54%).35 sebanyak 24 orang guru (18.65 sid 71.

35 Frekuensi Frekuensi Kornulatif Frekuensi Frekuensi Relatif t%) Nilai Interval 47 .54 41.62.4 -74.5 +13.50 68.92 16.46 100 Positif 6.85 56.75 64.85 .50 68.38 91.7 ·2 SD 46.85 76.54. Desember 2007 Tabe14.50.62 8.3 1% guru memiliki kompetensi profesional cukup baik.61 20.35 Gambar 3. Cara membuat tabel distribusi frekuensi keberhasilan sekolah sebagai berikut: Range = 68 .45 72.15 61.85 0 +6.95 .58.46 11 130 11 30~----------------------------~ El Kompetensi Profeslonal Guru 48.38 38. 19.85 56.00 16.54 24.6 62.4 70.85 +1 SD 67.8 .8 54.9 50.45 72. maka dapat diketahui 62.7 +2 SD 74.2. No.5 66.35 Gambar 4 Klasifikasi Kompetensi Profesional Guru Atas dasar klasifikasi data kompetensi profesional guru di atas. Distribusi Frekuensi Tentang Kompetensi Profesional Guru (X) Nilai Tengah 48. Vol.54 100 Negatif 100 93.66.6 .15 8.65 64.95 52.8 M= 60.65 SD = 6.6.:: 30 .75 60.15 2.38 .5 -70.1 SD 53.46 58.146 Varia Pcndidikan.3 MutIak 8 23 19 26 22 21 Positif 8 31 50 76 98 119 130 Negatif 130 122 99 80 54 32 Relatif (%2 6.46 75.15 17. Histogram Kompetensi Profesional Guru -13.95 52.9 .7 58.7 .69 14.

08 66..04 .70 54.42.08 .77 47.4 = 4 68 ' Data keberhasilan sekolah dideskripsikan dalam bentuk distribusi frekuensi sebagai berikut.56.36 . Selanjutnya data keberhasilan sekolah dikelompokkan dalam tiga katagori yaitu : a) Katagori tinggi .40 .00 16.85 8.1 SD sid + 2 SD b) Katagori sedang .36 . K 6.::: 47.61) terdapat 68 orang guru yaitu sebanyak 52.92 22.66.70. Dari penyebaran skor keberhasilan sekolah diperoleh modus sebesar 35 yaitu skor antara 47.46 7.:.34 45. sedangkan yang berada di bawah rata-rata sebanyak 62 orang guru.31 13.68 42.68 .38 59. Keberhasilan Mean 53.23 52.00 Standart Deviasi 7.76 (%) 9.36 47.04 52.69 100 . 147 Maximum 68 Menentukan banyaknya kelas (K) K "'1+(lO/3)logn .40 61.02 49.00 83.1 SD sid 1 SD c) Katagori rendah = Mean .:::Mean .61 Median 53. Perolehan skor keberhasilan sekolah berdasarkan tabel di atas adalah dari 130 responden yang memperoleh skor di atas rata-rata (Mean :=: 53.::: [ 68+38J 5~.56 Minimum 38 Sekolah Range 30 i. Data distribusi frekuensi keberhasilan sekolah disajikan pada grafik histogram Gambar 4.:::52.4 Menentukan perkiraan interval kelas (I) Adapun rata-rata ideal .3) log 130 '" 6.Risminawati.31 100 100 90.06 63.1 SD sid -2 SD Tabel 6 Distribusi Frekuensi Tentang Keberhasilan Sekolah (Y) Nitai Tengah 40.69 70.:::1 + (3.69 Nilai Interval 38 .47. I ~:.31 30.69%). maka skor yang berada di atas rata-rata sebanyak 68 orang guru. 2Q.42 Frekuensi Mutlak 12 15 35 29 18 11 10 130 Frekuensi Komulatif Positif Negatif 12 27 62 91 109 120 130 130 118 103 68 39 21 10 Frekuensi Relatif Frekuensi Relatif ~%2 Positif Negatif 9. Skor keberhasilan sekolah jka dibandingkan dengan rata-rata ideal.31 %). Median.23 11.52. Kontribusi Gaya Kepemimpinan Demokratls Tabel 5 Ringkasan Hasil Perhitungan Mean.72 56.72 . sedangkan responden yang memperoleh skor di bawah ratarata sebanyak 62 orang guru yaitu sebesar 47.52.85 92.03 20.31 % (681130 x 100% .04 sebanyak 35 orang guru.15 7.:::Mean -!.77 79.69% (62/130 x 100%.74 68.61.54 26.

19.148 Varia Pendidikan. Kriteria sebaran data memenuhi persyaratan norrnalitas rnenurut Singgih .49 sid 46.61 SD = 7.05 sid 61. -15.56 .49 . terlebih dahulu perlu dilakukan uji asurnsi agar diperoleh hasil analisis yang dapat dipertanggungjawabkan.15%).17 +15.56 +lS0 61. Dalarn perie litian ini uj i norrnalitas dikenakan terhadap variabel terikat atau variabel tak bebas (Y) yaitu keberhasilan sekolah. Vol. 2000 : 86) bahwa norrnalitas sebaran data dikenakan terhadap variabel tak bebas.73 sebanyak 21 orang guru (16.17 sid 68. Uji norrnalitas dalarn penelitian ini menggunakan uji Lilliefors significane correction.17 sebanyak 88 orang guru (67.73 Gambar 5 Klasifikasi Keberhasilan Sekolah Berdasarkan kurva di atas dapat diketahui bahwa responden yang termasuk katagori tinggi dengan niIai 61.06 63.74 68.70% tanggapan guru terhadap keberhasilan sekolah berada pada katagori sedang.42 Gambar 4 Histogram Keberhasilan Sekolah Pengelompokan data di atas disajikan dalam kurva sebagai berikut. Sebelurn dilaksanakan analisis regresi. Adapun uji asumsi yang perlu dipenuhi untuk analisis regresi adalah sebagai berikut.38 59. atau tidak menyimpang secara signifikan dari sebaran normal.Q2 49. Desember 2007 iii Keberhasilan Sekolah 40. rnaka dapat diketahui 67.34 45. sedangkan yang berada pada katagori rendah dengan nilai 38.baku. Hal ini memberi petunjuk bahwa sebagian besar guru rnenilai sekolah-sekolah sudah berhasil cukup baik. 15%).12 +2 SO 68.12 .70%). Hal ini rnengandung arti bahwa sebaran data itu secara statistik memiliki dua sisi yang sarna besar. yang perbitungannya menggunakan bantuan kornputer program SPSS 10.2.05 sebanyak 21 orang guru (16.70 54.56 o +7. katagori sedang berada di antara nilai 46.05 M = 53. No. Penerapan ini didasarkan pada pernyataan Sutrisno Hadi dan Kerlinger & Pedlazur (Sutrisno.7. Uji Normalitas Normalitas sebaran data adalah sebaran data variabel yang mengikuti ciri-ciri sebaran . Atas dasar klasifikasi data keberhasilan sekolah di atas.2 SO 38.1 SD 46.

Dalam penelitian ini uji linieritas digunakan untuk menguji linieritas hubungan antara gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah (X.05. Kontrlbusi Gaya Kepemimpinan Demokratls c. 2000 : 88) Jika koefisien probabilitas untuk Deviation from Linier P> 0. Ujf Linieritas Uji linieritas adalah satu prosedur yang digunakan untuk mengetahui status linier suatu distribusi data penelitian. Hasil uji nonnalitas variabel keberhasilan sekolah sebagaimana tertera pada lampiran 5. Gujarati dalam Mudrajat Kuncoro (2001: 114) berpendapat bila korelasi antara dua variabel bebas melebihi 0.8 maka multikolinearitas menjadi masalah serius. Hasil uji linieritas variabel gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah (Xl) terhadap variabel keberhasilan sekolah (Y) adalah linier. Dad uji nonnalitas untuk variabel terikat keberhasilan sekolah diperoleh angka statistik 0. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas digunakan untuk mengetahui ada tidaknya inter korelasi antara variabel bebas.3 62> 0.3S0 < O. Kriteria suatu hubungan yang bersifat linier menurut Coakes & Steed (Budi Sutrisno.untuk mengetahui kontribusi antara variabel bebas yaitu variabel Gaya Kepernimpinan Demokratis Kepala Sekolah dan Kompetensi Profesional Guru terhadap variabel terikat (Keberhasilan Sekolah) bentuk persamaannya adalah : Keterangan : Y Keberhasilan Sekolah a = Konstanta Xl = Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala = Sekolah X2 = Kompetensi Profesional Guru b.095 dengan probabilitas 0.05. 1.) terhadap keberhasilan sekolah (Y) dan kompetensi profesional guru (X2) terhadap keberhasilan sekolah (Y). Hasil selengkapnya dapat dilihat pada output Oneway Anova lampiran 5. Hasil uji linieritas untuk masing-masing variabel bebas dengan variabel terikat. Hal ini disebabkan hakekat regresi yang signifikan menunjukkan adanya hubungan linier antara variabel bebas dengan variabel terikat.05. dipaparkan sebagai berikut.076 dan probabilitas 0.Risminawati. Dengan demikian jika koefisien antar variabel bebas lebih kecil dari 0.8 maka tidak terjadi multikolinearitas. = Koefisien regresi X. maka berdasarkan koefisien probabilitas Lilliefors tersebut menghasilkan P> 0. Dengan menggunakan komputasi SPSS 10 diperoleh hasil korelasi Pearson antara dua variabel bebas sebesar 0.064 > 0. Uji linieritas dalam penelitianini menggunakan bantuan komputer program SPSS 10. b2 = Koefisien regresi X2 . Singgih Santoso (2001 :358) mengemukakan bahwa model regresi yang baik tidak ada kolinear atau adanya korelasi di antara variabel bebas.05 maka distribusi adalah normal (Simetris).05. Uji Linieritas antara variabel Kompetensi Profesional Guru terhadap Keberhasilan Sekolah Hasil uji linieritas variabel kompetensi Profesional Guru (XI) diperoleh nilai statistik Uji Hipotesis Analisis regresi linier ganda digunakan . Hal ini menunjukkan tidakterjadi multikolinearitas antara variabel Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah (Xl) dan Kompetensi Profesional Guru (X2). Hubungan yang bersifat linier antara variabel bebas dengan variabel terikat merupakan persyaratan mutlak dalam penerapan analisis regresi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebaran data variabel keberhasilan sekolah memenuhi persyaratan norrnalitas.S. 149 Santoso (2001 : 169) jika nilai signifikansi atau nilai probabilitas > 0. maka ini menunjukkan bahwa hubungan variabel Kornp etensi Guru (Xz) terhadap variabel Keberhasilan Sekolah (Y) adalah linier.

maka Y akan bertambah sebesar 0.') dan Kornpetensi Profesional Guru (X2) secara partial rnempunyai kontribusi yang berarti (signifikan) terhadap . terhadap Ringkasan hasil analisis regresi gaya kepemimpinan demokrasi kepala sekolah dan kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah dapat dilihat pada Tabel 7.050 rnenyatakan bahwa j ika sekolah mengabaikan gaya kepemirnpinan demokratis kepala sekolah dan kornpetensi profesional guru rnaka keberhasilan sekolah hanya rnencapai 1.Jadigaya kepemimpinan demokratis Kepala Sekolah dan kompetensi profesional guru secara simultan merniliki arah yang positif dan signifikan terhadap keberhasilan sekolah. b.:::: 0. hal ini berarti secara bersama-sama terdapat kontribusi yang signifikan dati gaya kepe-mimpinan demokratis kepala sekolah dan kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah. 19.050 1 b. dan probabilitas itung tB e 0. Desember 2007 Tabel6 Koefisien Arah Regresi XJ dan X2 Terhadap Y Variabel Constant Gaya kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah (Xi) Kompetensi profesional guru (X2) 408 47~ 082 080 358 433 .05 maka Ho ditolak yang berarti bahwa variabel gay a kepemirnpinan demokratis kepala sekolah dapat dipakai untukmernprediksi keberhasilan sekolah.406 XI X 0.478 memberi makna jika ada penambahan satu satuan X. Uj i t digunakan untuk mengetahui adakah kontribusi variabel Gaya Kepemimpinan Demokrasi Kepala Sekclah (X. diperoleh Frog sebesar 48. Berdasarkan persarnaan regresi di atas dinterpretasikan bahwa : a.655.050 Std Error 5'.Keberhasilan Sekolah (Y). Koefisien arah regresi X2 sebesar 0. Uji t yang berkaitan dengan kontribusi Korn- .406 0 b.67·5.675 > FbI. Uji t yang berkaitan dengan kontribusi Gaya Kepernimp inan Demokratis Kepala Sekolah (XI) terhadap Keberhasilan Sekolah (Y). Koefisien arah regresi X. ditolak atau ada kontribusi yang signifikan antara gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap keberhasilan sekolah.000 < 0. c.4 78 satuan.:::: 3.357 Beta t Sig 845 196 Setelah dihitung dengan menggunakan komputer program SPSS 10 diperoleh nilai : a .963 6. ditolak.478 Di samping hasil perhitungan di atas.963 > t tabel = 1. rnaka Y akan bertambah sebesar 0.050 satuan. .:::: .2.050 + 0. Vol.406 memberi makna jika ada penambahan satu satuan X. diperoleh \irung 4.:::: 4. sebesar 0.05 maka H.150 Varia Pendidikan. Uji F digunakan untuk mengetahui adakah kontribusi varia bel Gaya Kepernimpinan Demokrasi Kepala Sekolah (XI) dan Kornpetensi Profesional Guru (X2) secara simultan mernpunyai kontribusi yang berarti (signifikan) Keberhasilan Sekolah (Y).000 < 0.006 000 000 B 1.05. . Kesirnpulan tersebut diperjelas oleh nilai signifikansi/probabilitas= 0. Dari tabel tersebut di atas terlihat bahwa Fh· = 48.963 dengan taraf signifikan 5% dengan N 130 diternukan t tabel 1.406 satuan. 4. Konstanta sebesar 1. maka H.478 X2.655. dengan probabilitas 0.000 sehingga diperoleh persamaan regresi ganda Y= 1.:::: . Dengan demikian t hiluns. No.

006.675 Sig 000 df 2 127 129 petensi Profesional Guru (X2) terhadap Keber- hasilan Sekolah (Y). 151 x.4%.Kornpetensi ProfesionaI Guru ada1ah 0.324 = 32.4% (gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan kompetensi profesional guru) XI = 11% (sells ih antara Xl' X2 dan X2) Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah (XI) dan Kompetensi Profesional Guru (X2) terhadap Variabel Keberhasilan Sekolah (Y) secara sendirisendiri (partial) Untuk mengetahui besarnya sumbangan Angka-angka terse but mernpunyai makna bahwa R Square dad Variabel Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dan .006> t ta b e 1 ~ 1. terdiri dari variabel Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dapat memberi surnbangan sebesar 11% dan Kompetensi Profesional Guru dapat mernberi sumbangan sebesar 32. 2) ada konstribusi yang signifikan dad kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah.. d itolak yang berarti bahwa variabel kompetensi profesional guru dapat dipakai untuk memprediksi keberhasilan sekolah. X 2 Terhadap Y Rata-rata Kuadrat 1600.992 i.434 = 43.4%.655.882 F 48. Jadi Keberhasilan Sekolah dapat dipengaruhi oleh masing-masing variabel. Berdasarkan hasil uji hipotesis dapat disimpulkan sebagai sebagai berikut: 1) ada konstribusi yang signifikan dari gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap keberhasilan sekolah. Dari output Model Summary dapat dilihat angka R Square adalah 0. Sumbangan Variabel Gaya Kepemirnpinan Demokrasi Kepala Sekolah (XI) dan Variabel Kompetensi Profesional Guru (X2) terhadap Variabel Keberhasilan Sekolah (Y) secara bersama-sama (simultan) Dari output Variabel Entered/Removed hasil anal isis komputer menunjukkan bahwa kedua variabel bebas dapat dimasukkan dalam perhitungan regresi dengan menggunakan metode Enter.4%. Sumbangan Variabel Variabel Gaya . Kontribusi Gaya Kepemimpinan Demokratis Tabel 7 Ringkasan Sumber Variasi Regresi Residu Total Analisis Regresi Jumlah Kuadrat 3201.Risminawati. dan 3) ada konstribusi yang signifikan dari gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan kompetensi .05 maka H. sedangkan selebihnya 56.978 7376.4%. Dengan demikian t hitlung ~ 6.434 = 43.6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. dengan taraf signifikan 5% dengan N 130 ditemukan ttabel 1.4% (kompetensi profesional guru) XI' X2 = 0.q.015 4175.507 32. atau 43.434. diperoleh ~itung 6. Kesimpulan tersebut diperjelas oleh nilai signifikansi/probabilitas = < 0.655 rnaka Ho ditolak atau ada kontribusi yang signifikan antara kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah. hasilnya adalah sebagai berikut : X2= 0.ooo maslng-masing variabel secara partial di analisis secara terpisah antara variabel Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dan Kompetensi Profesional Guru. Jadi Keberhasilan Sekolah dapat dije1askan oleh variabel Gaya Kepemimpinan Demokratis Kepala Sekolah dan variabe1 Kompetensi Profesional Guru secara simultan (bersarna-sama) sebesar 43. Dari dua output hasil analisis tersebut dapat diketahui bahwa kedua variabel bebas dapat dimasukkan dalam perhitungan regresi dengan menggunakan metode Stepwise.

Desember 2007 kesernpatan bagi siswa untuk ikut bertanggung jawab dan berpartisipasi dalarn setiap kegiatan sekolah. Vol. Hal ini = berarti terdapat konstribusi yang signifikan antara kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah.005 maka Ho ditolak. (6) gurumemiliki kemampuan dan kemauan untuk ikut rnemecahkan prob lem siswa.152 Varia Pendidikan. (2) adanya sistem iklim sekolah yang kondusif. (3) peranan penting dalam mencapai sekolah. >t rebel = 1. Hal ini dapat dilihat dari distribusi frekuensi untuk setiap sebaran data variabel berada pada katagori cukup. meneiptakan hubungan yang harrnonis dan memperlakukan para guru sebagai rekan kerja. Di sarnping itu diperoleb n ilai signifikansi I probabilitas 0. Kepala sekolah yang demokratis selalu melibatkan para guru dalam pengambilan keputusan.963 . No. Berdasarkan hasil analisis uji t yang berkaitan dengan konstribusi kompetensi profesional guru (X2) terhadap keberhasilan sekolah (Y) diperoleh ~itunB = 6. Dengan gaya kepemimpinan kepala sekolah seperti dipaparkan di atas akan berpengaruh terhadap keberhasilan sekolah. Dengan rnenerapkan gaya kepernimpinan demokratis.05 maka Ho ditolak berarti kompetensi profesional guru mernberi konstribusi secara signifikan terhadap keberhasilan sekolah. Temuan ini relevan dengan pendapat Yayat Hayati Djatrnika (2002: 54) yang rnemandang "gaya kepemimpinan demokratis paling ideal dilaksanakan dalam suatu organisasi". Oleh karena itu dapat diprediksi.2.655. kornpetensi profesional guru dan keberhasilan sekolah di SLTP Muhammadiyah Sekota Surakarta pada saat penelitian ini dilaksanakan berada pada katagori cukup. Di samping itu diperoleh nilai signifikansi I probabilitas 0. kepala sekolah akan lebih efektif dalam mencapai tujuan sekolah. Bertolak dari pendapat di atas dapat diketahui bahwa salah satu faktor yang menentukan keefektivan sekolah ialah kepemimpinan sekolah yang demokratis. Kenyataan ini menunjukkan bahwa gaya kepern imp inan dernokratis kepala sekolah. (7) kepemimpinan sekolah yang demokratis. Hasil penelitian ini membuktikan dapat diterimanya hlpotesis kedua yang menyatakan bahwa ada konstribusi yang signifikan dad kornpetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah. Di samping itu juga senada dengan hasil penelitian Suyatno (2000) yang menyimpulkan adanya hubungan kualitas pendidik dengan kualitas lulusan SLTP d i Kabupaten Sukoharjo. 19. Oleh karena itu kemampuan profesional guru perlu ditingkatkan dan dikembangkan dengan berbagai upaya guna meningkatkan keberhasilan sekolah. Berbagai profesional guru terhadap keberhasilan sekolah. Rutter (Djamal : 2002: 6) ada delapan faktor yang menentukan sekolah yaitu (1) keseimbangan intelektual siswa. berarti gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah mem beri konstribu si secara signifikan terhadap keberhasilan sekolah. Berdasarkan hasil analisis yang telah dipaparkan di depan diketahui bahwa nilai ratarata ketiga variabel menunjukkan nilai yang relatif sama.000 < 0. (5) sekolah dapat rnernanfaatkan hasil pekerjaan rurnah dari siswa dengan sebaikbaiknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah mempunyai keberhasilan berpendapat keefektifan kemampuan reward. Berdasarkan hasil analisis uji t yang berkaitan dengan konstribusi gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah (XI) terhadap keberhasilan sekolah (Y) diperoleh t"hitung = 4. bahwa jika skor variabel gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan kompetensi profesional guru ditingkatkan lagi. Hasil temuan ini relevan dengan hasil penelitian Harjanto (1998) yang menyimpulkan bahwa ada hubungan positifyang signifikan antara hasil pendidikan yang dinyatakan dengan ijazah dengan kernarnpuan guru SMU Se kota Surakarta. (4) . maka keberhasilan sekolahjuga akan rneningkat. Penjelasan secara rinei dari setiap varia bel sebagai berikut.655. Hal berarti terdapat konstribusi yang signifikan antara gaya kepemirnpinan demokratis kepala sekolah terhadap keberhasilan sekolah.006 > ttabol 1.000 < 0.

Sejalan . maka Ho ditolak. Berdasarkan hasil tersebut maka variabel gaya kepemimpinan kepala sekolah mampu rnemprediksi keberhasilan sekolah. kemampuan profesional tersebut meliputi berbagai aspek antara lain kemampuan profesi kependidikan.tung 4. Simpulan Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan sebagaimana telah dideskripsikan di muka.6 dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteJiti. upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan kompetensi profesional guru antara lain melalui pendidikan.. maka dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu: I.000.4%.. J adi lebih besar j ika dibandirigkan dengan konstribusi gaya kepernimpinan dernokratis kepalasekolah yang hanya memberi sumbangan sebesar 11%. sedangkan selebihnya 56. Kesirnpulan tersebut Iebih dipertegas dengan hasil signifikansi arah regresi sebesar Sig = 0. menyusun program pembelajaran rnelaksanakan program pembelajaran dan menilai hasil dan proses pembelajaran. 1999: 178) yang tnenemukan bahwa "diantara berbagai masukan (input) yang menentukan mutu pendidikan lebih dari sepertiga ditentukan oleh guru". Ada konstribusi.963 lebih besar dari ttabel ada taraf signifikan 5% sebesar 1. di mana guru sebagai faktor yang paling rnenentukan terhadap meningkatnya mutu pendidikan. menguasai bahan pengajaran.4%. Peningkatan Guru Mata Pelajaran dan pengembangan 153 dengan temuan di atas Tim Depdikbud (Danim. Gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah memberi sumbangan sebesar 11% dan kompetensi profesional guru sebesar 32A%. Hasil penelitian ini relevan dengan pendapat Glasser (Zamroni. Berdasarkan hasil temuan di atas menunjukkan bahwa guru memegang peranan penting guna tercapainya keberhasilan sekolah. Konstribusi kornpetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah sebesar 32.655. hal ini mengandung makna Ho ditolak.655.963> tla be1= 1. yang diperoleh 1}. Konstribusi gay a kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah sebesar 43. Kontribusi Gaya Kepemimpinan Demokratis. hal ini mengandung makna ada konstribusi yang signifikan dad gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap keberhasilan sekolah.. yang rnenjadi inti kegiatan pendidikan.Risminawati. Hasil temuan ini menunjukkan bahwa gaya kepernimpinan demokratis kepala sekclah dan kompetensi profesional guru memberi konstribusi terhadap keberhasilan sekolah. Hal ini dibuktikan dengan hasil uj it yang berkaitan dengan gaya kepernimpinan demokratis kepala sekolah (XI) terhadap keberhasilan sekolah (Y). Dengan dernikian Sig = 0. Kepemimpinan sekolah yang baik akan menciptakan kultur sekolah yang mendorong guru bekerja dengan penuh dedikasi dan siswa belajar tanpa paksaan".4% rei evan dengan studi yang dilaksanakan Heyneman & Loxley (Supriadi. yang signifikan dari gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah terhadap keberhasi1an sekolah. 2003: 90) menyatakan guru adalah SDM yang diharapkan mampu menggerakkan dan rnendayagunakan faktor-faktor lainnya. p Dengan demikian t"hitung = 4. Guru merupakan ujung tombak pelaksanaan pendidikan karena gurulah yang secara langsung memimpin kegiatan pembelajaran di kelas. pelatihan dan pembinaan teknis yang dilakukan secara berkesinambungan di sekolah dan di wadah-wadah pembinaan profesional misalnya Musyawarah (MGMP).000 < 0. Olehkarena itu guru dituntu~ memiliki kemampuan profesional yang memadai sebagai bekal untuk melaksanakan tugasnya. Besarnya konstribusi kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah 32. 1999: 27) yang menyatakan bahwa "kualitas sekolah erat berkaitan dengan kualitas guru dan kepemimpinan sekolah.0 1 dan terbukti sangat signifikan. .

2. Gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah memberikan sumbangan sebesar 11%. Saran-saran Berdasarkan kesimpulan dan implikasi hasil penelitian di atas. Hal ini disebabkan guru secara langsung memimpin kegiatan pembelajaran di kelas. Bagi guru SLTP yang berpendidikan Sarjana Muda I DIll sebaiknya melanjutkan ke Sl' dan bagi guru yang sudah berpendidikan S. Dengan demikian ~itung::::: 6.154 Varia Pendidikan. Dengan demikian Sig = 0. Perlu ditindak lanjuti sistem standardisasi .006 > ttabel .05. 3. No. Kepala sekolah lebih meningkatkan gaya kepemimpinan demokratis. Hal ini dibuktikan dengan hasil uji F di mana Fh. 2. Berdasarkan hasil terse but maka variabel kompetensi profesional guru mampu memprediksi keberhasilan sekolah.05. kompetensi guru di jenjang SLTP.000 < 0. Berdasarkan hasil tersebut mengandung makna secara bersama-sama terdapat konstribusi yang signifikan dari gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan kornpetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah. maka saran-saran yang dapat diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: I.000. hal ini mengandung makna Hoditoiak. maka Ho 1 ditolak.4%.006 lebih besar dad s ignifikan 5% sebesar \. hal ini mengandung makna ada konstribusi yang signifikan dari kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah.tung = 48.4%. sedangkan kompetensi profesional guru sebesar 32. 19. Dengan dilaksanakan standardisasi kompetensi guru.000 < 0. dan probabilitas 0. Vol.655. dengan upaya lebih memberdayakan guru sehingga guru dapat mengembangkan potensi dan kreativitasnya secara optimal. hendaknya melanjutkan ke S2' 5. 2. Oleh karena itu guru dituntut memiliki kornpetensi profesional yang memadai untuk melaksanakan tugasnya.tung ttabcl pada taraf 1. Ada konstribusi yang signifikan dari kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah.675 > Fcubel::::: 3. Guru Iebih meningkatkan kompetensi profesionalnya secara berke-sinambungan dengan lebih aktif mengikuti pendidikan. dapat memberikan informasi tentang peta . 3. pelatihan baik yang dilaksanakan cleh sekolah maupun Dinas Pendidikan. Hal ini dibuktikan dengan hasil uj i t yang berkaitan dengan kompetensi profesional guru (X2) terhadap keberhasilan sekolah (Y). 4. Ada konstribusi yang signifikan dari gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan kompetensi profesional guru tehadap keberhasilan sekolah. Desember 2007 Kompetensi profesional guru memberikan sumbangan lebih besar terhadap keberhasilan sekolah dibandingkan dengan gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah. maka Ho ditolak.655 . Dengan demikian guru merupakan kunci pokok yang memegang peranan penting guna menunjang keberhasilan sekolah.. Mengoptimalkan peran MGMP sebagai wadah untuk meningkatkan kompetensi profesional guru.6% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti. yang diperoleh 6. Kesimpulan tersebut lebih dipertegas dengan hasil signifikansi arah regresi sebesar Sig = 0.05 dan terbukti sangat s ignifikan.. Berdasarkan hasil perhitungan anal isis statistik diperoleh bobot sumbangan gaya kepemimpinan demokratis kepala sekolah dan kompetensi profesional guru terhadap keberhasilan sekolah sebesar 43. dengan tehnik penyampaian yang bervariatif. 4. Adapun selebihnya sebesar 56. Kepala sekolah memberi kesempatan kepada guru untuk melanjutkan studi pada jenjang pendidikanyang lebih tinggi.

Budi. Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial. R~n:in~n"ati. Reliabilitas dan Validitas. 2000. Sugiarto dan Ruskiman. Mengangkat Citra dan Martabat Guru. Usman. 2001. . Yogyakarta UNJ Pasca Sarjana. 2003. 2002. . :. Adminitrasi dan Supervise Pendidikan. Daftar Pustaka Alhadza. Balitbang. 1999. 1999. Ngalim. Bandung: Remaja Rosdakarya. Yogyakarta: UNJ Pasca Sarjana. 155 kemampuan guru. Jurnal Pendidikan. Jakarta: Depdiknas. Suharsimi. Purwanto. Yogyakarta: Adicita Karya Nusa. "Pengaruh Motivasi Berprestasi dan Perilaku Komunikasi antar pribadi terhadap Efektifitas Kependidikan di SLTP Sulawesi Tenggara". Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Jakarta. Abdullah. Ko". Djamal. Sukmadinata. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. 2001. Syafaruddin. Nana Syaodih. Agenda Pembaharuan Sistem Pendidikan. 2001. 2002.. Partisipasi Masyarakat Dalam Bidang Pendidikan Pada Daerah Industri dan Pertanian di Kabupaten Boyolali. 2002. Kepemimpinan i Kepala Sekolah. Bandung: Remaja Rosdakarya. Wahjosumidjo. 2003. Dedi. 2002. tahun ke-5 nomor 020. peningkatan dan pengembangan karir guru. Zamroni. Mulyasa. Statistik Non Parametric Untuk Penelitian.. Yogyakarta: Pustaka PeJajar. Jakarta: Raja Grafika. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. 1998. Yogyakarta: Rineka Cipta. Manajemen Berbasis Sekolah. 2002. Refleksi dan Reformasi Pendidikan di Indonesia Memasuki Milenium III Yogyakarta: Adicipta. Bandung: Remaja Rosdakarya. "Tipe Kepemimpinan Kepala Seko1ah dan Semangat Kerja Guru SLTP Negeri Se Kabupaten Kabumen Dalam Kelaksanakan Tugas Jabatan Guru".tribusi Gaya Kepemimpinan Demokratis . Mutu Pendidikan SLTP N di Maskhemi. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek: Bandung: Rernaja Rosdakarya. Periode Januari. Sutrisno. Bandung: Alfabeta. Adapun hasil dari stanbagi bahan dardisasi tersebut diperuntukkan perumusan program pembinaan. Menjadi Guru Profesional. "Peran Kepala Sekolah Dalam Upaya Peningkatan Kabupaten Purworejo". Sugiyono. Arikunto.i . I. Supriyadi. Damin. 1999. 2000. Suyanto. User. Sudarman. 2003. Yogyakarta: UNJ Pasca Sarjana. "Profesionalisme Guru ditinjau dari Latar Be1akang Pendidikan dan Pengalaman Mengajar Pada Guru SD se Kecamatan Andong Boyolali.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->