Buku Putih (Penilaian dan Pemetaan Situasi Sanitasi

)

Daftar Isi /Outline KATA PENGANTAR Garis besar kandungan dan latar belakang disusunnya Buku Putih, terutama tentang harapan dan arahan Bupati/Walikota agar menjadikan Buku Putih sebagai dasar bagi penyusunan Strategi Sanitasi Kota (SSK). Bagian ini juga menjelaskan pentingnya pemutakhiran datayang digunakan agar penyusunan SSK nantinya bisa lebih efektif. Bagian ini seyogyanya ditandatangani Walikota. DAFTAR SINGKATAN Daftar semua singkatan dan akronim yang termuat dalam dokumen Buku Putih. Daftar ini diurutkan sesuai abjad. DAFTAR TABEL Daftar tabel yang termuat dalam dokumen Buku Putih beserta nomor dan judul-judulnya. DAFTAR GAMBAR Daftar gambar/foto yang termuat dalam dokumen Buku Putih beserta nomor dan judul-judulnya. DAFTAR ISI Bagian yang menjelaskan daftar isi Buku Putih. BAB I PENDAHULUAN Penjelasan umum tentang latar belakang, pengertian sanitasi, maksud, tujuan, dan metodologi penyusunan Buku Putih, serta aspek-aspek lain terkait penyusunan Buku Putih. 1.1. Latar Belakang. Latar belakang disusunnya Buku Putih. Bagian ini pada dasarnya merupakan potret kondisi terkini pembangunan sanitasi. Bagian ini juga menjelaskan hasil dan mekanisme perencanaan pembangunan sanitasi di kabupaten/kota. 1.2. Pengertian Dasar Sanitasi. Pengertian dasar dan lingkup sanitasi yang mencakup: persampahan/limbah padat, limbah cair berupa excreta dan ikutannya seperti grey water, dan drainase lingkungan. 1.3. Maksud dan Tujuan. Deskripsi maksud dan tujuan disusunnya Buku Putih Sanitasi atau penilaian dan pemetaan situasi sanitasi. 1.4. Pendekatan Dan Metodologi. Deskripsi pendekatan dan metodologi yang disepakati Pokja dalam penyusunan Buku Putih. 1.5. Posisi Buku Putih. Penjelasan posisi Buku Putih sebagai dokumen acuan dasar penyusunan straegi pembangunan sanitasi kabupaten/kota atau SSK. 1.6. Sumber Data. Penjelasan sumber data primer dan sekunder yang disepakati Pokja. Bagian ini juga menjelaskan pentingnya pengumpulan data yang dipakai sebagai dasar untuk membuat pemetaan kondisi sanitasi secara aktual, serta memotret kebutuhan akan layanan sanitasi yang baik, sesuai standar kebutuhan minimal pembangunan sanitasi. 1.7. Peraturan Perundangan. Penjelasan tentang peraturan perundang-undangan yang ada dan berlaku, dan dijadikan acuan dalam pelaksanaan pembangunan pembangunan sanitasi kabupaten/kota.

dan sebagainya. dan proyeksinya dalam 5 tahun ke depan. dan sebagainya. Perekonomian. 3. Memuat rencana tata ruang dan wilayah kabupaten/kota. pencemaran udara. 2.7. Sosial Masyarakat. Kesehatan. kondisi geohidrologi dengan batas-batas administrasinya. jumlah rumah ibadah.4. terutama yang menyangkut pemilihan teknologi. topografi. Memuat struktur Organisasi Pemda dan SOTK yang ada sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Rumusannya dapat diambil dari RPJM kabupaten/kota. sesuai peraturan daerah yang ada dan masih berlaku. Data pendidikan: sarana dan prasarana. Misi Kota. kesehatan dan pola hidup masyarakat.8. 2. poliklinik. Geografis. Kondisi Umum Sanitasi Kota. pembuangan limbah industri dan limbah medis. Topografis dan Geohidrologi. 2. letak geografi. Bagian ini juga menjelaskan peran serta dan perilaku masyarakat terkait hidup bersih dan sehat.1. dan sebagainya. BAB III PROFIL SANITASI KOTA Penjelasan mendetail tentang kondisi riil sanitasi kabupaten/kota. dan drainase. 2.2. puskesmas. jumlah guru. Penjelasan tentang kondisi ekonomi kabupaten/kota: data pertumbuhan ekonomi. serta komposisi penduduk asli dan pendatang sesuai kelompok etnis.2. Bagian ini juga memuat data lembaga pendidikan nonformal.3. mata pencaharian. data sekolah termasuk jumlah sekolah untuk setiap tingkatan. jumlah pencari kerja berdasarkan keahlian dan pendidikan. peta jalan. kecamatan. jenis kelamin.6. posyandu dan tenaga kesehatan. kepadatan per kelurahan. 2. kelurahan. termasuk petanya. tingkat layanan. peta sungai dan sebagainya. dan kader yang bergerak di sektor kesehatan. sarana dan prasarana kesehatan: rumah sakit. jumlah tenaga kerja berdasarkan sektor. Penjelasan tentang kondisi fisik kota. tingkat pendapatan. 2. Visi Kota. letak geografi. Ini menyangkut kondisi sarana dan prasarana. Adanya penjelasan sumbersumber yang bisa dipertanggungjawabkan dan menjadi kesepakatan Pokja) 2. Nilai dan harapan spesifik yang ingin dicapai kabupaten/kota dalam jangka waktu tertentu dan terukur.1. pembuangan limbah cair rumah tangga. kuantitas dan kualitas air yang dapat diakses masyarakat. geohidrologi. jumlah kelas. Langkah-langkah yang dirancang untuk mewujudkan visi kota. nonmedis. Tata Ruang Wilayah. dan sebagainya. Visi Dan Misi Kota 2. 2. 2.9. demografi dan proyeksi penduduk. Institusi dan Organisasi Pemda. kondisi topografi kota yang berhubungan erat dengan kebijakan yang akan diambil dalam menetapkan strategi pembangunan sanitasi kota. limbah cair. data administrasi seperti: batas RT–RW. jumlah murid. Administratif. Data demografi: jumlah penduduk berdasarkan umur.8. Penjelasan batas-batas administrasi kota.5. pembuangan limbah padat/sampah.BAB II GAMBARAN UMUM KOTA Penjelasan kondisi umum kabupaten/kota: kondisi fisik.8. baik tenaga medis. saluran drainase lingkungan. Kependudukan. . Rumusannya dapat diambil dari RPJM kabupaten/kota. 2. (Kondisi umum sanitasi yang mencakup: kondisi kesehatan lingkungan kota.1. Pendidikan.10. Data sosial seperti: pemeluk agama. Data kondisi kesehatan. serta data sektor ekonomi yang dominan dan menjadi unggulan terhadap peningkatan perekonomian daerah. puskesman pembantu. 2. cakupan layanan untuk ketiga subsektor: persampahan.

Limbah Padat (Sampah).3.3. Penjelasan mendetail tentang kondisi riil drainase. kodisi pola hidup masyarakat menyangkut sanitasi. Permasalahan 3. Kesehatan dan Pola Hidup Masyarakat.4. 3. aspek jender. 3. dan sebagainya.2. Bagian ini merupakan kompilasi dan analisis data sekunder drainase (Lihat Manual B: Modul BA-05 untuk drainase).1. Pengelolaan Drainase.1.1. Tempat Penampungan Sementara (TPS) b.5.2.3.6. Tinjauannya meliputi aspek legal formal. cakupan pelayanan. Aspek Institusional 3.1.2.2. teknis operasional dan teknologi yang digunakan.1.1. Permasalahan dalam Pengelolaan Sampah 3. kelembagaan. 3. Kondisi umum pencemaran udara. 3. Landasan Hukum/Legal Operasional 3. serta data rumah sehat. Landasan Hukum/Legal Operasional 3. Drainase Lingkungan. peran serta masyarakat. terutama penyakit menular akibat sanitasi buruk. 3. Kuantitas dan kualitas air.4. Kondisi umum penanganan limbah padat/persampahan.1.4. 3. Peran serta Masyarakat dan Jender dalam Penanganan Limbah Cair 3.2. Kesehatan Lingkungan. Pencemaran Udara.1. 3. Data kuantitas dan kualitas air minum terutama dari PDAM.4. Sistem terpusat/offsite system b. Cakupan Pelayanan 3. Aspek Teknis dan Teknologi a.6. aspek jender.2. peran serta masyarakat. Tinjauannya meliputi aspek legal formal. dan permasalahan-permasalahan yang ada. Pengelolaan Limbah Cair. Bagian ini merupakan kompilasi dan analisis data sekunder persampahan (Lihat Manual B: Modul BA-05 untuk persampahan). kondisi pencemaran. kelembagaan. Kondisi kesehatan masyarakat seperti: besarnya timbulan penyakit. akses pada sumber air tanah. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) 3.3. 3.9. Penjelasan mendetail tentang kondisi riil pengelolaan limbah padat/persampahan yang ada dan sedang berjalan. cakupan pelayanan. dan permasalahan-permasalahan yang ada. Tinjauannya meliputi aspek legal formal.3.1. Landasan Hukum/Legal Operasional .8.3.3.2. Limbah Medis. Kondisi kesehatan lingkungan seperti: jumlah dan kondisi jamban. dan permasalahan-permasalahan yang ada.3. aspek jender.5. kelembagaan.2.7. Aspek Institusional 3. sekolah sehat.1. Limbah Industri.4.2. cakupan pelayanan. Penjelasan mendetail tentang kondisi riil pengelolaan limbah cair di kabupaten/kota. teknis operasional dan teknologi yang digunakan.3. Kondisi umum pematusan air hujan (drainase).1. 3. Kondisi umum penanganan limbah medis. Sistem setempat/onsite system 3.1. Peran serta Masyarakat dan Jender dalam Pengelolaan Sampah 3. Kondisi umum penanganan limbah cair rumah tangga. 3. Pengelolaan Persampahan (Limbah Padat). Cakupan Pelayanan 3. 3. Kondisi umum penanganan limbah Industri. Limbah Cair Rumah Tangga. teknis operasional dan teknologi yang digunakan. peran serta masyarakat.6. dan tempat-tempat umum sehat.2.1.3. Bagian ini merupakan hasil analisis data sekunder limbah cair (Lihat Manual B: Modul BA-05 untuk limbah cair).3. 3.5. Aspek Teknis dan Teknologi a.

untuk pembangunan dan pengelolaan sektor sanitasi tingkat kota.6.6. Rencana Peningkatan Pengelolaan Sampah (Limbah Padat). dan permasalahan-permasalahan yang ada. kelembagaan. 4.1.5.3. APBN.5. Rencana Peningkatan Pengelolaan Limbah Cair. Sistem Terpusat (Offsite System) 4. Aspek Teknis dan Operasional 3.4. teknis operasional dan teknologi yang digunakan. cakupan pelayanan. dan Rencana Peningkatan Kampanye PHBS. Rencana program pengelolaan sampah yang sedang dan akan dilaksanakan sampai dengan berakhirnya Renstra SKPD terkait pengelolaan sampah. Kampanye PHBS 3. Aspek Institusional 3. Bagian ini merupakan kompilasi dan analisis data sekunder air bersih dari PDAM dan institusi non-PDAM serta dinas Kesehatan. baik melalui APBD Kota.4. berdasarkan perencanaan pembangunan/RPJM Kota.6. Penyediaan Air Bersih. Visi dan misi sanitasi kota merupakan ungkapan nilai dan harapan para stakeholder atas kondisi sanitasi pada lima tahun ke depan. Strategi Penanganan Sanitasi Kota.1. Perumusan ini akan menjadi masukan berharga pada saat Pokja menetapkan visi dan misi sanitasi kota dalam SSK.2. 4. Bagian ini merupakan kompilasi dan analisis data sekunder aspek keuangan (Lihat Manual B: Modul BA-05 untuk aspek keuangan).5. Permasalahan 3. maupun sumber pendanaan lain.3. Komponen Sanitasi Lainnya.3. Aspek Teknis dan Operasional 3.6. 4. Sampah.2. Penjabarannya meliputi: Visi dan Misi sanitasi.4.3.4. Rencana program pengelolaan limbah cair yang sedang dan akan dilaksanakan kabupaten/kota hingga berakhirnya Renstra SKPD terkait pengelolaan limbah cair. program kampanye perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang dilaksanakan SKPD. Cakupan Pelayanan 3.3.1.6.2. 4. Saluran Drainase Lingkungan. Tinjauannya meliputi aspek legal formal. Aspek Institusional 3. Sistem Setempat (Onsite System) 4. Rencana Peningkatan Pengelolaan Limbah Cair.2.2. Permasalahan 3.4. Penjelasan kondisi riil penanganan limbah industri dan limbah medis.5. . BAB IV RENCANA PROGRAM PENGEMBAGAN SANITASI YANG SEDANG BERJALAN Penjelasan mendetail tentang pembangunan sektor dan rencana pengembangannya. Strategi Penanganan Sanitasi Kota. 3.4.4.3. 3.5. Landasan Hukum/Legal Operasional 3.5.3. Penjelasan mendetail tentang pengelolaan air bersih. Sistem Sanimas 4. APBD Provinsi. Data biaya yang dikeluarkan selama 3–5 tahun terakhir. Pembiayaan Sanitasi Kota. aspek jender.5. Visi dan Misi Sanitasi Kota. Penanganan Limbah Industri 3.5.7. Penanganan Limbah Medis 3. Peran serta Masyarakat dan Jender dalam Pengelolaan Drainase Lingkungan 3. Rencana Pembangunan Penyediaan Air Minum.3.3. peran serta masyarakat. Cakupan Pelayanan 3.4.1. Strategi penanganan sanitasi yang sedang dan akan dijalankan hingga berakhirnya masa RPJM Kota.

Bagian ini adalah analisis data primer di area berisiko tinggi: tentang Jender & Kemiskinan (Modul BB-06). Rencana program pembangunan Air Minum yang sedang dan akan dilaksanakan sampai dengan berakhirnya corporate plan PDAM. Rencana Pembangunan Penyediaan Air Minum. observasi. Gambaran umum tentang sumber dan kebutuhan informasi masyarakat. Rencana program pengelolaan drainase lingkungan yang sedang dan akan dilaksanakan. Memuat hasil kajian dan berbagai opsi peran swasta dalam penyediaan layanan sanitasi kota. Penjelasan tentang area-area berisiko tinggi dan permasalahannya. Bagian ini merupakan hasil analisis data primer SSA (Modul BA-05). kajian. Rencana Peningkatan Kampanye PHBS. dan jika diperlukan.1 Area berisiko Tinggi dan Permasalahan Utamanya. BAB V INDIKASI PERMASALAHAN DAN OPSI PENGEMBANGAN SANITASI Merupakan perumusan awal permasalahan sanitasi dan berbagai opsi pengembangan yang dapat diambil ketika Pokja menyusun SSK nanti. kesehatan masyarakat/lingkungan yang sedang dan akan dilaksanakan sampai dengan berakhirnya Renstra Dinas Kesehatan. 4. Rencana Peningkatan Pengelolaan Saluran Drainase Lingkungan. diambil dari kompilasi dan analisis data sekunder (BA-05) atau jika diperlukan juga pengumpulan dan analisis data primer di area berisiko tinggi: tentang Jender & Kemiskinan (BB-06).6. BAB PENUTUP Memuat harapan dan langkah-langkah tindak lanjut (opsi pengembangan) yang dapat dipertimbangkan sebagai masukan dalam penyusunan rencana strategis pembangunan sanitasi kota atau SSK. juga pengumpulan dan analisis data primer di area berisiko tinggi: tentang Jender dan Kemiskinan (Modul BB-06).3 Komunikasi untuk Peningkatan Kepedulian Sanitasi. Bagian ini didasarkan pada kompilasi dan analisis data sekunder (Lihat Modul BA-05: Manual B: Penilaian dan Pemetaan Situasi Sanitasi). Memuat hasil kajian dan berbagai peran serta masyarakat dan jender di area berisiko tinggi. Bagian ini dirumuskan dari pengumpulan dan analisis data primer di area berisiko tinggi (Modul BA-05).7. sampai dengan berakhirnya Renstra SKPD terkait pengelolaan saluran drainase lingkungan. Rencana program kampanye PHBS. 5.5. saluran komunikasi dan media dipergunakan. diskusi.4. 5. 4. 5.2 Kajian dan Opsi Partisipasi Masyarakat dan Jender di Area Prioritas.4 Keterlibatan Sektor Swasta dalam Layanan Sanitasi. kesepakatan dan analisis serta keputusankeputusan yang telah dilakukan Pokja Sanitasi. Bagian ini merupakan analisis data sekunder tentang Media (Lihat Modul BA-05). . LAMPIRAN Memuat hasil-hasil studi. 5.