Anda di halaman 1dari 6

Zat Aktif :Paracetamol/acetaminophenSifat Kimia Nama Lain: Acetaminofen, Nama kimia : 4-hidroksiasetanilida [103-90-2] Rumus Molekul:C8H9 NO2

Berat Molekul: 151

Kemurniaan : Mengandung tidak kurang dari 98,0 % dan tidak lebih dari 101,0% C8H9 NO2 dihitung terhadap zat anhidrat. Sifat Fisika Organoleptis bentuk: Serbuk Bau: Tidak berbauWarna: PutihRasa: Pahit KelarutanLarut dalam 70 bagian air, larut dalam air panas, 7 bagian etanol P, 13 bagianaseton P, dalam 40 bagian gliserol, dan dalam 9 bagian propilenglikolStabilitas Terhadap pelarut :Paracetamol sangat stabil dalam air T e r h a d a p P H : W a k t u p a r u h d a l a m l a r u t a n t e r d a p a t p a d a P H 6 diperkirak an selama 21,8 tahun, penurunannya dikatalisis oleh asam dan basah dan waktu paruhnya 0,73 tahun pada PH 2,28 tahun pada PH 9. Terhadap cahaya : Terhadap oksigen : Sifat Farmakologi Khasiat:Analgetikum dan Antipiretikum. Efektif pada berbagai jenis keadaan artritis dan rematik termasuk nyeri otot rangka juga dada, nyeri kepala,dysmenore, myralgia, dan neuralgia.

Efek Samping : Reaksi hipersensitivitas dan kelainan darah Tempat absorpsi : Diabsorpsi cepat dan sempurna di saluran cerna Waktu paruh: Konsentrasi tertinggi dalam plasma antara 1 sampai3 jam Interaksi obat 1.Aspirin : Konsentrasi parasetamol dalam darah akanmeningkat dengan adanya aspirin. 2.Kloramfenikol :Parasetamol meningkatkan waktu paruhkloramfenikol. Dosis Dosis Lazim 5-10 Tahun (1XP): 100-200 mg(1XHP ): 400-800 mg >10 Tahun (1XP): 250 mg(1XHP): 1 g Dewasa (1XP): 500 mg(1XHP): 500 mg 2 g Wadah dan Penyimpanan: dalam wadah tertutup rapat, tak tembus cahaya Nipagin (Methyl Paraben) a.Sifat Fisikakimia : - Pemerian : Serbuk hablur halus, putih hampir tidak berbau, tidak

mempunyai rasa, agak membakar di ikuti rasa tebal. - Kelarutan : Larut dalam 600 bagian air, dalam 20 bagian air mendidih,

dalam 3,5 bag ian etanol 95% dan dalam 3 bagian aseton, mudah larut dalam

eter dan dalam alkali hidroksi, larut dalam 60 bagian gliserol panas dalam 40 bagian minyak lemak nabati panas, jika didinginkan larutan tetap jernih b. Fungsi c. Stabilitas : Zat tambahan, pengawet : Lebih mudah terurai dengan adanya udara dari luar

d. Inkompatibilitas : Tidak kompatibel dengan zat lain, seperti bentonit, magnesium trisilicate, talk, tragacanth, natrium alginat, minyak esensial, sorbitol, dan atropin. e. Wadah dan Penyimpanan: Dalam wadah tertutup baik f. Sumber : Farmakope Indonesia, ed IV.Hal.551 Handbook of Pharmaceutical Exipients hal.390-393

Nipasol (Propil Paraben) a.. Sifat Fisiko kimia - Pemerian - Kelarutan 95% : Serbuk hablur putih, tidak berbau, tidak berasa : Sangat sukar larut dalam air, larut dalam 3,5 bagian etanol

dalam 3 bgaian aseton, dalam 140 bagian gliserol, dalam 40 bagian

minyak lemak, mudah larut dalam larutan alkali hidroksi b. Fungsi : Zat tambahan, pengawet c. Stabilitas: Lebih mudah terurai dengan adanya udara dari luar d. Inkompatibilitas: Magnesium aluminium silikat, magnesium trisilikat, oksida besi kuning. e. Wadah dan Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

f. Sumber

: Farmakope Indonesi, ed IV.Hal.713 Handbook of Pharmaceutical Exipients hal.526-528

Propilenglikol a. Sifat Fisika kimia Pemerian : Cairan kental, jernih, tidak berbau rasa agak manis, higroskopis. Kelarutan : Dapat bercampur dengan air dan etanol 90%, dan kloroform, larut dalam 6 bagian eter, tidak dapat bercampur dengan eter minyak tanah dan dengan minyak lemak. b. Fungsi : Zat tambahan, pelarut c. Stabilitas : Pada tenperatur rendah, propilenglikol stabil bila disimpan

dalam wadah tertutup baik, di tempat yang sejuk dan kering. Tetapi pada temperatur tinggi, di tempat terbuka, cenderung mengoksidasi, sehingga menimbulkan produk seperti propionaldehid, asam laktat, asam piruvat, asam asetat. Propilenglikol secara kimiawi stabil ketika dicampur dengan etanol 95%, gliserin, atau air. d. Inkompatibilitas : Propilenglikol tidak kompatibel dengan reagen

pengoksidasi seperti potasium permanganat. e. Wadah dan Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik

f. Sumber :

Farmakope Indonesia, ed.IV. Hal. 712 Handbook of Pharmaceutical Exipients hal.521-522

PROPYLENGLYCOLUM Propilen Glikol

CH3CH(OH)CH2OH

1,2-propanadiol ( 57-55-6 ) C3H8O2 BM 76.09

Propilen glikol mengandung tidak kurang dari 99.5 % C3H8O2

Pemerian Cairan kental,jernih,tidak berwarna;rasa khas;praktis tidak berbau;menyerap air pada udara lembab.

Kelarutan Dapat bercampur dengan air, dengan aseton, da dengan kloroform; larut dalam eter dan beberapa minyak esensial;tetapi tidak dapat bercampur dengan minyak lemak.

Bobot jenis <981> Antara 1,035 dan 1,037.

Penetapan kadar Lakukan penetapan dengan cara Kromatografi gas seperti yang tertera pada Kromatografi <931>. Kromatograf gas dilengkapi dengan detector konduktivitas panas, dan kolom 1 m x 4 mm berisi bahan pengisi 5% G16 pada partikel penyangga S5. Suhu injector dan defector, berturut-turut 240o, 250o, dan kenaikan suhu kolom diatur rata-rata 5o per menit mulai dari 120o hingga 200o; gunakan helium P sebagai gas pembawa. Waktu retensi untuk propilen glikol lebih kurang 5,7 menit dan untuk ke 3 isomer dipropilen glikol, jika ada, berturut-turut lebih kurang 8,2 menit, 9,0 menit, dan 10,2 menit.

Wadah dan penyimpanan Dalam wadah tertutup rapat.

Zat aktif yang digunakan pada saat praktikum adalah Karboksimetilselulosa Natrium, dengan monografi sebagai berikut (Farmakope Indonesia, Ed. IV, 1995. Hal 175) : Glycerin Nama lain : colerol, E422, glycerine, trihydroxypropane glycerol. Rumus molekul : C3H8O3 Berat molekul : 92,09 Pemerian : Cairan seperti sirop, jernih, tidak berwarna, tiak berbau, manis diikuti rasa hangat, higroskopik. Jika disimpan beberapa lama dalam suhu raendah dapat memadat membentuk massa hablur tidak berwarna yang tidak melebur hingga suhu mencapai lebih kurang 20o CAS number : propane-1,2,3-triol [56-81-85] Aplikasi dalam formulasi Kegunaan Konsentrasi (%) Antimikroba > 20 Emollien Hingga 30

Humektan Hingga 30 Ophtalamic formulation 0,5 3,0 Plasticizer pada tablet salut Variable Solven pada fulmulasi parenteral Hingga 50 Pemanis pada eliksir Hingga 20 Inkompatibilitas : dapat meledak jika dikombinasikan dengan agen pengoksidasi kuat, seperti kromium trioksida atau potasium permanganat. (hope, 284-285) a. Aquadest Bentuk Warna Bau Rasa Kelarutan BM Kegunaan Stabilitas : Cairan jernih : Tidak berwarna : Tidak Berbau : Tidak Berasa : Dapat melarutkan semua zat yang sifatnya polar : 18,02 : Sebagai larutan pembawa dalam injeksi. : Dapat stabil dalam semua keadaan fisika(es,cair,dan uap)

Wadah dan penyimpanan: Dalam wadah dosis tunggal dari kaca atau plastic, hablur lebih besar dari dua liter wadah kaca sebaliknya dari kaca tioe 1. Inkompatibilitas : Dalam formulasi farmasi dapet bereaksi dengan obat dan bahan tambahan lainnya yang mudah terhidrolosis padda temperature tinggi Sumber : Farmakope Indonesia ed 4, 1995. Hal 112. Handbook Of Pharmaceutical exipient ed 4. Hal 675.

Sorbitol Kandungan:Sorbitol mengandung tidak kurang dari 91,0% dan tidak lebihdari 100,5% C6H14O6, dihitung terhadap zat anhidrat. Dapat mengandung sejumlahkecil alkohol polihidrik lain. Struktur Kimia : D-glusitol [50-70-4]C6H14O6 BM 182,17 Pemerian: serbuk, granul atau lempengan; higroskopis; warna putih; rasamanis. Serbuk sorbitol bersifat higroskopis. Kelarutan: sangat mudah larut dalam air; sukar larut dalam ethanol, dalammethanol dan dalam asam asetat.(Anonim a, 1995) Keasaman kebasaan pH larutan: 10% b/v 4,5 7,0 (Kibbe, 2000). Titik lebur: 110- 112C untuk bentuk anhidrat, dan 97,7C untuk bentuk gamma polymorph Stabilitas: Sorbitol secara kimia relatif inert dan dapat bercampur dengansebagian besar bahan tambahan. Sorbitol stabil dalam udara tanpa kehadiran katalisatau dingin, asam encer dan alkalis. Sorbitol tidak mudah menguap, terbakar, tidak bersifat korosif. Sorbitol tahan terhadap fermentasi oleh mikroorganisme, walaupun begitu sebaiknya sedian ditambahkan pengawet. Inkompatibilitas: Sorbitol dapat membentuk khelat yang larut air dengan ionlogam bivalen atau trivalent dalam suasana asam kuat dan kondisi basa. PenambahanPEG kedalam larutan sorbitol, dengan pengocokan kuat memproduksi waxy, gelyang terlarut dalam air dengan titik leleh 35 40 C. larutan sorbitol juga bereaksi dengan besi oksida menjadi tidak berwarna. Wadah dan penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat. Larutan dapatdisimpan dalam gelas, plastik, alumunium, dan wadah stailess steel. Penyimpanandilakukan pada tempat yang kering dan sejuk.(Kibbe, 2000). (FI IV,hal 756)